All language subtitles for All.Bark.No.Bite.2012.HDRip-JSB-Ganool.[TV].indo

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Cepat dorong.

Baik... baik.

- Alih Bahasa oleh - * H@w-to-kiLL *

Dorong yang kuat, ya.

Hidupkan.

Sialan, dasar berengsek.

Kabur lagi, kau mau kabur lagi?

Aku memang lebih kuat.

= PERLAWANAN KELOMPOK KECIL =

Hei, bagaimana jika dari sekarang kita melakukan yang terbaik?

Kau masih saja berpegang pada hal itu.

Begini sangat membosankan.

Dasar konyol.

Kau lihat orang itu, dia juga melewati jalur berbentuk S.

Pegangan.

Baik.

Hei, matamu di mana saat menyetir?

Dasar bocah ingusan. \ Ini malah beraksi ugal-ugalan di jalanan biasa.

Kau sudah bosan hidup, ya?

Kau tak sadar, ini akan memengaruhi seluruh lalu lintas?

Aku tahu.

Jadi jangan ugal-ugalan, paham?!

Kau sudah bosan hidup, ya!

Jangan emosi.

Sial, aku mau lihat apa maunya dia.

Kenapa dia tidak jalan?

Hei, apa_apaan... \ Kenapa denganmu, Nak?

Tak apa.

Bisa tidak jangan menghalangi?

Cepat enyahlah.

Baiklah.

Jangan ditutup, buka. Buka!

Buka pintunya. \ Ya, ya, ayo pergi, dasar konyol.

Aku cuma mau menggodanya.

Ya, dasar berengsek, ayo turun.

Baiklah jika tak mau buka pintunya.

Sungguh pria yang tolol.

Bagaimana ini? Kenapa sulit dilepas?

Hei, coba lihatlah bus itu. \ Kenapa?

Bagaimana jika kita loncat ke sana? \ Apa maksudmu dengan itu?

Kau tak melihat mereka yang di sana?

Kita curi beberapa celana dulu.

Persediaan kita kurang banyak.

Kenapa bisa begitu?

Sebab, kini penyelidikan sangat ketat.

Menurutmu?

Lihatlah perutku.

Sekarang situasi malah makin sulit.

Hei, saat mereka sedang lengah, itulah saatnya kau harus bantu aku, mencurinya!

Ya, tapi harus kita rencanakan dulu semuanya dengan matang.

Kini adalah kesempatanmu untuk melenturkan otot.

Jika berhasil, kita takkan lagi ditindas oleh mereka, kita bebas dari penindasan.

Hei.

Ya.

Apa yang sedang kalian bicarakan?

Apa?

Tak ada apa-apa.

Ayo, tunjukkan kehebatan kalian! Cepat!

Sungguh tidak buruk.

Anak ini sungguh luar biasa.

Eh, sana pindahkan tong-nya.

Hai, selamat datang, selamat datang.

Lihat, anak baru dan mereka sudah mahir.

Lihatlah mereka. \ Mereka sangat konyol.

Kalian berdua, cepat sapa mereka.

Selamat datang.

Ada satu orang lagi.

Selamat datang.

Kalian harus melayani dua tamu ini! \ Baik.

Hai.

Sedang apa? \ Tak apa-apa.

Senang bertemu denganmu.

Hei.

Kita pernah bertemu sebelumnya.

Kenapa?

Cepat sekali sudah lupa.

Kau lupa yang kita lakukan bersama? \ Enyah dari sini!

Apa pintunya tertutup? \ Ada masalah sepele.

Lihatlah ini.

Jangan bangga dulu.

Biarkan aku melihatnya. \ Jangan menggangguku!

Selamat datang.

Ini sekelompok anak nakal, ya?

Hei, Yong-Mi, apa tak ada minuman selain ini?

Buatmu, ini satu-satunya pilihan.

Kejam sekali.

Sekarang apa yang sedang kau lakukan?

Sekarang saatnya untuk membaca.

Jangan baca. \ Tunggu sebentar.

Mari kita bahas lebih lanjut.

Jangan baca lagi!

Pegang.

Yong-Mi, beri aku segelas minuman.

