Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Kau siapa?
Polisi.
Hajar dia.
Ayo ikut.
Ayolah, aku lelah!
Dasar berengsek!
Sudahlah.
Persetan kau.
Kutebas kau.
Ayo! Lawan aku.
Kang Sang-du.
- Kau ditahan atas perdagangan narkoba. - Ayo.
Tembak aku.
Kau menggertak. Kau takkan menembakku.
Peluru ronde pertama selalu kosong.
Ada lima peluru, jadi peluangnya 20 persen.
Tapi kau penjahat, jadi 40 persen.
Aku akan tarik dua kali. Jika meledak, silakan bertemu Tuhan.
Jika tidak…
entahlah.
Kurasa kau beruntung.
Tapi masih ada sekali lagi.
Maaf…
Lima…
Empat…
Tiga…
Dua…
- Ampuni aku! - Satu…
Sudah terlambat.
Kak, dengar itu?
Masuklah!
Si bodoh ini mengompol. Jijik.
Buka celanamu.
Buka sekarang, Bodoh. Cepat!
Sial!
Pesing sekali! Kau makan apa?
- Dia orangnya. - Apa?
Dia penegak hukum yang kucari.
Baik.
Lokasi si mesum ditemukan.
- Akan kuperiksa. - Baiklah.
KODE PROSEDUR PIDANA
Aku menemukannya.
Aku tak tahu ada detektif wanita.
Karena meningkatnya kejahatan terhadap wanita,
polisi wanita menjadi semakin penting.
Kepolisian di kota besar
memperkuat tim satuan tugas wanita.
Tim khusus wanita ini berspesialisasi
mengurus kejahatan terhadap wanita, memantau distrik hiburan dewasa,
melakukan pengintaian, dan patroli,
dengan tujuan membawa perubahan besar dalam pencegahan kejahatan.
Sertifikat penghargaan, Sersan Park Mi-young.
Beliau memainkan peran penting
dalam penangkapan pelaku…
Sersan Park Mi-young!
…dengan demikian berkontribusi dalam pemulihan ketertiban umum.
Istirahat di tempat.
Komisaris Kepolisian Seoul, Hwang Pil-seong.
Selamat, Bu.
Siapa…
Saya cinta Anda.
Apa?
Saya Cho Ji-cheol, calon jaksa penuntut umum.
Anda penegak hukum.
Saya pelindung hukum dan pelindung Anda.
Saatnya berfoto!
UPACARA KENAIKAN PANGKAT
Satu…
Dua…
Tiga!
KEPOLISIAN SEOUL SEONGSAN
Hormat!
Sudah bangun?
Katamu kau ada rapat.
Chan-woong kubuatkan sarapan dan kubawa ke penitipan sebelum kerja.
Apa-apaan? Apa kau gila?
Jangan buang sembarangan!
Semalam kau minum dengan siapa?
Kau yang traktir?
Baguslah.
Jangan berani-berani buka bisnis. Carilah kerja dulu.
- Sudah belikan buku Chan-woong? - Terima kasih!
- Apa? Apa kau gila? - Pagi.
Perbaikilah hidupmu.
Aku sudah sampai. Dah.
Selamat pagi, Semua!
Di sini pengap. Buka jendelanya!
Sersan Park, kau harus siapkan minum untuk acara besok.
Tentu saja, Sook-hui. Apa…
Apa perlu beli kerupuk lagi?
Terserah.
KELUHAN & PETISI, PARK MI-YOUNG
KAMI BUTUH INFORMASI SOAL KERUSAKAN MOBIL…
Kurasa kita gawat.
Rabu pagi indah begini kau sudah mengumpat?
- Akan ada penataan ulang. - Kita gawat.
Sook-hui, yang tak pernah minum kopi,
bawa es kopi tiap pagi minggu ini.
Jadi kuselidiki.
Seseorang dari tim ini akan dipecat.
Sook-hui sudah tahu makanya dia menjilat-jilat.
Aku benci rubah licik itu.
Dia pasti hanya bersikap baik.
Dia pekerja keras.
BERTANGGUNG JAWAB: PARK MI-YOUNG
Bersaing dan meremehkan rekan kerja tidak baik, 'kan?
Apa…
Jangan cemaskan itu. Fokus saja pada pekerjaan.
Apa-apaan itu?
Ibuku berikan ini padaku saat aku menikah. Ini emas 18 karat.
Sayang, kau gila?
Jika kuambil, ini jadi suap. Aku tak bisa terima.
Hukum anti korupsi.
Bu Kepala…
- Kau tahu situasiku. - Apa?
Awalnya rencanaku adalah jadi ibu rumah tangga baik
setelah suamiku lulus ujian hukum, tapi itu tak pernah terjadi.
Lalu Chan-woong lahir,
aku harus jadi pencari nafkah utama
selagi mengurus bayi. Aku kerja keras untuk dapatkan pekerjaan ini.
Aku harus potong kukuku…
Upah bulanan dua juta won-ku yang kecil harus biayai tiga orang.
Aku tak punya ketrampilan ataupun koneksi.
Kau membuat posisiku sulit.
Sook-hui dilindungi kebijakan tenaga kerja muda.
Jang-mi lulusan jurusan teknologi, jadi dia dibutuhkan.
Hore!
Kau?
- Aku… - Ya?
- Keahlianku… - Ya?
Kau ahli mengumpat.
Hari ini tenggat waktu kendaraan ilegal, jadi aku harus…
- Itu besok. - Apa?
Benar. Maksudku kendaraan niaga.
Sudah kutangani Kamis lalu.
Kau cepat sekali!
Apa sudah saatnya bayar tagihan pemanas?
Ini musim panas. Kau mau pingsan?
Ini hari yang indah
untuk mati.
Sial!
Kau juga tak punya keahlian.
Sudahlah. Dia sudah pergi.
KASUS STOKING PRAMUGARI
Kenapa orang mesum ini semprot-semprot tinta?
Apa kita harus tangkap orang mesum ini sekarang?
Kita satu-satunya tim dengan polisi wanita. Harus turuti perintah.
Ini tak berguna untuk ulasan kerja kita.
Jika begini terus, kita akan terus kejar orang mesum.
Apa ada yang mencurigakan? Kalian mengawasi?
Tentu saja. Kami mengawasimu sejak tadi.
Aku mengitari arkade.
Kita harus tangkap dia.
Entah apa dia akan muncul.
- Aku kena! - Apa? Kapan?
Kalian lihat?
- Kau melihatnya? - Yang benar saja!
- Yang mana dia? - Pintu masuk kereta. Topi hitam.
- Kami melihatnya! - Di mana?
Dia kembali karena kau tak bereaksi. Jangan bergerak. Diam dan bersiaplah.
Dan jangan terbawa emosi seperti sebelumnya.
Mengerti?
Tetap tenang.
Sayang! Aku di Sinchon untuk beli buku itu.
Tidak! Aku tak main video game!
Kutulis judulnya di buku catatan, tapi kutinggalkan di rumah. Apa judulnya?
