All language subtitles for [wWw.BluRay.id].Ever.Night.2.2020.EP32.1080p.WEB-DL.x264.AAC.2.0

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French Download
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian Download
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

[Malam Abadi S2]

[Episode 32]

Ini adalah Jing Shen Zhen di ibu kota.

Merah adalah tempat yang tertutup.

Kamu bisa merasakan aura dunia.

Jurus yang kuat sekali.

Karena sangat kuat,

sehingga merepotkan.

Ingin memperbaikinya,

butuh lebih banyak aura dunia.

Kota ini sangat besar.

Jurus ini juga hebat.

Setelah Fu Zi pergi,

takutnya tidak ada

yang bisa mengumpulkan aura dunia yang besar.

untuk memperbaiki kota ini,

dan jurus ini.

Kamu juga suka berterus terang.

Kemampuanmu lebih tinggi dariku.

Jadi aku berharap

kamu bisa membantuku memperbaikinya.

Aku tidak bisa menjamin.

Tetapi aku akan berusaha sebaik mungkin.

Intinya sudah merepotkanmu.

Kamu terlihat sangat lelah.

Tidak tidur berapa hari?

Tidak ingat.

Intinya sangat lesuh.

Tidak bisa tidur.

Aku tahu.

Ini digambar langsung oleh kakak pertama.

Ada tempat jelas kerusakan Jing Shen Zhen.

Kamu bisa melihatnya.

Bagaimana denganmu?

Aku tidur sebentar.

Mengantuk sekali.

Tetap begini.

Masih bilang panik, tidak bisa tidur.

Ayo. Bertahan.

Adik seperguruan.

Bertahan.

Bertahan.

Tertahan di mana?

Seperti apa?

Jalan keluar garis ini adalah pintu selatan.

Kebetulan,

juga pintu dewa Jing Shen Zhen.

Menghadap ke burung Zhu.

Jika akan tertahan,

pasti akan menutup pintu ini.

Mengenai cara,

aku ingin memakai batu ini,

menutup pintu itu.

Jurus penggabung.

Benar.

Yakin tidak?

Tidak.

Tetapi kamu pernah berkata

cara paling akhir

adalah cara yang paling baik.

Jadi,

aku merasa bisa mencobanya.

Meskipun sedikit berbahaya,

tetapi boleh dicoba.

Sepertinya jurus penggabung

juga tidak bisa melancarkan Jing Shen Zhen.

Sudah merepotkan.

Jangan berkata begitu lagi.

Aku membantumu

tidak ada hal lain

untuk ketenangan hati.

Aku

tidak ingin melihat rakyat

hidup menderita.

Hanya saja jika ketua sungguh datang,

aku hanya bisa menahannya sebentar.

Ketua adalah orang seperti apa?

Tidak banyak yang memahaminya,

hanya tahu

dia mempunyai nama yang biasa.

Chen Mou.

Orang yang tidak biasa

memiliki nama yang begitu biasa.

Inilah hal yang paling menakutkan.

Keadaan sekarang,

yang bisa mengalahkannya

hanya Jing Shen Zhen.

Kita harus cepat perbaiki Jing Shen Zhen.

Kamu masih sanggup?

Beberapa hari ini,

melihat ibu kota dalam waktu lama

terasa asing.

Asing?

Apakah ada pengalaman seperti ini?

Melihat sebuah kata

terlalu lama.

akan merasa kata itu semakin aneh.

Tidak peduli struktur

atau bentuknya.

Merasa tidak seperti kata itu.

Pasti ada.

Perasaanku seperti itu.

Itu karena kamu terlalu tahu,

tahu sampai kamu merasa

setiap batu,

setiap tumbuhan

seharusnya ada di sini.

Tetapi terkadang,

meninggalkan, memutuskan, melepaskan,

juga semacam pengakuan.

Aku ingat guru pernah mengatakan,

hidup ini seperti praktisi.

Tetapi aku lupa

meninggalkan, memutuskan,

melepaskan,

adalah bagian dari praktisi.

Ning Que.

Sebenarnya apa yang kamu tahu?

Apa yang membuatmu begitu menderita?

Kota ini sangat besar.

Jurus ini juga hebat.

Setelah guru yang mewakili semuanya

sudah pergi.

Tidak menemukan orang yang

bisa mengumpulkan aura dunia yang cukup

untuk memperbaiki kota ini,

dan jurus ini.

Tetapi masih ada

kekuatan itu di dunia.

Aura yang begitu kecil.

Bagaimana baru bisa menjadi kekuatan yang sesungguhnya?

[Bagian barat Ibu kota]

Guru.

[Hao Tian Nan Men]

Guru.

Bisa tidak berikan petunjuk?

Beribu-ribu tahun yang ditinggalkan

bukan hanya sejarahnya saja.

Seluruh ibu kota

adalah sebuah jurus yang besar.

[Yan Se, Master jimat]

[Yan Se, Master jimat] Jing Shen Zhen.

