All language subtitles for Yuva-2004-DVD-subs_by_varisnova

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
rm Romansh
nyn Runyakitara
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Dengar, jangan sampai..

..Wanita mendekatimu.

Dia bersama seseorang.

Ada ribut apa di rumahmu?

Kau memarahi pamanmu atau dia..?

- Kami bertengkar. - Kenapa?

Dia ingin aku menikah.

Aku mencintaimu.

Aku yang ke berapa? Yang ke 42 atau yang ke 42 setengah?

Kemasi tasmu, tinggal denganku.

Aku tidur dimana?

Di kamar Tara dan Joe atau di kamar bibi Leela?

- Di kamarku. - Sebelum nikah?

Dia berhenti.

Meera, tunggu!

Meera, dengarkan aku.

Jalan.

Berhenti!

Aku butuh tumpangan, ikuti taksi itu.

Cepatlah, bos!

Tidur dan bercinta dengan mereka..

..Tapi jangan hidup bersama mereka.

Demi seteguk, kenapa ingin memilik bar?

Cepatlah, kisah cintaku akan berakhir.

Tenang. Kuantar kau kesana.

Hei, tunggu! Meera!

Sedang apa dia?

Ikuti dia.

Tak bisa hidup dengan mereka. Tak bisa hidup tanpa mereka.

Aku tak mengerti maksudmu.

Kau takut?

Aku ingin mengajakmu melihat air terjun Niagara.

Kita akan punya 2 anak perempuan, mirip dirimu.

Kita cukur rambut mereka di Kuil Pittsburg Balaji.

Mau menyalip atau membuntutinya?

Menyalib!

Sudah berapa hari kita saling mengenal?

Kita jarang bertemu tapi kau membahas anak-anak?

- Aku mencintaimu.. - Terus?

Katakan, aku tetap bersamanya atau mencampakkannya.

Dia makin cepat.

Aku mencintaimu.

Pikirkan!

Aku mencintai..

- Berhenti! - Mau kita terbunuh? - Berhenti!

Mampus.

Jaminanmu datang. Ayo, tuan memanggilmu.

Lewat sini!

Baju, cincin, gelangmu. Periksa lagi!

- Dan ini uang Rs. 40.75 mu. - Kurang 25 paise.

Dasar Kepala Sipir Penjara!

Mencuri seperti kami, rasa humormu hilang, hah?

Ya! Ini Rs. 180 untuk bahan kursimu.

Simpan saja!

Cari ember baru untuk ruang penjara B.

Si bodoh mengeringkannya sebelum embernya penuh.

- Boleh kupergi? - Tanda tangan disini, ambil ini.

Hirup udara bebas. Nikmatilah!

Sama dengan udara di dalam tapi di dalam bercampur kentut napi.

- Apa kabar? - Baik! - Duduk! Ayo pergi!

Sialan! Berhenti main-main.

Anak ayam bengal seperti pelacur..

Lallan, kau tahu Gopal yang menjaminmu keluar penjara?

Ada sesuatu di air Hoogly.

- Dia menyuruhmu langsung ke rumahnya. - Aku ada urusan dulu.

Kau slalu membuat kesalahan yang sama..

Sampai kapan kau terus menderita?

Dia tak mau bersamamu.

Dengar tidak?

Ambilkan tasku.

Hentikan atau kupanggil polisi..

Mengerti bahasa Hindi, kan? Perlu ku pakai bahasa Bengali?

Kau kemeja hijau bodoh, diam! Ini masalah keluargaku..

..Atau ku campurkan merah ke hijau biar jadi kuning.

Mengertilah.

Kau mengerti sakitnya? Atau mau kupatahkan lenganmu?

Jika kau pergi dengannya, ayahmu tak mau melihatmu lagi.

- Tolong aku! - Diam!

Keluarlah, Sashi..

Dia tak mau.

Tinggalkan dia! Shashi, masuk! Masuk!

Aku tak mau melihat wajahmu lagi..

- Hentikan! Dewi Durga akan muncul.. - Dia mengerti semuanya..

Kau tak mengerti..

- Hentikan, gigimu melukaiku. - Gigi tak mungkin melukai.

- Ada yang mau kukatakan. - Katakan..

Dengar, ayah memberimu pekerjaan. Kau mau?

- Mau. - Berjanji dulu!

- Lepaskan tanganku! - Janji? - Janji.

Kau menantunya Nilanjan?

Dia mertuaku.

Tapi kau menantunya, kan?

Hei periksa itu.

- Apa pekerjaanku? - Berdiri di pintu gerbang..

Lembaran kertas datang dari dermaga..

Kertas harus bisa melewati pintu gerbang.

Maksudmu harus dapat hak perizinan?

Tanpa melewati pintu gerbang, tak bisa masuk atau keluar.

- Gajiku? - Rs. 2000 per bulan.

Lembur ditambah Rs. 10 perjam.

Setelah 6 bulan, gaji akan naik.

Berapa harga mesin ini?

Apa?

Aku harus menjaganya, kan? Jadi aku harus tahu harganya.

Kerjamu di pintu. Biar aku yang mengurus lainnya.

Aku tak tanya pekerjaanmu.

Satu mesin harganya 2 crore.

Perkirakan saja harga semuanya.

Jika ada pencuri saat aku bertugas..

Omong kosong apa itu?

Bukan omong kosong. Jika mesin terbakar..

- Siapa yang mau membakarnya? - Siapa saja, mungkin dewa api..

Bahkan aku pun bisa membakarnya?

Pak, ini aku, Sheshadri!

Orangnya Nilanjan bukan orang jujur.

Dia banyak omong..

Aku akan memberitahunya..

Ini!

Halo! Ya, pak..

Tidak, dengarkan dulu. Kau hanya menggajiku Rs. 2000..

..Untuk menjaga mesin seharga 2 crore. Apa itu adil?

Dengar! Kami sudah berbaik hati memberimu pekerjaan.

Tapi kau menceramahi kami.

Kau benar! Jika terjadi sesuatu, jangan salahkan aku.

- Mengancam? - Aku tak mengancam.

Aku cuma bilang, bisa menjamin keselamatan mesin itu.

Tolong pedulikan aku. Aku akan pedulikan mesinmu.

Jika tidak, baik. Semoga mesinmu terhindar dari kejahatan.

Suruh dia ke kantorku.

Meenakshi, kau masuklah.

Kemari.

Kau sudah janji.

- Apa? - Kau mau bekerja.

Dia memberimu kerja hanya karena kau menantunya.

Tapi kau malah memeras dia?

Lihat mesin itu?

Menggajiku hanya Rs. 2000 untuk jaga mesin seharga 2 crore.

Mustahil! Lallan Singh tak jahat.

- Sekarang giliran siapa? - Kau akan memeras uang.

- Bilang padanya, Ravi! - Aku..

Kau bohong. Katanya kau mau berhenti bertindak kasar.

Ini tak kasar, sayang.

Ada Gopal.

- Jangan pergi! - Mana bisa kupergi jika dia tak mengizinkanku?

Berhenti bercanda! Dia menunggumu. Dia sangat marah.

Hoodibaaba!

Bilang padanya, Lallan. Tak mau.

Dia tak mau jadi pembunuh seperti Gopal.

- Apa kerjanya? - Jangan mau.

- Pekerjaan penting. - Apa untungnya bagiku? - Banyak.

- Jangan mau. - Jangan bilang begitu..

Kau tak boleh pergi. Aku takkan membiarkanmu.

Sana, Ghoshal. Lallan tak mau.

Siapa yang menjaminmu keluar penjara?

- Aku harus pergi.. - Duduk.

Mengertilah, aku sudah menjaminmu keluar penjara?

Kau melakukan itu bukan karena kasihan padaku.

Pasti ada yang menyuruhmu agar mengingatku.

Kenapa? Tidak, kan.

Begini caramu berbicara ke kakakmu.

Dia kakakku? Saat lari ke Kolkatta, kakakku ini..

..Meninggalkanku bersama sepotong roti di tanganku.

Perlu 10 tahun menemukannya. Dia sebut dirinya kakakku.

- Duduk kakak. - Aku kesini bukan untuk duduk.

Mau berbaring? Mau kuambilkan ranjang?

Kau mau jadi sesuatu atau tetap main kartu?

Tapi aku sedang main..

Sebentar lagi Pemilu Panchayat.

10 hari lagi para calon diajukan.

Terus? Mau kukurangi para calonnya selama 4 hari?

Kami tak mau siapapun mencalonkan diri.

Tapi beberapa anak kampus memprovokasi warga desa.

Kau cari banyak orang untuk berdemo.

Suruh mereka ke truk. Beri mereka 50 rupee..

..Dan sebungkus nasi Biryani.

Pastikan tak ada masalah.

Pemimpin mereka, Michael, Barthwaj, Trilok.

Dan ada banyak pemuda.

Ingin memukul atau membunuh mereka?

Lallan takkan melakukannya.

Lallan, suruh mereka pergi.

Di rumah ini, ada wanita memakai 'Langot' (celana dalam pria India).

Keluar. Lallan takkan pergi.

Jangan ikut campur.

Lallan, lakukan sesuatu, pakai sari. Aku akan memberimu rok.

Kau takkan menikmati bertindak kasar.

Kubilang jangan ikut campur.

Takkan kubiarkan kau pergi.

Aku mati saja sebelum membiarkanmu pergi.

Diam!

Kau menggertakku?

Aku membelamu.

Sebentar! Aku tak tahan keributan ini.

Setelah urusanmu dengannya selesai, temui aku.

Aku mau pergi. Ayo, Vishal.

Jangan ikut dengannya.

Itu demi kebaikanmu.

Inilah kenapa aku keberatan. Dia binatang.

Harusnya aku tak kesini.

- Aku mau pergi. - Pergilah.

Pergi sana, jangan kembali lagi.

Aku takkan mati tanpamu.

Karena aku bernyali. Hari ini aku masih hidup.

Nikmati saja dunia mimpimu.

Aku sendirian ditangkap,

Dipukuli, dipenjara.

Aku tak butuh siapapun.

Lulus kelas 10 dan berpikir jadi wanita hebat.

Yang datang untuk mengubahku.

Mati sana kau jadi anjing. Biar dimakan gagak.

Ayo, bangun.

- Apa? - Mana Sashi? - Kenapa?

- Mana Sashi? - Biar dia sendirian..

Dia kurang ajar.

Memukul istrinya yang hamil di tengah jalan.

Biarkan! Itu wajar bagi yang sudah nikah.

Jangan menyanggah. Diam! Mana bisa suami memukul..

..Istrinya?

Hari ini dia memukul istrinya. Besok kau memukulku. Jadi kau membelanya.

- Apa katamu? - Semua lelaki sama saja.

Begitupun wanita. Dia di dalam.

Kenapa tak memberitahuku?

- Berapa bulan? - 3 bulan.

Siapa ayahnya? Bercanda. Senyum dong.

