Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Malam Abadi S2]
[Episode 25]
Hanya dia seorang?
Pemanah.
Panah.
Jenderal.
Ternyata Permaisuri seorang praktisi.
Negara Tang pasti menang. Negara Tang pasti menang.
Negara Tang pasti menang.
Negara Tang pasti menang. Negara Tang pasti menang.
Negara Tang pasti menang.
Negara Tang pasti menang. Negara Tang pasti menang.
Negara Tang pasti menang.
Mo Zong.
Jika saya tidak salah lihat,
Permaisuri memakai kekuatan Mo Zong.
Jadi Permaisuri...
Diam.
Jenderal.
Jika Permaisuri adalah orang Mo Zong.
Bukankah kita...
Diam kamu.
Jika kamu mempengaruhi prajurit kita,
aku akan mengulitimu.
Kubunuh kamu.
Tidak boleh membahas identitas Permaisuri.
Mendiang Raja,
sangat bijaksana.
Pasti,
dia sudah tahu akan hal ini.
Jika dia bisa menerimanya.
Kalau begitu
untuk apa kita mempersulitnya?
Jenderal.
Saya mengerti.
Ning Que.
Ternyata dia.
Anak ini masih hidup.
Sebenarnya ada apa sekarang?
Mengapa kalian masih berada di Wei Cheng?
Mengapa masih berada di Wei Cheng?
Kamu tanyakan saja yang ada di Du Cheng itu.
Kita harus segera pergi.
Bawa pengawal,
dan juga semua rakyat di kota.
Semua orang di kota?
Benar.
Termasuk kamu.
Benar kata tuan ke-13.
Asalkan Du Cheng tidak lenyap,
Negara Tang tidak akan hancur.
Wei Bu Dao.
Ini adalah bendera prajurit
pemberian dari Mendiang Raja.
Kamu bawa dia saat berangkat.
Ingat.
Harus mengantarkan Permaisuri ,
Pangeran ke-6
selamat sampai di Du Cheng.
Ingat itu.
Kenapa?
Kenapa melihatku?
Jenderal,
anda sungguh tidak pergi?
Jangan banyak omong kosong.
Pergi.
Baik.
[Kuda]
Tahun itu begitu ingin pergi dari Wei Cheng,
pergi untuk melihat-lihat.
Pada akhirnya
tetap Wei Cheng paling baik.
♪ Warna bulan ♪
Kamu ini.
♪ Tidak ada aku, seperti janji ♪
Tahun ini,
sepenuh hati
♪ Pisau merobek langit malam ♪
♪ Pisau merobek langit malam ♪ ingin menjadi praktisi.
Ingin balas dendam.
Semua itu sudah kamu lakukan.
♪ Di mana kamu? ♪
Sekarang,
♪ Di mana kamu? ♪
kamu ingin melewati hari seperti dulu.
♪ Wajah pemalu dan tenang ♪
♪ Dengan samar-samar menunjukkan ♪
Takutnya terlalu sulit
♪ perasaan hati sedih itu ♪
Ayo.
Roti rebus Wei Cheng sangat wangi.
Kaki babi. Ayo.
Waktunya berangkat.
Tidak ada waktu makan.
Masalah apapun,
tetap harus makan dulu.
Duduk, duduk.
♪ Lihatlah pikiran burukku ♪
♪ Roh seperti membenciku ♪
♪ Ingin berjalan sendiri ♪
3 bulan lagi,
♪ Ingin berjalan sendiri ♪
♪ Dingin, kesadaran menghilang ♪ aku sudah akan pensiun.
Sejujurnya,
aku memiliki kekasih di Wei Cheng.
Jadi,
aku,
aku tidak ikut pergi denganmu.
Tidak bisa.
Tidak bisa.
Bukan.
Aku tahu kamu tidak rela pergi.
Tetapi untuk apa kamu tinggal?
Apakah kamu bisa melawan pasukan dari Jin Zhang?
♪ Mimpi bunga bermekaran ♪
♪ Mimpi penuh dengan kabut ♪
Aku ingin mencobanya.
♪ Selangkah demi selangkah, kosong ♪
♪ Waktu seperti mimpi ♪
♪ Mimpi yang mengorbankan diri ♪
♪ Mimpi yang mengorbankan diri ♪ Baik.
Kamu tidak pergi, aku tidak pergi.
Kamu.
Sang Sang.
Fu Zi.
Yang Mulia.
