Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[ SUBTITLE BY VIU ] (Resync/Edited By Coffee_Prison)
(Don Lee)
(Kim Sae-ron)
(Lee Sang-yeob)
(MANUSIA BIASA)
(Perkumpulan Tinju Amatir Makan Malam - jam 7 malam)
Aku akan mempromosikan petinjumu
jangan beri tahu siapa pun...
Yeok Ki-Cheol datang.
Selamat datang.
Apa yang membawamu ke sini?
Kenapa kau membawa itu?
Duduklah.
(Juara Kedua)
Muridku tidak perlu ini,
dia tak lagi bertinju.
Duduklah, kita bisa mengobrol.
Dasar penipu...
Apa? Penipu?
Pak,
anakku sampai kelaparan berlatih untuk ini,
tapi kau mencurangi pertandingan dengan mudahnya!
Hei...
Petinju payah itu sama saja dengan pelatihnya.
Kau akan terpenjara jika bukan karena kami.
Beraninya kau berkata demikian, dasar kurang ajar!
Sudah, cukup...
Pergilah!
Yeok Ki-Cheol, kau pikir aku pengecut?
Ayo kita keluar!
- Hentikan! - Ada apa denganmu?
Minggirlah!
Hentikan! Ada apa dengan kalian berdua?
Kau baik-baik saja? Tarik napasmu!
Bernapaslah!
Walau demikian, kau memukul wakil ketua asosiasi?
Setelah dipecat, kau bahkan tak boleh melatih lagi.
Sangat sulit mencarikanmu pekerjaan ini,
jadi jangan membuat masalah lagi.
Setidaknya kau sekarang bisa mengajar, mengerti?
Baiklah, akan kulakukan yang terbaik.
Aku akan bekerja keras, tenang saja.
Semuanya akan baik-baik saja,'kan?
Kenapa ini?
Ada apa? Yeok Ki-Cheol?
Halo, ini...
Ada bendungan atau sejenisnya...
Aku di depan pintu masuk.
Ya, mohon segera.
Dah.
Ya ampun...
(Orang Hilang: Han Soo-Yeon)
(- Cari aku! - Tidak! Haha)
Mengapa ada yang mencoret-coret ini?
Aku akan menghapusnya.
Sial...
Sial...
Kota ini sangat sepi.
Apa sebentar lagi ada pemilu?
Hei, Dong-su.
Aku di bengkel.
Ya, baiklah.
Kota yang aneh...
Ada apa?
Apa kau sudah gila?
Coret-coret mukanya lagi
maka aku akan membunuhmu,
dasar sialan.
Apa kau bosan hidup?
Anak-anak!
Murid SMA?
Jangan berkelahi di sini, pulanglah.
Pergilah, Pak, jangan ikut campur.
Apa mereka mengganggumu?
Apa terlihat seperti itu?
Itu batu, kau yang mengganggu mereka?
Kami perisaknya!
Kalian terlihat seperti perisak,
kalian yang mengganggunya?
Jangan berasumsi hanya karena penampilan.
Baiklah, jangan berkelahi, pulanglah!
Saat Soo-Yeon pulang, aku akan bertanya padanya.
Jika dia tak pulang karena kau,
kau akan mati.
Dasar perempuan aneh...
Pelatih! Apa yang kau lakukan di sini?
Lama tak berjumpa!
Tiga tahun, sepertinya.
Kau tidak berubah.
Aku terkejut mendengar kedatanganmu.
Ya.
Kenapa murid di kota ini terlihat seram?
Nenek!
Halo, Yoo-Jin.
Aku membawa obat pereda nyeri.
Terima kasih, sayang.
Soo-Yeon taka menelepon hari ini?
Tidak...
Aku sudah menghubungi polisi, tenang saja.
Kuharap dia makan dengan cukup.
Soo-Yeon!
Apa ini? Sepertinya baru.
Cantik, 'kan?
Siapa itu?
Kau!
Mengapa kau hanya menggambar kupu-kupu?
Mereka sangat bebas.
Saat dewasa nanti,
aku mau bebas juga.
Sungguh aneh, bahkan untukmu, ya?
Aku ingin menjadi cantik dan bebas!
Terbang dengan bebas!
Sebaiknya aku pergi.
Kerja paruh waktu?
Apa yang harus kita lakukan?
Biarkan saja terbang.
(Janus)
Sial...
Kota yang aneh...
Hentikan jalur pemasok alkoholnya.
Biar saja mereka membuka bar tanpa menjual alkohol.
- Apa yang terjadi? - Bos.
Kami sedang memberinya pelajaran.
Aku tidak melakukannya!
Aku dan ketua sedang sibuk,
jadi kalian urus saja.
Tetap tutup matanya!
Ya, bos.
Tamu penting akan datang besok,
persiapkan kadonya.