Aku mau anak perempuan sepertimu. Mata kucing, giginya.

Kabhi Neem Neem Kabhi Shahad Shahad "Kadang pahit kadang manis laksana madu"

Kabhi Naram Naram Kabhi Sakht Sakht "Kadang lembut kadang kasar"

Kabhi Neem Neem Kabhi Shahad Shahad "Kadang pahit kadang manis laksana madu"

Kabhi Naram Naram Kabhi Sakht Sakht "Kadang lembut kadang kasar"

Mora Piya.. "Itulah kekasihku"

Nazron Ke Teer Mai Basa Hai Pyar Jab Bhi Chala Hai Wo Dil Ke Paar "Sorot matanya menghujam hatiku"

Lajja Se Mare Re Ye Jiya, piya "Matilah aku karena malu, cintaku"

Alih Bahasa: varisnova (Varis Nova Riskila) subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan Terhadap Anak dan Wanita!!!"

Bai Raagi Man Tera Hai Saheli Mere Seene Mein Hai Quaid Who Ab Jee "Hatimu mendekam dalam diriku"

Preet Ki Raakhon Laaj Aye Mere Rab "Wahai Tuhan, panjangkan umur suamiku"

Rushwa Huyi To Duniya Hasi To "Bila kehormatannya dipertaruhkan"

Lajja Se Mare Re Ye Jiya, piya "Matilah aku karena malu, cintaku"

Kabhi Neem Neem Kabhi Shahad Shahad "Kadang pahit kadang manis laksana madu"

Kabhi Naram Naram Kabhi Sakht Sakht "Kadang lembut kadang kasar"

Kabhi Neem Neem Kabhi Shahad Shahad "Kadang pahit kadang manis laksana madu"

Kabhi Naram Naram Kabhi Sakht Sakht "Kadang lembut kadang kasar"

Mora Piya.. "Itulah kekasihku"

Shondha Ki Ye Laali Mukh Chamkaye "Wajahnya merah merona"

Sondhi Sondhi Khushboo Man Behkaye "Keharumannya menyihirku"

Zulfon Ki Raina Phir Kyun Na Chaaye "Rambutku menari bahagia"

Chaand Sitaren Dhenge Saarey "Bulan bintang akan melihat kita"

Lajja Se Mare Re Ye Jiya, piya "Matilah aku karena malu, cintaku"

Ayo, ayo. Mau ikut kami?

Tanganku gatal.

Ayo, ayo.

- Semuanya siap? - Siap.

- Minuman dingin, air mineral, biskuit. - Catat di tagihan kami.

- Tak ada lagi hutang. - Kau siapa?

- Kakeknya! - Apa-apaan kau?

Halo, Pak? Disini ada kerusuhan.

Anak-anak kampus.

Cepatlah.

Katakan! Kenapa abaikan pendidikanmu dan malah berpolitik?

Gopal Dada marah padamu.

Belajar. Kerjakan ujian. Jadilah orang besar.

Kenapa berpolitik?

Tanganmu yang mana untuk menulis?

Katakan! Mana sini.

Saudara sudah datang.

Kenapa harus kami? Apa salah kami?

Lallan sedang berbicara. Dengar aku?

Pemberani seperti Tagore, Rajaram Mohan Roy, Subhash Chandra Bose..

..Dapat pencerahan di Bengal.

Dari seluruh India, orang datang ke Kolkatta.

Dari Sharad Chandra ke Satyajit Ray..

..Dari Saurav Ganguly ke Sushmita Sen..

..Membuat Bengal bangga.

Tapi Bengal terabaikan oleh daerah lain.

Hanya karena kita tak memerintah di Pusat..

Bengali itu unik.

Ini bagus sekali!

Jaya Bangla!

Jaya Sanjeet Babu!

Tepuk tangan!

Siapa Lallan itu?

Hei, Lallan, sini! Dia adikku!

- Dia yang mengatur semua ini. - Bawa dia bersamamu.

Kau tak suka aku atau partaiku? Katakan sejujurnya.

Ada apa? Dia berbuat salah? Apa yang kau lakukan?

Biar kujelaskan, apa yang dia lakukan di luar kampus.

Lihat? Dia membantah?

Dia memukul mahasiswa diluar kampus.

Juga para wanita.

- Benar, kan? - Ya!

Disuruh siapa kau memukul mereka? Kau gila?

Dia juga menemui Inspektur..

..Memakai namaku agar pemuda kampus ditangkap.

Pemuda dari V.I. Ps.

Kau gila, hah?

Ini salahku. Harusnya tak beri jaminan ke binatang ini.

- Sudah cukup? Boleh kuberbicara. - Diam.

- Pertemuanmu lancar, kan? - Diam.

Ada tidak mahasiswa yang sampai ketakutan?

Lihat tidak bendera hitam sialan itu.

- Sudah kubilang, kan? - Apa? - Agar hati-hati jika ada masalah.

- Tak terjadi sesuatu, kan? - Tak perlu memukul mereka, kan?

Aku memukul mereka yang tetap bungkam.

Jika tak dipukul, disini sudah rusuh..

..Dan kau hanya diam saja.

Siapa yang mau menjawab partai lawan saat pertemuan? Kau?

Tentu. Besok aku akan menjawab sepertimu saat pertemuan.

Ayo lihat apa kau berani bertanya.

Kau akan bertahan. Aku menyukainya. Jaga dia.

Apa Gopal menjagamu?

Suruh dia di perijinan L.P.G mu berikutnya.

Saat aku seumurnya, aku seperti dia.

Tak ada lagi bertindak kasar. Sekarang aku akan berbisnis.

Aku akan berpakaian bisnis.

Bisnis apa? Memukul orang?

- Kenapa tertawa? - Menertawakan masalah..

Sebentar!

Dia kalah.

Ada apa? Ular mengigit lidahmu?

Mana Gopal? Ada apa?

Ada apa?

Ya, kakak! Bukan. Ini Lallan yang berbicara.

Tak ada luka fisik, sedikit tertekan.

Entah otaknya bekerja atau tidak.

Dia akan libur dulu.

Sekarang dia tak bisa apa-apa. Akan ku jaga.

Siapa? Michael? Aku tahu. Baik.

Oke. Ku telpon nanti.

- Sudah memikirkan nama bayinya? - Saatnya bertanya.

Pikirkan nama yang baik. Mengerti?

- Bagaimana kalau Dumbo? - Kupatahkan gigimu.

- Putraku tak boleh sepertiku. - Tapi kau ingin putri.

Terserah. Itu tugasmu untuk mendidiknya.

Dia tak boleh jadi anjing jalanan sepertiku.

Dia akan terlahir jadi pangeran dan hidup seperti raja.

Jangan pernah memarahinya.

Jangan? meski dia nangis sepanjang malam..

- ..Membasahi kasur membuatmu terjaga. - Jangan!

Jika dia buang air besar ke dirimu?

- Mau kemana? - Delhi. Menemui Perdana Menteri.

Ayo?

Dumbo! Dumbo Ram!

Dumbo Singh, terdengar bagus.

- Apa ini? - Apa?

Darimana kau dapat ini?

Siapa yang memberikan ini?

Sini! Tak cocok di tanganmu.

Dewasa, mata besar, Sari, pistol, kau nampak menakutkan.

Kenapa ada ini di kaleng tepung?

Berhenti bermain. Itu bisa menembak.

Ini bisnis agen gas mu?

Kau takkan mengerti. Berikan!

Kenapa kau bawa ini kesini?

- Apa maumu jika sudah tahu? - Aku ingin tahu.

- Jangan bermain jadi ratu jahat (Phoolan). - Gopal yang memberikan ini, kan?

Sekarang dia ingin kau jadi pembunuh. Hanya inikah kerjaanmu.

Berikan, atau mau ku tampar?

Tak mau. Aku mau mati sebelum memberikannya padamu.

Takkan kubiarkan kau membunuh siapapun.

Bertengkar lagi. Ku kubur kau hidup-hidup.

Aku melakukannya sesuai kemauanku. Tak ada yang bisa menghentikanku.

Dengar.

Jangan sampai wanita mendekatimu.

Dia bersama seseorang.

Kau yakin dia orang nya?

Wanita tak berguna. Mereka lah kabar buruk..

..Terutama yang terpelajar.

Mereka bahagia atau tidak, tapi mereka beri kita kebahagiaan.

Dia berhenti.

Sedang apa dia?

Tetap ikuti dia.

Tidur dan bercinta dengan mereka tapi jangan tinggal bersama mereka.

Demi seteguk, kenapa ingin memiliki bar?

Dia berbelok.

Katakan. Aku harus hidup dengan Sashi atau meninggalkannya?

Hati-hati. Di belakang ada mobil polisi.

Tapi mereka setia.

Tak bisa hidup dengan mereka. Tak bisa hidup tanpa mereka.

Aku tak mengerti maksudmu.

Kau takut?

Ya, jika memikirkan itu. Makanya tak kupikirkan.

Mau menyalip atau membuntutinya?

Menyalib!

Belum kau jawab. Aku tetap bersamanya atau meninggalkannya?

- Sial! Dia makin jauh. - Baik. Pikirkan dulu lalu katakan.

Alih Bahasa: varisnova (Varis Nova Riskila) subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan Terhadap Anak dan Wanita!!!"

Lelaki kemeja putih di tengah yang makan Pizza.

Tutup semua pintu keluar.

- Aku takut. - Jangan gugup! Kau dibelakangku saja.

Harusnya aku ke pintu keluar.

Badal, kau keponakannya PrasanJeet?

Kau pikir bisa seenaknya ke asrama lalu memukuli mahasiswa?

Kata paman, mahasiswa tak butuh pemilu Panchayat.

Beritahu pamanmu, dia sudah bertahun-tahun..

..Memasukkan politiknya ke kampus.

Kini mahasiswa akan memasuki dunia politik..

..Kami juga akan mematahkan tangan dan kaki.

Kau memukul satu orang dari kami, kami akan memukul 5 orang mu.

Senang? Kau bisa buta.

Untungnya masih bisa lihat cermin.

Disuntik insulin dan Penisilin (antibiotik), aku akan baik-baik saja.

Biar dia makan. 2 hari dia belum makan.

Ambilkan kari. Kau yang membuatnya?

Sudah bertahun-tahun aku menunggu ayahmu.

Dia akan pulang entah dalam keadaan hidup, terluka atau mati.

Menurutku semuanya sudah berakhir.

Jangan berburuk sangka ke ayah, ibu. Dia bekerja untuk masyarakat.

Tapi dia tak melakukan apapun untuk keluarga.

Masakanmu ini juga dari dia.

Berapa malam kulalui tanpa tidur..

..Khawatir harus ke kantor polisi atau rumah sakit?

Sampai kapan kau akan terus menanyakan hal yang sama?

Tapi itu tak berguna bagimu.

Kau tak membiarkanku istirahat dengan tenang di usia tuaku.

