Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Czech
Danish
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
--=Frivolous Lola=--
Diterjemahkan Bersama oleh:
ariefas27 IDFL™ ExePro
Galank87 IDFL™ SubsCrew
http://IDFL.me
Kenangan yang takkan bisa terlupakan dengan keindahan bokong itu.
Bahkan setelah mati!
Bokong yang indah!
Sungguh tak sopan!
Dengan Ibu yang seperti Zaira...
Dan Ayah seperti André!
Apa benar André itu Ayahnya?
Ada yang bilang ya. Ada yang bilang bukan.
Sialan kau, bocah tengik!
Apa Lola belum ke sini? / Belum.
Bisakah kau berhenti melihat jam?
Obsesimu tak wajar.
Kenapa, Ibu tak senang?
"Obsesimu tak wajar?".
Obsesinya seperti obsesiku saat aku seusianya.
Tidak, saat kau seusianya, kau tergila-gila padaku.
Bukan pada gadis bodoh yang tak jelas asal-usulnya.
Apa maksudmu "Tak jelas"?
Lola anaknya Zaira.
Betul, wanita yang bekerja sebagai penjaga penitipan jas...
...di kapal pesiar Atlantik!
Apa buruknya pekerjaan itu?
Karena dia pulang dalam keadaan hamil!
Dia pulang bersama Tn. André.
Serasi sekali, Zaira dan Tn. Playboy!
Playboy? Apa kau bercanda?
Dia sudah terkenal, koki tebaik yang dimiliki kapal Normandie!
Dengar! Aku mengatakan yang sebenarnya.
Aku melihat Tn. André berbuat mesum di Ca' del Mosto!
Dengan wanita yang bertindak seolah-olah dia pembantu,..
...padahal dia itu kekasihnya.
Dan gadis yang dia perlakukan sebagai putrinya...
...padahal nama marganya adalah nama Ibunya.
Itulah kehidupan yang kuinginkan. Beruntung yang bisa melakukannya.
Kau memang bodoh.
Tak ada yang boleh mendapatkan Masseto tanpa persetujuanku.
Lagipula, kenapa harus buru-buru? Mereka masih sangat muda.
Bagaimana jika mereka sudah berbuat "Sesuatu"?
Itu tak mungkin!
Sebab aku tahu Masseto, Dia takkan seperti Ayahnya!
Hei, dia sudah dewasa. / Terserah apa katamu.
Tapi dia tak brengsek sepertimu!
Dia anakku juga, kan?
Aduh!
Beraninya kau!
Minggir!
Kau sangat beruntung, ya? / Beruntung kenapa?
Beruntung karena kau bahagia.
Oh ya? Apa maksudnya?
Akan kutunjukan padamu.
Kau harus mengaduk adonan rotinya.
Dengar, aku tak digaji sepertimu!
Ayo peluklah aku! / Tanganku penuh dengan adonan.
Berikan tanganmu.
Apa yang kau lakukan?
Aku membersihkan tanganmu!
Kau benar, aku sangat beruntung.
Tidak, kau membuatku terangsang. / Memang kenapa?
Karena kita harus menikah dulu.
Kau lebih memilih pelacur daripada denganku?
Asal kau tahu, aku tak suka dengan wanita semacam itu.
Kau jangan melawanku, Lola, atau aku takkan menghormatimu lagi.
"Kau jangan melawanku, Lola"? Pastinya kau orang bodoh!
Dengar, Masetto...
Mereka bilang keperawanan itu hanyalah sepotong roti,...
...dan burung pertama yang datang maka dialah yang memakannnya.
Apa maksudnya... / Kau seperti burung bodoh!
Kau hampir telanjang setiap waktu.
Cuacanya panas. Kau mau aku berpakaian seperti biarawati?
Siapa yang selalu kau pikirkan?
Cuma dirimu, setiap waktu.
Astaga, kau membuatku gila. / Dan aku selalu menunggumu.
Tn. Tommaso!
Rotinya sudah mengembang.
Haruskah aku menjemputmu sekitar jam 3?
Tidak, urusi saja orang lain!
Sungguh memalukan. / Kau bicara denganku?
Bersihkanlah bajumu. / Aku bersandar di karung terigu.
Aku tahu apa yang kau sandari! / Biar kubersihkan, nak.
Aduh! Kenapa kau memukulku?
Gadis kurang ajar!
Gadis yang baik...
Aku lebih suka kepalanya dihilangkan. Tubuhnya saja itu lebih ekspresif.
Karena itu akan terlihat lebih alami.
Benar, contoh yang sempurna.
"Ada seksualitas, maka aku ada".
Dan sisanya hanyalah gangguan.
Tidak, sebut saja itu ilusi, penipuan, kebohongan.
Bahkan itu lebih buruk. Kutukan!
Kerja, sukses, kemajuan, itu cuma omong kosong.
Cuma itulah...yang kupunya.
Untuk beberapa fotonya kurasa lebih tepat hitam putih.
Zaira memang diciptakan untuk hitam putih.
Aku takkan lupa saat pertama kali bertemu dengannya di Le Havre.
Saat itu aku menjadi koki di kapal Normandie,...
...dan dia penjaga penitipan jas di kelas utama.
Dia memakai seragam hitam.
Kerah warna putih,...
...stoking warna hitam,...
...kulitnya putih alami.
Ada yang aneh!
Kenapa?
Dia berhubungan dengan orang lain.
Dan dia meninggalkannya demi aku.
