Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Nikmati film favorit Anda dengan SUBTITLE berkualitas dari TERASKATA
Alih bahasa : Agus Leo >> TERASKATA Support: https://trakteer.id/BungLeo/tip
Contact Us @ +62 857 3104 1995 (WhatsApp Text Only)
Oke, oke...
Oke...
Ya... Ya...
Ya, ayo... Ayo, ya! Ya, ya!
Oke.
Ini dia, ini dia.
Oke. Sial.
Berfungsilah.
Standard... Oke...
Standard, kau bisa mendengarku?
Ini Naren.
Dan aku terpisah dari yang lainnya.
Aku rasa aku baik-baik saja, tapi aku tak yakin di mana aku...
Aku tak pernah sejauh ini sebelumnya, jadi aku tidak...
Ada...
Aku tak bisa melihatnya dengan baik, tapi ada...
Ada orang lain di sini.
Aku butuh kalian.
Oke? Aku mau kalian untuk menjemputku, tolong.
Sial. Aku mau kalian datang dan menjemputku.
Bisa kau tolong datang, Standard?
Standard?
Sial!
Sial... oke.
Astaga! Sial...
Sialan... Apa-apaan?
Apa-apaan?
Sial...
Sialan.
Sial!
Ayo! Ayo! Sialan!
Kita semua memiliki pengulangan,
kebiasaan-kebiasaan kita...
Perilaku yang membuat kita berjalan berputar-putar...
Membuat solusi yang sama berulang-ulang kali.
Selalu berpikir itu akan membawamu ke tempat yang baru.
Tapi nyatanya tidak.
Meski begitu,
itu tetap merupakan jalur saraf dengan hambatan terendah.
Jalur yang kau buat.
Itu juga yang menjagamu tetap aman saat kau kecil.
Kau belajar untuk mendorong orang menjauh,
sebelum mereka bisa melukaimu.
Dan sekarang, saat dewasa,
kau masih terjebak tepat di tempat kau memulai.
Sendiri.
Maksudku, aku tidak kesepian.
Aku punya pelanggan dan karyawan.
Aku tidak bilang "kesepian". Aku bilang "sendiri".
Ya, maksudku...
Aku melukai orang. Aku tak menginginkan itu.
Tapi begitulah sifatku.
Jadi mungkin aku pantas untuk sendirian.
Apa menurutmu semua orang pantas untuk sendirian?
Entahlah, tapi, kau tahu, mungkin itu bukan hal yang buruk.
Menjadi sendiri terasa sangat mengakar.
Aku mengerti.
Kau pernah bermimpi dan ada banyak perlawanan,
tapi tak banyak dukungan untuk menyadari mimpi-mimpi itu.
Dan saat kita mengalami rasa sakit lagi dan lagi,
kita mulai mengharapkannya.
Itu seperti, "Aku tahu jalan ini. Aku tahu itu mengarah ke mana."
Jadi...
Apa kau tertarik untuk membentuk jalan baru,
dan melihat ke mana itu menuju?
Tentu. Kenapa tidak? Kau tahu, aku di sini.
Bagus.
Jadi aku mau mengulangi kembali latihan yang kita lakukan sebelumnya.
- Bermain peran. Ya. - Bagian berlakon?
- Aku merasa bodoh melakukan itu. - Aku tahu.
Tapi kita punya beberapa menit. Mari...
Ya, mari kita coba. Sedikit saja.
Baiklah.
Mari atur adegannya.
Kita kembali ke malam dimana Barbara meninggalkanmu.
Maksudmu di malam dia mengusirku dari rumahku sendiri?
Ya.
- Aku memerankan diriku sendiri. - Dan aku jadi Barbara.
Itu rumahku.
Aku yang membayarnya.
- Aku tahu. - Baiklah.
Oke, jadi...
Aku pulang larut malam. Entah seberapa larut.
Dia sudah tidur. Mungkin tengah malam.
Dia biasanya sudah tidur sebelum... Ah, itu tak penting.
Intinya adalah, aku di dapur, dan...
Gelas, aku pecahkan gelas,
lalu dia bergegas turun untuk melihat apa yang terjadi, dan...
Situasi memburuk.
Dan bagaimana perasaanmu?
Aku mabuk, dan...
Aku merasa bodoh, kau tahu.
Aku marah karena pecahkan gelasnya.
- Bisa kau katakan itu padaku? - Apa, pada Barbara?
Ya.
Maaf aku membuatmu bangun.
Mungkin jika kau pulang lebih cepat,
kita bisa habiskan malam ini bersama.
Tidak, aku habis kerja, kau tahu?
Aku langsung pulang setelah kerja.
Tolong jujurlah denganku.
Aku bisa menciumnya dari napasmu.
Aku minum beberapa bir.
- Jelaskan "Beberapa". - Ini hari yang berat.
- Aku perlu tenangkan diri. - Yang kau lakukan hanya tenangkan diri.
Kau selalu berada di toko.
Kau menginginkan anak, bukan?
- Kita berdua menginginkan anak. - Kau tahu...
Memiliki keluarga perlu uang, yang artinya seseorang harus bekerja.
Kecuali menjadi mahasiswa profesional...
dianggap sebuah pekerjaan sekarang.
