All language subtitles for arsitektur

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu
Would you like to inspect the original subtitles? These are the user uploaded subtitles that are being translated: BAB I PERSYARATAN TEKNIS UMUM 1.1 URAIAN UMUM A. Pekerjaan a. Pekerjaan ini adalah meliputi pekerjaan pembangunan gedung laboratorium penyakit infeksi dengan tingkat keamanan tinggi ( high containment infectious laboratory) di KST Soekarno Cibinong istilah โ€œpekerjaanโ€ mencakup penyediaan semua tenaga kerja (tenaga ahli, tukang, buruh dan lainnya), bahan material dan peralatan/perlengkapan yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan termaksud. b. Pekerjaan harus diselesaikan seperti yang dimaksud dalam rks, gambar- gambar rencana, berita acara rapat penjelasan pekerjaan serta addenda yang disampaikan selama pelaksanaan. c. Termasuk dalam lingkup pekerjaan adalah pekerjaan persiapan ,pekerjaan air kerja, listrik kerja, gudang dan seluruh perizinan, untuk itu kontraktor pelaksana dalam penawaran biaya totalnya sudah harus memperhitungkan pekerjaan tersebut. d. Metode pembayaran mengacu pada gabungan kontrak harga satuan untuk arsitektur, struktur, elektrikal & elektronik, plumbing dengan harga yang dapat berubah sesuai volume aktual dan dapat dilakukan penyesuaian harga, pembayaran dilakukan berdasarkan volume aktual dan dapat dilakukan pengukuran ulang apabila terjadi perbedaan volume dan lingkup pekerjaan dan kontrak lump sum untuk pekerjaan mechanical / sistem tata udara dan pekerjaan Building Management System (BMS) yaitu kontrak pengadaan barang/jasa dengan harga yang sudah pasti dan tetap untuk keseluruhan pekerjaan dalam jangka waktu tertentu, berdasarkan jumlah harga pasti dan tetap tidak dimungkinkan adanya penyesuaian harga, semua risiko atas pelaksanaan pekerjaan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penyedia, pembayaran dilakukan berdasarkan tahapan/progress sesuai ketentuan kontrak, bukan berdasarkan volume aktual, dan tidak dilakukan pengukuran ulang, meskipun terjadi perbedaan volume pekerjaan selama lingkup pekerjaan tidak berubah. B. Dokumen kontrak a. Dokumen kontrak yang harus dipatuhi oleh kontraktor terdiri atas : โ€ข Surat perjanjian pekerjaan โ€ข Surat penawaran harga dan perincian penawaran โ€ข Gambar-gambar kerja/pelaksanaan โ€ข Rencana kerja dan syarat-syarat โ€ข Addenda yang disampaikan oleh pengawas lapangan/mk selama masa pelaksanaan b. Kontraktor wajib untuk meneliti gambar-gambar, RKS dan dokumen kontrak lainnya yang berhubungan. Apabila terdapat perbedaan/ketidak-sesuaian antara RKS dan gambar-gambar pelaksanaan, atau antara gambar satu dengan lainnya, kontraktor wajib untuk memberitahukan/melaporkannya kepada pengawas lapangan dari pemberi kerja. Persyaratan teknik pada gambar dan RKS yang harus diikuti adalah : 1. Bila terdapat perbedaan antara gambar rencana dengan gambar detail, maka gambar detail yang diikuti. 2. Bila skala gambar tidak sesuai dengan angka ukuran, maka ukuran dengan angka yang diikuti, kecuali bila terjadi kesalahan penulisan angka tersebut yang jelas akan menyebabkan ketidaksempurnaan/ketidaksesuaian konstruksi, harus mendapatkan keputusan konsultan pengawas/mk lebih dahulu. 3. Bila terdapat perbedaan antara rks dan gambar, maka rks yang diikuti kecuali bila hal tersebut terjadi karena kesalahan penulisan, yang jelass mengakibatkan kerusakan/kelemahan konstruksi, harus mendapatkan keputusan konsultan pengawas. 4. RKS dan gambar saling melengkapi bila di dalam gambar menyebutkan lengkap sedang RKS tidak, maka gambar yang harus diikuti demikian juga sebaliknya. 5. Yang dimaksud dengan RKS dan gambar di atas adalah RKS dan gambar setelah mendapatkan perubahan/penyempurnaan di dalam berita acara penjelasan pekerjaan. c. Bila akibat kekurang telitian kontraktor pelaksana dalam melakukan pelaksanaan pekerjaan, terjadi ketidaksempurnaan konstruksi atau kegagalan struktur bangunan, maka kontraktor pelaksana harus melaksanakan pembongkaran terhadap konstruksi yang sudah dilaksanakan tersebut dan memperbaiki/melaksanakannya kembali setelah memperoleh keputusan konsultan pengawas tanpa ganti rugi apapun dari pihak-pihak lain. 1.2 LINGKUP PEKERJAAN A. Keterangan umum a. Pekerjaan pembangunan gedung laboratorium penyakit infeksi dengan tingkat keamanan tinggi ( high containment infectious laboratory) di KST Soekarno Cibinong tersebut secara umum meliputi pekerjaan standar maupun non standar. b. Secara teknis, pekerjaan ini mencakup keseluruhan proses pembangunan dari persiapan sampai dengan pembersihan/pemberesan halaman, dan dilanjutkan dengan masa pemeliharaan seperti yang ditentukan, mencakup : โ— Pekerjaan persiapan โ— Pekerjaan arsitektur & interior area publik โ— Pekerjaan mekanikal, elektrikal, plumbing โ— Pekerjaan pengadaan furniture khusus laboratorium โ— Pekerjaan lain yang jelas โ€“ jelas terkait dengan penyelesaian pekerjaan tersebut diatas d. Syarat-syarat Pengiriman dan Penyimpanan Bahan : โ€ข Bahan harus didatangkan ke tempat pekerjaan dalam keadaan baik dan tidak bercacat. Masih di dalam kotak / kemasan aslinya yang masih tersegel dan berlabel pabriknya. โ€ข Bahan harus disimpan di tempat yang terlindungi, tertutup, tidak lembab, kering dan bersih, sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan pabrik. โ€ข Tempat penyimpanan harus cukup, bahan ditempatkan dan dilindungi sesuai dengan jenisnya. โ€ข Kontraktor bertanggung jawab atas kerusakan selama pengiriman dan penyimpanan. Bila ada kerusakan, kontraktor harus mengganti atas beban kontraktor. e. Lain - lain Syarat-syarat umum yang dijelaskan di atas harus dianggap sebagai satu kesatuan dengan penyerahan umum (general condition) atau RKS (Rencana Kerja dan Syarat-syarat) yang disiapkan oleh Q/S. B. Sarana dan cara kerja a. Kontraktor wajib memeriksa kebenaran dari kondisi pekerjaan meninjau tempat pekerjaan, melakukan pengukuran-pengukuran dan mempertimbangkan seluruh lingkup pekerjaan yang dibutuhkan untuk penyelesaian dan kelengkapan dari proyek. b. Kontraktor harus menyediakan tenaga kerja serta tenaga ahli yang cakap dan memadai dengan jenis pekerjaan yang dilaksanakan, serta tidak akan mempekerjakan orang-orang yang tidak tepat atau tidak terampil untuk jenis-jenis pekerjaan yang ditugaskan kepadanya. Kontraktor harus selalu menjaga disiplin dan aturan yang baik diantara pekerja/karyawannya c. Kontraktor instalasi ini harus menempatkan seorang penanggung jawab pelaksanaan yang ahli dan berpengalaman yang harus selalu berada dilapangan, yang bertindak sebagai wakil dari kontraktor dan mempunyai kemampuan untuk memberikan keputusan teknis dan yang bertanggung jawab penuh dalam menerima segala instruksi yang akan diberikan oleh pihak pemberi tugas/konsultan perencana. d. Kontraktor harus menyediakan alat-alat kerja dan perlengkapan seperti waterpas, alat-alat pengangkut dan peralatan lain yang diperlukan untuk pekerjaan ini. Peralatan dan perlengkapan itu harus dalam kondisi baik. Kontraktor wajib mengawasi dan mengatur pekerjaan dengan perhatian penuh dan menggunakan kemampuan terbaiknya. Kontraktor bertanggung jawab penuh atas seluruh cara pelaksanaan, metode, teknik, urut-urutan dan prosedur, serta pengaturan semua bagian pekerjaan yang tercantum dalam kontrak. e. Shop drawing (gambar kerja) harus dibuat oleh kontraktor sebelum suatu komponen konstruksi dilaksanakan. f. Kontraktor atau sub-sub kontraktor diwajibkan untuk membuat gambar-gambar โ€œAs Built Drawingโ€ untuk Arsitektur, Struktur dan M/E sesuai dengan pekerjaan yang telah dilakukan di lapangan sesuai kenyataannya, untuk kebutuhan pemeriksaan dan maintenance di kemudian hari. Gambar-gambar tersebut diserahkan kepada Pemilik setelah disetujui oleh Direksi Lapangan / Konsultan (dibuat rangkap 6), 1 (satu) asli / sepia, 4 (empat) blue print dan 1 (satu) soft copy file, diserahkan sebelum serah terima pertama. g. Kontraktor Utama diwajibkan membuat petunjuk-petunjuk (manual) untuk peralatan yang digunakan di dalam proyek ini sebanyak 5 (lima) set dan para spesialis kontraktor harus bersedia mengadakan kontrak maintenance dengan Pemberi Tugas, bila hal ini dikehendaki. h. Kontraktor diwajibkan membuat Schedule Pengajuan Shop Drawing dan gambarยฌgambar โ€œShop Drawingโ€ tersebut sudah terkoordinasi dengan pekerjaan terkait lainnya dalam bentuk gambar komposit, untuk setiap jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan dan terlebih dahulu mendapat persetujuan dari Direksi Lapangan / Konsultan. dibuat rangkap 5 (lima). Gambar-gambar tersebut harus diserahkan minimum 30 hari sebelum pekerjaan tersebut akan dilaksanakan. i. Shop drawing harus sudah mendapatkan persetujuan konsultan perencana sebelum elemen konstruksi yang bersangkutan dilaksanakan. j. Sebelum penyerahan pekerjaan kesatu, kontraktor pelaksana sudah harus menyelesaikan gambar sesuai pelaksanaan yang terdiri atas : โ— Gambar rancangan pelaksanaan yang tidak mengalami perubahan dalam pelaksanaannya. โ— Shop drawing sebagai penjelasan detail maupun yang berupa gambar- gambar perubahan. k. Penyelesaian yang dimaksud pada ayat g harus diartikan telah memperoleh persetujuan pengawas/mk setelah dilakukan pemeriksaan secara teliti. l. Gambar sesuai pelaksanaan dan buku penggunaan dan pemeliharaan bangunan merupakan bagian pekerjaan yang harus diserahkan pada saat penyerahan kesatu, kekurangan dalam hal ini berakibat penyerahan pekerjaan kesatu tidak dapat dilakukan. m. Pembenahan/perbaikan kembali yang harus dilaksanakan kontraktor, bila : โ— Komponen-komponen pekerjaan pokok/konstruksi yang pada masa pemeliharaan mengalami kerusakan atau dijumpai kekurangsempurnaan pelaksanaan. โ— Komponen-komponen konstruksi lainnya atau keadaan lingkungan diluar pekerjaan pokoknya yang mengalami kerusakan akibat pelaksanaan konstruksi (misalnya jalan, halaman, dan lain sebagainya). n. Pembenahan lapangan yang berupa pembersihan lokasi dari bahan-bahan sisa-sisa pelaksanaan sebelum masa kontrak berakhir, kecuali akan dipergunakan kembali pada tahap selanjutnya. C. Alat dan perlengkapan pekerjaan dan tenaga lapangan a. Kontraktor, sub-sub Kontraktor dan bagian-bagian lainnya yang mengerjakan pekerjaan pelaksanaan di dalam proyek ini, harus menyediakan alat-alat dan perlengkapan pekerjaan sesuai dengan bidangnya masing-masing. b. Disamping itu harus menyediakan juga : c. Buku-buku laporan (harian, mingguan, dan bulanan) d. Rencana kerja dan menempatkan tenaga-tenaga lapangan yang bertanggung jawab penuh untuk memutuskan segala sesuatu di lapangan dan bertindak atas nama Kontraktor dan sub-kontraktor yang bersangkutan, serta berpengalaman e. Perlengkapan pengaman / keselamatan kerja sesuai peraturan K3 Depnaker R.I. D. Barang Contoh (Sample) a. Kontraktor dan sub-Kontraktor diwajibkan menyerahkan barang-barang contoh (sample) dari material yang akan dipakai / dipasang, untuk mendapat persetujuan dari Direksi Lapangan / Konsultan. b. Barang-barang contoh (sample) tertentu harus dilampiri dengan tanda bukti sertifikat pengujian dan spesifikasi teknis dari barang-barang/material-material tersebut. c. Untuk barang-barang dan material yang akan didatangkan ke site, maka Kontraktor dan subKontraktor diwajibkan menyerahkan : d. Brochure : 3 set e. Katalogue : 3 set f. Gambar kerja atau shop drawing g. Mockup, model terpasang, terskala / ukuran penuh 1 set dan sample sebanyak 3 set serta yang dianggap perlu oleh Direksi/Konsultan dan harus mendapat persetujuan Direksi / Konsultan. E. Pengujian Atas Mutu Pekerjaan a. Kontraktor dan sub-Kontraktor diwajibkan mengadakan pengujian atas mutu bahan dan mutu pekerjaan yang telah diselesaikan sesuai dengan kebutuhannya masing-masing, misalnya : b. Pengujian mutu beton c. Pengujian kabel-kabel listrik (merger) d. Pengujian tekanan untuk pipa-pipa (plumbing) e. Pengujian kebocoran f. Pengujian bekerjanya mesin-mesin dan peralatan-peralatan lainnya. g. Semua biaya-biaya untuk kebutuhan tersebut di atas, ditanggung oleh Kontraktor dan sub-kontraktor yang bersangkutan. F. MATERIAL DELIVERY SCHEDULE Kontraktor atau Sub-Kontraktor diwajibkan membuat material delivery schedule untuk setiap jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan dengan terlebih dahulu mendapat persetujuan dari Direksi / Konsultan dibuat rangkap 5 (lima). Material delivery schedule harus diserahkan minimum 30 hari sebelum pekerjaan tersebut akan dilaksanakan. G. Izin pelaksanaan pekerjaan Izin pelaksanaan pekerjaan minimal 2 hari sebelum pelaksanaan pekerjaan dengan lampiran gambar shop drawing / dokumen yang telah disetujui Manajemen Konstruksi (rangkap 2). H. Penyediaan metode pelaksanaan pekerjaan Perlu adanya usulan metode pelaksanaan sebelum pekerjaan dimulai oleh Kontraktor. Oleh sebab itu maka presentasi pelaksanaan pekerjaan harus dilakukan untuk mendukung metode tersebut. 1.3 PEMBUATAN RENCANA JADWAL PELAKSANAAN A. Kontraktor pelaksana berkewajiban menyusun dan membuat jadwal pelaksanaan dalam bentuk barchart yang dilengkapi dengan grafik prestasi yang direncanakan berdasarkan butir-butir komponen pekerjaan sesuai dengan penawaran. B. Pembuatan rencana jadwal pelaksanaan ini harus diselesaikan oleh kontraktor pelaksana selambat-lambatnya 10 hari setelah dimulainya pelaksanaan di lapangan pekerjaan. Penyelesaian yang dimaksud ini sudah harus dalam arti telah mendapatkan persetujuan pengawas lapangan/ mk. C. Bila selama 10 hari setelah pelaksanaan pekerjaan dimulai, kontraktor pelaksana belum menyelesaikan pembuatan jadwal pelaksanaan, maka kontraktor pelaksana harus dapat menyajikan jadwal pelaksanaan sementara minimal untuk 2 minggu pertama dan 2 minggu kedua dari pelaksanaan pekerjaan. D. Selama waktu sebelum rencana jadwal pelaksanaan disusun, kontraktor pelaksana harus melaksanakan pekerjaannya dengan berpedoman pada rencana pelaksanaan mingguan yang harus dibuat pada saat dimulai pelaksanaan. Jadwal pelaksanaan 2 mingguan ini harus disetujui oleh konsultan pengawas. 1.4 LAPORAN-LAPORAN A. Laporan harian & mingguan Pemborong wajib membuat laporan harian, mingguan & bulanan yang memberikan gambaran mengenai: Kegiatan fisik. โ— Catatan dan perintah pemberi tugas/konsultan perencana yang disampaikan secara lisan maupun secara tertulis. โ— Jumlah material masuk/ditolak. โ— Jumlah tenaga kerja. โ— Keadaan cuaca, dan โ— Pekerjaan tambah/kurang. B. Laporan mingguan Merupakan ringkasan dari laporan harian dan setelah ditanda tangani oleh manajer proyek harus diserahkan kepada pemberi tugas/konsultan perencana untuk diketahui/disetujui. C. Laporan pengetesan Pemborong instalasi ini harus menyerahkan kepada pemberi tugas/konsultan perencana dalam rangkap 3 (tiga) mengenai penyusunan formulir pengetesan seperti hal-hal sebagai berikut: โ— Hasil pengetesan semua persyaratan operasi instalasi โ— Hasil pengetesan peralatan โ— Hasil pengetesan kabel โ— Dan lain-lainnya. Semua pengetesan dan pengukuran yang akan dilaksanakan harus disaksikan oleh pihak pemberi tugas/konsultan perencana. 1.5 GARANSI Semua peralatan, bahan dan mutu hasil pekerjaan harus di garansi selama selama 12 (dua belas) bulan terhitung semenjak tanggal penyerahan pertama. Semenjak penyerahan pertama tersebut sampai masa garansi berakhir, bila terjadi kerusakan atau kegagalan pekerjaan instalasi, pemborong wajib mengganti atau memperbaiki kerusakan atas biaya sendiri. Bila terdapat kerusakan pada peralatan sehingga perlu diperbaiki atau diganti maka garansi tetap berlaku semenjak penggantian atau perbaikan tersebut. Bila terjadi kerusakan pada peralatan-peralatan utama (contoh, motor ahu terbakar) maka motor tersebut harus diganti baru dan tidak boleh wiringnya digulung baru. Semua properti dan lingkungan pabrik yang rusak akibat kelalaian pemborong harus diperbaiki seperti keadaan semula. 1.6 MASA PEMELIHARAAN DAN SERAH TERIMA PEKERJAAN A. Masa pemeliharaan untuk instalasi ini adalah selama 6 (enam) bulan terhitung sejak saat penyerahan pertama. B. Selama masa pemeliharaan ini, pemborong instalasi ini diwajibkan memperbaiki dan melaksanakan bagian-bagian pekerjaan yang tidak sempurna untuk yang belum atau yang sudah diperingatkan sebelumnya tanpa adanya tambahan biaya. C. Pemborong harus menyerahkan dokumen-dokumen lengkap pada saat serah terima pekerjaan pertama berupa: โ— As built drawing โ— Brosur-brosur peralatan dan kontrol yang berisi antara lain: โˆ’ Brosur teknis (performance, kurva) โˆ’ Maintenance manual โˆ’ Operation manual โˆ’ Data test report โ— Sertifikat jaminan peralatan dan instalasi Semua point i sampai dengan point iv harus dibundel dalam satu bundel dan diserahkan sebanyak 2 (dua) sets. 1.7 PENAMBAHAN / PENGURANGAN / PERUBAHAN INSTALASI A. Pelaksanaan instalasi yang menyimpang dari rencana yang disesuaikan dengan kondisi lapangan, harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan pihak pemberi tugas/konsultan yang akan membicarakan dengan perencana. B. Perubahan material, dan lain-lainnya, harus mendapat instruksi dari pemberi tugas/konsultan secara tertulis sebelum dilaksanakan. dan pekerjaan tambah/kurang/perubahan yang ada harus disetujui oleh pemberi tugas/konsultan perencana secara tertulis. 1.8 KETENTUAN DAN SYARAT-SYARAT BAHAN A. Kontraktor harus menyediakan bahan-bahan bangunan dalam jumlah dan kualitas yang sesuai dengan lingkup pekerjaan yang dilaksanakan. Sepanjang tidak ada ketentuan lain dalam rks ini dan berita acara rapat penjelasan. B. Jika terdapat perselisihan mengenai kualitas bahan yang dipakai, pengawas lapangan berhak meminta kepada kontraktor untuk memeriksakan bahan itu ke laboratorium balai penelitian bahan yang resmi dengan biaya kontraktor. Sebelum ada kepastian hasil pemeriksaan dari laboratorium, kontraktor tidak diizinkan untuk melanjutkan bagian-bagian pekerjaan yang menggunakan bahan tersebut. C. Penyimpanan bahan-bahan harus diatur dan dilaksanakan sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu kelancaran pelaksanaan pekerjaan dan terhindarnya bahan-bahan dari kerusakan. 1.9 SITUASI DAN PERSIAPAN PEKERJAAN A. Situasi/lokasi โ— Lokasi proyek adalah di gedung pp4 di kawasan kst soekarno hatta cibinong. Lokasi proyek akan diserahkan kepada kontraktor sebagaimana keadaannya waktu rapat penjelasan. Kontraktor hendaknya mengadakan penelitian dengan seksama mengenai kondisi struktur dan atap gedung tersebut. โ— Kekurang-telitian atau kelalaian dalam mengevaluasi keadaan lapangan, sepenuhnya menjadi tanggung jawab kontraktor dan tidak dapat dijadikan alasan untuk mengajukan klaim/tuntutan. B. Air dan daya โ— Kontraktor harus menyediakan air atas tanggungan/biaya sendiri yang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan ini, yaitu : โˆ’ Air kerja untuk pencampur atau keperluan lainnya yang memenuhi persyaratan sesuai jenis pekerjaan, cukup bersih, bebas dari segala macam kotoran dan zat-zat seperti minyak, asam, garam, dan sebagainya yang dapat merusak atau mengurangi kekuatan konstruksi. โˆ’ Air bersih untuk keperluan sehari-hari seperti minum, mandi/buang air dan kebutuhan lain para pekerja. Kualitas air yang disediakan untuk keperluan tersebut harus cukup terjamin. C. Kontraktor harus menyediakan daya listrik atas tanggungan/biaya sendiri sementara yang dibutuhkan untuk peralatan dan penerangan serta keperluan lainnya dalam melaksanakan pekerjaan ini. Pemasangan sistem listrik sementara ini harus memenuhi persyaratan yang berlaku. Kontraktor harus mengatur dan menjaga agar jaringan dan peralatan listrik tidak membahayakan para pekerja di lapangan. Kontraktor harus pula menyediakan penangkal petir sementara untuk keselamatan. D. Saluran pembuangan Kontraktor harus membuat saluran pembuangan sementara untuk menjaga agar daerah bangunan selalu dalam keadaan kering/tidak basah tergenang air hujan atau air buangan. Saluran dihubungkan ke parit/selokan yang terdekat atau menurut petunjuk pengawas. E. Pembersihan halaman โ— Semua penghalang di dalam batas tanah yang menghalangi jalannya pekerjaan seperti adanya pepohonan, batu-batuan atau puing-puing bekas bangunan harus dibongkar dan dibersihkan serta dipindahkan dari tanah bangunan kecuali barang-barang yang ditentukan harus dilindungi agar tetap utuh. โ— Pelaksanaan pembongkaran harus dilakukan dengan sebaik-baiknya untuk menghindarkan bangunan yang berdekatan dari kerusakan. Bahan-bahan bekas bongkaran tidak diperkenankan untuk dipergunakan kembali dan harus diangkut keluar dari halaman proyek. BAB II PERSYARATAN TEKNIS PEKERJAAN ARSITEKTUR 2.1 SYARAT-SYARAT TEKNIS PELAKSANAAN PEKERJAAN FINISHING ARSITEKTUR Lingkup pekerjaan Kontraktor struktur, finishing, plumbing dan semua Kontraktor yang ditunjuk Pemberi Tugas, meliputi semua jenis pekerjaan koordinasi maupun administrasi Kontraktor yang meliputi, tapi tidak terbatas pada : โ€ข Pembuatan schedule, berita acara, seleksi, penyimpanan, pengamanan bahan bahan / proteksi, maupun pengamanan pelaksanaan. โ€ข Penyediaan tenaga kerja yang memenuhi kualitas.Penyediaan bahan-bahan yang ditentukan oleh Perencana/Pemberi Tugas. โ€ข Penyediaan semua jenis peralatan, perlengkapan safety dan alat-alat bantu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan aman, sesuai yang tertera pada gambar rencana dan spesifikasi ini. 2.2 KETENTUAN UMUM 1. Semua pekerjaan harus dilaksanakan sesuai dengan gambar rencana, spesifikasi teknis, dan arahan direksi pekerjaan. 2. Bahan dan material yang digunakan wajib baru, berkualitas baik, serta mendapat persetujuan direksi pekerjaan. 3. Seluruh instalasi dan konstruksi harus mengikuti standar nasional (sni) serta standar internasional yang diakui (astm, iso). 4. Pekerjaan dilakukan dengan mengutamakan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (k3), keamanan lingkungan, dan perlindungan terhadap aset eksisting. 2.3 ACUAN STANDAR DAN REGULASI Dokumen ini mengacu pada standar dan regulasi berikut: 1. Undang-undang nomor 2 tahun 2017 tentang jasa konstruksi. 2. Peraturan menteri pupr terkait teknis bangunan gedung. 3. Sni (standar nasional indonesia): โ€ข Sni 03-1735-2000 tentang tata cara perencanaan proteksi kebakaran. โ€ข Sni 1741-2008 tentang tingkat ketahanan api (tka)-/120/15 โ€ข (stabilitas/integritas/insulasi) untuk panel polyisocyanurate (pir) 50mm-100mm dengan certificate FM Approval โ€ข Tuvnord indonesia , certificate of antibacterial plat, 4. Astm untuk spesifikasi material konstruksi 5. Iso 14644 untuk standar cleanroom (rujukan untuk area laboratorium tertentu). 6. WHO biosafety manual untuk panduan keamanan biologis 7. Kecuali ditentukan lain dalam persyaratan selanjutnya maka sebagai dasar pelaksanaan digunakan peraturan adalah sebagai berikut : โ— Persyaratan Umum Bahan Bangunan di Indonesia : PUBI-1982 โ€“ NI โ€“ 3 โ— Peraturan Beton Bertulang Indonesia 1971 : NI โ€“ 2 โ— Peraturan Portland Cement Indonesia 1972 : NI โ€“ 8 โ— Standard Nasional Indonesia (SNI) โ— Buku Pedoman Perencanaan untuk Struktur Beton Bertulang dan Struktur Tembok Bertulang untuk Gedung 1983 โ— Peraturan Pembangunan Pemerintah Daerah Setempat โ— Peraturan Bangunan Nasional 1978 โ— Petunjuk-petunjuk dan peringatan-peringatan lisan maupun tertulis yang diberikan oleh wakil pemberi tugas atau Direksi lapangan โ— Peraturan-peraturan yang diperlukan supaya disediakan Kontraktor di โ€œSiteโ€ maupun peraturan-peraturan sejenis yang lebih baru / hasil revisi dan peraturan-peraturan yang mendukung pelaksanaan pembangunan lainnya. Kontraktor ditentukan pula mempunyai kewajiban untuk memberikan semua data pendukung dari semua jenis peralatan, maupun pekerjaan yang membutuhkan legalitas penggunaan yang diisyaratkan oleh Pemerintah, maupun bantuan pengurusannya sehingga wakil Pemberi Tugas atau Direksi lapangan yang mudah mendapatkan izin penggunaan bangunan dan bahan yang layak dan legal. 2.4 Pekerjaan Lapangan : 2.4.1 Data Umum Lapangan Kerja 1. Titik-Titik Ukur Seluruh titik ukur sehubungan dengan pekerjaan ini didasarkan pada ukuran setempat, yaitu titik-titik ukur yang ada di lapangan proyek, seperti yang direncanakan dalam gambar - gambar dan yang disetujui Direksi Lapangan. 2. Data Fisik Data sehubungan dengan ketinggian-ketinggian tanah yang ada, tinggi air tanah, dan lain-lain yang diterapkan pada gambar-gambar dimaksudkan sebagai informasi umum dan titiktitik tolak untuk pelaksanaan pekerjaan ini oleh Kontraktor. Penawaran yang diserahkan Kontraktor, harus sudah meliputi semua biaya untuk pelaksanaannya sesuai dengan ketinggian-ketinggian yang ditentukan pada gambar-gambar. 2.4.2 Pengukuran Lapangan dan Pematokan Lokasi proyek akan ditentukan oleh Direksi Lapangan di lapangan, selanjutnya Kontraktor harus memulai pekerjaan-pekerjaannya dari garis-garis dasar dan patok-patok yang telah disetujui oleh Direksi Lapangan dan bertanggung jawab penuh atas pengukuran-pengukuran yang dibuatnya. Pengecekan pengukuran terhadap patok-patok utama yang ada, mencakup elevasi axis di elevasi Saluran terbuka, di elevasi Jalan existing serta As jalan dan segera melaporkan hasilnya ke Direksi Lapangan. Kontraktor harus menyediakan semua bahan, peralatan dan tenaga kerja, termasuk juru-juru ukur (surveyor) yang dibutuhkan sehubungan dengan pengukuran dan pematokan untuk setiap bagian pekerjaan yang memerlukannya. Kontraktor diwajibkan untuk memelihara patok-patok serta tugu-tugu ukur utama selama masa pembangunan. Kontraktor diminta membuat / mengadakan 3 (tiga) patok permanen di dalam dan di luar site sesuai dengan petunjuk Pemberi Kerja dan Konsultan MK. 2.4.3 Kegiatan Penunjang dan Bangunan Sementara Dalam melaksanakan pekerjaan walaupun tidak disebut dalam dokumen Kontrak dalam pekerjaan sudah termasuk semua kegiatan, peralatan penunjang bangunan dan fasilitas sementara yang diperlukan untuk mencapai hasil pekerjaan yang bermutu antara lain sebagai berikut : โ€ข Menyediakan alat-alat dan mesin-mesin yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan dengan baik. โ€ข Penyediaan air bersih sementara. โ€ข Penyediaan listrik sementara. โ€ข Saluran pembuangan agar lingkungan tidak bermasalah karena pembangunan proyek ini. โ€ข WC sementara, untuk pekerja. โ€ข Memelihara kebersihan lapangan kerja. โ€ข Engineering services seperti : ๏€ญ Pembuatan shop drawing, gambar-gambar usulan sehubungan masalah di lapangan dan sebagainya. ๏€ญ Memeriksa semua ketentuan-ketentuan mengenai bahan dan ukuran yang tercantum dalam gambar-gambar dan spesifikasi teknik. Bilamana terdapat hal-hal yang belum jelas ataupun hal-hal yang berlawanan, maka Kontraktor segera memberitahukannya kepada Direksi Lapangan. Bilamana Kontraktor lalai melakukan hal tersebut di atas, maka akibat-akibat menjadi tanggung-jawab Kontraktor. โ€ข Bangunan sementara berupa : Site Office, Gudang dan Bedeng pekerja โ€ข Peralatan komunikasi HT, telepon dan fax โ€ข Perlengkapan K3, helm, safety belt, sepatu & safety, sarung tangan untuk kerja, disamping itu kontraktor juga wajib membuat proteksi terhadap semua daerah berbahaya seperti lubang shaft, tangga dan proteksi lainnya yang akan ditentukan oleh MK. โ€ข Kontraktor wajib menyediakan โ€Washing Bayโ€, tempat untuk mencuci semua roda mobil yang akan ke luar site, sehingga jalan tetap bersih. 