Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
=Road to Splendor=
(Diadaptasi dari novel berjudul sama karya Zhi Zhi dari Grup Yuewen)
=Episode 31=
Kaisar, mohon selidiki hal ini.
- Kaisar, mohon selidiki hal ini. - Kaisar, mohon selidiki hal ini.
(Barat Laut membunuh pedagang jujur) Jasad Nyonya Wu tidak ditemukan.
(dan jasadnya dibuang. Sungguh keji) Pejabat Barat Laut gagal menerima suap
sehingga membunuhnya.
Di mana letak keadilan?
Orang-orang Barat Laut sungguh serakah.
Jelas-jelas
reformasi garam adalah hal baik yang dapat menyejahterakan rakyat.
Mereka malah menghalanginya karena takut kehilangan keuntungan.
- Di mana letak keadilan? - Di mana letak keadilan?
Dasar lancang!
Kalian beramai-ramai melakukan protes. Tindakan ini sudah mengganggu Kaisar.
Apakah kalian tidak takut mati?
Kami memohon kepada Kaisar untuk menyelidiki Barat Laut
dan memberi keadilan bagi Nyonya Wu!
- Kami memohon kepada Kaisar - Kami memohon kepada Kaisar
- untuk menyelidiki Barat Laut - untuk menyelidiki Barat Laut
- dan memberi keadilan bagi Nyonya Wu. - dan memberi keadilan bagi Nyonya Wu.
- Kami memohon kepada Kaisar - Kami memohon kepada Kaisar
- untuk menyelidiki Barat Laut - untuk menyelidiki Barat Laut
- dan memberi keadilan bagi Nyonya Wu. - dan memberi keadilan bagi Nyonya Wu.
Kaisar, tolong selidiki hal ini.
Pasti ada orang yang mendorong para pedagang An untuk melakukan protes.
Hamba ingin memohon izin untuk segera...
Para pedagang bersujud di Gerbang Wu. Rakyat terus memperdebatkan hal ini.
Masalah ini harus segera diakhiri.
Jenderal Mo adalah orang yang jujur.
Dia tidak mungkin melakukan korupsi, apalagi meminta suap dari pedagang.
Kaisar, tolong pertimbangkan hal ini lagi.
Bagaimana mungkin aku tidak tahu?
Barat Laut sudah menjaga wilayah yang penting.
Wangwu'er juga tidak berani melakukan invasi lagi.
Aku mengingat semua kontribusi ini.
Namun, terkadang sulit untuk menyeimbangkan
emosi dan akal.
Sebelumnya,
Ibu Suri Agung maju dan mengatasi masalah perbaikan makam kekaisaran.
Namun kemudian, bukankah aku tetap menuliskan dekret introspeksi?
Menurutmu, aku menulis dekret introspeksi ini
untuk ditunjukkan kepada seluruh rakyat atau Nenek?
Aku mencerca diri sendiri di dalam dekret.
Sebenarnya, aku sedang mencerca Nenek.
Aku berharap, dia akan menjadikan ini pelajaran
dan tidak bertindak di luar batasan lagi.
Ibu Suri Agung mengatakan
bahwa dia tidak akan membahas hal ini untuk sementara waktu.
Aku tidak ingin dia hanya diam kali ini,
tapi juga tidak pernah membahasnya lagi.
Aku pernah mengatakan bahwa aku sangat menghormati Nenek.
Aku bersikap pura-pura patuh seperti ini dan bahkan mencatatnya dalam sejarah.
Memangnya hatiku tidak sakit?
Namun, saat menduduki posisi ini,
aku juga harus menimbang ketulusan hatiku.
Sebenarnya, aku lebih dulu mengenal Mo Yi daripada dirimu.
Apakah kau masih ingat?
Huchen, aku sudah membicarakan banyak hal denganmu.
Aku malah ingin bertanya kepadamu.
Sebenarnya, kau adalah bawahan aku atau Barat Laut?
Jika masalah Mo Yi tidak diselesaikan, reputasi Barat Laut akan tercemar,
reformasi garam tidak bisa dijalankan,
dan kebuntuan politik juga tidak terselesaikan.
Mana yang lebih penting?
Aku selalu memercayaimu dalam menyelesaikan masalah.
Kali ini, jangan sampai mengecewakanku.
Hamba pasti tidak akan mengecewakan Anda.
Selir Wu ini memang sulit ditebak.
Dia masih belum mengantarkannya hingga sekarang.
