Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sub by NETFLIX Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
TOKOH, KEJADIAN, ORGANISASI, DAN LATAR BELAKANG ADALAH FIKSI
Gu Seung-jun!
Seung-jun, bertahanlah.
Jangan khawatir. Aku tak apa-apa.
Tidak.
Gu Seung-jun.
Gu Seung-jun!
AMBULANS
Pasangkan infus tambahan,
dan periksa organ vitalnya lagi.
Bu Yoon.
Bu Yoon.
Berikan epinefrin melalui infus.
Baik, Dok.
Bu Yoon, bisa dengar aku? Bu Yoon.
- Mulai resusitasi. - Baik, Dok.
- Siapkan defibrilator. - Baik.
Kita mulai defibrilasi. Naikkan ke 150 joule.
Siap.
Satu, dua, tiga.
Naikkan ke 200 joule.
- Siap. - Satu, dua, tiga.
Kau tak apa-apa?
Bertahanlah.
Lihat aku.
Lihat ke mataku.
Kau bilang
kalau kau sudah mapan...
Nanti, anggaplah aku akan mengunjungimu
saat aku lebih mapan.
Anggap saja
kau masih
melajang.
Maka tolong beri aku
kesempatan.
Aku akan memberimu kesempatan.
Aku akan menantikan kunjunganmu.
Aku akan menunggumu.
Aku menyukaimu, Dan.
Karena aku menyukaimu,
aku akan terus memikirkan tempat tujuanku.
Aku akan hidup seperti itu.
Akan kulakukan mulai sekarang.
Aku bahagia.
Mendengarkan itu
membuatku bahagia.
Dan.
Pada saat itu,
apa yang kau maksud?
Mi instan?
Pria itu?
Atau...
aku?
Kenapa aku harus menolak?
Aku suka.
Apa?
Apa yang kau suka? Mi instan?
Atau prianya?
Ataukah...
aku?
Kau.
Kau yang kusuka.
Kaulah pria itu, Gu Seung-jun.
Sudah kuduga.
Gu Seung-jun.
Gu Seung-jun.
Seung-jun.
Tolong.
Kurasa dia pingsan. Tolong lakukan sesuatu.
Tolong lakukan sesuatu. Apa pun itu.
Aku merasa
bersalah kepadanya.
Tolong lakukan sesuatu. Tolong!
Bangunlah.
Bangunlah.
Bangunlah, Seung-jun.
Kumohon.
Seung-jun...
Sudah kembali.
- Berikan dia oksigen. - Baik, Dok.
Kondisinya sudah stabil.
Kita tunggu sampai dia pulih.
Baiklah.
Kami dengar dia dalam kondisi kritis
dan kami harus kemari.
Terima kasih.
Syukurlah. Tampaknya dia melewati masa kritis.
Kalau begitu,
dia harus pergi lagi?
Tapi, kondisinya bisa memburuk.
Dan Se-ri mungkin mencarinya saat bangun nanti.
Kumohon lakukan sebisamu.
Senangnya bisa makan bersama lagi. Sudah lama sekali.
Hei, jangan tertawa.
Apa?
Mereka mungkin mengira kita prajurit aneh yang dirayu kapitalisme
dan menganggap kita gampangan.
Masih belum aman untuk menganggap taktik keji mereka berakhir.
Taktik apa?
Pikirkanlah.
Aku agen elite Korea Utara.
Mereka tak mau kehilangan aku,
saat aku ke Selatan atas keinginan sendiri.
Karena itulah, mereka memberi kita makan enak.
Sejujurnya,
aku sudah dapat tawaran.
"Tawaran"?
Dalam istilah Imperialis Amerika,
bisa dibilang aku sudah dibina?
Kami bisa memulangkanmu jika kau mau kembali,
tapi keinginanmu lebih penting bagi kami.
Apa?
Jika mau tetap tinggal, kami bisa membantumu.
Mereka ingin aku tetap tinggal.
Seperti itulah cara kerja kapitalisme.
Seperti ungkapan ini,
"Ambil yang berguna, buang yang tak berguna."
Keahlianku dianggap berguna, jadi, mereka mau aku tetap di sini.
Kau selalu bilang membenci kapitalisme,
tapi kau sudah terbiasa dengan istilah negara ini.
- Itu... - Dan masalahnya,
dia menanyakan hal yang sama kepada kami.
- Kalian? - Benar.
Kau juga, Eun Dong?
Mungkin mereka lakukan itu karena mereka takut
aku berpikir akan kesepian dan menolak jika mereka memintaku tinggal di sini.
Ada yang lihat Kapten Ri?
Tidak sekali pun.
Aku sudah tanya penyelidik, tapi dia tak mau beri tahu.
SEPEKAN KEMUDIAN
Kudengar kau menyarankan pertukaran bagi mereka yang menunggu repatriasi.
Ada beberapa orang di Selatan
yang dipenjara atas tuduhan spionase,
jadi, kita dan Selatan sama-sama untung.
Tidak, itu berbeda.
Enam prajurit yang ditangkap di Selatan masih dalam penyelidikan,
sementara sembilan orang Selatan di sini sudah menjalani hukuman.
Sangat berbeda.
Kita hanya berdua, mari kita jujur.
Badan Militer
sudah menghukum mereka tanpa menyelidiki atau disidang.
Sebagian pasti berpikir itu tak adil.
Pak.
Kau tak bisa sembunyikan jarum di kantongmu.
Kau mau menutupi fakta bahwa putramu berkhianat
demi seorang wanita.
Sebab itulah kau berusaha prioritaskan kesepakatan yang tak adil bagi kita.
Aku yakin mereka tahu kalau mereka tak diuntungkan.
Tapi, Utara ingin kita kembalikan mereka?
Mereka ingin menyelesaikan ini.
Ya, Utara ingin kita menyerahkan prajuritnya dengan segera.
Dan mereka ingin merahasiakannya.
Rahasia ini harus dijaga dalam lima tahun.
Mereka sensitif soal ini karena salah satunya
putra pejabat tinggi.
Kita yakin mereka tak pernah spionase atau kegiatan lain
yang menguntungkan Utara sementara di sini?
Ya. Seperti di rekapitulasi laporan penyelidikan,
dan pengakuan yang ditandatangani mereka,
mereka tak melakukan apa pun kecuali baku tembak
dengan Cho Cheol Gang.
Apa pendapat mereka soal kembali ke Utara?
