All language subtitles for A.Witness.Out.of.the.Blue.2019.720p.WEBDL.broth3rmax

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

CHINA FILM ADMINISTRATION

LIAN RAY PICTURES

CENTURY COAST

ONE COOL FILM PRODUCTION LTD.

MEDIA ASIA

SUN ENTERTAINMENT CULTURE

HG ENTERTAINMENT

instagram @broth3rmax

Tolong!

Tolong!

Tolong!

Tolong!

terjemahan broth3rmax

terjemahan broth3rmax

terjemahan broth3rmax

SAKSI YANG TAK TERDUGA

"BAYAR HUTANGMU!"

Berisik banget!

Entah apakah ini rumah...

atau kandang kucing.

Buka pintu!

Aku tahu kau ada di dalam, berandalan.

Tak usah sembunyi.

Buka pintu! Jangan sembunyi. Buka pintu! Brengsek!

Buka!

Kabur, akan kuperkosa ini.

Bukan, akan kusuruh orang perkosa ini.

Crab, P punya penyakit ginjal.

Dia baru saja dioperasi. Hati-hati. Hati-hati ya.

Permisi ya.

Jangan takut, P. Crab orang baik kok.

Sini jangan nakal. / Kenapa kau lari? Larinya kencang lagi.

Mau kabur? Kabur? / Beri aku kesempatan, Crab.

Kabur?

Akan kulunasi minggu depan, pasti. Minggu depan.

Kau bodoh ya?

Minta pinjaman, bikin penampungan kucing.

Jangan marah begitu, Crab.

Kucing-kucing ini sudah menderita.

Tak ada yang peduli kalau mereka ini takut kehujanan.

Kamu kasihan begitu... Kasihan tidaklah murah, brengsek!

Ayo ikutlah kerja denganku sebagai penagih bunga.

Aku ini polisi, tak bisa kerja begituan.

Aku tak peduli.

Tunggu saja telponku.

Petugas Lam.

Apa kau lihat ada orang di sebelah kamar?

Tidak juga.

Hey.

Apa-apaan? Kenapa kau telat?

Sudah kubilang jalanan macet.

Waspadalah, Yip lagi kurang senang.

Beritahu mereka aku sudah lama disini.

Kudengar ada yang bertengkar beberapa hari lalu.

Pertengkarannya sengit.

Inspektur Yip, kami telah temukan CZ75.

Bisa jadi ini tempat persembunyiannya genk Sean Wong.

Kemasi semuanya. / Ya, pak.

Halo, halo.

Halo.

Jangan main-main sama burung Beo saat lagi tugas.

Kurasa Beo ini bukan milikmu.

Aku pernah dengan anjing polisi, tapi tak pernah dengan burung polisi.

Burung ini milik orang sini.

Mungkin saja

ini satu-satunya saksi pembunuhan ini.

Kalau begitu catat saja kesaksiannya dia.

Ya, pak.

Crab. / Hey, ayo ikut kerja sekarang.

Aku lagi sibuk.

Sialan! Maaf.

Konyol banget.

Kau tak apa-apa? / Ya.

Nih bersihkan.

Terima kasih.

Apa dia yang mendorongmu ke tembok?

Kayaknya.

Tapi yang kuingat dia brewokan.

Korban beridentitas sebagai Homer Tsui, tersangka yang dicari.

Menurut koroner, waktu kematiannya jam 3-5 pagi kemarin.

Penyebab kematian karena pendarahan dari putusnya pembuluh nadi.

Korban memakai heroin sebelum tewas.

Tak ditemukan senjata pembunuh di TKP.

Tak ada bekas perkelahian ataupun perampokan.

Kami temukan 4 jenis sidik jari di apartemen itu.

Kesemuanya sidik jari dari pelaku perampokan Toko Perhiasan Leeson,

Sean Wong, Clark Auyeung.

Redhead Hung, dan si korban Tsui.

Pemilik apartemen mengatakan mereka tinggal di situ selama 3 minggu.

Memakai KTPnya buat mendaftar.

Kamu temukan 2 senjata CZ75

dengan 6 peluru.

Serta ponselnya Tsui. Panggilan masuk semua berasal dari ponsel-ponsel yang kebakar.

Kartu SIM semua sudah hancur. Kami tak temukan perhiasan curian dari Toko Leeson di TKP.

Bagaimana menurutmu?

Bukti awal menunjukkan:

Sean Wong, penjahat buronan telah bertengkar dengan Tsui soal pembagian rampokan.

Tsui tak sadarkan diri setelah menghisap heroin.

Lalu Wong membunuh Tsui dengan menggorok lehernya.

Buat apa gelang manik ini?

Batu obsidian agar aku tetap aman, pak.

Aku mulai pakai ini setelah cedera 3 tahun lalu.

Ini menjaga keselamatanku dimanapun aku bertugas.

Ma adalah supervisor di pos terakhirmu.

Ya, pak. / Mengapa mereka...

memanggilmu Sampah?

Aku tak bisa cegah orang lain membicarakan aku.

Kalau begitu akan kukasih tahu di depan mukamu.

Yang kau kerjakan hari ini...

sepenuhnya adalah sampah.

Si korban mungkin seorang penjahat buronan.

Tapi tugas kita adalah melindungi dan melayani.

Bagaimanapun kita harus temukan si pembunuhnya.

Dan bawa dia ke pengadilan.

Ya, pak.

Siapa yang membunuh Homer Tsui?

Katakan.

Jenius.

Sean Wong?

Bukan dia.

Clark Auyeung? / Bodoh.

Redhead? / Bodoh.

Homer Tsui bunuh diri? / Apa kau sudah gila ya?

Apa kau sungguh mendengarkan kesaksiannya?

Bawa saja ke Bagian Agrikultur.

Terima kasih.

Kau tak melihatnya. Menurut burung itu Sean Wong bukan pembunuhnya.

Pelankan suaramu.

Jangan sampai Yip dengar.

Tapi burung itu memang saksi dalam seluruh kejahatan ini.

Mungkin bisa membantu. / Buat apa?

