All language subtitles for Hyena.E03-04.NEXT

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Sub by NETFLIX Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF

Follow My IG @sultan_khilaf_sub

DRAMA INI KARYA FIKSI TAK BERKAITAN

DENGAN TOKOH, PERISTIWA, ORGANISASI, ATAU LOKASI ASLI

AWAS...

AWAS, ADA PENJAHAT MEMBAWA PISAU

DARI YOON HEE-JAE

Sebaiknya kau lakukan sekaligus.

Kau punya satu kesempatan

menusukku di tempat yang benar.

Sialan, kau tak mau diam juga, ya?

Kau bukan lawanku.

Mati!

Mati saja!

AWAS, ADA PENJAHAT MEMBAWA PISAU

Sudah kubilang, kau bukan tandinganku, Wanita Gila.

Sudah kubilang, kau bukan tandinganku, Wanita Gila!

Tolong...

kirimkan petugas kemari.

Astaga.

Kau pasti punya banyak musuh.

PENGACARA JUNG GEUM-JA

Kau pasti akan bilang ini bela diri.

Kau boleh pergi.

Siapa korban sebenarnya?

Pria yang sampai UGD tadi harus dirawat delapan pekan.

Pergilah ke dokter.

Aku harus ke suatu tempat.

Kau bisa dianggap sebagai hantu kota di media sosial.

Taksinya masih menunggu, ayolah.

Harganya sudah naik drastis.

Menyebalkan sekali, 'kan?

Awas, ada penjahat membawa pisau.

Ini dia.

Mau minum segelas?

Ini bagus.

Aku tak tahu kau pandai memasak.

Lezat.

MEREKAM TANPA IZIN ITU ILEGAL

HUKUM ADA DI PIHAK SIAPA?

HUKUM HWANG MI-RA YANG BERUSAHA MEMBUNUHKU!

Kau Park Hae-suk, 'kan?

Tahu namaku dari mana?

Aku Jung Geum-ja.

Aku mewakili Bu Hwang Mi-ra.

Aku tak mau bicara. Pergilah.

Yang salah bukan sopirnya, tetapi Bu Hwang, 'kan?

Namun, yang memukulimu adalah sopirnya, Pak Seo.

Bukan Bu Hwang.

Jalang bernama Hwang Mi-ra itu yang menyuruhnya.

Pak Seo...

menangis saat memukuliku, bahkan meminta maaf.

Jadi, kau tak dendam kepada Pak Seo.

Dia sama menyedihkannya dengan aku.

Sayangnya,

persidangan ini akan menghukumnya.

Bukan itu yang jaksa bilang. Hwang Mi-ra yang menyuruh,

jadi, kantornya takkan menuntut Pak Seo.

Tindakan yang dilakukan seseorang yang takut menerima balasan

takkan dihukum karena situasi yang meringankan.

Ya, benar.

Namun, bagaimana...

bisa membuktikannya?

Bagaimana bisa membuktikan Hwang Mi-ra yang menyuruh?

Dengan perkataan?

Dengan pengakuanmu?

Kami punya cukup bukti tak langsung

yakni kebencianmu terhadap Bu Hwang.

Kami dapat pengakuan tetangga.

Namun, Pak Seo juga ada di sana!

Baik. Akan kuberi tahu apa yang telah berubah.

Pak Seo bilang...

bahwa Bu Hwang tak menyuruh apa pun.

Dia bertindak atas kemauannya.

Dia akan bersaksi begitu.

Namun, kenapa dia mau...

disalahkan atas semua itu?

Kau pasti pernah dengar lotre.

Dia kini mempunyai rumah sendiri. Satu dari 40 pyeong.

Kalian sungguh bajingan.

Pengacara?

Kalian bahkan lebih buruk!

Kau menjual jiwamu demi mendapatkan uang!

Seluruh dunia akan mengetahui betapa liciknya kalian.

Jika kau menuntut,

Pak Seo yang malang akan dipenjara.

Lalu bagaimana denganku?

Bagaimana denganku?

Kenapa ini disebut adil?

Bukankah seseorang

seharusnya diadili?

Akan kupenuhi tuntutanmu.

Putramu sangat cerdas.

Dialah

harapanmu.

Nilainya cukup tinggi untuk bisa belajar di kampus Ivy League.

Anggaplah semua biaya kuliah dan kehidupannya terjamin.

Kau juga bisa tinggal di rumah yang lebih besar dan lebih baik.

Kata siapa kau tak bisa mendapatkan lotre itu juga?