Mereka ingin kembali.
Lalu, kenapa tak kembalikan mereka diam-diam sesuai permintaan Utara?
Mempublikasi ini tak akan membantu kita di mata publik.
Aku setuju. Kondisi yang mereka minta menguntungkan kita.
Kementerian Unifikasi juga setuju,
tapi kita tak bisa ikuti permintaan mereka tanpa kesepakatan.
Bagaimana kalau kita adakan reuni bagi keluarga yang terpisah?
Kurasa kita tak akan rugi.
Mereka akan memanfaatkan
dan berusaha mendapatkan kesepakatan.
Kau mau bertanggung jawab atas semuanya?
Aku punya rencana.
- Apa rencanamu? - Maaf?
Pihak Selatan mengirim dokumen berisi bukti.
Cho Cheol Gang, yang membelot ke Selatan
usai melakukan banyak kejahatan hingga membunuh saat dipindahkan,
ternyata mengontakmu secara berkala.
Kau yang memberinya perintah?
Tentu tidak, Pak.
Begitu?
Kau pasti tahu, putraku tak mungkin melakukan hal semacam itu.
Dia tak akan mengkhianati negaranya karena seorang wanita.
Maksudmu, kita harus saling menutupi?
Terdengar begitu bagimu?
Baiklah.
Dengan satu syarat,
Badan Militer memegang wewenang penuh
dalam proses repatriasi termasuk tempat kami menerimanya.
Kau tak akan menolak, 'kan?
Halo.
- Tak ada apa-apa, 'kan? - Halo.
Mari kita masuk.
Bu Yoon.
Bagaimana perasaanmu?
- Hai. - Kau tampak pucat.
Aku sudah tak apa-apa. Duduklah.
Baik.
Kapan kau bangun?
Beberapa menit lalu.
Bisa tinggalkan kami?
Aku harus bahas sesuatu dengan Se-ri.
- Baik. - Baik.
Se-ri.
Ibu baru dapat panggilan.
Dia akan dikembalikan ke Utara.
Kapan?
Kapan dia pergi?
Sekarang.
Sekarang?
Ya, dia harus pergi sekarang.
Daripada membuang hidupku,
melihatmu sekarang membuatku kesal.
Syukurlah.
Baguslah.
Kurasa
dia tak terus berbohong.
Penyelidikannya pasti lancar.
Sebab itu dia bisa kembali, 'kan?
Aku sungguh lega.
Kau mau bertemu dengannya? Mau ibu antar?
Aku sudah ucapkan perpisahan berulang kali.
Bahkan terlalu banyak.
Aku tak ingin bilang apa-apa kepadanya.
Aku juga tak mau dia melihatku seperti ini
karena hanya akan membuatnya makin berat untuk pergi.
Aku bahkan tak ingin dia tahu
soal penyakitku.
Kau kira dia tak tahu?
Dia...
tetap di sisimu sepanjang waktu.
RUANG OPERASI DARURAT
Bahkan saat
operasimu yang lama...
Kenapa kita harus membuatnya menderita? Kejam sekali.
Ayo. Kita pergi.
Sayang, kurasa kita harus menunggu sebentar lagi.
Apa? Kenapa?
Dia bisa sadar kapan pun.
Aku harus berada di sisinya sebab aku kakak iparnya.
- Aku bisa marah kepadamu. - Tunggu.
Ayo. Kita pergi.
Bahkan saat menunggumu sadarkan diri,
dia tetap di sisimu tanpa makan atau tidur berhari-hari.
- Bu Yoon. - Ibu!
- Kau tak apa-apa? - Dia sadar.
Ibu, dia sadarkan diri.
Bu Yoon.
Bu Yoon.
RUANG TUNGGU
Dia meninggalkan rumah sakit
setelah melihatmu sadar.
Walau sudah ucapkan perpisahan berulang kali,
kau akan tetap merindukannya.
Kau sungguh tak mau?
Aku mau menemuinya.
Bawa aku ke sana.
Bawa aku kepadanya.
Aku sungguh ingin menemuinya.
Aku harus bilang...
Syukurlah
wanita itu
sudah sadarkan diri.
Benar.
Kami tak tahu
kalau Se-ri pingsan karena penyakitnya.
Bagaimana kalian bisa tahu?
Setelah kami pergi,
kami tak tahu keadaannya,
jadi, syukurlah dia sudah sadarkan diri.
Dia akan baik-baik saja.
Pak Kim.
Kau membawa semua mobil ini karena kami mau pergi?
- Pasti sangat merepotkan. - Ya, sangat merepotkan.
Kita tak akan kembali ke sini?
Sebaiknya jangan.
Hujannya deras.
Kita tak akan perlu kembali kemari,
tapi aku akan terus mengenang tempat ini.
Kita pergi. Berpeganganlah.
Halo?
Apa?
Tidak, kami punya waktu, tapi...
Kau ada di mana sekarang?
KANTOR TRANSIT ANTAR-KOREA
KAESONG
Itu Garis Demarkasi Militer?
Ya.
Kurasa begitu.
Jadi, kita akan berada di Utara setelah melewati garis itu?
Benar.
Baik. Mari kita keluar.
Kami masih punya lima menit.
Kenapa tidak biarkan mereka menyeberanginya tepat di garis?
Kami harus ke suatu tempat, jadi, tak bisa lama.
Lakukan sekarang.
Baiklah.
Akan kami lakukan.
Tidak. Mereka sedang apa?
Kenapa...
Jeong Hyeok!
Jangan lari.
Jeong Hyeok!
Jangan pergi begitu saja.
Tak akan kubiarkan mereka
- mengambilnya. - Jangan lari!
Aku harus apa jika kau pergi begitu saja?
Bagaimana aku bisa hidup setelah kau pergi?
Aku harus apa?
PERDAMAIAN
Kau belum pulih.
Bagaimana kalau kau pingsan lagi?
Tak bisakah kau jaga dirimu?
Kenapa mereka memborgolmu?
Kau ditangkap?
Tidak. Aku tak bisa. Tak bisa kubiarkan.
Jangan pergi. Tak bisakah kau tetap di sini?
Jangan khawatir.
Kau tak kenal aku?
Tak akan ada yang terjadi.
Tapi, kenapa mereka membawamu ke sana?
Bagaimana kalau terjadi sesuatu?
Ini semua karena aku.
Ini semua salahku.
Tak akan terjadi apa-apa.
