Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
TOKOH, KEJADIAN, ORGANISASI, DAN LATAR BELAKANG ADALAH FIKSI
Sialan!
Gu Seung-jun.
Jadi, inilah akhirmu.
Tapi, kenapa aku
memikirkan wanita itu saat ini?
Direktur Ri menangani ini lebih baik dari dugaan.
Kami memberikannya foto,
tapi dia beralasan bahwa misi ini untuk membawa Yoon Se-ri.
Direktur Ri menjamin
kalau Ri Jeong Hyeok kembali dalam beberapa hari.
Singkirkan Ri Jeong Hyeok.
Jika kau gagal menyingkirkannya,
tak ada gunanya kau kembali.
Turunkan senjata kalian!
Jika jatuhkan senjata dan ikuti kami,
hukuman kalian akan dikurangi.
Biar kuulangi. Turunkan senjata kalian!
Alam semesta mendukungmu sejak lahir,
tapi tampaknya semesta mendukungku.
Turunkan senjatamu.
Orang sepertimu tak akan bisa menembakku.
Biar kuulangi. Turunkan senjata kalian!
Jika menembak, kami akan menembak.
Kenapa? Tak bisa memutuskan?
Jika kau menembakku,
kau akan mati juga.
Benar.
Pria yang lahir di kalangan atas sepertimu tak boleh mati di tempat kumuh begini.
Kau tak bisa kembali.
Aku sudah kirim semuanya.
Bukti
yang membuktikan kau bersama jalang itu di sini.
Jika kau kembali,
orang tuamu akan dieksekusi.
Menurutmu kenapa
ayahmu memilih
tak menyelidiki pembunuhan kakakmu?
Itu karena dia tahu
bahwa dialah penyebab kematian putranya.
Sebab itulah dia menguburnya.
Karena itulah,
aku yakin ayahmu
ingin kau mati di sini.
Situasi kita sama.
Kau tak bisa kembali.
Walau kau kembali ke Utara,
atau ditangkap di sini,
orang tuamu akan tetap mati.
Jadi,
marilah kita pergi bersama.
Letakkan pistolmu!
Letakkan pistolmu!
EPISODE 15
Kau termenung.
Aku hanya penasaran
apakah hujan juga di desa kita.
Kau pasti memikirkan keluargamu.
Hujannya makin deras.
Ke mana perginya Jeong Hyeok? Kenapa dia belum kembali?
Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif.
Ponselnya juga mati.
Cukurlah.
- Kau sungguh mau dibotaki? - Ya.
Aku tak peduli kau mau dicukur atau tidak. Lakukan saja di rumahmu.
Kenapa melakukan ini di rumahku semalam ini?
Aku mau melakukan penebusan ini
di tempat kekacauan terjadi untuk introspeksi diri.
- Sulit dipercaya. - Baiklah.
Kulakukan sekarang.
Ibu!
Ada masalah. Keluarlah!
Aku ingin temanku menjaga putraku, setelah itu, aku akan ikut.
Bawa saja aku. Biarkan putraku tinggal.
Sudah kubilang tidak bisa. Naiklah. Cepat.
Ibuku dan aku tak akan pergi bersama kalian!
- Dasar berandal! - Hentikan!
Turunkan tanganmu.
Apa itu?
Aku sedang mencuci baju.
Aku istri Letkol Batalion Polisi Militer.
Aku sedang bercocok tanam.
Namaku Na Wol Suk, kepala desa ini.
Aku tak bisa mengabaikan
saat orang luar bertamu tanpa melapor kepadaku
dan berusaha membawa tetangga kami
secara paksa, bukankah begitu?
Benar.
Namaku Ryu Jeong Min. Aku dari Badan Keamanan.
"Badan Keamanan"?
Begitu?
Kalau begitu,
sampaikan salamku kepada Ma Yeong Seop,
direktur Badan Keamanan.
Kami sangat akrab.
Tentu. Akan kusampaikan.
Baik. Ayo.
Omong-omong, Ma Yeong Seop itu adikku.
Dia bukan direktur.
Mereka membohongi kita?
- Kalian siapa? - Sialan.
Bisakah seseorang bekerja
di Badan Keamanan tanpa tahu nama bosnya?
- Kau benar. - Tak mungkin.
Myeong Sun, kenapa cuma berdiri? Kemarilah bersama U Pil.
- Kemari. - Cepat.
- Jalan. - Kemarilah.
Pergilah selagi sempat.
Jika tidak, akan kupanggil Letkol,
dan kubuat kalian menyesal menyamar sebagai agen Badan Keamanan.
Enyahlah!
Enyah.
Siapa pula kalian?
- Dasar bajingan. - Bagus.
Ada apa ini?
Entahlah.
Kau belum dengar kabar dari suamimu di Pyongyang.
Siapa mereka?
Myeong Sun, kau dan putramu menginaplah bersama kami.
Tak ada yang lebih aman selain rumahku di desa ini. Ya?
Terima kasih.
Ayo. Biar kubuatkan makanan untukmu.
Ayo.
Berdiri. Ayo, berdiri.
U Pil, jangan menangis.
- Astaga. - Jangan menangis.
Aku masih tak percaya itu terjadi. Mari masuk.
Ayo. Mari masuk. Cepat.
Sedang apa kau di sini? Aku mencarimu ke mana-mana.
Semua berakhir karena dirimu.
Belum berakhir. Kita masih punya satu peluang.
Peluang apa?
Tampaknya adikmu sangat berani.
