All language subtitles for Abigail.2019

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Iklankan produk atau merek dagang Anda di sini dengan menghubungi www.OpenSubtitles.org sekarang

Iklankan produk atau merek dagang Anda di sini dengan menghubungi www.OpenSubtitles.org sekarang

Source sub by DeepSea and ivy68

Translated By "Irfan Oxy and Fathur IDFL"

Two Members of IDFL.us Sub Crew " http://idfl.us

Engkau menunjukkan pada kami jalan kemuliaan...

...dengan sabdamu, Ya Rasulullah.

Izinkan aku mengabarkannya pada para pengikut setiamu.

Semoga keselamatan menyertaimu.

Iklankan produk atau merek dagang Anda di sini dengan menghubungi www.OpenSubtitles.org sekarang

Semoga keselamatan dan kesejahteraan menyertaimu./ Semoga keselamatan menyertaimu pula.

Apa yang Rasul kita sampaikan, Ayub?

Rasulullah S.A.W. bersabda:

"Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam.

Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin.

dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan." (HR. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad)

Pada tahun Mahmud dilahirkan,...

...yang diberikan kemuliaan untuk menjadi penakluk di usia 21 tahun,...

...banyak keajaiban yang terjadi.

Banyak kuda yang melahirkan bayi kembar.

Hasil bercocok tanam dipanen empat kali dalam setahun,...

Cabang-cabang pohon melengkung hingga ke tanah karena berbuah banyak.

Komet pun terlihat di daerah Konstantinopel di tahun yang sama,...

...yang diramalkan sebagai pertanda...

...bahwa tembok pertahanan kota akan runtuh.

EDIRNE, 29 Maret 1432

(Al Qur'an Surat Al Fath -Kemenangan-)

Huma Hatun melahirkan bayi laki-laki sehat, Baginda Sultan.

Beri dia nama Mahmud untuk menunjukkan penghormatan kita pada Rasulullah.

Aku yang memberinya nama, biar Allah yang menentukan nasibnya.

Pos SARUHAN

Aku sudah bilang...

...suatu saat aku akan mengalahkanmu, Hasan.

Dan sudah kukatakan pula, itu merupakan kebahagiaan bagiku, Baginda Sultan.

Ada surat dari Halil Pasha di Edirne, Baginda Sultan.

Sultan Mahmud masih berusia 12 tahun saat dia naik tahta.

Sultan Murad II, yang tak mampu...

...menyelesaikan perang dingin antara para Penasehat dan Pemberontaknya,...

...memutuskan menyerahkan tahtanya pada puteranya Mahmud,...

...setelah kematian puteranya Aladdin yang tak disangka-sangka.

Namun, Perdana Menteri, Halil Pasha, membuat Sultan Murad kembali berkuasa...

...sebab adanya kemungkinan ancaman dari Tentara Salib lainnya.

Dan Mahmud dikirim ke Pos Saruhan.

Ayah punya tangan yang kuat...

...untuk menaklukkan banyak kota dan membuat pasukannya tunduk.

Tak sekalipun tangan itu mendekapku.

Ayah punya mata yang tajam untuk melihat masa depan negara.

Namun mata itu tak pernah...

...menatapku dengan lembut.

Mata itu tak pernah melihat betapa besar aku mencintai ayah.

Hatiku merana jika kucium tanah yang ayah pijak.

Dan sekarang merana, untuk menaklukkan wilayah...

...yang takkan pernah ayah pijak.

Akan kubangun kerajaan paling berkuasa di dunia.

Kenapa Penasehat Ayahku berdiri agak jauh?

Kalian berhak berada di sampingku karena itu sesuai dengan jabatan kalian.

Setelah pergi selama 5 tahun aku kembali ke tanah kelahiran menaiki tahtaku.

Bagaimana menurutmu Halil Pasha?

Anda pada saat itu...

...masih sangat muda, Baginda Sultan.