Walaupun
sesuatu terjadi,
itu bukan salahmu.
Aku tak punya penyesalan.
Kau memasuki hidupku seperti anugerah.
Aku juga bersyukur akan itu.
Aku juga.
Terima kasih, Jeong Hyeok.
Aku melukai hatimu dengan perkataanku waktu itu.
Itu juga melukai hatiku.
Maafkan aku.
Jangan dipikirkan.
Tak apa-apa.
Aku tak keberatan.
Jangan khawatir.
Jadi...
Tak bisakah kita bertemu lagi?
Aku tak akan bisa menemuimu lagi?
Selamanya?
Aku harus bagaimana?
Apa yang harus kulakukan jika aku sangat merindukanmu?
Tunggu saja
dan teruslah berdoa.
Kau bertanya, bisakah kau bertemu orang yang kau rindukan.
Kau bisa.
Aku mencintaimu.
Aku mencintaimu.
Aku sungguh mencintaimu.
Se-ri.
Jaga dirimu baik-baik.
Se-ri.
Jaga kesehatanmu.
Jaga diri.
Sampai jumpa.
Jaga diri kalian.
Jangan sampai terluka.
PERDAMAIAN
Sungguh?
- Kau sedang apa? - Kau mau menjemput Jeong Hyeok?
Pastikan
membawa putraku pulang dengan selamat.
Kumohon.
Kau pikir Jeong Hyeok anakmu saja?
Jika sesuatu terjadi antara Jeong Hyeok atau kau,
aku akan segera ke sana.
Jangan bersikap lemah
mengkhawatirkan apakah aku masih sanggup.
Sampai nanti.
Kenapa kami diturunkan di sini?
Kita sedang menuju Pyongyang.
Kalian akan dieksekusi setelah pengadilan militer.
Bukanlah lebih baik menghilang di sini
sebelum menyebabkan masalah bagi keluarga kalian?
Walau akan mati pada akhirnya, kami ingin disidang.
Dan para kamerad di belakangku
hanya terlambat sampai setelah Pesta Olahraga Militer Dunia.
Mereka tak sepertiku.
Akulah yang melanggar.
Tak masalah.
Kami membawa mereka bersamamu agar kau tak kesepian.
Direktur Militer. Bukankah sudah kubilang?
Kau tak bisa mengeksekusi tanpa investigasi dan sidang.
Ini bisa menyebabkan korban tak bersalah.
Tapi, segalanya berbeda
saat aku melihat seseorang berusaha membunuh putraku.
Kau pasti bersalah.
Sial.
Maaf sudah membuat Ayah khawatir.
Ayah senang kau kembali.
Kau kembali hidup-hidup.
Jadi, tak masalah.
Yoon Se-ri baik-baik saja?
Ya.
Kau menangis?
Ibu.
Putra ibu.
Terima kasih.
Terima kasih sudah pulang dengan selamat.
Syukurlah kau masih hidup.
Kembang sepatu telah mekar.
Kembang sepatu...
Kembang sepatu telah mekar.
U Pil.
Ayah!
U Pil.
Ibu.
Man Bok.
Aku tak dengar kabar darimu.
Kukira kau sudah mati.
Kenapa kau tak menghubungiku?
Maafkan aku.
Maaf.
Syukurlah kau selamat.
Syukurlah kau masih hidup.
Gagal lagi?
Kita harus apa?
Kita harus bicara dengannya. Dia bisa sakit.
Tinggalkan aku sendiri.
Dan, ceritakan kepada kami.
Kau mau pamanmu dan ibumu melakukan apa untukmu?
Tak ada.
Aku tak mau kalian lakukan apa pun.
Tinggalkan aku sendiri.
Kenapa tidak?
Lihat kami.
Kami ada di sini
untuk menangis bersamamu.
Kami bisa mendengarkanmu.
Kami juga bisa melalui masa sulit ini bersamamu.
Tentu.
Paman juga bisa mencarikanmu pria yang lebih baik darinya.
Kenapa?
Sialan.
Keluarlah.
Kenapa...
Jangan dekat-dekat.
- Ada apa? - Kenapa kau...
Kenapa bilang begitu?
Kau sudah gila?
Aku hanya...
Dan.
Kenapa? Kau mau makan?
- Ibu. - Ya.
- Paman. - Ya.
Aku mau balas dendam.
Kamilah ahlinya.
Bukankah begitu?
Tentu. Kami ahlinya.
Tolong carikan seseorang lebih dahulu.
Mengenai Gu Seung-jun...
Aku turut berdukacita.
Kudengar anggota geng yang mengutus
preman pada hari itu masih ada di negara ini.
Benar.
Jangan khawatirkan akibatnya, dan beri tahu di mana mereka.
Mereka tak mungkin pergi dari negara ini
dalam keadaan hidup.
Dan pasti ada orang
yang mendanai geng itu.
Mungkin...
Kakak keduanya sangat serakah.
Memikat hati orang serakah
merupakan hal termudah.
Mungkin kakak kedua Yoon Se-ri.
Kurasa begitu.
Baiklah. Biar kuperjelas.
Aku tak meminta mereka menangkap Gu Seung-jun.
Itu ulahmu, 'kan?
Gu Seung-jun juga tewas dalam insiden itu.
Itulah yang dilakukan orang suruhanmu.
Tak ada hubungannya denganku, 'kan?
Kau tak mau bilang apa pun?
Saat Pak Oh membawa Cho Cheol Gang,
dan bicara omong kosong tentang menculik atau membunuh Se-ri,
aku jadi kesal dan langsung pergi.
Kaulah yang menyuruh geng Cho Cheol Gang menculik Se-ri.
Kau akui, ya?
Yoon Se-hyeong, kau tak tahu apa-apa.
Rekaman tanpa izin pihak lain tak punya kekuatan hukum.
Pentingkah? Aku hanya membeberkan faktanya.
Siapa yang akan memercayai itu?
Aku melakukan semuanya demi dirimu, Yoon Se-hyeong.
Demi aku? Jangan membual.
Pikirkan akibat dari tindakanmu untukku.
Kini aku
akan kehilangan jabatanku sebagai presdir.
Jika sampai terjadi masalah, aku bisa dipenjara karena dirimu.
Tenangkan dirimu.
Gu Seung-jun tewas di Korea Utara.
Kenapa mereka mau mengurus kasus yang terjadi di Utara?
Aku sudah mengurus agar polisi tak tahu
uang yang kita kirim dan jejak panggilan.