Dia membawa orang-orang yang tinggal bersamanya di Utara.
Apa?
Orang-orang yang bersama pengawalnya.
Aku baru saja bicara dengan Cho Cheol Gang.
MINUMAN HANGAT
Apa ini?
Itu mesin penjual minuman.
Jika mau minuman, akan kubelikan.
Artinya, susu hangat akan keluar dari sini?
Adakah tempat ketel untuk merebus susunya di dalam?
Kau sungguh berpikir ada ketel di dalam mesin ini?
Kalau begitu...
Saat kau masukkan koin, dan memesannya,
seseorang di dalam mesin ini
akan menghangatkan minuman dan menyajikannya.
Sungguh?
Benar.
Kini, kau paham betapa menakutkannya kapitalisme itu?
Kau harus tinggal di tempat sempit itu seharian dan menyajikan minuman.
Itu pasti melelahkan.
Astaga, ini...
Jadi, bagaimana? Kau mau susu hangatnya?
Tidak. Tak akan kuminum.
Pasti sulit bekerja di tempat sesempit itu.
Aku tak mau menambah bebannya.
Semoga sukses.
Hei, lari!
Kenapa kalian lari?
Kalian siapa?
Bu Yoon, kau baik-baik saja?
Ada apa ini?
Tunggu. Aku bisa jelaskan.
Kami harus menginterogasi mereka. Ayo.
Kami akan baik-baik saja. Tetaplah di sini.
Jangan menyusul kami.
PASIEN YOON SE-RI
Mereka akan menemukan kita.
Kita harus apa?
Aku yakin kau sudah dengar Badan Keamanan di sini.
Begitu masuk, kau tak bisa keluar hidup-hidup.
Aku pernah dengar soal itu saat masih di Utara.
Bahkan dari yang kudengar, kuku kita dicabut sebelum dimulai.
Mereka juga tak memberimu sebutir nasi atau setetes air.
Hei.
Aku tak masalah jika mati di sini karena orang tuaku telah tiada.
Tapi, kau tak seperti aku.
Kau tulang punggung, Eun Dong.
Bukankah kau harus kembali, bertemu ibu dan adikmu?
Kim Ju Meok. Ayahmu mengirimkan kita
banyak kentang dan jagung, jadi, kami bersikap baik kepadamu.
Bukankah kau harus membantu ayahmu?
Tapi...
Aku akan keluar dan memancing mereka.
- Kalian harus lari. - Aku tak bisa.
- Sersan Kepala Pyo. - Aku tak mau dengar.
Semoga kalian selamat.
Sersan Kepala Pyo!
Ayo, kejar aku.
- Bukankah itu jalan buntu? - Benar.
Kau berjaga saja di sini.
Saat dia kembali, tangkap.
Kalian ikut aku. Mari kita masuk.
- Tunggu! - Kau sudah gila?
Kau belum boleh keluar!
Masih terlalu cepat untuk bergerak.
Bagaimana kalau kondisimu memburuk?
Bawa aku bersama kalian. Aku bisa jelaskan semua.
Ini semua terjadi karena aku.
Interogasi aku dahulu.
Tentu. Kami akan jadwalkan pertemuan denganmu juga.
Doktermu bilang, kau belum boleh keluar.
Tidak, aku tak apa-apa.
Aku ikut mereka.
Hei! Doktermu sudah melarang!
Kenapa kau membantah perintah dokter?
- Tunggu! - Tetaplah di tempat tidurmu.
- Jangan lupa minum obat! - Tunggu.
Tenanglah.
Mereka tidak salah.
Ini semua karena aku.
Tidak. Ini bukan karena dirimu.
Tak apa-apa.
- Aku harus apa? - Kau akan baik-baik saja.
Aku harus apa?
TIDAK STABIL
Berikan kepadaku.
Berikan apa?
Dalam menghadapi situasi ini,
mereka pasti memberimu racun
yang bisa membunuh langsung
begitu dimasukkan ke mulut.
Masa? Mereka bahkan tak memberikan senjata.
Jadi, kau tak punya rencana?
Kau ingat apa yang dikatakan oleh pria dari Divisi 11 itu?
Tempat ini juga bisa ditinggali.
Jadi, jangan takut.
Jadi, jangan takut. Paham?
Hei, kau tak ingat kondisinya?
Dong-gu.
Mereka yang mengurusnya.
Hei!
Bayangkan apa yang telah dia alami sampai dia jadi begitu.
Membuatku berpikir dia pasti disiksa
dengan sesuatu seperti disetrum.
Itu menurutku.
- Apa? - Apa?
Kita akan disetrum.
- Gawat. Aku harus apa? - Dia bilang...
BADAN INTELIJEN NASIONAL
Mulai sekarang,
kalian harus kenakan sepatu yang disediakan organisasi kami.
Ambil kotak yang ada di depan kalian
dan ikuti aku.
KONFIRMASI BARANG-BARANG SITAAN
GEUM EUN DONG
JUNG MAN BOK
KIM JU MEOK
PYO CHI SU
Tinggi, 180. Berat, 64.
Tunggu!
Berikutnya.
Aku tahu saat ini akan tiba. Lakukan apa pun semau kalian.
Aku, Pyo Chi Su, tak akan mengatakan apa pun.
Baik, Pak Pyo Chi Su.
Mohon tenang, dan jawab pertanyaannya.
Pertama, kami akan menguji...
Aku tak akan bilang apa pun.
