Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
TOKOH, KEJADIAN, ORGANISASI, DAN LATAR BELAKANG ADALAH FIKSI
Se-ri?
Belum ada yang datang.
Tak ada yang bisa kuhubungi.
Mungkin terjadi sesuatu.
Aku harus bagaimana?
Kami harus segera pergi.
Pasien luka tembak di dada. Sudah dapat infus.
- Luka tembak? - Ya.
- Ke ruang operasi. - Ya.
Sudah berapa lama?
Transportasinya butuh 11 menit, kami sudah resusitasi.
Cek organ vitalnya.
Siapkan infus dan hitung darah lengkap.
Tekanan darah 60 per 40. Saturasi darah 80.
Tekanan darah pasien rendah, gunakan keduanya.
Siapkan darahnya.
Lukanya mengakibatkan pneumotoraks dan hemotoraks.
Kita butuh intubasi dada.
Siapkan transfusi darah, dan minta rontgen.
Baik, Dokter.
Kau walinya?
Ya.
Situasinya sangat gawat.
Lukanya mengakibatkan paru-paru bocor,
dan kami akan memasukkan selang.
Setelah itu, kami keluarkan pelurunya.
Aku pernah punya kakak.
Setelah kehilangan dia, aku menderita.
Itu sebabnya, aku bertekad.
Aku berjanji kepada diriku, aku tak akan kehilangan siapa pun.
Aku berjanji tak akan hidup bahagia.
Aku berjanji untuk menjalani hidup
tanpa mimpi akan masa depan.
Sejak saat itu,
tidurku tak pernah lelap,
aku tak pernah bercanda,
tak pernah bermain piano,
dan tak pernah mencintai seseorang.
Sampai kau mendarat di duniaku
suatu hari.
Seperti itulah hidupku.
Se-ri, kau tak apa-apa?
Kini, aku berubah.
Walau harus khawatir kehilangan dirimu tiap hari,
aku ingin memilikimu dalam hidupku.
Walau hatiku terluka karena mimpi itu tak akan terwujud,
aku ingin memimpikan masa depan.
Jadi...
kumohon, tetaplah hidup.
Tetaplah hidup
dan dengarkan ucapanku.
Masih ada kisah
yang belum
kuceritakan kepadamu.
Tak ada yang menaiki busnya? Tak satu pun?
Benar. Busnya menunggu dua jam setelah waktu yang ditentukan,
tapi tak ada yang datang.
Kami tak bisa menghubungi mereka.
Begitu Badan Militer mengetahuinya,
situasi akan memburuk.
Siapa yang tahu
soal ini?
Sejauh ini, hanya sersan yang diutus dan aku yang tahu soal ini, Pak.
Badan Keamanan dan Badan Militer
akan memberikan ceramah persenjataan
dan pidato mengenai Pesta Olahraga Militer Dunia.
- Bersiaplah. - Baik, Pak.
Masalahnya adalah Direktur Militer.
Tampaknya dia punya koneksi dengan Cho Cheol Gang.
Kita butuh rencana untuk nanti.
Bahkan mereka yang ditugaskan membawanya pulang tak kembali.
Ini membuatku gila. Kenapa dia belum sadarkan diri?
Mungkin mereka kehabisan darah.
Se-ri kehilangan banyak darah.
Golongan darahku O.
Bukankah dia bilang golongan darahnya O?
Jika mereka butuh lebih banyak darah, aku bisa donorkan.
Golongan darahnya juga sama dengan Kapten Ri.
Jika butuh darah lagi, dia pasti sudah mendonorkannya.
Rumah sakit di Selatan punya banyak stok darah, pasti bukan karena itu.
Lalu kenapa dia belum sadarkan diri? Sudah tiga hari!
Bagaimana
kalau sesuatu yang buruk
terjadi?
Se-ri.
Omong-omong, kuberikan kartuku agar kalian bisa hamburkan uangku,
tapi kalian tak habiskan banyak.
Jadi, aku siapkan hadiah untuk kalian.
Aku adalah pemilik perusahaan mode.
Aku ingin memberi kalian satu set pakaian.
Aku mengukurnya dengan mataku,
semoga cocok.
Tunggu sebentar.
Dia tak perlu repot.
Pakaian bagus memang membuat kesan.
Kalian semua tampak modis.
Kami tak pernah berpakaian serapi ini,
tapi saat berdandan, kami bisa seperti warga Seoul.
Aku jadi paham kenapa orang-orang menanyakan arah kepadamu.
Kau mirip pria dari Seoul.
Benar, 'kan?
Jas Eun Dong mungkin kekecilan.
Tidak. Ukurannya pas dan hangat.
Aku suka ini.
Aku merasa seperti tukang menumpang.
Aku merasa bersalah.
Jangan begitu.
Kau ambil risiko dan keputusan sulit. Kau tak tahu aku sangat bersyukur.
Tak sebanding dengan perbuatanku dahulu.
Aku pernah bertemu U Pil.
Dia bilang ayahnya memberi nasihat
agar dia bersikap baik kepada teman-temannya.
Tapi, aku malah menasihati sebaliknya.
Aku bilang dunia tidak seindah itu.
Aku menasihatinya untuk menyerang sebelum diserang orang lain.
Walau aku bilang begitu,
aku berharap ayahnya U Pil benar
dari lubuk hatiku.
Aku berharap dunia menjadi
tempat yang indah.
Maka setidaknya
kita bisa saling bicara lagi.
RUMAH SAKIT TAEHEUNG
Jadi, mereka saling menembak,
lalu mobilnya lewat?
Ya, begitulah yang kudengar.
Tak sengaja lewat?
Orang biasa pasti kabur dalam situasi berbahaya.
Itu maksudku.
Jika dia mau kabur, ada banyak jalan di belakangnya.
Kenapa dia harus memasuki wilayah itu?
Kau benar. Bahkan lewat saat peluru diletuskan.
Dia malah memasuki TKP agar terkena peluru.
