Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Martinus Luther
WITTENBERG 1521
Hati-hati, temanku.
Kau juga, saudarku.
Minggir.
Luther!
ANTWERP
Desa itu terletak di atas gunung.
- Selamat siang. - Selamat siang, Tuan.
Bisakah kau cetak ini?
Dengan senang hati.
Akan aku selesaikan siang ini.
Terima kasih.
Oops..tidak bagus.
Aku harus mengatur seluruh halamannya.
Huruf-huruf itu tak bisa dipakai lagi.
- Aku susun ulang lagi. - Tidak. Biar aku saja.
Bersihkan dan pulang.
Ya.
Alwin.
Klaas.
Lihat ini.
Itu terlarang?
Harus ada yang mengerjakannya.
Sudah aku bilang untuk bereskan.
Storm, teman lamaku.
Aku tak bisa menunggu lebih lama lagi.
Klaas, aku terbakar oleh rasa penasaran.
Ini.
Ini dia.
Bagaimana?
Klaas Voeten...
...kau adalah salah satu tukang cetak yang terbaik.
Terima kasih, temanku.
Kau telah membantu Ayahmu.
Aku juga harus berterima kasih padamu.
Ehm..bukan. Berterima kasihlah pada Herman.
Dia yang menyusun huruf.
Eh... Alwin,
menyusun, mencetak, menjilid...
...50 salinan bukumu butuh waktu kerja selama 2 minggu.
Maaf Klaas.
Kau tahu aku tidak bekerja.
Tapi aku tak dapat penghasilan.
- Aku punya keluarga. - Klaas...
Huruf-huruf menguntai kata.
Membuat kalimat dan bahasa.
Rangkaian karakter yang tercetak.
Keajaiban bagi kita semua.
Jaringan kata-kata yang bisa dibaca oleh semua...
...akan menjadi cahaya yang akan menembus kegelapan.
Buku puisi ini akan membuatku jadi penyair paling terkenal di Antwerp...
...lalu aku akan membayarmu. Dengan cukup.
Dengan bunga.
Hei, buang bukunya ke api. Sekarang!
Jangan buku itu!
Buang semuanya kesitu!
Ayah!
Jangan!
Jangan!
Jangan!
Aku mohon.
Aku mohon.
Lepaskan aku!
- Bukuku! - Ayah!
Jangan! Ayah!
Jangan lakukan itu!
Ayah!
Sherif di Pasar Friday membakar alat cetak Tn. Gillis.
PENGUMUMAN INKUISITOR Frans Van der Hulst
Mereka mengikuti perintah Van der Hulst.
Apa itu Inkuisitor?
Itu adalah...
Inkuisitor adalah seseorang yang penyelidik.
Sepertinya aku pernah melihatnya.
Dia di rumah Tn. Gillis.
Apa yang dia selidiki?
Dia menyelidiki apakah orang tersebut Katolik yang baik.
Tn. Gillis bukan Katolik yang baik?
Tentu saja dia Katolik yang baik.
Apakah mereka membakar bukunya karena isinya terlarang?
Bagaimana aku tahu, Storm?
- Apakah kau mencetak buku terlarang? - Tentu saja tidak.
Bu, mereka membakar semua buku Tn. Gillis.
Itu karena perintah dari Inkuisitor yang baru.
Rumahnya ikut dibakar.
Itu mengerikan sekali, sayang.
Storm, siapkan mejanya.
Aku tak tahu apa penyebabnya.
Semua itu buku-buku berharga.
Pasti ada alasannya.
Membakar buku itu tindak kriminal.
Tidak jika isinya menentang Tuhan.
Aku yakin Tuhan tidak berpikir bahwa...
Kau tak tahu apa yang dipikirkan Tuhan.
Bapa Kami yang di surga.
Dimuliakanlah namaMu. Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu. Di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rejeki pada hari ini.
Dan ampunilah kesalahan kami.
Seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam percobaan.
Tapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
Amin.
Ingatlah selalu, saudara semua.
Kalian telah dipanggil menuju kebebasan.
