All language subtitles for Road to Success (2026) Episode 1

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew Download
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian Download
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

[Road to Success]

♪ Menyiram bibit dengan air manis ♪

♪ Biarlah waktu yang indah bergembira ♪

♪ Menyiram bibit dengan air manis ♪

♪ Biarlah waktu mengalir bebas ♪

♪ Biarlah kegembiraan mengalir bebas ♪

Jika mengajukan pengunduran diri dari sekolah sekarang,

masih bisa menjaga kehormatan terakhirmu

[Surat Pengunduran Diri dari Sekolah]

dengan Profesor Shu.

[Sampai jumpa, Cintaku]

Orang sebaik Profesor Shu,

dicelakai olehnya.

Demi studi S3,

sengaja menjadi orang ketiga.

Tidak tahu malu.

Kalau kamu tidak mau gurumu masih diperdebatkan

setelah meninggal,

mengundurkan diri saja.

Jika sisi depan,

maka berjalan maju.

Jika sisi belakang,

maka tetap tinggal.

Xing.

Seumur hidup manusia ini

seperti aliran sungai.

Hanya bisa mengalir ke depan.

Kamu boleh menoleh ke belakang.

Tapi, tidak boleh berjalan mundur.

Karena kehidupan itu sendiri berada di depan.

Jika kamu belum bisa melihat jelas jalan di depanmu sekarang,

Kakek menyarankanmu datang ke SMA 8 Hongjing.

Sekolah adalah tempat yang bisa menyembuhkan orang.

[Kakek yang mencintaimu selamanya]

Pergi menemukan kembali dirimu.

[Kota Hongjing]

Stasiun Hongjing,

sudah sampai.

[Episode 1]

[Tiga Bulan Kemudian]

Kakek.

Aku memutuskan untuk menuruti Anda.

Memulai dari awal.

Kali ini,

aku ingin melihat ke depan dengan cara yang berbeda.

Menjadi orang yang hidup santai tanpa beban.

Kakek.

Aku akan melapor ke SMA 8 Hongjing hari ini.

Meski hanya sebagai pegawai kontrak,

namun aku akan berusaha keras untuk tetap tinggal.

Kamu tenang saja.

Aku akan baik-baik saja.

Aku pergi.

Selamat pagi, Kakek Kang.

Selamat pagi, Wanxing.

[SMA 8, Kota Hongjing]

Kembali lagi ke tempat

di mana Kakek dan Nenek bekerja dan tinggal,

mendadak merasakan kehangatan.

Sederhana

dan tenang.

Lin Wanxing.

Karena sudah memutuskan untuk hidup santai,

maka nikmatilah kehidupan

mulai dari sekarang.

[Kantor Departemen Olahraga]

[Formulir Pendaftaran Masuk Pendidikan]

Lin Wanxing.

Doktor Jurusan Psikologi

Universitas Yongchuan?

Tidak lulus.

Itu juga hebat.

Prestasi akademik.

[Prestasi akademis terkait pekerjaan]

Prestasi akademik yang berkaitan dengan pekerjaan ini

masih kosong saat ini.

Gelar doktor sangat tinggi.

Bu Lin.

Kenapa kamu mau datang ke sekolah kami untuk menjadi

seorang penjaga peralatan olahraga?

Menurutku, pekerjaan ini sangat santai.

Jabatan tidak ada yang besar atau kecil.

Semuanya berkontribusi untuk dunia pendidikan.

Ruang penyimpanan

ada di lapangan sana.

Ikut denganku.

Ini yang kecil.

Coba dilihat.

Yang besar ada di sini.

[Ruang Penyimpanan Peralatan Olahraga]

Masuklah.

Ruangannya agak berantakan.

Sudah lama tidak ada yang masuk.

Hati-hati.

Baiklah.

Lingkungannya bagus.

Bu Lin.

Ini adalah tempat kerjamu.

