All language subtitles for Psychopath Diary 1x4

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Synch by PUJIANTO

๏ปฟ1 "Episode 4"

Siapa kamu?

Kamu sudah gila?

Kamu tahu siapa aku?

Lepaskan aku sekarang juga!

Siapa kamu? Apa yang kamu lakukan?

Mari mulai permainannya.

Apa?

Cepat lepaskan aku!

"'Saw'"

Ini pertanyaan untukmu.

Aku akan melepaskanmu jika jawabanmu benar.

Tapi setiap kali kamu menyebutkan jawaban yang salah,

aku akan memotong setiap kaki kursi itu.

Lepaskan aku sekarang!

- Kamu melihat gergajinya? - Apa?

Kurasa kamu tidak bisa melihatnya.

- Kamu mendengar ini? - Ya!

Aku mendengarnya, jadi, berhenti menggergaji kaki kursinya!

Kalau begitu, ini pertanyaanmu.

Beberapa saat lalu, aku berkata, "Mari mulai permainannya."

Kalimat itu berasal dari film apa?

"Saw"! Tebakanku benar, bukan?

Ya, tapi bukan itu pertanyaannya!

Dalam film itu,

ada pembunuh yang sangat terkenal.

Sama seperti yang kulakukan sekarang,

dia menangkap dan membunuh orang dengan membuat mereka bermain.

Siapa nama pembunuh itu?

Entahlah! Lepaskan aku!

Jawabannya adalah "Jigsaw".

Jawabanmu salah.

Jangan! Tunggu!

Berhenti!

Jangan bergerak.

Atau kamu akan mati.

Apa maumu?

Uang? Berapa yang kamu inginkan?

Aku punya banyak uang.

Ini pertanyaan berikutnya.

Sebaiknya kamu dengarkan sampai usai dan berhati-hati dengan jawabanmu.

Seorang petani pulang

setelah dia membeli serigala, domba, dan kubis.

Dia harus naik perahu untuk menyeberangi sungai.

Dan dia hanya bisa memindahkan satu barang sekali jalan.

Tapi menurutmu apa yang akan terjadi saat petani itu pergi?

Domba akan memakan kubis itu.

Dan serigala akan memakan dombanya.

Lalu menurutmu apa cara terbaik

untuk memindahkan semuanya ke seberang sungai dengan aman?

Apa? Serigala dan kubis?

Waktumu 30 detik.

Tidak, tunggu.

Aku harus berpikir. Pikirkanlah.

- 25 detik. - Serigala, domba,

dan kubis. Sial.

- 20 detik. - Baik, tunggu.

Pertama, dia harus membawa serigala.

Astaga, kalau begitu domba akan memakan kubisnya.

- Sepuluh detik. - Tidak, beri aku waktu!

Tunggu! Tidak, tunggu!

Astaga. Sial.

"Ayah"

Aku akan memberimu lebih banyak waktu.

Gunakan waktumu untuk memikirkan jawaban yang tepat.

Apa?

Kamu tidak bisa meninggalkanku di sini! Hei, dasar psikopat!

Hei! Tunggu!

- Hei, Ayah. - Di mana kamu?

Semua orang menunggumu.

Aku dalam perjalanan.

Tapi lalu lintasnya sangat padat.

Mereka semua ingin berterima kasih atas saham yang kamu rekomendasikan.

Kamu pahlawannya, jadi, kamu harus hadir di sini.

Baik, aku akan segera ke sana.

Astaga.

Sial.

Astaga.

Astaga.

Mari kita lanjutkan...

Mari mulai permainannya.

Sampai di mana aku tadi?

Benar juga.

Waktumu tinggal lima detik.

Tunggu.

Pertama, dia harus memindahkan domba itu.

Lalu dia harus membawa serigalanya.

Dia harus meninggalkan serigala dan membawa kembali domba.

Lalu dia harus meninggalkan domba dan memindahkan kubisnya.

Lalu serigala dan kubis akan berada di seberang.

Setelah itu selesai, dia bisa membawa dombanya kembali.

Aku benar, bukan?

Itu jawaban yang benar! Cepat lepaskan aku!

Lepaskan aku sekarang! Cepat!

Tidak, kamu salah.

Tidak ada jalan bagi mereka untuk menyeberangi sungai dengan aman.

- Apa? - Karena predator terkuat

adalah serigala itu, bukan si petani.

Serigala itu memakan mereka semua! Itu jawabannya!

- Hei, itu tidak adil! - Tutup mulutmu!

Kumohon jangan!

Sakit.

Membunuhnya tidak akan menjadikan miliknya sebagai milikmu.

Tapi ini dahulu kamarku.

Lalu?

Hidup memang seharusnya tidak adil.

Jika kamu menginginkannya, buktikan dirimu.

Buktikan bahwa kamu lebih kuat dan pintar.

Salah lagi.

Sebaiknya kamu dengarkan karena ini pertanyaan terakhir.

Kenapa

aku menginginkanmu mati?

Apa karena

aku dilahirkan dalam keluarga kaya

dan kamu muak denganku karena memamerkan uangku?

Bukan.

Kalau begitu, apakah Seo In Woo menyuruhmu melakukan ini?

Seo In Woo?

Dia orangnya, bukan?

Dia pikir membunuhku akan memberinya perusahaan,

tapi siapa yang akan menjadi tersangka pertama pembunuhku?

Si berengsek itu.

Salah lagi!

Lalu kenapa kamu mencoba membunuhku?

Kamu bahkan salah menjawab pertanyaan terakhir

yang artinya kamu akan segera mati.

Tolong jangan bunuh aku. Aku tidak mau mati!