Jangan memeras ku. Tak ada masalah denganmu.

Disuntik insulin, diet bebas gula..

..Kau akan panjang umur.

Harusnya kau bangga padanya. 5 orang lebih seperti dia..

..Kolkatta akan jadi sempurna.

Aku tak mau pahlawan. Aku mau anak normal seperti yang lain.

Melayani masyarakat, patriotisme, cukup berakhir di ayahmu saja.

Ini belum berakhir, ini baru dimulai.

Hei! Sedang apa kau disini?

Menyambut Profesor Fisika.

Bagaimana kabar ibumu? Teratur memberikan dia insulin?

Ya. Memberi dia suntikan campuran.

Dia harus menghindari cokelat.

Dia menasehati semua orang, tapi dia makan manisan dan minuman keras.

Aku menemukan rokok di bawah bantalnya.

Kenapa membahas itu disini?

- Bibi! - Kemari, nak!

Mike, kemari.

Ingat Radhika?

Dia kembali setelah menyelesaikan gelar M.A. nya.

Terakhir kita bertemu, kau berkawat gigi..

- Sekarang tak lagi. - Aku bisa melihatnya. Dah. - Dah.

Kenapa kau tak sopan padanya?

Tidak. Kau masih menjahit untuknya?

Setidaknya sebulan 2x.

Diam! Kau tahu berapa banyak penderitaan Leela?

Dimana aku menyalahkannya? Apa kupernah berdebat denganmu?

Bibimu penguasa rumah, membuatku tak berharga.

Nomor 1 kau, kedua televisi, ketiga anjing lalu aku..

Aku lupa jam tanganku. Aku segera kembali.

Cepatlah.

Merindukanku?

Aku sangat merindukanmu. Aku harus pergi. boleh, kan?

Sana.

Besok. Jam 4 sore.

Karena kekacauan politik, ujian ditunda.

Sial.

Aku tahu ini pasti terjadi.

Baik. Kita tak usah ujian Fisika.

Silahkan saja, kalian akan tinggal di desa.

Daripada belajar, kalian malah mau berpolitik?

Impian slalu dapat tempat utama. Kalian akan kehilangan itu.

Orang tua mendidik kalian. Dan kalian malah mau..

Belajarlah. Jadilah sesuatu. Dunia akan terurus dengan sendirinya.

- Kau pasti rajin belajar di kampus. - Slalu jadi unggulan.

Apa dunia sudah jadi lebih baik?

Aku berkata jujur.

Kami takkan berkata buruk. Kau ibunya Madhumita.

Bagaimana kabar dia?

Ujian kalian ditunda. Kalian pikir itu lucu.

Apa yang akan kalian lakukan?

Itu karena kau yang menundanya.

Di mobil masih ada orang.

Tak ada lagi.

Hanya dia. Bawa dia!

Apa-apaan ini?

Lari. Ada para sialan!

Kembali!

Kau tak lihat banyak orang di sini.

Kabur diam-diam dan mereka berdua?

Kami cari ke seluruh rumah. Tapi tak ada.

Mereka kemana?

Aku belum mengerti.

Mengapa V.O.U.S. diucapkan Voo?

Aku Profesor nya, bukan kau.

Ucapkanlah seperti pengucapanku.

Selamat sore, nyonya.

Permisi, semuanya.

Kupinjam profesor Perancis kalian.

Ada urusan penting.

Sampai jumpa lagi.

Permisi.

- Aku mau dibawa kemana? - Ayo!

- Kita mau kemana? - Parganas.

- Dimana itu? - Desa kecil.

Kau sudah belajar teori ekonomi dan politik.

Sekarang belajar prakteknya.

Inilah yang kusuka darimu..

..Kau menerobos ke kelasku, menyeretku..

..Bukannya mengajakku ke bioskop atau Victoria..

..Kau malah mengajakku ke desa.

Ulurkan tanganmu!

- Kau mengajar Perancis, kan? - Kenapa?

- Tunjukkan ciuman Perancis. - Diam!

Mereka ingin menakuti kalian.

Setiap pemilu, mereka menang dapat kursi lebih, tanpa berjuang.

Jika ingin selamat, kalian harus berjuang melawan mereka.

Ada kalian disini bersama kami. Kami tak khawatir.

Hari ini kami disini. Besok entahlah.

Setelah kami lulus, lalu kerja di Dubai atau London..

..Atau Amerika. Apa yang akan kalian lakukan?

Katakan apa yang harus dilakukan?

Kalianlah yang harus tinggal disini bukan aku.

Ini desa, tanah, sawah kalian.

Katakan, apa yang mau kalian lakukan? Pergi saja kemanapun mau kalian.

Kami akan melakukan sesuatu.

Sesuatu itu apa?

Kata dia kita harus mencalonkan orang baru.

..Ke tempat Boloida di pemilu anggota dewan.

Kenapa?

Ada banyak orang diantara kalian. Siapa yang berani ikut pemilu?

Bicara saja mudah.

- Kami tak bisa melakukannya. - Kenapa?

Kami sudah punya calon untuk pemilu.

Tapi semalam dia menghilang. Belum kembali.

Berapa yang akan hilang lagi?

Jika 2 hilang, lalu yang ke-3 hilang lalu ke-4 hilang.

Jika kalian bersama, apa yang bisa mereka lakukan?

Kalian harus menuntut hak air, listrik dan makanan kalian.

- Dengar? - Banyak omong.

Jika ada kemarahan, mereka akan memotong lidahnya.

Sudah kubaca telapak tangannya. Dia akan berumur panjang.

Siapa yang siap ikut pemilu?

Kau sudah menampar dan mendidikku.

Terimalah tantangan ini!

Sepertimu yang bangga tinggal di desa kebanggaan ini.

Kau pun bisa ikut pemilu.

Mana mungkin?

Hanya kau yang bisa melakukannya.

Katakan ya, kau bisa.

Kakakku akan ikut pemilu.

Kau mengerti apa perkataan dia?

Kalian tak butuh semua ini.

Diam! Kau lemah.

Kalian tak mendukung dia? Ayo bikin dia menang.

Apa formalitas ini?

Ini kampusku, mereka mahasiswaku.

Profesor Wienberg dari Amerika mengundang Michael..

..Untuk membuat penelitian disana.

Dia peraih Nobel.

Diundang oleh dia adalah kebanggaan.

- Siapa nama dia? - Michael.

Aku PrasanJeet Bhattacharya.

- Aku tahu. - Sudah tahu? Bagus sekali!

Kata pemimpin kampus jika kaulah orang pertama yang dapat..

- ..Beasiswa itu. - Tapi aku tak tahu.

Aku bangga padamu.

Katakan, apa keinginanmu?

Perlu kuberbicara dengan Ketua Menteri?

Akan kubantu. Jangan ragu meminta apapun padaku.

Anggap saja aku kakakmu.

Boleh kupanggil kau kakak?

Tentu. Kenapa?

Kakak, aku tak mau beasiswa Amerika.

- Kenapa? - Aku mau tinggal disini.

Apa maumu dengan tinggal disini?

Jadi, kau tak mau pergi?

Ini kesempatan terakhir.

Kau harus menerima beasiswanya. Berikan saja politik ke kami.

Kami yang berjuang, lalu mewujudkan. Kami bertahan dari jebakan.

Tapi kaulah kekuatan Barat itu.

- Bengali sangat berharga bagi kita. - Makanya aku ingin tinggal disini.

Tapi kenapa harus berpolitik?

Kau sudah bekerja keras..

..Ke setiap penjuru negeri.

Menurutmu aku tak boleh berbagi tanggung jawab itu?

Aku adikmu.

Tapi jika semua orang sepertimu..

..Tak ada yang membutuhkanku.

Orang baik di politik, sedikit.

Aku tahu.

Baiklah, jaga dirimu.

Kau disana, kan, kakak?

Ya, aku harus kemana lagi? Baik. Semoga beruntung.

Ayo pergi.

Prasenjit tak hanya seorang Menteri..

..Dia wartawan kampus kami. Apa yang kau lakukan padanya?

Ada apa? Dia berbicara dengan tersenyum.

Hanya kurang pelukan saja. Boleh kupergi?

Panggilkan Trilok.

- Dia di kamar No 42. - Tidak. Dia di kamar Wisnu.

- Bilang padanya, pamannya datang. - Baik.

Mau ikut pemilu, hah? Ayo katakan!

- Siapa yang melakukan ini? - Aku akan baik-baik saja.

Mereka orangnya Gopal.

Dhakka Laga Bhukka Khayega Re Mukka "Serang mereka, pukul mereka"

Ban Ja Re Ban Ja Re "Melangkahlah"

Dhakka Laga Bhukka Khayega Re Mukka "Serang mereka, pukul mereka"

Dhakka Laga Bhukka "Serang mereka" - Siapa itu?

Khayega Re Mukka "Pukul mereka" - Siapa kalian? - Biar ku urus.

Beraninya kalian nerobos masuk? Semuanya keluar!

Dengar, aku minta kalian keluar.

Kuminta kalian hentikan.

Kita bisa bermusyawarah.

Kita akan duduk dan berbicara.

Bisa duduk disini.

Kenapa kalian tak mengerti?

Aku punya istri dan anak 4 tahun.

Tak baik menerobos begini.

Apa salahku? Katakan.

Ini peringatan terakhir.

Ban Ja Re Ban Ja Mashal-E-Raah "Melangkahlah"

O Yuva Yuva.. O Yuva "Wahai pemuda"

Ban Ja Re Ban Ja Mashal-E-Raah "Melangkahlah"

O Yuva Yuva.. O Yuva "Wahai pemuda"

Dhakka Laga Bhukka Khayega Re Mukka "Serang mereka, pukul mereka"

Dhakka Laga Bhukka "Serang mereka"

Khayega Re Mukka "Pukul mereka" - Ada Inspektur?

Ingin mengajukan F.I.R.

Ingin mengajukan F.I.R. Mana pulpennya.

Rumah Gopal Singh diserang.

- Kau tahu siapa pelakunya? - Ya.

- Kami pelakunya. - Kalian?

Ya, tulis nama-namanya.

Kau tak menulis? Daftar namanya terlalu banyak?

Penjaranya terlalu kecil, kan? Tak masalah.

Tak masalah!

Hum Albely Bade Manchaley "Kita bahagia jadi orang beruntung"

Dhum Jo Lagi To Chale Hum Chale "Jika kita merasakannya, melangkahlah, berjalanlah"

Chahee Phir Kaee "Mungkin seseorang.."

Yuhi Kisi Duniya Ki Kaamo Mein "..Tak ikut-serta soal ini.."

Haath Milaye Na Sang Chale Na "Juga tak menyatakan.."

Ki Dum Mein Jo Dum Hai "Ini kekuatan kita"

Wo Apna Hi Dum Hai Kasam Se "Sumpah kita!" - Apa buktinya?

Aku tak mengerti.

