Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Penjara Stanford Bohan, Kota Liberty.
Ekor! Mau taruhan?
Ponselmu.
Pasanglah binatang pilihanmu.
Makin banyak pasang, makin banyak menang.
Pasang dua kali lipat? Itu baru semangat.
- Ayo pasang taruhannya. - Tunggu, tunggu.
Sekarang ini harganya 300. 50 saja untukmu.
Gao Ye, lupakan saja.
- Empat puluh - Pasang dulu taruhanmu.
Aku sudah usahakan, bantu aku.
Dua puluh. Ayo pasang taruhannya.
Ikan. / Ikan, udang dan kepiting menang!
Ayo, ayo pasang.
- Ayam jantan. - Menang.
- Udang. - Menang.
Hei, itu punyaku.
- Bangsat kau... - Bangsat, apaan?
Kau rupanya.
Ini, Phoenix. Halo Dragon.
Gao Ye, sepertinya hari ini nasib baik ada di sisimu.
Aku sumpah akan membayarmu kembali dengan kemenanganku.
Akan ku bantu, pilih satu.
Bagaimana? / Tunggu. Biarkan aku berpikir.
- Ayam jantan. - Kau dengar itu?
Tuan Gao disini, ingin ayam jantan kecil.
Hei, perlahan-lahan.
Tiga ikan. Kau kalah.
Hentikan dia.
Bang.
Jangan bunuh aku!
Kalau kami membunuhmu, siapa yang bayar boss kami?
- Besok. - Besok?
- Aku akan bayar besok. - Atau hari ini.
Tangan 10.000, kepala 40.000. Kami dengar kau punya seorang putri.
Berikan gadis ini pada kami, hutangmu lunas.
- Aku tak punya putri. - Tidak punya?
Kalo gitu kami akan ambil kepala atau kaki mu. / Jangan.
Begini saja. Aku...
Aku punya satu yuan.
Kepala atau ekor? Kau pilihlah.
Kepala, kami potong kepala. Ekor, potong kaki.
Jangan. / Iya apa tidak? / Iya.
Anggap saja ini dendanya.
Satu, dua, tiga...
Empat, lima...
Enam, tujuh.
8 ribu dolar, tak kurang satu sen pun.
- Gao Ye, mana uang sewaku? - Besok ku bayar.
Besok, besok, selalu saja kau bilang begitu.
Kau cari siapa? / Cemilan cepat atau sepanjang malam?
- Kau ke tempat yang salah. - Ini kamar 502, tidak salah.
- Aku tidak tertarik, pergi sana. - Kau terluka.
Tapi di bawah sana tidak, jadi tidaklah masalah.
Luka ini sakit sekali. "Anu" ku pun tak mampu bangun.
Kau pikir aku jelek, iya kan?
Baiklah, kau masih harus membayar ku.
Bayar sekarang.
Buka pintunya. Hai semua orang..
Orang ini "anu" nya tidak bisa bangun.
Memanggil pelacur, tapi "anu"nya tidak bisa bangun.
Dengar nona, hariku sedang sial.
Namaku Momo / sebenarnya apa maumu? Aku tak punya uang.
Jika kau tidak membayarku, aku akan dipukuli.
Sudahlah, karena aku sudah kemari...
Aku mungkin akan nongkrong selama 10 menit.
Lebih baik begini dari pada aku kembali. / 10 menit?
Tidak, aku punya reputasi.
Buat 40 menit saja.
Kau minum pil tidur?
Jangan sentuh barangku.
Ew, ada yang bau.
Benar, ada yang bau.
Kau kencing di celana?
Yakin kau tak mau aku mandikan?
Tidak, aku tak punya uang.
Seorang gadis di profesi pekerjaanmu pasti dapat uang banyak, huh?
- Tergantung gadisnya. - Masuk akal.
Kau sepertinya cukup putus asa.
Aku rasa bisnismu tidak begitu bagus.
Jadi....waktunya sudah habis.
Makasih.
- Kau bisa tinggal untuk sementara. - Apa?
Apa yang ku maksud....
Ada banyak pencuri di sekitar sini.
Membawa uang sebanyak itu tidaklah aman.
Aku ini pelacur, sudah pernah tidur dengan pencuri.
Kenapa tidak menyimpannya di Bank?
Bank bahkan lebih tidak dipercaya dari pada pelacur.
Bagus itu, tapi masalahnya...
Uang bisa menyusut. Lebih cerdas kalau diinvestasi
Biar aku traktir makan malam.
Aku tahu tempat bakmi enak di dekat sini.
Memang sulit mendapatkan kembali uang tunai dengan baik.
Di banyak tempat, tapi bukan di sini. / Kenapa?
Untuk apa setiap orang datang kemari?
- Tamasya - Pikirkan lagi.
- Berjudi. - Benar.
Itu cara terbaik untuk cepat mendapatkan uang banyak.
Tapi kebanyakan orang kalah.
Aku tidak termasuk.
Aku berjudi sejak usiaku 12 tahun.
Aku mengenal kasino luar dan dalam.
Dengan kelihaian dan statistik ku...
Aku bisa jamin, kau akan menang sepuluh kali lipat.
Kau percaya padaku?
Di kasino, kau berjudi melawan siapa?
- Orang lain. - Salah.
Kau berjudi melawan tempat judinya.
Katakanlah kau adalah kasino.
Orang ini pasang satu juta.
Orang ini pasang 10 ribu. Siapa yang kau biarkan menang?
Tentu saja yang 10 ribu. / Benar sekali, kasino ingin untung besar, bayar kecil.
Sewaktu kau memahami itu, kau tak mungkin kalah.
Percayalah, aku bisa merubah 2000 menjadi 4000.
Pinjami aku 2000, kalau aku kalah, aku hutang 2000 padamu.
Jika menang, kita bagi separoh-separoh. Bagaimana?
Haruskah kita mencobanya?
Begini saja, saat aku dapat 6000...