Ibu!

Aku akan menjadi orang baik mulai sekarang.

Kalau begitu, bunuh aku, Berengsek!

- Bunuh aku. - Jangan bergerak.

Bunuh saja aku!

Kamu akan mati jika terus bergerak.

Tolong!

Tolong aku.

Berhenti.

Sial!

"Psychopath Diary"

Bahkan saat ini pun,

mungkin dia sedang berburu untuk korban berikutnya.

Pembunuhnya pria dan berusia 30-an.

Dilihat dari modus operandi cerdasnya,

IQ-nya pasti tinggi dan berpendidikan tinggi.

Kemungkinan besar dia bekerja di bidang

yang memberinya waktu bebas, tapi tetap sengit.

Baiklah. Aku akan memeriksa berkas itu dan meneleponmu.

Aku merapikan semuanya...

- Benar, bukan? - Astaga.

- Silakan menikmati. - Ini luar biasa.

Dong Sik, kamu sudah datang.

Semuanya, dengarkan.

Pahlawan saat ini,

putra sulungku,

megabintang Daehan Securities, Yook Dong Sik!

- Yook Dong Sik! - Yook Dong Sik!

- Yook Dong Sik! - Yook Dong Sik!

Jangan berdiri saja di sana. Kemarilah.

- Ayo. - Mari lakukan ini.

Apa?

Pegangi dia.

Dong Sik!

- Yook Dong Sik. - Yook Dong Sik!

- Yook Dong Sik. - Yook Dong Sik.

- Bagus. - Kamu yang terbaik.

Aku tidak meninggalkan bukti di TKP,

dan aku membuat alibi yang sempurna,

tapi aku gagal membunuh pria itu.

Ada apa denganku?

- Yook Dong Sik. - Yook Dong Sik.

Itu persis seperti adegan dari film "Saw".

Aku menjawab dengan benar, tapi dia bilang salah.

Dia tidak pernah bilang apa pun soal serigala yang memakan petani.

Dia tidak berniat membiarkan aku tetap hidup.

Memikirkannya membuatku mengalami serangan panik.

- Astaga, Ji Hoon. - Ibu...

Perawat!

Apa dia memakai narkoba lagi?

Aku sudah berusaha menjauhkannya dari narkoba

sejak kali terakhir Anda memarahinya.

Pastikan tidak ada yang tahu tentang ini.

Sampai aku mengatakan sebaliknya, dia akan tetap di sini.

Baik, Pak.

Apa pendapatmu soal ini?

Dia terlihat meninggalkan klub langganannya dalam kondisi mabuk.

Mungkin karena alkohol atau narkoba,

tapi kita tidak boleh mengabaikan kemungkinan lain.

Tentu saja tidak.

Selidiki diam-diam.

Baik, Pak.

Omong-omong,

di mana kamu semalam?

Nona Jo dari Tim Audit perlu membahas sesuatu,

jadi, kami bertemu di luar kantor.

Dia akan mengacaukan segalanya.

- Apa? - Yook Dong Sik ada di kantor?

Dia seharusnya mempertimbangkan pukul berapa sekarang.

Seharusnya? Aku memintamu untuk memastikannya.

Akan kuperiksa, Pak.

Kenapa dia harus melakukan sesuatu yang bodoh?

Aku tidak yakin aku mengerti.

Bukan apa-apa. Jika dia di sana, suruh dia ke ruanganku.

Baik, Pak.

Apa yang harus kukatakan kepadanya?

Jangan katakan apa pun padanya

kecuali bahwa hidupnya berada dalam genggamanku.

Matilah aku.

Kenapa kamu melakukan ini? Kenapa?

Kamu pembunuh psikopat,

jadi, kenapa kamu tidak bisa membunuhnya?

Kenapa?

Aku terlalu malu untuk bekerja sekarang.

Tetap saja, aku tidak ingin tampak mencurigakan...

Tidak!

Yook Dong Sik, kamu ditangkap atas beberapa pembunuhan.

Melawan dan kami akan menembak.

Tolong jangan bunuh aku.

Aku tahu

jika iblis ada, itu akan mirip denganmu.

Kenapa kamu tidak bisa membunuh sampah seperti Seo Ji Hoon?

Ternyata kebanyakan orang juga sampah.

Kamu benar.

Sampah yang hanya mengejar

mereka yang tidak berdaya seperti kita.

Matilah. Kamu harus mati.

- Matilah. - Matilah!

- Matilah. - Matilah.

- Matilah! - Matilah!

- Matilah. - Matilah.

- Tidak! - Matilah!

- Matilah. - Tidak!

Haruskah aku menyerahkan diri?

Haruskah aku membawa buku harian itu

dan pergi ke kantor polisi?

Kamu sungguh berpikir Dong Sik akan melakukan sesuatu seperti itu?

Sulit dipercaya.

Aku juga ingin memercayainya, tapi kita harus menghadapinya.

Pak Yook.

Bisa kita bicara?

Kamu sungguh melakukannya?

Berapa banyak yang mereka tahu?

Mereka tidak mungkin melihat wajahku.

Apa mereka menemukan bukti?

Jawab aku, Pak Yook.

- Pak Yook! - Masalahnya adalah...

Ya.

Aku melakukannya.

Sudah kuduga.

Apa? Kamu sungguh melakukannya?

Yang penting, aku tidak membunuhnya.

Katakan saja aku hanya berencana menakutinya sedikit.

- Kamu luar biasa. - Maafkan aku.

- Aku hanya bermaksud... - Baiklah.

Kamu mengaku diam-diam mengambil foto itu, bukan?

Ya.

Apa?

