Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
TOKOH, KEJADIAN, ORGANISASI, DAN LATAR BELAKANG ADALAH FIKSI
KANTOR MANAJEMEN PARKIR
KANTOR MANAJEMEN PARKIR
Tidak.
KANTOR MANAJEMEN PARKIR
RI JEONG HYEOK
Kenapa tak mengangkat...
Ri Jeong Hyeok.
Syukurlah
bisa menemuimu di Selatan.
Kupikir kau tak akan datang. Aku kagum.
Aku bersama Yoon Se-ri saat ini.
Kau tahu kita tak bisa menghubungi polisi.
Aku tak bisa menunggu lama.
Jangan tutup telepon ini, datanglah.
Jika kau melakukan sesuatu, akan kutembak kepala wanita ini.
Terus lihat ke depan dan jalan.
Jika kau menyentuh sehelai pun rambutnya,
aku akan membunuhmu.
PANEL KENDALI LAMPU
Cho Cheol Gang!
Jangan membual!
Dia berbohong.
Dia pegang pistol.
Aku tak apa-apa, larilah.
Kenapa lampunya mati?
Aku tahu. Ada pemadaman di gedung?
Kita harus ke bawah. Di mana ruang mesinnya?
Ruang mesin?
Pastikan selidiki caranya masuk ke tim petugas keamanan.
Ganti susunan tim untuk sif malam
agar kejadian yang sama tak terulang.
Tidak.
Tak perlu lapor polisi.
Kirim rekaman kamera pengawas kepadaku.
Pastikan tidak tersebar.
Benar juga. Kau menemukan ponselku?
Sudah, tapi ponselnya dilindas mobil.
Sudah rusak, kurasa tak bisa digunakan lagi.
Baik. Kita bahas lagi besok.
Bagaimana?
Tak ada cedera serius, hanya luka gores kecil.
Tapi, aku sudah merawatnya.
Omong-omong, siapa dia?
Dia hanya...
Pokoknya, terima kasih sudah membantu.
Kurasa kau tahu jawabanku.
Pastikan untuk merahasiakannya.
Jadi, ada seorang pria?
Ya.
Bagus. Dia lebih bodoh dari dugaanku.
Pacaran di saat seperti ini?
Tapi...
kenapa merawatnya di rumah dan bukan rumah sakit?
Pernahkah Se-ri
membawa pacarnya ke rumah?
Padahal belum lama bahumu tertembak.
Sekarang kau ditusuk?
Hanya luka gores. Kau tak perlu begini...
Tidak.
Aku harus melakukan ini.
Lagi pula...
aku sungguh tak menyangka Cho Cheol Gang, bajingan tengik itu
dapat pekerjaan di perusahaanku dengan KTP palsu demi semua ini.
Aku tak bisa memaafkannya.
Aku tak berdaya di Utara, tapi di sini berbeda.
Kau melindungiku.
Pasti sangat menakutkan.
Kau pasti bersyukur.
Kalau begitu...
jangan pergi sampai lukanya pulih.
Hanya sampai lukanya pulih.
Berjanjilah kepadaku.
Begitu pulih,
walau kau langsung menghilang,
aku akan menerimanya.
Di Gangho-ri, Cheorwon-gun, Provinsi Gangwon,
ditemukan terowongan di sekitar gua
tempat udang fermentasi disimpan.
Menurut penyelidikan awal,
terowongan itu diduga
terhubung dengan tambang yang telantar
di Jeungsan-ri, Cheorwon-gun, Provinsi Gangwon di Korea Utara,
berjarak 9.296 meter dari gua tersebut.
Untuk pengembangan...
Selamat datang.
Bu Yoon, kau yakin tak bermasalah? Tempat ini agak...
Jangan khawatir.
Aku seorang wanita
yang telah
melalui
neraka
dan permasalahan berat.
Seoul adalah wilayahku.
Halo.
Penghuni Unit 25-1, 25-2, dan 25-3.
Kalian pasti sudah dengar, aku telah memiliki gedung
yang kalian tinggali mulai hari ini.
- Apa? - Dia bilang apa?
Dia cantik.
Aku juga punya
kejutan kecil untuk kalian semua.
Sepekan lalu,
sekumpulan pria setempat yang fasih bahasa Korea dan Mandarin
berkelahi dengan seorang pria tampan.
Aku yakin kalian tahu soal insiden itu.
Kami tak tahu.
Apa maksudmu?
Kalian tak tahu?
Kenapa kalian tak tahu padahal pisau beterbangan di sini?
Bahasa Mandarin?
Dia bisa bahasa Mandarin?
Aku menunggu informasi mengenai orang-orang itu.
Mengenai siapa dalangnya.
Orang yang memberikanku bukti yang kuat
tak perlu membayar biaya sewa dan pemeliharaan bulanan
mulai sekarang.
- Sungguh? - Gratis?
Dan...
Lihat fotonya baik-baik.
Orang yang menemukan pria ini akan diberi hadiah.
Lebih cepat, lebih besar uang hadiahnya.
- Siapa dia? - Dah.
Pernah lihat dia?
Belum.
Bisa cari di mana?
Hei, Sobat.
- Bantu aku cari orang. - Kukirim fotonya.
Sungguh mengagumkan.
Bu Yoon tak terlihat takut.
Aku selalu membalas.
Entah kebaikan atau dendam.
Bicara soal itu,
mengenai teman yang kau bicarakan,
orang yang mengurus asuransiku.
Maksudmu, Su-chan?
Aku turut senang untuknya.
Kami tak akan menggunakan hak menuntut ganti rugi,
tapi kami tak bisa menghapus namamu dari daftar pemberhentian.
Karena Bu Yoon Se-ri masih hidup, kukira semua akan baik-baik saja.
Tapi, atasan ingin lanjutkan sesuai rencana.
Aku bisa apa?
Mengikuti perintahnya.
Maafkan aku.
Halo, Pak Park Su-chan.
Kau tak kenal aku?
Aku adalah Ewa Wiลnierska dari Korea,
Yoon Se-ri.
Aku sudah dengar soal perbuatanmu saat aku pergi.
Kita cari di zona demiliterisasi.
Chang-sik, lihatlah dokumen ini. Masih terlalu dini untuk menyerah.
Kita cari apakah ada pulau terpencil di Laut Barat.
Pasti ada lagi. Bu Yoon pasti masih hidup.