Itu saja.
- Hati-hati. - Selamat malam, bos!
Mereka tidak membayar uang sekolah dan uang makan siang.
Baiklah.
Para wali kelas sangat kewalahan.
Itu kenapa aku memintamu untuk menjadi kepala kesiswaan.
Ya, aku mengerti.
Yayasan akan mengadakan audit
pada akhir semester,
kami berharap dapat mencapai setidaknya 80%.
Aku pernah bekerja sebagai
penagih hutang kartu kredit.
Kurasa aku dapat melakukannya dengan baik.
- Benarkah? - Ya, Pak.
Kalau begitu aku mempercakannya padamu.
Aku akan melakukan yang terbaik.
Dengarlah!
Perhatian!
Ini guru olahraga
dan kepala kesiswaan yang baru, Yeok Ki-Cheol.
Selamat siang, senang berjumpa dengan kalian.
Aku akan melakukan...
- Duduklah di sebelah sana. - Di sana...
- Kau baik-baik saja? - Apa kau baik-baik saja?
Kau baik-baik saja? Kau bisa terluka.
Itu punyaku!
Biar kubantu...
Ini satu lagi! Ini!
Dasar orang aneh.
Pak Kim!
Pak Yeok.
- Halo. - Anda baik-baik saja?
Dia bisa saja terluka.
Hati-hati.
Sangat sulit menjadi kepala kesiswaan.
Tidak sama sekali.
Saya juga pernah.
Tidak mudah menagih uang sekolah dari para murid.
Ini saran saya.
Makan siang adalah waktu terbaik.
Semua murid berkumpul di kantin.
Baiklah.
Ini untuk anda.
- Terima kasih. - Ya.
- Sampai jumpa. - Ya.
Apa kau Park Min-ju?
Tidak.
Siapa pria itu?
Kudengar dia guru olahraga yang baru.
Lihat wajahnya!
Aku akan menyelesaikannya sendiri.
Ya?
Kau mengganggu kami saat makan siang?
Hei,
apa Yang Se-hee ada di sini?
Kami telah menyediakan tempat untuk anda, ketua.
Aku suka makan siang dengan murid sambil mengobrol.
Selamat siang.
Pak Yuk.
Beliau mantan Juara Asia
dan pelatih tinju.
Benarkah? Senang bertemu dengan anda.
Anda sepertinya bisa diandalkan.
Jaga mereka dengan baik.
Siapa pria gemuk itu?
Kepala kesiswaan yang baru, dia menaggih uang makan siang.
Terlihat seperti preman.
(Kang Yoo-Jin)
Hei, tunggu.
Apa kau Kang Yoo-Jin, murid tingkat akhir?
Kenapa?
Benar.
Kau belum membayar uang sekolah,
totalnya 432,60 dolar.
Akan kubayar.
Aku tak akan memarahimu jika kau tak membayar,
tapi kau tak bisa lulus sebelum melunasinya.
Biar saja aku tak lulus.
Baiklah, apa? Kau harus lulus!
Tunggu,
apa kau sekelas dengan Han Soo-Yeon?
Kenapa dia?
Dia belum bayar sejak tahun lalu,
totalnya 1.070 dolar,
apa dia kabur dari rumah? Dia tak pernah ke sekolah.
Dia tidak kabur.
Aku hanya bertanya.
Tak usah berasumsi jika tak mengenalnya.
Kenapa semua orang di kota ini selalu marah?
(Orang Hilang: Han Soo-Yeon)
Mading sekolah bukan blog pribadimu.
Mengapa kau tak minta izin untuk menempel ini?
Pasti aku tak 'kan dapat izin.
Kang Yoo-Jin,
tak usah pikirkan orang kabur,
pikirkan dirimu sendiri.
Banyak yang terluka karena ikut campur...
Ibu seharusnya memperhatikan murid-murid!
Seharusnya sudah kupukul mereka...
(WC Pria)
(WC Wanita)
Apa yang dia...
Ya ampun...
Ya?
Tak ada yang memanggil anda.
Selamat siang.
Semakin tua akan semakin sering kentut.
Kurang lebih begitu.
- Pak Yuk. - Ya?
Apa anda akan patroli murid nanti?
Ya.
Pergilah ke belakang bank,
banyak murid merokok di sana.
Baiklah.
Serta pergi ke rumah murid
yang belum bayaran.
Aku melakukan yang terbaik,
tak perlu cemas.
Aku akan berpatroli, akan kutelepon lagi nanti.
Dua otak-otak.
- Berapa? - Satu dolar.
Aku akan menjelaskan sesuatu!
Pembangunan jembatan yang terhenti
berguna demi ekonomi kita!
Kami tak akan merusak lingkungan!
Banyak omong!
Semua politisi sama saja!