- Sampai di mana kita? - Staf bar memberiku kopi.

Ya, benar. Kamu melihat wajah pria itu?

Tidak, dia memakai masker.

"Masker"?

Seharusnya kamu curiga. Kenapa kamu minum itu?

Sebenarnya, maskernya lepas setelah dia berbalik.

Ini lezat.

Apa masalahmu?

Seperti apa rupanya?

Sebenarnya, aku tidak ingat apa pun.

Itu saja? Kamu tidak ingat sesuatu secara spesifik?

Tidak juga.

Dia terlihat sangat baik.

Dia tampak baik?

Kamu tidak tahu apa arti "spesifik"?

Otakmu tidak ada gunanya.

Pak, aku lulusan universitas.

Universitas mana? Yang mengajarimu mengemudi?

Universitas Daehan.

- Aku mengambil jurusan seni. - Lalu? Baguslah.

Kamu menjadi sopirku setelah lulus...

Apa katamu?

Dong Sik, si berengsek itu.

Jadi, maksudmu kamu sungguh mengambil foto-foto ini?

Tidak, biar kujelaskan.

Bo Kyung, kamu benar.

Pak Yook.

Pak Gong memfitnahmu, bukan?

Sebelum kamu bekerja,

kami berbicara dengan Mi Joo, Pak Gong, dan Jae Ho.

Tapi ada banyak hal yang tidak terasa tepat.

Dan mengenai kamera pengawas kantor...

Kami sudah memeriksanya.

Dan kebetulan saja kameranya rusak kemarin.

Kami langsung tahu ada yang tidak beres.

Jika kamu memberi tahu kami bahwa kamu tidak bersalah,

kami akan melakukan penyelidikan tambahan.

Kami bisa meminta forensik mengembalikan rekaman CCTV itu.

Keluargaku masih punya banyak utang,

tapi aku bisa bekerja melunasinya.

Aku yakin aku bisa menemukan pekerjaan lain.

Kenapa tiba-tiba aku teringat hal ini?

Izinkan aku bertanya sekali lagi.

Benarkah kamu melakukan ini, Pak Yook?

Maaf kami sudah sangat merepotkanmu.

Dia membuat kesalahan, jadi, akan baik

jika kalian bersikap lunak padanya.

Tapi dia akan menyangkalnya sampai akhir, jadi, aku yakin itu mustahil.

Dia mengaku bersalah. Dia langsung mengaku.

Apa?

Kenapa aku melakukan itu?

Aku psikopat.

Seharusnya aku menjadi orang jahat.

- Dia mengaku. - Ya.

Apa maksudmu polisi ada di sini?

Kudengar mereka membawa Yook Dong Sik ke kantor polisi.

- Untuk apa? - Pelecehan seksual.

- Karena diam-diam memotret. - Apa?

Permisi. Minggir.

- Permisi. Tolong minggir. - Permisi.

Tolong jangan memotret.

Maaf. Tolong jangan memotret.

Kamu yakin itu Yook Dong Sik?

Kurasa Pak Seo adalah dalangnya.

Tapi aku tidak mengerti kenapa dia mengaku melakukannya.

Dong Sik!

Kamu pelakunya, bukan?

Dasar bodoh!

Lepaskan aku!

Hentikan dia! Ada apa dengannya?

Beraninya kamu mencoba membunuhku.

- Kamu pikir kamu siapa? - Hentikan!

Inilah kebenarannya.

Pak Seo yang menyuruh kami mengambil foto itu.

Apa maksudnya?

Dong Sik tidak akan pernah melakukan hal seperti itu.

Bukan itu yang penting! Kalian tahu apa yang dia lakukan?

Hentikan, Berengsek!

Tidak, bukan begitu.

Jangan rekam aku.

Astaga, hentikan.

- Kamu mau dipecat? - Sudah cukup.

- Tolong jangan rekam ini. - Jangan memotret.

- Astaga. - Singkirkan kameranya!

Kamu mau mati?

Direktur pelaksana di lembaga keuangan besar

tertangkap kamera sedang menyiksa pegawai

di depan pegawai lain. Video itu sudah tersebar,

dan menimbulkan kehebohan di internet.

Penyerangnya adalah putra dirut...

Seseorang mengunggah videonya di media sosial. Maaf, Pak.

Siapkan permintaan maaf tertulis dan berikan kepada media.

Dan suruh Ji Hoon bersembunyi untuk sementara.

Baik, Pak.

- Dagingnya hampir gosong. - Maaf.

Ini lauknya. Jangan lupa makan.

Dan itu menimbulkan kehebohan di internet.

Penyerangnya adalah putra dirut

- yang ternyata dikenal sering - Astaga.

- menganiaya pegawainya. - Dasar berengsek.

Warganet meninggalkan komentar...

Pegawai yang dipukuli itu...

Jika kamu lihat baik-baik...

Itu membuktikan masih ada orang yang menyalahgunakan

- kekuatan sosialnya. - Itu pasti sangat menyakitkan.

Aku kasihan kepadanya. Pekerja bukan budak, bukan?

Ya, tepat sekali.

Tapi kinerja Dong Sik meroket akhir-akhir ini.

Dia baik-baik saja.

Dia pasti tampak seperti lelucon dilihat dari bagaimana dia dipukuli.

Jangan bilang begitu.

Orang tuanya mungkin sedih.

Aku harus pergi ke akademi.

"Yook Dong Chan"

Kenapa dia terlihat lesu belakangan ini?

Lihat betapa sedikit dia makan. Pantas saja dia tidak bertenaga.

Kamu ibunya. Rawatlah dia dengan lebih baik.

