Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Malam Abadi S2]
[Episode 26]
Xu Chong Shan menghilang.
Perbuatanmu?
Benar.
Xu Chong Shan ingin membunuhku.
Pantas mati.
Apakah,
Jenderal Xu Shi juga ingin membunuhmu?
Kakak mencurigaiku menyebar keberadaan Xu Shi?
Awalnya aku tidak ingin mencurigaimu.
Tetapi semua perbuatanmu,
sungguh mengecewakanku.
Jika kakak begitu kecewa,
lebih baik ambil saja posisi Raja ini.
Jadi saja Raja langsung.
Kamu berbicara begitu padaku?
Mengapa tidak boleh?
Setidaknya sekarang,
aku tetaplah Raja Negara Tang.
Dan kamu hanya bawahanku.
Raja bawahan berbeda status,
seharusnya kamu jaga cara bicaramu.
Kamu memukulku lagi.
Hukuman dari memukul Raja,
bisa dipenggal.
Apa yang mau kamu lakukan?
Apa yang maumu?
Bukankah ingin membunuhku?
Bunuh saja, antarkan aku bertemu dengan ayah.
Kamu sudah gila?
Kamu adalah Raja.
Aku adalah bawahan.
Raja ingin aku mati.
Aku,
tidak berani tidak mati.
Kakak.
Tadi hanya emosi sesaat.
Kamu masih tahu aku adalah kakakmu.
Aku hanya ada 1 kakak,
kamu juga hanya ada satu adik.
Hun Yuan.
Kakak tahu kamu tidak jahat,
tetapi kamu bisa melakukan hal aneh ini,
pasti ada orang yang memintamu melakukannya.
Katakan padaku,
siapa orang itu?
Tidak ada yang memintaku.
Kamu tidak bisa membohongiku.
Karena kamu tidak mampu membunuh Xu Chong Shan.
Kamu juga tidak mampu
memberitahukan keberadaan
Jenderal Xu Shi pada orang Xi Ling itu.
Orang yang bisa melakukan dua hal ini,
dalam Du Cheng bisa dihitung dengan jari.
Kakak jangan tanya lagi,
orang mati tidak bisa hidup lagi.
Untuk apa terus...
Apakah He Ming Chi?
Dari awal sudah kuperingati dia,
jangan mendekatimu.
Dia berani melawanku.
Bukan He Ming Chi.
Kalau begitu siapa?
Kamu.
Kecurigaanmu terlalu berat.
Hua Shan Yue.
Apa perintah Yang Mulia?
Cepat ke Nan Men Guan,
tangkap He Ming Chi.
Yang Mulia,
He Ming Chi adalah ketua Hao Tian Dao Nan Men.
Menangkapnya seperti ini,
takutnya akan ada keributan.
Benar kata Jenderal Hua.
Saat ini tidak boleh terjadi sesuatu pada Du Cheng.
Baik.
Aku tidak menangkapnya.
Aku ingin dia ikut perang di Xin Jiang utara.
Dia tidak bisa berperang,
untuk apa mengutusnya?
Jika dia tidak ingin pergi.
Maka harap Yang Mulia
membunuhnya atas
pelanggaran perintah.
[Hao Tian Dao Nan Men]
Yang Mulia.
Saatnya turun.
Yang Mulia.
Yang Mulia tiba.
Saya tidak tahu Yang Mulia tiba,
lalai dalam penyambutan.
Mohon Yang Mulia mengampuni.
Yang Mulia.
Bagaimana kalau minum teh dulu?
Baik.
Minum dulu.
Kami hari ini datang bukan untuk minum teh.
Ada yang ingin
Yang Mulia katakan padamu.
He Ming Chi.
Saya.
Aku
ingin kamu berperang di Xing Jiang utara.
Segera berangkat.
Tidak boleh ditunda.
Ikut perang?
Pasti,
Jenderal Hua
akan lebih cocok dari saya.
He Ming Chi,
kamu sedang melawan perintah?