2.5 SPESIFIKASI TEKNIS ARSITEKTUR 1. Pekerjaan Anti Rayap 1) Lingkungan pekerjaan Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga, bahan dan peralatan serta alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan penanggulangan rayap. Pekerjaan ini dilakukan pada permukaan tapak bangunan, permukaan dasar, dinding galian tanah, permukaan pondasi, permukaan kayu kosen, dan pekerjaan kayu lainnya seperti yang ditunjukkan dalam gambar. 2) Pengendalian pekerjaan Kontraktor diharuskan menggunakan sub Kontraktor untuk pekerjaan ini karena pelaksanaan pekerjaan ini haruslah merupakan Kontraktor yang telah terdaftar sebagai anggota IPPHAMI (Ikatan Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia) dan diakui oleh Komisi Pestisida Indonesia. 3) Pelaksanaan pekerjaan โ€ข Kontraktor harus mempelajari secara seksama kondisi, lokasi serta hal-hal yang menyangkut konstruksi bangunan ini termasuk struktur tanah, iklim dan lingkungan maupun data ilmiah biologis rayap serta informasi dari sumber-sumber yang berkompeten mengnai cara penanggulangan rayap tanah. โ€ข Metode penanggulangan yang dilakukan harus dapat mencapai sasaran sehingga usia keawetan gedung beserta isinya dapat diperpanjang tanpa menimbulkan bahaya terhadap lingkungan, manusia maupun binatang piaraan. โ€ข Pelaksanaan pekerjaan harus merupakan perusahaan yang mempunyai ijin usaha khusus untuk pekerjaan penanggulangan rayap, khususnya rayap tanah. โ€ข Kontraktor terlebih dahulu harus menyerahkan disain / perancangan dan sistem anti rayap untuk disetujui oleh Direksi Lapangan dan Pemberi Tugas. โ€ข Penggunaan obat harus senantiasa diawasi oleh Direksi Lapangan dan jumlah obat yang diserahkan harus sesuai kebutuhan yang telah disetujui serta diserahkan dalam keadaan tersegel di lapangan. โ€ข Jenis obat yang digunakan adalah jenis obat yang telah diijinkan pemakaiannya oleh Komisi Pestisida Indonesia, dan tidak dibenarkan sama sekali untuk dikombinasikan satu sama lain. โ€ข Larutan racun anti rayap yang akan disemprot ketanah harus dalam komposisi 5 liter per mยฒ atau sesuai aturan pakai yang tertera dalam label pabrik obat bersangkutan. โ€ข Pengendalian yang diinginkan adalah pengendalian dengan sistem CHEMEC (Chemical Mechanical) yang telah diakui oleh Dinas Tata Bangunan / Dinas PU setempat. โ€ข Yang diberi lapisan anti rayap meliputi seluruh lapisan bawah lantai dasar bangunan, tangga-tangga, pondasi, pasangan dinding, kayu kosen, rangka langit-langit, plywood, rabat beton tak bertulang dan tanah urugan jaringan pipa bawah tanah atau tanah urug sekitar shaft sarana mekanikal bangunan untuk tiap lapisan tanah bagian dinding beton bertulang meliputi jarak 2 meter dari pinggir dinding basement serta bagian rawan lainnya sesuai petunjuk Direksi Lapangan. โ€ข Perlakuan pekerjaan anti rayap / termite dan pest control (foundation wall treatment / soil treatment), Pra konstruksi. โ€ข Treat soil 600 mm di bawah ground level : o Langkah pertama Semprotkan dengan merata Termitisida dengan takaran 0,5 ml/liter air dengan konsentrasi 5 liter larutan untuk tiap meter panjang (Mโ€™) pada seluruh luban galian pondasi (aplikasikan pada kedua sisi dan dasar galian pondasi). o Langkah kedua Semprotkan juga larutan Termitisida dengan takaran 0,5 ml/liter air dengan konsentrasi larutan 3 liter/m2 pada tanah galian, sehingga basah secara merata. Setelah pondasi dibangun, masukkan / urugkan kembali tanah galian tersebut ke dalam lubang pondasi. o Langkah ketiga Sebelum finishing lantai dipasang, semprotkan larutan Termitisida secara merata dengan takaran 0,5 ml/liter air, pada tanah yang telah bersih dari sampah, potongan / serpihan kayu. Penyemprotan harus merata dengan konsentrasi 3,8 liter/m2 pada seluruh permukaan tanah. o Catatan : ๏‚ง Apabila bangunan mengalami perluasan, maka langkah ke 1 s/d 3 perlu juga diterapkan pada pondasi dan tapak lantai yang baru. ๏‚ง Semakin tinggi tekanan / konsentrasi larutan yang digunakan, akan semakin lama perlindungan Termitisida (anti rayap) terhadap serangan rayap tanah ataupun kayu kering. Oleh karena itu apabila investasi / keberadaan rayap banyak sebaiknya gunakan takaran / konsentrasi yang lebih tinggi. ๏‚ง Jika ada post signs yang dipasang secara temporary (pada area-area yang telah diberi anti rayap), maka setelah pekerjaan telah selesai temporary post signs tersebut disarankan agar dibongkar. ๏‚ง Reaply soil treatment (jika diperlukan) pada area-area, Excavation, landscape grading (garden treatment) dan lain-lain โ€ข Sistem anti rayap yang dilakukan dan dikerjakan harus disertai dengan pernyataan jaminan 5 tahun (garansi). โ€ข Kontraktor tetap berkewajiban untuk melakukan โ€œretreatmentโ€ atas biaya sendiri selama masa garansi tersebut seandainya pekerjaan sistem anti rayap yang dilakukan ternyata tidak berfungsi dengan baik seperti yang telah disetujui sebelumnya. 4) Anti rayap (termita control with chemical barrier system): Pembasmian dan pencegahan rayap perusak pada bangunan. Pra Konstruksi (Untuk Bangunan Sedang/akan dibangun) Soil Treatment (Pencegahan pada Unsur tanah) Penyemprotan termisida dengan mempergunakan power sprayer bertekanan pada galian pondasi secara merata Penyemprotan pada lapisan pasir sebelum pemasangan ubin di lantai yang berhubungan dengan tanah (Penyemprotan seluruh permukaan tanah objek pekerjaan pengendalian hama rayap yang sudah padat dan berada pada posisi nol lantai / tidak ada penambahan tanah / pasir lagi) untuk pencegahan / pembasmian larva dan koloni hama rayap tanah (Coptotermes Curvignatus). Subteranean umumnya hidup di dalam tanah yang mengandung banyak bahan kayu yang telah mati atau membusuk, tunggak pohon baik yang telah mati maupun masih hidup. Di Indonesia rayap tanah yang paling banyak merusak adalah jenis-jenis dari famili (Rhinotermitidae). Terutama dari jenis Coptotermes dan Schedorhinotermes. Perilaku rayap ini mirip rayap tanah seperti Macrotermes namun perbedaan utama adalah kemampuan Coptotermes untuk bersarang di tempat-tempat yang lembab sehingga kesempatan rayap untuk naik lebih mudah bahkan dapat menembus dinding / beton, dengan bantuan enzim yang dikeluarkan dari mulutnya. Beberapa jenis obat anti rayap atau termisida dengan bahan aktifnya yang biasa digunakan : a. Imidakloprid 200 SL (Soluable Liquid) : b. Premise 200 SL (produksi Bayer Indonesia). c. Safe 1 200 SL (produksi PT. Chemigard). d. Option 50 SL (produksi PT. Agrikon) e. Defender 200 SL (produksi PT. Bhumi Nastari Suasti) Cypermethrin 100 EC : a. Cypergard 100 EC (produksi PT. Chemigard). b. Prevail 100 EC (produksi PT. Bumi Makmur). c. Leman 100 EC (produksi PT. Geka). Phoxim : Basileum 505 EC, Supraleum 500 EC Chlorpenaryr 200 EC : Meganium 2000 Filpronil : Agenda 25 EC (Bayer Indonesia), hanya cocok untuk wood treatment. Alfamethrin : Stedfast 15 EC 2. PEKERJAAN CONCRETE 1) Pekerjaan Floor Hardener Sistem Bubuk Tabur A. Lingkup Pekerjaan โ€ข Yang termasuk didalamnya adalah pekerjaan-pekerjaan persiapan pada lantai yang dilapisi dengan floor hardener, pengadaan tenaga kerja, bahan floor hardener, mesin trowel dan peralatan pembantu lainnya, contoh-contoh bahan yang akan digunakan, termasuk pula perawatan dan pemeliharaan sampai saat penyerahan pekerjaan terakhir โ€ข Bagian yang dilapisi Floor Hardener adalah bagian-bagian permukaan lantai sesuai yang ditunjukkan dalam detail gambar. B. Persyaratan Bahan โ€ข Persyaratan Tipe dan Standar Mutu Bahan Floor Hardener Bahan Floor Hardener terbuat dari campuran semen, pasir silika kering yang telah dipilih dan digradasi dengan baik, plasticiser bubuk, pigmen warna bubuk dan bahan kimia tambahan lain dalam bentuk bubuk. Jika bahan dicampur air dengan perbandingan 160 gram air per 1 kg bahan Floor Hardener dan dibuatkan benda uji, maka akan memberikan kekuatan sebagai berikut : o Kuat Tekan 28 hari (benda uji kubus 5 x 5 x 5 cm) : minimal 420 kg/cm2 perlu uji sample material. o Ketahanan terhadap Gesek diukur dengan mesin Bauschinger : tidak lebih besar dari 0,04 mm/menit (benda uji blok beton 5 x 5 x 2 cm) o Kekerasan agregat yang digunakan : 7 skala Mohs o Produk yang dapat digunakan adalah MU 700, Master Top 100 ex. MBS, Sika Chapdur ex. Sika, Surflex E ex. Tremco, Mapetop SP, Nitofloor Hardtop ex Fosroc, Ultrachem atau setara. โ€ข Persyaratan Dosis dan Warna Floor Hardener o Area : Ruang-ruang yang tidak dilewati dengan beban berat dengan dosis : 3 kg/m2 o Area : Yang dilewati dengan beban berat / kendaraan dengan dosis 5 kg/m2 o Warna floor hardener adalah warna natural semen (non-metallic) C. Syarat Peralatan โ€ข Peralatan untuk Pengaturan Elevasi Lantai Untuk menjamin seluruh lantai akan rata pada elevasi yang sama (tidak bergelombang), maka Kontraktor wajib menyediakan sarana bekisting dan jidar yang memadai dan dapat dipertanggung jawabkan tingkat presisinya. o Bekisting untuk penghentian pengecoran harus didesain sedemikian rupa supaya benar-benar rata dan tidak bergelombang atau melintir. Bahan bekisting harus dari satu bahan yang tidak menyerap air sehingga dapat dipergunakan lebih dari satu kali dan tidak mengalami perubahan bentuk. Bahan yang dapat digunakan adalah besi profil (UNP) atau kayu lapis yang telah dilapisi film sehingga kedap air. o Bekisting harus dibuat sedemikian rupa sehingga tidak bocor sama sekali. Pertemuan bekisting dengan lantai kerja harus ditambah dengan adukan atau tanah liat sampai benar-benar padat. o Jidar yang digunakan harus dari bahan aluminium ringan yang berongga, tidak melengkung dan masih dalam kondisi baik, atau pelat besi siku yang diperkuat dengan struktur rangka penahan lendutan yang dilengkapi dengan penggetar, kawat dan penggulungnya untuk menggerakan sistem pelat besi siku ini. Pemasangan dan penggunaan alat-alat ini harus mendapat izin dan persetujuan dari Direksi Lapangan sebelum dipasang. Pengawasan elevasi dilakukan bersama untuk jarak setiap 1 mโ€™ ke segala arah. โ€ข Peralatan untuk Penghalusan Permukaan Permukaan yang telah rata dan tidak bergelombang dihaluskan dengan menggunakan peralatan-peralatan berikut : o Bull Float : Alat untuk meratakan dan menghaluskan permukaan beton yang masih sedikit bergelombang dari bahan aluminium ringan yang dilengkapi dengan tongkat panjang. o Mesin trowel : Alat untuk meratakan, menghaluskan serta memadatkan permukaan beton dari bahan pelat baja yang diputar dengan bantuan mesin bermotor. o Roskam Baja : Alat untuk menghaluskan beton tahap akhir dari bahan pelat baja tipis yang lentur untuk digunakan dengan tangan โ€ข Peralatan Pembantu Pengecoran o Pembawa (carrier) adalah sarana untuk mengangkut beton dari tempat pengadukan ke lokasi pengecoran. Pengadukan beton dilakukan di dalam pengaduk berputar (truck mixer) dan pembawa beton dapat berbentuk pompa beton dengan sistem pipanya atau crane dengan bucketnya. Penggunaan talang atau gerobak beroda hanya diperbolehkan pada volume pengecoran sangat kecil atas persetujuan Direksi Lapangan. Penuangan langsung dari truck mixer diperbolehkan selama memungkinkan dan tidak membebani tulangan yang belum dicor. o Penggetar / Vibrator harus digunakan sebagaimana mestinya dan cukup untuk luasan area yang dikerjakan pada hari tersebut. Jumlah vibrator ditentukan oleh Direksi Lapangan sebelum pengecoran. D. Persyaratan Pelaksanaan โ€ข Syarat-syarat Umum Pelaksanaan o Semua bahan sebelum dikerjakan harus ditunjukkan kepada wakil pemberi tugas atau direksi lapangan untuk mendapatkan persetujuan, lengkap dengan ketentuan / persyaratan pabrik yang bersangkutan. o Pelaksanaan pemasangan harus dikerjakan oleh ahli berpengalaman (ahli dari pihak pemberi garansi pemasangan) dan terlebih dahulu harus mengajukan โ€˜metode pelaksanaanโ€™ sesuai dengan spesifikasi pabrik untuk mendapat persetujuan dari Wakil pemberi tugas atau Direksi Lapangan. o Cara-cara pelaksanaan pekerjaan harus mengikuti petunjuk dan ketentuan dari pabrik yang bersangkutan, dan atas petunjuk Konsultan Perencana. o Bila ada perbedaan dalam hal apapun antar gambar, spesifikasi dan lainnya, Kontraktor harus segera melaporkan kepada Wakil pemberi tugas atau Direksi Lapangan sebelum pekerjaan dimulai. o Kontraktor tidak dibenarkan memulai pekerjaan di suatu tempat dalam hal ada kelainan / perbedaan di tempat itu, sebelum kelainan tersebut diselesaikan. โ€ข Syarat-syarat Pengecoran Pengecoran dilakukan seperti biasa atas petunjuk Direksi Lapangan, kecuali hal-hal berikut : o Jangka waktu pengiriman beton dari lokasi pembuatan beton (batching plant) sampai ke lokasi proyek tidak boleh melebihi 2 jam sejak waktu pengadukan (tepatnya semen bertemu air) o Sejak beton tiba di lapangan (dibawa oleh truck mixer), seluruh beton dalam truck mixer harus habis dituang ke lokasi yang akan dicor dalam waktu sesingkatsingkatnya dan tidak boleh lebih dari 1 jam. Penambahan Superplasticizer hanya boleh memperpanjang waktu pengecoran maksimal 30 menit lagi. o Beton yang memiliki slump kurang dari 10 cm harus dinaikkan kembali menggunakan Superplasticizer dan air tidak boleh digunakan sama sekali dalam kondisi apapun โ€ข Syarat-syarat Pemasangan Floor Hardener o Sebelum dilakukan pengecoran, dibuat pola sesuai modul yang tertera digambar dengan ukuran variabel (3 x 6) m, (4 x 6) m sampai (6 x 6) m dengan cara memasang plat besi tinggi 20 mm, tebal 4 mm, panjang antara 1,5 s/d 2 m disusun menyambung diikatkan ke tulangan plat beton dengan cara โ€˜tik lasโ€™ sebagai batas modul, harus dilakukan pengecekan ketinggian besi pembatas pola/modul tersebut benar-benar telah rata (โ€˜selevelโ€™) dengan jidar dan sebagainya. Selanjutnya dilakukan pengecoran setelah mendapat persetujuan Direksi Lapangan o Sebelum floor hardener ditabur, beton harus diratakan dan dipadatkan semaksimal mungkin dengan jidar atau jidar berpenggetar hingga tidak ada permukaan beton yang masih menonjol atau cekung karena kekurangan beton. Segala kelebihan atau kekurangan harus diperbaiki sedini mungkin dan dikontrol kembali elevasinya dengan jidar atau alat Bull Float o Setelah beton rata dan rapih, air yang muncul di permukaan (bleeding) harus dibuang dari atas permukaan beton dengan beberapa cara misalnya menggesernya dengan Bull Float, selang plastik, jidar aluminium, atau menyedotnya dengan pompa penyedot khusus (sistim vacuum). Metode akan ditentukan oleh Direksi Lapangan sesaat sebelum pelaksanaan pengecoran o Setelah air di permukaan dibuang, beton diamati pengeringannya. Saat beton sudah cukup kaku (ditekan oleh jari sudah mulai tidak menimbulkan lubang), maka floor hardener mulai ditabur tipis-tipis dan merata. Penaburan diatur hingga pemakaian pada penaburan pertama berkisar 1/3 dari dosis yang direncanakan. o Floor hardener yang telah ditabur diratakan dan ditekan dengan roskam kayu supaya menyerap air dari beton di bawahnya. Setelah seluruh floor hardener basah oleh air dari beton di bawahnya, lakukan penaburan kedua, juga berkisar 1/3 dari dosis yang direncanakan per m2-nya. Ulangi kembali tahapan ini sekali lagi hingga seluruh floor hardener habis ditabur sesuai dosis yang direncanakan. o Cek kembali ketinggian lantai beton setelah seluruh floor hardener ditabur, diratakan dan basah sempurna. Ketidak rataan harus segera diperbaiki kembali dengan jidar. o Setelah permukaan lantai beton yang telah ditabur floor hardener mulai agak keras, mesin trowel digunakan secara hati-hati dan tidak sampai melukai lantai. Trowel digunakan terus menerus hingga diperoleh hasil permukaan yang halus tetapi tidak berlebihan untuk menghindari warna floor hardener menjadi hitam. o Roskam baja digunakan untuk perapihan terakhir hingga diperoleh hasil permukaan yang halus dan padat o 3 jam setelah pekerjaan selesai, lantai beton dilindungi dengan lapisan curing compound untuk menjaga kadar air beton supaya tidak banyak hilang akibat penguapan. Curing compound yang dipergunakan haruslah curing yang mempunyai curing efficiency yang baik sesuai ASTM C 309 dengan dosis pemakaian tidak lebih dari 5 m2/liter bahan tanpa ditambah atau dicampur pelarut lagi โ€ข Persyaratan Lain-Lain o Contoh Kontraktor wajib mengajukan contoh bahan, brosur lengkap dan jaminan dari pabrik. Bilamana diinginkan, Kontraktor wajib membuat mock-up sebelum pekerjaan dimulai. o Pengujian Kontraktor diwajibkan melakukan pengetesan setelah pekerjaan selesai, dengan cara memberi air di atas permukaan yang diberi lapisan kedap air selama 2 hari berturut-turut dengan hasil tidak ada kebocoran sedikitpun. Pelaksanaan pekerjaan dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan dari Direksi Lapangan. o Pengiriman dan Penyimpanan Bahan - Bahan harus didatangkan ke tempat pekerjaan dalam keadaan baik dan tidak bercacat. Beberapa bahan tertentu harus masih tersegel dan berlabel pabriknya. - Bahan harus disimpan di tempat yang terlindungi, tertutup, tidak lembab, kering dan bersih, sesuai dengan persyaratan yang telah dilakukan. - Tempat penyimpanan harus cukup, bahan ditempatkan dan dilindungi sesuai dengan jenisnya. - Kontraktor bertanggung jawab atas kerusakan bahan-bahan yang disimpan, baik sebelum atau selama pelaksanaan. โ€ข Gambar Detail Pelaksanaan o Kontraktor wajib membuat shop drawing (gambar detail pelaksanaan) berdasarkan pada gambar dokumen kontrak dan telah dikoordinasikan pekerjaan terkait lainnya serta disesuaikan dengan keadaan di lapangan. o Kontraktor wajib membuat shop drawing untuk detail-detail khusus yang belum tercakup lengkap dalam gambar kerja / dokumen kontrak. o Dalam shop drawing harus jelas dicantumkan semua data yang diperlukan termasuk keterangan produk, cara pemasangan atau persyaratan khusus yang belum tercakup secara lengkap di dalam gambar kerja / dokumen kontrak sesuai dengan spesifikasi pabrik. o Shop drawing sebelum dilaksanakan harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Wakil pemberi tugas atau direksi lapangan. โ€ข Pengamanan Pekerjaan o Kontraktor wajib mengadakan perlindungan terhadap lantai yang telah selesai terhadap kemungkinan gesekan, benturan, tumpahan semen, tumpahan cat ataupun cairan lainnya selama paling tidaknya 7 hari sejak lantai selesai dirapikan. Pelindung berupa penutup dari bahan tripleks atau bahan lain yang keras dan bebas dari paku sehingga tidak menggores floor hardener di usia dini. o Kalau terdapat kerusakan yang bukan disebabkan oleh tindakan Pemilik atau pemakai pada waktu pekerjaan ini dilakukan/dilaksanakan maka Kontraktor harus memperbaiki dengan metode dan bahan yang dapat diterima oleh Wakil Pemberi Tugas atau Direksi Lapangan hingga tuntas dan dapat diterima sepenuhnya. Biaya yang timbul untuk pekerjaan ini adalah tanggung jawab Kontraktor. 2) Pekerjaan Lantai Screed (Konvensional) A. Lingkup Pekerjaan โ€ข Bagian ini meliputi pengadaan bahan-bahan, tenaga, peralatan dan perlengkapan serta pemasangannya untuk menghasilkan pekerjaan yang berkualitas. โ€ข Lantai screed digunakan pada lantai bawah finishing lantai seperti yang ditunjukkan dalam gambar rencana dan sesuai dengan petunjuk Direksi Lapangan. B. Pengendalian Pekerjaan Seluruh pekerjaan ini harus sesuai dengan salah satu persyaratan dalam : - NI8, SII001381, atau ASTM C 15078A - PUBI 1982 pasal 11 dan SII040480 - PUBI 1982 pasal 11 dan SII040480 - PUBI 1982 pasal 9 AFNOR P 18 303 - Pengendalian seluruh pekerjaan ini harus sesuai dengan persyaratan dalam NI2, NI8 dan PUBI 1982. C. Bahan-Bahan โ€ข Semen Portland harus dari kualitas terbaik dan memenuhi persyaratan dalam NI8, SII81 & ASTM. โ€ข Pasir harus memenuhi persyaratan yang ditentukan dalam PUBI 1982 pasal 11. โ€ข Air harus memenuhi persyaratan yang ditentukan dalam PUBI 1982. โ€ข Contoh-contoh : Kontraktor harus menyerahkan contoh bahan yang akan digunakan kepada Direksi Lapangan untuk mendapatkan persetujuan. D. Pelaksanaan โ€ข Lantai screed dilakukan pada dasar lantai plat beton yang telah dibersihkan dari segala kotoran, debu dan bebas dari pengaruh pekerjaan yang lain. โ€ข Bahan lantai screed merupakan campuran dari bahan PC (portland cement) dengan pasir yang memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan. โ€ข Tebal adukan screed minimal 2 cm s/d 4 cm dari adukan 1 : 3 Permukaan lantai screed harus betul-betul rata dengan kemiringan sesuai ketentuan dan tidak cacat, yaitu : ๏€ญ 2 cm s/d 4 cm untuk finish aci dan cat. ๏€ญ 3 cm untuk granit / marmer. ๏€ญ 2 cm untuk homogenous tile / keramik, kecuali area basah bergantung pada kemiringan dengan ketentuan minimum 2 cm. โ€ข Sebelum lantai screed dilakukan, alas lantai screed harus dibersihkan dengan air bersih, setelah bersih alas lapisan dilapisi cairan semen (air semen) maksimum 20 menit, selanjutnya lapisan screed dapat dilaksanakan. โ€ข Pengecoran dilakukan sekaligus pada masing-masing lokasi pasangan. โ€ข fSeluruh permukaan lantai screed dilapis acian dari bahan adukan semen murni. โ€ข Screed harus dibasahi selama 7 hari. โ€ข Untuk pemasangan bahan-bahan finishing lantai dapat dipasang minimum setelah 7 (tujuh) hari atau setelah mendapat persetujuan Direksi Lapangan. 3) Pekerjaan Lantai Screed Instant A. Lingkup Pekerjaan โ€ข Bagian ini meliputi pengadaan bahan-bahan, tenaga, peralatan dan perlengkapan serta pemasangannya untuk menghasilkan pekerjaan yang berkualitas. โ€ข Lantai screed digunakan pada lantai bawah finishing lantai seperti yang ditunjukkan dalam gambar rencana dan sesuai dengan petunjuk Direksi Lapangan. B. Pengendalian Pekerjaan Seluruh pekerjaan ini harus sesuai dengan salah satu persyaratan dalam : ๏€ญ DIN 18550, DIN 18555 ๏€ญ BS 4551 ๏€ญ ASTM C-185, ASTM C-109, ASTM C-531 C. Bahan-Bahan โ€ข Bentuk : Bubuk โ€ข Perekat : semen Portland (Powder) โ€ข Warna : abu-abu muda โ€ข Agregat : pasir silika dengan gradasi butiran yang sesuai โ€ข Bahan Pengisi : Guna Guna meningkatkan kepadatan serta mengurangi porositas bahan adukan โ€ข Bahan tambahan (additive) : bahan larut air guna meningkatkan kemampuan / workability dan daya rekat. โ€ข Konsumsi Air : 7,5 โ€“ 8,0 liter/sak 50kg โ€ข Daya Sebar : ยฑ 1,5m2/ sak 50kg/ ketebalan 20 mm โ€ข Fresh Density : 1,85 Kg/liter โ€ข Pot Life : @35oC 1 jam โ€ข Kepadatan : kering - 1,8 kg/liter ;basah - 1,95 kg/liter โ€ข Tebal aplikasi : ยฑ20 โ€“ 30 mm atau tergantung kerataan dasarnya serta ketinggian finish level yang diinginkan dari level struktur yang ada. โ€ข Kekuatan yang dihasilkan : kuat tekan > 3N โ€“ 6N/ mmยฒ @ 28 hari โ€ข Kebutuhan air : 5,5 โ€“ 6 liter / sak 40 kg โ€ข Daya sebar : ยฑ 1,5 mยฒ / sak 40 kg / 20 mm โ€ข Traffic Time : Setelah 24jam โ€ข Penyimpanan : o Di dalam ruangan dan harus dijaga agar selalu dalam keadaan kering, tumpukan maksimal 8 tumpuk per palet. o Masa kedaluwarsa 10 bulan bila disimpan dalam kantong tertutup dalam ruangan yang selalu kering. D. Aplikasi Semen instan bisa diaplikasikan sebagai perata lantai (screed) pada : a. Permukaan tanah yang cukup padat / rata b. Permukaan lantai rabat / beton dimana disarankan agar terlebih dahulu dilapisi dengan bonding agent sebelumnya. E. Produk yang Disetujui (Sesuai Abjad) a. DRY MIX MORTINDO b. LEICHTMIX c. MORTAR UTAMA d. PRIME MORTAR e. Atau yang setara F. Pelaksanaan / Cara Pemakaian a. Permukaan yang akan dilapisi dengan adukan perata lantai agar dibersihkan dari segala kotoran, debu, minyak dan bebas dari pengaruh pekerjaan-pekerjaan yang lainnya, kemudian basahi dasar permukaan dengan air. b. Bila akan diaplikasikan langsung diatas permukaan tanah, disarankan agar muka tanah harus sudah dipadatkan dan rata betul. c. Tutup permukaan tanah dengan pasir urug sebagai dasar lantai kerja. d. Pasang petunjuk-petunjuk yang cukup mengenai ketinggian (level) dan kerataan permukaan pekerjaan lantai, baik yang hanya untuk screed ataupun dengan finishing lantai lainnya. e. Sistem aplikasi sesuai standar pabrik. 4) Pekerjaan Car Stopper dan Kanstein D. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan, pengangkutan dan pelaksanaan pekerjaan Car Stopper dan Kanstein pada bagian pinggir perkerasan pada lokasilokasi sebagaimana terlihat pada gambar yang terbuat dari adukan beton. E. Pengendalian Pekerjaan - NI โ€“ 2 โ€“ 1971 - NI โ€“ 3 โ€“ 1970 - NI โ€“ 8 โ€“ 1972. F. Bahan-Bahan โ€ข Car Stopper dan Kanstein terbuat dari blok beton pracetak dengan ukuran dan tebal sesuai gambar. Kekuatan tekan karakteristik dari beton minimal 175 kg/cm2. โ€ข Blok beton pracetak yang direkomendasikan adalah ex. Cisangkan, Conblock Indonesia Persada, Conblock Internusa. G. Pelaksanaan โ€ข Daerah yang diperlukan untuk pekerjaan ini harus dibersihkan dan digali sampai bentuk dan kedalaman yang diperlukan, dan pondasi dimana Car Stopper atau Kanstein tersebut akan ditempatkan sampai suatu permukaan yang rata. Semua bahan yang lunak dan tidak sesuai harus dikeluarkan dan diganti dengan yang sesuai dan dipadatkan secara menyeluruh. โ€ข Car Stopper atau Kanstein dibuat dengan teliti sesuai dengan gambar detail, garis-garis dari ketinggian sebagaimana terlihat pada gambar atau petunjuk Direksi. Semua Kanstein yang harus dibuat pada suatu lengkungan sampai suatu radius kurang dari 20 meter harus dibuat dengan menggunakan cetakan-cetakan lengkung atau unit-unit pracetak yang melengkung. โ€ข Blok-blok Kanstein harus diletakkan dengan sambungan-sambungan yang serapat mungkin. โ€ข Setelah suatu pekerjaan beton dicor di tempat mengeras dan Blok-blok Kanstein telah dipasang menurut persyaratan, maka setiap daerah galian yang tersisa harus diurug dengan bahan yang disetujui. Bahan ini harus ditempatkan dan dipadatkan. โ€ข Car Stopper atau Kanstein yang dipasang di atas slab beton harus dipasang tegak lurus dan sebagai pengikat diberi angkur besi galvanis 12 mm + mortar additive. H. Lokasi Lihat gambar. 