Aku hanya orang lain bagimu.
Aku tahu kau menginginkanku kembali dengan selamat
lebih dari yang lain.
Tidak, itu bukan apa-apa. Itu hanya demi diriku.
Aku bukan kemari untuk menyampaikan rasa terima kasihku.
Saat aku menghilang, kau menghubungi Pak Hong
hingga 37 kali dalam sehari.
Benar. Banyak yang ingin kusampaikan kepadanya.
Kau bahkan mengirimkan ratusan SMS dan surel.
Itu dokumen yang harus kukirim.
Obsesi yang membuatmu menemukannya.
"Ini Se-ri, ganti."
Ini Se-ri, ganti.
Kau dengar itu? Bagaimana? Kau pikir itu suaranya?
Ya, kurasa itu suaranya.
Benar? Itu suaranya, 'kan?
Benar. Aku sangat senang saat itu.
Aku menghargai obsesimu.
Jadi, aku ingin
- memberimu pekerjaan. - Apa?
Aku tahu kau sudah mapan di pekerjaan sekarang.
Tidak, tak seperti itu.
Sebenarnya, aku baru dipecat...
Kuberi kau gaji tiga kali lipat.
Dengan banyak insentif. Bagaimana?
Aku mau, Bu Yoon.
Terima kasih, Bu Yoon.
Aku yang harus berterima kasih, Pak Park Su-chan.
Kau bisa menyeduh kopi dengan ini alih-alih dengan kuali.
DILARANG MASUK
Dia sampai lebih cepat dari dugaanku.
PERISAI
UNDUH
EMANSIPASI
Anjing Pemburu dapat pekerjaan di Pilihan Seri lewat subkontraktor.
CEO dari NVD Sekuritas pernah menjadi target bisnis penjagaannya.
Cho Cheol Gang melindungi kriminal
dari Selatan dan negara lain demi uang.
Kini, dia mendapat bantuan mereka di sini.
Dia lebih pandai dan tangguh dari dugaanku.
Setelah tahu aku ada di sini,
dia tak akan gegabah.
Dia pasti akan mencoba lagi.
JIKA KAU YAKIN, COBA SAJA!
PECUNDANG KE LAUT SAJA! UNDUH PERMAINAN
SAUNA OBAT HERBAL
Mari kita bahas pencapaian hari ini.
- Baik. - Baik.
Aku dahulu.
Hari ini, untuk mencari tahu keadaan Bu Yoon Se-ri...
- Mau makan daging? - Aku suka daging.
Nasi dengan babi tumis?
Aku menunggu di kantor Yoon Se-ri, tempat dia sering datang
untuk mendapatkan berita.
Astaga, sungguh mengejutkan.
Aku tahu. Aku sangat penasaran apa yang akan terjadi.
Astaga, ayo.
Dari menguping obrolan orang,
aku dapat banyak informasi orang dalam
yang hanya diketahui staf perusahaan.
Bu Yoon, kurasa kau banyak berubah.
Apa? Apa maksudmu?
Kau biasanya selalu makan sendiri.
Aku sadar nafsu makanku lebih baik saat makan dengan orang lain.
Aku tak tahu itu sebelumnya.
Omong-omong, Bu Yoon berkirim SMS dengan siapa?
Mungkinkah itu
dari pacarmu?
Bukan.
- Begitu rupanya. - Begitu rupanya.
Bukan pacarmu.
Konyol sekali aku bicara begitu.
Tentu saja bukan.
Pak No dari tim pemasaran, dan Bu Yang
dari tim penjualan luar negeri
ternyata berpacaran.
- Apa? - Apa?
Tapi, istri Pak No mengirim surat anonim ke perusahaan.
Pak No sudah menikah?
Ya.
Ternyata sinetron bukan omong kosong.
Itukah yang kau cari tahu?
Kenyataannya jauh lebih rumit.
Ternyata bukan hanya Bu Yang yang dikencani Pak No.
Astaga.
Jadi, aku sudah buat daftarnya.
Kurasa istri Pak No sudah muak.
- Aku setuju. - Aku juga.
Kenapa malah mendengarkan itu?
Tak ada hubungannya dengan Yoon Se-ri.
Kukira mereka akan membahasnya di akhir pembicaraan itu.
Aku tak bisa langsung pergi.
Jadi, kau sudah lama berbicara,
tapi malah tak dapat apa pun, begitu maksudmu?
Lantas kau sendiri, Chi Su? Kau dapat apa?
Uang?
Aku pergi ke Gangnam, jantung kapitalisme,
aku memalak uang dari para musuh.
Kau bilang mau ke Cheongdam-dong,
dan mencari rumah Se-ri.
Itu seperti mencari jarum di tumpukan jerami.
Jadi, aku dapat rencana untuk menyempitkan ruang pencarian.
Rencana apa?
Yoon Se-ri selalu bilang dia makan daging
untuk dua dari tiga makanannya sehari.
Daging bisa berarti hewan darat, yaitu daging sapi, babi, atau ayam.
- Ya. - Benar.
Jadi, aku mengikuti daging ayam,
dan menunggu di restoran ayam terkenal di kawasan itu.
Astaga,
wangi sekali.
Aku berdiri di sana.
Tapi, seseorang memberikan kunci mobilnya kepadaku.
Kurasa karena aku tampak dapat diandalkan.
Parkir valet?
- Valet... - Ambil sisanya.
Tunggu.
Halo. Tolong parkirkan mobilku.
Kau tukang parkir, 'kan?
Silakan.
Kau siapa?
Jadi, ada salah paham.
Tukang parkir kami tidak masuk hari ini,
jadi, aku kaget ada yang memarkirkan.
Maafkan aku.
Sebenarnya, kami kekurangan orang. Aku sedang mencari orang.
Kau bisa menyetir motor?
Motor?
Aku bisa sejak lahir.
Lalu?
Kau jadi pengantar ayam goreng?
Pikirkanlah.
Mengantar ayam goreng dari rumah ke rumah,
aku bisa menemukan rumah Se-ri karena dia sangat suka daging.
Astaga.
Lalu? Kau sudah mengantarkan ayam goreng ke rumah Se-ri?
Aku mengantar ayam goreng ke banyak tempat.
- Yeong-bae. - Ya.
Antarkan ayam goreng ke Gedung 1, Unit 203, Gaenari Mansion.
