Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Subtitles by Soompi TV .: Diterjemahkan oleh Baalthazar :.
Kenapa hanya ini?
Masih ada lagi.
Dasar.
Baik, aku akan ikut kakak ipar.
Aku akan mengecat.
Hey.
Apa kau tidak tahu perasaaannya?
"Ada pekerjaan seperti ini."
"Bekerja keras untuk hidup."
Uang yang kau pinjam dari lintah darat...
Jangan bilang begitu. Itu menakutkan.
Manajemen aset keuangan atau koperasi simpan pinjam.
Yeah.
Ikut dengannya sampai kau bisa melunasinya.
Kak.
Berapa yang bisa kudapatkan dari pekerjaan seperti itu?
"Pekerjaan seperti itu?" Kau sebut pekerjaan kakak iparmu "pekerjaan seperti itu?"
Maaf.
Ya, di sini Kim Yi Ri.
Aku Kim Yi Ri.
Ya Tuhan, Kim Yi Ri.
Kembalikan ponselku.
Haruskah? Harus.
Bagaimana kalau sekarang?
Sungguh?
Sekarang juga?
Tentu. Sekarang juga.
Kita bertemu di depan toko, setuju?
Baik.
Sekarang juga.
Kenapa ponsel adik iparku ada padamu?
Aku menemukannya. Dia menjatuhkannya.
Cepat kembalikan. Dia pasti bingung sekali.
Tidak, bagaimana aku bisa pergi ketika kakakku sedang memberi nasihat?
Jangan buat masalah, pergi saja!
Aku sebaiknya pergi, kan?
Aku akan segera kembali.
Hati-hati.
Oh?
Hey
Babi stroberi.
Tolong satu botol soju.
Baik.
Kurasa kau suka soju.
Pergi keluar meski pesanan menumpuk.
Jangan pedulikan aku dan minumlah.
Kupikir seperti itulah...
...rasanya hidup.
Panas...
menggelitik...
...dan nekat.
Sesuatu yang mengejutkan.
Telapak tanganku panas sejak saat itu.
Seolah aku menyentuh api.
Panas...
...dan menyakitkan.
Aku jatuh, bangkit dan kambuh dimana saja.
Apa kau tahu betapa memalukannya itu?
Lebih baik terjadi di jalan dengan orang asing yang tidak akan pernah kutemui lagi.
Setelah aku sadar,
sangat memalukan bahkan di depan ibuku yang melahirkanku.
Aku juga ingin mengatakan ini.
Meski aku tidak turut campur,
dunia tetap berputar.
Lupakan pikiran bahwa hanya kau yang bisa melakukannya.
Kau kelihatan sangat lelah.
Aku akan menerima pesananmu.
Aku akan menerima pesananmu.
Ada yang membatalkan.
Tidak perlu.
Kau tidak bisa membuat sesuatu yang bagus saat sibuk sekali.
Kurasa sebuah kursi bagus juga.
Bukan meja rias.
Kursi yang nyaman untuk beristirahat.
Aku membuat kesalahan hari itu.
Aku akan membuatnya istimewa.
Lupakan saja. Aku akan mencari di tempat lain.
Kau tidak akan menemukan yang lebih baik dariku.
Aku suka rasa percaya dirimu.
Tapi kenapa tiba-tiba?
Tidak ingin mengatakannya?
Begitulah...
Begitulah yang kurasakan.
[Episode 6: Air mata]
Begitulah yang dirasakannya...
Lalu apa yang bisa kulakukan lagi?
Aku kehabisan kata-kata.
Orang itu...
Aku suka padanya.
Itu adalah permulaan...
kisah tak ternilai yang tak bisa kuceritakan pada siapapun.
Sulit untuk dipahami.
Tidak ingin dipahami.
Permulaan perang yang akan ditertawakan oleh siapapun.
Apa dia menduganya?
Bahwa perang ini membuat kami sangat tidak dewasa?
Sejauh apa kami akan terjatuh?
Tidak terpikirkan kami akan bergulingan di lumpur,
kami minum soju bersama malam itu.
Kenapa dia tidak datang?
Kenapa wajah itu...
...bisa menjadi seperti itu?