3. PEKERJAAN PASANGAN BATA RINGAN A. Lingkup Pekerjaan โ€ข Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja, bahan-bahan dan peralatan yang dipergunakan untuk melaksanakan pemasangan pekerjaan bata ringan sesuai dengan gambar rencana. โ€ข Pekerjaan ini dilaksanakan pada tempat-tempat seperti yang ditunjukkan dalam gambar. B. Pengendalian Pekerjaan Persyaratan-persyaratan standar mengenai pekerjaan ini tertera pada : โ€ข British Standard No. BS.6073-1981 โ€ข Standard Industri Singapura โ€ข SII,2133-87 atau SNI.03/2156-1991 C. Bahan-Bahan โ€ข Bata ringan harus baru, kuat tekan, standar dan ukuran sesuai pabrikasi. Produksi : Hebel, Celcon, Powerblock, Uzin, Grand Elephant. โ€ข Ukuran standard : 600x200 Single partition : Tebal 100 mm dan 75 mm (sesuai gambar). Toleransi dimensi : ยฑ 2 mm. Dry density : 575 kg/mยณ Minimum compressive strength : 4 NI/mmยฒ Drying shrinkage : 0,15 โ€“ 0,25 mm/m. Fire resistant : lebih dari 3 jam Water Absorption : 2 โ€“ 3% by volume (PD kelembaban relative 40-50%) โ€ข Mortar System (lihat bab pekerjaan plester dan acian). โ€ข Contoh-contoh bahan yang diusulkan untuk dapat dipakai harus diserahkan kepada Direksi Lapangan dan persetujuan atas bahan-bahan tersebut harus sudah didapat sebelum bahan yang dimaksud dibawa ke lapangan kerja untuk dipasang. D. Pelaksanaan Bahan-bahan untuk pekerjaan pasangan harus disimpan sesuai ketentuan dari pabrik untuk menghindarkan dari segala hal yang dapat mengakibatkan kerusakan terhadap bahan tersebut. โ€ข Pasangan bata ringan yang dilaksanakan harus rata, tegak dan lajur penaikannya diukur tepat dengan tiang lot. โ€ข Rangka-rangka pengeras berupa sloof, kolom praktis dan ringbalk dari beton dipasang untuk setiap luas dinding maksimum 9 mยฒ (luar) dan 12 mยฒ (dalam). โ€ข Pemasangan harus pakai jenis mortar yang direkomendasi pabrik pembuat bata ringan. โ€ข Pengaplikasian dry mortar harus disesuaikan dengan standar dari supplier, dengan menggunakan roskam, metoda pemasangan harus diajukan dan disetujui oleh wakil Pemberi Tugas. โ€ข Pekerjaan yang menggunakan alat pengikat atau fixing pada block dinding bata ringan : o Sebagai contoh : untuk pemasangan panel-panel lemari gantung ataupun indoor AC unit atau yang lainnya yang mempunyai beban cukup berat sebaiknya agar menggunakan Fischer atau Hilti dengan ukuran yang disesuaikan dengan beban/berat barang yang akan dipasang pada dinding bata ringan. o Tidak diperkenankan menggunakan dynabolt. โ€ข Pembuatan lubang untuk rumah stop kontak / pipa-pipa : o Untuk menghindari banyak beban, agar dibuat beberapa titik lubang dengan alat bor dan pahat (untuk mengeluarkan bobokan-bobokan dinding bata ringan yang tidak terpakai. o Pemasangan pipa Bila ukuran diameter pipa hampir sama dengan ketebalan dinding, disarankan agar dinding dipasang secara terpisah dan letakkan pipa pada tempat yang telah ditentukan, pasang stek ke dinding dan tempat pipa dipasang, lalu diberi kawat ayam, kemudian dikamprot terlebih dahulu sebelum diplester kembali. โ€ข Stek besi begel ร˜ 10 (200 mm) atau dengan Kremo (plat besi berlubang) 4 x 200 x 8 mm (tebal) dipasang ke kolom praktis pada jarak setiap 3 (tiga) layers (600 mm) dan ke balok praktis pada jarak setiap 2 (dua) buah panjang bata ringan (1200 mm) dan dapat dicor langsung. E. Prosedur pelaksanaan bata ringan sesuai dengan prosedur pelaksanaan pada penjelasan pekerjaan plester dan aci. 5. PEKERJAAN LOGAM 1. Pekerjaan Logam Fabrikasi 1) Lingkup Pekerjaan โ€ข Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja, bahan-bahan dan peralatan yang dipergunakan untuk melaksanakan pemasangan pekerjaan logam sesuai dengan gambar rencana. โ€ข Pekerjaan ini dilaksanakan pada tempat-tempat seperti yang ditunjukkan dalam gambar rancangan dan petunjuk Direksi Lapangan. 2) Pengendalian Pekerjaan Persyaratan-persyaratan standar mengenai pekerjaan ini tertera pada : - SII 0163 79 (Hot rolled plate) - SII 0589 81 (Steel) - SII 0780 83 (Bolts) - SII 0589 81 (Nuts) - BS โ€“ S10 Medium A (Pipe) 3) Bahan-Bahan โ€ข Pelat, pipa bulat, pipa kotak, siku dan alat-alat pendukung seperti angkur, brackets, sesuai standard SII, JIS. โ€ข Aluminium : Ekstrusi alloy 6061. โ€ข Besi cor : โ€œGrey Cast Ironโ€ produksi : Batur Artha, Antasan atau setara. โ€ข Grout : Non metallic, anti korosi, anti susut, tidak bergas. โ€ข Pelat besi galvanized. โ€ข Besi/Zinchromate bulat atau hollow, jalusi/grill besi ukuran lihat gambar tebal min. 2 mm : o Galvanized Steel (Exterior) - cat duco (Polyurethane). o Black Steel (interior) - cat duco (Oil Paint). โ€ข Angle Corner Guard : Galvanized steel L.50x50x50x5 dicat. 4) Tipe Fabrikasi โ€ข Steel Handrail / Railing / Guard rails : - Fabrikasi terdiri dari pipa medium A black pipe, ukuran nominal 1 ยฝโ€ = OD.48,20 mm (tebal 2 mm) atau sesuai gambar o Fabrikasi meliputi steel plate, bar tubes dan pipa-pipa besi, sesuai detail o Konstruksi fabrikasi menggunakan sistem las Exposed smooth grid dengan permukaan yang rata/halus sekali. o Persiapkan angkur dan accessories yang lainnya o Cat dasar anti karat dengan Epoxy untuk interior dan exterior o Untuk railing/handrail : beban terkonsentrasi 90 kg atau beban merata 75 kg/mยฒ pada sembarang arah dan harus ditinjau paling tidak 2 arah salib sumbu. o Untuk penahan kendaraan (parkir/ramp) : beban horizontal 2700 kg sembarang arah pada ketinggian 50 cm dari muka atas slab atau ramp dan bekerja pada elemen dengan luas < 30 x 30 cm beban ini tidak perlu dikerjakan berkenaan dengan beban handrail. โ€ข Vertical Ladder : o Fabrikasi steel ladder terdiri dari besi siku (sebagai pegangan) dan besi tulangan polos (sebagai ladder). Ukuran/dimensi dan jarak ladder sesuai gambar detail. o Sebagai support disediakan plat besi dengan ukuran/tebal/dan jarak sesuai gambar yang telah dilas ke steel ladder dan di-dynabolt ke dinding yang ada. o Seluruh finishing untuk pekerjaan steel ladder dengan galvanized o Lokasi sesuai gambar โ€ข Grating / Louvre / Grille : o Type : Grating, drainage cover, manhole Material : Cast Iron Finish : Cat Epoxy Dimensi/Ukuran : sesuai gambar Lokasi : Ramp o Type : Louvre / Grille , konstruksi aluminium @ intake/exhaust fan Material : Aluminium Extrude Finish : Powder Coating Dimensi/Ukuran : sesuai gambar o Type : Grating steel Material : Welded steel Finish : Galvanized Dimensi/Ukuran : sesuai gambar Lokasi : Drainage cover @exterior works o Steel Angle Frame : Komplit dengan baut/angkur yang dicor langsung pada pinggiran bagian atas sepanjang saluran/drainase beton bertulang untuk dudukan grating drainage cover @ ramp. o Airtight Manhole : Type : Removable manhole Material : Cast iron Finish : Cat Polyurethane Dimensi/ukuran : sesuai gambar Lokasi : sump pit cover/sesuai gambar o Angle Corner Guard : Material dan komponen : - Material : Besi siku - Ukuran : 50 x 50 mm - Tebal : 5 mm - Finishing : Cat minyak (oil paint) - Lokasi : Proteksi pada sudut-sudut kolom beton bertulang @ area parkir (hanya yang menghadap ke driveway saja). Catatan : Metode kerja dan pemasangan agar diajukan oleh masing-masing kontraktor. 5) Pelaksanaan โ€ข Grill strip baja ukuran sesuai dengan gambar untuk menutup kontrol bak saluran air buangan sesuai gambar-gambar dan petunjuk Direksi Lapangan. โ€ข Sebelum dilakukan pemasangan di lapangan, Kontraktor harus menyerahkan contoh bahan dan pekerjaannya kepada Direksi Lapangan untuk mendapatkan persetujuan. โ€ข Handrail tangga harus dibuat contoh satu segmen, dipasang di tempat yang ditunjuk Direksi Lapangan, untuk mendapat persetujuan Direksi Lapangan dan dijadikan acuan untuk kualitas pekerjaan berikutnya. 2. Pekerjaan Logam Tahan Karat (Stainless Steel) 1) Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja, bahan-bahan dan peralatan yang dipergunakan untuk melaksanakan pemasangan pekerjaan logam tahan karat (stainless steel) seperti yang ditunjuk dalam gambar. 2) Pengendalian Pekerjaan Persyaratan-persyaratan standar mengenai pekerjaan ini tertera pada : - BS : British standard - JIS : Japan Industrial Standard - ASTM : American Society Test Material - SII : Standard Industri Indonesia - AWS : American Welding Society Dan standar lain yang berlaku untuk pekerjaan ini. 3) Bahan-Bahan โ€ข Pipa logam tahan karat (stainless steel pipe), square, rectangular berdiameter sesuai dengan gambar (JIS G.4305 Standard). โ€ข Pelat logam tahan karat (stainless steel) dengan ketebalan minimum 1,5 mm. Jenis finish Hairline, (ASTM 500/5001 Standard). Raw material Ex. Miyabi, Heisei atau setara, proses hasil barang jadi oleh PT. Gema Karya, PT. Angkasa Perindo Sakti atau yang setara. Pelat stainless steel harus dilindungi plastic laminated. โ€ข Sealant. 4) Pelaksanaan โ€ข Semua bahan yang memakai Las, harus sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam "AWS Standard". โ€ข Tenaga yang melakukan pekerjaan ini harus mempunyai "Sertifikat Keahlian Las" yang dikeluarkan oleh Lembaga-lembaga Pemerintah atau Swasta yang diakui. โ€ข Setiap hubungan Las harus halus, rapi, rata dan kuat ikatan sambungannya. โ€ข Dalam pemasangan harus diusahakan agar pekerjaan terlindung, sehingga permukaan tampak keseluruhan sesuai dengan tampak asli logam tahan karat. โ€ข Seluruh pekerjaan stainless steel dengan SUS-304 dan SUS-316 untuk area basah air 6. PEKERJAAN KAYU A. Pekerjaan Kayu Kasar dan Halus 1. Lingkup Pekerjaan โ€ข Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja, bahan-bahan dan peralatan yang dipergunakan untuk melaksanakan pemasangan pekerjaan kayu halus sesuai dengan gambar rencana. โ€ข Pekerjaan ini dilaksanakan pada tempat-tempat seperti yang ditunjukkan dalam gambar rancangan dan petunjuk Direksi Lapangan. 2. Bahan-Bahan โ€ข Kualitas o Semua kayu untuk jenis yang ditentukan harus dari kualitas yang baik, serta memenuhi persyaratan yang terdapat pada SII-04/81; PUBI 1982 Pasal 37 dan NI-51961. o Tidak ada getah, celah, mata kayu yang lepas atau mati, susut pinggir-pinggirnya, bekas dimakan bubuk dan cacat lainnya. โ€ข Kelembaban (Moisture Contents). o Kelembaban kayu yang dipakai untuk pekerjaan kayu yang di dalam dan pekerjaan kayu halus, yang disyaratkan 12 ยฑ 2 % o Kelembaban tersebut ditentukan untuk kayu yang dikirim ke tempat pekerjaan dan harus konstan sampai bangunan selesai. โ€ข Jenis Kayu o Jenis kayu selain yang ditentukan seperti tersebut di atas, difinish dengan Clear Varnish (Melamic). o Kayu halus mempunyai 4 (empat) sisi permukaan dan ukuran diambil dari kayu yang terserut dan struktur kayu ini sesuai dengan NI-5. o Pengikat, berupa paku, baut, kawat, sekrup, dan lain-lain, sesuai dengan : NI โ€“ 5 Bab VI Pasal 14, Pasal 16 & Pasal 17 o Contoh-contoh harus dikirim terlebih dahulu untuk mendapat persetujuan Konsultan / Direksi Lapangan. Untuk pemakaian khusus yang tidak tercantum dalam daftar, harus digunakan jenis yang ditentukan untuk pekerjaan-pekerjaan yang sebanding. โ€ข Ukuran dan Toleransi. o Semua ukuran di dalam gambar adalah ukuran jadi (finish), yaitu ukuran kayu setelah selesai dikerjakan dan terpasang. Kayu kasar diketam, dibor, atau jika tidak, dikerjakan dengan mesin menurut ukuran-ukuran dan bentuk yang tertera dalam gambar. o Ukuran-ukuran nominal telah disebutkan untuk kayu yang sudah dikerjakan, maka potongan (kekurangan) sampai dengan 3 mm diperbolehkan untuk tiap permukaan yang sudah dikerjakan. โ€ข Permukaan Luar o Semua permukaan kayu halus yang akan kelihatan permukaannya bila sudah jadi (finish), harus dikerjakan dengan baik kecuali jika ada penentuan lain. o Semua kayu untuk pekerjaan kayu kasar dibiarkan berkas gergajiannya kecuali jika ditentukan untuk dihaluskan. o Jika terdapat mata kayu yang mulus (keras) pada salah satu permukaan kayu yang akan dicat, dan mata kayu itu diameternya tidak lebih dari 4 cm dan tidak memenuhi lebih dari setengah permukaan kayu tersebut, maka kayu ini dapat diterima. o Bagi permukaan-permukaan yang akan dipelitur / di teak oil hanya mata kayu yang kecil (2 mm), mulus dan keras yang dapat diterima. โ€ข Susut (Mengkerut) Persiapan, penyambungan dan pemasangan semua pekerjaan kayu harus sedemikian rupa, hingga susut pada bagian dan arah manapun tidak akan mengurangi (mempengaruhi) kekuatan dan bentuk dari pekerjaan kayu yang sudah jadi, juga tidak menyebabkan rusaknya bahan-bahan yang bersentuhan. โ€ข Pembuatan o Kontraktor harus melaksanakan semua pekerjaan-pekerjaan seperti : memasak, memahat, menyetel (memasang), membuat lidah-lidah, lubang pasak, skoning dan lain-lain pekerjaan yang diperlukan untuk penyambungan kayu dengan baik. o Juga harus menyediakan pelat-pelat logam/besi, skrup-skrup, paku dan lain-lain yang mungkin diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan kayu halus yang ditentukan. o Kontraktor juga harus melaksanakan segala pekerjaan-pekerjaan yang diperlukan untuk konstruksi semua rangka-rangka, lapis-lapis dan sebagainya dan pasanganpasangan serta penyangganya pada bangunan. โ€ข Pengawetan / Perlindungan Kayu Pada semua pekerjaan kayu, bahan kayu diberi lapisan pengawet/pelindung. Untuk kayu yang akan dicat dengan bahan solignum/creosot, untuk kayu halus yang akan dicat dengan lapisan meni serta finishing lainnya. 3. Pelaksanaan โ€ข Sebelum melaksanakan pekerjaan Kontraktor diwajibkan untuk meneliti gambargambar yang ada dan kondisi di lapangan (ukuran dan lubang-lubang), termasuk mempelajari bentuk, pola layout atau penempatan, cara pemasangan, mekanisme dan detail-detail sesuai gambar. โ€ข Sebelum pemasangan, penimbunan kayu di tempat pekerjaan harus di tempatkan pada ruang atau tempat dengan sirkulasi yang baik, tidak terkena cuaca langsung dan terlindung dari kerusakan, lepas dari tanah dan kelembaban. โ€ข Bahan cat / finishing yang dipakai sesuai dalam Bab Pengecatan. โ€ข Harus diperhatikan semua sambungan dalam pemasangan klos-klos, baut, angkerangker dan penguat lain yang dipergunakan hingga terjamin kekuatannya dengan memperhatikan atau menjaga kerapihan terutama pada bidang-bidang tampak tidak boleh ada lubang-lubang atau cacat bekas penyetelan. โ€ข Semua kayu yang tampak harus diserut halus, rata lurus, dan siku-siku satu sama lain sisinya dan di lapangan sudah dalam keadaan siap untuk penyetelan dan pemasangan. โ€ข Semua ukuran sesuai gambar dan merupakan ukuran jadi. Pemotongan dan pembuatan profil kayu dilakukan dengan mesin di luar tempat pekerjaan atau pemasangan. โ€ข Setelah terpasang diberi pelindung terhadap benturan dan pengotoran dari akibat pelaksanaan pekerjaan lain. โ€ข Pengerjaan dan Tenaga Kerja : o Pengerjaan harus dilakukan pada tempat kerja yang disediakan untuk keperluan ini o Pengerjaan di tempat pasangan hanya dibolehkan seijin Direksi Lapangan. Pekerjaan harus dilaksanakan oleh tukang-tukang kayu terbaik dengan standar pekerjaan yang disetujui Direksi Lapangan o Direksi Lapangan berhak menolak tukang-tukang yang dianggapnya tidak trampil, serta meminta penggantinya yang dinilainya trampil o Perlindungan, โ€ข Bahan pengawet untuk pekerjaan kayu kasar agar melihat Section 020010 โ€“ Pekerjaan Anti Rayap. Substitusi untuk bahan pengawet kayu hanya boleh dipakai bilamana disetujui Direksi Lapangan B. Pekerjaan Material Gabungan Kayu dan Plastik (WPC) 1. Lingkup Pekerjaan a. Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja, bahan-bahan dan peralatan yang dipergunakan untuk melaksanakan pemasangan pekerjaan bata ringan sesuai dengan gambar rencana. b. Pekerjaan ini dilaksanakan pada tempat-tempat seperti yang ditunjukkan dalam gambar c. WPC adalah bahan tahan lama, tahan cuaca dan homogen yang mempunyai motif seperti kayu natural.material ini bisa didaur ulang. d. Komposisinya adalah serat selulosa atau serat kaca. Serat ini meningkatkan stabilitas dan ketahanan e. Pekerjaan ini dilaksanakan pada tempat-tempat seperti yang ditunjukkan dalam gambar. f. Lingkup pekerjaan termasuk : - Pekerjaan Facade Bangunan - Pekerjaan Louvers / Kisi kisi 2. Pengendalian Pekerjaan Persyaratan-persyaratan standar mengenai pekerjaan ini tertera pada : - ASTM D1435 โ€“ Color Change and Dimensional Stability - ASTM D6112 โ€“ Compressive Strength - ASTM D696 โ€“ Thermal Expansion - ASTM D6002 โ€“ Compostable Plastic - ASTM D198 โ€“ Tensile Strength 3. Bahan-Bahan a. Untuk material WPC digunakan / diaplikasikan untuk Exterior harus mempunyai performa anti UV, tidak akan berubah warna drastis minimal 1 (satu) tahun dan Dimensi yang tetap stabil. b. Bahan Mempunyai kemampuan bisa mempunyai kemampuan Daur Ulang c. Untuk adhesive jika dibutuhkan pada proses pemasangan, harus rendah kadar VOC d. Ketersedian material yang sudah diapprove e. Pelaksanaan โ€ข Bahan-bahan untuk pekerjaan pasangan harus disimpan sesuai ketentuan dan syarat dari pabrikan untuk menghindarkan dari segala hal yang dapat mengakibatkan kerusakan terhadap bahan tersebut. โ€ข Pemasangan dilakukan oleh tenaga ahli yang khusus dalam pekerjaan ini. โ€ข Pelaksanaan pekerjaan harus lengkap dengan peralatan bantu untuk mempermudah serta mempercepat pemasangan dengan hasil yang akurat, teliti dan tepat pada posisinya. 7. PEKERJAAN PENGENDALIAN KELEMBABAN SUHU A. Pekerjaan Waterproofing 2. Lingkup Pekerjaan โ€ข Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga-kerja, bahan-bahan dan alat bantu lainnya serta pengangkutannya sehingga hasil pekerjaan tersebut seperti yang ditunjukkan dalam gambar rencana. โ€ข Pekerjaan ini dilaksanakan pada semua pekerjaan sistem pengendalian kelembaban pada atap beton, lantai toilet / janitor balkon, AC Ledge dan lain-lain seperti tertera di dalam gambar-gambar dan persyaratan teknis ini. 3. Pengendalian Pekerjaan Sesuai rekomendasi pabrik, Persyaratan Teknis ini, dan petunjuk Direksi Lapangan atau Kontraktor menggunakan sub kontraktor yang khusus dan telah ahli dalam pemasangan waterproofing sesuai dengan standar-standar antara lain : - ASTM D 146 - ASTM D 412 - ASTM D 154 - ASTM E 96 4. Bahan-Bahan ๏‚ง Waterproofing Membrane / Liquid membrane ๏‚ง Pemasangan pada struktur atap beton, Eksternal Wall menggunakan produk : o Membrane waterproofing / liquid membrane waterproofing (PU-Single Component)system, dengan produk dari (sesuai abjad) : BASF, Sika, Tremco, Ultrachem, Weber.dry PUR Seal ex Mortar Utama, atau setara .dan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : o Tebal minimum : 1,5 mm untuk membrane system (terdiri dari 1.4 mm Asphaltic & 0,1mm cross โ€˜laminated high density polyethylene filmโ€™) o Dosis minimum 1.5 lt/m2 untuk liquid system dengan perkuatan reinforcement fiber, water based system dengan elongation at break s/d 1000 % Tensile strength : - >2000 kpa (ASTM D 412) - ABLE TO BRIDGE 2 mm CRACK (ASTM C836) - Vapour open permeable - Acid resistance ๏‚ง Waterproofing Cementitious Semi Elastis : o Pemasangan pada area Internal Wall, Balkon, AHU Room, AC Ledge, STP, dan Toilet dan tempat-tempat yang diarahkan oleh Construction Manager o Menggunakan produk Waterproofing cementitious atau modified cementitious waterproofing dengan produk dari (sesuai abjad) : Masterseal 540 Ex BASF, Super Waterproofing Ultrachem Prox-207 Ex Mortar Utama, Pentens T-302, Sikatop 107 Seal, Tremco, atau setara, dengan properties : - Tensile bond strength : 0,50 N/mm2 - Shear bond strength (ASTM C836-89) : 1,4 N/mm2 - Crack bridging : 0,3 mm - Toxicity : Non toxic - Elongation : + 130% - Pot Life : 90 menit ๏‚ง Waterproofing cementitious Elastis: Pemasangan pada area Internal Wall, GWT, Swimming Pool. Menggunakan produk Waterproofing cementitious yang elastis , dengan produk: Weber.dry SS-10 Ex Mortar Utama, dengan properties: o Berat jenis setelah pencampuran : Kurang lebih 1,5 kg/dm3 o Kuat rekat (bonding strength) (TS EN 14891) : > 1,0 N/mm2 o Capillary water absorption : < 0,10 kg (m2 h0,5) o Crack bridging : 1.5 mm o Toxicity : Non toxic o Pot Life : Min 180 Menit o CM CLASS : O2P ๏‚ง Sistem Waterproofing o Kondisi permukaan o Aplikator harus meninjau dan menyelidiki keadaan permukaan yang akan di-waterproofing terhadap keretakan, kebocoran dan melakukan perbaikan serta persiapan-persiapan yang diperlukan untuk pekerjaan waterproofing. o Permukaan yang akan di-waterproofing ๏‚ง Permukaan vertikal dan horizontal yang akan di-waterproofing harus bebas dari curing compound, debu, partikel-partikel halus, laitance, oli atau material-material yang dapat merusak daya lekat lainnya. ๏‚ง Mortar fillet (pinggulan) harus dipasang pada setiap sudutan dan pertemuan antara bidang vertikal dan horizontal.Material waterproofing harus diproduksi oleh perusahaan yang telah mempunyai Sertifikat ISO 9002. ๏‚ง Liquid / coating waterproofing yang elastis, water based elastomeric SBS modified bitumen atau Elastomeric rubber water based Non Toxic. Untuk pemasangan pada daerah seperti yang ditunjukkan dalam gambar + interior finishing schedule GWT / STP. Untuk shower room naik ke dinding setinggi 1800 mm. Untuk toilet ablution, janitor, urinoir serta balkon naik ke dinding sampai dengan ketinggian 300 mm dari lantai Lift Pit, Sumpit atau sesuai gambar ๏‚ง Pada bagian-bagian sudut atau bidang patah di bawah lapisan kedap air harus dipasang seratserat fibre pada area pemasangan yang luas atau sesuai dengan persyaratan pabrik dan dapat dipertanggung jawabkan. ๏‚ง Lapisan kedap air yang terbentuk harus dapat ditembusi uap air dari beton tanpa terjadi gelembung-gelembung udara yang dapat merusak lapisan kedap air itu sendiri. Lapisan ini juga harus dapat menolak sebagian besar panas yang didapat dari matahari. ๏‚ง Permukaan luar pelapis kedap air, Kontraktor harus memeriksa seluruh keadaan permukaan yang akan dikenakan bahan ini dan harus memperbaiki kondisi permukaan yang akan diberi lapisan kedap air harus bersih, kering, rata. ๏‚ง Permukaan luar pelapis kedap air harus dilindungi dengan screed setebal minimum 23cm dengan Wire Mesh M-4 Ex. BHP, Lion Mesh dengan mutu beton K-175 (Roof) ditambah 'concrete waterproofing admixture'. 4. Pelaksanaan โ€ข Semua pemasangan harus didasarkan pada petunjuk dari pabrik pembuat bahan-bahan tersebut. โ€ข Sebelum pemasangan lapisan kedap air, Kontraktor harus memeriksa seluruh keadaan permukaan yang akan dikenakan bahan ini dan harus memperbaiki kondisi permukaan yang akan diberi lapisan kedap air harus bersih, kering dan rata. โ€ข Sistem pelapisan kedap air yang dipilih harus dapat memberikan jaminan dari produsen/pabrik pembuat terhadap mutu bahan selama minimal 10 (sepuluh) tahun. โ€ข Kontraktor harus memberikan sertifikat jaminan terhadap kemungkinan kebocoran, karena pelaksanaan pekerjaan. Jaminan ini harus berlaku selama minimal 10 (sepuluh) tahun. โ€ข Untuk kesempurnaan pemasangan waterproofing perlu dites, dengan genangan air setinggi minimum 50100 mm untuk wet area dan untuk area lain, pengetesan dilakukan selama 2 x 24 jam sesuai dengan petunjuk Direksi Lapangan. Kebocoran-kebocoran yang terjadi, harus diperbaiki terlebih dahulu sampai dinyatakan sempurna oleh Direksi Lapangan. 5. Rekomendasi dan Garansi โ€ข 5 (lima) tahun pengalaman bagi pelaksana di lapangan โ€ข 10 (sepuluh) tahun garansi (setelah proyek selesai) untuk bebas kebocoran, kerusakan sistem dan akibat kesalahan pemasangan. B. Pekerjaan Water Repellent 1. Lingkup Pekerjaan โ€ข Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga-kerja, bahan-bahan dan alat bantu lainnya serta pengangkutannya sehingga hasil pekerjaan tersebut seperti yang ditunjukkan dalam gambar rencana. โ€ข Pekerjaan ini dilaksanakan pada semua pekerjaan lapisan proteksi transparan untuk permukaan ekspos batu alam, batu bata, beton, plesteran, dan lain-lain seperti tertera di dalam gambar-gambar dan persyaratan teknis ini. 2. Pengendalian Pekerjaan Sesuai rekomendasi pabrik, Persyaratan Teknis ini, dan petunjuk Direksi Lapangan atau Kontraktor menggunakan sub kontraktor yang khusus dan telah ahli dalam pekerjaan ini. Sesuai dengan standar-standar antara lain : - ASTM. C. 1089-89 - Static Coefficient of Friction - ASTM. E. 96-90 - Water Vapor Transmission - ANSI Z 124.3 โ€“ Stain Resistance Test - ANSI Z 124.8-90 โ€“ Color Fastness Test (UV Test) 3. Bahan-bahan โ€ข Produk yang digunakan adalah (sesuai abjad) : AM, Aquastop, Lemkra, Sika, Ultrachem. โ€ข Clear silicon resin / solvent based, non-yellowing, non-staining, breathable solution โ€ข Transparan (tidak merubah warna), anti jamur dan kedap air (waterproof) 4. Pelaksanaan โ€ข Semua pemasangan harus didasarkan pada petunjuk dari pabrik pembuat bahan-bahan tersebut. โ€ข Tunda pekerjaan apabila temperatur lingkungan / suhu permukaan obyek lebih dari 37ยบC โ€ข Siapkan sarana ventilasi mekanis apabila pekerjaan dilaksanakan di dalam ruangan untuk menghapus / menghilangkan gas atau bau yang mungkin timbul โ€ข Seluruh area kerja harus kering, bersih, bebas debu dan kotoran lainnya yang mengganggu pelaksanaan pekerjaan dan penyebaran water repellent. Hindari pembersihan dengan menggunakan sabun / deterjen โ€ข Proteksi dengan sempurna seluruh permukaan yang berbatasan dengan area yang akan dikerjakan (coating) โ€ข Aplikasi water repellent dengan 2 kali lapis kuas untuk bidang-bidang sempit dan untuk area yang luas / lebar dapat menggunakan sistem spray. Coating / lapisan berikutnya dilaksanakan setelah coating pertama benar-benar kering sempurna โ€ข Setelah aplikasi water repellent selesai dan kering, bersihkan seluruh area dengan air bersih untuk mengetahui area yang belum tercover water repellent dengan sempurna. Ulangi aplikasi water repellent untuk area tersebut. โ€ข Proteksi area kerja dari semua hal yang mengganggu dan tetap kering selama 12 jam setelah semua pekerjaan selesai. 5. Rekomendasi dan Garansi โ€ข Minimum 3 (tiga) tahun pengalaman kerja di bidang water repellent bagi pelaksana di lapangan. โ€ข 10 (sepuluh) tahun garansi setelah proyek selesai untuk produk, material dan akibat kesalahan pelaksanaan. C. Pekerjaan Insulasi 1. Lingkup Pekerjaan โ€ข Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja, bahan-bahan dan peralatan yang dipergunakan untuk melaksanakan pekerjaan pemasangan insulasi seperti yang tertera dalam gambar rencana. โ€ข Pekerjaan ini dilaksanakan pada ruang Genset, pintu tahan api (Spec by M/E), serta pada pertemuan plat dengan precast (sebagai smoke stop), dan lain-lain seperti yang ditunjukkan dalam gambar rencana. 2. Pengendalian Pekerjaan - SNI 3 1970 : Peraturan umum untuk bahan bahan bangunan di Indonesia - ASTM - 177, ASTM C-518, ASTM D-1622, C-687 (Thermal Performance). - ASTM - C-423 (Acoustic) - AS - 1530-3-1989 (Fire Test) - AS โ€“ 2462, ASTM C-739 (Non Corrosive). 