Tapi jangan gunakan kebebasan itu,
hanya untuk kebebasan jasmani,
tapi untuk beramal untuk roh...
...dan melayani sesama.
Amin
Berilah dengan kemurahan hati.
Kepada Bunda kami.
Untuk pembangunan menara kedua Katedral.
Hei, Duco!
- Storm? - Apa kabar?
Baik. Kamu bagaimana?
Apa kabar? Kami lama tak melihatmu.
Dia membantu Ayahnya di percetakan setiap hari.
Lihat kemari.
Tebus dosamu disini.
Persingkat waktumu di api penyucian.
Doa yang dibuat oleh Sri Paus di Roma.
Indulgensi (penebusan dosa) sedang dijual bebas.
Kita akan pulang.
- Klaas, aku ingin doa indulgensi. - Itu terlalu mahal.
Untuk Beatrice, agar dia bisa masuk surga.
Tahu maksudku?
- Clara membeli satu. - Kita tidak akan beli.
Hei, Storm, ayo!
Tunggu sini.
Kau mau apel, Tuan?
Hei, dasar anak nakal. Berhenti! Pencuri!
Hentikan dia! Hentikan!
- Pencuri! Jangan kabur! - Berhenti!
Kembali!
- Hei berhenti! - Hei!
Ada apa?
Dia mengambil apel.
- Dia mencuri apel. - Klaas!
Sekarang mereka kaya karena minta pembayaran untuk indulgensi.
Martin Luther ingin menghapus itu.
Mereka membuat orang kaya makin kaya.
Lalu bagaimana dengan kita? Rakyat biasa?
- Hmm? - Ya.
Ayo pergi.
Permisi Alwin.
Ayo.
- Storm. - Ayo cepat!
Cecilia!
Cecilia!
- Aku tak akan lakukan itu. - Aku cuma tak mengerti kamu.
Aku tak ingin saudariku menderita.
Beatrice adalah wanita baik. Dia sudah ada di surga.
Tak perlu ada indulgensi atau hal semacam itu.
Dia akan lakukan hal sama untuk kita.
Tapi cobalah untuk berpikir sekali lagi.
Dan dia terbebas dari api penyucian jika kau bayar uang pada gereja?
Kau ingin dia disana?
Tentu saja tidak. Tapi aku tak punya uang.
Kenapa kau tak bisa mengerti itu?
Mungkin kau harus berhenti mencetak gratis untuk temanmu.
Aku tak mengerti itu.
Alwin itu pengaruh buruk bagimu.
Itu konyol.
Tidak.
Karena memang kita masih ada hal lain yang lebih penting.
Begitu juga dengan Alwin.
PERCETAKAN VOETEN
Storm? Masuklah.
Storm temanku, buku ini akan jadi jalan kesuksesanku.
Aku tak akan miskin lagi.
Aku akan dapat kekayaan dari bakatku. Dan kamu?
Kau akan jadi tukang cetak yang sukses.
Baiklah kalau begitu.
Katakan, apa yang kau pikirkan?
Hmm?
Orang tuaku. Mereka sering bertengkar.
Tentang apa?
Entahlah. Uang.
Gereja.
Indulgensi.
Kurasa Ayahku menentang hal-hal itu.
Ayahmu sangat benar.
Siapa Martin Luther?
Pemikir hebat yang ingin merubah gereja.
Tunggu.
Ide-idenya ada disini.
Aku pinjamkan untukmu.
Ini terlarang, jadi tak seorangpun boleh melihatnya.
Hmm?
KEBEBASAN SEORANG KRISTIANI Martinus Luther.
Dia bisa melakukannya.
Bagus.
Aku akan keluar sebentar. Kau sama Herman saja.
Para saudara dan saudariku.
Sayangnya, aku punya kabar buruk.
Saudara kita, Martin Luther, ditangkap dan dilarang datang.
Sudah aku bilang.
Tapi ini tak akan menghentikan kita.
Untuk mengikuti ajarannya.
Hei!
Dan melawan Inkuisitor yang kejam.
Apa yang kau lakukan disini?
Tidak ada apa-apa.