Mereka semua pembohong!
Lepaskan! Jangan sentuh aku!
Jangan dengarkan! Semua itu bohong!
Saya berjanji,
untuk memajukan daerah kita!
Kim Ki-tae! Kim Ki-tae!
Tunggu...
Apa...
Hei!
Apa aku bisa bertanya sesuatu?
Kau mengenal dia?
Kau pikir kau di mana?
Lihatlah, bukankah itu Chae-lim?
Soo-Yeon berganti nama menjadi Chae-lim?
Siapa Soo-Yeon?
Kawan.
Pergilah.
Kang Yoo-Jin, anak nakal!
Sedang apa kau di sini?
Mau ke mana kau?
Kau tak boleh naik ke sana!
Maaf, dia muridku.
Aku seorang guru.
Hei, Kang Yoo-Jin!
Pak guru!
Kau bercanda? Ke marilah!
Permisi...
Siapa kau?
Dia tak ada di sini, pergilah!
Akan kubawa dia pergi, tolong lepaskan.
Kurang ajar!
Lepaskan dia.
Kurang ajar...
Aku sudah muak.
Kami akan pergi, tak perlu membuat keributan.
Aku akan bertanya kepada para wanita itu.
Lupakan saja, ayo pergi!
Aku tak bisa pergi begitu saja!
Pria itu menyebut Chae-lim setelah melihat foto ini.
Dia bisa saja salah.
Kau tak boleh datang ke tempat seperti ini.
Beri tahu aku, aku ini gurumu.
Tak usah sok peduli,
buang-buang waktu saja.
Tidak, kasus seperti ini
harus diselidiki dengan cermat.
Kenapa kau sangat tak sabar?
Mainkan saja mainanmu.
Kau melihatnya, tapi...
Aku tidak yakin...
Lihatlah dengan saksama.
Dia bekerja di sini
dengan nama Chae-lim, 'kan?
Aku tidak tahu.
Madam Iseul seharusnya mengenal gadis-gadis lain.
Madam Iseul?
Maaf, aku harus segera pergi.
Baiklah...
Aku suka ini!
Sehat selalu.
- Byung-doo. - Ya?
- Sampaikan terima kasih kami. - Pasti!
Ayo, ke marilah!
- Selamat datang. - Silahkan.
Perlakukan mereka dengan baik.
Sudah lama rasanya, selamat menikmati, ya?
Baik!
Bersulang!
Bersulang!
Apa dia seperti menyembunyikan sesuatu?
Madam itu seharusnya tahu lebih banyak.
Baik, bapak mengerti,
sekarang sudah malam,
ayo pulang sebelum orang tuamu cemas.
Bapak tidak cemas tentang Soo-Yeon?
Dia tak masuk sekolah hari ini.
Bapak akan berbicara dengan wali kelasnya.
Bapak pikir aku tak pernah melakukannya?
Tak ada orang dewasa yang mau mendengarkanku.
Bahkan polisi sekali pun.
Tak ada yang peduli, siapa yang akan mencarinya?
Bapak akan bicara dengan polisi kenalanku.
Tak perlu cemas,
belajar saja yang baik.
Jangan bolos.
Di mana tempat tinggalmu?
Lupakan, turunkan aku di sini.
Bapak akan mengantar, di mana kau tinggal?
Aku bisa pulang sendiri, turunkan aku di sini!
Tapi...
Hei, nanti pintunya rusak...
Anak itu...
Orang dewasa tak mendengarkanku.
Teleponku...
(Ibu: Kau di mana?)
Anak itu...
Dia sangat ceroboh.
Apa itu?
Yoo-Jin?
Hei!
Siapa itu?
Yoo-Jin!
Yoo-Jin! Kau baik-baik saja?
(RSUD Kochun)
Terima kasih.
Dia tidak terluka berat,
dan kami akan menyelidiki kasus orang hilang ini.
Tunggu sebentar, pak.
Pria itu bisa saja menculik temanku.
Baiklah, kami akan selidiki juga.
Kapan tepatnya?
Aku sudah membuat pengaduan tapi tidak ada hasilnya.
Ada prosedur yang harus dilakukan.
Jangan cemas, bersabarlah.
Jangan cemas,
kami akan segera memberi kabar.
Selamat malam.
Ada apa dengan para polisi itu? Mereka berbau alkohol.
Tidak mengerjakan pekerjaannya.
Sejak masa pemilu,
semua orang bungkam.
Tapi ini bukan kasus biasa.
Dia menyerang dan membiusnya.
Mereka akan memeriksa dengan baik, tak perlu cemas.
Bagaimana dengan pengaduan Yoo-Jin? Mengapa tidak ada tindakan?
Itu...
Itu tidak bisa masuk laporan.
Apa alasannya?
