Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Malam Abadi S2]
[Episode 34]
Kakek Chao.
Aku tak bisa tunggu.
Aku ingin bantu tuan ke-13.
Pergi berarti mati.
Kakek Chao.
Kapan aku takut mati?
Baik.
Kakak chao ke-2mu
saat masih pakai celana selangkahan,
aku bilang padanya,
mati demi orang tua berbakti.
Mati demi saudara adalah kebenaran.
Mati demi raja adalah kesetiaan.
Mati demi negara
adalah jalan utama.
Sekarang,
negara Tang kesulitan,
kami para master negara Tang
sudah sampai pada jalan utama.
Pergi bersama tuan.
Sekarang masih belum sampai giliran kalian.
Karena sudah jalan utama,
biarkan kami orang tua pergi dulu.
Aku sudah hidup 80-an tahun.
Sudah cukup.
Pergi.
Panggil para tetangga
pergi bersamaku.
Melawan iblis.
Iya.
Pergi.
Aku akan melawanmu.
Hari ini ada kakek kamu disini,
akan melawanmu sampai menjadi asap.
Mati seperti semut.
Kalian bersedia?
我是春风亭老朝
Ayahnya Chao Xiao Shu.
Orang memanggil
kakek Chao.
Atas pertanyaanmu,
aku bisa memberitahumu,
bersedia adalah rasa nyaman.
Bagi kami para orang tua di negara Tang,
saat sekarat
tidak akan malu.
Itu bukankah rasa nyaman saat bersedia.
Jadi,
baru ada begitu banyak orang
yang kemari untuk mati?
Benar.
Kami orang Tang punya tradisi kematian.
Bertarung dengan negara lain,
orang Tang tidak menyerah.
Bertarung dengan orang barbar,
orang Tang juga tidak akan menyerah.
Untuk sungai Si Shui,
aku dari Tang
yang sudah berdiri sejak ribuan tahun,
yang ada banyak orang yang murah hati untuk mati.
Tang kuat karena
berani mati.
Shu Yuan
demi seorang wanita
malah berani melawan langit.
Tuan ke-2 menghabisi sampah,
baru bisa keluarkan amarah.
Tang kuat karena
berani membenci.
Tang kuat karena
Karena orang negara Tang,
negara yang sudah ada ribuan tahun,
selalu ada sesuatu untuk diperjuangkan.
Selalu ada orang yang bekerja keras.
Melawan penindasan dan ketidakadilan.
Ada yang berani angkat kepala dan tersenyum.
Menghadapi invasi musuh kuat.
Ada yang berani mati dengan murah hati.
Ada satu perkataan di negara Tang kami,
kamu bisa mempercayai anak yatim
untuk mengirim nyawanya,
untuk kemakmuran yang tidak terkalahkan.
Para tuan.
Da Tang.
Teriakan negara bangsawan.
Negara bangsawan!
Negara bangsawan!
Negara bangsawan!
Negara bangsawan!
Tapi negara indah ini,
ingin dicuri kalian para Taoisme.
Hancurlah dari bumi!
Kamu masih tanya aku bersedia?
Aku sangat bersedia.
Jangan.
Aku lihat jimat yang belum pernah terjadi
muncul dari utara gurun.
Satu serangan dari barat.
Satu serangan dari timur.
Guru.
Guru.
Aku bisa tulis kata itu sekarang.
Pengecut!
Kamu tunggu apa lagi?
♪ Aku tidak takut ♪
♪ Kamu bilang cahaya ♪
♪ akan selalu menatapku ♪
♪ Hei, awan telah menghilang ♪
♪ Memetik rasa cinta ♪
♪ dan berkeliaran di dunia ♪
Pendosa.
♪ Tetapi manusia bukanlah benda dan bayangan hancur ♪
♪ Tiba-tiba berbalik melihat kebelakang ♪
♪ Menghilangkan rasa pedas dan asam ♪
♪ Aku tidak tahu ♪
Satu serangan dari barat.
♪ Dalam jarak yang dekat ♪
♪ Kenapa tidak bertemu?
♪ Mendesah ♪
Satu serangan dari timur.