Apa seseorang memukulimu?

Lepaskan aku. Kamu juga sama saja.

- Apa? - Rekaman aslinya

tersebar di internet.

Urus saja dirimu.

Kamu lebih buruk dariku.

Minggir.

Tidak apa-apa.

Seharusnya kami tidak membuat keributan. Maaf atas kekacauan ini.

Terima kasih.

Baik, Pak.

Kita harus segera berkumpul.

- Ya, Pak. - Sungguh?

Seorang pria diserang di depan kita,

dan videonya ditayangkan di berita.

Bagaimana bisa pelakunya tidak dihukum?

Dong Sik yang malang.

Stres dan kompetisi sudah cukup sulit.

Dia berusaha keras beradaptasi di bidang yang tidak tepat untuknya.

Tapi sekarang ini?

"Kapten Ryoo Jae Joon"

"Kapten Ryoo Jae Joon"

Aku membaca berkasnya,

tapi profilmu salah.

- Apa? - Kamu hanya menebak.

Kunci profil adalah bukti.

Namun, tidak ada bukti dalam temuanmu

yang mengindikasikan pembunuhan.

Aku harus mencarinya. Aku yakin ada

- bunuh diri lainnya... - Bo Kyung.

Kamu sudah melupakan ayahmu?

Kita polisi yang menegakkan hukum.

Kita tidak menemukan kasus, melainkan memecahkannya.

Aku tahu.

Maksudmu kita tidak bisa melakukan apa pun

sampai dia membunuh lagi dan kasusnya dianggap pembunuhan?

Aku tahu ini terdengar kejam, tapi itulah kebenarannya.

Sekitar 13.000 orang bunuh diri tiap tahunnya.

Mereka semua punya alasan untuk mati.

Kamu ingin kita menyelidiki kasus-kasus itu untuk menemukan

pembunuh berantai yang mungkin tidak ada?

Kita tidak punya tenaga kerja untuk itu.

Itulah yang dia andalkan.

Kalau begitu, bawakan aku bukti bahwa dia ada

alih-alih sekadar spekulasi.

Opsir Shim?

Apa kamu mengalami cedera karena dipukuli?

Astaga, aku tidak diserang.

Aku menangkisnya seperti ini.

Apa terjadi sesuatu?

Hari ini adalah

hari yang penuh kekecewaan.

Omong-omong, soal Seo Ji Hoon...

Kurasa dia tidak akan diminta bertanggung jawab atas apa pun.

Ayahnya pasti mengenal anggota berpangkat tinggi

dari kepolisian dan kejaksaan.

Tidak ada yang mau membaca berkas dengan marga Seo.

Maka kasus penculikan itu juga tidak akan diselidiki.

Bagus!

Sayang sekali.

Kamu tidak marah soal ini? Tidak ada gunanya kamu terlalu baik.

Bagaimana kamu bisa bertahan di dunia ini?

Sama halnya dengan foto-foto itu.

Aku mengerti kamu mencoba membantu Mi Joo,

tapi aku tahu bagaimana kamu diperlakukan orang-orang di kantor.

Aku juga menyuruhmu menghubungiku tiap kali kamu terlibat masalah!

Maafkan aku.

Seo Ji Hoon... Dia seharusnya dipenjara.

Dia menjebakmu sebagai orang cabul, lalu menyerangmu.

Tidak ada manusia yang akan melakukan hal itu.

Dia pasti menganggap dirinya sebagai predator.

Predator apanya?

Mereka yang kuat

tidak pernah merundung orang-orang yang lebih lemah.

Begitukah?

Kamu hanya terlalu baik.

Ayahku punya restoran barbeku, tapi dia memberi terlalu banyak untukku.

Pulanglah dan makan ini.

Ini sungguh tidak perlu.

Tapi ayahku akan menyukainya.

Bertahanlah.

Dunia mungkin masih cukup baik untuk ditinggali

karena orang sepertimu.

Tetaplah semangat, ya?

Terima kasih untuk dagingnya.

Pantas saja.

Sudah kuduga ada yang janggal.

Kenapa dia menolak sesuatu yang sudah disiapkan?

Perawakannya artistik.

Dan akting yang dia persembahkan saat klimaks...

Jadi, maksudmu

Yook Dong Sik merencanakan semua ini?

Apa ini tampak acak bagimu?

Pilihan aneh yang dibuat Yook Dong Sik

telah menghasilkan banyak hal tidak terduga.

- Dia membuatku merinding. - Tapi,

meski begitu...

Dia pintar dan teliti.

Berpura-pura menjadi penurut adalah topeng terbaik yang dia pakai.

Bagaimana kamu bisa begitu yakin?

Karena kami jenis orang yang sama.

Aku harus memilikinya.

Predator?

Sembari membenci dan memburu orang-orang yang lemah,

si pembunuh mungkin menganggap dirinya sebagai predator.

"Membunuh baginya merupakan kegiatan berburu"

Apa yang kamu pikirkan, bukannya makan?

Apa itu kasus baru?

Tidak, ada sesuatu yang tidak bisa kulupakan.

Yang benar saja.

Sama seperti saat ayahmu tidak bisa berhenti memikirkan sebuah kasus.

Daging ini lezat.

Kenalanku punya restoran barbeku.

Republik Daging Pak Yook?

Itu nama yang aneh.

- Tunggu sebentar. - Apa?

"Republik Daging Pak Yook"

"Republik Daging Pak Yook"

"Republik Daging Tuan Yook"?

Ada apa?

Bukan apa-apa.

Aku gagal membunuh seseorang untuk kali pertama.

Rencanaku sempurna,

jadi, kenapa aku

ragu pada saat terakhir?

