All language subtitles for Download Hercules (1997) Subtitle Indonesia XX1

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

OpenSubtitles.org require your login in mx player for uploading subtitles, please login now

Ada satu momen terbaik sepanjang masa dalam sejarah olah raga...

...dan ini terjadi di Kejuaraan Dunia tahun 1932.

Cerita berlanjut di inning ke-sembilan dengan dua pemain ke luar...

...satu tim penuh dan skor imbang...

Babe Ruth mengangkat tangannya dan menunjuk ke tengah penonton.

Tak ada yang percaya, karena tak ada yang pernah melakukannya.

Tapi "The Babe" mempermainkan si pelempar.

Lemparan berikutnya, "The Great Bambino" memukul bola sejauh sejauh 400 kaki.

Meskipun sebelum itu ia sudah jadi pahlawan...

...kira-kira begitulah ia menjadi legenda.

30 tahun kemudian, anak bernama Benjamin Franklin Rodriguez...

...menjadi legenda lingkungan.

Itu musim panas terhebat dalam hidupku...

...saat ia mengajariku cara bermain bisbol...

...dan ia menjadi sahabatku.

Dan ia membantuku dari masalah terbesar yang pernah kualami.

IDFL.us Subs Crew http://IDFL.us

Penerjemah: Hnrazz

Ayo!

Datanglah jam 9:00.

Baiklah. Sampai jumpa.

Aku pindah ke lingkungan itu dua minggu sebelum sekolah dimulai.

Musim panas yang sama saat Dodger Maury Wills memecahkan rekor.

Jadi dengan kejadian hebat seperti itu,...

...harusnya dimulai dengan banyak kejadian hebat dalam hidupku,...

...tapi ternyata tidak.

Aku berasal dari luar kota, dan aku tak punya teman.

Cara yang menyebalkan untuk mengakhiri kelas 5...

...karena aku harus dapat teman sebelum musim panas.

Dan dari sanalah cerita ini dimulai.

Ayah kandungku meninggal saat aku masih kecil.

Ibuku menikahi Bill sekitar setahun sebelum kami pindah ke Valley.

Pada saat itu, hubungan kami masih baik.

Ya.

Yah?

Maksudku Bill.

Ingat kau berjanji akan mengajariku menangkap bola?

Kau bisa mengajariku?

Tentu.

Baiklah.

Oke?/ Terima kasih.

Maaf.

Aku mengikuti mereka ke lapangan usai sekolah.

Aku belum pernah melihat tempat seperti itu.

Itu seperti kerajaan bisbol milik mereka.

Itu tempat terhebat yang pernah kulihat.

Bertram./ Tapi mereka hebat,...

...sangat hebat./ Ayolah, Bertram!

Aku cuma punya sarung tangan plastik pemberian Nenek...

...pada ulang tahunku yang ke-6.

Tapi saat aku berani untuk pergi ke sana dan mencoba berteman,...

...ternyata mereka tak mengingat skor, tak memilih tim,...

...bahkan tak pernah berhenti bermain.

Berlangsung selamanya. Tiap hari mereka lanjutkan permainan hari kemarin.

Seperti permainan impian tanpa henti.

Mereka cuma delapan orang, jadi tim mereka belum lengkap.

Meskipun aku tak bisa main, kurasa aku bisa jadi pemain ke-sembilan...

...dan mungkin hanya berdiri di luar lapangan.

Squints!/ Tentu, jika aku tahu yang akan terjadi saat aku ke sana,...

Kutangkap!/ ...mungkin aku takkan ke sana.

Tangkapan bagus./ Ya.

Ayo!

Ayo, Benny!

Ayo!

Awas!

Baiklah, aku akan mengambilnya.

Jangan jadi penakut. Jangan jadi penakut!

Lemparkan bolanya! Ayo!/ Ya, cepat!

Kami menunggu!

Ayo! Lempar!

Ayo, lempar bolanya!/ Ayo!

Cepat!

Astaga!

Hidupku berakhir.

Kau lihat tangannya?

Jika bukan karena Benny...

...aku takkan punya teman di musim panas itu...

...karena anak-anak lain menganggapku pecundang.

Bahkan sebelum kami berteman...

...Benny dan aku saling terikat untuk satu masalah di musim panas itu...

...saat kami terlibat dalam masalah terbesar yang pernah kami lihat.

Malam, sayang.

Oh, maaf, Bu. Aku tak sengaja.

Scotty, apa kau sudah dapat teman?

Belum./ Kenapa belum, sayang?

Karena aku masih anak baru.

Ibu tak mau kau habiskan musim panasmu dengan mainanmu...

...seperti musim panas kemarin dan yang sebelumnya.

Ibu tahu kau pintar, dan Ibu bangga padamu.

Ibu mau kau ke luar rumah dan mencari teman.

Berlarian, menggores lututmu, kotor-kotoran.

Memanjat pohon, melompati pagar.

Bahkan terlibat masalah.

Bukan masalah yang serius. Ibu mengizinkanmu.

Menurutmu berapa ibu yang mengatakan itu pada anaknya?

Tidak satupun, kurasa.

Sayang, Ibu mau kau punya teman musim panas ini. Banyak teman.

Ya, aku tahu.

Tapi aku tak punya keahlian, Bu.

Aku cuma kutu buku.

Sayang, kau akan terus jadi kutu buku kalau bertingkah seperti itu.

Bagaimana?

Bagaimana?

Dia masih sibuk, Bu./ Tidak, sayang. Dia punya waktu.

Kembalilah ke sana dan tanyakan dia.

Bill.../ Ya?

Maksudku, Yah, apa kita bisa...

...maksudku, apa kau bisa mengajariku menangkap bola?

Ya. Tentu.

Tapi aku harus selesaikan ini.

Baiklah, terima kasih./ Baik.

Bill?/ Ya?

Apa kau tak bisa istirahat dan mengajari dia sekarang?

Bu, tak apa, sungguh./ Sayang...

Kubilang aku mau, tapi aku diburu waktu.

Butuh waktu berapa lama?

Bisakah kau luangkan waktu setengah jam?

Bu, sungguh, tak apa./ Baiklah.

Baiklah. Aku ambil sarung tanganku.

Lihat? Ibu sudah bilang.

Oh, bagus.

Baiklah, Scotty, pergilah ke ujung halaman.

Baiklah.

Kunci permainan ini adalah memperhatikan bolanya.

Jadi penangkap atau pemukul, tetap perhatikan bolanya. Paham?

Baiklah. Ya. Kurasa begitu.

Ke manapun arah bolanya, tetap ikuti. Paham?

Baiklah.

Oke. Baiklah.

