Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Malam Abadi S2]
[Episode 39]
Ubi ini sungguh enak.
Di sini adalah jurang tinggi,
dia tidak bisa naik.
Jika tuan muda mati,
aku akan mati sekarang.
Agar selamanya tidak bisa berhasil.
Bukankah kamu nyawanya?
Mengapa tidak bisa merasakan kematiannya?
Aku adalah nyawa tuan muda.
Jika tuan muda tidak ada,
aku juga tidak ada.
Nanti kamu juga akan menghilang.
Tunggu aku menyucikanmu.
Kamu akan melupakannya.
Saat itu
kamu akan menjadi milikku.
Tidak akan peduli dengan hidup matinya.
Masalah makan,
manusia dan hewan sama saja
semuanya kebutuhan tidak berarti.
Makan bukan hanya karena perlu,
makanan juga ada perasaan dan ingatan.
Kadang,
makan makanan yang sama,
untuk mengingat kembali rasa yang dulu.
Meskipun,
kamu tidak ingat orang dan hal itu
tetapi rasa tidak akan salah.
Jika gunung belakang Akademi adalah rasa sup ayam.
Maka Lao Bi Zhai
adalah rasa sup mie asam pedas.
Dan juga.
Cukup.
Jika berkata lagi,
aku akan menghukumnya.
Apakah dia akan jatuh?
Aku masih tidak ingin dia mati.
Mengapa mirip sekali dengan suara Ning Que?
Ya ampun.
Dasar Ning Que.
Gendut.
Mengapa kamu di sini?
Berikan tanganmu.
Ayo.
Apakah kamu datang menolongku?
Dari ibu kota sampai Taoshan,
perjalanan begitu sulit,
kamu masih memanjat yang begitu curam.
Terlalu berbahaya.
Apa yang kamu katakan?
Aku datang mencari Sang Sang.
Otakmu sungguh rusak.
Mana mungkin Sang Sang di tempatku.
Itu karena Jiu Tu
tiba-tiba membawa kereta kuda muncul di ibu kota.
Dan meninggalkan pesan.
Pesan apa?
Semua kematian
di dunia ini.
Adalah pertemuan kembali setelah berpisah.
Ini adalah perkataan Sang Sang?
Tidak mirip.
Dulu Sang Sang memang tidak akan berkata seperti ini.
Tetapi setelah dia keluar dari catur itu.
Sudah mengatakan hal ini.
Bahkan dia muncul dalam mimpiku.
Mengatakan dia ada di sini, memintaku menjemputnya.
Jadi kamu memanjat jurang curam ini
demi mencari Sang Sang di Aula Guang Ming?
Tetapi kudengar di dalam Aula Guang Ming,
ada seorang wanita iblis.
Tetapi pemimpin berkata,
dia adalah Dewi.
Bukankah Sang Sang putri Raja Ming?
Mengapa bisa menjadi Dewi?
Bagaimanapun juga,
aku datang mencari Sang Sang.
Aku percaya
dia ada di Aula Guang Ming.
Baiklah.
Apa rencanamu selanjutnya.
Jika dia adalah Sang Sang
aku harus menahannya.
Ini adalah teknik perang dari guru,
Akademi dan Negara Tang.
Alam manusia
bisa menang.
Akan perang lagi?
Perang langit dan manusia tetap datang,
bahkan kali ini kita menyerang dulu.
Kemari.
Sekarag
akademi ada rencana besar.
Perang pertama,
yaitu Aula Guang Ming.
Jadi,
misi pertama kita
yaitu wanita itu tidak boleh kembali ke langit.
Benar.
Apa yang perlu kulakukan?
Tidak perlu.
Chen Pi Pi adalah tuan ke-12,
juga teman baik kita.
Jika tuan muda tahu dia ditahan di Paviliun You.
Pasti akan datang ke Taoshan menolngnya.
Tuan muda tidak akan tinggal diam.
Bukankah dia tidak belum jatuh?
Dan juga
sudah kubiarkan dia bertemu dengan gendut itu.
Oh iya.
Belum sempat bertanya.
Mengapa kamu di sini?
Jika aku bukan demi Sang Sang mengambil resiko jatuh mati,
memanjat jurang ini.
Mungkin seumur hidup tidak akan tahu kamu terkurung di sini.
Wanita itulah.