- Dia datang. Lima meter lagi. - Kisah Raja Sejong…
Sial…
Ayolah!
Maaf. Penaku macet.
Sial, aku baru beli ini.
Dasar mesum!
Cho, jangan!
- Astaga, Cho! - Apa kau gila?
Pikirmu kerjaan ini lelucon?
Kau senang main-main?
Maaf, Pak.
Terakhir kali di panti pijat, kau lempar pistol ke tersangka.
Berapa kali kapten harus tulis permintaan maaf karenamu?
Kau tak menyesal?
Kalian makan siang saat itu, dan aku sendirian dengan anak baru.
Aku harus bagaimana? Dia menyerangku dengan pisau.
- Jadi, kau bangga melempar pistolmu? - Cukup.
Kau lihat keadaan pria itu?
Sudah kubilang jangan gunakan senjata.
Kau bisa dituntut atas penyerangan menggunakan senjata.
Aku sudah kesal kita dapat kasus payah dan sekarang aku harus bereskan juga.
Maaf.
Tapi apa hanya kasus yang memengaruhi ulasan yang penting?
Itu alasan aku dan anak baru dapat kasus sepele?
Hei.
Pikirmu kau benar?
- Aku muak dengan sikapmu. - Hentikan!
Pikirkan tim kita juga.
Terlihat buruk.
Kami akui kami kasar berlebihan.
Jika kau ingin cari keadilan, silakan tuntut polisi ini.
Sayang!
- Oh! - Astaga!
Ya Tuhan!
Sayang!
Detektif Kwak, apa yang terjadi?
Aku bicara dengannya di telepon saat dia dibawa kemari.
Ini hanya salah paham.
Diam!
Permisi, Bu. Maksudku, Sersan Park.
Ini baru diunggah. Judulnya, "Kekerasan berlebihan di Sinchon."
PRAMUGARI YANG MENYERANG TERNYATA POLISI?
Kami akui kami bersalah,
tapi Departemen Keluhan Sipil adalah keluarga. Tolong pahami.
Meski jika dia mesum, harusnya kau bacakan Hak Miranda-nya, 'kan, Nona?
Memanggil polisi "Nona" agak…
Bagaimana kau bisa hajar kakakmu sendiri?
Tolong jelaskan, Nona!
Pagi ini, wanita berusia 20-an melompat dari gedung.
Apa kau tak merasa bersalah melempar tong sampah ke kakakmu?
Bagaimana bisa kena kepalanya?
Kurasa dia memang sampah.
Itu kasar.
Kenapa? Apa aku salah?
Jika tak menikahimu, dia mungkin bisa lulus ujian
dan takkan tinggal di tempat sempit ini.
Kau menyalahkanku? Itu gara-gara genetik, 'kan?
Meski aku mau coba lagi, ujian pengacara sudah dihapus.
Lihat dia…
Sudah cukup sulit bisa lulus meski hanya fokus belajar.
Diam, Chan-woong! Dia mudah teralihkan seperti ayahnya.
- Ini alasan aku tak bisa pindah. - Pergilah. Aku bisa urus sendiri.
Pikirmu kau bisa tanpa aku?
Orang tak bermanfaat ini tak pernah kerja seumur hidupnya.
Kasar sekali, dia ada di depanmu.
Kalau "tak berguna"?
Kau masih nafsu makan?
Kenapa kau di Sinchon tadi? Di rumah saja, jangan buat onar.
- Dasar tak berguna. - Ibu!
- Berhenti berteriak! - Kau kusuruh pergi pagi-pagi, 'kan?
Makanya kau diperlakukan begini oleh adikmu yang bandel!
Apa aku berbuat salah?
Apa tindakanmu benar?
Kau diperlakukan seperti sampah oleh timmu.
Kau tahu apa?
Aku hanya katakan yang kulihat.
Jika aku diperlakukan seperti itu, aku akan langsung undurkan diri.
Zaman sudah berubah.
Jangan pamer hanya karena kau dapat penghargaan.
Apa? Satuan Tugas Khusus Wanita? Memalukan.
Apa?
Ibu, apa aku perlu tahan Ayah?
Kenapa dikirim ke sini untuk didisiplinkan?
Padahal di sini sudah ramai.
Kita sial sekali…
Kita terjebak bersama di sini, jadi sudahlah.
Apanya yang "sudah"?
Ini juga tak menyenangkan bagiku.
Apa tinggal bersamamu kurang sampai aku harus sekantor denganmu juga?
Aku salah apa di kehidupan lalu?
Ya! Aku dapat!
Aku dapat tiket konser baris depan. Aku akan bisa dengar BTS bernapas.
Hampir mustahil dapatkan tiket itu, 'kan?
Kau pikir aku siapa?
Kurusak beberapa server.
Saya lupa Anda di sini, Detektif. Saya bercanda.
JANGAN SEMBARANGAN BICARA.
BERAPA LAMA DIA DI SINI? SEMPIT SEKALI.
BUKAN ITU MASALAHNYA. SUAMIKU BUAT AKU MALU SEKALI.
VIDEO NOMOR DUA TERPOPULER!
ASTAGA…
- DIA TAK PINDAH PERMANEN, 'KAN? - TIDAK. DIA AKAN PERGI.
- INI KESEMPATANKU. - APA?
ANAK BARU DI TIMNYA TAMPAN. DIA BISA BANTU.
- KENAPA BICARA SOAL CINTA SEKARANG? - MAAF. APA KATA BU KEPALA?
APA IPARKU BISA CURI PEKERJAANKU?
Bicaralah saja.
Mau perbarui tes kemampuan kenapa rumit sekali?
Ambil nomor dan tunggulah.
Apa tak lihat orang lain menunggu? Nomor 53!
Nn. Cho, apa menurutmu itu tak kurang ajar?
"Nona Cho"?
Ya, Nn. Cho, asisten administrasi.
Ini pekerjaan pelayanan.
Hadapi mereka dengan sopan dan senyum.
Di sini kau bukan detektif.
- Jang-mi. - Ya?
- Pindahkan tong sampah, untuk jaga-jaga. - Tentu.
Hindari kotoran karena menjijikkan, bukan karena menakutkan.
"Kau memanggilku kotoran?"
Kutunjukkan caranya.
Selamat datang di Keluhan Sipil. Ada yang bisa dibantu?
Silakan ke meja satu untuk keluhan dan petisi,
meja dua untuk memeriksa informasi publik,
dan meja tiga untuk sidang hukuman dan ringkas.
Ada yang bisa saya bantu?
Saya ingin laporkan…
Ya, saya bisa bantu.
Mau ke mana?
Hei! Ponsel Anda tertinggal.
Ponsel Anda!
Nona!
- Hubungi 119. - Baik!
119 DARURAT
Ini ponselnya.
Dikunci.
Berhasil!
Aduh.
Bagaimana bisa buka?
Rahasia. Dan kau takkan mengerti.
Aku pernah retas ponsel untuk cari bukti mantanku selingkuh.
Aku jadi ingat bajingan gila itu. Pola kuncinya jari tengah.