Baik.
Hari pertama pasti tidak mudah.
Makanlah dan istirahat sampai pesanan berikutnya.
Baik. Terima kasih.
SEMUA ENAK DI KEDAI AYAM BARBEKU
Biarkan aku istirahat sejenak!
Nomor yang Anda tuju sedang melakukan panggilan. Mohon...
Nomor yang Anda tuju sedang melakukan panggilan. Mohon...
Jadi, kau menemukan rumahnya atau tidak?
Kurasa,
dia sudah makan daging sapi hari ini.
Tapi, dia mungkin makan ayam goreng setidaknya sekali dalam tiga hari.
Jadi, kau tak dapat apa pun sepertiku.
Kalian bilang akan menjalankan tugas di kafe internet,
gudang informasi Selatan.
Bagaimana, Ju Meok?
Karena ini hari pertama kami,
kami fokus mempelajari situasi dan sistemnya.
Kami juga menganalisis sentimen warga Selatan
- agar tahu perasaan mereka. - Menonton drama.
Benar.
Tidak.
Tidak, Dae-gil. Astaga.
Kau tak boleh mati seperti ini.
Astaga.
USAHA TERAKHIR
USAHA TERAKHIR
PEMANEN TOMAT
"Aku
mau
aliansi."
"Aku mau aliansi."
UNDANGAN DITOLAK
MENANTANG DUEL PEMANEN TOMAT
PERMINTAAN DITERIMA
MULAI
KALAH
HINDARI ZONA BERBAHAYA
Tak akan kubiarkan kau, Usaha Terakhir.
Jeong Hyeok.
Kau mau ke mana?
Itu...
Aku harus bertemu seseorang.
Kenapa? Kau mau...
Bukan.
Pokoknya, jangan pergi.
Lukamu belum pulih.
Berbahaya berkeliaran di luar.
Apakah Pintu Keluar Tiga Stasiun Cheongdam dekat dari sini?
Dekat, tapi...
Dia tak berbahaya. Aku hanya mau menasihatinya.
Tunggu dahulu.
Kurasa tadi aku dapat SMS.
Kau membeli barang di gim?
Aku akan pergi sebentar.
Hanya 15 menit.
Berhenti, Jeong Hyeok.
Kau bermain gim?
Katamu aku boleh pakai komputer.
Memang boleh.
Tapi...
Kau sudah jadi penyihir level empat?
Sebenarnya, aku cukup terkenal di berbagai tempat.
Begitu aku terbiasa, aku tak bisa berhenti.
Kau membeli banyak barang.
Aku ini penyihir.
Untuk menguasai medan dan naik level,
dibutuhkan buff kombo dan area.
Untuk menjelajahi area tempur dan kuat melawan pemain lain,
aku juga membutuhkan pelindung.
Mencari uang dan naik level di dungeon juga butuh waktu.
Jadi, itu pertempuran yang berat.
Begitu rupanya.
Kau seharusnya istirahat setelah pertempuran melelahkan.
Kau mau ke mana?
"Yok tarung"?
Apa artinya, Jeong Hyeok?
Aku juga tak tahu artinya, jadi, aku mencarinya.
Artinya, "Ayo baku hantam."
Jadi, kau mau bertemu dan berkelahi dengan pemain itu
di Pintu Keluar Tiga Stasiun Cheongdam?
Bukan begitu.
Dia melukai perasaan orang dengan caci makinya
dan sikapnya mengancam.
Aku harus mengomelinya dan memberinya pelajaran.
Lepaskan jaketmu.
Duduk.
Keluar dari gim.
Dia pasti sedang menungguku.
Kubilang keluar.
STASIUN CHEONGDAM
Sudah kuduga.
Pemanen Tomat itu pengecut.
STASIUN CHEONGDAM
Aku sudah mengaturnya untuk versi anak-anak.
Kau tak bisa mengakses situs gim dan situs dewasa.
Kau hanya boleh gunakan internet dua jam sehari.
Bermain gim berlebihan sangat berbahaya bagi pria yang kompetitif sepertimu.
Astaga, ini berlebihan.
Tidak.
- Berlebihan. - Tidak.
Aku menyuruhmu mencari informasi,
tapi kau malah ingin berkelahi dengan pria bernama Pemanen Tomat?
Maafkan aku.
Astaga.
Kau sendiri, Gwang Beom?
Aku sempat mencari di sekitar kawasan Cheongdam-dong.
Tapi, aku mengalami kesulitan.
Ada apa?
Tiap aku melangkah, orang-orang mendekatiku
dan memberiku kartu-kartu ini.
Apa ini?
SN?
YJ?
JYB?
Kode apa ini?
Mereka bilang apa?
Kau dari agensi mana?
Kau adalah orang yang kami cari.
Orang yang mereka cari?
Dari Badan Intelijen Nasional?
Gwang Beom, kau mengungkap penyamaran?
Aku tak seperti orang luar, aku bisa berbaur dengan orang Selatan.
Tapi, kau memang agak mirip orang Utara.
Maafkan aku.
Pastikan memakai masker dan menunduk
saat kau keluar.
Baik.
Aku tahu tak mudah, tapi ternyata lebih sulit
menemukan mereka.
Aku setuju.
Ini tak mudah sama sekali.
Uang kita pun makin menipis.
Kami dapat kabar dari Letnan Kolonel Cho.
Dia bilang melihat Ri Jeong Hyeok di Selatan.
Dia akan menghubungi keluarga Yoon Se-ri
dan membawanya kemari untuk mengungkap segalanya.
Kau tahu? Jika ini sampai gagal,
aku bisa terseret masalah ini.
Aku yakin Direktur Biro Politik Umum sudah tahu soal ini.
Jangan gegabah sebelum semuanya jelas.
Baik, Pak.
AL
Kenapa kau masih bangun?
Dan.
Tak ada listrik seharian di sini.
Baguslah.
Pasti gelap di sana. Diamlah dan tidur.
Di sini dingin sekali, dan aku sakit.
Aku tak bisa isi ulang baterai ponselku...
Sial.
Jika bohong, kubuat dia menyesal.
Gu Seung-jun?
Ya?
- Astaga. Apa... - Aduh.
Kau sedang apa di sini?
Kelihatannya memang bagaimana? Aku sekarat.
Mataku sakit.
Sulit kupercaya. Aku bisa lihat napasku.