Itu tak adil. Kau tahu aku harus rehat.
Bukan salahku jika kau tak bisa mengimbangi.
Bagaimana kau akan jadi pengacara
jika kau tak bisa menangani sekolah hukum?
Kau pikir siapa yang membayar semuanya,
selagi kau berkeliaran cantik di kampus
seperti mahasiswa baru berumur 30 tahunan?
Aku beri kau petunjuk. Aku yang membayarnya.
Aku yang bayar sekolahmu,
Aku yang bayar cuti sekolahku,
Aku yang membayar atap di atas kepalamu.
- Boleh aku bicara sekarang? - Tidak. Tidak.
Karena aku mau tahu,
menurutmu apa yang terjadi seandainya kau berhasil wisuda?
Kau tahu, kau melahirkan seorang anak, lalu meninggalkan aku tagihannya.
Atau aku terperangkap di rumah mengganti popok,
Karena kau terlalu sibuk bekerja untuk pertama kalinya dalam hidupmu?
- Sekarang kau bersikap kejam. - Aku bersikap jujur.
Aku pikir itu yang selalu kau inginkan.
Hanya karena kau tak bisa menjadi arsitek...
- bukan berarti... - Aku seorang arsitek!
Astaga, aku terpaksa menjual perabot,
karena seseorang tak mau mengangkat pantat gendutnya dan membantuku!
Bagaimana perasaanmu, Clark?
Dengan siapa aku bicara?
- Denganku, di sini, saat ini. - Kau? Oke.
Maaf, aku tak bermaksud untuk...
Kau tahu, menjadi marah, lepas kendali, atau apapun itu.
Aku tahu.
Itu tujuan dari latihan ini.
Ini awalan yang bagus.
Untuk merasakan apa yang kau rasakan,
Kemudian untuk mengenali jalan yang baru.
Reaksimu sebenarnya sangat normal.
Itulah aku.
Halo, rekan-rekan!
Capek menghabiskan uang hasil kerja kerasmu
untuk perabot dengan harga yang terlalu mahal?
Mencari tawaran yang bisa membuat bulu kudukmu merinding?
Maka datanglah ke Cap'n Clark's Ottoman Empire,
Gudang dan ruang pameran favorit Santa Clara Valley.
Kau akan temukan kamar tidur, ruang tengah,
Ruang makan, ruang rekreasi, dan kamar mandi yang berlimpah.
Pertama kali memiliki rumah? Kami siap bantu.
Orang tua baru yang mencari boks bayi pertamanya Billy?
Kami siap bantu.
Dari yang terbaru dalam desain moderen...
hingga gaya klasik masa lampau,
Semua ada di sini dan siap untuk dipinang.
Apa, Polly?
Kau khawatir soal kredit?
Cap'n Clark bilang tak ada kredit, tidak masalah!
Belayarlah di produk-produk berkualitas tinggi,
Dan tinggalkan masalahmu di depan pintu.
Datanglah hari ini,
Dan dapatkan sofa modular impianmu,
Meja dapur, lampu lantai, dan dipan di sini,
Di Cap'n Clark's Ottoman Empire,
Berlokasi di Capitol dan McKee, di luar rute 680.
Datanglah hari ini...
Rileks,
dan nikmati kerajaanmu sendiri.
Karena setiap sultan butuh singgasana,
dan kami memiliki itu khusus untukmu,
Di sini di Cap'n Clark's...
Tidak mungkin!
- Clark, kau tak apa? - Matikan kameranya.
Tidak, tak apa. Itu dokumentasi kesalahannya.
- Matikan kameranya. - Oke... Ya ampun...
Kau butuh bantuan?
Tidak, aku bisa.
- Kita ulangi lagi, atau...? - Tidak.
Kat, kau bisa buka toko sekarang.
Kita sudah buka.
Kau tahu, aku masih tak mengerti.
Kau bajak laut atau sultan?
- Sebaiknya untuk menetapkan itu. - Aku... Diamlah.
Kursi papan tipis sialan.
Bereskan ini, oke?
Ini.
Maaf soal itu.
- Bagaimana situasinya? - Meterannya tak ada masalah.
Jika tagihanmu mahal, itu salahmu.
Bagaimana dengan pemadaman? Itu terjadi di luar jam kerja.
Entahlah. Lampu neon pasti membuat sekringnya turun.
Aku matikan semua lampu utama saat toko tutup,
sebelum kelistrikannya menjadi janggal.
Bukankah itu harusnya membuat tagihannya turun?
Di mana kotak sekringmu?
Aku bukan ahli,
tapi aku tadi sudah memeriksanya, dan semua terlihat baik.
- Kau bilang lampunya berkedip. - Ya, di seluruh toko.
Tapi tidak secara bersamaan.
Di satu malam kelistrikan di lantai atas mati.
Malam berikutnya di bawah sini. Tak ada waktu pastinya atau...
Siapa yang memasang ini?
Gedung ini sudah disertai dengan kelistrikan.
Ini sudah usang, tapi belum setua itu.
Lihat ini.
Itu tak ada sebelumnya.
Atau mungkin aku tak perhatikan. Seperti kubilang, aku bukan ahlinya.
Kenapa itu mengarah sana?