Meleset. Maaf.

Tak apa-apa.

Ini.

Oke.

Oke, aku siap.

Perhatikan bolanya, mengerti?

Oke.

Jika bolanya bergerak, gerakkan sarung tanganmu. Paham?

Ya.

Baiklah. Kita mulai.

Kau cuma butuh sarung tangan besar. Lemparkan bolanya.

Lempar bolanya.

Baiklah. Scotty, perhatikan bolanya.

Oke. Paham.

Oke.

Oh, mataku!

Apa yang terjadi?/ Mataku.

Sayang, ambil es./ Tidak apa-apa.

Ini./ Itu untuk makan malam.

Tekanlah di sana.

Tekan yang kuat. Tekan... Ya.

Mataku kena bolanya, Bu./ Ya, tapi kau menangkapnya.

Tekan terus, selama satu jam.

Masih tetap lebam, tapi takkan bengkak.

Maaf.

Harusnya kau perhatikan lengkungannya.

Hei.

Aku mau main bisbol. Kami butuh orang. Kau mau main?

Tidak. Terima kasih./ Kenapa? Bukankah kau suka bisbol?

Ya, tapi.../ Tapi kenapa?

Tapi sarung tanganku... Sobek.

Aku tidak bisa main. Tapi terima kasih.

Tak apa-apa.

Aku punya satu lagi.

Ayo pergi.

Bu, aku mau pergi main bisbol!

Aku segera pulang.

Ayo pergi.

Dan aku adalah Babe Ruth.

Dengar. Siap?

Lihat ini.

Aku "The Great Bambino."

Apa?

Aku "The Great Bambino."/ Apa?

Aku "The Great Bambino."

Siapa dia?

Apa?

Aku tak tahu siapa yang mereka bicarakan.

Apa katanya?/ Apa kau lahir di gudang, Kawan?

Ya, kau dari Planet mana?

Tapi tak mungkin kubiarkan mereka tahu.

Kau tak pernah dengar "The Sultan of Swat"?

"The Titan of Terror"?

"The Colossus of Clout"?/ "The Colossus of Clout."

"The King of Crash", Kawan./ Jadi aku berbohong.

Oh, ya, "The Great Bambino." Tentu saja.

Kukira kau bilang, "The Great Bambi."

Si rusa lemah itu?

Ya. Kukira. Maaf.

Omong-omong, Scott, itu Timmy dan Tommy Timmons...

Mike "Squints" Palledorous...

Alan McClellan, kami memanggilnya Yeah-Yeah...

Bertram Grover Weeks...

Kenny DeNunez dan Hamilton Porter.

Kami memanggilnya Ham. Teman-teman, ini Scott Smalls.

Hai.

Ya, dia akan main bersama kita karena dia jadi pemain ke-9.

Sekarang tim kita lengkap. Kita buang-buang waktu. Ayo ke lapangan.

Benny, ini jam 9:00 pagi./ Ini jam 9:00.

Kenapa kau bawa dia, Benny?/ Karena kita cuma ber-8, dia jadi ke-9.

Ya, begitu juga saudariku, tapi aku tak membawanya.

Dengan pemain ke-9 tim kita lengkap, Yeah-Yeah.

Tidak. Dengan Elswenger tim kita lengkap.

Elswenger bisa menangkap./ Dan melempar.

Ayolah, Benny. Dia tak bisa main.

Kau sudah lihat cara dia melempar./ Ya.

Kau sudah mengisi semua posisi kosong sejak Elswenger pindah ke Arizona.

Benar. Sekarang aku akan menukar 8 posisi, bukan 7.

Aku harus berlatih./ Kau pemain terbaik di tim. Kau tak perlu latihan.

Tidak perlu./ Kau yang terbaik, Kawan.

Ayolah, Benny. Anak ini...

...benar-benar lemah.

Ya. Seperti Oscar Mayer. Lambat!

Lambat! Lemah!

Kenapa tertawa, Yeah-Yeah? Larimu seperti bebek.

Baiklah, tapi aku...

Bagian dari permainan, 'kan?/ Ya.

Lalu kenapa dia tak bisa ikut?

Karena dia anak kutu buku./ Dia tak bisa menangkap.

Teman-teman, isi base, dasar keras kepala.

Smalls, kau isi tengah kiri, oke?

Baiklah. Di mana tempatnya?

Di sana, Kawan.

Di sini?

Itu kiri. Kataku tengah kiri.

Baiklah.

Di sini?

Ayolah, Benny.

Dia takkan menangkap bola. Ayo main.

Dasar bodoh./ Yeah-Yeah, lempar ke base 2.

Ayo! Lempar ke sini, Bertram!

Bagus!

Kerja bagus!

Hei, Smalls, lempar ke base 2./ Baiklah.

Ayolah, Benny. Dia takkan menangkapnya. Dia takkan bisa menangkapnya.

Oh, sudah kubilang, Benny.

Ayolah, Benny. Kenapa kau lakukan itu?

Dia bodoh, Benny. Anak itu bodoh.

Ayo. Lempar bolanya.

Apa yang dia lakukan?

Aku tak percaya.

Ini. Maaf. Maaf.

Kau bisa melemparnya.

Tidak.

Aku tidak bisa.

Aku tak tahu caranya.

Terima kasih mengajakku ke sini, tapi sebaiknya aku pergi.

Hei. Kau terlalu banyak berpikir.

Aku yakin semua nilaimu A.

Tidak, aku pernah dapat "B".

Sebenarnya A-minus. Tapi itu seharusnya "B."

Kawan, ini bisbol. Kau harus berhenti berpikir.

Bersenang-senanglah.

Kalau kau bersenang-senang, kau bisa tangkap bolanya.

Kau pernah lihat pengantar koran?

Aku pernah membantu seseorang.

Baiklah. Lemparlah seperti kau melempar koran.

Saat lenganmu sampai di sini, lepaskan.

Lepaskan saja. Semudah itu.

Bagaimana cara menangkapnya?

Berdiri saja di sana dan angkat sarung tanganmu.

Biar aku yang mengurusnya.

Cepatlah, Benny. Bajuku sudah mulai ketinggalan jaman.

Memang sudah, Squints./ Diam!

Sudah kubilang, Benny.

Smalls, lempar ke base 2.

Oke.

Tidak lagi.

Kita buang-buang waktu, Benny.

Kumohon tangkap bolanya.

Kumohon tangkap bolanya.

Kumohon tangkap bolanya.

Ya!

Bagus!/ Dia bisa.

Sudah kubilang, Kawan.

Oke.

Ayo main bisbol./ Ya, ayo main bisbol.

