All language subtitles for [wWw.BluRay.id].Ever.Night.2.2020.EP20.BluRay.1080p.x264.AAC.2.0.ts

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

[Malam Abadi S2]

[Episode 20]

Fu Zi.

Jika sudah menunjukkan keagungannya.

Kalau begitu ayahmu,

sudah bisa kembali.

Setidaknya,

termasuk suatu hal yang baik.

Paman guru.

Selama ini,

anda tidak pernah memberitahuku.

Mengapa ayah bisa ditahan di Laut Selatan?

Sekarang,

sudah bisa mengatakannya kan?

Jika kamu begitu ingin tahu,

maka kuberitahukan.

Saat itu He Hao Ran dari Shu Yuan,

mati karena hukuman dari langit.

Fu Zi sangat marah,

naik ke gunung Tao, masuk ke aula dewa.

Hanya menggunakan kayu kecil,

langsung menebas semua bunga persik.

Mengalahkan semua orang hebat.

Ketua

bekerja sama dengan yang lain.

Tetap tidak bisa

bertahan dari tongkat kayu itu.

Kalah bertarung,

dipaksa

berlayar di Laut Selatan.

Seumur hidup,

tidak boleh menginjak tanah.

Fu Zi sungguh hebat.

Bahkan orang hebat seperti ayah

pun tidak bisa menandinginya.

Pi Pi.

Untung saja ketua

akhirnya bisa kembali.

Paman guru.

Apakah kembalinya ayah

sudah pasti hal yang bagus?

Beberapa tahun ini,

banyak yang mati dalam Du Cheng.

Aku tadi bermimpi,

bertemu dengan Ayah.

Bertemu dengan leluhur.

Dan bermimpi bertemu dengan

orang yang sudah meninggalkan kita.

Sekarang,

bahkan Fu Zi

juga sudah pergi.

Fu Zi memang bukan milik dunia manusia.

Dia pergi ke tempatnya yang seharusnya.

Ternyata tidak peduli siapapun,

suatu hari

tetap akan menghadapi kematian.

Aku tidak bisa bertahan lagi, Xia Tian.

Aku akan pergi mencari Fu Zi.

Asal berbicara.

Kamu akan baik-baik saja.

Aku akan selalu menemanimu.

Langit ingin menghancurkan negara Tang

karena berperang.

Tetapi meskipun begitu,

aku Li Zhong Yi tidak takut pada itu.

Karena aku percaya

negara Tang,

pada akhirnya pasti akan menang.

Aku

adalah orang paling berkuasa

di dunia ini.

Aku juga menikahi

wanita yang paling kucintai.

Dia sekarang,

berada di sampingku.

Masih ada penyesalan apa?

Aku mempunyai banyak penyesalan.

Aku tidak bisa melihat kamu yang sudah tua.

Aku tidak membiarkanmu melihat Xiao Liu Zi tumbuh dewasa.

Yang paling kusesali,

yaitu dulu

Aku tidak seharusnya pergi ke Du Cheng.

Jangan berkata seperti itu.

Tidak ada dulu,

bagaimana mungkin ada sekarang?

Xia Tian,

apakah kamu tahu?

Saat ak melihatmu,

semua kehidupanku

hanya ada musim panas.

Sejak bertemu denganmu,

aku tahu

aku sudah kalah.

Xiao Liu Zi.

Kemari.

Ayah.

Jaga ibundamu dengan baik,

jaga dirimu dengan baik.

Yang patuh.

Kedepannya biarkan Xiao Liu Zi

berguru pada tuan pertama Shu Yuan.

Agar dia bisa belajar kasih sayang.

Mengenai Yu Er dan Hun Yuan,

asalkan mereka tidak sembarangan,

harus membiarkan mereka tetap hidup.

Berjanjilah padaku.

Aku tahu.

Lao Ma.

Ma Shi Xiang.

Hamba di sini.

Wei Cheng.

