Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
PENYIAR ICHINOSE YUMI DAN TERAPIS SEKS A
Mereka menangkap basah kalian, ya?
Maafkan aku.
Kau bebas memacari siapa pun,
jadi tak perlu minta maaf.
Tapi terapis seks?
Pak Kujo.
Dia tak berselingkuh.
Untuk Departemen Penyiar,
kami rasa Ichinose harus tetap bekerja.
- Benar. - Ya.
Aku mengerti itu,
tapi entah bagaimana reaksi penonton utama kita.
Selama ini, kau membangun citra sebagai orang yang polos.
Aku tak pernah membangun citra seperti itu.
Penonton menentukan citra penyiar wanita. Benar?
Tapi jika kita tiba-tiba menariknya dari siaran,
itu hanya akan memperburuk keadaan.
Baiklah.
Jadwal besok tak berubah.
Terima kasih.
Oke. Aku serahkan padamu.
- Ya, Pak. - Ya, Pak.
Yumi, jangan memberi wartawan bahan berita lagi.
Tidak akan.
Oh.
Bukankah besok Jumat?
Pak Tua Marujima akan berkomentar.
Pria itu sangat suka gosip.
Waktu itu, sebelum jeda iklan, dia keceplosan bilang,
"Perselingkuhan pembawa acara siang itu akan terbongkar, ya?"
Dia juga membongkar transplantasi rambut seseorang.
Itu jadi masalah setelahnya.
Jika itu akan jadi masalah, mungkin aku harus…
Tidak usah. Aku akan bicara dengan pria tua itu,
jadi bersikaplah seperti biasa.
Baik.
Aku mengandalkanmu.
Terima kasih.
Maaf sudah menyeretmu ke dalam masalah ini.
Aku lengah.
Tak apa.
Kau baik-baik saja, Nona Ichinose?
Itu cuma artikel kecil, jadi takkan berdampak besar.
Tapi
mereka memintaku tak menemuimu dulu agar kita tak difoto lagi.
Ya.
Oke.
Produser bilang citra penyiar wanita ditentukan penonton.
Itu agak menggangguku.
Dia bilang aku bebas memacari siapa pun,
tapi skandal tak cocok denganku.
Bukankah itu
hanya citra yang diharapkan orang dari Ichinose Yumi?
Tanpa peduli apa yang kuinginkan.
Ya. Itu benar.
Tapi jangan terlalu dipikirkan.
Terima kasih.
CTN TELEVISI SENTRAL
- Selamat pagi. - Selamat pagi.
Kau lihat artikel Yumi?
Ya! Aku bahkan membeli majalahnya.
Kau membelinya?
Jadi, apa itu terapis seks?
Kerjanya apa?
Mungkin mereka menghibur orang lewat seks?
Berarti dia pergi ke tempat seperti itu?
Sepertinya begitu.
Apa? Serius?
- Terima kasih, Semuanya. - Terima kasih.
Miku.
Maaf soal artikel itu.
Kau tahu soal itu, 'kan?
Maaf sudah membuat masalah
untuk acara ini juga.
Kau meminta maaf kepada semua orang seperti itu?
Apa?
Aku tak peduli
siapa pacarmu.
Tapi entah kenapa Pak Kazuma tampaknya cukup terkejut.
Kenapa kau membuka toko di rumah tradisional?
Itu terlihat enak.
Aku selalu suka barang antik.
Aku ingin menghargai
dan melestarikannya.
Apa tempat favoritmu di restoran ini?
Aku harus bilang tangga ini.
Kita bisa merasakan sejarah rumah ini di tangga yang curam ini.
Itu luar biasa.
Kembali ke studio dalam lima.
Tiga, dua…
Saat kami syuting pun, pelanggan terus berdatangan.
Jelas sekali betapa warga lokal menyukai restoran ini.
Aku tinggal di dekat sana sebelum menikah.
Oh, begitu?
Kau pernah ke sana?
Belum pernah.
- Tapi itu terlihat lezat. - Ya.
Makanannya luar biasa.
Khususnya,
udang cabainya sangat montok dan lembut.
Wah, beruntung sekali. Aku jadi ngiler.
Pak Marujima bersikap baik.
Ya.
Aku sudah memperingatkannya.
Sebagai penutup, inilah "Foto Terbaik Hari Ini Pilihan Ichinose".
- Indah sekali. - Foto bagus.
Ya. Semua orang di restoran itu sangat hangat dan ramah.
Dan sekian untuk "Jelajahi Sekitar…"
Soal foto…
Apa?