Tapi, dia tak mungkin begitu.
- Dia mustahil begitu. - Tak akan pernah.
Diakah orang yang diselamatkan Bu Yoon Se-ri?
Tidak, bukan dia.
Kau sedang apa di sini?
Maksudku, dia baru saja kembali dengan selamat. Dan sekarang...
Siapa pun bajingan itu, tolong tangkap dia.
Aku mohon, Pak.
- Maafkan kami. - Pak.
- Kau kenapa? - Ayolah.
Di mana saksinya?
Biar kupanggilkan. Bangun!
- Kumohon, Pak. - Lepaskan dia.
Pulanglah! Ikuti aku.
PASIEN YOON SE-RI
Halo.
Halo.
Tunggu.
Siapa pria itu?
Dia pengawal pribadi Bu Yoon.
Astaga. Pengawal pribadi? Dia menawarkan jasa pengawalan?
Semacam itulah, benar.
- Dia dari agensi mana? - Apa?
- Kau punya nomor teleponnya? - Apa?
Jadi, ada seorang pria?
Ya.
Kirimkan resume orang itu kepadaku.
Apa?
Kenapa resumenya?
Saat aku menyuruhmu, lakukan saja.
Jangan balik bertanya.
Baik, Bu.
Aku hanya akan menjawab.
Bu Yoon memegang resumenya, aku tidak punya.
Walaupun aku punya,
aku tak bisa berikan kepadamu tanpa izin Bu Yoon.
Aku permisi.
Pilihan Seri sangat jeli dalam mencari pegawai bagus.
Kami mau meminta pernyataanmu sebagai saksi.
Kecelakaan senjata di Seoul tidak sering terjadi.
Kami menganalisis rekaman kameranya,
tapi pernyataan darimu bisa membantu kami menangkap pelakunya.
Boleh lihat identitasmu?
REPUBLIK RAKYAT TIONGKOK
KARTU PENDUDUK LUAR NEGERI
Kau orang Tionghoa.
Adakah laporan soal orang lain yang terkena tembakan?
Tidak, tak ada.
Apakah kau sudah
mencari fasilitas medis ilegal di dekat TKP?
Apa?
Penjahat itu juga terkena luka tembak.
Dia tak bisa dirawat di rumah sakit umum,
dia pasti gunakan fasilitas seperti itu.
Dia baik-baik saja?
Kau menyuruhku mengeluarkan pelurunya, sudah kulakukan.
Pastikan membayar.
Tentu. Aku bayar tunai di akhir bulan.
Astaga.
Bagaimana rasanya mendapat kesempatan kedua?
Kenapa menyelamatkan aku?
Karena aku
tak bisa membiarkan klienku mati
sebelum mendapatkan sisa uangnya.
Dan tentunya kau harus membayar biaya operasi hari ini.
Kapitalisme menyelamatkan nyawaku.
Bisa dibilang begitu.
Bayarlah dengan sesuai,
dan kembali ke tempat asalmu, lakukan urusanmu.
Kau tak boleh di sini.
Jika kau mati di sini, segalanya akan makin rumit,
dan aku bisa kena masalah besar.
Lalu Yoon Se-ri?
Apa yang terjadi dengannya?
Kita sebaiknya memecat pengawal yang berdiri di pintu itu.
Kenapa tiba-tiba?
Kita tak bisa memercayainya.
Dia ada di tempat kejadian,
dan investigasi polisi masih berlangsung.
Ada yang tak beres.
Dia benar. Kita seharusnya sudah memecatnya.
Aku begitu terkejut hingga tak terpikir olehku.
Ini canggung.
Maafkan aku.
Bu Yoon memang begitu, tak ada yang bisa kami perbuat.
Maksudku, sejak kapan mereka peduli soal Bu Yoon?
Mereka bilang kau tampak mencurigakan dan tak bisa memercayaimu.
Mereka mau merekrut pengawal sendiri.
Bagiku, mereka yang mencurigakan.
Hei, kau. Jangan menangis. Kau memperburuk suasana.
SURGA BAGI RAKYAT
Ibu. Ayah datang.
Sayang.
Sudah kubilang!
Cho Cheol Gang, bajingan itu bermata aneh
kau seharusnya menjauhinya!
Maafkan aku. Itu semua salahku.
Sudah kubilang.
Nam Sik jadi bodoh karena menurun darimu,
jadi, jangan pakai otakmu.
Ibu benar soal itu.
Nilaiku paling bagus saat menebak jawabannya,
bukan memikirkannya.
- Dasar bodoh. - Aduh!
Sudahlah.
Ayah tak akan memakai otak dan akan bersikap baik.
Kemarilah.
Tangkap!
Makhluk sial!
Astaga!
Kemari!
Kemarilah. Aduh.
Makhluk sial. Kau mau ke mana?
Kau mau ke mana?
Astaga.
- Bagaimana penampilanku? - Yeong Ae,
kau memang memiliki naluri keseimbangan.
Kau hampir sama elegannya dengan pemilik mal itu,
tapi kau tak tampak terlalu arogan.
Pakaian itu menampilkan kesopanan
dan kemodisan dengan seimbang.
- Benar, 'kan? - Ya.
Yeong Ae, cobalah ini.
Baik.
Bumbunya pas.
Bagus.
Aku sudah pernah bilang,
mulai hari ini, kau harus perhatikan segala yang keluar dari mulutmu,
bukan apa yang masuk ke mulutmu.
Jangan khawatir.
Jika aku mabuk dan mengatakan hal bodoh hari ini,
aku akan mencukur rambutku.
Aku akan membotakimu.
Tentu.
Nona Go datang.
- Astaga. - Masuklah!
Selamat datang!
Kau datang!
Astaga.
Jamuan makanan lokal yang segar.
Ini pasti cocok dengan sampanye yang kubawa.
Astaga, tapi ini barang langka.
Apa itu sampanye?
Apa ini?
Ini pasti minuman enak.
Lain kali, aku akan bawa gelas sampanye juga.