Kenapa tubuh itu bisa menjadi seperti ini?
Ugh, tidak mungkin...
Akan kukembalikan jika kau menghabiskan ini.
Seperti yang diduga.
Kau cukup hebat.
Hey, Babi Stroberi.
Bagaimana kabar orang yang tertidur saat BAB di pagi hari?
BAB pagi hari apa?
Orang brengsek yang memberikan 30,000 balon bintang? Bodoh sekali.
Dunia benar-benar sudah lebih baik.
Dimana kau sembunyikan semua lemak itu?
Hey
Aku ingin tahu kemana kau habiskan balon bintang tersebut.
Tapi aku tahu semuanya.
Dimana kau menghabiskannya.
Untuk uang sekolah.
Jangan bohong!
Kau pasti operasi plastik.
Apa kau pernah berolah raga selama lima jam per hari?
Kau gila? Kenapa aku begitu?
Aku melakukan kegilaan itu selama setahun.
Jangan mengejekku lagi.
Kalau begitu kemana balon bintang tersebut?
Apa mereka terbang ke langit?
Untuk uang sekolah.
Hey...
Apa kau mendaftar di rumah sakit?
Kau operasi di sini.
Aku memang C-cup. Aku tidak butuh operasi.
Kau dulu F-cup!
Alihkan matamu.
Alihkan mataku?
Sekarang kau bicara santai sekali.
Apa aku sebuah lelucon?
Huh? Memandang rendah aku?
Jika kau bicara santai padaku lagi,
Aku mungkin akan menghajarmu.
Menghajarku? Silahkan saja.
Aku akhirnya akan menjadi tukang cat karena kakakmu.
Sudah kuperingatkan. Jangan bicara santai padaku.
Memang kenapa?
Apa yang akan kau lakukan?
Jangan.
Hajar aku.
Hajar aku!
Sudah kubilang jangan.
Jangan!
Kakak ipar...
Apa kau tidak tahu Babi Stroberi bisa Tae Kwon Do?
Kami menemukan seseorang.
Kenapa?
Kami menemukannya pingsan 20 menit lalu.
Hai, Min Ki.
Halo.
Lama tak jumpa.
Hai.
Jika kau kehabisan kimchi, beritahu aku.
Kami punya banyak sekali.
Baik.
Dah.
Luar biasa.
Istrinya belajar di luar negeri.
Cuacanya bagus.
Aku datang.
Oh?
Kau sedang makan.
Apa aku datang terlalu awal?
Aku bersemangat seolah akan pergi bertamasya.
Oh?
Aromanya tidak asing.
Sup sapi pedas.
Benar?
Ayo pergi.
Halo.
Kayu jenis apa ini?
Kayu Bubinga dari Afrika.
Kayu ini populer di Eropa karena kuat dan elegan.
Biayanya bisa sampai ribuan dolar memakai ini.
Pilih yang kau suka.
Aku tahu apa?
Lihat saja warna dan teksturnya.
Coba kulihat.
[Ipe]
[Almaciga]
[Arhi]
[Oak]
[Western Hemlock]
Itu warnanya menarik. Bagaimana menurutmu?
Aku datang untuk membeli itu hari ini.
Apa kita tidak terlalu sinkron? Apa mereka sebut ini chemistry?
Coba cium aromanya.
Enak sekali.
Kenapa aromanya bisa seperti ini?
Baunya enak. Minyaknya juga digunakan sebagai bahan dasar minyak wangi.
Apa namanya?
Lignum vitae.
Dari Central America.
Dahulu mereka menggunakannya untuk membuat teh obat.
Jadi, dikenal juga sebagai pohon yang menyembuhkan luka.
Itu pohon terpadat di dunia.
Dan tenggelam di dalam air.
Sangat kuat, sehingga digunakan untuk membuat kapal layar.
Atau bola bowling.
Kepadatannya sebanding dengan African Blackwood.
Tapi ini lebih padat.
Tingkat kekuatannya, warna, aroma...
Mewah diantara yang mewah.
Aku menyukainya.
Biasanya tidak digunakan untuk perabot karena harganya mahal.
Dan juga tidak banyak ditemukan.
Aku harus mencarinya dan akhirnya mendengar ada yang membawanya.