Apa ada yang menarik?
Bu Park, sudah putuskan mau pergi atau tidak?
Apa barusan kau cari pekerjaan? Silakan lanjutkan.
Detektif Cho, kau tak cari-cari masalah, 'kan?
Aku menerimamu hanya karena bosmu memohon.
Tim lain tak ada yang mau menerimamu.
Jang-mi, jangan kena pengaruh buruk mereka.
Oh, tidak. Kami tak akrab.
Baguslah.
Aku suka caramu tangani kerjaan.
Kalian berdua, jangan malas.
Aku ada rapat.
Suatu hari akan kubalas dia.
Kubantu.
Mak Tua licik.
Ayo periksa ponsel itu mumpung dia pergi.
Itu wanita muda tadi, 'kan?
30.000 SUKA UNTUK VIDEO PENUH UNGGAH 20 JULI, 13.00
Apa ini?
Apa-apaan ini?
Kejahatan seks digital.
Orang unggah video seks pribadi mantan kekasih untuk balas dendam
atau video mata-mata untuk senang-senang.
Mereka orang paling rendahan.
Mereka sembunyikan atau kaburkan wajah mereka sendiri.
Karena infrastruktur internet kita, ini bisa tersebar luar biasa cepat.
Bagaimana cara mencegah penyebaran?
Harus tangkap operator situsnya.
- Akan diunggah besok pukul 13.00? - Ya.
Tapi kenapa tunggu 30.000 "suka" sebelum mengunggahnya?
Begitu cara kerja mereka.
Mereka gunakan ini untuk meningkatkan jumlah pelanggan.
Selama video itu masih ada di deep web, itu bisa diatasi.
Tapi jika ada yang taruh di situs berbagi…
Oh, ya. Aku dengar ini saat makan siang.
Ada kasus seorang wanita muda lompat dari gedung beberapa hari lalu.
Katanya unit kejahatan video dan siber yang menanganinya,
tapi sepertinya tak ada hasilnya.
Usia gadis ini 20 tahun.
Dia baru lulus SMA dan mulai kuliah.
Dia pasti ketakutan.
Mereka bukan hanya bajingan.
Mereka bisa jadi pembunuh.
Aku akan ke rumah sakit untuk temui keluarganya.
Dia tak punya alasan untuk bunuh diri.
Bu, saya tahu ini sulit, tapi tolong tenanglah.
Apa Seo-jin berkencan? Pernah dengar soal itu?
Entahlah.
Dia tak pernah cerita.
Bagaimana bisa? Aku tak tahu apa pun soal putriku.
Maafkan Ibu, Sayang.
Ibu sungguh minta maaf…
Kami temukan barbital meprobamate dalam darahnya.
Apa itu?
Zat narkotika yang ditemukan dalam morfin atau heroin.
Narkotika?
Kami juga temukan zat bius yang digunakan untuk operasi.
Apa Anda petugas yang menangani kasus ini?
Seo-jin…
Dia tak punya pacar.
Dia belum punya sejak masuk universitas.
Apa ada yang kau curigai?
Aku tak yakin, tapi…
ada satu orang.
Siapa?
Bisa beri tahu aku?
Kami…
Kami pergi ke kelab di Hongdae yang dibuka pekan lalu bernama
"Maze".
Kami sedang menari saat dua pria datangi kami.
Mereka mengundang kami ke ruang pribadi di atas..
Seo-jin tak mau ikut,
tapi pria-pria itu tampak baik jadi aku meyakinkannya.
Apa kabar?
- Halo. - Hai.
Sampanye tak apa?
- Baik. - Tentu.
Beri gelas.
Mereka tampak baik dan menyenangkan.
Itu pertama kali kami minum sampanye.
Pria yang kerja di bidang mode mengajakku menari.
Seo-jin tinggal dan mengobrol dengan pria yang impor parfum.
- Dia pengimpor parfum? - Ya, katanya.
Aku menari
saat dapat telepon dari ibuku, jadi aku ke toilet untuk menjawab.
Saat kembali ke atas,
semua sudah pergi, termasuk Seo-jin.
Lalu?
Seo-jin telepon besok malamnya.
Katanya dia sangat mabuk, jadi pulang naik taksi.
Dia tampak baik-baik saja saat di sekolah minggu ini.
Lalu teman lain mengirimiku foto,
menanyakan apa itu Seo-jin.
Ini semua salahku.
Untungnya, tak ada tanda aktivitas di tempat lain kecuali di sini.
Orang yang unggah ini punya alamat IP yang sama dengan operator situs.
Apa?
Kurasa ini bukan pekerjaan satu orang.
Membuat situs video mata-mata pakai mata uang kripto…
Itu sistematik.
Kejahatan terorganisir?
Kau ahli TI tapi tak tahu Excel?
Kenapa kau tanya hal-hal biasa?
Latih kemampuan komputermu.
Bisa kubantu?
Aku tak lihat Detektif Cho seharian. Di mana dia?
Dia…
Dia buang air besar.
Kenapa lama sekali?
Sembelit.
- Dia sangat sembelit. - Benar.
- Butuh setidaknya 45 menit. - Tiap kali.
Empat puluh lima menit?
Terakhir kali toiletnya hampir meledak.
Aku sangat tahu karena tinggal dengannya.
Jangan ke sana…
Baunya tak enak.
- Aku hampir muntah. - Wah…
Bersihkan ini.
Dia buat aku takut.
Bisa periksa situs ini?
- Itu porno. - Temukan operatornya.
Ada lebih dari 10.000 situs seperti itu.
Tak bisa dilacak dari Korea.
Ada satu cara…
minta kerja sama dari Interpol.
Tapi ada sisi buruknya.
Mereka mungkin takkan jawab.
Ini mendesak.
Kami sedang sibuk dengan keluhan sipil.
Semua orang bilang penting. Kami kekurangan staf.
Ini serius!
Kau tak tahu itu. Belum ada kasus.
Karena itu aku minta penyelidikan formal.
Kau tak bisa tiba-tiba datang dan berharap kami buka kasus.
Detektif Oh dan aku dulu rekan kerja dan dia bilang kau merepotkan.
Apa kau tak bisa diam? Kau sedang dihukum disiplin.
Apa kau kemari hanya untuk mengomeliku?
Kami sudah sangat sibuk!
Ayo! Cepat!
- Hei! - Tunggu!
Hai, Detektif Cho!
Serius?
Meski kita ajukan kasusnya, butuh tiga hari untuk diproses.
Birokrasi sialan!
Apa tak bisa kau berikan ke timmu?
Mereka akan bilang itu bukan yurisdiksi mereka.
Dan kita dikejar waktu.
Begitu video disebarkan di torrent, kita tak bisa apa-apa.
Apa kata keluarga korban?
Ibunya tak tahu banyak,
tapi dokter menemukan zat narkotika dan obat bius dalam darahnya.
Apa?
Aku juga bertemu teman korban. Dia menyangka seseorang.
- Siapa? - Empat pria di kelab Jumat lalu.
- Kelab mana? - Kelab bernama "Maze".