Dari Nan Men ada siapa lagi?
Hanya kamu.
Hanya saya?
Mengapa hanya saya?
Karena kamu adalah ketua.
Kamu harus memberi contoh
pada Seluruh Nan Men.
Yang Mulia mengira,
setelah saya pergi dari Du Cheng,
pasti akan pergi ke Xin Jiang Utara?
Jika kamu melawan perintah,
Perintah pencarianmu
akan muncul di seluruh negara.
Jangan mengira aku tidak tahu apa yang kamu pikirkan.
Sebelum perang berakhir,
jika ada yang melihatmu di Du Cheng.
Maka kamu akan dibunuh.
Bahkan Nan Men Guan sudah diusir.
Apakah Du Cheng bisa di jaga?
Yang Mulia jangan berkata seperti itu.
Ini bukanlah sikap yang dimiliki
oleh seorang Raja sepertimu.
Fu Zi sudah mati.
Siapa yang bisa melawan langit?
Akademi tidak mendukung Negara.
Hanya bisa andalkan diri sendiri
mendekati Dao Men.
Masih bisa bagaimana lagi?
Jika Akademi tidak bisa menjaga negara.
Aku akan terus bertahan,
bertahan dengan semua kekuatan.
Sampai aku tidak bisa bertahan.
Tidak bisa lagi.
Prajurit besar dari Dewa Xi Ling akan menyerang.
Du Cheng tidak bisa dilewati.
Kita ada Jing Shen Zhen.
Mereka tidak perlu melewati,
asalkan mengepung Du Cheng.
Banyak orang dalam Du Cheng,
makanan tidak akan cukup.
Hun Yuan.
Dalam beberapa kalimat ini,
sepertinya kamu cukup pintar.
Tetapi mengapa sebelumnya kamu begitu bodoh?
Aku tidak bodoh.
Aku sangat sadar.
Hao Tian ingin menghancurkan negara.
Selain menyerah,
masih bisa apa lagi?
Kita adalah orang Tang,
tidak akan menyerah.
Tidak akan menyerah,
meski di detik terakhir.
Hun Yuan.
Kita adalah kerajaan Negara Tang.
Meskipun mati,
juga harus mati di dalam istana.
Kamu mengerti tidak?
Aku tidak mengerti.
Mengapa aku harus mati?
Di depan adalah Wu Zhou.
Semakin dekat dengan Du Cheng.
Yang Mulia.
Kita akan segera sampai.
Berhenti.
Permaisuri.
Lebih baik kita memutari Wu Zhou.
Langsung menuju Du Cheng.
Sampai di Du Cheng,
sesuai rencana awal.
Anda ke kediaman Tuan Zeng dulu.
Mengapa harus berputar?
Menurut instingku,
depan akan ada yang penghalang.
Kalau begitu turuti tuan ke-13 saja.
Saya akan menunggu,
Nanti bergabung lagi Permaisuri.
Tuan ke-13,
hati-hati.
Kita pergi.
Lapor Yang Mulia.
Bagian prajurit mendapat kabar,
Pasukan perbatasan utara
mengantar Permaisuri dan Pangeran ke-6.
Segera sampai di Wu Zhou.
Ini,
mengapa begitu cepat?
Siapa lagi?
Dengar-dengar,
Tuan ke-13 juga ada di dalamnya.
Ning Que.
Dia masih hidup?
Kakak.
Bagaimana ini?
Kamu mundur dulu.
Yang Mulia.
Mundur.
Kalian semua mundur.
Baik.
Kita harus melakukan beberapa hal.
Ning Que sudah bertindak.
Akademi pasti mendukung siluman ini.
Jadi apa rencanamu?
Membunuh Ning Que?
Atau mengurung dia?
Aku ikuti kakak.
Apa yang kakak inginkan?
Akan kuturunkan tihta.
Baik.
Jika begini,
aku akan meminta tihta dari Raja.
Cepat katakan.