Pokoknya, ini pertama kalinya aku menyentuh kayu itu.
Aku tidak pernah melihatmu bicara banyak.
Maaf.
Jangan. Ini menyenangkan.
Mewah diantara yang mewah.
Itu sebabnya mahal.
Apa lebih mahal dari yang kau harapkan?
Tidak, sama sekali tidak.
Aku ingin memberikan yang terbaik pada istriku.
Ah...
Aku sudah membuat sketsa.
Lihatlah.
Aku membayangkan kursi goyang.
Kurasa akan bagus untuk istirahat dan tidur.
Kursi goyang?
Aku menyukainya.
Akan bagus untuk tidur siang dan kuat disamping berlekuk.
Kayunya sangat padat jadi sudah pasti akan kuat.
Kau keren, tukang kayu Kim.
Aku iri.
Aku putra sulung jadi aku tidak bisa melakukan sesukaku dalam hidup.
Satu-satunya hal yang aku bersikeras lakukan adalah sekolah.
Dan menikahi istriku.
Hanya itu.
Bukankah itu segalanya?
Benarkah?
Benar juga.
Jalan yang tidak ditempuh terlihat lebih keren.
Jika ada yang ingin kau tambahkan, beritahu aku.
Kau sudah melakukan segalaya.
Tapi aku membayangkan sesuatu meski di luar kemampuanku.
Um...
Tidak apa-apa. Bukan ini.
Aku bahkan tidak punya kemampuan apapun.
Lupakan saja.
Tukang kayu Kim.
Kau merusak bayanganmu.
Duh
Kenapa ikan?
Ini mackerel bukan ikan.
Istriku seperti mackerel saat masih SMA.
Kalian bertemu di SMA?
Istriku masih SMA.
Aku guru pengganti pelajaran Biologi.
Perlu kupesan satu lagi jika tidak cukup?
Tidak usah, aku makan banyak tadi pagi.
Kenapa dia seperti mackerel?
Ah...
Mackerel menyukai air hangat.
Mereka cepat dan montok.
Dengan punggung biru.
Mereka berlomba di laut dengan kecepatan maksimal 60km/jam.
Begitulah dia dulu.
Dia membaca mantra di puncak gunung untuk memanggil UFO.
Dia ingin menanam pohon apel di Andromeda.
Kau tahu apa yang dibawa di tasnya sebagai bodyguard-ku?
Palu.
Aku tidak pernah tahu dia akan melakukan apa lagi.
Dia membuatku sangat bersedih.
Dia tidak makan mata tikus, kan?
Aku mengarangnya.
Dimana kau dengar itu?
Bagaimana kau bisa tahu itu?
Kau tadi memberitahuku.
Boo
Berhenti, kan?
Duh
Biasanya berhenti begitu.
Apa aku tidak mengagetkannya?
Kau mulai bekerja minggu depan?
Boleh aku datang melihat dan membantumu?
Tidak bisa.
Aku tidak akan mengganggu.
Aku tidak akan dekat-dekat mesin.
Aku harus membuat alasan di kantor jadi aku juga tidak bisa tinggal lama-lama.
Istriku tidak tahu aku cuti hari ini.
Anehnya aku menyukaimu.
Tukang kayu Kim.
Mari bertemu bahkan setelah pekerjaan selesai. Kita minum soju.
Jangan suka padaku..
Apa?
Ya, Ibu mertua.
Bagaimana sup sapi pedasnya?
Aku tidak mendapatkan taro yang benar. Agak pahit, huh? (sejenis umbi)
Sup sapi pedas?
Kenapa?
Tidak enak?
Cita rasaku tidak seperti biasanya.
Pasti rasanya tidak enak.
Tidak mungkin, aku menghabiskannya. Sama seperti biasanya, ibu mertua.
Benarkah?
Kau tidak asal bicara?
Kapan aku pernah asal bicara?
Kemampuan ibu sama seperti biasanya.
Jadi, tolong buatkan dongchimi kimchi lagi untukku musim dingin ini.
Baik, dah.
Huh?
Dia tidak makan mata tikus, kan?
Aku mengarangnya.
[Valid Love]
Ambilkan catnya, aku akan mencuci kuasnya.