Hukum

tak mendukungmu.

Jika kau tak menarik tuntutanmu,

kami menuntut balik atas dasar tuduhan palsu.

Jaksa yang tampaknya saat ini mendukungmu

akhirnya akan menginterogasimu.

Apa...

Apa jadinya dunia ini?

Jangan pura-pura tak tahu.

Aku yakin kau tahu dunia seperti apa dari pekerjaanmu.

Ini kesempatan sekali seumur hidup.

Raihlah selagi bisa.

Buang harga dirimu dan pilih masa depan cerah anakmu.

Itu caramu bisa menang.

Lain kali kita bertemu,

kau akan serasa di neraka.

Dan kau akan terjebak

di tempat buruk itu selamanya.

Aku akan segera menarik tawaranku.

Setidaknya, beri aku waktu berpikir...

Ya, ide bagus.

Aku tak punya banyak waktu.

Berjanjilah

kepadaku.

Kau harus tanda tangani ini.

Kita pindah?

Kau bisa buang ini.

Kemari.

PENGACARA REKANAN SONG PIL-JUNG

Kau ingin Pengacara Yoon tetap memegang Kasus Issume?

Kenapa? Kau keberatan?

Jika kau finalisasi kesepakatan,

kita pasti sudah mengikuti kemauan Lee Seo-u.

Pak Yoon yang ambil kesepakatan absurd ini.

Tetap saja, Pak, timku mengerjakan kasus ini...

- Pak Ma. - Ya?

Jangan anak emaskan mereka yang lulus dari kampusmu.

Publik sudah bergunjing.

- Maaf? - Janganlah

membentuk geng dalam kantor.

Kau pasti salah paham mengenaiku.

Alih-alih bilang begitu, tunjukkan bahwa itu tak benar

dengan bersikap baik pada Pak Yoon.

- Semoga aku belum terlambat. - Ya.

- Gelasku kosong. - Pak,

bukankah sudah banyak minum?

Tak perlu bersikap formal saat kita di luar kantor.

Kau bisa panggil aku paman.

Memanggilmu Paman atau Pil-jung terkesan aneh.

Selamat ulang tahun, Chung-yeon.

Menurutku, kita harus pesan makanan.

- Ulang tahunku hanyalah alasan. - Kita bisa rayakan apa lagi?

Sebenarnya ini senjata rahasiaku,

tetapi kemungkinan ayahmu akan jadi Ketua Mahkamah Agung.

Ada kemungkinan besar

dia akan putuskan mengenai pewarisan perusahaan.

Jadi, di hukum pajak akhir-akhir ini...

Kau tahu, akan lebih baik jika kita tak membahas pekerjaan.

Astaga, maaf.

Itu tak nyaman, Hakim Yoon?

Apa yang lebih pribadi daripada pajak?

Hakim kepala dan direktur rekanan firma hukum membahas pajak

bukan masalah pribadi.

Bukankah kau berlebihan? Kita bersenang-senang.

Aku khawatir karena kau tak merasa ini salah.

Kalau begitu, jangan ikut kami

karena aku pengacara, dan kau hakim.

- Jangan bahas pekerjaan. - Itulah maksudku.

Di mana batasan antara membicarakan pekerjaan dan berbasa-basi?

Hentikan. Kalian sedang apa?

Maaf jika aku merusak hari kalian.

Mari kita ke dalam dan ambil minuman lagi.

Jangan khawatir.

Itu akibat alkohol.

Dia yang merekomendasikan Ayah?

Lantas? Apa yang dia inginkan?

Bukan begitu sama sekali.

Abaikan saja jika tak nyaman dibahas.

Hee-jae,

pengacara bisa jatuh jadi kelas bawah.

Bertarif besar tak menjadikanmu kelas atas.

Apa? "Kelas bawah"?

Baik, aku akan pergi, Pak Hakim Kelas Atas.

Astaga, maaf.

Sedang apa kau di sini?

Bukankah ini hari ulang tahun ayahmu?

Kenapa di sini, bukan merayakan dengan keluargamu?

Kenapa kau kemari?

Kau tak ingat aku mengatakan soal reuni Lembaga Pendidikan Yudisial?

Benarkah?

Kau tak peduli, ya?

Senior, junior, bahkan kolega kita bukan masalahmu.

Syukurlah.

Kalau begitu, lepaskan penat di tempat lain.

Haruskah kau kemari untuk mengabaikannya?

Mereka akan berpikir apa soal dirimu?

