Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sub by: VIU Resync by: Doddy Irwanto
Aku sudah cukup banyak minum, jadi, sebaiknya aku pulang.
Tunggu.
Apa? Apa katamu?
Dia pembunuh
psikopat.
Anda baik-baik saja?
Aku bisa melihat Anda bergaul
dengan orang macam apa.
Itu menyenangkan.
"Pintu Darurat"
Aku menyadari
bahwa membunuh orang lemah dan tidak berdaya
tidak memuaskan keinginan yang mendorongku untuk bertindak.
Tapi aku pembunuh psikopat.
Bagaimana jika aku ingin membunuh seseorang lagi?
Akan kupikirkan nanti.
"Psychopath Diary"
"Episode 5"
Apa itu perlu, Bo Kyung?
Besok kamu libur, bukan?
Bisakah kamu bertukar sif denganku?
Aku bisa,
tapi ada apa ini?
- Kamu bekerja sampingan lagi? - Itu...
Aku punya alasan tersendiri.
Aku tidak percaya padamu.
Mungkin aku terlihat agak bodoh bagimu,
tapi aku juga polisi dan rekanmu.
Aku tahu kamu
memeriksa berkas kasus dan menyelidikinya.
Taek Soo...
Terserah.
Aku sudah bosan mencari alasan untukmu.
Jika kamu mengerjakan kasus, beri tahu aku.
Jika punya pekerjaan sampingan, bagi uangnya denganku.
Aku sudah bosan membantumu.
Baik, ikuti aku keluar.
Jadi, predator yang kamu incar itu,
pembunuh berantai,
ternyata Yook Dong Sik.
Bukankah ini hampir mustahil?
Yook Dong Sik yang kita kenal?
Karena itu tidak ada yang mencurigainya.
Dia tampak seperti pria paling baik di dunia.
Tetap saja...
Kita menyebabkan amnesianya, ingat?
Bagaimana jika semua itu bohong?
Setelah menyerang
pria tunawisma di toilet umum,
dia berencana membunuhnya di lokasi konstruksi.
Lalu dia melihat kita mendekat, jadi, dia sengaja menabrak kita
agar kita tidak mencurigainya.
Bukankah itu seperti omong kosong bagimu?
Tapi kemudian dia berpura-pura amnesia.
Tidak ada gunanya kita menanyakan kenapa dia ada di sana.
Aku sempat membuntutinya,
dan banyak hal yang tampak mencurigakan bagiku.
Kamu membuntutinya?
Kamu menguntit Pak Yook?
Pekerjaan sampingan akan lebih baik.
Tapi aku punya pernyataan saksi.
Apa yang selalu kamu katakan kepadaku?
Kamu bilang aku harus menjadi detektif jika itu masuk akal.
Karena itulah...
Serahkan kepadaku untuk menemukan buktinya.
Yang kuinginkan darimu...
Baiklah, aku akan bertukar sif denganmu.
Namun, pastikan
ini sepadan dengan jam kerja polisi
dan uang pembayar pajak.
Sebagai rekanku,
kamu harus membujukku.
Jika tidak, aku akan menemui Kapten.
Aku akan melakukannya.
Lacak setiap gerakan Yook Dong Sik di kantor
dan laporkan kepadaku setiap hari.
Baik, Pak. Tapi terkait pekerjaannya,
Pak Gong melapor kembali kepadamu.
Bukankah aku mengatakan "setiap gerakannya"?
Berapa kali dia pergi ke kamar mandi,
apa yang dia bicarakan di ruang duduk,
dengan siapa dia bergaul dan bagaimana dia dipandang.
Kumpulkan informasi itu bagaimanapun caranya.
Amati dia bagaimanapun caranya
- dan laporkan kepadaku. - Aku benar, kamu tahu.
- Lalu? - Biar aku saja.
Di sana. Lihat?
Saat itulah aku tahu.
- Tidak mungkin. - Astaga, aku iri.
Kamu menghadiri pesta Klub Pemenang bersama Direktur Seo?
Astaga.
Ini kali pertamaku mendengar dia membawa seseorang ke sana.
Ini membuktikan bahwa kamu anak buahnya.
Aku anak buah Dong Sik
yang menjadikan aku anak buah Pak Seo.
- Astaga. - Sulit dipercaya.
Lucu sekali.
Kamu pergi ke pesta dengan pakaian seperti ini?
- Ya. - Kamu harus beli yang lebih bagus.
- Menurutku itu bagus. - Tidak apa-apa.
Tapi dia tetap harus memakai
yang lebih bagus di pesta seperti itu.
Dong Sik bilang yang dia butuhkan hanyalah tatapannya.
Tetap saja, tidak ada salahnya.
Bagaimana jika aku membeli dasi kupu-kupu?
Dong Sik.
Aku Park Chan Oh dari Tim Satu.
Aku Oh Sang Sik dari Tim Dua.
Kami pernah menyapa di makan malam tim.
Ya, benar.
Saham mana yang kamu incar belakangan ini?
Kamu akrab dengan Pak Seo. Apa kamu punya kiat?
Saham pembalik tampak bagus bagiku belakangan ini.
Bagaimana menurutmu?
Maaf, tapi itu bukan keahlianku.
Tunggu sebentar.
Aku tahu kamu punya informasi eksklusif.
Sial.
Saham pembalik?