Jangan-jangan,
dia berubah pikiran?
Kita tunggu sebentar lagi.
(Berbudi Luhur dan Anggun)
Nyonya.
Belakangan ini, Jingxiu sering gelisah.
Berbicaralah dengannya.
Ini adalah arak sari bunga pir yang disimpan di ruang bawah tanah.
Arak ini paling efektif dalam melepaskan beban pikiran.
Terima kasih, Nyonya.
Keturunan Keluarga Yu sangat sedikit.
Sekarang, Nyonya Muda Pertama sudah tidak bisa diandalkan.
Sementara itu,
kau juga sudah lama menikah dengan Jingxiu.
Bagi wanita, lebih baik mengandalkan anak sendiri daripada orang lain.
Aku mengerti.
Baguslah kalau kau mengerti. Cepat temui dia.
Ini adalah kesempatan langka. Aku begini juga karena memikirkanmu.
Baik, Nyonya.
Sebelumnya, aku memilih Keluarga Yu
bukan karena kemuliaan dan kehormatannya.
Awalnya, aku mengira di dalam keluarga cendekiawan,
tidak akan ada orang yang jahat.
Namun, sekarang Bibi mati di tangan Keluarga Yu.
Aku sudah salah menilai satu kali. Aku tidak akan mengulanginya lagi.
Aku harus memikirkan cara
untuk mengirimkan catatan Bibi ini kepadanya.
Nona, pikirkan baik-baik. Saat ini, kita diawasi dengan ketat.
Di luar, ada bibi yang berjaga.
Takutnya, sulit untuk mengirimkan barang lagi.
(Diterangi Cahaya Bulan yang Terang Sepanjang Malam)
Tuan Muda.
Ada apa?
Ibu memerintahkanmu karena tidak bisa memerintah Nyonya Muda Pertama lagi?
Masalah antara Nyonya dan Nyonya Muda Pertama
tidak ada kaitannya denganku.
Aku hanya teringat bahwa Tuan Muda sedang patah semangat
dan seharusnya mendapatkan penghiburan.
Aku juga mengalami hal yang sama.
Nona Kesembilan
pasti mengalami hari-hari yang sulit.
Dia kehilangan orang tuanya dalam waktu yang berdekatan.
Dia pasti sangat sedih.
Namun, di saat seperti ini,
Ayah malah mempermalukannya dengan masalah di masa lalu.
Hari ini, aku pergi ke Kuil Tanshui untuk mendoakan Bibi.
Aku juga hendak
membawakan hadiah kecil untuk Nona Kesembilan.
Tuan Muda,
sutra ini tidak akan efektif jika terkena aura manusia.
Aku tahu, Tuan Muda memikirkan hal ini.
Bagaimana jika
kau menyuruh pelayan membawa sutra ini ke Kedai Perhiasan Xie?
Anggap saja untuk melunasi utang budiku kepadanya.
Chengxin.
Tuan Muda.
Antarkan sutra ini.
Ingat baik-baik.
Jangan biarkan orang lain menyentuh sutra ini
agar tidak menodai keberuntungannya.
Baik.
(Sutra Intan)
(Kepala Biro Upacara Kementerian Ritus, Tuan Shen)
Ternyata, Nyonya Wu bukan hanya menyuap Keluarga Mo
untuk masalah reformasi garam.
Catatan ini mencatat kebiasaan para nyonya dan tuan setiap kediaman.
Bagus sekali.
Dengan adanya catatan ini,
kita bisa membuktikan bahwa Nyonya Wu menyumbang secara sukarela.
Barat Laut pun akhirnya terselamatkan.
Akhirnya terselamatkan.
Akhirnya terselamatkan.
Nyonya, ada tamu yang berkunjung.
Aku tidak mau menemuinya. Aku tidak mau menemui siapa pun.
Tuan Zhao yang datang.
Kakak Ipar.
Tuan Zhao.
Kaisar menyuruhku menangani hal ini.
Apakah ada pesan
yang ingin disampaikan kepada Jenderal Mo?
Jika kau yang menginterogasi Mo Yi,
aku pun merasa lega.
Oh, iya.
Kebetulan ada yang ingin kuberikan kepadanya.
Tuan Zhao, duduklah dulu.
Tidak apa-apa.
Cepat ambil barangnya.
Mo Yi memang memiliki kulit yang tebal,
tapi dia tidak pernah masuk penjara.