Masukkan ke dalam mobil ketua tim.
Masukkan itu semuanya juga.
Dorong masuk. Gunakan kakimu untuk mendorongnya.
Apa kakimu tidak kuat?
Apa kau tahu kenapa aku tidak punya?
Selalu membalas perkataan.
Kau seharusnya memberitahuku jika adikmu sadis.
Yi Ri?
Kenapa Yi Ri sadis?
Dia sadis. Dia benar-benar preman!
Kau pasti memprovokasinya.
Ugh.
Apa?
Wow, kau selalu hanya mengatakan hal-hal yang baik saja.
Kau membiarkan kekerasan?
Apa kau mengaku bahwa adikmu adalah preman?
Huh?
Tidak usah bicara.
Cepat singkirkan ini supaya kau bisa dapat $50.
Kenapa $50? Kau bilang $100.
Kau masih pemula.
Ini hanya pekerjaan membantu saja.
Jika kau ingin mendapatkan $100, cepat belajar dan setidaknya mendempul.
Hey.
Ini penipuan.
Penipuan, huh?
Kau menipu keluargamu sendiri.
Apa kau baru tahu?
Seberapa besarnya $50?
Apa yang kau lakukan?
Cepat singkirkan itu!
Ugh, kau benar-benar tidak mau mendengarkan.
Kau harus mengambil laptopnya.
Kenapa serius sekali?
Ugh!
Jeez.
Kenapa kau terkejut?
Apa kau berselingkuh?
Tidak, terima kasih.
Aku harus memasak di rumah.
Berikan laptopnya.
Tolong kue beras pedas dan sosis darah.
Baik.
Tadi saat melihat di cermin.
Kau tahu apa yang tertulis di dahimu?
Bodoh.
Pakaianmu juga bagus.
Pakaianku belum kering.
Hanya ini yang bisa kupakai.
Pakaianku sudah kering semalam.
Terima kasih.
Telapak tanganku panas sejak saat itu.
Seolah aku menyentuh api.
Panas...
...dan menyakitkan.
Di sini saja sampai kau selesai makan.
Kau akan makan pelan-pelan, kan?
Aku baru saja makan cemilan sore.
Aku masih kenyang.
Ah...
Sup sapi pedasnya...
Aku belum pernah makan sup seenak itu sebelumnya.
Kau sepertinya bukan ahli memasak.
Ibuku yang membuatnya.
Tidak heran.
Hey.
Dia punya pengalaman 30 tahun memasak untuk anak-anaknya.
Tentu saja aku tidak sebaik ibuku.
Kau tidak sebaik kakekmu.
Yah...
Apa kau bercanda?
Ya.
Tukang kayu Kim!
Kau makan makanan seperti ini?
Kupikir kau hanya makan ararut (sejenis umbi).
Bagaimana kabarmu?
Hariku buruk sekali.
Tapi sekarang setelah melihatmu aku sudah lebih baik.
Boleh aku minta?
Aduh
Aduh
Hey.
Kenapa kau tidak pulang menyiapkan makan malam?
Tae Soo sudah menunggu.
Kau membuatku kaget.
Apa yang kau lakukan di sini?
Ah...
Aku dibayar hari ini.
Sekarang setelah semuanya beres, kita tidak akan bertemu lagi.
Ya.
Tunggu.
Kau pakai ini?
Astaga, cocok sekali untukmu.
Dia selalu kemana-mana memakai pakaian kerja.
Jadi aku memberikannya mantel.
Tapi dia menyimpannya di lemari baju karena katanya tidak cocok untuknya.
Kami bertengkar masalah itu.
Lihat betapa cantiknya kau?
Seperti seorang wanita.
Seolah kau sedang berkencan.
Oh, yeah.
Oh, tidak. Apa yang kulakukan?
Kau meminta nomor ponselnya, huh?
Aku pasti sudah gila.
Aku sama sekali lupa.
Maaf, Tukang kayu Kim.
Tidak apa-apa.
Kami sudah menyelesaikannya dengan bertemu begini.
Apa aku menderita pikun lebih awal?
Apa mata juga rusak karena itu?
Kupikir kau pacar Tukang kayu Kim.