Aku merasa hampir bisa memahami ini.
"Tim Manajemen Aset Tiga"
Apa yang kamu lakukan padahal pasar sudah tutup?
Kita harus bekerja dengan lebih efisien dan logis.
Itu yang dikatakan Direktur Seo.
Sampai kapan kita akan bekerja
sambil berhati-hati di dekat orang lain?
Datang dan temui aku jika ada yang ingin kamu laporkan
atau pulanglah lebih awal daripada membuang waktu di sini.
Baik, sampai jumpa, Pak.
Aku tetap di sini sampai pukul 19.00.
Ayolah. Aku bilang sebaiknya kalian pulang.
Aku mungkin akan bekerja lembur.
Kerja bagus, Semuanya.
Kerja bagus, Pak.
Ya, kamu juga.
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa besok.
Sampai jumpa besok.
Pulang sekarang adalah tindakan yang tepat.
Ya, tentu saja. Bagus, Dong Sik.
Kamu pulang dengan selamat semalam?
Halo, Pak.
Halo.
Astaga, itu tidak perlu.
Sampai jumpa.
Kami bisa pulang lebih awal
berkat Anda.
Ada yang ingin Anda katakan?
Tidak, sebaiknya kamu pergi.
Baik, Pak.
Jaga diri Anda.
Jadi, kamu akan bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa?
Ini aku. Aku perlu mengawasi seseorang.
Sekarang.
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa besok.
Kudengar restoran barbekumu laris.
Kamu beruntung.
Apa hanya ini saja?
Hanya ini saja?
Maaf, tapi aku tidak bisa memberimu lebih banyak.
Maka kesabaran kami juga sudah habis.
Pegang dengan benar.
Janji antara teman seharusnya ditepati.
Kamu bercanda?
Apa pertemanan kita tidak ada artinya bagimu?
Kalian para bocah di sana.
Kalian punya pemantik?
Kami hanya merokok rokok elektronik.
Anak muda zaman sekarang
tidak membawa korek api.
Itu cerdas.
Siapa sebenarnya kamu?
Aku?
Masa depanmu.
Kamu sudah bau alkohol sepagi ini?
Alkohol?
Aku meragukannya. Mungkin bauku seperti penjara.
Begini,
aku baru dibebaskan dari penjara.
Lucu, bukan?
- Benar, bukan? - Astaga.
Dasar berandal.
Apa aku harus memenggal salah satu di antara kalian
agar memperbaiki sikap kalian?
Aku mudah takut.
Kamu hampir membuatku mengompol.
Omong-omong, ambil ini
dan belilah pemantik, Pak Tua.
Kamu memberi tahu mereka tentang pertandingan hari ini?
Aku meminta mereka menemui kita di warnet.
Benar, aku akan menemuimu di sana.
Anak-anak zaman sekarang tidak menghormati orang tua mereka.
Alih-alih bicara dahulu, mereka malah langsung meninju.
Jika bukan karena bahuku yang kaku...
Tapi aku tetap bersyukur.
Kebanyakan orang terus berjalan.
Kenapa kamu membiarkan mereka memukulimu seperti itu?
Apa kamu drum di lingkungan ini?
Lihat siapa yang bicara.
Kamu benar-benar menyelaku saat aku bicara?
Kenapa kamu tidak meluangkan waktu untuk berolahraga?
Buat dirimu terlihat bisa menghajar mereka.
Itulah yang seharusnya kamu incar.
Jika tidak, setidaknya buatlah dirimu tampak hebat.
Seperti ini.
Kamu! Apa yang kamu lihat?
Apa?
Apa yang kamu lihat?
Kamu tidak bisa hanya berlagak tangguh di depan semua orang.
Apa yang terjadi dengan wajahmu? Dia memukulmu?
Tidak, Pak.
Kamu mengenalnya?
- Dong Chan. - Pergilah.
Urus urusanmu sendiri.
Dong Chan!
Izinkan aku menjelaskan.
Mereka pelakunya. Dua pria di sana.
Astaga, aku sudah menyuruhmu menyerang!
Berhenti bermain jika akan bersikap seperti ini.
Hei, kalian.
Omong-omong, kalian memukul Dong Chan?
Bagaimana jika kami memukulnya?
- Apa yang akan kamu lakukan? - Maaf mengganggu,
tapi bisakah kita bicara?
Kalian tidak tahu siapa dia, bukan?
Tamatlah riwayat kalian.
- Apa yang terjadi? - Apa ini?
- Siapa kalian? - Apa yang terjadi?
Hei, sesuatu terjadi. Aku ingin kamu di sini.
Astaga, apa ini yang meninggalkan bekas luka?
Tidak apa-apa.
Seceroboh apa kamu? Tampaknya kamu selalu terjatuh.
Menurutmu itu karena dia lemah?
Haruskah kita membelikan obat oriental?
Apa maksudmu?
Dia sangat lemah karena kamu selalu memperlakukannya seperti bayi.
Seorang pria memancing perundung di sekolah dan akhirnya diseret.
- Dong Chan. - Lihatlah dia.
Dia menghabiskan sepanjang hari menatap ponselnya.
Pantas saja dia selalu terjatuh.
- Apa yang dia pikirkan? - Aku kasihan kepadanya.
- Aku suka pakaianmu. - Mungkin dia ada wawancara kerja.
- Kamu terlihat keren. - Lihatlah dia.