Mau bawa burung itu ke pengadilan? Apa kita harus percayai siapa yang dikenali burung?

Bagaimana penjelasan kita pada masyarakat?

Paling tidak kita tahu para perampok ini...

berhati baik. / Baik hati? Lihat perbuatan mereka pada Toko Perhiasan.

Angkat tangan. / Kalian semua, jongkok!

Masukkan semuanya dalam tas ini! Cepat!

Masukkan semuanya dalam tas ini! Cepat!

Keluarkan semuanya!

Bu!

Jongkok! / Yang sopan dong!

Cari gara-gara ya? / Buka, buka!

Buka!

Jangan macam-macam sama aku.

Masukkan semuanya ke tas!

Cepat!

Ayo! Jangan telpon polisi.

Telpon polisi, kalian semua mati.

Perhatian.

Jalan Nathan dan Jordan, Toko Perhiasan Leeson.

Ambil juga kalung itu.

Buka etalase itu. Cepat!

Kau sedang apa?

Mau pencet alarm, jalang?

Kurang ajar kau ya, jalang! Akan kubunuh kau!

Manggil polisi.

Pemadat sialan.

Sudah cukup, mau kau tendangi sampai mati?

Bangun!

Kau teler ya? / Kutembak kau juga kalau menghalangi.

Jangan bergerak!

Keparat! Kamu ini menyamar.

Ternyata aku salah menilaimu.

Kita ketahuan. Rencana B.

Ya, pak.

Ada polisi! Cepatlah.

Kamu. Ke pintu.

Semuanya minggir. Ini berbahaya!

Berbahaya disini, cepat jalan. / Ya, ya, pak.

Sean Wong, kau sudah dikepung.

Lemparkan senjatamu dan menyerahlah. / Menyerahlah, Sean.

Tak ada jalan keluar.

Aku yang tanggung jawab.

Bu!

Kau tak apa-apa?

Bertahanlah.

Keluar.

Keluar! / Ayo! / Angkat tangan!

Ayo! / Ke sana, jangan bergerak!

Kau tak apa-apa?

Kesini. / Jongkok disini.

Cepat!

4 tewas dan 12 luka-luka. Sean Wong dan genk-nya.

Mereka semua binatang.

Wong membunuh Tsui karena pembagian hasil.

Auyeung dan Redhead mungkin selanjutnya.

Sudah selama 3 bulan. Mengapa mereka masih disini?

Mungkin ini sebuah petunjuk.

Orang kita?

Agen penyamarannya Yip tewas di TKP.

Tak heran Yip amat ingin menangkap Wong.

Yip memang agak keras orangnya.

Tapi dia melindungi timnya bila terjadi apa-apa.

Orang-orang ini. / Bull Yiu,

pemilik toko daging sapi di pasar. Dia dan ibunya ada di toko perhiasan waktu itu.

Ibunya kena serangan jantung saat senjata ditembakkan.

Kemudian dia meninggal di rumah sakit.

Sandy Yeung, pelayan di toko perhiasan itu.

Dia coba-coba pencet tombol alarm, lalu Tsui melukai punggungnya.

Pinggang ke bawahnya lumpuh.

Tony Ho, Satpam.

Pacarnya Sandy Yeung.

Mengetahui pacarnya lumpuh selama hidupnya, Tony jadi gila.

Dapat ide?

Apa kau mau ke TKP lagi buat nyari petunjuk?

Aku akan ikut. / Apa yang lebih penting dari berangkat kerja tepat waktu?

Apa? / Pulang kerja tepat waktu.

Masih lusinan kasus yang belum kuselesaikan, bu.

Apa kau pernah dengar "Pend, Send, End"?

Pending kasus, serahkan orang lain, atau tutup kasusnya.

Apa yang terjadi dengan Larry Lam yang menyelamatkanku dengan melompat dari bukit?

Rupanya kamu yang jatuh dari atas bukit.

Kebetulan saja aku menyelamatkanmu.

Kenapa kau penakut begitu?

Aku bukan penakut.

Tak ada gunanya jalan terlalu cepat.

Itu bukan tak ada gunanya.

Aku gabung ke satuan polisi karena dirimu.

Maaf atas kerugianmu. Bagaimanapun, tetaplah semangat.

Tn. Wang?

Apa anda Tn. Wang?

Apa anda mau nyewa kamar?

Ya. / Punya 4000 buat sewa?

Kuberi 5000. / Selamat datang.

Maaf, pria bernama Wang yang harusnya lihat-lihat apartemen ini.

Kukira anda adalah dia.

Dia mungkin suruh aku menunggu.

Siapa nama anda?

Lee. / Tn. Lee.

Apartemen ini bisa muat 5 orang penyewa. Para orang tua ini tahu aku dari kecil.

Bibi Eight ini usianya 80.

Paman Nine itu usianya 90.

Itu Century, usianya 100 tahun beberapa minggu lagi.

Kami mengadakan pesta untuknya.

Ruang tamu, dapur dan kamar tidur dipakai untuk umum.

Penyewa terakhir sudah meninggal jadi ada 1 kamar sisa.

Anda lagi beruntung.

Paman Nine, sudah kubilang jangan minum di kursi goyang.

Gelasnya pecah lagi 'kan.

Aku tahu kau tak akan minta ganti rugi 'kan.

Silahkan lihat-lihat.

Suasana sini nyaman. Tenang, dan anda tak akan terganggu.

Kau akan tinggal lebih betah kalau di kamar ini.

Penyewa yang tinggal disini,

dia meninggal saat tidur.

Dia baru 95 tahun.

Century, mari kita duduk di luar.

Hati-hati. / Baiklah.

Bayar dulu kalau anda suka kamar ini. Ini bisa cepat lakunya.

Apa?

Ini kurang 500.

Maaf.

Aku bisa lihat dengan jelas. Penglihatanku paling tajam di tempat ini.

Bos.

Polisi. 2 malam lalu di gedung itu...

Bukankah kau sudah menanyaiku?

Butuh berapa pertanyaan dalam sehari?

Sebelumnya bukan kami.

Aku tak peduli siapa.