Alkitab dengan jelas mengajarkan...
Aku cuma...
Keluar dari sini sekarang!
Klaas.
Anak ini cuma penasaran, Klaas.
Kau harus hargai itu.
Jangan bicarakan ini dengan orang lain.
Bahkan dengan Ibumu.
Tuan-Tuan.
Disini ada roti terenak di Antwerp.
Aroma roti hangat seperti bau nafas gadis muda.
Roti enak adalah makanan tubuh dan jiwa.
Hirup saja!
Aku benar, kan? Lezat sekali.
Lezat.
Dan rasanya enak.
Darimana kau dapat ini?
- Apa kau yang memberikannya? - Aku tak tahu apa ini.
Aku... aku menemukannya.
Ini adalah penistaan.
Martin Luther menulisnya agar kita membacanya.
Jangan sebut nama itu di rumah.
Cecilia, jangan khawatir. Anak itu cuma ingin tahu.
Kau bilang Alwin cuma mengarang cerita padanya?
- Atau kamu? - Cecil, ayolah.
Cuma ada satu iman, Storm.
Yang berpikir selain itu adalah salah.
Dan akan mendatangkan malapetaka untuk dirinya...
...dan orang yang dicintainya.
Cecilia!
Kaisar Charles V...
...memberikan kehormatan pada Antwerp dengan kunjungannya.
Proses Inkuisisi akan makin digiatkan.
Aku akan ambil tindakan keras...
...untuk melenyapkan kebidaah'an sampai tuntas.
Aku ingin kota ini...
...jadi suri teladan ketaatan.
Bagus sekali. Ya, begitu.
Bagus.
Itu caraku melakukannya.
Ya.
- Paman. - Storm!
Tunggu.
Saudaraku.
Boleh aku bicara padamu secara pribadi?
Ya, tentu saja.
Bekerjalah kembali.
Herman, kau boleh pulang.
Sekarang?
Sudah saatnya? Kenapa?
- Apa aku melakukan kesalahan? - Bukan. Kerjamu bagus.
Itulah sebabnya kau pantas dapat libur.
Terima kasih.
Ayah mau cetak apa untuk orang itu?
Kau pulang sekarang.
Ibumu mungkin butuh bantuanmu.
Ijinkan aku membantumu. Ini jauh lebih penting.
Baiklah.
Kau boleh membantuku.
Bilang pada Ibumu,
aku harus menyelesaikan cetakan yang sangat penting yang baru saja datang.
Dan besok harus selesai.
Berikan uang ini untuk membeli indulgensi untuk Bibi Beatrice.
Dan jauhkan dia dari percetakan.
Ya?
Jadi sekarang, tautkan seperti ini.
Aku beli satu.
Ayah lupa makan jika bekerja sampai malam.
Ya, kau benar.
Antar ini padanya.
Ya, baiklah.
PERCETAKAN VOETEN
Kami rasa kau lapar.
Martin Luther? Apa isi suratnya?
Kau baik sekali. Tapi pulang saja.
- Ini terlarang. - Pulanglah, Storm.
Dalam nama hukum, buka pintunya!
Storm, pergi!
Buka!
Kau dengar aku, Storm? Pulang!
Buka!
- Dobrak saja. - Storm, pergi dari sini!
Cepat pergi dari sini! Ayo cepat pergi!
- Mana benda itu? - Sherif.
Mana susunan hurufnya?
- Surat itu sudah dibuang. - Kau bohong.
Kau sudah mencetak satu salinan.
Minggir!
Ayo tangkap dia!
Disana!
Kesini!
Kemana dia pergi?
Lewat sini.
Tn. Frans van der Hulst.
Ya?
Mungkin asistennya lari dengan...
...cetakan suratnya.
Surat bidaah itu jangan sampai dicetak.
Jangan sampai.
PUISI Alwin Dankers
Hei, kamu darimana?
Ada penyergapan oleh Sherif.
Mereka menangkap Ayah.
Ya Tuhan.
Ny. Vooten, buka pintunya!
Oh tidak! Anak buahnya Sherif.