Bangun.
Tak mau, dingin.
Tak boleh pukul pasien.
Kau memasak bubur untukku?
Terima kasih.
Jika kau lebih teliti, kau bisa menemukan perapian
dan kayu bakar.
Siapa yang mengira ada perapian di apartemen?
Astaga, bubur ini luar biasa.
Apakah
seenak itu?
Asin sekali.
Tidak, tak apa-apa.
Aku memang terlihat kaya dari kecil,
tapi aku punya kisah yang akan membuatmu menangis tersedu-sedu.
Bubur ini mengingatkan hari-hariku menyantap bubur asin.
Apakah itu salah satu bualanmu lagi?
- Apa? - Kau pikir aku tak tahu
orang macam apa kau di Selatan?
Kenapa kau mau membaca ini?
Ini...
Untuk menghabiskan waktu.
Setelah Se-ri membatalkan pertunangan denganmu,
kau membawa kabur dana luar negeri dari perusahaan kakak keduanya.
Seorang pebisnis Inggris, Gu.
Itu pasti kau.
Astaga, kau bisa mengumpulkan informasi juga.
Kau memang wanita sempurna.
Jika mau menipuku, jangan bermimpi.
Aku tak memimpikan itu.
Saat merasakan ini,
aku memang teringat masa laluku
dan makan malam terakhirku
dengan keluargaku.
Ayahku ditipu oleh orang kepercayaannya,
jadi, dia kehilangan perusahaannya.
Kami malah pindah ke Inggris.
Aku kesulitan
mencerna makanan di sana.
Tak ada yang enak, dan kami tak punya uang.
Suatu hari, untuk makan malam,
kami makan bubur
hanya dengan garam.
Dan itu makan malam terakhirmu dengan keluargamu?
Ayahku meninggal setelah itu, dan ibuku menikah lagi.
Aku juga masuk sekolah kejuruan.
Kau sudah melihat keadaan ayahmu setelah ditipu.
Kenapa kau menipu orang lain?
Bisa dibilang
aku sedang balas dendam.
Lalu,
orang-orang yang menghancurkan bisnis ayahmu
keluarga Se-ri?
Benar.
Jadi,
aku mau kembalikan seperti dahulu.
Awalnya, aku mau jadi menantunya
agar bisa menembus benteng musuh layaknya Kuda Troya.
Aku takkan terbuai.
Aku bisa lihat segalanya.
Kau hanya menyiapkan fondasinya saat ini, untuk tujuan lebih besar.
Tampaknya kau mau menikahiku agar bisa memiliki semuanya.
Kurasa itu takkan terjadi.
Aku tumbuh di keluarga kompetitif,
jadi, pengamatanku tajam.
Ambillah uang jajan dari kakakku dan selesaikan.
Aku gagal karena Se-ri terlalu cerdas.
Tapi, kakak-kakaknya bodoh, jadi, aku mencoba.
Kakak keduanya sangat serakah.
Memikat hati orang serakah
merupakan hal termudah.
Awalnya,
aku pikir mendapatkan kembali uang ayahku dan bunganya
merupakan balas dendam yang pantas.
Lanjutkan.
Karena ayahku ditipu, sudah sewajarnya aku membalas,
tapi entah kenapa, tak melegakan.
Hanya membuatku pusing.
Ada yang bilang,
menjadi bahagia merupakan balas dendam terbaik.
Bukankah mengembalikan semua uang
dan menjalani hidup bahagia tanpa beban
akan jadi balas dendam sejatiku, Nona Seo?
Siapa yang bilang begitu?
Jika seseorang membuatku menangis,
aku akan membuat dia menangis darah, itu baru balas dendam.
Kau memang hebat.
Kapan kau akan balas dendam jika bersantai seperti orang lemah?
Kau harus fokus memulihkan diri,
agar bisa kembali ke Selatan dan hancurkan keluarganya!
Kau ingin aku balas dendam, atau kau mau mewakiliku?
Hei.
Apa? Itu alkohol.
Tunggu. Jangan!
Jeong Hyeok, sedang apa di sana?
Kau mau?
Boleh saja, tapi tak mau bir.
Aku mulai mabuk.
Kau mabuk?
Sangat.
Syukurlah.
Kau senang?
Jika kau sangat mabuk,
aku mau mengatakan sesuatu.
Seperti apa? Kau mau bilang apa?
Mau bilang aku cantik?
Bukan.
Kenapa setegas ini saat mabuk?
Lalu apa?
Aku
tak mau kembali.
Aku tak mau kembali.
Aku hanya ingin
di sini bersamamu.
Kurasa aku sudah mau sadar.
Apa?
Tapi, kau tak bisa.
Aku belum sadar.
Lanjutkan.
Aku sangat mabuk saat ini.
Saat sadar dari ini, aku tak akan ingat apa pun.
Jadi,
katakan semua yang ingin kau katakan.
Aku mau
menikahimu di sini,
dan mempunyai anak yang mirip denganmu.
Aku mau anak putri.
Aku mau
anak kembar.
Apa? Kembar? Aku hampir sadar lagi.
Semoga tidak.
Baik.
Lanjutkan.
Kau mau apa lagi?
Aku mau
bermain piano lagi.
Harus.
Kau harus bermain lagi.
Aku akan mengatur konser piano untukmu.
Dinilai dari bakatmu, kau bisa tampil di Pusat Kesenian Seoul.
Tunggu.
Haruskah kubeli Pusat Kesenian Seoul itu?
Kurasa aku bisa membelinya.
Kau memang mabuk.
Aku sangat mabuk.
Aku tak akan bisa sadar dari ini.
Aku mau melihat
rambutmu memutih
dan kulitmu keriput.
Dirimu yang menua.
Kau pasti masih cantik.
Tentu saja.
Aku akan menua dengan sangat perlahan.
Jika kau mau melihatnya,
kau harus tetap di sisiku dalam waktu yang cukup lama.
Aku harus melakukannya.
Jeong Hyeok,
kau bisa tetap di sisiku selama mungkin,
tapi jangan minum dengan orang lain.
Apa?
Menurutku, kau lebih menarik saat mabuk.
Memikirkan wanita lain melihatmu mabuk seperti ini
membuatku khawatir hingga tak bisa tidur nyenyak.
Kau harus selalu minum di rumah.
Mari lakukan itu.