Baiklah. Sekarang...
- Mari minum! - Mari minum!
Manisnya.
- Astaga, seperti air. - Rasanya sangat enak.
Entah bagaimana caraku membalas kebaikanmu.
Jangan bilang begitu.
Kalian tetangga Jeong Hyeok, dan kalian seperti dirinya bagiku.
Aku ingin lakukan apa pun untuk membantu kalian.
Jadi, pada dasarnya kita satu!
Tentu saja!
Astaga, bagus sekali.
Memang.
Karena kau begitu sukses di Pyongyang,
kukira kau akan menakutkan dan lantang seperti macan.
Wol Suk, ayolah. Apa maksudmu?
Terus makan saja.
Tak apa-apa. Seharusnya ini acara makan malam santai.
Kukira kau akan seseram macan dan juga lantang.
Walau kau sedikit lantang, kau tak semenakutkan itu.
Kurasa aku memang sedikit lantang.
Benar.
Tidak, bukan itu maksudnya.
Bu Go adalah orang yang baik.
Ayolah.
Pernikahannya dibatalkan.
Pasti tak mudah menjadi dirimu untuk membantu kami.
Kau bicara apa?
Apa?
Aku jadi orang jahat lagi? Kalian pasti sependapat.
Kalian bilang pria dari Eropa itu bukan keponakannya...
Kenapa kau mencubitku?
Jadi, itu maksudmu.
Kamerad Al memang keponakanku.
Ayolah. Itu perselingkuhan balas dendam!
Kenapa mencubitku?
Astaga. Dia terlalu mabuk.
Bawa dia.
- Wol Suk, pulang. - Aku tak apa.
Kau minum terlalu banyak. Kemarilah.
- Kenapa? - Kau terlalu mabuk. Ayo.
- Kau sedang apa? Aku belum mabuk. - Ayolah!
Yang benar saja!
Kalian semua bilang begitu.
Kalian bilang pria dari Eropa itu lebih cocok dengan putrinya.
Wol Suk!
Lepaskan!
- Berhenti. - Ya.
Ulangi perkataanmu.
Pria dari Eropa itu cocok menjadi pasangan putrimu.
Bukan. Sebelumnya.
Aku belum mabuk?
Bukan. Sebelumnya.
Selingkuh balas dendam?
"Selingkuh balas dendam"...
Maksudmu, Jeong Hyeok
pernah berselingkuh?
Itu maksudmu?
Tunggu.
Yeong Ae, aku tadi bilang apa?
Aku ada di mana?
Aku siapa?
Jeong Hyeok berselingkuh?
Dengan siapa?
Dia berlari di ladang ranjau,
tapi ranjaunya tak meledak.
Aku menembaknya, tapi meleset.
Dia bilang, dia burung layang-layang dari Selatan.
Dia sudah gila.
Dia pasti membohongiku
soal makan daging dua kali sehari di Selatan.
Dia bilang dia pemilih, tapi dia makan segalanya.
Satu-satunya yang positif darinya
adalah sampo yang membuat kepalamu wangi seperti bunga.
Kau sedang apa?
Catatlah.
Ini sudah dijanjikan.
Harus kita tepati.
Kenapa kau tampak sedih di hari pindahanmu?
Aku tak apa-apa.
Ibu.
Jangan khawatir.
Apa pun yang terjadi, aku akan menikahinya,
dan hidup bahagia selamanya.
Ibu. Kenapa tidak angkat telepon?
Hei.
Kau pernah lihat ibu
mengangkat telepon saat minum?
Pegang aku.
Baiklah.
Sayangku.
Mari kita masuk.
Kenapa Ibu minum banyak?
Dan.
Ya.
Ada apa?
Ibu mau bilang sesuatu?
Kau...
Jangan cemaskan ibu, dan berbahagialah.
Kenapa tiba-tiba begini?
Tentu saja,
ibu akan mengatakan hal-hal yang seharusnya sebagai ibumu.
Tapi,
jangan terlalu mendengarkan ibu.
Lakukan apa yang kau mau,
dan hiduplah dengan bahagia.
Itulah maksud ibu.
Kenapa tidur di sini?
Tidurlah di kamar.
Ibu khawatir
kau akan menjalani hidup
yang tidak bahagia
setelah ibu mati.
Ibu khawatir sudah keliru.
Ibu sangat takut
itu bisa terjadi.
RUMAH SAKIT TAEHEUNG
Akan kukirim tim keamananku kemari.
Hei, aku juga punya.
Salah satunya juara judo, dan...
Tembak.
Ada peraih medali perunggu dalam olahraga tembak juga.
Bawahanku pernah di Gedung Biru.
Kami akan mengatur semua pengurus, pengawal Se-ri, dan semuanya.
Jadi, kau bisa...
Astaga. Dia bergerak.
Dia baru saja bergerak.
Astaga.
- Dia membuka mata. - Dia membuka mata.
- Astaga. - Aku lihat pupilnya.
Tolong panggil guru... Maksudku, dokternya.
- Dia sudah siuman. - Baik.
Astaga. Kau tak apa-apa?
Luka tembak di Korea Selatan?
Memangnya ini Hollywood?
Benar juga.
Apa?
- Baik. - Dia bilang apa?
Baiklah.
Enyahlah.
Apa? Apa katamu?
Enyahlah kalian.
Dia bilang, "Enyahlah."
Dia ingin kita semua pergi.
Dia baik-baik saja.
Lihat betapa sinisnya dia. Dia baik-baik saja.
Ibu dengar Se-ri sudah siuman.
Ya, sudah. Dia menyuruh kami pergi.
Dia mencari seseorang.
Apa ini?
Kau adalah pengawalku.
Bagaimana bisa kau pergi tanpa izinku?
Kau yang bilang agar aku berada di dekatmu.
Kau bilang selama aku ada di dekatmu,
aku akan aman.
Kembalilah sekarang.
Aku merindukanmu.
Aku datang.
Aku ke sana sekarang.