Pertanyaan lebih tepatnya,
Ini terhubung ke mana?
Kat! Bagaimana listriknya?
- Apa? - Apa yang terjadi di atas sana?
Astaga...
- Tikusnya kembali. - Tapi listriknya hidup?
Ya. Aku pikir kita sudah membunuh tikus itu.
Kita sudah membunuhnya.
- Apa ini masalahnya? - Aku rasa bukan.
Bahkan tak ada aliran listrik di bagian papan sirkuit ini.
Ini hanya di sana.
Seolah ada orang bodoh yang memasangnya di sana.
Ya.
Apa kau pernah merasa seolah kau hidup di balik kaca?
Melihat kehidupan terjadi,
namun tak pernah benar-benar menjalaninya?
Mungkin ini waktunya untuk membuka jendela di dalam.
Kau bisa menjadi penulis dari desainmu sendiri,
karena kita semua pantas mendapat kesempatan lain
untuk mewujudkan mimpi kita.
Saat kau yakin perubahan itu mungkin,
kau sudah memulai.
Pesan "Jendela di Dalam"...
dan program audionya yang terdiri dari tiga bagian,
"Panduan Pembukaan," karya Dr. Mary Klein.
Tersedia saat ini hanya $24.95 termasuk ongkos kirim.
Hubungi 1-800-555-0199.
Tak ada kata terlambat untuk menempa jalan baru.
Titik kecil itu bukanlah asteroid.
Itu adalah pesawat luar angkasa, dan itu di belakang kita.
- Itu makin mendekat. - Mustahil, Rigna.
Mereka tak bisa temukan kita. Kita memasang pelindung radar.
Aku tahu, pak, tapi mereka mengejar kita.
Apa mungkin Bumi punya perangkat rahasia
yang bisa menembus perisai radar kita?
Sialan.
Kenapa kau melakukan ini pada dirimu sendiri?
Bagaimana kau masuk ke sini?
Alam sadarmu adalah ruangan yang penuh kenangan
yang terus berkembang.
Namun seiring kau menjalani hidup,
Pikiran yang tidak dilatih bisa mulai membangun dinding,
membangun penghalang,
untuk melindungi dirinya dari dunia luar.
Itu respon alami.
Sesuatu yang jarang kita sadari.
Tapi jika terjadi tanpa diketahui,
itu bisa membuatmu merasa terperangkap.
Kau bisa menjadi yakin bahwa dunia di luar
akan lebih baik tanpamu.
Bahwa kau tak pernah pantas menjalani hubungan yang kau miliki.
Pasrah menyaksikan hidup berjalan dari balik jendela yang sepi.
Aku bisa membantumu membukanya sekarang.
Karena jendelanya tidak dikunci.
Gerendelnya tak pernah rusak.
Apa kau siap untuk melangkah maju?
Agar kau bisa mendapatkan kembali apa yang pernah menjadi milikmu,
dan mendapatkan kembali kendali hidupmu.
Kehidupan yang ingin kau jalani.
Tanpa terbebani oleh trauma masa lalu.
Bebas dari batasan yang kau bangun.
Dan bebas untuk memilih jalan dari desainmu sendiri.
Hei, koboi laki-laki dan perempuan!
Apa kau mencari tawaran terbaik
- di wilayah Rio Grande? - Dasar berengsek.
Yiha... Kubilang, Yiha!
Di Big Wayne's, set ruang makan kami
akan membuatmu merasa seolah kau temukan emas.
Jadi jangan berpikir untuk pergi ke tempat lain.
Big Wayne's, carilah emas...
Apa yang...
Bajingan bodoh keparat!
Bagaimana kabar kalian?
Semoga semuanya damai, sehat, dan bahagia.
Halo. Selamat datang.
Halo, semuanya.
Bagaimana kabarmu?
Damai sejahtera.
Halo, dan salam hormat semuanya.
Selamat malam, hadirin sekalian.
Selamat berpisah...
- dan sampai bertemu lagi... - Halo?
di lain waktu.
Halo kepada seluruh warga bumi.
Selamat datang. Kami senang menyambutmu.
Salam sejahtera bagi kalian semua,
kami dengan senang hati menyambutmu,
kami datang dengan damai melintasi bintang-bintang.
Salam hangat kepada semua.
Salam hangat untuk semuanya.
Semoga keselamatan tercurah untukmu.
Kami penduduk bumi mengucapkan selamat datang kepadamu.
Apa-apaan?
Halo. Apa kabar?
Salam dari penduduk Bumi.
Semoga sehat selalu.
Banyak harapan baik dan salam hangat.
Kami menyambut kalian para orang hebat. Kami doakan agar kau berumur panjang.
Kami menyambutmu, orang-orang hebat.
Semoga Anda sehat.
Salam kepada mereka yang berada di luar galaksi kita.
Apa kabar?
Halo?
Ada orang di sana?
Bajingan.
Oke, Oke...
Selamat malam, hadirin sekalian.
Selamat berpisah dan sampai bertemu lagi di lain waktu.
Maaf aku terlambat.
Macetnya parah dan aku tak bisa pergi lebih cepat.
Mari manfaatkan waktu kita yang tersisa.
Bagaimana kabarmu hari ini, Clark?