Janji hanya minum di rumah.
Berjanjilah.
Cap.
Salin, dan laminasi.
Dan, selamat pagi.
Astaga.
Dan tidak pulang semalam?
Astaga, kepalaku sakit.
Astaga.
Dia sangat bersikeras habiskan sebotol kemarin.
Kenapa dia bisa tidur nyenyak
di sebelah penipu?
Kenapa kau seceroboh ini?
[Netflix Ver] tvN E12 'Crash Landing on You' -โฅ Ruo Xi โฅ-
Nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi.
Dia tak menjawab?
Myeong Seok.
Ya. Lanjutkan.
Seumur hidup,
aku belum pernah merasakan pengaruhmu sebagai jenderal bintang satu.
Inilah kesempatanmu.
Tunjukkan kekuasaanmu.
Apa?
Bagaimana caranya?
Cari tahu segalanya mengenai pria itu, Alberto.
Baik.
Pasti.
Bukankah kita seharusnya mengunjunginya walau sekali?
Sudah beberapa hari Nona Ma tak keluar rumah.
Apa rencanamu?
Bagaimana kalau kita kunjungi istri yang suaminya tertangkap
dan mengalami ketidakadilan?
Benar. Kita tak tahu kapan anggota keluarga lain
akan ditangkap.
Berbahaya mengunjunginya.
Walau begitu, aku sudah tak melihatnya beberapa hari.
Aku bahkan tak tahu apakah dia punya cukup kayu.
Dengarlah.
Badan Keamanan sangat ketat mengawasi mereka.
Jika kau mengunjungi rumahnya
dan ditangkap dengan keluarganya,
aku tak bisa membantumu.
Jadi, kalian harus jaga sikap.
- Baik. - Baik.
Sudah siap?
Jeong Hyeok, kau tampak tampan hari ini.
Katamu ada acara besar hari ini.
Ada banyak orang juga.
Benar sekali. Itu sebabnya, aku butuh pengawalku di dekatku.
Tunggu. Ini jamnya.
Jam apa?
Aku menceritakan jam ini.
Ada jam tangan pria bagus di pegadaian itu.
Kau dengarkan aku?
Orang-orang di sini tak dengarkan aku.
Tapi aku kehilangan hadiahnya setelah baru membelikannya.
Padahal itu jam tangan klasik yang bagus.
Inikah jam yang kau bicarakan?
Ya.
Kau dapat jam ini dari mana?
Sulit kupercaya.
Kau juga menyelamatkanku tanpa sadar.
Aku?
Aku menyelamatkanmu tanpa tahu kau menyelamatkanku?
Benar.
PILIHAN LAIN DI PILIHAN SERI
PILIHAN SERI DEBUT DI RUANG PAMERAN
Inilah
kesempatan emas kita karena Se-ri
pasti datang ke acara ini.
Bagaimana kalau kita diusir lagi seperti waktu itu?
Bukankah kita harus berdandan seperti pria Selatan?
DAPUR DAN KAMAR MANDI: PERABOT RUMAH
Sudah lama sejak kali terakhir aku bicara di hadapan umum.
Jadi, aku gugup.
Bagaimana penampilanku?
- Kau tampak luar biasa. - Sungguh?
Kau tak terlihat gugup.
Jangan khawatir. Bicara saja di depan mereka.
Baiklah, semuanya.
Pertama, mari sambut
Pimpinan Pilihan Seri yang kembali secara ajaib.
Inilah, Pimpinan Yoon Se-ri.
Kami sudah lama mempersiapkan
peluncuran Pilihan Interior di Pilihan Seri.
Akhirnya ini dimulai.
Aku berterima kasih kepada hadirin
karena merayakannya bersamaku.
Aku yakin, hilangnya diriku
membuat kalian tak nyaman.
Aku akan bekerja lebih keras
karena sudah membuat kalian cemas.
Berkat kalian, perusahaan kita bisa tumbuh
dan menghasilkan banyak keuntungan.
Jadi, aku mengirimkan kalian hadiah.
Sekarang.
Ini bonus spesial.
Terima kasih atas usaha kalian.
Baiklah. Mari kita buka toko ini
dan mulai menjual.
- Baik! - Baik!
Aku akan bekerja keras!
Setelah berdandan, tak ada yang berani menghina penampilan kita.
Kita hanya perlu perhatikan ucapan.
Di Selatan, orang kaya akan berkata begini.
"Berapa? Berapa yang kau butuhkan?"
Sungguh?
Aku hanya harus bersikap gigih dalam menanyakan harga?
Ya.
Tampaknya tak sesulit itu.
Maju, jalan.
Berapa harga ini?
Harganya 3.710.000 won.
Jika itu harga untuk meja, sofa panjang, dan kursi,
semuanya masih masuk akal.
Itu harga untuk kursinya.
Begitu.
Tapi, masih masuk akal.
Ini stok terakhir kami.
Mau membelinya?
Tentu, harus.
Sebelum membuat keputusan, aku mau bertemu
dengan pimpinan perusahaan.
- Maaf? - Aku ingin
bertanya soal produknya.
Kau bisa bertanya kepadaku.
Aku mau membeli ini.
Begitu. Meja konsol?
Bukan, meja ini.
Itu meja konsol, Pak.
Bukan, dengarkan aku.
Aku mau beli ini, itu, dan perabot di sana.
Berapa harga semua barang di sini?
Bagi orang sepertiku, waktu adalah emas.
Memilih perabot itu membuang waktu.
- Benar. - Benar.
Kau mau beli semuanya?
Bagiku, membeli semua yang ada di sini
akan lebih cepat jika bicara ke pemiliknya.
Menegosiasikan harganya akan lebih cepat seperti itu.
Tidak, bicara dengan kami akan lebih cepat.
Itu mereka, 'kan?
Benar. Mereka terus memaksa ingin menemui Pimpinan.
Ada yang aneh dengan mereka.
Kudengar dari kantor pusat
kalau Pimpinan hampir diserang penguntit beberapa hari lalu.
- Mereka... - Haruskah kita panggil petugas...
Pak.
Ada yang bisa kubantu?
Tidak butuh.
- Aku menguping. - Astaga.
Misi kita ketahuan.
Mari kita pergi.
Apa? Kenapa?
Itu petugas yang kita lihat saat itu.
Jika dia melaporkan kita...
Hei, kita pergi sekarang.