3. Bahan-Bahan โ€ข Pekerjaan Insulasi untuk Atap, Drywall โ€“ Sistem Konvensional (Alt1) a) Aluminium foil : Untuk di bawah atap dak beton (hanya untuk ruangan yang di bawahnya ada kegiatan manusia / penghuni) serta di bawah atap metal, cukup memakai single sided, Fire Retardant, tebal 0,20 mm grammage 136 gm/mยฒ b) Produk yang disarankan : Air-Cell โ€“ Kingspan, Polynum, Zeltech, atau setara c) Glass-wool : - Medium density : 48 kg/m3 - Tebal : 25 mm, 50 mm - Bentuk : Blanket atau Board d) Mineral Wool / Serat Mineral: - Bahan dasar dari batuan - Medium density : 60 kg/m3 - Tebal minimum: 50 mm - Bentuk : Blanket atau Board e) Produk yang direkomendasi : Rockwool, Tombo, Fire Rock, atau setara f) Joint tape : pressure sensitive - type agar disesuaikan dengan rekomendasi dari pabrik aluminium foil g) Fastener, clip dan mesh : - Type agar disesuaikan dengan pabrik insulasi atau bisa dengan galvanized Roof mesh ร˜1,5mm - Ukuran 75x75 mm (type 3315) ex. Import termasuk spindle pin panjang 65 mm, ukuran 24 square h) Lokasi yang dipasang insulasi hanya pada atap yang ruangan di bawahnya ada kegiatan (hunian). Adapun untuk ruangan yang dibawahnya terdapat semacam M/E room, pemasangan insulasi atap tidak diperkenankan i) Rock wool mรฉdium density 60 kg/m3, tebal 50 mm, untuk dipasang pekerjaan fire stop antara lain dipasang pada pertemuan pinggiran / ujung plat beton dengan kaca curtain wall GRC, precast sekeliling bangunan dan pada tiap lantai serta dipasang pada bagian dalam partisi gypsum (drywall) antar kamar-kamar tidur, atau seperti ditujukkan dalam gambar Tidak mudah terbakar, sesuai dengan ketentuan dalam ASTM 136-82. Pengantar panas terendah j) Khusus untuk pekerjaan insulasi yang berhubungan dengan facade, maka lebar minimum rockwool yang digunakan adalah 1,5 x lebar gap struktur yang dibuat k) Rock wool density 60 kg/m3 digunakan pada atap metal dengan system sรกndwich panel. System install oleh pabrikan metal sheet. Pada insulasi atap metal sheet roof 4. Pekerjaan Insulasi untuk Atap โ€“ System Foam (Alt. 2) โ€ข Persyaratan Material : - Bahan insulasi yang digunakan adalah a patented closed-cell foam structure sandwiched by highly reflective foil surfaces - Safety Data / Health Issue : Odourless, Non toxic, Non adverse health effects, Non irritant - Thermal Resistance dan Thermal Conductivity : mempunyai Thermal Resistance : 0.130 m2 K/W dan Thermal Conductivity : 0.0308 W/Mk - Heat and smoke release from AWTA Textile Testing (Reference) - Edge Tearing Resistance of Building from AWTA Textile Testing (Reference) โ€ข Posisi insulasi dapat di bawah atau di atas lantai slab paling atas; Produk yang disarankan : Air-Cell โ€“ Kingspan, Polynum, Zeltech, atau setara 5. Pekerjaan Insulasi โ€“ Spray System (Alt. 3) โ€ข Bahan dasar system spray : - Serat selulosa (Cellulose Fiber) - Polyurethane (bahan dasar murni/modified PU) - Polyurea system โ€ข Produk yang disarankan : Cool & Cozy, Unimitra, atau produk yang setara โ€ข Mempunyai kemampuan insulasi termal dan akustik yang baik, (รกrea di bawah atap ballroom, office, perpustakaan, tempat ibadah dan lain-lain) โ€ข Bahan anti fungi, anti insect dan mempunyai kemampuan FR โ€ข Bahan yang dipakai รกdalah dari serat selulosa (Cellulose Fiber Insulation / Monolithic Insulation) dimana berfungsi sebagai insulasi panas, peredam suara, sekaligus acoustic โ€ข Bahan dasar yang dipakai รกdalah yang aman, tidak menyebabkan penyakit kanker (Non Asbestos atau zat Carcinogen), tidak merambatkan api (Fire Retardant), tidak menyebabkan iritasi, tidak disukai oleh serangga serta anti jamur, dan juga ringan serta dapat menjaga kelembaban udara atau ramah lingkungan - Kandungan daur ulang harus setidak-tidaknya mencapai 99 % - Mencegah pembakaran penghasil gas Methane โ€ข Insulasi Cellulose Fiber menggunakan bahan dari serat kertas (Recycled / daur ulang) yang sangat mudah didapatkan dan diproses secara kimiawi, atau melalui proses pengeluaran serat kertas (Fiberzing), selanjutnya dicampur dengan bahan kimia yang ramah lingkungan yang mempunyai fungsi penghambat panas, anti insektisida, anti rayap dan anti jamur โ€ข Performance Analysis - Material : Cellulose Fiber + lem D-45 - Density : 80 kg/m3 - Berat : 1,6 kg/m2 untuk tebal 25 mm - Warna : Standard abu-abu bertekstur - K-Valve / Thermal Conductivity (karakteristik suatu benda merambatkan panas dimana semakin kecil nilainya semakin baik) : 0,029 W/m-k - R-Valve / Thermal Resistant (terpasang kemampuan benda dalam menghambat panas semakin besar nilainya semakin baik) : 0,862 m2 K/W. - STC (Sound Transmission Class) : 15 dB - Sound Absorption โ€“ Noise Reduction Class (NRC) : 0,75 - Fungsi : Thermal, Sound dan acoustic - Garansi : 10 (sepuluh) tahun - Fire Retardant : ASTM E-119 6. PERENCANAAN DAN PENGAWASAN โ€ข Gambar kerja (Shop Drawing) Sebelum pekerjaan insulasi dimulai, pihak applicator / suppliรฉr agar mengajukan shop drawing untuk memastikan adanya persamaan persepsi dengan pihak Arsitek / Pemberi Tugas bagian mana saja yang harus diinsulasi โ€ข Proteksi Proteksi dilakukan untuk memproteksi section atau tools yang perlu diproteksi dari pelaksanaan pekerjaan insulasi. Bahan yang digunakan รกdalah semacam lembaran plastik transparan atau terpal (jika dibutuhkan yang flexible sifatnya) โ€ข Pekerjaan Construction Manager bersama-sama dengan Supervisor hendaknya bertanggung jawab untuk memeriksa ketebalan insulasi, dan menginstruksikan untuk patching pada area Pothole pada zona area yang diinsulasi โ€ข Pengiriman dan Penyimpanan Bahan Pengiriman dan serah terima material di lapangan agar diawasi dan diperiksa secara seksama oleh pihak Suppliรฉr, untuk menghindari ketidak layakan material yang akan digunakan Gudang penyimpanan untuk material agar bebas dari air dan barang adhesive, terlindung dari panas matahari secara langsung โ€ข Pelaksanaan sesuai standar Pabrik 7. PELAKSANAAN โ€ข Pemasangan pekerjaan ini dilaksanakan sesuai dengan standar spesifikasi pabrik. โ€ข Pemasangan dilaksanakan setelah pekerjaan yang lainnya selesai terpasang. Pemasangan harus lengkap dengan bahan pelengkap seperti plat besi yang menerus (sebagai insulasi support) dan peralatan bantu lainya, sesuai gambar detail โ€ข Pemasangan dilakukan oleh tenaga-tenaga yang terampil dan berpengalaman khusus dalam pekerjaan ini minimal 5 (lima) tahun โ€ข Pekerjaan ini harus terlindung dari air atau tempat tempat yang basah โ€ข Hasil pemasangan pekerjaan insulasi ini harus rapat, tidak bocor atau kebocoran dan dapat berfungsi dengan sempurna โ€ข Syarat-Syarat Pelaksanaan : Pemasangan Insulasi Pada Atap - Insulasi dapat mulai dipasang setelah erection rangka baja selesai dan atap metal sudah siap untuk dipasang atau di bawah atap dak beton. - Buka gulungan insulasi dan gelar diatas gording/C channel. Rapikan dan bila perlu boleh juga ujungnya discrew agar penarikan dapat dilakukan dengan mudah. Untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal, berikan space antara insulasi aluminium foil dengan atap sebanyak ยฑ 2-4 cm agar fungsi pemantulan dapat berfungsi dengan baik. - Setelah lembar pertama insulasi selesai, gelar insulasi kedua dengan overlap 5-10 cm, lalu digunakan aluminium tape pada sambungannya. Pada saat mengaplikasikan aluminium tape, sebaiknya digosok-gosok dengan baik agar tape benar-benar menempel kencang. - Taruh dan pasang atap diatas insulasi dan langsung discrew dengan screw roofing. - Atau sesuai instruksi dari pabrik - Lokasi yang dipasang insulasi hanya pada atap yang ruangan di bawahnya ada kegiatan (hunian) adapun untuk ruangan yang di bawahnya terdapat semacam M/E room (pemasangan insulasi atap tidak diperlukan) โ€ข Envirospray (Thermal Sound Acoustic) - Pemasangan pekerjaan ini dilaksanakan sesuai dengan standar spesifikasi pabrik. - Pelaksanaan pekerjaan seharusnya dimulai setelah pemasangan instalasi listrik, hanger-hanger untuk pipa, ducting AC (mekanikal dan elektrikal) serta hanger-hanger plafรณn dan lain-lain selesai terpasang. Pemasangan harus lengkap dengan bahan pelengkap dan peralatan bantu lainya. - Lokasi yang dipasang insulasi di bawah atap beton, hanya pada tempat-tempat yang di bawahnya ada kegiatan (hunian) dan untuk yang di bawahnya terdapat semacam M/E room, pemasangan insulasi atap tidak diperlukan lagi. - Pemasangan dilakukan oleh tenaga-tenaga yang terampil, applicator yang telah mengikuti pelatihan dan berpengalaman khusus dalam pekerjaan ini minimal 5 (lima) tahun. - Pekerjaan ini harus terlindung dari air atau tempat tempat yang basah. - Hasil pemasangan pekerjaan insulasi ini harus rapat, tidak bocor atau kebocoran dan dapat berfungsi dengan sempurna. Akan dinyatakan sempurna oleh Direksi Lapangan apabila hasil test sesuai dengan persyaratan yang direkomendasikan pabrik. Persiapan workshop, mesin, priming, spraying โ€ข Urutan pelaksanaan pekerjaan : - Atap sudah terpasang dengan sempurna, baik atap dak beton ataupun atap metal - Meyakinkan bahwa bidang yang diinsulasi tidak bocor akibat hujan - Proteksi barang-barang / bidang lain yang mungkin bisa terkena sisa-sisa spray yang berjatuhan pada saat melaksanakan pekerjaan insulasi - Bersamaan dengan pekerjaan proteksi, agar dilakukan persiapan mesin instalasi dan pengecoran adhesive sesuai takaran - Setelah siap semuanya, pelaksanaan pekerjaan insulasi bisa dimulai dengan ketebalan sesuai permintaan Pemberi Tugas / Arsitek - Pembersihan lokasi dari sisa-sisa spray yang berjatuhan pada saat pelaksanaan agar dilakukan terus menerus - Serah terima pekerjaan dengan pihak Construction Manager / Pemberi Tugas - Selama proses pengajuan insulasi Cellulose Fiber tidak boleh dipegang atau disentuh D. Pekerjaan Firestop Penetration โ€ข Lingkup Pekerjaan - Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja, bahan-bahan dan peralatan yang dipergunakan untuk melaksanakan pekerjaan firestop seperti yang tertera dalam gambar rencana. - Pekerjaan ini dilaksanakan untuk fire stop shaft, pipa-pipa penetrasi pada lantai/dinding (sesuai kebutuhan M/E) seperti yang ditunjukkan dalam gambar rencana โ€ข Pengendalian Pekerjaan Material Fireproofing harus merupakan produk yang diproses di pabrik (factory premixed) dengan formula tanpa asbestos, dan di lapangan hanya diperlukan mixing / proses pencampuran dengan kondisi sebagai berikut : Bahan fire stop diformulasikan untuk pemakaian secara spray untuk mencapai rating yang diperlukan sesuai dengan kondisi kebutuhan pada tempat-tempat yang telah ditentukan (shaft-shaft, pipa-pipa penetrasi pada lantai / dinding sesuai yang telah ditentukan oleh M/E). โ€ข Standar Material Fire resistant rating harus sesuai standard Underwriters Laboratory (UL) dan building code. Tujuan utama untuk type โ€˜spray on firestopโ€™ harus memenuhi standard ASTM, kriteria kinerja dan tes untuk material fireproofing tersebut dimana disesuaikan dengan persyaratan sebagai berikut : - Density : 13 g/cm3 - Colour / warna : Grey / Abu-abu - Temperature : +5? C to +40? C - Temperature Resistance : -40? C to +140? C - Skin-forming time : + 10 min - Curing Rate : 3 mm in 3 days - Phase : from +140? C to + 180? C - Movement Acceptance : 10% - Material class as per DIN 4102, T.1 : B1 (Fire Reaction) - Shelf-life after production : 12 months (at 20? C in a dry place) Pabrikan yang disetujui adalah produk (sesuai abjad) : ex. 3M, Grace, Hilti, PROMAT, CAFCO Product MANDOLITE CP-2 atau setara, dengan ketebalan 25 mm untuk Fire Rated 2 jam. โ€ข Pelaksanaan - Pemasangan pekerjaan ini dilaksanakan sesuai dengan standard spesifikasi pabrik. - Pemasangan dilakukan oleh tenaga- tenaga yang trampil dan berpengalaman khusus dalam pekerjaan ini minimal 5 (lima) tahun. - Hasil pemasangan pekerjaan ini harus rapat, tidak bocor. Akan dinyatakan sempurna oleh Manajemen Konstruksi apabila hasil test sesuai dengan persyaratan yang direkomendasikan pabrik. - Garansi - Applicator dan Kontraktor harus memberikan garansi secara tertulis untuk segala perbaikan atau penggantian fire proofing dimana terdapat beberapa cacat seperti flex, cracked dan lain-lain, setidak-tidaknya dalam periode-periode tahun terhitung sejak serah terimanya pekerjaan fire proofing. - Applicator harus menunjukkan certificate (lisensi) sebagai applicator resmi dari pihak principal / manufacturer. E. Pekerjaan Aluminium Composite Panel 1. Lingkup Pekerjaan โ€ข Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja, bahan-bahan dan peralatan yang dipergunakan untuk melaksanakan pekerjaan pemasangan aluminium composite panel pada luar bangunan atau seperti yang ditunjukkan dalam gambar rencana โ€ข Pekerjaan ini dilaksanakan pada tempat-tempat seperti yang ditunjukkan dalam gambar rencana 2. Pengendalian Pekerjaan โ€ข Semua pekerjaan yang disebutkan dalam bab ini harus dikerjakan sesuai dengan standar spesifikasi dari pabrik. โ€ข Bahan-bahan yang harus memenuhi standar-standar antara lain - ASTM E-84 -Fire/Flame Spread & Smoke Emission - BS 476 - Fire tests on building materials & structures - DIN 4109 - Sound insulation in buildings - ASTM B 221 - Aluminium & Aluminium buildings - ASTM B 209 - Aluminium alloy, sheet and plate - NFPA - Test method for evaluation of Fire Propagation characteristic of Exterior Non-Load-Bearing wall assemblies containing combustible components (Test for Flame spread, Self-Extinguishing, with system) - BS 8414 - 1 - Fire performance of External cladding system. 3. Komponen โ€ข Rangka yang dipakai dari bahan aluminium mill finish dan dipasang menerus (bukan setempatsetempat). โ€ข Frame dan subframe aluminium tebal 1,5 mm dengan screw dari bahan stainless steel (SS 410) โ€ข Sealant & Gasket - Untuk pekerjaan luar, lihat Section 07900 โ€“ Pekerjaan Joint Sealant - Warna ditentukan Perencana - Lokasi Sealant : ๏‚ง Lokasi tertentu sesuai gambar ๏‚ง Pertemuan ACP dengan komponen / material finishing lain 4. Bahan-bahan โ€ข Aluminium Sandwich Cladding panel Non-Combustible mineral, diantara 2 lapis aluminium alloy 5005 untuk facade / eksterior, dengan spesifikasi sebagai berikut: - Ketebalan panel : Tebal total 4 mm terdiri dari aluminium sheet 2 x 0,5 mm dan 3 mm core, non-combustible mineral - Berat : 7,6 kg/mยฒ - Tensile strength : 5 kg/mmยฒ - Yield strength : 4.5 kg/5mmยฒ - Elongation : 5% - Deflection temperature : 116ยฐC - STC : 26 (ASTM E413) - Coating : PVDF factory finish - Solid colour : Two coat two bake system dengan ketebalan + 25 micron min - Metallic Color : Three coat three bake system dengan ketebalan + 30 micron min - Construction : Clamped / screwed - Warna : Ditentukan kemudian โ€ข Bahan composite harus dalam keadaan rata, warna akan ditentukan kemudian โ€ข Bahan yang digunakan dari produksi (sesuai abjad): Alucobond Eco, Dekkson, Howsoplan, atau produk setara โ€ข Contoh-contoh Kontraktor diharuskan menyerahkan contoh-contoh bahan kepada Direksi Lapangan untuk mendapatkan persetujuan Pemberi Tugas โ€ข Toleransi dimensi mill finish Stove dipernish ยฑ 0,2 mm Di anode -0,4/+0,2 mm Lebar -0/+4 mm Panjang s/d 4 m -0/+6 mm 5. Pelaksanaan โ€ข Pemasangan dilakukan oleh tenaga ahli yang khusus dalam pekerjaan ini, tenaga ahli yang direkomendasikan oleh produsen ACP, dan menunjukkan surat keterangan referensi pekerjaanpekerjaan yang pernah dikerjakan, diajukan kepada Direksi Lapangan untuk mendapatkan persetujuan โ€ข Aluminium Composite Panel yang digunakan untuk seluruh proyek harus dari satu macam produk saja. Di sekeliling panel ACP harus terpasang subframe aluminium profile tebal 1,5 mm, kemudian dipasang ke aluminium siku atau hollow dengan screw dari bahan stainless steel (SS 410) โ€ข Pelaksanaan pemasangan harus lengkap dengan peralatan bantu untuk mempermudah serta mempercepat pemasangan dengan hasil pemasangan yang akurat, teliti dan tepat pada posisinya. Apabila dibutuhkan flashing / waterproofing sheet di bawah ACP, misalnya untuk pekerjaan top coping, direkomendasikan dipasang 2 lapis untuk mengantisipasi kerusakan dan kegagalan flashing pertama. Pekerjaan router untuk lembar ACP yang akan ditekuk / dilipat, kedalaman hasil router tidak lebih dari 2 mm agar ACP tidak mudah patah โ€ข Rangka-rangka pemegang menerus harus dipersiapkan dengan teliti, tegak lurus dan tepat pada posisinya โ€ข Metode pemasangan antara lain: - Dijepit diantara bagian-bagian sungkup puncak ganda - Panel-panel baki menggantung pada pin pin dan dipasang dengan sekrup - Dinding pelapis yang dijadikan satu unit, sistim ikatan pinggir โ€ข Frekuensi pembersihan dan perawatan serta pemilihan bahan pembersih yang cocok sangat bergantung pada lokasi gedung dan kondisi permukaan โ€ข Pembersihan dapat dilaksanakan dengan air dan spons atau sikat lembut Apabila pengotoran lebih berat bisa ditambahkan deterjen netral โ€ข Pemasangan dengan system Open Joint. Perlengkapan tambhan seperti : struktur tambahan, anchor dan lain-lain sesuai persyaratan yang direkomendasikan oleh Produsen. Setiap jarak antar ACP (naad) tidak boleh ditutup dengan sealant โ€ข Penyimpanan: โ€ข Pada palet atau laci ketinggian 2 meter untuk penumpukan hendaknya tidak dilampaui dan selalu dijaga dalam kondisi kering โ€ข Kontraktor harus melindungi pekerjaan yang telah selesai dari hal-hal yang dapat menimbulkan kerusakan. Bila hal ini terjadi, Kontraktor harus memperbaiki tanpa biaya tambahan โ€ข Hasil pemasangan pekerjaan Aluminium Composite Panel harus merupakan hasil pekerjaan yang rapi dan tidak bergelombang โ€ข Kontraktor harus dapat menyertakan jaminan mutu Aluminium Panel Composite selama 10 (sepuluh) tahun terhadap sinar matahari dari pabrik pembuatnya berupa sertifikat jaminan โ€ข Dinding di belakang ACP harus kedap air dengan aplikasi waterproofing 8. PEKERJAAN DINDING 1) Lingkup pekerjaan Pekerjaan ini mencakup pemasangan partisi dan pengangkutan, pengadaan bahan, tenaga kerja dan alat kerja serta pemasangan sandwich panel dan perlengkapannya, sesuai petunjuk gambar kerja dan spesifikasi teknis ini. 2) PROSEDUR UMUM โ— Contoh bahan dan data teknis. โ— Sebelum pengadaan bahan, kontraktor harus menyerahkan contoh dan data teknis/brosur bahan yang akan digunakan, untuk disetujui pengawas lapangan. โ— Gambar detail pelaksanaan. Sebelum pelaksanaan, kontraktor wajib membuat dan menyerahkan gambar detail pelaksanaan kepada pengawas lapangan/mk untuk diperiksa dan disetujui. Gambar detail pelaksanaan harus memperlihatkan dimensi, tata letak, detail-etail pertemuan, cara pengencangan dan penyelesaian, dan detail penyelesaian lainnya. โ— Pengiriman dan penyimpanan โˆ’ Semua bahan yang didatangkan harus disimpan ditempat yang terlindung sehingga terhindar dari kerusakan, baik sebelum dan selama pemasangan. โˆ’ Bahan yang didatangkan harus dilengkapi dengan label, data teknis dari pabrik pembuat untuk menjamin bahwa bahan yang didatangkan tersebut sesuai dengan yang telah disetujui. โ— Pembongkaran dinding atau partisi existing disesuaikan dengan gambar kerja. 3) Bahan - bahan A. Umum Semua bahan yang akan digunakan untuk pekerjaan partisi dinding harus berasal dari produk yang dikenal seperti disebutkan dalam spesifikasi ini dan sesuai dengan persetujuan pengawas lapangan/mk. B. Sandwich panel polyisocyanurate (PIR) โ— Panel ini untuk panel partisi harus dari tipe standar yang memiliki ketebalan minimal sesuai petunjuk dalam gambar kerja dan memenuhi ketentuan spesifikasi teknis โ€“ sandwich panel โ— Panel ini harus dari tipe standar yang memenuhi ketentuan sni 03-2847-2019 โ— Ketebalan inti dan metal skin: minimal 50 mm; densitas inti 40-42 kg/mยณ. โ— Konduktivitas termal (ฮป) 0,022 w/mยทk. โ— Kulit panel: aluminium/steel prepainted az100 g300 tebal min. 0,45 mm bmt, coating fitur anti bacterial untuk kedua sisi luar dan dalam โ— Lebar modul panel: 1.170 mm, sambungan maleโ€“female/slip joint. โ— Kinerja api: minimal kelas sulit terbakar setara fm approval, sni 1741-2008, astm e84, bs 476 part 7 dengan minimal mempunyai integritas 120 menit untuk ketahanan terhadap api. โ— Tuv nord indonesia , certificate of antibacterial plat โ— Warna off white; permukaan halus, bebas cacat, film protection terpasang saat pengiriman. C. Profil & aksesori aluminium โ€ข 2pcs sebagai bottom track dengan klip curving cove/capping aluminium powder coating radius r45mm, alloy aa6063-t5 setara; tebal profil โ‰ฅ 1,2 mm. โ€ข top/bottom track (u/c channel) aluminium/galvanis tebal โ‰ฅ 1,6โ€“2,0 mm apabila diperlukan untuk area yang disyaratkan tahan api. โ€ข corner trim, end cap, profil h/t/ฮณ sesuai kebutuhan. D. Fastener & sealant โ— Anchor shuredrive pada bottom track sebagai fixing dinding ke lantai terpasang setiap 300mm atau sesuai gambar. โ— Rivet putih, pop rivet, rivet countershunk diperlukan pemasangan dengan jarak 300mm atau sesuai gambar detail. โ— Sealant: silicone netral/pu low-voc, tahan bahan kimia ringan, untuk clean-joint; sealant fire rate atau fire stop diperlukan pada titik penetrasi yang disyaratkan tahan api. 4) Pelaksanaan pekerjaan A. Umum. โ— Pabrikasi panel sandwich dinding harus dilaksanakan sesuai dengan petunjuk gambar detail pelaksanaan yang telah disetujui, serta sesuai petunjuk pengawas lapangan/mk. โ— Setiap kesalahan yang disebabkan karena kesalahan pengukuran dimensi harus menjadi tanggung jawab kontraktor, tanpa biaya tambahan dari pemilik proyek. โ— Partisi pertama yang dibuat harus disetujui pengawas lapangan/mk sebelum memulai produksi masal. โ— Sistem pemasangan sandwich panel menggunakan berupa coving male female dan fisher skrup sebagai pegangan terdiri dari pemasangan satu atau beberapa lembar papan yang dipasang pada rangka metal tahan karat dengan menggunakan sekrup. B. Pemasangan. โ— Kecuali ditentukan lain dalam gambar kerja, semua panel partisi dari panel sandwich panel akan terdiri dari : โˆ’ Pcs bottom track male female ; โˆ’ Alat bor impact driver โˆ’ Panel sandwich dan aksesorisnya. โ— Membuat garis lurus dengan menggunakan triangle laser atau laser meter sesuai dengan gambar layout sekaligus demarking โ— Sambungan antara panel sandwich harus menggunakan 2 pcs bottom track coving male female sebagai penyambung dan perekat antar panel sandwich serta dikerjakan sesuai petunjuk pelaksanaan dari pabrik pembuat panel sandwich. โ— Panel sandwich diposisikan sesuai dengan garis yang sudah ditandai dan dikencangkan dengan bor impact drill ke lantai menggunakan rivet. โ— Metode pemasangan dan pengencangan harus sesuai dengan rekomendasi dari pabrik pembuat papan untuk panel sandwich dan sesuai dengan gambar detail pelaksanaan yang telah disetujui. โ— Pertemuan dengan atap, lantai dan dinding atau kolom bangunan harus diselesaikan dengan hati-hati dan rapi sesuai petunjuk pelaksanaan dari pabrik pembuat. โ— Bahan pengisi celah harus diaplikasikan menggunakan sealant putih dengan cara yang rapi pada setiap pertemuan. โ— Ketinggian semua dinding/partisi yang menggunakan sandwich panel di 3 meter kecuali ruangan animal holding ruminansia dengan ketinggian 4 meter โ— Untuk dinding/partisi di ruang meeting menggunakan bahan gypsum โ— Ruangan yang menggunakan bahan sandwich panel dan gypsum dapat dilihat pada gambar. C. Perlindungan dan pembersihan. Panel sandwich, bingkai dan bagian yang bersebelahan harus dilindungi dari kerusakan setiap saat. Setelah selesai pekerjaan, semua daerah kerja harus dibersihkan dan ditinggalkan dalam keadaan bersih tanpa bekas. D. Penyelesaian dan uji materi โ— Panel sandwich. Panel sandwich harus diselesaikan dengan cara-cara yang direkomendasikan pabrik pembuat panel. โ— Bahan panel sandwich dan cara pelaksanaannya harus sesuai ketentuan spesifikasi teknis pekerjaan. โ— Plafon sandwich yang sudah terpasang dipastikan tidak ada goresan, tidak rata/penyok, dan juga permukaan bergelombang. 4) Dinding EPS (Expanded Polystyrene) Dinding Sandwich Panel EPS Tebal 75 mm untuk area mezzanine a. Fungsi dan Peruntukan Dinding sandwich panel EPS digunakan sebagai dinding pembatas dan penutup ruang pada area mezzanine yang berfungsi sebagai area penunjang (non-containment utama), dengan persyaratan ringan, cepat dipasang, memiliki isolasi termal yang memadai, dan tampilan rapi. b. Tipe dan Konfigurasi Panel o Jenis panel: Sandwich panel EPS (Expanded Polystyrene) o Ketebalan total panel: 75 mm โ€ข Tipe pemasangan: Vertikal atau horizontal sesuai gambar DED โ€ข Sistem sambungan: Tongue & Groove / Cam-lock (sesuai sistem pabrikan) 3. Spesifikasi Inti (Core Material โ€“ EPS) 1. Jenis bahan inti o Expanded Polystyrene (EPS) 2. Kerapatan (density) EPS o Minimum 12โ€“15 kg/mยณ (disarankan โ‰ฅ15 kg/mยณ untuk kekakuan dinding) 3. Sifat termal o Koefisien konduktivitas panas (ฮป): ๏‚ง Maksimum 0,038 W/mยทK 4. Sifat mekanis o Tahan tekan minimum: ๏‚ง โ‰ฅ 100 kPa o Tidak mudah retak atau hancur pada beban dinding normal 4. Spesifikasi Lapisan Penutup (Facing) 1. Material facing o Pre-painted galvanized steel sheet (PPGI) atau setara 2. Ketebalan plat baja o Minimum 0,40 mm o Disarankan 0,45 mm untuk area mezzanine dengan aktivitas tinggi 3. Lapisan pelindung o Coating polyester atau setara o Ketahanan korosi minimum sesuai standar lingkungan dalam ruangan 4. Permukaan o Halus o Tidak berpori o Mudah dibersihkan 5. Spesifikasi Kinerja Teknis 1. Isolasi termal o Mampu mereduksi perpindahan panas dari ruang atas/bawah mezzanine 2. Peredaman suara o Sound Transmission Class (STC): ๏‚ง Minimum 20โ€“25 dB (cukup untuk area penunjang/non-lab utama) 3. Ketahanan kelembapan o EPS harus dilindungi penuh oleh facing o Tidak menyerap air pada kondisi normal ruangan 4. Ketahanan api o EPS harus tipe self-extinguishing o Kelas reaksi terhadap api sesuai standar pabrikan o Catatan: panel EPS tidak digunakan pada area containment utama 6. Metode Pemasangan 1. Panel dipasang pada rangka: o Baja ringan / hollow galvanis o Atau rangka baja struktur mezzanine 2. Sambungan antar panel: o Rapat o Presisi o Tidak ada celah terbuka 3. Sambungan panel ke struktur: o Menggunakan fastener khusus panel o Dilengkapi washer dan seal 4. Sudut dan tepi panel: o Diberi trim aluminium atau steel powder-coated 7. Sealant dan Finishing 1. Sealant o Silicone sealant non-porous o Anti jamur 2. Finishing sambungan o Rapi o Flush o Tidak ada tonjolan tajam 8. Dimensi dan Toleransi โ€ข Lebar panel: sesuai standar pabrikan (umumnya 950โ€“1.150 mm) โ€ข Panjang panel: sesuai kebutuhan desain โ€ข Toleransi pemasangan: o Maksimum ยฑ3 mm 9. Standar dan Acuan Teknis โ€ข Standar produk sandwich panel EPS โ€ข Standar baja lapis galvanis โ€ข Pedoman bangunan gedung (Permen PUPR terkait) โ€ข Pedoman keselamatan kerja konstruksi 9. PEKERJAAN PLAFON/CEILING SANDWICH PANEL 1) Lingkup pekerjaan Pekerjaan ini mencakup pemasangan plafon dan pengangkutan, pengadaan bahan, tenaga kerja dan alat kerja serta pemasangan sandwich panel dan perlengkapannya, sesuai petunjuk gambar kerja dan spesifikasi teknis ini. 2) Prosedur umum a. Contoh bahan dan data teknis. b. Sebelum pengadaan bahan, kontraktor harus menyerahkan contoh dan data teknis/brosur bahan yang akan digunakan, untuk disetujui pengawas lapangan. c. Gambar detail pelaksanaan. Sebelum pelaksanaan, kontraktor wajib membuat dan menyerahkan gambar detail pelaksanaan kepada pengawas lapangan/mk untuk diperiksa dan disetujui. Gambar detail pelaksanaan harus memperlihatkan dimensi, tata letak, detail-detail pertemuan, cara pengencangan dan penyelesaian, dan detail penyelesaian lainnya. d. Pengiriman dan penyimpanan โ€ข semua bahan yang didatangkan harus disimpan ditempat yang terlindung sehingga terhindar dari kerusakan, baik sebelum dan selama pemasangan. โ€ข bahan yang didatangkan harus dilengkapi dengan label, data teknis dari pabrik pembuat untuk menjamin bahwa bahan yang didatangkan tersebut sesuai dengan yang telah disetujui. 