Untuk terakhir kali ini ya, aku tak melihat orang mencurigakan 52 tahun terakhir.

Paham?

Polisi yang menanyaimu, kayak apa tampangnya?

Tinggi, berjaket hijau bertopi runcing.

Dia baru saja pergi ke arah sana. / Terima kasih.

Hey, apa yang kau lakukan?

Ayo. / Telpon pusat agar kirim orang menghentikan dia.

Hey! Kau yang telpon, aku yang kejar.

Aku sudah periksa.

Charmaine, kau dimana?

Aku lapar, sampai ketemu di gang.

Ya sudah.

Dengarkan.

Bukan aku yang membunuh Homer Tsui.

Jangan menjebakku.

Katanya bukan dia yang melakukannya? / Ya, dia tak brewokan.

Kata pemilik kedai teh, Wong tanya apakah dia melihat orang mencurigakan hari itu.

Pertanyaannya sama dengan kami. Itu sebabnya pemilik kedai itu mengira Wong seorang polisi.

Dia yang lebih ingin menemukan pembunuh itu ketimbang kita.

Kenapa dia mengembalikan pistolnya padamu?

Entahlah.

Dia ingin kita menyangka,

polisi bukan sasaran dia.

Dia tak sedang mengancam kita.

Mengapa?

Pengalihan? / Apapunlah itu.

Makin dia bersikap begini,

dia makin mencurigakan.

Banyak sekali yang kau selidiki akhir-akhir ini.

Apa kau tak menaikkan upahnya informan?

Terima kasih.

Tak ada kejutan disini.

Ini kerugian namanya.

Aku membahayakan nyawaku demi info Auyeung.

Sean, kau dimana? Aku disini.

Akan ke sana.

Apa Auyeung menghubungimu?

Tidak.

Ada apa, Sean? Menurut berita kau yang membunuh...

Dan kau percaya?

Saat aku kembali,

Tsui sudah tewas. / Mana tas perhiasan kita?

Sudah hilang.

Dimana tas perhiasan itu?

Sean, aku tak akan kemari kalau aku yang membawanya.

Kau sembunyi dimana?

Ada galian baru di Wa Man.

Aku tak ketemu Auyeung sejak kejadian itu.

Aku mengkhawatirkan dia. / Akan terus kucari.

Cari siapa saja yang terlibat

dalam perampokan perhiasan itu.

Pada jam 3 pagi ini,

seorang polisi menemukan Sean Wong di jalan Wong Chuk Yeung.

Polisi itu mengalami luka ringan dalam kasus tersbut.

Polisi menanyai siapapun yang menyaksikan...

Tn. Lee. Ini Joy.

Tn. Lee.

Ya?

Tak ada apa-apa. Aku lagi bikin sup manis pepaya.

Apa kau mau?

Tidak. / Cobalah.

Bagus untuk paru-parumu. Kulitmu akan dijamin mulus.

Tak usah pura-pura tidur.

Terserahlah, ambillah sendiri kalau kau mau.

Kutaruh disini.

Terima kasih. 20 dolar.

Makanan penutup malam-malam. 20 dolar tak masalah 'kan bagimu.

Terima kasih, bos.

Selamat menikmati. Taruh mangkuknya disini kalau sudah selesai.

PESAN BELUM TERBACA" "Redhead"

"Perampokan Perhiasan Leeson, mereka terkena dampaknya."

Inspektur Yip. / Ya?

Kami masih belum menemukan Auyeung dan Redhead.

Juga Sean Wong, dan burung Beo itupun bilang bukan Sean Wong pelakunya.

Semua bermula dari perampokan itu.

Akan kumulai dari sini.

Kami sudah periksa semuanya.

Toko perhiasan itu sudah tutup.

Tapi kami berhasil menemui pemilik dan pegawainya.

Dan sebagian besar para saksi,

polisi terluka.

Dan lainnya yang menginginkan Tsui mati.

Itu hampir seratusan orang.

Mereka semua nampak mencurigakan.

Kami sudah periksa para korban utama.

Bull Yiu, anggota genk,

ibunya sakit berat 20 tahun lalu. Itu yang merubah dia.

Seorang pembunuh menjadi tukang daging.

Aku pergi mau pijat kaki malam itu.

Ibuku sudah tiada.

Aku tak peduli

apakah orang-orang itu hidup atau mati.

Jangan ganggu aku lagi. / Sandy Yeung menemui takdirnya setelah kejadian itu.

Dia sekarang relawan di gereja.

Takdir yang menentukan segalanya.

Tuhan mengajarkan

tak peduli perbuatan orang lain terhadapmu,

kau harus memaafkannya dengan tulus.

Dengan begitu kau bisa menemukan kedamaian hati.

Aku akan mendoakan dia.

Ya?

Mereka ini polisi. Seorang yang merampok Leeson sudah mati.

Mereka ingin mengajukan pertanyaan.

Apa yang perlu ditanyakan tentang bajingan yang mati?

Sean Wong dan genk-nya memang pantas mati.

Semoga ketiga yang lainnya segera mati.

Tenanglah. / Begitulah faktanya.

Mereka sudah merusak hidupmu.

Kalau ketemu mereka akan kuhajar sampai mati.

Akan kulakukan meski berarti aku bisa dipenjara. / Tony!

Maaf. / Tn. Ho, boleh kutanya kemana kau pada tanggal 19 malam?

Dia di rumahku.

Kami sudah menikah.

Tony Ho, Satpam. Lulus dari sekolah militer luar negeri.

Dia bekerja sebagai pelatih di klub nembak setelah perampokan itu.

Dia dan Sandy saling jatuh cinta.

Merekapun menikah. / Tapi saat malam tewasnya Tsui,

mereka bertiga punya alibi.

Kalau begitu tak perlu diperiksa lagi. / Mengapa tidak?

Kau tak periksa mereka yang berada di TKP.

Tapi mengapa malah periksa yang tak ada di TKP?

Periksa Sean Wong lagi.

Ya, pak.

Ini, uang ini cukup untuk 4 pasang per orang.

