Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Hei.
Kita tidak pernah berteman?
[Bulettin Board SMA Seoyeon] [Kim Hana dan Do Hana bertengkar di tangga]
[EP.21 Teman]
Hei, kembalikan buku Kim Hana secepatnya saat kau tiba disekolah.
Mereka bertengkar karenanya.
Gadis-gadis itu memanasi kalau Do Hana yang mencurinya.
Doha pasti sedih.
Kim Hana.
Apa ini punyamu?
Benar. Dimana kau mendapatkannya?
- Anak-anak menemukannya dan memberikan padaku. - Oh.
Aku tidak membutuhkannya lagi.
- Kenapa? - Ujian sudah selesai.
Ujianku sudah hancur.
Kau tidak ingin minta maaf?
- Untuk apa? - Do Hana dituduh mencurinya.
- Terus? - Minta maaflah.
Kenapa harus aku?
- Kau yang mengamati. - Bukan.
Aku korbannya.
Kau bilang kalian berteman.
Bukan kah kau dan Do Hana berteman?
Aku tidak pernah berteman dengannya.
Hei.
Kita tidak pernah berteman?
- Ada apa? - Jawab aku.
Luar biasa.
Mereka sedang apa? Apa mereka bertengkar?
Kenapa?
Kau ingin aku mengatakannya lagi?
- Kau ingin memperlihatkan kepada semuanya? - Ya.
Jujurlah.
Kita tidak pernah berteman?
Luar biasa.
Kau sangat menyedihkan.
Apa?
Kau menggunakan kosmetik yang sama denganku.
Juga dompet yang sama denganku.
- Kau menyukai orang yang aku suka. - Hei, Kim Hana!
Kau ingin ke sekolah seni sepertiku.
Apa kau juga ingin mendapat nilai bagus sepertiku?
Aku belum pernah melihat Kim Hana begitu.
Do Hana mengerikan. Luar biasa.
Hei.
Kim Joyeon.
- Kim Joyeon? - Siapa itu Kim Joyeon?
Apa dia mengganti namanya?
Hei, berhenti.
Lepaskan aku.
Oh.
Jangan panggil aku Joyeon.
Aku Kim Hana.
Baiklah.
Kim Hana.
Apa menyenangkan?
- Apa kau mengasihaniku? - Tidak.
- Kau kira aku mengasihanimu? - Ya.
Kau ingin aku mengatakan yang sebenarnya?
Kau sangat sok tahu.
- Berpura-pura ramah, baik, dan keren. - Aku tidak ramah.
Kau begitu!
Kau berpura-pura walau kau bilang tidak.
Kau seorang penipu.
Itu kamu.
Oh, ya ampun...
Ayo hentikan.
- Kita bicarakan nanti. - Kenapa?
Apa kau takut yang lain tahu betapa mengerikannya dirimu?
Lihat. Kau sangat penipu.
- Kau berpura-pura baik dan bersikap keren. - Hentikan.
Kaulah yang meniruku.
Kau merasa begitu?
Nilaimu, satu-satunya yang ku sukai.
Kau senang berpikir aku menirumu?
Baiklah, anggap saja begitu. Tapi
meniru tidak akan membuat kita sama.
Entah aku yang menirumu,
Atau justru kamu yang meniruku.
Bukan aku.
Apa tontonannya menyenangkan?
Berhenti menonton mereka.
Harusnya aku tidak kembali ke kelas mengambil tas...
Hana.
Kita ini teman.
Mengapa kita harus seperti ini?
Aku suka...
kalau kamu dan aku itu Hana.
Kau senang aku punya nama yang sama denganmu?
Berhenti berbohong.
Kau tidak suka saat yang lain membandingkan karena nama kita sama.
Aku kira
kita bisa berteman dekat karena nama itu.
Jangan berpura-pura baik.
Kau sungguh...
ingin terlihat seperti korban
Kata-kata yang tajam
- menyakiti hatiku. - Apa?
Kepadaku, juga kepadamu.
Aku suka kita berteman.
Teman, kata biasa,
memberikan luka.
Aku tidak menyangka kau berpikir
kalau kita tidak pernah berteman.
Kepadaku.
Juga padamu.
Aku membencimu.
Aku juga membencimu.
Ini kekanak-kanakan.
Kenapa kita tidak bisa memiliki hari
saat kita mengatakan kata-kata biasa?
[A-TEEN]
"Kim Hana dan Do Hana bertengkar di tangga".
Aku salah satu yang terlibat. Jadi tolong hapus.
Aku belum menyelesaikannya.
Batu, gunting, kertas.
Kau melihat pertengkaran mereka?
Setelah pertengkaran itu, Kim Hana tidak datang ke sekolah.
- Benarkah? - Sangat kejam. - Doha.
Kimha tidak datang ke sekolah. Dia juga tidak menjawab telponku.
Kimha baik-baik saja, kan?
Perhatian. Kalian hanya bisa menggunakan seragam musim panas sampai hari ini.
- Mulai besok, kalian harus pakai seragam musim gugur. Mengerti? - Ya.
Kim Hana sedang sakit. Dia tidak bisa hadir untuk beberapa waktu.
Ketua kelas, tolong bekerja dengan yang bertugas mingguan.
Sampai jumpa. Kalian boleh pulang.
Sampai jumpa, Bu Guru.
Haruskah kita kerumahnya?
Oh? Doha, oh.
Aku tidak tahu.
Ayo jenguk Kimha. Bagaimana kalau sakitnya parah?
Kau tahu alamatnya?
- Tidak. - Aku juga tidak.
Kau tahu nomor orang tuanya?
Tidak.
Aku juga membencimu.
Aku lapar.
- Apa? - Oh?
- Kau menggambar apa? - Bukan apa-apa... - Apa itu?
Nanti akan kutunjukkan kalau selesai.
- Oh, dia disini. - Pengantar makanan.
Biar aku saja. Berapa semuanya?
- Doha, kartu kredit! - Ya.
Tunggu sebentar, yah.
Apa dia membawa beberapa makanan gratis?
Belum selesai.
Aku sudah menyelesaikannya.
Kau belum menyelesaikannya...
Alih Bahasa oleh Little_ Pie Find me on instagram : sarii_sarr Makassar, 5 September 2018
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.