3) Bahan โ€“ bahan A. Umum Semua bahan yang akan digunakan untuk pekerjaan plafon harus berasal dari produk yang dikenal seperti disebutkan dalam spesifikasi ini dan sesuai dengan persetujuan pengawas lapangan/mk. B. Sandwich Panel Polyisocyanurate (PIR) โ€ข panel ini untuk plafon harus dari tipe standar yang memiliki ketebalan minimal sesuai petunjuk dalam gambar kerja dan memenuhi ketentuan spesifikasi teknis โ€“ sandwich panel โ€ข panel ini harus dari tipe standar yang memenuhi ketentuan sni 1741-2008 โ€ข ketebalan inti dan metal skin: minimal 100 mm; densitas inti 40-42 kg/mยณ. โ€ข konduktivitas termal (ฮป) 0,022 w/mยทk. โ€ข kulit panel: aluminium/steel prepainted az100 g300 tebal min. 0,45 mm bmt, coating fitur anti bacterial untuk kedua sisi luar dan dalam โ€ข lebar modul panel: 1.170 mm, sambungan maleโ€“female/slip joint. โ€ข kinerja api: minimal kelas sulit terbakar setara fm approval, sni 1741-2008, astm e84, bs 476 part 7 dengan minimal mempunyai integritas 120 menit untuk ketahanan terhadap api. โ€ข warna off white; permukaan halus, bebas cacat, film protection terpasang saat pengiriman. C. Sandwich Panel EPS Sandwich panel EPS tebal 100 mm untuk plafon area mezzanine menggunakan inti EPS density minimum 12โ€“15 kg/mยณ, dilapisi pre-painted galvanized steel sheet tebal minimum 0,40 mm pada kedua sisi, dengan konduktivitas panas maksimum 0,038 W/mยทK. Panel dipasang pada rangka mezzanine dengan sambungan rapat dan sealant non-porous, menghasilkan plafon rata, ringan, dan mudah dibersihkan untuk area non-containment. D. Profil & aksesori aluminium โ€ข 2 pcs sebagai bottom track dengan klip curving cove/capping aluminium powder coating radius r45mm, alloy aa6063-t5 setara; tebal profil โ‰ฅ 1,2 mm. โ€ข corner trim, end cap, profil h/t/ฮณ sesuai kebutuhan. E. Fastener & sealant โ€ข anchor shuredrive pada bottom track sebagai fixing dinding ke lantai terpasang setiap 300mm atau sesuai gambar. โ€ข rivet putih, pop rivet, rivet countershunk diperlukan pemasangan dengan jarak 300mm atau sesuai gambar detail. โ€ข sealant: silicone netral/pu low-voc, tahan bahan kimia ringan, untuk clean-joint; sealant fire rate atau fire stop diperlukan pada titik penetrasi yang disyaratkan tahan api. E. Pelaksanaan pekerjaan a. Umum. โ€ข pabrikasi panel sandwich plafon harus dilaksanakan sesuai dengan petunjuk gambar detail pelaksanaan yang telah disetujui, serta sesuai petunjuk pengawas lapangan/mk. โ€ข setiap kesalahan yang disebabkan karena kesalahan pengukuran dimensi harus menjadi tanggung jawab kontraktor, tanpa biaya tambahan dari pemilik proyek. โ€ข partisi pertama yang dibuat harus disetujui pengawas lapangan/mk sebelum memulai produksi masal. โ€ข sistem pemasangan sandwich panel pada gantungan sling sebagai pegangan terdiri dari pemasangan satu atau beberapa lembar papan yang dipasang pada rangka metal tahan karat dengan menggunakan sekrup. b. Pemasangan. โ€ข kecuali ditentukan lain dalam gambar kerja, semua panel plafon dari panel sandwich akan terdiri dari : โˆ’ Plat strip sebagai gantungan/hanger plafon; โˆ’ Folded/plat sebagai pegangan di sandwich panel โˆ’ Kabel sling dan buldogrip plus scrup โˆ’ Alat pengencang gantungan/hanger seperti kunci pas, obeng ,dll โˆ’ Panel sandwich dan aksesorisnya. โ— Sambungan antara panel sandwich harus menggunakan sealant putih sebagai penyambung dan perekat serta dikerjakan sesuai petunjuk pelaksanaan dari pabrik pembuat panel sandwich. โ— Panel sandwich kemudian digantungkan di atas dak atas gedung menggunakan folded plat, plat strip kabel sling, buldogrip, dan dikencangkan dengan baut dan mur. โ— Metode pemasangan dan pengencangan harus sesuai dengan rekomendasi dari pabrik pembuat papan untuk panel sandwich dan sesuai dengan gambar detail pelaksanaan yang telah disetujui. โ— Pertemuan dengan atap, lantai dan dinding atau kolom bangunan harus diselesaikan dengan hati-hati dan rapi sesuai petunjuk pelaksanaan dari pabrik pembuat. โ— Bahan pengisi celah harus diaplikasikan menggunakan sealant putih dengan cara yang rapi pada setiap pertemuan. โ— Ketinggian semua plafon sandwich panel di 3 meter kecuali area animal holding ruminansia & necropsy dengan ketinggian 4 meter. c. Perlindungan dan pembersihan. โ€ข panel sandwich, bingkai dan bagian yang bersebelahan harus dilindungi dari kerusakan setiap saat. Setelah selesai pekerjaan, semua daerah kerja harus dibersihkan dan ditinggalkan dalam keadaan bersih tanpa bekas. d. Penyelesaian dan uji materi โ€ข panel sandwich harus diselesaikan dengan cara-cara yang direkomendasikan pabrik pembuat panel. โ€ข bahan panel sandwich dan cara pelaksanaannya harus sesuai ketentuan spesifikasi teknis pekerjaan. โ€ข plafon sandwich yang sudah terpasang dipastikan tidak ada goresan, tidak rata/penyok, dan juga permukaan bergelombang. 10. PEKERJAAN PLAFON GYPSUM 2) Lingkup pekerjaan Pekerjaan ini mencakup penyediaan bahan, tenaga kerja, peralatan bantu dan pemasangan plafon gypsum dan aksesori pada tempat-tempat seperti ditunjukkan dalam gambar kerja dan spesifikasi teknis ini. 3) Prosedur umum A. Contoh bahan dan data teknis bahan. โ€ข contoh dan data teknis/brosur bahan yang akan digunakan harus diserahkan terlebih dahulu kepada pengawas lapangan/mk untuk disetujui sebelum dikirimkan ke lokasi proyek. B. Gambar detail pelaksanaan. โ€ข kontraktor harus menyerahkan gambar detail pelaksanaan sebelum pekerjaan dimulai, untuk disetujui oleh pengawas lapangan/mk. C. Gambar detail pelaksanaan โ€ข gambar detail pelaksanaan harus mencakup penjelasan mengenai jenis/data bahan, dimensi bahan, ukuran-ukuran, jumlah bahan, cara penyambungan, cara febrikasi, cara pemasangan dan detail lain yang diperlukan. D. Pengiriman dan penyimpanan papan gypsum dan aksesori harus didatangkan ke lokasi sesaat sebelum pemasangan untuk mengurangi resiko kerusakan. E. Papan gipsum harus ditumpuk dengan rapi dan kuat diatas penumpu yang ditempatkan pada setiap jarak 450 mm, dengan penumpu bagian ujung berjarak tidak lebih dari 150 mm terhadap ujung tumpukan. F. Papan gipsum dan aksesori harus disimpan ditempat terlindung, lepas dari muka tanah, diatas permukaan yang rata dan dihindarkan dari pengaruh cuaca. G. Ketidaksesuaian. โ€ข kontraktor wajib memeriksa gambar kerja yang ada terhadap kemungkinan kesalahan/ketidaksesuaian, baik dari segi dimensi jumlah maupun pemasangan dan lainnya. โ€ข bila bahan-bahn yang didatangkan atau difabrikasi ternyata menyimpang atau tidak sesuai yang telah disetujui, maka akan ditolak dan kontraktor wajib menggantinya dengan yang sesuai. โ€ข biaya yang ditimbulkan karena hal diatas menjadi tanggung jawab kontraktor sepenuhnya dan tanpa tambahan waktu. 4) Bahan โ€“ bahan A. Bahan gypsum Bahan yang dipakai pada pekerjaan ini adalah panel gypsum standar 12 mm dengan ukuran panel 1200mm x 2400mm sesuai pada gambar perencanaan, produk jaya board, gyproc. Papan gipsum harus dari tipe standar yang memenuhi ketentuan as 2588, bs 1230 atau astm c 36. B. Rangka Rangka untuk pemasangan dan penumpu papan gipsum harus dibuat dari bahan baja ringan lapis seng dan alumunium seperti zincalume atau galvalum dalam bentuk dan ukuran yang dibuat khusus untuk pemasangan papan gipsum, seperti buatan jayaboard, gyproc. C. Alat pengencang. Alat pengencang berupa sekrup dengan tipe sesuai jenis pemasangan harus sesuai rekomendasi dari pabrik pembuat papan gipsum yang memenuhi ketentuan as 2589. B. Perlengkapan lainnya. Perlengkapan lainnya untuk pemasangan plafon gypsum, antara lain seperti tersebut berikut, harus sesuai rekomendasi dari pabrik pembuat papan gipsum : โ— Perekat โ— Pita kertas berperforasi, โ— Cat dasar khusus untuk permukaan papan gipsum. โ— Dan lainnya disesuaikan dengan kebutuhan agar papan gypsum terpasang dengan baik. 1) Pelaksanaan A. Umum. โ€ข sebelum papan gypsum dipasang, kontraktor harus memeriksa kesesuaian tinggi/kerataan permukaan, pembagian bidang, ukuran dan konstruksi pemasangan terhadap ketentuan gambar kerja, serta lurus dan waterpas pada tempat yang sama. โ€ข pemasangan papan gipsum dan kelengkapannya harus sesuai dengan petunjuk pemasangan dari pabrik pembuatnya. โ€ข jenis/bentuk tepi papan gipsum harus dipilih berdasarkan jenis pemasangan seperti ditunjukkan dalam gambar kerja. B. Pemasangan. โ€ข rangka papan gypsum untuk pemasangan di langit-langit atau tempat-tempat lainnya, yang terdiri dari bahan baja ringan lapis seng dan alumunium seperti zincalume atau galvalum yang sesuai dari standar pabrik pembuatnya yang dibuat khusus untuk pemasangan papan gipsum. โ€ข papan gypsum dipasang kerangkanya dengan sekrup atau dengan alat pengencangan yang direkomendasikan, dengan diameter dan panjang yang sesuai. โ€ข sambungan antara papan gipsum harus menggunakan pita penyambung dan perekat serta dikerjakan sesuai petunjuk pelaksanaan dari pabrik pembuat papan gipsum. โ€ข ketinggian plafon 2.8 meter dari lantai C. Pengecatan. โ€ข permukaan papan gipsum harus kering, bebas dari debu, oli atau gemuk dan permukaan yang cacat telah diperbaiki sebelum pengecatan dimulai. โ€ข kemudian permukaan papan gipsum tersebut harus dilapisi dengan cat dasar khusus untuk papan gipsum untuk menutupi permukaan yang berpori. โ€ข setelah cat dasar papan gipsum kering kemudian dilanjutkan dengan pengaplikasian cat dasar dan atau cat akhir sesuai ketentuan spesifikasi teknis pekerjaan pengecatan pada spesifikasi teknis ini dalam warna akhir sesuai ketentuan skema yang akan diterbitkan kemudian. 11. PINTU DAN JENDELA I. Ketentuan umum Pintu dan jendela โ€“ gedung utama & insectarium laboratorium penyakit infeksius 1. Jenis dan fungsi umum Pintu yang digunakan dalam proyek laboratorium penyakit infeksius tingkat keamanan tinggi (high containment infectious disease laboratory) ini merupakan komponen arsitektur yang berfungsi sebagai pemisah fisik sekaligus pengendali udara (air barrier) antara ruang dengan klasifikasi biosafety berbeda, yaitu: โˆ’ Ruang bsl-2 dan absl-2 enhanced dengan tekanan negatif terhadap area umum, dan โˆ’ Ruang dekontaminasi, anteroom, serta ruang transisi bertekanan negatif terhadap koridor atau area lainnya. Seluruh pintu dirancang tidak semata-mata sebagai elemen arsitektur, tetapi sebagai bagian integral dari sistem rekayasa keselamatan laboratorium (engineering control system), termasuk integrasi dengan hvac zoning, sistem interlock, access control, dan bms (building management system). 2. Jenis pintu berdasarkan sistem teknis pintu dalam gedung ini diklasifikasikan menjadi dua sistem utama: โ— Pintu non-air tight / standard door: digunakan pada area administratif, area publik, atau area servis yang tidak memerlukan isolasi udara. โ— Pintu air tight : digunakan pada zona laboratorium yang memiliki sistem pengendalian tekanan udara antar ruang (positive / negative pressure). Pintu air tight wajib memiliki sistem air-tight sealing dengan kinerja minimal sesuai en 1026 / en 12207 class 4. 3. Tipe pintu rekayasa khusus (engineering door unit) seluruh pintu dalam proyek ini merupakan pintu rekayasa khusus (custom-engineered door unit) yang dibuat khusus untuk aplikasi laboratorium bsl-2 dan absl-2 enhanced. Unit pintu ini tidak tersedia secara komersial massal, tetapi dirancang dan difabrikasi secara khusus (custom fabrication) berdasarkan: โ— Kebutuhan teknis tiap zona biosafety, โ— Tekanan udara desain hvac, โ— Persyaratan ketahanan disinfektan, bahan kimia, dan pelarut, โ— Ketentuan higienitas permukaan (seamless, non-porous, anti-corrosive), โ— Kesesuaian integrasi dengan panel dinding sandwich dan peralatan laboratorium lainnya (biosafety cabinet, anteroom interlock, dan sistem exhaust). Setiap engineering door unit terdiri dari daun pintu, kusen, sistem sealing, ground frame, brass alignment pin, dan sistem drop seal yang diproduksi dalam satu paket dan tidak dapat dipisahkan antar komponen, demi menjaga presisi air tight serta sertifikasi performanya. 4. Kustomisasi ukuran dan detail aksesori ukuran nominal daun pintu, kusen, serta viewing glass (kaca pandang) yang tercantum dalam tabel rks ini bersifat indikatif / preliminary dimension yang dapat diubah atau disesuaikan (adjustable) sebelum pekerjaan fabrikasi dan pemasangan dilakukan di lapangan. Penyesuaian dimensi dilakukan untuk menyesuaikan: โ— Toleransi aktual pada dinding sandwich panel, bata plester, atau struktur bukaan arsitektural; โ— Kebutuhan koordinasi antar disiplin (hvac, interlock wiring, panel dinding, dan sistem alarm); โ— Perubahan minor layout ruang dari hasil desain final (shop drawing) sebelum fabrikasi. Dengan demikian, ukuran akhir pintu dan kaca pandang (viewing glass) akan dikonfirmasi kembali melalui proses shop drawing approval dan koordinasi lintas disiplin teknis (architectural, hvac, electrical, dan automation) sebelum pelaksanaan konstruksi dimulai. 5. Material dan ketahanan โ— Seluruh material pintu yang digunakan, baik powder coating steel, alumunium maupun stainless steel ss304, wajib memiliki ketahanan terhadap korosi, kelembaban tinggi, bahan kimia disinfektan, dan tekanan udara diferensial hingga 50 pascal. โ— Permukaan pintu harus non-porous, mudah dibersihkan, tidak menyerap cairan, dan bebas sambungan tajam. โ— Finishing powder coating wajib dilakukan secara elektrostatik dengan ketebalan lapisan minimum 70 mikron, dan tahan disinfektan kimia seperti hโ‚‚oโ‚‚, etanol, klorin, serta formaldehida. 6. Integrasi dengan sistem laboratorium โ— Setiap pintu air tight harus terintegrasi dengan sistem interlock antar ruang anteroom, serta dapat dikontrol oleh building management system (bms) untuk keperluan monitoring tekanan, status pintu (open/closed/locked), dan alarm keamanan. โ— Pintu dengan kode tambahan sa (secure access) wajib dilengkapi perangkat akses elektronik (card reader / keypad / solenoid lock). โ— Pintu dengan kode au (automatic) wajib dilengkapi automatic swing operator air tight-rated dengan infrared hand sensor dan manual override untuk kondisi darurat. 7. Kinerja minimum โ— Kebocoran udara maksimum: โ‰ค 0.5 mยณ/h @ 50 pa โ— Tingkat air tight sealing: sesuai en 1026 / en 12207 class 4 โ— Kehidupan mekanis minimum: 500.000 siklus buka/tutup โ— Kinerja drop seal: dapat menutup celah bawah daun โ‰ค 10 mm secara otomatis dalam waktu < 2 detik โ— Ketahanan disinfektan: tidak terjadi perubahan warna, deformasi, atau degradasi lapisan setelah 48 jam paparan hโ‚‚oโ‚‚ 30% 8. Pemeriksaan dan persetujuan teknis โ— Sebelum fabrikasi, kontraktor wajib menyerahkan gambar kerja final (shop drawing) setiap tipe pintu lengkap dengan dimensi aktual, detail mounting ke dinding, jenis seal, sistem interlock, dan integrasi panel listrik. โ— Setiap engineering door unit wajib diuji dan disertai sertifikat hasil uji kebocoran udara (air tightness test report) dari pabrikan atau lembaga pengujian independen. II. Spesifikasi teknis pintu gedung utama 1. Umum Pintu yang digunakan pada gedung laboratorium ini dibedakan menjadi tiga kategori utama: 1) Pintu non-air tight (standard door) โ€“ digunakan pada area umum, servis, dan ruang administrasi yang tidak memerlukan isolasi tekanan udara. 2) Pintu air tight (air-tight door) โ€“ digunakan pada area laboratorium, anteroom, dan zona tekanan positif/negatif yang memerlukan pengendalian udara mutlak. Pintu air tight ini memiliki sistem seal udara rapat (air tight sealing) yang mencegah terjadinya kebocoran udara, kontaminasi silang, dan gangguan keseimbangan tekanan antar ruang. 3) Pintu Loading Dock Pintu aluminium rolling door/rolling shutter untuk area loading dock dan akses dari luar menggunakan operasi elektrik dengan remote control, terbuat dari double layer aluminium slat berinsulasi PU foam, dengan ketebalan aluminium minimum 1,5 mm. Sistem dilengkapi motor listrik minimum 0,5 HP, tegangan 220โ€“380 V, control box dengan limit switch otomatis, manual override saat listrik padam, serta safety brake dan stopper untuk menjamin keamanan dan keandalan operasi, dengan aplikasi khusus untuk penggunaan luar ruang (outdoor). 2) Sistem air tight (air-tight door system) Setiap pintu air tight yang disebut dengan kode โ€œiโ€ (misal p6i, p7i, p11i) wajib memenuhi sistem berikut: โ— Struktur air tight frame: โˆ’ Kusen terbuat dari ss304 atau baja galvanis powder coating dengan toleransi ketepatan sambungan maksimal 1 mm. โˆ’ Dilengkapi ground frame stainless steel di bagian lantai untuk memastikan permukaan rata dan memberikan landasan tekanan bagi drop seal. โ— Daun air tight: โˆ’ Terbuat dari plat baja galvanis (1.5 mm) atau ss304 (2.0 mm) dengan inti aluminium alloy honeycomb. โˆ’ Ketebalan daun minimum 43โ€“44 mm. โˆ’ Permukaan halus, non-porous, mudah dibersihkan, dan tahan bahan disinfektan. โ— Sistem kedap udara (air-tight seal): โˆ’ Menggunakan rubber gasket keliling (epdm / neoprene) yang dikompresi ke arah kusen. โˆ’ Dilengkapi drop seal otomatis di bawah daun yang akan turun saat pintu tertutup, untuk menutup celah bawah daun secara sempurna. โˆ’ Toleransi kebocoran udara maksimum โ‰ค 0.5 mยณ/jam/mยฒ @ 50 pa, sesuai en 1026 / en 12207 class 4. โ— Brass pin & alignment system: โˆ’ Menggunakan pin alignment kuningan yang menjaga posisi daun agar tidak bergeser saat ditutup sehingga tekanan antara seal dan frame tetap seragam. โ— Interlock system: โˆ’ Pintu air tight bertanda โ€œiโ€ harus terhubung ke sistem interlock elektronik, sehingga hanya satu pintu dalam satu anteroom dapat terbuka pada satu waktu. โˆ’ Dilengkapi indikator led โ€œdoor locked/unlockedโ€. โ— Secure access (sa): โˆ’ Dilengkapi sistem kontrol akses elektronik berupa card reader / keypad digital yang terhubung dengan sistem keamanan laboratorium dan building management system (bms). โ— Automatic (au): โˆ’ Menggunakan motor air tight door operator (german dunker atau setara), dengan dua sensor tangan non-kontak, manual override, dan fitur soft start โˆ’ Soft stop. โ— Kinerja & ketahanan: โˆ’ Siklus operasi minimum 500.000 kali buka/tutup. โˆ’ Tahan disinfektan seperti hโ‚‚oโ‚‚ 30%, klorin 1%, alkohol 70%. โˆ’ Tidak mengalami deformasi atau degradasi lapisan powder coating. 3) Spesifikasi teknis per tipe pintu air tight A. P6i โ€“ manual air tight single door โ— Ukuran: 1000 ร— 2200 mm โ— Material daun: baja galvanis 1.5 mm powder coating oven 70 ยตm, inti aluminium honeycomb, tebal 43 mm โ— Kusen: baja galvanis 1.5 mm untuk panel 50 mm dengan ground frame ss304 โ— Viewing glass: 650 ร— 650 mm kaca tempered frameless flush โ— Sistem air tight: rubber gasket 3 sisi + drop seal otomatis + brass pin alignment + ground frame ss304 โ— Interlock: terhubung ke panel interlock elektronik โ— Kinerja: air-tight โ‰ค 0.5 mยณ/h @ 50 pa; operasi โ‰ฅ 500.000 siklus; tahan disinfektan B. P6i sa โ€“ manual air tight single door with secure access Sama dengan p6i dengan tambahan: โ— Secure access: sistem akses elektronik (card reader, solenoid lock) โ— Kinerja: integrasi bms; fail-safe saat listrik padam. C. P7i โ€“ manual air tight single door tanpa glass โ— Ukuran: 1000 ร— 2200 mm โ— Daun: baja galvanis reinforced, tanpa viewing glass. โ— Air tight system: rubber seal keliling, drop seal, brass pin. โ— Interlock: aktif pada sistem anteroom. โ— Kinerja: class 4 air-tight; tahan hโ‚‚oโ‚‚. D. P7i sa โ€“ manual air tight single door with secure access Sama dengan p7i dengan penambahan: โ— Secure access: akses elektronik (bms). โ— Kinerja: air-tight class 4 + kontrol akses. E. P8i / p9i / p10i โ€“ manual air tight door (variasi glass) โ— Ukuran: 800โ€“900 ร— 2200 mm โ— Daun: baja galvanis 1.5 mm, inti honeycomb, t 43 mm. โ— Viewing glass: p8i/p10i tanpa; p9i dengan 650 ร— 650 mm tempered. โ— Sistem air tight: rubber seal, drop seal, brass pin, ground frame. โ— Interlock: aktif. โ— Kinerja: air-tight โ‰ค 0.5 mยณ/h @ 50 pa. F. P11i โ€“ manual air tight swing door (ss304) โ— Ukuran: 1200 ร— 2200 mm โ— Daun: ss304 2.0 mm reinforced frame, inti honeycomb, t 43 mm โ— Kusen: ss304 (50 mm sandwich wall) dengan ground frame ss304 โ— Viewing glass: 650 ร— 650 mm tempered flush frameless โ— Sistem air tight: rubber seal, drop seal otomatis, brass pin alignment โ— Interlock: aktif โ— Kinerja: air-tight class 4; tahan bahan kimia; siklus โ‰ฅ 500.000 G. P11i au โ€“ automatic air tight door Sama dengan p11i dengan tambahan: โ— Motor operator: air tight automatic door system (dunker atau setara) dengan 2 sensor tangan non-kontak, manual override, soft-start/stop. โ— Kinerja: air-tight โ‰ค 0.5 mยณ/h @ 50 pa; operasi lancar tanpa benturan. H. P11i sa + au โ€“ automatic air tight door with secure access Sama dengan p11i au dengan penambahan: โ— Secure access: card reader / solenoid lock terhubung ke bms. โ— Interlock: aktif. I. P12i / p12i sa โ€“ double air tight door (ss304) โ— Ukuran: 2000 ร— 3000 mm โ— Daun: ss304 2.0 mm, inti honeycomb, t 44 mm. โ— Kusen: ss304 untuk dinding bata. โ— Viewing glass: tidak ada. โ— Air tight system: rubber seal keliling, drop seal tiap daun, 8 auto-hinge heavy-duty. โ— Interlock: aktif antar zona. โ— Secure access (sa): akses elektronik. โ— Kinerja: class 4 air-tight. J. P13i / p13i sa โ€“ double air tight door (ss304 2000 ร— 3500 mm) โ— Ukuran: 2000 ร— 3500 mm โ— Daun: ss304 2.0 mm, inti honeycomb, t 44 mm. โ— Viewing glass: tidak ada. โ— Sistem air tight: rubber seal keliling, drop seal, brass pin. โ— Kinerja: air-tight class 4; varian sa dilengkapi kontrol akses. K. P15i โ€“ air tight emergency exit door โ— Ukuran: 1500 ร— 2200 mm โ— Daun: baja galvanis 1.5 mm, inti honeycomb, t 43 mm. โ— Kusen: powder-coated steel + ground frame. โ— Viewing glass: tidak ada. โ— Air tight system: rubber seal + drop seal. โ— Perangkat darurat: panic bar, fail-safe unlock mode. โ— Interlock: terhubung sistem emergency. โ— Kinerja: air-tight class 4; operasional darurat โ‰ค 1 detik unlock. L. P17i โ€“ double air tight interlock door (powder coating steel) โ— Ukuran: 1600 ร— 2200 mm โ— Daun: baja galvanis 1.5 mm reinforced, inti honeycomb, t 43 mm. โ— Kusen: galvanis powder coating untuk dinding bata. โ— Viewing glass: 300 ร— 300 mm tempered flush, air tight laminated seal. โ— Sistem air tight: rubber seal keliling, drop seal otomatis, brass pin, ground frame ss304. โ— Interlock: aktif dan terhubung antar zona bertekanan berbeda. โ— Kinerja: air-tight โ‰ค 0.5 mยณ/h @ 50 pa; stabil hingga โˆ†p 50 pa. 4) Pengujian dan kriteria penerimaan โ— Uji kebocoran udara: dilakukan sesuai en 1026 / en 12207 class 4 atau iso 14644 air leakage test. โ— Uji fungsional air tight & interlock: pintu dibuka-tutup โ‰ฅ 500 kali, interlock berfungsi normal, sensor otomatis respon โ‰ค 2 detik. โ— Uji ketahanan disinfektan: lapisan tidak terkelupas setelah paparan hโ‚‚oโ‚‚ 30% selama 48 jam. โ— Kriteria penerimaan: kebocoran udara โ‰ค 0.5 mยณ/h @ 50 pa; tidak ada deformasi atau kegagalan seal; operasi pintu halus tanpa gesekan berlebihan. II. Spesifikasi teknis pintu gedung insectarium 1. Umum Seluruh pintu pada gedung insectarium merupakan pintu custom-engineered unit yang difabrikasi khusus untuk area riset entomologi dan animal rearing, dengan kebutuhan khusus terhadap isolasi biologis, kontrol tekanan udara, dan pencegahan pelepasan serangga dari area eksperimen. Pintu-pintu tersebut memiliki konstruksi powder coating steel / sandwich panel / aluminium frame screen, sesuai fungsi dan zona penggunaannya. Setiap unit telah disesuaikan untuk sambungan ke dinding sandwich panel 50 mm dan dilengkapi dengan sistem air-tight sealing, drop seal, dan screen barrier (untuk mencegah serangga keluar-masuk antar ruang). Ukuran pintu dan kaca pandang (bila ada) bersifat adjustable dan akan disesuaikan pada tahap shop drawing approval sebelum fabrikasi. 2. Spesifikasi teknis per tipe 1) Ps1i โ€“ manual air tight swing single door โ— Ukuran: 1000 ร— 2200 mm โ— Tipe: single leaf swing door (air tight) โ— Material daun: โˆ’ Plat baja galvanis tebal โ‰ฅ 1.5 mm, finishing powder coating oven min. 70 ยตm, warna higienis (ral 9003 atau setara). โˆ’ Inti daun pintu menggunakan aluminium alloy honeycomb untuk kekakuan dan stabilitas dimensi. โˆ’ Ketebalan daun ยฑ 43 mm. โ— Kusen: baja galvanis powder coating, profil disesuaikan dengan dinding panel 50 mm, dilengkapi ground frame stainless steel. โ— Viewing glass: 650 ร— 650 mm kaca tempered frameless flush (opsional). โ— Sistem air tight: โˆ’ Rubber gasket perimeter tiga sisi (epdm). โˆ’ Drop seal otomatis di bawah daun. โˆ’ Brass alignment pin dan ground frame stainless. โˆ’ Kebocoran udara maksimum โ‰ค 0.5 mยณ/h @ 50 pa (class 4 en 1026). โ— Aksesori: 3 auto-hinge heavy-duty, handle tubular stainless steel, silinder kunci tanpa latch bolt. โ— Kinerja: โˆ’ Kedap udara penuh (air-tight door). โˆ’ Tahan bahan kimia & disinfektan (hโ‚‚oโ‚‚ 30%, klorin 1%, alkohol 70%). โˆ’ Siklus operasi โ‰ฅ 500.000 kali. 2) Ps1i sa โ€“ manual air tight swing single door with secure access โ— Ukuran: 1000 ร— 2200 mm โ— Tipe: sama seperti ps1i dengan tambahan secure access system. โ— Sistem secure access: โˆ’ Card reader / keypad digital dengan solenoid lock, terintegrasi ke building management system (bms). โˆ’ Indikator led status door (lock/unlock). โˆ’ Fail-safe mode saat kehilangan daya. โ— Kinerja: air-tight โ‰ค 0.5 mยณ/h @ 50 pa, sistem interlock aktif antar ruang. 3) Ps2 โ€“ non-air tight swing single door (sandwich panel door) โ— Ukuran: 900 ร— 2200 mm โ— Tipe: single leaf swing door, non-air tight. โ— Material daun: โˆ’ Panel sandwich 50 mm dengan pelat luar baja lapis anti-korosi / ppgi. โˆ’ Inti pu foam 40โ€“45 kg/mยณ. โ— Kusen: profil aluminium extruded atau baja galvanis 1.0 mm, powder coating. โ— Viewing glass: opsional 300 ร— 300 mm kaca tempered. โ— Kinerja: kedap debu, tahan lembab, mudah dibersihkan, non-air tight (โ‰ค 2 mยณ/h @ 50 pa). โ— Fungsi: digunakan untuk akses area rearing non-tekanan dan koridor servis. 4) Ps3 โ€“ screen sliding door โ— Ukuran: 1200 ร— 1800 mm โ— Tipe: single sliding door dengan screen mesh antiserangga. โ— Material: โˆ’ Rangka aluminium anodized profil u section dengan rail atas. โˆ’ Screen mesh nylon fine density < 0.8 mm, warna abu-abu gelap. โˆ’ Rel dilengkapi roller low-noise dan stopper. โ— Fungsi: sebagai barrier fisik dan ventilasi alami di ruang breeding atau insect holding. โ— Kinerja: tidak air tight; toleransi celah maksimum 2 mm; bisa dibuka dari kedua sisi. 5) Ps4 โ€“ screen sliding door โ— Ukuran: 850 ร— 1800 mm โ— Tipe: single sliding door dengan screen mesh nylon. โ— Material: sama seperti ps3 dengan dimensi lebih kecil untuk ruang rearing atau kandang observasi. โ— Kinerja: non-air tight, berfungsi sebagai penghalang serangga dan sirkulasi udara. III. Spesifikasi teknis jendela gedung utama & gedung insectarium 1. Ketentuan umum 1). Fungsi dan prinsip umum Seluruh jendela yang digunakan pada gedung utama dan gedung insectarium merupakan bagian dari sistem rekayasa fisik laboratorium infeksius (engineering physical barrier system) yang berfungsi sebagai: โ— Pembatas visual dan fisik (physical viewing barrier) antara ruang laboratorium bertekanan positif dan ruang bertekanan negatif, serta antara area penelitian dan area servis/koridor. โ— Elemen pendukung sistem pengendalian tekanan udara (pressure cascade) pada laboratorium bsl-2 dan absl-2 enhanced. โ— Media visibilitas (viewing panel) untuk aktivitas pengawasan dan observasi tanpa membuka ruang terisolasi. Setiap unit jendela merupakan unit rekayasa khusus (custom-engineered window unit) yang difabrikasi secara presisi dan disesuaikan dengan: โˆ’ Ketebalan dinding sandwich panel atau bata plester, โˆ’ Tekanan udara desain hvac, dan โˆ’ Tingkat isolasi biologis ruang laboratorium. 2) Jenis jendela berdasarkan sistem dan fungsi Jenis jendela Deskripsi Aplikasi Fixed viewing window Jendela tidak dapat dibuka (non-operable) yang berfungsi sebagai media pandang antara ruang. Menggunakan sistem kaca double atau triple vacuum Area laboratorium, ruang penelitian, koridor laboratorium, ruang hewan, dan zona transisi. Jenis jendela Deskripsi Aplikasi glass untuk menahan perbedaan tekanan udara antar ruang. Swing opening window Jendela dapat dibuka (operable) dengan engsel sisi atau atas, dilengkapi sistem air-tight rubber seal untuk mempertahankan tingkat kebocoran udara minimum. Area rearing atau observasi serangga, ruang ventilasi tambahan non-bsl. 3) Kedudukan dan hubungan dengan gambar detail Jendela-jendela ini menjadi bagian integral dari pintu dan jendela engineering system, dan setiap tipe jendela dapat dilihat secara rinci pada gambar arsitektur dan detail potongan (door & window schedule) dalam lampiran gambar ded. Setiap ukuran dan sistem bukaan harus mengacu pada drawing koordinasi arsitektur dan mep yang menunjukkan posisi relatif terhadap dinding panel, tekanan udara ruang, dan arah pandang pengamatan. 2. Konstruksi dan material 1) Konstruksi umum โ— Frame / kusen: โˆ’ Terbuat dari profil aluminium anodized atau powder-coated dengan sistem sambungan mekanis 90ยฐ menggunakan corner cleat system dan epdm gasket seal. โˆ’ Kusen terintegrasi langsung dengan panel dinding sandwich pir tebal 50 mm atau pasangan bata plester, tergantung lokasi pemasangan. โ— Daun / panel kaca: โˆ’ Kaca tempered / laminated berkualitas laboratorium, tahan tekanan diferensial dan tahan bahan kimia desinfektan. โˆ’ Diperkuat dengan sealant silikon netral, anti-retak, dan tahan uv. โ— Finishing: โˆ’ Warna netral higienis (ral 9003 / putih) atau anodized natural, permukaan halus dan mudah dibersihkan. 