Baik, tunggu.

Sudah kau pertimbangkan hal itu?

Sekarang aku yang disalahkan.

Kau tak bisa begitu, orangtuamu mencemaskanmu.

Kurasa kau harus memikirkan tentang masa depan.

Jangan melakukan hal rendah.

Selain itu, kondisi masyarakat buruk.

Kau pertimbangkan hal itu. \ Tapi jangan melakukan hal ini pada kami.

Kau jangan asal bicara.

Kau tak usah teruskan lagi.

Sungguh tak mau berubah?

Ini sebuah lelucon.

Kini aku tak bisa bilang apa pun.

Tinggalkan aku sendiri. \ Tapi ada sebagian orang mencemaskanmu.

Itu bukan urusanmu.

Baiklah jika begitu, Yong-Mi, tolong bonnya.

Jangan, jangan.

Lihat dia, gayanya sok sekali.

Oh, tidak masuk.

Giliranku, giliranku, perhatikan.

Ayo masuk!

Astaga. \ Keluar.

Ayo minggir.

Awas, jangan menghalangi.

Keluar juga.

Lihat hasil permainanku.

Apa ini?

Kau sadar yang kau lakukan?

Bukan masalah besar.

Kau tak memikirkan orang lain.

Apa yang akan kau lakukan?

Ibumu sangat kecewa dengan perilakumu.

Kau tak tahu kapan mau bertobat?

Kenapa jadi begitu serius.

Bukan aku yang minta jadi adikmu.

Jangan tertawa!

Bagaimana kau menjelaskan? \ Aku tak perlu menjelaskan.

Aku harus minta maaf secara langsung?

Bukankah menurutmu ini kebutuhan yang utama?

Aku sering bertemu dengan pria berengsek sepertimu.

Kakak besar ini sungguh lucu.

Terserah yang mau kau lakukan.

Kau akan menyesalinya.

Kalian berani melawan?

Kalian lihat saja.

Kami pergi, biarkan kakakmu bersihkan bar ini.

Belum pernah kulihat orang sepertimu.

Kakak, jangan bicara bertele-tele.

Oh, benar-benar basah.

Ah, lihat apa ini.

Kalian semua bajingan.

Lari, ah, kakak besar mengamuk.

Sana pergi!

Jangan pernah kemari lagi.

Sana pergi!

Masih berdiri di sini?

Kita lihat sehebat apa kalian.

Cepat pergi!

Ada apa?

Ambil ini dulu. \ Kau jangan mengintip isinya.

Berikan ke ibumu?

Ya.

Apa artinya ini?

Sebagai ganti rugi buatnya.

Kenapa tak kirim sendiri?

Kaukira ini akan mengganti kerugian?

Jadi apa lagi yang kau mau?

Aku cuma sanggup segitu.

Ini masih kurang, tambah lagi.

Itu sudah semua. \ Kaukira bisa menindas kami? Masih mau memeras kami?

Jangan cerewet, berikan!

Kenapa tidak? \ Berisik.

Lagi pula, hanya ini, dan kau akan mendapatkannya lagi.

Tunggu... dasar...

Malah mau kabur.

Baik aku paham.

Lalu apa yang mau kau lakukan?

Berhubung ini yang sering kau lakukan, kau urus sendiri.

Urus sendiri lewat telepon.

Di sini, belok kanan.

Parkir di sana!

Berhenti, berhenti!

Hari ini aku mendengar hal yang sangat lucu.

Apa kabar? Lama tak jumpa.

Aku sangat baik. \ Kau masih keren seperti biasa.

Kau pandai berbicara.

Yong-Mi mana?

Senang bertemu denganmu.

Lebih baik jangan bergerak.

Lepaskan aku.

Jangan begitu.

Aku merindukanmu. \ Jangan lakukan ini.

Apa yang kalian lakukan di sini?

Ya, ada apa?

Berkelahi?

Tak ada masalah.

Siapa yang berani memukulmu?

Kalian berdua pergi dulu!

Ceritakan padaku.

Kau mau ke mana?

Jangan pergi.

Biar kulihat.

Mengalir banyak darah.

Siapa yang melakukannya?