Bahkan Cho Cheol gang yang berusaha menculik Se-ri
tewas saat kita tak melakukan apa pun.
Kita tak perlu khawatir.
Kau yakin?
Kapan keluar dari rumah sakit?
Hari ini.
Aku langsung kemari begitu keluar.
Duduk.
Ini bukan rumahmu. Jangan memerintahku.
Kapan kau diinterogasi BIN?
Sudah.
Kurasa aku akan dituntut.
Ini mengenai pelanggaran UU Keamanan Nasional.
Pengacaramu harus andal.
Jangan khawatir. Dia dapat pengacaraku.
Dia mungkin diduga menyembunyikan penjahat.
Tapi, ada situasi yang meringankan,
jadi, hukumannya akan ditangguhkan atau dikenai denda.
Tapi, itu tetap bukan kejahatan ringan.
Kalau ada artikel mengenainya?
Urus masalahmu sendiri. Kalian akan kena lebih dari masa percobaan.
- Apa? - Jika Kakak tahu hukumnya,
Kakak seharusnya lebih hati-hati.
Mengenali seorang pelaku tindak kriminal atau melakukan tindak kriminal,
jika Kakak menawarkan uang atau keuntungan moneter lain
atau menyediakan wadah berkomunikasi, pengintaian, atau bahkan kontak,
Kakak akan dihukum penjara sampai sepuluh tahun.
Apa maksudmu?
Keluarlah.
Aku membawa mereka dari BIN.
Maafkan aku.
Ada perantara bernama Cheon
yang digunakan untuk mengurus Gu Seung-jun.
Dia mengirim semua detail rekening
dan juga jejak panggilannya
kepada Bu Yoon lewat Tiongkok.
Aku hanya mengikuti perintah mereka berdua.
Apa maksudmu? Siapa yang menyuruhmu, Bodoh?
Hei. Beraninya kau menyalahkan kami?
Kurasa kalian harus membahasnya.
Ini kasus menghasut pembunuhan, menghasut penculikan,
dan penyembunyian pelaku.
Ada banyak tuntutan.
Kepolisian dan BIN akan lakukan penyelidikan bersama.
Jadi,
ikutlah dengan kami.
Kau bilang tak ada masalah.
Ayo, lakukan sesuatu.
Ayah.
Ayah hanya akan diam saja dan melihatku ditangkap?
Seharusnya Ayah memikirkan citra perusahaan kita.
Tutup mulutmu.
Kau menganggap dirimu pebisnis.
Tapi masih tak paham?
Bahwa aku memutus hubungan denganmu?
Aku memotong bagian busuk sebelum menyebar.
CARA MEMBUAT KERAK NASI CARA MEMASAK MI
Kau masih bangun?
Jika kau membaca pesanku, artinya kau masih bangun.
Jeong Hyeok, bagaimana...
Klik Pesan.
Pilih tanggal dan waktu.
Selesai.
Tulis pesan.
Cobalah.
Aku masih sangat mencemaskanmu.
Dan masih banyak yang ingin kuceritakan kepadamu.
Jadi, aku mengirim pesan ini untuk memberi tahu semuanya.
Sesuatu yang ingin kusampaikan ada di rak bukumu.
AKU MENCINTAIMU, YOON SE-RI
Itulah balasan pesanmu dariku.
AKU MENCINTAIMU, YOON SE-RI
Apa?
Memangnya dia masih anak-anak?
Dia mengikuti semuanya.
AKU MENCINTAIMU, YOON SE-RI
AKU MENCINTAIMU, YOON SE-RI
Selamat pagi.
Jangan bekerja dengan perut kosong.
Setidaknya makanlah sebuah apel.
Agar kau tahu saja,
sebaiknya kau tetap di lajurmu,
tapi jangan hanya melihat ke depan, kau harus lihat sampingmu.
Makanlah dengan teratur.
Jangan makan sendiri. Nikmati makananmu dengan orang lain.
Makan dengan nikmat.
Kau sudah periksa dagingnya begitu sampai?
Kau melihatnya di pintu masuk desa?
Dari cara para wanita melihatku...
Aku tak lihat.
Kenapa tak coba berjalan-jalan selama 30 menit dari pukul 12.30?
Akan kupastikan untuk berjalan-jalan pada jam itu.
Berjalan memang menyenangkan.
Jeong Hyeok.
Berjalan memang menyenangkan.
Se-ri.
Kentang ini enak
sebagai KG.
Apa?
Kau tak tahu KG? Kentang goreng.
Apa istilahnya dalam bahasa Inggris?
- French Fries? - Tepat sekali.
Kentang itu sangat relulelam.
Apa artinya itu?
Kau tak tahu relulelam?
Renyah di luar, lembut di dalam.
Itu bukan hal besar.
Kau seperti warga Seoul.
Aku memang cocok.
Pagi ini, aku menyalakan keran
dan menunggu air panas.
Jadi, aku agak terkejut.
Aku juga menunggu untuk dapat listrik.
Aku tahu.
Selalu tak ada listrik di sini.
Aku bisa menghadapinya.
Tapi, tak ada koneksi internet sangat menyebalkan di sini.
Terasa seperti neraka baru.
Saat mau tidur di malam hari,
terbayang layar gim di langit-langit kamarku.
Halo, Semuanya.
Astaga, lihat siapa yang datang.
Halo, Bu Go.
Lama tak bertemu.
Ada apa kau kemari?
Dan akan pindah dari rumahnya hari ini.
Tak apa-apa. Jangan begitu.
Aku merasa senang dan riang.
Di luar sini dingin.
Kita bicara di dalam?
Mari?
Aku baru-baru ini pergi ke Eropa.
- Eropa? - Astaga.
Begitu.
Dan aku menemukan
produk edisi terbatas yang akan kalian suka di sana,
jadi, aku beli semua.
Kau membeli semuanya?
Yeong, Wol?
Myeong, Ok?
Entah kenapa
ini mirip denganku.
Aku juga terlihat seperti ini saat aku menikah.
Ini tak lebih baik dari wajahku,
tapi aku yakin ini aku.
- Aku tampak mirip. - Benar.
- Ada apa ini? - Astaga.
Ini produk-produk baru
dari Pilihan Seri musim semi ini.
- Pilihan Seri? - Kau serius?
Artinya, Se-ri melakukan ini untuk kami...
Benar.
Astaga.