Mohon Yang Mulia pergi ke Wu Zhou,
jemput Tuan ke-13 dulu.
Apakah kakak tidak salah?
Ning Que adalah musuh kita.
Kamu,
Ning Que adalah penjaga Jing Shen Zhen pilihan ayah.
Hanya dia yang bisa menjaga Du Cheng.
Jaga apanya?
Jika dia kembali,
bagaimana aku bisa menjadi Raja?
Semua negara bekerja sama,
Negara Tang kita menghadapi bahaya besar.
Sekarang yang penting,
tentu saja melindungi Du Cheng.
Melindungi kekuasaan kita ini.
Apakah Yang Mulia ingin
menjadi Raja dari Negara hancur?
Kita bisa memilih menyerah,
hanya mengaku salah pada dewa.
Apa susahnya?
Tidak berguna.
Aku tidak ingin mendengarmu berbicara begitu.
Kakak.
Menyerah bukan berarti Negara Tang musnah.
Xi Ling butuh orang untuk mengurus dunia manusia.
Negara Tang hancur,
tidak ada untungnya bagi mereka.
Dibandingkan dengan Negara Jin Zhang.
Bukankah kita lebih cocok?
Lebih cocok apa?
Lebih cocok menjadi anjing Xi Ling?
Menyerah hanya sebuah pilihan.
Negara Tang tidak akan rugi,
aku juga bisa menjaga posisiku.
Bukankah bagus?
Li Hun Yuan.
Selama ini,
karena ibu.
Aku selalu merasa kamu sangat kasihan.
Jadi aku mencintaimu, memanjakanmu,
menyayangimu.
Tidak kusangka kamu menjadi seperti ini.
Kakak.
Jika Ning Que kembali,
tidak ada bedanya menurunkanku.
Kamu adalah adik kandungku.
Aku pernah berjanji pada ibu,
akan menjagamu dengan baik.
Bagaimana bisa menurunkanmu?
Kakak.
Jika Ning Que kembali,
aku juga tidak bisa menjadi Raja.
Tuan Putri.
Hua Shan Yue.
Mengapa kamu masih di sini?
Saya ingin melakukan sesuatu untuk Yang Mulia.
Tidak perlu.
Kamu tidak bisa berbuat apapun.
Saya bisa.
Yu Er.
Yu Er.
Kamu tahu itu.
Aku bersedia melakukan apapun untukmu.
Meskipun ingin aku mati, aku bersedia.
Jangan berkata seperti itu.
Kamu tidak berhutang padaku.
Aku berhutang kata tentram.
Aku tidak ingin melihatmu begitu lelah.
Aku tidak ingin melihatmu ditindas.
Aku hanya benci pada diri sendiri.
Benci aku tidak cukup kuat.
Tidak bisa membantumu.
Sudahlah.
Aku akan pergi ke Wu Zhou,
menahan Permaisuri, Pangeran ke-6,
agar mereka tidak kembali.
Ning Que juga di sana.
Kamu bisa menahannya?
Tidak bisa juga harus bisa.
Karena mereka membahayakanmu.
Aku tidak akan membiarkannya terjadi.
Aku ingin mereka tahu.
Bukan semua orang ingin
mereka kembali.
Hua Shan Yue.
Jika suatu hari,
kamu menyadari hal yang kamu pertahankan
adalah kesalahan.
Apakah kamu akan menyesal?
Hal yang berhubungan denganmu,
aku tidak akan menyesal.
Jika aku sudah melakukan
hal yang keterlaluan.
Meski kamu mengkhianati seluruh dunia,
aku juga akan setia.
Mengapa kamu begitu bodoh?
Banyak orang pintar di dunia ini,
harus ada beberapa orang bodoh.
Seumur hidupku,
selalu merasa pintar.
Tetapi sekarang,
sangat ingin menjadi orang bodoh sepertimu.
Jangan pikirkan lagi.
Aku akan pergi ke Wu Zhou.
Kamu sungguh ingin pergi?