Sulit dijelaskan.

Ada tokoh kuat, sedang di lantai atas.

Bisa saja mereka sedang turun.

Ayo, cepat.

Apa yang kau lihat?

Bagaimana? \ Tak ada orang.

Sekarang bagaimana? \ Kurasa untuk sementara, kita bersembunyi dulu.

Apa?

Pria itu sangat kuat. \ Kita disepelekan.

Ya, tapi kita sudah merusak mobilnya. \ Tapi aku yang dipukuli dulu.

Sungguh aku tak tahu harus apa.

Siapa itu?

Ya, ada apa?

Ya, itu perbuatanku. Sudah lihat karyaku, 'kan?

Ya, bagaimana perasaanmu?

Bukankah itu yang kau mau? \ Kau sungguh berani.

Aku cuma membalas perbuatanmu.

Tidak baik kalau suka memukul.

Apa yang kau inginkan?

Beraninya kau memukul orangku dengan kasar.

Jadi aku menggores mobilmu.

Ya, jadi begitu, maka kini kita impas.

Entahlah yang harus kulakukan denganmu. \ Lebih baik kau berhati-hati.

Apakah dengan aku membalasmu, kau lantas jadi marah?

Kukira kita masih bisa sedikit berbincang setelah kejadian ini.

Apa yang telah kau lakukan?

Aku tak berani berbuat apa-apa pada orang yang sok berkuasa.

Aku cuma mau kau tahu, agar tak menindas teman-temanku.

Halo... Halo...

Lihat siapa ini?

Maaf.

Hentikan dia.

Cepat, cepat.

Hei, di sini.

Ada yang ikut aku ke sini!

Keluarlah, cepat.

Jangan sembunyi.

Keluarlah.

Kau ketahuan.

Berhenti!

Turun, turun!

Kabur lagi.

Kenapa kau tak lari lagi?

Ayo, lari lagi.

Biar kuberi pelajaran.

Waduh.

Merasa nyaman?

Mau lari lagi?

Tidak.

Dasar kau bajingan. \ Jangan.

Berengsek, larimu cukup cepat juga.

Kenapa tak teruskan larimu, hah?

Aku salah.

Kau salah? \ Ya.

Kau salah? \ Ya.

Ingat aku, ya.

Jangan coba-coba lari lagi.

Jika tidak, akan kubuat kau jadi gepeng.

Kau jangan macam-macam lagi, ya!

Dasar pengecut.

Hari ini kau kulepas.

Berengsek.

Bagaimana kabar kalian?

Sedang apa kalian di sini?

Apa yang terjadi?

Aku sedang mencari kalian.

Apa yang terjadi?

Jaga nada bicaramu.

Tentu saja, sesuatu terjadi.

Dia mengada-ada.

Pasti.

Hei.

Harap semuanya jujur, ya.

Akhirnya kau muncul juga.

Ya.

Ini kehormatan bagiku.

Keluar dan ulangi lagi.

Apa maksudmu?

Jangan bercanda. \ Keluar dan ulangi lagi!

Masih kurang paham?

Aku minta maaf.

Ulangi lagi!

Kemari.

Berikan aku permintaan maaf.

Ingat.

Kau yang menyuruhku berhati-hati.

Dasar manusia rendah.

Minta maaf.

Minta maaf lagi.

Ulangi lagi!

Kurang serius.

Minta maaf!

Minta maaf!

Menolak untuk memohon?

Kau tampak sangat puas.

Tinggal diucapkan saja.

Sial.

Dasar manusia sampah.

Benar-benar sampah keparat.

Menangis, ya?

Bagaimana pun kurang serius.

Tolong jangan kesal lagi.

Ayo kita pergi.

Semua orang juga bisa kesal.

Keluarkan saja.

Ya, justru semakin tegar.

Aku harus berupaya membalasnya.

Dengarkan.

Aku akan membalas penghinaan ini.

Caranya?

Aku serius.

Tapi diriku harus berupaya tegar dulu.

Masa depan akan menjadi milikku.

Masalahnya aku seorang pimpinan di sini.

Kuharap kalian mau mendukungku.

Aku akan mendukungmu.