Aku tak bisa mengerti.

Ingat bagaimana kau menyelesaikan ujian sains?

Benar, ini pemerasan.

Harusnya dokter tak boleh melakukan ini.

Tapi ini cuma bantuan kecil.

Aku mengenal para pemuda ini sejak kecil.

Mereka dari keluarga terpelajar.

Mereka dipenjara sejak 2 hari lalu.

Ya, oke, baik. Terima kasih. Ini, komisioner.

Dhanak Nayi Hai Rang Naye Hain "Hasrat baru dan warna yang indah"

Dagar Nayee Hai Rahi Naye Hain "Jalan baru, pengelana baru"

Aur Jo Hain Kal Ke "Dan orang yang ikut-serta.."

- Sudah bebas. - Boleh kami pergi? - Ya, sana pergi!

- Hei! Apa itu? - Hitungan Fisika. Memenuhi otak kami.

Kshama Karna Jo Lage Baat Buri "Maaf jika tak setuju dengan kita" - Terima kasih, pak.

Bole Guru Khaho Baat Khari "Guru tanamkan kejujuran di diri kita" - Boleh minta rokok?

Gaadi Aapni Dhekhe Jhandi Hari "Hasrat kita hanya mengenal warna muda"

- Biar kuambil sendiri. - Mau rokok? - Sana pergi. - Terima kasih.

Cuma kuambil satu..

Apa-apaan ini? Mana bisa ku keluar?

- Kau nampak seksi. - Bisa diam tidak, kurobek juga bajumu?

Tunggu, bibi!

Ini bukan seperti yang kau pikirkan.

Bagaimana kau tahu yang kupikirkan?

Apapun yang kau pikirkan, bukan seperti itu.

Apa yang kupikirkan? Itukah yang diajarkan paman..

..Dan bibimu?

Kenapa wanita slalu berpikir sudah disakiti wanita lain?

Apa kau percaya jika kubilang anakmu yang merobek bajuku dulu?

Bereskan dulu bajumu lalu pergi. Jangan kembali lagi.

Kau pikir aku akan kembali? Aku takkan kembali meski kau memohon di kakiku.

Aku kasihan pada menantumu nanti.

Pergi! Dia membantah ku di rumahku sendiri.

- Kalian mengetahui ini? - Tidak! - Tidak, ibu!

Bohong!

Kanta Devi menang.

Ini pertama kali wanita menang di desa kami.

Aku menang berkat dirimu.

Jika tidak, pemilu takkan bisa adil.

Ulurkan tanganmu!

Ada ribut apa di rumahmu?

Kau memarahi pamanmu atau dia..?

- Kami bertengkar. - Kenapa?

Dia ingin aku menikahi orang bodoh yang tak ku inginkan.

Dan bodohnya aku tak ingin menikahi siapapun.

Kemasi tasmu, tinggal denganku.

Aku tidur dimana?

Di kamar Tara dan Joe atau di kamar bibi Leela?

Di kamarku.

- Sebelum nikah? - Kenapa?

- Itu dosa. - Dosa apa?

Jika hidup bersama itu dosa, jatuh cinta juga dosa.

- Cinta itu takdir. - Cinta bukan apa-apa. - Apa?

Kita lahir, maksudnya, kau, aku, baju merah..

..Gaun kuning, semuanya akan jadi orangtua.

Menjalin cinta, jelajahi pantai..

..Tertawa menangis sampai berakhir...

..Di taman atau ranjang hotel.

Cinta hanyalah hormon.

Zat kimia alami dalam tubuh.

Hanya itu!

- Mengerti? - Tidak.

Singkat kata, aku mencintaimu.

Hiduplah bersamaku jika kau mau sejalan denganku.

Akan kupikirkan.

Badal Wo Aaye, Aaey, Garmi Badhai, Haye "Awan muncul ciptakan panas"

Pani Bhi Lae, Laye, Uski Marzi "Dengan hasratnya mengguyurkan hujan"

Rasta Jo Aaye, Aaey, Wahi Phir Jae, Jaye "Begitupun jalan muncul"

Kahin Mud Jae, Jaye, Uski Marzi "Dengan hasratnya mengubah arah"

Suno Suno Ye Fasana "Dengarkan cerita ini"

Socho Zara Mere Yaara "Pikirkanlah, kawan"

Badal Wo Aaye, Aaey, Garmi Badhai, Haye "Awan muncul ciptakan panas"

Pani Bhi Lae, Laye, Uski Marzi "Dengan hasratnya mengguyurkan hujan"

Rasta Jo Aaye, Aaey, Wahi Phir Jae, Jaye "Begitupun jalan muncul"

Kahin Mud Jae, Jaye, Uski Marzi "Dengan hasratnya mengubah arah"

Suno Suno Ye Fasana "Dengarkan cerita ini" - Aku butuh tumpangan.

Socho Zara Mere Yaara "Pikirkanlah, kawan" - Cepat ikuti taksi itu.

Suno Suno Ye Fasana "Dengarkan cerita ini"

Socho Zara Mere Yaara "Pikirkanlah, kawan"

Pathar Pooje Bhi Jaayen "Bebatuan menghadang jalan"

In Rahon Pe Bhi Wo Mil Jaayen "Kau akan menemukannya di jalan ini"

Ye Dhaga Hai Nazuk Nazuk "Ini bukan hubungan"

Bandhan Phir Bhi To Bhandha Jayen "Yang tak bisa terikat"

Khayalon Se Duniya Chale Isharey Samajh Le Ya Zara "Dunia laksana mimpi, pikirkanlah petunjuk ini"

Aa Maney Wo Dil Ki Hain Ja, Kare Phir Koi Tera Mera Yahan Kya "Inilah suara hati yang hanya bisa didengar"

Suno Suno Ye Fasana "Dengarkan cerita ini"

Socho Zara Mere Yaara "Pikirkanlah, kawan"

Suno Suno Ye Fasana "Dengarkan cerita ini"

Socho Zara Mere Yaara "Pikirkanlah, kawan"

- Hari ini hari ke-113 kita. - Hari apa?

Sejak kita bertemu pertama kali di Sky Lounge.

Kau lupa?

- Mana bisa kulupa, selain hari libur? - Bohong, kau lupa.

- Mungkin. - Apa kau?

- Mungkin! - Apa maksudmu 'mungkin'?

Mungkin saja. Jadi beri aku ciuman yang tak bisa dilupakan.

Sialan!

- Sinyalnya lemah. - Sudah 2 menit yang lalu.

- Sial. - Jika kau sudah selesai mengepak, Kita sampai di kota Howrah.

- Janji? - Tentu. Mana bisa kulupa?

- Kau akan menikahinya? - Kau gila apa?

Asmara kampus dan kuliah sama-sama berakhir. Tambah sedikit di kereta.

Gadis-gadis Kolkatta sedang menungguku. Sampai jumpa.

- Sini. Apa kabar? - Baik.

Apa? Arjun? Panggil aku kakak.

Apa kabarmu?

- Kau lulus, kan? - Tentu. Unggulan.

- Kau tak melupakan aku, kan? - Tidak.

Katakan..! Aku mencintaimu.

- Kau akan meneleponku? - Ya.

Teman sekelas. Dia menanyakan elektronik.

- Bukannya kau dari kelas Mesin? - Biar aku saja yang bawa.

- Apa keinginanmu sekarang? - Jadi IAS Officer sepertimu.

- Kau punya kekasih? - Tidak.

- Sudah punya formulir UPSC? - Ya. - IAS bukan lelucon.

Kerja sebagai IAS, pasti terdorong melayani negara.

Fana "Selesai"

Hone Do Dil Ko, Fana "Biarkan hati menyelesaikan"

Hone Do Dard Ko, Tabah "Biarkan luka menghancurkan"

Udne Do Har Ek Wo Tamanna "Biarkan hasrat membumbung"

Hone Do Dil Ko, Fana "Biarkan hati menyelesaikan"

Aao Na Aao Na Aao Na Hona Hai Fana "Ayo, selesaikan ini"

Alih Bahasa: varisnova (Varis Nova Riskila) subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan Terhadap Anak dan Wanita!!!"

Ulfat Ka Hai Dariya "Inilah sungai asmara"

Ye Jaa Ek Qatra "Tarik penurunan"

Dariya Mein Hai Qatra "Itukah penurunan di sungai.."

Ya Katra Mein Hai Dariya "..Atau sungai di penurunan?"

Saaya Hai Badan Ka Ya Tan Me Chhupa Saaya "Itukah bayangan tubuh atau rahasia tubuh?"

Dono Mil Gaye To Kya Tan Kya Kya Saaya "Jika keduanya, tubuh dan bayangan itu apa?"

Hone Do Dil Ko, Fana "Biarkan hati menyelesaikan"

Hone Do Dard Ko, Tabah "Biarkan luka menghancurkan"

Udne Do Har Ek Wo Tamanna "Biarkan hasrat membumbung"

Hone Do Dil Ko, Fana "Biarkan hati menyelesaikan"

Aao Na Aao Na Aao Na Hona Hai Fana "Ayo, selesaikan ini"

Tunggu!

- Aku Arjun! - Jadi? Oh, aku Meera.

Kenapa kuharus menari denganmu?

Karena kau menari seperti Jennifer Lopez.

Bohong!

- Karena kau yang paling cantik disini. - Itu bohong yang lebih baik.

Karena aku bahagia. Besok hari yang kutunggu.

- Aku juga. - Sungguh! Kau mau kemana?

Wawancara untuk dapat Visa Amerika.

6-8 minggu lagi aku akan ke Amerika.

Tunanganku datang menemuiku.

Sebenarnya aku mau mengecek tunanganku.

- Dah. - Mau kemana? Jangan pergi. - Temanku mau pergi.

- Biarkan mereka pergi. - Aku harus pergi.

Jangan pergi menghancurkan hatiku.

- Kalau aku menangis, maukah tetap disini? - Mana tanganmu.

Ini nomor hp ku. Ceritakan tentang Visa-mu..

..Lalu akan kuceritakan tentang tunanganku. Oke? Dah.

- Aku mencarimu. - Ada apa?

- Kau punya formulir ini? - Mana?

Tanpa ini, surat permohonan kita takkan diterima.

- Sejak kapan kau disini? - Jam 4 pagi.

Apa aku nampak pikun?

Entah. Aku tak mengenalmu.

Kau tak bisa memotong antrian.

Tak masalah. Jika kau mau, antri di depanku.

Mengantri sejak jam 4 pagi?

- 2 bulan lagi, aku datang. - Kau perlu Visa. - Benar.

Mana ponselku? Ya, halo.

- Halo, Mira. - Mira siapa?

Aku Arjun. Kita pernah menari bersama.

- Bagaimana tunanganmu dari Kanpur? - Tunangan Kanpur?

Pernikahanku bulan Agustus. Mereka menerimaku.

Apa?

Dalam keluarga kami, jika gadis diterima, akan diberi banyak uang.