Itu di Hotel Clair. Baru buka bulan ini.
- Clair…. Baik, aku akan periksa. - Ya.
Jangan, Nn. Cho!
Jangan buang air besar lagi!
Ayo ambil kasus ini.
Orang lain tak mau.
Jang-mi, kami butuh keahlianmu.
Kita lihat pukul 01.00, tanggal 13, di luar Hotel Clair.
Kenapa kita bisa lihat?
Jang-mi menangani pelanggaran lalu lintas.
Siang hari, dia menangkap parkir ilegal,
saat malam…
Sudahlah.
Sejujurnya, dia peretas.
Apa bisa temukan mereka begini?
Hanya ini yang kita punya.
Kepala bagian mengawasi kita, tapi kita tak bisa diam saja.
Ayo, waktu kita sedikit.
Dia pakai apa, Nn. Cho?
Blus putih dan celana jin, Bu Park.
Ayo fokus, Bu Park dan Nn. Cho.
Itu!
Bagus.
Itu dia, 'kan?
Blus putih dan jin.
Benar.
Ada sedan hitam.
Tunggu.
Ketemu kau.
Nomor pelatnya 56 S-3049.
Aku akan ke Departemen Lalu Lintas.
Hai, Ki-sun! Kudengar kau pindah ke Lalu Lintas.
Bisa tolong carikan pelat nomor?
56 S-3049.
Baiklah, terima kasih!
- Kendaraan tak terdaftar. - Sial…
Kau bisa lacak mobil lewat rekaman?
Bisa kucoba!
Semakin cepat.
Dia belok kanan!
Belok kanan di restoran!
Tidak, dia lurus!
Restoran burger!
Masuk ke gang!
Sial, mereka cepat sekali!
Apanya yang cepat?
Kecepatan internet sangat cepat.
Hati-hati, Jang-mi.
Nilaimu dikurangi tiga poin karena mengabaikan tugas.
Dasar Mak Tua…
Tenang. Kau masih ikuti?
Kuhentikan.
Tentu saja.
Wah. Kalian berdua cepat.
Memang harus cepat agar selamat.
Mau lanjutkan?
Karena kurang cepat, aku kehilangan tiga poin.
Bagaimana kau akan tebus itu?
Kukenalkan ke anak baru di timku.
Masuk ke tempat parkir.
- Lokasinya Seogyo-dong 10-5. - Baik! Kuurus.
- Awasi mobilnya. - Bu Kepala bagaimana?
Apa kita perlu lebih banyak?
Baiklah. Silakan lakukan.
Mereka memang keluarga.
Harganya 25.000 won untuk dua jam.
Bisa dibantu?
Aku dari Kepolisian Seongsan.
Aku ingin lihat rekaman keamanan untuk sebuah kasus.
- Kapan? - Jumat lalu.
Tempat penyimpanannya kecil jadi hanya punya rekaman lima hari terakhir.
Oh, begitu.
Apa kau ingat lihat orang aneh atau tak biasa Jumat lalu?
Mana aku tahu? Semua yang ke sini aneh.
Kau dan aku, cinta tanpa akhir
Lihat? Ada banyak orang aneh. Memang kasus apa?
Kasus video mata-mata.
Alat rekam sangat kecil belakangan ini, bahkan bisa dimasukkan pena.
Takkan mudah ditemukan.
Bahkan bisa pasang kamera dalam kacamata.
Dan kamera digital sekarang sangat murah.
Pasti tak lama lagi akan ada kamera sekecil kancing.
Bagaimana dunia ini?
Saat aku kecil, hanya bisa intip rok guru
pakai cermin di sepatu.
Pokoknya, tempat ini dipenuhi orang aneh.
Dia mengejarnya!
Pelankan suaramu.
- Ya? - Ada apa?
Aku harus pergi.
Pergi saat bertugas akan dikurangi lima poin.
Lima poin?
Siapa peduli. Hidup seorang gadis dipertaruhkan.
Dan Ji-hye tak kuat, dia mungkin dalam bahaya.
Dia hanya bisa lempar tong sampah.
Jika Bu Kepala tanya, katakan aku sangat stres…
sampai harus buang air besar.
Ya, tentu.
Ke mana dia?
Keren sekali.
Astaga.
- Halo? - Ini aku, Jang-mi.
Hei.
- Lihat ke kanan. - Apa?
Lihat ke kananmu!
Berhenti!
Aku harus ke mana?
Lurus lalu kanan di belokan kedua.
Terus saja sekitar 50 meter lalu Anda akan temukan stasiunnya.
- Tolong minta Keluhan Sipil. - Minta apa?
Tadi ada Bu Kepala. Terus saja. Jangan berhenti!
- Di mana Divisi Kejahatan? - Naiklah.
- "Naik"? - Maaf?
Naiklah, nanti bisa lihat!
Naik dinding ini?
- Kau sedang apa? - Bagaimana bisa naik?
Maaf! Kembalilah!
Kau bilang naik!
Tadi aku bicara dengan orang lain. Cepat!
Kau akan lihat setelah lewat gang.
- Baiklah. - Cepat!
Turun!
Dia mencuri kickboard.
Sial, bermesin.
Cepatlah!
Astaga, kau lamban. Cepat!
Berhenti di tempat!
Tak mungkin…
Hei!
Kau berhak untuk tetap diam. Kau berhak didampingi pengacara.
Mi-young.
Aku masih bisa!
Dari mana kau dapat itu?
Kusimpan di laci.
Hadiah dari penghargaan sepuluh tahun lalu. Akhirnya kupakai.
Hatiku berdebar-debar.
Sakit! Sialan!
Apa katamu?
Dasar berengsek!
Kau…
Detektif Park?
Sang-sik?
Sang-du.
Pesing!
Kau selalu mengompol!
Hei, kau pecandu.
Gadis itu punya zat narkotika dalam darahnya, 'kan?
Ya.
Masa-masa itu sudah berlalu.
Aku hanya lakukan video mata-mata sebagai hobi.
Cukup!
Awas wajahmu.
Sepertinya orang yang sama.
Bagaimana kau tahu?
Semua peralatan, sudut, dan metodenya sama.
Salah satu pria itu punya tato di pergelangan tangannya.
Tato ular yang khas. Aku yakin mereka penjahat yang sama.
Sungguh?
Ada lagi?
Para gadis terlihat tak ingin, tapi mereka tak melawan.
Menurut opiniku,
itu semacam afrodisiak babi yang dicampur obat bius.
Itu obat baru.
- "Obat baru"? - Ya.
Kudengar dari temannya temannya teman…
Ada obat baru yang menyebar di pangkalan militer Amerika.
Kurasa namanya…
- Parfum Ajaib. - "Parfum Ajaib"?
- Pernah dengar "Balon Bahagia"? - Itu kasus timku tahun lalu.
Itu populer di bar-bar di Hongdae.
Halusinogen nitro oksida yang dihirup dari balon.
Saat dihirup, itu membuat orang tertawa. Dari itu namanya.