Aku takkan melupakan hal ini.

Hari ini selalu terpatri dalam hatiku.

Sebagai suatu titik-balik.

Berengsek.

Benar.

Aku akan berupaya sekuatnya.

Sudah jauh lebih baik?

Terima kasih atas dukunganmu.

Aku akan selalu menyertakanmu.

Ayo kita mengebut bersama lagi.

Dengan begini, kau akan kembali ceria lagi, oke?

Lupakan.

Kenapa?

Aku tak suka mengebut.

Bohong.

Ingat.

Aku harus membalas dendam.

Balas dendam.

Merasa gembira?

Tentu saja, kurasakan ini sebuah dorongan yang baik.

Aku menyukainya.

Bagus! Kau menyukainya.

Tak ada yang akan menyadari ini.

Dia menelepon?

Benar dia?

Kenapa tidak diangkat?

Ada yang mau kaukatakan?

Sialan, apa yang kau lakukan?

Air sudah mendidih!

Ayo mulai.

Oke, oke.

Ayo!

Cepat.

Minum anggur, agar berani.

Oke? \ Oke, oke.

Cepat dipukul saja.

Kenapa kau mendesakku?

Kenapa kau tak memukulnya?

Ini cuma seekor anjing.

Benar.

Majukan sedikit.

Kenapa kau tak memukul.

Cepat dipukul saja.

Satu, dua, tiga...

Satu, dua, tiga...

Tak bisa.

Sungguh aneh.

Satu, dua, tiga...

Baiklah.

Hei, lama tak bertemu.

Tidak mengenaliku?

Lihat caramu memandangku.

Hei.

Bertemu aku dan takut berbicara, ya?

Jangan genit, ya.

Hari yang sangat indah.

Jangan bercanda, ya.

Sudah, sudah.

Ini buat kalian, bagi rata.

Tak usah.

Cepat diambil, nanti dia marah.

Terima kasih.

Sama-sama.

Baik.

Ayo berfoto.

Jangan.

Jangan ganggu aku.

Ini baru sungguh wanita idaman.

Ke mana saja kalian?

Bagaimana kau bisa bersama mereka.

Mereka cuma kelompok ikan teri.

Oh, ya?

Dengarkan.

Aku menyukaimu.

Ikut aku.

Kenapa dia tak menyukaiku.

Pada akhirnya, kenapa?

Kau sedang mabuk.

Ya, apa yang terjadi?

Baik.

Tak ada masalah.

Tentu saja akan kulakukan.

Jangan cemas.

Siapa?

Jangan tanya.

Yong-Mi.

Dengar, kau sudah tahu.

Kenapa?

Apa kau tak bisa urus dirimu sendiri?

Kenapa dengan kalian?

Baiklah.

Ada apa denganmu.

Kakak. \ Apa yang terjadi?

Ada sesuatu dengan Yong-Mi.

Yong-Mi kenapa?

Tadi dia bertengkar.

Kenapa begitu?

Katanya rahasia.

Di mana dia?

Apa yang ingin kau lakukan?

Di mana dia?!

Kenapa marah?

Sial.

Dengarkan aku.

Jangan tinggalkan aku.

Aku tahu aku salah kali ini.

Beri aku kesempatan lagi.

Aku takkan mengulanginya.

Aku mencintaimu.

Kau jangan pergi.

Kumohon.

Ada apa?

Masuk sini cepat.

Kau ke mana saja?

Bukan urusanmu.

Beri tahu aku.

Apa yang mau kaulakukan sebenarnya?

Kau jangan memedulikanku.

Kenapa kau jadi begitu?

Kenapa tinggalkan aku.

Aku sudah muak.

Jangan menghentikanku.

Jangan pergi, jangan pergi.

Minggir dan biarkanku pergi.

Aku takkan membiarkanmu.

Kumohon.

Tolonglah, tolonglah.

Kenapa kau berlutut?

Aku selalu menyukaimu, kau tahu?

Ayo.

Lakukan.

Kenapa berhenti?

Ayo!

Baiklah.

Berengsek.

kita lihat, lihat saja.

Lepaskan aku, atau aku akan teriak minta tolong.