Kau ambil 4000, aku akan ambil 2000.
Cara begitu, tak ada resikonya bagimu.
- Boss, tolong bon nya. - Baiklah.
Kau mau habiskan itu?
- Semuanya jadi 5 dolar. - Kau yang bayar.
- Tapi kau bilang ini kau yang traktir. - Anggap saja ini uang muka.
Sewaktu aku menang, bagianmu akan jadi 4500, oke?
Dasar kau tak tahu malu.
- Apaan itu? - Itu mesin rolet.
Roda warna.
Pasang merah atau hitam dibayar 100 persen.
Kalau kita pasang hijau atau angka dan menang...
Uangnya cukup besar.
Berikan aku uangnya.
Menangkan uang bakmie ku dulu.
Ini, tiuplah. Tiup.
- Untuk nasib bodoh. - Siapa yang kau panggil bodoh?
Kau menang! Berhasil!
Lihatlah, kalau kita pasang 2000, bisa menang jadi 4000.
Seperti ku bilang, ini hanya pinjaman.
- Aku akan menutupi setiap kekalahan. - Panggilan terakhir untuk pasang.
Ayolah.
- Panggilan terakhir untuk pasang. - Kali ini...
Pasang 100.
- Jangan ada lagi yang pasang. - Tunggu, tunggu, tiup.
Untuk nasib bodoh.
10 Hitam.
Kau menang.
Belikan dua minuman untuk rayakan.
Dari kemenangan kita, aku yang traktir.
Jangan ada lagi yang pasang.
- 20 Dolar. - Semahal itu?
Kau mau apa tidak?
- Nomor berapa? - Nomor 18.
Jangan ada lagi yang pasang.
- Apa kau menang? - Ayo bersulang.
- Ayo pergi, makan bakmi. - Makan lagi?
Kita udahan?
Kita menang tidak? Dimana uangnya?
Berjudi bukan tentang apa menang atau kalah. Ini tentang sikap.
Jangan omong kosong padaku.
Aku mau uangku. Apa kau habiskan uangku?
Tentu saja tidak. Mereka memberiku kartu.
Aku sedang mencari ATM. Ku rasa di sebelah sana.
Benar, di sebelah sana.
Hei...
Berikan uangnya padaku.
Geledah saja aku. Ambil saja jika kau temukan.
Jangan disana. Jangan meraba-raba.
- Dimana uangnya? - Aku kalah.
Kau apa?
Butuh waktu berbulan-bulan untuk dapatkan uang itu.
- Akan ku bunuh kau, kembalikan. - Aku punya ide.
Pinjamkan aku lagi, aku akan menangkan kembali.
Kenapa aku harus pinjamkan lagi padamu?
Bunuh saja aku, kalau kau mau. Tetap saja aku bangkrut.
Kalau sudah tak ada lagi, aku pergi sekarang.
Jangan mengikutiku.
Baiklah.
- Ku tunggu kau di rumah. - Berikan kunciku.
- Kembalikan uangku. - Berikan kunciku.
- Kembalikan. - Pak Polisi.
Pak polisi, tolong. Orang ini menipu ku.
Hei, kau bersedia meminjamkannya.
Ada apa ini?
Pak Polisi, dia tidak hanya mencuri uangku...
- Dia juga mencuri hatiku. - Kami putus.
Dia bilang akan menceraikan istrinya.
Pak Polisi, tahukah kau? Ketika temanku memperkenalkan kami..
Ia bilang pria ini orang baik.
Pria yang baik. Tapi selama 5 tahun ini...
Aku yang bayar semuanya. Adilkah itu? Iya kan?
- Maafkan aku. - Lepaskan tanganmu.
Aku tak mau ikut campur hal ini, bawa kekasihmu ke tempat lain. / Baik, pak.
- Aku mau uangku. - Apa yang kau pikirkan?
- Kau memang gila. - Kembalikan.
Tanpa pinjaman, aku tak bisa menangkan kembali.
Aku sudah pinjamkan semua yang ku punya padamu.
Kalo gitu bagaimana kalau sedikit taruhan?
Kalau aku kalah, aku berhenti judi.
Jika kau kalah, bantu aku pinjamkan uang. / Tidak.
Aku benci taruhan.
Kalo gitu bagaimana dengan keberanian?
Siapapun yang berani, dia yang menang.
Yang kalah nurut pada yang menang. Bagaimana?
Keberanian macam apa?
Terserah kamu.
Baiklah, orang pertama yang kita temui...
Entah pria atau wanita, kita harus menciumnya.
- Siapa yang menolak, dia kalah. - Tidak masalah.
Tunggu....Itu tidak adil.
Kau ini pelacur, kau lakukan itu setiap...
Seperti yang aku bilang, terserah padamu. Mulai sekarang.
Aku dengar itu. Kenapa kalian masih disini?
Tunggu, dia di hitung juga?
Kau....
Jangan lari... Itu melecehkan petugas.
Polisi itu nafasnya bau sekali. Bagaimana kau bisa menciumnya?
Kau yang buat begini dengan keinginan judi mu.
- Kau pikir aku suka ini? - Tak ada yang memaksa mu.
Satu2nya alasan aku berjudi, untuk menyelamatkan putriku.
Lihat ini? Kalau aku tak bayar, orang itu akan menjualnya.
Kau harusnya tahu bagaimana rasanya itu.
Apa sekarang?
Lupakanlah, lagian dia itu bukan putrimu.
Tunggu aku disini, ini asrama wanita, pria tidak boleh masuk. / Oke.
Lupakanlah, dia tak punya uang.
Sue, boleh aku pinjam uang?
- Kemana kita harus makan malam? - Aku tak peduli, aku kelaparan.
Li Jie, aku barusan pulang mau ganti baju.
Ayo pergi.
- Apa Momo kekurangan uang? - Tak tahu, tapi dia menagihku.
- Aku bilang itu baru 2 tahun. - Dia minta Lisa semua bayarannya.
Pasti ada sesuatu dengannya.