♪ Menghancurkan dunia para semut ♪
♪ Melihat perubahan seperti panah es ♪
Tulisan bagus.
♪ Memotong cahaya yang redup ♪
♪ Berlari kegurun ♪
♪ Lepaskan ikatanmu ♪
♪ Berlama-lama ♪
♪ Keluarkan kelopak bunga teratai ♪
♪ Aku bermimpi, kesakitan, kedinginan ♪
♪ Menghilangkan rasa pedas dan asam ♪
♪ Aku tidak tahu ♪
♪ Dalam jarak yang dekat ♪
♪ Kenapa tidak bertemu? ♪
♪ Mendesah ♪
♪ Menghangatkan ♪
♪ Tidak peduli apa yang terjadi, sumpah kesetiaan tidak akan berubah ♪
♪ Semoga hal yang biasa bisa bangkit ♪
♪ Mencairkan pandangan mata yang dingin ♪
♪ Mengubah perasaan seseorang ♪
♪ Bermekaran disisi lain ♪
♪ Langit yang biru ♪
♪ Makan dari alam manusia ♪
♪ Aku serakah, marah dan gila ♪
Ren? (Orang)
Ren yang sangat besar.
Jimat yang sangat besar.
Adik.
Kamu akhirnya bisa menulis kata itu.
Ternyata jimat itu
adalah kata "ren" (orang).
Ning Que.
Kamu akhirnya bisa gambar jimat itu.
Ayah.
Ayah.
Tidak ada lagi.
Tidak ada lagi.
Sudah dikalahkan.
Ibu kota.
Bertahan!
Ke-13.
Kamu sangat hebat.
Kakak.
Sudah bekerja keras.
Kakak ke-3.
Juga sudah bekerja keras.
Kita menang.
Kita menang.
Kita menang.
Kita menang.
Menang.
Kita menang.
Ayah.
Ayah.
Ayah.
Kemenangan.
Guru.
Apakah sudah lihat?
Guru.
Qing Xia bertahan.
Guru.
Qing Xia bertahan.
Bertahan.
Guru.
Ibukota bertahan.
Guru.
Semua gagal.
Mereka gagal.
Tapi kamu tidak tampak marah.
Kenapa harus marah?
Karena negara Tang
tidak akan mati.
Ini bukan akhirnya.
Ini baru awal.
Laporan Tuan Zhang Jiao.
Pemimpin kalah.
Ye Hong Yu
telah memimpin
pasukan koalisi
mundur dari Qing Xia.
Takutnya akan kalah.
Cheng Li Xue.
Kuil Xi Ling
mewarisi kehendak surga.
Langit,
tidak akan kalah.
Jangan
mengedarkan laporan salah dan mengganggu.
Kalau tidak
akan ditangani sesuai hukum Xi Ling.
Pergilah.
Jika...
Setiap prajurit ekspedisi
bisa kembali dengan selamat,
adalah berkah bagi negara Tang.
Harap tuan-tuan Shu Yuan
juga bisa kembali dengan selamat.
Terima kasih Mo Shan Zhu.
Membantu menyelamatkan
orang dinasti Tang di saat krisis.
Aku datang membantu Ning Que.
Orang yang luar biasa.
Luar biasa?
Luar biasa dari mana?
Menyegarkan.
Aku suka.
Tapi kamu bukan dia.
Sejujurnya,
aku mengagumimu.
Kenapa permaisuri bicara seperti itu?
Setiap wanita didunia,
sebagian besar bergantung pada orang lain.
Jika ingin hidup dalam kehidupan sendiri,
perlu keberanian besar.
Ibu.
Pelan-pelan.
Yang Mulia.
Ibu.
Laporan dari perbatasan timur laut.
Pemberontak menang lagi?
Chao Xiao Shu gunakan kontradiksi
memimpin pasukan pemberontak
menyerang kamp musuh
dan menang kemenangan besar.
Negara Yan dan pasukan pengadilan
benar-benar hancur.
Masing-masing menarik diri.
Krisis perbatasan sementara terangkat.
Sangat baik.
Orang yang dihargai raja sebelumnya
tidak mengecewakan.
Yang Mulia.
Mo Shan Zhu.