Bagaimana aku kelihatannya?
Baik. Mungkin sedikit lelah.
Aku terlihat sangat buruk.
Boleh aku bertanya, dan tak ada jawaban yang salah. Kau tahu itu.
Apa kau sekarang dalam pengaruh miras?
Kenapa kau mengatakannya seperti itu?
Seperti apa?
Aku tak minum sejak Jumat lalu.
Mungkin itu sebabnya aku terlihat buruk.
- Boleh aku tanya padamu? - Tentu.
Kau pernah menahan seseorang karena masalah mental?
Beberapa kali selama beberapa tahun terakhir saat dibutuhkan.
Apa yang membuatnya perlu?
Jika aku yakin orang itu berbahaya bagi dirinya dan orang lain,
atau orang itu mengalami hambatan sepenuhnya.
Oke.
Aku temukan sesuatu di toko.
Oke. Apa yang kau temukan?
Suatu tempat. Aku...
Aku temukan suatu tempat.
Tempat?
Ya. Itu seperti...
Itu seperti toko, tapi kurasa berkelanjutan. Itu seperti...
Kau tahu, seperti ada dinding di sisi lain dinding.
Toko itu seperti terus memanjang. Sepeti salinan dari toko itu sendiri.
Aku kira mereka gunakan cermin atau semacamnya...
untuk sembunyikan pintu masuknya. Entahlah.
Maaf, aku tidak mengerti.
Apa ini ruangan yang tidak kau ketahui sebelumnya?
Tidak. Oke, jadi kau masuk, dan...
Awalnya itu terlihat seperti gedung kantor.
Seperti gedung kantor yang sangat besar, kau tahu?
Lalu kemudian... Tapi kemudian kau terus pergi,
Lalu kau sadar bahwa itu semua tak masuk diakal.
Itu seperti... Bayangkan menjelaskan anjing...
pada seseorang yang belum pernah melihat anjing sebelumnya,
Kemudian meminta mereka untuk menggambarnya.
Mereka mungkin bisa sedikit menggambarnya dengan benar,
tapi tak mungkin mereka bisa menggambar semuanya dengan benar.
Kau tahu, pasti ada rincian yang kurang.
Jadi dari kejauhan, kau melihatnya,
kau berpikir kau melihat anjing, saat kau melihatnya baik-baik...
Kenapa kau melihatku seperti itu?
Aku hanya mencoba memahami.
Kau tahu, untuk seorang psikiater, kau punya wajah tanpa ekspresi yang buruk.
Apa yang kau katakan mungkin terdengar memesona,
tapi tidak berbahaya.
Apa ada orang lain di kantor ini?
Tak ada yang aku lihat.
Kau tahu, aku mendengar... Ada langkah kaki.
Lalu barang-barang pindah saat aku tak melihat.
Aku tahu bagaimana kedengarannya. Tapi kau harus mengerti,
di sana sangat besar.
Sebesar sistem kereta bawah tanah New York.
Mungkin saja ada ratusan orang.
Aku hanya tak melihat mereka.
Dengar.
Kau lihat? Itu seperti labirin.
Itu terus terbentang dan terbentang.
Kadang aku takut akan tersesat.
Menurutmu kenapa belum ada orang yang temukan tempat ini?
Aku tak tahu.
Pintu masuknya di lantai paling bawah,
Jadi seluruh strukturnya mungkin berada di bawah tanah.
Itu tak ada di peta kota.
Pintu masuknya tersembunyi, jadi siapa yang berpikir untuk mencari?
Aku tidak bilang aku tidak memercayaimu...
Tapi kau sendiri yang bilang padaku,
kau tidak minum miras sejak Jumat.
- Apa menurutmu ada... - Oke.
- Clark... - Tidak, tidak.
- Jika ini benar... - Aku mengerti. Terima kasih.
Kau tahu, aku akan kembali dengan buktinya,
dan kau akan berutang permintaan maaf padaku.
Kat!
Astaga... Aku datang!
- Hei. - Cap'n Clark?
Tunggu, tunggu. Kat?
- Aku datang. - Kat!
Oke, aku datang!
- Dengar... - Apa ini?
Ya, maaf.
Kalian besok ada acara apa?
- Apa yang kau bicarakan? - Aku akan membayarmu.
Maksimal lembur dua jam.
Oke, membayarku untuk apa?
Penelitian.
Kau punya kamera, bukan? Kau bisa pinjam itu lagi.
Benar?
Oke, kita sudah merekam.
Ada sedikit sesuatu di sini.
Ada tanda berhenti dan tali.
- Tali itu untuk apa? - Persediaan.
Bagus, dia akan mengikat kita.
Tidak, kita akan mengikat diri kita sendiri.
- Binal. - Apa-apaan?
Kau masih belum beritahu kami kenapa kita di sini.
Aku sudah memberitahumu. Penelitian.
Ini persediaan, dan kita gunakan ini untuk penelitian.
Ini tak sesulit itu untuk dimengerti.
Oke, penelitian untuk apa?
Kau harus lebih spesifik.
- Aku akan pergi melewati pintu. - Pintu apa?
Pintu itu.
Aku juga berikan penanda garis di sisi satunya,
Untuk membantu kita temukan jalan pulang.