Eun Dong. Eun Dong di mana?
Eun Dong ke mana? Cari Eun Dong.
Eun Dong.
Astaga, berandal itu. Kenapa tidur? Bangunkan dia.
- Hei, bangun! Bangun! - Berandal itu.
Kita hampir tertangkap!
Keluarlah!
Keluar.
Hei, Eun Dong!
- Hei, bangun. - Hei.
Eun Dong, kita tertangkap.
Keluar dari sana. Keluar.
Kita bisa ditangkap.
Keluar!
Ayo.
Ayo.
Ayo. Eun Dong. Cepat.
Ke sana. Di sana.
Permisi! Tunggu!
Permisi!
Pak! Sepatumu!
Kau lupa sepatu... Astaga.
Dia tak mengejar kita lagi.
Sudah kuduga. Mereka cepat sadar.
Kenapa dia bisa tahu dan mengejar kita?
Tepat sekali.
Aku ketakutan karena Eun Dong.
Sepatumu kenapa?
Gawat. Aku terburu-buru tadi. Aku melupakannya.
Seharusnya jangan ceroboh. Di luar dingin.
Duduklah.
Kenapa kau malah tidur di kasur itu?
Apa misi kita tidur?
Maaf.
Aku tak pernah tidur di kasur senyaman itu, jadi...
Sudah cukup.
Dia juga tak bermaksud tidur di sana.
Dia hanya kelelahan.
- Pakai ini. - Tidak perlu. Aku baik-baik saja.
Dasar berandal.
Bagaimana kalau kakimu terluka?
Kita tak bisa ke rumah sakit.
Pakai.
Maafkan aku.
Kapten Ri!
Kenapa kalian datang
jauh-jauh kemari?
Bagaimana bisa kemari?
- Kapten Ri. - Kapten Ri.
Lihat pengawalku?
Aku tadi melihatnya.
Ke mana dia? Dia seharusnya tetap di sisimu.
Biar kuomeli dia nanti.
Tidak perlu.
Se-ri, seharusnya kau memberitahuku
saat mengalami hal semacam itu.
Aku ikut prihatin.
Bukankah kita keluarga?
Aku tak paham maksud kalian, aku sibuk saat ini.
Korea Utara?
Benarkah Se-hyeong berusaha mencegahmu kembali?
Tentu saja.
Bagaimana bisa dia menyebut dirinya manusia?
Kalian tahu dari mana?
Itu tidak penting.
Yang terpenting kita harus bersatu.
Kita hancurkan keluarganya bersama.
Itu alasan kalian kemari?
Dengar baik-baik.
Ibu akhirnya mendukungku.
Jadi, kau harus memihak kami.
Jangan blokir nomorku lagi. Aku kakakmu.
Begitu?
Lantas kenapa
Ibu dan Kakak tidak bersatu
mengusir Se-hyeong,
dan mendukungku?
Aku harus ambil alih perusahaan.
Apa?
Aku rela serahkan hak sebagai putra sulung,
dan selesaikan ini bersamamu.
Jangan bersikap egois.
Katakan kepadaku, dari mana kalian tahu soal itu?
Beri tahu dia.
Manajer Oh memberitahuku.
Dia pernah menjadi kacung Seung-jun.
Aku baru tahu dia menemui Se-hyeong beberapa kali.
Jadi, aku memaksanya bicara.
Omong-omong, agak mencurigakan.
Dia membeli apartemen 50-pyeong di Gangnam
- tanpa pinjaman. - Siapa lagi yang memberinya uang?
Cari tahu siapa dan alasannya,
lalu beri tahu aku.
- Aku? - Ya, kau.
Aku agak sibuk, sampai jumpa.
Beraninya dia menyuruhku.
Tapi, dia memintamu memberitahunya setelah semuanya jelas.
Benar.
Berarti dia tak akan memblokirmu lagi.
Dia setuju untuk memihak kita.
Begitukah?
Bagus. Kau berhasil.
DESAIN INTERIOR DAN MEBEL YOUNGLIM
PERUSAHAAN YOUNGLIM
Jeong Hyeok, kau di mana?
Apa?
Se-ri!
Tak mungkin. Ada apa ini?
Bagaimana mungkin?
Kalian tak seharusnya kemari.
Aku merindukanmu.
Aku hampir tak mengenalimu.
Chi Su, kemarilah.
Jangan permalukan aku begini.
Gwang Beom, kau juga.
Kau terlihat tampan.
Kalian baik-baik saja?
- Ya. - Ya.
Aku merindukan kalian.
- Aku juga. - Kami juga.
- Sungguh? - Aku tidak.
Rambutmu kenapa?
- Sungguh. - Semuanya suka.
Astaga.
Baiklah, sudah.
Kalian bisa mengobrol nanti.
Dia...
Namaku Jung Man Bok.
Halo. Senang bisa bertemu.
Aku pernah melihatmu beberapa kali di desa,
dan pernah dengar suaramu.
Kau tahu aku?
Ya, kau Putri Pemilih.
Kalian memberitahunya?
Kau tahu ungkapan kami, "Dinding punya telinga, pintu punya mata."
Bisa dibilang, dia dinding dan pintu itu.
Ini rumahku.
- Apa? - Hebat.
Negara kapitalis ini memiliki gagang pintu yang aneh.
Menurutku bagus.
Hebat.
Jangan tertipu oleh kemewahannya.
Silakan masuk.
Hebat.
Sedang apa?
Aku mencari penyadap.
Tak ada.
Tahu dari mana?
- Ini bukan rumahmu. - Apa maksudmu?
Tentu saja ini rumahku.
Maksudmu, kau tinggal sendiri di rumah besar ini?
- Ada berapa kamar? - Ada lima, kugunakan semua.
Lima kamar untukmu sendiri?
- Untuk apa semuanya? - Kamar tidur, ruang kerja,
sisanya ruang olahraga,
kamar tamu, dan kamar kosong. Puas?
Kau cukup lihai. Ini pujian.
Tak terbayangkan kau bisa dapat
air panas tiap saat.
Aku paling takjub dengan listrik yang tiada batas.
Aku kagum lantainya hangat walau tak ada perapian.
- Benar. - Aku setuju.
Astaga, tempat ini menarik.
Ibu.
Astaga.
Kau memasak ini?
Ibu harus makan dan memulihkan tenaga.