Mereka keras kepala,
♪ Keadaan yang asing ♪
♪ Menjadi ♪
Aku?
♪ bayangan yang menghilang ♪
Bukan.
♪ Pasangan yang begitu bahagia ♪
Ma Shi Xiang.
♪ Tidak lagi bersih ♪
♪ Membakar takdir ini ♪
Hadir.
Mau apa?
♪ Yang pucat ini ♪
Jangan lupa.
Sekarang kamu adalah pengawal
♪ Akhirnya menjadi ♪ dari wasiat Raja.
♪ bayangan yang menghilang ♪ Mempercayakan rakyatnya.
♪ Pasangan yang ♪ Kamu bisa mati di sini?
♪ begitu bahagia ♪
♪ Tidak lagi bersih ♪ Mempercayakan rakyatnya?
♪ Membakar takdir ini ♪ Pengawal dari wasiat.
Nak.
Saat itu kamu tidak ada.
Jadi aku membantumu menerima hal itu.
Sekarang kamu sudah kembali,
hal ini perlu kamu yang melakukannya.
Ayo, ambillah.
♪ Warna bulan ♪
♪ Tidak ada aku, seperti janji ♪
Ning Que.
♪ Tidak ada aku, seperti janji ♪
Kamu.
Sekarang bukan prajurit kecil
Wei Cheng yang dulu lagi.
Kamu adalah pelindung Negara Tang.
Keselamatan Negara Tang
♪ Di mana kamu? ♪ diserahkan padamu.
♪ Wajah pemalu dan tenang ♪
Ambillah.
♪ Dengan samar-samar menunjukkan ♪
♪ perasaan hati sedih itu ♪
Nak.
Aku tahu ini sangat sulit
tetapi sesulit apa pun,
kita harus maju.
Ingat,
tidak boleh mempermalukanku.
Untuk apa melihatku?
Kamu.
Pintu terbuka.
Pergi.
Pergi.
Tuan ke-13.
Apakah kamu
ingin menjadi Raja baik seperti ayahmu?
Benar.
Sangat bagus.
Milikmu pasti milikmu.
Tidak akan bisa direbut siapapun.
Apakah ini adalah janji dari Akademi?
Ini adalah janjiku.
Tetapi tetap berguna.
Aku percaya pada janjimu.
Yang Mulia memilih mempercayaimu.
Aku juga memilih percaya.
Ayah.
Sejak saya memimipin Negara Jian,
tidak pernah sekalipun sesuka hati.
Tetapi mengapa beberapa pejabat besar
selalu tidak bersedia mempercayaiku?
Apa yang harus kulakukan,
agar bisa membuat mereka puas?
Song Guan terlalu berat,
Jika ingin langsung kembali ke Du Cheng,
tidak cukup waktu untuk kita.
Tidak terlalu tersembunyi.
Benar juga.
Kamu tunggu dulu.
Permaisuri.
Yang Mulia ingin kembali ke Du Cheng.
Aku ingin membawanya pulang.
Permaisuri.
Memang harus memikirkan cara yang tepat.
Yang bisa mengantarkan Raja kembali,
dan tidak mendatangkan banyak masalah.
Masih ada cara apa lagi?
Bakar saja.
Bakar?
Permaisuri.
Begini,
kurang bagus kan?
Yang Mulia,
demi menolong saya
barulah...
Yang Mulia adalah orang yang bebas,
tidak akan keberatan dengan ini.
Memang benar.
♪ Aku tidak takut ♪
♪ Kamu bilang cahaya ♪
♪ akan selalu menatapku ♪
♪ Hei, awan telah menghilang ♪
♪ Memetik rasa cinta ♪
♪ dan berkeliaran di dunia ♪
Yang Mulia wafat.
♪ Tiba-tiba berbalik melihat kebelakang ♪
♪ Menghilangkan rasa pedas dan asam ♪
♪ Aku tidak tahu ♪
♪ Dalam jarak yang dekat ♪
♪ Kenapa tidak bertemu?