Bahwa aku bajingan sombong.

Kau sangat sadar diri.

Hee-jae, tahu saat bersikap politis itu penting dalam hidup.

Aku tahu. Aku hanya sudah muak.

Kukira ini reuni. Kenapa ada Pak Ma?

Agar aku bisa menjilatnya sehingga membuatmu jijik.

Lingkaran menjemukan tak putus.

Pak Ma mau bicara.

Geserlah, Kawan-kawan. Silakan duduk.

- Kau memanggil? - Kau kemari sebab dipanggil?

Kau takkan kemari jika tidak.

Kudengar ini reuni.

Bukankah aneh jika duduk di tempat selain orang-orang berkumpul?

Kau juga pasti lihat mereka.

Ini.

Minumlah.

Kita tidak satu kampus, tetapi satu lembaga.

Anggaplah gelas itu dari seniormu.

Kau bisa minum alkohol, ya.

Sudah lama sejak kita berkumpul, mari kita bersulang-sulangan.

- Mari... - Tunggu.

Aku menawarkan ini untukmu sebagai permohonan maaf.

Terima kasih sudah izinkan aku pegang Kasus Issume.

Kita memang tidak sekampus, tetapi dari satu lembaga.

Untukmu, Pengacara Ma Seok-gu. Terima kasih atas bimbinganmu.

Aku minum obat akhir-akhir ini...

Aku saja.

Aku boleh permisi sekarang?

Aku agak sibuk.

Hei, kau tak apa-apa? Kau minum hampir setengah botol.

Kau pikir dia sudah mengerti?

Tidak juga. Kenapa kau...

Akui saja bahwa dia berkuasa.

Sebab itulah aku membencinya.

Tak bisakah kau bohong sedikit?

- Jika kau pergi... - Gi-hyeok.

- Hei! - Apa kabar?

Baik. Kalau kau?

Aku kemari untuk minum bersama teman.

Mau ikut bersama kami?

Tentu, ide bagus.

Kami juga kemari untuk minum.

Kalian berdua, kami berdua. Pas.

- Kau tampak cantik. - Kau juga tampan.

Temanku yang traktir.

Aku datang!

Lompat!

Lompatlah! Bagus, masuklah. Angkat gelas kalian!

Siapa yang berkemeja merah?

- Apa? - Siapa itu?

- Kau mengundangnya? - Tidak.

Siapa dia?

Dia pengacaraku. Aku memanggilnya untuk diskusi.

Kau harus ajak dia kemari?

Dia terlibat masalah, dan pengacara ini membantunya.

Tuntutannya dibatalkan.

- Harus kutulis cek itu? - Aku harus memberinya beasiswa.

Putranya cerdas.

Dia akan ikuti beasiswa dan tinggal di asrama.

Sisanya tergantung dia.

Kau tak pernah tahu. Dia bisa saja berhenti sekolah.

- Jika begitu, kesepakatan berakhir. - Sungguh?

Anggaplah yang kau bayar ini pereda stres yang mahal.

Aku semakin menyukaimu.

Kapan kau pergi ke Saint-Tropez lagi?

Kudengar di sana cocok untuk yacht.

Bukankah kau punya?

Syukurlah jika kau membelikannya.

Kau jenaka juga.

Apa kabar, Bung?

- Hei! - Kenapa lama sekali?

Chan-ho!

Apa kabar, Bung?

- Chan-ho! - Kau terlambat!

Kenapa lama sekali?

Kau ikut pesta lain?

Apa yang kau rayakan kali ini?

Hari jadi ke-100.

Omong kosong.

Namaku Jung Geum-ja.

Aku tersanjung bisa bertemu langsung.

- Kau... - Kau kenal dia?

Dialah yang mengacaukan hidupmu.

Dia mengurus kasusku.

Ya, itu aku, Jung Geum-ja.

Mau raih bintang? Kuambilkan.

Akulah Jung Geum-ja, pengacara paling setia.

Astaga.

Kau berani sekali.

Kau tak takut akan kehadiranku.

Tidak. Lagi pula, kau calon klien.

"Calon klien"?

Jika aku menjadi lawanmu,

kau akan anggap aku wanita menyebalkan.

Namun, aku membuat klienku puas.

Aku mengincar kepuasan penuh.

Kau kenal dia dari mana?

Seo-u yang mengenalkannya

setelah kau kalah.

Dasar wanita bajingan.

Masalah apa pun yang kau hadapi akan diurus dengan cepat dan senyap.