Dia bilang tubuhku sangat suci,
mengatakan aku adalah
Pengantar Cahayanya.
Bisa membantunya kembali ke langit.
Bukankah aku menjadi pembantunya?
Membantu dia naik ke langit bertarung dengan guru?
Tidak, tidak, tidak.
Sudah, sudah.
Jangan pikirkan lagi.
Sekarang yang paling penting
jangan sampai dia tahu niatmu.
Tetapi dia adalah Dewi.
Tahu segalanya.
Katakan,
mungkin perkataan kita
dia sudah mendengarnya.
Kenapa jika tahu?
Aku memang ingin dia tahu.
Aku tidak akan berhenti.
Kecilkan suaramu.
Kutanyakan
di Pertemuan Guang Ming, akademi akan mengutus siapa?
Hanya aku.
Hanya kamu?
Kamu tidak akan menang, kamu bisa mati.
Sang Sang tidak akan membunuhku.
Kamu menyembunyikan
kedatanganmu dari kakak pertama dan kedua?
Diam-diam kemari?
Tidak mungkin, tenang saja.
Semoga begitu.
Cepat, cepat. Sembunyi.
Cahaya tidak redup, kebenaran selalu ada.
Dewi memilih Chen Pi Pi menjadi Pengantar Cahaya.
Memang sangat bagus.
Bukan ini yang ingin kamu katakan.
Saya tidak berani asal
berbicara di depan Dewi.
Mati.
Yang ingin saya katakan
Chen Pi Pi
anak dari ketua.
Juga tuan ke-12 dari akademi.
Jika Akademi tahu dia akan menjadi Pengantar Cahaya,
pasti akan datang menolong.
Jika begini,
kamu tahu harus bagaimana.
Saya menyiapkan surat mengundang tuan pertama akademi
menghadiri Pertemuan Guang Ming.
Saat bersamaan,
memberitahukan
Chen Pi Pi akan menjadi Pengantar Cahaya.
Dan tuan ke-13 Ning Que,
berhubungan baik dengan Chen Pi Pi.
Tahu akan kabar ini
juga pasti akan datang menolongnya.
Dengan begini
maka bisa mengepung mereka.
Tidak perlu menggangguku dengan hal kecil ini.
Pergilah.
Baik.
Minta dia persiapkan sup mie pedas asam.
Tunggu.
Apakah tahu di dunia ini
ada makanan sup mie pedas asam?
Terdengar
seperti sebuah makanan.
Saya segera mencari tahu.
Cepat pergi.
Baik.
Siapa bisa memasak sup mie pedas asam?
Tidak disangka dia ingin sup mie pedas asam.
Pasti dia.
Seluruh Xi Ling selain dia,
siapa lagi yang ingin makan sup mie pedas asam.
♪ Cahaya yang sebenarnya ♪
Berikan lebih banyak.
♪ Yang bercahaya ♪
♪ adalah mataku dalam kegelapan ♪
♪ Kalah menang menghantuiku ♪
♪ Terikat menjadi satu ♪
[Selera raja]
♪ Roh ♪
♪ memberi harapan mendalam ♪
♪ Ada aku ♪
♪ Tidak ada yang lain ♪
♪ Pernah menang dan kalah ♪
Aku.
♪ Bunga pernah bermekar ♪
Aku saja.
♪ Malam yang sia-sia ♪
♪ luka yang tertinggal ♪
♪ Hidup mati, dilewati ♪
♪ belum melepaskan perebutan ♪
♪ Biarkan aku ♪
♪ tidak kehilangan kesadaran diri ♪
♪ Biarkan aku menjadi ♪
♪ bukti kegelapan ♪
♪ Manusia atau iblis ♪
Cahaya tidak redup, kebenaran selalu ada.
Long Qing tahu bersalah.
Tetapi pengabdian pada Dewi
tidak pernah ada perubahan.
Long Qing bersedia berkorban,
dan memberikan segalanya pada Dewi.
Apa itu?
Sup mie pedas asam.
Kudengar Dewi ingin mencoba makanan manusia.
Long Qing khusus menyiapkannya.
Pergilah.
Dia pernah ingin membunuh kita.
Aku tidak ingin melihatmu lagi.
Cahaya tidak redup,
kebenaran selalu ada.
Dia mengira sangat pintar,
tetapi sebenarnya
malah paling bodoh.