Ma Shi Xiang.

Orang yang dipercayai Ning Que,

aku juga percaya.

Bisa mempercayakan keluargaku.

Bisa mempercayakan seluruh rakyat.

Sekarang aku menyerahkan tahtaku

pada pangeran ke-6 Li Hu Po.

Dan kamu

adalah pengawal dalam wasiatku.

Yang Mulia.

Yang Mulia.

Saya akan setia mengabdi,

tidak akan mundur.

Xia Tian.

Pergi dulu.

Ayah.

Yang Mulia.

Yang Mulia.

Ayah. Ayah.

Ayah. Ayah.

Ayah.

Ayah. Ayah.

Ayah.

[Yang Mulia sudah meninggal]

[Hao Tian Dao Nan Men]

Pergi panggilkan Jenderal Hua.

Aku ingin berbicara berdua dengan penasehat.

Ayah

sudah meninggal.

Yang Mulia.

Penasehat.

Yang Mulia juga ikut Fu Zi pergi.

Apakah bencana ini,

adalah lagu duka negara Tang?

Penasehat jangan terlalu bersedih.

Sekarang,

kita masih ada hal penting untuk dilakukan.

Apa rencana Yang Mulia sekarang?

Melihat wasiat.

Bagaimana kamu tahu

wasiat ada di Hao Tian Dao Nan Men?

Karena aku memahami sifat Ayah.

Mengapa aku harus membantu Yang Mulia?

Karena aku adalah orang Tang.

Pangeran ke-6

juga orang Tang.

Tetapi ibunya bukan.

Raja negara Tang tidak seharusnya berdarah kotor.

Apa lagi berasal dari Mo Zong,

juga mohon anda jangan lupa.

Anda adalah penasehat negara.

Mana Yang Mulia.

Di dalam.

Silakan tunggu.

Mengapa bisa seperti ini?

Mengapa bisa seperti ini?

Yang Mulia sudah memutuskan.

Wasiat ini

sudah ditulis satu tahun yang lalu.

Apakah wasiat bisa diubah?

Biasanya tidak.

Bagaimana jika tidak biasanya?

Negara

akan tidak tenang.

Apa yang anda inginkan?

Penasehat.

Aku akan menyetujui apapun yang anda mau.

Saya ingin negara Tang berjaya selamanya.

Saya ingin Hao Tian Dao Nan Men terus berjaya.

Saya ingin orang Tang

hidup tanpa kekhawatiran.

Yang Mulia,

apakah kamu bisa memberiku janji itu?

Hua Shan Yue hormat pada Tuan Putri Yang Mulia.

Sudah menunggu berapa lama?

Tidak lama.

Akhir-akhir ini sangat dingin.

Jangan sampai sakit.

Aku merasa bersalah.

Terima kasih Yang Mulia.

Saya belum melakukan apa-apa,

merasa bersalah.

Kamu ingin berjasa.

Saya berpikir,

Yang Mulia pasti mengerti.

Hari ini memintamu kemari,

aku memang ingin meminta bantuanmu.

Hal ini harus kamu.

Aku tidak percaya pada orang lain.

Saya tidak akan mengecewakan.

Yang Mulia silakan memberi perintah.

Hari ini Du Cheng akan ada gerakan,

bantu aku.

Awasi Pangeran Qin.

Baik.

Guru.

Sudah waktunya minum obat.

Selama ini Du Cheng

sudah banyak melakukan upacara duka.

Para pejabat dan

jenderal tua,

semuanya sudah meninggal.

Sekarang Yang Mulia juga sudah pergi.

Bahkan Fu Zi

juga sudah mati.

Menurutmu,

apakah ini takdir?

Guru.

Jika Du Cheng begitu goyang.

Kita seharusnya lebih menjaga Nan Men.

Jing Shen Zhen adalah saraf

terakhir dari Du Cheng.

Hun Yuan.

Hun Yuan.

Di mana pangeran ke-3?