Harus ada persetujuan keluarga...
Apa kau tidak mendengarnya?
Kabur dari rumah adalah kasus umum untuk gadis seusianya.
Kami akan menanganinya, pelatih,
anda tak perlu cemas.
Anda seorang pendatang,
tak perlu ikut campur.
Ya ampun...
(Han Soo-Yeon: yatim piatu,)
(tinggal dengan nenek)
(Saya memberikan persetujuan saya melalui Yuk Yeok Ki-Cheol.)
Polisi akan berusaha sebaik mungkin,
tak perlu cemas.
Termia kasih anda mau repot-repot
membantu masalah Soo-Yeon.
Tidak repot, ini tugas saya.
Setelah orang tuanya meninggal,
dia selalu merasa kesepian.
Saya senang
anda mau menjaganya.
Ya ampun...
Apa yang anda lakukan sepagi ini?
Ini, ambillah.
Apa ini?
Formulir persetujuan, sekarang buat laporannya.
Pelatih, usaha anda sia-sia.
Mengapa sia-sia?
Sudah saya bilang, kami akan menanganinya.
Ada apa denganmu sejak kemarin?
Maksud saya...
Apa seperti ini kinerja polisi kota ini?
Baiklah, aku akan mengerjakannya.
Kerjakan dengan cermat!
Periksa bar Janus, tempat dia pernah bekerja.
Baik.
Orang aneh...
- Segera laksanakan. - Baik.
Sebentar lagi hari pemilihan ketua,
jadi perhatikan murid-murid yang selalu membuat keonaran.
Apa anda tak bisa datang tepat waktu?
Pada hari pemilu, jangan lupa untuk memilih sebelum ke sekolah.
Pak Yuk, jangan terlalu percaya dengan murid.
Han Yoo-Jin selalu membuat masalah
sejak pindah dari Seoul.
Namanya Kang Yoo-Jin.
Ya, Kang Yoo-Jin.
Lihat ini,
Han Soo-Yeon sering membolos.
Lalu dia masuk sekolah seolah tak ada apa-apa.
Saya yakin dia kabur
dan melakukan hal-hal aneh.
Tapi...
dia juga menghilang dari tempat kerjanya.
Itu mengapa dia kabur.
Sudah jelas gadis seperti apa yang bekerja di sana.
- Apa maksud anda? - Pak Yuk,
apa kita bisa bicara?
Mengapa anda terlalu mengotot?
Mereka kelihatannya saja polos,
tapi aslinya tidak seperti itu.
Tapi...
Ada murid semester lalu
pergi ke Seoul untuk audisi,
dan tak pernah pulang lagi.
Dia juga tidak dilaporkan sebagai orang hilang?
Tidak, biarkan saja mereka,
fokuslah untuk menagih uang sekolah.
Dengan demikian performa anda baik saat evaluasi!
Aku mengerti.
Bagus.
Hei.
Mengapa kau sangat ingin bertemu dengan Madam itu?
Bapak sudah bicara dengan polisi temanku.
Tak ada gunanya bicara dengan polisi di kota ini.
Setelah kejadian kemarin,
apa kau tak merasa takut?
Bagaimana jika kau terluka?
Apa kau tak takut terluka?
Bagaimana jika Soo-Yeon
putri bapak?
Apa bapak akan diam saja
dan menunggu hasil dari polisi?
Tapi...
Maksud bapak...
Saat bapak membantuku keluar dari bar,
kupikir bapak berbeda.
Lakukan saja tugas bapak!
Anak nakal!
Yoo-Jin.
Ada apa?
Reserse Oh, ada apa?
Kasus yang baru menyangkut dia, 'kan?
- Masalahnya... - Apa yang sudah kukatakan?
Sudah kubilang tak perlu membuat laporan!
Dia membawa surat persetujuan,
aku tak bisa menolak.
Dasar kurang ajar!
Segera melapor ke kantor!
Secepatnya.
Aku tak percaya ini.
Anak itu!
Keluar kalian!
Keluar dan bawa rokok kalian!
- Kami tidak merokok. - Masih saja berbohong.
Apa bapak punya bukti?
Asap rokok keluar dari hidungmu!
Berikan rokoknya!
Bapak datang saat kami buang air.
Sudah cukup, cepat berikan!
Kalian akan kuhukum jika kutemukan rokok,
jangan pergi.
Menyebalkan.
Rokok...
- Ayo pergi. - Di mana kalian sembunyikan?
Jangan pergi!
Anak-anak! Berhenti!
Mengapa ini bisa jatuh?
Anak-anak nakal...
Apa ini?
Ya, wakil kepala sekolah.
Saya di sini, pak, saya menemukan...
Apa anda yang melapor ke polisi?
Maaf?
Anda melapor tentang murid yang hilang?