Dia mengorbankannya demi aku.
Kaupun berubah, mengorbankan perjalananmu, petualanganmu...
...dan menyimpang dari tujuanmu.
Semua kupasrahkan pada mitos hari ini.
Bahwa ledakan itu akan menghancurkan mereka semua.
Saat aku keluar dari sana, aku bisa tertawa sepuasnya.
Yang kubutuhkan cuma apa yang ada di atas piring dan tempat tidurku.
Itulah "Kesenangan hidup", Pepè.
Cà del Mosto, persahabatanmu... / Ya...
Bokongnya Zaira.
Dan senyumnya...
...Lola.
Kurasa dia bukan putrimu, André?
Itu bukan urusanmu.
Itu sepertinya berdosa, Bu.
Ini sudah diberkati. / Bersyukurlah kepada Tuhan.
Terpujilah, untuk selamanya, amin.
Selamanya, amin.
Aku punya sesuatu untukmu, nak.
Paus yang baik, Yohanes XXIII. Dia akan selalu melindungimu.
Lihat apa airnya sudah mendidih dan cicipilah garamnya.
Sedikit asin./ Bagi André, tak ada yang keasinan.
Aku tahu, dia suka yang asin.
Kalau begitu, cepatlah.
Cuci tanganmu, ambilkan nampan dengan dua piring dan gelas.
Sebotol anggur dan empat roti.
Ini, antarkan pada André. Dia ada di studio bersama Pepè.
Apa yang kau pikirkan, Zaira?
Putriku sudah dewasa.
Bersyukurlah kepada Tuhan. / Terima kasih, Bapa.
Ini, Bapa. Bagian bawahnya salami.
Bagian yang paling enak. / Oh, bagian bawahnya.
Terima kasih, nak. Tuhan memberkatimu.
Terima kasih.
Apa benar kau dan Maxim punya wanita simpanan?
Seorang penari terkenal.
Dia memang terkenal!
Tapi bukan karena tariannya.
Dia pernah tidur dengan 12 pria, dilayani satu per satu.
Dia menyukai ritual.
Tapi bukankah Maxim itu impoten?
Maxim cuma merangsangnya. Tapi aku yang meladeninya.
Seperti yang kubilang, dia menyukai ritu...
Oh, Lola!
Halo, manis. Senang bertemu denganmu.
Halo, Tn. Pepè.
Ibu menyiapkan makanan dan minuman untukmu.
Aroma rotinya harum. / Seperti aroma pembuat roti.
Oh ya, bagaimana kabar Tomasso?
Apa pedulimu? Bukan kau yang akan menikahinya.
Jika cara bercintanya sama seperti membuat roti...
...kau gadis yang beruntung.
Terima kasih.
Jika kutaruh nampannya di sini, apa menghalangi proyektor?
Taruh saja di situ.
Terima kasih.
Bukan nampan yang menghalangi pemandangan kami.
Jangan yang ini!
Ini tidak boleh.
Aku suka Bluebeard. Semua hal kecuali satu.
Dan yang itu? Di mana kau mendapatkannya?
Di salah satu kapalku. Atalante.
Apa masih berfungsi? / Kurasa begitu. Lihat saja.
Bantu aku.
Baiklah. Ayo, aku akan memegangimu.
Apa yang kau lakukan? Turunkan aku!
Baik, kau bisa pergi sekarang.
Ayo pergilah.
Bawa saja olehmu.
Ayo, kami mau bekerja.
Ya, pekerjaan yang sangat sulit.
Kau takkan pernah tahu, kau bisa melakukan kesalahan karena bokong!
Dia sangat menyenangkan. Dia seorang Charlotte Russe.
Bahkan lebih dari itu.
Bakat alami yang belum tersentuh.
Lola?
Bukan! Yang itu!
Apa?
Siapa dia?
Gadis desa bernama Carla.
Memiliki bokong yang indah.
Tapi dia hidup dengan ketakutan, disebabkan masalah moral tertentu.
Di mana kau menemukannya?
Dia sedang di studionya Michelle mencari gaun. Saat pemotretan.
Aku akan memotretnya sore ini. Telanjang bulat!
Mungkin sambil memakai topi!
Aku jamin fotonya cuma akan dipublikasikan di Perancis.
Lagipula takkan ada Editor Italia yang berani mengambil kesempatan ini.
André, kau mau datang juga?
Ya, tentu saja.
Itu semata-mata karena aku kasihan padanya.
Ah...dia akan merasa kecewa.
Yang kita inginkan darinya jauh lebih sedikit dari yang dia berikan!
Kau bisa menolongku kalau datang.
Anehnya, Michelle selalu cemburu bila aku sendiri dengan para model.
Ya, itulah wanita, selalu ingin membuatmu menjadi orang lain.
Itu sebabnya, mulai dari sekarang, harus kubuat menjadi jelas,...
...agar aku bisa teruskan...
...memberi kebebasan atas semua keinginanku.
Hebat, André! Tunjukkanlah pada semua orang siapa dirimu,...
...dan itu akan jadi pilihan mereka, apa mereka akan memilihmu atau tidak.
Terima kasih, kawan. Aku akan pergi denganmu.
Ini hari yang indah.
Aduh!
Bertunangan.
Aduh!
Tidak bertunangan.
Bagaimana kalau ada yang datang?
Mereka akan senang melihatnya.
Normandie adalah rumah kenikmatan terapung.
Pepè, persiapkanlah dia.
Aku selesai.
Keuntungan kita tergantung pada penawarannya.