Baiklah. Aku sudah tahu... dari tadi.

Ya!

Aku ajarkan lagi besok, oke?

Kau hebat./ Oke. Dah.

Sampai jumpa, Ham. Besok jam 8:00.

Jam 8:00, Benny?/ Ya. Sampai jumpa, Smalls.

Dah. Sampai besok.

Benny, tunggu!

Sarung tanganmu./ Simpanlah, Kawan.

Terima kasih!

Oh, ya. Hei, Smalls.

Pakailah T-shirt dan celana jins besok, oke?/ Oh, ya.

Oh, kau punya perapian?

Ya, kenapa?

Lempar topi itu ke sana.

Ya. Cuma ini yang kupunya.

Tidak lagi. Pakailah topi lamaku.

Jam 8:00 besok pagi.

Terima kasih, Benny. Baik. Jam 8:00.

Bu, coba tebak?

Hamilton "The Babe" Porter.

Porter "Si Bola Panjang".

Ayolah, DeNunez.

Ya, oke. Ya, aku melihatnya.

Kau sebut itu melempar?

Ini bisbol, bukan tenis.

Beri dia raket tenis./ Lempar bolanya.

Baiklah, Ham. Ini lemparanku.

Kutantang kau untuk memukulnya./ Kau akan menyesal.

Beri dia tongkat yang besar./ Mau lemparan, ini kulempar.

Beri dia bola basket. Mungkin dia bisa memukulnya.

Astaga!

Ya! Begitulah cara melakukannya.

Ham, dasar bodoh. Sekarang kita tak bisa main lagi.

Bagus, dasar bodoh!

Lempar bolanya padaku.

Dasar bodoh!

Melambung ke luar. Seperti yang kusuka.

Aku akan memukulmu!

Sebentar. Aku akan mengambilnya./ 1932 pukulan oleh "The Babe" di Kejuaraan Dunia.

Pukulan oleh "The Babe."

Jangan!

Jangan!

Smalls, kembalilah!/ Hei, aku akan mengambilnya!

Smalls!/ Smalls!

Apa yang kalian lakukan?/ Smalls, tunggu!

Apa yang kalian.../ Smalls!

Lepaskan! Aku akan ambil bolanya!

Jangan!/ Lepaskan aku! Sekarang!

Kau bisa mati!/ Mati, Kawan, astaga!

Hentikan!

Astaga, kau bisa mati.

Ya, sungguh. Apa yang kau lakukan?

Kalian semua pergi, jadi kukira aku akan melompati pagar...

Kalau berpikir, kau takkan pikirkan itu./ Kau tak bisa lompat ke sana, Smalls.

Lalu bagaimana kita mengambil bolanya?/ Tidak diambil.

Tidak diambil./ Jadi sejarah.

Jadi sejarah. Ucapkan selamat tinggal./ Ucapkan.../ Diam, Tommy.

Hilang, Kawan. Hilang.

Pertandingan selesai, Kawan. Besok kita beli bola baru.

Ya./ Kita takkan melihatnya lagi.

Kenapa tidak?

Si Buas.

Apa itu?

Smalls, dengarkan aku.

Pergilah ke pagar itu... Perlahan, dan jangan bersuara.

Tapi... kurasa.../ Tidak. Tidak, tidak.

Pergilah dan intip dari lubang itu./ Tapi aku...

Tapi aku lihat sesuatu. Ada apa di sana?/ Tak apa. Pergilah.

Pergilah./ Pergilah, Smalls.

Ayo, Smalls.

Ada yang mengambil bolanya.

Makhluk apa itu?

Kemah.

Hei, maaf aku terlambat.

Ibu menyuruhku pakai jaket./ Diam!

Lalu menyuruhku cuci piring.

Oh, Ibumu menyuruhmu cuci piring.

Hei, kau mau S'more (Tambah)?/ Tambah apa?

Bukan, apa kau mau S'more?

Aku belum makan apa-apa, jadi kenapa aku harus tambah?

Kau membuatku kesal, Smalls.

Ini adalah bahan-bahan S'more.

Baik, perhatikan.

Pertama kau ambil biskuit.

Taruh coklat ke biskuitnya.

Lalu kau panggang Mallow.

Saat Mallow-nya sudah menyala,...

Tempelkan ke coklatnya.

Kau bisa membakar tempat ini, Ham./ Lalu...

...tutup dengan biskuit lagi./ Ham, buatkan aku.

Ya, aku juga.

Lalu kau makan./ Aku tak suka coklat itu.

Tidak rapi, tapi enak. Cobalah.

Baiklah. Semuanya diam.

Diam! Apa kalian mau membangunkannya?

Dia baru saja tidur.

Apa yang baru saja tidur?

Si Buas.

Oh, ya!

Astaga.

Diamlah.

Legenda Si Buas sudah dimulai sejak dahulu kala...

...sebelum kita semua bisa mengangkat bola bisbol.

Di suatu tempat bernama Mertle's Acres.

Semuanya dimulai sekitar, 20 tahun lalu...

...saat maling terus mencuri rongsokan dari tempat pembuangan Mertle's Acres.

Jadi Tn. Mertle, pemilik tempat itu...

...membeli anak anjing dari penampungan anjing.

Dia memberinya makan satu daging utuh...

...dan melepaskannya ke tempat pembuangan.

Dan anak anjing itu berterima kasih.

Dalam beberapa minggu, anak anjing itu tumbuh menjadi Si Buas.

Dan dia bertambah besar, dan bertambah jahat...

...supaya dia bisa melindungi tempat pembuangan hanya dengan satu hal:

Membunuh semua orang yang menerobos masuk.

Dan dia melakukannya, dan dia sangat menyukainya!

Si Buas adalah anjing penjaga tempat pembuangan terhebat.

Mesin pembunuh sejati.

Setelah beberapa saat, polisi mulai ditelepon warga...

...melaporkan semua maling yang hilang,...

...yang telah dibunuh oleh Si Buas.

Terus bertambah sampai sekitar 120...

173 orang.

Itu benar.

Mereka tak pernah temukan satu jasadpun.

Tidak satupun. Kata sebagian orang mereka semua pergi.

Tapi kita semua tahu kejadian sebenarnya.

Si Buas memakan mereka.

Memakan tulang dan seluruh badannya.

Si Buas terlalu hebat untuk jadi anjing penjaga...

...jadi polisi bilang dia harus pensiun.

Kakekku, Squidman Palledorous...

...adalah kepala kepolisian pada saat itu.

Ia perintahkan Tn. Mertle mengubah tempat pembuangannya menjadi benteng...

...dan merantai Si Buas dan menempatkannya di bawah rumah...