Saya mendapat telepon dari polisi untuk meminta konfirmasi.
Ya, namanya Han Soo-Yeon.
Pak Yeok,
saya meminta anda untuk mengawasi mereka,
bukan untuk membuat kekacauan.
Tapi dia sudah beberapa hari tidak masuk sekolah.
Pak Yuk!
Mengapa membuka aib sekolah kepada orang laing?
Hanya karena seorang murid yang kabur dari rumah!
Tapi sepertinya dia tidak kabur...
Perhartikan ini!
Sebagai atasan anda,
dengarkan nasihatku.
Kerjakan saja pekerjaan anda dan tak usah keluar jalur.
Satu hal dapat merusak yang lainnya.
Terima kasih sudah mencari info tentang sekolah seni.
Sama-sama, terima kasih.
Pak Kim?
Apa anda sudah mau pulang?
Ya.
Maukah anda membantuku?
Baiklah.
Terima kasih!
Ayo, saya mau segera pulang.
(Kang Yoo-Jin: Di mana kau?)
(Dalam perjalanan, sebentar lagi sampai)
(Baik, aku juga dalam perjalanan)
(Han Soo-Yeon)
(Aku sedang ada urusan,)
(maukah kau menjemputku?)
(Ya, aku segera datang, tunggu saja)
(Beruang Bodoh)
(Pelatih Yeok Ki-Cheol)
Dasar bodoh,
kau menghiraukan perintahku
dan tetap membuat laporan?
Di mana kau?
Bukan urusan bapak.
Berhentilah bercanda, kau di mana?
Apa kau pergi dengan guru kesenian?
Jangan pergi dengannya, segera temui bapak.
Di mana kau?
Apa yang bapak bicarakan?
Dia memasang kamera pengintai di WC wanita.
Dia cabul!
Bukankah Soo-Yeon menghilang sejak tanggal 6 Juni?
Ya...
Benarkah? Sudah bapak duga dia bermasalah.
Bapak membaca pesannya,
dia menjemput Soo-Yeon malam itu.
Katakan lokasimu sekarang.
Masalahnya...
Apa kau sedang bersamanya?
Ya.
Kirimkan lokasimu, mengerti?
Ya.
Kau berbicara dengan siapa?
Ibuku.
Pakai sabuk pengamannya, Yoo-Jin.
Omong-omong, pak
bukankah kita seharusnya ke arah sebaliknya?
Bapak mau mengambil sesuatu di rumah,
sebentar saja.
Menuju rumahnya.
Menuju rumahnya.
Sial...
Pak Kim, apa Soo-Yeon yang memberikan itu?
Ya, itu adalah hadiah.
Apa dia menghubungi bapak hari itu?
Tidak.
- Jadi malam itu... - Yoo-Jin.
Bisakah kita berhenti berbicara tentang dia?
- Sehabis kelas kesenian... - Yoo-Jin.
Apa bapak bersamanya...
Sial! Berhentilah!
Ayo bangun.
Yoo-Jin.
Biar bapak periksa.
Bapak memukulmu bukan karena tidak menyukaimu.
Kau salah paham, bapak tak melakukan apapun padanya.
Jangan menatap bapak seperti itu.
Bapak tidak melakukan apapun padanya.
Itu kebenarannya.
Kau salah menduga!
Yoo-Jin!
Yoo-Jin!
Dasar kurang ajar! Keluar kau!
Cepat ke sini!
Pak Yeok, tunggu sebentar...
Yoo-Jin!
Dasar kurang ajar!
Seorang guru memasang kamera pengintai?
Apa yang akan kau lakukan setelah menculiknya?
Aku minta maaf.
Jangan laporkan aku.
Lihatlah manusia kurang ajar ini.
Mengapa kau menyimpan telpon Soo-Yeon?
Apa yang kau lakukan padanya?
Aku tak melakukan apapun!
Jangan berbohong,
apa harus aku telepon polisi?
Jangan, kumohon.
Aku akan mengatakan yang sebenarnya.
Dia meneleponku malam itu
untuk menjemputnya.
Soo-Yeon, kau baik-baik saja?
Baiklah.
Pak Kim, pergi saja lebih dahulu.
Orang lain yang akan menjemputku.
Siapa?
Seseorang...
Jangan cemas, bapak boleh pergi.
Terima kasih.
Aku menurunkannya dan segera pergi...
Tapi aku segera kembali karena cemas.
Soo-Yeon?
Soo-Yeon?
Apa kau di dalam?
Soo-Yeon?
Jadi kau tidak menemukannya?
Kau berharap aku percaya?
Itu kenyataannya.
Aku tidak pernah berjumpa dengannya lagi.
Mengapa tak segera lapor polisi?
Aku karyawan baru, aku tak mau membuat kekacauan,
kau tahu bagaimana rasanya.