Lihat-lihat apa kau ini?
Hei, tampan. Kau kemari bersama Momo?
- Apa kau kekasihnya? - Aku sepupu nya.
Kaukah itu, B.Z?
- Kau bawa dia kemari lagi? - Ini terakhir kalinya.
Ada apa dengan tas itu?
Beritahu kami, Momo kenapa?
- Dia bertanya padamu. - Momo suruh aku rahasiakan.
Tapi kalau kau ingin menebak, itu bukan masalahku.
Kau mau kabur? Apa kau sudah gila?
- B.Z dan aku akan kabur. - Kabur dengan apa?
Apa dia pasang taruhan?
Tak heran dia pinjam dari Sue.
Benar, Sue juga mengambil semua tabungannya hari ini.
B.Z? / Perkelahian dalam sangkar.
Kalian tidak dengar itu dariku, kan? Itu lahan Boss Besar.
- Jadi bibirku di segel. - Kakak Sepupu...
Bantulah kami. Bagaimana kau bisa begini?
- Kita akan taruhan bersama-sama. - Iya, kakak.
Ikutkan aku juga.
Kemana kau mau bawa semua uang itu? / Itu milik B.Z.
- Dimana dia dapatkan itu? - Dia janji berkelahi di sangkar.
- Bukankah itu berbahaya? - Tidak.
Dia akan berpura-pura pingsan pada setengah babak kedua.
Setelah itu....kami akan melarikan diri bersama-sama.
- Tapi bagaimana kalau... - Momo, dengarkanlah.
Tidak ada kata kalau...
Tenang saja.
- Mary. - Emily.
Uang, uang.
- Cepat, cepat. - Oke, oke.
Namamu siapa? / Li Jie. / Oke, oke.
- Kami mengandalkanmu. - Tenang saja.
- Sampai nanti, oke? - Ayo pergi.
Gadis yang baik.
- Gao Ye. - Apaan?
Kau bilang apa pada mereka?
- Apa yang ada di tanganmu? - Syarafmu tidak bagus.
Kau ini terlalu lama. Aku pikir kau mencampakkan aku.
Aku hanya bisa pinjam 3000.
Sudahlah, aku sudah kecewa.
Bagaimana dengan menyelamatkan putrimu? / Itu masa lalu dia juga.
Kuberitahu padamu, pegang ini sekarang.
Kau tahu dimana aku tinggal, kan?
Jadi, aku tak bisa kabur, benarkan? Besok, datang cari aku.
Hei, dia pergi kemana? Di mana sepupu mu?
- Sepupu apa? - Jangan pura-pura.
Siapa yang ngoyangin meja?
- Ada apa denganmu? - Kau keluar denganku, keluar.
- Sekarang. - Lepaskan aku.
- Apa masalahmu? - Kau sendiri?
Kau menipu teman-temanku. Berapa kau ambil dari mereka?
Aku tidak ambil apapun. Mereka yang berikan padaku.
Berapa banyak?
- Beberapa ribu. - Berapa?
20.000 35.000
Baiklah, 35.800. Jangan pukul aku.
Mati aku. Karena ini mereka akan membunuhku.
Hei, kita masih punya 3000. Masih ada kesempatan.
Mau judi lagi? Seharusnya aku bunuh kau sekarang.
Hei, tenanglah. Itu hanya 3000.
Tidak layak untuk marah-marah seperti itu.
Omong kosong. Ini bukan uangmu.
Baiklah, jika kau pikir punya cukup uang, bayar saja mereka.
Masalah ini, ada satu olah raga berdarah...
Aku tak pernah kalah.
Bagaimana? Kita pasang taruhan?
- Dompet ku. - Lewat sini.
Baiklah, jangan tarik aku.
Di dalam sini, ayo.
Ikut aku. / Kau tak pernah kalah taruhan di sini?
- Tidak. - Kenapa tidak?
Karena ini pertama kalinya aku kesini. / Kau bohong.
- Apa mereka berkelahi sampai mati? - Aku rasa tidak.
Baiklah, mungkin aku salah.
Ayo, aku sudah bilang padamu, ini olah raga berdarah.
Cepat, berikan aku uangnya.
- 3000 pasang Mantis. - Jangan pasang semuanya.
Minggir, mau lewat. Minggir, minggir.
Hei, aku kenal padamu.
- Nama mu Gao. - Siapa dia?
Kau tahu kelompok Gao Bo? Dia anak dan ahli warisnya.
Hei, tiketnya.
Hei, kau pasang Mantis? Pasang Mantis / Baiklah.
Kalian tidak akan percaya orang beruntung ini.
Seluruh keluarganya mati, tapi dia masih hidup.
Ayo.
Cukup, cukup. Mundur.
Satu, dua, tiga.
Ayo tarik uangnya.
Tunggu!
Apa mau mu?
- Taruhan sekali lagi. - Aku tak punya uang.
Tak punya uang? Kalo gitu aku pinjamkan padamu.
Kami punya uang tunai, tapi kami tidak main dengan pecundang.
- Kau bilang apa, jalang? - Jangan ikuti kami, pasang sendiri.
Ini, pasang taruhannya. Minggir.
Aku bilang jangan ikuti kami pasang apa.
- Sudah. - Kau pasang apa?
- Lucky. - Lucky?
Lebih seperti pesuruh.
Kita akan cari tahu siapa yang beruntung. Pasang Crow.
- Pemenangnya Lucky. - Kita menang.
- Mau taruhan lagi? - Tentu.
Tapi jangan lawan bandar. Kita-kita saja.
Baiklah, yang kalah berikan semua uangnya pada yang menang.
Ini 100,000 dolar. Kau punya berapa?
Semua yang kami menangkan lawan uangmu yang sedikit.
Sepertinya itu tidak adil. Sudahlah, ayo kita pergi.
Taruhan di naikkan. / Ini semua yang ku punya. / Begini saja.
Jika petarungku mengalahkan petarungmu, aku akan tampar dia.