Selanjutnya,

aku akan menjelaskan

kondisi dasar gudang ini.

Catatlah.

Baik.

Coba kamu lihat.

Semua jenis bola harus dirapikan.

Misalnya

bola basket,

bola sepak,

semua harus diletakkan di keranjang ini.

Raket tenis harus digantung di dinding.

Jangan menyatukan semua bola basket.

Letakkan di kotak yang berbeda.

- Baik, Pak Qian. - Bola adalah bola, raket adalah raket.

Kotak-kotak ini

kemungkinan besar kosong.

Masukkan koknya satu per satu

ke dalam.

Coba kamu lihat.

Berantakan.

Mengapa kaki kuda kayu ini kurang satu?

Kakinya ada di sana.

Nanti pasang kembali.

Trampolinnya diberi nomor

dan disusun dengan rapi.

Sebenarnya, tidak terlalu rumit.

Utamanya adalah

sabar dan teliti.

Oh iya.

Ada satu hal penting lagi.

Semua peralatan

tidak boleh dipinjamkan keluar

tanpa persetujuan guru.

Jika dipinjamkan,

harus dikembalikan pada hari yang sama.

Sudah aku catat.

Semua peralatan harus disetujui guru.

Dikembalikan pada hari yang sama.

Masa percobaan

satu bulan.

Kelompok guru olahraga ada rapat besok.

Kamu harus ikut.

Kehadiran rapat terhitung dalam absensi.

Tenang saja, Pak Qian.

Aku pasti akan berinisiatif.

Menyelesaikan tugas yang mulia dan sulit ini.

Kunci kuserahkan padamu.

Aku pergi dulu.

Sudah bekerja keras.

Akhirnya selesai bicara.

Kotor sekali.

Harus dibereskan dengan baik.

[Wawasan Tiada Batas]

[Chen Jianghe, penyerang tim bola sebelumnya]

Ternyata pintunya tidak dikunci.

Bagaimana jika

kamu turun dulu?

Murid.

Kenapa kamu memanjat jendela?

Kamu sedang apa di sini?

Bersih-bersih.

Kalau begitu, sapu yang lebih bersih.

Satu lagi, jangan lupa menutup pintunya.

Murid.

Apa?

Kamu meminjam bola sepak,

apakah tidak perlu lapor ke guru?

Apa urusanmu?

Kamu sendiri dihukum bersih-bersih karena tidak pakai seragam.

Masih mau mengadukanku ke guru?

Aku tidak perlu mengadukanmu ke guru.

Lalu, apa maumu?

Aku ingin memberitahumu,

aku adalah guru.

Kamu sungguh seorang guru?

Aku orang baru.

Bertugas menjaga ruang peralatan ini.

Jika memang kamu adalah guru,

kenapa kamu mengendap-endap tadi?

Tidak mengunci pintu pula.

Sebenarnya siapa yang mengendap-endap?

Menjaga peralatan olahraga?

Lalu...

Bu Guru, kamu berlatih olahraga apa?

Aku berlatih angkat besi.

Kamu bercanda denganku?

Bagus jika kamu tahu.

Kamu kelas berapa?

Siapa namamu?

Kelas 12-5.

Qin Ao.

Qin seperti marga Kaisar Qin Shihuang.

Ao dari kata Zang Ao. (*Di aksara Ao ada karakter bermakna anjing)

Tanpa karakter anjing.

Guru mana yang menyuruhmu datang?

Kamu menyebalkan.

Ya sudah jika tidak mau meminjamkan.

Lalu, apakah ini berguna?

[100 kali meminjam peralatan sepak bola secara gratis]

Hanya ini?

Sudah kuduga ada yang mengerjaiku.

Hanya ini juga boleh.

Bolanya kupinjamkan padamu.

Apa katamu?

Maksudku,

ini boleh.

Benarkah?

Lalu, siapa yang tanda tangan?