Kalian hanya akan menyia-nyiakan listrik.
Jika mau bunuh aku, bunuh sekarang.
Aku tak mau memohon-mohon agar tetap hidup.
Pak Pyo, tampaknya kau sangat gugup.
"Gugup"?
Siksaan payah ini tak membuatku takut!
Tidak mungkin!
Tunggu.
Kurasa kau berbohong.
Mesin ini mendeteksi kebohongan.
Apa?
Ada mesin yang bisa begitu?
Kau banyak berteriak sejak tadi. Bukankah kau lapar?
Bagaimana kalau makan dahulu, dan ulangi saat sudah tak tegang.
Aku baik-baik saja.
Aku tak lapar.
Sersan Kepala Pyo.
Hei. Kau baik-baik saja?
Ya. Mereka bilang kita bisa makan sebanyak yang kita mau.
Kau kemari demi makanannya?
Maaf.
Cara mendapatkan hati pria adalah melalui makanan.
Mereka mengira kita akan mengumbar rahasia jika kita kenyang.
Mereka sudah tahu semuanya.
Soal apa?
Mereka bahkan tahu kampung halamanku.
BADAN INTELIJEN NASIONAL
Ini kampung halamanmu, 'kan?
Benar! Itu kampung halamanku.
Itu sekolahku.
Di sebelahnya ada Bukit Azalea.
Di musim semi, bukit itu akan dipenuhi bunga azalea.
Aku tinggal di sebelahnya.
- Ini? - Ya! Itu rumahku.
Bisa lihat ibuku juga?
Aku mau lihat ibuku.
Entah bagaimana mereka bisa temukan. Mereka sungguh hebat.
Kenapa mereka menunjukkan kampung halamanmu?
Entahlah,
tapi tak ada siksaan dengan setruman.
Mereka baik.
Mereka sedang memanipulasimu.
Tetap tegar.
Menurutmu, Kapten Ri ada di sini juga?
Kurasa dia tak akan bicara.
Katamu dia belum makan apa pun.
Biarkan dia tidur dahulu.
Omong-omong,
benarkah dia putra Direktur Biro Politik Umum?
Jika benar, ini masalah besar.
Jika Korea Utara sampai tahu, bisa terjadi kekacauan di sana.
Kita harus menyelidikinya lagi.
Pak, bukankah dia tampak terlalu tenang?
- Mungkin dia bertekad melakukan sesuatu? - Apa?
Alasan klasik. Demi orang tuanya di Utara,
serta menghindari apa pun yang menjatuhkan Se-ri dan orang yang membantunya,
dia tampak mau menanggung semuanya.
Bisa terlihat dari matanya.
- Kau cenayang? - Anggap saja aku berpengalaman.
Pengalaman apanya.
BIN? Semuanya?
Kami masih belum memahami situasinya,
tapi Kapten Ri tertangkap.
Kurasa kita tak bisa menghentikannya.
Jeong Hyeok...
Setidaknya dia selamat?
Ya, Pak. Cho Cheol Gang ditemukan tewas di tempat,
tapi Kapten Ri selamat.
Begitu.
Akan kucari informasinya lagi
lewat jalur rahasia di Selatan.
Tapi, untuk berjaga-jaga,
aku ingin kau bersiap, Pak.
Kalian banyak sekali. Tahu dari mana kalau aku pandai bertarung?
Pak Cheon. Aku tahu kita sudah lama tak bertemu,
- tapi kenapa kau bisa cepat melupakan? - Bisa diam?
Kau tahu aku cemas
saat Badan Keamanan menangkapmu?
Kau dibayar berapa untuk ini? Berapa hargaku?
Katakan berapa hargaku?
Diam.
Kita bepergian beberapa hari untuk sampai perbatasan Tiongkok.
Kini sudah malam, mari menginap di dekat pasar.
Baik.
- Bersulang. - Bersulang.
Sedikit lagi, Sayang. Sebentar lagi.
Aku tahu.
Saat si berandal Se-hyeong menjadi presdir,
aku membuka tiga botol wine, 'kan?
Tiga botol wine dan dua botol wiski.
Kita campur semuanya, hingga pengar parah.
Ya. Seharusnya jangan campur alkohol.
Rasanya baru kemarin.
Aku tak tahu Yoon Se-ri hidup kembali
dan menyingkirkan Se-hyeong begitu saja.
Benar sekali. Bersulang.
Bersulang.
Ada apa?
Tapi, kenapa firasatku buruk?
Entah kenapa aku punya firasat
- ini belum berakhir. - Kau benar.
Ayahmu seharusnya memanggilmu dan bilang,
"Se-jun, kau yang terbaik.
Kenapa sulit sekali
kembali kepadamu?"
"Kini ayah sadar
ayah tak bisa mengabaikanmu
sampai ayah mati, Se-jun."
Dia pasti bilang begitu.
Kenapa diam?
Mungkin ponselmu disenyapkan. Periksa lagi.
Tidak. Kau membuatku takut.
Ayah.
Sampai sekarang, skandal yang dialami keluarga kaya
adalah penyuapan,
penggelapan, penyerangan, perjudian, dan narkoba.
Tapi kasus Se-ri merupakan Hukum Keamanan Nasional.
Ini masalah yang berbeda.
Gu Seung-jun akan datang,
- dan saat dia tiba... - Maaf,
aku tak mau membahas masalah keluargaku
dengan orang luar.
Keluar dari rumahku sekarang.