Long Qing,
dia pergi menemui Sang Sang?
Apakah Sang Sang tidak mengenalnya?
Aroma apa?
30 buah daun bawang,
4 buah biji merica.
Ini buatan tuan muda.
Itu,
beberapa hari lagi pertemuan Guang Ming,
tidak tahu.
Setelah ini,
apakah dia akan membawa kita pergi.
Bawa pergi juga bagus.
Lagi pula aku
sudah bosan hidup.
Kamu ini.
Katakan,
di dunia ini
kita terus bersembunyi ribuan tahun.
Bukankah demi,
demi lebih baik hidup
lama dari pada cepat mati.
Tidak menarik.
Memang tidak menarik.
Tidak menarik.
Tu Fu.
Ada orang.
Apa kabar kedua bos.
Aku adalah pemilik baru toko buku di depan.
Bos kecil.
Bagaimana kalau kita coba
puisi.
Puisi.
Membawa kayu berjalan di gunung,
takut dunia manusia.
Bukan.
Takut akan menakuti hantu gunung.
Takut akan menakuti hantu gunung.
Hujan menerpa daun,
jatuh seekor cicak tahun lalu di sepatu.
Hebat. Hebat.
Hebat sekali.
Terima kasih.
Kenapa pergi?
Jiu Tu.
Di desa ini,
sudah lama tidak ada orang baru.
Benar.
Yang kecil tua, yang tua mati.
Sudah begitu lama,
desa ini
selalu sama.
Tadi aku melihat tangannya.
Adalah tangan memegang pedang.
Hanya orang biasa.
Tetapi tubuhnya
ada bau aneh.
Kulihat tidak jelas asal-usulnya.
Jadi aku penasaran.
Mungkin
dia dulunya
ada cerita yang mengharukan.
Mungkin
seorang berandal
atau
pendekar.
Sungguh pintar menggambarkan.
Aku akan mengusirnya.
Sudahlah,
Datang orang baru.
Jika
tinggal di depan dan minum bersama.
Bukankah sangat menarik?
Jiu Tu, kamu ini.
Sudah hidup ribuan tahun.
Apakah kita gampang?
Mainlah.
Cepat lambat akan terbunuh.
Mainlah.
Mainlah.
Mainlah.
Ning Que.
Hari ini dia makan mie buatanku.
Dengan begitu
dia sungguh Sang Sang.
Cepat, sembunyi, sembunyi.
Cepat, cepat. Sembunyi.
Tidak disangka Pengantar Cahaya Dewi,
ternyata kamu yang gendut.
Long Qing.
Tidak disangka kamu datang melihatku.
Sekarang,
kamu adalah anjing gagal yang bergantung pada Xi Ling.
Kamu tidak takut Ye Hong Yu
akan membunuhmu?
Orang tidak berguna sepertimu, berhak menjadi Pengantar Cahaya?
Tetapi pada akhirnya kamu juga akan dibunuh.
Long Qing.
Dibunuh?
Meskipun aku tidak berguna,
tetapi aku juga tidak bersedia mendengar omong kosongmu.
Kamu datang ke Paviliun You
pasti bersusah payah.
Apakah
kamu datang untuk melampias
kemarahan
dan keirianmu?
Bukan iri,
kaget.
Kaget mengapa guru ada anak
tidak berbakti sepertimu.
Aku.
Di ibu kota Negara Tang,
demi akademi sudah berusaha.
Meninggalkan ibu kota,
demi berbakti pada ayah.
Aku tidak bersalah pada siapapun.
Sekarang keadaan guru tidak baik.
Bahkan lebih buruk dari orang biasa.
Perlu ada yang menjaganya.
Jika kamu tidak bisa berbakti,
biarkan kau saja.
Tetapi ingin kamu membantuku.
Aku?
Bagaimana membantumu?
Aku pernah kembali ke Zhi Shou Guan, tetapi tidak bisa masuk.
Benarkan,
di dunia ini harus ada aturan.
Begitu masuk
sudah mengataiku tidak berguna.
Aku sungguh menjadi tidak berguna.
Aku lebih tidak bodoh sampai percaya padamu.
Sekarang guru harus di jaga.
Ayah adalah ketua Zhi Shou Guan.
Menerima banyak hormat orang,
tidak perlu kamu jaga.
Kamu tahu apa maksudku.