Kurang ajar...
Aku mencintainya dengan tulus.
Mengapa itu menjadi masalah?
Apa kau sudah gila? Mencintai dengan tulus?
Kau memang gila! Dia masih di bawah umur!
Tidakkah kau berusaha menculik Yoo-Jin tadi malam?
Aku minum-minum dengan Wakasek semalam!
Aku berkata jujur.
Periksalah jika kau tak percaya.
Walau pun demikian, kau memang pantas dihajar.
- Tapi... - Diamlah.
Halo?
Ini polisi!
Kami mendapat pengaduan!
Sial!
Aku membuat pengaduan.
Ada sesuatu yang salah dengannya.
Kelakuannya mencurigakan,
dan ada murid yang hilang juga.
Baiklah, akan kami periksa.
Lihat daftar panggilnya,
siapa yang terakhir meneleponnya.
Kubilang kami akan memeriksanya!
Sebaiknya anda pulang saja.
Bisakkah kau lakukan dengan baik? Jangan hanya omong kosong saja.
Pastinya, sampai jumpa.
Lewat sini, bu.
Ya, pak.
Ya, saya mengerti.
Bisakah anda pergi? Anda menghalangi jalan.
Pelatih.
Buktinya sudah diserahkan, mereka akan membuka kasus ini.
Jika teleponnya sudah diperbaiki,
periksa siapa penelepon terakhir.
Pelatih, aku tak boleh membeberkan detail kasus.
Aku gurunya, aku harus tahu.
Kau membuatku dalam posisi yang sulit.
Apa kau sudah membuat laporan orang hilang?
Belum...
Belum?
Ini masa pemilu, semuanya di luar kendaliku.
Kenapa kalian semua?
Kalian bertingkah aneh!
Aku mengerti!
Aku akan patroli, akan kukabari lagi nanti.
Hanya ini satu-satunya?
Apa anda memasangnya di tempat lain?
(Kim Ki-tae)
Apa aku membuatmu bosan?
Halo, detektif.
Bagaimana pasokan yang baru?
Aku tidak menelepon tentang itu,
kami berhasil menghentikan kasus orang hilang,
tapi orang itu membawa bukti baru.
Ini membuatku pusing.
Selamat datang, Pak Ketua.
Selamat malam, pak.
Halo, ketua.
- Anggota legislatif? - Beliau akan segera sampai.
Terima kasih sudah datang.
Pak Ketua,
ada masalah.
Ini kerja kerasmu
pada saat penting seperti ini?
Lakukan dengan benar.
Baik, pak.
Ada apa? Ada masalah?
Seok-jae, kita punya masalah.
Yang terakhir.
Satu lagi tentang UTS.
Tenang,
akan kumasukkan mereka ke Universitas Seoul...
Wakil Kepala Sekolah!
Guru kesenian sedang dibahas pada buletin daring.
Itu memang dia!
Dia murid sekolah kita?
Murid tingkat tiga, Han Soo-Yeon.
Ini bisa saja berita bohong.
Tunggu,
kamera pengintai di WC wanita?
Ya ampun...
Ini mungkin hanya sebuah lelucon.
Menurutku dia tidak seperti itu.
Ini tidak mungkin.
Siapa yang memasukkan ini?
Mengapa kau bertindak sesukamu?
Tidak penting, aku melakukan semua yang kubisa.
Kau harus lulus, nanti kau akan menyesal.
Aku paham.
Ya ampun...
Kau masih terlalu muda untuk menghadapi dunia.
Pak, aku sudah dewasa.
Walau belum cukup umur.
Kita butuh mempekerjakan seseorang dengan segera,
dan tidak melakukan proses seleksi dengan benar.
Saya tidak mengerti, pak.
Maafkan saya, Pak Yeok.
Kami kembalikan dana pembangunan yang telah anda berikan.
Sekaligus pesangon dan biaya relokasi anda.
Saya harap anda tidak kecewa dengan jumlahnya.
Anda tak mau membuat masalah, 'kan?
Ini yang terbaik untuk semua orang.
Yeok Ki-Cheol, itu...
simpanan
dan pinjaman dari ayah.
Aku tahu sifatmu, karena itu aku tak memberi tahumu.
Tapi, Yeok Ki-Cheol,
semua orang melakukannya.
Ya, Dong-su.
Pelatih, aku baru mendapat kabar.
Bisakah anda mundur?
Itu Han Soo-Yeon.
Aku tidak percaya ini.
Soo-Yeon...
Tunggu sebentar!
Yoo-Jin!
Soo-Yeon!
Soo-Yeon!
Lepaskan aku!
Yoo-Jin!
(Orang Hilang)
Kita berhasil menjauhkan reporter,
besok pasti akan lebih sulit.