- Apa yang kau lakukan? - Aku harus pergi.
Kenapa kau bisa bawa ini?
Buka pintunya, Bu.
Kau mau kemana?
Buka!
Dalam nama hukum!
Ini akan melindungimu.
Berhati-hatilah.
Buka pintunya! Dalam nama hukum!
Ibu!
Ayo masuk.
Tunggu!
Mana putramu?
Dia sedang keluar bermain.
Semoga dia tidak dalam masalah.
Tak apa-apa. Tak apa-apa.
Buka!
Buka!
Alwin Dankers, buka pintunya!
Herman?
Kau ada?
Herman?
Perhatikan jalanmu, anak nakal!
Jangan!
Jangan!
Terima kasih.
Hei!
Hei!
Aku hanya butuh cetakan huruf itu.
Ada di dalam tas.
Dalam pakaian jerami.
Benda itu sangat penting.
Bapa Kami yang di surga. Dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu.
Di dalam bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rejeki pada hari ini.
Dan ampunilah kesalahan kami.
Seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam percobaan.
Tapi bebaskahlah kami dari yang jahat. Amin.
Apakah kau bisa baca surat?
Kau tinggal disini sendiri?
Sudah berapa lama?
Terima kasih.
Aku Storm.
Storm Vooten.
Ayahku ditangkap oleh Sherif.
Semalam.
Dan sekarang mereka mencariku.
Aku tak bisa pulang.
Apa kau mencuri cetakan huruf itu?
Tidak.
Aku bukan pencuri.
Ini milik Ayahku.
Dia seorang tukang cetak.
Ini surat yang sangat penting.
Asisten tukang cetak kami...
Dia bahkan...
...dibunuh karena hal itu.
Aku harus pergi.
- Apa maumu? - Tak boleh ada yang tahu aku tinggal disini.
Aku tak akan bilang apapun.
Aku janji.
Aku mohon, aku harus cari pertolongan.
Untuk Ayahku.
Kau mau pergi kemana?
Untuk menemui seorang teman.
Mungkin dia ada di gereja St. Andrew.
Aku tahu cara kesana.
Lewat bawah tanah.
Ayo.
Maaf mengganggu, Tuan.
Asisten tukang cetak sudah ditemukan.
Dan sudah diinterogasi.
Dia melawan.
Dan kami harus menyingkirkannya.
Dan cetakan suratnya?
Ada seorang anak laki-laki.
Storm Vooten.
- Mungkin dia punya... - Apa yang kau tunggu?
Temukan dia.
Dan musnahkan sarang kebidaah'an itu.
Dimana kita ini?
Bukankah kita akan ke gereja St. Andrew?
Nanti.
Aku tak mau masuk.
Gereja ini memerintahkan penangkapan Ayahku.
Dan Herman juga dibunuh.
Hei!
Aduh.
Bunda Maria, aku butuh nasehat.
Aku tak yakin bisa mempercayainya.
Sebagai imbalannya, dia memberikan ini padaku.
Tidak. Sebenarnya aku yang mengambilnya.
Tapi dia ingin aku mengantarnya ke St. Andrew.
Dan ada benda besar berwarna abu-abu penuh dengan huruf.
Aku rasa dia menutupi sesuatu.
Apa kau mencuri lilin itu dari gereja?
Ya.
Tiap kali aku datang, Maria menaruh lilin baru untukku.
Dia selalu menolong semua orang.
Ya.
Kenapa dia tidak menolong Ayahku?
Kau masih ingin pergi ke gereja St. Andrew?
Apa kau tak takut masuk api penyucian?
Dengan perbuatan mencurimu itu?
Apa uangnya untuk membeli indulgensi juga?
Tidak.
Di atas itu adalah Pasar Friday.
Dekat dengan rumah Ibuku.
Dimana Ibumu sebenarnya?
Meninggal.
- Dan Ayahmu? - Masih hidup.
- Kenapa dia tidak merawatmu? - Karena dia tidak bisa.
Ada ayah yang kerja di lautan.
Saat dia kembali, dia akan bawa banyak uang.