...di mana dia tak bisa ke luar untuk memakan anak-anak.

Di sanalah dia berada selama 20 tahun.

Dan dia akan tetap di sana sampai akhir hidupnya.

Karena Tn. Mertle bertanya pada polisi, berapa lama...

...ia harus terus merantai Si Buas,...

...kata polisi, sampai selamanya.

Selamanya. Selamanya.

Selamanya. Selamanya.

Selamanya.

Jadi, Si Buas berada di sana di bawah atap serambi...

...memimpikan kapan dia bisa memutuskan rantainya dan pergi...

...memimpikan kapan dia bisa mengejar dan membunuh lagi.

Mengerti, Kawan? Itu sebabnya kau tak boleh ke sana.

Tak ada yang pernah. Tak ada yang mau.

Seorang anak melakukannya, tapi tak ada yang pernah melihatnya lagi.

Itu tidak benar./ Ya, itu benar.

Dia dimakan.

Tidak.

Tidak. Semua itu tidak benar.

Kalian mengarang cerita ini untuk menakutiku.

Oh, ya?

Keluarkan kepalamu dari jendela itu...

...dan lihat ke bawah.

Malam itu aku mengetahui bahwa lebih dari 150 bola bisbol...

...masuk ke dalam pagar itu dan tak pernah terlihat lagi,...

...bahkan saat beberapa anak pemberani...

...mengumpulkan keberanian untuk mengintip.

Karena saat bolanya ke sana, bolanya menghilang.

Aku tahu cerita itu benar.

Karena saat aku melihat ke bawah...

...aku tak melihat satu bolapun.

Dia ada di bawah sana./ Tentu saja.

Apapun yang melewati pagar itu...

...tetap berada di sana.

Menjadi milik Si Buas...

...selamanya.

Ayolah, berikan padaku./ Tidak, aku mau membawanya.

Ayolah. Aku yang membelinya./ Aku mau membawanya.

Berikan padaku.

Astaga Louise.

Ada apa?/ Astaga.

Wendy Peffercorn.

Ayo pergi. Kita harus.../ Tidak!

Kita harus ke lapangan. Ayo pergi.

Ayo pergi./ Baiklah.

Aku berkeringat seperti babi.

Ayo! Cepat!

Kalian dari mana? Kami sudah lama menunggu.

Squints melirik seorang gadis.

Diam. Tidak./ Ya, benar.

Kau sampai tak bisa berkata-kata, dan kau menghayal.

Oh, Wendy Peffercorn, gadis impianku.

Kubilang, diamlah!

Aku banyak pikiran.

Air ini tak berguna, Benny.

Aku terbakar seperti keju panggang! Di sini panas sekali!

Suhunya 150 derajat di sini. Kau tak bisa main bisbol.

Kau harus menyudahi hari ini./ Dengarkan dia, Benny.

Kalau begitu kita pungut suara. Siapapun yang mau...

...menjadi banci, penakut...

...yang memakai bra ibunya, angkat tanganmu.

Ya, aku bisa melakukannya.

Baik, baik, baik!

Sudahlah.

Lalu apa yang akan kita lakukan?

Kolam renang gadis-gadis!

Benny bisa main bisbol seharian, semalaman, hujan,...

...cerah, gelombang pasang, apapun.

Bisbol satu-satunya hal yang dia pedulikan.

Tapi dari semua hal selain bisbol...

...pergi ke kolam renang adalah pilihan terbaiknya.

Meski kami tak pernah melihat majalah Playboy...

...kebohongan yang selalu kami ucapkan./ Hai.

Kami pikir lebih baik pergi ke kolam renang.

Aku ingat kau. Oh, seksi.

Hei, gadis-gadis.

Cannonball!

Itu bukan kolam renang gadis-gadis seperti yang kami katakan...

...karena jika mereka mendekati kami, kami akan kencing celana.

Kami ke sana karena...

...karena Wendy Peffercorn adalah perenang penyelamat.

Astaga./ Ya. Keren sekali.

Dia tak tahu apa yang dia lakukan.

Ya, dia tahu.

Dia tahu persis apa yang dia lakukan.

Aku akan berenang di sini selama masa dewasaku.

Dan setiap musim panas, dia di sana...

...memakai pelembab, mengusap minyak, mengusap minyak, memakai pelembab.

Suatu hari, menjadi berlebihan.../ Tersenyum.

...bagi Michael "Squints" Palledorous./ Tersenyum!

Aku sudah tak tahan lagi!

Minggir!/ Dan dia melakukan hal paling nekat...

Memakai pelembab./ ...yang pernah...

...kami lihat./ Memakai pelembab...

...mengusap minyak.

Kenapa dia?/ Apa yang dia lakukan?

Tiga musim panas akhirnya dia berani.

Entahlah. Tapi itu dalam, dan Squints tak bisa berenang.

Tolong dia!/ Squints!

Tolong dia! Cepat!

Mundur. Mundur.

Kuangkat dia. Ayo, Wendy.

Semuanya mundur. Mundur. Angkat kakinya.

Tak apa! Tak apa!

Ayolah, Squints.

Ayolah, Squints./ Ayolah!

Squints!

Ayolah, Squints. Squints./ Ayolah, Squints. Ayolah.

Bangun./ Ayolah, bernapaslah.

Ayolah, Squints! Kau bisa! Bernapaslah!

Ayolah, Kawan!/ Ya. Dia terlihat lemah.

Squints! Ayolah, Kawan.

Astaga, dia terlihat seperti ikan mati.

Apa?

Anak kecil hidung belang!

Astaga, dia dalam masalah.

Jangan kembali!

Hei, ini kacamatamu. Kau rencanakan itu?

Tentu saja. Sudah lama aku merencanakannya.

Dia merencanakannya! Dia tahu yang dia lakukan!

Michael "Squints" Palledorous berjalan sedikit lebih tinggi hari itu.

Kami harus angkat topi padanya.

Dia beruntung Wendy tidak menghajarnya.

Kami takkan salahkan Wendy. Perbuatannya sungguh licik...

...curang dan rendah... Dan keren.

Tak satupun diantara kami...

...yang berani berbuat seperti itu pada perenang penyelamat.

Dia melakukannya. Dia mencium seorang wanita...

...dan dia menciumnya lama dan baik.

Kami dikeluarkan dari kolam renang untuk selamanya.

Tapi setiap kami melewati kolam renang itu...

...perenang penyelamat melihat ke bawah...

...menatap Squints...

...dan tersenyum.

Ambil sarung tanganmu dan cepatlah./ Ada apa?

Permainan malam. Cepat./ Ibu, aku pergi ke luar!