Aku sudah bilang, kalian tak perlu bersikap begini di dekatku.
Aku tak punya dendam terhadap wanita
dari Selatan itu.
Aku tak bisa membunuh musuhku
saat dia tak ada dalam jangkauanku.
Aku bahkan tak bisa menemuinya.
Jadi, aku tak dendam.
Dia hanya sebentar di sini, tapi dia tak lupa,
dan membuat produk ini untuk kalian.
Menurutku, dia bukan wanita yang tak punya sopan santun.
Benar.
Dia tidak begitu.
Hatinya sangat baik.
Nama lini produk terbatas
dari Pilihan Seri musim ini
adalah Saudade.
Ada Saudade di sini.
SAUDADE
Kita harus apa?
Kita harus bagaimana?
Astaga, sulit kupercaya.
YEONG
Ini tertulis Yeong?
Ya.
Dan ini tertulis Wol, dari Wol Suk.
Ini Myeong, dari Myeong Sun.
Dan ini Ok, dari Ok Geum.
Dia pulang dengan selamat.
Semoga dia baik-baik saja.
Tampaknya dia tak melupakan kita.
Seandainya
aku bisa memberitahunya
bahwa kita mendapatkan ini
dan akan memakainya dengan baik.
Aku harus mengatakannya lewat apa?
Aku yakin dia akan tahu perasaan kita.
Semoga begitu.
Kau lihat sesuatu di sana?
Tidak.
Mataku pedih karena cahaya silau di langit.
Sub by NETFLIX Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
Apa yang kau lihat?
Kau tak mau turun?
Tidak, aku akan ke sana.
Beri aku sepuluh menit. Tidak, lima menit.
Waktumu tiga menit.
Aku harus pakai apa?
Tiga menit terlalu singkat.
Kau suka pakaianku?
Aku berusaha tampak rapi.
Begitu...
Maksudku, ini kencan pertama kita.
Ini bukan kencan.
Cuacanya cerah.
- Tak sebagus itu. - Tapi aku suka.
Tempat ini akan seperti apa saat bunga bermekaran?
Entah...
Kurasa lumayan.
Begitu.
Aku harus kembali bersamamu saat bunga mekar.
Aku tak bilang aku mau.
Aku akan senang jika kau mau.
Saat angin musim semi berembus
Menyebarkan kelopak bunga sakura
Pertama,
kau cantik.
Dan kau membuatku ingin
menjadi pria yang lebih baik.
Kau sungguh luar biasa, sampai membuatku merasa begitu.
Kau wanita yang hebat.
Menurutku,
kita harus lebih sering bertemu.
Terima kasih sudah datang jauh-jauh.
Aku bingung harus berkata apa.
Tak apa-apa.
Aku harus datang karena aku ingin mengatakan sesuatu.
Kenapa melakukan ini?
Aku akan mengatakan sesuatu yang tak mengenakkanmu.
Jadi, aku minta maaf lebih dahulu.
Sayangnya putriku tak berjodoh dengan putramu.
Apa karena
yang kau dengar soal kami?
Kita tak perlu alasan lain lagi.
Dan bilang,
dia tak mau menikahi Jeong Hyeok.
Aku merasa bersalah selama sepuluh tahun terakhir, tapi...
Aku
sungguh minta maaf atas itu.
Jangan. Kau tak perlu meminta maaf.
Akulah yang harus minta maaf.
Jeong Hyeok dipindahkan tanpa memberi tahu tunangannya.
Orang tuanya juga tak bilang apa-apa
selain pernikahannya ditunda.
Aku kesal saat itu.
Aku ingin kau meminta maaf kepadaku.
Tapi, segalanya berbeda sekarang.
Aku akan menyudahi
pertunangan ini karena putriku tak lagi menginginkannya.
Aku harus minta maaf.
Kami memang tidak pengertian.
Kala itu situasinya rumit,
tapi kami tak sempat menjelaskannya.
Akan kujelaskan mengenai situasi kami.
Dan
sudah mencintai seseorang.
Pria itu mencintai Dan,
bahkan lebih
dari nyawanya sendiri.
Jadi, aku tak punya pilihan.
Hidup kita hanya sekali.
Mereka saling mencintai melebihi nyawa mereka.
Aku tak bisa apa-apa soal itu.
Kau benar.
Aku setuju.
Sungguh?
Ya.
Bu Go.
Aku sungguh minta maaf.
Dan terima kasih.
Aku bilang akan mampir di akhir pekan ini.
Benar.
Aku tahu.
Tapi, aku mau kemari lagi.
Aku pernah ke rumah ini
saat kau pergi.
Ke rumahku?
Aku tahu pria sepertiku
tak pantas melakukan ini
kepada wanita sepertimu, Dan.
Tetap saja,
aku mau berikan kepadamu.
Aku datang dengan Seung-jun.
Begitu.
Dia banyak membantuku.
Di mana dia sekarang?
Aku tak bisa menghubunginya.
Dia pergi jauh.
Dia tak akan pernah kembali.
Tapi, kenapa...
Entahlah.
Aku tak tahu alasannya.
Banyak hal yang terjadi dalam hidup.
Dan kita tak bisa menjelaskan kenapa bisa terjadi.
Saat aku pergi ke Swiss untuk menemuimu,
aku pun tak mengerti saat itu.
Alasanmu terus mengambil
foto pemandangan
saat aku jauh-jauh menemuimu.
Mau beli kopi...
Permisi. Itu kursiku.
Tapi, pada malam aku datang ke rumah ini,
akhirnya aku mengerti.
Itu...
Aku sedang mencari lilin malam itu, dan tak sengaja menemukan ini.
Aku benci melihat kamera itu di Swiss.
Aku langsung mengenalinya.
Aku bawa agar aku bisa membuangnya.
Lagi pula, aku tunanganmu selama sepuluh tahun terakhir.
Kukira aku berhak melakukannya.
Kamera ini sudah lama, pasti sudah rusak.
Aku memperbaikinya.
Aku akhirnya menemukannya.
Menemukan apa?
Alasanmu...
tak mau melihatku di Swiss.
Kurasa,
ini memang sudah takdir.
Jangan hidup terlalu bahagia.
Hari ini musim Mangzhong.
Waktunya kami menanam bibit.
Apa? Mangzhong?
Memangnya dia petani di kehidupan sebelumnya?
Astaga, Jeong Hyeok.
Kau sebaiknya
membeli pot bunga.