Saat suhu udara turun, penjara akan menjadi dingin.
Ini adalah pakaian yang aku dan putriku buat selama tiga hari tiga malam.
Tolong berikan kepadanya.
Apakah ada pesan
yang ingin disampaikan kepada Jenderal Mo?
Kami sudah lama menikah. Tidak ada yang perlu disampaikan.
Jika ada pun,
aku akan memberitahunya setelah dia pulang.
Mo Yi, interogasi.
Adik, untungnya kau yang datang.
Mewah sekali.
Kita berdua
sudah lama tidak minum arak bersama.
Ayo, minum.
Hari ini,
mari kita minum beberapa cawan.
Tuang hingga penuh.
Nikmat sekali.
Sebenarnya, aku lebih tua beberapa tahun darimu.
Aku juga bergabung dalam pemerintahan beberapa tahun lebih awal.
Kau seharusnya memanggilku Kakak.
Namun, secara objektif,
kau lebih hebat dariku dalam berbagai hal.
Kau berkontribusi di Prefektur Yongning.
Kau memberi kehormatan untuk Barat Laut.
Semuanya berkat kau.
Ayo.
Dengan cawan ini,
aku bersulang kepadamu.
Anggap saja
sebagai ucapan terima kasihku.
Jenderal Mo gagah berani.
Jenderal Mo membantuku menghabisi Tuan Feng Keempat
sehingga aku bisa bertahan hidup.
Jenderal Mo juga membimbingku di Kota Ganlin.
Seharusnya, aku yang bersulang kepadamu.
Bukankah aku memintamu memanggilku Kakak?
Kenapa masih memanggilku Jenderal Mo?
Kau tidak mengakuiku sebagai kakakmu?
Kak Mo.
Minum sampai habis.
Adik,
aku tahu,
Barat Laut
tidak boleh sampai terlibat.
Semua ini salahku karena bersikeras
mengejar kesuksesan seperti orang lain.
Pada akhirnya,
aku mendapatkan...
Mendapatkan pisau tajam.
Kau sudah bekerja keras, Adik.
Kau masih harus membereskan kekacauan ini.
Apakah kakak iparmu
tidak meninggalkan pesan untukku?
Kakak Ipar mengatakan
bahwa dia masih ingin menjadi istrimu di kehidupan selanjutnya.
Dasar kau ini. Kau sama sekali tidak memahami dia.
Asal kau tahu.
Meskipun kau memenggalku sekarang, dia hanya akan menangis sejenak.
Dia tidak akan mau bertemu denganku lagi di kehidupan selanjutnya.
Hanya saja, Adik, aku berterima kasih atas niat baikmu.
Ayo.
Minum sampai habis.
Sudah cukup.
Waktunya hampir tiba.
Sudah saatnya kau memenggalku.
Namun, Adik,
kali ini
kau harus memenggalku sendiri.
Di masa-masa yang sulit ini, jangan sampai Kaisar mencurigaimu lagi.
Ayo.
Adik,
ke depannya, tolong jaga istri dan anak-anakku.
Anggap saja untuk memenuhi ikatan persahabatan kita. Bagaimana?
Tenang saja.
♪Angin mengembuskan pasir, kunyanyikan lagu perjuangan♪
♪Seorang diri menunggang kuda menuju perbatasan♪
♪Jalan begitu jauh, badai pasir menghalangi pandangan♪
♪Sosok teguh yang bersinar di seluruh penjuru negeri♪
♪Deru angin tidak pernah membuat gentar♪
♪Genderang perang mengguncang langit♪
♪Tertawa menatap langit sambil menyembunyikan tangis♪
♪Menoleh ke belakang, kunyanyikan kisah hidup ini♪
♪Menoleh ke belakang, hidup ini layaknya sebuah lagu♪
Kau pulang begitu larut. Apakah sudah makan malam?
Aku menemukan bukti fisik
untuk masalah Nyonya Wu. Mungkin ada gunanya.
Aku akan menunjukkannya kepadamu.
Jangan pergi.
Temani aku sejenak.
Masalah Nyonya Wu
akan segera terselesaikan.
Barat Laut akan baik-baik saja.
Benarkah?
Beberapa hari yang lalu,
bukankah pedagang An masih mencari masalah?
Kenapa masalah ini selesai begitu saja?
Kaisar
teguh dan jujur.
Ditambah dengan Ibu Suri Agung yang memakamkan Nyonya Wu,
masalah ini pun terselesaikan.