- Astaga. - Yang benar saja.
Kamu pikir tidak apa-apa hanya menonton dari jauh?
Lihat saja.
Kita akan segera bisa melihat identitas asli Dong Sik.
Dia tampak sangat menyedihkan.
Hei, kamu bekerja?
- Kamu pasti punya uang. - "Uang"?
- Kami juga menerima kartu kredit. - Apa dia serius?
Kudengar kamu bisa mengambil pinjaman kartu kredit sekarang.
Kamu tahu banyak.
"'No Country for Old Men'"
Apa hal terbesar yang hilang dari lemparan koin?
Apa yang dia bicarakan?
Kepala atau ekor? Silakan pilih.
Apa kamu gila?
Koin ini dibuat pada tahun 2002.
Itu persis saat kalian lahir.
Ini koin yang tepat untuk menentukan nasib kalian.
Cepat pilih.
Kepala atau ekor?
Bukankah kita harus bertaruh dahulu?
Bagaimana kalau 1.000 dolar?
Itu sudah dilakukan.
Aku sudah bertaruh.
Untuk apa?
Nyawa kalian.
Lihatlah dia berlagak berani.
Hei, lihatlah wajahnya.
Kalimat itu dari film.
Bukankah kita sudah cukup lama melihat?
Kamu memintaku meyakinkanmu. Tetap di sini dan tunggu.
Dia akan segera mengungkap identitas aslinya.
Dasar bedebah.
Dahulu, aku akan mengubur mereka hidup-hidup.
Tapi aku harus mengendalikan diri.
Karena aku sudah tidak seperti dahulu lagi.
Bedebah!
Aku sebenarnya berpikir untuk dipijat
karena tubuhku sangat kaku belakangan ini.
Rasanya enak.
Apa? Jangan bilang kalian sudah selesai.
Apa yang dikatakan psikopat ini?
Lawan aku.
Aku bisa menahannya seharian.
Dong Sik!
- Kamu baik-baik saja? - Sedang apa kamu di sini?
Itu yang ingin kutanyakan padamu!
Kenapa kamu melibatkan diri hanya untuk dipukuli seperti ini?
Apa maksudmu? Aku tidak dipukuli.
Aku hanya ingin bicara dengan teman-temanmu.
Dong Sik!
Aku tidak akan membantah lagi. Akan kuberikan semua permintaanmu.
Jadi, tolong hentikan.
Hei, kamu bicara seakan-akan aku pengemis.
Kakakmu minta dipijat. Minggir.
Maafkan aku. Maafkan aku atas segalanya.
Tolong jangan lakukan ini.
Kenapa kamu minta maaf?
Merekalah
yang seharusnya menyesal.
Aku hanya ingin memberi mereka pelajaran, jadi, jangan ikut campur.
Tidak, hentikan. Mereka bisa menjadi sangat menakutkan.
- Entah apa tindakan mereka nanti. - Jangan ikut campur.
Dong Chan, kakakmu meminta kami memijatnya.
- Kalian, tunggu. - Beri dia keinginannya.
- Tidak, tunggu! - Jangan ikut campur.
Dong Sik!
Kamu tampak kelelahan.
Kamu masih punya energi, bukan?
Pukul aku.
Kamu sungguh ingin mati?
- Dong Sik! - Jangan ikut campur!
Berhenti!
Dong Sik!
Kurasa kita harus meminta bantuan.
Bo Kyung!
Maaf, Kawan-kawan!
Bisakah kalian berhenti? Dong Sik!
Naluri psikopatku mulai membuat
darahku mendidih.
Mereka mungkin tidak tahu
bahwa aku berusaha keras menekannya.
Kenapa dia tertawa? Itu membuatku gelisah.
Menurutmu kepalanya terluka?
Bagaimana jika terjadi hal buruk?
Aku tidak peduli. Terus hajar dia.
Apa yang kalian lakukan? Habisi dia.
Kurasa sudah cukup.
- Lupakan saja. - Hei, hentikan.
- Minta bantuan sekarang. - Apa?
Baiklah.
- Siapa dia? - Apa yang dia inginkan?
Hei, Berandal!
- Jangan bergerak. - Astaga.
- Jangan bergerak. - Opsir.
- Kamu datang sendirian? - Ada polisi lain.
Tidak, aku tidak sendirian.
- Jangan mendekatiku. - Apa maumu?
Dasar bedebah pemberani!
- Kalian akan mati! - Di sini!
- Kami di sini untuk kalian! - Di sini! Aku polisi!
Kami butuh bantuanmu!
- Kemarilah. - Lepaskan aku!
Pak!
Pak.
Kenapa kamu membiarkan mereka memukulimu?
Aku tidak macam-macam dengan orang lemah.
Astaga, aku tidak percaya kamu masih menggertak.
- Sakit! - Kamu menyebutku lemah?
Mari ke rumah sakit.
Kami ingin bicara dengan Kapten.
Kapten! Di mana kaptennya?
- Kami ingin dia datang sekarang! - Di mana dia?
- Bisakah kamu tenang? - Apa katamu?
- Tenanglah. - Mereka hanya anak-anak.
Kenapa kalian memperlakukan mereka seperti penjahat?
Mereka penjahat, Pak.
Mereka memukuli seseorang secara berkelompok.
- Itu dianggap kekerasan khusus. - Orang satunya juga orang dewasa.