Tapi, ada satu syarat.

Datang membantuku bersih-bersih di jam istirahat.

Bola harus dikembalikan hari ini juga.

Bawa pergi.

Ada pintu tidak dilewati, bersikeras memanjat jendela.

Murid di sini lumayan unik.

Kartu pinjaman bola 100 kali.

Menarik.

Cari murid lain untuk menggantikanmu bekerja.

[Formulir Peminjaman Alat Olahraga]

Murid bernama Zang Ao tapi tidak ada karakter anjing.

[100 kali meminjam peralatan sepak bola secara gratis]

Kamu telah mengecewakan kepercayaan guru padamu.

Murid-Murid.

Kalian jangan lupa kunci pintu setelah selesai membereskan.

Rugi sekali.

Chen Jianghe sendiri pergi main bola.

Kita berdua disuruh membantunya bekerja.

[Kelas XII-5]

Aku akan membersihkan pengkhianat di perguruan hari ini.

Tuan Muda!

Aku begitu setia padamu!

[Qin Ao, penyerang tim bola sebelumnya]

Pahlawan Wanita.

Berjuang begini?

Aku keracunan.

- Bantu aku menetralkannya. - Pendekar Qin Ao.

Bukankah ilmu bela dirimu tinggi?

Atasi sendiri.

Bos, kamu sedikit terlalu percaya diri.

Mari kita pergi.

Bao Xiaotian.

Besok pagi,

aku makan xiaolongbao.

Aku bawa seporsi untukmu.

Ayo, Yu Ming.

Permisi.

Apakah murid bernama Qin Ao ada?

[Lin Lu, pemain bek tim sepak bola sebelumnya] [Yu Ming, pemain bek tim sepak bola sebelumnya]

[Qin Ao, penyerang tim bola sebelumnya]

Ini mencarimu.

Wanita cantik.

Kita saling kenal?

Mencariku untuk apa?

Ternyata benar.

Benar saja apa?

Saat seseorang menyebutkan namanya sendiri,

tidak akan mengatakan

Zang Ao tanpa karakter anjing.

Ada seorang murid berambut cepak

datang ke ruang penyimpanan hari ini.

Memakai kartu peminjaman bola ini

untuk meminjam bola sepak dariku.

Katanya,

namanya Qin Ao.

Chen Jianghe ini...

Dia pasti bolos

dan pergi main bola di luar diam-diam.

Jangan marah lagi.

Bos, ayo.

Aku traktir kamu makan bakso.

Chen Jianghe?

Bola bagus.

Ayo!

Tidak apa-apa, bola bagus.

Jangan buru-buru.

Oper lagi, oper balik.

Bola bagus.

Kembali.

Bola bagus.

- Tahan sebentar. - Oper.

Ke sini!

Bola bagus.

- Bagus. - Bagus.

Bola bagus.

Jaga pertahanan.

Jaga bolanya, hati-hati.

Ayo.

♪ Dua jiwa saling bergantung ♪

♪ Dalam gravitasi tanpa suara ♪

♪ Memakai segala milikmu ♪

♪ Menyembuhkan semua kesepianku ♪

♪ Kata-kata mengalir perlahan ♪

Dia.

♪ Seperti aliran yang lembut ♪

♪ Sedikit cahaya kunang-kunang ♪

♪ Jatuh ke dalam mimpi yang lembut ♪

♪ Mengobrol sepanjang malam, angin malam juga perlahan menghilang ♪

♪ Menerjang jalan panjang bersama ♪

♪ Panjang dan tidak berujung ♪

♪ Perlahan meratakan ♪

♪ Keraguan di mata masing-masing ♪

Jangan sungkan.

♪ Membangunkan kehangatan yang tersembunyi di lubuk hati ♪

♪ Hidup manusia memang dimulai sendirian ♪

♪ Lintasan yang berjalan sendiri ♪

♪ Hingga takdir mengirimkan kehangatan ♪

Terima kasih.