Aku akan mencobanya.
Kamu tidak bertanya,
sebenarnya apa yang kupikirkan.
Kamu pasti tidak ingin mereka kembali.
Aku memang tidak ingin mereka kembali.
Tetapi aku berharap,
Ning Que kembali.
Mengapa?
Karena Du Cheng membutuhkannya.
Lapor Yang Mulia.
Jenderal Hua ingin pergi ke Wu Zhou.
Ning Que tidak bisa kembali lagi.
Tetapi,
Tuan Putri berkata
dia ingin Ning Que kembali.
Pergilah.
Baik.
Jenderal He tiba.
Jenderal He Yi
hormat pada Yang Mulia.
Kamulah yang He Ming Chi tinggalkan padaku?
Sekarang saya adalah orang Yang Mulia.
Kamu segera ke Wu Zhou,
bawakan perintahku.
Meminta prajurit setempat menahan Ning Que.
Jika ada perlawanan,
bunuh langsung.
Baik.
Siapa berani melawanku,
maka harus mati.
Kalian membuatku menunggu lama.
Ning Que.
Ternyata tahu aku akan datang.
Tuan ke-13.
Lama tidak bertemu.
Tuan Putri.
Kamu datang ke sini
untuk menahanku?
Tentu bukan.
Saat ini Du Cheng membutuhkan Tuan ke-13.
Aku datang menjemput ayahku.
Di mana mereka?
Kamu tahu instingku selalu benar.
Aku tidak akan membiarkan orang yang
ingin kulindungi dalam bahaya.
Kamu ingin melindungi siapa?
Kembalilah dulu.
Hei Huo, ayo.
Permaisuri ada di sini,
masih tidak cepat buka pintu.
Tidak ada perintah Tuan Putri,
siapapun tidak boleh masuk.
Tuan ke-13,
aku adalah permasuri dari Negara Tang.
Menuruti wasiat dari Mendiang Raja,
mengangkat Pangeran ke-6
kembali ke Du Cheng meneruskan posisi Raja.
Siapa yang memberi kalian keberanian,
Beraninya
menghalangi Raja untuk masuk.
Sekarang,
Negara Tang berada di kondisi genting.
Senjata kalian
seharusnya mengarah pada musuh.
Bukan pada kami ibu dan anak,
melakukan hal yang jahat ini.
Kalian semua adalah anak dari pejabat.
Terlahir terhormat.
Jangan karena kesalahan ini,
merusak nama baik leluhur kalian.
Sekarang,
aku ingin masuk ke kota.
Jika langkah kakiku terhentikan,
hari ini penjaga pintu kota,
akan dihukum atas penghinaan pada keluarga Raja.
Aku
pasti melakukannya.
Mana wanita itu?
Tuan Putri.
Menurut aturan,
dia tetaplah ibumu.
Kamu tidak seharusnya memanggil seperti itu.
Biarkan dia masuk ke kota,
ini adalah sikapmu.
Sikapku selalu sangat jelas.
Apakah masih bisa kembali?
Itu dilihat dari sikapmu.
Lapor Yang Mulia.
Wanita Mo Zong dan Pangeran ke-6 sudah masuk kota.
Dan pergi ke kediaman Zeng.
Ratusan prajurit di Wu Zhou,
tidak bisa menahan puluhan orang.
Dengar-dengar,
Tuan Putri yang langsung menahan
pergerakan prajurit di Wu Zhou.
Dia?
Li Yu.
Kakakku.
Dia ingin mencelakaiku.
Yang Mulia.
Keadaan mendesak begini,
apa yang harus kita lakukan?
Mana Ning Que?
Apakah Ning Que bersama dengan mereka?
Ning Que tidak bersama mereka di kediaman Zeng.
Kamu yakin?
Saya yakin.
Baik, Jenderal He.
Cepat bawa orang ke kediaman Zeng,
bunuh semua yang ada di sana.
Jangan tersisa.