Hanya ada satu pemainan malam dalam setahun.

Tunggu!/ Pada Hari Kemerdekaan...

...seluruh langit diterangi kembang api...

...memberi kami cahaya untuk bermain.

Kami bermain sebaik mungkin karena, kami merasa seperti tim besar...

...di bawah lampu stadion megah.

Benny selalu merasa seperti itu.

Kami semua tahu dia akan lanjut ke pertandingan yang lebih besar...

...karena setiap kali kami melihat langit seperti anak-anak lainnya...

...dia memanggil kami.

Kau tahu, bagi kami, bisbol adalah permainan.

Tapi bagi Benjamin Franklin Rodriguez...

...bisbol adalah kehidupan.

Baik, pukul!/ Ayo, Benny.

Keren!

Ayo! Cepat!

Lari!

Mundur!

Yeah-Yeah!

Lempar! Lempar! Kejar dia! Kejar dia!

Ayo! Ayo! Ayo!!

Ayo! Cepat!/ Ayo, Benny!

Oh, sial!

Oh, tidak!

Mudah jika kau bermain dengan anak bodoh dan gendut, Rodriguez.

Tutup mulutmu, Phillips./ Apa katamu, muka jelek?

Kataku kau dilarang menyentuh bola bisbol.

Kecuali Rodriguez, kalian penghinaan bagi permainan ini.

Ayo! Kami melawan kalian di sini, sekarang!

Ayo!

Kami main di lapangan yang sebenarnya, Porter.

Kau tak sanggup bermain di lapangan kami.

Jaga ucapanmu, brengsek./ Diamlah, tolol!

Bodoh!/ Pemakan koreng!

Pencium bokong!/ Penjilat nanah!

Pencium kentut!

Kau makan kotoran anjing untuk sarapan.

Kau campur sarapanmu dengan selai jari ibumu!

Ya!

Kau makan apel di toilet dan kau menyukainya.

Kau main bisbol seperti perempuan!

Apa katamu?/ Kau sudah dengar.

Besok.

Siang. Di lapangan kami.

Datanglah, napas bau.

Tentu saja, muka jelek!

Ya!

Ayo pergi!

Kita kalahkan mereka besok.

Ya!

Dasar brengsek.

Ayo mulai!

Cepatlah, pemukul.

Ini akan cepat selesai, dan aku akan pulang makan siang.

Itu satu.

Kau tahu, kalau aku punya anjing yang sejelek kau...

...akan kucukur bokongnya dan menyuruhnya berjalan mundur.

Pukulan cepat.

Ini dia. Kutantang kau.

Strike tiga. Kau keluar.

Hei, apa itu saudarimu di kiri lapangan, telanjang?

Dia telanjang./ Diamlah, Porter!

Hei, hei, hei.

Aku cuma berusaha bersikap ramah.

Ayolah. Menurumu dia mau jalan denganku?

Ayo. Tunjukkan kemampuanmu.

Kita lihat kemampuanmu.

Kalahkan dia!

Ayo!

Kau kalah.

Lempar ke base tiga!

Kami senang sekali malam itu.

Itu kemenangan telak.

Bahkan, kami mempecundangi mereka.

Jadi kami ke luar untuk merayakannya.

Dan kami melakukan hal terbodoh...

...yang pernah kami lakukan.

Hei, teman-teman, aku yang traktir malam ini.

Terima kasih, Benny!

Pesan sembilan tiket.

Hei, Benny./ Terima kasih.

Hei, Benny./ Benny.

Ayo, cepat!/ Aku bagaimana? Terima kasih.

Sial! Aku hampir lupa!

Apa?/ Apa?

Cemilan! Aku menyimpannya untuk saat yang tepat.

Apa itu?/ Big Chief.

Yang terbaik!

Astaga, Smalls. Kurasa kau juga tak tahu "The Babe."

Itu cemilan. Cemilan tembakau.

Tembakau, Kawan./ Kau apakan itu?

Kau membuatku kesal, Smalls.

Dikunyah, tentu saja./ Benarkah?/ Ya.

Ya. Semua pemain profesional memakannya.

Ya. Memberimu banyak tenaga.

Ayo makan./ Baiklah.

Ayolah. Aku mau.

Yang terbaik./ Ayo naik!

Ya!/ Ya!

Squints, ini yang terbaik!

Oh, terasa lebih baik.

Ibu pulang satu jam lagi. Ibu mau mengantar Ayahmu ke bandara.

Oh, oke.

Sayang, kau baik-baik saja? Kau kelihatan pucat.

Aku baik-baik saja, Bu./ Kau yakin?

Aku baik-baik saja, sungguh./ Baiklah.

Dengar, Scott.

Saat aku pergi, kau jadi kepala keluarga. Mengerti?

Baiklah./ Baiklah.

Kau pergi ke mana?/ Chicago.

Urusan bisnis selama seminggu.

Kita latihan lagi saat aku pulang, oke?/ Ya, kurasa begitu.

Urus semuanya untukku./ Baik.

Mengerti?/ Pasti.

Baiklah. Jangan nakal.

Pasti./ Baiklah.

Dua hari setelah kami berlagak seperti jagoan...

...kami berhenti melakukan hal yang tidak-tidak dan hanya terus bermain.

Tapi hari saat kami kembali untuk main bisbol...

...adalah hari saat aku membuat kami dalam masalah terbesar,...

...dan semuanya dimulai dengan pertanda buruk.

Oh, astaga.

Aku tak percaya.

Pecah./ Tidak, bukan.

Mungkin dua atau tiga orang dalam sejarah...

...yang pernah memecahkan bola.

Pasti pertanda buruk./ Artinya kita tak bisa main lagi.

Ini baru jam 12:00, dan aku merusak hari kita semua.

Tidak. Itu hal terhebat yang pernah kulihat.

Ya./ Ada yang punya uang?

Tidak./ Maka ini tidak bagus karena kita tak bisa main lagi.

Ya, kita bisa.

Apa, kau punya uang 98 sen, Smalls?

Tidak, tapi aku punya bola./ Cepat ambil!

Aku bawa! Aku bawa! Aku bawa bolanya!

Aku bawa. Ini.

Aku bawa bolanya.

Ini, Benny. Aku bawa./ Bolamu, giliranmu.

Ini tongkatnya./ Baiklah.

Baiklah. Ayo.

Ayo. Ya, ayo!

Pemukul siap!

Resletingmu terbuka.

Itu strike satu.

Satu, dua, tiga.

Tiga strike, tiga lemparan.

Hei, pemukul!

Ayo, Smalls!

Astaga.

Lari!/ Ya!