Tentara Salib telah menyeberangi Danube untuk mengusir kita dari Rumelia.

Kami yang meminta...

...ayah anda untuk kembali bertahta.

Semua ini demi kepentingan negara.

Jika baginda merasa...

ini sebuah kesalahan,...

...maka kami siap dihukum berat.

Aku tak berharap demikian.

Oleh karena itu, demi kepentingan negara,...

...kuangkat kau sebagai Perdana Menteri.

�ahabettin, Zaganos dan Saruca juga akan menjadi penasehatku.

Murat Bey telah wafat, Yang Mulia. Sultan Mahmud kembali bertahta untuk kedua kalinya.

Aku tahu, kalian sama bahagianya denganku...

...mendengar kabar itu.

Tidak denganku Yang Mulia.

Itu berarti...

...Grand Duke Notaras takut kalau dia akan menyerang kota seperti yang dulu ayahnya lakukan.

Ingatlah mengapa Sultan Murat...

...terpaksa mundur dari penyerangan.

Itu sudah cukup buat kita untuk mengumumkan Pangeran Mustafa sebagai sultan.

Meski...

...pangeran malang itu wafat sebelum mimpinya terwujud.

Sekarang kita bahkan punya kandidat kuat seorang Sultan.

Pangeran Shehzade Orhan.

Dengan tidak mengurangi rasa hormat,...

...ini tidak mungkin.

Sultan Mahmud hanya ingin menghancurkan kerajaan kita.

Dia belajar ilmu mesin untuk menghancurkan pertahanan kita.

Dia belajar bahasa kita biar tahu kelemahan kita.

Dan dia mempelajari agama kita untuk menggoyahkan keyakinan kita.

Dia mungkin masih sangat muda sekarang.

Namun dia...

...Anti Kristus.

Grand Duke Notaras, tak usah khawatir.

Mahmud seorang Sultan yang pernah digulingkan.

Dia tak punya wibawa di mata masyarakatnya.

Kita akan tunjukkan kekuatan kita...

...sebelum dia akan mengetahui hal itu.

Kirim seorang utusan ke Edirne.

Biar Mahmud tahu kebijakan damai kita.

Kau semakin awet muda orang tua.

Dan mengajarkan Baginda Sultan memegang pedang dengan tangannya...

...tanpa mengurangi rasa hormatnya padamu, Hasan. Masuklah!

Dia belajar keahlian pedang darimu. Tapi bagaimana dengan pemerintahan?

Pada siapa dia akan belajar pola pemerintahan?

Kau juga tahu atau tidak?

Murat Bey tak sama dengannya.

Kami sama-sama berjuang di Varna dan Kosovo...

Tak hanya satu yang siap kukorbankan, namun semua mataku akan kuserahkan, Sultan.

Tapi Mahmud.../ Lebih adillah guru.

Sultan kita masih 12 tahun saat naik Tahta.

Tak ada yang peduli dengan usianya.

Dia pernah naik tahta? Pernah.

Dia pernah digulingkan? Pernah.

Itu yang rakyat ingin tahu. Bukan yang lainnya.

Apa kau akan senang, jika si Kafir Orhan...

...yang menduduki tahta?

Kau belum tahu kebaikannya.

Kau akan sesali ucapanmu saat hari itu tiba, guru.

VATlKAN

Sultan Mahmud...

...akan menyelesaikan apa yang dimulai oleh ayahnya.

Dan tak diragukan lagi,...

...tujuan dia berikutnya adalah Roma.

Kaisar Konstantin harus mematuhi resolusi yang disepakati di Florence...

...mengenai bergabungnya dia ke Gereja.

Kita harus melakukan tekanan jika diperlukan.

Itu benar. Ancaman terbesar...

...bagi Kafir Turki itu adalah kaum Orthodox...

...yang berdoa pada Yesus Kristus dan Paus.

Kita harus mengambil keuntungan dari ketidak berpengalamannya...