- Bobby? - Apa?
Dengar, aku tahu ini terdengar gila, tapi ikuti arahanku. Oke?
Aku mau kembali sebelum fajar.
Bung, ini masih jam 21.00. Apa yang kau bicarakan...
- Apa-apaan?! Clark?! - Apa-apaan?
- Bagaimana kau melakukan itu? - Bung, apa kau...
Apa kau melihat itu?! Bagaimana dia...
Aku di sini. Kemari dan lihatlah sendiri.
Apa-apaan? Apa kau baru saja...
Apa? Bagaimana...
Bobby, berhenti. Apa yang kau lakukan?
- Apa-apaan?! - Clark, kau di mana?
Hei, apa kau melihat itu?
- Ke mana perginya dia? - Ya, Bobby, aku melihatnya!
- Di mana... - Cobalah melewati pintunya.
- Kau akan baik saja. - Apa?! Tidak!
- Beritahu kami apa yang terjadi! - Kau tahu, hanya...
Tidak, Bobby, tunggu! Bobby! Tunggu, apa yang kau lakukan?
Bobby!
Apa-apaan?!
Bung! Bung, bagaimana mungkin?
- Bobby! Clark! - Oke...
Kau di mana? Apa yang ada di sana?
Tidak, tidak, tidak, Kat, semuanya baik.
Kau harus melihat ini.
Maksudku...
Baiklah, kau tahu, ini...
- Ini baik-baik saja. - Clark, apa ini?
Kita di mana?
Itu yang aku coba cari tahu.
Ini barang-barang siapa?
Apa ini bagian dari tokomu?
Jika itu milik seseorang, aku masih belum bertemu mereka.
- Oke... - Aku ke sini setiap malam...
sejak aku temukan tempat ini,
dan aku masih belum jelajahi semuanya.
Ayo. Aku akan tunjukkan padamu.
Ini akan makin membaik.
- Apa ini? - Hei. Hei.
Menurutmu dia tidak memberi kita obat, kan?
Apa? Tidak, tidak, tidak. Kita tidak dalam pengaruh obat.
Aku rasa aku bisa tahu jika aku teler.
Kau memang sedang teler.
Ganja tidak termasuk.
Jadi, ini seperti...
Apa, semacam gedung kantor kosong?
Di sini? Tentu.
Tapi ini terlihat seperti dibuat oleh kumpulan tukang dalam pengaruh LSD.
Bahkan ada kolam renangnya.
- Ada kolam renang? - Ya. Kurang lebih.
Cobalah ikuti aku.
"Ganja"? Apa-apaan?
Ya, tidak, tidak, aku terakhir ke sana.
Saat aku mencari tangga turun atau semacamnya.
Satu-satunya yang aku temukan sejauh ini pada dasarnya hanya...
Oke...
Entahlah, itu semacam landaian.
Itu di sebelah sini.
Kita akan urus itu nanti.
Oke...
Itu turun hingga berapa lantai?
Itu tidak benar-benar...
Oke. Baiklah, kau merekam?
- Ya. - Baiklah.
Aku tidak mengerti kenapa Bobby yang harus pergi.
- Aku menginginkannya. - Dia yang memegang kamera.
Itu tidak melekat dengan dia.
Ya, tapi untuk KTM-ku, bisa dibilang begitu.
Jika ada masalah, tarik talinya, lalu aku menarikmu ke atas, oke?
Masalah? Clark, masalah apa?
- Takkan ada masalah. - Sayang, sayang, tak apa.
- Tidak, hei... - Tak apa. Aku baik saja.
Sayang, kau tak harus melakukan ini.
Tidak, tak apa. Aku juga ingin lihat apa yang ada di bahwa sana.
- Apa kau tak penasaran? - Ini bodoh!
- Pergilah sejauh yang kau bisa. - Tidak, lihat, lihat, lihat!
Kau sebenarnya bisa turun ke bawah tanpa tali.
Tidak apa. Ini tidak securam itu.
Oke.
Oke, satu hal. Jika aku tidak kembali,
bilang ibuku aku sayang dia, oke?
- Oke. - Baiklah. Oke.
Oke, pelan-pelan.
Oke.
Ini sebenarnya cukup terjal.
- Kau tak apa? - Ya.
- Usahakan agar tidak menjatuhkanku. - Baiklah.
Beritahu aku berapa banyak yang kau butuhkan.
Hati-hati!
Apa yang...!
Bajingan!
Apa yang kalian lakukan di sana?
Maaf, maaf! Itu menyangkut di kakiku!
- Kau tidak apa? - Ya. Aku tak apa.
Astaga...
Biarkan aku terus turun!
Oke. Turunlah.
Oke, aku sudah masuk.
Melihat sesuatu?
Itu hanya...
Hanya ada tumpukan pakaian dan lainnya.
Apa maksudmu? Baju?
Ya, itu menumpuk di bawah sini.
Melihat sesuatu yang lain?
Ya, tunggu sebentar.
Oke.
Ya Tuhan...
Apa-apaan?
Bobby?
Ya.
Hanya memastikan kau baik saja.
Aku baik. Hanya...
Oke...
Ya.
Oke.
Apa-apaan?
Bobby? Kembalilah ke atas!