Bagus sekali, anak pintar! Aku yang mengajarinya.

Oh, Kawan, itu hebat. Bolanya melambung jauh.

Hei, Smalls, base tiga di sebelah sana.

Hei, Smalls. Smalls.

Pergilah ke base tiga./ Oh, tidak.

Ya! Pukulan bagus, Smalls. Pukulan bagus. Ya!

Oh, tidak./ Siapa yang dapat tongkat besarnya sekarang?

Smalls! Smalls! Smalls!/ Smalls?

Kau lupa berputar.

Pergilah ke base tiga!

Smalls...

Apa yang dia lakukan?

Mungkin ia terkejut karena pertama kali Home Run.

Ya.

Smalls.

Smalls? Smalls.

Kita harus ambil bolanya./ Ya, benar.

Bagus, Smalls./ Ya, bagus, Smalls.

Hei, lupakan saja, Kawan. Kita beli bola lagi.

Tidak, kalian tak mengerti!

Kami mengerti. Kau merasa bersalah kita tak bisa main lagi

Bukan, kau tak mengerti! Itu bukan bolaku!

Apa maksudmu, itu bukan bolamu?

Itu bola Ayah tiriku.

Aku mencurinya dari ruangan pialanya.

Itu bola hadiah. Seseorang memberinya.

Kita harus ambil bolanya. Dia akan membunuhku!

Dengarkan aku, Smalls.

Ini masalah hidup dan mati.

Di mana Ayahmu mendapatkan bola itu?

Apa? Entahlah. Seorang wanita memberikannya.

Kenapa?/ Apa? Seorang wanita?

Ya. Dia bahkan menuliskan namanya. Seorang wanita bernama...

Ruth, Baby Ruth.

Babe Ruth?

Tidak!

Si Buas mengambilnya.

Kau dalam masalah besar, Smalls./ Kau dalam masalah besar.

Smalls, maksudmu kau pulang ke rumah dan mengambil bola...

...yang ditandatangani oleh Babe Ruth...

...dan bawa ke sini dan memainkannya?/ Sungguh memainkannya?

Ya, tapi aku mau membawanya lagi./ Tapi itu ditandatangani oleh Babe Ruth.

Ya. Kau terus mengatakannya. Siapa dia?

Apa?

Apa?

"The Sultan of Swat."/ "The King of Crash."

"The Colossus of Clout."/ "The Colossus of Clout."

Babe Ruth!

"The Great Bambino!"

Astaga! Maksudmu dia orang yang sama?

Ya!

Smalls, Babe Ruth pemain bisbol terhebat yang pernah ada.

Orang berkata, dia bukan Dewa tapi melebihi manusia.

Kau tahu, seperti Hercules.

Bola yang kau berikan pada Si Buas itu...

...lebih berharga daripada hidupmu.

Aku tidak enak badan.

Kipasi dia./ Beri dia udara, beri dia udara.

Kita harus mengambil bola itu.

Kapan Ayahmu pulang kerja?/ Dia pergi untuk urusan bisnis.

Ke luar kota. Tapi dia bisa pulang kapan saja.

Baiklah. Cari tahu kapan dia pulang.

Teman-teman, cari botol dan tukar dengan uang.

Kita butuh 98 sen. Kita harus beli bola.

Ya!

Ayo. Cepat!/ Ayo! Cepat! Cepat!

Ayo. Buka! Cepat, cepat!

Berikan bolanya./ Beri aku alat tulis.

Aku punya pensil./ Beri aku pena, bukan pensil!

Maaf./ Aku punya pena.

Babe...

Baby Ruthie?/ Tulisannya, "Babe Ruth."

Entahlah, Benny./ Ya, tulisannya jelek.

Itu tidak penting.

Ibunya takkan bisa membedakannya.

Ini akan memberi kita waktu./ Baiklah, ayo.

Scotty?/ Di sini, Bu.

Oh, hai, sayang. Sedang apa di sini?

Cuma melihat, Bill...

Maksudku, bola bisbol Ayah.

Kau tahu dia tak suka kau menyentuh barangnya.

Ya. Aku tahu. Maaf, Bu.

Dia pernah cerita padamu tentang bola itu?

Tidak. Tidak juga.

Kurasa tidak. Tidak, tidak pernah.

Aku tak tahu apa-apa tentang bola itu.

Babe Ruth menandatangani bola itu. Dia adalah...

...pemain bisbol terhebat yang pernah ada.

Oh. Benarkah?/ Tentu saja.

Kakekmu memberikannya padanya.

Mungkin suatu hari nanti dia akan memberikannya padamu.

Bagus.

Sangat menyakitkan.

Bahkan Ibuku sendiri, wanita dewasa,...

...mengenal Babe Ruth.

Aku dalam masalah.

Kami kira bola yang dipecahkan Benny...

...berarti hal hebat akan terjadi.

Kini aku tahu itu berarti hidupku berakhir.

Hei, aku tahu!

Kenapa kita tak ke sana...

...mengetuk pintu dan minta Tn. Mertle mengambilkannya?

Kau sudah gila? Tn. Mertle adalah orang tua yang paling jahat.

Dialah yang membuat Si Buas memakan anak itu.

Itu bukan pilihan, Smalls. Lupakanlah!

Oh, baiklah. Maaf. Akan kulupakan.

Ayo kita intip dari jendela.

Ide bagus.

Dia menantang kita./ Kini kita dalam wilayahnya.

Ada yang punya ide bagus?

Setelah kami berusaha mencari jalan keluarnya,...

...kami sama sekali tak tahu harus berbuat apa.

Jadi kami mulai dengan cara primitif.

Ayo.

Lebih jauh./ Lebih jauh, baiklah.

Sedikit lebih jauh./ Lebih jauh. Lebih jauh.

Oh, tidak!

Lebih jauh.

Ke kanan sedikit. Geser ke kanan sedikit.

Sedikit lebih jauh.

Lebih jauh?/ Aku melihatnya. Balikkan.

Sedikit lagi.

Kau mendapatkannya. Tarik.

Aku mendapatkannya!/ Dapat, teman-teman.

Astaga!

Tarik!

Kurasa kita sungguh meremehkan Si Buas.

Kita menghadapi makhluk yang sangat kuat dan cerdas.

Listriknya./ Baiklah, sebentar lagi.

Sambungkan listriknya sekarang.

Listriknya tersambung.

Baiklah, sudah siap.

Nyalakan alat penghisap.

Nyalakan alat penghisap.

Nyalakan alat penghisap.

Siapkan penghisap nomor satu./ Baiklah. Bersiap.

Nyalakan alat penghisap nomor satu.