- Kalau kau kalah? - Kutambahkan 100,000 lagi.
- Dan aku akan menamparmu. - Kita lihat saja nanti.
Sepakat.
- Hei, kau mau kemana? - Sue.
- Sedang apa kau di sini? - Aku bersama teman, kau sendiri?
Pertarungan B.Z seharusnya akan di mulai.
- B.Z? - Dia bertarung di sini?
Siapa yang kau pilih?
- B.Z. - Aku pilih Mincer.
Kau akan kalah.
- Kau sudah pasang? - Sudah.
- Pasang siapa? - B.Z.
Dia tak akan menang.
- Pertarungannya sudah di atur. - Sekarang baru beritahu aku?
Berikutnya, pertarungan antara B.Z lawan Mincer.
Kupikir pertarungan ini diatur. Kenapa sangat brutal?
Dia mencoba membunuhnya.
- Bayar sini. - Hei, apa?
Kau yang apa? Jangan marah-marah pecundang.
Petarungmu mati, bayar.
- Bayar mereka. - Abang.
Taruhan adalah taruhan.
Sue, kita harus pergi.
Pergilah.
Terima uang ini. Terimalah.
Jaga Sue.
Jaga diri.
Semoga beruntung.
- Aku benar-benar iri pada Sue. - Aku juga.
Kenapa begitu? / Karena dia meminjamkanmu 3000.
Dan kau membayar dia kembali 8000 dolar.
Kau kejam sekali.
Aku selalu benci berjudi.
Karena seseorang harus kalah.
Tapi malam ini, aku sadar. Bisa jadi sama-sama untung.
Atau sama-sama rugi.
Tuan Gao.
- Apa-apaan ini? - Kenapa?
Kau tidak mengenali mobil kesukaanmu?
418, sama seperti tanggal kelahiranmu.
Setir ada di kiri. Mobil tua mu.
Inikah yang kau mau?
- Ambil kembali. - Tuan Gao
- Kau menghinaku. - Lalu, mau mu apa?
- Taruhan lagi. - Kami sibuk, ayo kita pergi.
Aku akan lakukan, tapi dia tidak ada hubungannya, biarkan dia pergi.
Apa taruhannya? / Sesuatu yang kau tahu dengan baik.
Hidup atau mati.
Sudah selesai.
Kita berdua nyetir lurus. Tidak boleh rem.
Kalau kau bisa mengoyangkan aku, kau yang menang. / Mathew...
- Kau mau pegang janjimu? - Tentu saja.
Oh, aku lupa beritahu padamu.
- Dengan mata tertutup. - Jangan lakukan itu.
Mereka ingin kau mati.
Jangan lukai dia. Aku akan lakukan.
Bagus sekali, kau bisa jadi matanya.
- Masukkan dia ke mobil. - Ayo.
Ambillah ini untuk biaya pemakaman.
Kau pandu arahnya.
Hei, kalau dia menyentuh kemudinya, ku tembak kau.
Di depan ada mobil.
Ke Kiri.
Ada mobil di depan.
- Terus bicara. - Maju terus.
- Sekarang apa? - Ke Kanan.
Kiri.
Kanan.
Kanan.
Kiri. Ke Kanan.
Lurus.
Dia melewati kita.
Ada mobil di depan.
Di depan ada apa?
Tak ada jalan bagi dia sekarang.
Laju cepat.
Ada Kereta.
Apa kau percaya padaku?
Iya.
Belok kiri.
Aku mau keluar dari sini.
Tak ada hubungannya denganku.
Aku tak mau ikutan ini.
Hei, kau dulunya kaya, bukan?
Tempat ini jauh di bawah bukit.
Kau pernah kemari sebelumnya?
Dengan siapa?
Kenapa mobilmu ada sama Mathew?
Satu, dua...
Apa yang terjadi dengan keluargamu? / Tiga.
Nona, aku mengenalmu hanya satu malam.
Kita bagi uangnya dan berpisah. Kenapa kau sangat usil?
Aku hampir mati di sana. Itu merekatkan hidup kita.
Kenapa kita tidak... Berbagi cerita?
- Aku akan mulai. - Tidak tertarik.
- Aku besar dari keluarga miskin. - Tentu saja.
Atau kau tidak akan jadi pelacur, kan?
Apa maksudnya itu? Aku terlahir menjadi pelacur?
Dan kau penjudi menyedihkan?
Jangan memandang rendah judi.
Hidup hanyalah satu perjudian besar
Kuberikan contoh padamu. Katakan kau punya 3 anak.
Si sulung ahli bedah terkenal.
Yang kedua seorang dari guru besar Oxford.
Si bungsu...bisanya hanya menghabiskan uang.
Suatu hari, mereka terjatuh di air. Siapa yang akan kau selamatkan?
Ketiga-tiganya. / Kau hanya boleh selamatkan satu orang.
Kalo gitu yang dekat saja, kuselamatkan / Terus teranglah
- Mana yang kau ingin ia hidup? - Aku mau mereka semua hidup.
Mereka anak-anak ku. Kenapa aku harus memilih?
Itulah kenapa kau buruk dalam berjudi.
Selalu pasang yang kau suka. Tidak membuat orang jenius tahu.
Anak paling bungsu yang paling buruk.
Dia pemboros. Kalau kau selamatkan dia...
Bagaimana dia membayarmu?
Dengan menghilangkan keberuntungan keluarga, jadi kau akan menyesalinya.
Menyesal menyelamatkan dia.
Aku takkan menyesalinya.
Aku benar-benar tak pernah memiliki keluarga.
Aku senang, kalau aku punya seseorang....
Jadi aku tidak sendirian.
Gao Ye, bagaimana meninggalnya keluargamu?
Katakan padaku.
Gao Ye! Gao Ye!
- Karena kecelakaan. - Kecelakaan apa?
- Mereka di sambar petir. - Kau bohong.
Saat liburan keluarga. Pesawat mereka terjatuh
Banyak orang tidak tahu.