Tak ada orang di sini.

Aku sungguh akan berteriak.

Kau berteriaklah, aku tidak takut.

Ayo, ayo cepatlah.

Kau berani melakukannya?

Cepat pergi.

Persetan.

Ah, tolong aku!

Jangan berteriak, jangan teriak.

Apa yang kaulakukan, keparat?

Jangan memukul.

Dasar kau wanita jalang.

Aku akan membunuhmu.

Aku minta maaf.

Kau berani melawanku?

Ayo kita pergi.

Cepat jawab teleponnya.

Biarkan aku pergi.

Tak ada pilihan.

Apa yang harus kulakukan?

Kau pergi sana.

Pergilah!

Hei.

Bangun!

Bagaimana ini bisa terjadi?

Aku minta maaf.

Berlututlah.

Jelaskan padaku.

Aku tak tahu apa-apa.

Kenapa bisa begitu?

Sungguh.

Kau tak bisa berbohong padaku.

Kurang jelas?

Kau ditanya, kenapa tidak menjawab?

Cari mati, ya 'kan?

Akan kulihat seberapa kuat bokongmu.

Coba kita lihat.

Naikkan bokongmu!

Kau mau membodohiku?

Aku tahu seberapa kuat dirimu.

Aku bosan bercanda.

Teruskan.

Tidak takut mati, ya?

Teruskan.

Aku takkan mengaku kalah.

Teruskan permainanmu.

Dengarkan.

Ini belum selesai.

Dasar anak-anak tolol.

Jangan, pukul aku saja.

Cukup, pukul aku.

Aku bilang agar memukulku.

Kenapa kalian tak mati saja.

Kau mendengarku?

Aku bilang agar memukulku!

Kau bilang apa?

Hentikan.

Pukul aku saja.

Belum juga selesai?

Diam, jangan berbicara.

Sakit.

Sudah?

Sebentar lagi.

Satu, dua, tiga.

Hati-hati.

Aduh nyeri, nyeri sekali.

Sudah kubilang jangan bergerak.

Bagaimana keadaanmu?

Kukira kau harus menemuiku.

Aku ingin melanjutkan yang kemarin tertunda.

Ini masalah besar bagi kita.

Selama ini selalu begitu.

Jaga dirimu.

Jangan mengikutiku.

Kami takut terjadi sesuatu.

Takut apa?

Kami tak keberatan ikut.

Ya, kami akan bantu bicara baik- baik ke mereka.

Ke mana kau mau pergi?

Kupingmu tuli, ya? \ Pukul terus...

Reaksimu cepat juga.

Mari kita mulai.

Aku akan menemanimu.

Kenapa harus? \ Biar aku menemanimu.

Sudah kusuruh jangan ikut. \ Jangan bilang apa pun.

Kau sudah siap?

Pukul aku saja.

Ayo kita mulai.

Jangan ditunda.

Kenapa?

Kalian memiliki hubungan yang baik, ya.

Kenapa terus kau lakukan?

Sudah kubilang berapa kali.

Choong-Mo.

Choong-Mo.

Kau di dalam?

Selesai belum?

Mari kita mulai.

Aku bersedia dihukum.

Benarkah?

Seperti yang biasa?

Ya.

Kau tahu itu akan sakit? \ Kumohon, jangan.

Aku bukan akan membunuhmu.

Aku sangat takut kesakitan.

Kau bisa lihat tanganku sedang terluka.

Bagus. \ Aku sungguh putus asa.

Mari kita mulai. \ Harap pelan sedikit.

Ayo ambil posisi! \ Baik, baik.

Jaga posisimu seperti ini.

Aku akan berusaha untuk cepat.

Dengan korbankan hidupmu takkan menolong yang lain.

Kau tak apa?

Tak apa-apa.

Kau tidak pulang?

Tidak mau.

Aku lelah.

Hei.

Kenapa kau tak mati saja?

Mereka mencemaskanmu.

Mereka baik saja?

Aku mencarimu... \ Benarkah itu?

Kau sadar teman-temanmu semuanya menderita?

Aku selalu memikirkan mereka.

Benarkah?

Beri aku sedikit waktu lagi. Aku akan memikirkannya dengan serius.