Hubungi Kepala Kapolsek.
Belakangan ini dia semakin mata duitan.
Dasar berengsek...
Jin-su, ini aku.
Aku ingat
barang bukti kemarin?
Apa?
Nenek!
Nenek...
Hai, Yoo-Jin...
Itu Dong-su.
Apa yang akan kita lakukan padanya?
Anak kurang ajar...
Tunggu.
Ini bukan hanya soal memberi tugas saja.
Nasibku jadi taruhannya.
Siapa yang memberimu jabatan Kepala Kapolsek?
Siapa yang bernegosiasi dengan bosmu?
Masalahnya...
Jika namaku terlibat,
siapa yang akan jatuh?
Seok-jae.
Ya, sudah berfungsi.
Bos
Bos Janus?
Ya.
Lalu dia mengirim pesan kepada wanita bernama Iseul.
Dia Madam di sana.
Aku tak tahu apa yang terjadi,
tapi dia merasa cemas dan mengirim pesan ke Soo-Yeon.
Akan kuperiksa lebih lanjut dan aku akan segera mengabarimu.
Baik, terima kasih.
Ya.
Yoo-Jin, bapak harus pergi,
jaga nenek dengan baik.
Apa bapak akan kembali?
Bapak akan segera kembali.
Pak Yeok.
Ketua, saatnya pergi.
Katakan kepadanya saya akan terlambat.
Bos, ini aku.
Guru berengsek itu ada di sini.
Tunggu sebentar, aku segera datang.
Baiklah.
Ini dia, pak.
Madam Iseul?
Bisakah kita bicara?
Apa?
Sebentar saja, kumohon.
Kau mengenal Soo-Yeon, 'kan?
Aku tidak tahu apa-apa.
Dia meninggal.
Kau tidak bisa berpura-pura lagi.
Tolong ceritakan, apa yang terjadi malam itu?
Malam itu...
Komisaris, silahkan minum
dan bersantailah.
Karirmu akan melesat,
aku tak pantas untuk kau jamu.
Hanya dengan bantuanmu.
Aku tidak bisa membantu banyak.
Terima kasih untuk segalanya!
Aku mau ke WC dahulu.
Apa kau sedang sakit?
Di bagian mana sakitnya?
Baiklah, aku segera ke sana, tunggu sebentar.
Mengapa kau tidak masuk?
Apa kau sedang menangis?
Bisakah kau...
Bisakah kau membantuku, Pak Ketua?
Kau mengenalku?
Sebenarnya aku murid SMA Suhwa.
Nenekku sedang sakit, bolehkah aku pulang lebih cepat?
Apa yang kau lakukan di sini?
Ayo pergi.
Apa kau sudah gila?
Mengapa kau bisa mempekerjakan murid dari sekolahku?
Kami mencari gadis-gadis muda...
Maafkan saya, pak.
Bagaimana jika dia memberi tahu orang-orang di sekolah?
Akan kupastikan dia tutup mulut.
Orang tuanya berhutang pada kita,
dia takkan bertindak sembarangan.
Anda baik-baik saja, Komisaris?
Chae-lim, kau di mana? Apa kau terluka?
Katakan di mana kau berada!
Kurang ajar,
apa harus kutanya ke nenekmu?
Di mana?
Baiklah, jangan pergi. Aku segera datang.
Kau pergilah lebih dahulu.
So Gwak yang terakhir melihat
Soo-Yeon hidup?
Dia menutup telepon dan segera pergi.
Hanya itu yang kutahu.
Dia musuh dalam selimut, cari dengan cermat.
Berhentilah membuat keonaran
di kota orang!
Berhenti.
Apa kau Gwak?
Kau ada di sini?
Bisakah kita bicara?
Bos, apa harus kubawa dia keluar?
Aku datang untuk bicara sebentar.
Apa kau membunuh Soo-Yeon?
Apa kau membunuhnya?
Aku tidak membunuhnya.
Lalu siapa?
Siapa yang membunuhnya?
Sial, bukan aku!
Di mana si berengsek itu?
Kurang ajar!
Di mana kau?
Aku sudah muak dengan wanita ini.
Di sini?
Sial...
Keluarlah, jika tak ingin mati.
Apa kau di dalam?
Siapa kau?
Sialan...
Segera datang ke sini.
Ada apa?
Ini tentang...
putramu.
Putra?
Pelatih, seseorang mengambil teleponnya.
Ini sungguh aneh.
Kau kenal guru kesenian?
Dia dibebaskan tadi malam.
Pak Kim?
Kau sudah bagun?
Ya, Ny. Kang.
Apa Yoo-Jin besama anda?
Bukakah dia ada di rumah sakit?
Saya di sini dan dia tak ada,
teleponnya pun tidak aktif.
Apa?