Dewi tidak bersuara.
Tidak ada yang berani melawan Zhi Shou Guan.
Ayah terluka parah di Negara TAng.
Tingkat dan kekuatannya
sudah lenyap.
Meski diantar ke langit, juga tidak ada yang bisa menolongnya.
Katakan.
7 masuk 13 keluar.
Apa maksudmu?
Yang tahu masuk,
yang menjaga mundur.
Mundur untuk maju.
Ini adalah cara masuk ke Zhi Shou Guan.
Jika ini saja kamu tidak mengerti,
kamu tidak perlu menemui ayah.
Kalau begitu tinggallah dengan baik di sini.
Makanlah.
Jangan kurus.
Ada apa ini?
Sisa dua hari lagi dari Pertemuan Guang Ming.
Rencana besarmu itu.
Sudah kukatakan,
jangan memikirkan rencana itu.
Kamu pikir dia akan langsung tahu.
Sekarang aku tahu mengapa kamu menjadi Pengantar Cahaya.
Karena berhubungan dengan rencana ini.
Karena dia tahu
aku akan menolongmu.
Akademi akan menolongmu.
Jadi
aku adalah umpan.
Memancing kalian untuk dikepung.
Tidak, tidak, terlalu menakutkan.
Tidak, tidak
Ning Que, cepat lari.
Cepat lari.
Kamu tidak akan menang.
Dulu guru Yan Se mengatakan
tidak menang maka lari.
Tetapi itu melawan manusia.
Kita sekarang melawan Dewi.
Bisa lari ke mana?
Lagi pula.
Nyawamu memang sangat penting.
Kakak ke-12.
Jaga diri.
Ning Que.
Ning Que.
Jangan melakukan hal bodoh.
Nyawamu lebih penting dariku.
Kecilkan suaramu.
Jagalah diri sendiri.
Jangan kelaparan.
Pergi dulu.
Jangan melakukan hal bodoh.
Enak.
Wangi sekali.
Wangi sekali.
Pedas segar.
Rasanya enak sekali. [Hotpot]
Masakan adik ke-7
sekarang semakin baik.
Kakak keempat paling suka bercanda.
Tetapi,
balik lagi.
Kuali panas sendiri Pi Pi
sungguh membahagiakan semua murid Akademi.
Benar.
Dengan begini,
saat dia merusak puluhan kuali,
sungguh sepadan.
Begitu Xiao Er Shi memasak
aku ingat yang paling jauh
itu kamu kan?
Benar.
Semuanya.
Ada dua hal yang ingin kuberitahukan.
Pertama,
Chao Xiao Shu menemukan
Jiu Tu dan Fu Tu di negara Song.
Bagus sekali.
Dengan begini,
kita bisa menyapa mereka
tanpa batasan.
Kedua,
Pengantar Cahaya Xi Ling adalah
Pi Pi.
Pi Pi?
Pi Pi.
Kakak pertama,
kita pergi ke Xi Ling menjemputnya pulang.
Benar.
Benar.
Jika apinya membakar adik kita, bagaimana?
Pemimpin ini mau memberontak?
Kita bersama-sama menjemput adik ke-12.
Apakah kalian tidak tahu
ini adalah perangkap Xi Ling?
Demi
membuat kita semua masuk dalam bahaya.
Jadi kita harus bagaimana?
Apakah tidak peduli dengannya?
Benar.
Aku saja.
Lukamu masih belum sembuh.
Apakah bisa
menjemput adik kembali?
Jun Mo.
Jika kamu pergi ke Xi Ling,
bagaimana dengan daerah Qing He?
Lagi pula biasanya yang kalian pelajari
bukan di area perang.
Bagaimana bisa menolong orang?
Ini tidak boleh mempengaruhi rencana besar kita.
Bahkan
tidak boleh mempengaruhi
gerakan Ning Que di Xi Ling.
Sebenarnya siapa yang mungkin menolong Pi Pi?
Guru.
Para paman guru,
biar aku ke Xi Ling.
Tidak bisa.
Xiao Tang.
Kamu hanya murid generasi kedua.
Bagaimanapun
tidak akan kamu yang menolong paman gurumu.
Meskipun dia paman guruku.
Tetapi
juga orang yang kusukai.
Tidak peduli siapapun yang pergi,
aku tetap akan pergi mencarinya.