Dia, dia.

Cepat pergi dan cari dia.

Baik.

Perintahkan,

pelayan dalam tuan Sheng Ni

untuk menghitung jumlah orang dalam istana.

Selidiki orang yang keluar istana.

Baik, Tuan Putri Yang Mulia.

Jika aku tidak salah ingat,

kamu adalah

orang Qing He Jun kan?

Benar.

Rumah saya di Qing He Jun, keturunan suku He.

Keluarga He yang muncul

sebagai dewa Xi Ling.

Benar.

Jika aku tidak salah tebak,

kamu adalah bawahan dari pemimpin Xi Ling.

Pantas saja kamu,

Begitu tertarik pada Jing Shen Zhen

begitu lama.

Kamu di Nan Men Guan,

berlatih di Hao Tian begitu lama.

Tujuannya sudah pasti

ingin menemukan Zhen Yan Chu.

Sayangnya,

Zhen Yan Chu

pada akhirnya diserahkan pada Ning Que.

Pangeran.

Kasim Wang memberi informasi rahasia.

Ada apa?

Yang Mulia

sudah meninggal.

Yang Mulia

sudah meninggal?

Tuan Putri langsung ke Hao Tian Dao Nan Men.

Hamba khawatir,

wasiat akan ada perubahan.

Yu Er pergi ke sana,

hasilnya pasti sangat jelas.

Besok akan mengumumkan raja baru di aula.

Pasti akan.

Dalam wasiat ini

nama siapa

itu tidak penting.

Yang datang lebih awal adalah pemimpin.

Yang terakhir adalah bawahan.

Posisi raja negara Tang ini,

sudah seharusnya menjadi milikku.

Berjanji setia pada Pangeran.

Jika guru selalu tahu,

mengapa tidak membongkarnya?

Karena,

kamu adalah murid kesayanganku.

Aku juga selalu

sangat bingung.

Memilih jalan yang paling stabil,

dan berjalan terus.

Jadi aku

memilih Tuan Putri Yang Mulia.

Dan juga

aku juga tidak membongkar motifmu.

Semua orang mengatakan,

Du Cheng tidak bisa ditembus.

Di dunia para pendekar terus bersebar

kekuatan besar Jing Shen Zhen.

Tetapi ada berapa orang yang tahu

yang tidak bisa ditembus

adalah Fu Zi.

Tetapi Fu Zi sudah mati,

dan membuktikan cahaya

tidak akan bisa menang.

Dan sekarang,

Shu Yuan yang tidak ada Fu Zi.

Tidak akan sama dengan yang dulu,

melawan seluruh dunia seorang diri.

Jadi negara Tang pasti kalah.

Takdir.

Takdir.

Negara Tang ingin terus bertahan,

hanya dengan kembali lagi pada

perlindungan cahaya.

Aku tahu kamu dan pengeran Hun Yuan,

ada perjanjian.

Tetapi kamu jangan lupa.

Orang Tang,

adalah murid kepercayaan dari Guang Ming.

Dan kamu

juga orang Tang.

Aku berharap kamu

bisa mengurangi

pertumpahan darah

dalam proses ini.

Saya akan berusaha sebaik-baiknya.

Mulai malam ini,

kalian tidak perlu bersembunyi lagi

di kegelapan Du Cheng negara Tang.

Setelah malam ini,

nama kalian akan dicatat dalam sejarah.

Malam ini,

aku akan menggunakan pedang ini

membunuh para pemberontak.

Membantuku menyatukan negara Tang.

Bersumpah akan setia pada Pangeran.

Panggilan mendesak dari Tuan Putri Yang Mulia,

cepat buka pintu.

Baik.

Cepat.

Sudah ditemukan?

Lapor Tuan Putri.

Belum.

Masih belum ditemukan.

Lanjutkan pencarian, cepat lakukan!

Baik.

Dan juga kalian, kalian

semuanya pergi cari.

