Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Malam Abadi S2]
[Episode 32]
Ini adalah Jing Shen Zhen di ibu kota.
Merah adalah tempat yang tertutup.
Kamu bisa merasakan aura dunia.
Jurus yang kuat sekali.
Karena sangat kuat,
sehingga merepotkan.
Ingin memperbaikinya,
butuh lebih banyak aura dunia.
Kota ini sangat besar.
Jurus ini juga hebat.
Setelah Fu Zi pergi,
takutnya tidak ada
yang bisa mengumpulkan aura dunia yang besar.
untuk memperbaiki kota ini,
dan jurus ini.
Kamu juga suka berterus terang.
Kemampuanmu lebih tinggi dariku.
Jadi aku berharap
kamu bisa membantuku memperbaikinya.
Aku tidak bisa menjamin.
Tetapi aku akan berusaha sebaik mungkin.
Intinya sudah merepotkanmu.
Kamu terlihat sangat lelah.
Tidak tidur berapa hari?
Tidak ingat.
Intinya sangat lesuh.
Tidak bisa tidur.
Aku tahu.
Ini digambar langsung oleh kakak pertama.
Ada tempat jelas kerusakan Jing Shen Zhen.
Kamu bisa melihatnya.
Bagaimana denganmu?
Aku tidur sebentar.
Mengantuk sekali.
Tetap begini.
Masih bilang panik, tidak bisa tidur.
Ayo. Bertahan.
Adik seperguruan.
Bertahan.
Bertahan.
Tertahan di mana?
Seperti apa?
Jalan keluar garis ini adalah pintu selatan.
Kebetulan,
juga pintu dewa Jing Shen Zhen.
Menghadap ke burung Zhu.
Jika akan tertahan,
pasti akan menutup pintu ini.
Mengenai cara,
aku ingin memakai batu ini,
menutup pintu itu.
Jurus penggabung.
Benar.
Yakin tidak?
Tidak.
Tetapi kamu pernah berkata
cara paling akhir
adalah cara yang paling baik.
Jadi,
aku merasa bisa mencobanya.
Meskipun sedikit berbahaya,
tetapi boleh dicoba.
Sepertinya jurus penggabung
juga tidak bisa melancarkan Jing Shen Zhen.
Sudah merepotkan.
Jangan berkata begitu lagi.
Aku membantumu
tidak ada hal lain
untuk ketenangan hati.
Aku
tidak ingin melihat rakyat
hidup menderita.
Hanya saja jika ketua sungguh datang,
aku hanya bisa menahannya sebentar.
Ketua adalah orang seperti apa?
Tidak banyak yang memahaminya,
hanya tahu
dia mempunyai nama yang biasa.
Chen Mou.
Orang yang tidak biasa
memiliki nama yang begitu biasa.
Inilah hal yang paling menakutkan.
Keadaan sekarang,
yang bisa mengalahkannya
hanya Jing Shen Zhen.
Kita harus cepat perbaiki Jing Shen Zhen.
Kamu masih sanggup?
Beberapa hari ini,
melihat ibu kota dalam waktu lama
terasa asing.
Asing?
Apakah ada pengalaman seperti ini?
Melihat sebuah kata
terlalu lama.
akan merasa kata itu semakin aneh.
Tidak peduli struktur
atau bentuknya.
Merasa tidak seperti kata itu.
Pasti ada.
Perasaanku seperti itu.
Itu karena kamu terlalu tahu,
tahu sampai kamu merasa
setiap batu,
setiap tumbuhan
seharusnya ada di sini.
Tetapi terkadang,
meninggalkan, memutuskan, melepaskan,
juga semacam pengakuan.
Aku ingat guru pernah mengatakan,
hidup ini seperti praktisi.
Tetapi aku lupa
meninggalkan, memutuskan,
melepaskan,
adalah bagian dari praktisi.
Ning Que.
Sebenarnya apa yang kamu tahu?
Apa yang membuatmu begitu menderita?
Kota ini sangat besar.
Jurus ini juga hebat.
Setelah guru yang mewakili semuanya
sudah pergi.
Tidak menemukan orang yang
bisa mengumpulkan aura dunia yang cukup
untuk memperbaiki kota ini,
dan jurus ini.
Tetapi masih ada
kekuatan itu di dunia.
Aura yang begitu kecil.
Bagaimana baru bisa menjadi kekuatan yang sesungguhnya?
[Bagian barat Ibu kota]
Guru.
[Hao Tian Nan Men]
Guru.
Bisa tidak berikan petunjuk?
Beribu-ribu tahun yang ditinggalkan
bukan hanya sejarahnya saja.
Seluruh ibu kota
adalah sebuah jurus yang besar.
[Yan Se, Master jimat]
[Yan Se, Master jimat] Jing Shen Zhen.
Tadi Jing Shen Zhen memilihmu
menjadi penerus penjaganya.