...untuk melenyapkan Ottoman demi kebaikan kita.

Konstantinopel...

...Entah apa akan menjadi Ibukota Muslim ataukah Ibukota Katolik.

Aku tak merasa Sultan Mahmud lebih berani dan lebih pintar dibanding ayahnya.

Namun kita harus pertimbangkan segala kemungkinan.

Kita tak boleh serahkan Konstantinopel pada kaum Kafir.

Tuhan bersama kita.

KARAMANOGLU PRlNClPALlTY KONYA

Kau benar, dia menunjuk Halil Pasha sebagai Perdana Menteri.

Dia bahkan tak bisa menyingkirkan orang yang menggulingkan tahtanya.

Kita harus mengambil keuntungan dari kesemrawutan ini. Sebar berita ke kerajaan lain.

Ini saat yang tepat untuk melenyapkan Ottoman.

Aku berterima kasih...

...atas simpati kerajaanmu mengenai almarhum ayahku.

Dan mengenai Orhan...

Kaisarmu ingin menaikkan tunjangannya...

...hingga 300,000 koin.

Ini penting bagi dinasti kami, karena tahu dia hidup berkecukupan.

Akan kubalas suratnya.

Beritahu pada rajamu bahwa dia akan menerima perjanjian damai yang ingin dia bangun.

Kau percaya pada ketulusan Konstantinopel, Perdana Menteri?

Bahkan dia tak punya keberanian atau kekuatan untuk melintasi perbatasan.

Hubungi...

...Raja Roman, Hungaria, Polandia dan raja Serbia, beserta Paus.

Beritahu mereka jika kita ingin berdamai dengan mereka.

Baik Baginda Sultan.

Kalian boleh pergi sekarang.

Zaganos dan abahttin Pasha, kalian tetap di sini.

Aku tahu kalian tak senang dengan keputusanku.

Kami tak punya wewenang mempertanyakannya Baginda Sultan.

Akan tetapi, kami ingin menyampaikan sesuatu...

...jika Baginda berkenan membahasnya dengan kami sebelum memberi titah.

Tak ada tujuan yang lebih penting...

...selain menaklukkan Konstantinopel demi masa depan negara.

Kita mesti bersabar hingga semua hambatan berhasil kita singkirkan...

...satu demi satu dan mengambil alih kota itu.

Ibu. Aku sangat rindu pada Ayah.

Bukan "ayah", tapi "Baginda Sultan."

Jadi apa panggilannya?

Baginda Sultan.

Baginda Sultan...

Aku tahu setiap tindakan baginda pasti memiliki alasan...

...Namun...

...mengembalikan jabatan Halil Pasha...

...dan berkompromi dengan Konstantin menimbulkan kekecewaan bagi penduduk.

Ini dianggap sebagai kelemahan.

Aku takut, kita tak bisa merebut kepercayaan...

...rakyat dan pasukan kita...

...Jika seperti itu kita akan mendapatkan masalah serius.

Pemerintahan...

...bukanlah tempat untuk memamerkan kekuasaan, Zaganos.

Dia hanyalah alat...

...untuk melindungi kepentingan mereka ...

...mensejahterakan mereka dan membangun masa depan untuk mereka.

Itulah yang membuat Sultan berkuasa.

Jangan khawatir.

Bila waktunya tiba, pasukan dan rakyatku...

...akan mengerti mengapa keputusan ini aku ambil.

Skak mat.

Selamat datang G�lbahar Hatun.

Perjalanan yang sangat panjang, Baginda Sultan.

Namun sebuah kehormatan bisa menemui Baginda.

Ya, ayah!

Baginda Sultan.

Putera Baginda, Pangeran Bayezid sangat merindukanmu.

Dia memanggil-manggil nama baginda dalam mimpinya.

Silahkan.

Beristirahatlah.

Kau sudah bawa barang bawaanmu?