Kau banyak berubah.

Kenapa kau seperti anak kecil?

Kenapa tidak?

Kau tak bisa sedikit lebih dewasa?

Kau tak bisa menganggapku seperti makanan penutup.

Kau mau aku bagaimana?

Mereka sungguh mencemaskanmu.

Aku tak perlu dicemaskan mereka.

Kau sudah gila?

Teganya kau bilang begitu?

Aku juga merasa terbebani.

Sudahlah, jika itu maumu, aku akan pergi.

Kau segera cari jalan keluarnya.

Terserah mereka.

Inikah hasil yang kaumau, benarkah?

Pernahkah dia mencariku?

Lalu kenapa kau menyuruhku?

Jawabannya adalah tidak.

Jangan coba-coba mengejarku.

Pergi sana dan beri tahu dia.

Benarkah itu yang ada di pikiranmu?

Padahal aku sudah beli ini buatmu.

Jangan muncul lagi di hadapanku.

Hubungan tak berjalan baik?

Hal sepele begini, buat apa depresi.

Tak usah dipikirkan.

Hidup manusia tidak lama.

Kau mengerti?

Bukankah begitu?

Jangan dibutakan oleh hal-hal kecil.

Aku juga mau makan.

Kau cari mati, ya?

Kenapa kau tidak beli sendiri?

Kami juga hampir mati beberapa kali, kau mana boleh membaginya saja.

Yang dia bilang benar.

Apa maksudmu? \ Aku cuma bilang padamu.

Kurasa kau harus berlaku adil.

Benarkah begitu?

Untuk bersikap adil?

Aku akan membuat kalian melihat apa itu keadilan.

Semuanya jangan ada yang bicara.

Kau mau kami seperti itu?

Apa kalian tak bisa kurangi bicara?

Jawab pertanyaanku, kalian masih ada yang tidak puas?

Ada lagi yang mau kalian katakan?

Kenapa kalian diam saja?

Kalian sulit berbicara?

Dasar berengsek.

Seharusnya beri aku semangat, kalian paham?

Sudahlah, aku tak peduli lagi.

Kalian juga tak peduli, 'kan?

Katakan sesuatu. Ada yang masih belum puas?

Aku mau keluar. Pergi.

Semestinya kita tak boleh hancur dengan cara ini.

Jika uang itu mudah untuk didapatkan.

Bagaimana denganmu?

Kau tak mau uang?

Aku mengatakan yang sejujurnya.

Menurut pendapatku...

Kau juga sangat kekurangan uang, 'kan?

Kenapa tak mencarinya bersama-sama?

Menghasilkan uang untuk kelompok ini.

Jika tak begitu, aku takkan tinggal di sini.

Terlalu buruk tanpa berbuat apa-apa.

Kurasa kita harus berbuat sesuatu. Agar kita tahu apa kemampuan kita.

Tolong ucapkan sesuatu.

Bilang, kita sanggup melakukannya.

Kami semua meyakini hal itu.

Maksudku, kau sungguh ingin kita terus begini?

Bujuk dia.

Jangan ucapkan kata-kata kasar.

Kau bisa jangan asal bicara sembarangan?

Maksudku, kita sungguh bisa membuat keuntungan.

Kini kondisi kita sedang terpuruk.

Sejujurnya, masalah yang harus ditangani adalah membuat lawan kita tahu dulu.

Kita buat mereka tahu bahwa kita bosnya, ini keinginan kalian juga, 'kan?

Lanjutkan.

Kita harus hadapi masalah dari mereka, biar mereka tahu siapa yang terhebat.

Kita ada begitu banyak orang, tak perlu takut sama mereka.

Betul?

Menurutmu bagaimana?

Sudah selesai? \ Ya.

Kau yakin mampu? \ Ya.

Kenapa bengong?

Hei, Yong Mi?

Ini dia orangnya.

Dia sudah janji takkan menghajarmu.

Jangan kembali lagi.

Sedang apa kau di sini?

Aku tak membencimu.

Aku selalu memercayaimu.

Kau bersedia membantuku?

Kenapa kau kasar begitu?

Ikut denganku.