Kamu yakin dia tidak memukul mereka?
Anakku juga terluka!
Diamlah.
- Apa? - Apa?
Apa katamu?
"Apa dia terpotong?"
Dia hanya bertanya apa dia juga terluka.
Bukan begitu, Bo Kyung?
Kamu bercanda?
Kamu tahu siapa suamiku?
Apa itu mengubah sesuatu?
Korban tidak memukul atau mencengkeram siapa pun dengan paksa.
Setidaknya tujuh pemuda menganiayanya secara berkelompok
dan itu disaksikan oleh dua polisi termasuk aku.
Jika
anak-anak tidak diajari
konsekuensi dari tindakan mereka
atau apa kesalahan mereka,
mereka menjadi monster saat sudah dewasa.
Kalian sebagai orang tua tampaknya tidak ingin melakukan pekerjaan itu,
jadi, aku akan memberi mereka pelajaran mendetail.
Sudah selesai.
Tetaplah di tempat tidur.
Aku baik-baik saja.
Tidak ada tulang yang patah.
Sungguh?
Kamu pantas mendapatkannya karena mencoba terlihat keren.
Kukira kamu akan mati.
Kenapa kamu bertindak sejauh itu?
Aku tidak pantas menerima itu.
Aku tidak memanggilmu kakakku,
aku merendahkanmu dan mengejekmu di depanmu.
Aku amnesia.
Aku tidak ingat semua itu.
Berhenti bersikap tangguh.
Selain itu, berhentilah meniru apa yang kamu lihat di film.
Kamu tampak seperti pecundang.
Dasar berengsek...
Anak nakal.
Sulit dipercaya.
Dong Sik? Dong Sik!
Astaga, apa yang terjadi padamu?
- Astaga, sakit! - Apa? Maaf.
- Astaga. - Maafkan aku.
Tapi masalahnya terpecahkan berkat Dong Sik.
Dong Sik, terima kasih banyak.
Itu bukan apa-apa.
Kamu tampak baik-baik saja di mataku.
Astaga.
Ini laporanku.
Aku mengawasinya sepanjang hari,
tapi membuntutinya lagi hanya akan membuang waktu.
Mungkinkah dia tahu kamu mengawasinya?
Dia mengetahuinya?
Dia?
Aku detektif selama 20 tahun...
Baiklah.
Mungkinkah ada kesalahpahaman?
Kubilang, aku mengerti.
Hei, di sini.
Kamu benar-benar seorang polisi.
Lihat seragam itu.
Aku tidak memakainya untuk menghiburmu,
jadi, hentikan komentarnya.
Kamu mau makan apa? Yang sama?
Maaf karena harus mengatakan ini,
tapi kami dilaporkan oleh orang karena lalai
sekalipun kami makan ramyeon saat bertugas.
Jangan berbasa-basi.
Psikopat dari malam sebelumnya.
Jika aku tahu dia mengucapkan dialog dari film,
aku akan memukul wajahnya.
Karena insiden itu, aku mengalami gangguan tidur.
Jadi, aku hanya bisa menatap TV.
Sial.
Lalu muncul film
dengan dialog yang sama dengan yang dia katakan.
Kamu bisa bilang aku tercengang.
Apa yang terjadi pada Seo Ji Hoon juga bohong.
Dia memanfaatkan halusinasi dari pengguna narkoba
dan membuatnya seolah-olah itu dia.
Itukah alasanmu memintaku datang untuk memberitahuku?
Tidak juga.
Aku berkonsultasi dengan pengacara
untuk mencari cara menghancurkan si berengsek itu,
tapi melaporkannya karena mengancamku
sama sekali tidak terlihat memuaskan.
Cari tahu apakah ada yang dia rahasiakan.
Seseorang yang berpendidikan sepertimu
harus tahu perbedaan antara polisi dengan detektif swasta.
Aku memasukkan jumlah yang melimpah.
Setidaknya hitung uangnya sebelum menolak tawaranku.
Hubungi aku lagi
dan aku akan menusukkan ini ke otakmu.
Laporkan aku juga karena mengancammu.
Aku akan membalasmu dengan menangkapmu karena menyuap.
Sampai jumpa.
Astaga.
Opsir Shim, kenapa kamu kemari?
Kukira kamu akan kesulitan menelan makanan padat.
Aku selalu menyulitkanmu, bukan?
- Maafkan aku. - Astaga, jangan bilang begitu.
Itu tidak benar.
Sejujurnya,
aku yang salah paham...
Permisi sebentar.
Siapa itu?
Apa...
Bos.
Apa?
Aku akan melayanimu sebagai bosku
mulai sekarang.
Hentikan!
Kamu tampak mabuk...
Ya, aku minum-minum.
Kamu bisa mengabaikanku sesukamu.
Tidak masalah.
Aku tidak muda, tapi belum melakukan apa pun yang bisa dibanggakan.
Jadi, aku mengerti kenapa aku bisa tampak tidak berguna.
Tapi aku, Jang Chil Sung,
telah bertahan di dunia ini
hanya dengan kesetiaanku
- yang tulus. - Hentikan!
Itulah yang membawaku sejauh ini.
Gaya dan kepribadianmu yang keren
telah membuka ruang untukmu di hatiku.
Jadi, ingatlah
bahwa kesetiaanku kepadamu itu nyata.