Semoga pelayaranmu menyenangkan./ Era.

Aku mengejarmu dari tadi.

Aku berbicara dengan Duke untuk terakhir kalinya.

Namun aku tak bisa membujuknya.

Dia tak tertarik dengan rancangan katrol barumu.

Kurasa begitu.

Tapi dia bilang kau bisa...

...segera membangun pabrik meriam jika ayahmu setuju.

Kau kenal ayahku. Dia takkan menyetujuinya.

Aku tahu. Dan hal itu pun sudah kusampaikan pada Duke.

Terima kasih untuk semuanya. Aku sangat menghargai bantuanmu.

Selamat tinggal.

Era.

Jangan pergi.

Menikahlah denganku.

Kami pun akan membawa ayahmu kemari. Dan nanti aku bisa meyakinkan Duke.

Sebenarnya, Duke bahkan bisa kubujuk untuk membangun dermaga buat ayahmu.

Aku sudah bilang.

Bagiku, kau selalu kuanggap sebagai sahabat.

Dia tak bisa tidur, Permaisuri.

Mengapa kau tak pergi tidur, nak?

Apa Baginda Sultan tak sayang pada anaknya, Ibu?

Apa yang kau katakan, Bayezid?

Kau akan paham betapa besar rasa sayang Baginda Sultan saat kau besar nanti.

Puteraku.

Mahmud.

Aku kakekmu, Osman...

Aku mendirikan kerajaan kita.

Penerusku, Nenek Moyangmu, ayahmu...

...semuanya ingin membuat tempat ini menjadi Negara yang kuat.

Dan kau akan merubahnya menjadi kerajaan adidaya.

Kau sangat pantas mendapatkan cincin ini.

Kaulah Komandan pasukan yang diwartakan oleh...

...Rasulullah.

Semoga Allah selalu menyertaimu.

Yang Mulia!

Kau tak apa?

Entah apakah aku yang akan menaklukkan Konstantinopel,...

...ataukan Konstantinopel yang akan menaklukkanku.

Issa Pasha...

Kuberi perintah ke dermaga Gallipoli. Suruh mereka membuat seratus kapal dalam setahun.

Baik Baginda Sultan.

�ahabettin Pasha, aku butuh 3 pabrik untuk membuat cawan raksasa.

Baik Baginda Sultan.

Zaganos. Hasan?/ Mereka sudah di Konstantinopel Baginda Sultan.

Halil Pasha, dan aku butuh semua laporan...

...mengenai semua peralatan dan amunisi Janissaries.

Baik Baginda Sultan.

Baginda Sultan, boleh aku bertanya,...

...Untuk apa semua persiapan ini?

Itu untuk menggabungkan kerajaan kita yang terbagi...

...di Rumelia dan Anatolia dan membuatnya menjadi kerajaan besar.

Aku paham maksud baginda Sultan.

Namun aku khawatir...

...kerajaan bisa beresiko mengecil bahkan hancur jika mencoba berkembang.

Tanpa berkembang mungkin kita sudah mati. Pasha.

Kita harus ambil keputusan berani demi kepentingan rakyat.

Ada hal yang sangat penting yang diajarkan oleh leluhurku, Penasehat:

"Membuat sejarah...

...tak diperuntukkan bagi para pengecut."

Jangan ambil, brengsek!

Jangan lari! Kemari! Tangkap dia!

Kemarilah!

Berhenti!/ Aku minta maaf.

Apa yang telah kau lakukan? Dasar sial.

Hentikan! Jangan memukulku!/ Hati-hati kalau jalan!/

Aku tersandung. Aku bisa apa?/ Kau menjatuhiku.

Ke mana anak itu?

Ke mana dia?

Ke mana dia bersembunyi? Ada yang melihatnya?

Ayo. Larilah.

Jadi, Bagaimana pelayarannya?

Tak menyenangkan tanpa ayah.