Akulah yang pertama. Dan yang lain akan mengikuti.
Ada berapa orang?
12.
Terserah kau saja, sayang.
Kita bisa buat pabrik roti itu menjadi sesuatu yang hebat,...
...besar, modern, perusahaan yang menguntungkan.
Diam!
Di sana! Di sana!
Jangan berisik! Diam!
Pasukan! Pasukan dari Italia! Hei!
Aku tak melihat satupun pasukan. Cuma ada wanita telanjang.
Dia yang melihatnya,...
...pasukan dari Italia!
Dia orang gila.
Kami memanggilnya Giolo si pengintip. Semua orang mengenalnya.
Apa itu pengintip?
Orang yang senang memata-mataimu, seperti memata-matai pasukan itu.
Siapa pasukan Italia?
Mereka itu yang lemah syahwat! / Pasukan!
Dia terus saja mengintip.
Dia tak menyakiti siapapun, dia cuma mengintip.
Seperti kataku tadi, aku ingin membangun pabrik, yang modern,...
...yang memproduksi roti kering, roti sandwich dan mie telur...
...untuk di ekspor ke Jerman.
Dan menernak ayam penelur, yang menghasilkan telur untuk mie,...
...pemanas dan pembuat makanan otomatis.
Ada banyak hal yang bisa kita lakukan bersama, Lola.
Dan aku cuma punya satu hal!
Ayo kita pergi, ada orang gila. / Memang kenapa?
Dia takkan mengganggu siapapun. Bukannya dia cuma mengintip?
Aku menginginkanmu, Tommaso.
Kau memegang vaginaku? / Ya...aku memegangnya.
Tidurilah aku, Tommaso. Sekarang!
Cepatlah kau lakukan. Apalagi yang kau tunggu, Tommaso?
Yang kutunggu adalah pernikahan kita.
Lihat, "Dia" sudah tak sabar. Kasihan sekali, kau kejam.
Kau akan biarkan "Dia" menangis?
Pakai lagi celanamu / Tidak! Aku tidak mau.
Tidak sebelum kau melecehkanku.
Melecehkan? / Memperkosaku, mencumbuku!
Kau gila, sebentar lagi kita menikah dan kau akan merusaknya?
Jangan khawatir, itu takkan rusak.
Bagaimana kalau ternyata semua ini salah?
Kita harus mencobanya sebelum menikah.
Itulah bukti cintamu.
Kau ingin bukti cintaku? Rasa hormatku adalah buktinya.
Kau konyol sekali, Lola. Bicaramu omong kosong.
Minta maaflah, Lola.
Minta maaf? Kau pikir kita sedang di mana?
Aku tahu apa yang ada dalam pikiranmu itu.
Kau takut aku akan menghianatimu dan mempermainkanmu.
Mungkin kau pantas menerimanya.
Kau pikir keperawanan itu jaminan agar aku tak selingkuh? Kasihan!
Aku bisa saja selingkuh darimu sebelum atau sesudah kita menikah.
Brengsek! Pergilah, nikahi saja pabrikmu itu.
Kembalilah, Lola! Kau mau ke mana?
Mencari orang yang tak menyebalkan sepertimu!
Aku masih perawan!
Adakah yang mau melecehkanku?
Kembalilah!
Hei, kau, pengintip!
Ada apa?
Aku malah menakutinya.
Harusnya kau mendengarkanku.
Bodoh.
Kau memang bodoh!
Kau benar, aku memang bodoh.
Oh, perancang gaun! Aku punya janji jam 5!
Jangan khawatir, kita takkan terlambat.
Sonia, kemari. Di sini indah sekali.
Cepat nyalakan. Aku tak mau terlambat.
Aku harus mencoba gaunnya.
Apa gunanya kita ke sana kalau kita takkan menikah?
Kau boleh pergi sesukamu kalau aku menikahi orang lain!
Kenapa tiba-tiba begini?
Kalau kelamaan, kau akan mati sebelum kita sampai ke sana.
Sebaiknya kau turun dan ambilkan saputangan di sakuku.
Tak ada saputangan.
Tak ada apapun di sakumu.
Gunakan apa saja, bajumu, atau apapun.
Tunggu sebentar.
Jangan khawatir.
Cairan wanita adalah obat yang paling manjur.
Kau perhatian sekali padaku.
Apa yang ada di pikiranmu ini?
Dikarenakan ini hari Paskah, ini terakhir kalinya kulakukan hal ini.
Aku cuma mencari alasan.
Apa ini menjijikan?
Aku kagum dengan kekejamanmu, atas jarimu yang berbakat itu.
Burung sialan! Apa yang sudah kau makan?
Biar kuatasi.
Apa yang kau lakukan, bodoh?
Kau ingin aku memakainya seperti ini, kan?
Kita sudah terlambat, ayo!
Oh, hampir tepat waktu.
Hei, bisakah kita pergi bersama? / Apa kau gila?
Itu cuma menunjukkan gaun pengantin dan mendoakan perkawinannya lancar!
Hati-hati pada si perancang gaun itu!
Perancang gaun dari Perancis dan pelacur itu sama saja.
Mereka bisa jadi menyebalkan!
Dia bisa mempengaruhimu, Lola, ingatlah hal itu.
Diamlah!
Mana mungkin aku akan menyukai orang bodoh seperti itu?
Aku akan menunggu di Bar.
Kenapa tiba-tiba hujan?
Susah ditebak, seperti wanita.