Yang Mulia.
Permaisuri dan
Pangeran ke-6 juga....
Sudah kukatakan
jangan tersisa.
Saya
laksanakan.
Yang Mulia.
Yang Mulia.
Tidak baik.
Ning Que.
Kenapa dengan Ning Que?
Ning Que sudah datang.
Ning Que?
Untuk apa dia datang?
Untuk apa dia datang?
Hamba tidak tahu.
Jenderal He.
Mana Jenderal He?
Untuk apa Ning Que datang?
Ning Que.
Untuk apa dia datang?
Hamba Zeng Jing.
Hormat pada Mendiang Raja.
Hormat pada Yang Mulia.
Hormat pada Ibu suri.
Panjang umur. Panjang umur. Panjang umur.
Panjang umur. Panjang umur. Panjang umur.
Tuan Zeng, berdirilah.
Terima kasih Yang Mulia.
Berdirilah.
♪ Warna bulan ♪
♪ Tidak ada aku, seperti janji ♪
♪ Pisau merobek langit malam ♪
♪ Bertemu kembali, tetapi dipisahkan jarak ♪
♪ Di mana kamu? ♪
♪ Wajah pemalu dan tenang ♪
♪ Dengan samar-samar menunjukkan ♪
♪ perasaan hati sedih itu ♪
Sekarang kuserahkan padamu.
Zhen Yan Chu.
Adik,
aku ingin memberitahumu,
setiap jalan di Negara Tang,
setiap batu
semuanya adalah bagian dari ini.
Ini juga adalah simbol dari Negara Tang.
Aku menyerahkannya padamu,
ingin memberitahumu.
Rumahmu,
negaramu
♪ Dingin, kesadaran menghilang ♪
ada di sini.
♪ Terbang ke mana ♪
♪ Apakah menemukan orang yang dicintai? ♪
♪ Mempermainkan langit dan bumi ♪
♪ Mengejar kenangan denganmu ♪
♪ Langit malam seperti mimpi ♪
♪ Mimpi bunga bermekaran ♪
♪ Mimpi penuh dengan kabut ♪
♪ Selangkah demi selangkah, kosong ♪
♪ Waktu seperti mimpi ♪
♪ Mimpi yang mengorbankan diri ♪
Apakah kamu membenciku?
♪ Mimpi yang berapi-api ♪
Mengapa aku harus membencimu?
♪ Yang pucat ini ♪
Karena kamu menyadari,
aku bukan wanita dalam pikiranmu.
♪ Akhirnya menjadi ♪
Kamu mengubah wasiat.
♪ Pasangan yang ♪
♪ begitu bahagia ♪
Wanita yang sudah menikah jauh
namun masih bisa kembali,
tidak mungkin
adalah orang biasa.
♪ Keadaan yang asing ♪
Hal ini tidak mengecewakanku.
Tidak akan marah karena ini.
Kalian mengubah wasiat,
dilihat orang biasa adalah hal sangat buruk.
Tetapi aku sungguh merasa biasa saja.
Jika Li Hun Yuan adalah Raja baik
yang bisa membuat seluruh rakyat
hidup dalam kesenangan dari generasi ke generasi.
Aku bahkan akan mendukung kalian,
namun kenyataan tidak begitu.
Kamu pernah berjanji padaku.
Dalam hal ini,
kamu akan mendukungku.
Salah.
Saat itu aku berjanji padamu,
aku tidak mendukung Permaisuri.
Sekarang apa yang kamu lakukan?
Untuk apa kamu membawa mereka
kembali ke Du Cheng?
Kamu ingin membantu mereka apa?
Kamu salah lagi.
aku hanya mendukung
wasiat dari Raja Tang.
Ini adalah urusan keluarga Li kami.
Tidak perlu kamu dan Akademi ikut campur.
Ini adalah kesalahan ketigamu kali ini.
Pertama-tama
Negara Tang bukan milik kalian keluarga Li.
Tetapi adalah milik orang Tang.