Bawa mereka ke van setelah pembelian, paham?

Ini legal, pak.

Kalau kau tak bisa melunasi hutangmu, ya kerjakanlah!

Terima kasih. / Ada apa?

Mongkok. Sedang nyari petunjuk. Ukuran 9, 4 pasang.

4 pasang?

4 pasang apaan, kamu lagi periksa apa? / Yang kuketahui Sean Wong dan genk-nya itu 4 orang.

Mereka punya 4 pasang kaki.

Omong kosong.

Aku dapat petunjuk kalau Wong berada di Jalan Shun Ning.

Ada lusinan petunjuk kayak begini tiap hari.

Ada yang bilang melihat bin Laden di Jalan Temple.

Kau sudah berada di area pencarian petunjuk.

Baiklah, aku akan ke sana.

Terus kerja. Siapa yang kau telpon?

Tak ada uang buatmu, ayo ngantri lagi.

Aku ada urusan.

3 pound.

Tunggu ya.

Kau bisa ambil minggu depan.

Aku sudah hilang kotak dengan Auyeung setelah putus.

Bisa tidak kamu dan genkmu tak menggangguku lagi?

Apa lagi yang kau inginkan? Dia tinggal bersamamu bertahun-tahun.

Tak apa, urus saja kerjaanmu.

Maaf, Sean.

Selama ini aku yang menemaninya.

Soal Tsui, apa yang bisa kubantu?

Redhead dan aku yang akan urus.

Kau harus jauhi dia.

Sean, aku awalnya jadi tukang pukul buatmu.

Aku menunggumu saat kau sedang di penjara.

Kita ini bagai saudara. Sekarang kau menyuruhku menyingkir?

Dia sedang hamil.

Jangan campuri apapun.

Akan kuberitahu saat kutemukan perhiasan itu.

Halo? Apa ini polisi? Alamatnya Jalan Shun Ning 50.

Ada ledakan.

Berhenti, atau kutembak!

Bantulah!

Tahan, 1... 2... 3.

Pak, semua kejadian ini pasti ada kaitannya.

Jika pengebomnya adalah Sean Wong tak ada alasan baginya menolong wanita hamil.

Seorang tersangka yang dicari sudah tewas dan orang tak bersalah terluka.

Pengebom itu bahkan lebih gila dari Wong.

Kenapa tak kau tangkap dia lebih dulu?

Apa? / Kubilang, kenapa tak kau tangkap Wong?

Dia dan aku menyelamatkan wanita hamil itu.

Kau melepaskan penjahat berbahaya.

Aku tahu agenmu yang menyamar tewas.

Apa kau tega mengorbankan orang tak bersalah cuma untuk menangkap Sean Wong?

Ini demi keadilan atau balas dendam? / Bukankah itu sama saja?

Inilah yang tak bisa kau lihat! / Kau bilang apa?

Lancangnya kau bicara begitu sama atasanmu?

Maaf, pak.

Ada bukti mungkin tak ada dalam ruang barang bukti.

Pada dasarnya aku tak begitu hobi sama hewan.

Tapi berkas-berkas adopsi sudah dikerjakan. Bawa pulang saja buat ngobrol.

Meski bersuara kayak rekaman rusak.

Jika ini bisa membantu, kau cari cara menjelaskannya pada masyarakat.

Apanya yang dijelaskan?

Jika kau anggap ini benar, kau akan berani melakukannya dulu.

broth3rmax

Sean, kita tak bisa menunggu lama lagi.

Kau dan akulah, cepat atau lambat.

Ayo kita cari tempat sembunyi.

Berapa lama lagi kita bisa sembunyi?

Kawan-kawan kita akan mati sia-sia begitu saja?

Bagaimana dengan perhiasan itu?

Kita bisa apa?

Kita tak tahu dalang dibalik semua ini.

Kita cuma menunggu mati saja. Aku mau gila rasanya!

Siapa ini?

Itu bukan siapa-siapa.

Aku bisa "dengar" dia teriak walau di foto itu.

Apa ini semua profilnya Yip?

Kau tak akan menyelidiki Yip 'kan?

Kita ini perampok, Sean.

Aku tak akan pergi sampai semuanya jelas.

Kau boleh pergi kapanpun kau mau.

Februari 2014, Agra, India Utara.

Seorang wanita dirampok dan dibunuh di rumahnya.

Seekor burung Beo di dalam rumah itu selama pembunuhan.

Polisi melihat Beo itu teriak dan mengepakkan sayapnya...

kapanpun dia melihat keponakannya korban.

Mereka mengintrogasi si keponakan, dan dia mengakui pembunuhan itu.

Oleh karena itu, binatang bisa jadi bukti substansial yang mendukung...

bagi penyelidikan polisi.

Nona Ahli, sudah kutunjukkan berbagai foto para tersangka pada Beo itu.

Siapapun yang dia lihat, cuma bilang "jenius" dan "bodoh" berulang-ulang.

Ada yang mengajari kata-kata itu untuk diulang.

Atau, selama dia mengucapkan 2 kata itu,

maka akan dikasih makan.

Berapa hal yang bisa diingat Beo setelah melihat?

Dalam sejarah zoologi dunia,

binatang paling cerdas adalah Nuri Hijau Afrika.

Sekali diajari, bisa menghitung penjumlahan dalam 6 menit,

menyebutkan 50 benda berbeda, dan 7 warna.

Kecerdasannya sama seperti keponakanku yang berusia 5 tahun.

Jadi, dia pasti bisa mengenali sesuatu yang sudah dilihatnya.

Kuncinya bagaimana kau bisa membujuknya untuk mengekspresikan sendiri.

Apapunlah yang prosesnya cepat tentunya.

Ajari burung itu bahasa.

Tapi Kanton adalah bahasa paling sulit di dunia.

Meski orang berbakat sepertiku tak bisa menguasainya.

Apalagi seekor Beo.

Kalau kau ingin proses cepat,

ada bahasa yang lebih mudah.

Misal bahasa Inggris atau Prancis.

Dimana Beo bisa belajar Inggris atau Prancis?