Tunggu sebentar. Astaga!
Oh, ternyata kau. Aku baru ingin meneleponmu.
Tiba-tiba saja hujan, dan aku... / Ya, tak apa-apa. Ikutlah.
Hujan dengan petir.
Voilà./ Bagus sekali. Sangat berseni, Nyonya.
Ya, hampir selesai. Buka bajumu dan cobalah.
Baiklah.
Sepertinya aku tak bisa. / Kenapa?
Aku tak pakai celana dalam.
Apa? Celana dalammu hilang? / Ya, saat di perjalanan.
Keadaannya darurat. / Oh, aku mengerti.
Di usiamu, sudah biasa. Itu sering terjadi.
Tapi aku punya yang kau butuhkan. Jadi buka bajumu dan aku akan kembali.
Cepat!
Pepè sudah menunggumu. Pergilah.
Ayo cepat!
Ini dia. Ini dari Paris, dengan dihiasi renda.
Sangat elegan, sayang.
Terima kasih, Ny. Michelle. Akan kukembalikan besok.
Tak usah. Kau simpan saja. Ini hadiah untuk pernikahannmu.
Ini gaun yang cantik, sayang, tapi kau lebih cantik saat telanjang.
Aku tak bisa ke gereja cuma dengan memakai kerudung.
Sayang sekali. Padahal kau sempurna.
Banyak orang yang kukenal, sayang.
Yang akan rela membayar mahal untuk gadis sepertimu, sayang.
Apa kau masih perawan? / Ya, seperti orang bodoh.
Katamu mereka akan membayar mahal? / Akan sangat mahal.
Ada banyak gadis yang beruntung tanpa mereka menyadarinya.
Ada seorang pria yang kukenal...
...yang siap membayar mahal, berapapun harganya,...
...hanya untuk bisa ada di dekatmu dan mengagumimu.
Dengan rasa hormat.
Ah, tidak! Itu hal gila!
"Dengan rasa hormat"!
Tidak, Ny. Michelle, terima kasih. Tapi bercinta itu hal menyenangkan.
Dan jika itu tidak, maka aku tak mau melakukannya.
Oh, permisi sebentar.
Ny. Carla. / Selamat malam, Ny. Michelle?
Silahkan ke sana.
Gadis bodoh.
Oh, sayang. Kau seperti malaikat.
Oh ya, suamimu, Ny. Michelle, dia memotret apa?
Memotret hal berseni, sayang.
Tapi model Italia tak ada yang berkelas.
Beda dengan model Paris, karena modelnya cantik-cantik.
Lalu kenapa kalian tak tinggal di sana saja?
Ada banyak alasannya, sayang.
Karena perang politik, bioskop, dan perfilman.
Dulu aku penjual busana dan suamiku kameramen.
Tapi itu sudah lama sekali.
Voilà!
Sempurna.
Tidak, kau belum pakai kerudungnya.
Jangan bergerak. Ada banyak jarum. Nanti sakit.
Aku bersedia karena ini foto artistik, Tn. André.
Tentu saja, Ny. Carla. Artistik dan puitis.
Kakimu jangan disilangkan.
Sekarang, angkat gaunmu.
Bagus sekali. Mengarah ke depan. Pertahankan posisinya.
Kita baru bertemu. Aku tak ingin kau berpikir buruk tentangku.
Di sisi lain. Inilah kelebihanmu, Ny. Carla.
Oh, maaf. Aku ingin mencari kerudung...
Astaga.
Kau gunakan kerudung pengantin sebagai penyaring sinar?
Apa aku cantik?
Kau begitu mempesona.
Ini kerudungmu. Kau suka?
Aku tak tahu. Ini cuma kerudung.
Kenapa, sayang? Apa kau tak suka?
Tak apa-apa. Mungkin karena aku telah mengalami hari yang buruk.
Itu sering terjadi saat pertama kalinya kau mengenakan gaun pengantin.
Tapi kau akan terbiasa. Itu karena kau sedang murung.
Apa? Sedang mur...?
Dalam bahasa Perancis, bisa diartikan "Cafard".
Oh, aku tahu. Maksudnya "Galau".
André mengatakan itu pada Ibu saat dia sedang sedih.
Ya. Kau sedang sedih dan murung.
Tidak, aku tak sedih. Aku hanya...
Hanya gatal ingin ditiduri!
Oh, bagus, Lola! Pasti itu karena gatal.
Yang tentu saja tak ada hubungannya dengan pernikahan.
Kenapa lama sekali? / Aku butuh waktu memeriksanya.
Gaunnya hampir selesai, kan? / Ya.
Kau ingin minum sesuatu?
Anggur Marsala. / Itu cukup keras!
Memang kenapa? Aku sedang ingin Marsala.
Segelas Marsala!
Lihat, betapa bagusnya hadiah dari Ny. Michelle.
Tutupi! / Kenapa?
Mereka mengintipmu. / Memang kenapa?
Po, kau mengintip gadis itu! Kau akan membuat pria itu marah.
Apa yang kau khawatirkan? Ini bukannya di Palermo.
Kita ada di utara. Mereka baik dan takkan marah kalau kau mengintip kemaluannya.
Duduklah dengan benar atau mereka akan macam-macam.
Oh, Tommaso, kau membosankan!
Astaga! Aku bisa pingsan. Dia sudah gila!
Sekarang kesenangannya dimulai.
♪ Hey, mambo, mambo Italiano ♪
♪ Hey, mambo, mambo Italiano... ♪
Ayo, Lola, kita pergi dari sini!