Jadi, kami harus tunggu...
Tunggu.
- Hei! - Tapi...
Kenapa kau
langsung memasuki tempat berbahaya?
Kau tak takut?
Kau bisa benar-benar mati.
Bagaimana kalau kau mati sungguhan?
Lalu aku harus hidup seperti apa?
Jangan konyol.
Kau membuatnya seolah-olah
aku yang melakukan itu.
Kau juga sama saja.
Kau hampir mati demi diriku.
Kali ini berbeda.
Ini tak jauh berbeda.
Kau bilang aku pengawalmu.
Kau bilang aku harus melindungimu.
Apa ini?
Sangat sulit bagiku
untuk siuman.
Dan kau terus
mengatakan omong kosong.
Kau akan terus marah kepadaku?
Aku mencintaimu.
Aku sungguh takut
tak bisa mengatakannya kepadamu.
Aku juga takut.
Aku bermimpi panjang,
tapi aku...
tak bisa menemukanmu di sana.
Aku begitu ingin terbangun dari mimpi itu.
Ada apa?
Apa?
Se-ri, aku mengkhawatirkanmu.
Dia belum bisa memelukmu seperti itu.
Berjabat tangan saja.
Baiklah.
Tapi, aku tadi melihatmu memeluknya.
Memangnya itu sepotong kayu?
Baiklah.
Syukurlah kau siuman.
Kau sudah baik-baik saja?
Belum.
Jangan begini. Kau harus berbaring.
Semuanya, tunggu di luar.
Tidak, tak apa-apa.
Omong-omong, kenapa kalian bisa kemari?
Aku tak menghubungi kalian.
Maafkan aku.
Astaga.
Se-ri sedang tak sadarkan diri.
Dan kau tak bisa masuk ke ruang perawatannya.
Aku takut terjadi sesuatu kepadanya.
Ini ruang VIP dengan keamanan tinggi.
Akan ada petugas dan peralatan khusus di bangsal itu.
Akan kami monitor dengan saksama.
Terima kasih.
PASIEN YOON SE-RI
Lalu kenapa dia belum sadarkan diri? Sudah tiga hari!
Bagaimana
kalau sesuatu yang buruk
terjadi?
Se-ri.
Operasinya sukses.
Pelurunya menembus paru-paru tanpa cedera luar.
Dia hanya menderita pneumotoraks.
- Terima kasih! - Man Bok!
Dia makin membaik berkat dokter yang cakap,
dan peralatan operasi mutakhir.
Ini semua berkat investasi berlimpah dari Pimpinan Yoon.
Tunggu.
Tampaknya, ayahnya Se-ri pimpinan rumah sakit ini.
Astaga, menantu keduanya begitu keji.
Berengsek. Anak keduanya juga bengis.
Kenapa?
Berikan itu kepadaku.
- Kau dengar apa pun? - Astaga.
Tunggu.
Pimpinan Yoon sedang bicara.
"Apa yang kau lakukan?
Yoon Se-hyeong, kau yakin ini bukan karena ulahmu?"
Lalu anak keduanya menjawab,
"Kenapa Ayah tak percaya?
Benarkah aku putra Ayah?"
- Bajingan tak tahu terima kasih. - Astaga.
Hajar saja dia.
Bagus.
Bagus sekali. Bagus.
- Apa? - Kenapa?
- Dia sudah siuman. - Apa?
- Bagus! - Akhirnya!
- Kita harus pergi. - Cepat.
- Ayo. - Astaga.
Jadi...
kau menyadap ruangan ini saat aku tak sadarkan diri?
Kurasa kau harus dengar ini.
Pastikan untuk mendengarkannya.
Dan. Maafkan aku.
Jangan menangis...
Aku akan menunggu di jembatan sampai kau datang.
Segeralah datang.
Jika aku menunggu lama, aku bisa tertangkap.
Dasar orang gila.
Kenapa dia begini kepadaku?
Ini sungguh konyol.
Dia sudah gila?
Dia sungguh menyebalkan.
Kenapa kau di sini semalam ini?
Kau tak angkat teleponku.
Kau sudah gila?
Jangan konyol di Pyongyang.
Orang-orang dari Badan Keamanan mencarimu.
Aku memang takut akan itu, tapi...
Aku lebih mencemaskanmu.
Ri Jeong Hyeok.
Kau menangis saat dia pergi ke Yoon Se-ri.
Aku membantunya ke sana.
Anggap saja aku Ri Jeong Hyeok dan pukul aku.
Itu akan membuatmu lega.
Jika aku berpikir
kau Ri Jeong Hyeok,
aku tak bisa memukulmu.
Wanita mana yang merasa lega setelah memukul pria yang dia suka?
Bagaimana kalau...
anggap saja ini aku?
Jangan bersikap sok manis.
Astaga, kuat sekali.
Itu justru membuatmu menarik.
Tak bisakah kau bersikap serius sebentar?
Aku serius.
Benarkah?
Apa?
Kau bilang
aku menarik.
Kau sungguh bodoh, Dan.
Kau sungguh berpikir
Ri Jeong Hyeok pergi karena kau tak menarik?
Bukan seperti itu.
Tapi, setelah dia pergi,
aku mulai memikirkan itukah penyebabnya.
Sudah kubilang.
Aku tak akan membohongimu lagi.
Jadi, kau harus dengarkan aku baik-baik.
Pertama,
kau cantik.
Lalu?
Kau tampak menawan walau rambutmu terurai atau terikat.
Bahkan saat terburu-buru pergi tanpa berdandan,
kau seperti bidadari.
Kau juga begitu karismatik saat menyelamatkanku.
Kau keren sekali.
Lalu?
Kau pemalu, angkuh, tak bersahabat, tapi tak bisa kubenci.
Sejujurnya, kau bahkan...
tampak manis.
Kau membuatku penasaran pria yang kau pedulikan seperti apa.
Aku bahkan merasa cemburu.
Dan kau membuatku ingin
menjadi pria yang lebih baik.