Foto kalian berciuman di tengah hujan
terlihat seperti adegan dari film.
Apa dia pacarmu?
Ayolah, Pak Marujima.
Kita bahas itu di belakang layar.
Tidak. Aku yakin penonton
lebih suka mendengarnya langsung dari Nn. Ichinose.
Aku tak yakin.
Aku…
Aku, Ichinose Yumi,
berpacaran dengan pria di foto itu.
Oh! Dia mengatakannya.
Tunggu!
Apa yang dia katakan?
Hei!
Namun, hubungan kami baru dimulai,
jadi kami berharap
kalian terus mendukung dan menghormati privasi kami.
Dokter!
Tolong!
Dokter!
Oh! Dia di sini!
Benarkah? Di mana? Tunggu!
Di mana kau bertemu Nn. Ichinose?
Bagaimana perasaanmu tentang pengumumannya?
Aku juga mau menjalani terapi seks!
Tunggu…
Tolong beri sedikit komentar!
Oke!
Permisi! Mau lewat!
Dilarang mewawancara!
Tolong beri jalan untuk Dokter.
Permisi!
Jika ingin terapi, silakan buat janji temu.
Jam kerja kami tertera di sini. Terima kasih. Permisi.
Tolong beri jalan.
Dokter!
Ini gila. Seperti film zombi.
Tak kusangka akan meledak seperti ini.
Hei.
Di mana kau bertemu penyiar itu?
Apa? Kami satu SMP.
Halo, Klinik Shimotori.
Kenapa tak bilang?
Maaf, dilarang mewawancara.
Kau pasti cerita jika kenal selebritas.
- Aku penggemarnya. - Halo, Klinik Shimotori.
Kenalkan aku.
Janji temu?
- Ayolah. - Apa?
Aku mengaguminya.
Ya, tak apa.
Sepertinya ada YouTuber aneh juga.
Kita mengganggu tetangga.
Kita mungkin harus tutup sementara.
Apa yang kau bicarakan? Ini kesempatan besar kita.
Ya. Kau pada pukul 15.00.
Aku tak mau kita sibuk.
Sampai jumpa, Pak Tanaka.
Kartu pasien…
Kami penuh untuk pukul 16.00.
- Kimizu. Kau YouTuber? - Ya.
Kapan gejalanya dimulai?
Apa keluhanmu?
Bagaimana caranya berpacaran dengan penyiar wanita sepertimu?
Apa?
Aku ingin membuat wanita orgasme seperti di dojinshi erotis.
Apa?
Kayak bikin mereka kejang. Aku ingin belajar triknya.
Aku tak bisa berhenti ereksi.
Aku harus bagaimana?
Tenang saja.
Masalah seperti itulah yang ditangani dalam terapi seks.
Tidak, kukira akan lebih seperti…
"Aku cium, ya? Kita mulai dengan ciuman.
Kalau telingamu?" Lalu menjilatnya.
Apakah terapi seks berarti
aku bisa berhubungan seksual denganmu?
Apa?
MAJALAH MINGGUAN SPOT
Aku mau tidur.
Oke. Aku sudah tenang. Sudah turun juga.
Lalu kudengar, "Ah, ah!" Dari kamar sebelah.
"Aah!"
Lalu berdiri lagi!
Makin tegang!
Berdenyut-denyut!
Di dekat bantal, kudengar, "Ah, ah!"
Berdenyut!
Pria Jepang telah kehilangan kejantanan,
dan negara ini ikut merosot!
Penis yang kuat
menciptakan negara yang kuat!
Dokter setuju, bukan?
Ya.
Dokter, bolehkah aku memanggil klien berikutnya?
Silakan.
Silakan masuk.
Baiklah.
Silakan duduk.
Permisi.
Boleh bicara empat mata?
Jadi, tentang masalahmu…
Oh, kita bisa abaikan itu.
Sebentar…
Foto yang kuambil…
REPORTER KITANO TAKEAKI
…bagus, 'kan?
Berkat Nn. Ichinose, foto itu mendapat respons besar.
Pengumuman publik yang menyegarkan.
Jadi, aku juga ingin mendengar versimu.
Aku tak suka pendekatan ini.
Kau takkan setuju diwawancarai jika kuminta, 'kan?
Jika jawaban kuesionernya tidak jujur,
aku tak bisa memeriksamu dengan benar.
Semua yang kutulis jujur.
Prinsipku, aku tak pernah menulis kebohongan.
Apa?
Kau tak akan menolak klien hanya karena kau tak menyukainya, 'kan?
Baik, Dokter.
Mau bermain?