- Bagus! - Bagus apanya? - Jangan menguping. Pergi sana.

- Bagaimana Visa-mu? - Seminggu lagi aku dapat visa. - Bagus.

- Jadi? - Jadi?

Mau minum kopi denganku?

Aku sudah tunangan.

Hanya kopi. Apa itu masalah?

Baik! Tapi aku harus pulang sebelum jam 7.30 malam.

- Jam 4.30, hari minum kopi? - Ya. Sampai jumpa. - Baik.

Kenapa mau? Kau bertemu dengannya hanya sekali?

- Itu masalahmu sekarang? - Kau gila?

Mungkin.

Aku mau bayar sendiri.

Tak masalah! Bayarkan punyaku juga.

Memalukan. Kau tak malu?

Saat lahir, aku ditempatkan diantara bayi perempuan kembar.

- Cappuccino, dua. - Ya.

Itulah awal kisah cintaku.

Sejak itu, aku tak pernah mengatakan 'tidak' ke gadis manapun.

Jadi, jika kau mau bayar, kubiarkan.

- Berapa gadis yang sudah terpikat padamu? - 42 setengah.

Dulu 42 dan setengahnya adalah dirimu.

Kau belum menceritakan soal tunanganmu.

Namanya Ajay Agarwal.

Ajay seorang M.S di teknik percetakan.

Rumahnya besar berkandang ternak. Kami disuruh mengobrol.

Kami disuruh mengobrol hanya berdua.

- Di Kanpur? - Seksi, kan?

Semua wanita tua menguping kami.

Bagaimana bilang 'ya' padanya?

- Dan kau menerimanya. - Dia tampan, kaya.

- Kau mau melakukan apa di Kanpur? - Kau mau melakukan apa di Amerika?

Menggoda para gadis, dapat uang, bersenang-senang.

- Aku juga. - Para gadis? Sungguh?

Tunanganku membuat barang dari kulit.

Aku akan membuat dompet dan jaket.

Kau tahu berapa banyak sepatu dan dompet Imalda Marcos?

Semuanya terencana.

- Di keluarga baru mu. - Ya.

Mulutnya..

- Sudah menciumnya? - Tidak.

Dia penipu. Cerdas.

Kenapa dia mau berbicara denganmu?

Dia manis. Matanya slalu menatapku. Pemuda lucu.

Dia sudah menyentuhmu?

Tak banyak.

- Dia bersandar di bahuku. - Omong kosong.

- Dia memegang tanganku. - Lepaskan!

Bagus, tapi jangan jatuh cinta dengannya atau siapapun.

- Ada pesan untukmu. - Jangan dibaca, berikan.

- Arjun kemana? - Entahlah.

- Tunggu. - Mau pergi makan?

- Lari! - Tunggu. Kupukul kau!

- Kau! - Awas kau!

- Minggir. - Takut ku menidurimu?

Tidak, karena..

- ..Kau akan jatuh cinta padaku. - Jika iya, lalu?

Kau akan jadi Devdas dari Kanpur.

Dari teras kau akan menatap langit berbicara ke pesawat.

Bisa serius.

Serius? Serius apa?

Hai Khuda Hafiz "Hei! Selamat tinggal!"

Shukriya Meharbani "Terima kasih banyak!"

Pal Do Pal Kya Mile "Pertemuan beberapa kali"

Mil Gayi Pareshaani "Dikalikan masalah kita"

Anjana Anjaani "Kitalah orang asing!"

Begaana Begaana Begaani "Kita tak saling kenal"

Anjana Anjaani "Kitalah orang asing!"

Alih Bahasa: varisnova (Varis Nova Riskila) subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan Terhadap Anak dan Wanita!!!"

Ghoomte Phirte Milte Hai Milte Hai "Terjadi pertemuan ketika perjalanan"

Milke Saath Wo Chalte Hai Chalte Hai "Mereka bertemu, berjalan bergandengan tangan"

Dostana Naya Naya Naya "Mungkin persahabatan baru"

Rahein Wahi Puraani "Dengan jalan yang lama"

Anjana Anjaani "Kitalah orang asing!"

Hai Khuda Hafiz "Hei! Selamat tinggal!"

Shukriya Meharbani "Terima kasih banyak!"

Pal Do Pal Kya Mile "Pertemuan beberapa kali"

Mil Gayi Pareshaani "Dikalikan masalah kita"

Anjana Anjaani "Kitalah orang asing!"

Begaana Begaana Begaani "Kita tak saling kenal"

Anjana Anjaani "Kitalah orang asing!"

Hai Khuda Hafiz "Hei! Selamat tinggal!"

Begaana Begaana Begaani "Kita tak saling kenal"

- Lepaskan tanganmu. - Maaf.

- Jangan minta maaf! Lepaskan! - Maaf.

- Lepaskan! - Aku ingin. Tapi tanganku tak dengar.

Ini akan bermasalah.

Kenapa?

Jika kau mendekat, Tuhan pun tak bisa menghentikan kita.

- Terima kasih. - Terima kasih.

- Dah. - Dah.

Jangan pergi!

Sudah jam 5 pagi, tukang susu akan datang.

- Tunggu sebentar! - Di Amerika sekarang senja.

Kau tak takut sekarang.

Kau pergi beli susu?

Tidak, ayah, aku pergi belajar di rumah Sanjay.

Dia juga ada ujian IAS, kan?

Ada surat dari USIS.

Ya, ada apa?

Ada yang meninggal?

Gadis itu menelepon?

Gadis yang mana?

Tidak, ayah. Itu, apa katamu?

Aku tak mengerti. Katakan dengan jelas.

Kata dia ada surat dari USIS.

Aku kan sudah bilang! Kau tak mengerti!

Kau sudah dapat visa. Sudah di stempel.

Kenapa berbohong?

Kau ingin mengerjakan IAS, kan?

Katakan?

Ayah, jika kukatakan yang sebenarnya..

..Kau tiap hari akan memarahiku selama 3 tahun dan..

..Darah tinggi mu akan naik.

Jika begini saja, kau cuma sedikit kecewa...

- ..Atas yang akan terjadi besok. - Ya, aku sungguh kecewa.

Marahlah. Mana bisa ku memberitahumu? Bagaimana ku mengatakannya?

Aku masih lugu, egois, ayah.

Aku tak sepertimu. Yang kulakukan sesuai kemauanku.

Kau takkan mengerti. Jika ibu masih ada mungkin..

Jangan bikin sandiwara. Jangan bawa ibu..

..Ke dalam masalah. Jika ibu masih ada..

..Pasti akan mengusirmu.

Tapi kau bukan ibu, kan?

Kampus mana yang kau mau?

Itu bagus. Belajar disini dan dapatkan gaji untuk mereka.

Maaf, ayah.

Ya, hanya itu yang bisa dilakukan.

Kau mabuk?

Tidak, hanya bir.

Sana, ke kamarmu!

Sana, sikat gigi!

Aku seperti pengantin, kan?

Inilah gunanya kemarin ke tempat bibiku.

Boleh kusentuh?

- Harusnya sekarang kita tak bertemu. - Kenapa?

Visa mu sudah ada, kau harus pergi.

Aku akan menikah, Aku akan ke Kanpur. Hidup bahagia.

Ya, meski menelepon..

..Atau SMS, takkan bisa, kan?

Kita punya kehidupan masing-masing.

Tak butuh sesuatu yang rumit yang tak perlu.

Ya, benar.

- Jadi.. - Jadi?

Maksudnya kita tak bertemu lagi mulai hari ini?

Mungkin setelah ini kita takkan pernah bertemu lagi.

Sekarang? Mulai hari ini?

Ya, mulai sekarang.

Kau yang bilang begitu. Tak ada lagi sandiwara.

Hanya iseng saja..

Ya, tapi bukan berarti..

..Kita harus berhenti bertemu.

Sekarang mau mengantarku ke asrama..

..Atau tetap membiarkanku di sini?

- Jangan pergi! - Haltenya sudah sampai. - Aku tahu, jangan pergi.

Aku harus pergi.

Tolong, jangan pergi..

Meera, jangan pergi.

Hei, aku harus jalan kaki karenamu. Kau juga!

Ayo duduk!

Tak mau. Aku turun di halte berikutnya.

- Duduklah. - Kita sudah membahasnya, kan?

Lihat, bus ini akan kembali, kau juga harus berhenti.

- Jadi kau mau kembali ke terminal? - Ya. Ini hari terakhir. Ayo.

- Tiketnya? - Kita beli lagi.

- Kau gila. - Memang.

- Duduk. - Untung kau akan ke Amerika.

Kau juga akan ke Kanpur.

- Kenapa kita duduk disini? - Kita akan berbicara. - Baik. Bicaralah.

Anjana Anjaani "Kita orang asing"

"Melakukan perjalanan bersama"

"Tak sengaja bertemu"

Begaana Begaani "Kita tak saling kenal"

Anjana Anjaani "Kita orang asing"

"Melakukan perjalanan bersama"

"Tak sengaja bertemu"

Begaana Begaani "Kita tak saling kenal"

Meera, aku.. Aku mencintaimu.

Aku yang ke berapa?

42 atau 42 setengah?

Kau yang pertama. Sumpah.

Aku berkata jujur.

Kau berkata jujur yang mana?

- Yang tadi ku katakan.. - Apa yang kau katakan?

- Baik, jika kau malu. - Aku mencintaimu. Meera, tunggu!

Dengarkan aku.

Hei, tunggu! Berhenti! Hei, boleh numpang ikuti taksi itu!

Cepat, dia akan pergi!

Cepat ikuti taksi itu.

- Kisah cinta? - Ya.

Hei, dia mau ke jembatan?

Kau mau ke tempat lain?

- Karenamu aku harus berbelok. - Terima kasih.

Tolong lebih cepat, harusnya ini bukan..

..Akhir kisah cintaku, Boss.

Tenang, ku antar kau ke sana.

Hei, tunggu! Hei, ku bilang tunggu? Terima kasih.

Aku ingin menikahimu, mengajakmu ke Amerika.

Bagaimana dengan tunanganku?

Aku ingin mengajakmu melihat air terjun Niagara.

Kita akan punya 2 anak perempuan, mirip dirimu.

Kita cukur rambut mereka di Kuil Balaji, oke?

Tolong katakan 'ya'.

Tak adil disisi lain..

Bagaimana dengan para gadis?

Telapak tangan mana yang ingin ditulis lagi?

Sejak kita bertemu..

..Bagiku Calcutta nampak bersih dan rapi.

Saat kau tersenyum, aku merasa..

..Laksana seseorang menyalakan api di hatiku.

- Kaulah orang itu. - Siapa?

Kau milikku!

Kau tak malu?

Tidak! Sumpah, aku ingin menikahimu.

Aku ingin hidup bersamamu. Jika nanti suaraku mulai gagap.

Rambutku rontok.

Gigiku ompong.