Jadi kau ingin berkelahi?

Hari ini akan kupastikan kau hancur.

Mungkin aku salah menilai dia. Dia bukan tipe pria seperti itu.

Lantas dia pria macam apa?

Aku juga tak yakin.

Mustahil dia takut.

Tak peduli seberapa kuat lawan yang dihadapi.

Dia tak pernah takut.

Itu adalah prinsipnya.

Apa ini bukan aksi bodoh? \ Ini adalah aksi nyata.

Apa gunanya?

Jangan meragukan konsekuensi jika melakukan sesuatu.

Kuyakin pasti dia dalam kesulitan.

Bagaimana kau bisa tahu?

Dia pernah dalam kesulitan sebelumnya.

Kau tak pernah mendapat kesulitan?

Jangan suka berkelahi.

Apa ini ada maknanya?

Kita harus berpikir serius tentang diri kita sendiri.

Kau katakan.

Ini benar-benar tak ada masalah.

Kalian semua ingin ikut bersama?

Tak apa.

Teruskan.

Bagaimana menurutmu? \ Dia pasti dalam kesulitan.

Bagaimana menurutmu?

Aku cemas.

Cemas apanya?

Ayo, cepat.

Tahan kesabaran kalian.

Keluarkan tanganmu.

Ayo mulai.

Cukup!

Berhenti bicara!

Begitu banyak orang?

Kalian memang layak diandalkan.

Apa yang terjadi?

Jadi ini pengawalnya, ya?

Apa ada masalah?

Kalian tak ingin mengejarnya?

Apa yang terjadi?

Dia menantang kita.

Kalian ingin maju berapa orang?

Maaf, kami tidak main keroyokan.

Kau bisa menghadapi satu orang?

Bilang saja kalau takut.

Seberapa banyak pun sama saja.

Jangan memandang rendah orang.

Kau akan menyesalinya.

Aku takut apa?

Benar kau tidak takut?

Apa aku tampak ketakutan? \ Harus dicoba baru bisa tahu.

Ayo.

Mari mulai.

Bajingan.

Kalian tidak ikut bermain denganku?

Lepaskan aku. \ Sudah, cukup.

Tenang.

Jangan menghalangi...

Tenang dulu!

Lepaskan aku.

Bajingan itu...

Aku sangat kesal.

Jangan biarkan dia kabur.

Apa kau belum kenal baik dirinya?

Kau sangat pintar bercanda.

Kau tidak takut mereka mencari masalah denganmu?

Jangan lari!

Singkirkan pengawalnya.

Kita harus lari!

Ingat aku.

Dengar dulu apa yang dia mau bilang.

Maksudku kau memulainya dengan terlalu serius.

Lihat...

Dia masih belum mati.

Jika hidup pasti akan menyulitkan.

Tolong jangan membunuhku.

Aku tak mau hidupku susah.

Kalian takkan kulepaskan.

Kalian, bantu aku memegangnya.

Pegang yang benar.

Bunuh saja aku.

Kapan aku bilang mau membunuhmu?

Kau tidak mengerti?

Singkirkan dia.

Tak mendengar apa yang kubilang? Singkirkan dia!

Kami benar-benar tak ingin membunuhmu.

Kau ucapkan sedikit kata-kata baik, ya.

Mengalahlah.

Buka ikatannya.

Lihat, kau seperti seekor anjing.

Kau tidak suka panas?

Kau terlihat seperti anjing.

Kau terus menyalak, ya?

Ini memang tidak masuk akal.

Apa yang harus kulakukan supaya kau mengerti?

Kau tak merasa kau sangat tak tahu malu?

Seperti anjing yang memohon ampun, ya 'kan?

Jangan membodohiku.

Kami takkan membuatmu menderita.

Kenapa kau tak mau mengerti?

Dengar semuanya, bantu aku untuk mendidik dia.

Lihat...

Aku sudah memberinya kesempatan.

Makan ini.

Sepertinya kau belum mengerti, ya.

Pasti belum.

Aku benar-benar ingin membunuhmu di sini.

Katakan apa yang kau inginkan.

Kenapa tidak minta mati saja?

