Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Aku Do Hana, usiaku 18 tahun, sekolah di SMA Seoyeon.
[Bulletin Board SMA Seoyeon]
[A-TEEN hampir berakhir. Sedih. Apa benar akan ada episode tambahan?]
[EP 24. Hana]
Hana.
Doha.
- Dimana Kimha? - Kimha?
- Dia dikelas. - Oh.
Oh? Yeo Boram?
Um~
Ah.
Kenapa kau memukulnya?
- Dia memukulku. - Enyahlah.
- Aku rasa dia malu. - Benar.
Hum!
Bagaimana kelasmu?
Yah, begitulah.
Kenapa kau tidak menatapku?
Aku menatapmu.
Kau tidak menatapnya. Ayo.
Sampai jumpa, Hana.
Ya.
Sampai jumpa.
Doha.
Boram kenapa?
- Hey! - Ha-ha!
- Ayo cepat, kita terlambat. - Chaki, kemarilah.
- Sampai jumpa, Boram. - Sampai jumpa, Kihyun.
Tee-hee.
- Ayo pergi bersama, kawan. - Kau bahagia?
Apa itu cukup?
Nenekku selalu memberi buah-buahan saat dirumah.
Aku harus memakannya. Jadi...
Buah itu dessert.
Tetap saja, mengenyangkan.
Lalu, kamu...
kamu selalu minum susu. Perutmu tidak sakit?
Aku baik-baik saja.
Hmm...
- Oh? - Min. - Oh?
- Halo, calon mahasiswa seni! - Hai.
Kenapa kau disini?
Aku hanya mampir disini.
Sama.
Oh, iya. Aku dengar
kau pengelola bulletin board di sekolah kami.
- Benarkah? - Ya, dia pengelolanya.
Oh...
Jadi karena itu kau tahu nama-nama siswa.
Kalau begitu, siapa itu?
Pesan itu, "Aku menyukaimu, Hana kelas 11-3".
Itu?
Aku.
Aku menyukainya.
Berhenti menggodaku.
- Berhentilah. - Benar.
Aku sudah mengatakan itu berkali-kali. Tapi dia tidak goyah.
Benarkah?
Apa yang harus kulakukan agar dia menyukaiku?
Entahlah.
Itu..
Aku sebenarnya menyukai seseorang.
- Benarkah? - Kamu?
Kenapa kau sangat terkejut?
Apa aku tidak boleh menyukai seseorang?
Siapa?
Kau tidak perlu tahu.
Aku baru saja menyadarinya.
Baiklah, aku tidak tertarik.
Hei, siapa itu?
Yang menulis pesan itu.
Itu?
Itu sebenarnya "Aku menyukai Hanna" tapi aku salah ketik.
Apa?
Kau tidak memenuhi syarat sebagai seorang administrator.
Calon mahasiswa seni, kau tidak ke tempat les?
Oh...
Aku tidak ikut les.
Itu bukan sesuatu yang ku inginkan.
Oh, kau sangat jujur.
Namaku Kim Hana.
Panggil saja Hana.
Hana. Apa yang ingin kamu lakukan?
Kau sudah kelas 11.
Hmm...
Dia pintar. Jangan khawatir.
Aku akan memikirkannya mulai sekarang.
Apa itu sungguh salah ketik?
Aku rasa dia bohong.
Hei.
Pemain game profesional masa depan. Ambillah.
Apa ini?
Wow!
Aku menginvestasikan kepada pemain game profesional legenda yang akan menjadi seperti Lim Yohan.
Oh!
Kau meu kesana denganku?
Aku menyukainya!!!
Lihat ini.
- Apa itu? - Dia selalu saja memukulku.
Wow, kau menghabiskan banyak uang.
Wow, bikin sesak.
- Kau tidak menyukainya. - Tidak.
Kurasa kau juga.
Tidak ada yang suka berdesak-desakan.
Ada.
Mereka.
Mereka itu aneh.
Maksudnya?
Tidak apa-apa.
Apa?
Tidak apa-apa.
Kau cemburu?
Oh?
Sedikit?
Kau mau aku tersenyum padamu?
Kau selalu tersenyum pada semua orang.
Aku tidak melakukannya pada sembarang orang.
Aku hanya akan melakukannya untukmu.
Hei.
Berhenti menggodaku.
Kau bilang kau menyukai seseorang.
Siapa?
Seseorang.
Yang sangat baik.
Seseorang yang sangat baik?
Kalian tau bagian ini? Ayo menyanyi bersama.
Sekali lagi, bernyanyilah.
Terima kasih.
Apa kalian terhibur?
Kami menyiapkan sesuatu.
Apa ada
- yang ingin bernyanyi? - Hei, dia ingin ada yang menyanyi.
Ada yang mau?
Kalau kalian kesini dan bernyanyi
- kami akan memberi tiket konser sebagai hadiah. - Pergilah. - Aku?
- Tidak mau. - Lakukan saja.
Aku tidak bisa bernyanyi di hadapan orang-orang.
Ada apa? Kau bilang ingin jadi penyanyi!
Diamlah! Hanya kau yang ku beri tahu.
- Argh! - Hei!
- Argh! - Phe....
Astaga.
- Kau terlihat sexy. - Tidak ada? Hanya satu lagu.
Kalau tidak ada yang bersedia, aku akan memilih.
Gadis berambut hitam sebahu di baris pertama. Kemarilah!
Aku?
- Oh, dia salah pilih orang. - Apa?
Dia tidak akan melakukannya.
Tolong beri tepuk tangan.
Kau sangat cantik.
Tolong perkenalkan dirimu.
Halo, semuanya. Aku Do Hana, usiaku 18 tahun. Aku dari SMA Seoyeon.
Beri tepuk tangan.
Dia temanku. Temanku.
- Doha kedepan. - Benar.
Kau seorang anak SMA, kau pendai bernyanyi?
Tidak.
Tidak pandai juga tidak apa-apa. Kau mau menyanyikan lagu apa?
Um...
Lagunya Motte, "Don't Run Away"
Terima kasih memilih lagu kami.
Semuanya, beri tepuk tangan.
Kau bisa kesini dan mulai bernyanyi.
- Disini? - Ya.
Beri tepuk tangan yang meriah.
Sekali lagi.
Doha akan melakukannya dengan baik, kan?
Aku tidak pernah mendengarnya bernyanyi.
Diusia 18, aku bertemu orang-orang yang berarti.
Mereka bilang usia 18 adalah masa menyenangkan.
Mereka bilang kami bebas.
Sulit untuk mengatakan begitu.
Karena kami punya kekhawatiran berbeda.
Usia 17, rasanya bersemangat masuk SMA.
Usia 19, merasa tertekan karena ujian untuk masa depan.
Usia 18 diantaranya. Seperti itulah rasanya.
Mudah untuk menceritakan masa remaja.
Tapi tetap, kita hidup sebagai remaja untuk pertama kalinya.
Diantara hari-hari biasa,
tidak ada yang biasa.
usia 18 bukanlah usia yang bebas.
Karena kami akan merasa serius untuk setiap momen.
Setiap orang hanya akan merasakan masa remajanya sekali.
Kita akan segera melalui kehidupan masa remaja kita.
TT Rasanya pengen remaja lagi (hikss, baperrr) TT >_
[Terima kasih telah menyaksikan A-TEEN]
Terima kasih sudah menggunakan sub dari saya :) :) Sampai ketemu di drama selanjutnya, anynyeong!! :D
Alih Bahasa oleh Little_ Pie Find me on instagram : sarii_sarr Makassar, 16 September 2018
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.