2) Sistem double vacuum glass untuk viewing window dengan alumunium frame sebagai barrier area exterior (untuk area bsl-2 dan supporting lab) โ— Seluruh jendela pada area laboratorium bertekanan (bsl-2 dan absl-2 enhanced) menggunakan sistem double vacuum glass unit (dvg) sebagai lapisan pelindung udara (air-tight barrier). โ— Spesifikasi teknis: Uraian Spesifikasi Teknis Minimum Jenis pekerjaan Pengadaan dan pemasangan sistem jendela aluminium fixed Sistem / tipe Aluminium window system non-insulated Aplikasi Jendela eksterior bangunan Basic depth profil Minimum 40 mm Material profil Aluminium ekstrusi kualitas arsitektural Sistem insulasi Non-thermal break / non-insulated Tipe bukaan fixed window Tebal kaca dua lapis kaca tempered 6 mm + ruang vakum 0.3โ€“0.5 mm dengan penyerap gas inert (getter) Jenis kaca tempered glass Gasket / seal EPDM gasket atau material seal pabrikan yang tahan cuaca, UV, dan perubahan temperatur Drainage system Sistem pembuangan air terintegrasi pada profil Air permeability Minimum Class 4 mengacu EN 12207 Ketahanan Tekanan Udara differensial Minimum 600 Pa, atau hingga E1500 sesuai konfigurasi sistem Wind load resistance Minimum 1.200 Pa, atau sesuai perhitungan beban angin lokasi proyek Sound insulation โ‰ฅ 33 db. Koefisien Transmisi Cahaya โ‰ฅ 80%. Kinerja kebocoran โ‰ค 0.5 mยณ/h @ 50 pa. Long-term functionality Minimum Class 2 Finishing aluminium Powder coating / anodizing / PVDF sesuai desain arsitektur Ketebalan coating Powder coating minimum 60โ€“80 mikron atau sesuai standar pabrikan Warna profil Sesuai approval arsitek / Direksi / Pengawas Sealant perimeter Weatherproof silicone sealant netral, non-staining, tahan UV Fastener Stainless steel atau material anti karat Sub-frame / anchoring Menggunakan bracket, anchor, dan fixing sesuai shop drawing Toleransi pemasangan Kusen harus lurus, siku, waterpass, plumb, dan tidak melendut Integrasi dengan dinding Sambungan ke dinding harus kedap air dan rapi Mock-up Kontraktor wajib membuat mock-up 1 unit atau sesuai instruksi Pengawas Shop drawing Wajib diajukan sebelum fabrikasi Dokumen teknis Datasheet produk, katalog profil, sertifikat uji performa, metode pemasangan, dan material sample Pengujian lapangan Visual inspection, water leakage test, operability test, alignment check Garansi Minimum 1 tahun untuk pemasangan dan minimum sesuai garansi pabrikan untuk material/hardware โ— Fungsi sistem: โˆ’ Menahan perbedaan tekanan udara antara ruang laboratorium dan koridor atau lingkungan luar. โˆ’ Mencegah difusi aerosol atau mikroorganisme dari ruang isolasi. โˆ’ Menjadi elemen physical containment barrier sebagai bagian dari strategi pengendalian risiko biologis (biosafety containment envelope). โ— Aplikasi: โˆ’ Dvg digunakan pada seluruh jendela di sisi luar bangunan (outer faรงade) yang berbatasan langsung dengan udara luar atau ruang non-laboratorium. 3) Sistem double vacuum glass frameless (untuk area (dalam) dengan panel pir untuk viewing window area BSL-2, ABSL-2 Enhanced dan supporting Lab) a. Fungsi dan Peruntukan Double vacuumed glass viewing window frameless berfungsi sebagai jendela observasi pada dinding laboratorium, memungkinkan pengamatan aktivitas di dalam ruang laboratorium tanpa membuka ruang dan tanpa mengganggu sistem containment, tekanan udara, serta biosafety. Jendela ini dirancang khusus untuk aplikasi laboratorium biosafety, di mana diperlukan kedap udara, kedap tekanan, higienis, dan mudah dibersihkan. b. Tipe dan Konfigurasi โ€ข Tipe: Viewing window frameless (tanpa frame logam terlihat) โ€ข Konfigurasi kaca: Double glass, vacuum sealed โ€ข Sistem pemasangan: Flush mounted (rata dengan permukaan panel) โ€ข Aplikasi dinding: Sandwich panel PIR tebal 50 mm c. Spesifikasi Kaca (Glass Assembly) 1. Jumlah lapisan kaca o 2 (dua) lembar kaca (double glazing) 2. Jenis kaca o Tempered glass atau laminated safety glass o Kualitas architecturalโ€“laboratory grade 3. Ketebalan kaca o Minimum 8 mm per lembar o (dapat ditingkatkan menjadi 10 mm sesuai ukuran bukaan dan persyaratan tekanan) 4. Ruang antar kaca o Vacuum sealed cavity (ruang hampa) o Alternatif: gas inert (argon) bila dipersyaratkan desain 5. Sifat optik o Transparansi tinggi o Distorsi visual minimal o Tidak menyebabkan refleksi berlebih pada pencahayaan laboratorium 6. Keamanan o Bila pecah, kaca tidak membentuk pecahan tajam (safety glass) o Memenuhi standar keselamatan bangunan d. Spesifikasi Kinerja Teknis 1. Kedap udara (airtightness) o Kedap udara penuh o Tidak terjadi kebocoran udara pada kondisi tekanan positif maupun negatif ruang laboratorium 2. Ketahanan tekanan diferensial o Minimum ยฑ250 Pa o (sesuai kebutuhan ruang BSL-2 & ABSL-2 Enhanced) 3. Kedap air dan uap o Tidak terjadi kondensasi di dalam ruang antar kaca o Seal vakum bersifat permanen 4. Ketahanan kimia o Tahan terhadap disinfektan laboratorium (alkohol, klorin, quaternary ammonium, dll.) 5. Ketahanan suhu o Stabil pada rentang suhu ruang laboratorium dan fluktuasi HVAC e. Spesifikasi Sealant dan Sistem Penutupan 1. Sealant o Sealant silikon struktural atau setara o Tipe non-porous, non-yellowing o Anti jamur dan anti bakteri 2. Karakteristik seal o Tidak retak o Tidak menyusut o Tidak berubah warna akibat pembersihan rutin 3. Sistem penutupan o Full perimeter sealing o Tanpa celah terbuka f. Integrasi dengan Sandwich Panel PIR 50 mm 1. Panel dinding o Sandwich panel dengan inti Polyisocyanurate (PIR) o Ketebalan total panel: 50 mm o Permukaan panel: pre-painted steel atau setara (laboratory grade) 2. Metode pemasangan o Bukaan panel dipotong presisi pabrik atau on-site dengan jig khusus o Kaca dipasang flush dengan permukaan panel o Tidak ada frame logam terbuka yang menjadi potensi trap kotoran 3. Kedap panel o Sambungan panelโ€“kaca harus mempertahankan: ๏‚ง Airtightness panel ๏‚ง Fire performance panel ๏‚ง Thermal insulation panel g. Persyaratan Higienitas & Biosafety 1. Permukaan kaca dan sambungan harus: o Halus o Tidak berpori o Mudah dibersihkan 2. Tidak boleh terdapat: o Celah o Sudut mati o Area penumpukan debu atau mikroorganisme 3. Desain mendukung pembersihan rutin dan dekontaminasi laboratorium. h. Persyaratan Dimensi dan Toleransi โ€ข Dimensi jendela sesuai gambar DED โ€ข Toleransi pemasangan maksimum: o ยฑ2 mm untuk keselarasan permukaan โ€ข Permukaan kaca harus rata dengan panel (flush finish) 4) Sistem swing opening window โ— Hanya digunakan pada area non-bsl seperti ruang insect rearing, ventilasi alami, dan ruang observasi lapangan. โ— Sistem terdiri atas: โˆ’ Frame aluminium powder-coated. โˆ’ Engsel top-hung atau side-hung stainless steel. โˆ’ Rubber seal perimeter (epdm). โˆ’ Handle aluminium anodized dan stopper mekanis. โ— Kinerja kedap udara: class 3 en 1026 / en 12207. 3. Kinerja minimum dari Double Vacuumed Glass dengan alumunium frame Parameter Satuan / standar Nilai minimum Kebocoran udara (air tightness) En 1026 / en 12207 Class 4 (โ‰ค 0.5 mยณ/h @ 50 pa) Parameter Satuan / standar Nilai minimum Ketahanan tekanan udara diferensial En 12210 600 pa Kedap air (water tightness) En 12208 Class 9a (600 pa) Isolasi akustik Iso 717-1 โ‰ฅ 33 db Ketahanan beban angin En 12211 Be3000 (3000 pa) Ketahanan siklus buka-tutup (swing type) Iso 9170 โ‰ฅ 20.000 siklus Tahan bahan kimia disinfektan Hโ‚‚oโ‚‚ 30%, etanol 70% Tidak terjadi deformasi atau perubahan warna 4. Kesimpulan sistem โ— Seluruh jendela laboratorium berfungsi sebagai komponen containment utama dalam sistem bangunan laboratorium infeksius. โ— Double dan triple vacuum glass system menjadi physical barrier yang menjaga kestabilan tekanan dan keamanan biologis antar ruang. โ— Jendela tipe fixed viewing window wajib tidak dapat dibuka (non-operable) dan berperan dalam mempertahankan integritas zona laboratorium. โ— Jendela tipe swing opening hanya digunakan untuk ruang non-kritis dengan ventilasi alami dan tidak termasuk dalam sistem containment. โ— Semua tipe jendela mengacu pada detail teknis dan potongan gambar (door & window schedule) dalam lampiran gambar arsitektur ded sebagai acuan dimensi, posisi, dan arah bukaan final. 5. LANTAI 1. LANTAI EPOXY HEAVY DUTY - AREA LAB I. Ketentuan umum 1) Lingkup pekerjaan pekerjaan ini meliputi penyediaan material, persiapan permukaan, dan aplikasi sistem pelapisan epoxy self-leveling dan mortar epoxy pada permukaan lantai beton laboratorium dengan total luas ยฑ 2.300 mยฒ. Sistem ini terdiri atas dua jenis: โ— Sistem epoxy self-leveling 2000 mikron (chemical resistance) digunakan untuk area dengan paparan bahan kimia, pelarut, dan desinfektan. โ— Sistem mortar epoxy 5000 mikron (slope floor 5ยฐ) digunakan pada area yang membutuhkan kemiringan lantai untuk drainase atau pencegahan genangan cairan. 2) Tujuan dan fungsi sistem โ— Meningkatkan ketahanan mekanik, abrasi, dan bahan kimia lantai beton. โ— Menyediakan permukaan kedap cairan dan udara (non-porous surface). โ— Memastikan sterilitas dan kemudahan pembersihan pada area berisiko tinggi (bsl-2/absl-2). โ— Memberikan lapisan akhir yang glossy, higienis, dan bebas sambungan. 3) Acuan standar โ— Astm d4541: adhesion strength of coatings โ— Astm d4060: abrasion resistance by taber abraser โ— Astm d1308: chemical resistance of coatings โ— Iso 2812-1: determination of resistance to liquids โ— Astm d3363: film hardness by pencil test โ— Aci 302.1r: guide for concrete floor and slab construction II. Spesifikasi teknis minimum A. Sistem epoxy self-leveling (ketebalan 2000 mikron) 1. Struktur sistem pelapisan: โ— Lapisan primer: epoxy polyamine solvent-based (two-component) dengan volume solid โ‰ฅ85%; fungsi sebagai penetrant & bonding agent antara beton dan lapisan epoxy di atasnya. โ— Lapisan intermediate (body coat): high solid epoxy polyamide, viskositas tinggi, ketebalan per lapisan ยฑ 1000 mikron; berfungsi membentuk lapisan self-leveling rata dan kuat. โ— Lapisan akhir (finish coat โ€“ chemical resistant): epoxy novolac polyamine solvent-free; ketebalan ยฑ 1000 mikron; tahan terhadap bahan kimia agresif seperti hโ‚‚soโ‚„ 98%, naoh 50%, hcl 36%, dan pelarut mek. 2. Sifat fisik & mekanis minimum: Parameter Satuan / standar Nilai minimum Ketebalan total ยตm 2000 ยฑ 10% Volume solid % โ‰ฅ 95 Adhesion strength Mpa (astm d4541) โ‰ฅ 3.5 Abrasion loss Mg/1000 cycles (cs-17, 1 kg, astm d4060) โ‰ค 60 Kekerasan film Astm d3363 H1 atau lebih Tahan suhu kering ยฐc Hingga 90ยฐc Waktu pengerasan penuh Hari 7 hari Daya tahan bahan kimia (hโ‚‚soโ‚„ 98%, naoh 50%, etanol 96%) - Excellent (e) 3. Karakteristik tambahan: โ— Permukaan gloss tinggi, tidak licin, non-porous. โ— Dapat diaplikasikan pada lantai dengan kelembapan maksimum 75% rh. โ— Sistem voc rendah, aman untuk area tertutup. 2. Sistem mortar epoxy (ketebalan 5000 mikron โ€“ untuk kemiringan 5ยฐ) 1. Komposisi material: โ— Epoxy binder: resin epoxy dua komponen dicampur dengan pasir silika kering bergradasi halus (mesh 30โ€“60) untuk menghasilkan mortar trowelable. โ— Perbandingan campuran: resin : hardener : silika = 1 : 1 : 5 (berat). 2. Sifat mekanis minimum: Parameter Satuan / standar Nilai minimum Ketebalan ยตm 5000 ยฑ 10% Adhesion strength Mpa (astm d4541) โ‰ฅ 3.5 Compressive strength Mpa (astm c579) โ‰ฅ 80 Flexural strength Mpa (astm c580) โ‰ฅ 30 Impact resistance Kgยทcm (astm d2794) โ‰ฅ 150 Chemical resistance - Excellent (e) Kemiringan aplikasi Derajat ยฑ5ยฐ sesuai rancangan drainase 3. Fungsi: โ— Membentuk lapisan dasar miring pada area drainase, sink, dan ruang pencucian. โ— Digunakan sebagai substrat untuk lapisan self-leveling di atasnya. III. Metode pelaksanaan 1. Persiapan permukaan โ— Beton harus berumur minimal 28 hari, memiliki kuat tekan โ‰ฅ 25 mpa. โ— Permukaan bebas dari minyak, lemak, debu, curing compound, dan laitance. โ— Metode pembersihan: grinding, shot blasting, atau acid etching hingga mencapai kekasaran profil permukaan (csp 3โ€“5). โ— Kelembaban substrat diukur dengan moisture meter, tidak boleh > 6%. 2. Aplikasi sistem self-leveling โ— Langkah 1 โ€“ primer: campur resin dan hardener, aplikasikan dengan roller atau trowel tipis ยฑ 100 mikron. โ— Langkah 2 โ€“ body coat: campur komponen sesuai perbandingan 3:1; ratakan dengan notched trowel, biarkan merata secara self-leveling. โ— Langkah 3 โ€“ finish coat: aplikasikan lapisan akhir epoxy chemical resistant dengan ketebalan ยฑ 1000 mikron. โ— Gunakan spike roller untuk mengeluarkan gelembung udara. โ— Hindari aplikasi pada suhu <15ยฐc atau rh >85%. 3. Aplikasi sistem mortar epoxy โ— Campur resin, hardener, dan pasir silika hingga homogen. โ— Aplikasikan menggunakan steel trowel mengikuti kemiringan 5ยฐ. โ— Biarkan curing minimal 24 jam sebelum lapisan self-leveling diterapkan di atasnya. IV. Pengujian dan kriteria penerimaan Jenis uji Metode Kriteria lulus Adhesion test Astm d4541 โ‰ฅ 3.5 mpa (tanpa delaminasi antarlapisan) Abrasion test Astm d4060 โ‰ค 60 mg loss/1000 cycles Chemical resistance Astm d1308 Tidak ada blister, peeling, atau perubahan warna Film thickness Astm d6132 2000 ยฑ 10% (self-leveling) / 5000 ยฑ 10% (mortar) Hardness Astm d3363 โ‰ฅ h1 Visual inspection - Permukaan rata, bebas pinhole, bubble, dan blister Food-grade / hygiene compliance Fda 21 cfr 175.300 Pass (bebas kontaminasi kimia) Sertifikat food grade V. Kriteria akhir penerimaan โ— Permukaan harus halus, rata, dan bebas cacat visual (gelembung, retak, blister). โ— Warna seragam dan sesuai dengan persetujuan sample mock-up. โ— Semua hasil uji laboratorium memenuhi nilai minimum yang tercantum di atas. โ— Setelah curing penuh (ยฑ7 hari), permukaan tidak boleh menunjukkan perubahan kilap, degradasi warna, atau pelepasan lapisan. โ— Pekerjaan dianggap selesai setelah diterima melalui final inspection bersama pengguna dan konsultan pengawas. 14. PEKERJAAN Exterior envelope (facade) 1) Filosofi desain โ— Desain fasad bangunan laboratorium penyakit infeksi ini mengusung konsep โ€œtulang vertikalโ€ (vertical rib faรงade) sebagai simbolisasi dari: โˆ’ Kekuatan, ketahanan, dan ketepatan ilmiah โ€“ sebagaimana struktur tulang menopang tubuh, elemen vertikal ini merepresentasikan keteguhan sistem laboratorium dalam menopang aktivitas riset berisiko tinggi dengan presisi dan keamanan. โˆ’ Keteraturan ritmis dan keseimbangan โ€“ setiap modul fasad memiliki jarak dan irama yang konsisten, menggambarkan keteraturan proses ilmiah, standar biosafety, dan protokol kerja yang ketat. โˆ’ Proteksi berlapis โ€“ sistem kulit ganda (double-skin faรงade) dengan jarak antar tulang vertikal mencerminkan filosofi multiple barrier system dalam desain laboratorium bsl, di mana keselamatan dicapai melalui lapisan-lapisan pertahanan. โˆ’ Interaksi antara tertutup dan terbuka โ€“ bentuk lekukan vertikal dan rongga antar panel memungkinkan permainan cahaya alami dan bayangan yang dinamis, menandakan bahwa bangunan ini meski berfungsi dengan sistem tertutup (containment), tetap berinteraksi harmonis dengan lingkungan sekitarnya. โ— Secara visual, bentuk vertikal yang menjulang dari atap hingga ke dasar bangunan menciptakan kesan monumental dan kokoh, namun tetap ringan karena pemilihan material modern seperti grc dan aluminium subframe, menggambarkan kesatuan antara fungsi ilmiah dan keberlanjutan arsitektural. 2) Pemilihan material fasad dan kinerja teknis 1. Struktur pendukung โ€“ aluminium subframe โ— Rangka pendukung fasad menggunakan subframe aluminium anodized anti-korosi yang berfungsi sebagai sistem tulangan utama untuk pemasangan panel grc dan panel clay veneer. โ— Sistem subframe ini: โˆ’ Ringan, presisi tinggi, serta memiliki toleransi ekspansi termal yang rendah. โˆ’ Memudahkan perawatan karena dapat dibongkar-pasang tanpa merusak struktur utama dinding. โˆ’ Didesain sebagai sistem modular, memungkinkan ventilasi pasif di balik lapisan fasad (ventilated cavity), yang membantu mengontrol suhu dinding luar serta mencegah kondensasi. โˆ’ Aluminium bersifat recyclable hingga 100%, mendukung konsep green building & material sustainability. 2. Lapisan fasad โ€“ grc (glassfiber reinforced concrete) โ— Panel grc berfungsi sebagai kulit luar (architectural skin) yang membentuk pola vertikal seperti tulang. โ— Material ini dipilih karena: โˆ’ Memiliki kekuatan tekan dan lentur tinggi namun tetap ringan dibandingkan beton konvensional. โˆ’ Tahan terhadap kelembaban, jamur, dan perubahan suhu ekstrem, sesuai dengan standar bangunan laboratorium yang memerlukan ketahanan tinggi terhadap iklim tropis lembab. โˆ’ Dapat dibentuk dengan presisi tinggi untuk menghasilkan ritme vertikal, lengkung, dan ketebalan yang konsisten di setiap modul tulang. โˆ’ Perawatan mudah (cukup dibersihkan dengan air bertekanan rendah atau lap microfiber tanpa bahan kimia keras). โ— Finishing grc menggunakan coating berbasis silikat atau akrilik elastomerik, yang berfungsi melindungi permukaan dari air dan debu, serta menjaga tampilan alami menyerupai batu pualam atau clay. 3. Lapisan estetika โ€“ modified clay panel 1. Umum Lapisan clay pada fasad dirancang sebagai kulit alami (natural skin) yang memperhalus tampilan padat dan monolitik dari struktur laboratorium. Material ini digunakan sebagai elemen aksen fasad โ€” khususnya pada area entrance, volume vertikal tertentu, dan bidang transisi antarblok โ€” untuk menghadirkan kesan hangat dan manusiawi di tengah karakter bangunan yang steril dan terkendali. Filosofinya berangkat dari ide bahwa laboratorium berisiko tinggi tidak harus terlihat menakutkan, namun bisa tampil modern, alami, dan berkelanjutan โ€” mencerminkan harmoni antara sains, alam, dan manusia. 2. Komposisi dan karakter material Lapisan clay ini merupakan modified clay cladding berbasis mineral alami dan serat non-organik, diproses dengan teknologi extruded clay panel atau hybrid composite clay, memiliki ciri sebagai berikut: โˆ’ Komposisi utama: campuran tanah liat (kaolinite, feldspar, dan clay mineral alami), serat silika, dan binder mineral anorganik. โˆ’ Metode pembuatan: melalui proses ekstrusi dan pembakaran suhu tinggi (>1000ยฐc) sehingga menghasilkan kepadatan tinggi dan daya tahan terhadap cuaca tropis. โˆ’ Finishing permukaan: micro-textured natural finish dengan variasi matte, semi-gloss, atau sanded surface sesuai desain area. โˆ’ Ukuran panel umum: tebal 12โ€“18 mm, lebar 300โ€“400 mm, panjang 1200โ€“1500 mm, dipasang secara modular pada subframe aluminium anti-korosif. 3. Fungsi teknis dan kinerja material 1. Perlindungan fisik & termal โ— Berfungsi sebagai lapisan pelindung kedua (secondary envelope) yang menahan paparan langsung panas matahari dan hujan. โ— Nilai konduktivitas termal rendah (ฮป = ยฑ0.18 w/mk) โ†’ membantu menurunkan suhu permukaan dinding hingga 5โ€“8ยฐc dibanding panel beton terbuka. โ— Mengurangi fluktuasi temperatur dinding dalam, sehingga mendukung efisiensi sistem hvac di area laboratorium. โ— Tahan terhadap uv, hujan asam, dan kadar garam tinggi, cocok untuk iklim lembab tropis indonesia. 2. Kinerja kelembaban & kebersihan โ— Permukaan bersifat hidrofobik (anti-air) dan tidak berpori, sehingga tidak menyerap air atau menimbulkan noda jamur/lumut. โ— Dilengkapi self-cleaning coating berbasis silaneโ€“siloxane: air hujan yang mengalir akan membawa debu dan kotoran secara alami. โ— Dapat bertahan tanpa pengecatan hingga lebih dari 15 tahun dengan pemeliharaan minimal. โ— Tahan terhadap desinfektan ringan dan tidak terdegradasi oleh bahan kimia pembersih laboratorium. 3. Ketahanan mekanis โ— Kekuatan lentur (flexural strength) > 12 mpa dan ketahanan terhadap benturan ringan hingga 20 j. โ— Material tidak mudah retak atau terkelupas meskipun mengalami ekspansi akibat suhu ekstrem. โ— Sistem pemasangan menggunakan bracket aluminium adjustable clip system, memungkinkan ekspansi termal dan memudahkan penggantian panel secara modular. 4. Keberlanjutan dan green material concept Lapisan clay ini merupakan green & sustainable material karena: โ— Terbuat dari mineral alam yang dapat didaur ulang (100% recyclable). โ— Tidak mengandung voc, logam berat, atau resin organik berbahaya. โ— Proses produksinya hemat energi dengan low carbon firing technology (<0.3 kg coโ‚‚/kg material). โ— Menyumbang poin positif untuk sertifikasi bangunan hijau (greenship / leed) dalam kategori energy efficiency & sustainable material. โ— Sifat alami clay menjaga mikroklimat fasad tetap stabil, mengurangi urban heat island effect di kawasan laboratorium. 5. Integrasi estetika dan simbolik โ— Warna alami (warm beige, light terracotta, sand clay) memberikan kontras halus terhadap panel grc berwarna krem, menciptakan komposisi warna yang harmonis dan menenangkan. โ— Tekstur clay yang halus namun berpori mikro memperkuat kesan organik dan manusiawi, melengkapi tema โ€œstructured safety with harmonized formโ€. โ— Secara simbolik, lapisan clay merepresentasikan โ€œkehidupan alami yang dilindungi oleh sains, di mana material bumi menjadi pelindung fasilitas penelitian hayati. 6. Aplikasi dalam desain gedung laboratorium โ— Diterapkan pada zona aksen utama seperti: โˆ’ Bidang vertikal di area entrance lobby. โˆ’ Bidang pengikat antar blok massa (transisi antara lab human dan lab animal). โˆ’ Area plaza signage dan kolom fasad depan sebagai warm highlight zone. โ— Digabungkan dengan panel grc datar sebagai bidang dominan, menciptakan permainan ritme material kerasโ€“lembut yang dinamis namun seimbang. โ— Dipasang menggunakan ventilated faรงade system โ€” memberi rongga udara di belakang panel untuk mencegah kondensasi dan menjaga suhu ruang laboratorium tetap stabil. 7. Spesifikasi teknis minimum Parameter Nilai / spesifikasi minimum Keterangan Komposisi Clay mineral + silica fiber + inorganic binder Non-organik, bebas voc Densitas โ‰ฅ 1800 kg/mยณ Padat & stabil Ketebalan panel 12โ€“18 mm Modular extruded Kekuatan lentur โ‰ฅ 12 mpa Uji astm c674 Koefisien muai panas โ‰ค 5 ร— 10โปโถ /ยฐc Stabil terhadap ekspansi Konduktivitas termal โ‰ค 0.18 w/mk Insulasi termal baik Daya tahan uv Tidak berubah warna 10 tahun Uji xenon-arc Ketahanan air Tidak tembus air 24 jam Uji en 14411 Sistem pemasangan Aluminium clip & rail system Ventilated faรงade type Finishing Natural / sanded / matte coating Anti-jamur, anti-lumut 3) Fungsionalitas dan ketahanan iklim โ— Sistem fasad berperan ganda sebagai proteksi termal dan proteksi biologis tidak langsung, sesuai prinsip desain laboratorium bsl: โˆ’ Mencegah peningkatan suhu dinding yang dapat mempengaruhi kestabilan suhu ruang laboratorium. โˆ’ Mengurangi beban kerja sistem hvac pada ruangan bertekanan negatif (absl-2) dan positif (bsl-2). โˆ’ Menjaga kelembaban stabil, mencegah risiko kondensasi di dinding luar yang dapat menimbulkan jamur. โ— Fasad dirancang agar mampu menahan: โˆ’ Paparan sinar uv langsung hingga 20 tahun tanpa degradasi warna signifikan. โˆ’ Curah hujan tropis tinggi dan siklus suhu ekstrem, dengan sambungan fleksibel untuk mengantisipasi ekspansi termal. โˆ’ Angin hingga 150 km/jam, sesuai dengan standar beban angin bangunan publik zona tropis. โ— Sistem drainase fasad dilengkapi talang tersembunyi di antara modul tulang untuk mengarahkan air hujan ke concealed downpipe, menjaga dinding tetap kering dan bersih. 4. Konsep perawatan dan keberlanjutan โ— Seluruh sistem fasad dirancang untuk low maintenance: โˆ’ Tidak memerlukan pengecatan ulang rutin (panel grc dan clay cukup dibersihkan). โˆ’ Akses pemeliharaan disediakan melalui maintenance catwalk di rooftop dan inspection hatch di cavity faรงade. โ— Material dapat didaur ulang sepenuhnya (aluminium dan clay-based) tanpa menghasilkan limbah berbahaya. โ— Sistem ventilasi pasif di balik fasad mengurangi beban pendinginan hingga 8โ€“12%, menjadikan desain ini energy-efficient dan climate-resilient. 5. Kesimpulan konseptual โ— Fasad laboratorium ini bukan hanya elemen arsitektural, tetapi juga bagian integral dari sistem keamanan hayati (biosafety envelope). โ— Desain tulang vertikal menggambarkan filosofi perlindungan berlapis, disiplin ilmiah, dan harmoni dengan lingkungan. โ— Kombinasi grc, aluminium subframe, dan modified clay mewujudkan fasad yang: โˆ’ Kokoh, berkelanjutan, ringan, dan mudah dirawat. โˆ’ Memiliki performa termal dan visual tinggi. โˆ’ Mendukung operasional laboratorium yang stabil dan efisien energi. โ— Sistem pagar precast beton dengan coating anti-lembab memperkuat batas keamanan dan memastikan lingkungan luar laboratorium tetap bersih, kering, dan estetis. 15. PEKERJAAN WALL GUARD (KORIDOR LABORATORIUM & ANIMAL HOLDING) 1. Uraian umum Pekerjaan ini meliputi penyediaan dan pemasangan wall guard (pelindung dinding) berbahan stainless steel tipe 304 hairline finish, dipasang pada dinding koridor laboratorium dan area animal holding untuk melindungi permukaan dinding dari benturan troli, kandang hewan, atau peralatan laboratorium beroda. Sistem wall guard dirancang untuk: โ— Tahan benturan fisik, โ— Mudah dibersihkan (cleanable), โ— Tahan bahan kimia dan disinfektan, โ— Memberikan tampilan higienis dan profesional sesuai standar desain laboratorium biosafety (bsl-2 / absl-2 enhanced). 2. Material dan komponen Jenis material: โ— Stainless steel type 304 hairline finish (no.4 satin finish) โ€” tahan korosi, non-porous, dan anti-bakteri. Spesifikasi teknis: Komponen Spesifikasi teknis Wall guard plate Ss 304 hairline, lebar 10 mm, tebal 2 mm, tinggi total 17.5 mm Material ketebalan pelindung (plate) 2 mm (ยฑ 0.065โ€) โ€“ sesuai standar astm a240 untuk stainless steel type 304 Finishing permukaan Hairline / no.4 satin brushed โ€“ permukaan halus, anti gores ringan, reflektif lembut Bracket penopang (mounting bracket) Stainless steel solid, รธ 38 mm (1.5โ€) dengan ketebalan dinding 2 mm Bumper cover / handri (pelindung atas) Stainless steel dilengkapi abs end cap untuk menutup sisi ujung Panjang terpasang ยฑ107 meter (disesuaikan dengan panjang koridor sesuai gambar kerja) Aksesori tambahan Toggle bolt stainless, sekrup countersunk flat head, washer neoprene seal, end cap abs Tipe pemasangan Pre-assembled modular unit dengan fastener tersembunyi (concealed fixing system) Warna / finishing Stainless alami, tidak dicat; hairline finish seragam tanpa sambungan kasar 3. Fungsi dan kinerja minimum โ— Ketahanan mekanis: mampu menahan beban benturan horizontal hingga 150 kgf/m tanpa deformasi permanen. โ— Ketahanan korosi: tahan terhadap kelembaban tinggi, bahan disinfektan (naclo, ipa, hโ‚‚oโ‚‚), dan amonia dari ruang animal holding. โ— Ketahanan panas: stabil hingga suhu 80ยฐc tanpa perubahan warna atau deformasi. โ— Kebersihan: permukaan non-pori dan bebas sambungan terbuka, meminimalkan penumpukan debu atau mikroorganisme. โ— Keselamatan: semua tepi dibulatkan (radius min. 2 mm) untuk mencegah cedera pengguna atau hewan. โ— Aksesibilitas: dipasang pada ketinggian ยฑ900 mm dari lantai hingga sumbu tengah, menyesuaikan dengan ketinggian dorongan troli laboratorium. 