Tadi Jing Shen Zhen memilihmu

menjadi penerus penjaganya.

Guru.

Guru.

Apakah kalian yakin tidak salah pilih?

Sang Sang.

Aku harus menjaga kota ini.

Kemudian tunggu kamu pulang.

[Dua]

Masalah semakin sulit,

tidak bisa berbuat banyak.

Sepertinya orang ini

cukup hebat.

Apa yang begitu lucu?

Hanya kamu yang muncul.

Tentu saja kamu lebih lucu.

Sepertinya kamu tidak

heran dengan kemunculanku.

Semalam ketua sudah datang,

sudah begitu kacau.

Untuk apa keberatan kedatanganmu?

Saat di ibu kota negara Tang,

aku ingin bertarung denganmu.

Jika kakak pertama mengizinkan,

aku sudah pergi mencarimu

dari awal.

Membunuh orang dengan pedang.

Aku tidak akan banyak omong kosong.

Benarkah?

Maksudku

waktu kedatanganmu

sangat kacau.

Sangat kacau bagimu.

Mengapa?

Dua hari ini

aku sudah membunuh ratusan orang.

Pedangku sedang bagus.

Liu Bai terus menunggumu

sampai di saat yang paling tepat.

Tetapi aku tidak ingin menunggu.

Karena saat itu

mungkin

adalah waktu yang buruk.

Jun Mo.

Sekarang kamu sedikit kacau.

Tidak tidur semalaman,

memang sedikit tidak fokus.

Jadi kamu mau tidur sebentar?

Tidak perlu.

Mengapa?

Karena,

kamu bukan Liu Bai.

Kamu bukan Liu Bai,

mungkin kamu bisa menjadi Liu Bai.

Tetapi sekarang,

kamu masih bukan Liu Bai.

Aku tidak akan menyerah

untuk bertarung denganmu.

Kesempatan ini,

seumur hidup

mungkin hanya ada satu kali.

Ibu kota adalah pilihan akademi.

Lokasi perang akhir

aku juga memilih di sini.

Mengapa?

Jing Shen Zhen sudah hancur.

Tidak ada lagi yang bisa menahanku.

Belum tentu.

Aku menunggu saat ini,

karena kota ini

sudah tidak bisa menahanku.

Akademi juga menunggu.

Aku juga sedang menunggu.

Menunggu Jing Shen Zhen pulih.

Aku menunggunya melemah.

Sekarang sepertinya

ibu kota tidak dilindungi Jing Shen Zhen.

Memang.

Sudah melemah.

Ketua Mo.

Tidak disangka begitu muda

sudah bisa menguasai jurus penggabungan.

Hebat.

Sepertinya tidak ada yang bisa

menahan langkahnya masuk ke ibu kota.

Kamu menantangku

di tanah negara Tang.

Apa pun tujuanmu,

akhirnya

hanya menakuti

berlagak seperti prajurit.

Aku hanya berharap,

kamu bisa melepaskan pedang besimu.

Melepaskan pedang besi?

Negara Tang akan hancur.

Kamu bahkan tidak memahami hal yang sederhana.

Sepertinya,

kamu masih kurang pengetahuan.

Aku tidak belajar,

kamu juga tidak ingin mengajariku.

Salah.

Jadi aku ajari kamu.

Kamu tidak mau.

Akan kubuat kamu mau.

Aturan dan kekuatan tidak berhubungan.

Meski kamu menang dariku.

Kamu tidak bisa membuatku setuju denganmu.

Silakan.

Pedang ini,

cukup menarik.

10 tahun yang lalu,

aku pergi ke banyak negara.

Awalnya mengira

sudah menerima kematian.

Mulai sekarang,

sehingga tidak lagi ada ketakutan.

Jika aku yang dulu,

menghadapi pedangmu itu

pasti akan menagkisnya.

Bahkan

pasti akan kalah.

Beberapa tahun lalu,

aku dan tuan pertama

bertarung di tepi danau Yan Ming.

Aku baru mengerti.

Aku salah besar.

Karena merasa hebat.

Pedang penembus

sama sekali tidak mengenai tuan pertama.

Saat itu aku mengerti

arti dari memahami,

yaitu tidak bisa memahami.

Saat itu

aku mengetahui satu hal.

Terlahir lagi saat hancur.

Maka hidup,

di dunia ini

tidak ada mati.

Pedang kedua.

Akhirnya dia mundur satu langkah.

Mengapa harus hidup dan mati?

Menembus hidup dan mati demi ketentraman.

Kemudian sekarang aku mengerti.

Mati,

adalah abadi.

Lahir adalah keberuntungan.

Di dunia ini ada kebahagiaan dan kesedihan.

Mengapa masih harus ketentraman?

Ketentraman ini

adalah palsu.

Di depan hidup dan mati,

maka harus sedih atau pun senang.

Itulah kenyataan.

Ini adalah pendapatku.