Aku tidak suka ini!
Hei! Ulurkan lagi talinya!
Aku tidak bisa! Hanya bisa sejauh ini.
Sial...
Sial! Tarik aku ke atas!
Bobby! Ada apa?
- Bajingan! - Apa yang kau lihat?
Ada apa? Tarik dia!
- Aku menariknya! Demi Tuhan! - Bajingan!
- Tarik lebih kuat! - Tarik, bung! Apa-apaan?!
Talinya menyangkut di kakiku!
- Aku tak bisa menarik... - Tarik yang kuat!
Clark, cepat!
Sedikit lagi! Sedikit lagi, sayang! Tinggal sedikit lagi!
- Tarik dia! - Apa yang kau lihat?
Ada seseorang di bawah sana.
- Kami menarikmu. Apa? - Sial.
Pelan-pelan. Tarik napas.
- Sayang, tak apa. - Lepaskan ini. Sialan. Demi Tuhan.
- Tak apa. - Apa yang kau lihat?
- Ini. Hei, tarik napas yang dalam. - Ini simpul jenis apa?
Tarik napas yang dalam...
Apa-apaan?!
- Tolong kami! Clark! - Bertahanlah!
- Oke, oke! - Tolong dia, berengsek!
- Biar aku tarik! - Buka ikatannya!
Apa yang kau lakukan, Clark?
- Aku tak bisa! Aku mencobanya! - Cepat, Clark!
- Bajingan! - Jangan dilepas!
- Pegangan! - Sial! Jangan lepaskan aku!
- Jangan lepaskan aku! - Biar aku pegang...
Bobby!
- Tidak! Kat, tidak! - Bobby!
Bobby!
- Bobby! - Kita harus bagaimana?
Kita harus... Clark!
Bobby! Tidak! Tidak! Tidak!
- Kat! Kat... - Bobby!
Bobby! Tidak!
Bobby! Tidak!
Kat!
Sial...
Tidak, tidak! Tidak!
Kat?!
Kat?
Halo?
Mundur! Menjauh dariku!
Clark? Clark! Aku di sini...
Aku di sini! Itu akan kembali.
Tolong, Clark, tolong biarkan aku masuk!
- Kat? - Biarkan aku masuk!
Apa... Kau di mana?
Kita harus pergi sekarang, Clark! Kita harus pergi.
- Itu akan kembali dan temukan aku! - Kat? Kat?
Tunggu, aku tidak mengerti. Kau di mana?
Tolong, biarkan aku masuk!
Tapi ini dinding! Bagaimana kau bisa melihatku?
Aku di sisi lain kaca.
- Bagaimana kau bisa melihat...? - Kenapa kau tak bisa melihatku?
Kaca apa? Apa yang kau bicarakan?
Apa yang kau bicarakan...
Oke, kau bisa melihat sesuatu di sisimu?
Apa kau melihat hendel dan pintu? Apa ada palkanya, apa saja?
Tidak, tidak, tidak...
Oke. Biar aku pikirkan ini. Tunggu sebentar.
Tunggu, oke? Ini hanya...
- Clark? - Tidak, biarkan aku...
- Clark... - Tunggu! Biar aku berpikir!
- Clark! Clark! - Biar aku berpikir...
Clark, di belakangmu!
Mary!
Mary...
Apa yang kau pikirkan?
Ibu tak pernah bilang kau boleh pergi keluar.
Itu tidak aman.
Mereka ada di mana-mana.
Hai, kau menghubungi Dr. Mary Klein.
Aku tak bisa mengangkat telepon, jadi tolong tinggalkan pesan,
dan aku akan menghubungimu sesaat aku bisa.
Mary...
Aku membuka jendelanya.
Aku tak akan kembali.
Tolong!
- Selamatkan kami! - Perusahaan Perintis Pencintraan...
- Baiklah! - Institusi Penelitian Async Bay Area...
- Akan kulakukan! - Terima Dana Hibah Federal $1.2 juta...
- Aku akan menyelamatkanmu! - Untuk mengembangkan...
- Aku akan melakukannya! - Piranti Keras MRI Generasi Berikutnya.
Jangan mati!
Aku tak tahu tangan itu dari mana saja.
Halo, teman-teman!
Berdasarkan peta,
kami mendarat di pantai pasir kristal di tanah yang berlimpah.
Tanah yang dipenuhi dengan hal-hal menakjubkan.
Jadi turunkan jangkarmu dan datanglah
ke Cap'n Clark's Ottoman Empire.
Tersesat di lautan meja berkualitas tanpa ujung,
Kursi, sofa, dan set kamar tidur.
Butuh ranjang tingkat untuk kabin awak bajak laut?
Kami punya semuanya! Dan harganya sangat murah...
hingga kau akan mengira kami sedang merampokmu!
Halo?
Halo?
Clark?
Clark, kau bisa mendengarku?
Clark?
Clark?
KENAPA BERPIKIR DALAM ISTILAH MAGIS? COBALAH REALISTIS!
DI SINI DAN SAAT INI ADALAH JALAN DUA ARAH!
MEJA TIDAK MENGELUARKAN DARAH
Clark?
Kau menemukannya.
Kenapa kau sembunyi?
Kau terlalu berisik.
Kita di mana?