Pengawal yang berskandal dengan Se-ri ternyata seorang mata-mata.
- Wanita gila itu. - Kita belum tahu pasti.
Aku tahu Ayah Mertua kesal kepada kami.
Kami tak perlu membela diri.
Tapi, Ayah Mertua tak boleh memihak dalam masalah ini.
Jika kita berusaha menolong Se-ri, kita bisa jatuh.
Usiaku sudah tua,
melihatmu saja membuatku sadar telah membuang waktuku.
Cemaskan saja masa depan kalian.
Ayah.
Jangan.
Seung-jun kemari.
Begitu dia sampai, kita harus mengarang cerita.
Sulit dipercaya.
Mata-mata? Sungguh?
Mereka mau membunuh kita?
Hye-ji, bisa diam? Kepalaku sakit.
Maafkan aku.
Maksudku, begitu dunia mengetahui apa yang mereka lakukan,
mereka pasti akan malu sekali.
Mereka minum pil atau semacamnya? Mereka tidak biasa.
Mereka tak ada keinginan membunuh atau menculik,
tapi mereka hanya patriot yang menyerang mata-mata.
Itulah skenario yang mereka tulis.
Mereka juga bilang mau membawa Gu Seung-jun.
Omong-omong,
benarkah dia kabur ke Utara dan sembunyi di sana?
Bagaimana bisa kalian bertemu di sana?
Apakah takdir?
Bukan takdir.
Kebetulan.
Maksudmu,
mereka mau membawa Gu Seung-jun kemari?
Dia sudah tertangkap?
Ikat aku.
Apa boleh begini?
Permisi.
Aku bisa naik taksi dari mana?
Tak ada taksi di sini. Kau harus naik dari stasiun kereta.
Aku mungkin tak bisa pesan taksi. Sial.
- Aku tak punya orang tua - Aku tak punya orang tua
- Tak punya kakak adik juga - Tak punya kakak adik juga
- Aku yatim piatu miskin - Aku yatim piatu miskin
- Saat mati, aku kembali ke alam - Saat mati, aku kembali ke alam
- Siapa yang akan menguburku? - Siapa yang akan menguburku?
- Siapa yang akan menyelimutiku? - Siapa yang akan menyelimutiku?
- Siapa yang menuang tiga seloki untukku? - Siapa yang menuang tiga seloki untukku?
- Aku tak punya orang tua - Aku tak punya orang tua
- Tak punya kakak adik juga - Tak punya kakak adik juga
- Aku yatim piatu miskin - Aku yatim piatu miskin
- Saat mati, aku kembali ke alam - Saat mati, aku kembali ke alam
- Siapa yang akan menguburku? - Siapa yang akan menguburku?
- Siapa yang akan menyelimutiku? - Siapa yang akan menyelimutiku?
- Siapa yang menuang tiga seloki untukku? - Siapa yang menuang tiga seloki untukku?
Mereka sudah pergi.
Kau...
Kau mirip denganku.
Apa?
Aku juga tak punya orang tua dan saudara.
Aku tak punya siapa pun yang menangisi kematianku.
Jangan sampai direbut,
dan jangan hilang.
Kau bisa?
Ini karena kau menolongku.
Beli makanan untukmu dan saudaramu.
PEGADAIAN
Pria baik dan setia sepertiku memberimu cincin.
Di mana cincin pertunangannya?
Kau menjualnya?
Tidak, tidak kujual.
Aku tinggalkan sementara.
- Di mana? - Pegadaian di pasar.
PEGADAIAN
Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan area...
Kami analisis riwayat GPS di ponsel Ri Jeong Hyeok
dan dapat tujuannya.
RIWAYAT GPS JEONG HYEOK
Dari semua rekaman kamera di dekatnya,
kami mendapatkan fail berguna.
REKAMAN KAMERA PENGAWAS
Dia sedang apa? Dia jadi penjaga pintu?
Video pendek ini populer akhir-akhir ini.
Berjudul, "Pria Tampan yang Sopan di Pasaraya di Gangnam."
Dilihat 35.020 kali, dan mendapat 3.200 komentar...
Bukan ini maksudku.
Dia terlihat sangat tangkas.
Dia Kapten Pasukan Khusus. Kita tak boleh remehkan dia.
Bayangkan jika dia gunakan itu untuk hal lain.
- Ada lagi? - Ya, Pak.
Dia sedang apa?
Dia bertukar pesan rahasia?
Ada sesuatu di dalamnya?
Ada selebaran?
Hei, tunjukkan yang lain.
Apa kita sedang mencari kandidat Penghargaan Kebaikan?
Kenapa hanya memilih rekaman yang seperti itu?
Hanya ini rekaman yang kita punya.
Mulai sekarang, kau harus jujur.
Pak Ri Jeong Hyeok.
Kenapa kau diam-diam menyusup ke Korea Selatan?
Demi membujuk Yoon Se-ri
dan membawanya kembali ke negaraku.
Kenapa?
Aku tahu bahwa seorang wanita
yang jatuh di negara kami berasal dari keluarga kaya.
Aku berusaha membujuknya untuk tinggal di negara kami,
tapi aku gagal. Itu alasannya.
Lalu anak buahmu?
Anak buahku tak ada hubungannya.
Mereka datang untuk Pesta Olahraga Militer Dunia,
dan aku melibatkan mereka, jadi, mereka tak bisa pulang.
Kenapa?
Karena sulit meyakinkan Yoon Se-ri sendirian.