Kamu sudah dekat.

Tetapi belum mendapatkan.

Pedang ketiga.

Cepat pergi. Cepat pergi.

Cepat pergi. Cepat lari.

Cepat pergi.

Cepat.

[Jalan besar burung Zhu]

Hewan ganas.

Pengaruh Jing Shen Zhen cukup besar.

Ingin menggunakan kecepatan sampai di Istana Raja,

sepertinya tidak gampang.

Guru,

bagaimana bisa

memperbaiki Jing Shen Zhen dengan cepat?

Dan juga

sebenarnya apa kata yang kamu gunakan

untuk berlatih?

Kamu berkata jika menulis kata itu

maka bisa melindungi ibu kota.

Jika kamu tidak ada baju perang,

aku belum tentu kalah.

Mau membahas jika

aku tanpa baju perang,

kamu juga sama.

Aku menang.

Aku tanpa pedang,

kamu tanpa pedang.

Aku menang.

Bagaimanapun

aku yang menang.

[Bagian barat Ibu kota]

Barat ada jangkrik,

Bertahan selama 23 tahun.

Menunggu es mencair.

Baru sadar

sudah berada dalam air.

Bersama dengan musim dingin,

barulah ingin terbang ke langit.

Lin Wu.

Ternyata kamu juga di sini.

Kota ini,

di jaga oleh Jing Shen Zhen.

Kamu tidak bisa menggunakan jurusmu.

Tidak disangkat kamu sudah hebat.

Menjadi orang yang melewati

5 cobaan di Mo Zong.

Ketua Mo Zong memang berbeda.

Kamu memang kuat,

sayangnya hanya kekuatan itu saja.

Ini adalah jurus dewa yang sesungguhnya.

Tian Qi.

Menggunakan jurus Mo Zong,

menghisap kekuatan Mo Zongmu.

Adalah hal yang pantas dikenang.

Tidak tahu malu.

Awalnya aku ingin mengajakmu ke Akademi.

Tetapi merasa,

tidak lebih nyata

dari kata jaga diri.

Ye Qing.

Pergi ke banyak negara,

akhirnya hancur di sini.

Bisa mendapat kata jaga diri dari tuan ke-2.

Termasuk tidak mengecewakan.

Tuan ke-2 jaga diri.

Sudah menang.

Tidak masalah.

Mengapa hancur?

Lao Liu, pergi.

Masih tertahan.

Kakak kedua, bajumu.

Kakak kedua.

Kalian tidak bisa menahanku.

Mengorbankan nyawa

juga hanya ada dua kali kesempatan.

Meski hanya ada dua kesempatan.

Aku juga akan

bertaruh dengan nyawaku.

Meski mempertaruhkan nyawa,

juga seharusnya aku dulu.

Hanya tanpa tandingan,

barulah kuat yang sebenarnya.

Apakah ketua mengira

diri sendiri sudah hebat.

Si gila itu sudah mati.

Fu Zi sudah pergi.

Tidak ada lagi tandinganku.

Kalian berdua

siapa yang mati dulu?

♪ Waktu berlalu, musim gugur tiba ♪

♪ Bunga bermekaran dan berguguran ♪

♪ Perasaan siapa yang terkubur oleh waktu ♪

♪ Jika sebuah mimpi seperti burung yang terbang melewati lautan ♪

♪ Takut pada saat langit cerah, pikiran adalah kosong ♪

♪ Bahkan jika cinta adalah kelemahan ♪

♪ Aku ingin menghilangkan semua kabut ♪

♪ Siapa yang sedang menunggu, siapa yang menyalahkan siapa ♪

♪ Waktu datang dan pergi dengan terburu-buru ♪

♪ Aku tidak rela kamu jatuh ke dalam debu ♪

♪ Aku tidak takut menemanimu melewati gunung dan lautan ♪

♪ Mendengar suara hujan, bersulanglah untuk menenangkan kekhawatiranmu ♪

♪ Siapa yang bisa mengerti akan kesulitannya ♪

♪ Waktu berlalu, menunggu seumur hidup ♪

♪ Tidak akan takut pada masa lalu dan masa depan ♪

♪ Waktu berlalu, musim panas pergi musim semi datang, bunga bermekaran ♪

♪ Perasaan siapa yang terkubur oleh waktu ♪

♪ Jika sebuah mimpi seperti burung yang terbang melewati lautan ♪

♪ Takut pada saat langit cerah, pikiran adalah kosong ♪

♪ Aku tidak rela kamu jatuh ke dalam debu ♪

♪ Aku tidak takut menemanimu melewati gunung dan lautan ♪

♪ Mendengar suara hujan, bersulanglah untuk menenangkan kekhawatiranmu ♪

♪ Siapa yang bisa mengerti akan kesulitannya ♪

♪ Waktu berlalu, menunggu seumur hidup ♪

♪ Tidak akan takut pada masa lalu dan masa depan ♪

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.