Dia akan beli rumah dimana kita bisa tinggal bersama.
Anak-anak.
Cecilia.
Ada kabar dari Klaas?
Dia sedang menunggu dakwaan.
Aku tak tahu dimana.
Mereka tak bilang dimana mereka menahannya.
Semua tukang cetak membicarakannya.
Mana Storm?
Aku tak tahu.
- Hilang. - hilang?
Hilang? Apa maksudmu hilang?
Katakan padaku.
Dia pergi membawa cetakan huruf.
Sherif mencari benda itu.
Dia pasti sudah membuangnya.
- Storm tidak gila. - Tidak. Dia karas kepala.
Apa kau ikut?
Lewat sana.
Tapi kau bilang bisa antar aku lewat bawah tanah.
Tidak. Kau tak bisa mendekat lagi.
Bagaimana jika Sherif melihat kita disana?
Kau harus mengubah penampilanmu.
Ya.
Jubahmu.
- Kenapa dengan itu? - Jubahmu tak akan menolongmu.
Ini dia.
Kalau begitu...
...aku harus pergi.
Jadi kau ikut?
Tentu saja.
Bersikaplah normal. Jangan sembunyikan wajahmu.
Saudara Luther sering bilang padaku.
Alkitab berisi firman Tuhan.
Sudah cukup membaca Alkitab.
Dan hanya untuk melayani-Nya.
Dia tak pernah minta kita untuk memuliakan tulang belulang orang suci.
Atau memuja Paus Roma.
Maria...
...cuma wanita biasa yang melahirkan Yesus Kristus.
Apa yang kau cari?
Alwin. Seorang teman.
Patungnya pun harus dihilangkan dari gereja.
Ingatlah selalu, saudara semua.
Kalian telah dipanggil menuju kebebasan.
Tapi jangan gunakan kebebasan itu...
...hanya untuk kebebasan jasmani,
tapi untuk beramal kepada roh dan melayani sesama.
Tangkap dia.
Kau mengganggu ibadahku.
Pertemuan ini dilarang mulai dari sekarang.
Hukumannya adalah pengusiran.
Atau lebih buruk.
Perintah dari pemimpin Inkuisitor.
Keluar dari sini!
Ayo pergi! Ayo pergi!
Tak apa-apa. Kita cepat keluar dari sini.
Ayo keluar secepatnya.
Storm?
- Storm? - Jangan.
Apa ini?
He!
Berhenti!
Hentikan anak itu!
Tangkap dia!
Tangkap dia! Minggir!
Lebih cepat.
Hentikan mereka!
Hei, kalian! Berhenti!
Hentikan anak itu!
Tangkap dia!
Tangkap dia! Jangan sampai dia lewat!
Hei! Minggir!
Storm!
Minggir!
- Minggir! - Lewat sini!
- Pegang tanganku! - Tidak!
Ayo!
Tidak!
Mereka benar-benar mengejarmu.
Cetakan huruf surat Luther?
Sudah aku bilang.
Hilang.
Tertiup angin?
Storm (badai) mungkin?
Jangan, Tuan. Aku mohon padamu!
Tuan.
Aku mohon padamu.
Satu hal yang pasti, kami akan buru anakmu.
Aku tadi melihat Storm.
Masuklah.
Kenapa pendeta itu bilang agar membuang semua gambar dari gereja?
- Gambar Bunda Maria? - Itu kata Luther.
Bodoh.
Sebaiknya kau disini untuk sementara waktu.
Tak ada orang yang akan menemukanmu.
Kau mencuri ini?
Tidak.
Itu milik Ibuku.
Semacam buku harian untukku.
Bisakah kau membacakan untukku?
Minggu, 18 November 1514.
Marieke sayang,
Huh?
Lanjutkan.
Musim dingin tiba lebih cepat.
Aku memakai selimut untuk membuatkanmu jubah.
Dan mungkin kau agak susah untuk memakainya.
Putri kecilku yang manis dan pemberani.
10 Juli 1517.
Hari terindah dalam setahun.
Sebuah kapal Portugis ditambatkan pada hari itu.