Kudengar kau punya pacar.
Duk Bae bilang dia melihatmu.
Aku ingin tahu siapa dia.
Dia pasti telah menyelamatkan negara di kehidupan sebelumnya.
Hingga punya pacar seperti Tukang kayu Kim.
Ugh! Aku pasti akan menyelamatkan negara jika tidak hamil saat berusia 20.
Huh?
Ada telepon.
Jeez.
Maaf sudah membuat masalah terlalu awal.
Hai, anakku. Ada apa?
Kau bisa pergi. Aku yang akan mengurus ini.
Oh...
Kau punya pacar?
Apa dia cantik?
Tentu saja, benarkan?
Kau percaya itu?
Pacarmu mungkin datang berkunjung.
Akan jadi masalah jika aku bertemu dengannya, benarkan?
Jangan bercanda.
Aku serius.
Siapa Duk Bae? Apa kau mengenalnya?
Kau seorang pemain, huh?
Tidak heran. Sudah kuduga memang aneh.
Kau pandai mengatur ikan-ikanmu.
Tapi maaf.
Aku tidak tertarik.
Brengsek! Beraninya kau mempermainkanku?
Apa? Hanya permulaan?
Bagaimana kau bisa berbohong seperti itu?
Benar-benar sebuah komedi.
Permulaan, pantatku.
Semua sudah selesai, dasar brengsek!
Hey, hey.
Apa yang kau lakukan?
Hentikan. Kenapa kau memukulnya?
Ada apa denganmu?
Soo Young.
Orang brengsek ini...
tidak membayarku selama sehari.
Kau bantu aku memintanya.
Ugh.
Bagaimana ini?
Tukang kayu Kim, aku tidak menyangka kau akan begitu.
Apa kau orang kikir?
Siapa Duk Bae?
Ugh!
Siapa kau pikir dirimu?
Siapa kau pikir dirimu!
Ugh, aku marah sekali.
Kak.
Kau tahu yang dikatakan orang brengsek itu?
Dia bilang telapak tangannya panas.
Dia bisa gila karena panas dan menyakitkan.
Jadi, ini hanyalah permulaan.
Saat merayu, mereka bahkan akan memberikan ginjalnya.
Tapi apa ini?
Dia mungkin mengatakannya pada wanita itu.
Dia mungkin memberikan kantong empedunya padanya.
Bertemu denganku di siang hari dan wanita lain di malam hari.
Kenapa dia begitu?
Dasar nenek sihir.
Kau punya suami. Kenapa kau menuduh orang berselingkuh?
Kau yang jahat atau dia?
Apa dia tahu kau sudah menikah?
Meski demikian,
ketahuilah.
Kenapa bujangan menggoda wanita yang sudah menikah.
Hanya...
...untuk dipermainkan.
Kak, apa yang harus kulakukan padanya?
Apa perlu kubakar tokonya? Semuanya kayu.
Kurasa kau masih menulis sebuah novel.
Roman Harlequin populer di jamanku.
Apa kau membacanya akhir-akhir ini?
Apa yang kayunya lakukan padaku?
Orang brengsek itulah yang jahat.
Selalu ada pria kaya di roman Harlequin.
Apa dia kaya?
Orang brengsek itu.
[Adikku]
Laptopku.
Aku mohon.
- Kembalikan! - Oh, tidak.
Yang tidak ada hanyalah sebuah peluru. Kelihatannya milik koresponden perang.
Apa kau membawanya ke pertempuran?
Enam bulan.
Apa kartu kreditmu cukup?
Kenapa ini?
Ada apa?
Aku ingin melompat ke laut karena aku sangat bodoh.
Jangan cari masalah denganku.
Aku perlu tahu.
Apa yang terjadi. Jelaskan secara rinci.
Kenapa kau terobsesi? Seperti bukan dirimu.
Aku membelinya dengan gaji pertamaku.
Aku meneliti selama sebulan dan dengan cemas menunggu sampai diantar.
Dan yang terpenting,
pinjamanku belum lunas.
Apa kau tahu apa artinya?
Tidak.
Aku masih jatuh cinta...
dengan laptop baruku berjalan selama tiga bulan.
Anggap saja laptopmu mengkhianatimu.