Alat penghisap nomor satu dinyalakan sekarang!

Nyalakan nomor dua./ Nyalakan nomor dua.

Nomor dua, sekarang!

Nyalakan nomor tiga./ Nomor tiga, sekarang!

Kau mendapatkannya. Angkat ke atas.

Baiklah!

Angkat.

Ada apa, Squints?/ Pipanya... tersumbat.

Matikan, Kawan!/ Tidak bisa! Mesinnya korslet!

Suara apa itu?

Pipanya tersumbat. Entah bagaimana dengan kalian, tapi aku mau ke luar.

Ayo!

Oh, tidak!

Vakumnya akan meledak!

Awas ledakan!

Cara kita salah.

Aku salahkan diriku sendiri.

Kita butuh kejutan penuh.

Serangan udara. Si Buas tak akan menduganya.

Ya.

Aman./ Angkat aku.

Turunkan aku pelan-pelan.

Lebih pelan./ Pelan-pelan.

Ayo.

Ya, turunkan aku. Sedikit lagi.

Sedikit lagi.

Turunkan aku tepat di atasnya.

Turunkan aku tepat di atasnya.

Aku mendapatkannya. Angkat aku.

Angkat dia.

Aku... Aku...

Hei, angkat dia!

Itu kesempatan terakhirku.

Jadi kami berhenti main-main dan mengumpulkan semua tungkai.

Aku membawa semua erektor yang kupunya...

...dan akhirnya menjadi...

...ilmu pengetahuan melawan alam.

Baiklah, bersiap meluncurkan. Ayo, Squints.

Bersiap meluncurkan./ Bersiap meluncurkan.

Bersiap meluncurkan. Meluncurkan

Luncurkan.

Baik, kau sudah di tanah.

Maju ke depan.

Terlalu jauh. Mundur./ Mundur. Terlalu jauh.

Mundur.

Berhenti.

Jatuhkan pelontar.

Pelontar sudah dijatuhkan./ Buka pelontarnya.

Kita akan mendapatkannya. Aku tahu.

Membuka.

Maju.

Tutup pelontarnya.

Pelontar sudah ditutup./ Kita akan mendapatkannya. Ayo.

Tembak!

Akan kutangkap!

Hidupku berakhir.

Seperti saat Bill menghampiriku...

...dan memintaku menjadi kepala keluarga.

Aku menghilangkan bola yang tak ternilai harganya ke kandang monster.

Hebat.

Aku bermimpi malam itu tentang bola bisbol raksasa...

...yang ditanda tangani oleh Babe Ruth...

...jatuh dari langit dan menimpaku...

...seperti paku rel kereta api.

Aku tak tahu apa artinya...

...tapi Benny juga bermimpi malam itu, dan mimpinya sangat membantu.

Siapa di sana?

Jangan kencing celana, Nak. Aku datang untuk membantumu.

Tapi kau sudah.../ Mati?

Legenda tak pernah mati, Nak.

Tapi kau benar-benar dia.

Kau "The Babe."

"The Sultan of Swat." "The King of Crash."

"Of Crash", dan ratusan julukan aneh lainnya.

Lupakan itu, Nak. Kita tak punya banyak waktu.

Aku datang karena kau sedang dalam masalah, 'kan?/ Ya.

Bola bisbol yang aku tanda tangani...

...melewati pagar dan kalian tak bisa mengambilnya lagi, 'kan?

Ya, benar.

Kalau begitu lompati pagar itu dan ambil./ Tunggu!

Aku tak bisa./ Tak bisa apa?

Aku tak bisa masuk ke halaman itu./ Kenapa tidak?

Ada binatang buas di sana.

Jenis apa?

Anjing raksasa, yang sudah memakan seorang anak.

Apa itu benar? Duduklah, Nak.

Duduklah.

Biar kukatakan sesuatu padamu, Nak.

Semua orang punya satu kesempatan untuk membuat hal besar.

Kebanyakan orang tak ambil kesempatan itu, entah karena takut...

...atau tak menyadarinya saat kesempatan itu datang.

Inilah kesempatan terbesarmu,...

...dan kau tak boleh membuangnya.

Ingat saat kau memecahkan bola tempo hari?

Seseorang mengatakan sesuatu padamu, Nak. Jika aku jadi dirimu, akan kudengarkan.

Ya. Tapi apa?

Kaulah pelari yang cepat.

Pikirkanlah.

Henry Aaron.

Entah kenapa, boleh kuminta ini, Nak?/ Tentu, ya.

Terima kasih.

Tunggu.

Maksudmu aku harus melompati pagar itu dan menghadapi Si Buas?

Pikirkanlah, Nak. Sampai jumpa.

Ingatlah, Nak, ada Pahlawan dan ada Legenda.

Pahlawan akan selalu dikenang,...

...tapi Legenda tak pernah mati.

Ikuti kata hatimu, Nak, maka kau takkan pernah salah.

Aku bermimpi. Pakai bajumu. Kita pergi ke lapangan.

Baiklah. Tunggu. Aku ambil barang-barangku.

Hanya satu anak dalam sejarah yang pernah mencoba...

...seperti yang akan Benny lakukan...

...dan dia dimakan.

Jadi kami khawatir, sangat khawatir...

...bahkan saat Benny membawa senjata rahasia:

Sepatu yang bisa membuat seseorang lari lebih kencang dan lompat lebih tinggi.

P.F. Flyers.

Kita tak bisa membiarkannya melakukan ini, Kawan.

Benny, tunggu.

Tidak apa-apa.

Ini salahku.

Kau tak perlu melakukan ini.

Ya. Ayolah, Benny. Kau tak perlu melakukan ini. Lupakanlah.

Ini sama seperti bunuh diri, Benny. Jangan lakukan.

Ya, jangan lakukan, Benny./ Ya, jangan lakukan.

Ini bunuh diri.

Ya, harus, Smalls.

Aku harus melakukan ini.

Pahlawan akan selalu dikenang...

...tapi Legenda tak pernah mati.

Ikuti kata hatimu, Nak, maka kau takkan pernah salah.

Ya! Ya!/ Ya!

Ya! Bagus, Benny!/ Oh, sial!

Ayo! Tunggu apa lagi? Kejar dia!

Serigala hanya bisa dibunuh dengan peluru perak...

...atau pisau perak atau tongkat...

...dengan gagang perak./ Kau gila.

Serigala menggigitmu, bukan?/ Ya, benar.

Pergilah. Dan surga akan membantumu.

Awas!

Hei! Hei!

Hei, hei, hei! Nak!

Letakkan. Hati-hati.

Ibu, ibu, lihat. Ada anjing!