Guru.
Guru.
Apakah kalian yakin tidak salah pilih?
Sang Sang.
Aku harus menjaga kota ini.
Kemudian tunggu kamu pulang.
[Dua]
Masalah semakin sulit,
tidak bisa berbuat banyak.
Sepertinya orang ini
cukup hebat.
Apa yang begitu lucu?
Hanya kamu yang muncul.
Tentu saja kamu lebih lucu.
Sepertinya kamu tidak
heran dengan kemunculanku.
Semalam ketua sudah datang,
sudah begitu kacau.
Untuk apa keberatan kedatanganmu?
Saat di ibu kota negara Tang,
aku ingin bertarung denganmu.
Jika kakak pertama mengizinkan,
aku sudah pergi mencarimu
dari awal.
Membunuh orang dengan pedang.
Aku tidak akan banyak omong kosong.
Benarkah?
Maksudku
waktu kedatanganmu
sangat kacau.
Sangat kacau bagimu.
Mengapa?
Dua hari ini
aku sudah membunuh ratusan orang.
Pedangku sedang bagus.
Liu Bai terus menunggumu
sampai di saat yang paling tepat.
Tetapi aku tidak ingin menunggu.
Karena saat itu
mungkin
adalah waktu yang buruk.
Jun Mo.
Sekarang kamu sedikit kacau.
Tidak tidur semalaman,
memang sedikit tidak fokus.
Jadi kamu mau tidur sebentar?
Tidak perlu.
Mengapa?
Karena,
kamu bukan Liu Bai.
Kamu bukan Liu Bai,
mungkin kamu bisa menjadi Liu Bai.
Tetapi sekarang,
kamu masih bukan Liu Bai.
Aku tidak akan menyerah
untuk bertarung denganmu.
Kesempatan ini,
seumur hidup
mungkin hanya ada satu kali.
Ibu kota adalah pilihan akademi.
Lokasi perang akhir
aku juga memilih di sini.
Mengapa?
Jing Shen Zhen sudah hancur.
Tidak ada lagi yang bisa menahanku.
Belum tentu.
Aku menunggu saat ini,
karena kota ini
sudah tidak bisa menahanku.
Akademi juga menunggu.
Aku juga sedang menunggu.
Menunggu Jing Shen Zhen pulih.
Aku menunggunya melemah.
Sekarang sepertinya
ibu kota tidak dilindungi Jing Shen Zhen.
Memang.
Sudah melemah.
Ketua Mo.
Tidak disangka begitu muda
sudah bisa menguasai jurus penggabungan.
Hebat.
Sepertinya tidak ada yang bisa
menahan langkahnya masuk ke ibu kota.
Kamu menantangku
di tanah negara Tang.
Apa pun tujuanmu,
akhirnya
hanya menakuti
berlagak seperti prajurit.
Aku hanya berharap,
kamu bisa melepaskan pedang besimu.
Melepaskan pedang besi?
Negara Tang akan hancur.
Kamu bahkan tidak memahami hal yang sederhana.
Sepertinya,
kamu masih kurang pengetahuan.
Aku tidak belajar,
kamu juga tidak ingin mengajariku.
Salah.
Jadi aku ajari kamu.
Kamu tidak mau.
Akan kubuat kamu mau.
Aturan dan kekuatan tidak berhubungan.
Meski kamu menang dariku.
Kamu tidak bisa membuatku setuju denganmu.
Silakan.
Pedang ini,
cukup menarik.
10 tahun yang lalu,
aku pergi ke banyak negara.
Awalnya mengira
sudah menerima kematian.
Mulai sekarang,
sehingga tidak lagi ada ketakutan.
Jika aku yang dulu,
menghadapi pedangmu itu
pasti akan menagkisnya.
Bahkan
pasti akan kalah.
Beberapa tahun lalu,
aku dan tuan pertama
bertarung di tepi danau Yan Ming.
Aku baru mengerti.
Aku salah besar.
Karena merasa hebat.
Pedang penembus
sama sekali tidak mengenai tuan pertama.
Saat itu aku mengerti
arti dari memahami,
yaitu tidak bisa memahami.
Saat itu
aku mengetahui satu hal.
Terlahir lagi saat hancur.
Maka hidup,
di dunia ini
tidak ada mati.
Pedang kedua.
Akhirnya dia mundur satu langkah.
Mengapa harus hidup dan mati?
Menembus hidup dan mati demi ketentraman.
Kemudian sekarang aku mengerti.
Mati,
adalah abadi.
Lahir adalah keberuntungan.
Di dunia ini ada kebahagiaan dan kesedihan.
Mengapa masih harus ketentraman?
Ketentraman ini
adalah palsu.
Di depan hidup dan mati,
maka harus sedih atau pun senang.
Itulah kenyataan.
Ini adalah pendapatku.
Kamu sudah dekat.