"Belajar Inggris dalam 3 Menit"

Tapi aku tak bisa jamin beo itu tak akan bohong.

Ada apa, pak? / Hotpot, daging sapi iris, seporsi.

Oh. Baik.

Lihatlah, apakah dia?

Sayang.

Sayang. Sayang.

Apa kabar?

Bukankah kau banyak omong? Apa kau mengajarinya?

Bodoh, bodoh.

Siapa yang kau panggil bodoh?

PERAMPOKAN AGEN PENUKARAN MATA UANG, $800K DIRAMPOK

KARENA KURANG BUKTI, SEAN WONG DIBEBASKAN

Jangan bergerak, ini perampokan, jangan melawan!

Maaf, maaf.

Ibuku sedang koma. Aku dungu.

Itu sebabnya aku nyari penghasolan begini.

Maaf, akan kukembalikan, akan kukembalikan.

Maaf. Maaf, telah mengganggu.

Aku pergi saja, maaf.

Sean?

Di bidang kita ini, kami semua menganggapmu sebagai idola.

Aku selalu menonton beritanya.

Truk lapis baja. Nembak si polisi Yip dengan sekali tembak.

Dia memang bukan tandinganmu.

Sampai jumpa.

YIP SAU CHING Password: ******

Pak.

Pak. Dalam bisnis kita di Abad 21 ini,

kita harus mengetahui cara meretas komputer. Perumahan kelas atas sering makai kunci pintu elektronik.

Aneh sekali. Ada orang yang menyimpan banyak foto-foto polisi.

Rumah siapa sih ini?

Seperti kau bilang, orang yang yang bukan tandinganku.

Inspektur Senior Yip.

Asem! Sebaiknya aku pergi saja.

Tuan, aku cuma maling ecek-ecek.

Bukan bertindak kejahatan yang serius.

Ini klub pribadi, kami tak perbolehkan masuk siapapun.

Apa yang dibawah itu kamera CCTV-nya kalian?

Apa urusanmu?

Hey, kau tahu bicara sama siapa?

Aku tanya, dibawah itu apa CCTV kalian?

Bukan urusanmu, pergi sana!

Ada apa? Pemeriksaan polisi lagi?

Maaf, Henry. Tak ada yang tak bisa kuatasi.

Kenapa kau menatapku? Kau tak bisa mendekatiku.

Ayahku adalah pengacara.

Tuan, tuan. Maaf.

Maaf. / Maaf tuan, maaf.

Maaf tuan.

Perbesar.

Berhenti.

Maju. Perbesar yang mobil silver.

Berhenti.

Apa lagi yang bisa kami bantu, tuan?

Tuan, maafkan aku. Hari ini aku habis uang banyak, tinggal beberapa ribu saja.

Bilang sama ayahmu.

Namaku Yip. Yip Sau Ching.

Terima kasih, Inspektur Yip.

Maaf, Inspektur Yip.

Inspektur Yip.

Satu polisi belum cukup. Datang lagi yang lainnya.

Bukankah ini amat mengusik?

Tn. Ho.

Bekerjasamalah.

Tolong, tolong!

Rekan kerjamu?

Sungguh baik hati.

Sudah siap di sana, pelatih.

Tolong!

Tolong!

Kita sedang kerja, jangan main-main sama burung itu.

Tolong! / Aku...

cuma mau lihat-lihat.

Perutku sakit, sampai nanti.

Nih makanlah.

Bagus, ya begitu.

Tenanglah.

Sekarang kau sudah makan, maka bantulah kami.

Jika Sean Wong pelakunya, kau bilang "bodoh".

Jika Inspektur Yip, kau bilang "jenius".

Ayo kita mulai. 1, 2, 3.

Jenius, jenius...

Menyelidiki bosku sendiri.

Kau sudah gila ya?

Redhead: "Orang itu adalah Donkey"

"Informannya Yip. Kerja di Loli Sauna"

Sean.

Sean.

Sean.

Informannya Yip... sudah menemukanku.

Kenapa dia tak suruh saja timnya melakukan penangkapan?

Kenapa polisi muncul setelah aku kena bom?

Sean.

Aku tak tahan lagi. Sebentar lagi bisa jadi kau dan aku.

Aku tak mau mati, sungguh.

Kenapa kita tak keluar kota saja?

Atau, kau mungkin selanjutnya.

Sean Wong. Kau sudah dikepung.

Menyerahlah, Sean.

Aku tak akan pergi sampai semuanya jelas.

Rekan-rekan kita akan mati sia-sia?

Bagaimana dengan perhiasan itu?

Tn. Lee!

Ini belum berakhir, sampai pembunuh itu mati.

Tn. Lee!

Ini belum berakhir, sampai pembunuh itu mati.

Berisik!

Aku berisik? Kau menyuruhku untuk belikan obat.

Kau tak mengembalikan mangkuk supnya.

Hey, apa yang kau lakukan? Kenapa kau menyelinap kemari?

Apa urusanmu?

Kau tak akan memanjat kemari kalau kau tak menyelinap.

Redhead.

Jangan bergerak!

Kenapa kalian disini?

Aku sedang membuntuti dia.

Sehingga sampai kemari.

Brengsek!

Kedua temanmu sudah mati.

Kau mau jadi yang selanjutnya?

Katakan! Dimana Wong?

Nanti dia akan kutemui.

Sudah 3 bulan sejak kejadian itu. Kenapa kalian masih disini?

Mitra yang mengurus transportasi dan keperluan sudah kabur.

Kami harus menyesuaikan lagi para kontak kami.

Apa yang sedang diselidiki Wong sekarang?

Kami kehilangan tas perhiasan di tempatnya Tsui.

Kumohon.

Sungguh aku tak tahu apa-apa.

Aku hanya mengikuti perintah Inspektur Yip.

Bagaimana kau bisa menemukan kami?

Mana perhiasan itu?

Aku tak tahu.

Jangan.

Aku tak tahu, kawan.

Tsui telah membeli narkoba dari seorang pengedar.

Itu sebabnya kami bisa melacak kalian.

Sudah kukatakan semuanya, kawan.