Kejanggalan mati mereka dalam kecelakaan pesawat.
Dibandingkan dengan di sambar petir.
Saat liburan keluarga? Kenapa kau tidak ikut?
Aku bertengkar dengan ayahku. Aku marah, jadi aku tidak pergi.
Kau pasti sangatlah sedih.
Usia 30 tahun, aku mewarisi kekayaan keluarga.
Di tambah keuntungan dalam asuransi jiwa. Dengan semua uang itu...
Mengapa harus di sedihkan?
Berjudi adalah perasaan yang terbaik dan terburuk.
Setelah pertama kali mencobanya, semua lainnya nampak begitu jelas.
Tahukah kau perasaan itu?
Perasaan apa?
Yang selamat bersuka cita.
Itulah kenapa aku tidak peduli dengan uang.
Apa yang ku inginkan adalah menjaga diriku tetap hidup.
Setelah aku menghabiskan semua uang di perjudian...
Aku menjual saham, perusahaan, mobil dan rumah.
Aku kehilangan semuanya. Lalu aku menyadari sesuatu...
Apa itu?
Aku ditakdirkan kehilangan semuanya.
Hanya satu hal yang aku menang yaitu hidupku yang tidak berharga ini.
Bagaimana dengan istri dan putrimu?
Saat kau kehilangan semuanya, apa yang istrimu katakan?
Apa kau pikir, kau kenal aku? Bertanya semua pertanyaan ini?
Tunjukkan saja kau tidak punya kelas.
Ada apa denganmu? Aku hampir mati gara-gara kamu.
Jangan begitu kejam.
- Kau masih mau uang ini, kan? - Tentu saja, aku mau.
Apa yang akan kau lakukan dengan uang itu?
- Menabungnya. - Menabungnya?
Tidak kah kau punya impian?
Tentu aku punya impian.
Tapi menghabiskan uang bukan salah satunya.
Apa impianmu?
Aku ingin menemui putriku lagi dan membelikan dia sesuatu yang bagus.
Aku rasa itulah impianku.
Itulah hal pertama paling jujur yang aku dengar darimu.
Kau jangan kacaukan ini.
Lalu apa impianmu?
Apa kau suka film?
Film? Aku tidak banyak menonton.
Ada sebuah film yang aku sudah tonton 4 kali.
Film tentang pelacuran. Pria selalu perlakukan dia buruk.
Tapi dia masih punya keyakinan dalam cinta. Dia bertemu 3 pria..
Tapi tak ada dari mereka yang benar-benar mencintainya.
Tapi itu tidak menghalangi dia.
Dia hanya menginginkan seseorang mencintai nya.
Tak peduli siapa itu. Semua yang dia inginkan adalah cinta.
- Lalu, impianmu akan jadi kenyataan. - Bagaimana bisa?
Kau sudah jadi pelacur.
Impianku adalah ingin menjadi artis.
Itu bahkan lebih lucu.
Kenapa kau menangis?
Maafkan aku.
Aku hanya bercanda.
Kalau saja hanya kau yang mengenalku, saat usiaku 18 tahun...
- Apa? - Pada saat itu...
Rambutku indah sekali.
Sangat hitam dan panjang...
Apa bedanya dengan sekarang?
Karena itu terlihat cukup indah bagiku.
Benarkah?
Kau pernah mencintaiku?
Jawablah. Jangan bohong.
Aku... aku...
Itulah adegan kesukaanku dalam film.
Aku menangis setiap kali menontonnya.
Aku membuatmu menangis, bukan?
Aktingku cukup bagus, iya kan?
Kisah sedih itu? Jangan lakukan padaku.
Kau boleh katakan, aku pelacur yang buruk.
Tapi kau tak boleh katakan aku artis yang buruk.
Sudahlah, aku tidak terjatuh karena akting mu.
Kau mau kemana?
Saat kita masuk kemari, apa kau melihat...
...segerombolan anjing mengikuti kita?
Iya / Bukankah itu aneh kenapa mereka tidak masuk?
- Atau mulai menggonggong? - Kenapa?
Barangkali ada sesuatu yang tidak biasa dengan tempat ini.
Jangan lakukan itu. Jangan coba2 menakutiku.
Tidakkah kau heran, kenapa aku bersedia meminjamkan uang...
....padamu, yang sebenarnya orang asing?
Mungkin aku menolongmu...
Sehingga aku bisa memikatmu kemari.
Kau siapa?
Siapa?
Kau tidak tahu aku siapa?
Kau tidak mengenali aku siapa?
Suamiku.
Kau menipuku.
- Iya, dengan akting hebatku. - Lebih seperti omong kosong.
- Apa kau kencing di celana? - Kau sudah sinting.
Kita lihat apa jantungmu berdetak kencang.
Sepertinya, kau tidak akan menipuku untuk kedua kalinya.
Aku hanya bermain, itu saja.
Apa kau benar-benar sebodoh itu? Tidak ada hal semacam hantu.
Jangan berkata begitu. Kau tak pernah melihatnya.
- Anggap saja dirimu beruntung. - Aku tidak termakan tipuan itu.
Ini bukan tipuan. Biar aku tunjukkan sesuatu.
Aku dapat surat ini dari istriku, saat aku berada di penjara.
Setelah aku keluar, aku dengar dia sudah meninggal.
Tapi lihatlah cap pos ini. Ini 2 bulan setelah dia meninggal.
Biar aku lihat. / Aku tak peduli, mau percaya padaku apa tidak?
Hal yang bagus kau tidak lakukan dengan akting.
Tak ada yang akan bayar untuk menontonnya.
Aku mau pergi.
- Kemana? - Pulang.
- Tak bisakah kita tinggal sebentar? - Kenapa? Kau bisa menipu ku lagi?
Bagaimana kalau aku mengajakmu? Aku mau membeli hadiah untuk putriku.
Dengan uangku?
- Kau selalu berpikiran buruk tentangku. - Memang benar.