Anak-anak akan mengusir kita dari rumah.

Tapi aku akan tetap mencintaimu.

Sudah berapa hari kau mengenalku?

Kita baru 4x bertemu..

- ..Tapi kau sudah membahas anak-anak. - Aku mencintaimu.

- Jadi aku harus bagaimana? - Lakukan seperti biasanya. Cintai aku.

Tidak, jangan buru-buru. Pikirkan dulu apa keinginanmu.

Lalu jawab saja setelah 3 menit.

Cukup!

Apa? Kau butuh lebih banyak waktu?

Oke, 3 setengah menit. Oke?

Menurutku orang yang mencintaiku..

..Yang ingin menikahiku..

..Akan mengatakannya di depan dunia tanpa rasa takut.

'Meera, aku mencintaimu. Aku ingin menikahimu.'

Seberapa keras kuharus mengatakannya?

Sampai seluruh dunia mendengarmu.

Darimana? Katakan?

- Dari situ. - Dari situ? Dari atas situ?

Cepatlah, aku harus pergi.

Kau sudah banyak menonton film Hindi.

Karena orang sepertimu, film Hindi jadi buruk.

Aku akan naik. Jangan lari.

Aku memanjat. Kau jangan lari.

Meera, aku mencintaimu.

- Bagaimana dengan tunanganku? - Meera, aku mencintaimu.

- Undangan pernikahan akan dicetak! - Biarkan!

Aku mencintaimu. Menikahlah denganku. Meera, aku mencintaimu.

- Lakukan sesuatu! - Hei, bagaimana ini?

- Apa dia masih hidup? - Hei, teleponkan! Rumah sakit! Ambulan!

Hati-hati!

Hei!

- Hei, apa yang kau lakukan? - Arjun, hati-hati.

- Halo! Dengar aku! - Dia masih hidup, cepat jalannya!

Jangan biarkan aku pingsan.

Apa yang harus kukatakan padanya?

- Lukanya dimana? - Luka..

..Di perut, sedikit ke atas, di tulang rusuk.

Aku bisa melihat tulangmu.

- Kain! - Kain, cepat! Sini! Apa yang kau lakukan?

- Ini! - Sini.

Tekan..

Tekan yang keras!

Berapa lama lagi sampai?

- Punya ponsel? - Ya.

Ketikkan nomornya.

Leela.. Michael Mukherjee.

Aku mengenalmu. Kau pemimpin mahasiswa.

Darahku AB+.

Aku tak punya alergi.

Panggilkan dokter!

Kenapa? Dia tertembak?

- Dia Gangster? - Bukan, dia pemimpin mahasiswa.

- Siapa namanya? - Michael Mukherjee.

Siapa yang menembaknya?

Entahlah, pak. Terdengar suara keras lalu..

..Kami melihat seseorang terjatuh ke air.

Tak ada yang berani nolong, jadi kami bawa kesini.

- Cepat periksa dia, pak. - Perawat!

- Dia takkan mati, kan? - Kami sedang berusaha.

Tolong lakukan sesuatu!

Dia masih hidup. Suster, periksa Tekanan Darahnya.

Setelah mendaftarkannya, baru kami bisa menanganinya.

Dia bisa mati. Cepatlah!

Tanpa mendaftar, kami tak bisa menangani..

..Kami tak bisa mengoperasinya. Bawa dia ke S.I.

Ayo, pak!

Ambilkan mesin x-ray di ruang C!

Siapkan makanannya!

Akan ku siapkan.

Dia ke sini lagi!

Jangan teriak, dia sedang hamil.

Sudah kubilang, akan kuberitahu keberadaan Lallan jika sudah tahu.

Jangan tiap hari ke sini menangis.

Mana Lallan?

Jangan bersandiwara!

Kau suruh dia untuk memukul orang.

Semua orang mencarinya sejak seminggu yang lalu.

Kau menyuruhnya membunuh orang, kan?

Aku?

- Siapa lagi? - Kau gila?

Kenapa tak kau tinggalkan saja dia?

Lakukan apa maumu.

Kenapa mengajak Lallan?

Siapa yang mau menghentikanmu? Membusuk saja sana dalam kemiskinanmu.

Slalu menyuruh kami. Lallan Lallan.

Berhenti mengoceh! Dia tak mau mendengar siapapun.

Jangan bohong! Kami saling mengenal.

- Saling mengerti. - Diam! Berhenti berteriak!

Beri dia ratusan rupee.

Berhematlah untuk beberapa hari.

- Akan kuberi lagi saat kau butuh. - Aku tak mau uang. Aku mau Lallan.

Dia disini. Ayo bawa dia!

Apa yang kau katakan?

Jelaskan padanya. Bicaranya omong kosong!

Mana bisa ku tebak dia sedang apa?

Entah berapa banyak selingkuhannya?

Aku mau kesini tiap hari sampai dia pulang.

- Akan kutanyakan ribuan kali. - Silahkan, akan kuhancurkan kepalamu!

Tenang..

Buat dia mengerti. Bicaranya omong kosong!

Dia orang yang menyelamatkan Michael?

- Ya.. - Terima kasih, kawan.

Bagaimana keadaan Michael?

Kau sudah berkorban untuk Michael. Apa dia terluka parah?

Hei, mereka tak membiarkan siapapun pergi, kawan.

Mereka ini datang demi Michael? Mereka dari kampus?

Mahasiswa semua kampus ke sini.

Michael nampaknya pahlawan besar.

2 peluru sudah dicabut. Peluru ke-3 hanya menyerempet.

Kakakmu hebat.

Bagaimana kabar Leela?

Dia tak enak badan.

Kau memberitahu dia soal Michael?

Sebentar.

Permisi.

Aku tahu kau, sialan.

Kau yang menembak Michael.

Kenapa ini?

Kunci pintunya! Taruh kuncinya..

..Di bawah keset atau berikan ke Bibi.

Ada apa?

Bertengkar dengan paman dan bibiku. Mereka mengusirku.

Ya, Tuhan!

Apa perlu kuberbicara dengan mereka?

Tak usah, bibi. Sudah kuputuskan. Aku tak mau kembali..

..Ke rumah itu lagi.

- Kau mau tinggal dimana? - Disini. Dimana lagi?

- Tanyakan apa maunya. - Kau saja. Kenapa harus aku?

Sampai kapan kau mau disini?

Sudah kubilang, bibi. Mulai sekarang aku tinggal disini.

Apa yang kau bicarakan?

Kenapa bertengkar dengan paman dan bibimu?

Jangan bahas itu! Mereka sedang marah.

Paman berteriak seperti atap jatuh di kepalanya.

Jika aku memberitahumu, atap juga akan jatuh di sini.

Jangan khawatir! Ini masalahku dan Mike.

Aku dan Mike akan mengatasinya.

Tak usah buru-buru! Biar Michael sembuh dan pulang dulu.

Akan kami pikirkan nanti.

- Hai, Meera. - Arvin? - Ya.

Masuklah! Pahlawanmu tumbang. Dia di kasur. Kau mau ke Kanpur, kan?

Ya, keretanya jam 7. Dia memberitahu semuanya?

Aku penasehat-nya. Dia sudah memberitahuku.

- Kenapa bisa begini? - Aku nampak tampan, kan?

Tapi kenapa bisa begini?

Aku bertemu gadis lain, dan bilang, 'aku juga mencintaimu'.

Dia tak begitu tertarik..

Ada yang mau kukatakan.

Kau hamil?

Hari ini aku akan ke Kanpur. Pernikahan 4 minggu lagi.

Jangan kirimi aku undangan.

Mengapa gempa bumi tak bisa menelan ku?

Jangan pergi! Ikutlah bersamaku!

Aku harus pergi.

Tolong jangan pergi!

Semua orang sedang menunggu di mobil.

- Bisa kita bertemu lagi? - Tak bisa.

Meera, aku..

Aku tahu.

Siapa itu? Lallan?

Darimana saja kau?

Emang kau pernah bilang kemana kau pergi?

Bertengkarnya nanti saja, istirahat dulu.

Pertanyaanku sederhana. Jawablah.

Akan kuambilkan makanan, oke?

Apa ini?

Katakan kenapa kalian ke rumah sakit?

Apa pedulimu?

Harusnya kau muncul.

Saat dia akan melompat ke sungai hendak menyerah.

Pergi meninggalkan wanita hamil sendirian.

Entah kau masih hidup atau sudah mati?

Tiap hari dia ke Gopal Singh dan dimarahi.

..Apa lagi yang bisa dia lakukan? Dia aborsi. - Diam!

Aku segera kembali.

- Apa katamu? - Shoha, pergi.

Benarkah itu?

Biarkan Shoba pergi.

- Kau yang mengantarnya, kan? - Ya, apa maumu?

Mau menamparmu.

Lallan, biarkan dia pergi.

Aku tak takut padamu.

Ayahmu yang akan takut padaku.

Wanita sialan menyuruh orang aborsi.

Jagalah dia! Terima kasih pada bintangmu, dia tak jadi terjun ke sungai.

Jika kau kesini lagi, kubunuh kau!

Mengertilah penderitaannya, dasar binatang!

Dengan memukulku bayimu tak bisa kembali.

Kenapa membunuh bayiku?

Sekarang kau tahu sakitnya membunuh orang?

Sebagai gantinya kau bisa membunuhku. Kenapa harus anakku?

Kau bisa menusukku!

- Apa kesalahan bayinya? - Kesalahannya dia milikmu.

Aku tak membunuh siapapun. Orang itu masih hidup.

- Katakan lagi! - Orang itu masih hidup.

- Sungguh? - Ya. Dia masih hidup.

Lalu kenapa kau punya pistol?

Aku menembaknya, tapi dia masih hidup.

Ingat aku Arjun. Kau memberiku tumpangan..

..Membawaku ke gadis itu.. Arjun.. Michael.

Dia menembakmu 3x, tapi kau baik-baik saja.

Kata dokter tekanan darahmu sudah stabil.

Tubuhmu juga baik-baik saja.

Kau akan baik-baik saja, kawan. Akan ku...

..Akan ku panggil semua orang, oke.

Mana gadis itu?

Kau ingat? Meera. Dia di Kanpur.

Aku terlambat.

Biarkan matamu terbuka. Aku segera kembali.

Tuhan sudah tunjukkan kita jalan. Kita bisa mengubahnya.

Kita akan pergi ke tempat lain, ke desa kita.

Hidup kita akan sempurna. Kita akan mulai dari hotel.

Kita akan mendidik anak kita.

Dengarkan aku! Ayo pergi!

Bisakah aku jadi orang baik?

Ya. Dimulai dari sekarang. Ayo.

Cukup katakan 'ya'.

Katakan 'ya' sekali saja, Lallan.

Kenapa ini, Bhai? Kau terluka parah.

Jangan khawatir, sudah kubilang ke Inspektur Ganesh.

Kubilang padanya agar tiap hari seret kriminal ke pengadilan..