Kulihat biarkan Xiao Tang saja.
Pi Pi menjadi Pengantar Cahaya,
pasti
selain ide dari pemimpin,
juga maksud Dewi.
Hal ini
memang takdir.
Ingin mengubah takdir,
bukan
mengandalkan kemampuan,
tetapi tekad dan keberanian.
Aku percaya dia
mempunyai tekad menolong Pi Pi.
Baiklah.
Kali ini banyak bahaya, tidak peduli apapun yang terjadi.
Jangan panik.
Kali ini
guru tidak bisa menemanimu.
Bawalah pedang
yang ada di Zong Men.
Semuanya turuti dia.
Terima kasih guru.
Terima kasih paman guru.
Para paman guru, Xiao Tang pergi dulu.
Ketua.
Long Qing sudah datang.
Long Qing tidak berguna.
Mohon Guru menghukum.
Aku tidak seperti Fu Zi,
kamu tidak seperti Ning Que.
Ini sudah wajar.
Hanya tidak sangka,
sepertinya kamu tidak seperti dulu.
Kali ini kedatangan saya,
Hanya berharap belajar dari paman Yi Chen, melayani anda.
Sungguh mengecewakan.
Sekarang,
bahkan tidak ada tekad
sedikitpun.
Aku mengira kamu kemari,
matamu sudah berubah menjadi abu.
Saya tidak berani mempunyai niat seperti itu.
Saat itu praktisi itu
termasuk setengah gurumu.
Bukankah kamu membunuhnya juga?
Kata pemberontak
tidak cocok untukmu.
Guru.
Saya tahu salah.
Berdirilah.
Long Qing.
Saat di Laut Selatan.
Aku melihat dalam hatimu tidak ada cinta.
Jadi bisa tidak punya kelemahan.
Long Qing.
Kamu hanya perlu pertahankan tekadmu yang dulu.
Barulah bisa berhasil.
Long Qing mengerti.
Jadi sekarang
seharusnya kamu tahu.
Aku ingin kamu melakukan apa?
Yang di Aula Guang Ming,
bagaimana menurutmu?
Dia
Dewi yang datang ke alam manusia.
Sudah pasti hal bagus.
Kamu menghormatinya?
Dia adalah keberadaan dunia.
Long Qing tidak berani tidak hormat.
Jadi kamu mengecewakanku.
Guru maksud anda
bawa Pi Pi pergi.
Bagaimana dengan Guang Ming?
Pertemuan Guang Ming tidak akan berhasil.
Dia juga tidak bisa kembali ke langit.
Dewi tetaplah Dewi.
Zhi Shou Guan bisa berada di atas Xi Ling,
karena yang Zhi Shou Guan jaga
adalah peraturan yang ada di alam manusia.
Dunia manusia tidak butuh wakil.
Bisa dia,
bisa juga aku.
Bisa juga kamu.
Hanya saja butuh petanda yang khusus.
Kamu cukup melakukannya saja.
Perlihatkan ketulusanmu untuk mengikutiku.
Jika aku naik ke tempat ini,
pasti akan memberimu kekuatan yang berbeda.
Barang ini adalah pemberianku,
setelah berhasil
kamu kembalikan lagi dia.
Baik, guru.
Tidak peduli apapun niatmu,
intinya nyawamu di tanganku.
Aku tahu kamu kembali kemari
dengan terpaksa.
Sekarang aku hanya orang tua cacat.
Tetapi kali ini kamu percaya padaku.
Bertaruhlah.
Kedepannya sejarah
mungkin akan berbeda.
Baik, guru.
Saya akan mendengar perintah anda.
Pergilah.
Kakak.
Apakah anda menyerah dengan kepercayaan anda?
Yang kupercayai adalah Guang Ming.
Bukan wanita yang di Aula Guang Ming.
Bukankah yang di Aula Guang Ming adalah Dewi?
Ini pasti tidak salah.
Jika dia dari langit.
Jadi sekarang yang melawan Fu Zi
di langit itu siapa?
Meski dia pernah menjadi Dewi.
Dewi yang datang ke alam manusia,
apakah masih Dewi yang kita percayai?
Dewi yang tidak bisa kembali ke langit,
apakah masih Dewi yang kita percayai?
Percaya,
maka jangan curiga.