4. Metode pelaksanaan โ— Persiapan permukaan dinding โˆ’ Tandai posisi bracket sesuai gambar koordinat. โ— Pemasangan bracket stainless steel โˆ’ Gunakan bracket รธ 38 mm dengan jarak antar bracket ยฑ600 mm. โˆ’ Penahan utama menggunakan flat head bolt 1/4โ€-20 x 6โ€ dengan toggle anchor pada dinding. โ— Pemasangan wall guard & handri โˆ’ Sistem modul pre-assembled dipasang secara horizontal alignment dengan deviasi โ‰ค 2 mm sepanjang 3 m. โˆ’ Setiap sambungan antar modul ditutup bumper cover dari ss 304 dengan end cap abs pada ujungnya. โ— Finishing & pemeriksaan akhir โˆ’ Bersihkan seluruh permukaan dengan kain mikrofiber dan cairan pembersih non-asam. โˆ’ Pastikan sambungan rapat dan permukaan tidak tergores. 5. Pengujian dan kriteria penerimaan Parameter uji Metode / standar acuan Kriteria penerimaan minimum Ketahanan korosi Astm b117 (salt spray test 96 jam) Tidak ada karat, noda, atau korosi permukaan Uji benturan mekanis Astm d4226 / internal test Tidak retak / deformasi setelah uji beban 150 kgf Kekasaran permukaan Din 4768 โ‰ค ra 0.8 ยตm (halus, mudah dibersihkan) Visual dan penyelesaian Pemeriksaan lapangan Permukaan rata, hairline seragam, tidak ada goresan, cacat, atau gap antar modul 6. Pertimbangan desain untuk area laboratorium & animal holding โ— Posisi pemasangan menyesuaikan dengan tinggi troli hewan (ยฑ900 mm dari ffl). โ— Material ss 304 dipilih karena tidak bereaksi terhadap urin, disinfektan, atau udara lembab yang umum di area hewan. โ— Finishing hairline meminimalkan pantulan cahaya langsung, menjaga kenyamanan visual di koridor steril. โ— Bracket & handrail bersifat tertutup penuh (sealed edge), sehingga tidak ada ruang bagi debu, bulu, atau cairan untuk terperangkap. 17. PEKERJAAN DECONTAMINATION TRUCK & HUMAN 1. PEKERJAAN GALIAN DAN URUGAN Spesifikasi Teknis Pekerjaan galian dan urugan dilaksanakan untuk membentuk elevasi dan struktur dasar pondasi kanopi serta area dipping truck. โ€ข Galian tanah biasa kedalaman ยฑ1 meter: ยฑ15,75 mยณ โ€ข Galian tanah biasa kedalaman ยฑ2 meter: ยฑ35,00 mยณ โ€ข Galian tanah untuk area dipping truck: ยฑ9,17 mยณ โ€ข Urugan kembali galian: ยฑ3,94 mยณ Material galian berupa tanah biasa, bebas dari sampah, akar, dan material organik. Dasar galian harus rata, stabil, dan dipadatkan. Metode Pelaksanaan 1. Setting out lokasi galian sesuai gambar kerja. 2. Penggalian dilakukan manual dan/atau alat mekanis. 3. Dinding galian dijaga agar tidak longsor. 4. Dasar galian diratakan dan dipadatkan. 5. Urugan kembali dilakukan berlapis (maks. 20 cm per lapis) dan dipadatkan. 2. PEKERJAAN PONDASI BATU KALI Spesifikasi Teknis Pondasi batu kali digunakan sebagai pondasi dangkal untuk elemen pendukung struktur kanopi. โ€ข Urugan pasir bawah pondasi: ยฑ1,23 mยณ โ€ข Pasangan batu kosong: ยฑ1,23 mยณ โ€ข Pasangan batu kali: ยฑ8,93 mยณ Batu kali harus keras, bersih, dan tidak rapuh. Mortar pasangan menggunakan campuran semen : pasir = 1 : 5. Metode Pelaksanaan 1. Urugan pasir dipasang dan dipadatkan. 2. Batu kosong dipasang sebagai lapisan awal. 3. Batu kali disusun berlapis dan diikat mortar. 4. Permukaan pondasi diratakan sesuai elevasi rencana. 3. PEKERJAAN BETON BERTULANG Spesifikasi Teknis Seluruh beton bertulang menggunakan mutu minimum fcโ€™ 20 MPa (K-250). 3.1 Sloof 15 ร— 25 cm โ€ข Beton: ยฑ1,31 mยณ โ€ข Tulangan besi ร˜14: ยฑ163,40 kg โ€ข Bekisting: ยฑ11,90 mยฒ 3.2 Pondasi Plat โ€ข Beton: ยฑ5,04 mยณ โ€ข Tulangan besi ร˜14: ยฑ383,62 kg โ€ข Bekisting: ยฑ16,20 mยฒ 3.3 Kolom โ€ข Kolom 15 ร— 15 cm: beton ยฑ0,27 mยณ, besi ร˜12 ยฑ68,94 kg โ€ข Kolom 15 ร— 20 cm: beton ยฑ0,27 mยณ, besi ร˜14 ยฑ44,21 kg 3.4 Kolom Pedestal 50 ร— 50 cm โ€ข Beton: ยฑ2,55 mยณ โ€ข Besi ร˜14: ยฑ179,62 kg 3.5 Dak Beton โ€ข Beton: ยฑ1,45 mยณ โ€ข Besi ร˜14: ยฑ175,79 kg 3.6 Ring Balok โ€ข Beton: ยฑ1,05 mยณ โ€ข Besi ร˜14: ยฑ153,39 kg Metode Pelaksanaan 1. Pemasangan bekisting kokoh dan kedap. 2. Pemasangan tulangan sesuai shop drawing. 3. Pengecoran beton dilakukan bertahap. 4. Pemadatan menggunakan vibrator. 5. Curing beton minimal 7 hari. 4. PEKERJAAN BETON TAK BERTULANG Spesifikasi Teknis โ€ข Lantai kerja bawah pondasi: ยฑ1,23 mยณ โ€ข Cor lantai beton camp 1:2:3: ยฑ1,45 mยณ Metode Pelaksanaan 1. Pembersihan area kerja. 2. Pengecoran beton campuran 1:2:3. 3. Perataan dan penghalusan permukaan. 5. PEKERJAAN TIANG BAJA Spesifikasi Teknis โ€ข Profil baja HB 300/300/10/15 โ€ข Berat total: ยฑ2.256 kg โ€ข Baja mutu minimum Fy โ‰ฅ 240 MPa โ€ข Sambungan las dan baut sesuai standar struktur baja Metode Pelaksanaan 1. Fabrikasi di workshop. 2. Pengangkatan dan pemasangan menggunakan crane. 3. Penyelarasan vertikal dan penguncian angkur. 4. Perlindungan anti karat. 6. PEKERJAAN URUGAN BAWAH LANTAI Spesifikasi Teknis โ€ข Urugan pasir tebal 10 cm โ€ข Volume: ยฑ0,73 mยณ Metode Pelaksanaan Urugan dilakukan berlapis dan dipadatkan sebelum lantai dipasang. 7. PEKERJAAN LANTAI Spesifikasi Teknis โ€ข Plesteran lantai seluas ยฑ14,53 mยฒ โ€ข Permukaan rata dan kuat Metode Pelaksanaan 1. Plesteran dengan mortar standar. 2. Finishing halus dan rata. 8. PEKERJAAN DINDING Spesifikasi Teknis โ€ข Dinding ยฝ bata (1:2): ยฑ96,20 mยฒ โ€ข Dinding GRC: ยฑ45,50 mยฒ โ€ข Roster ventilasi: ยฑ78 buah Metode Pelaksanaan Pemasangan bata, panel GRC, dan roster sesuai gambar kerja dengan perkuatan sambungan. 9. PEKERJAAN KAP DAN RANGKA ATAP Spesifikasi Teknis โ€ข Rangka WF 200/100/5,5/8: ยฑ4.435,20 kg โ€ข Gording CNP 125/50/2: ยฑ93 mยฒ โ€ข Trekstang: ยฑ125,35 mยฒ โ€ข Listplank GRC: ยฑ39,60 mยฒ Metode Pelaksanaan Rangka dirakit, dipasang, dan diuji kestabilannya sebelum penutup atap. 10. PEKERJAAN ATAP Spesifikasi Teknis โ€ข Atap bitumen: ยฑ125,35 mยฒ โ€ข Perabung: ยฑ9,30 m Metode Pelaksanaan Pemasangan dilakukan dari bawah ke atas, sambungan rapat dan tahan bocor. 11. PEKERJAAN PLASTERAN Spesifikasi Teknis โ€ข Plasteran dinding (1:2): ยฑ192,40 mยฒ โ€ข Acian: ยฑ192,40 mยฒ 12. PEKERJAAN PINTU DAN JENDELA Spesifikasi Teknis โ€ข Pintu besi 1200ร—2200: 1 unit โ€ข Pintu sliding PVC 800ร—2200: 1 unit 13. PEKERJAAN CAT DAN FINISHING Spesifikasi Teknis โ€ข Pengecatan GRC: ยฑ170,20 mยฒ โ€ข Pengecatan tembok baru: ยฑ192,40 mยฒ 14. PEKERJAAN LISTRIK Spesifikasi Teknis โ€ข Titik lampu: 6 titik โ€ข Stop kontak: 3 unit โ€ข Saklar: 6 unit 15. SANITAIR & INSTALASI AIR Spesifikasi Teknis โ€ข Pipa stainless ร˜4โ€: ยฑ60 m 16. SISTEM DECONTAMINATION TRUCK & HUMAN** 16.1 Konsep Sistem (Penegasan) Sistem decontamination dirancang terpisah secara fisik dan operasional antara kendaraan (truck) dan manusia (human/personnel) untuk mencegah kontaminasi silang serta memastikan keamanan pengguna sesuai prinsip biosafety. โ€ข Decontamination Truck dilakukan melalui area dipping kendaraan, dengan penyemprotan cairan disinfektan ke seluruh permukaan kendaraan dari arah kiri, kanan, bawah, dan atas. โ€ข Decontamination Human dilakukan melalui bilik decontamination khusus personel, yang terpisah dari jalur kendaraan, dan menggunakan cairan disinfektan khusus untuk manusia yang aman terhadap kulit, pernapasan, dan pakaian kerja. 16.2 Sistem Decontamination untuk Human (Personel) a. Fungsi Sistem decontamination human berfungsi untuk melakukan dekontaminasi permukaan tubuh dan pakaian kerja personel sebelum memasuki atau setelah keluar dari area berisiko, sebagai bagian dari pengendalian biosafety dan biosecurity fasilitas. b. Jenis Cairan Disinfektan (Human-Safe) 1. Cairan disinfektan khusus untuk manusia, berbeda dan terpisah dari disinfektan kendaraan. 2. Bahan aktif yang digunakan harus: o Aman untuk kulit dan saluran pernapasan o Tidak bersifat iritatif atau korosif o Tidak meninggalkan residu berbahaya 3. Contoh kelompok bahan yang diperkenankan: o Low-concentration Quaternary Ammonium Compounds (QAC) food-grade / medical-grade o Surfactant berbasis non-toxic 4. Konsentrasi larutan disesuaikan dengan rekomendasi pabrikan dan standar biosafety. c. Sistem Penyemprotan 1. Penyemprotan dilakukan di dalam bilik decontamination tertutup. 2. Nozzle spray dipasang untuk menjangkau: o Arah kiri dan kanan o Arah depan dan belakang o Arah atas (overhead misting) 3. Pola semprot berupa fine mist, bukan jet tekanan tinggi, untuk kenyamanan dan keselamatan pengguna. 4. Waktu semprot dapat diatur (adjustable timer). d. Sistem Pemipaan 1. Seluruh jalur pipa menggunakan Stainless Steel SS 316. 2. Jalur pipa human decontamination terpisah sepenuhnya dari jalur pipa truck decontamination. 3. Tidak diperkenankan adanya sambungan silang (cross-connection). e. Tangki Penyimpanan Disinfektan Human 1. Tangki khusus untuk cairan disinfektan human: o Terpisah dari tangki disinfektan truck o Diberi label jelas dan permanen 2. Material tangki: o HDPE chemical grade atau Stainless Steel 3. Dilengkapi: o Level indicator o Drain valve o Venting f. Dosing Pump Human 1. Menggunakan chemical dosing pump terpisah dari sistem truck. 2. Kapasitas dan tekanan disesuaikan dengan jumlah nozzle dan kebutuhan bilik. 3. Material pompa tahan bahan kimia disinfektan human. 4. Dosing pump dilengkapi: o Flow adjustment o Anti-backflow protection g. Sistem Kontrol 1. Aktivasi sistem dapat dilakukan melalui: o Push button manual di dalam/luar bilik o Sistem kontrol terintegrasi BMS 2. Sistem harus memiliki: o Interlock pintu (spray aktif hanya saat pintu tertutup) o Emergency stop 3. Status operasi ditampilkan melalui indikator visual (lampu/status panel). 16.3 Pemisahan Sistem (Critical Requirement) 1. Sistem decontamination truck dan human wajib sepenuhnya terpisah, meliputi: o Tangki disinfektan o Dosing pump o Jalur pipa o Nozzle spray o Sistem kontrol 2. Pemisahan ini bersifat wajib (mandatory) dan menjadi bagian dari persyaratan biosafety fasilitas. BAB III PERSYARATAN TEKNIS PEKERJAAN INTERIOR 3.1 PEKERJAAN INTERIOR - AREA PUBLIK 1. PEKERJAAN INTERIOR LOBBY A. Pendahuluan Pekerjaan interior area publik lobby gedung laboratorium penyakit infeksius dirancang untuk mencerminkan karakter aman, higienis, modern, tahan lama, mudah dipelihara, serta mendukung citra institusi riset berstandar tinggi. Seluruh elemen plafon, dinding, lantai, dan furnitur menggunakan material non-pori, tahan lembab, dan mudah dibersihkan, dengan detail yang menghindari sudut perangkap debu dan kotoran. Spesifikasi ini menjadi acuan bagi perencana, kontraktor, dan pengawas dalam pengadaan dan pelaksanaan pekerjaan interior lobby. B. Lingkup pekerjaan Lingkup pekerjaan meliputi penyediaan material, fabrikasi, pemasangan, finishing, pembersihan, dan penyerahan pekerjaan berikut: 1. Pekerjaan plafond โ— Rangka dan penutup plafon grc. โ— Pengecatan plafon. โ— Lis profil dekoratif dan lis plafon stainless steel. 2. Pekerjaan dinding โ— Partisi dinding grc dua sisi. โ— Backdrop kiri, kanan, belakang meja resepsionis, backdrop gelombang, dan sekat kisi dekoratif. โ— Pengecatan dinding polos dan motif semen expose. โ— Pemasangan logo timbul pada backdrop. 3. Pekerjaan lantai โ— Pemasangan granit/porcelain tile big slab ukuran 120ร—240 cm. โ— Pemasangan plint lantai stainless steel. C. Persyaratan umum & submittal Sebelum pelaksanaan, kontraktor wajib menyerahkan dan mendapatkan persetujuan untuk: 1. Shop drawing & detail pekerjaan โˆ’ Gambar kerja lengkap mencakup layout plafon, dinding, lantai, dan furnitur. 2. Material submission โˆ’ Data teknis pabrikan dan contoh fisik (sample board) untuk warna, tekstur, dan material seperti grc, hpl, laminate, stainless, granit. 3. Mock-up โˆ’ Panel contoh minimal 1 mยฒ yang menampilkan kombinasi dinding, cat, dan finishing backdrop. โˆ’ Area contoh lantai ยฑ2 mยฒ dan 1 unit meja resepsionis untuk verifikasi visual. 4. Pelaksanaan pekerjaan โˆ’ Dilakukan oleh tenaga profesional dan berpengalaman. โˆ’ Semua area kerja dijaga kebersihannya dan dilindungi dari debu serta kelembaban. 5. Dokumen akhir โˆ’ Gambar as-built. โˆ’ Panduan perawatan dan garansi minimal 1 tahun terhadap cacat material dan pemasangan. D. Kinerja minimum yang diharapkan 1. Higienitas & kemudahan pembersihan โˆ’ Permukaan harus halus, non-pori, dan dapat dibersihkan dengan cairan disinfektan tanpa menimbulkan noda. 2. Ketahanan terhadap lembap & suhu โˆ’ Material tidak melengkung, menggelembung, atau berjamur pada kondisi kelembaban tinggi. 3. Durabilitas โˆ’ Semua elemen tahan terhadap benturan ringan dan goresan akibat aktivitas operasional. 4. Keamanan & kenyamanan โˆ’ Semua tepi tajam harus dihindari; sudut dibulatkan atau ditutup profil stainless. โˆ’ Lantai memiliki tingkat anti-slip yang aman. 5. Estetika & representasi institusional โˆ’ Desain dan warna mencerminkan karakter lembaga riset: netral, elegan, dan profesional. E. Spesifikasi teknis minimum 1. Pekerjaan plafond โ— Plafond rata โˆ’ Material: grc 4 mm pada rangka hollow galvanis atau baja ringan. โˆ’ Rangka utama tebal minimum 0,6 mm dengan jarak antar rangka ยฑ60 cm. โˆ’ Sambungan menggunakan compound tipe a+b dan tape, hasil akhir rata tanpa retak. โ— Cat plafond (polos) โˆ’ Cat interior berbasis acrylic, 2 lapis di atas 1 lapis primer. โˆ’ Warna putih netral, hasil akhir halus dan merata. โ— Lis profil hitam โˆ’ Material gypsum/grc/metal, difinishing cat hitam doff dua lapis. โˆ’ Pemasangan rapi tanpa celah terbuka. โ— Lis plafond stainless steel โˆ’ Material ss 304, tebal 0,8โ€“1,0 mm. โˆ’ Permukaan hairline/brushed; sambungan antar elemen rapi dan sejajar. 2. Pekerjaan dinding โ— Partisi 2 sisi โˆ’ Rangka baja ringan kanal c 0,75 mm, jarak antar rangka ยฑ60 cm. โˆ’ Penutup grc 8 mm kedua sisi. โˆ’ Finishing compound halus, siap dicat. โ— Backdrop a (dinding kiri) โˆ’ Rangka hollow 40ร—40 mm. โˆ’ Penutup grc 8 mm, finishing cat sesuai desain. โ— Backdrop b (dinding kanan) โˆ’ Substrat multipleks interior tebal 12 mm. โˆ’ Finishing laminate dekoratif (tacosheet atau setara). โˆ’ Rangka penguat hollow 40ร—40 mm, permukaan rata dan sambungan tidak terlihat. โ— Backdrop c (dinding belakang meja resepsionis) โˆ’ Rangka hollow 40ร—40 mm. โˆ’ Penutup grc 8 mm, finishing cat halus. โˆ’ Permukaan area logo presisi, tidak bergelombang. โ— Backdrop gelombang โˆ’ Material multipleks interior 12 mm, dibentuk melengkung. โˆ’ Finishing laminate dekoratif, radius kelengkungan halus. โ— Sekat kisi-kisi โˆ’ Multipleks tebal 18 mm, dilapisi laminate. โˆ’ Disusun modular sesuai desain, semua tepi dibulatkan. โ— Cat dinding polos โˆ’ Cat interior acrylic 2 lapis + primer. โˆ’ Permukaan rata, halus, warna seragam. โ— Cat dinding motif semen expose โˆ’ Cat dekoratif tipe stucco warna abu terang/creamy grey. โˆ’ Tekstur halus matte. โ— Logo brin + huruf timbul โˆ’ Material dasar hmr board. โˆ’ Finishing cat duco halus, presisi tinggi. โˆ’ Huruf timbul dipasang kuat dan sejajar. 3. Pekerjaan lantai โ— Granit tile (big slab) โˆ’ Ukuran 1200ร—2400 mm, ketebalan sesuai pabrikan. โˆ’ Jenis porcelain tile homogenous, daya serap air โ‰ค 0,5%. โˆ’ Finishing matte/satin anti-slip, warna natural. โˆ’ Perekat menggunakan mortar khusus granit, nat 2โ€“3 mm. โ— Plint lantai stainless steel โˆ’ Material ss 304 tebal 0,8 mm, tinggi 10 cm. โˆ’ Finishing hairline, sambungan sudut mitre, presisi. 2. PEKERJAAN INTERIOR CORRIDOR A. Pendahuluan Pekerjaan interior koridor area publik gedung laboratorium penyakit infeksius dirancang untuk mendukung sirkulasi yang aman, higienis, mudah diawasi, tahan lama, dan mudah dibersihkan, sejalan dengan fungsi gedung berisiko biologis. Seluruh elemen plafon, dinding, lantai, dan furnitur koridor menggunakan material non-pori atau rendah serap, detail rapi tanpa sudut perangkap debu, serta warna netral yang menyatu dengan area lobby dan fasad bangunan. Dokumen ini menjadi acuan pelaksanaan pekerjaan interior koridor oleh kontraktor dan pengawas. B. Lingkup pekerjaan Lingkup pekerjaan meliputi pengadaan, fabrikasi, pemasangan, finishing, pembersihan, dan penyerahan pekerjaan berikut: 1. Pekerjaan plafond โˆ’ Plafond grc lengkap dengan rangka hollow. โˆ’ Pengecatan plafon. โˆ’ Lis profil dekoratif warna hitam. 2. Pekerjaan dinding โˆ’ Partisi grc dua sisi (kanan) dan satu sisi (kiri). โˆ’ Backdrop dinding motif kayu. โˆ’ Partisi kaca tempered dan frame. โˆ’ Pintu single swing koridor. โˆ’ Sekat kisi-kisi dekoratif. โˆ’ Pengecatan dinding motif semen expose. 3. Pekerjaan lantai โˆ’ Lantai granit/porcelain tile big slab. โˆ’ List granit hitam sebagai garis pertemuan / aksen. โˆ’ Plint lantai stainless steel. C. Persyaratan umum & submittal 1. Shop drawing โ— Layout plafon, partisi, kaca, pintu, lantai, bench dan detail sambungan lengkap dengan dimensi dan ketinggian terpasang. 2. Material submittal โ— Data teknis pabrikan untuk: โˆ’ Grc, rangka hollow/baja ringan. โˆ’ Cat interior low voc. โˆ’ Hpl / laminate motif kayu. โˆ’ Kaca tempered. โˆ’ Granit/porcelain tile big slab. โˆ’ Stainless steel 304. โˆ’ Terrazzo, multipleks/hmr. โ— Sampel warna & tekstur untuk disetujui. 3. Mock-up โ— Satu segmen koridor contoh (ยฑ2โ€“3 m panjang) yang menunjukkan: โˆ’ Plafon, partisi grc, cat semen expose, partisi kaca, lantai big slab, plint stainless, dan bench. 4. Pelaksanaan โ— Dikerjakan tenaga berpengalaman. โ— Permukaan kerja dijaga bersih; proteksi pada material yang sudah terpasang. 5. Dokumen akhir โ— Gambar as-built. โ— Panduan perawatan & garansi minimum 1 tahun terhadap cacat material dan pemasangan. D. Kinerja minimum yang diharapkan 1. Higienitas โˆ’ Permukaan mudah dilap dan tahan cairan pembersih/disinfektan umum. โˆ’ Minim sambungan terbuka yang dapat menampung debu atau kotoran. 2. Ketahanan lembab & suhu โˆ’ Tidak melengkung, berjamur, menggelembung, atau mengalami pengelupasan pada kondisi koridor ber-ac dengan perubahan suhu dan kelembaban. 3. Durabilitas โˆ’ Mampu menahan benturan ringan dari troli, koper, dan aktivitas operasional harian. 4. Keamanan โˆ’ Lantai anti-slip untuk area publik. โˆ’ Sudut tajam diminimalkan; tepi ditutup lis, profil atau dibulatkan. 5. Estetika & keterpaduan โˆ’ Warna dan tekstur selaras dengan lobby dan fasad (tone netral, bersih). โˆ’ Transparansi kaca menjaga keterbukaan visual dan keamanan pengawasan. E. Spesifikasi teknis minimum 1. Pekerjaan plafond 1) Plafond rata โˆ’ Penutup: grc 4 mm. โˆ’ Rangka: hollow galvanis/baja ringan min. Tebal 0,6 mm, jarak ยฑ60 cm. โˆ’ Sambungan: compound tipe a + b + tape; hasil rata, tanpa retak rambut. โˆ’ Akses panel (jika diperlukan) disesuaikan posisi mep. 2) Cat plafond polos โˆ’ Cat emulsi acrylic interior low voc, 2 lapis di atas 1 lapis primer. โˆ’ Warna putih/netral; hasil halus, tanpa bercak. 3) Lis profil hitam โˆ’ Material dapat berupa grc/gypsum/metal profil. โˆ’ Finishing cat hitam doff 2 lapis; sambungan rapi, garis lurus. 2. Pekerjaan dinding 1) Dinding partisi 2 sisi โ€“ dinding sebelah kanan โ— Rangka: baja ringan kanal c tebal 0,75 mm, jarak ยฑ60 cm. โ— Penutup: grc 8 mm kedua sisi. โ— Sambungan: compound tipe a + b; siap finishing cat atau panel. 2) Dinding partisi 1 sisi โ€“ dinding sebelah kiri โ— Rangka: baja ringan kanal c 0,75 mm. โ— Satu sisi dilapis grc 8 mm, sisi lain memanfaatkan dinding eksisting/struktur. โ— Finishing sambungan rapi. 3) Backdrop dinding motif kayu โ— Substrat: hmr board atau multipleks interior tebal min. 12 mm. โ— Finishing: laminate/hpl motif kayu kualitas tinggi. โ— Pemasangan dengan lem kontak; sambungan rapat, pola serat searah. 4) Partisi kaca โ— Kaca: tempered 12 mm, tepi dipoles halus. โ— Sistem: panel penuh/bermodul dengan sambungan rapi. โ— Tinggi dan modul sesuai gambar; menyatu dengan frame. 5) Frame kaca โ— Material rangka: multipleks/hmr dilapis laminate atau metal berfinishing powder coating, disesuaikan desain. โ— Dimensi cukup untuk mengikat kaca secara aman; sambungan tersembunyi. 6) Pintu single swing โ— Ukuran daun: 100 ร— 280 cm. โ— Daun pintu: multipleks/hmr berlapis laminate kedua sisi. โ— Kusen sesuai sistem partisi/frame. โ— Perlengkapan: โˆ’ Engsel heavy duty. โˆ’ Handle & kunci berkualitas. โˆ’ Door closer bila disyaratkan. โ— Pemasangan presisi, celah minimal, buka-tutup halus. 7) Sekat kisi-kisi โ— Material: multipleks/hmr tebal min. 18 mm dilapis laminate. โ— Pola kisi sesuai desain, berfungsi sebagai elemen visual tanpa sudut tajam. โ— Dipasang kuat ke lantai/dinding/partisi. 8) Cat dinding motif semen expose โ— Finishing menggunakan sistem cat dekoratif tipe stucco/creamy grey. โ— Tekstur halus-matte; mudah dibersihkan, tidak mengapur. 3. Pekerjaan lantai 1) Granit / porcelain tile big slab โ— Dimensi: sekitar 1200 ร— 2400 mm per slab. โ— Jenis: porcelain/granit homogen daya serap air โ‰ค 0,5%, tahan gores dan noda. โ— Permukaan: matte/satin anti-slip (sesuai area publik koridor). โ— Pemasangan: โˆ’ Perekat tile khusus big slab. โˆ’ Nat 2โ€“3 mm dengan grout anti jamur. โˆ’ Kerataan maksimum deviasi โ‰ค 2 mm per 2 m. 2) Lantai granit hitam โ€“ nat pertemuan โ— Material: granit homogen warna hitam sebagai list aksen dan penegas garis. โ— Lebar sesuai desain; dipasang rata dengan slab utama. 3) Plint lantai stainless steel โ— Material: stainless steel 304, tebal min. 1,0 mm. โ— Tinggi: 10 cm. โ— Finishing: hairline/brushed. โ— Sambungan sudut mitre; menutup pertemuan lantai-dinding, memudahkan pembersihan. 3. PEKERJAAN INTERIOR CO-WORKING SPACE (CWS) 1. Pendahuluan Area co-working space pada gedung laboratorium penyakit infeksius dirancang untuk menjadi ruang kerja kolaboratif, fungsional, dan higienis dengan suasana modern serta ramah pengguna. Desain interior menekankan kebersihan, efisiensi, kenyamanan termal, dan ketahanan material terhadap kelembaban dan disinfektan. Material yang digunakan harus bersifat non-pori, mudah dibersihkan, tahan gores, serta memiliki umur pakai panjang. Ruang ini berfungsi sebagai area interaksi staf dan peneliti, tempat kerja bersama, serta area istirahat ringan dengan dukungan pantry dan perabot multifungsi. 2. Lingkup pekerjaan Lingkup pekerjaan meliputi: A. Pekerjaan plafond โ— Pemasangan plafon grc 4 mm dengan rangka hollow galvanis. โ— Finishing sambungan dengan compound a + b. โ— Pengecatan plafon dua lapis warna putih netral. โ— Pemasangan lis profil hitam sebagai aksen perimeter. B. Pekerjaan dinding โ— Pemasangan backdrop area pantry dan break area dengan finishing laminate dekoratif. โ— Pemasangan sekat kisi-kisi dekoratif dari multipleks lapis laminate. โ— Pengecatan dinding polos dua lapis warna warm white. C. Pekerjaan lantai โ— Pemasangan granit tile big slab ukuran 120 ร— 240 cm pada seluruh area kerja. โ— Pemasangan plint stainless steel 304 tinggi 10 cm. 3. Persyaratan umum & submittal 1) Shop drawing & detail pekerjaan โ— Gambar kerja lengkap menunjukkan dimensi, ketinggian, sambungan, dan sistem perletakan plafon, dinding, lantai, serta furniture. 2) Material submission โ— Data teknis material (datasheet) meliputi: โˆ’ Grc, hollow frame, stainless steel, solid surface, hpl, dan cat. โˆ’ Sampel warna dan tekstur diserahkan untuk persetujuan (approval board). 3) Mock-up โ— Minimal satu segmen ruang contoh (1 workstation + backdrop dinding + flooring + lighting + plint stainless). โ— Disetujui oleh konsultan sebelum produksi massal. 4) Pelaksanaan pekerjaan โ— Dikerjakan oleh tenaga berpengalaman. โ— Semua material harus terlindung dari kelembaban, debu, dan benturan selama instalasi. 5) Dokumen akhir โ— Gambar as-built. โ— Manual perawatan dan garansi minimal 1 tahun terhadap cacat material dan pengerjaan. 4. Kinerja minimum 1) Higienitas & cleanability โ— Semua permukaan mudah dibersihkan tanpa menyerap cairan pembersih atau disinfektan. โ— Sudut dan sambungan tidak menampung debu atau kotoran. 2) Ketahanan lembap & kimia โ— Material dinding, lantai, dan meja tahan terhadap kelembapan tinggi dan pembersih berbasis alkohol/klorin. โ— Tidak terjadi delaminasi atau pengelupasan. 3) Durabilitas & keselamatan โ— Seluruh material tahan benturan ringan, tidak tajam, dan memenuhi prinsip keamanan publik. โ— Lantai memiliki koefisien gesek aman untuk area beraktivitas tinggi. 4) Kenyamanan & estetika โ— Warna dominan netral dengan aksen hangat dari kayu atau hpl. โ— Akustik ruangan diperhitungkan agar tidak menimbulkan gema. 5. Spesifikasi teknis minimum A. Pekerjaan plafond a) Plafond โ— Material: grc board tebal 4 mm pada rangka hollow galvanis tebal min. 0,6 mm. โ— Sambungan menggunakan compound tipe a + b, halus dan tidak retak. โ— Rangka utama jarak ยฑ60 cm. b) Cat plafond polos โ— Cat acrylic emulsion low voc, dua lapis di atas primer. โ— Warna: putih netral, hasil akhir halus matte. c) Lis profil hitam โ— Profil metal/grc dengan cat hitam doff dua lapis, hasil garis tegas dan rapi. 2. Pekerjaan dinding a) Backdrop break area โ— Substrat: multipleks interior tebal min. 12 mm. โ— Finishing: laminate sheet dekoratif warna kayu hangat. โ— Rangka penguat hollow 40ร—40 mm. b) Sekat kisi-kisi โ— Material: multipleks/hmr dilapis laminate, pola kisi 3โ€“5 cm. โ— Finishing halus, sambungan tidak terlihat, tepi dibulatkan. c) Cat dinding polos โ— Cat acrylic interior dua lapis + satu lapis primer. โ— Warna: putih hangat, hasil akhir halus dan washable. 3. Pekerjaan lantai a) Granit tile lantai โ— Ukuran: 120 ร— 240 cm big slab. โ— Jenis: granit homogen water absorption โ‰ค 0,5%. โ— Finishing: matte/satin anti-slip. โ— Pemasangan: โˆ’ Mortar adhesive khusus big slab. โˆ’ Nat 2โ€“3 mm dengan grout anti jamur. b) Plint stainless steel โ— Material: ss 304 tebal 1 mm, tinggi 10 cm. โ— Finishing hairline, sambungan mitre joint, rapi dan bersih. 4. PEKERJAAN INTERIOR MEETING ROOM 1. Pendahuluan Pekerjaan interior meeting room di gedung laboratorium penyakit infeksius dirancang sebagai ruang rapat formal yang higienis, representatif, nyaman akustik, dan selaras dengan karakter laboratorium: terukur, modern, dan mudah dipelihara. Seluruh elemen plafon, dinding, lantai, dan furnitur menggunakan material non-pori / rendah serap, mampu dibersihkan dengan disinfektan, serta memiliki detail sambungan rapi untuk meminimalkan penumpukan debu. Dokumen ini menjadi acuan teknis bagi perencana, penyedia, dan pelaksana pekerjaan interior meeting room. 2. Lingkup pekerjaan Lingkup pekerjaan meliputi pengadaan, fabrikasi, pemasangan, finishing, pembersihan, dan penyerahan: 1) Pekerjaan plafond โ— Plafond grc rata. โ— Cove ceiling grc. โ— Cat plafon motif semen expose. โ— Plafond panel kayu dekoratif. โ— Lis profil hitam. 2) Pekerjaan dinding โ— Backdrop tv. โ— Backdrop dinding samping kiri dan kanan. โ— Lis profil hitam horizontal/vertikal. โ— Cat dinding polos. 3) Pekerjaan lantai โ— Granit/porcelain tile big slab. โ— Plint lantai stainless steel. Semua termasuk aksesoris, rangka, sekrup, lem, anchor, dan perlindungan permukaan hingga ruang siap pakai. 3. Persyaratan umum & submittal 1) Shop drawing โ— Layout plafon & cove, penempatan panel kayu, posisi lampu, dinding. โ— Detail sambungan, tinggi drop plafon, detail cove, dan penempatan outlet listrik/data. 2) Material submission โ— Data teknis untuk: โˆ’ Grc, hollow frame, hmr/multipleks. โˆ’ Cat interior (low voc). โˆ’ Hpl / laminate. โˆ’ Granit/porcelain tile big slab. โˆ’ Stainless steel 304. โˆ’ Kaca tempered โ— Sampel warna & tekstur (approval board). 3) Mock-up โ— Minimal 1 sudut meeting room (cuplikan plafon + panel kayu + dinding + lantai + plint + lis hitam) untuk disetujui sebelum produksi penuh. 4) Pelaksanaan โ— Oleh tenaga berpengalaman. โ— Lindungi material dari benturan & kelembapan; jaga kebersihan area kerja. 