Mungkinkah menabrak orang bisa merusakkan semua ini?
Berapa untuk menyelesaikan ini?
100,000. / Itu hanya untuk korban tabrak lari.
- Kau hanya melayani beberapa tahun - Ambil ini.
200,000
Kau menabrak petugas lalu lintas?
300.000.
Bagaimana menurutmu?
300,000 seharusnya cukup.
- Sekarang ini pembunuhan di rencanakan. - Kau berusaha menjebakku?
2,000,000.
Kami akan bawa ini dari sini.
Benarkah ini tempatnya?
- Seharusnya di sebelah sana. - Seharusnya?
Seseorang memberiku alamatnya. Aku tak pernah kemari.
Kau sendiri tidak tahu dimana putrimu tinggal?
- Xiao Min! - Siapa di sana?
Xiao Min, ini aku, ayah.
Sudah bertahun-tahun. Kau semakin tinggi.
Aku bukan Xiao Min. Kami baru saja pindah bulan lalu.
Apa alamat ini salah?
- Adik kecil? - Kau mau apa?
- Siapa namamu? - Sha Sha.
- Nama marga? - Liu.
Tanggal berapa bulan lalu kau pindah kemari? / Tanggal 11.
- Apa ibumu ada di rumah? - Tidak ada.
- Xiao Min. - Apa?
Xiao Min, ayah tahu itu kamu.
Maaf. Kemarilah.
Orang idiot apa yang tidak mengenali putrinya sendiri?
Semua ini salah bibinya. Ia memisahkan kami bertahun2.
Jangan duduk, katakan keperluanmu dan pergilah.
Xiao Min....berikan ayah kesempatan.
Apa kau butuh uang? Ini..
Ambillah / Aku tak mau uangmu, paham?
Bibi akan pulang dari kerjaan
Jika dia tahu kau disini dia tidak akan senang.
Kau tahu kan, dia tidak ingin aku bertemu denganmu.
Begini saja, biar ayah membelikanmu hadiah.
Kau suka apa?
Bibir merah? Kalung?
Atau kita bisa pesan cemilan malam, bagaimana?
Cemilan malam? Tentu.
Halo, aku tinggal di Soi Chaokhamrop nomor 30.
Benar. / Bagaimana dengan cemilan kita?
Pak Polisi, tolong ada 2 orang asing masuk ke rumahku dan...
Sedang apa kau?
Kau punya waktu 5 menit.
- Apa bibimu yang mengajarimu begitu? - Tolong pergilah.
Kenapa kau tidak mau makan dengan ayahmu sendiri?
Apa keterlaluan meminta itu?
Hei, ada apa dengannya?
Kau kenapa? Apa kau lapar? Perutmu sakit?
Perlu ke kamar kecil?
Gao Ye...Bisakah kau ambilkan air untukku?
Duduklah di sofa.
Xiao Min
Kalau aku beritahu kamu sesuatu, berjanjilah untuk merahasiakannya?
Aku sakit sekali dan umurku tidak lama lagi.
Sebelum aku mati, aku mau membantu ayahmu.
Maukah kau membantuku? Bagaimana?
Aku punya ide. Ayo kita pergi makan.
Kami akan membawamu kembali sebelum terang. Bibimu takkan tahu.
Kita harusnya pergi sebelum polisi kemari.
Sebenarnya, aku tadi hanya berpura-pura telepon.
Aku pikir, kita akan makan cemilan.
- Mengapa kau membawaku kemari? - Pemilik disini temanku.
Dan pemandangan disini luar biasa. Makanannya juga enak, percaya padaku.
Sampanye untuk rayakan. Mulai sekarang...
Ayah akan mengunjungimu setiap minggu. / Kau tahu itu tak mungkin.
- Sekali sebulan bagaimana? - Jangan paksa aku.
- Sekali setahun. - Aku mau pergi.
Xiao Min, jangan, tunggu. Maafkan ayah.
Makanlah, makan lobster ini.
Lobster Boston, semuanya ditangkap dari Boston.
Tiram mentah dari Perancis. Semuanya enak.
Cobalah satu. Ikan juga ada.
Aku alergi masakan laut.
- Aku akan pesan yang lain. - Ini sudah malam, aku harus pergi.
- Xiao Min, jangan pergi. - Bibi, akan segera pulang kerja.
Aku harus pulang.
Bibi mu itu, kenapa kau selalu mendengar perkataannya?
Bertahun-tahun, dia tidak ijinkan aku menemui mu.
Dia tidak baik.
Setelah ibu meninggal, dia yang membawaku dan membesarkanku.
Kalau dia tidak baik, apa kau baik padaku?
Jangan berakting menjadi ayah yang baik denganku.
Dia bilang, kau tidak ingin aku di lahirkan.
Apa kau mengatakan itu?
Benar, aku bilang itu pada dokter.
Proses kelahiranmu yang sulit dan tidak baik bagi ibumu juga dirimu.
Aku beritahu mereka untuk selamatkan ibumu. Dia bisa hamil lagi.
Meskipun ibumu tidak bisa hamil pun, aku tidak akan keberatan.
Ibumu seorang di dunia ini yang aku tidak bisa serahkan.
Ibumu tak pernah menyerah padaku.
Maafkan ayah.
Aku seorang pengecut.
Tapi ibumu begitu berani.
Dia bersikeras untuk melahirkanmu
Mohon ijinkan ayah untuk coba mewujudkannya padamu.
Ceritakan padaku tentang istrimu.
Mungkin lain waktu ceritanya.
Tidak ada waktu lainnya. Setelah besok...
Aku ragu, kita akan saling bertemu kembali.
Aku selalu menjadi orang yang tidak berguna.
Suatu hari, ayahku punya rencana untuk merubah ku.
Dia berpendapat kalau aku menikah, aku akhirnya bisa diatasi
Tapi meski dengan bayi yang di kandungnya..
Aku hanya melewati kebiasaanku.