Ini...
semua tempat yang pernah ada.
Sudah berapa lama kau di sini?
Apa itu?
Tetap tenang.
Hanya ada aku.
Kau tahu aku.
Maaf.
Ini demi kebaikanmu sendiri.
Seiring kau menjalani hidup,
Pikiran yang tidak terlatih,
Mengakumulasi pengulangan, kebiasaan, perilaku...
Yang terus mengambang secara berputar-putar,
menciptakan masalah yang sama,
mencapai solusi yang sama...
Berulang-ulang.
Meski begitu, itu tetap merupakan jalur saraf dengan hambatan terendah.
Jalur yang kubuat.
Jalan yang membuatku tetap aman saat aku kecil.
Kau tahu...
Aku belajar mendorong orang menjauh sebelum mereka bisa melukaiku.
Dan sekarang saat dewasa,
aku masih terjebak di tempat aku memulai.
Sendirian.
Apa ini?
Ini kekacauan sebenarnya. Apa aku benar?
Clark...
Biar aku membantumu...
Sebelum kau melakukan sesuatu yang tak bisa kau tarik kembali.
Jawab pertanyaannya.
Ya, ini kekacauan sebenarnya.
Tapi juga semacam keindahan.
Benar?
Siapa orang-orang ini?
Tempat ini membangun mereka.
Sebenarnya, lebih seperti mengingat mereka.
Dan semakin banyak itu mengingat sesuatu,
semakin sedikit dampaknya.
Di suatu tempat di luar sana terdapat orang dengan kemeja garis-garis,
Tapi di sini, dia...
diingat.
Kecuali sedikit kurang tepat.
Suatu tempat di luar sana terdapat orang berkursi roda dan lampu.
Aku cukup yakin itu caramu mendapatkan semua ini.
Kau tahu, seluruh tempat ini...
Ruangan dan gedung...
Salah mengingat dirinya sendiri.
Clark, mari bicarakan ini baik-baik.
Bisa dibilang...
Mereka peningkatan dari versi orisinalnya.
Untuk permulaan,
Mereka tak bisa merasakan apa-apa.
Bisa kau bayangkan bagaimana itu terasa menyenangkannya?
Maksudku...
Tak ada renungan, rasa sakit, ego, dan rasa takut.
Mereka hanya eksis.
Seperti perabot.
Lihat ini. Bagian terbaiknya.
Kau bisa memakan mereka.
Itu asisten manajerku.
Aku mencoba membantu dia, tapi dia hanya...
Clark...
Jika kau buka ikatanku, kita bisa bicarakan ini.
Membuatmu merasa lebih baik.
Bagaimana jika aku melepas ikatanmu?
Lalu apa?
Kau akan berlarian di sini seperti ayam yang kepalanya terpotong,
Mencari jalan keluar.
Tapi kau akan berakhir di tempat yang sama seperti saat ini.
Seperti persoalan "jalan" yang selalu kau bicarakan.
Clark...
Aku hanya ingin membantumu. Beritahu aku apa yang kau butuhkan.
Aku akan melakukannya.
- Ya? - Ya. Ya, tolong.
Oke.
Aku mau kau bilang padaku bahwa aku tak berbuat salah.
Jika kau salah tentang aku.
Aku memang salah tentangmu! Aku salah.
- Aku salah tentangmu. - Tidak, bukan seperti itu.
Tidak secepat itu, oke?
Maksudku, aku mau mengatur adegannya terlebih dahulu.
Mari kita mulai...
Di malam saat aku diusir dari rumahku sendiri.
Ya?
Itu sudah larut.
Jauh lebih gelap.
Tolong lampunya.
Aku mencoba melatih ini dengan dia sebelumnya.
Itu tak berjalan sesuai rencana.
Baiklah!
Aku akan melakukannya sendiri.
Lagi pula ini masih rumahku.
Ya.
Terima kasih. Jauh lebih baik.
Tapi masih ada yang janggal.
Clark, tolong...
Tidak, tolong. Jangan, jangan...
Maaf.
Maaf, aku memecahkan gelas,
Dan membuatmu terbangun.
Aku tahu bagaimana kau suka untuk tidur lebih cepat.
Aku lembur di toko.
Aku rasa aku kelupaan waktu.
Aku memeriksa inventaris.
Tapi...
Aku singgah untuk beberapa bir.
- Clark... - Barbara!
Aku memeriksa inventaris.
Lalu aku singgah untuk beberapa bir.
Jelaskan "Beberapa".
Sebanyak yang aku mau.
Karena ini rumahku.
Aku yang membayarnya.
Aku yang membayar semuanya. Aku membayar sekolahmu.
Aku membayar saat kau cuti sekolah.
Aku membayar untuk atap di atas kepalamu!
Kau menginginkan anak, bukan?
Itu butuh uang.
Jadi seseorang harus bekerja di sini.
Aku bilang, seseorang harus mengangkat pantat gendutnya...
dan bekerja di sini!
Hanya karena kau tak bisa menjadi arsitek, bukan...
Aku seorang arsitek.
Aku hanya terpaksa menjual perabot,
karena seseorang tak mau mengangkat pantat gendutnya
- dan membantuku! - Aku bukan istrimu!