5) Dokumen akhir โ— Gambar as-built. โ— Manual perawatan + garansi min. 1 tahun terhadap cacat material & pemasangan. 4. Kinerja minimum 1) Higienitas & kemudahan bersih โ— Tertutup rapi, tidak menjadi sarang debu. โ— Semua permukaan non-pori / low porosity, tahan pembersih umum, tidak mudah meninggalkan noda. 2) Sambungan ketahanan lembap & dimensi โ— Grc, multipleks, laminate, dan panel kayu tidak melendut, tidak menggelembung, tidak berjamur pada kelembapan ruang rapat ber-ac. 3) Durabilitas & keamanan โ— Tahan benturan ringan (kursi, trolley, peralatan). โ— Tidak ada sudut tajam; lis dan panel di-finishing baik. 4) Kenyamanan akustik & visual โ— Plafon dan dinding membantu mengurangi gema. โ— Warna netral (abu-krem-kayu) mendukung fokus. 5) Integrasi teknologi โ— Meja dan dinding menyediakan jalur kabel tersembunyi untuk power & data. โ— Posisi tv, glassboard, dan meja meeting ergonomis untuk presentasi. 5. Spesifikasi teknis minimum 4. Pekerjaan plafond a) Plafond rata โ— Penutup: grc 4 mm. โ— Rangka: hollow galvanis/baja ringan min. 0,6 mm, jarak ยฑ60 cm. โ— Sambungan: compound tipe a + b + tape; permukaan halus tanpa retak. โ— Elevasi konsisten sesuai gambar kerja. b) Cove ceiling โ— Bahan: grc 4 mm pada rangka hollow. โ— Profil cove sesuai desain (lekukan lembut / drop). โ— Sambungan compound a + b; sudut cove halus dan rapi. โ— Dirancang untuk integrasi strip lighting (bila ada). c) Cat plafond motif semen expose โ— Sistem cat dekoratif warna abu semen. โ— Minimal 2 lapis di atas undercoat; tekstur halus-matte, tidak berdebu. d) Plafond panel kayu โ— Substrat: multipleks interior tebal min. 12 mm. โ— Finishing: laminate / veneer kayu (setara tacosheet) warna kayu hangat. โ— Pemasangan sistem modul dengan rangka hollow; sambungan rapat, ventilasi belakang diperhitungkan. e) Lis profil hitam โ— Material: hmr / grc / metal sesuai detail. โ— Finishing: cat duco hitam doff rapi, sudut mitre. 5. Pekerjaan dinding a) Backdrop tv โ— Substrat: multipleks/hmr 12โ€“18 mm pada rangka. โ— Finishing: laminate dekoratif motif kayu/solid. โ— Diperkuat pada area gantung bracket tv. b) Backdrop dinding samping kiri & kanan โ— Multipleks/hmr 12 mm + laminate dekoratif. โ— Modul panel vertikal/horizontal sesuai desain; sambungan rapat. c) Lis profil hitam dinding โ— Material: hmr potong profil / metal. โ— Finishing: cat duco hitam doff. โ— Menjadi garis framing panel dan aksen; terpasang lurus. d) Cat dinding polos โ— Cat tembok interior acrylic 2 lapis + primer. โ— Warna: putih/abu lembut. โ— Permukaan rata, washable. 6. Pekerjaan lantai a) Granit tile big slab โ— Ukuran: ยฑ1200 ร— 2400 mm. โ— Jenis: granit/porcelain homogen, daya serap air โ‰ค 0,5%. โ— Permukaan: matte/satin, anti-slip ringan. โ— Pemasangan: โˆ’ Perekat mortar khusus big slab. โˆ’ Nat 2โ€“3 mm, grout anti jamur. โˆ’ Kerataan deviasi โ‰ค 2 mm per 2 m. b) Plint lantai stainless steel โ— Material: stainless steel 304 tebal min. 1,0 mm. โ— Tinggi: 10 cm. โ— Finishing: hairline/brushed. โ— Sudut mitre, menutup rapat sambungan lantai-dinding. 5. PEKERJAAN INTERIOR TOILET & WUDHU 1. Pendahuluan Area toilet & wudhu pada gedung laboratorium penyakit infeksius dirancang dengan prinsip higienitas tinggi, kemudahan perawatan, ketahanan terhadap kelembaban, dan keselamatan pengguna ruang ini berfungsi sebagai fasilitas publik dengan standar sanitasi laboratorium, sehingga seluruh material, sambungan, dan perlengkapan harus: โ— Tahan air dan bahan kimia pembersih, โ— Tidak berpori dan tidak menyerap kotoran, โ— Mudah dibersihkan dan dikeringkan, โ— Aman dari bahaya tergelincir dan lembap, serta โ— Tahan lama terhadap frekuensi penggunaan tinggi. 2. Lingkup pekerjaan Lingkup pekerjaan mencakup seluruh elemen interior toilet & area wudhu, meliputi : A. Pekerjaan plafond โ— Plafond grc 4 mm dengan rangka hollow galvanis. โ— Sambungan menggunakan compound tipe a + b. โ— Pengecatan plafon polos 2 lapis cat emulsi interior. โ— Lis profil hitam di sekeliling plafon sebagai aksen. B. Pekerjaan dinding โ— Pemasangan granit tile dinding (big slab 120x120 cm). โ— Penebalan bata hebel di belakang kloset. โ— Frame akses toilet dari multipleks lapis hpl. โ— Pintu single swing hpl. โ— Cubicle toilet bahan phenolic grade a. โ— Cat dinding pada area luar toilet dan wudhu. โ— Lis profil hitam finishing cat duco. C. Pekerjaan lantai โ— Pemasangan granit big slab 120x240 cm. โ— Ambalan bata hebel pada area wudhu. โ— Granit hitam sebagai aksen garis pertemuan. โ— Plint lantai stainless steel 304 tinggi 10 cm. D. Pekerjaan furniture & sanitari โ— wastafel. โ— Cermin bulat led. โ— Kloset duduk dan bidet washer. โ— Kran air wudhu, floor drain, dan tissue holder. Seluruh pekerjaan termasuk sistem plumbing air bersih dan air kotor, aksesoris, dan instalasi lengkap hingga siap fungsi. 3. Persyaratan umum & submittal A. Shop drawing โ— Gambar lengkap: layout plafon, dinding, lantai, cubicle, instalasi pipa air, posisi sanitary, aksesoris, dan detail sambungan. โ— Menunjukkan jalur pembuangan air, posisi floor drain, dan kemiringan lantai. B. Material submittal โ— Data teknis & brosur dari: โˆ’ Grc, hollow galvanis, compound a+b. โˆ’ Cat interior anti lembap. โˆ’ Granit tile big slab (sertifikat tahan air & gores). โˆ’ Stainless steel 304. โˆ’ Phenolic compact grade a. โˆ’ Sanitary (kloset, kran, wastafel, bidet, floor drain, tissue holder). โ— Sampel warna & tekstur disetujui sebelum pekerjaan dimulai. C. Pelaksanaan pekerjaan โ— Dikerjakan tenaga ahli berpengalaman. โ— Area kerja harus kering dan bersih sebelum pemasangan granit, cubicle, dan sanitary. D. Dokumen akhir โ— Gambar as-built, daftar material, panduan perawatan, dan garansi minimal 1 tahun terhadap cacat material dan pekerjaan. 4. Kinerja minimum A. Kebersihan & higienitas โ— Semua permukaan halus, tidak berpori, dan tidak menyerap air. โ— Mudah dibersihkan dengan cairan pembersih umum. B. Ketahanan terhadap air & kimia โ— Material tidak mengalami perubahan bentuk, warna, atau tekstur akibat paparan air dan bahan disinfektan. C. Keamanan & keselamatan โ— Lantai anti slip. โ— Sudut panel dibulatkan / tidak tajam. โ— Pipa dan floor drain dipasang rapat, tidak ada genangan air. D. Estetika & fungsi โ— Warna netral (putih, abu, krem) memberikan kesan bersih. โ— Pencahayaan led putih netral 4000k. โ— Tata letak ergonomis dan mudah diakses. 5. Spesifikasi teknis minimum A. Pekerjaan plafond โ— Plafond โˆ’ Bahan: grc 4 mm, rangka hollow galvanis tebal min. 0,6 mm. โˆ’ Sambungan compound tipe a + b, hasil halus tanpa retak. โˆ’ Rangka utama jarak antar suspensi ยฑ60 cm. โ— Cat plafond โˆ’ Cat acrylic interior low voc, 2 lapis di atas primer. โˆ’ Warna putih doff, hasil halus dan merata. โ— Lis profil hitam โˆ’ Material grc/hmr. โˆ’ Finishing cat duco hitam doff 2 lapis. B. Pekerjaan dinding a) Granit tile dinding โ— Ukuran: 120 ร— 120 cm. โ— Jenis: granit homogen, daya serap โ‰ค 0,5%. โ— Finishing: glossy/matte sesuai desain. โ— Pemasangan dengan perekat tile adhesive anti lembab. b) Penebalan dinding belakang kloset โ— Bata hebel 7,5 cm + plester aci halus. โ— Digunakan untuk jalur pipa air & exhaust. c) Frame akses toilet (2 set) โ— Rangka multipleks dilapis hpl (setara tacosheet). โ— Ketebalan min. 18 mm, finishing tahan lembap. d) Pintu single swing (2 set) โ— Ukuran: 100 ร— 280 cm. โ— Bahan: multipleks 18 mm lapis hpl. โ— Dilengkapi aksesoris engsel, kunci, dan handle stainless. e) Cubicle toilet (4 set) โ— Material phenolic compact grade a tebal min. 12 mm. โ— Rangka dan aksesoris stainless steel 304. โ— Pintu & panel tahan air, tahan gores, dan anti jamur. f) Cat dinding โ— Cat acrylic interior 2 lapis + primer. โ— Warna putih netral, tahan lembab. g) Lis profil hitam โ— Material hmr, finishing cat hitam doff. C. Pekerjaan lantai a) Granit tile lantai โ— Ukuran: 120 ร— 240 cm. โ— Jenis: granit homogen matte anti slip. โ— Nat โ‰ค 3 mm, grout tahan air. b) Ambalan wudhu โ— Bata hebel dilapis granit atau solid surface. โ— Tinggi 45 cm, kemiringan ke floor drain. c) Lantai granit hitam โ— Aksen garis batas antar area, granit hitam matte. d) Plint lantai โ— Stainless steel 304 tinggi 10 cm, finishing hairline. D. Pekerjaan furniture & sanitari a) wastafel (2 unit) โ— Wastafel & kran air dengan instalasi air bersih & kotor. b) Cermin bulat (2 unit) โ— Diameter 100 cm, tebal 5 mm. โ— Frame hpl, led strip 4000k di belakang. c) Kloset duduk & bidet washer (4 unit) โ— Material setara toto. โ— Sistem dual flush, dilengkapi bidet washer. d) Kran air tempat wudhu (6 unit) โ— Kran air dingin , dipasang pada ambalan granit. e) Floor drain (6 unit) โ— Stainless steel anti-bau , diameter 100 mm. f) Tissue holder (6 unit) โ— Stainless steel /bahan besi dengan coating dengan desain yang memiliki tempat untuk peletakkan hp, sistem gantung dinding. 6. PEKERJAAN INTERIOR RUANG DOA 1. Pendahuluan Ruang doa pada gedung laboratorium penyakit infeksius dirancang sebagai ruang ibadah yang tenang, bersih, nyaman, higienis, dan mudah dipelihara, namun tetap selaras dengan karakter bangunan laboratorium modern. Seluruh elemen interior dipilih dengan prinsip: โ— Permukaan rapi, non-pori/rendah serap, mudah dibersihkan. โ— Warna lembut dan hangat, mendukung kekhusyukan dan ketenangan. โ— Detail sederhana, tidak berlebihan, sehingga tetap fungsional dan higienis. Dokumen ini menjadi acuan teknis pelaksanaan pekerjaan interior ruang doa. 2. Lingkup pekerjaan Lingkup pekerjaan mencakup pengadaan, fabrikasi, pemasangan, finishing, pembersihan, dan penyerahan: 1) Pekerjaan plafond โ— Plafond grc rata. โ— Cove ceiling grc. โ— Cat plafon polos. โ— Lis profil hitam plafon. 2) Pekerjaan dinding โ— Backdrop dinding fokus ibadah (mihrab/niche). โ— Pintu single swing ruang doa. โ— Cat dinding polos. โ— Lis profil dinding kayu putih. 3) Pekerjaan lantai โ— Lantai spc (stone/smart polymer composite) 5 mm. โ— Plint lantai kayu. 3. Persyaratan umum & submittal 1) Shop drawing โ— Layout plafon & cove ceiling, posisi lampu, backdrop, pintu, lantai spc, plint. โ— Detail sambungan, tinggi plafon, modul lis, dan titik listrik/led. 2) Material submission โ— Data teknis dan sampel untuk: โˆ’ Grc dan rangka hollow. โˆ’ Cat interior low voc warna plafon & dinding. โˆ’ Spc flooring 5 mm (wear layer, kelas pemakaian). โˆ’ Kayu/lis profil, dan aksesoris pintu. โ— Semua sampel disetujui (approval) sebelum pemasangan. 3) Mock-up โ— Segmen contoh ยฑ1โ€“2 m yang menampilkan kombinasi: โˆ’ Plafon + cove + lis, โˆ’ Dinding cat polos + lis, โˆ’ Backdrop dan lantai spc + plint, โ— Digunakan untuk mengunci kualitas visual dan detail. 4) Pelaksanaan โ— Dikerjakan tenaga berpengalaman. โ— Substrate harus rata & kering sebelum pemasangan panel, spc, dan cat. โ— Lindungi seluruh elemen dari kotoran, air, dan benturan. 5) Dokumen akhir โ— Gambar as-built. โ— Manual perawatan dan garansi min. 1 tahun terhadap cacat material & pemasangan. 4. Kinerja minimum 1) Higienitas โ— Permukaan mudah dibersihkan menggunakan lap lembab dan pembersih ringan. โ— Detil sambungan diminimalkan; tidak ada celah menampung debu. 2) Kenyamanan โ— Warna plafon & dinding lembut (putih/cream muda). โ— Lantai nyaman untuk shalat dengan sajadah (tidak licin berlebihan, tidak dingin berlebih). โ— Pencahayaan lembut 4000kโ€“3000k, mendukung suasana khusyuk. 3) Ketahanan & stabilitas โ— Material plafon/dinding tidak melendut, tidak retak halus, tidak menggelembung. โ— Spc tahan gores, tidak melengkung, tahan kelembapan ruang ber-ac. 4) Keselamatan โ— Semua sudut tajam dihaluskan; lis dan panel terpasang kuat. โ— Lantai spc memiliki tingkat anti-slip yang aman. 5. Spesifikasi teknis minimum A. Pekerjaan plafond a) Plafond rata โ— Penutup: grc 4 mm. โ— Rangka: hollow galvanis/baja ringan tebal min. 0,6 mm, jarak ยฑ60 cm. โ— Sambungan: compound tipe a + b + tape; permukaan rata tanpa retak rambut. b) Cove ceiling โ— Bahan: grc 4 mm pada rangka hollow. โ— Bentuk sesuai desain (drop/cove lembut) untuk pencahayaan tidak langsung. โ— Sambungan compound halus. c) Cat plafond polos โ— Cat acrylic emulsion interior low voc, 2 lapis di atas primer. โ— Warna putih/matte lembut. d) Lis profil hitam โ— Material grc/hmr/metal sesuai detail. โ— Finishing cat duco hitam doff dua lapis. โ— Sudut mitre joint rapi. B. Pekerjaan dinding a) Backdrop โ— Substrat: grc 8 mm pada rangka hollow. โ— Finishing: panel dekoratif motif marmer (laminate/panel solid) non-pori. โ— Integrasi led strip 4000k di sisi tertentu sebagai pencahayaan aksen lembut. b) Pintu single swing (1 set) โ— Ukuran: 100 ร— 280 cm. โ— Daun pintu: multipleks/hmr lapis hpl/laminate dekoratif. โ— Dilengkapi engsel, handle, kunci, dan door closer sesuai kebutuhan. โ— Pemasangan presisi, celah bawah pintu terkontrol. c) Cat dinding polos โ— Cat acrylic interior 2 lapis + primer. โ— Warna lembut (cream/putih hangat), hasil halus, washable. d) Lis profil dinding โ— Material kayu/hmr. โ— Finishing cat putih doff. โ— Berfungsi sebagai framing panel & pengikat komposisi, terpasang sejajar. C. Pekerjaan lantai a) Spc flooring โ— Tebal minimum 5 mm dengan wear layer komersial (โ‰ฅ0,3 mm). โ— Sistem klik/locking atau lem sesuai pabrikan. โ— Tahan kelembaban, dimensi stabil, permukaan emboss lembut, tidak licin. โ— Warna kayu lembut selaras dengan suasana ruang doa. โ— Subfloor harus rata; sambungan perimeter diberi expansion gap sesuai standar. b) Plint lantai โ— Material kayu/hmr. โ— Tinggi ยฑ7โ€“10 cm. โ— Finishing cat putih doff; sambungan mitre di sudut, menutup pertemuan lantai-dinding. 3.2 PEKERJAAN INTERIOR BREAK AREA & TOILET 1. Pendahuluan Area break area & toilet pada gedung laboratorium penyakit infeksius dirancang dengan standar higienitas tinggi, kenyamanan pengguna, dan ketahanan terhadap kelembaban, sejalan dengan prinsip desain fasilitas publik berisiko biologis rendah namun tetap mendukung kenyamanan aktivitas personel laboratorium. Break area berfungsi sebagai tempat rehat singkat staf dengan suasana hangat, bersih, dan ergonomis, sedangkan toilet difungsikan sebagai fasilitas sanitasi higienis yang mudah dibersihkan dan terintegrasi dengan sistem plumbing modern. 2. Lingkup pekerjaan Lingkup pekerjaan mencakup seluruh sistem interior, finishing, serta elemen furniture dan sanitasi, terdiri atas: A. Pekerjaan dinding (toilet) โ— Pemasangan granit tile big slab (120ร—120 cm). โ— Penebalan dinding kloset dari bata hebel untuk jalur plumbing. โ— Pemasangan cubicle toilet berbahan phenolic compact grade a. B. Pekerjaan lantai (toilet) โ— Pemasangan granit tile big slab (120ร—120 cm) dengan nat anti-jamur. C. Pekerjaan furniture (include sanitary & plumbing) a) Break area โˆ’ b) Toilet โˆ’ cermin led. โˆ’ Kloset duduk, bidet washer, kran, wastafel, floor drain, dan tissue holder. Seluruhnya termasuk sistem pipa air bersih, pipa buangan, fitting, dan aksesoris pelengkap hingga siap fungsi. 3. Persyaratan umum & submittal 1) Shop drawing โ— Gambar lengkap mencakup layout plafon, dinding, lantai, plumbing, sanitary, dan furniture. โ— Detail potongan cubicle, kabinet wastafel, pencahayaan led, serta alur pembuangan air. 2) Material submission โ— Submittal teknis meliputi: โˆ’ Grc, hollow galvanis, compound finishing. โˆ’ Cat tahan lembap low voc. โˆ’ Granit tile big slab (sertifikat non-slip dan tahan air). โˆ’ Phenolic compact grade a. โˆ’ Hpl taco, solid surface, dan led strip 4000k. โˆ’ Fitting stainless steel 304 (cubicle, frame, handle). โˆ’ Sanitary (kloset, kran, wastafel, floor drain, tissue holder). โ— Seluruh material harus memiliki data uji ketahanan lembap dan kemudahan perawatan. 3) Mock-up โ— Minimal 1 modul cubicle + 1 bidang dinding granit + 1 bidang plafon dan cermin led. โ— Diuji visual, keselarasan warna, dan kerapatan sambungan sebelum produksi massal. 4) Pelaksanaan pekerjaan โ— Pekerjaan dilakukan oleh tenaga bersertifikat. โ— Area kerja harus kering dan bersih sebelum pemasangan granit, cubicle, dan sanitary. โ— Semua sambungan diberi sealant tahan air dan jamur. 5) Dokumen akhir โ— As-built drawing, manual perawatan, dan garansi material minimal 1 tahun. 4. Kinerja minimum 1) Higienitas & ketahanan air โ— Permukaan granit, phenolic, dan hpl non-pori, tahan disinfektan dan bahan pembersih. โ— Lantai dan dinding memiliki kemiringan drainase yang mencegah genangan air. 2) Kenyamanan & ergonomi โ— Break area nyaman untuk duduk lama dengan material empuk dan breathable. โ— Toilet ergonomis, ventilatif, dan cukup terang. 3) Keamanan โ— Permukaan lantai anti slip (cof โ‰ฅ 0,5). โ— Tidak ada sudut tajam, dan semua tepi dibulatkan. 4) Perawatan mudah & estetika โ— Finishing permukaan rata dan halus, mudah dibersihkan tanpa perlu bahan abrasif. โ— Warna netral (putih, abu, krem, dan gold accent) memberi kesan bersih dan elegan. 5) Efisiensi energi & pencahayaan โ— Led strip 4000k hemat energi untuk area wastafel dan kabinet. 5. Spesifikasi teknis minimum A. Pekerjaan dinding (toilet) a) Granit tile dinding (36 mยฒ) โ— Ukuran 120ร—120 cm, warna terang. โ— Ketebalan โ‰ฅ 10 mm, daya serap โ‰ค 0,5%. โ— Nat โ‰ค 3 mm, grout tahan jamur dan air. b) Penebalan dinding belakang kloset (2,5 mยฒ) โ— Bata hebel 7,5 cm, plester aci halus. โ— Dilengkapi akses panel service plumbing. c) Cubicle toilet (2 set) โ— Material phenolic compact grade a tebal 12 mm. โ— Rangka dan aksesoris stainless steel 304. โ— Pintu dengan kunci privasi, engsel spring, dan sekat kedap air bawah 150 mm. B. Pekerjaan lantai (toilet) a) Granit tile lantai (9 mยฒ) โ— Ukuran 120ร—120 cm, tipe anti slip (matte). โ— Kemiringan ke arah floor drain ยฑ1%. โ— Perekat tile adhesive tahan air dan tekanan. C. Pekerjaan furniture (include sanitary & plumbing) a) Toilet โ— wastafel (1 unit) โˆ’ Wastafel porselen putih dan kran stainless steel. โˆ’ Dilengkapi jalur air bersih dan buangan kotor. โ— Cermin persegi panjang (1 unit) โˆ’ Ukuran 220ร—100ร—5 cm. โˆ’ Cermin 5 mm + frame hpl + led strip 4000k. โ— Kloset duduk & bidet washer (2 unit) โˆ’ Tipe dual flush, hemat air, dengan sistem siphonic. โˆ’ Instalasi air bersih dan buangan terintegrasi. โ— Floor drain (2 unit) โˆ’ Stainless steel anti-bau, ukuran 4 inch. โ— Tissue holder (2 unit) โˆ’ Stainless steel /bahan besi dengan coating dengan desain yang memiliki tempat untuk peletakkan hp, sistem gantung dinding. BAB IV PERSYARATAN TEKNIS PEKERJAAN SERTIFIKASI LABORATORIUM BSL-2 & ABSL-2 ENHANCED DARI LEMBAGA SERTIFIKASI INTERNASIONAL 1. KETENTUAN UMUM 1.1 Latar Belakang Pekerjaan ini merupakan jasa sertifikasi fasilitas laboratorium infeksius dan fasilitas hewan (Animal BSL) untuk memastikan bahwa bangunan, sistem utilitas, sistem manajemen biorisiko, serta praktik operasional telah memenuhi standar biosafety dan biocontainment yang berlaku secara internasional. 1.2 Tujuan Pekerjaan Tujuan pekerjaan ini adalah memperoleh hasil sertifikasi/verification dari lembaga internasional yang resmi dan terakreditasi, meliputi: โ€ข Verifikasi kepatuhan desain, instalasi, dan operasional terhadap standar biosafety/biosecurity, โ€ข Verifikasi performa sistem teknis (khususnya HVAC ABSL/Animal Facility), โ€ข Audit sistem manajemen biorisiko, SOP, risk assessment, dan dokumen pemeliharaan, โ€ข Penyampaian temuan audit dan rekomendasi perbaikan hingga tercapainya status โ€œcompliantโ€ sesuai standar acuan. 1.3 Definisi โ€ข BSL-2: Biosafety Level 2 Laboratory. โ€ข ABSL-2 Enhanced: Animal Biosafety Level 2 Enhanced Facility (tingkat pengendalian yang ditingkatkan). โ€ข Certifier: Personel yang memiliki kualifikasi dan sertifikasi kompetensi melakukan sertifikasi fasilitas BSL/ABSL. โ€ข Approved Facility Certification Body: Lembaga sertifikasi fasilitas yang terdaftar/diakui oleh otoritas kesehatan International (contoh: Singapore MOH , USA FSAP, ATAU EUROPEAN National Accreditation Body) atau badan setara. 1.4 Ketentuan Kepatuhan Persyaratan dalam RKS ini bersifat wajib. Ketidaksesuaian terhadap salah satu klausul kualifikasi tim, kemampuan, standar, atau persyaratan submittal akan menyebabkan diskualifikasi administrasi/teknis penawaran. 2. LINGKUP PEKERJAAN (SCOPE OF WORK) 2.1 Cakupan Umum Penyedia jasa wajib melaksanakan sertifikasi dan audit fasilitas laboratorium yang mencakup area dan sistem berikut: โ€ข Control Room, โ€ข Clean Corridor dan Dirty Corridor, โ€ข Animal BSL-2 Laboratory / Procedure Rooms, โ€ข Animal Holding Area (ruang pemeliharaan hewan), โ€ข Shower dan Change Rooms, โ€ข BSL-2 Laboratory (human & animal lab), โ€ข Supporting plant room dan struktur pendukung area laboratorium, โ€ข Sistem HVAC khusus ABSL/Animal Facility & BSL-2 Laboratorium โ€ข Sistem pendukung keselamatan biologis (contoh: differential pressure control, alarm, interlock, monitoring). 2.2 Kegiatan Utama Sertifikasi Lingkup sertifikasi harus mencakup minimal namun tidak terbatas pada: a) Pre-construction / Pre-commissioning Containment Design Review Services โ€ข Review desain containment (arsitektur, MEP, HVAC, zoning, workflow clean/dirty) terhadap standar acuan. โ€ข Review potensi ketidaksesuaian kritis dan rekomendasi mitigasi desain. โ€ข Review skenario operasional terkait hewan (ruminansia, chicken, zebra fish, mice) untuk memastikan kesesuaian konsep ABSL-2 Enhanced. b) Facility Certification Services (On-site Inspection) โ€ข Pelaksanaan inspeksi lapangan, review dokumen, wawancara tim operasional, dan verifikasi performa sistem. โ€ข Termasuk penyusunan laporan, inspeksi, dan review SOP serta biosafety manual untuk BSL-2 dan ABSL-2 Enhanced. c) Audit Findings dan Rekomendasi โ€ข Penyedia wajib menyampaikan ringkasan temuan audit dan rekomendasi perbaikan, termasuk prioritas dan tingkat risiko. 3. STANDAR DAN ACUAN (STANDARDS & REFERENCES) 3.1 Standar Utama Pekerjaan sertifikasi harus dilakukan sesuai salah satu atau kombinasi berikut, dengan tingkat kepatuhan minimal setara: โ€ข BMBL Tahun 2024 (Biosafety in Microbiological and Biomedical Laboratories), dan/atau โ€ข Standar internasional setara yang relevan untuk fasilitas Animal BSL dan biosafety laboratory. 3.2 Cakupan Penerapan Standar Layanan sertifikasi harus mencakup minimal namun tidak terbatas pada: (i) Review Biorisk Management System termasuk biosafety dan biosecurity fasilitas, (ii) Review Administrative Controls seperti ABSL-2 SOP, Risk Assessments, (iii) Review maintenance schedule, kalibrasi primary containment equipment dan dokumentasi terkait, (iv) Review praktik operasional dan verifikasi kinerja safe handling agen biologis, (v) Inspeksi dan scenario testing untuk menilai kepatuhan sistem HVAC ABSL terhadap standar/guideline terkait, (vi) Penyampaian audit finding summary maksimum 10 hari kalender setelah tanggal sertifikasi, (vii) Pemberian saran dan rekomendasi atas isu/permasalahan selama proses sertifikasi. 4. PERSYARATAN KUALIFIKASI DAN KOMPETENSI PENYEDIA (MANDATORY REQUIREMENTS) 4.1 Kualifikasi Tim Sertifikasi (Qualification โ€“ Mandatory) Kontraktor wajib mengusulkan Tim Certifier dengan persyaratan minimum dimana Tim sertifikasi wajib berasal dari lembaga sertifikasi fasilitas yang terdaftar resmi di situs pemerintah negara asal pemberi sertifikasi dan diakui secara Internasional antara lain : โ€ข Terdaftar pada Singapore Ministry of Health (MOH) sebagai Approved Facility Certification Body, atau โ€ข Badan setara yang diakui otoritas kesehatan pemerintah di negara lain (misal: USA/EU) yang dapat dibuktikan legalitas dan pengakuannya dan wajib memiliki pengalaman minimum: pernah melakukan sertifikasi minimal 3 (tiga) Animal BSL-3 Laboratory dalam 5 (lima) tahun terakhir. Klausul ini bersifat wajib. Tidak dipenuhinya klausul ini menyebabkan pembatalan kontrak. 4.2 Kemampuan (Capability โ€“ Mandatory) 1. Kontraktor harus mampu melaksanakan sertifikasi untuk seluruh compound fasilitas termasuk area yang telah disebutkan pada butir 2.1. 2. Kontraktor wajib memiliki kemampuan melakukan scenario testing terhadap sistem HVAC ABSL (termasuk pengujian kinerja containment dan kontrol tekanan) untuk menilai kepatuhan terhadap guideline/standar acuan. 5. METODOLOGI PELAKSANAAN SERTIFIKASI (AUDIT PLAN & METHODOLOGY) 5.1 Tahap 1 โ€“ Kick-off dan Pengumpulan Data โ€ข Kick-off meeting dengan Pemilik Proyek dan Operator fasilitas. โ€ข Pengumpulan data desain dan operasional: layout, zoning, workflow, MEP, HVAC, basis of design, SOP, biosafety manual, risk assessment, log pemeliharaan. 5.2 Tahap 2 โ€“ Pre-construction Containment Design Review โ€ข Review dokumen desain dan spesifikasi containment. โ€ข Review rancangan clean/dirty corridor dan alur personel/material/hewan. โ€ข Review persyaratan shower/change room dan kontrol akses. โ€ข Review kebutuhan spesifik hewan (ruminantia, chicken, zebra fish, mice) dalam konteks ABSL-2 Enhanced. 5.3 Tahap 3 โ€“ On-site Audit dan Inspection โ€ข Inspeksi fisik ruang dan sistem, termasuk plant room. โ€ข Review dokumen administratif dan praktik operasional. โ€ข Review kalibrasi peralatan containment dan catatan pemeliharaan. โ€ข Verifikasi implementasi SOP dan biorisk management. 5.4 Tahap 4 โ€“ Scenario Testing HVAC dan Sistem Containment โ€ข Pengujian skenario operasional untuk menilai kepatuhan HVAC terhadap guideline. โ€ข Verifikasi parameter containment (termasuk respon alarm, interlock, kontrol diferensial tekanan bila ada, dan kestabilan kontrol). โ€ข Pengujian dapat mencakup simulasi kondisi gangguan (contoh: pintu terbuka, perubahan beban, kondisi start/stop tertentu) sesuai kesepakatan audit plan. 5.5 Tahap 5 โ€“ Pelaporan dan Close-out โ€ข Penyusunan audit finding, klasifikasi temuan, rekomendasi tindakan perbaikan. โ€ข Audit finding summary wajib disampaikan maksimum 10 hari kalender setelah tanggal sertifikasi. โ€ข Penyedia memberi advis dan rekomendasi atas isu selama proses sertifikasi. 6. PERSYARATAN SUBMITTAL (SUBMISSION REQUIREMENTS โ€“ MANDATORY) Kontraktor wajib menyerahkan dokumen berikut sebelum penandatanganan kontrak. Ketidaklengkapan menyebabkan pembatalan kontrak. 6.1 Dokumen Tim Sertifikasi โ€ข CV lengkap Biosafety Expert dan Biocontainment Engineering Expert. โ€ข Daftar pengalaman sertifikasi BSL-2,BSL-3,ABSL-3, ABSL-2 (project list) termasuk lokasi, tahun, jenis fasilitas, peran, dan contact reference bila dimungkinkan. โ€ข Bukti sertifikasi sebagai minimal BSL-2 Certifier (minimal 3 tahun) untuk masing-masing personel. 6.2 Dokumen Legalitas Lembaga Sertifikasi โ€ข Bukti registrasi sebagai Singapore Ministry Of Health Approved Facility Certification Body, atau bukti pengakuan setara dari kementerian/otoritas kesehatan pemerintah USA FSAP atau EUROPEAN National Accreditation Body. โ€ข Bukti pengalaman sertifikasi minimal 2 Animal BSL-2 Lab dalam 5 tahun terakhir (sertifikat/letter of appointment/report cover page yang dapat diverifikasi). 7. DELIVERABLES (KELUARAN) YANG WAJIB DISERAHKAN 7.1 Laporan Pre-construction Containment Design Review. 7.2 Laporan Facility Certification (hasil inspeksi, review SOP, review biosafety manual). 7.3 Laporan Scenario Testing HVAC dan hasil verifikasi performa sistem containment. 7.4 Audit Finding Summary (maks. 10 hari kalender). 7.5 Rekomendasi tindakan perbaikan (Corrective Action Recommendations). 7.6 Notulen kick-off meeting dan close-out meeting. 220221

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.