Baik. Tuan Putri Yang Mulia.

Kasim Wang.

Jenderal Xu.

Membawa begitu banyak orang tengah malam begini,

mau pergi ke mana?

Panggilan mendesak dari Tuan Putri Yang Mulia.

Saya langsung ke sana.

Panggilan mendesak dari Tuan Putri Yang Mulia?

Saya pergi dulu.

Tunggu.

Lapor, aula diskusi tidak ada.

Lapor, taman belakang juga tidak ada.

Lapor, dapur istana juga tidak ada.

Tuan Putri tiba-tiba memanggil pengawal.

Saya sebagai Jenderal

tidak tahu apa-apa.

Jenderal Xu.

Sebenarnya seperti ini.

Dengarkan saya.

Datang menangkap kalian.

Aduh.

Tidak apa-apa, tidak apa-apa.

Tertangkap.

Ada di mana?

Sebelah sini.

Aku tidak bisa menangkap?

Untuk apa kalian datang?

Bawa pergi.

Lepaskan aku.

Lepaskan aku.

Lepaskan aku.

Tuan Putri Yang Mulia.

Ada penyusup.

Siapa?

Kasim Wang.

Tadi hamba melawan penyusup,

penyusup ini sangat kuat.

Bahkan ada pendekar hebat.

Pendekar hebat?

Berapa orang?

Pengawal istana sudah membunuh 10 orang.

Tetapi ada beberapa berhasil lari.

Selain itu,

penjaga pintu juga dibunuh.

Jadi masuk berapa orang,

masih belum diketahui.

Saya sudah memerintah pengawal istana bergerak,

menyelidiki penyusup.

Lapor.

Hun Yuan.

Sudah menemukan Hun Yuan belum?

Lapor.

Tuan Putri Yang Mulia.

Pangeran ke-3.

Pangeran ke-3 sudah dibawa pergi oleh penyusup.

Xu Chong Shan.

Saya.

Perintahkan,

temukan pangeran ke-3

bagaimanapun caranya.

Baik.

Siapa kamu?

Apa yang kamu mau?

Apakah kamu tahu siapa aku?

Aku tentu tahu siapa kamu.

Jika tidak bagaimana mungkin membunuhmu?

Pangeran ke-3.

Kamu membunuhku,

kakakku tidak akan memaafkanmu.

Kamu mengira,

dia bisa lari?

Berhenti.

Pangeran Qin Yang Mulia.

Apa yang anda lakukan?

Hua Shan Yue.

Seharusnya kamu mengerti keadaan malam ini.

Aku sarankan,

lebih baik ambil keputusan yang tepat.

Seperti yang anda lihat.

Hua Shan Yue sudah mengambil keputusan yang tepat.

Serang.

Tidak ingin hidup?

Lepaskan pangeran ke-3.

Ingin menolong pangeran ke-3?

Minta Li Yu yang masuk.

Kukatakan sekali lagi,

biarkan Li Yu masuk sendiri.

Sudah dikatakan,

minta Li Yu

minta kakak sendiri yang masuk.

Semuanya mundur.

Biarkan kakak yang masuk.

Mengapa masih bengong?

Semuanya mundur.

Tuan Putri, berbahaya.

Tidak apa-apa, bertindak jika ada kesempatan.

Aku sudah datang.

Lepaskan Hun Yuan.

Ingin aku melepaskannya,

serahkan wasiat.

Kakak.

Berikan padanya.

Cepat berikan padanya.

Kakak, aku mohon padamu.

Cepat berikan padanya.

Letakkan di lantai.

Mundur keluar.

Mundur keluar.

Mundur. Mundur. Mundur.

Cepat Mundur.

Pangeran.

Jika berhasil,

akan menggunakan asap merah sebagai tanda.

Jika gagal,

akan menggunakan wana putih.

Mohon pangeran bertindak begitu ada kesempatan.

Bubar. Semuanya bubar.

Jangan kejar lagi.