Bagaimana keadaan di Qing Xia?
Moral kuil Xi Ling rendah.
Ye Hong Yu telah perintahkan untuk kembali ke Xi Ling.
Kapan tuan-tuan Shu Yuan
bisa kembali?
Setelah pasukan Zhen Nan tiba di Qing Xia,
tuan ke-2 sudah mundur.
Akan kembali dalam beberapa hari.
Hei Huo.
Tuan ke-13.
Kenapa datang lagi?
Tuan besar suruh kembali memulihkan luka.
[Shu Tong, Tuan Shu Yuan ke-2]
Jangan terpapar cuaca.
Aku sudah katakan berkali-kali.
Aku harus disini.
Tunggu kakak ke-2 kembali.
Jika kamu tidak kembali juga,
beberapa tuan akan memarahiku.
Kamu cerewet lagi,
aku yang akan memarahimu.
Kembalilah.
Tak perlu bantuanmu.
Kembalilah.
Kakak ke-2.
Tuan ke-2.
Kakak ke-2.
Kakak ke-2.
Tuan ke-2.
Dimana lenganmu?
Adik.
Apa yang harus diributkan?
Kita menang.
Guru pernah bilang,
ada beberapa hal
tidak bisa diubah,
hanya bisa belajar menerima.
Bukan mempedulikan,
hanya menyesal.
Aku selalu ingin seperti guru dan paman.
Mengambil pedang
berperang melawan langit.
Tapi sekarang kelihatannya,
tak ada kesempatan lagi.
Jika tidak bisa melawan langit,
melawan orang juga menarik.
Pi Pi dimana?
Ada yang melihatnya
membawa pemimpin keluar dari Tang.
Seharusnya
kembali ke Zhi Shou Guan.
Apakah pemimpin bisa pulih?
Tidak bisa.
Pemimpin kalah,
ini titik balik dunia terhadap negara Tang.
Belum ada tanggapan dari kuil Xi Ling.
Bagaimana
hasil perang ini,
kita harus tunggu dan lihat.
Tapi kita tidak boleh rileks.
Xi Ling,
hanya gencatan sementara.
Belum kalah total,
tidak akan menyerah.
Guru tidak ada didunia lagi.
Mereka pasti akan kembali lagi.
Perang ke-2 kali atas Tang,
tak terhindarkan.
Jika tak bisa melawan langit,
lawanlah orang.
Sebenarnya,
juga cukup menarik.
Paman ke-2.
Lenganmu...
Tak perlu khawatir.
Tidak bisa tidak khawatir.
Tidak ingin ada
beberapa penyesalan.
Aku hanya merasa
sedikit tidak cocok.
Ketika kalah,
tangan kiri
tidak bisa menahan tangan kanan lagi.
Dan juga,
tidak bisa memberi hormat lagi.
Maaf.
Tapi yang paling ku pedulikan
adalah sikap
yang tidak buruk.
Yang lainnya sama.
Kenapa masih berdiri?
快去看看我们的料理屋
Pergi.
Pergilah.
Pergi.
Saat ini,
aku pertama kalinya merasa
guru benar-benar tak ada di balik gunung.
Kakak
ada yang sakit,
ada yang terluka.
Hatiku masih gelisah tentang dunia.
Jika guru ada,
guru akan bagaimana?
♪ Terbakar tergila-gila ♪
Bertemu guru.
♪ Mendorong malam itu ♪
♪ Kenali yang gelap dan spertahankan yang putih ♪
♪ Cinta melewati masa depan ♪
Salam guru.
♪ Bunga persik bermekaran penuh ♪
♪ Berdandan untuk malam itu ♪
♪ Berwarna pekat ♪
Saat ini,
jika guru ada,
akan bilang apa?
♪ Melihat dari sela-sela ♪
Ke-9, ke-10.
Tiuplah.
Ke-5, ke-8.
Temani guru main catur.
Yang lain,
masak.
Masak?
Bergeraklah.