Belakangan, akan ada banyak masalah sepele di ibu kota.
Jangan terlalu sering bepergian.
Jaga dirimu baik-baik.
(Kediaman Mo)
Nyonya.
Kapan ini terjadi?
Biro pemerintahan menyuruh mereka membawa jasadnya kembali pagi ini.
(Peti Mati Mendiang Suami, Mo Yi)
Aku sudah bersujud kepadamu.
Aku begitu memercayai kalian.
Kenapa Zhao Ling
begitu tega memenggalnya?
Kita sudah berteman bertahun-tahun.
Kenapa dia tega memenggalnya?
Kenapa kau tidak memberitahuku?
Aku menganggapmu sebagai adikku sendiri.
Kemari. Kemari dan lihatlah. Kau adalah ibu angkat ketiga anakku!
Kenapa kau tidak memberitahuku?
Kenapa kau tidak memberitahuku?
Ini bukanlah hal yang bisa diputuskan oleh wanita kediaman seperti kita.
Untuk apa kau mempersulit dia?
Jika tidak menyalahkannya,
aku bisa menyalahkan siapa?
Menyalahkanmu!
Mo, cepat bangun.
Dasar pria jahat!
Setelah tiga bulan menikah, kau melakukan ekspedisi militer.
Kau selalu tidak berada di kediaman.
Kemudian, akhirnya kau kembali.
Kau juga membawa pulang selir.
Aku melahirkan tiga anak untukmu.
Kenapa kau menelantarkan istri dan anak-anakmu begitu saja? Bangunlah.
Bangunlah!
(Papan Arwah Mendiang Suami, Mo Yi)
- Adik. - Kakak.
Adik.
Kakak.
Jaga kesehatanmu, Adik.
Kakak.
Pada akhirnya, ini salahku.
Aku seharusnya tidak memaksanya meraih kesuksesan.
Ini salahku.
Aku seharusnya tidak selalu mencari-cari kesalahannya.
Ini salahku. Seharusnya aku tidak menyuruhnya melakukan kontribusi
sehingga berakhir seperti ini.
Ini salahku!
Ibu.
Semua ini salahku!
- Kakak. - Adik.
Adik.
- Adik. - Semua ini salahku!
Jaga kesehatanmu, Adik.
- Ibu. - Ibu.
(Kediaman Mo)
Sudah kubilang bahwa aku menemukan bukti fisik penting.
Kita hanya perlu meminta Prefektur Chengqian menyelidiki ulang saja.
Kenapa kau tidak bisa menunggu selama beberapa hari?
Meskipun kau mendapatkan catatan bukti suap,
itu bisa membuktikan apa?
Masalah ini
diperintahkan oleh Kaisar sendiri.
Dia ingin mengorbankan Mo Yi untuk menenangkan pedagang An.
Apa pun kebenarannya,
apakah Kaisar peduli?
Dia hanya ingin menstabilkan masalah reformasi garam
dan segera mengisi penuh kas negara.
Kita tidak bisa menyelamatkannya dalam hal ini.
Kaisar sudah mengambil keputusan.
Sekarang, kita harus segera membangkitkan semangat
dan bersiap-siap menghadapi masalah selanjutnya.
Masalah selanjutnya?
Apa lagi masalah selanjutnya?
Aku khawatir,
Kaisar akan memanfaatkan hal ini untuk menaikkan jabatanku
dan memberimu gelar kehormatan.
Kita juga harus mengadakan perjamuan naik jabatan.
Aku bisa memerankan tokoh Nyonya Zhao dengan baik.
Namun, aku khawatir suatu hari nanti,
karena terlalu lama memerankannya,
aku akan benar-benar menjadi seperti Nyonya Yu
dan kau menjadi Sekretaris Agung Yu.
Aku makin menyesalinya.
Saat itu,
aku mendorongmu memulai karier resmi karena kepentingan egoisku.
Mantan Jenderal Youji Barat Laut, Mo Yi,
membunuh pedagang karena gagal menerima suap.
Dia gagal memenuhi harapan Kaisar dan dijebloskan ke dalam penjara.
Dia sudah dihukum mati.
Mo Yi memang layak diberi hukuman mati.
Namun, mengingat keberaniannya
dalam menerobos dan menghancurkan pertahanan musuh,
aku akan membebaskan istri dan putrinya dari hukuman pengasingan,
serta diizinkan untuk tinggal sebagai rakyat yang taat hukum.