Jika kau jawab salah satu pertanyaanku,
aku akan jawab salah satu pertanyaanmu.
Dengan begitu, kau bisa melakukan pemeriksaan, 'kan?
Aku tak melihat alasan untuk bekerja sama dalam hal ini.
Ada manfaatnya. Pernah lihat ini?
Aku akan membuka cakra genitalmu.
PEMULIHAN RAHIM OLEH TERAPIS SEKS TENSHIN
Rumornya, pria ini mengumpulkan wanita yang sedang bermasalah,
lalu menjadikan mereka haremnya.
Orang-orang di internet bilang Ichinose Yumi adalah bagian dari haremmu.
Aku tak seperti pria itu.
Tentu saja tidak.
Makanya kau harus memberikan pernyataan.
Jika kau diam saja, aku tak punya pilihan selain menulis
dari sudut pandangku.
Baiklah. Aku duluan.
Di mana kali pertamamu bertemu Nn. Ichinose?
Dia kenalan lamaku.
Sejak sekolah?
Sesuai aturan, sekarang giliranku, 'kan?
Di kuesioner, kau menulis bahwa seks tak membuat hidupmu lebih bermakna.
Bisa kau jelaskan?
Seks hanya menyenangkan saat muda.
Setelah menjadi pasangan paruh baya,
tak ada yang mau melakukannya.
Kemarin, dia bilang di siaran kalian baru mulai pacaran. Benarkah?
Atau kalian sudah lama bersama?
Tidak.
Kami resmi mulai berpacaran akhir pekan lalu.
Akhir pekan lalu?
Jadi,
kalian belum berpacaran saat aku memotret kalian di bawah hujan.
Begitu.
Berarti kalian pergi ke rumah Nn. Ichinose sebelum kalian resmi berpacaran.
Bagaimana hubungan kalian dimulai?
Kau bilang kalian berdua tak ingin berhubungan seksual lagi,
tapi kau tahu apakah Wakako juga merasa begitu?
Aku tak pernah menanyakannya langsung.
Suatu hari, dia bilang tak bisa.
Kami sudah dua tahun tak berhubungan.
Kau pernah bertanya alasannya?
Bagaimana bisa kutanyakan?
Mungkin dokter yang memacari penyiar TV muda takkan mengerti,
tapi ditolak istri membuat kita merasa gagal sebagai pria.
Kalau begitu,
berikutnya, mari adakan sesi denganmu dan Wakako.
Jika kedua pihak bisa…
Kau selalu berlagak mendengarkan masalah orang
demi mencari tahu kehidupan seksual mereka?
Kau pasti merasa superior.
Kita semua punya masalah yang tak bisa diceritakan kepada orang lain.
Itu sebabnya aku ingin membantu.
Pak Kitano.
Tenang saja.
Semua orang punya masalah terkait seks.
Itu yang dikatakan orang munafik.
TANDA TERIMA
Aku akan kembali. Bisa buatkan janji?
Dokter meminta istrimu datang bersamamu lain kali.
Baiklah.
Tolong hubungi kami setelah tahu jadwalmu.
Terima kasih.
Begitu rupanya.
Dia mungkin akan memutarbalikkan fakta lagi.
Maaf.
Aku terlalu ceroboh.
Kau tak perlu meminta maaf.
Aku tak percaya dia akan sejauh itu.
Dia menyamar sebagai klien demi wawancara.
Ini semua salahku.
Gara-gara aku,
reputasimu akan…
Kau memang begitu.
Selalu memikirkan orang lain sebelum dirimu sendiri.
Menurutmu begitu?
Ya.
Selain itu, responsnya tidak buruk, jadi kurasa akan baik-baik saja.
Aku mencari namaku di internet seharian.
"Tersenyum menghadapi pertanyaan sulit,
Ichinose menunjukkan ketangguhannya.
Pujian untuk Ichinose.
Pengumuman kencan seorang wanita teguh.
Para ahli menilai Ichinose tak hanya mengumumkan hubungannya.
Dia menunjukkan prinsip hidupnya."
Lucu, bukan?
Bahkan di kantor, orang-orang tak semarah dugaanku.
Jadi, meski ada artikel lain,
kurasa itu takkan menyakitiku.
Begitu.
Kau sangat kuat, Nn. Ichinose.
Aku harus belajar kebal terhadap kritik.
Oh, ada artikel lain.
"Perusahaan Jepang harus belajar dari Ichinose.
Pelajaran mengatasi masalah dari pengumumannya yang blak-blakan."
Itu luar biasa.
"Belajar dari Ichinose"…
Aku pulang.