Terutama soal cinta satu malam, hubungan, dan perselingkuhan.

Akan kuurus masalah hukum yang mengusikmu.

Ide bagus.

Para calon klien, aku tahu aku tak diundang kemari,

tetapi bolehkah aku meramaikan pesta ini?

- Ayo! - Tentu.

- Bagus! - Ayo.

- Ayo! - Ayo!

- Ayo. - Ayo.

Apa yang terjadi?

Ayolah.

- Tunggu. - Ada apa ini?

- Kapan pun - Apa-apaan ini?

- Kau merasa kesepian - Ini tak benar.

Pulanglah.

Aku akan

- Tolong matikan. - Menenangkan dirimu

Aku mau tidur. Bangunkan saat selesai.

Kapan pun

- Dia sungguh gila. - Kau merasa kecewa

Aku akan

Aku akan ke sana.

Dia manis.

Pada malam yang gelap

Saat kau melewati jalan berbahaya

Aku akan

Aku akan menjadi lampu Yang menerangi jalan

Saat kau merasa kesepian

Dan tak ada teman untuk bersandar

Aku akan

Menjadi temanmu

Aku akan

Menjadi sahabatmu selamanya

Aku akan

Menjadi kakakmu

Aku akan menjadi lagumu selamanya

Hebat!

Aku akan menjadi kebahagiaanmu

Akulah orangnya!

Aku penasaran.

Saat aku kesepian, siapa yang akan menghiburku?

Kalian.

SKOR: 99 KAU PENYANYI HEBAT

Silakan, Pak.

Silakan ambil gelasku.

- Ambil! - Ambil!

Ini sup kerak nasi. Bisa meredakan pengar.

Kau minum berapa banyak semalam?

Sampai aku tidak bisa mati.

Kepalaku pusing.

Sebaik apa kau mempromosikan diri kemarin?

Dapat satu saja sudah puas.

Ha Chan-ho ingin bertemu.

Ha Chan-ho?

- Ha Chan-ho itu? - Benar.

Pemecahan kasusku menarik perhatiannya.

Kepalaku pening sekali.

SONG & KIM

Seperti inilah saham Issume tersebar.

Ha Hye-won dari Issume Entertainment memiliki 23 persen.

Ha Chan-ho dari Issume Trading, Issume Constructions...

BAGAN ORGANISASI ISSUME

Ada yang bisa kubantu?

Kudengar ada rapat mengenai Issume.

Lantas?

Kau tak dapat pesannya.

Kasus Issume yang kupegang bukan tugasmu lagi.

Kami yang mengerjakannya sejak dahulu.

Begitukah?

Selain itu, ada masalah lain mengenai Grup Issume.

Pak Choe, jelaskan.

Narablog mengunggah komentar kejam terhadap Issume.

Kalian dengar? Kumpulkan berkas mengenai hukum konstitusi

mengenai kebebasan berpendapat dan hak kepemilikan properti.

Pengacara junior biasanya meriset itu.

Ini bukan pekerjaan yang pantas untuk pengacara senior.

Baik, Pak Kim, aku dengar jelas.

Berapa banyak kasus yang kau tangani selain ini?

Sekitar 20 sampai 30?

Fokus pada semua itu.

Riset yang kusebutkan bisa diurus

pengacara junior.

Pak Choe, sampai mana tadi?

Aku sedang menjelaskan soal pemegang saham perusahaan.

Ha Hye-won dari Issume...

Sudah lihat ini?

Hei, kukira kau sedang rapat.

Kalau begitu, kalian sedang apa di sini?

Sang-mi sedang mencari restoran tahu yang enak.

Kenapa kau membantunya? Memangnya kau pakar makanan?

Tentu tidak. Aku hanyalah aku.

Pak Yoon. Choe Yeon-ji menelepon beberapa kali.

Dia bilang ada makan siang bersamamu.

Choe Yeon-ji? Choe Yeon-ji yang kukenal?

Baiklah.

Selamat siang, Pak.

Putri Wakil Menteri Choe?

Ya, Choe Yeon-ji itu.

Kalian berkencan? Hanya aku yang tak tahu?

Kau bilang dia bukan tipemu.

Kau pasti sedang masa berkabung dari gadis penatu itu.

- Kau bisa diam? - Memang benar.

- Diam. - Aku benar.

Tutup mulutmu.

Dia masih belum melupakannya.

Mereka tertangkap basah.

Reporter tabloid menguntit mereka

dan kini mereka punya bukti kuat.