Kau sungguh luar biasa, sampai membuatku merasa begitu.
Kau wanita yang hebat.
Saat kau menangis seperti ini, pikiranku
langsung kosong.
Aku tak bisa berpikir.
Itu membuatku gila.
Mau kulanjutkan?
Tidak.
[Netflix Ver] tvN E14 'Crash Landing on You' -โฅ Ruo Xi โฅ-
Se-ri.
Saat kau menghilang, ibu terus berdoa.
Begitu kau pulang,
awalnya ibu ingin mengatakan apa yang ibu rasakan.
Tapi, ibu membuang kesempatan lagi.
Karena itukah ibu dihukum saat ini?
Sejak ibu bertemu denganmu,
saat usiamu kurang dari sebulan
tak sesaat pun
kau tak menyayangi ibu selayaknya ibumu sendiri.
Tapi, ibu tak pernah
menerima sayangmu kepada ibu.
Dan...
pada hari itu...
Ibu?
Ibu, kita mau ke mana?
Sudah ibu bilang.
Kita akan melihat matahari terbit.
Hanya Ibu dan aku tanpa kakak-kakakku?
Kau begitu semangat saat pergi bersama ibu untuk kali pertama.
Tapi, ibu meninggalkanmu.
Hingga kau pingsan
setelah menunggu lama,
ibu tak kembali ke sana.
Hei. Bangunlah.
- Bagaimana dia? - Panggil 911.
- Panggil 911. - Baik.
Hei, Nak. Bangunlah.
Pada saat itu,
ibu tak ingin hidup lagi.
Se-ri!
Sebab itu, ibu kembali ke sana.
Saat ibu sadar akan perbuatan ibu dan kembali,
kau tak ada di sana.
Maafkan ibu.
Ibu minta maaf.
Penyebab ibu mengalami kesulitan
bukan karena dirimu, itu salah ibu sendiri.
Ibu rasanya ingin
menyiksa diri sendiri dengan membencimu
sementara kau sangat menyayangi ibu.
Ibu.
Jangan menangis.
Aku akan melindungi Ibu.
Bisakah kau kembali
seperti dahulu sekali lagi?
Ibu akan meminta maaf.
Ibu akan berterima kasih.
Tiap kau kembali,
ibu selalu senang.
Ibu ingin bilang begitu.
Sudah selesai menangis?
Ya.
Aku hanya kesal.
Sekarang aku punya luka bekas operasi.
Aku tak akan bisa pakai bikini.
Berarti kau tak perlu memakai bikini.
Tapi, tak semudah itu.
Bekas lukanya
sebesar ini.
Maaf, aku tak bisa sebut itu bekas luka.
Seharusnya sebesar ini.
Itu luka apa? Tebasan pedang?
Mereka memberimu berapa jahitan?
Empat belas.
Perampok makam yang kutemui di pos perbatasan, mengayunkan pedangnya.
Aku dijahit tanpa bius.
Astaga. Bahkan tanpa dibius?
Pasti sangat menyakitkan.
Kau luar biasa.
Bukan masalah besar.
Kau sudah pernah lihat ini.
Aku ditembak saat itu.
Benar. Aku lihat itu.
Apakah menyakitkan?
Kini, aku paham karena mengalaminya.
Luka tembak memang serius.
Benar. Ada satu lagi di punggungku.
Punggungku tergores tiang besi saat sesi latihan pertama.
Astaga. Besar sekali.
Ada satu di atas kepalaku jika kau lihat baik-baik.
Ada satu.
Pasti sangat menyakitkan, Jeong Hyeok.
Aku juga pernah
dapat luka di sini.
Di sini?
Tapi, tak ada bekas lukanya.
- Ini wangi sekali. - Pasti pemilik restorannya
berpikir aku dari Seoul...
Ada apa ini?
- Ini tak seperti dugaan kalian. - Hei.
Se-ri, kau baru saja siuman.
Kau tak bisa melepas kemejanya seperti itu.
- Aku tak melepas kemejanya. - Aku juga tidak.
Lalu kenapa kancing kemejamu lepas?
Kalian ingin kami makan di luar?
Tidak. Kalian bisa makan di sini.
Jangan makan dahulu.
Aku tak yakin kami boleh lakukan ini.
Tak apa-apa.
Aku yang menyuruh kalian membelinya.
Melihat kalian menikmatinya
membuatku merasa kenyang.
Baiklah.
Kita makan agar Se-ri cepat pulih.
- Untuk Se-ri! - Untuk Se-ri!
TEROWONGAN BAWAH TANAH DEKAT GUA ACAR UDANG
Terowongan yang ditemukan di gua pembuatan acar udang
memiliki bentuk yang sama,
tapi mirip dengan terowongan
yang dibuat oleh penyusup Utara.
Hanya ukurannya berbeda.
Memiliki bentuk lengkungan terowongan Utara.
Diasumsikan berhubungan dengan tambang telantar di Korea Utara.
LENCANA DI TEROWONGAN
Ini lencana yang ditemukan.
Jarak antara gua dan pertambangan
sekitar 9 sampai 12 kilometer.
Karena terowongannya sempit,
mereka melewatinya
dengan merangkak alih-alih berjalan.
Diperkirakan butuh waktu setidaknya 12 sampai 24 jam.
Mereka merangkak
melewati terowongan sempit selama 12 jam?
Tak ada penjelasan lain.
Satu hal yang harus diperhatikan,
ada dua pelaku
yang menyusup melewati terowongan ini.
JARAK 9 HINGGA 12 KM
Dialah yang menyusup pada tanggal 18 Januari.
Dan sepekan kemudian,
pelaku lain tampaknya menyusup.
Kami tengah selidiki keterlibatan mereka dalam penembakan
Yoon Se-ri.
ONE KOREA 279.CO.KR DARI JH@ONEKOREA.COM
Jangan bangun tiba-tiba begitu.
Lalu aku harus duduk bagaimana?