- Apa ini? - Kau akan tahu
setelah memeliharanya.
Tanaman itu mungkin sensitif dan rewel,
tapi jika kau lakukan sesuai caraku,
tanaman itu akan tumbuh dalam dua pekan.
Kau harus menyiramnya.
Karena sensitif, jangan terlalu sering diberi air.
- Berikan dalam jumlah yang wajar. - Seberapa banyak
"jumlah yang wajar"?
Cukupkah?
Ia butuh sinar matahari juga.
Tapi, jangan terlalu lama.
Letakkan di bawah sinar matahari sewajarnya.
Dan terakhir, ini yang terpenting dalam merawat bunga.
Kau pasti tahu.
Ucapkan sepuluh pujian untuknya tiap hari.
Ini sungguh merepotkan.
Bu Laris, batas atas harga, opsi saham,
penjualan besar, merek ternama, keuntungan besar,
menjual saham di KOSDAQ, terbaik di bidangnya, edisi terbatas,
dan Ri Jeong Hyeok.
Apa?
Terima kasih.
Bagaimana kabar Bu Yoon?
Dia agak aneh.
Dia aneh, tapi berbeda kali ini.
Ada apa lagi?
Dia agak...
bersemangat.
Saat bekerja,
jangan lupa merenggangkan otot dan olahraga.
Mari kita bahas itu setelah perjalanan bisnis pekan depan.
- Baik, Bu. - Baik, Bu.
Seperti yang kalian ketahui, kita berkolaborasi
dengan perusahaan dagang elektronik dari Tiongkok untuk produk mendatang.
Kita sudah menggunakan pola desain baru.
Ini dari sampel pertama.
Kami akan modifikasi
menurut pendapat kalian,
jadi, silakan beri pendapat.
- Baik, Bu. - Baik, Bu.
Biasanya dia kesal terhadap suara sekecil apa pun saat rapat.
Dia orang yang paling sensitif. Meskipun begitu...
Maafkan aku.
Itu karya Chopin.
Aku juga suka musiknya.
"Nocturne" adalah favoritku.
Angkatlah.
Berkat dia, kita bisa istirahat juga.
- Benar. Ayo. - Baik, Bu.
Aku suka Chopin.
Aku paling suka "Nocturne".
Musim sudah berubah,
tapi pesannya masih berdatangan.
Hari ini awal mula Malbok.
Berkat dirimu, aku bisa
jadi ahli kalender candra.
Hargailah bunga-bunga yang mekar di tiap musim.
Makanlah hidangan yang harus dimakan di tiap musimnya.
Baik. Sekarang masa Malbok,
jadi, nikmati ayamnya
dan pulang lebih awal.
Semoga kau bisa melihat kebahagiaan kecil
yang bisa kau temukan di keseharianmu.
Kami tak pernah menyambut musim semi
atau berkeringat saat musim panas bersama.
Tapi, berkat pesan darinya
yang berdatangan layaknya hadiah tiap beberapa hari,
terasa seperti kami menghabiskan tiap musim bersama.
Aku takut dia ikut sedih jika aku bersedih.
Aku berusaha untuk tertawa, bersyukur,
dan berbahagia.
Sekarang sudah tengah malam, sudah masuk hari ulang tahunmu.
Selamat ulang tahun.
Terima kasih.
Sayangnya, ini akan jadi pesan terakhirku.
Tampaknya pesan terjadwal terbatas selama setahun.
Aku harus pergi sekarang.
Sungguh?
Aku penasaran apakah bunganya sudah mekar.
Sudah.
Itu bunga edelweiss.
Aku tahu.
Mari kita bertemu di negara tempat bunga ini mekar.
Aku tak bisa bilang kapan.
Tapi
jika kita
melakukan yang terbaik,
mungkin takdir akan membantu kita.
Apa ini?
Dia sangat rancu.
Halo, Yeong Ae.
- Masih hangat. - Halo.
- Beli tahu. - Bisa beli satu?
Tentu. Ini.
Ayo.
- Sudah sejauh apa? - Sudah sejauh apa?
- Kini aku di desa - Kini aku di desa
- Sudah sejauh apa? - Ini.
Aku juga beli satu.
- Baik. Ini. - Terima kasih.
- Silakan. - Terima kasih.
Semoga laris terjual.
Sampai jumpa.
Benar juga, apakah hari ini?
Ya.
Sulit kupercaya sudah dua bulan.
Aku merasa begini tiap saat, tapi sudah lama.
Aku juga.
Tiap kali aku merasakan ketiadaan Jeong Hyeok di desa ini,
aku menjadi punya keinginan
mengirim suamiku, yang sedang menganggur di rumah,
ke pos garis perbatasan.
Pikiran kita sama.
Baiklah. Kita rebus telurnya?
Tentu saja.
Akan kucuci piringnya.
Aku akan mengisi tempayannya.
Bagus. Mari kita lakukan ini dan bertemu saat siang.
Kau tak kedinginan?
Tidak.
Kurasa kau tak tahu.
Tubuhku memang panas dari sananya,
jadi, aku tak merasa kedinginan.
Hei, Kawan-kawan.
Ada apa?
Apakah bibirmu terbakar?
Ini?
Aku beli dengan harga mahal di pasar.
Ini barang dari Selatan.
Nama produk ini "Bibir yang Memanggil Musim Semi."
Ini pendapatku.
Ikan bilis akan berpikir itu chojang, dan menyerangmu.
Apa katamu tadi?
Kenapa kalian tak bekerja, dan malah berkumpul di sini?
Astaga, berputarlah.
- Astaga, Yeong Ae! - Kau terlihat cantik.
Aku hanya senang karena musim semi telah tiba.
Astaga.
Tubuhku pun panas secara alami.
- Begitu. - Begitu.
Angin musim semi. Mari kita masuk.
- Ayo? - Kukira kau
- Angin musim semi. - sudah panas.
Menyenangkan bisa berkumpul di sini.
Sebagai kepala desa, seharusnya kulakukan lebih awal.
Aku janji akan melakukan ini lebih sering.
Benar.
Terima kasih.
Aku pun akan senang jika kalian sama ramahnya kepada kapten baru.
Tentu saja, jangan khawatir...
Apa?
Kau bilang apa?
Aku telah diberhentikan oleh atasanku
dan terpilih sebagai pianis Orkestra Simfoni Nasional.
- Astaga, tekanan darahku... - Ya, ampun.