Maka kau akan membencinya.
Apa maksudnya?
Ugh!
Duk Bae.
Ya?
Kau lihat pacar Tukang kayu Kim brengsek itu?
Apa benar? Sungguh? Kau yakin?
Ya.
Sial.
Duk Bae.
Ya?
Tidak apa-apa.
Aku sudah gila.
Bekerja yang rajin.
Apa...
matamu masih bagus?
Ya.
Bagus untukmu
Ini pasta kacang ibu mertua.
Yeah.
- Pasti enak. - Makan yang banyak.
Kau enak memasaknya.
Kau benar-benar tidak akan makan?
Berapa banyak kue beras pedas yang kau makan?
Aku juga makan sosis darah dan kue ikan.
Aku kenyang.
Kalau begitu duduk saja.
Aku tidak mau makan sendirian.
Kau selalu menyukai kue beras pedas.
Kau juga akan menyukainya saat sudah menjadi nenek.
Kenapa?
Jika kita bertemu lebih terlambat,
seperti apa jadinya?
Apa maksudmu?
Setelah bersenang-senang dan berkencan dengan pria seusiaku,
kemudian bertemu saat sudah lebih tua...
Aku hanya memikirkannya.
Maka kau tidak akan menikah denganku.
Kau suka padaku karena kau masih muda dan polos.
Pria sepertiku banyak sekali bagaikan butiran pasir.
Aku menemukan mutiara di antara butiran pasir.
Benarkah?
Bahkan jika kita bertemu lebih terlambat, aku tetap akan menikah denganmu.
Kenapa kau cengeng sekali hari ini?
Oh, yeah.
Dimana sup sapi pedasnya?
Ibumu tadi menelepon.
Ambilkan untukku.
Aku menumpahkannya.
Tumpah?
Semuanya?
Ya.
Kau jangan memberitahu ibumu.
Aku bilang padanya aku menghabiskannya karena sangat enak.
Jeez.
Okay.
Maaf, Pak guru.
Apa?
Karena menumpahkan sup sapi pedas.
Jeez.
- Jika kau memberitahu apa yang terjadi pada laptopku, - aku tidak akan menagih biaya penyimpanan data.
Bodoh.
Tolol.
[Institut Penelitian Kehidupan laut Nasional]
Ikan Skate?
Yeah, sekarang musimnya ikan skate.
Bagaimana tangkapanmu? Apa kau menangkap banyak?
Aku akan menelepon jika aku ada pekerjaan di sana. Jangan makan semua dan sisakan untukku.
Mengerti?
Yeah.
Jung Goo, kau ingin makan apa?
Kita makan dimana?
Kudengar pemandangan dari cafetaria bagus di sini.
Sunbae = Kakak Kelas
Sunbae, kenapa kau...
Hey.
Yoo Sun Joo.
Aku hampir menangis karena kupikir kau tidak mengenaliku.
Bagaimana kau bisa di sini? Sudah berapa lama hingga sekarang?
Tujuh tahun?
Kau sama sekali tidak berubah.
Itu yang dikatakan orang tua.
Dasar putri antibakterial.
Maaf aku tidak mencuci tanganku.
[Valid Love]
Apa?
Kau akan bekerja di sini?
Ya.
Benarkah?
Apa itu masuk akal? Kau di sini?
Bukankah orang juga hidup di sini?
Melihat laut Mediterania dari dalam cafeteria.
Ini menyenangkan.
Kau semakin aneh.
Kau masih...
menganggap aku aneh dan menjengkelkan?
Kau tidak perlu mengatakannya begitu.
Tapi selamat datang. Aku senang bertemu denganmu.
Tapi kenapa tiba-tiba? Kupikir sekolah sesuai denganmu.
Berkeliling melelahkan.
Bagaimana dengan menikah? Kau harus menikah.
Entahlah...
Aku bertambah tua saat bersekolah.
Pria baik sudah mulai punah.
Tidak.
Tidak punah.
Pemangsa lain...
sudah menahan mereka.
Aku.
Sun Joo.
Maaf, aku akan mengambilkan. Kita punya alkohol.
Tidak, apa-apa, sunbae.
Apa kau tidak membawa alkohol lagi?