Berbaringlah,
lalu tarik napas perlahan.
Kau harus duduk sembari perlahan mengembuskan napas.
Jangan lupa pegang tanganku.
Seperti ini?
Kapten Ri, kami belum makan.
Paru-parumu terluka, kau harus lebih hati-hati.
Jika kau duduk sembarangan, diafragmamu bisa terluka.
Begitu. Bisa berbahaya bagi diafragmaku.
Itu berbahaya.
Mau sup daging sapi pedas?
Kita harus menyantap makanan pedas saat mual.
- Aku mau semur ikan pedas. - Semur ikan enak.
Lakukan lagi.
Aku akan memanaskannya.
Kau sedang apa, Jeong Hyeok?
Ini jus.
Aku mau minum minuman dingin.
Jika kau minum minuman dingin, bisa menyebabkan iskemia.
Itu pengetahuan umum.
Sejak kapan itu jadi pengetahuan umum?
Sejak Heo Jun.
Kau bisa temukan di Donguibogam.
Biar kutekan untukmu.
- Saluran apa? - Saluran 20.
Biar kuputar.
Biar kubuka.
Kapten Ri.
Asal kau tahu saja,
kami masih ada di sini.
Jika tutup botol terlalu berat baginya,
seharusnya dia angkat rasa kantuknya karena sangat berat.
Ada sesuatu di matamu.
Dia melakukannya.
Rasanya aku hidup terlalu lama.
Aku tak percaya yang sedang kulihat.
Kapten Ri hanya melihat Se-ri seperti kuda balap.
Dia tak peduli yang lainnya.
Akan kupotret sesuatu yang bagus. Aku mau pulang.
Ya, ini aku.
Yoon Se-ri dari Pilihan Seri. Aku baru memotret pria barunya.
"Yoon Se-ri bangkit dari kematian."
Sayang, lihat ini. Astaga.
Dia memang sulit dipercaya.
Aku tahu. Sulit dipercaya.
Kenapa dia berkencan saat masih sakit?
Bukan itu. Maksudku, punggungnya.
Lihat ini.
Sangat bidang, dia tak bisa mengalungkan lengannya.
Ini luar biasa.
Astaga.
Entah kenapa punggungnya tampak tak asing.
Pengawal itu.
Astaga, Ibu.
Dia pengawalnya?
Sudah kuduga. Firasatku benar.
Aku merasa dia aneh.
"Dia hanya pengawalnya. Kenapa terlihat sangat sedih?
Bahkan keluarganya tak apa-apa." Itu yang kubilang. Ibu Mertua.
Syukurlah Man Bok segera menutup jendelanya.
Aku tahu. Syukurlah,
mereka tak mendapatkan momen pentingnya.
Momen pentingnya?
Apakah terjadi sesuatu?
Jangan dibayangkan. Bukan seperti itu.
"Bukan seperti itu"?
Bukan begitu.
Foto ini. Tergantung sudut pandangnya,
ini bukan masalah besar.
Aku jadi pasien sekarang.
Bagaimana kalau aku bilang, aku kesakitan dan mencari pegangan?
PACAR SE-RI DI BANGSAL
Kau tak tampak kesakitan
karena kau tersenyum lebar.
Begini...
Haruskah kubilang itu sesuai anjuran dokter?
Tak terasa tepat.
Astaga, lihat kata-kata yang paling dicari.
"Baju pasien Yoon Se-ri. Pengawal Yoon Se-ri."
"Film The Bodyguard?"
Kurasa orang-orang penasaran dengan wajahmu, Jeong Hyeok.
Aku paham. Kau tampak menawan dari belakang.
Fotonya terlihat bagus.
- Apa maksudmu? - Kurasa paparazi ini tahu sesuatu.
Dia memotretnya dengan detail yang bagus.
Menonjolkan bahumu yang bidang.
Dan kita berdua tampak cocok bersama.
Aku suka foto ini.
Aku sangat yakin
ada hal lain yang terluka saat dia ditembak.
PACAR SE-RI DI BANGSAL
Entahlah. Kurasa mereka bukan berpelukan.
Dia seperti berpegangan kepadanya
untuk menahan rasa sakit.
Dia tampak bahagia?
Sebenarnya, Bu Yoon sering tersenyum
saat kesakitan.
Bukan. Dia bukan mengidap penyakit.
Apakah pria itu...
pengawalnya?
Astaga, aku harus jawab apa?
Pak, aku akan menghubungimu kembali.
Pak Lee Hyeok. Kemarilah.
Kupikir kau tak seperti itu.
Tampaknya kau pemuda yang sangat ambisius.
- Apa? - Hei.
Kenapa bersikap begitu kepadanya?
Mohon pengertiannya. Dia menderita karena sibuk.
Tak bisa kubiarkan ini.
Aku harus bilang sesuatu.
Astaga.
- Apa? - Kau tak boleh masuk.
Kaukah orangnya? Pria yang berskandal dengan Se-ri?
Setelah difoto bersama Se-ri,
kau merasa berada di puncak.
Singkirkan dia.
Hei!
Apa...
Kau sedang apa?
Ini kamar pasien adikku.
Aku mau menanyakan sesuatu kepada adikku.
Beraninya kau...
Minggir.
Hei, lepaskan.
Kubilang, lepas.
Kau mau mati?
Dia melarang keluarganya memasuki kamar pasien.
Itulah perintah Bu Yoon Se-ri.
Baiklah. Lepaskan.
Aku tak akan masuk. Lepaskan.
Kau bajingan.
Tunggu saja. Kau akan menyesal.
Sial. Pergilah.
Kau tadi mau bilang apa?
Tadi? Aku hanya ingin bilang,
aku turut bahagia untuk kalian berdua.
Terima kasih.
- Dah. - Dah.
Ternyata dia sangat menakutkan.
Sudah kuduga sejak awal.
Dia akan sangat menakjubkan.
Direktur Militer.
Sesuai rencanaku, Ri Jeong Hyeok datang ke Selatan.