Kaisar sangat bijak.
Kasus ini diselesaikan dengan cepat, tanpa menimbulkan gejolak politik.
Aku merasa sangat lega.
Aku menganugerahkan Zhao Ling
posisi tingkat tiga dengan gelar Jenderal Zhaoyong.
Istrinya, Nyonya Fu, juga berjasa dalam membantu suaminya.
Dia secara khusus
diangkat menjadi Nyonya dengan gelar kekaisaran tingkat dua.
Kaisar menghadiahkan
jubah seremonial bersulam emas dengan motif awan dan burung merak,
mahkota burung pegar,
serta tunjangan tahunan sebesar 6.000 kilogram biji-bijian.
Pada hari pertama tahun lunar
dan Festival Titik Balik Matahari Musim Dingin,
masuk ke istana dengan mengenakan pakaian seremonial Nyonya Kehormatan
untuk memberi penghormatan dan bersyukur atas rahmat Kaisar. Sekian.
Hamba berterima kasih atas rahmat Kaisar.
(Dekret Kekaisaran)
Terima kasih atas rahmat Kaisar.
Dia kalah melawan Sekretaris Agung Yu, tapi malah naik jabatan.
Pangkatnya naik dari tingkat empat menjadi tingkat tiga dalam waktu dekat.
Apalagi gelang di tangannya itu.
Itu gelang yang selalu dikenakan Kaisar.
Di antara seluruh pejabat kekaisaran, hanya dia yang memilikinya.
Istrinya yang mendapat gelar kehormatan tingkat tiga pun naik ke tingkat dua.
Hal seperti ini belum pernah terjadi sejak kekaisaran didirikan.
Kaisar terang-terangan ingin memberi tahu seluruh pejabat kekaisaran
bahwa Zhao Ling adalah kaki tangannya. Dia adalah informannya.
Bukan milik Barat Laut.
Sekarang, kau tidak tahu apakah dia menang atau kalah.
Sebab, masih belum sampai saat terpenting.
Inti permasalahan Kaisar adalah kas negara.
Orang yang mengatasi masalah ini akan menjadi kesayangan Kaisar.
Selamat, Tuan Zhao.
Apakah gelang batu lapis lazuli ini terasa nyaman saat dipegang?
Sekretaris Agung Yu terlalu menyanjung.
Aku hanya mendapatkan kemurahan hati Kaisar saja.
Tuan Zhao sudah memikul tanggung jawab besar di usia yang begitu muda.
Namun, apakah kau tahu apa itu kekuasaan?
Mulai hari ini,
kau harus melakukan hal yang kau bersedia lakukan.
Hal yang kau tidak bersedia lakukan pun, juga harus kau lakukan.
Kau harus membunuh orang yang kau inginkan.
Orang yang tidak ingin kau bunuh pun harus kau bunuh.
Apakah kau merasa bahwa gelang di tanganmu ini
makin berat dan lepas kendali?
Kau lahir dan tumbuh di Keluarga Yu.
Kau menyaksikan kemakmuran Keluarga Yu.
Bisa dikatakan bahwa kau sudah memiliki pengalaman.
Menurutmu, orang seperti apa Zhao Ling ini?
Saya merasa bahwa dia sama saja dengan Nyonya Wu.
Dia seperti seikat rumput.
Lantaran tidak memiliki akar,
ia pun berusaha tumbuh ke atas dengan sekuat tenaga.
Ia juga ingin orang lain tahu bahwa ia tumbuh dengan baik,
juga merupakan rumput bermanfaat yang tidak merusak tanaman
agar tidak dicabut.
Kau benar.
Orang yang berjuang dari titik nol makin takut akan dua hal.
Pertama adalah makin serakah akan kenaikan jabatan.
Kedua adalah menunjukkan loyalitas berlebihan kepada atasan.
Saat ini, Keluarga Zhao
memang sedang berada di puncak kejayaannya.
Namun, sebenarnya Zhao Ling diserang dari berbagai sisi.
Dia juga bertentangan dengan Barat Laut.
Begitu Kaisar tidak melindunginya lagi, dia pasti tidak akan terselamatkan.
Anak muda tidak tahu bahwa kesuksesan akan menjatuhkannya.
(Kediaman Xie) Selamat, Tuan Zhao.
- Selamat, Tuan Zhao. - Selamat, Tuan Zhao.
- Selamat. - Selamat.
Jika luang, sering-seringlah berkunjung ke Kediaman Zhou.