Aku tak mau ke mana-mana. / Apa maksudmu?
Tidak. Lagipula, sedang hujan.
Dan aku juga ingin ke toilet.
Kalau kau butuh bantuan...
Kau lihat dia? / Rasakan olehmu!
Dia yang memulainya. / Lihat, dia mulai marah.
[Let's Twist Again]
♪ Now, you're looking good ♪
♪ I'm gonna sing my song, it won't take long ♪
♪ We gonna do the twist and it goes like this ♪
♪ Come on, let's twist again like we did last summer ♪
♪ Yeah, let's twist again like we did last year... ♪
Sudah cukup!
Apa kau sudah gila? / Ikutlah denganku.
Jaga sikapmu./ Lepaskan aku. Kau pikir siapa dirimu?
Sekarang, menarilah denganku.
Kita membuat orang utara cemburu! / Akan kuhajar kau!
Lepaskan dia!
Pegangi, kita beri dia pelajaran!
Di Pinball? Hei, jangan di mesin itu!
Aku tak harus menikahimu. Aku bebas melakukan apapun!
Ya, kuharap akupun begitu.
Hentikan!
Cukup.
Hei, Nona? Masuklah, akan kuberi tumpangan.
Aku akan ikut denganmu. Kemanapun itu.
Ayo, masuklah. Apa yang kau takutkan?
Aku ini pria baik-baik. Ayo, Nona, masuklah ke mobil.
Lola!
Masuklah, ayo!
Lola!
Sekarang! Sekarang!
Lola, kau mau ke mana?
Ada apa? Kau kehilangan barang?
Barang apa?
Pria yang berteriak itu seperti sedang sakit.
Namamu Lola, kan? / Lola...? Bukan.
Namaku Zaira.
Senang bertemu, Zaira.
Aku Lenzi Remo si pedagang pakaian bulu, pedagang pakaian bulu yang terbaik.
Nomor 1.
Maukah kau melihat-lihat?
Ayo, rasakanlah betapa tebalnya pakaian itu.
Kau punya tubuh yang indah, Zaira.
Kau pernah ingin menjadi model? Kau akan cantik dengan mantel bulu.
Bagimana kalau sambil mendengarkan musik?
Ya, tenanglah, sayang. Lalu kau bisa memberitahukan ke mana tujuanmu.
Mungkin kau ingin aku menutup jendelanya...
Tidak, jangan ditutup.
Aku butuh udara dan tetesan air hujan.
Apa yang kau takutkan?
Tak ada yang kutakutkan.
Setiap inci tubuhnya.
Jembut yang luar biasa!
Aku merasakan jembutmu, dan kau akan rasakan kepuasan.
Pertukaran yang adil.
Apa aku cantik? / Lebih dari cantik.
Kaulah kepuasan hidup.
Sungguh menakjubkan!
Sebuah mimpi dalam hitam dan putih.
Apa yang kau lakukan? Ada di mana aku?
Kau bersamaku, tenang saja. / Lepaskan, aku mau keluar.
Oh, ayolah. Kau masuk ke mobilku tanpa memakai celana dalam,...
...dan kau ingin merubahku menjadi orang bodoh?
Aku tak perlu merubahmu, kau memang sudah bodoh!
Wanita berani menghinaku? Akan kuberi pelajaran yang takkan kau lupakan.
Kemari, Nn. Tanpa Celana Dalam! / Singkirkan tanganmu...
Dasar jalang! Apa kau sudah gila?
Kau memamerkan bokongmu, maka kau harus sedikit modern.
Zaira, kau tahu siapa dirimu? Zaira, apa kau tahu?
Jalang! Pelacur! Itulah dirimu!
Kau pikir kau mau pergi ke mana? Mau ke mana...?
Aduh, tepat dibagian sensitif, tepat di biji peler!
Akan kutangkap kau! / Oh, ya? Maka keluarlah!
Aku menantangmu! / Itu tak adil, itu tak adil!
Masuklah! Masuklah!
Ada Masetto. / Jangan biarkan dia menunggu.
Masuklah, sayang.
Buku yang bagus.
Akhirnya ada seseorang yang mengatakan dengan jelas...
...bahwa mereka tak harus menutup rumah bordilnya.
Karena sebagai akibatnya, sekarang kaum wanita bisa ditiduri dengan gratis.
Senator jalang itu, ini semua gara-gara dia.
Mungkin dia tak melakukan apapun. / Aku bukan mencari senator.
Aku kemari mencarimu.
Hei, lihatlah dirimu. Kau terlihat berantakan!
Habis berkelahi, ya? Kau bisa ceritakan padaku.
Dengar, aku kemari ingin bercinta bukannya untuk bertengkar.
Tapi sebelum kau mulai, Tootsie, keringkanlah badanmu, oke?
Sekarang tenanglah. Aku di sini denganmu.
Anak baik. Sekarang keringkan rambutmu.
Kuharap uangmu tak ikut basah.
Sini, biar aku saja.
Lalu, kenapa dengan jarimu?
Kau butuh perban baru, yang ini sudah hampir lepas.
Lihat 'kan? Biar kuperban dulu.
Apa yang kau lakukan? Menggunakan ini sebagai perban?
Oh, sayangku!
Dia pasti sangat mencintaimu, sampai merelakan celana dalamnya jadi perban.
Katakan, apa yang kalian ributkan? Karena kecemburuanmu lagi?