♪ Menerangi arah jalan pulang ♪

Bola bagus, bagus.

Ayo.

Cepat, oper bolanya.

- Bola bagus. - Di dalam.

Jangan buru-buru.

Jangan sungkan.

Maksudku,

membagikan sedikit padamu.

Beri jalan.

Sudah dioper.

Sini.

Kamu tahu tidak?

Sini.

Anak laki-laki itu

sudah bermain bola di sana sepanjang sore.

Pasti bolos sekolah.

Murid.

Tunggu sebentar.

Siapa margamu?

Laki-laki itu seorang penipu.

- Seharusnya hanya kamu satu-satunya guru di sekitar sini. - Aku perekrut klub, sudah lama mengamatimu.

Menurutku, kamu sangat berpotensi.

- Penipu ini profesional. - Mengalihkan hubungan ke tim kami.

- Akan menipu uang jika tidak bisa menculik orang. - Kuberi tahu padamu, asalkan bergabung dengan tim kami...

- Misalnya pinjaman pribadi. - Bola kami...

- Menghancurkan keluarga. - Akan memberimu pelatihan khusus.

Ini bukan lingkup pekerjaanku.

Hanya perlu menandatangani ini.

Saudara, tanda tangani ini.

Tunggu sebentar.

Kamu...

Siapa kamu?

Aku adalah kakaknya.

Margaku Liu.

Pencari bakat profesional

dari tim pelatihan junior Yongchuan Hengjiu.

Adikmu adalah seorang genius sepak bola.

Aku sudah mengamatinya sangat lama tadi.

Aku menyarankan

dia langsung cuti sekolah satu tahun

dan bergabung ke klub kami untuk bermain bola.

Menjadi bintang sepak bola kelak.

Asalkan bergabung dengan tim bola kami,

pasti ada kesempatan untuk bergabung dengan liga profesional kelak.

Apakah klubmu ini perlu membayar biaya?

Biaya pelatihan tiga bulan 10.000 yuan.

Hanya uang kecil.

Keluarga biasa mampu menanggungnya.

Bagaimana?

Jika berminat, kita bahas lebih lanjut.

Karena klub Anda ini sangat bagus,

aku harus memberi tahu pihak sekolah

untuk dipromosikan besar-besaran.

Tunggu sebentar.

Aku ambil ponsel dulu.

Tidak.

Aku masih ada rapat sore ini.

Aku hubungi kamu lagi.

Aku hubungi lagi nanti.

Itu...

Kembalikan penaku.

Aku hubungi lagi.

Penipu zaman sekarang

sungguh terlalu terang-terangan.

Kamu gila, ya?

Kamu pikir aku tidak tahu dia itu penipu?

Apakah aku tidak tahu kemampuanku sendiri?

Kamu pikir pelatihan junior itu bisa diikuti siapa yang hebat?

Bukankah itu tergantung siapa yang memberi uang lebih banyak kepada pelatih?

Menjadi pemain profesional?

Aku belum pernah bermimpi seperti itu.

Tunggu sebentar.

Mau apa lagi?

Kembalikan bolanya.

Chen Jianghe.

Berhenti kamu!

Pak Qian, kamu datang.

♪ Setiap malam ♪

♪ Aku mengulurkan tangan untuk menyentuh cahaya bintang ♪

♪ Menemanimu tidur sambil berjalan ♪

♪ Mengikuti irama hati ♪

♪ Seperti debu yang mengambang ♪

Terima kasih sudah membantuku menjaga tas.

♪ Karena cintamu ♪

Jangan sungkan.

♪ Menjadi berkilau ♪

Bagaimana kamu tahu aku seorang guru?

Apakah kita saling kenal?

Tidak kenal.

Tapi,

sudah kenal sekarang.

[Penerimaan kode QR]

Maaf.

Aku tidak sembarangan menambahkan WeChat orang lain.