Kedua,
Fu Zi sendiri yang membangun Negara Tang.
Sekarang meskipun Negara Tang akan dikuasai,
itu seharusnya milik Akademi.
Negara Tang adalah milik Akademi.
Aku sungguh tidak pernah tahu.
Membahas tidak pernah tahu,
adalah mengubah wasiat
itu adalah pertama kali dalam sejarah.
Selama ratusan tahun,
tidak ada yang berani menyerang Du Cheng.
Membahas menyerang Du Cheng,
orang dalamlah yang ingin Du Cheng di serang.
Kamu dan Li Hun Yuan ingin posisi Raja,
aku bisa memahami.
Tetapi waktu kalian tidak tepat,
cara yang digunakan juga kacau.
Seperti yang dikatakan sebelumnya,
Hal ini yang mengecewakanku.
Baik.
Bagus sekali.
Benar katamu.
Biarkan aku menanyaimu.
Kekuatan sekarang,
kamu merasa siapa yang bisa lebih baik dariku?
Kamu,
atau wanita itu?
Aku mengerti maksudmu.
Menurutmu,
seluruh dunia,
Negara Tang tidak akan bisa menang.
Membahas sumber daya,
tidak sebaik musuh.
Membahas kekuatan,
tidak cukup besar.
Tetapi beberapa kesalahan,
tidak seharusnya kamu lakukan.
Seperti Xu Shi tidak perlu mati,
Xian Zhi Lang juga tidak harus mati,
terlebih lagi Lao Ma tidak boleh mati.
Sebenarnya dari kecil aku adalah orang yang dingin.
Aku hanya peduli pada Sang Sang,
sampai di Wei Cheng,
barulah ada perubahan.
Setelah tiba di Akademi,
semua perubahan ini terjadi dalam hatiku.
Bahkan aku tidak sadar.
Aku tahu,
beberapa kesalahan konyol
bukan perbuatanmu,
tetapi adalah perbuatannya.
Jadi aku ingin tahu.
Dia berencana bagaimana mengambil tanggung jawab ini.
♪ Waktu berlalu, musim gugur tiba ♪
♪ Bunga bermekaran dan berguguran ♪
♪ Perasaan siapa yang terkubur oleh waktu ♪
♪ Jika sebuah mimpi seperti burung yang terbang melewati lautan ♪
♪ Takut pada saat langit cerah, pikiran adalah kosong ♪
♪ Bahkan jika cinta adalah kelemahan ♪
♪ Aku ingin menghilangkan semua kabut ♪
♪ Siapa yang sedang menunggu siapa, siapa yang menyalahkan siapa ♪
♪ Waktu datang dan pergi dengan terburu-buru ♪
♪ Aku tidak rela kamu jatuh ke dalam debu ♪
♪ Aku tidak takut menemanimu melewati gunung dan lautan ♪
♪ Mendengar suara hujan, bersulanglah untuk menenangkan kekhawatiranmu ♪
♪ Siapa yang bisa mengerti akan kesulitannya ♪
♪ Waktu berlalu, menunggu seumur hidup ♪
♪ Tidak akan takut pada masa lalu dan masa depan ♪
♪ Waktu berlalu, musim panas pergi musim semi datang, bunga bermekaran ♪
♪ Perasaan siapa yang terkubur oleh waktu ♪
♪ Jika sebuah mimpi seperti burung yang terbang melewati lautan ♪
♪ Takut pada saat langit cerah, pikiran adalah kosong ♪
♪ Aku tidak rela kamu jatuh ke dalam debu ♪
♪ Aku tidak takut menemanimu melewati gunung dan lautan ♪
♪ Mendengar suara hujan, bersulanglah untuk menenangkan kekhawatiranmu ♪
♪ Siapa yang bisa mengerti akan kesulitannya ♪
♪ Waktu berlalu, menunggu seumur hidup ♪
♪ Tidak akan takut pada masa lalu dan masa depan ♪
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.