Barang baru ini seratus kali lebih kuat.
"Seratus kali"?
Saat disemprot ke wajah, orang pingsan.
Lalu akan bangun setelah 30 menit,
tapi tak bisa bergerak.
Barang seperti itu beredar?
Teman korban bilang tersangka kami mengimpor parfum.
Panggilkan distributornya.
Mana aku tahu orangnya?
Baiklah.
Ayo pergi.
Hei.
Tunggu! Detektif Park. Sialan!
Panggil aku apa?
Ada toko tato di belakang masjid di Itaewon.
Kau bisa minta Parfum Ajaib diimpor dari Burma.
Itu yang kudengar dari temannya temannya teman.
Berapa banyak "suka" sejauh ini?
Ada 22.000.
Pak, bisa lebih cepat?
Kau bawa senjata?
Kuserahkan ke kantor.
Aku hanya punya ini.
Kau masih pakai seragam…
Dah!
Kalian cantik sekali!
Cocok dengan kalian. Cantik sekali.
Terima kasih!
Wah, ini nyaman.
Kenapa XXL yang paling kecil?
Lebih bagus dari seragammu. Kau sangat kurus…
seperti orang-orangan sawah.
Halo.
Baru pertama kali?
Kalian mau apa?
Ji-hye…
kau lulus kuliah, 'kan?
Apa hubungannya?
Apa kalian mau tato?
Kami... Kami mau...
Parfum.
Apa maksudmu?
Kami mau parfum baru.
Dari Myanmar.
Myanmar?
Kalian bercanda?
Aku tahu...
Kau punya narkotika baru...
Kau gila?
Apa dia mengumpat kita?
Bau.
Tamat...
- Apa-apaan mereka? - Mereka teler.
Pasti ada kata sandinya.
Kata sandi?
Apa yang pertama dia tanyakan?
Dia tanya apa aku ingin tato.
Buatlah satu.
Apa?
Dia tak sungguh-sungguh, 'kan?
Pasti ada kata sandi rahasia. Kau tak pernah menonton film?
Jika dia benar-benar menatoku…
Tanyalah lagi sebelum dia mulai.
Maka kau akan lulus tesnya.
Jika timku atau kakakku tahu aku punya tato…
Jangan khawatir. Takkan kubiarkan dia menatomu.
Baiklah. Yakin ingin yang ini?
- Ya. - Baiklah.
Ayo kita buat.
Ambilkan Parfum Ajaib!
Parfum Ajaib apa yang kau terus bicarakan?
Parfum Ajaib... Narkotika baru!
Parfum! Buat teler! Rileks!
- Aku mengerti. - Mengerti?
Aku sangat mengerti.
Sebentar.
Kau berhasil.
Ini bisa membantumu tenang.
Tahan napas!
PENGHARUM RUANGAN
Cara terbaik ditato
adalah harus tenang.
Dan ini bisa membantu.
Kenapa harganya 150.000 won padahal hanya beberapa huruf?
Apa dia menipu kita karena kita tak bisa bahasa Inggris?
Polisi dari semua polisi, FBl!
Mungkin ini tempatnya…
yang Sang-du bilang.
Mintalah tato. Bagaimana kalau "NYPD"?
Halo.
Kupilihkan yang terbaik untukmu.
Tak terlalu besar, 'kan?
Tunggu!
Parfum Ajaib!
Di wajah.
Lalu pingsan.
Pingsan.
Dan bangun setelah 30 menit.
Tiga puluh menit. Bangun.
Parfum Ajaib.
Oh, Parfum Ajaib?
- Parfum Ajaib? - Ya!
Baiklah. Kalian pelanggan pertamaku.
- Ya. - Tunggulah.
Hampir saja.
Kurasa ketemu.
Langkah berikutnya?
Maksudmu?
Tangkap mereka dan cari tahu nama.
Kau tak tahu? Pekerjaan polisi sulit.
Maaf. Lama menunggu?
Tidak, tak lama.
Baguslah. Aku mau pastikan kalian akan terurus.
Kudapatkan yang kalian cari.
Terima kasih.
Kalian pikir aku tak tahu kalian polisi? Kutembak kalian!
Itu pria dari toko baju, 'kan?
Halo?
Polisi cantik?
Baju itu terlihat konyol.
Bajingan…
Bunuh mereka!
Seben... Sebentar.
- Mi-young! - Apa?
Apa?
- Hei! - Lampunya!
Ada apa?
Aku tak bisa lihat!
Tolong!
Lampunya mati!
Sialan. Apa-apaan ini?
Aku takut!
Aku takut!
Betapa kurindukan rasa pegangannya…
Kau bukan detektif. Kenapa menembak?
Maaf.
Aku terbawa emosi.
Tuan-tuan…
- Pak! - Pak!
Kenapa diborgol?
Dia punya KTP, tapi dia…
- Dia detektif tim kami! - Maaf, Pak.
Kau lupa ini saat ambil barangmu.
Apa itu mereka?
Rasanya ini bagus untuk ulasan kerja.
Detektif Cho yang tangkap mereka.
Mereka pengedar narkoba.
Ini berkat dia menarik pelatuk.
Sayang!
Sayang! Mi-young!
Sayang…
Bu, maaf. Tadi aku tak sadar itu Ibu.
Sudahlah, lupakan saja.
Bu… Salah. Detektif… Bu…
Aku harus panggil apa?
Panggil saja namaku. Usia kita tak mungkin beda jauh.
Aku 26 tahun, tapi. Baiklah. Aku akan panggil nama saja.
Kapan kau jadi polisi? Dulu tak banyak polisi wanita.
Aku direkrut lewat program pendaftaran khusus atlet muda.
Olahraga apa?
Dulu aku bergulat, gaya Yunani-Romawi.
Lalu bayi lahir dan…
Sayang, di mana Chan-woong?
Hai.
Terima kasih kau menjaganya. Apa dia merepotkan?
Dia bisa mengamuk kalau dekat orang asing.
Tidak sama sekali. Dia bersikap baik.
Sungguh? Dia tak biasa begitu.
- Astaga! - Apa?
- Mobilnya! - Mobilnya?
Aku kehilangan dia setelah meninggalkan motel,
tapi kutemukan lagi. Menuju kelab.
Berikan koordinatnya.
Apa hanya kami berdua?
Siapa lagi?
Kalian akan tinggalkan kami di sini?
Ayolah, Mi-young. Ini terobosan besar pertama kami dalam tiga tahun.
Kami harus gunakan untuk hancurkan seluruh jaringan distribusi.
Tapi…
Kukira kalian mengincar tukang intip.
- Silakan ajak Cho dan tangkap mereka. - Ya.
Ini.
Mereka bukan orang mesum biasa.
Mereka buat wanita pingsan dan perkosa mereka.
Hanya video seks buatan sendiri, 'kan?
Bukan! Berapa kali harus kubilang?
Meski jika itu konsensual, apa benar kalau diedarkan?
Baiklah. Anggap saja mereka bukan orang mesum biasa.
Kau tangkap mereka, didenda lima juta won, lalu mereka bebas.