[Penerimaan kode QR]

[Penerimaan kode QR]

Uang apa ini?

Biaya jaga.

♪ Aku menangkap sorot matamu ♪

♪ Di malam musim panas itu ♪

[Penerimaan kode QR]

[Pembayaran Pribadi]

♪ Seperti bintang yang bersinar terang seperti itu ♪

Seharian ini.

Entah orang apa yang aku temui.

♪ Gelombang percikan api di dalam hati ♪

Menjaga tas saja masih minta biaya jaga.

♪ Menghilang dalam mimpi, diam-diam ♪

Ibu.

Aku bantu membawakan barangmu.

Terima kasih.

Jangan sungkan.

Suka rumah baru tidak?

Suka.

Kamu bisa mendapat teman baru besok.

- Penyewa baru pindah secepat ini? - Baik, pindahan sungguh menyenangkan.

[Inggirs, Satu Setengah Yahun Lalu]

Jie Sen, jangan buru-buru, tunggu aku!

Aku menyerahkan anakku padamu.

Apakah kamu benar-benar sudah menjaganya dengan baik?

Maaf.

[Apakah kamu pulang setelah lulus?]

[Terima kasih, di Inggris]

[Kamu orang pertama yang mengirimiku hadiah]

[Aku serius, aku akan kirim hadiah untukmu nanti, ingat diterima]

[Boleh beri tahu aku jika ada masalah apa pun]

[Aku juga belajar psikologi, setidaknya bisa menemanimu mengobrol]

[Menemanimu memahami kondisi mental sendiri]

[Apa maksudmu?]

[Kamu tahu tidak? Sakit adalah bentuk perlawanan otak]

[Demi membuktikan kebaikan dan pengendalian selisihnya hanya sedikit]

[Permen pemberianmu padaku bulan lalu bermasalah, 'kan?]

[Aku akan memakannya]

[Semoga bisa mengurangi tekanan akademismu, jangan disia-siakan]

[Langsung dimakan satu, rasanya enak]

[Bagus jika sudah diterima. Apakah perasaanmu membaik?]

[Aku membencimu]

[Tahun baru telah berlalu tanpa terasa. Bagaimana kabarmu hari ini?]

Ratu Sekop.

Apakah kamu yang mencelakai Jie Sen?

[Sebuah transaksi hari ini]

[Detail transaksi]

[Kontak] [Lin Wanxing]

[Lin Wanxing]

[Pembayaran WeChat]

[WeChat]

[Mencari]

[Sedang mencari kontak]

[Mencari]

[Superstar Ikan Asin]

[Ajukan penambahan kontak]

[Kirim]

[Sedang dikirim]

[Superstar Ikan Asin]

Lin Wanxing.

Apakah kamu adalah Ratu Sekop?

[SMA 8, Kota Hongjing]

Aku adalah Bu Guru Sun.

Kabarnya Bu Lin

adalah murid unggulan Universitas Yongchuan.

Pak Li yang sebelumnya bahkan tidak bisa memakai komputer.

Seluruh ruang penyimpanan menjadi berantakan.

Sepertinya ruang penyimpanan tidak terlalu perlu memakai komputer, 'kan?

Mari.

Aku membawa sedikit makanan ringan.

Semuanya makan bersama.

Bu Lin, 'kan?

Cicipi ini.

- Terima kasih. - Sangat enak.

- Ini juga. - Maaf.

Maaf.

Aku terlambat.

Kepala sekolah memanggilku

untuk mengambil dokumen baru dari Dinas Pendidikan.

Aku terlambat.

Maaf.

Semuanya, hentikan dulu pekerjaan kalian.

Aku baca dokumen ini untuk kalian.

[Agen]

Dokumen dari Dinas Pendidikan Kota Hongjing.

Mengenai memperkuat

dan meningkatkan pekerjaan olahraga di sekolah lebih lanjut.