Kau ingin membawanya ke Utara dengan bantuan anak buahmu?
Benar.
Tapi, semuanya adalah ideku. Anak buahku tak bersalah.
Pak Ri Jeong Hyeok. Syukurlah kau menceritakan semuanya,
tapi apa kau tahu hukumannya jika ternyata ini benar?
Kau memintaku untuk berkata jujur.
Itulah yang kulakukan sekarang.
Itu...
Itu tak benar.
Dia berbohong.
Menurutmu kenapa?
Karena dia tak pernah memintaku untuk tinggal di sana.
Selama ini,
dia berusaha memulangkanku.
Aku menjadikanmu anggota tim nasional yang ikut serta
kompetisi trek internasional.
Apa katamu?
Lalu kau bisa ke Eropa dengan pesawat terbang.
Begitu kau pergi dari sini,
semoga kau melupakan tempat ini dan aku,
kembalilah jalani hidupmu sebelumnya, dan tetap jaga kesehatan.
Anggap saja kau bermimpi buruk.
Dia tak perlu melakukannya
atau wajib melakukannya,
tapi dia mempertaruhkan nyawanya demi melindungiku.
Dengarkan baik-baik.
Besok,
kau akan pulang.
Dia tak pernah berusaha meyakinkanku
atau memanfaatkanku.
Seperti yang kubilang,
Cho Cheol Gang datang dari Utara untuk membunuhku,
dan Ri Jeong Hyeok datang
untuk menangkap Cho Cheol Gang, pria yang melakukan kejahatan
dan melarikan diri.
Justru aku yang menyembunyikannya.
Se-ri.
Aku harus
memulangkannya.
Soal masalah yang lain,
akan kuurus semua sendiri,
walau aku harus menerima hukuman.
Keduanya mengatakan hal berbeda.
Dari situasinya, perkataan Yoon Se-ri lebih realistis.
Tak ada yang mau tertembak demi penculiknya.
Dia mungkin sengaja berbohong agar tak membebani
Yoon Se-ri.
Lima orang lainnya mengatakan apa?
Kapten Ri pasti sudah bilang sesuatu.
Jawabannya jawabanku juga.
Sudah berapa kali menginterogasiku?
Kau menanyakan ini karena tak dengar jawaban dari yang lain, 'kan?
Aku tak bisa bilang juga.
Permisi, Pak Park?
Kapten Ri kami di sini juga?
Apakah dia baik-baik saja?
Maaf, Pak Kim. Aku yang bertanya.
Aku hanya penasaran.
Dia masih hidup, 'kan?
Di drama Korea Selatan,
saat inilah karakter utamanya terluka atau mati.
Jadi, aku khawatir.
Seperti yang kukatakan, kau membuang waktumu.
Lebih dari 90 persen berat tubuhku ada di mulutku.
Mulutku yang berat tak akan mengungkap rahasia.
Mereka menolak bersaksi.
Karena pengakuan Ri Jeong Hyeok dan Yoon Se-ri berlawanan,
cara yang tersisa hanya lewat wawancara langsung.
Sudah kubilang, aku tak mau wawancara langsung.
Pengakuan kita berdua berbeda.
Tentu mereka harus selidiki lagi.
Ini pasti akan terjadi.
Bolehkah kami berdua saja?
Kami tahu apa pertanyaannya.
Tentu.
Omong-omong, kalian akan direkam.
Kau akan tetap berdiri?
Duduklah. Aku lelah.
Jeong Hyeok.
Lihat aku.
Kumohon, lihat aku.
Aku tahu
kenapa kau bersikap begini sekarang.
Ini karena aku.
Karena begitu semua terungkap,
ini bisa membuatku terkena masalah.
Begitu orang-orang tahu soal ini,
ini akan menyulitkanku.
Jadi, kau berusaha bertanggung jawab.
Bukan begitu.
Lalu apa?
Dengarkan.
Seperti yang kau ketahui,
ayahku Direktur Biro Politik Umum dari Korea Utara.
Aku bukan sembarang orang.
Menurutmu, orang seperti itu
akan membantumu dan menyembunyikanmu demi kepentingan pribadi?
Kau terlalu jujur.
Aku tak akan melakukannya,
jika kau tak mengatakan latar belakangmu.
Latar belakangmu yang mengagumkan,
memberiku alasan.
Alasan untuk memanfaatkanmu.
Kau tak pandai berbohong. Berhenti berbohong.
Sejujurnya,
kita memang menghabiskan banyak waktu bersama.
Jadi, aku tak bisa bilang, aku berbohong selama itu.
Aku memang menyukaimu.
Karena itulah kita membahas ini.
Ini yang bisa kulakukan untuk menghormati waktu kita bersama.
Jeong Hyeok.
Aku mau memanfaatkanmu, wanita yang tak sengaja jatuh di Utara.
Aku memegang rahasiamu, dan aku menyanderamu...
Karena kau sembunyikan aku di sana,
aku juga menyembunyikanmu di sini.
Aku melakukannya karena ingin. Aku bukan sandera.
Kau tidak...
memanfaatkan aku.
Orang yang memanfaatkanku
tak akan melindungiku dari tembakan
atau jauh-jauh kemari
demi melindungiku dengan nyawanya.
Jangan salah paham.
Aku kemari bukan untuk melindungimu.
Cho Cheol Gang membunuh kakakku,
dan aku datang untuk balas dendam.
Jadi...
Aku mohon, jangan menipu diri.
Jeong Hyeok.