Tetap dalam karakter.
Tetap dalam karakter!
- Aku bahkan tak pernah bertemu dia! - Tetap dalam karakter!
Persetan denganmu!
Apa kau bilang?
Kau mau tahu alasan sebenarnya istrimu meninggalkanmu?
Bukan karena kebiasaan mabukmu,
Atau pulang terhuyung saat larut malam,
atau amarahmu!
Itu karena rengekanmu!
Semuanya tak pernah salahmu, benar?
Kau terlalu banyak minum? Salahkan kerjamu.
Kau benci pekerjaanmu? Salahkan dunia.
Kau diusir dari rumah? Salahkan istrimu.
Kau menyerangku dan mengikatku?
Salahkan otakmu!
Kau adalah hasil dari otakmu, tolol!
- Maksudmu ini salahku? - Ya!
Tapi memang begitu sifatmu, bukan begitu?
Bukan begitu?!
Bagaimana aku berhenti melakukan itu?
Jujur, aku tak tahu.
Aku tak bisa membantumu, Clark.
Tak peduli seberapa banyak aku mencobanya.
Itu bukan keputusanku.
Aku tak bisa selamatkan siapapun.
Kau tahu...
Aku rasa aku tak mau berubah.
Maka jangan.
Aku suka di sini.
Untuk pertama kalinya setelah sekian lama,
aku merasa seolah aku...
Seolah aku berada di tempat seharusnya.
Kalau begitu tinggallah.
Di tempat yang kau inginkan.
Tapi biarkan aku pergi.
Aku minta maaf.
Soal apa?
Kenapa kau di sini?
Ini Mary.
Dia terapis kami.
Dia baru ingin pergi.
Tidak, tidak.
Kau tak perlu khawatir.
Dia bilang kita tak perlu berubah.
Tak apa.
Ini hanya sifat kita.
Salam kepada seluruh penduduk alam semesta,
Semoga Allah selalu memberikan kedamaian kepada kalian.
Tidak...
Halo dari anak-anak Planet Bumi.
Damai dan bahagia kepada semua.
Kau tidak apa?
Itu siapa?
Siapa itu?
Apa yang terjadi?
Bagaimana dengan si pembajak? Kau masih melihat si pembajak?
Dan yang lainnya? Masih di sana?
Halo, namaku Phil.
Dan kau Mary, benar?
Aku ingin beri kau beberapa pertanyaan,
hanya untuk memastikan apa yang kami ketahui,
jika itu tak masalah.
Pertama...
Bisa kau jelaskan bagaimana kau...
masuk ke sini?
Aku berjalan melewati dinding
di ruang bawah tanah toko perabot.
Bisa kau konfirmasi bahwa ini adalah lokasi yang dimaksud?
Oke, bagus. Kau sedang belanja, atau...
Aku mencari seseorang.
Apa kau mencari orang ini?
Aku sekarang di mana?
Bisa kau mengonfirmasi itu?
Apa ini orang yang kau cari?
Tolong... Maaf, siapa tadi namamu?
Phil.
Tolong, Phil. Aku di mana?
Aku tidak...
Aku membuat...
Maaf, perusahaan kami, kami membuat...
mesin MRI.
Atau bisa kubilang,
kami pernah membuat mesin MRI.
Dan sekarang sudah tidak lagi.
Itu sebelum kami...
- Sebelum kami temukan... - Kau pernah di sana.
Itu benar.
Dan sekarang, itu tugasku.
Setiap hari aku masuk ke sana, dan mencoba untuk...
Mencoba untuk mencari tahu sedikit lebih.
Aku memetakan area itu sebaik yang aku bisa.
Semakin aku melakukannya, aku yakin...
Bahwa tak ada dalam masa hidup kita, Mary,
Mungkin tak satupun dari semua sejarah yang tercatat...
berarti lebih dari ini.
Tapi aku tidak memahaminya. Aku tidak...
Aku bahkan tak bisa menjelaskannya.
Itu...
Itu seperti menjelaskan anjing...
kepada orang yang belum pernah melihat seekor anjing.
Kemudian memintanya untuk menggambar itu.
Sekarang kau mau aku untuk menjelaskan itu.
Lalu kau akan menulisnya, kemudian apa?
- Mary... - Kau akan biarkan aku pergi?
Kita semua menginginkan hal yang sama. Itu fakta.
Kita hanya ingin mencari tahu meski hanya sedikit lebih.
Apa yang akan terjadi kepadaku, Phil?
Bukan aku yang memutuskannya.
Jadi...
Jika kita bisa bicara, hanya kau dan aku,
kau tahu, seperti dua orang biasa.
Kita bisa menguak ini. Kita pernah masuk ke sana,
dan mencoba untuk memahaminya.
Ada pintu yang terbuka di mana-mana.
Kita tak tahu kenapa atau apa yang menghubungkannya.
Itu terus terjadi,
Dan kita tak tahu cara untuk menghentikannya.
HILANG
TERASKATA SUBTITLE, jembatan bahasa untuk pengalaman sinematik Anda
Alih bahasa : Agus Leo >> TERASKATA Support: https://trakteer.id/BungLeo/tip
Contact Us @ +62 857 3104 1995 (WhatsApp Text Only)
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.