[Bagian barat Du Cheng]

Apa yang paman lakukan?

Yu Er.

Aku mendengar ada pemberontak.

Jadi membawa bawahanku untuk membantu.

Kamu tidak terluka kan?

Mendapat keberuntungan dari paman.

Yue Er tidak terluka sedikitpun.

Paman.

Kembang api,

aku yang menghidupkannya.

Yu Er dari kecil sudah dekat dengan paman.

Sudah tahu kebiasaan paman.

Yu Er tidak salah menebak kan?

Warna putih melambangkan gagal.

Sudahlah.

Sudahlah.

Mungkin ini adalah takdir.

Aku sedang bertaruh,

bertaruh apakah kegagalanku

akan berakhir di malam ini.

Bertaruh pedang pemberian

ayah padaku tahun itu.

Apakah sungguh bisa membuatku memimpin dunia.

Jika akhir sudah ditentukan seperti ini,

mengapa memberiku harapan.

Paman sedang bertaruh,

Yu Er juga sedang bertaruh.

Hanya saya taruhanku

adalah kehormatan dan keagungan

keluarga Li kami.

Kita seharusnya mengerti

yang memutuskan bukan aku,

dan bukan kamu.

Tetapi ayah yang sudah meninggal.

Apakah kamu sudah melihat wasiat Yang Mulia?

Mengapa paman masih menanyakan ini?

Besok di pengadilan kerajaan,

akan tahu sendiri.

Sepertinya penerusnya adalah Li Hun Yuan.

Paman ikutlah aku kembali ke istana.

Mulai melakukan upacara duka,

setelah acara dukanya selesai.

Barulah kembali ke kediaman.

Pangeran.

Silakan.

Aku tahu,

Banyak sekali rumor yang ada di istana ini,

Tetapi masalah malam ini,

jika diantara kalian ada orang

yang berani menyebarkan sedikitpun.

Kalian,

semua akan mati di sini.

Mengerti?

Baik. Tuan Putri Yang Mulia.

Pergi.

Baik.

♪ Waktu berlalu, musim gugur tiba ♪

♪ Bunga bermekaran dan berguguran ♪

♪ Perasaan siapa yang terkubur oleh waktu ♪

♪ Jika sebuah mimpi seperti burung yang terbang melewati lautan ♪

♪ Takut pada saat langit cerah, pikiran adalah kosong ♪

♪ Bahkan jika cinta adalah kelemahan ♪

♪ Aku ingin menghilangkan semua kabut ♪

♪ Siapa yang sedang menunggu siapa, siapa yang menyalahkan siapa ♪

♪ Waktu datang dan pergi dengan terburu-buru ♪

♪ Aku tidak rela kamu jatuh ke dalam debu ♪

♪ Aku tidak takut menemanimu melewati gunung dan lautan ♪

♪ Mendengar suara hujan, bersulanglah untuk menenangkan kekhawatiranmu ♪

♪ Siapa yang bisa mengerti akan kesulitannya ♪

♪ Waktu berlalu, menunggu seumur hidup ♪

♪ Tidak akan takut pada masa lalu dan masa depan ♪

♪ Waktu berlalu, musim panas pergi musim semi datang, bunga bermekaran ♪

♪ Perasaan siapa yang terkubur oleh waktu ♪

♪ Jika sebuah mimpi seperti burung yang terbang melewati lautan ♪

♪ Takut pada saat langit cerah, pikiran adalah kosong ♪

♪ Aku tidak rela kamu jatuh ke dalam debu ♪

♪ Aku tidak takut menemanimu melewati gunung dan lautan ♪

♪ Mendengar suara hujan, bersulanglah untuk menenangkan kekhawatiranmu ♪

♪ Siapa yang bisa mengerti akan kesulitannya ♪

♪ Waktu berlalu, menunggu seumur hidup ♪

♪ Tidak akan takut pada masa lalu dan masa depan ♪

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.