Kesalahanku.
Tuan Gao.
- Sedang apa kau disini? - Ayahmu ingin kau pulang.
Sudah, sudah.
Kau pulanglah, aku akan pulang saat aku selesaikan permainanku.
Apa kau mencintainya?
Awalnya tidak, cinta datang secara bertahap.
Aku bilang pada ayahmu, kau membawaku jalan-jalan.
Jadi dia tidak akan marah padamu.
Dia satu-satunya yang selalu berada di sisi ku.
Lalu ketika Xiao Min lahir,
Aku bilang pada diriku sendiri, jika kau mau berubah...
Sekaranglah kesempatanmu.
Kesehatan Yuqing selalu parah.
Setelah melahirkan, dia cepat menuruni bukit.
Tidak ada dokter yang bisa lakukan.
Lalu keluargaku meninggal.
Aku mulai berjudi lagi.
Aku kehilangan segalanya. Terlibat perkelahian.
Dan masuk ke penjara.
Sepanjang hidupku, aku takut kehilangan kebebasanku.
Berada di penjara menakutkan ku.
Tak peduli berapa lama ini waktunya, aku akan menunggu mu.
Jika Yuqing tidak menungguku,
Aku tidak akan berhasil.
Dia berdandan hari itu, hanya untukku.
Itulah terakhir kalinya, aku melihatnya.
Mengapa kau menangis? Aku tidak menangis.
Kita harus mengantar Xiao Min pulang.
- Tunggu, sebentar lagi. - Mengapa?
Tidakkah kita terlihat seperti sebuah keluarga?
Kau ingin anak? Carilah suami dulu.
Aku punya suami.
Kau benar-benar sinting, dasar pembohong.
Min Min? Bangun. Bangun, waktunya pulang.
Apa kau pesan jasa layanan kamar?
Siapa?
Li Jie, aku bisa membayarmu sekarang.
Di mana putriku? Di mana dia?
Min Min!
Min Min! Aku mohon padamu.
Kembalikan dia padaku. / Bukankah dia dibayar untuk hutang-hutangmu?
Aku punya uang. Berapa yang aku hutang? 80.000?
Aku juga punya disini.
- Maukah kalian melepaskannya? - Tunggu sampai kami menghitung uangnya.
Min Min, jangan takut. Ayah akan menolongmu.
- Kurang satu yuan. - Tak mungkin.
- Setidaknya itu ada 80.000 - Kau tidak percaya pada kami?
Ayolah, tunjukkan belas kasihan.
Apakah ini berlaku?
Aku hanya mau persis satu yuan.
Aku punya satu yuan di sini.
Kenapa aku harus berikan padamu? Aku hampir tidak mengenalmu.
Kau ini suka berjudi, jadi mari kita taruhan.
Kepala atau ekor? Jika kau menang, aku berikan koin ini.
Kalau aku kalah?
- Putrimu akan mati. - Jangan.
Kau tak mau menebak? Kalo gitu aku yang tebak dulu, aku tebak ekor.
- Jangan, jangan di lihat. - Ada apa?
Apa kau takut taruhan nyawa?
Jangan ganggu putriku, aku berikan apa saja padamu
Nyawaku, nyawaku untuk nyawa putriku.
Nyawamu tidak cukup berarti.
Kalo gitu ambil mataku. Ambil ginjal ku, apa saja.
Aku tidak tertarik organ mu. Tapi aku tahu jalan keluarnya.
Untuk membuat nyawamu berarti seperti nyawa putrimu.
Apa itu? / Habiskan beberapa tahun di penjara.
- Baiklah, sepakat. - Sepakat.
Jadi aku rasa taruhannya sudah berakhir.
Lihatlah.
Kepala.
Aku berjudi dengan Mathew. Aku kalah padanya, dan mencuri mobilnya.
Ketika dia tahu, dia mengejar ku.
Selama kejar-kejaran mobil, tak tahu dari mana pria ini keluar.
Dan aku menabraknya. Aku takut dia mengancamku.
Jadi aku menikamnya. Aku lakukan ini sendirian, tanpa bantuan.
Ayah? Ayah?
Aku akan mengunjungimu sekali sebulan, bagaimana?
Dua kali sebulan. Aku akan bicara pada Bibi.
Atau setiap minggu kalau kau mau.
Ayah... ayah, katakan sesuatu.
Jangan mengikuti ku.
Ku katakan yang sebenarnya, aku hanya mau uangmu.
Aku sudah bohong selama ini.
Kau ini sangat bodoh, mau saja percaya padaku.
Kau dengar aku apa tidak? Itulah aku sebenarnya.
Mengerti? Sekarang pergilah.
Aku tahu apa yang kau coba lakukan.
- Pikirkan urusanmu sendiri, pergilah. - Gao Ye, aku tak punya tempat tujuan.
Jika aku kembali, gadis-gadis itu akan membunuhku.
Lalu kenapa mengangguku? Aku tak bisa menolongmu.
Jangan lakukan ini. Kau utang padaku.
Aku akan membayarmu kembali di kehidupan mendatang.
Gao Ye!
Ayo kita taruhan.
Gao Ye.
Jika kita membagi pil tidur ini...
Apakah kita akan mati?
Kau benar-benar gila.
Kau benar-benar mengharapkan kematian.
Siapa yang mau mati bersama mu?
Keluar / Kalau aku berpikir, kau membiarkan aku mati sendirian..
Aku akan lompat dari bangunan ini sekarang.
Ini hanya satu malam, tapi kau takkan menyingkirkan aku semudah itu.
Kejahatan mereka untuk menjebakku.
Artinya 10 tahun di penjara setidaknya.
Ku pikir, aku lebih suka mati.
Aku sudah kalah.
Aku sudah kehilangan segalanya.
Aku juga tak mau kehilangan kebebasanku.
Kau masih punya aku.
8 TAHUN KEMUDIAN.
Gao Ye, polisi sudah menangkap kelompok penjahat besar.