Yoo-Jin.
Kurasa kau salah paham tentang bapak.
Aku tak seperti ayahku.
Di mana teleponnya?
Di sini.
Tinggalkan kami sebentar.
Ya, pak.
Tidak, ayah!
Aku tak tahu kalau dia sudah meninggal...
Ji-sung.
Apa ayah pernah berbuat salah kepadamu?
Aku sudah berusaha keras untuk membesarkanmu.
Maafkan aku, ayah!
Ayah! Kumohon!
Berdiri!
Berdiri tegak!
Lakukan dengan benar!
Jangan takut, Yoo-Jin.
Yoo-Jin!
Yoo-Jin!
Jangan bersuara, atau aku akan membunuhmu juga!
Mengapa kau tidak menjawab teleponmu?
Daerah Jingye-ri 22-1...
22-1!
Apa-apaan ini?
Ini penyebabnya kau menghabiskan waktu di sini?
Pergilah ke Amerika.
Ayah, tahun ajaran belum berakhir,
murid-murid perlu...
Apa kau ingin menghancurkan ayah?
Tinggal di sana sampai situasinya mereda!
Banyak murid yang bergantung padaku...
Ayah bahkan membunuhnya demi kau,
tapi kau tetap tidak mau dengar?
Mengapa ayah membunuhnya?
Tolong aku...
Tolong...
Pak Ketua...
Pak Kim...
Aku tak akan memberi tahu siapapun...
Tolong...
Bagus.
Kau tak boleh memberi tahu siapapun.
Apa?
Anak kurang ajar! Itu semua demi kau!
Mengapa demi aku?
Ayah sudah muak!
Berdiri tegak, dasar anak kurang ajar!
Mengapa kau melakukan ini?
Kumohon! Ayah!
Kumohon!
Lakukan apa yang ayah perintahkan!
Halo, komisaris.
Aku segera datang.
Ya, pak.
Bersiaplah, seseorang akan menjemputmu besok.
Dasar bodoh...
Mirip siapa kelakuannya?
Dia sedang dalam perjalanan.
- Benarkah? - Ya.
Ayo bersiap-siap.
Yoo-Jin.
Kau boleh keluar sekarang.
Yoo-Jin!
Mengapa kau lakukan ini pada bapak?
Yoo-Jin.
Mengapa kau perlakukan bapak seperti orang jahat?
Kau tidak bisa pergi ke mana pun.
Keluarlah.
Yoo-Jin!
Yoo-Jin!
Apa kau di dalam?
Yoo-Jin!
Yoo-Jin!
Sadarlah! Yoo-Jin!
Yoo-Jin, sadarlah!
Dasar berengsek...
Ke marilah!
Jangan bunuh aku...
Kumohon...
Aku minta maaf.
Yoo-Jin! Yoo-Jin!
Bertahanlah!
Perhitungan sedang berlangsung dengan Kim Ki-tae terus mengejar.
Guru itu selalu ikut campur,
buat berita penangkapannya dan cari dia!
Yoo-Jin!
Yoo-Jin, sadarlah!
Jangan tertidur, ya?
Gubernur Kochun
Pak Yeok...
Bapak di sini!
Yang membunuh Soo-Yeon...
adalah Ketua Kim.
(Terpilih: Kim Ki-tae)
Kim Ki-tae! Kim Ki-tae!
Halo, Komisaris.
Panggil saya Gubernur Kim.
Terima kasih untuk semua ini.
Mari kita merayakannya bersama.
Kepalaku...
Ada apa?
Dasar orang gila!
Hentikan dia!
Ya, pak!
Siapa kau?
Kurang ajar!
Dasar berengsek!
Kau tahu siapa aku? Kau akan mati sekarang!
Sebaiknya kau lari!
Dasar berengsek! Riwayatmu tamat!
Aku seorang gubernur!
Kau bermasalah dengan orang yang salah!
Kau akan mati, dasar berengsek!
Pak Kepala, terima kasih sudah menelepon, ada orang...
Apa?
Gubernur terpilih, Kim Ki-tae,
ditangkap dengan tuduhan pembunuhan seorang murid SMA.
Putranya, preman lokal,
kepala Kapolsek, dan para detektif
juga dalam penyidikan.
Kau ke sini
hanya untuk membuat masalah.
Lakukan saja perkerjaanmu.
Akan kulakukan.
Bagaimana kepalamu?
Baik-baik saja.
Hati-hati.
Aku pergi.
Baiklah.
Hati-hati di jalan dan kabari aku
saat kau mau datang.
Baik, sampai jumpa.
Mobil ini kekecilan untukmu,
belilah yang baru.
Aku tak punya uang.
Sampai jumpa!
[ SUBTITLE BY VIU ] (Resync/Edited By Coffee_Prison)
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.