Kenapa?

"Kenapa?"

Urus saja dirimu. Kamu lebih buruk dariku.

Pak Yook.

Sedang apa kamu di sini?

Untuk menangani bisnis.

Bisnis apa? Berhentilah bersikap menyebalkan.

- Apa? - Apa?

Dong Sik, lepaskan lengannya.

Apa?

- Tunggu... - Tunggu...

- Apa? - Apa?

- Hei! - Hei!

- Tidak! - Tidak!

- Begini - Hentikan.

Kenapa kamu tertawa?

Selama Direktur Utama Seo cuti,

aku, Direktur Seo In Woo, akan mengawasi Tim Manajemen Aset.

Jadi, dia...

Suatu kehormatan bagiku akhirnya bisa bekerja

dengan pialang legendaris seperti Anda.

Sebenarnya, tidak ada yang menantikan hari ini

melebihi diriku.

Aku terkejut, Pak. Kukira seorang model baru saja masuk.

Pak Yook, bagaimana denganmu?

Kamu juga senang bekerja denganku?

Pak, aku...

Aku minta maaf atas sikapku...

Kuharap kamu tidak terlalu terluka.

Aku tidak terluka.

Karena sekarang kita satu tim,

jadi, jika ada yang mengganggumu, jangan mencoba mengatasinya sendiri.

Kamu selalu bisa bicara denganku.

Mengerti?

Baik, Pak.

Hei.

Sejak kapan mereka menjadi dekat?

Aku sungguh tidak tahu.

"Cuti hamil"

Kalian akan tahu aku berbeda dari adikku...

Maksudku, Pak Seo Ji Hoon.

Aku tidak suka menyalahgunakan wewenangku atau terlalu hierarkis.

Lingkungan yang rasional dan bebas menghasilkan efisiensi tertinggi.

Jika membuktikan kompetensi kalian,

kalian akan diberi imbalan selayaknya.

Apakah Seo In Woo menyuruhmu melakukan ini? Dia orangnya, bukan?

Dia pikir membunuhku akan memberinya perusahaan.

Aku mengerti apa ini. Mereka kakak beradik.

Tapi mereka saling membenci.

Dia memberiku informasi itu agar bisa menghancurkan Seo Ji Hoon.

Karena itu dia membantuku.

Manajer Senior Gong Chan Suk.

Asisten Manajer Park Jae Ho.

Aku sangat terharu Anda da di sini hingga aku hampir menangis.

Tepuk tangan yang meriah.

Ini hari yang menyenangkan.

Kita harus mengadakan makan malam tim untuk menyambut Anda, Pak.

Makan malam tim terdengar menyenangkan.

Tapi jangan jadikan itu makan malam penyambutan untukku.

Sebagai gantinya, mari kita rayakan

promosi Dong Sik sebagai asisten manajer.

Aku?

Baik, semuanya. Kalian tahu apa yang terjadi hari ini, bukan?

Kita di sini untuk menyambut Pak Seo ke tim kita.

Biarkan aku bersulang.

Saat aku mengatakan "Pak Seo In Woo",

aku ingin kalian berkata, "Selamat datang!"

Bos tercinta kita, Pak Seo In Woo.

- Selamat datang! - Selamat datang!

Terima kasih.

- Pak, biar kutuangkan minumannya. - Baiklah.

Keadaan berubah menjadi lebih baik setelah Anda bergabung.

Jae Ho, kamu harus menyapa.

Halo, Pak. Aku Park Jae Ho.

Biarkan aku memberi Anda hadiah.

Ada satu lagi di sini.

Astaga, kamu hebat. Pak, kita harus minum.

Tunggu sebentar.

Berapa kali aku memperingatkanmu?

Kenapa harus berasal dari ketiakmu?

Pantas saja dia tidak menyukainya.

Mari kita minum.

Baik, Pak.

Senang bertemu denganmu.

- Senang bertemu denganmu. - Senang bertemu denganmu, Pak.

Mari minum.

Ada satu hal yang tidak kumengerti.

Aku harus menemukan jawabannya.

Kenapa

aku kesulitan membunuh Seo Ji Hoon?

Astaga.

Dong Sik.

Aku tidak pernah minta maaf kepadamu.

Aku terlalu malu untuk bertemu denganmu.

Tidak apa-apa.

Tidak.

Aku sungguh minta maaf.

Dan terima kasih.

- Aku? - Polisi memberitahuku

bahwa kamu mengaku dan berusaha menerimanya demi kebaikanku.

Pak Seo mengancamku

dengan tiba-tiba menyinggung utang keluargaku.

Tapi kamu sudah tahu itu, bukan?

Bukan begitu, Dong Sik?

Astaga... Ya, begitulah.

Kamu orang paling baik yang pernah kutemui.

Aku harus ke kamar mandi. Perutku sakit.

Jangan terlalu lama.

"Gedung Hyoan"

Aku baik? Aku?

Tidak mungkin. Apa aku mengasihaninya?

Itu tidak masuk akal.

Apa itu membosankan untukmu?

Tapi wajar jika orang seperti kita merasa bosan

- dalam pertemuan semacam ini. - "Orang seperti kita"?

Itulah yang dia katakan.

Aku yakin aku tahu

lebih banyak tentangmu daripada perkiraanmu.

Sepertinya kita tidak punya kesamaan.

Kita punya banyak kesamaan.

Kita berbeda dari yang lain.

Kita tahu persis apa yang kita inginkan.

Dan kita memastikan akan mendapatkannya.

Aku benar-benar tidak mengerti maksud Anda.

Tidak.

Aku yakin kamu tahu betul.