Tapi tak seburuk itu.

Terkadang kami diterjang badai./ Begitu?

Ngomong-ngomong...

...aku dapatkan buku yang ayah minta.

Jadi katakan. Apa yang Duke sampaikan?

Dia tak tertarik dengan rancangan kita ayah.

Dasar bangsawan palsu.

Dia tak paham akan nilai dari katrol rancanganku.

Ada hal lain dalam pikirannya.

Dia ingin kau membuat meriam untuk pasukannya.

Mereka bisa pergi ke neraka.

Apa dia tahu, aku tak mau lagi membuat meriam untuk siapapun?

Dan bagaimana dengan Guistiniani?

Sama saja.

Seperti biasa, dia melamarku.

Dan kau selalu bilang tidak.

Konstantin mengundang Orhan makan malam, malam ini.

Sampai jumpa setelah makan malam.

Untuk teman Turki kita.

Untuk teman Turki kita.

Kami mendapat informasi bahwa Karamanoglu Ibrahim...

...membuat persiapan untuk melawan Sultan Mahmud.

Menurut kalian, siapa yang akan menang...

...jika dia bisa mendapatkan dukungan yang kuat?

Karamanoglu, tentunya.

Bukan hanya kita. Halil �andar juga berpikir demikian.

Hanya satu hal yang harus kau lakukan untuk merebut kembali tahtamu yang sah.

Membantu Karamanoglu Ibrahim.

Aku siap melaksanakan apapun keputusan yang diambil.

Kau bisa menulis surat yang mengatakan bahwa kita semua mendukung Karamanoglu..

...termasuk Halil Pasha, Roman, Paus, dan Hungaria.

Kau boleh tawarkan sedikit tanah.

Jika itu kau lakukan, akan kukirim dua pembawa pesan...

...dengan dua rute berbeda, untuk memastikan surat itu sampai ke tempat Ibrahim.

Dan kita akan lihat apa yang akan terjadi.

Ini surat Konstantin yang ditulis Orhan...

...dan ditujukan untuk Karamanoglu Ibrahim.

Kerja bagus, Hasan.

Rombongan kurir kedua mungkin telah tiba...

...di Karamanoglu bersama salinan surat ini, Baginda Sultan.

Rencana kita berhasil.

Karamanoglu mulai bergerak.

Dia masuk dalam perangkap kita.

Dia akan hancur bila dikalahkan oleh Karamanoglu.

Bukan masalah meskipun dia kalah.

Pasukannya akan mengalami kerugian besar.

Jadi dia tak akan mengganggu kita dalam waktu yang lama.

Di samping itu, kita mesti menggandakan tunjangan ke Orhan hingga 600,000 koin.

Kalian akan lihat, dia akan menerimanya.

Selagi hartaku semakin bertambah, apapun keagungan yang dia tinggalkan...

...itu tak berarti apa-apa di mata rakyatnya.

NEGARA KEKUASAAN KARAMANO�LU AKHIR 1451 Masehi.

Kukira Halil �andar Pasha akan membantu kita.

Tanpa bantuan Halil Pasha...

...mustahil dia bisa menghimpun pasukan besar dalam waktu singkat.

Surat itu cuma omong-kosong. Kita telah ditipu.

Tak mungkin kita menang jika kita bertempur.

Karamanoglu Ibrahim ingin berdamai. Bohong!

Dia akan menyiapkan tentara dan membantu mewujudkan maksud kita.

Jika kita lepaskan pengkhianat ini sekarang, dia akan kembali memberontak jika punya kesempatan.

Tidak seperti ini caranya menjalankan pemerintahan.

Akan banyak pasukan yang menjadi korban jika kita bertempur.

Lebih baik kita terima saja tawarannya, Baginda Sultan.

Ini gila.

Kebijakanmu tak ada apa-apanya kecuali tindakan orang-orang pengecut.

Kurasa Perdana Menteriku benar.