Kau mau membuang nyawamu?
Kau akan menyerah?
Bukankah kau mau pulang?
Jika kau terus
bersikeras menanggung semuanya,
kau bisa menjadi kriminal sungguhan.
Kau tahu apa artinya?
Se-ri.
Daripada membuang hidupku,
melihatmu sekarang membuatku kesal.
Jadi, pergilah. Kumohon.
Jeong Hyeok.
Ini pasti sulit bagimu.
Ini terasa sulit bagiku.
Se-ri!
Tolong! Se-ri!
Se-ri! Tolong bantu aku.
- Se-ri, bangun. - Kubawa dia.
- Bangun, Se-ri. - Hati-hati.
Se-ri!
Kenapa kau harus bersikap kasar kepadanya?
Pasien itu berusaha keras agar bisa kemari.
Dia pingsan dan digotong oleh seseorang.
Makanya aku bilang dia belum sehat untuk ikuti wawancara.
Tapi, dia bersikeras.
Pak Ri, mau ke mana?
INSTALASI GAWAT DARURAT
Dia mengalami sepsis.
Karena luka tembaknya, kekebalan tubuhnya rendah.
Dan stres beratnya
menyebabkan sepsis.
Suhu tubuhnya melewati 39 derajat,
sebab itulah dia pingsan.
Untuk hentikan penyebaran infeksinya, kami beri dia antibiotik kuat.
Apakah dia akan pulih setelah dirawat?
Entahlah. Tingkat kematian akibat sepsis
mencapai lebih dari 40 persen.
Perawatan dini intensif sangat penting.
Kita harus tunggu sampai besok.
Ya.
Kau sudah dengar kabar dari suamimu?
Tidak, belum.
Kenapa hal semacam ini terus terjadi?
Ini menyebalkan.
Kalau dipikirkan lagi, peramal itu memang hebat.
Orang yang melayani arwah Selatan.
Benar.
Bagaimana kalau kita menemuinya lagi?
Tempatnya sudah ditutup.
- Apa? - Apa?
Pekan lalu, dia ditangkap dan ditahan petugas kontrol.
- Astaga. - Bagaimana bisa?
Istri pejabat Badan Keamanan pergi ke tempatnya
dan dia kebetulan mengetahui
perselingkuhan suaminya.
Bajingan itu.
Astaga. Dia hebat.
Bagaimana dia bisa tahu?
Setelah selalu diomeli oleh istrinya,
pejabat itu tampaknya membalas dendam.
Dia sungguh hebat, tapi dia tak bisa menerawang masa depannya sendiri.
Benar.
Pertumpahan darah yang dia sebutkan
mungkin sudah berakhir?
Pasti. Apa lagi yang bisa terjadi?
- Ibu! - Aku lapar.
- Hei. - Keluarlah.
- Hei. - Aku pulang.
Hei, Kawan-kawan.
Lihat siapa yang datang.
Kamerad Keponakan Eropa.
Ya.
Bagaimana bisa kau...
Aku hanya mampir
dan melihat anak-anak kelaparan.
Aku lihat asap keluar dari cerobong dan mencium aroma nasi.
Aku benar. Kau memasak nasi.
Aku tak bilang ingin nasinya.
Boleh aku isi daya ponselku?
Astaga. Masuklah.
Mari makan malam bersama.
Boleh? Terima kasih.
Minumlah.
Terima kasih.
Kau mau nasi lagi?
Apa boleh?
Tentu saja.
Ini tak ada apa-apanya dibanding bantuanmu.
Ini.
Terima kasih.
Omong-omong, apakah orang Utara di Eropa
bicara dalam aksen Selatan sepertimu?
Apa?
Benar. Sebagian begitu.
Karena terkadang kami harus menyembunyikan identitas.
Begitu rupanya.
Kimchi ini sangat enak.
Rasanya segar, 'kan?
Ya.
Ini. Makanlah.
Terima kasih.
Pelan-pelan. Kau tak sedang dikejar orang.
Benar juga.
Tak dikejar, 'kan?
Apa?
Ada yang mengejarmu?
Tentu tidak.
Baiklah. Mari makan.
Baik. Makanlah.
Halo?
Kenapa ponselmu mati seharian?
Baterainya habis.
Dan kenapa rumahnya berantakan?
Apa yang terjadi...
Di mana kau sekarang?
Di mana?
Sedang apa kau di sini?
Dan lampunya dimatikan.
Jika kunyalakan, aku bisa tertangkap.
Hanya ini tempat yang kutemukan.
Kau bisa mencari lilin.
Aku ada di rumah
mantan tunanganku.
Benar.
Dan pemiliknya bahkan tak ada di sini.
Jeong Hyeok pasti paham.
Aku sudah banyak membantunya.
Aku berikan dia perantara, dan juga ponsel Selatan.
Jika dipikirkan lagi, aku diburu
karena membantunya.
Siapa orang-orang
yang mengejarmu?
Mereka utusan kakaknya Se-ri.
Gangster Tiongkok.
Sulit kupercaya
para berandal itu melakukannya di sini.
- Pergi ke Pyongyang denganku... - Aku tak mau menyusahkanmu.
Aku punya rencana, jangan khawatir.
Omong kosong apa yang kau maksud?
Jeong Hyeok punya wanita lain?
Aku pasti akan membalasnya.
Dia tak akan bisa hidup di Pyongyang.
Beraninya dia selingkuh dari putriku.
Bukankah kau pernah bilang begini?