Jangan lakukan ini. Ada kasus yang lebih besar.
Sebagai polisi, apa kau akan biarkan warga dalam bahaya?
Kita pelayan publik yang melindungi,
melayani warga, dan menjaga ketertiban sosial, 'kan?
Apa kau tak sadar prioritas?
Kau mungkin lebih emosional karena kau wanita.
Apa katamu?
Baiklah. Aku salah ucap.
Aku minta maaf. Ya? Selesai.
Ayolah, Cho. Ini terobosan besar bagi kita.
Kenapa kau peduli soal kasus yang bukan milik kita?
Kita pegawai negeri yang dinilai berdasarkan kinerja.
- Benar! - Aku ikut kalian.
Sebagai pria yang ingin jadi penegak hukum…
Maaf, Mi-young.
- Timku… - Tahu kenapa kulakukan ini?
Apa?
Apa aku kasihan pada gadis itu? Atau karena aku mengerti sebagai wanita?
Itu karena para wanita ini akan salahkan diri sendiri.
Aku marah mereka pikir itu salah mereka sendiri
karena terlibat dengan orang jahat.
Mereka dibius dan direkam. Bagaimana itu salah mereka?
Kenapa mereka harus bunuh diri?
Polisi ada untuk menangkap para bajingan itu.
- Mi-young - Jangan katakan hal cengeng.
Lari!
Hei.
Mereka parkir di hotel lalu ke kelab.
Baiklah. Terima kasih, Jang-mi.
Lihat semua orang itu.
Bagaimana kita bisa masuk tanpa surat perintah?
Hanya ada satu cara.
Ya. Tak terpikir kita bisa baris seperti yang lain.
Jangan menarik perhatian. Strategi terbaik adalah berbaur.
Yah... Kita mungkin akan diusir karena pakaian ini!
Kenapa pakaian ini?
Kita takkan terlalu mencolok di tempat seperti ini. Aloha!
Kau tahu apa tentang mode?
Kau pakai jaket kulit hitam di tengah musim panas.
Nona, kau hanya kuliah dan belajar terus.
Kau tak tahu betapa gilanya pesta atlet.
Aku akan rasakan lagi setelah 15 tahun.
Oh, jangan. Berhenti.
Orang di atas usia 30 dilarang masuk.
Selanjutnya. Boleh lihat KTP?
Tapi…
Aku baru lihat pria seusiaku masuk.
Kenapa aku tak boleh? Kau diskriminasi wanita?
Mau beli meja pribadi?
Harganya?
Sebotol sampanye dan vodka seharga 1,1 juta won.
Di bawah usia 30?
Kau kenal Hodori?
Siapa?
Hodori.
Maksudmu Pak Ho-dol?
Apa kau temannya?
- Yah… - Siapa namamu?
Park Mi-young.
Tanya apa dia tahu Park Mi-young.
Baiklah.
Lihat di sana? Itu bar karaoke. Nyanyilah di sana.
Sana. Pergilah.
Empat pria usia 20-an punya kamar pribadi di atas.
Maaf!
Gaya lama! Aku suka bajumu.
Kubelikan minuman. Kami ada meja di sana.
Pengimpor parfum yang bicara dengan Seo-jin
rapi dan tatapannya tajam.
Gajiku setelah bayar hipotek 1,1 juta won.
Tambahkan dagingnya.
- Tambahkan daging. - Baik.
Apa-apaan?
Dari mana kau dapat ini?
- Diberi orang. - Siapa?
Minggir.
Ada apa, Bu?
Kau kenal dia?
Apa maumu?
Wanita tua ini aneh…
Maaf, dunia ini gila jadi…
- Kenapa suaraku? - Ibu ini lucu!
- Apa? - Ya, persetan kau!
Siapa kau, polisi?
Aku hanya tinggal dekat sini.
Sial! KPT, Bu!
Apa itu?
Kau Patahkan Tanganku!
Bu…
Baiklah…
Matikan rokokmu!
Matikan. Kalian juga!
- MKTS, Berengsek! - Apa?
MKTS.
Apa itu?
Masukkan Ke Tong Sampah.
Ya, Bu.
Cari tempat sampah.
- Maaf! - Maaf!
Coba kulihat…
- Lebih dari 30.000 "suka"! - Serius?
Gadis muda memang laku.
Dia akan terkenal setelah besok.
Coba lihat siapa untuk hari ini.
Halo?
Siapa?
Sialan! Baiklah.
Toko tato digerebek.
Siapa yang gerebek?
Dua polisi wanita datang buat keributan.
- Mereka bahkan tembakkan senjata. - Apa?
Mereka tangkap semua anak buah kita.
Sialan…
Apa kita juga kena masalah?
Diamlah.
Tapi anehnya…
Tahu toko pakaian si orang Arab?
Mereka beli kemeja Hawaii di sana.
Bersulang.
Apa pekerjaanmu?
Aku pegawai negeri.
Apa pekerjaanmu?
Aku…
mengelola toko kecil.
Aku mengelola tempat fitness. Silakan minum.
Salah satu pria itu punya tato di pergelangan tangannya.
Tato ular yang khas.
Oh, begitu…
Kau cantik.
Dan gayamu bagus
pakai kemeja Hawaii itu.
Permisi.
MI-YOUNG
Ini.
Aku lupa.
Dia sudah lama di dalam. Kenapa tak menjawab?
Oh, gawat… Ji-hye.
Bung! Ibu ini.
Dasar bocah tengik…
Baiklah.
Sudah kubilang baiklah.
Minggir.
Kau siapa?
Hati-hati. Dia sangat kuat.
Kau angkat beban?
Kenapa kau tanya-tanya Balon Bahagia?
Dasar berengsek!
Apa?
- Hei. - Hei.
- Apa kau sabuk hitam? - Lepaskan!
Kau tahu harus ke mana.
Naiklah.
Berhenti dulu.
- Kenapa kau di sini? - Aku khawatir, jadi aku terus mengawasi.
Naiklah.
Pegangan erat.
Kalian semua matilah!
Kau sudah bangun?
Kukira kau FBl, tapi ternyata kau dari Kepolisian Seongsan.
Kukira kami akan sukses besar.
Kau siapa?
Sial…
Dia polisi pertama kita.
Kita harus membunuhnya.
Cobakan formula baru Philip padanya, kubur dia, lalu tinggalkan tempat ini.
Philip setuju.
Bagaimana?
Sial.
Kita tak perlu membunuh.
Itu tak keren.
Aku hanya ingin distribusi dan bercinta dengan gadis.
Bagaimana toko tatomu bisa digerebek?
Aku ingin membunuhmu sekarang juga,
tapi…
aku akan memercayaimu.
- Aku murah hati, 'kan? - Beri aku satu kesempatan lagi.
Aku agak takut soal membunuh polisi,
tapi aku akan menurutimu.
Aku juga akan menurutimu.
Salin semua yang kita kumpulkan. Polisi sedang bergerak.
Kita akan rilis video yang satunya besok,
lalu buka akun baru dan mulai lagi.