Kau di sini.
Aku lelah.
Hei.
- Ya? - Lihat.
Apa ini?
Apa?
Apa ini?
Maaf, tapi kami tak mengajari hal semacam itu di sini.
Pasti ada sesuatu!
APAKAH PERAWATNYA JUGA TERAMPIL?
Seperti teknik rahasia terapi seks,
atau semacam jalan pintas?
Aku ingin membuat wanita orgasme seperti di dojinshi erotis.
Bukankah kau kerja di Universitas Tenkeikan?
Tidak, ini…
Kau bilang pindah ke dermatologi. Kau bohong.
Apa itu terapis seks?
Menjijikkan.
Begitu caramu memandang hubungan seksual denganku?
Seperti, "Oh, begini reaksinya dalam situasi seperti ini."
Tidak…
Terapi seks bukan tentang itu.
Berhenti. Aku tak mau dengar.
Apa-apaan kau?
Jangan tanyakan itu padaku.
Maaf. Aku butuh waktu untuk berpikir.
Apa?
- Aku tak bisa bicara sekarang. - Tunggu.
- Aku bilang tak mau bicara. - Tunggu.
SAIKAWA KAZUYA
Halo?
Apa yang kau lakukan?
Apa maksudmu?
Ada rumor di sini
bahwa kau bekerja di klinik mencurigakan.
Yang benar saja.
Aku takkan mengeluh soal kau jadi perawat
seperti Ibu dan Ayah.
Tapi…
setidaknya bekerjalah di tempat terhormat.
Jangan mempermalukan Rumah Sakit Umum Saikawa.
KLINIK SHIMOTORI
Baik. Kau terjadwal pukul 16.00.
Sampai jumpa.
Dokter, maaf. Saikawa belum datang.
Apa kita buka saja?
Oh, ya. Tak apa.
Bisa tolong pasang papannya?
Baik.
Ayolah, Saikawa. Ini kesempatan besar kita.
Halo, Klinik Shimotori.
Ya. Pukul 14.00 bisa.
Selamat pagi.
Ya. Boleh tahu namamu?
Pak Suzuki. Baiklah.
- Ya. - Ada masalah?
Reservasimu sudah dicatat. Terima kasih.
Aku mau berhenti.
Apa?
Maaf.
Aku berhenti.
Apa terjadi sesuatu?
Ada hal lain yang ingin kulakukan.
Terima kasih atas segalanya.
Aku telah membantu puluhan wanita mengatasi masalah penetrasi,
dan itu membuka jalan bagi mereka.
TERAPIS SEKS KONTROVERSIAL NYATAKAN PERANG
Itu sebabnya aku ingin melawan dr. Shimotori.
Siapa yang bisa memberi wanita lebih banyak kenikmatan?
Mari selesaikan!
Mari selesaikan!
Jadi, kau menyatakan perang padanya?
Terapiku dinamis, sedangkan terapinya statis.
Begitu. Wow.
Terima kasih banyak.
Kenapa mereka mewawancarainya?
Media itu terlalu manipulatif.
Siapa pun bisa menyebut diri mereka sebagai terapis seks.
Itu yang membuatnya rumit.
Profesional sepertimu yang memberikan layanan medis dan konseling
malah disamakan dengan orang sepertinya.
Seandainya ada kualifikasi hukumnya.
Tapi kau tahu,
kalau sampai mereka mencari dia, berarti mereka putus asa
dan tak bisa menceritakan masalah mereka kepada siapa pun.
Meski tahu itu mencurigakan, mereka tetap datang demi secercah harapan.
Hei.
Kau tak apa disalahpahami seperti ini?
Orang-orang mengira kau dan pria itu sama.
Itu menjengkelkan.
Benar, 'kan?
Mungkin ada orang di sekitar Saikawa
yang juga merasa begitu.
Lakukan sesuatu.
Ini kesempatanmu.
Mumpung terapis seks jadi sorotan,
tunjukkan kepada orang-orang apa itu terapi seks.
Kau ingin aku melakukannya?
Siapa lagi?
Ini juga memengaruhiku.
Dengar.
Kalau begini,
orang yang benar-benar kesulitan takkan bisa meminta bantuan.
Mereka akan terus menderita.
Kau tak keberatan dengan itu?
Dokter Shimotori.
KLINIK SHIMOTORI
KUESIONER PASIEN KITANO WAKAKO
Aku Shimotori, terapis seks.
Senang bertemu denganmu.
Sesi hari ini dijadwalkan sebagai konseling pasangan.
Apa kau tak keberatan?