Lagi pula, Dan belum menikah
dengan Ri Jeong Hyeok.
Perselingkuhan apanya.
Kakak bilang mereka belum menikah,
jadi, itu bukan selingkuh, tapi cinta.
Hei. Kau punya banyak kekurangan,
dan yang terburuk kau selalu ingat hal tak berguna.
Kau tahu itu?
Dan wanita itu
dari Korea Selatan.
- Ini bukan masalah kecil. - Myeong Eun,
jika dipikirkan lagi,
Kamerad Al juga dari Selatan.
Kita juga sama bersalahnya. Bukankah itu standar ganda?
Aku tak tahu
penantian sepuluh tahun menjadi selingkuh ganda.
Dan sekarang,
Kamerad Al tampaknya sudah mau pergi juga.
- Dia mau pergi? - Ya.
Aku sudah menyelidiki,
dan aku tahu dia membeli tiket penerbangan ke Eropa.
Mungkin sebaiknya kita relakan dia.
Kau mau pergi?
Rencana awalku sembunyi di sini selama sepuluh tahun.
Tapi sudah ketahuan,
dan aku diburu.
Aku tak bisa tinggal lama di sini.
Untungnya, pengawasan Badan Keamanan melonggar sekarang.
Aku berhasil beli tiket.
Kesempatan bagus untuk pergi.
Kapan?
Besok.
Aku hampir meninggalkan negara ini, dan hampir tertangkap.
Aku bisa terlibat masalah besar.
Jika dikejar, aku mau dikejar di wilayahku.
Tak bisa begitu di sini.
Begitu.
Maaf, aku meminta padamu, bisakah antarkan aku ke bandara?
Kurasa aku bisa melakukan itu.
Terima kasih.
Terima kasih atas segalanya, Dan.
Tak apa-apa.
Kau selalu tenang.
Kau bisa saja hentikan aku sebagai lelucon.
Kenapa aku bercanda?
Tak ada gunanya.
Kau benar.
Tapi entah kenapa
aku mau dengar lelucon itu.
Kata-kata tak berguna itu.
Kenapa?
Aku sudah berusaha
menjalani hidup dengan baik.
Tanpa tahu ke mana aku pergi,
aku sudah kehabisan napas.
Tapi pada akhirnya,
aku berada di bawah.
Aku tahu pria sepertiku
tak pantas melakukan ini
kepada wanita sepertimu, Dan.
Tetap saja,
aku mau berikan kepadamu.
Maafkan aku.
Ini cincin yang kuberi pada Yoon Se-ri.
Kau mengambilnya dan bilang cincin ini indah.
Inilah cincin itu.
Aku hanya bisa berikan ini.
Nanti,
jika aku berkunjung
saat aku
lebih mapan.
Anggap saja
kau masih
melajang.
Maka tolong beri aku
kesempatan.
Berhenti membual.
Aku menyukaimu, Dan.
Karena aku menyukaimu,
aku akan terus memikirkan tempat tujuanku.
Aku akan hidup seperti itu.
Akan kulakukan mulai sekarang.
Mereka masih prajurit terbaik
dari Pasukan Khusus di perbatasan.
Kita butuh informasi menyeluruh mengenai misi mereka.
Semuanya menggunakan kartu kredit Yoon Se-ri.
Itu hasil memeras atau diberikan Yoon Se-ri
untuk menutupinya?
Kita harus cari tahu itu.
Mari kita lihat rinciannya.
Sembilan dolar di kafe internet.
Tampaknya itu
persembunyian utama untuk kumpulkan informasi.
Bagus. Ada rincian kunjungan mereka?
Ada di bawahnya.
Piala Klub Juara Eropa Paket Emas, 4.900 won.
Piala Klub Juara Eropa Paket Permata, 3.600 won.
Apa ini?
Barang dalam gim.
Ayo!
Setelah kuteliti lagi,
aku jadi tahu kalau Paket Permata lebih murah
karena mendapat diskon 20 persen
dari membeli Paket Emas.
Lupakan.
900 won, 35 kali.
- Apa ini? - Itu biaya mengunduh video.
Video seperti apa?
Winter Sonata, Mr. Duke,
Second 20s, The Suspicious Housekeeper...
Choi Ji-woo adalah pemeran utama di drama tersebut...
Dia penggemar Choi Ji-woo.
Kuselidiki lagi?
Lupakan.
Baik.
Mereka habiskan 2.000 won di kako.
Apa itu kako?
Karaoke koin.
Mereka habiskan 3.250 won di toko.
Mereka membeli gorengan dan ramyeon.
Tteokbokki Hiu, 5.800 won.
Dengar, ada transaksi di atas 10.000 won?
Untuk berjaga-jaga,
aku mencari hubungan antara toko-toko ini.
Jangan. Jangan cari hubungannya. Untuk apa?
Setelah beli gorengan dan ramyeon,
mereka makan tteokbokki karena masih lapar.
Benar.
Apa yang mereka pikirkan?
Kenapa
pengeluaran mereka sangat kecil?
Masuklah.
Sudah selesai?
Sudah.
Pak, datanya telah dipulihkan.
Silakan lihat.
Laptop ini ditemukan di TKP kematian Cho Cheol Gang.
Kami memulihkan surelnya.
Sulit mendapatkan sandinya, tapi kami berhasil dapatkan.
Bukankah surelnya menjelaskan
kenapa Cho Cheol Gang menembakmu
walau tahu dia akan mati?