Kau benar.
Dunia belum berakhir.
Mari makan.
Ibu.
Kita akan meninggalkan desa ini?
Jangan bilang begitu.
Kita belum tahu apa yang akan terjadi kepada ayahmu.
Lalu kenapa melarangku bermain dengan teman-temanku?
Tetaplah di sini.
- Siapa? - Yeong Ae.
Kenapa kau kemari?
Ini untukmu.
Astaga.
Kami punya banyak makanan.
Kami baik-baik saja. Bawa pulang.
Tetap saja...
Yeong Ae.
Kau suka roti fermentasi, 'kan?
Astaga.
Kapan kau kemari?
Baru saja.
Kalian sungguh tebal muka.
Kalian bisa dihukum karena kemari.
Segera pergi!
Makanlah sampai kenyang.
Kau butuh energi untuk bertahan.
Dia benar.
Kalian tak dengar aku?
Aku minta kalian pergi.
Pergi!
Pergi!
Yeong Ae.
Kau keluar tepat waktu.
Kurasa kau butuh kayu lagi,
jadi, kubawakan untukmu.
Jika mau tetap sehat,
kamarmu harus...
Astaga, kau tak mau mendengarkan.
Berbahaya jika kalian di sini!
Pergilah jika tak mau dihukum!
Yeong Ae.
Kau harus bertahan.
- Jangan menangis. - Jangan menangis.
- Jangan menangis, Yeong Ae. - Jangan menangis.
Jangan menangis.
Makanlah.
Chi Su, apakah enak?
Kau pikir aku menikmatinya?
- Lalu? - Kau menghabiskan stok Kapten,
jadi, aku melakukan hal yang sama.
Kau akan kelaparan suatu saat.
Tentu. Lanjutkan misimu.
Jika mau aku jatuh miskin,
kau harus makan semua daging sapi di negara ini.
Kau masih membual?
Tidak.
Kenapa kau tak makan?
Makanlah.
Pasti sangat sulit jauh-jauh kemari.
Memikirkannya saja membuatku sedih.
Aku ingin terus terang saja.
Kamilah yang menderita,
kenapa dia dapat daging paling banyak.
Kalian bisa ambil daging sendiri.
Dia berhak berikan kepada siapa pun.
Di Selatan, orang-orang menyebut orang sepertinya
"Pria dambaan".
Ju Meok, kau tahu segalanya.
"Pria dambaan"?
Itu seperti pekerjaan atau panggilan biasa, 'kan?
Bisa dibilang begitu karena mereka memang hebat sesuai julukannya.
Jika dipikirkan, menyeberangi perbatasan hanya demi seorang wanita
memang perbuatan gila yang pantas dicatat sejarah.
Bukan begitu.
Bukankah sudah kujelaskan apa yang terjadi?
Dia benar.
Jika begitu, Kapten Ri tak tertandingi.
Kapten yang terbaik.
Kau benar.
Kau yang terbaik.
- Makan lagi. - Aku kenyang.
Kapten Ri.
Kita kehabisan waktu.
Ayahmu menyuruh kami membawamu pulang
secepat mungkin.
Kita harus pulang begitu Pesta Olahraga Militer Dunia berakhir.
Ayahmu sudah memastikan
kita akan pulang dengan selamat.
Kau tak dengar perkataanku tadi?
Cheol Gang bisa menculik Se-ri dan membawanya ke Utara.
Dia akan menyerang ayahku dan aku.
Bagaimana cara menangkapnya sementara kita tak tahu dia di mana?
Kau kehabisan waktu.
Se-ri
memiliki status sosial yang tinggi, dan banyak yang mendukungnya.
Dia akan baik-baik saja.
Ada pepatah Yahudi yang mengatakan,
"Pria kaya punya pewaris, bukan anak lelaki."
Mereka tak pernah makan bersama kita kecuali saat membahas uang.
Kau punya sup lain?
Ini hari ulang tahun Se-ri.
Sejak kapan kau peduli?
Kau pasti sudah tahu.
Soal apa?
Se-ri terjebak di Korea Utara.
Hei!
Kau tak ke luar negeri untuk urusan bisnis.
Pasti kau yang mengurus itu.
NAMA INDIVIDU: YOON SE-RI
ALAMAT: GANGNAM-GU, SEOUL
HUBUNGAN DENGAN INDIVIDU: AYAH
Kau dengar dari mana?
Kenapa tak cerita padaku?
Menurutmu,
aku akan memanfaatkan itu untuk menjerumuskannya?
Aku tak bisa bilang tidak.
Kau juga pasti tahu
bahwa Se-hyeong tahu
Se-ri ada di sana
dan menyuruh orang untuk mencegahnya kembali?
Ini Se-ri, ganti.
Polisi mengatakan
ini bukan suaranya.
Dia bahkan menolak menganalisis suaranya.
Kami menerima banyak laporan tentangnya setelah kabar tersebar.
Banyak yang mengaku melihatnya.
Mereka mengaku punya rekaman video dan suaranya.
Saat aku mengunjungi mereka,
ternyata semuanya palsu, termasuk ini.
Ini penipuan.
- Bukan, Pak. - Bukan, Pak.
Kolega terdekat Se-ri memberi salinan suaranya,
dan pria ini, yang mengurus asuransinya,
memalsukan bukti demi dirinya.
- Pak, bukan... - Ayah!
Apakah Ayah akan percaya orang-orang asing ini,
atau aku, putra Ayah?
Kau serius?
Benarkah Se-hyeong
berusaha mencegahnya kembali?
Kau sudah mau pergi?
Aku ada rapat pagi.
Apakah mereka masih tidur?
Mereka pasti kelelahan.
Tetaplah bersama mereka hari ini.
- Aku mau bilang... - Satu lagi.
Bagaimana lukamu?
Sudah baik-baik saja.
Bukan luka serius.
Begitu.
Syukurlah.
Kau memegang janjimu.
Kau tetap di sini sampai lukamu pulih.
Kau tak pergi.
Mulai sekarang, walau kau tiba-tiba hilang,
aku tak akan terkejut.
Aku tak akan merasa terluka.
Aku tak akan menantikanmu.
Jadi, jangan khawatir.
Sampai nanti.
Untuk gaya musim ini, kita akan meluncurkan "Gaya Gadis Rock".
Gaya rock pemberontak nan berani
yang senada dengan jaket kulit dan aksesori logam...