Ayahmu adalah kapten kapalnya.
Setahun kemudian aku lahir.
Ayahku orang paling tampan di Portugal.
Dan pelaut terbaik di dunia.
Apakah dia sudah berlayar lama?
Yap.
Sangat lama sekali.
Bertahun-tahun.
Kenapa begitu lama?
Dia mencari dunia baru.
Seperti halnya Columbus.
- Ada apa? - Tak ada apa-apa.
Kau akan melanjutkannya?
Tidak sekarang.
Aku mohon.
Isinya...
...kurang bagus.
Kau yakin?
Yap.
Musim dingin tahun 1516.
Kau berumur 8 tahun.
Tapi begitu kecil dan rentan.
Maaf harus bilang padamu...
...kalau Ayahmu...
...cinta dalam hidupku...
...telah menghilang.
Badai menghempaskan dia keluar kapal.
Aku tak sanggup menceritakan kenyataan mengerikan ini padamu.
Maafkan aku...
...karena bilang padamu kalau dia masih hidup.
Kau bohong. Tidak tertulis seperti itu.
- Tak mungkin. - Tapi itu benar.
Ibumu yang menulisnya.
Kau mau kemana?
Marieke!
Marieke, tunggu disitu!
Tunggu!
Pergi sana.
Tinggalkan aku.
Siapa nama Ayahmu?
Alfonso.
Dia berlayar dengan kapal seperti itu.
Ibuku dan aku melambaikan ucapan selamat jalan.
Ini cara menuliskan namanya.
Ini adalah nama.
Apakah kau mau mengajari aku menulis?
Klaas. Punya dua huruf "A".
Tn. Frans van der Hulst.
Frater Proost sudah ditanyai.
Dan dia mengaku.
Siapkan tiang api di alun-alun Pasar Besar.
Dalam waktu 2 hari eksekusi akan dilakukan disana.
Tuanku yang terhormat,
Frater Proost adalah tokoh terhormat di kota ini.
Ini akan menyebabkan kekacauan dan huru-hara.
Kalau begitu siapkan orang bidaah yang lain.
B.
E.
Apa ini?
Huruf "V".
Ya. Bagus.
- Dan ini adalah... - L.
Hampir.
- Huruf "I"? - Bagus.
Jadi bagaimana bacanya?
- Tercinta. - Ya.
Itu benar.
Vooten.
Storm Vooten.
Kau menulis dengan benar.
Sepuluh jempol.
Hei, apa yang kau lakukan?
Menghanyutkannya ke lautan.
Kepada Ayahmu.
Ini. Namamu ada disitu.
Aku sendiri yang membacanya.
Vooten.
Apa itu?
Ayahku.
Besok di alun-alun Pasar Besar.
Dan apa?
Dia dihukum mati.
Kau harus temui Ayahmu.
Mustahil.
Tak ada yang mustahil.
Ayo, kita pergi.
Lewat sini.
Kita mau kemana?
Kurasa aku tahu dimana Ayahmu.
- Tunggu sini. - Kenapa?
Apa itu?
Ini akan membawamu ke Ayahmu.
Disana. Kau lihat?
Sekarang berikan kepala itu.
Terima kasih.
Ayah?
Klaas Vooten?
Ayah?
Apakah kau di dalam sana?
Klaas?
Klaas Vooten?
Storm?
Storm!
- Ayah? - Storm, aku disini!
Ayah!
- Ayah. - Storm.
- Siapa dia? - Marieke.
Dia memberiku tempat perlindungan.
Tempat pelindungan? Kenapa?
Mereka juga mengejarku.
Mereka telah membunuh Herman.
Aku akan segera bebas dari sini.
Ayah, kau harus kabur.
Marieke akan membantu kita.
Ayah, bagaimana cara kita melakukannya?
Ini mustahil, Storm.
Tak ada yang mustahil.
Aku membawa cetakan huruf dari surat Luther.
Cetakan huruf?
Singkirkan itu! Itu sangat berbahaya.
Aku bisa memakainya untuk menyelamatkanmu.