- Ada apa denganku? - Tiba-tiba saja?
- Ya. - Ini terlalu mendadak.
Kami akan sangat merindukanmu.
Kapten baru akan tinggal di sini,
jadi, tolong bantu dia.
Astaga.
Kalau begitu,
siapa kapten barunya?
- Begitu. - Dia.
Tidak, bukan dia.
Itu dia. Di sana.
Apa?
- Begitu. - Begitu.
Maksudmu, dia?
Ya.
Halo.
Namaku Pyo Chi Su.
Kudengar warga desa ini begitu baik hati
sampai tempayannya selalu terisi dengan daging.
Aku tak sabar ingin tinggal di sini.
Sebenarnya itu kabar angin.
Dan desa kami tak sebaik itu.
Sejujurnya, kami cukup pelit.
Benar.
Kami bukan orang yang sangat akrab dengan yang lain.
- Kami tak begitu. - Tidak, tidak begitu.
Mau bagaimana lagi.
Begitu.
Jika kau pergi seperti ini,
kapan kita bisa bertemu lagi?
Kita pasti bertemu lagi.
Jika aku bisa tampil sekali lagi,
akan kuundang kalian ke Pyongyang.
Mari kita makan.
- Selamat makan. - Selamat makan.
Selamat makan.
Selamat makan.
Makanlah. Ini.
Berikan lauknya.
Ini.
Ini dia.
Letakkan di sini.
Ini.
- Makanlah. - Kau juga.
- Benar? - Ya.
Aku tak melihat suamiku seharian ini.
Di mana dia?
Coba ini.
Astaga, sulit kupercaya.
- Hai, Ibu Mertua. - Hai, Sayang.
- Hai. - Hei.
Maaf. Aku main golf seharian.
Kau tak hanya main golf.
Itu bagian dari bisnismu.
Kau yang terbaik.
Itu pilihan terbaik yang pernah Kakak ambil.
Apa?
Bermain golf?
Bukan.
Sepakat menyerahkan bisnis ke tangan manajer profesional.
Lihat betapa suksesnya perusahaan sekarang.
Kau menyindirku?
Tidak.
Ibu, tolong nasihati dia,
walau perusahaan kita sudah diurus,
aku masih sibuk.
Aku masih harus memeriksa semuanya.
Memberi perintah, dan mengonfirmasi.
Tanpaku, perusahaan ini akan runtuh.
Sungguh?
Ya, asal kau tahu saja.
Kalau begitu,
bolehkah aku memberi saran?
Itu bisnis yang paling ideal jika ingin merombak perusahaan kita.
Biar kudengar dahulu. Katakan.
Lupakan. Kakak juga tak punya wewenang.
Lupakan.
Apa katamu?
Ibu, katakan sesuatu. Sepertinya Ibu enggan.
Lihat jumlah saham kami. Kami punya banyak.
Terlebih, aku adalah anak sulung.
Kenapa tak punya wewenang?
Coba katakan.
Ini soal membangun yayasan beasiswa.
- Apa? - Yayasan yang mendukung anak-anak
dari keluarga miskin, baik di Korea atau luar negeri,
dan mengajarkan musik klasik jika mereka berbakat.
Banyak perusahaan melakukan itu.
Kurasa kita bisa kirim mereka ke sekolah musik terkenal
di Swiss, tempat para musikus genius berkumpul.
Lupakan.
Tak semua orang bisa melakukan ini.
Apa maksudmu? Kami bisa.
Sayang, lakukan ini.
Kau bisa mendidik para musikus genius.
Itu hebat sekali, 'kan?
- Menurutmu begitu? - Ya.
Kakak yakin bisa?
Lihat, dia merendahkanku.
Kau pikir aku tak bisa? Itu mudah.
Aku akan memperkenalkanmu dengan salah satu staf, bersiaplah.
Baiklah.
Ibu mau ke mal bersamaku?
Baik. Kau mau apa?
Terus kabari aku.
- Dah. - Baik.
Kau akan menyokong musikus genius dari seluruh dunia.
Sayang, kau luar biasa.
Kau sungguh hebat.
Dan pria hebat ini suamimu.
- Kau yang terbaik. - Kau hebat sekali.
SATU TAHUN KEMUDIAN
Kau tak menemukannya?
Ini tidaklah mudah.
Para wartawan mengunggah artikel
soal Pilihan Seri dan Grup Queens bekerja sama
mendidik musikus genius
dan mengadakan pertunjukan tahunan di Swiss.
Aku berusaha menghubunginya
dengan mengunggah artikel ini.
Tapi, tak ada jaminan dia akan membacanya
atau muncul di Swiss.
Ibu turut sedih
melihatmu pulang dan merasa kecewa.
Aku menantikannya,
itulah alasan aku bertahan.
Ibu.
Pria itu
selalu bisa menemukanku.
Tak peduli aku ada di mana.
Dia akan
menemukanku lagi kali ini.
Kau benar.
Ibu mendukungmu.
Bukankah Ibu harus pergi?
Kukira Ibu mau mengunjungi Se-hyeong.
Benar.
Pengacara kita juga datang.
Dia mengajukan perceraian saat dipenjara.
Bahkan ibu belum melakukannya.
Dia membuat ibu pusing.
Ibu pergi dahulu.
- Dah. - Dah.
Edelweiss melambangkan kenangan indah.
Aku harus bagaimana, Jeong Hyeok?
Aku tak bisa menghargaimu sebagai kenangan belaka.
Jadi,
walau kita tak bertemu tahun ini,
kunantikan tahun depan.
Jika tak berhasil,
kunantikan tahun depan.
Sampai kau menemukanku,
aku akan menunggu
dan berdoa.
Itulah keputusan yang kuambil.
Hidup kita hanya sekali.
Tapi, aku sudah memutuskan untuk menghabiskan hidupku
bertemu dengan cinta sejatiku,
melepaskannya,
dan menunggu untuk bertemu sekali lagi.
Itulah keputusanku.
Jadi, jika perasaanmu sama,
datanglah kepadaku.
Selalu seperti ini.
Selalu lancar sampai saatnya mendarat.
Dalam hidup,
akhirnya yang paling penting.
Kurasa pendaratanmu lumayan.
Aku memang berhasil mendarat, tapi talinya kusut.
- Kau jatuh di tempat yang tepat. - Lihatlah.
Tidak, aku salah. Kau tak jatuh.
Kau turun.