Sudah lama aku tidak membawanya.
Sekarang aku adalah manusia, huh?
Kau selalu adalah manusia.
Manusia wanita cantik.
Jeez...
Aku dengar soal adikmu.
Kau ingat Hee Soo?
Ya.
Saat aku datang menemuimu...
Dia cantik saat itu.
Ya.
Sangat. Sayang sekali
Yah, istriku yang menderita.
Kurasa begitu. Aku dengar dia masih muda.
Benar.
Benar tapi...
terkadang dia seperti seorang ibu atau kakak.
Kenapa wanita...
...cepat sekali dewasa?
Apa kau sedang menyombongkan diri?
Yoo Sun Joo!
Sun Joo!
Sayangku Yoo Sun Joo!
Ini Sun Joo!
Aku memeluk Sun Joo!
Hentikan! Dia bisa pusing!
Wanita kedua setelah Choi Jin Shil yang membuatku panas.
Lebih dingin dan lebih angkuh dari putri es.
Cinta pertama kami.
Aku tidak tahu saat itu.
Bahwa dia agak tertarik dengan istriku.
Benarkah?
Aku tidak menyangka akan terjadi. Istrimu benar-benar tukang cat?
Dia bagus sekali.
Ada kata-kata dari Harlequin?
Berkencan memang seperti itu.
Membuatmu lebih bahagia dari yang bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Tapi selalu ditemani dengan kepedihan yang lebih besar.
Dunia tanpa kebahagiaan, kepedihan dan hubungan...
Tidak buruk juga.
Tapi aku ingin tahu seperti apa wajahnya.
Anggap saja sebagai suatu kehormatan.
Aku mengakui dia adalah manusia sesungguhnya.
Kau pasti kedinginan. Biar kuambilkan selimut.
Oh, air untuk mandi.
Astaga.
Apa kau masih salah paham?
LIhat di dahimu.
Tertulis "bodoh", benarkan?
Bodoh...
Panas sekali!
Oh, tidak. Bagaimana ini?
Sudah ya.
Tukang kayu Kim, kau datang.
Duduk di mana saja kau suka.
Kau ingin apa?
Air mineral?
Sandwich.
Astaga. Kau belum makan?
Omong-omong...
apa kau sudah menyelesaikan masalah dengan Il Ri?
Ya.
Orang bisa saja lupa.
Dia tidak sempurna. Kenapa dia memukulmu seperti itu?
Dia agak seperti itu.
Tapi dia pekerja yang baik.
Aku agak lapar.
Astaga. Lihat aku.
Apa satu sandwich cukup?
Kau harus menggunakan tenagamu.
Duk Bae.
Bawakan sandwich besar ke sini.
Baik, baik.
Sandwich...
Maaf.
Ya?
Kau melihatku dengan seorang wanita?
Ya.
Kau seharusnya tidak berbohong.
Aku melihatmu.
Dengan Il Ri noona.
Kau dan...
Il Ri noona...
hari di saat hujan...
Oh?
Hujan.
Um...
Duk Bae.
Jangan khawatir.
Aku bisa menyimpan rahasia.
Mencurigakan.
Apa?
Sampai jumpa.
Aku tidak tahu apa.
Tapi mencurigakan.
Ada yang disembunyikan.
Yi Ri.
Apa kau temukan dimana laptopmu?
Hee Soo!
Il Ri!
Nyonya Ahn!
Ibu.
Cepat.
Cepat.
Cepat!
Kak!
Tunggu.
Sudah saatnya pacarku datang.
Kau bisa melakukannya?
Aku hanya akan beristirahat sebentar.
Kau tidak boleh bertemu pacarku. Jadi habiskan dan pergilah.
Aku sudah tahu siapa Duk Bae.
Dia pasti salah lihat.
Jadi aku tidak bersalah.
Menangislah jika kau ingin.
Ingin tahu sebuah rahasia?
Aku...
tidak pernah menangis di depan suamiku.
Jika aku menangis, dia merasa bersalah.
Aku juga tidak menangis di depan ibuku.
Karena membuatnya marah.
Dan juga Hee Soo unni.
Jika aku menangis, dia tidak tidur semalaman.
Aku tahu semuanya.