Itu sangat berbahaya.
Inkuisitor ingin memilikinya.
Kau tak bisa lakukan itu, Storm.
Aku tak akan berhasil.
Pasti aku berhasil.
Storm,
semua akan baik-baik saja.
- Pergi! Jauh dari sini! - Ayah, tidak.
- Ayah. - Pergi jauh dari sini.
Aku bisa melakukannya.
- Alwin! - Storm.
Puji Tuhan kau tak terluka.
- Siapa dia? - Marieke.
- Dia menolongku. - Aku mencarimu kemana-mana.
Storm, ceritakan padaku,
kenapa Ayahmu dihukum mati?
Apa perbuatannya sampai separah itu?
Dia mencetak surat dari Martin Luther.
Aku punya cetakan hurufnya.
Kau punya cetakan hurufnya?
Kau tahu apa artinya itu?
Inkuisitor menginginkannya.
Jika surat Luther sampai dicetak...
...dan pengikut mereka sampai membacanya...
Mereka akan bangkit melawan Inkuisitor.
Dan Inkuisitor ingin mencegah itu dengan berbagai cara.
Storm,
biarkan aku menolongmu. Mana cetakan huruf itu?
Tersembunyi aman di...
Aku akan ambilkan cetakan huruf itu dan membawanya kepadamu.
Bagus. Dimana?
Di Gereja Our Lady.
Ini satu-satunya peluang kita.
Aku kesana dalam 1 jam.
Hati-hati.
Ehm... Storm...
Jangan lakukan itu.
- Apa? - Jangan pergi!
Aku akan pergi. Atau Ayahku akan mati.
Apa masalahmu?
Aku tak percaya orang itu.
Alwin?
Kenapa kau bilang itu?
Kenapa dia tahu Inkuisitor? Itu mencurigakan.
Semua orang di Antwerp tahu Inkuisitor.
Tapi kau tidak tahu itu.
Kau bahkan tak bisa baca.
- Kau sangat... - Alwin itu temanku!
- Dan dia mau menolongku. - Dan aku mau menolongmu!
Itu bohong.
Kau cuma takut kalau Luther memaksa gereja untuk membuang semua patung.
Termasuk patung Maria'mu yang berharga itu.
Itu lebih penting daripada nyawa Ayahku.
- Itu tidak benar! - Itu benar.
Cuma hal itu yang kau pedulikan.
Biarkan aku lewat.
Storm.
Apa kau membawanya?
Martin Luther.
Bagus, Nak.
Bagus.
Kita harus apakan benda ini?
Ayo pergi. Ayo!
Alwin! Ayo pergi!
Inkuisitor.
Alwin.
Kerjamu luar biasa, penanggung jawab.
Aku mohon, ampuni nyawa Ayahku.
Cetakan hurufnya sudah kau miliki.
Aku mohon padamu. Aku janji.
Dia tak akan mencetak tulisan terlarang lagi.
Bebaskan dia!
Aku mohon!
Tuan! Tuan!
- Tn. Van der Hulst. - Alwin!
Kau bilang akan membebaskannya.
- Kaum bidaah? - Alwin!
Sebagai seorang pujangga baru di kota, kau akan jadi orang kaya.
Apa hubungan kamu dengan anak itu?
Ayo!
Tangkap anak-anak itu!
Tangkap mereka!
Ikuti mereka!
Aku datang!
Ayo.
Aku dulu pernah tinggal disini.
Kau benar.
Tentang Alwin.
Perawan Mariamu...
...sudah rusak.
Semua itu salahku.
Maria telah menolong kita.
Cetakan huruf surat itu sudah hilang.
Dan aku kehilangan peluang untuk menyelamatkan Ayahku.
Kau punya cetakan hurufnya?
Jika surat Luther sampai dicetak,
...dan pengikut mereka sampai membacanya...
Mereka akan bangkit melawan Inkuisitor.
Dan Inkuisitor ingin mencegah itu dengan berbagai cara.
Surat itu.
Kita masih memilikinya.
Hei!
Ini surat yang akan dicetak.