Aku merindukanmu.
Sudah kuduga.
Aku tahu
kau pasti bisa
menemukanku.
Tapi, masih sulit kupercaya
kau datang sejauh ini.
Pasti sulit.
Pasti berbahaya.
Bagaimana bisa?
Bagaimana bisa kau kemari?
Aku salah naik kereta.
Dan kereta itu membawaku kemari.
Kereta itu membawaku ke tempat yang ingin
kukunjungi tiap pagi dan malam.
Membawaku ke tujuanku.
Kudengar kau ahlinya,
tapi hanya bisa via telepon
alih-alih mengizinkan klienmu mengunjungimu.
Beberapa tahun lalu, aku ditangkap petugas kontrol,
dan terpaksa dipenjara.
Ya, ampun.
Astaga, pasti berat sekali.
Jangan dibahas lagi.
Itu sungguh mengerikan,
sehingga arwah yang merasukiku pergi.
"Pergi"?
Bukankah artinya, dia bukan medium lagi?
Benar.
Sebab itu, aku tak bisa menawarkan jasaku sementara.
Tapi, baru-baru ini, hantu perawan merasukiku.
Sebab itu aku bisa meramal
soal kencan, pernikahan, perceraian, dan pernikahan kembali.
Itu kabar baik!
Menurutmu, kapan putriku akan menikah?
Biar kulihat.
Hanya ada seorang pria yang menjadi cinta sejatinya.
Tapi, tiga tahun lalu, mereka berpisah.
Artinya, tak akan ada pria lain lagi di hidupnya.
Dia hebat.
Diam!
Tapi, dia akan menjadi sangat sukses.
Dia akan sering keluar negeri juga.
Dengan kesuksesannya, dia tak akan butuh pria.
Meskipun begitu, tetap saja,
dia akan kesepian.
Adakah solusinya?
Tergantung dari bayarannya.
Dia bisa menemukan pria dalam setahun,
enam bulan,
atau bahkan sebulan.
Mana yang kalian inginkan?
Bayar dia!
Kalian sedang apa?
Ibu dengar peramal ini begitu hebat.
Ibu ingin tahu kapan kau akan menikah.
Bukankah Ibu selalu menyuruhku hidup dengan trendi?
Mari kita hidup seperti itu.
Zaman sekarang melajang itu trendi.
Kau memang benar, tapi...
Aku sibuk mempersiapkan penampilanku di Rusia bulan depan.
Aku mau berlatih.
Baik.
Astaga, aku tahu dia putriku,
tapi dia begitu menawan.
Bu Peramal.
Tolong buatkan jimat untuk satu bulan.
Myeong Eun, biarkan saja. Dia tak mau menikah.
Siapa bilang itu untuk dia.
Karena dia begitu bersikeras,
aku biarkan dia hidup sukses.
Aku ingin punya kekasih.
Berikan aku jimat terbaik yang kau punya.
Syukurlah kau akan pindah ke Pyongyang,
tapi kami akan merindukanmu.
Jika tak mau direndahkan,
kau harus tampak modis.
Mampirlah di salonku untuk menata rambutmu.
Kuberikan Gaya Perpisahan.
Terima kasih.
Kurasa peramal itu lumayan juga.
Jika begitu, mereka akan pergi jauh.
Syukurlah mereka akan menjalani hidup yang lebih baik.
30 tahun terakhir, suaminya bekerja dalam gelap,
sembari menguping orang lain.
Kini akhirnya, dia bisa bekerja di bawah matahari.
Benar. Ini berkat Jeong Hyeok.
Benar.
Omong-omong, bukankah dia dapat pekerjaan
di Studio Film Seni 4.25?
Ya, kau benar.
Dia melakukan apa di sana?
Produk dari Selatan? Kami tak jual.
Kau yakin soal itu?
Kudengar mereka beli di sini.
Tidak mungkin.
Sampo, kondisioner, dan sabun.
Aku tak bisa mandi tanpa ketiganya.
Apa? Kau pasti bisa mandi tanpa sabun.
Pokoknya, kami tak jual di sini.
Astaga. Kami bukan petugas kontrol.
- Bukan? - Dia memang terlihat begini,
tapi dia kapten kami.
Hei.
Ini yang populer akhir-akhir ini.
Ini sampo baru.
Ini dari Pilihan Seri.
"Se-ri..."
Sepopuler itukah?
Tentu saja.
Ini yang terbaik.
Wanita itu pasti menghasilkan banyak uang.
Kau benar.
Aku merindukannya.
Aku rindu kakakku.
Kakakmu apanya.
Aku ingin tahu apakah Kapten Ri sudah berangkat.
Saat kami bicara pekan lalu,
dia akan berangkat akhir pekan ini.
Dia pasti sudah pergi.
Aku yakin Se-ri juga di sana.
Seperti yang Bu Yoon lihat, para konsumen
menyukainya.
Bagus.
Usaha bagus.
Kalian boleh pulang.
Benar. Kalian pasti tahu
aku akan cuti dua pekan mulai besok.
Jika ada sesuatu yang penting,
kalian rundingkan, dan jalankan bersama.
Ponselku akan kumatikan. Aku tak mau kalian menghubungiku.
Bu Yoon mau ke Swiss lagi?
Apakah kau menyembunyikan harta karun di sana?
Kau bukan Heidi, kenapa terus ke sana?
Sampai jumpa.
- Pasti pria, 'kan? - Kali ini cukup lama.
Pasti orang asing.
Hubungan jarak jauh, ya?
Kita mungkin harus tulis artikel berita berbahasa Inggris.
- Halo. - Hai.
- Maaf, aku terlambat. - Tak apa-apa.
Bagaimana penerbanganmu?
Lancar.
Terima kasih telah datang dan atas sumbanganmu tiap tahun.
Sama-sama.
Ada banyak murid luar biasa tahun ini.
Ini semua berkat kau
dan perusahaanmu yang memberi beasiswa
secara berkala untuk mereka.
Banyak seniman berbakat ikut serta di konser ini.
Ada peserta dari Korea Utara yang datang tahun ini juga.
Benar. Baguslah.
Kau akan tinggal selama dua pekan juga kali ini?
Ya. Begini...
Bagiku,
ini akan jadi dua pekan terbaik tahun ini.
Syukurlah.
Dia baru mulai.
Aku tahu.
Sub by NETFLIX Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
Terjemahan subtitle oleh Fajri Mulyadi
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.