Ya, aku akan mengingatnya...
Kecuali kamu setuju
membiarkanku melayanimu,
aku tidak akan bergerak sedikit pun
dari tempat ini.
Aku akan mati. Bunuh saja aku di sini.
Itu keahlianmu, bukan?
Bunuh saja aku!
Hentikan!
Bunuh saja aku.
Apa ada masalah?
Bukan apa-apa. Tetanggaku datang
tapi dia mabuk berat.
Aku tidak akan lama.
Bos!
Astaga. Baiklah.
Bos, kamu sangat hangat.
Pantas saja
dia bisa mengucapkan dialog film itu.
"Memoir of a Murderer."
"'Angels and Demons'"
"'Memories of Murder'"
"Memories of Murder."
Kamu ingat adegan terakhir film itu?
Aku tidak yakin.
Polisi yang sudah lama pensiun, Park Doo Man,
pergi ke tempat di mana insiden itu sudah lama terjadi
dan membelalak ke arah kamera.
Seolah-olah dia mencari pelakunya
di antara penonton.
Tampaknya, si sutradara mengatakan
bahwa pembunuh berantai Hwaseong
pasti akan menonton filmnya.
Jadi, orang yang ditatap oleh tokoh utamanya di adegan terakhir
adalah wajah pembunuh yang sebenarnya.
Menurutmu dia benar-benar menontonnya?
Aku yakin dia menontonnya beberapa kali, bukan hanya sekali,
mengingat kembali momen-momen itu
dan merasa senang karena dia tidak tertangkap.
Kamu tampak seperti pemrofil.
Ayolah.
Aku hanya penggemar film seru.
Kalau begitu, kamu pasti tertarik dengan kejiwaan kriminal
dan hal-hal seperti itu.
Tentu. Aku tertarik.
Kenapa?
Apa ada kasus yang kamu selidiki
yang bisa kubantu?
Apa?
Apakah pembunuh?
- Itu... - Pembunuh berantai?
Tidak, lupakan saja.
Katakan. Siapa tahu? Mungkin aku bisa membantu.
Lain kali saja.
Aku berjanji akan mengabarimu jika butuh bantuan.
Apa? Baiklah.
Aku menyita waktumu terlalu lama.
Beristirahatlah.
- Selamat malam. - Ya, terima kasih.
Kurasa aku sudah menemukan jawabannya.
Cara untuk memecahkan desakan berbahayaku di dunia ini
yang dipenuhi pecundang lemah.
Jika harus membunuh seseorang, aku bisa menemukan seseorang
yang lebih kuat dan jahat dariku, dan membunuhnya.
Pembunuh berantai yang dikejar Opsir Shim.
Aku ingin tahu seperti apa dirinya?
Aku bersemangat.
Bagaimana keadaan Ji Hoon?
Dia tampak berbeda.
Dia terus mengurung diri di kamarnya.
Mungkin kita harus mengirimnya ke luar negeri untuk sementara.
Kalau begitu, posisi direktur utama...
In Woo harus menggantikan posisinya
sampai Ji Hoon kembali.
Kamu berencana membawanya kembali?
Jika dia hancur semudah itu,
aku bahkan tidak akan berpikir untuk membiarkannya menggantikanku.
- Kamu setuju, bukan? - Tentu saja.
Dia tangguh.
Ji Hoon?
Kamu sungguh berpikir begitu?
Jika tidak, dia akan terus bertambah kuat
kalau ada seseorang yang bersikap seperti saudaranya
tapi bisa menusuk dia dari belakang kapan saja
yang selalu berada di sisinya.
Kamu masih mencurigaiku?
Aku selalu mencurigai orang
karena begitulah caraku bertahan.
- Ambillah. - Tidak apa-apa.
Tidak ada telepon yang tidak perlu diangkat pengusaha. Tidak ada.
Ada apa denganmu, mengundangku seperti ini?
Apa yang ingin kamu katakan kepadaku
tentang Yook Dong Sik?
Aku tidak menyukai
si berengsek itu.
Pecat dia.
- Kenapa? - Kenapa lagi?
Kamu melihat
bagaimana orang tidak penting itu mendatangiku.
Aku tidak bisa memecat seseorang hanya karena itu.
Bahkan untukku?
Bagaimana jika aku menolak? Apa yang akan kamu lakukan?
Mungkin aku akan menemui kakak iparmu.
Apa yang akan terjadi jika kuberi tahu semua tindakanmu sampai kini
adalah untuk menjatuhkan Ji Hoon?
Apakah pimpinanmu akan diam saja?
Aku bisa mengungkap penggelapan dana perusahaan yang kamu sembunyikan
di real estat di luar negeri.
Kamu akan bertindak sejauh itu untuk melindungi Dong Sik.
Astaga. Aku penasaran sekali. Aku tidak tahan.
Apa dia tahu sesuatu tentangmu?
Kamu ingin tahu?
Akan kuberi tahu
apa yang kusembunyikan.
Benar, bukan?
Dasar berengsek.
Kamu bukan apa-apa.
Beraninya kamu mengancamku!
Kamu menganggapku lelucon?
Jangan main-main denganku!
"Minuman energi"
"Hapus"
"Kami Hanya Akan Mengungkap Kebenaran"
Apa...
"Joo Yeong Min dari Shinsung Securities"
"Dicurigai Menggelapkan Dana"
Apa...