Kita harus cari percetakan untuk bisa mencetaknya.
Kenapa kita tidak cetak sendiri?
Kau anak seorang tukang cetak.
Ya.
Tapi...
...percetakannya sudah dihancurkan.
Dan mereka berjaga di luar.
Dan aku kurang mahir melakukannya.
Aku akan membantumu.
Kau bawa pisaumu?
- Disini? - Ya.
Kepada semua yang terkasih,
Warga terkasih di Antwerp yang percaya pada Kristus.
Apa isinya?
Kepada semua yang terkasih warga Antwerp,
yang percaya pada Kristus.
Aku tulis surat ini untuk untuk memberikan kalian kekuatan melawan kegelapan.
Mereka menuduhku akan menghapus banyak ritual.
Rosario, bacaan doa,
para santa, dan semua gambarnya.
Dan aku memang menginginkan hal itu.
Hanya iman murni yang benar.
Jangan percaya siapapun selain Yesus Kristus.
Tak ada benda atau manusia yang bisa menggantinya.
Paus di Roma adalah manusia biasa yang menguasai gereja selama beberapa dekade.
Dan menyuruh orang untuk menebus dosanya dengan uang...
...bukan hanya percaya pada Kristus untuk menyelamatkannya.
Mereka hanya peduli pada mereka sendiri, bukan pada kalian.
Bangkit melawan Inkuisitor itu.
Hanya gereja sesat yang menggunakan teror untuk menebarkan ketakutan.
Aku minta kalian tak lagi menurut pada aturan mereka dan Inkuisitor.
Jangan terintimidasi oleh gereja.
Kita akan terbebas dengan iman kita.
Saling berpegangan tangan dan menolak kuasa jahat.
Lakukan hari ini dan jangan ditunda lagi.
Martin Luther.
Sebarkan ke yang lain.
Ceritakan ke semua orang tentang ini.
Cecilia!
Pastikan dia sudah siap.
Minggir!
- Cepat! - Kasih jalan!
Minggir!
Minggir!
Kasih jalan!
Kasih jalan!
Apa kesalahannya?
Persiapkan dia. Tetap waspada.
Itu adalah Ayahku!
Siapa itu?
- Itu anaknya Vooten. - Jelas sekali.
Dia tidak berbuat kesalahan.
Dia cuma mencetak surat dari Luther.
Dan dia akan dibunuh karena hal itu.
Oleh orang itu!
Kenapa kalian begitu kejam?
Ringkus dia!
Kalian ada ratusan!
- Lakukan sesuatu! - Ayo! Ayo!
Lakukan sesuatu! Dia benar!
Ayo!
Ayo, terus maju!
- Terima ini! - Awas!
Ayo! Ayo!
Storm, cepatlah!
Usir Inkuisitor dari sini!
- Berlindung! - Pergi dari sini!
Pergi dari sini!
Ayo pergi!
- Ibu, Ibu! - Ayah!
Tidak apa-apa. Kami berhasil.
Kita harus pergi. Cepat!
- Ayo pergi! - Ayo cepat!
Cepat, kita harus pergi!
Ini Storm! Angkat ini!
Ini berat!
Bagus.
Terima kasih untuk semuanya.
- Kau gadis pemberani. - Kita harus pergi!
Ayo.
Ayo Storm!
Storm!
- Storm, kau ikut? - Storm, ayo!
Storm!
Storm!
Cepat!
Ayo naik!
WURTTEMBERG SETAHUN KEMUDIAN
Terima kasih.
Hai, selamat pagi, Klaas.
Apa kabar?
- Bagus. Terima kasih. - Bukumu sudah siap.
Ini.
- Luar biasa. - Ya.
Kau adalah tukang cetak terbaik di Wurttemberg.
Ya, aku punya rekan yang hebat.
Terima kasih banyak.
Dan ini asisten termanisku.
- Selamat siang, Pak. - Selamat siang.
Aku akan menangkapmu.
Translated & Resynced by BernadX Jakarta, Maret 2019 Ingin donasi pulsa? Silakan ke 081385001509
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.