Pinjamkan ponselmu.
Ini darurat. Cepat.
Ini aku, bu.
Yeah, halo.
Dimana kau?
Aku di luar.
Bagaimana keadaan kakak?
Apa di rumah sakit?
Tidak.
Perawat Kim datang.
Syukurlah dia baik-baik saja.
Jangan khawatir.
Sayang.
Jika belum pulang ke rumah,
datanglah kesini.
Kita makan malam bersama.
Suruh Hee Tae datang.
Kenapa tidak menjawab?
Ya.
Aku akan datang sekarang, bu.
Baik.
Aku akan menyuruhnya menyiapkan makan malam.
Apa kau budak mereka?
Apa kau budak mereka?
Kau selalu terburu-buru setiap mereka menelepon.
"Ya, Bu."
"Ya, Ayah."
"Ya, sayang."
"Ya."
"Nyonya Park."
Lari ke sana kemari.
Apa kau berlatih untuk marathon?
Apa kau akan menerima medali jika kau menang?
Jika kau mendapat medali, yang kau lakukan hanyalah menggantungnya di rumah.
Apa maksudmu?
Kau tahu apa?
Ada orang sakit di rumah.
Selama tujuh tahun.
Kau merawatnya dengan baik.
Apa lagi yang bisa dikatakan Hee Soo?
"Aku tidak mau di nursing home."
"Aku ingin tinggal di rumahku meski aku menjadi beban selamanya."
"Tepuk punggungku satu jam sekali setiap malam."
"Pijat aku dan terapi fisik."
"Kalian lakukan semuanya."
Apa kau pikir dia akan mengatakan itu?
Adik iparmu pembuat onar.
Keluarga mertuamu selalu ingin kau datang.
Berlarian ke sana kemari.
Kenapa kau bersikap baik?
Itu bukan bersikap baik.
Itu hidup sesuai keinginan orang lain.
Menantu baik seperti yang diinginkan mertua.
Istri baik seperti yang diinginkan suamimu.
Wanita baik...
seperti yang dinginkan semua orang.
Siapa kau pikir dirimu?
Siapa aku dan bagaimana aku hidup...
Berani...
Berani kau bersikap seolah kau tahu?
Kau membuatku khawatir. Sungguh.
Ah...
Karena kita berciuman sekali?
Dengar, Tukang kayu Kim.
Apa kau hidup di abad ke-19?
Kita hanya berciuman sekali. Kau bersikap seolah kau tahu aku padahal kita tidak tidur bersama.
Apa yang sangat kau khawatirkan? Jangan membuat asumsi, ahjusshi!
Kaulah yang berasumsi.
Kau hanyalah budak.
Boneka.
Siapa yang kau sebut boneka?
Kau tahu apa?
Kau tahu apa?
Kenapa cari masalah denganku? Kau tahu apa, dasar brengsek!
Apa yang aku tidak tahu?
Apa kau lebih bahagia dari yang kuketahui?
Karena suamimu orang yang baik...
Karena dia mencintaimu...
Apa kau bahagia?
Yeah, aku bahagia!
Apa kau tahu arti kebahagiaan?
Kau sendirian menyentuh kayu mati.
Kau akan mati tua sendirian tanpa mengerti arti kebahagian.
Kau akan terbaring di peti mati yang kau buat sendiri.
Itu tidak buruk.
Setidaknya aku tidak menipu diriku.
Seperti kau.
Hiduplah seperti itu jika kau sangat bahagia.
Selamanya.
Kau ingin aku bagaimana?
Kenapa kau melakukan ini padaku?
Ini berat bagiku.
Ini berat.
Aku sekarat karena sangat berat!
Apa maumu?
Apa salahku?
Kenapa kau melakukan ini padaku?
Apa salahku, dasar brengsek!
Lihat?
Kau menangis.
Kau bisa menangis di hadapanku.
Istriku...
tidak pernah menangis di hadapanku.
Jangan bicara sembarangan!
Tidak jika kubilang tidak!
Apa itu pacarnya?
Ibu mertua.
Apa Il Ri ke sana hari ini?
Kau sangat berani.
Kalau begitu pergilah besok.
Apa...
karena dia kehujanan?
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.