Ini hanya formalitas.
Ya. Suamiku sudah menjelaskannya sedikit.
Seperti sebelumnya, kami akan jawab pertanyaanmu,
dan kau akan jawab pertanyaan kami, benar?
Ya.
Kalau begitu, mari mulai.
Kalian sudah dua tahun tak berhubungan seksual.
Bagaimana perasaanmu tentang itu, Wakako?
Bagaimana?
Tenang saja.
Semua orang punya masalah terkait seks.
Tapi di usiaku,
membicarakan hal seperti itu…
Usia tak penting.
Seiring berubahnya kehidupan, tubuh, dan emosi kita,
wajar jika awalnya kita merasa ragu.
Tapi hubungan kita dengan seksualitas terus berubah sepanjang hidup kita.
Aku…
merasa tak bisa berhubungan seksual dengan suamiku lagi.
Jadi, kubilang jika mau, dia sebaiknya cari di tempat lain.
Kenapa kau bilang begitu?
Aku…
Dokter…
Bisakah kita bicara berdua?
Dengan kehadiran suamiku,
aku tak bisa leluasa bicara.
Tak apa-apa?
Aku akan menjawab semua pertanyaanmu setelah ini, Pak Kitano.
Maaf.
Bisa kita lanjutkan?
Ya, silakan.
Baiklah. Kenapa kau merasa tak bisa berhubungan seksual lagi?
Rasanya sakit.
Itu dimulai sekitar dua setengah tahun lalu.
Aku menjadi lebih sulit basah.
Di dalam terasa kering,
dan penetrasi terasa sakit.
Bahkan jika aku memaksakan diri,
besoknya mulai terasa sakit.
Itu membuat
fisik dan mentalku lelah.
Dan kau tak bisa memberi tahu dia?
Ya.
Hei, kau dapat sesuatu?
Soal pacar Ichinose.
Ya, dia. Shimotori.
Apa pun boleh.
Jika ada info, aku akan bayar.
Pertama-tama,
seks bukanlah sesuatu yang wajib dilakukan.
Istilah "tanpa seks" mungkin membuatmu
merasa harus aktif secara seksual di usia berapa pun.
Tapi itu tak benar.
Yang penting adalah
apa yang ingin kau lakukan.
Ya.
Aku…
enggan karena rasanya menyakitkan.
Tapi jika bisa,
aku ingin melakukannya lagi dengannya.
Aku tahu itu terdengar konyol di usiaku.
Jika kau ingin berhubungan seksual, tapi tak bisa, mari bekerja sama
untuk menemukan solusi.
Baik.
Apa?
Shimotori?
Kenapa kau di sini?
Astaga! Aku konyol sekali!
Tunggu. Apa kita dijadwalkan bertemu sekarang?
Apa? Tunggu.
Aku salah jadwal!
Astaga! Apa yang kupikirkan?
Duduklah dulu.
Baiklah.
Oh. Terima kasih.
Jadi, kau juga sering ke sini?
Ya.
Semua orang punya masalah masing-masing.
Lalu apa yang harus kita lakukan?
Aku menjadwalkan kalian di waktu yang sama,
jadi aku tak bisa menemui salah satu dari kalian saja.
Maaf.
Boleh aku batalkan kedua janji temu hari ini?
Kalau begitu, aku akan merokok di luar.
Janji temu berikutnya masih satu jam lagi.
Jika mau tetap di sini, silakan.
Kalian pasti sulit bertemu di tempat umum sekarang.
Baiklah. Santai saja.
Silakan.
Dia sengaja
melakukan itu, 'kan?
Mungkin.
Bagaimana?
Aku membuka pintu untuk mereka.
Mau maju atau tetap di situ
terserah mereka.
Kau bilang sebelumnya
kau belum bisa berhubungan seksual.
Apa itu alasanmu datang ke sini?
Ya.
Bukankah sudah saatnya kau memberitahunya?
Kenapa kau bersikap dingin padanya
dan alasan di baliknya.
Apa
yang kau pikirkan sekarang?
Tanganmu
terasa hangat.
Semoga kau cepat sembuh.
Kuharap suatu hari nanti
kita bisa benar-benar terhubung…
saat kita bercinta.
Terima kasih.
KUIL KAWAWA
Nona Natsume, Saikawa.
Nona Natsume, kau boleh pulang.
Selamat malam.
Ada waktu?
Kami sudah tutup…
Bisakah kau
melihat ini?
Aku pergi ke sana.
Kau juga tahu tempat ini, 'kan, Dokter?
Terjemahan subtitle oleh Sarah
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.