♪ Mendesah ♪
♪ Hati yang dingin dan kacau ♪
♪ Menghancurkan dunia para semut ♪
♪ Melihat perubahan seperti panah es ♪
♪ Memotong cahaya yang redup ♪
♪ Berlari ke gurun ♪
♪ Lepaskan ikatanmu ♪
♪ Berlama-lama ♪
♪ Mengeluarkan kelopak bunga teratai ♪
♪ Aku bermimpi, kesakitan, kedinginan ♪
♪ Menghilangkan rasa pedas dan asam ♪
♪ Aku tidak tahu ♪
♪ Dalam jarak yang dekat ♪
♪ Kenapa tidak bertemu? ♪
♪ Mendesah ♪
♪ Menghangatkan ♪
♪ Tidak peduli apa yang terjadi, kesetiaan tidak akan berubah ♪
♪ Semoga hal yang biasa bisa bangkit ♪
♪ Mencairkan pandangan mata yang dingin ♪
♪ Mengubah perasaan seseorang ♪
♪ Bermekaran disisi lain ♪
♪ Langit yang biru ♪
♪ Makan dari alam manusia ♪
♪ Aku serakah, marah dan gila ♪
♪ Ingin menemani nirvana ♪
♪ Menemani nirvana ♪
♪ Menemani nirvana ♪
[Wei Cheng]
Berjanji padaku.
Tidak boleh tua.
Tidak boleh mati.
Tunggu aku kembali berbakti padamu.
Aku berjanji padamu.
Aku tidak akan tua.
Aku tidak akan mati.
Kutunggu kamu kembali.
Aku membawa semua pasukan dan rakyat
pergi dari Wei Cheng.
Dalam kota,
hanya tertinggal Lao Ma seorang.
Tidak menangis.
Wei Cheng.
Tragis.
Angin pasir di Wei Cheng besar.
Kubunuh kamu.
Jenderal,
ini aku.
Wei Bu Dao.
Mengapa kamu?
Mengapa tidak pergi?
Jenderal, saya.
Naik, naik, naik.
Naiklah.
Kutanyakan padamu.
Mana bendera
yang diberikan Yang Mulia?
Jenderal,
saya meminta adikku membawa bendera itu.
Baiklah. Baiklah.
Hanya tersisa kalian berdua?
Jenderal.
Anda lihat.
Rakyat sekalian,
mengapa kalian tidak pergi?
Tidak ingin hidup lagi?
Kami tidak pergi.
Kami adalah orang Wei Cheng.
Ini adalah rumah kami.
Kami adalah orang Wei Cheng.
Kami ingin menemani Jenderal Ma di sini.
-Benar. -Benar.
-Kami tidak pergi. -Tidak pergi.
Kami adalah orang Wei Cheng.
Kami ingin menemani Jenderal Ma.
Tidak pergi.
Negara Tang ada rakyat seperti kalian,
bagaimana bisa hancur?
Semuanya bersiaplah.
Baik.
-Baik. -Baik.
Si tua Zeng Jing ini,
sepertinya sudah bosan hidup.
Benar tidak?
Benar.
Berani memfitnahku.
Beraninya bertanya kapan Permaisuri
dan Pangeran ke-6 kembali.
Kembali apanya?
Dan juga kakakku,
dia memintaku menahannya.
Coba kamu yang menahannya.
Begitu banyak dokumen lagi.
Aku tidak mau,
kamu bacakan untukku.
Sudah dua kali,
kamu sungguh hebat.
Sudah dua kali.
Sudah dua kali kalian membuat lidahku terkena panas.
Aku sangat pemaaf,
pertama kali tidak menghukum kalian.
Sudah semakin berani ya?
Siapa dari kalian?
Kamu?
Sudah pasti kamu.
Pengawal.
Yang Mulia. Saya di sini.
Bawa keluar, penggal.
Ini.
Saya tidak berani.
Kamu tuli ya?
Kemari.
Kutanyakan kalian sekali lagi,
apakah kamu yang menuangkan teh?
Kalau begitu pasti kamu.
Bagus.
Semua tidak mengakui?
Bawa keluar semuanya, penggal.
Jawab Yang Mulia.
Hamba yang menuangkan tehnya.
Bagus.
Cukup berani.
Aku suka.
Ampun Yang Mulia.
-Ampun Yang Mulia. -Ampun Yang Mulia.
Ampun Yang Mulia.
Kalian lihat?
Inilah akhirnya jika tidak menurutiku.
Yang Mulia.
Apa kesalahan yang dia lakukan?
Kamu juga berani menanyakanku?
Bereskan dia.
Dasar tidak berguna.
Mengapa tidak mengerti?
Membunuh orang.
Kenapa jika membunuh orang?
Kalian ini,
kenapa tidak mengerti aku?
Karena hal yang kamu lakukan,
orang normal tidak akan mengerti.
Mengapa kamu di sini?
Jika tidak seharusnya siapa?
Hal yang kuminta
sudah kamu lakukan?