Jangan bunuh aku. Aku tak pernah lihat tas perhiasan itu.

Awas jangan macam-macam.

Halo. / Kau dimana?

Mau kembali.

Berapa lama? / 10 menit.

Inspektur Yip, apa kita tak menunggu bantuan saja? / Kenapa menunggu?

Wong akan kabur saat bantuan tiba. Sana tunjukkan jalannya.

Pintu yang ada lonceng belnya.

Donkey.

Donkey.

Ada apa? / Hentikanlah, kawan.

Mana Wong?

Tolong aku, Inspektur Yip.

Dia menculikku kemari.

Dan menanyaiku soal tas perhiasan.

Perhiasan apa, pak?

"Bull Yiu"

"Tony Ho" / Dia sudah gila.

"Sandy Yeung" / Tolong aku Inspektur Yip.

Dia benar-benar gila.

"Yip Sau Ching"

Mau main-main ya, bajingan?

Dimana Sean Wong? / Aku tak tahu, dia menyuruhku menemuinya disini.

Inspektur Yip.

Jauhkan dia.

Permisi, sedang ada polisi disini. Mohon pergilah.

Apa? Polisi itu bukan dewa.

Kau beruntung, bertemu aku seperti ini.

Aku lagi kerja, kita bicara lain kali saja.

Kerja apa? Menangkap penjahat? Nangkap penjahat bukan berarti hutangmu lunas!

Aku tak bercanda. / Aku juga tak bercanda.

Kau tak menjawab telpon, kau tak ada di tempat kerja.

Apa maksudmu? Kau mau nulis surat wasiat?

Inspektur Yip!

Menyingkirlah, kau goblok!

Maafkan aku, Sean, maaf.

Maaf, maaf.

Tunggu aku.

Dasar brengsek! / Maaf, Sean.

Aku tak punya pilihan lagi. Aku tak tahan lagi, aku tak mau mati.

Sean.

Akan kualihkan mereka.

Larilah.

Lari!

Angkat tangan!

Jongkok pelan-pelan.

Meski kau menangkapku, pelaku asli akan terus membunuh.

Kubilang, jongkok! / Yip balas dendam atas kematian rekannya.

Dia punya motif untuk membunuh kawan-kawanku.

Aku menyusup ke rumahnya.

Dia memata-matai Auyeung di tempat-laundry.

Tapi Yip tak ke sana untuk menangkapnya.

Tempat laundry itu kemudian dibom.

Mengapa? / Jangan bergerak!

Orang yang kuculik bernama Donkey.

Dia adalah mata-matanya Yip.

Kau bisa tanyai sendiri dia. / Jangan bicara padaku, bicaralah sama hakim nanti.

Lompat.

Saat aku tiba,

Redhead menyandera Donkey dengan pecahan kaca.

Dia menggorok lehernya Donkey.

Lalu aku menembak dan mengenai kepala Readhead.

Kau beristirahatlah. Sisanya biar kami yang urus.

Bajingan! Kau menipu orang-orang tua ini. / Tempat ini akan jadi milik kami. Terima saja uangnya,

dan belikan peti mati buat mereka.

Simpan saja buat pemakamanmu, enyah kau!

Kurang ajar betul kau, sundal!

Rasakan ini. / Akan kutelpon polisi.

Apa rencanamu setelah kerjaan terakhir ini?

Sebulan aku akan senang-senang sama cewek-cewek seksi.

Aku menunggu bayiku lahir.

Kau sendiri, Sean?

Aku cuma ingin...

tidur nyeyak.

Nyonya. Aku turut berduka.

Terima kasih telah menjaga Donkey

selama ini.

Aku tahu kau telah berusaha.

Donkey tahu,

dan pasti dia tahu.

Halo?

Apa?

Aku lagi menyetir ini. Nanti bicara lagi.

Aku ada urusan. Kau kembalilah dulu ke markas.

Baiklah.

Aku masak mie nasi. Makanlah sebelum kau pergi.

Kau vegetarian ya?

Kalau begitu lain kali aku akan masak mie vegetarian.

Tak usahlah.

Ini buat kemarin waktu kau...

Aku mukul dia karena menghalangi jalanku.

Aku melakukannya bukan buatmu.

Hasilnya sama saja, tak penting.

Obat penenang yang kau belikan,

bisa minta tolong belikan lagi? / Kau memakan sebotol penuh dan tak manjur?

Apa yang membuatmu kurang tidur?

Tunggu, obat itu tidak gratis.

Aku akan pergi beli obatnya.

HADIAH SEJUTA UNTUK PERAMPOK BURONAN

Ya, jangan lupa janjian periksa kesehatan minggu depan.

Bu Ding?

Halo, Bu Ding?

Terima kasih.

Pasti itu bajingan yang kemarin.

Rumah sakit mengingatkanmu

untuk periksa kesehatan selanjutnya.

Kukira ini akan membaik.

Tapi akhir-akhir ini makin parah.

Untuk sesaat tadi,

aku merasa ketakutan.

Tapi tak apa. Aku akan selalu waspada.

Ada 270 orang mengantri buat operasi kornea.

Dan aku antrian pertama.

Sekarang giliranku

setelah ada pendonor.

Suaraku mungkin terkadang keras. Itu karena aku tak bisa merasakan jarak jauh.

Makanya aku bicara lebih keras agar orang tahu kehadiranku.

Sehingga aku tak akan bertubrukan dengan orang lain.

Jika kau pura-pura bisa melihat,

orang tak akan menubrukmu.

Aku tak bisa melihat dengan jelas.

Tapi brewokmu mengatakan,

kau cukup

jelek.

Aku bercanda. Tak perlu cemberut begitu.

Bagaimana kau bisa tahu?

Aku bisa merasakannya.

Santai saja.

Jangan lupa kembalikan mangkuk supku.

Cincin safir-nya Nona Yeung berkilauan juga.

Foto-foto ini diambil di tempatnya Redhead.

Genk-nya Wong selama ini membuntuti mereka.

Para perampok ini berlagak detektif.