Karena kita sama.

Benar juga.

Aku ingin kamu pergi denganku besok malam.

Jadi, kosongkan jadwalmu.

- Apa? - Jika kamu menolak lagi,

aku akan membunuhmu.

Apa yang dia katakan?

- Aku sudah banyak pikiran. - Kamu tahu kenapa aku mengagumimu?

Anda tampan dan sopan.

Aku sangat menyayangi Anda, Pak.

Kamu mau mati?

Dong Sik.

Dong Sik, biar kuberi tahu sesuatu.

Aku sangat senang kamu baik-baik saja belakangan ini.

Baik, terima kasih.

Aku tidak meminta bantuanmu untuk merebut hati Pak Seo.

Aku sangat bahagia untukmu sebagai teman.

Kamu bahkan menulis surat bunuh diri untuk mengakhiri hidupmu.

Tapi kini, kamu kesayangan direktur. Masa depan sungguh tidak terduga.

"Surat bunuh diri"?

Apa maksudmu?

Masalahnya,..

Aku membaca catatan yang kamu tinggalkan di mejamu.

Surat yang kamu tulis.

Pada hari kamu datang bekerja setelah kehilangan ingatanmu...

Di mana?

Surat itu? Itu...

Itu tidak penting. Kamu mungkin merasa putus asa saat itu.

Aku juga merasa ingin mati setiap hari.

Apa yang aku tulis?

Begini...

- Apa isinya? - Astaga, kamu mengejutkanku.

Bagaimana menurutmu?

Kamu menulis bahwa hidup itu sulit dan kamu ingin mati.

Tidak ada yang khusus.

- Taksinya datang. Aku harus pergi. - Jae Ho.

- Sampai jumpa. - Jae Ho!

- Ayo! - Jae Ho.

Jae Ho! Hei, Jae Ho!

Aku mencoba bunuh diri?

Aku? Pembunuh psikopat?

"Republik Daging Pak Yook"

Aku yakin kamu wanita yang sibuk.

Bisa kamu berikan kepada Dong Sik. Kamu tidak perlu datang ke sini.

Aku ingin berterima kasih atas makanan lezatnya.

Aku hanya mampir dalam perjalanan pulang.

Omong-omong, bagaimana kamu mengenal Dong Sik?

Begini...

Kami saling mengenal.

Mereka saling mengenal?

"Republik Daging Pak Yook, 50 dolar"

Omong-omong, apakah seorang tunawisma

mengunjungi restoran Anda beberapa hari lalu?

- "Seorang tunawisma"? - Ya.

Dia mungkin agak terluka.

Kami bahkan mendapat laporan dari pemilik toko terdekat.

Kami tidak punya pelanggan tunawisma.

Tapi sekitar lima gangster datang ke tempat kami beberapa hari lalu.

- Kenapa kamu memberitahunya? - Kenapa tidak?

Dong Sik maju dan menangani mereka

mewakili polisi.

Dia seorang polisi.

Jadi, dia berhak tahu apa yang terjadi di lingkungan ini.

Apa yang terjadi?

Duduklah.

Beberapa hari lalu, sekelompok gangster datang

dan tiba-tiba membuat keributan di restoran kami.

Dong Sik duduk di pojok dengan tenang,

tapi tiba-tiba dia menyuruh semua orang meninggalkan restoran.

Lalu dia menaklukkan mereka tanpa berusaha.

Dong Sik menghadapi gangster?

Ya, benar.

Terkadang dia mungkin tampak lembut.

Tapi di lubuk hatinya,

ada binatang buas yang tumbuh di dalam dirinya.

Rekan-rekan Dong Sik ada di sana hari itu.

Hei, mereka datang.

- Halo. - Mereka ada di sini hari itu.

- Halo. - Selamat datang.

Kebetulan sekali.

Halo.

Pak Seo Ji Hoon yang menyewa para gangster itu.

Apa Dong Sik sungguh menghadapi para gangster itu sendirian?

Entah apa yang terjadi,

tapi dia tampak baik-baik saja saat bekerja keesokan harinya.

Dia bilang mereka takut saat dia menakuti mereka.

Itu lelucon biasa.

Dia mengatakan itu demi kami.

Dia benar-benar terlalu baik.

Saat tim kami diminta bertanggung jawab atas skandal terbaru,

dia menanggung semuanya sendirian

sambil berpura-pura hilang ingatan.

Dia berpura-pura amnesia?

Apa maksudmu?

Sebelum kami datang ke sini hari itu,

Dong Sik memberi tahu kami.

Mereka pikir aku amnesia.

Sejak kapan kamu berdiri di sana?

Kurasa saat Mi Joo bilang,

"Bagaimana jika kita bertanggung jawab karena berbohong?"

Beberapa saat sebelum itu.

Omong-omong, kami menjadi pelanggan di sini sejak hari itu.

Makan siang spesialnya sungguh lezat.

Kenapa Dong Sik tidak ikut dengan kalian hari ini?

Dia mengambil cuti.

Tidak ada yang akan melarangnya

setelah dia sukses dan akrab dengan Direktur.

"Pembunuhan Berantai Naksan-dong"

Dia bekerja di bidang

yang memberinya waktu bebas, tapi tetap sengit.

Sambil membenci dan memburu orang-orang yang lemah,

si pembunuh mungkin menganggap dirinya sebagai predator.

Kekerasan.

Kemungkinan besar dia pandai berbohong

dan pandai menjalin hubungan palsu.

Tidak mungkin...

Tidak, itu mustahil.

Aku membaca buku harianku,

tapi tidak ada catatan tentang bunuh diri.