Itu tidak penting,
yang penting adalah aku akan membunuhmu.
Membasmi kejahatan.
Kamu tidak bisa membunuhku.
Di istana ini ada Jing Shen Zhen,
kamu tidak bisa membunuhku.
Membunuhmu sangat gampang,
hanya perlu satu tusukan.
Kekuatan Mo Zong.
Tidak disangka dalam istana
tetap tersimpan pemberontak Mo Zong.
Bahkan tersimpan
begitu lama.
Ternyata kamu adalah bawahan siluman wanita itu.
Jurus Hao Tianmu cukup bagus.
Tetapi sayangnya,
kamu tetap bukan tandinganku.
Kamu adalah orang hebat di Mo Zong.
Aku sudah pasti bukan tandinganmu.
Tetapi penilaianmu,
muncul kesalahan.
Jadi orang yang akan mati hari ini,
sudah pasti kamu.
Monster atap.
Kamu bisa menggerakkan monster atap.
Ini adalah hal khusus pemberian Raja padaku,
demi melindungi Raja,
aku sudah pasti bisa menggerakkannya.
Raja bodoh.
Sudah mati?
Sudah mati.
Beraninya memarahiku Raja bodoh.
Pantas mati.
Tidak di sangka dalam istana,
masih ada pembela siluman wanita.
Dan bahkan ingin membunuhku.
Penasehat.
Untung ada kamu.
Memang tugasku.
Tidak tahu apakah Yang Mulia
pernah mendengar rumor,
orang yang ingin merebut posisi
anda bukanlah Permaisuri dan Pangeran ke-6.
Selain mereka,
siapa lagi yang ingin mengambil posisiku?
Jauh di ujung dunia,
dekat di depan mata.
Paman juga pernah mengatakan.
Aku
adalah Raja yang diperintah.
Jika Yang Mulia tidak suka,
seharusnya mengambil milik anda sendiri.
Memang benar,
tetapi kakakku mengambil kendali.
Aku
juga belum bertindak.
Dia menguasai pengadilan kerajaaan,
karena Yang Mulia terus menahannya.
Tetapi Yang Mulia
tidak boleh mundur lagi.
Jika mundur lagi,
Yang Mulia akan jatuh ke jurang.
Apakah sudah menemukan Xu Chong Shan?
Sebelum Xu Chong Shan menghilang,
Yang Mulia sempat membunuh seorang pengawal.
Pengawal itu,
adalah adik kandung Xu Chong Shan.
Tunggu aku di sini.
Baik.
Xu Chong Shan menghilang.
♪ Waktu berlalu, musim gugur tiba ♪
♪ Bunga bermekaran dan berguguran ♪
♪ Perasaan siapa yang terkubur oleh waktu ♪
♪ Jika sebuah mimpi seperti burung yang terbang melewati lautan ♪
♪ Takut pada saat langit cerah, pikiran adalah kosong ♪
♪ Bahkan jika cinta adalah kelemahan ♪
♪ Aku ingin menghilangkan semua kabut ♪
♪ Siapa yang sedang menunggu siapa, siapa yang menyalahkan siapa ♪
♪ Waktu datang dan pergi dengan terburu-buru ♪
♪ Aku tidak rela kamu jatuh ke dalam debu ♪
♪ Aku tidak takut menemanimu melewati gunung dan lautan ♪
♪ Mendengar suara hujan, bersulanglah untuk menenangkan kekhawatiranmu ♪
♪ Siapa yang bisa mengerti akan kesulitannya ♪
♪ Waktu berlalu, menunggu seumur hidup ♪
♪ Tidak akan takut pada masa lalu dan masa depan ♪
♪ Waktu berlalu, musim panas pergi musim semi datang, bunga bermekaran ♪
♪ Perasaan siapa yang terkubur oleh waktu ♪
♪ Jika sebuah mimpi seperti burung yang terbang melewati lautan ♪
♪ Takut pada saat langit cerah, pikiran adalah kosong ♪
♪ Aku tidak rela kamu jatuh ke dalam debu ♪
♪ Aku tidak takut menemanimu melewati gunung dan lautan ♪
♪ Mendengar suara hujan, bersulanglah untuk menenangkan kekhawatiranmu ♪
♪ Siapa yang bisa mengerti akan kesulitannya ♪
♪ Waktu berlalu, menunggu seumur hidup ♪
♪ Tidak akan takut pada masa lalu dan masa depan ♪
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.