Tetapi belum mendapatkan.
Pedang ketiga.
Cepat pergi. Cepat pergi.
Cepat pergi. Cepat lari.
Cepat pergi.
Cepat.
[Jalan besar burung Zhu]
Hewan ganas.
Pengaruh Jing Shen Zhen cukup besar.
Ingin menggunakan kecepatan sampai di Istana Raja,
sepertinya tidak gampang.
Guru,
bagaimana bisa
memperbaiki Jing Shen Zhen dengan cepat?
Dan juga
sebenarnya apa kata yang kamu gunakan
untuk berlatih?
Kamu berkata jika menulis kata itu
maka bisa melindungi ibu kota.
Jika kamu tidak ada baju perang,
aku belum tentu kalah.
Mau membahas jika
aku tanpa baju perang,
kamu juga sama.
Aku menang.
Aku tanpa pedang,
kamu tanpa pedang.
Aku menang.
Bagaimanapun
aku yang menang.
[Bagian barat Ibu kota]
Barat ada jangkrik,
Bertahan selama 23 tahun.
Menunggu es mencair.
Baru sadar
sudah berada dalam air.
Bersama dengan musim dingin,
barulah ingin terbang ke langit.
Lin Wu.
Ternyata kamu juga di sini.
Kota ini,
di jaga oleh Jing Shen Zhen.
Kamu tidak bisa menggunakan jurusmu.
Tidak disangkat kamu sudah hebat.
Menjadi orang yang melewati
5 cobaan di Mo Zong.
Ketua Mo Zong memang berbeda.
Kamu memang kuat,
sayangnya hanya kekuatan itu saja.
Ini adalah jurus dewa yang sesungguhnya.
Tian Qi.
Menggunakan jurus Mo Zong,
menghisap kekuatan Mo Zongmu.
Adalah hal yang pantas dikenang.
Tidak tahu malu.
Awalnya aku ingin mengajakmu ke Akademi.
Tetapi merasa,
tidak lebih nyata
dari kata jaga diri.
Ye Qing.
Pergi ke banyak negara,
akhirnya hancur di sini.
Bisa mendapat kata jaga diri dari tuan ke-2.
Termasuk tidak mengecewakan.
Tuan ke-2 jaga diri.
Sudah menang.
Tidak masalah.
Mengapa hancur?
Lao Liu, pergi.
Masih tertahan.
Kakak kedua, bajumu.
Kakak kedua.
Kalian tidak bisa menahanku.
Mengorbankan nyawa
juga hanya ada dua kali kesempatan.
Meski hanya ada dua kesempatan.
Aku juga akan
bertaruh dengan nyawaku.
Meski mempertaruhkan nyawa,
juga seharusnya aku dulu.
Hanya tanpa tandingan,
barulah kuat yang sebenarnya.
Apakah ketua mengira
diri sendiri sudah hebat.
Si gila itu sudah mati.
Fu Zi sudah pergi.
Tidak ada lagi tandinganku.
Kalian berdua
siapa yang mati dulu?
♪ Waktu berlalu, musim gugur tiba ♪
♪ Bunga bermekaran dan berguguran ♪
♪ Perasaan siapa yang terkubur oleh waktu ♪
♪ Jika sebuah mimpi seperti burung yang terbang melewati lautan ♪
♪ Takut pada saat langit cerah, pikiran adalah kosong ♪
♪ Bahkan jika cinta adalah kelemahan ♪
♪ Aku ingin menghilangkan semua kabut ♪
♪ Siapa yang sedang menunggu, siapa yang menyalahkan siapa ♪
♪ Waktu datang dan pergi dengan terburu-buru ♪
♪ Aku tidak rela kamu jatuh ke dalam debu ♪
♪ Aku tidak takut menemanimu melewati gunung dan lautan ♪
♪ Mendengar suara hujan, bersulanglah untuk menenangkan kekhawatiranmu ♪
♪ Siapa yang bisa mengerti akan kesulitannya ♪
♪ Waktu berlalu, menunggu seumur hidup ♪
♪ Tidak akan takut pada masa lalu dan masa depan ♪
♪ Waktu berlalu, musim panas pergi musim semi datang, bunga bermekaran ♪
♪ Perasaan siapa yang terkubur oleh waktu ♪
♪ Jika sebuah mimpi seperti burung yang terbang melewati lautan ♪
♪ Takut pada saat langit cerah, pikiran adalah kosong ♪
♪ Aku tidak rela kamu jatuh ke dalam debu ♪
♪ Aku tidak takut menemanimu melewati gunung dan lautan ♪
♪ Mendengar suara hujan, bersulanglah untuk menenangkan kekhawatiranmu ♪
♪ Siapa yang bisa mengerti akan kesulitannya ♪
♪ Waktu berlalu, menunggu seumur hidup ♪
♪ Tidak akan takut pada masa lalu dan masa depan ♪
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.