Maaf.

Telepon dari agen.

Ubah ponselmu ke mode senyap saat rapat.

Langsung Anda katakan saja.

Apa isi spesifik dokumen baru ini?

Utamanya tentang Kota Hongjing

yang gencar mengembangkan

olahraga sepak bola.

Jadi, Liga Super Remaja putaran ini,

SMA 8 kita

wajib berpartisipasi.

Bukankah Liga Super Remaja kita sudah berhenti beberapa tahun?

Mengapa harus ikut lagi?

Perkembangan moral, intelektual dan fisik secara menyeluruh.

Itu harus dikembangkan.

Terutama olahraga.

Namun, tim sepak bola kita sudah tidak bermain selama dua tahun.

Apakah itu bisa?

Jika pergi pun, hanya akan tersingkir di babak pertama.

Merendahkan diri sendiri.

Mundur sebelum berperang.

Lihat tampang pengecutmu itu.

Pimpinan sekolah sangat mendukung kita.

Kepala sekolah berulang kali mengatakan kepadaku,

jika ada masalah atau ide apa pun,

boleh disampaikan.

Namun, ada satu posisi penting

yang harus muncul dari departemen olahraga kita.

Karena kita adalah departemen olahraga.

Departemen olahraga.

Yakni, pemimpin tim.

Siapa di antara kalian

yang mau mengajukan diri?

Tim atletik kami sangat sibuk akhir-akhir ini.

Tidak ada waktu.

Aku menangani bola basket.

Tidak mengerti soal sepak bola.

Ini tidak bisa.

Aku tidak paham bola apa pun.

Aku hanya bisa senam ritmik.

Aku baru datang.

Seharusnya tidak berkaitan denganku, 'kan?

Kelihatannya kesempatan selalu diberikan

kepada anak muda yang berani berpikir dan berani bertindak.

Bu Lin.

Kesempatanmu untuk bersinar akhirnya tiba.

Coba kamu lihat.

Ini adalah daftar pemain sepak bola

- Tidak mungkin. - yang baru ditetapkan sekolah.

Coba kamu lihat.

Tugas yang mulia dan sulit ini

diserahkan padamu.

Aku?

Ayo, pergi makan.

Sampai jumpa.

Pak...

Pak Qian, kamu sengaja, 'kan?

Pura-pura bodoh.

Tidak melihatku?

[Teka-Teki Silang]

Habis...

Tidak punya keturunan.

Belum pergi?

Daya tahan sekuat ini.

Ada urusan mencariku?

Mari, ambil kursinya.

Bicara sambil duduk.

Pak Qian.

Aku adalah jurusan psikologi.

Setiap orang punya keahlian masing-masing.

Menurut Anda...

Lihat, kamu sangat pandai dalam psikologi.

Menurutku, kamu sangat cocok menjadi

pemimpin tim ini.

Setiap bidang itu berbeda.

Sebenarnya, kamu tidak perlu begitu khawatir.

Aku akan beri tahu sesuatu padamu.

Sebenarnya, kemampuan sepak bola SMA 8 cukup hebat.

Saat SMP,

mereka pernah memenangkan

kejuaraan tingkat kota satu kali.

Benarkah?

Sungguh, aku tidak membohongimu.

Kutunjukkan anak-anak ini padamu.

[Daftar Nama Tim Sepak Bola SMA 8 Hongjing]

Lihat.

Setiap dari mereka sangat bersemangat.

Bijak dan berambisi.

[Nama: Qin Ao] [Nama: Lin Lu] [Nama: Qi Liang]

Ini masih dikatakan tidak membohongiku?

Bukan, Tuan Muda!

- Aku begitu setia padamu. - Wanita cantik.

Ada urusan apa?

Jujur.

Qin Ao dari kelas 12-5.

Qin seperti marga Kaisar Qin Shihuang.

Ao dari kata Zang Ao, tanpa karakter anjing.