Itu bukan urusanmu. Aku kemari ingin bercinta.
Sekarang kau frustrasi dan aku harus jadi melampiasanmu.
Dengan ditutupnya rumah-rumah bordil, sekarang orang mencarinya di jalanan.
Tak ada lagi tempat untuk bercinta.
Di tempat sarana olahraga, kami punya kesempatan untuk bergaul dengan klien.
Itu adalah masalah prinsip. Tapi bagiku itu...
Pertanyaan prinsip untuk bercinta? Masetto-ku yang malang!
Ini pakailah.
Kau selalu saja bersemangat, Masetto.
Jadi, kau mau aku bagaimana?
Ya, sayang. Lakukanlah apa yang kau mau.
Dan jangan pikirkan dia yang sudah membuatmu marah.
Ayo setubuhi aku. Tunggangi aku. Ciumlah aku kalau kau mau.
Ya, aku sudah siap. Kau membuat wanita jadi gila.
Harus beginilah caranya kau meniduri wanita bodohmu itu.
Diam, jangan bicara.
Maaf, aku takkan bicara lagi. Mari kira nikmati saja.
Akulah wanita bodoh, bukan dia. Cuma aku, cuma aku!
Lola!
Katakanlah, Wilma.
Kenapa Lola begitu pendendam?
Oh, anak manis.
Harusnya kau tahu kalau cinta itu artinya dendam.
Apa yang terjadi padamu?
Oh, aku kehujanan.
Kenapa kau bangun pagi sekali?
Aku sedang siap-siap pergi berburu.
Pepè sebentar lagi ke sini.
Dan Ibu? / Di atas. Sedang tidur.
Ini...keringkan badanmu.
Kau bisa mati kedinginan. Ini.
Harus dilepaskan dulu, bajunya basah semua.
Astaga...
Maka gantunglah di depanku kalau itu mengganggumu.
Kenapa?
Bukannya kau ini Ayahku?
Sudah kulepas semua. Kau bisa mengeringkanku.
Adakah yang belum kulepaskan?
Cuma itu yang kupakai.
Sebenarnya ada apa?
Kau bertengkar dengan Tommaso?
Aku sudah putus dengannya.
Katakan. Ada apa?
Seperti biasanya. Dia kebalikan dari dirimu.
Dengannya, tak ada bercanda, tak ada main-main, tak ada mimpi.
Tommaso selalu melarangku seperti biasa.
Dia selalu membuat ulah. Selalu cemburu pada siapapun.
Bahkan pada ayahku.
Mungkin dia benar. Karena kau tak bisa menahan "Kesenangan hidup".
Bisa saja dia salah? / Apa kau mencintainya?
Aku tak tahu.
Karena ada dua orang Lola.
Yang satu inginkan Masetto.
Dan yang satunya lagi...
Keringkanlah badanmu.
Ini, minumlah. Ini akan membuatmu baikan.
Minuman apa itu?
Ambilkan baju yang kering. Coba carilah di kamarku.
Bahkan tanpa bilang "Tolong".
Kenapa bukan kau saja yang mengambilnya?
Karena kalau aku yang ambil...
...siapa yang tahu, apa aku akan kembali lagi?
Kau sedang lihat apa? / Bulannya...sangat putih.
Aku juga sedang melihatnya.
Itu sangat luar biasa.
Seperti pose dalam fotografi? / Oh, yang ini lebih indah.
Pakai bajumu. / Tidak, kau yang pakaikan!
Kemarilah! Cepat. Pakailah ini.
Bagaimana kau bisa menemukannya? / Aku cuma mengikuti insting.
Sepertinya kau sering masuk ke kamarku saat aku tidak ada.
Dan kau? Kau sering masuk ke sini bahkan saat aku sedang ada.
Kau akan menikahi Tommaso, kan? / Tidak, sudah tidak lagi.
Kalau begitu kau akan terus membuatnya cemburu.
Aku takkan menikahinya? Kau mau taruhan?
Oh, baiklah! Taruhan apa?
Aku.
Jangan bercanda, sayang. / Tidak, aku serius.
Meski aku sudah janji pada Tommaso, tapi ini gara-gara kau yang menggodaku.
Jangan bicara konyol.
Aku ini Ayahmu.
Kau Ayahku?
Atau bukan Ayahku?
André! Lola!
Dasar anak jalang! / Tenanglah, tenanglah...
Pelacur! / Tenanglah, tak ada yang terjadi.
Gadis murahan! / Lihat siapa yang bicara.
Aku sudah lihat foto rumah bordilmu! Selamat!
Aku bisa terima kalau orang lain, tapi jangan anakku!
Dasar cabul! Kau mau jadikan dia pacarmu!
Akuilah! Aku ingin tahu... / Apa yang ingin kau tahu, bodoh?
Dia ke sini saat basah kuyup lalu aku bantu mengeringkannya.
Itu saja. Itu saja!
Aku mau tahu semuanya darimu.
Semuanya apa? / Dan inilah saatnya.
Aku mau tahu yang sebenarnya.
Apa Lola itu putriku?
Kau baru memikirkannya, ya?
Dia bisa menjadi putrimu, tapi kau lebih suka kalau dia cuma putriku!
Dan aku coba merahasiakannya, membiarkanmu hidup dalam keraguan,..
...keraguan yang akan melidungi Lola saat menyelamatkan cinta kita.
Tapi takkan ada yang bisa menghentikanmu!
Karena libidomu itu berlebihan dan bukannya bisa menahan diri,...