Berdasarkan pengakuan seseorang, kau dijebak atas kejahatan lainnya.
Kami sudah menyiapkan surat pembebasanmu sekarang.
Aku pasang kepala.
Melihat dari atas sini...
Membuat jantungku berdetak lebih kencang.
Makasih.
Apa pakaianku oke?
Lebih baik di kancingin atau di lepas kancingnya?
Ayah...
Momo tidak akan datang.
Surat-surat ini yang aku tulis untuk ibumu dari penjara.
Momo minta aku berikan semuanya padamu.
Pada saat kau membaca surat ini
Aku tidak akan berada di dunia ini lagi.
Malam itu, kau bilang padaku, kau telah berbohong selama ini.
Aku juga berbohong. Maafkan aku.
Aku mengintip ke dalam kehidupanmu, tapi tak pernah menyingkap hidupku.
Lalu takdir memberiku kesempatan.
Untuk menjadi istrimu selama satu malam.
Kau pasti masih berpikiran bahwa aku gila.
Kau pernah bilang bahwa kau tidak tertarik pada ceritaku, tapi sekarang...
Aku ingin memberitahu semua yang kau perlu tahu.
Sebagai wanita perawan berusia 18 tahun...
Aku datang kemari dan dipaksa untuk menjadi pelacur.
Setiap hari, aku ingin mati. Kemudian aku menemukan...
Tuhan tidak menerima kematian bunuh diri.
Kenapa kalian ijinkan kakak ku menyumbangkan darahnya?
Dia terlalu lemah, kalian harusnya mengabari aku.
- Aku sukarela. - Jangan bicara lagi.
Atau aku takkan membawamu mengunjungi dia ke penjara lagi.
Kenapa kau ingin menolongku?
Karena hidup ini bagus. Dimana ada kehidupan...
Disana ada harapan.
Sejak hari pertama aku dan Yuqing bertemu...
Dia tak pernah berhenti menulis surat padamu.
Dia bilang keluarganya dan dokter tidak ijinkan dia mengunjungimu.
Tapi surat-suratnya adalah garis hidupmu.
Aku membantunya menyelinap untuk menemui mu.
- Jiang Yuqing? Kau berikutnya. - Terima kasih.
- Apa tampangku oke? - Tunggu.
- Jing Yuqing? - Segera datang.
Makasih.
Itulah pertama kalinya aku melihatmu.
Dan terakhir kalinya dia melihatmu.
Tunggulah aku.
Hei, nona, nona. Kau di kamar 623?
Ada surat datang.
Yuqing sudah meninggal, tidak bisa membaca suratmu.
Tapi aku tak mau kau hilang harapan.
Jadi aku membuat keputusan berani.
Aku meniru tulisan tangannya dan mulai menulis surat padamu.
Itu memberiku kesempatan hidup yang baru. Sejak itu...
Akulah yang mencari surat-surat darimu. Aku suka gaya kejujuranmu.
Tidak menyembunyikan apa-apa. Kau tidak mengenal aku.
Tapi kau menolongku melalui waktu yang sangat sulit.
Aku tak punya apa-apa lagi di dunia ini.
Kaulah yang membuatku terus melangkah.
Lalu suatu hari, aku mendapatkan suratmu yang terakhir kalinya.
Disitu dikatakan kau telah dibebaskan dari penjara dan aku mengerti.
Impian sudah berakhir.
- Berapa lama lagi aku hidup? - Apa keluargamu belum kemari?
Suami ku terlalu sibuk. Beritahu saja aku yang sebenarnya.
Aku mengatakan... sekitar 6 bulan.
Aku benar2 mengalami keberuntungan yang buruk.
Hanya 6 bulan waktu hidupku dan aku bertemu denganmu lagi.
Film apa yang kau cari? Boleh aku bantu mencarinya?
Malam di Cabiria.
Ini film kuno. Aku tak punya CD nya.
Hanya kaset video.
Tak masalah / Kenapa tidak menontonnya di sini?
Jaman sekarang, sulit mencari pemutar kaset video.
- Baiklah, berapa harganya? - Tidak usah bayar.
Ini tidak ada yang sewa. Kalau kau mau, ambillah.
Tidak, aku tak boleh menerimanya secara gratis. / Baiklah, satu yuan.
Gao Ye!
Ayo kita taruhan!
Kau pria baik yang menerima nasib tangan berurusan denganmu.
Jadi aku tahu dirimu bermaksud bunuh diri menolong putrimu.
Tapi aku juga tahu semua yang terjadi untuk alasan.
Yuqing sudah menyelamatkan ku, jadi aku bisa menyelamatkan mu.
Aku bersumpah tetap membuatmu hidup entah bagaimana caranya.
Jika kita membagi pil-pil ini.
Apakah kita akan mati?
Malam ini, kita bertaruh dengan Tuhan.
Jika kita masih hidup saat fajar.
Mari kita berjanji satu sama lain..
...akan terus melanjutkan hidup.
Tapi mulai sekarang, ini bukan taruhan yang adil.
Hidupku tinggal 6 bulan.
Melawan sisa dari hidupmu.
Lisa...Aku mau semua tabunganku.
Ini uang 20,000 untuk bayar hutang nya.
Barangkali untukmu, ini hanya satu malam.
Tapi untuk ku, ini seumur hidup ku.
Gao Ye, terima kasih atas bantuanmu mengenal cinta.
Setidaknya sekali dalam hidupku.
Kalau saja hanya kau yang mengenalku, saat usiaku 18 tahun...
Kalau saja hanya kau yang mengenalku, saat usiaku 18 tahun...
Pada saat itu, rambutku indah sekali.
Sangat hitam dan panjang...
Bisakah kau pernah mencintaiku?
Bisakah kau sungguh-sungguh? Jangan bohong padaku.
Bisakah kau mencintaiku?
Aku akan ambil taruhannya.
"Gaa Ye, taruhan adalah taruhan, Lanjutkan hidup, - Momo"
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.