Kenapa dia begitu ceroboh?

Temanku juga melihatnya.

Tampaknya mereka menyewa ruangan di kelab di Gangnam,

mereka pesta semalaman.

Konyol, 'kan?

- Yeon-ji... - Tidak, jangan bicara.

Habiskan makananmu dan kembali ke kantor.

Kau pasti sibuk, maaf aku meneleponmu seharian.

- Mari putus. - Tidak.

Bilang "tidak" saja tak bisa menghentikannya.

Aku masih tak mau. Aku tak mau putus.

Kau tahu

pasangan harus melihat ke arah yang sama saat menjalin hubungan,

tetapi hanya butuh satu

yang melihat ke arah lain agar berakhir?

Kau sudah gila.

Aku tak mungkin melepasmu.

Ada apa? Kau melihat apa?

Kau kenal dia? Kenapa dia senyum ke arahmu?

Ini bukan urusanmu.

Kau masih hidup.

Sayang sekali.

Kurasa kita tak pernah bertemu secara tak sengaja.

Begitukah?

Kau bilang tak mau melihatku lagi.

Aku ragu orang secerdas dirimu lupa, jadi, apa maumu?

Begini,

kau percaya kalau kubilang aku kemari untuk makan?

Bagaimana kalau kau kembali ke sana?

Jangan merusak suasana.

Bagus.

Dia cantik dan muda.

Benar-benar tipemu, Pengacara Yoon.

Kenapa itu jadi urusanmu?

Bukan, tetapi kau yang kemari, jadi, aku hanya bisa

mengomentarinya.

Bukankah lebih baik pura-pura tak kenal?

Maaf.

Ada klien menelepon.

Ya, Pak Ha Chan-ho.

Ya, tentu saja.

Aku akan ke sana.

Nikmatilah kencanmu.

Ha Chan-ho?

Ha Chan-ho?

Siapa dia? Kau kenal dia?

Dia penguntitku.

Sungguh? Layangkan keluhan. Kau pengacara, 'kan?

- Kenapa dibiarkan? - Kau saja.

Baik, akan kuurus.

- Apa pekerjaannya? - Dia pengacara.

Yeon-ji, kita sudah putus.

Tidak, aku tak mau!

Aku Yoon Hee-jae dari Song & Kim. Ada Pak Jo?

- Ha Chan-ho menelepon? - Tidak.

Dia harus bergerak sesuai keinginanku.

Maksudmu, Pak Yoon?

Ya, aku harus membuatnya memperkeruh suasana.

Dia hampir meledak, jadi, dia akan bergerak.

Kau terus memanfaatkannya.

Kau bisa menang Pengkhianat Terbaik jika ada penghargaannya.

Aku jadi ingat. Kau juga lihat pacarnya?

Wajahnya dioperasi plastik.

Dia menang, selama dia cantik.

Aku cantik tanpa operasi.

Akulah pemenangnya.

Aku tak tahu.

Belum ada keputusannya.

Baiklah.

Jadi, kau membahas Pengacara Jung Geum-ja.

Pak Ha penasaran soal dia, jadi, aku coba merisetnya.

Anggap saja aku tak datang.

Tentu, bisa kulakukan

atau tidak.

Dia tak berubah sama sekali. Kaku sekali.

Kenapa dia di ruang rapat?

Aku mampir untuk memberikan saran.

Soal apa?

Ada narablog yang terus mencaci maki Grup Issume.

Jadi, tim humas memblok blog itu sementara,

tetapi tampaknya akan kacau.

Kau bisa saja berikan uang pelicin kepada narablog itu.

Kita tak butuh konseling dari Song & Kim.

Biaya konsultasinya tinggi.

Tak bisa selesai dengan uang.

Sebab itu kau butuh bantuanku.

Bajingan bodoh itu.

Dia bahkan kalah dalam gugatan. Karena berhasil damai,

aku menerimanya. Namun, itu membuatnya angkuh.

Dia pikir dia cerdas.

Tampaknya aku sudah cerita.

Bukan kau yang kuat, tetapi Song & Kim.

Dasar kutu buku bodoh.

Apa? Kenapa?

Tatapan apa itu?

Kau tak ke dokter untuk minta bantuan psikiater.

Kau dapat narkotika tanpa resep.

Sebagai pengacaramu, kusarankan kau menghentikannya.

Jika sampai bocor, situasi takkan terkendali.

Bisa tutup mulutmu, Bajingan?