...itu membuatmu bergairah, bajingan!
Ayahnya Lola adalah Jean. Ayo, tampar aku lagi.
Jean, temanmu yang mekanik di kapal Normandie itu.
Dia yang memperkenalkan kita, dulu dia pacarku.
Dan kau sudah tahu itu sejak lama.
Lola sudah ada di rahimku sebelum kita bertemu.
Dan itu cuma hadiah perpisahan. Bagus 'kan? Bajingan.
Dan sekarang kau tahu kalau Lola bukan anakmu, kau merayunya!
Itu tak benar, tidak, tidak!
Aku takkan pernah bisa mencintai wanita lain selain dirimu.
Tidak, kau bajingan! / Tidak, tidak, tidak...
Bajingan! Bajingan! / Tidak, tidak, tidak...
Tak bisakah kau merasakanku?
Rasakanlah betapa aku mencintaimu.
Aku merasakan kau mencintainya. / Tidak, tidak!
Kau tahu itu tak benar.
Tidak, cintaku ini untukmu.
Tak pernah ada wanita yang membuatku bergairah selain dirimu.
Kau tahu itu cuma dirimu.
Aku takkan pernah bisa mencintai wanita lain selain dirimu.
Gigitlah aku. Ya.
Gigitlah aku!
Bisakah kau diam, bodoh?
Ada apa, kau tak suka lagunya?
Tidak! Begitu juga kau!
Kenapa kau melihatku? / Panggangannya belum matang?
Jelas belum kalau aku menutup ovennya, bodoh!
Aneh. Karena kalau menurut jam, seharusnya sudah matang.
Oh ya? Sekarang kau mau mengajariku cara membuat roti?
Dengar, kalau kau tak mampu meniduri Lola, jangan salahkan aku.
Dengar, bodoh! Jangan bawa-bawa nama Lola atau kau akan mati, paham?
Ya, sangat paham. Jangan sebut namanya.
Paham apanya? Brengsek!
Rotinya! Rotinya gosong!
Cepat, cepat, cepat!
Bodoh! Lihatlah perbuatanmu.
Masetto!
Apa ada lagi? / Roti yang masih segar.
Maaf, tapi roti buatan tangan akan cukup lama membuatnya, Nyonya.
Benarkah? Kenapa begitu? / Ah, ini gara-gara ovennya.
Dan gara-gara pikiran pembuat roti itu yang jauh dari pekerjaan mereka.
Ayolah, kau sungguh tak adil. Mereka akan segera menikah.
Sayangnya. Gadis pembawa penyakit itu yang tak bisa disembuhkan.
Anakmu yang akan menikahi penyakit itu, bukan kau. Dan mungkin tubuhnya kebal.
Sebaiknya kau berdoa agar gadis itu tak menuruni sifat dari Tn. André.
Kau menjelekkan calon menantu kita. / Menantu? Si brengsek itu?
Jika aku sampai tahu kalau Lola Putri sah-nya Tn. André,...
...kau akan yakin kalau dia takkan menikahi Masetto!
Selamat pagi!
Apa kabarmu, Loa? Seperti biasa? / Kali ini bukan roti, cuma Masetto.
Diamlah di situ, kau dengar? / Dia sedang ada banyak pekerjaan.
Janganlah mengganggunya, sayang.
Apa kebetulan, mereka menggosongkan rotinya?
Coba lihat saja dia.
Hai! Kau menggosongkan rotinya, ya?
Jangan tak tahu malu. Lihatlah cara dia muncul.
Sejauh yang terjadi, kau seperti kue kering.
Setiap waktu kau selalu cemburu. Saat kau di bar dengan tentara itu...
...lalu menyuruhku masuk ke mobil bersama pria yang brengsek itu.
Aku menyuruhmu masuk ke mobil?
Itu terjadi gara-gara kecemburuanmu yang tak jelas.
Mau tahu apa yang terjadi di sana? / Katakan!
Tomasetto yang malang! / Jangan bertele-tele! Katakan!
Katakan!
Aku dipaksa melakukan "Itu".
Satu kata darimu dan kau akan mati! Urus saja ovennya!
Rasakan olehmu!
Omong kosong apa ini? Kalau itu benar, akan kubunuh kau, dasar jalang!
Katakan! Ayo katakan!
Apa maksudnya itu?
Dia menuju lorong sempit setelah aku masuk ke mobilnya.
Akhirnya dia memutar ke taman dan aku cuma duduk seperti orang bodoh.
Lalu tiba-tiba dia melihatku tak memakai celana dalam.
Kulakukan apapun untuk kabur, tapi dia...
...menindihku dan mengikat kaki dan tanganku.
Lalu aku memanggilmu, terus memanggilmu.
Bagaimana aku bisa memanggilmu, Masetto, kau takkan pernah tahu.
Aku bersumpah.
Lalu?
Lalu kubilang, "Jangan lakukan! Tolong jangan! Aku masih perawan!"
Tapi dia terus memaksaku dengan semua kekuatannya...
...untuk melepaskan nafsunya.
Apanya? Cepat katakan. Apa yang dia lakukan?
Dia mengeluarkan penisnya dan coba memperkosaku! Mengerti, bodoh?
Dia sudah menyentuh vaginaku. Keperawananku, dan itu salahmu!
Itu semua omong kosong, Kau cuma mengada-ada.
Itu sudah terjadi, dan kalau kau tak percaya, lihatlah sendiri!
Melihat apa? Apa yang harus kulihat, dasar jalang?