Tatap mataku dan katakan itu.

Bukankah sebelumnya kau sangat hebat dalam bicara?

Aku ingin mendengar apa yang mau kaukatakan.

Berikan kata-kata yang akan kuingat.

Jangan mencari masalah. \ Tolong sudahi ini, berengsek.

Dia sudah tak bergerak.

Apa kalian punya saran lain buatku?

Tak perlu diundi.

Yang setuju denganku bisa angkat tangannya.

Tidak ada?

Bagaimana dengan yang lainnya?

Dasar kalian pengkhianat.

Kalian harus mendukungku.

Cukup, kau sudah kelewatan.

Kau diamlah.

Aku juga merasakan itu.

Seharusnya... Kita bisa bicarakan dengan mereka.

Kau harus ajak berdiskusi.

Kau bisa mencobanya.

Dengarkan aku dulu.

Nah, kalian pernah punya pendapat buruk terhadapku, 'kan?

Tapi kali ini harus kita sudahi hal ini.

Jangan berlebihan, betul?

Siapa yang setuju denganku?

Kalian berdua bagaimana?

Kenapa aku harus mendengarkanmu?

Aku tak mau masuk penjara. \ Tapi seluruh kejadian ini bahkan bukan idemu.

Siapa yang setuju?

Angkat tangannya.

Bagaimana?

Mereka semua setuju denganku.

Kau tahu kau salah?

Jawab aku.

Jangan.

Aku benar-benar ingin membunuhmu.

Aku serius.

Baiklah, pegangi dia.

Tepat di sini.

Aku tak mau pukulanku meleset.

Dasar bajingan.

Kau masih tak terima, hah?

Pegang yang kuat, aku akan membunuhnya sekarang.

Jangan dibunuh!

Dia memaksaku.\ Jangan lakukan itu.

Bantu aku menghentikan dia.

Minggirlah...

Aku akan membebaskannya sekarang.

Ini akibat kau memaksaku.

Kenapa kau mau berbuat ini?

Menurutmu mereka akan membiarkanmu?

Memangnya aku takut apa?

Kau membunuhku, kau takkan bisa hidup.

Aku hanya perlu satu jarimu.

Kau berani berbuat ini?

Kaukira aku tak berani?

Jangan memaksaku.

Hentikan, hentikan...

Apa kau sadari akibat perbuatanmu?

Aku tak peduli.

Ke mana perginya nyali lelakimu?

Aku ingin membuatmu menyesal.

Dasar bajingan.

Keluarkan jarinya.

Jangan biarkan dia menahannya.

Tutup mulutnya.

Berani bicara lagi, aku akan membunuhmu.

Kalian akan menyesal nanti!

Apa yang harus dilakukan? Hanya diam saja?

Yong Mi?

Yong Mi?

Cepat buka pintunya.

Aku tak bisa.

Cepat masuk mobil.

Aku akan menghubungimu.

Cepat, hei, cepat masuk!

Sudah, sudah.

Apa mereka mengejar kita? \ Aku juga tidak tahu.

Jangan menghimpitku, jangan menghimpitku...

Sudah kubilang jangan menghimpitku.

Kau yang mau menyetir? \ Atau kau minggir sedikit?

Aku cuma bilang agar...

Apa yang terjadi?

Bensinnya habis?

Cepat turun.

Periksa, periksa.

Itu mereka.

Mereka cepat sekali.

Lari!

Sepatuku!

Bukan mereka.

Sudah tak masalah!

Membuatku takut.

Dia berani, benar-benar tak takut mati.

Aku tidak salah tentang dia.

Ayo, ayo, ayo... Siapa yang bisa tahan lebih lama.

Apa yang kau lihat.

Punyamu lebih kecil dari bola mata.

Aku hampir tak bisa melihatnya.

Kalian mau memainkan game ini?

Tentu saja, aku sangat kuat.

Bidik dengan baik.

Pegang yang benar.

Semuanya minggir.

Mari kita tendang si berengsek itu!

Semuanya. \ Ya.

Bagaimana, cara mengucapkan kalimatnya?

Chong ah!

- Alih Bahasa oleh - * H@w-to-kiLL *

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.