Tutuplah.

Maaf. Aku terbawa suasana.

Terima kasih sudah mengatakan itu sebagai pengacaraku.

Kau boleh pergi.

Baiklah.

Hei.

Sudah kau lihat?

Lihat.

Jaringan politik dan sosialku akhirnya membantu.

Jangan basa-basi.

Firma Hukum JD.

Mereka sedang mengurusnya.

Mereka ingin Ha Hye-won menjadi pimpinan, alih-alih Ha Chan-ho.

Namun, rahasia. Hanya beberapa

dari Firma Hukum JD tahu.

Namun, ini takkan berhasil.

Ha Chan-ho didukung oleh Song & Kim.

Ya, 'kan?

Kurasa kau benar.

Aku pesan yang biasa.

Tidak mungkin, kecuali Ha Chan-ho punya masalah.

Astaga, terima kasih.

- Aduh, panas. - Hei!

- Bisa hati-hati? - Baiklah.

Harus tetap bersih.

Sialan.

Itu masih baru. Kau dapat yang bekas lagi?

Ya. Ada di mana-mana.

Halo. Aku Jung Geum-ja.

Ya.

Baiklah.

- Baik. - Bu.

Pesan dua porsi tteokbokki, sundae, dan gorengan.

- Tentu. - Akan kuteken

sewa mobilnya lagi.

Itu dia.

Astaga.

- Pengacara Jung Geum-ja? - Ya.

Terima kasih sudah datang semalam ini. Silakan kemari.

Cepatlah.

- Kau tak tanya ini soal apa? - Akan kucari tahu.

Ini dia.

- Apa ini? - Begini...

Pak Ha menyuruhku menghubungimu dahulu.

Jadi, ada apa ini?

Kurasa dia pingsan. Dia tak menjawab.

Seharusnya panggil 119, bukan aku.

Dia melarangku.

Siapa? Pak Ha bilang begitu?

Ya.

Dia masih bernapas?

Jadi...

- Ada apa ini? - Apa?

Biar kuluruskan.

Semua masalah hukum mengenainya. Aku akan mengurusnya?

Begini... Bukan itu masalahnya. Jika dia tak bernapas, maka...

- Bukan urusanku. - Ya.

Kau jadi pengacara kami dalam kasus ini.

REKAMAN

Aku hanya memastikan.

Pak Ha tak ingin ini tersebar...

Dengan 119?

Ya. Temanku tiba-tiba pingsan.

- Temanmu? - Dia masih bernapas,

tetapi tak bergerak.

Baik. Tolong cepat kemari.

Vila ini bukan punya Pak Ha.

Benar.

Di mana Pak Ha sekarang?

Kenapa dia?

Begini...

Masalahnya...

Mereka tiba dalam 10 menit. Pindahkan dia.

Kupanggilkan seseorang.

Gendong saja dia! Kita tak punya waktu.

Baik.

Astaga.

Hati-hati.

- Buka pintunya. - Baik.

Dudukkan di belakang.

- Cepat. - Baik.

Pergilah.

UNIT GAWAT DARURAT

- Tolong berikan data pribadinya. - Sebentar.

Maaf. Berikan data pribadi pasiennya.

Tunggu sebentar.

Kau tak kenal dia?

- Apa hubunganmu dengannya? - Kubilang tunggu.

AKU DI UGD. KIRIM DATA PRIBADI SEO JEONG-HWA.

Nama, Seo Jeong-hwa.

- Nomor kependudukan. - 850712.

2241511.

Dia menderita malanutrisi dan dehidrasi.

Dia datang tepat waktu.

Bagaimana bisa terjadi?

Kudengar dia sedang berdiet.

Dia bisa mati. Seharusnya dia minum air.

Aku tahu.

Kenapa dia melakukannya?

Dia harus rawat inap beberapa hari sampai pulih.

Baiklah.

Air.

Kau siapa?

Aku pengacara Pak Ha Chan-ho.

Orang gila itu.

Sudah berapa lama kau dikurung?

- Sepekan. - Kau dipukul?

Kalau aku dipukul?

Tak ada lebam. Sepertinya tidak.

Pentingkah itu?

Dia mengunciku di vilanya selama sepekan.

Kenapa? Kau putus dengannya?

Nona Seo Jeong-hwa.

Kau wanita simpanannya?

Dia tak memberimu makan? Katamu kau dikurung.

Aku menolak makan.

Aku harus melakukannya

agar bisa keluar dari sana.