Asalkan percaya
bagi Zhi Shou Guan,
bukan Langit ingin kita percaya,
tetapi kita perlu percaya.
Aku juga perlu percaya.
Kepercayaanku
adalah cahaya yang nyata.
Bukan wanita itu.
Dia ingin membuka pintu langit,
membuka peing.rtemuan Guang M
Menggunakan darah penerus keluarga Chen
untuk membuka jalan kembali.
Tetapi,
dia pasti akan gagal.
Karena orang Akademi akan datang mencegahnya.
Dan Akademi akan gagal juga.
Pada akhirnya
semua orang akan gagal.
Kakak.
Mengapa
Dewi kembali ke langit,
harus memutuskan hubungan di Alam manusia?
Dia kira dia bisa melakukannya.
Sebenarnya dia tidak mampu.
Terlalu banyak hal yang tidak bisa ditinggal.
Misalnya,
Ning Que yang berada di Xi Ling sekarang.
Kakak.
Sebenarnya apa yang harus kita lakukan,
jika dia tidak bisa memutuskan hubungan.
Maka kita bantu dia.
Sungguh tidak bisa,
kita bunuh dia juga.
♪ Kehidupan ini ♪
♪ Seperti sebuah mimpi ♪
♪ Melihat matahari terbit dan terbenam ♪
♪ Mengejar matahari terbenam ♪
Katakan
apa yang kamu pikirkan?
Apakah ingin si gendut
memancingku?
Sebenarnya siapa yang ingin kamu bunuh?
Tidak mengerti.
Saat itu aku
dilukai oleh pendekar pedang Yan Su Qing.
Nyawa terancam,
dan gendut itu yang menolongku.
Kamu lupa apa yang kamu katakan dulu?
Jika ingkar janji,
aku akan membantumu melakukannya.
♪ Siapa yang pernah mendengar ♪
♪ suara hembusan angin itu? ♪
♪ Di dalam pandangan mata ♪
♪ bagaimana bersembunyi dari penyesalan? ♪
♪ Siapa yang mengerti ♪
Itu pertama kali dia bertemu tuan muda,
jika bukan pil penembus langit itu.
Tuan muda sudah mati.
Ini adalah pil penembus langit.
Tuan muda kami berhutang nyawa padamu.
Tidak.
Aku berhutang nyawa padamu.
Jadi,
kita hutang Chen Pi Pi nyawa.
Mengapa tidak bisa melupakannya.
Aku begitu tidak berguna?
Aku adalah Dewi.
♪ Waktu berlalu, musim gugur tiba ♪
♪ Bunga bermekaran dan berguguran ♪
♪ Perasaan siapa yang terkubur oleh waktu ♪
♪ Jika sebuah mimpi seperti burung yang terbang melewati lautan ♪
♪ Takut pada saat langit cerah, pikiran adalah kosong ♪
♪ Bahkan jika cinta adalah kelemahan ♪
♪ Aku ingin menghilangkan semua kabut ♪
♪ Siapa yang sedang menunggu siapa, siapa yang menyalahkan siapa ♪
♪ Waktu datang dan pergi dengan terburu-buru ♪
♪ Aku tidak rela kamu jatuh ke dalam debu ♪
♪ Aku tidak takut menemanimu melewati gunung dan lautan ♪
♪ Mendengar suara hujan, bersulanglah untuk menenangkan kekhawatiranmu ♪
♪ Siapa yang bisa mengerti akan kesulitannya ♪
♪ Waktu berlalu, menunggu seumur hidup ♪
♪ Tidak akan takut pada masa lalu dan masa depan ♪
♪ Waktu berlalu, musim panas pergi musim semi datang, bunga bermekaran ♪
♪ Perasaan siapa yang terkubur oleh waktu ♪
♪ Jika sebuah mimpi seperti burung yang terbang melewati lautan ♪
♪ Takut pada saat langit cerah, pikiran adalah kosong ♪
♪ Aku tidak rela kamu jatuh ke dalam debu ♪
♪ Aku tidak takut menemanimu melewati gunung dan lautan ♪
♪ Mendengar suara hujan, bersulanglah untuk menenangkan kekhawatiranmu ♪
♪ Siapa yang bisa mengerti akan kesulitannya ♪
♪ Waktu berlalu, menunggu seumur hidup ♪
♪ Tidak akan takut pada masa lalu dan masa depan ♪
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.