Menaati peraturan.

Anak laki-laki itu sudah bermain bola di sana sepanjang sore.

Pasti bolos.

Punya kinerja yang hebat.

Sangat pandai bertarung.

Pak Qian.

Kemampuanku memang terbatas.

Tidak mampu memikul tanggung jawab ini.

Menurutku,

lebih baik Anda mencari kandidat lain.

Kamu masih dalam masa percobaan sekarang.

Jika kamu mengecewakan harapan sekolah padamu,

aku beri tahu padamu,

ada banyak orang di sekitarmu,

termasuk aku,

ditakutkan tidak bisa membantumu.

Kamu anggap saja membawa anak-anak keluar

untuk melakukan kegiatan di luar ruangan.

Sebenarnya, hasil pertandingan tidak penting.

Menang atau kalah tidak masalah?

Hanya saja,

jadwal pertandingan ini agak mendesak.

Pada hari Minggu ini.

Kamu tenang saja.

Pimpinan sekolah selalu memberi dukungan dan bantuan

kepada guru-guru muda.

Begini saja.

Besok sore,

kita bertemu secara resmi

dengan anak-anak

dari tim sepak bola ini.

Besok?

Pemberitahuannya sudah kusebarkan.

Sungguh.

Namun, untuk posisi ini,

kamu tidak bisa lari darinya.

Semangat.

Begitu banyak notifikasi.

[Daftar Kontak]

[Aku Winfred]

Winfred.

Siapa ini?

[Menambahkan nomor ponsel melalui pencarian]

[Telepon]

[Agen]

Nomor yang Anda tuju sedang sibuk, silakan dicoba lagi nanti.

[Es teh susu rasa ubi]

Pesan segelas teh susu dulu untuk menenangkan diri.

[Teh susu boba gula hitam]

Di belakang pohon ini.

Di belakang pohon.

Dengarkan langkah kakinya.

- Ganti peluru, ganti peluru dulu. - Kehabisan peluru.

Ganti peluru dulu, bidikan jauhmu tidak akurat.

Ganti ke bidikan dekat.

Bukankah ada bidikan dekat?

Aku tidak punya bidikan jauh, Sobat.

Teman satu timnya akan datang sebentar lagi.

Kamu lari saja dulu.

Ke arah sini.

- Halo, Bu Guru! - Ke sini.

Kalian sedang apa?

Sedang belajar.

Santai.

[Qin Ao, penyerang tim bola sebelumnya]

[Lin Lu, pemain bek tim sepak bola sebelumnya]

[Qi Liang, pemain bek tim sepak bola sebelumnya]

Benar.

Siapa nama mereka berdua?

Kamu pikir aku bodoh?

Apakah aku akan memberitahumu namanya Lin Lu dan Qi Liang?

Lalu, kamu pergi memberi tahu Pak Tua Jin

bahwa kami bolos kelas untuk bermain gim di sini?

Lin Lu, Qi Liang.

[Nama: Qin Ao] [Nama: Lin Lu] [Nama Qi Liang]

- Bos! - Bukan, Teman.

Ada apa?

Nama.

Murid Lin Lu.

Bagaimana permainan sepak bola kalian?

Aku sangat jago bermain sepak bola.

Qi Liang juga sangat jago bermain sepak bola.

Kami adalah anggota tim sepak bola sekolah dulu.

Bagaimana dengan bos kalian?

Bagaimana permainannya?

Dia?

Payah sekali.

Lin Lu.

Kamu menertawakan apa?

Kamu memang biasa saja.

Karena kalian dulunya adalah tim sepak bola sekolah,

lalu kenapa tidak bermain lagi sekarang?

Sudah tahun berapa sekarang?

Sepak bola sudah lama ketinggalan zaman.

Sekarang adalah era e-sport.

Kalian bertiga.

Tunggu aku di sini.