Aku menulis surat bunuh diri untuk mengakhiri hidupku,

jadi, kenapa aku tidak menyebutkannya di buku harianku?

Ini aneh.

Aku tidak punya pilihan selain memeriksa kejadian hari itu.

"Opsir Shim Bo Kyung"

"Opsir Shim Bo Kyung"

Halo? Hai, Opsir Shim.

Pak Yook, di mana kamu? Kamu sibuk hari ini?

Aku hanya ingin tahu apa aku bisa

mentraktirmu makan untuk berterima kasih atas dagingnya.

Maaf soal ini,

tapi aku kurang sehat hari ini.

Mungkin aku harus beristirahat.

Baiklah. Semoga kamu lekas sembuh.

Terima kasih.

Selamat menikmati, Pak!

"Catatan untuk 13 September 2019."

"Aku membunuh seorang tunawisma tua."

"Aku menemukannya"

"di toilet taman umum."

Tempat itu...

"Hari itu, aku menyergap seorang tunawisma dan menculiknya"

"lalu membunuhnya di lokasi konstruksi."

Tapi aku menulis surat bunuh diri di hari yang sama

dan mencoba untuk mati?

Apa itu masuk akal?

Aku sudah

tidak tahan lagi.

Ya, Pak Yook.

Kamu sudah merasa lebih baik?

Aku berharap bisa menanyakan sesuatu.

Bisakah kita bertemu?

Cepat sekali.

Aku sedang patroli di dekat sini...

Maksudku, aku sedang berjalan-jalan.

Bukankah kamu bilang mau istirahat? Ada apa ini?

Silakan duduk dahulu.

Benar.

Ada sesuatu

yang ingin kukonfirmasi denganmu.

Ada apa?

Ini soal setelah kecelakaan mobilku.

Kamu memberiku sebuah buku harian.

Kamu yakin itu milikku?

Kamu menyimpannya, jadi, mungkin itu milikmu.

Jika memungkinkan, bisakah kamu memberitahuku

- kejadiannya secara detail... - Pak Yook.

Apa ingatanmu sudah pulih?

Apa?

Tidak juga.

Pada hari kecelakaanmu,

aku mencari seorang tunawisma yang hilang.

Mungkin kamu ingat pernah melihat pria ini?

Aku tidak yakin.

Kamu mungkin tidak akan mengenalinya jika mengalami amnesia,

tapi mungkin

kamu menulis tentang seorang pria tunawisma di buku harianmu.

Benar...

Bodohnya aku. Dia polisi, bukan?

Kamu membawa buku harianmu hari ini?

Tidak.

Ada di rumah.

Lalu apa isi tasmu?

- Itu... - Bisakah aku

memeriksa tasmu?

Tidak akan lama.

Tunggu!

"Direktur Seo In Woo"

Maaf, aku harus menerima ini.

Halo?

Di mana kamu? Jangan bilang kamu melupakan rencana kita.

Tidak, Pak. Aku akan ke sana.

Astaga.

Maaf, tapi aku lupa ada rencana malam ini.

Tapi...

Aku bersamanya. Pak?

Benar. Dia bersamaku.

Di mana... Di mana kita?

Informasi yang kuberikan sebelumnya tidak bernilai di sini.

Di sini kamu akan menemukan berbagai koneksi

dan informasi berguna.

Anda yakin aku boleh berada di sini?

Kamu akan segera terbiasa.

Aku berencana sering membawamu ke sini.

- Berikan tasmu kepada staf. - Tidak perlu.

Aku merasa tidak nyaman tanpa tasku.

Ayo.

Anda tidak boleh masuk jika bukan anggota.

Aku datang dengan seorang kenalan.

Tapi dia masuk saat aku ke kamar mandi.

Jika Anda tamu, Anda harus ditemani seorang anggota.

Dia masuk tadi, tapi tidak menjawab teleponnya.

Dia bersamaku. Bersikap sopanlah.

Terima kasih atas bantuanmu.

Tapi aku di sini bersama teman.

Ayolah. Jangan seperti ini.

Aku sudah membantumu, jadi, aku harus mendapatkan imbalan.

- Apa? - Entah siapa yang memberitahumu

tentang tempat ini.

Tapi ada tiga tipe orang yang berkeliaran di tempat ini.

Tipe pertama, PSK. Kedua, reporter.

Dan tipe ketiga, gadis cantik yang ingin memperbaui temannya.

Tipe yang manakah kamu?

Aku?

- Aku tidak bertugas. - Apa?

Aku ingin tetap seperti itu, jadi, jangan macam-macam denganku.

Minumlah segelas.

Hei, Yeong Min.

Hei, kalian.

Lama tidak bertemu.

- Siapa kamu? - Dia datang dengan In Woo.

Yook... Namanya Yook sesuatu. Dia asisten manajer.

"Asisten manajer"?

Ada apa denganmu? Aku terkejut kamu membawa

seorang bawahan dari pekerjaan.

Dia bawahanku, bukan bawahanmu.

Jaga sikapmu.

Dia jauh lebih penting bagiku daripada dirimu.

Baiklah.

Kurasa dia seorang kekasih atau semacamnya.

Pasti ada banyak debu halus. Ruangannya pengap.

Kita di sini untuk merayakan promosi In Woo.

Mari minum.

Selamat.

Kudengar Ji Hoon sudah gila.

Benar, bukan? Apa yang terjadi?

Ada banyak rumor.

- Rumor apa? - Sudah cukup jelas.

Aku yakin dia memakai narkoba lagi.

Ada yang bilang begitu.

Tapi ini rumor paling tidak masuk akal.