Aku mengirimkan buktinya kepadamu.
Aku akan kembali dengan Yoon Se-ri
dan menghancurkan Direktur Ri
agar kau bisa ambil alih jabatannya.
BIN, GERBANG DEPAN
PINTU MASUK BADAN INTELIJEN NASIONAL
SE-RI KETAHUAN BERKENCAN
Kudengar operasinya lancar.
Ya. Dia mulai pulih setelah operasinya.
Aku bersyukur mendengarnya.
Tampaknya, baru-baru ini ada usaha penculikan
Bu Yoon Se-ri di tempat parkir bawah tanah kantornya.
Kau tahu soal itu?
Aku tak tahu.
Rekaman kamera pengawas dari ruang kendali
dihapus atas perintah Bu Yoon.
Kami ambil rekaman dari dasbor mobil yang terparkir di dekatnya.
Sudah pernah lihat dia?
Aku tak tahu.
Kurasa aku belum pernah melihatnya.
Kami sudah periksa dia
dengan tim investigasi dan tim intel Korea Utara,
dan tampaknya dia orang yang menyusup lewat terowongan.
Apa maksudmu?
Tampaknya dia datang dari Korea Utara
untuk mengincar Bu Yoon Se-ri.
Investigasi lebih lanjut mengenai Bu Yoon harus dijalankan.
Jadi, kau pengawal Se-ri.
- Benar. - Dan...
sudah berapa lama kalian pacaran?
Begini...
Tampaknya ibunya Se-ri
sulit dihadapi.
Aku sering melihat adegan seperti ini di drama Selatan.
Sungguh?
Sudah kubilang.
Saat para orang tua Selatan bertemu kekasih anaknya,
dua skenario ini mungkin terjadi.
Mereka menyiram kekasih anaknya, atau...
Astaga.
Atau mereka memberikan amplop berisi uang,
lalu bilang, "Ambil ini, dan menjauh darinya."
Lalu kekasihnya akan bilang,
"Astaga. Kau menganggapku seperti ini?
Tidak, aku tak terima uang ini."
Kenapa mereka tak menerimanya?
Ya, 'kan? Itu juga membuatku bingung.
Kurasa tak masalah menerimanya.
Semoga Kapten Ri menerimanya.
Aku setuju.
Ibunya Se-ri mengeluarkan sesuatu.
HAN JEONG-YEON
Dia selalu sendirian.
Walaupun aku ibunya,
aku tak ada di dekatnya.
Aku ingin kau selalu di sisinya.
Kurasa itu baik untuknya.
Jika ada hal yang harus kuketahui mengenai Se-ri,
atau jika kau butuh bantuan,
hubungi aku di nomor ini.
Kenapa
kau tak bisa berada di sisinya?
Jika kau ada di sisinya,
dia akan menyukainya.
Tolong sempatkan waktu.
Kalian tak menghubungiku dahulu. Ada apa ini?
Dia datang untuk menyelidiki kasusmu.
Dia bilang, pelaku insiden penembakan...
diduga orang dari Korea Utara.
Se-ri,
kau tahu apa pun soal itu?
Kau tahu
orang itu?
Jika aku tahu pelakunya,
bisakah kalian menangkapnya?
Itu berarti kau mengenalinya?
Aku bertanya lebih dahulu,
bisakah menangkapnya?
Direktur Ri.
Aku menerima foto aneh.
Apakah kau tahu
putramu ada di Seoul?
Jika kukirim foto ini ke Jenderal,
menurutmu, apa yang akan terjadi?
Hanya orang bodoh yang tak menyadari nasib akhirnya setelah melihatnya.
Aku yakin kau tak seperti orang bodoh itu.
Apa maksudmu?
Sebaiknya kau pensiun diam-diam.
Gunakan kesehatanmu sebagai alasan tak akan mencurigakan.
Jika begitu, akan kurahasiakan semuanya.
Kau tahu, begitu matahari terbit, matahari harus terbenam.
Aku tak ingin mengusirmu dari jabatanmu.
Kau harus memutuskannya sendiri, Direktur Ri.
Kenapa ingin menemui kami?
Ada sesuatu
yang ingin kuceritakan kepada semuanya.
Kurasa aku punya petunjuk yang bisa menuntaskan
insiden penembakan di sini.
Dokternya bilang apa?
Kondisinya tak seburuk itu.
Sial.
Se-ri akan selamat lagi?
- Aku tahu. - Ayah, ini...
Kenapa kau mengurusnya seburuk ini?
Ini tampak sangat mencurigakan.
Apa yang akan kau lakukan jika dia siuman dan tahu semua?
Kaulah yang melibatkan pria itu dalam rencana kita, Cho Cheol Gang.
Aku sudah bilang, aku tak mau ikut.
Aku hanya menunggu pria itu melakukan pekerjaan kotornya.
Tapi, kau tidak sabar,
menemuinya, dan sebabkan kekacauan ini.
Jika kita biarkan dia, dia pasti akan mengurusnya.
Kenapa kau terburu-buru?
Terserah.
Selain itu, tak ada bukti kalau kita menyuruhnya.
Aku membayarnya tunai.
Rekening dan teleponku bersih.
Tak ada bukti.
Astaga. Kau sungguh...
Tak mungkin.
Se-hyeong.
- Ayah. - Mulai hari ini,
kau mundur dari posisimu di Grup Queens.
Pada rapat darurat pemegang saham, kita akan memilih presdir baru.
Dan mulai sekarang, aku tak menganggapmu putraku lagi.
Enyahlah dari hadapanku.
Selamanya.
Ayah, semua ini direncanakan
oleh istriku.
Kenapa kau tak bilang apa-apa?
Sialan.
Baiklah. Terus terang saja, kau juga bukan ayah yang baik.
Jika kau membiarkanku mengambil alih, seharusnya lakukan lebih awal.
Hal semacam ini tak akan terjadi. Pikirkanlah.