Sean Wong tak bohong padamu.

Dia memang menyusup ke rumahnya Inspektur Yip.

Dan membuntuti dia. Lihatlah.

Apa Yip sudah lihat ini? / Dia belum jawab 2 hari ini. Dia masih bisa istirahat.

follow instagram @broth3rmax

Kau tak perlu nebak siapa pembunuhnya. Tanya saja aku.

Aku melihat kejadiannya.

Kau bisa bicara?

Inspektur Yip yang membunuh Tsui.

Dia membalas kematian agen penyamarnya.

Aku bisa jadi saksi di persidangan untukmu.

Dalam mimpiku, kau bicara kayak manusia.

Aku penasaran aku bicara apa dalam mimpimu.

Ada apa, Charmaine?

Kau dimana? Cepat kembali.

Ada apa? / Mereka...

mereka menemukan mayatnya Inspektur Yip di Sai Kung.

Aku tak akan biarkan Inspektur Yip mati sia-sia.

Hasil otopsi sudah keluar.

Yip dipukul tengkuknya.

Tengkoraknya retak.

Dan juga, dia tewas dengan leher patah.

tapi di tempat mayatnya ditemukan,

itu bukan TKP yang utama.

Pistolnya Yip hilang.

Mungkin saja di tangannya si pembunuh.

Kapan terakhir kau bertemu Yip?

Hari Rabu.

Dimana? / Jalan Kwong Fuk.

Apa kalian memang ketemuan di sana?

Aku yang membuntuti Yip ke sana.

Aku curiga Inspektur Yip terkait dengan pembunuhan genk-nya Wong.

Agen penyamaran Yip tewas...

karena Wong dan genknya.

Yip punya motif untuk membunuh. / Kau percaya pada Sean Wong?

Dia memang bilang begitu, tapi... / Paman Monk... / Aku yang tangani kasus ini.

Aku mengintrogasi seorang tersangka.

Wong berkali-kali kabur darimu.

Apa kau sengaja membiarkan dia kabur?

Kau bilang apa? / Apa kau punya hutang sama orang?

Ya. / Bukankah kau selalu meremehkan Yip?

Katakan! / Ya, tapi tak ada hubungannya dengan kecurigaanku padanya.

Tn. Larry Lam.

Kami dari Urusan Internal. Kami tengah...

menyelidiki pembunuhan Inspektur Yip. Karena kau telah berulang kali bertemu Sean Wong,

kami sarankan kau ambil cuti karena konflik kepentingan.

Serahkan lencana dan senjatamu,

sampai penyelidikan kami selesai.

Sana tanyakan sama dia.

Mungkin dia mau berbaik hati dan membeli barang mahal.

Betul. / Dia tak akan mau ikutan.

Tanyakan saja dulu.

Tn. Lee.

Ini aku, Joy.

Sudah ketawanya.

Ulang tahun Century sebentar lagi.

Dia tak mau cuma dia yang mendapat hadiah.

Dia ingin semua dapat hadiah.

Dia ingin mengajakmu bertukar hadiah.

Sudah jangan meremehkan begitu.

Cuma 1 hadiah saja, uang tak ada gunanya setelah kau mati.

Ya betul.

Kau tak muda lagi.

Kalau kau mati sekarang, ini hadiah seumur hidup.

Jika kau tetap hidup, ini hampir kayak seumur hidup.

Hidup itu masalah kontribusi.

Joy yang selama ini mengurus kami.

Dia yang mengurusmu. Apa yang telah kau perbuat terhadapnya?

Kalau kau pelit dan tak mau beli apapun,

kau harus ajak dia menikmati pemandangan malam di pelabuhan.

Dia dulu sangat menyukai tempat itu.

Pikirkan lagi.

Ayo keluar, keluar.

Mereka melihatmu sendirian. Kau mungkin sedih kalau mereka tak mengajakmu.

Ayo, pergi.

Sudah kubilang jangan tanya. Ini memalukan.

Aku kenal seorang bos.

Dia akan membeli beberapa barang.

Apa ini yang ingin kau cari?

Beritahu aku kalau pertemuan dengan penjual sudah ditentukan.

Tuan, cuma ingin tahu saja.

Kau yang terbaik di bidang ini.

Kenapa kau butuh kentang kecil kayak aku ini?

Lain kali jangan libatkan aku.

Aku cuma maling ecek-ecek.

Satu lagi yang penting.

Boleh aku berfoto denganmu?

Aku pergi sekarang. Segera.

Maaf, maaf.

Aku tak tahu yang kau inginkan.

Bahasa Kantonmu payah.

Dan kau tak mau belajar bahasa Inggris.

Sekarang kau juga kehilangan selera.

Besok kau akan kubawa ke dokter.

Halo? Ini aku. / Ada apa?

Aku ingin tanya. Apa kau yang terakhir melihat Inspektur Yip di Tai Po?

Ya, kenapa?

Tak ada apa-apa. Aku lagi tak tugas dan mau mampir.

Baik, terima kasih.

Harusnya kau tak kerja kalau lagi tak tugas.

Makin cepat aku cari tahu, makin cepat kau tak kena masalah.

Ayo.

Apa kau punya foto-foto yang diambil dari genknya Wong?

Ya.

Tuan, polisi. Apa kau pernah lihat orang ini?

Kau pernah lihat dia?

Halo?

Sekarang?

Baiklah.

Ada apa? / Paman Monk bilang aku dibutuhkan di markas.

Tak apa. Biar aku saja, kau boleh pergi.

Harusnya aku 'kan lagi tak bertugas.

Hey, sobat. Polisi.

Kau pernah lihat orang ini?

Ya, dia pernah menyewa apartemen kami.

Tn. Bull Yiu.

Kenapa kau kemari?

Kau tak pernah cerita soal tempat ini.

Aku cuma bantu jaga rumah buat teman.

Ada apa? / Tak ada apa-apa. Apa kau lagi merapikan ruangan?

Kalau kau tak keberatan, aku akan teruskan kerjaannya.

Maaf telah mengganggu.

Itu tak berfungsi.

Kalau begitu telponlah polisi.