Tampaknya dia diculik dan disiksa seorang psikopat

dan hampir kehilangan nyawanya.

Mereka bilang itu yang membuatnya hampir gila.

- Benarkah? - Ya.

Itu gila.

Ini benar-benar rumor yang tidak masuk akal.

- Benar, bukan, Dong Sik? - Apa?

Ya. Benar.

Permisi sebentar.

Buatlah dirimu nyaman.

Mereka mungkin tampak keren dari luar.

Tapi itu bukan apa-apa.

Baik, Pak.

Aku akan minum miras apa pun yang kamu miliki.

Mari kita atur pikiranku.

Setelah membunuh seorang pria tunawisma di lokasi konstruksi

dan tepat sebelum aku tertabrak mobil polisi,

aku mencoba bunuh diri.

Tapi kenapa?

Aku penasaran apa yang terjadi.

Aku tidak mau bersama si berengsek itu.

Ayo. Aku akan membantumu mengganti teman-temanmu.

Hei, lepaskan aku.

Jangan malu-malu. Aku tahu kamu nomor tiga.

Aku bisa langsung tahu.

Lepaskan aku.

- Ayolah. Jangan seperti ini. - Kubilang lepaskan aku.

Pak, maaf, tapi Anda tidak bisa melakukan ini di sini.

Memangnya kamu siapa bisa memerintahku?

Jika kamu menyesal, teruslah minta maaf.

Apa yang kamu lakukan? Bawakan aku segelas lagi.

Cepat!

Pak.

Kamu bisa pergi.

Kamu ingat sesuatu yang ingin kamu

ketahui tadi?

Masalahnya, aku tahu apa yang terjadi.

- Apa yang kamu tahu? - Itu...

Astaga, kurasa kamu benar.

Tempat ini sangat pengap.

Tenggorokanku terasa...

Akan kuberi tahu dari dekat.

Kamu ingin tahu apa yang terjadi pada Seo Ji Hoon?

Akulah pelakunya.

Aku berniat membunuhnya setelah bersenang-senang.

Tapi dia menangis dan memohonku mengampuninya.

Kamu ingin tahu kenapa aku melakukannya?

Begini,

aku benci saat orang bertingkah karena berpikir mereka kuat.

Maksudku pria sepertimu dan Seo Ji Hoon.

Apa maksudmu, dasar psikopat?

Maaf mengatakan ini, tapi aku sangat waras sekarang.

Sepertinya kamu tidak mengerti, jadi, biar kupermudah untukmu.

"'American Psycho'"

Dua hal terlintas di benakku setiap kali aku melihat pria sepertimu.

Pertama, kupikir,

"Pria ini pasti orang penting."

"Aku penasaran berapa harga jasnya."

"Berapa harga jam tangan itu? Aku penasaran apa yang dia kendarai."

"Aku ingin tahu berapa penghasilannya."

Ini pemikiranku berikutnya.

"Aku penasaran bagaimana rasanya menusukkan batang ini ke kepalanya."

Dia pecundang yang menindas orang lemah.

Dia bahkan tidak layak untuk dilawan.

Ini membosankan.

Apa aku sudah muak dengan ini?

Karena itukah aku tidak bisa membunuh Seo Ji Hoon?

Tidak, tunggu.

Sebenarnya, aku tidak membunuhnya.

Pria yang tadi bicara denganmu

adalah eksekutif di firma yang lebih besar daripada kita.

Maafkan aku.

Tidak perlu minta maaf.

Aku tahu perasaanmu.

Kamu tiba-tiba marah

karena orang tidak berguna mengira dia orang hebat.

Dia tidak tahu siapa predator sebenarnya.

Apa-apaan...

Astaga.

Apa lagi sekarang? Mau kuantar ke suatu tempat?

Aku tidak tertarik, jadi, pergilah.

Pergilah.

Sudah kubilang aku tidak bertugas.

Peringatan Miranda akan kulewatkan karena aku tidak akan menangkapmu.

Apa yang dikatakan pria itu padamu?

Ya!

Begini...

Begini...

Kamu bertanya bagaimana aku tahu?

Aku merasakan hal yang sama.

Kini aku yakin.

Kita jenis orang yang sama.

Aku punya firasat kita bisa melakukan hal menyenangkan bersama.

Aku tahu kamu belum merasakan hal yang sama,

tapi itu karena kamu tidak mengenalku.

Begini, aku punya hobi rahasia.

Saat aku melihat orang yang lemah dan miskin,

perutku sakit. Karena itu aku ingin menyingkirkan mereka.

Sama seperti

melumatkan seekor semut

yang membawa potongan besar roti dengan susah payah

atau membakar lalat capung yang terbang berputar-putar,

menjalani saat-saat terakhirnya.

Dahulu aku juga

merasakan hal yang sama.

Namun, aku kehilangan minatku.

Begini,

itu juga membuatku terlihat menyedihkan.

Aku sudah cukup banyak minum miras,

jadi, sebaiknya aku pergi.

Tunggu.

Apa? Apa katamu?

Dia pembunuh

psikopat.

"Psychopath Diary"

Jadi, pembunuh berantai yang kamu kejar

ternyata Yook Dong Sik?

Pantas saja tidak ada yang mencurigainya.

Dia tampak terlalu manis dan baik.

Kamu yakin kita tidak boleh ikut campur?

Terus perhatikan saja. Dia akan menunjukkan warna aslinya.

- Pak. - Apa?

Mulai sekarang, aku akan melayanimu sebagai bosku.

Pembunuh berantai yang diincar Opsir Shim.

Aku penasaran siapa dia.

Akan kutunjukkan apa yang kusembunyikan.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.