♪ Semua adalah pertemanan ♪
♪ Cepat lihatlah ♪
♪ Aku memanggil lautan awan ♪
♪ Semurni mimpi ♪
♪ Aku lari ke perambatan bintang ♪
♪ yang sangat indah ♪
♪ Aku pergi ke oasis ♪
♪ Tanpa batas dan tanpa tanah ♪
♪ Aku mencium sungai ♪
♪ Musim semi pergi dan kembali ♪
♪ Aku memanggil lautan awan ♪
♪ Semurni mimpi ♪
♪ Aku lari ke perambatan bintang ♪
[Hotpot]
♪ yang sangat indah ♪
Semuany sudah kerja keras.
Mulailah.
Mari.
♪ Tanpa batas dan tanpa tanah ♪
♪ Aku mencium sungai ♪
Yang segar dan pedas.
Benar.
Di Qing Xia
rasa ini yang dipikirkan.
Benar.
Tak ada Chen Pi Pi,
bukankah masih bisa makan Zi Hai Guo?
Xiao Tang sudah
mempelajari keahlian Pi Pi.
♪ Aku lari ke perambatan bintang ♪
Kakak ke-3.
Kenapa tidak makan?
Guru suka lihat kalian makan.
Suka...
Melihatku menulis karakter kecil.
♪ Tanpa batas dan tanpa tanah ♪
♪ Aku mencium sungai ♪
Yang segar dan pedas.
♪ Aku memanggil lautan awan ♪
Keahlihan Xiao Tang sangat hebat.
Sangat enak.
Wangi.
Ajudasi pengadilan Ye Hong Yu.
Kamu meninggalkan Qing Xia tanpa permisi.
Melarikan diri.
Kamu pendosa.
Strategi tuan Zhang Jiao,
mencurahkan seluruh kekuatan memerangi negara Tang,
tapi hari ini seperti ini,
di utara ada Jin Zhang Wan Ting,
selatan ada kuil Xi Ling,
barat ada Yue Lun,
timur ada negara Yan.
Bahkan tuan Zhang Jiao maju sendiri.
Menyerang lantai 2 Shu Yuan.
Tapi akhirnya,
meski pemimpin sudah kalahkan tuan besar,
dengan tahun ke 23 sekte iblis,
juga kalah dengan jimat Ning Que.
Apakah ini
semua karena aku melarikan diri?
Ye Hong Yu.
Kamu tidak hanya tidak mengaku,
ternyata berani menentang Zhang Jiao.
Luo Tong Ling.
♪ Waktu berlalu, musim gugur tiba ♪
♪ Bunga bermekaran dan berguguran ♪
♪ Perasaan siapa yang terkubur oleh waktu ♪
♪ Jika sebuah mimpi seperti burung yang terbang melewati lautan ♪
♪ Takut pada saat langit cerah, pikiran adalah kosong ♪
♪ Bahkan jika cinta adalah kelemahan ♪
♪ Aku ingin menghilangkan semua kabut ♪
♪ Siapa yang sedang menunggu siapa, siapa yang menyalahkan siapa ♪
♪ Waktu datang dan pergi dengan terburu-buru ♪
♪ Aku tidak rela kamu jatuh ke dalam debu ♪
♪ Aku tidak takut menemanimu melewati gunung dan lautan ♪
♪ Dengar suara hujan, bersulang untuk menenangkan kekhawatiranmu ♪
♪ Siapa yang bisa mengerti akan kesulitannya ♪
♪ Waktu berlalu, menunggu seumur hidup ♪
♪ Tidak akan takut pada masa lalu dan masa depan ♪
♪ Waktu berlalu, musim panas pergi musim semi datang, bunga bermekaran ♪
♪ Perasaan siapa yang terkubur oleh waktu ♪
♪ Jika sebuah mimpi seperti burung yang terbang melewati lautan ♪
♪ Takut pada saat langit cerah, pikiran adalah kosong ♪
♪ Aku tidak rela kamu jatuh ke dalam debu ♪
♪ Aku tidak takut menemanimu melewati gunung dan lautan ♪
♪ Dengar suara hujan, bersulang untuk menenangkan kekhawatiranmu ♪
♪ Siapa yang bisa mengerti akan kesulitannya ♪
♪ Waktu berlalu, menunggu seumur hidup ♪
♪ Tidak akan takut pada masa lalu dan masa depan ♪
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.