Dasar jalang!
Pelacur!
Pelacur! Pelacur!
Jalang! / Ya, pelacur!
Pelacur! Pelacur sange!
Perkosalah aku, ayo perkosa.
Kau bohong padaku, kau bohong!
Kenapa kau bohong?
Kau pembohong!
Katakan kenapa kau mengada-ada dengan semua omong kosong itu?
Agar kau bisa mengambil inisiatif.
Beri aku handuk atau apapun, aku berantakan sekali.
Ini, ambillah, kain ini bersih.
Kami gunakan itu untuk menutupi adonan agar lebih mengembang.
Cuma ini yang kubutuhkan, terutama sekarang.
Tiba-tiba aku merasa hamil. / Itu tak masalah.
Kita harus beritahu perancangnya agar segera menyelesaikan gaun kita.
Aku mencintaimu, mencintaimu.
Hei, brengsek! Sedang apa ayam itu di sini?
Hal-hal buruk di perkabungan.
Semua gadis cantik harap berkumpul, tapi ada satu gadis yang memimpin!
Siapa lagi kalau bukan Lola?
Sudah lelah, pembuat roti? Biarkan aku membawanya malam ini!
Berikan juga padaku. Berikan juga padaku!
Ambillah.
Tugasku sebagai istri agar mengutamakan tawaran suamiku.
Mari bersulang untuk malam pertama kita, Tuan-tuan.
Aduh, aku kenyang sekali. Jaga sikapmu! Jangan, jangan!
Tangkap ini, Bos!
Cium pengantinnya!
Cium pengantinnya!
Cium pengantinnya!
Cium pengantinnya!
Cium pengantinnya!
Kau menangis sejak kita meninggalkan Gereja. Mari kita bersenang-senang.
Aku mau melakukan sesuatu, itu takkan lama.
Mau pipis? / Dan...
Apa maksudmu, "Dan"? Kau mulai lagi?
Kau jangan bertanya. Tunggu, nanti kuberitahu.
Aku tak pernah lihat pernikahan yang seperti ini di daerah ini.
Dan kau tak bisa berbuat banyak setelah dia menjadi putrimu.
Ya, kurasa ini semua jadi luar biasa, sayang.
Tapi sebaiknya aku pergi untuk memeriksa kue pengantinnya.
Aku permisi dulu.
Oh ya, Zaira, ayo berfoto saat kau mencium pengantin prianya.
Mereka bilang cuma ada tiga hal di dunia yang tak meninggalkan jejak.
Camar yang terbang di udara, ikan di lautan...
Dan penis di dalam vagina!
Ya, itu baru Wilma-ku!
Kami bersyukur kepada Tuhan untuk kaum wanita, kami pikir itu baik.
Dan aku, seorang pendeta, saat aku menyentuh yang ini,...
...dan aku merasakannya di sini!
Dan besok kita semua akan menyesal.
Astaga. Berhentilah mengeluh, Agnes,
Makanlah makanan yang enak ini, dan malam ini akan kupuaskan dirimu!
Aku...
Aku punya hadiah untukmu. / Aku juga punya.
Tapi kau jangan beritahu siapapun.
Ini akan jadi rahasia kecil kita.
Seperti yang ku inginkan.
Aku nyatakan kau...
...sebagai anggota...
...dari clubku.
Oh, André. Ini menakjubkan.
Baiklah... Sekarang, apa hadiahku?
Seperti yang kau tahu, kau benar. Aku menikah dengan Tommaso,...
...jadi aku kalah taruhan.
Kau menang, André.
Dan aku harus membayarnya.
Hentikan, hentikan!
Kau membuat kesalahan.
Aku mau memberi kenang-kenagan agar kau selalu mengingatku.
Kau memang selalu benar. Kau menang.
Lola, aku...
Aku tak pernah bertemu orang sepertimu.
Akupun merasakan hal sama.
Aku pria yang sangat beruntung.
Kau tak tahu kalau siapapun memberiku kesenangan...
...maka dia pasti beruntung?
Pengantin? / Di mana pengantinnya?
Kami inginkan pengantinnya!
Kau baik-baik saja?
Kalian sudah siap?
Cium pengantinnya!
Cium pengantinnya!
Ayo kita menari!
Menurutmu ini akan bertahan atau mereka akan berselingkuh?
Siapa yang akan berselingkuh? / Keduanya.
Mereka saling mencintai, itulah yang terpenting.
Apa hubungannya kesetiaan dengan cinta?/ Segalanya.
Tidak, tidak.
Itu tak ada hubungannya. / Ada hubungannya.
Tidak!
Lihatlah betapa bagusnya hadiah dari André.
Apa kau pakai hadiah dari perancang gaun itu?
Aku tak pakai celana dalam. / Apa maksudmu?
Aku melepaskan celana dalam dan kerudungku saat pergi ke atas.
Benda itu membuatku gatal.
Jangan macam-macam, Lola.
Selama kau tak banyak tanya, aku takkan macam-macam.
Jangan bilang kau masih cemburuan, sekarang kita sudah menikah.
Sekarang pernikahan ini di atas segalanya!
Kau merasa bersalah atas perbuatanmu?
Aku tak yakin. Ini pertama kalinya aku menikah.
Maksudmu kau berniat ingin selingkuh?
Aku tak yakin. Ini pertama kalinya aku menikah!
ariefas27 IDFL™ ExePro & Galank87 IDFL™ SubsCrew
http://IDFL.me
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.