Kau beli banyak sekali pengharum ruangan. Kau mau menghilangkan bau apa?

Tempo hari, ada kebocoran gas.

Bubuk misiu? Dan kabel listrik. Apa kau bikin bom?

Pak, sudah kukatakan semuanya.

Aku lagi sibuk, tolong pergilah.

Gelang maniknya Inspektur Yip kenapa ada disini?

Apa kau membunuhnya? / Itu tuduhan konyol.

Setelah kau mengebom tempat laundry, Yip mendatangimu.

Di apartemen ini tepatnya,

kau bunuh dia.

Kau beli pengharum ruangan untuk menghilangkan baunya.

Kenapa kau peduli?

Pada para bajingan itu.

Sudah kusuruh kau pergi.

Bukankah tadi kau pergi ke markas?

Aku tak harus menuruti yang dia minta. Kau tak apa-apa?

Kami menemukan sebuah ponsel dalam apartemen itu,

ada peta tempat laundry dan persembunyiannya Tsui.

Kami juga temukan pistolnya Yip yang hilang.

Harusnya kau tak meragukan Inspektur Yip.

Jadi? Kau keluar dari rumah sakit dan kembali bekerja.

Kau menjemput ini sekarang juga?

Aku lebih suka binatang dari orang.

Kenapa dia?

Dia menelan sesuatu yang tak bisa dicerna.

Itu menyebabkan radang perut.

Apa ini?

Mirip batu safir.

Hai, Inspektur Lam. / Apa suamimu kemari menemuimu?

Tidak, kenapa?

Dia tak berada di rumahmu ataupun di klub tembak.

Kau tahu dimana dia?

Aku tak tahu.

Sebenarnya ada apa?

Suamimu telah kehilangan sesuatu.

Aku tak yakin yang kau maksud.

Ini ditemukan di tempatnya Homer Tsui.

Suamimu yang telah membunuh Tsui. Dia juga yang mengambil perhiasan itu.

Tolong!

Kurasa kau keliru.

Kau sudah lama menangkap pembunuh itu.

Si tukang daging itu.

Aku sedang cari tahu siapa pembunuh sebenarnya.

Ralat aku kalau aku salah.

Semua gara-gara dirimu.

Termasuk Inspektur Yip.

3 pound. Tunggu ya.

Bagainana ini bisa terjadi?

Kenapa orang tak bersalah kena ledakan?

Si tukang daging itu saja yang ceroboh.

Para korban itu lagi sial saja.

Lalu Inspektur Yip datang mencarimu.

Aku memberimu informasi,

agar kau tak membuat kacau.

Bagaimana soal tas perhiasan itu?

Kalau Sean Wong tak mengambilnya, maka kaulah yang mengambilnya.

Kau sangat ingin mencari kami.

Kukira kau sudah menemukan Wong.

Tapi yang kau pikirkan cuma perhiasan itu.

Apa yang kau lakukan?

Mengambil uang itu juga?

Anggap saja itu ganti rugi buat kami.

Hey, kau tak mau tanganmu kotor.

Kami lakukan semua pekerjaan kotor itu demi dirimu.

Kami pantas mendapatkan lebih banyak.

Kau tak beda dari Wong.

Apa maumu? Menjebloskan kami semua ke penjara?

Dan membiarkan Wong senang-senang sendiri di luar sana?

Inspektur Yip.

Bagaimana kalau kita bagi 4 bagiannya?

Informasi ini berasal dari informanku.

Tapi Redhead sudah membunuhnya.

Akan kuambil bagiannya untuk keluarganya.

Baik.

Baguslah.

Kalian bukan hanya melumpuhkan para perampok,

tapi kalian juga melukai banyak orang tak bersalah. / Sudah cukup.

Jangan berkata lagi.

Wong sedang memburu perhiasan itu.

Dia tak akan melepaskan kalian.

Apa kau mau suamimu dalam bahaya?

Katakan, dimana dia?

"Maling Ecek-ecek"

"Pertemuan dengan pembeli sudah dipastikan."

ULTAH KE-100, CENTURY

Kau mau kemana?

Pestanya akan dimulai.

Aku harus pergi.

Semoga pestanya menyenangkan.

Kembalilah lebih awal.

Kami harus siapkan pertemuan langsung.

Menyelamatkanmu dari masalah karena pura-pura jadi pembeli.

Bereskan.

Tidurlah.

Dunia ini...

harusnya tak seperti ini.

Jangan bergerak!

Letakkan senjatamu!

Dunia ini harusnya tak seperti ini.

MENGENANG JIWA-JIWA YANG HILANG

Akhirnya aku bisa tidur juga.

"Tn. Lee"

Halo? / Bu Ding, ini ophthalmologi dari Rumah Sakit Chung On.

Ya? / Kami baru mendapat sepasang kornea yang cocok.

Dan anda penerima antrian pertama.

Bisakah anda lekas ke rumah sakit untuk operasi?

Bu Ding?

Bu Ding?

Kau lagi senang.

Apa lilitan hutangnya sudah lunas? / Sudah beres.

Dari mana kau mendapatkan uang?

Kebaikan itu bisa menular.

Apa maksudmu?

Dia dulu pernah diselamatkan kucing.

Dia memutuskan berinvestasi dalam penampungan kucingku.

Anggap saja kami impas. / Itu gila.

Hidup ini penuh tanda tanya.

Ya benar.

Setelah Wong tewas,

rumah sakit menemukan kalau dia sudah mendaftar jadi pendonor organ.

Itu kemanusiaan. Orang baik mungkin berbuat kejahatan.

Hey. Saat kau melihat tas perhiasan itu

tak ada orang di situ.

Apa terbersit sekejap dalam benakmu?

Lebih dari sekejap.

Apa kau tahu dimana TKP paling mengerikan?

broth3rmax, 2 Desember 2019

no resync/re-upload/delete-credit follow instagram @broth3rmax

BENGKEL ART | melayani : SENI STYROFOAM BRANDING/MURAL DINDING | STYROFOAM-DECORATION | PAINTING

TAMAT

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.