Ya, Pak.
Mulailah.
Apa kau takut?
Kau bajingan…
Kau akan apakan video para gadis itu?
Apa itu alasan kau mengincarku? Astaga.
Aku tak tahu polisi peduli soal ini.
Semua ini hanya senang-senang.
Apa?
Kami juga gunakan data pribadi pelanggan untuk jual narkoba.
Formula ini bagus. Tak perlu repot pakai jarum.
Apa kau pikirkan
soal kehidupan para wanita itu?
Dari caramu mengoceh, obatnya tampak memudar.
Jangan khawatir. Kau takkan langsung mati.
Memang tampangnya begini, tapi dia genius lulusan sekolah Ivy League.
Kau akan merasakan surga.
Ayo kita nikmati bersama.
Di mana adikku?
Kau siapa?
Apa-apaan?
Kepolisian New York, Berengsek!
Apa yang kau tertawakan?
Dasar berengsek!
Mati kau!
Persetan kau…
Berengsek!
Biasanya aku tak memukul wanita…
Tapi kalian berdua pelacur!
Lokasi kita ketahuan.
Polisi lain akan segera tiba.
Mi-young!
Sayang!
Mi-young!
Sayang!
Mi-young, bangun!
Bisa dengar aku, Sayang?
- Sialan! Bagaimana ini? - Ji-hye? Sayang?
Sayang!
Mulai gesek.
Gesek!
Kau sedang apa? Gesek!
Teruskan jika ingin hidup.
Gesek terus!
Sayang! Berhenti menggesek!
Jangan berhenti!
Panas!
Sialan!
Sayang, awas!
Awas!
Sialan!
- Kau mau apa? Apa? - Kau mau apa?
Apa kau gila?
- Bertahanlah! - Sial, panas!
Terus gesek, ayo!
Sayang…
Hati-hatilah.
- Diam. - Panas!
Gesekkan! Terus!
Gesek terus, Goblok!
Gesekkan terus!
Ayolah, Ji-cheol!
Ayo Ji-cheol!
Satu, dua, tiga, empat!
Lari!
Kau tak apa? Terjadi apa-apa?
Aku baik-baik saja.
Maaf. Aku kehilanganmu.
Syukurlah, kakakmu mengawasi.
Aku terbakar sekali.
Apa akan berbekas?
- Bodoh! - Bodoh!
Kita hampir berhasil.
Belum berakhir sampai selesai.
Jangan berisik!
Aku ada telepon. Diam!
Kwak dari Kejahatan Besar Tim 3 berbicara.
Ya, Pak!
Kapten kami sedang di toilet.
Pak?
Selamat pagi.
Ada masalah darurat keluarga.
Jang-mi, kau ikuti terus kameranya?
Ada apa?
PEMBERITAHUAN PEMECATAN
Detektif, bagaimana sekarang?
Jumlah "suka" lebih dari 30.000. Mereka akan segera unggah videonya.
Untungnya, kondisi Seo-jin sudah membaik,
tapi bagaimana jika video itu dirilis?
Aku takut, Detektif. Tolong bantu kami.
Kumohon.
Kerja bagus, Anak Baru.
Selamat atas promosimu.
Kerja bagus, tim.
Kapten, kau juga akan segera naik jabatan.
Ayo makan malam nanti.
Pukul 03.00, seorang wanita usia 20-an ditemukan tewas
di kamar asrama kampus dengan dugaan bunuh diri.
Sudah dipastikan dia korban video seks mata-mata.
Dalam tahun ini saja ada beberapa kasus seperti ini.
Meski korban melapor ke polisi beberapa kali,
polisi lambat menyelidiki, dan banyak dikritik publik.
Pukul 03.00, seorang wanita usia 20-an ditemukan tewas
di kamar asrama kampus dengan dugaan bunuh diri.
Sudah dipastikan dia korban video seks mata-mata.
- Apa-apaan? - Kenapa wajahnya?
Apa kau gila? Kenapa lempar itu?
Kenapa kalian jadi polisi?
Apa?
Para bajingan itu
membius wanita tak berdosa, memerkosa, merekam,
dan unggah video di internet untuk merekrut pembeli narkoba.
Apa?
Saat orang…
menderita karena hal yang tak adil, mereka minta tolong
karena tak bisa hadapi sendirian.
Tapi tak ada yang membela mereka.
Tentu ada orang di sekitar mereka, tapi mereka tak mampu.
Itu alasan polisi ada.
Jika kalian manusia,
kalian harusnya marah pada mereka, 'kan?
Ulasan?
Ulasan?
Saat kalian pikirkan diri sendiri, tahu siapa yang bersama gadis itu?
Aku, beban yang kalian buang ke Departemen Keluhan Sipil,
dan petugasnya yang dipecat karena membantuku.
Sial. Ini…
Ini bisa dibersihkan.
Tapi luka korban itu…
Detektif Cho…
Aku malu jadi polisi.
Aku pinjam ini.
- Detektif… - Tunggu!
Katakan siapa mereka.
Kalian semua gila!
Aku bukan polisi lagi. Katakan di mana mereka sekarang!
Siapa kita?
Maaf, Cho. Aku mendukungmu sekarang.
Semuanya, ambil peralatan kalian.
Lupakan soal ulasan kerja.
Lupakan birokrasi kedutaan.
Para bajingan ini pikir Polisi Korea adalah lelucon.
Cho.
Jangan berhenti. Kau terlahir sebagai polisi.
Hai, Chan-ok.
JOO CHAN-OK
- Detektif! - Ya, Bu.
Apa?
Satuan Tugas Khusus Wanita ke-11. Detektif Park Mi-young.
Bagaimana kau tahu?
Aku lihat CV-mu saat kau pertama datang.
Jadi, kau tahu…
aku dari Satgas ke-3.
Apa?
Dan aku Ketua Regu untuk Tim 8.
Bu…
Sulit bagi seorang wanita untuk jadi detektif di Korea.
Pasti juga sama untuk adik iparmu.
Setelah aku menikah dan punya anak,
aku masih ingin pertahankan pekerjaan detektif yang kusuka,
tapi tak bisa.
Karena aku pemimpin gugus tugas, aku disuruh memimpin Keluhan Sipil.
Itu sudah sepuluh tahun lalu.
Jang-mi beri tahu aku semuanya.
Kau mengejar mereka sejak kemarin.
Aku…
Jang-mi adalah mantan agen Dinas Intelijen Nasional lulusan KAIST.
Apa? Jang-mi?
Setelah jalani latihan ketat, dia ditugaskan
di Tim Komentar Media Sosial.
Dia kecewa dan kemari dengan sukarela.
Tujuh tahun di satgas
dan sepuluh tahun di Keluhan Sipil,
aku akan pertaruhkan karierku untuk mendukungmu.
Kau sedang apa? Pergilah!
Maaf?
Ayo!
Kau menyakitiku.
Ayo, Mi-young. Masuk.
- Ingat moto kita? - Apa?
- Tangkap mereka! - Dan kalahkan!
Bagus!