- Hentikan, Se-hyeong. - Tapi, kau terus
memegang jabatan dan mencari yang lebih baik.
Karena kau membuat kami bersaing, kau yang menyebabkan semua ini!
Ibu.
Polisi dan BIN bekerja sama untuk selesaikan kasus ini.
Aku harus meminta kerja samamu.
Kau harus jelaskan, kepada siapa dan alasanmu memberi uangmu
dan bagaimana kau bisa bertemu pria bernama Cho Cheol Gang.
Direktur Militer,
kau tak sadar?
Apa maksudmu?
Akulah yang mengirim
anakku ke Seoul.
Astaga, Direktur Ri.
Jika kau tak percaya,
tanya Direktur Biro Pengintaian Umum, Park Seong Guk.
Direktur Park yang mengirim putraku
dalam misi membawa wanita kaya
dari Selatan ke negeri kita.
Misi untuk membawa wanita kaya kemari?
SE-RI KEMBALI UNTUK BISNIS
Dia wanita di foto itu.
Dia sangat mapan di Selatan.
Aku yakin kau pun tahu
keadaan militer kita sedang buruk karena blokade ekonomi.
Dan sekarang, kita punya rencana untuk membawa
investasi dari Selatan ke sisi kita.
Aku tak bisa lewatkan ini.
Karena ini misi rahasia di Biro Pengintaian Umum,
kami tak bisa berikan pemberitahuan. Semoga kau mengerti.
Putraku akan kembali.
Kau boleh investigasi dia lagi jika kau mau.
Kapan putramu akan kembali?
Dia kembali dalam sepekan.
Pesta Olahraga Militer Dunia baru saja berakhir.
Tim nasional kita sudah pulang,
tapi para prajurit yang dikirim
tetap tinggal untuk negosiasikan persyaratan.
Dia kembali dengan prajuritnya.
Begitu.
Aku tak percaya kau berbohong
soal masalah sepenting ini,
karena jika semua yang kau katakan
merupakan kebohongan, mundur saja tak akan cukup.
AKU MENEMUKAN PERSEMBUNYIAN ANJING PEMBURU
SEO DAN MANIS
Kalian naik tangga.
Dan kalian, ikut denganku.
Kau siapa?
Tunggu.
Kau siapa?
Begitu.
Baiklah.
Maaf. Aku minum terlalu banyak.
Sialan!
Gu Seung-jun.
Jadi, inilah akhirmu.
Tapi, kenapa aku
memikirkan wanita itu saat ini?
Hei.
Kau sudah perintahkan mereka sesuai ucapanku?
U Pil, mari makan.
Baik, Ibu.
- Kau senang bermain ddakji? - Ya.
Kau Hyeon Myeong Sun, istri Jung Man Bok?
Benar. Ada apa ini?
Kau harus ikut kami.
Suamimu terlibat kecelakaan parah di Pyongyang.
Apa?
Apa solusimu?
Kau sembunyi di mana setelah membuat kekacauan ini? Kau sedang apa?
Apa?
Siapa yang dari Korea Utara?
Ri Jeong Hyeok?
Siapa itu?
Akan kutangani sekarang.
Ada hal penting yang harus kuberi tahu.
Siapa di dalam?
Keluarga Se-ri masih di ruangan.
Jangan tinggalkan dia.
Kau mau pergi?
Walau aku terlambat,
jangan tinggalkan dia sendiri.
- Baik. - Baik.
Jika...
aku sangat terlambat...
Seumpama itu terjadi,
kalian harus kembali.
Keluarga kalian menunggu.
Kapten Ri.
Kapten Ri.
Aku meminta tim medis untuk bersiap
atas kemungkinan penembakan.
Baik.
Kita akan menghadapi prajurit elite dari Utara,
jadi, coba tangkap mereka secepat mungkin.
Tapi jika gagal, untuk hentikan insiden ini membesar,
kalian boleh bunuh mereka. Itu saja.
- Baik. - Baik.
Mereka pasti mengetahuinya. Mereka siap bergerak.
Sial!
Apa?
Kau mau membunuhku?
Kau mungkin bisa membunuhku,
tapi begitu melakukannya, kau sama saja mati.
Berkat ayahmu,
kau tak pernah kesulitan dalam hidupmu.
Tapi, tak ada ayahmu yang melindungimu lagi.
Dia akan kehilangan segalanya karena dirimu.
Cho Cheol Gang, bukan hanya kau yang akan kehilangan segalanya.
Aku juga mempertaruhkan segalanya.
Turunkan senjata kalian!
Jika jatuhkan senjata dan ikuti kami, hukuman kalian akan dikurangi.
Biar kuulangi.
Turunkan senjata kalian!
Alam semesta mendukungmu sejak lahir,
tapi tampaknya semesta mendukungku.
Turunkan senjatamu.
Orang sepertimu tak akan bisa menembakku.
Biar kuulangi.
Turunkan senjata kalian!
Jika menembak, kami akan menembak.
Dengarkan ini saat kau tak bisa tidur.
Kapan dia menaruhnya di sini?
Se-ri.
Kau kesulitan tidur lagi?
Ya.
Kurasa aku tak bisa tidur
jika kau tak ada di dekatku.
PIL TIDUR
Kau punya banyak obat.
Jangan minum obat saat tak bisa tidur.
Bagaimana kalau dengarkan musik ini?
Kau bilang setelah mendengarkan ini kau mau hidup lagi.
Kisahmu membuatku lega akan masa lalu.
Aku merasa
ingin hidup kembali.
Jadi,
bagaimana kalau kita hidup hari ini seolah-olah akan bertemu besok?
Jangan lupa makan dan tidurlah dengan nyenyak.
Bagaimana kalau kita menjalani hari-hari kita
berpura-pura
bahwa kita bisa bertemu lagi besok,
dan menjalani hidup bahagia?
CARA MEMASAK MI
Dan saat hidupmu menyenangkan hingga merasa bahagia,
walau kau melupakanku suatu hari,
aku...
akan baik-baik saja.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.