Pria itu
tak punya tempat untuk kembali.
Dia tak bisa kembali atau tetap di sini.
Dia tidak mau mati sendirian.
Kau tak bisa kembali.
Aku sudah kirim semuanya.
Bukti
yang membuktikan kau bersama jalang itu di sini.
Jika kau kembali,
orang tuamu akan dieksekusi.
Tampaknya ayahmu bilang
kalau kau akan kembali dalam beberapa hari.
Bagaimana kalau kau berhenti mengkhawatirkan ayahmu
dan lebih jujur, Pak Ri Jeong Hyeok?
Ada apa?
Yoon Se-ri.
Bagaimana keadaannya?
Dia di unit perawatan intensif.
Dia mengalami sepsis, sebagai efek samping operasi.
Kenapa perlakukan dia dengan kasar
jika kau tak tahan juga?
Terima kasih.
Aku pergi dahulu.
Jaga kesehatanmu.
Jangan sampai sakit.
Kamerad Gu Seung-jun.
Jika kau tak ikut kami sekarang,
akan kami bawa wanita ini.
Lepaskan aku!
Kau bicara dengan orang yang salah.
Aku tak ada hubungannya dengan wanita itu.
Aku tak peduli jika kalian mau bawa dia atau tidak.
Begitukah?
Kau tak peduli jika kami membunuhnya.
Aku tak peduli.
Mari kita bicara lagi setelah kami membunuhnya.
Tunggu.
Kenapa mau membunuh wanita tak bersalah?
Keluarganya sangat berkuasa.
Kalian bisa dihabisi jika berani menyentuhnya.
Kami tak takut pada hal semacam itu.
Waktumu hanya satu jam.
Datanglah ke alamat dari pesan singkat ini.
Jika tidak, wanita ini mati.
Jika bawa bantuan, wanita ini mati.
Aku yakin kau pasti paham.
Halo?
WAKTU NAIK PESAWAT, 11.30
Pasangkan infus lagi,
dan periksa organ vitalnya lagi.
Bu Yoon.
Aku bermimpi.
Bu Yoon, jadwalmu selanjutnya,
uji coba pakaian olahraga ekstrem.
Sungguh akan kau coba sendiri?
Maksudku, paralayangnya.
BAJU OLAHRAGA PILIHAN SE-RI
Di dalam mimpiku,
aku kembali ke hari kecelakaan itu.
Bu Yoon?
Di dalam mimpiku,
aku tahu segalanya.
Aku tahu
kecelakaan apa yang akan kualami
dan di mana aku akan terdampar.
Aku tahu akan bertemu siapa
dan pengalaman menakutkan dan sulit yang akan kualami.
Aku juga tahu
hari ini akan segera berakhir.
Aku sudah tahu segalanya.
Apa?
Baiklah.
Yoon Se-ri
dalam kondisi kritis.
RUANG TUNGGU
WAKTU NAIK PESAWAT, 11.30
Jangan bergerak.
Gu Seung-jun!
Seo Dan, jangan khawatir.
Aku belajar menembak di Selatan.
Gu Seung-jun!
Aku salah.
Saat aku mati,
ada seseorang yang menangisiku.
Fakta bahwa kaulah orangnya
membuatku sedih dan bahagia.
Di akhir mimpi panjang itu,
akhirnya aku mengambil keputusan.
Anginnya cukup kuat.
Kami sudah periksa ramalan cuaca, kau tak apa-apa?
Pak Hong. Kenapa angin bertiup?
Entahlah.
Angin bertiup untuk bergerak.
Angin bertiup untuk bergerak,
bukan tetap diam.
Angin harus tetap bergerak
agar aku bisa terbang.
Demi bisa menemui dirimu,
aku ambil keputusan untuk mengulangi semua momen itu
dari awal.
Berikan epinefrin melalui infus.
Baik, Dok.
Walau waktu kuputar kembali
seratus kali...
Jika aku bisa memutar balik waktu...
Andai aku bisa,
aku tak mau menemuimu.
Kau takkan bisa kenal diriku.
Maka kau akan aman dan bahagia.
Andai aku bisa melakukannya...
Aku akan bertemu denganmu lagi.
Aku akan kenal denganmu
dan jatuh cinta.
Aku tahu itu pilihan
yang berbahaya dan menyedihkan.
AMBULANS
Jika salah satu dari kita harus mati,
dan yang lain tetap hidup...
Jika memang itu takdirnya,
maka wajar saja
aku mati dan kau tetap hidup.
Wajar saja.
Aku bahagia
mengambil keputusan itu, Ri Jeong Hyeok.
Itu saja?
Para psikolog menganalisis
pola sikap Ri Jeong Hyeok
terhadap Yoon Se-ri.
Ini hasilnya.
Baiklah.
Ini.
Seperti yang terlihat, saat Jeong Hyeok bersama Se-ri,
pusat batang tubuhnya
menghadap 90 persen ke arah Yoon Se-ri.
Ri Jeong Hyeok mengikuti gerakannya tanpa sadar berulang kali.
Saat ada pria mendekatinya,
dia mengalihkan perhatian dan pergerakan Yoon Se-ri
berulang kali.
Ahli psikolog, Profesor Oh Hyeong-sim,
menganalisis bahwa ini sikap umum
- pada pria yang jatuh cinta. - Kau butuh analisis untuk tahu itu?
Itu sudah terlihat jelas.
Yang benar saja.
Terjemahan subtitle oleh Fajri Mulyadi
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.