Bu… Salah…
Mi-young, preman toko tato itu mengaku.
Kita dapat lokasi target!
Situs web-nya ditutup, tapi mereka pasti punya cadangan.
Pastikan kau temukan mereka.
Kita kehabisan waktu. Masuk!
Tamat sudah para bajingan itu.
- Mengumpat adalah keahliannya. - Dia keren.
Ini seragammu.
Oh, Ji-hye…
Selalu kusimpan di mobilku seperti jimat keberuntungan.
Mau tangkap para penjahat?
Ayo tangkap mereka!
Dan kalahkan!
Ayo!
Perhatian, Divisi Lalu lintas,
sedan Audi hitam, nomor pelat 56 S-3049,
terakhir terlihat di Sadang.
Mungkin lewat jalan tol. Tolong cari.
Periksa jalan tol!
Perhatian, semua tim Keluhan Sipil dan Pengawas Parkir.
Empat orang terlihat di luar kafe di Sangam pukul 03.00.4
Cari mereka secepatnya.
Bu, kami temukan lokasi mereka.
Kami dapat lokasinya.
Kwak Yong-suk, Jalan Usadan, Itaewon.
Sung Chan-young, gedung kantor di Gongdeok.
Jeong Woo-jun dan Philip Lee ada di mobil,
ke selatan menuju Gangnam.
Kami akan ke Gangnam.
Aku ke kantor di Gongdeok.
- Aku ke Itaewon. - Aku memeriksa kartu kredit Jeong.
Dia beli tiket ke Filipina pukul 15.00.
Mereka coba bawa kabur berkasnya.
Kenapa mereka ke kota dan bukan bandara?
Jalan Teheran, Gangnam…
Terminal kota!
Mereka coba check-in sebelum masuk daftar larangan terbang.
Cepat.
Kiriman ekspres.
Apa?
Tiket ekspres ke penjara, Berengsek.
Sialan!
Sepertinya kau buru-buru.
Aku ingin buat tato. Bagaimana kalau "CIA"?
Dan aku minta "CSI".
- Apa-apaan? - Bung, ini berat.
Apa ini?
Jadi, ini Parfum Ajaib. Kemarilah.
- Kemarilah. - Persetan kalian!
Hei!
MENYALIN KE CADANGAN
Kau sedang apa?
Apa kau coba tambah lima tahun lagi karena merusak bukti?
Apa? Ternyata kau juga takut dengan ini.
Kalau begitu jangan berbuat jahat.
Persetan kau.
Memang apa rencanamu?
Kau serang anggota kami. Ini balas dendam.
Hapus saja yang itu.
Aku tak lihat apa-apa.
Kutanyai si operator. Jeong yang pegang cadangannya
di kalungnya.
Mereka rencana buka operasi di Filipina.
Dan seperti yang mereka umumkan,
video itu akan diunggah di situs lain pukul 13.00.
Kita kehabisan waktu!
Mereka belok kiri.
Mi-young, kanan di perempatan berikut.
Jeong berhenti di lampu merah.
Lurus saja, kalian akan lihat dia.
- Lampu akan berubah. - Baik.
Cepat, Detektif Cho!
Lampu baru berubah. Kalian lihat dia?
Sialan!
Tayangkan layarnya!
Bajingan!
Minggir!
Ji-hye!
Kenapa kau bisa mengemudi gila-gilaan?
Itu mereka!
Sial!
Tangkap mereka!
Pelacur gila!
TERMINAL UDARA KOTA KOREA
Mereka akan masuk.
Apa itu?
Minggir!
Bajingan gila…
Maaf! Tolong minggir!
Minggir! Minggir, Berengsek!
Ibu bilang akan bertanggung jawab.
Mau kopi?
Keluar!
Sial!
Minggir!
- Ikuti Jeong. Aku menyusul. - Baik.
Minggir!
Minggir!
Bajingan.
Minggir!
Sialan!
Apa kau mau...
Apa katamu, Bajingan Kurus?
Bagaimana kau keluar hidup-hidup?
Dengan banyak menggesek, Berengsek!
Inikah?
Jangan.
Wah.
Bagus!
Kerja bagus, semua!
Hebat.
Tunggu!
Aku tak lihat Jeong.
Bajingan itu…
Terlalu ramai. Aku tak bisa lihat dia.
Pertandingan balas dendam.
Sialan…
Kemari kau!
Dasar Nenek Tua…
Bajingan!
Mi-young!
Hei. Bangunlah.
Sudah kubilang aku tak pukul wanita, 'kan?
Berhenti merekam.
Matikan!
Kubunuh kalian semua!
Dasar menjengkelkan…
Apa kalian harus berdarah untuk sadar?
Jeong!
Jatuhkan pisaumu.
Persetan kau.
Aku takkan hancur sendirian.
Akan kugorok dia sebelum mati.
Baiklah.
Ayo bicara. Jatuhkan pisaumu.
Pelacur bodoh…
Apa kau pernah tembak orang?
Dasar polisi tak berguna!
Peluru ronde pertama selalu kosong.
Apa yang kau lakukan?
Sedang apa kau? Mau lihat dia mati?
Ada lima peluru jadi peluangnya 20 persen.
Tapi kau penjahat, jadi 40 persen.
Sedang apa kau?
Aku akan tarik dua kali. Jika tertembak, silakan bertemu Tuhan.
Jika tidak…
Jika tidak…
entahlah!
Sayang!
Ayo ke neraka, Bajingan!
Mi-young!
Mau lakukan, Detektif Cho?
Jeong Woo-jun…
Kau ditahan atas pelecehan, penculikan,
mencoba membunuh, pembuatan dan perdagangan narkoba,
dan distribusi materi pornografi ilegal.
Kau berhak untuk tetap diam dan berhak didampingi pengacara.
Semua perkataanmu bisa digunakan di pengadilan.
Di mana aku?
Aku sudah tak terkejut lagi.
Sedang apa kau di mal?
Oh, aku di mal…
Oh, karena buku yang kau minta hanya tersisa di sini.
Lalu?
Aku pergi ke semua perpustakaan, tapi mereka tak jual buku.
Kakakmu…
luar biasa polosnya.
Aku harus terus cari.
Tunggu. Kakiku ditusuk.
Apa? Di mana?
- Di sini! - Tak apa?
Tolong minggir.
Kerja bagus, Detektif Cho.
Pukul 13.00 hari ini di Mal COEX,
ada penggerebekan jaringan perdagangan narkoba-seks
yang terkait bunuh diri beberapa wanita muda.
Semua akan baik-baik saja, Seo-jin.
Kau harus bangun.
Penghargaan No. 2341, Sersan Cho Ji-hye.
Komisaris Kepolisian Seoul, Lee Woo-jin.
Surat penetapan, Park Mi-young.
Beliau memberi kontribusi besar
menjatuhkan jaringan kejahatan video mata-mata.
Dan meski menghadapi bahaya,
melakukan tindakan heroik untuk kebaikan publik.
Komisaris Kepolisian Seoul, Lee Woo-jin.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.