Ada apa?
Aku harus pergi sekarang.
Kau bertemu Se-jun, 'kan?
Pasti kau sudah dengar.
Soal apa?
Soal perbuatan Se-hyeong.
Dengar baik-baik.
Ibu akhirnya mendukungku.
Ibu tak akan membiarkan ini.
Jadi...
Demi aku?
Atau demi anak tertua Ibu, Se-jun?
- Se-ri... - Ibu harus yakin.
Karena
Ibu mulai terdengar
seperti ibu kandungku sendiri.
Kau tak akan memercayai perkataan ibu.
Tapi, tidak seperti itu...
Ibu benar. Aku tak percaya.
Ibu tak pernah kembali.
Se-ri.
Bisakah menunggu di sini selagi ibu membeli minuman hangat?
Baiklah.
Ibu.
Jangan tertidur.
Ibu akan segera kemari.
Ibu datang saat kuhitung sampai 100.
Satu.
Dua.
Tiga.
Empat.
Sembilan puluh delapan.
Sembilan puluh sembilan.
Satu.
Dua.
Tiga.
Empat.
Sejak hari itu,
- ada laut malam yang dingin di hatiku. - Hei.
- Hei, bangunlah. - Dan matahari tak pernah terbit
di laut itu.
Tak peduli harus kuhitung berapa kali,
matahari tak pernah terbit.
Ibu juga tak pernah kembali.
Sejak saat itu, satu pemikiran membekas di pikiranku.
"Kenapa aku dilahirkan,
dan mengubah hidup ibuku menjadi neraka di dunia?
Pasti akan lebih baik jika aku tak terlahir.
Maafkan aku
karena aku bernapas."
Baik.
Kau tak perlu percaya
semua perkataan ibu.
Jangan mengunjungiku lagi di hari ulang tahunku.
Itu yang terburuk.
Sebenarnya,
aku merasa bangga dengan pekerjaanku
saat bisa menghubungkan mereka yang punya kepentingan serupa.
Kami punya
kepentingan serupa?
Tepat sekali.
Menurut penilaianku, kepentingan kalian serupa,
tapi tak sama.
Contohnya, kalian berdua
ingin Se-ri menghilang.
Sementara pria di sini ingin
Yoon Se-ri ikut dengannya.
Kau ingin Se-ri ikut denganmu?
Apa maksudnya?
Kau ingin membawanya kembali ke Utara?
Kenapa kau mau tahu?
Bukankah kau senang dia menghilang?
Kenapa sikapnya begitu?
Tentu aku harus tahu.
Akankah dia
baik-baik saja di sana?
Aku harus membawanya ke sana
untuk memastikan sesuatu.
Dia membuatku kehilangan banyak hal.
Aku harus merebutnya kembali.
Tapi, aku tak bisa
menjamin keselamatannya.
Bukankah itu yang kau mau?
Aku menyingkirkan masalah mendatangmu.
Tunggu.
"Menyingkirkan"?
Ini berlebihan.
Dia orang yang berbahaya.
Kau mau menghancurkan hidupku?
Beraninya kau memperkenalkanku dengannya.
Kuanggap pertemuan ini tak ada.
Kita tak pernah bertemu.
Pak...
Pak...
Sialan.
Bicara soal itu,
kau akan butuh uang
untuk menjalankan rencanamu.
Kau juga akan butuh informasi.
Apakah kau tahu
tempat tinggalnya?
Kalau begitu...
jangan pergi sampai lukanya pulih.
Hanya sampai lukanya pulih.
Berjanjilah kepadaku.
Begitu pulih,
walau kau langsung menghilang,
aku akan menerimanya.
Jeong Hyeok.
Jeong Hyeok.
Kau sudah pergi?
Sungguh pergi?
Secepat ini?
Bukankah kau bilang perayaan mereka seperti ini?
Mereka tampak menyukainya.
Se-ri, hari ini ulang tahunmu.
Selamat ulang tahun.
Selamat ulang tahun.
Selamat ulang tahun.
Se-ri.
Jangan mendekatiku.
Aku tampak berantakan sekarang.
Maafkan aku.
Kami mengejutkanmu hari ini.
Bukan begitu.
Aku bukan terkejut.
Aku ketakutan.
Mulai sekarang,
aku akan mengingat hari ini saat ulang tahunku.
Aku akan ingat hari bahagia ini.
Sudah kubilang, jangan mendekat.
Aku tak mau kau lihat wajahku.
Tahun depan,
dan tahun setelahnya,
dan bahkan setelah itu,
semuanya akan bahagia.
Karena aku akan memikirkanmu.
Aku akan bersyukur sudah terlahir ke dunia ini.
Aku akan bersyukur
orang yang kucintai masih bernapas.
Karena itulah hari ulang tahunmu
akan selalu jadi hari bahagia.
KALAH
Tak akan kubiarkan kau, Usaha Terakhir.
Hari ini,
tanggal 2 Februari.
Ini hari ulang tahunku.
Aku berada
di atas
jembatan
di Sigriswil.
Aku tak punya penyesalan.
Ayah,
Kak Se-jun,
Kak Se-hyeong,
dan Ibu.
Aku akan pergi jauh.
Jangan hidup terlalu bahagia.
Sesekali cobalah
untuk memikirkanku.
- Permisi? - Apa?
Bisa tolong foto kami?
Baik.
Berikan kameranya.
Tapi, di sini begitu menakutkan.
Haruskah di sini dan sekarang?
Dia pantas dapat yang lebih baik.
Lihat?
Itu bukan kebetulan.
Tapi takdir.
Jeong Hyeok.
Kau mau ke mana?
Itu...
Aku harus bertemu seseorang.
CRASH LANDING ON YOU
Mereka hanya teman kencan.
Astaga, apakah Hyeoky Kecil cemburu?
Apakah Dan tak bilang dan menginap semalam?
Kami tak seperti dugaanmu, Bu.
Hanya perasaanku saja, atau aku memang jatuh cinta kepada Dan?
Kau hanya perlu menjawab pertanyaanku.
Maksudmu aku boleh membawanya atau menyingkirkannya sesukaku?
Kita kembali mengucapkan perpisahan seperti biasanya.
Aku akan mengingatmu apa pun yang terjadi.
Terjemahan subtitle oleh Fajri Mulyadi
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.