Tentu saja.
Silakan.
Baik.
Aku masih ingat, saat di Ganlin,
Jenderal Mo tidak bisa menunjukkan keberpihakannya secara terbuka.
Namun, setiap kali memberikan tugas,
dia akan diam-diam mengelompokkan kita bersama Tuan Kesembilan.
Namun, dia harus tersenyum di perjamuan hari ini.
Dia harus menunjukkan kepada semua orang bahwa dia senang.
Nyonya Wei sibuk dengan urusan di kediaman
dan meminta maaf karena tidak bisa datang.
Dia meminta pelayannya mengantarkan hadiah besar kemari.
Kenapa tidak melihat nyonya-nyonya dari Barat Laut?
Meskipun sudah diundang, mungkin mereka tidak berani datang.
Nyonya Zhao, dengarkan saranku.
Suami adalah orang yang kita andalkan seumur hidup.
Di hari yang bahagia ini,
jangan biarkan orang lain merusak suasana hatimu.
Benar.
Istri mengikuti suami setelah menikah.
Lantaran sudah menjadi nyonya kediaman,
setiap gerakan dan perkataanmu akan mewakili Keluarga Zhao.
Asalkan suami istri memiliki hati yang sama,
kau bisa menikmati ketenaran dan kekayaan di masa depan.
Itu benar.
Ayo.
Ayo, Nyonya Zhao. Minum secawan lagi.
Ayo.
Mari, Nyonya Zhao.
Tuan Zhao, jika Anda membutuhkan bantuan kami kelak,
sampaikan saja secara langsung.
Tuan Zhao, Anda sangat disukai Kaisar.
Namun, apa pendapat Kaisar
tentang sistem perdagangan garam baru ini?
Tuan Zhao, tolong berikan sedikit petunjuk.
Iya.
Sebenarnya, apa pendapat Kaisar tentang reformasi garam?
Tuan Zhao, tolong berikan petunjuk.
Tolong berikan petunjuk.
Tuan sudah mabuk. Cepat, bawa Tuan pergi beristirahat.
Tuan.
- Tuan Kesembilan. - Tuan Kesembilan.
- Ayo. - Pelan-pelan.
Pelan-pelan.
- Selamat beristirahat, Tuan Zhao. - Selamat beristirahat, Tuan Zhao.
Hati-hati, Tuan Zhao.
- Selamat beristirahat, Tuan Zhao. - Selamat beristirahat, Tuan Zhao.
(Cuplikan Episode Selanjutnya)
Aku khawatir suatu hari nanti,
aku terpaksa meninggalkan semua orang, termasuk kau.
Lebih baik kita berpisah saja.
Aku tidak akan pernah meninggalkanmu sendirian di ibu kota.
Kau tidak akan mampu melawan mereka.
Omong kosong! Omong kosong macam apa yang kau katakan?
Makin kacau keluarga ini, aku akan makin senang.
Ibu memiliki ribuan cara untuk membunuhnya,
Yang satu memanfaatkanku, satunya lagi mengancamku.
Tuan Muda Yu, uruslah dirimu sendiri.
♪Masa lalu bagai sehelai daun gugur yang berpapasan♪
♪Begitu ringan, tapi langkahku berhenti karenamu♪
♪Merangkai suka duka menjadi kenangan tanpa sesal♪
♪Terukir dalam lingkar waktu♪
♪Ingin menghentikan waktu sejenak, tapi tidak mampu♪
♪Berpaling karena takut air mata tidak sanggup terbendung♪
♪Membekas jauh di relung hati, tapi kupendam dalam diam♪
♪Hangat genggaman tanganmu♪
♪Membuat kita percaya itu nyata♪
♪Satu janji untuk seumur hidup hingga kini masih terngiang♪
♪Di lautan manusia, sesaat kutemukan dirimu♪
♪Tanpa suara, tapi menerangi separuh hidupku♪
♪Menulis kasih yang tidak terucap dengan keheningan♪
♪Kusimpan rapat di sudut hati♪
♪Sejak itu, tidak ada lagi yang layak kutunggu♪
♪Berpaling karena takut hidup ini tidak lagi punya tempat untuk pulang♪
♪Andai kita bisa berjuang bersama meraih masa depan♪
♪Hangat genggaman tanganmu♪
♪Membuat kita percaya bahwa itu nyata♪
♪Satu janji untuk seumur hidup hingga kini masih terngiang♪
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.