..Dan masukkan ke jeruji.

- Terima kasih. - Kenapa berterima kasih padaku? Ini memang tugasku.

Jangan ragu ajukan pengaduan.

Anggap saja aku kakak..

Aku tahu. Tapi aku tak butuh bantuan siapapun.

Kenapa?

Mahasiswa kami memutuskan untuk berpolitik.

Kami akan berjuang di pemilu mendatang melawanmu.

Kau baru selamat dari bencana besar..

- ..Jika kejadian lagi.. - Kan ada kau, kakak?

Ya. Ada aku.

Aku pun mengenali orang yang menembakku.

Setelah dia ditangkap, kita akan tahu..

..Siapa yang punya masalah dengan adikmu ini.

Kau sudah selamat dari luka parah saja..

- ..Aku sudah bahagia. - Terima kasih.

- Kau sudah pulang? - Sedang apa kau disini?

Kenapa? Ini kamarku, kamarmu, kamar kita.

- Kata siapa? - Katamu. - Apa yang kukatakan?

Aku lupa yang kukatakan.

Katamu jika ada masalah..

..Aku boleh datang dan tinggal bersamamu. Lupa ya?

Atau kau sudah mengubah perkataanmu?

Atau kau dapat suster cantik di rumah sakit?

- Kau sungguh mau tinggal disini? - Lihat, aku sudah disini.

Tapi, bagaimana kau meyakinkan Guru Leela?

Semua orang hanya diam saja.

Kau bilang apa ke mereka?

Bahwa 'aku mungkin hamil'.

- Benarkah? - Bisa dibikin jadi benar.

- Apa kepalaku agak bermasalah? - Ya!

Ini aneh, Mike. Orang yang menembakmu..

..10 hari yang lalu itu, tadi dia datang ke rumahmu..

..Dan mengancammu.

Apa kau bilang padanya jika kau ikut pemilu?

Maksudnya apa?

Saat kau di rumah sakit..

..Kami bahkan tak tahu kau akan selamat atau tidak.

Sudah kita pikirkan, tak perlu berpolitik.

Kenapa tak mau?

Politik itu kotor. Kita tak bisa berpolitik.

Kita hanya pelajar. Kenapa kita harus berjuang..

..Melawan mereka dan mempertaruhkan nyawa?

Benar. Harusnya kita terjang rasa takut.

Ayo, bikin perangkat lunak, gabung MNC (perusahaan multinasional), jual soda dan sabun.

Dapatkan uang untuk Amerika. Negara kita akan jadi buruk.

Aku tak mau berpolitik di situasi begini.

Tapi haruskah kita hanya sebagai politikus saja?

Tak adakah pilihan lain?

Jika bisa membersihkannya meski tersisa satu kaki saja..

..Yang menginjak tanah 'PrasanJits' maka kita memang harus berpolitik.

Kita belum siap.

Kami tahu kau akan bilang begitu. Jadi..

..Kami putuskan takkan ikut pemilu.

Vishnu, mau ikut bersamaku?

Menurut kalian aku sudah berbuat salah?

- Tak salah, hanya saja.. - Hanya apa?

Kenapa kita tak bisa ikut pemilu?

Aku akan ikut, ada yang mau ikut bersamaku?

Aku ikut.

Hei, ini bukan lelucon. Besok kau akan ke Amerika.

Jangan bilang ikut.

Aku tak bercanda, aku akan ikut. Kuulangi perkataanku, aku akan ikut.

Kau tahu apa soal politik?

Tak tahu, tapi aku bisa belajar.

Aku ikut bersamamu, Michael.

Aku tahu Lallan adikmu. Dia keluarga kita.

Tapi jika dia tertangkap, kita pun akan mampus.

Pertama lindungi diri sendiri, baru lindungi adik, saudara.

Sudah ada luka di tangan. Karena..

..Kena gangrene (jaringan tubuh mati), potong saja tangan..

..Atau tangan akan berbalik menghancurkanmu.

Paham maksudku, kan?

Ya. Sana lakukan..

Sudah dapat tiket?

Apa yang kau lakukan? Sudah kubilang kaitkan penitinya!

Apa yang kau lakukan? Kita akan terlambat. Lepaskan!

Ikatkan saree ku!

Ini apa? Kita kan mau ke desa?

Kau masih curiga?

Kenapa kau masih seperti dulu?

- Ini mau kukembalikan. - Tak usah.

- Akan kubuang. - Ini penting harus dikembalikan.

Lallan, cepatlah!

Dia sudah dapat becak.

Kau ke stasiun bersamanya. Akan kukembalikan ini lalu menyusul.

Kau akan menyusul, kan?

Tentu.

Aku memberimu pekerjaan mudah. Kau malah mengacaukannya.

Dari 6 kaki ku tembak dia 3x. Dia beruntung masih hidup.

- Itu bukan salahku. - Tapi aku kena dampaknya.

Terus bagaimana? Kau ingin aku menghancurkannya?

- Pergi saja sana! - Maksudmu?

Orang itu mengenalimu. Menghilang sana!

- Kemana ku harus pergi? - Terserah.

- Sampai kapan? - Tak usah kembali lagi, Lallan.

Itu uang untukmu. Bawa Sashi juga.

Jika dia bahagia, aku bahagia.

Lalu kau..?

Bagaimana aku?

Kau belum katakan perasaanmu.

Hentikan omong kosong itu.

Jika pertanyaan diajukan, kambing jahat akan keluar.

Aku tak mau melihatmu mati.

Kau membawaku ke sini hanya untuk mengatakan itu?

Bagiku, cinta di dirimu muncul kembali setelah bertahun-tahun!

Apa maumu, Lallan?

Jika aku tak mau pergi, kau mau apa?

Jangan bicara omong kosong!

Kakak, kau membawaku ke sini..

..Agar kuucapkan selamat tinggal ke kota atau ke kehidupan?

Lihat sandal ini? Jika berbicara omong kosong lagi, kupukul kau!

- Di sakumu ada apa? - Apa?

Kau menanyakan isi sakumu.

- Ada apa di sakuku? - Keluarkan!

- Dengar Lallan.. - Keluarkan!

- Lallan, mau kukeluarkan? - Keluarkan!

- Keluarkan! - Biarkan itu di dalam. - Keluarkan!

Apa maumu, Lallan?

- Sini, kakak. - Apa-apaan kau?

Kau gila?

Kau juga punya pistol.

Kenapa? Sudah kubilang kembalikan.

Aku sangat mengenalmu sejak kecil. Aku tak mempercayaimu lagi..

..Saat kau meninggalkanku di halte bus.

Lallan, kau salah paham lagi.

Ayo, berikan pistolnya! Lallan, singkirkan! Kubilang singkirkan!

Singkirkan!

Tiket! Tolong tiketnya?

Siapa Lallan Singh? suamimu?

Apa dia ke toilet?

Jadi, dia di gerbong lain?

Mana ku tahu dimana dia menghitamkan wajahnya?

Entah dia masih hidup atau sudah mati.

Entah dia di gerbong lain..

..Di kota lain, atau di dunia ini.

Di hotel atau di penjara? Bersama selingkuhannya..

..Atau bersama pelacur. Aku tak tahu.

Semua lelaki begitu. Semua lelaki adalah anjing.

Namanya tertulis di sini. Jadi aku bertanya.

Kemarahanmu sia-sia saja.

Pak, tiketnya..

Siapa? Gopal? Masuklah! Pekerjaanmu sudah selesai?

Aku melakukan kesalahan besar.

Tapi hatiku tahu Lallan takkan lari.

Kau yang membuatku membunuh kakakku?

Aku mengerti. Saat umur 10 tahun..

..Kubunuh ayahku dengan tongkat. Aku mengerti rasa sakitmu.

Katakan apa maumu?

Semua itu sudah kuberikan ke Gopal, ambillah.

Siapa yang mau semua itu?

Di kota ini ada 50 Gopal..

..Dan ratusan leluhurnya.

Aku tak mau jadi Gopal.

Aku mau uangmu.

Aku mau kekuasaanmu, jabatanmu.

Sialan!

Kau lebih buruk dariku.

Kau bernegosiasi denganku sambil menodongkan pistolku?

Duduk!

Semua orang menasehati kita, jangan tinggalkan pendidikan demi politik.

Jika politik itu kotor. Kita tak bisa apa-apa.

Tapi kenapa kita tak bisa berpolitik?

Jika politik itu kotor, kenapa kita tak membersihkannya?

Kenapa belum terjadi apapun?

- Salahkah aku? - Tidak!

- Ada yang bisa hentikan kita? - Tidak!

- Siap berjuang? - Ya!

Untuk terjun ke politik kotor..

..Dan berjuang di Pemilu selanjutnya..

- ..Benarkah kita sudah siap? - Ya!

Apa yang harus kita lakukan?

O Yuva Yuva.. "Wahai pemuda"

Dhakka Laga Bhukka Khayega Re Mukka "Serang mereka, pukul mereka"

Ban Ja Re Ban Ja Re "Melangkahlah"

Dhakka Laga Bhukka Khayega Re Mukka "Serang mereka, pukul mereka"

Ban Ja Re Ban Ja Re "Melangkahlah"

O Yuva Yuva.. "Wahai pemuda"

Hum Albely Bade Manchaley "Kita bahagia jadi orang beruntung"

Dhum Jo Lagi To Chale Hum Chale "Jika kita merasakannya, melangkahlah, berjalanlah"

Chahee Phir Kaee "Mungkin seseorang.."

Yuhi Kisi Duniya Ki Kaamo Mein Haath Milaye Na Sang Chale Na "..Tak ikut-serta soal ini, juga tak menyatakan.."

Ki Dum Mein Jo Dum Hai Wo Apna Hi Dum Hai Kasam Se "Ini kekuatan kita, sumpah!"

Kisi Pe Bharosa Hum Karte Nahin Kisi Ke Liye Hum Rukte Nahin "Jangan percaya dan menunggu siapapun!"

Kisi Ko To Hum Kabhi Chhedy Nahin "Jika ada yang menghasut, jangan membantah"

Koi Humein Chhede To Chhodte Nahin "Kita tak pernah melukai siapapun. Ayo!"

Dhakka Laga Bhukka Khayega Re Mukka "Serang mereka, pukul mereka"

Alih Bahasa: varisnova (Varis Nova Riskila) subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan Terhadap Anak dan Wanita!!!"

Dhanak Nayi Hai Rang Naye Hain "Hasrat baru dan warna yang indah"

Dagar Nayee Hai Rahi Naye Hain "Jalan baru, pengelana baru"

Aur Jo Hain Kal Ke "Dan orang yang ikut-serta.."