Seorang eksekutif di Shinsung Securities,
perusahaan saham terkemuka di negara ini,
diduga menggelapkan jutaan dolar dari firma.
Polisi segera menggeledah kantor dan rumahnya
hanya untuk mendapati bahwa tersangka sudah melarikan diri.
Jadi, tampaknya ada kesulitan dalam penyelidikan.
- Ya. - Ayah, kami datang untuk makan...
Paman.
Bo Kyung, lihat siapa yang datang. Jae Joon.
Jae Joon datang.
Pak, suatu kehormatan bertemu denganmu. Aku penggemar beratmu.
- Terima kasih atas kerja kerasnya. - Terima kasih, Pak.
Paman, kenapa kemari?
Aku ada janji di dekat sini, jadi, kupikir aku akan mampir.
Sudah lama aku tidak bertemu ayahmu.
Kami sangat senang dia datang.
Kamu akan makan bersama kami, bukan?
Tidak, aku harus pergi.
Kamu mau ke mana? Tinggallah lebih lama.
Kamu harus lebih sering berkunjung. Seperti kamu lihat, dia menyukaimu.
Baik, aku akan datang lagi.
- Sampai jumpa. - Baiklah.
Bo Kyung, bisa kita bicara sebentar?
Bagaimana penyelidikannya?
Kukira aku menemukan sesuatu, tapi ternyata aku salah.
Entah apa ini akan membantu.
Tapi bagaimana jika kamu fokus pada tanggal pembunuhannya?
Aku juga memikirkan hal itu.
Tapi aku hanya punya tiga kasus untuk dibandingkan.
Aku tahu itu tidak cukup untuk memperkirakan siklus tertentu.
Tapi berdasarkan informasimu,
dia bergerak dengan pola tertentu.
Dia punya peraturan sendiri,
dan memilih target dan metodenya sendiri.
Aku yakin dia punya prinsip sendiri
untuk memutuskan kapan melakukan pembunuhan.
Empat
Maret.
"Insiden bunuh diri"
"Cari"
Bo Kyung, kamu tidak pulang?
4 Maret.
22 sampai 28 April.
18 September.
Apa ada yang terlintas di benakmu?
Apa?
- Apa? - Benar.
Kapan kita menemukan tutup tangki toilet yang rusak itu?
Kurasa itu bulan September...
September...
Tanggal 13.
Ya, benar. Kim Myeong Guk tewas tanggal 18.
Tapi percobaan pertama untuk membunuhnya pada tanggal 13.
Jika pelaku memiliki pola tertentu,
kita harus fokus pada tanggal 13, bukannya tanggal 18.
Ya, benar.
"18 September"
"13 September"
4 Maret.
22 sampai 28 April.
13 September.
"Yook Dong Sik"
Pak Yook?
Kamu sibuk?
Tidak juga.
Kenapa kamu terdengar murung?
Aku hanya terjebak dalam penyelidikan.
Astaga, benarkah?
Tapi bukankah lebih baik kamu melupakannya untuk sementara
bukannya hanya memendamnya?
Aku juga merasa agak frustrasi hari ini.
Jadi, aku berencana ke tempat itu. Kamu mau ikut?
"Tempat itu?"
Angka yang kita miliki sebagai petunjuk
memiliki semacam pola.
Itu artinya kode aksesnya...
Bagus!
Kamu lihat itu? Tebakanku benar pada percobaan pertamaku.
Ini kuncinya.
Apa? Kamu mendapat kuncinya?
Kamu hebat.
Kamu benar-benar kacau hari ini.
Maafkan aku.
Aku pikir ini akan menghiburku.
Tapi aku tidak bisa menghapus pikiran di benakku.
Apa ada yang mengganggumu?
Apa kamu kesulitan
dengan penyelidikan yang kamu bicarakan sebelumnya?
Tapi kenapa kamu sangat tertarik
dengan kasusku?
Aku tidak bisa tidur saat malam.
Jadi, aku terus menonton film yang kumiliki di rumah,
berharap aku bisa mendapatkan ingatanku kembali.
Saat itulah aku teringat
ucapanmu saat aku kesulitan
karena rekan kerjaku memperlakukanku seperti orang luar.
"Lakukan apa yang dikatakan pikiran bawah sadarmu."
Kamu pikir itu akan membantuku
menangkap pembunuh yang kamu lihat di film?
4 Maret.
22 sampai 28 April.
13 September.
Apa itu mengingatkanmu pada sesuatu?
Informasi itu tidak cukup.
Kurasa kamu benar.
Kamu menemukan tiga kasus pembunuhan.
Dan untuk salah satunya,
perkiraan waktu kematian korban
adalah dalam jangka waktu sepekan.
Artinya korban ditemukan setidaknya tiga sampai empat bulan kemudian.
Benar.
Teruslah bicara.
Mari kita lihat.
4 Maret.
22 sampai 28 April.
13 September.
Aku bertanya-tanya apa yang terjadi.
Ingat saat aku memberitahumu tentang "Memories of Murder"?
- Kamu menonton film itu? - Ya.
Di film itu, tiba-tiba hujan turun.
Dan seseorang mengirim
permintaan lagu ke saluran radio, meminta mereka memainkan
"Gloomy Letter" oleh Yu Jae Ha. Itu hari terjadinya pembunuhan itu.