Ha Chan-ho, bajingan itu gila.

Kau lakukan apa kepada Ha Chan-ho?

Kau pergi menemuinya.

Aku pergi menemui Pak Jo dan berpapasan dengan Ha Chan-ho.

Tak masalah kau berpapasan atau tidak!

Biar kutanya dahulu kenapa kau begitu kesal.

Kau pikir kau siapa?

Kenapa menemuinya dan membuatnya kesal?

Dia ingin ganti pengacara untuk nasihat hukum.

- Dia cari Jung Geum-ja? - Dia pengacaranya?

Jika terus kehilangan klien, kita bisa kena masalah.

Intinya adalah mencari klien lagi.

Ini salahmu.

- Minta maaf kepadanya. - Kenapa aku?

Ini terjadi setelah kau menemuinya.

Kenapa lagi dia mau Jung Geum-ja?

Berlututlah kepadanya!

- Tahu apa yang Ha Chan-ho lakukan? - Beraninya kau?

Astaga. Sialan!

Ha Chan-ho melakukan ini!

Kau pikir aku harus meminta maaf? Seharusnya dia!

Sikap angkuhmu. Itu masalahmu.

- Jika kau mau tetap... - Aku pergi.

- Kau mau ke mana? - Ke toilet.

Astaga.

Aku lupa ini.

Astaga, jantungku.

Ya. Tentu.

Aku tahu. Jangan khawatir.

Apa-apaan ini?

Temanku bekerja sebagai sekretaris Ha Chan-ho.

Baik. Dah.

Soal seorang wanita. Ini kasus yang Jung Geum-ja ambil.

Seorang wanita?

Seo Jeong-hwa. Wanita simpanan Ha Chan-ho.

Kenapa dia?

Tampaknya dia pingsan, lalu dirawat di RS.

Aku belum tahu pastinya.

Katamu Firma Hukum JD merencanakan sesuatu dengan Ha Hye-won.

Benar. Dia wanita ambisius.

Akan ada pertumpahan darah antarsaudara

begitu Pimpinan Ha meninggal.

Tunggu.

Kau tahu? Tak mungkin.

Ha Chan-ho akan memberikan kasus wanita simpanannya pada kita.

Lalu bagaimana?

Hei.

Dasar berandal.

PRESDIR ISSUME HOLDINGS

KAKAK DAN ADIK

DINGIN DAN AMBISIUS

Dengar. Maksudku...

Itu dia.

PERUSAHAAN GLOBAL HA HYE-WON

ISSUME TRADING

Seo Jeong-hwa.

SEO JEONG-HWA

- Cari keberadaannya. - Kita sungguh bisa?

- "Kita"? - Benar, hanya aku.

Dia datang.

Duduklah.

- Pengacara Yoon Hee-jae? - Ya.

Kudengar kau andalan Song & Kim.

Aku tersanjung.

Kau menangani Issume sejak perceraian Chan-ho.

Kenapa Song & Kim mau bicara denganku?

Aku mau memberikan penawaran bagus.

Penawaran bagus?

Namun, ini juga berisiko.

Aku ingin kau lepas Firma Hukum JD.

- Maaf, Pengacara Yoon. - Dan ikut denganku.

Yang Firma Hukum JD kerjakan.

Aku tahu mereka ingin menjadikanmu pimpinan Grup Issume.

Dan aku mau membantumu.

Maksudmu, Song & Kim?

Tidak. Akan ada firma hukum lain.

Namun, aku yang memimpin.

Sungguh gegabah.

Bagaimana?

Bagaimana caramu melakukannya?

Seo Jeong-hwa.

Aku akan memanfaatkan Seo Jeong-hwa.

SEO JEONG-HWA

Seo Jeong-hwa sudah dipindahkan.

Seo Jeong-hwa?

Dia bersama Pak Ha sejak lama.

Sekaranglah waktunya.

Kita bisa manfaatkan dia untuk mencapai tujuan kita.

Pengacara Yoon.

Bagaimana kau bisa yakin aku akan menerima tawaranmu?

Song & Kim yang tahu lebih

soal Pak Ha daripada firma hukum lain.

Kami berikan yang tak bisa diberikan Firma JD.

- Sungguh mengagumkan. - Aku...

Maksudku, Song & Kim ingin melayani Issume sebagai klien.

Dan ini waktu yang tepat bagimu

untuk menjadi pimpinan seluruh grup.

Seo Jeong-hwa?

Mengejutkan mendengar nama itu lagi.