Wo Aate Jaate Yahan Wahan Beech Mein Aise Hi Aaye Na Raah Kate Na "..Takkan sama lagi"

Humse Mili Na Jo Batien To Muh Band Rakhon Na "Jika pendapat kita berbeda, sebaiknya tutup mulutmu"

Kshama Karna Jo Lage Baat Buri "Maaf jika tak setuju dengan kita"

Bole Guru Khaho Baat Khari "Guru tanamkan kejujuran di diri kita"

Gaadi Aapni Dhekhe Jhandi Hari "Hasrat kita hanya mengenal warna muda"

Roka Jo Kisi Ne To Chhode Patri "Jika ada yang menghentikan kita, akan tergelincir"

O Yuva.. "Wahai pemuda"

Dhakka Laga Bhukka Khayega Re Mukka "Serang mereka, pukul mereka"

Ban Ja Re Ban Ja Mashal-E-Raah "Melangkahlah"

O Yuva Yuva... O Yuva "Wahai pemuda"

Ban Ja Re Ban Ja Mashal-E-Raah "Melangkahlah"

O Yuva Yuva... O Yuva "Wahai pemuda"

Kita sudah lihat Kapil Kumar Mahanta..

..Ikut Pemilu di Assam sebagai mahasiswa.

Mari berbicara ke pemimpin mahasiswa, Michael MukerJee.

Yang jadi pelopor gerakan baru ini.

- Anda yakin, kalian akan memenangkan pemilu ini? - 100 persen.

Anda yakin, kalian berempat bisa mengubah politik?

Kenapa? Cukup satu orang untuk mengurus satu abad pertama.

Kami sudah memulainya.

Awal baru generasi muda.

Inikah cahaya harapan baru, atau masalah baru..

Kau gila?

Periksa kepalamu. Kau ini kenapa?

Tahu apa kau soal politik?

Aku pelajar. Tahu mana yang benar dan salah.

Jangan bicara omong kosong! Kemarin kau ingin IAS.

Lalu kau ingin ke Amerika.

Hari ini, kebodohan ini..

Kami tak tahu apa maumu yang sebenarnya.

Aku bisa mengatakannya juga.

Saat aku ingin ke Amerika, kau ingin aku tetap disini.

Sekarang saat aku ingin di sini, kau ingin aku ke Amerika.

Entah apa yang akan terjadi dengan pemilu ini.

Tapi aku ingin terlibat. Meski aku tak mengerti.

Aku hanya ingin terlibat. Meski tak begitu yakin.

Terserah apa maumu. Jangan tunjukkan wajahmu lagi!

- Ayah, boleh kumengatakan sesuatu? - Apa?

Setelah aku jadi Menteri, kau tak bisa lagi memarahiku.

- Kutampar kau! - Maaf.

Kau pikir ini lelucon.

Meski sudah ditembak 3x, tapi orang itu masih hidup.

Jika otaknya mendidih, dia akan menjangkau kita.

Harusnya tembak di kepalanya!

Kakak, hari ini kita tak bisa menyentuh Michael.

Dia muncul di halaman depan koran hari ini.

Aku harus bagaimana? Menyembunyikan wajahku dibalik bajuku?

Aku tahu harus bagaimana. Hancurkan akarnya!

Hancurkan dukungannya! Serang orang yang bersamanya!

Lalu semuanya akan hancur.

Mengerti?

Kau.. sendirian..

Bagaimana pernikahannya? Sudah bulan madunya?

Bagaimana dengan Kanpuriya?

- Kau tak ke Amerika? - Tidak.

Aku juga tak menikah.

Kenapa?

Tiap kali aku memikirkanmu, aku berkata, mengapa aku harus..

..Merindukanmu? Kau egois!

Kau mengejar mimpi ke Amerika.

Mengapa aku harus mengejarmu seperti gadis gila?

Tapi saat melihatmu di TV, Aku mengerti.

Jika aku tak gila. Aku jatuh cinta.

Sejak itu aku tak bisa berhenti menangis.

Kubilang ke Kanpuriya jika aku mencintai pemuda gila di Kolkatta.

Dia lalu mengantarku sampai di kereta.

Anjana Anjaani "Kitalah orang asing"

Aku segera datang!

Begaana Begaana Begaani "Kita tak saling kenal"

Begaana Begaana Begaani "Kita tak saling kenal" - Hei, jaga dia, atau kubunuh kau!

Aku mencintaimu. Tetap disini! Aku akan kembali.

Tetap disini! Aku pergi dulu nanti kembali lagi.

Apa Michael dan yang lain sudah sampai?

Hei, berhenti!

Urmila, ada orang datang, tanyakan pekerjaannya.

Apa maumu kesini setelah menyakiti kami?

Kenapa kau tak kembali?

Kenapa aku harus kembali? Tanya dia..

..Kenapa dia berhenti merawat pasien?

Dia marah padaku, kan?

Bilang padanya itu tak benar.

Mike masih hidup. Suruh dia menemui Mike..

..Sebagai dokter keluarga.

Umpatan wanita hamil sungguh buruk.

Kutampar kau!

- Hei, dokter. - Mike.

Kau baik-baik saja?

Aku baik-baik saja. Apa kata dia aku tak baik?

Semua ini sandiwaranya untuk menemuimu.

Kau tahu kami sungguh khawatir?

Jika aku melihatmu lagi, kubunuh kau.

Kau sudah mengasuhnya, kan?

Apa kau tahu dia berbohong?

Kenapa bohong?

Kenapa harus aku yang bohong? Tubuh ini yang bohong.

Jika kau mau, tunggu saja 8 bulan.

Tidak, jika mau, sentuh saja ini!

Michael!

Trilok diculik!

- Vishnu, Arjun? - Entahlah.

- Telpon dia! - Sudah kucoba. Tapi tak bisa.

Coba lagi!

Kau sudah bahagia, kan?

Lallan, sekarang belum terlambat.

Lihat, kau sudah dapat uang.

Jika kau ke Rajdhani..

..Mughalsarai cuma setengah jam dari Rajdhani, kan?

Kekacauan ini sudah cukup!

Aku pun akan terjebak di lingkunganmu!

Sekarang kau sudah dapat banyak bayaran.

Kenapa menghancurkan hidupmu demi keserakahan?

Ini kesempatan baik untuk kembali ke desamu.

Cukup! Diam!

- Lepaskan, aku mau jatuh! - Diam! - Aku akan diam! Lepaskan!

Biarkan dia lewat! Michael, adikku!

Kau datang, juga untuk mendukungku?

- Dimana mereka? - Ayo, dengarkan pidatoku!

Mungkin kau berubah pikiran setelah..

..Aku berpidato dan mau gabung ke partaiku.

Aku tanya, mana kawanku?

Yang diculik oleh orangmu.

Omong kosong apa itu? Ku pikir kau pintar.

Kau dapat beasiswa, kan?

Bagaimana kau bisa dapat? Kau tak bisa mengancamku.

Aku tahu maksudmu!

Nama mereka Arjun, Trilok, Wisnu.

Mereka yang ikut pemilu.

Kau menemukan mereka dulu. Karena jika ku menemukan mereka dulu..

..Aku ke wilayahmu, dan aku takkan melepaskanmu.

Hentikan permainannya! Buka! Aku lapar. Enak sekali!

Hei, dimana Waglu?

Dia di dalam, jadi penjaga. Mau ku panggilkan?

Hei Waglu, sedang apa di dalam?

Panggil dia!

Sana makan!

- Buka pintunya! - Ayo lari! - Waglu, aku bawa makanan!

Waglu, buka pintunya!

Buka pintunya! Kau tertidur? Mana mereka?

Lari! Cepat lari!

Lallan, dengarkan aku! Hei Lallan!

Aku sudah janji pada Sashi, takkan membiarkanmu membunuh siapapun!

Kau jadi binatang karena keserakahan uang dan kekuasaan.

Kau meninggalkan istrimu, membunuh kakakmu.

Kau mau membunuhku? Baik, bunuh aku!

Lari menyebar! Lari!

Sedang apa kau? Mereka kabur!

Hei, kejar mereka! Cepat tangkap mereka!

Aku takkan melepaskanmu!

Hei! Dia mengambil ponselku! Tangkap dia!

Aku tak melawanmu. Aku melawan..

..Politik kotor itu, dan kami akan mengubahnya.

Lallan Singh, bersiaplah ke pengadilan.

Berdoa agar kau tak terjebak!

- Kita kalah, Michael. - Kita berempat kalah?

4 kursi, itu pun kesempatannya kecil!

Terus bagaimana? Kita akan ikut pemilu mendatang.

Bukan lagi 4, tapi 40 kursi. Saat ini tak ada yang mengenal kita.

Lain kali, kita akan ke setiap desa..

..Dan memberitahu mereka tentang kita. Kalian bohong!

4 kursi! Kita memenangkan semua 4 kursi!

Kita menang Michael!

Ayo Michael!

Kalian sudah disini. Ayo lihat sampai kapan akan tetap disini.

Laporan panitia pengawas akan datang.

Mungkin kau tak bisa tetap di sini, kan?

Sebelum kau kesini, sudah banyak orang kesini.

Untuk mengubah dunia.

Tapi ada yang lari dan ada yang mengubah dirinya sendiri.

Ayo. Selamat Datang.

Dhakka Laga Bhukka Khayega Re Mukka "Serang mereka, pukul mereka"

Ban Ja Re Ban Ja Re "Melangkahlah"

Dhakka Laga Bhukka Khayega Re Mukka "Serang mereka, pukul mereka"

Ban Ja Re Ban Ja Mashal-E-Raah "Melangkahlah"

O Yuva Yuva.. O Yuva "Wahai pemuda"

Ban Ja Re Ban Ja Mashal-E-Raah "Melangkahlah"

O Yuva Yuva.. O Yuva "Wahai pemuda"

Dhakka Laga Bhukka Khayega Re Mukka "Serang mereka, pukul mereka"

Alih Bahasa: varisnova (Varis Nova Riskila) subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan Terhadap Anak dan Wanita!!!"

O Yuva Yuva.. "Wahai pemuda"

Hum Albely Bade Manchaley "Kita bahagia jadi orang beruntung"

Dhum Jo Lagi To Chale Hum Chale "Jika kita merasakannya, melangkahlah, berjalanlah"

Chahee Phir Kaee "Mungkin seseorang.."

Yuhi Kisi Duniya Ki Kaamo Mein Haath Milaye Na Sang Chale Na "..Tak ikut-serta soal ini, juga tak menyatakan.."

Ki Dum Mein Jo Dum Hai Wo Apna Hi Dum Hai Kasam Se "Ini kekuatan kita, sumpah!"

Kisi Pe Bharosa Hum Karte Nahin "Jangan percaya siapapun!"

Kisi Ke Liye Hum Rukte Nahin "Jangan menunggu siapapun!"

Kisi Ko To Hum Kabhi Chhedy Nahin "Jika ada yang menghasut, jangan membantah"

Koi Humein Chhede To Chhodte Nahin "Kita tak pernah melukai siapapun. Ayo"

Dhakka Laga Bhukka Khayega Re Mukka "Serang mereka, pukul mereka"

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.