Jadi, aku yakin tanggal-tanggal ini...
Tunggu. Tanggal-tanggal ini
entah kenapa terdengar tidak asing.
Ada apa? Apa ada yang terlintas di benakmu?
Tanggal-tanggal ini...
Ini disebut Saham Pembalik KOSPI 300.
Jadi, dengan kata lain,
ini yang menghasilkan keuntungan
saat KOSPI turun.
Baik, biar kujelaskan.
Garis yang kamu lihat di grafik ini
disebut sebagai garis kecenderungan.
Garis hijau adalah rata-rata pergerakan dalam lima hari.
Garis merah adalah rata-rata pergerakan dalam 20 hari.
Tapi kenapa kamu menunjukkan ini padaku?
Lihatlah saat garis-garis hijau melewati garis merah.
Lihat.
4 Maret.
24 April.
13 September.
Sudah kuduga. Ada pola di balik tanggal pembunuhannya.
Bukan itu saja. Jika ini pola sebenarnya,
itu artinya ada satu lagi.
"8 Juli 2019"
Mungkin ada kasus yang belum kamu ketahui.
"8 Juli?"
Terima kasih.
Bisa tolong buka pintunya?
Terima kasih, Pak Yook. Terima kasih.
Opsir Shim, tunggu aku.
Kalian tidak pulang?
Astaga.
Kalau begitu, mari adakan rapat. Tunjukkanlah proposal kalian.
Silakan bersiap.
"Tim Manajemen Aset Tiga"
- Duduklah kembali. - Baik.
Aku suka tempat yang kita kunjungi kali terakhir.
Sepertinya rekanmu bersenang-senang.
Pak Yook, kapan kamu akan pulang?
Ada yang harus kuperiksa. Kamu mau ikut denganku?
Pembunuh berantai yang melakukan minimal empat pembunuhan.
Aku tidak tahu siapa dia.
Tapi dia mangsa yang tepat untuk memuaskan keinginanku membunuh.
Kita harus berkumpul dan bersenang-senang.
- Sampai jumpa, Semuanya. - Sampai jumpa, Pak.
Bersiaplah untuk rapat.
Kamu mungkin sudah menduganya,
tapi sejujurnya, aku mengejar pembunuh berantai.
- Siapa dia? - Begini...
Akan kuberi tahu detailnya nanti.
Baiklah. Benar.
Kamu tidak bisa mengungkap informasi soal investigasi yang berlangsung.
Itu juga,
tapi itu karena aku belum yakin.
- Maaf. - Tidak. Tidak perlu.
Tapi karena kamu menemukan pola pada tanggal tertentu,
aku menemukan kasus yang sangat kuat.
Ini kasus orang hilang...
Kamu menduga orang itu dibunuh.
Ya.
Jika aku benar, kasus ini mungkin
menjadi titik balik yang sangat penting.
Jika aku gagal melihat sesuatu dan melewatkannya,
tolong beri tahu aku.
Tentu saja. Serahkan kepadaku.
- Halo. Bolehkah aku bertanya? - Maaf.
Baiklah.
- Halo. Bolehkah aku bertanya? - Maaf.
Halo. Boleh aku bertanya sesuatu?
Aku dari Kantor Polisi Naksan.
"Shim Bo Kyung"
Aku tidak lancar berbahasa Korea.
Siapa kalian?
Kenapa kamu berkeliaran di pabrikku?
- Ini pabrikmu? - Benar.
Apa kalian wartawan?
Bukan, aku...
Astaga. Pak.
Halo.
Begini...
Aku
seorang analis di Daehan Securities.
Namaku Yook Dong Sik.
"Yook Dong Sik"
Kamu tidak ditelepon?
Astaga. Kubilang aku akan datang untuk memeriksa lokasi.
Kurasa kamu tidak mendapat pesannya.
Sial. Nona Kim, dasar...
Apa masalahnya?
Tapi wanita ini...
Hei, Bo Kyung.
Kamu lupa membawa kartu namamu lagi?
Yang benar saja.
Dia masih pemagang.
Kami tidak punya orang IR terpisah, jadi, bicaralah kepadaku.
Kami memiliki 12 teknologi yang sudah dipatenkan.
Kami berencana menggandakan produksi di paruh kedua.
Menggandakan.
Itu mengagumkan.
Tapi ke mana perginya wanita itu?
Aku dihubungi kantor pusat,
jadi, aku menyuruhnya melakukan sesuatu.
Ini laporan keuangan perusahaan kami untuk tahun ini.
Kamu mau melihatnya?
Tentu.
Ada truk pengiriman yang datang malam ini, jadi, periksalah.
Mengerti?
Baik, Pak. Akan kupindahkan ini ke gudang.
Baik. Terima kasih.
Kamu cukup fasih berbahasa Korea.
Apa kamu penduduk ilegal?
Jangan khawatir. Bukan itu alasanku kemari.
Aku bukan penduduk ilegal.
Lalu kenapa kamu begitu takut kepadaku?
Aku tidak takut padamu.
Kamu menghalangiku.
Kamu takut pada pemiliknya?
Kamu diperlakukan tidak adil atau semacamnya?
Tidak. Pemiliknya baik.
Aku akan menyingkir jika kamu menjawab beberapa pertanyaan.
Sudah berapa lama kamu bekerja di sini?
Sudah satu tahun.