Hanya itu yang membuat Chan-ho berseteru dengan ayah kami.

Saat membahasnya,

dia tak pernah dengarkan ayah kami.

Kudengar mereka putus. Ternyata tidak.

Lagi pula, tak ada hubungannya denganku.

Dia cukup legendaris.

Aku tak tahu pasti.

Aku hanya tahu

ada banyak pria kaya yang ingin mendapatkannya.

Dia dicampakkan banyak pria.

Ini bukan soal uang. Jeong-hwa pun kaya.

Begitulah cara dia bersenang-senang.

Baik, aku permisi dahulu.

Kenapa?

Chan-ho mengurungnya?

Dia pria keji. Aku tak heran jika dia melakukannya.

Sampai jumpa.

- Mau kau coba? - Ya.

Baiklah.

Setidaknya kau punya uang.

Mari kita coba ini.

FIRMA HUKUM CHOONG

Pak Jo, kenapa kau memindahkannya ke RS lain?

Baik.

Pastikan tak ada yang tahu.

Baiklah.

Aku...

sungguh tak tahu apa pun.

Apa yang terpenting

bagi dirimu saat ini?

- Apa? - Pak Ha Chan-ho?

Begini... Lagi pula, dia bosku.

Atau Grup Issume?

Kau tak bisa terus membereskan kekacauannya.

Kau harus naik jabatan. Hingga jadi sekretaris kantor pusat.

Aku tak memahami maksudmu.

Maksudku, kau harus tahu melayani siapa.

Kau tahu Issume lebih baik.

Aku hanya tak paham apa maksudmu.

Baiklah. Ini Ha Chan-ho.

Dan ini...

Menurutmu,

lebih menguntungkan bagi mereka yang bertahan

atau yang menyerang?

Kau tahu apa yang aneh?

Belum ada insiden atau tuntutan.

Dan kau diminta

menangani wanita simpanan Ha Chan-ho.

Ini lebih besar daripada kasus lain.

Tak masalah aku mengurusnya atau tidak.

Benar. Yang terpenting, Ha Chan-ho menginginkanmu.

Ini akan memojokkan Pengacara Yoon.

- Dia akan bertindak. - Kurasa begitu.

Dia takkan diam.

- Apa katamu? - Apa?

- Kau bilang apa? - Dia takkan diam.

Lalu apa?

Jika aku jadi dia...

Tidak mungkin.

- Seo Jeong-hwa! - Astaga. Kenapa?

Kenapa? Ada apa dengan dia?

Pak Jo tak menjawab.

Kenapa? Ada apa?

DONATO CARRISI GADIS DI DALAM KABUT

PADA HARI DIA MENGHILANG

Aku menantikanmu.

Kenapa lama sekali? Aku jadi tak bisa pulang.

Kau sudah tahu

aku suka penulisnya, 'kan?

Kau suka berencana lebih awal.

Namun, tampaknya kau tak menduga ini.

Jangan.

Kau tak bisa menemuinya.

Klienku tak ingin bertemu siapa pun.

- Klienmu? - Seo Jeong-hwa

akan menuntut Ha Chan-ho atas pengurungan dan kekerasan.

Aku suka ekspresimu.

Kau jauh lebih menawan

saat tampak kebingungan daripada saat tersenyum.

Kau tahu itu?

Sub by NETFLIX Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF

Follow My IG @sultan_khilaf_sub

Kau sedang apa akhir-akhir ini?

Kau bekerja sama dengan Bu Ha.

Aku pengacara Bu Seo.

Aku kecewa. Kukira kau suka berhadapan langsung.

Mungkin tekad bertarungmu kecil.

Bagaimana? Bisakah melanjutkan dengan ini?

- Kau akan bagaimana? - Memeras.

Akan kulindungi kau.

Akan kulindungi dari pemerasan atau pemaksaan.

Ini kacau sekali.

Hidup memang sudah kacau. Ini tak ada apa-apanya.

Kau hanyalah sampah yang mengincar orang berkuasa dan kaya.

Bukankah aku hebat?

Tak sulit membuatmu menghilang. Bawa mereka ke hadapanku.

- Kau percaya Seo Jeong-hwa? - Tidak.

- Lalu? - Dia takkan pilih Ha Chan-ho.

Aku percaya itu.

Kita butuh tank untuk memasuki rumah ini.

Baik. Target kita sudah sampai.

- Bersiaplah. - Saatnya pertunjukan.

Terjemahan subtitle oleh Fajri Mulyadi

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.