Anjing besar.

Awas! Awas!

Awas! Ke lapangan!

Ke lapangan! Cepat!

Lewat sini! Ke lapangan! Jalan pintas! Cepat!

Di mana dia?

Ada yang lihat dia?

Aku tak melihatnya.

Itu dia!

Oh, tidak.

Awas!

Astaga.

Astaga.

Ayolah, teman-teman. Tolong aku!

Kumohon!

Benny! Benny, tolong aku, kumohon! Dia terluka!

Ayolah. Aku tak bisa mengangkatnya.

Ayo.

Sekarang kita bisa main selamanya.

Halo?

Ini tidak bagus.

Ini sangat tidak bagus.

Kami... kami membawa anjingmu pulang.

Hercules?

Bagaimana dia bisa ke luar?

Kuberitahu kalian, seharusnya kita biarkan saja.

Ya... Kami...

Yang terjadi, kami memukul bola bisbol ke halamanmu. Kami mencoba mengambilnya.

Jadi kalian yang buat keributan./ Ya, Pak.

Sudah dapat bolanya?

Ya.

Pertama kalinya...

...ada yang mengalahkan si tua Hercules.

Kenapa kalian tak mengetuk pintu? Aku bisa mengambilkannya untukmu.

Astaga!

Aku tak percaya!

Kita dapat bolanya lagi, 'kan?/ Kita hampir terbunuh!

Kita dapat bolanya lagi, 'kan?

Kita dapat bolanya lagi.

Terima kasih telah mengantarnya pulang.

Masuklah.

Kita bicarakan bola bisbol ini.

Ayo.

Kau sedang dalam masalah, bukan, Nak?

Ya, itu bola Ayah tiriku.

Aku mengambilnya tanpa minta izin.

Ditandatangani oleh Babe Ruth./ George menandatangani ini?

George Herman Ruth? Ya.

Kuambil lagi. Kau tak dalam masalah. Kau sama saja sudah mati.

Tunggu.

Tunggu.

Ini.

Aku tukar bolamu.

Kau baik sekali, tapi bola itu sungguh ditandatangani oleh Babe Ruth.

Yang ini juga, bersama semua anggota tim Yankees tahun 1927.

Astaga. Murderer's Row!

Lou Gehrig!

Babe Ruth! Tapi kenapa kau mau menukarnya?

Bola itu sudah terkoyak.

Aku punya banyak barang bagus. Lihatlah barang-barang itu.

Lagipula, kau lebih membutuhkannya.

Kau kenal Babe Ruth?

George? Tentu. Dan dia mengenalku.

Dia pemukul yang hampir sehebat diriku.

Aku bisa mematahkan rekornya, tapi..../ Kau menjadi buta.

Ya. Aku biasa memutar tongkat...

...jadi zona strike hampir menghilang.

Pelempar benci hal itu.

Begitulah caraku main, selalu berikan kemampuan terbaik.

Bisbol adalah kehidupan.

Dan aku hebat memainkannya, sangat hebat.

Lalu., suatu hari...

...bola cepat datang, membenturku...

...penglihatanku hilang.

Kurasa kami tak bisa menerima bola ini.

Begini saja.

Kalian datanglah sekali dalam seminggu, membicarakan bisbol, kita impas.

Setuju!

Meskipun Bill menyukai bola Murderer's Row...

...dia masih marah karena aku mencuri...

...bola tanda tangan Babe Ruth dan merusaknya.

Jadi aku tak terlalu sedih saat dia menghukumku selama seminggu...

...daripada menghukumku seumur hidup.

Semuanya membaik antara aku dan dia.

Dan setelah itu, aku tak keberatan...

...selalu memanggilnya Ayah.

Kami tinggal di lingkungan itu selama beberapa tahun lagi...

...seringnya saat SMP dan setiap musim panas selalu menyenangkan.

Tapi tak ada satupun yang tergantikan.

Saat satu orang pindah...

...kami tak pernah menggantikannya dengan orang lain.

Kami terus bermain seolah dia masih di sana.

Kau mulai menyakiti tanganku.

Jangan sampai gagal!

Aneh bahwa Benny pernah bilang...

...Babe Ruth seperti Hercules-nya bisbol, dan Si Buas bernama Hercules.

Tak ada yang tahu artinya...

...tapi kami semua terpesona.

Aku masih berhubungan dengan mereka...

...dan ternyata orang tua Yeah-Yeah mengirimnya ke sekolah militer.

Setelah jadi Tentara, dia menjadi salah satu pelopor Bungee Jumping.

Tentu, kami tahu sebabnya.

Bertram sangat menyukai tahun 60-an...

...dan tak ada yang pernah melihatnya lagi.

Timmy dan Tommy menjadi arsitek dan kontraktor.

Mereka mulai dari hal kecil, merancang peralatan tempat bermain...

...dan rumah pohon siap pasang.

Tapi mereka menjadi jutawan...

...saat mereka membuat Mini-Malls.

Squints bertambah dewasa dan menikahi Wendy Peffercorn.

Mereka punya sembilan anak.

Mereka membeli Apotik Vincent, dan masih memilikinya sampai sekarang.

Hamilton Porter menjadi pegulat profesional.

Kalian mengenalnya sebagai "The Great Hambino."

DeNunez bermain di bisbol Triple-A, tapi tak pernah masuk liga utama.

Kini dia punya bisnis sendiri, dan melatih tim liga kecil...

...di tempat anaknya bermain bernama The Heaters.

Hercules hidup sampai 199 tahun...

...menurut tahun anjing.

Akulah yang terakhir pindah.

Tapi saat aku pindah, lapangan itu masih ada di sana.

Setelah Benny mengalahkan Si Buas, reputasinya menyebar ke seluruh kota.

Setelah itu, dia dikenal sebagai Benny "The Jet" Rodriguez.

Dan julukan itu masih disanggahnya seumur hidupnya.

Pemain di dalam base untuk Los Angeles Dodgers...

Benny "The Jet" Rodriguez!

Ini keadaan genting di musim ini.

Mereka bilang, "The Jet" kalah satu atau dua langkah...

...tapi aku takkan kaget untuk melihat kembang api di sini.

The Jet mendapat kesempatan...

Itu dia! Dia berlari ke base terakhir! Aku tak percaya!

Dia berlari ke base terakhir!

Dia berlari ke base terakhir, dan mereka tak melihatnya! Pelempar!

Dia berhasil menyentuh base! Berhasil!

Berhasil!

Aku tak percaya! The Jet berlari ke base terakhir!

Penerjemah: Hnrazz

OpenSubtitles.org require your login in mx player for uploading subtitles, please login now

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.