Kalau begitu, kamu pasti mengenal Hong Jin Goo,
bukan?
Apa itu tadi?
Kamu mendengar sesuatu?
Aku tidak yakin.
Apa?
Aku tidak mendengar apa pun.
- Pak - Aku kembali!
Dari mana saja kamu sampai sekarang?
Kenapa kamu tidak bilang Daehan Securities akan datang?
Apa? Apa maksudmu?
Orang-orang tidak melakukan pekerjaan mereka lagi.
Pasti ada kesalahan.
Siapa kalian?
Kamu mengenalnya, bukan?
Tidak.
Lalu kenapa kamu tidak bisa menatap mataku?
Jika kamu bekerja di sini setahun, kamu ada di pabrik
saat dia menghilang.
- Entahlah. - Permisi.
Siapa namamu?
Alagh.
Alagh?
Katakan. Jika kamu tahu sesuatu, sekecil apa pun itu...
Sedang apa kamu di sana?
Pak, jadi Daehan Securities
memiliki program luar biasa yang belum aku jelaskan.
Jadi... Begini...
Kalian wartawan, bukan?
Keluar. Keluar sekarang juga!
Kamu menemukan sesuatu dari pria itu?
Tidak.
Kurasa pemilik pabrik mencurigakan.
Sepertinya dia menyembunyikan sesuatu.
Mungkin karena pemiliknya, tapi dia menolak bicara.
Naluri hewanku memberitahuku
bahwa itu pemiliknya. Dia pelakunya.
Aku tidak bisa mendapatkan surat perintah.
Tunggu.
Hei.
Benarkah?
Baik, tunggu di sana.
Mari kita kembali untuk hari ini.
Gawat!
Kurasa ponselku tertinggal di kantor.
Sial.
- Ponselmu? - Ya.
Kamu tampak terburu-buru. Kenapa kamu tidak pergi saja?
Kamu keberatan? Maafkan aku.
Akan merepotkan jika kaptenku tahu.
Tidak apa-apa. Pergilah.
Maaf.
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
Pemangsa tidak butuh surat perintah.
Baik. Haruskah aku mencari tahu kebenarannya
tentang pemilik pabrik itu?
Berengsek. Kenapa kamu tidak mengerti?
Hei. Akan kuberi tahu sekali lagi,
jadi, dengarkan baik-baik.
Si berengsek itu menghilang.
Tidak ada yang melihatnya hari itu. Mengerti?
- Tetap saja... - Kenapa kamu...
Dengar. Bukan hanya aku yang akan kesulitan jika ada masalah.
Kamu juga akan tamat.
Pikirkan keluargamu di rumah.
Hei. Dengarkan aku.
Kenapa kita harus menghancurkan hidup kita
karena bedebah yang bunuh diri?
Hong Jin Goo tidak bunuh diri.
- Kamu sangat... - Hong Jin Goo.
Aku pernah mendengar nama itu.
"8 Juli 2019"
"Hong Jin Goo, 42, pria"
Itu pria yang kubunuh. Kenapa nama itu disebutkan?
Ayolah. Kamu juga melihatnya.
Dia meninggal setelah menulis petisi.
Jika bukan bunuh diri, lantas apa?
Sial.
Kamu salah. Jin Goo tidak bunuh diri.
Kenapa kamu...
Sejujurnya, aku mengejar pembunuh berantai.
4 Maret.
22 sampai 28 April.
13 September.
Jangan bunuh aku!
Apa itu mengingatkanmu pada sesuatu?
Aku menggali kuburanku sendiri.
Pembunuh yang diincar Opsir Shim...
Itu aku.
Aku.
"Hari yang Membosankan"
Halo, aku menelepon
dari Departemen Ketenagakerjaan Seoul.
Apa ini Goseong Chemical?
Maaf karena menelepon malam-malam,
tapi bisakah aku bicara
dengan pegawai Anda bernama Alagh?
Siapa?
Tidak ada pegawai bernama itu di sini.
Alagh.
Tidak ada orang dengan nama itu.
Pasti ada kesalahan.
Di antara pegawai Mongolia kalian...
Kami hanya punya satu pegawai Mongolia.
Apakah Nergui yang Anda cari?
Nergui?
Kenapa Anda ingin bicara dengannya selarut ini?
Anda sungguh pegawai pemerintah?
Aku akan menelepon kembali setelah memeriksa dokumen.
Nergui?
Alagh?
Alaghu.
Araghu.
"Orang gila..."
Aragh.
"Sementara itu..."
Alagh.
"Pembunuhan..."
"Hong Jin Goo, 42, pria"
"Opsir Shim"
Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif.
Silakan tinggalkan pesan...
Dia masih belum menemukan ponselnya?
Naik.
"Psychopath Diary"
"Terima kasih kepada Yoon Ji On atas penampilan spesialnya"
Setelah mengambil buku harianku,
Yook Dong Sik bekerja dengan polisi untuk memecahkan kasusku.
Itu artinya,
dia belum tahu bahwa jurnal itu milikku.
Siapa kamu?
Aku predator yang berada di tingkat yang sangat berbeda.
Ditemukan jasad!
Tersangka adalah pria berusia 30-an yang berpendidikan tinggi.
Kami menduga dia bekerja di dunia keuangan.
Aku harus menghentikan penyidikan Opsir Shim bagaimanapun caranya.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.