Kenapa kamu harus menyebut namaku?

Apa yang kamu lakukan?

- Siapa yang payah bermain bola? - Suaranya keras sekali.

- Katakan satu kali lagi. - Apa?

Siapa yang payah bermain bola?

Bukankah kamu yang bilang duluan...

- Katakan. - Siapa yang kamu sebut payah?

Mengapa kamu menyebut nama kami berdua?

- Benar. - Memangnya kenapa menyebutmu?

Kamu bersikeras menyebut nama kami berdua.

Cepat pergi.

- Bu Guru akan kembali nanti. - Kalian mau ke mana?

Bu Guru.

Makan makanan pesan antar di sekolah melanggar peraturan sekolah.

Aku adalah guru.

Kalau begitu...

Boleh makan.

Pak Qian mengatakan, tim kalian sangat kuat dulu.

Pernah memenangkan juara satu.

Kenapa menyerah sekarang?

Bos.

Bu Guru!

Kami bukan juara!

Kami selamanya adalah...

Juara kedua.

Untuk apa membicarakan ini? Ayo pergi.

Ada apa dengan mereka?

Halo?

Nona Lin.

Begini situasinya.

Penyewa di lantai tiga sebelumnya,

ada sedikit perubahan.

Mereka bilang tidak mau menyewa lagi.

Tidak mau menyewa?

Bukankah penyewanya sudah pindah masuk kemarin?

Sepasang ibu dan anak.

Iya, ibu dan anak yang sebelumnya itu.

Mereka sudah pindah.

Kalau begitu,

apakah ini termasuk pelanggaran kontrak?

Jangan panik.

Aku sudah mencarikan penyewa baru untukmu.

Uang sewanya dua kali lipat dari yang sebelumnya.

Kalau begitu, merepotkanmu.

Ini tidak masalah.

Hanya saja, penyewa baru itu punya sebuah

permintaan kecil.

Permintaan apa?

Itu...

Memasang bak mandi.

Bak mandi?

Bagaimana bisa rumahku itu dipasang bak mandi?

Bak mandinya sudah sampai sekarang.

Pekerja sedang memasangnya.

Apa?

Tunggu aku kembali.

Ini untukmu.

Nona Lin.

Seribu seratus yuan.

Nona Lin.

Bak mandi ini barang impor dari Italia.

Bagaimana, mewah, 'kan?

Anda tenang saja.

Biaya renovasi bak mandi ini

semua ditanggung oleh penyewa sendiri.

Ini adalah hal baik bagi kita.

Nona Lin!

Penyewa ini sangat tulus.

Kamu juga tahu persaingan pasar sangat ketat saat ini.

Rumahmu itu sama sekali tidak bisa disewakan.

Kamu juga tidak bisa bertindak tanpa persetujuan.

Bagaimana jika bak mandi ini bocor

dan airnya merembes ke rumahku?

Aku sudah meneleponmu pagi ini.

Kamu terus tidak menjawab.

Penyewanya terburu-buru.

Bersedia membayar lebih juga.

Jadi, aku menyetujuinya terlebih dahulu.

Sebentar lagi pukul enam.

Waktuku agak mepet.

Kalau begitu, aku pergi dulu.

Nona Lin.

Kita komunikasi lagi jika ada masalah.

Sebenarnya siapa pemilik rumahnya?

Orang aneh dari mana ini?

Jika mampu membeli bak mandi impor,

untuk apa menyewa rumahku?

Halo, Nona Lin.

Kode QR?

Aku adalah penyewa barumu.

Wang Fa.

♪ Tidak takut apa pun ♪

♪ Karena ada kamu ♪

♪ Cahaya yang redup ♪

♪ Bersinar terang seperti bintang ♪

♪ Berlari kencang ke arahmu ♪

♪ Tidak takut untuk maju ♪

♪ Berjuang bersama ♪

♪ Menjadi diri sendiri ♪

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.