Dia tak akan mampu menantang apapun untuk waktu yang lama.

Dia tak akan menimbulkan masalah selama ekspedisi kita ke Konstantinopel.

Berangkatlah sekarang.

Bawa pengkhianat itu ke hadapanku!

Bawa dia masuk!

Berdirilah!

Jangan lupa,...

...kau bisa berperang dengan siapapun...

...namun kau berdamai hanya dengan pria terhormat.

Aku bersumpah demi kehormatanku. Takkan ada lagi darah yang tertumpah...

...selama aku masih hidup.

Kau akan tetap menjunjung kehormatanmu hingga nafas terakhirmu.

Atau, ajalmu akan tiba melalui tanganku.

Siapa tahu,...

...mungkin inilah garis tanganmu.

Baginda Sultan?/ Bacakan!

Konstantin...

...ingin melipatgandakan tunjangan yang kita bayar untuk Orhan, Baginda Sultan.

Tak ada alasan untuk melakukannya.

Namun, ini bukan tempat dan waktu yang tepat.

Dia ingin mengambil keuntungan dari ekspedisi kita.

Keluar!

Perdana Menteri, tetaplah di sini.

Kurasa mereka tak punya pilihan selain tetap berdamai?

Kurasa, mereka bahkan tak punya nyali atau kekuatan.

Ini gagasanmu untuk berdamai, Perdana Menteri?

Apa ini gagasanmu untuk berdamai?

Kemarilah.

Aku telah merampas...

...surat Orhan yang ditujukan pada ibrahim.

Bacalah!

Isi suratnya yang membuatku sangat terkejut:

Pembangkang Orhan, berkata pada pembangkang lain bernama Ibrahim:

"Perdana Menteri Halil Pasha mendukungku.

Namun ini harus dirahasiakan sekarang."

Allah sebagai saksiku.

Aku tak ada hubungannya dengan surat ini.

Aku tak pernah berpaling dari Ayah Baginda...

...atau dari Baginda Sultan selama hidupku.

Kita akan bahas hal ini saat pulang ke Edirne.

Sekarang kau boleh pergi.

Sultan Mahmud ingin melepas pengaruh Halil Pasha dari tentaranya...

...yang sekarang dalam posisi tersudut karena surat itu.

Dalam perjalanan pulang, beberapa pasukan ditanya kesetiaannya...

...meski mereka bukanlah musuh. Dia manfaatkan peluang ini.

Dengan dalih, menghukum pasukan yang lalai akan tugasnya,...

...Komandan pasukan Janissaries Kurt�u Do�an dan para prajurit Janissaries.

Giring para pembangkang ini ke pengasingan.

Baik Baginda Sultan.

Tiap pukulan yang diterima oleh mereka sebenarnya ditujukan padaku, Isa.

Karamanoglu?

Pengecut.

Mereka menyerah tanpa menghunus pedangnya sama sekali.

Sultan Mahmud merasa perjanjian damai kita hanyalah permainan.

Dia bukan lagi anak muda yang tidak cakap,...

...namun seorang Sultan dengan kemenangan pertamanya.

Bisa dipastikan dia takkan mengirim uang sepeser pun...

...dari jumlah 300,000 koin sebagai tunjangan yang dia sepakati dengan Orhan.

Kenapa kau masih risau?

Bagaimana surat semacam itu bisa ditulis?

Beraninya dia mengatas namakanku dalam surat itu?

Sultan pasti tahu itu sebuah jebakan.

Meski jika dia tidak tahu, dia takkan berani melakukan apapun padamu.

Dia tak ingin menimbulkan konflik internal.

Kau keliru, Emine.

Pelan tapi pasti, dia mulai memegang kendali pemerintahan.

Baginda Sultan ingin bertemu anda, Pasha.

Ya Allah... selarut ini.

Ini...

...hanya berarti satu hal.

Ambilkan jubahku!

(Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah)

(Dan aku bersaksi, Nabi Muhammad adalah utusan Allah.)

Mendekatlah.

Ambilkan segelas air untuk Perdana Menteriku.

Aku...

...tak pernah meragukan kesetiaanmu.

Jika tidak...

...kepalamu mungkin sudah dipenggal.

Konstantinopel tahu bahwa kita tak akan membayar tunjangan lagi.

Benar, Sultan.

Kemarilah.

Apa yang kau lihat?

Aku melihat benteng yang dibangun kakek buyut Anda, Sultan Bayezid, Sultan.

Apa yang kau lihat sekarang?

Benteng baru di Rumelia, Baginda Sultan.

Kita akan bangun...

...benteng baru tepat di Bogazkesen ini, Perdana Menteri.

Kau akan bertanggung jawab membangun dua menara di sini.

Saat kita meletakkan batu pertama,...

...Konstantin, Paus dan pemerintah Roman...

...akan tahu kita sudah siap perang.

Mereka akan bergabung dan menyerang kita.

Bukan Roman...

...atau Paus...

...atau Konstantin.

Aku hanya peduli pada tujuanku...

...yang tak bisa terlaksana jika perhatian mereka tertuju pada penaklukan Konstantinopel.

Darah akan kembali tumpah.

Pertanyaannya adalah...

...akankah ini jadi perang Syahid atau hanya sia-sia.

BO�AZKESEN APRIL 1452 Masehi

Kita akan sanggup mengontrol semua kapal yang datang dari laut hitam.

Baginda Sultan tiba!

Tetap bekerja.

Dia membangun benteng tepat di depan kita.

Dia akan mencegat kapal barang yang datang dari laut hitam.

Dia ingin membuat kita kelaparan.

Dia menyiapkan pengepungan.

Kita harus segera bersiap untuk perang.

Kirim pesan ke Mora, saudaraku.

Beritahu mereka untuk datang bersama pasukannya.

Ingatkan Guistiniani dengan tawaranku.

Beritahu padanya bahwa akan kuberi Pulau Limnos jika dia memimpin pasukanku.

Dan pembuat meriam itu...

Siapa namanya, Notaras?/ Urban, Yang Mulia.

Pastikan dia untuk membuat meriam yang lebih hebat dari sebelumnya.

Kau benar.

Sultan Mahmud terang-terangan mewujudkan niatnya dan memulainya dengan membangun sebuah benteng.

Paus harus mengambil tindakan.

Mahmud akan patah semangat jika kita menghimpun kekuatan tentara Salib.

Dan Kaisar Konstantin...

...tak akan punya pilihan lain selain menyetujui...

...penyatuan gereja-gereja./ Benar. Namun,...

...Perancis dan Inggris telah hancur karena perang mereka yang berkepanjangan.

Dan Raja Jerman sedang memperjuangkan singgasananya.

Dan Mahmud tahu semua itu. Dia telah mempertimbangkan semua ini.

Namun, Paus mungkin bisa meyakinkan Venezia dan Genoa.

Kita harus mengirim pesan ke Konstantin segera.

Kau benar.

Dia harus tahu tentang usaha kita.

Kami berharap akan merampungkan benteng ini dalam 11 bulan, Baginda Sultan.

Waktu kita tak lebih dari 5 bulan.

Kita harus mengendalikan jalur selat...

...untuk mencegat bantuan yang datang ke Konstantinopel...

...sebelum dan selama pengepungan dilakukan.

Kita akan angkut semua batu yang ada jika perlu.

Baginda Sultan, Konstantin meminta bantuan...

...dari Mora seperti yang anda perkirakan.

Aku bersedih melihat...

...usaha sia-siamu untuk memotong...

...rute dari kotaku ke laut hitam.

Niatmu sangat jelas.

Kau pikir bisa menembus tembok pertahananku.

Kau akan gagal...

...seperti yang terjadi pada ayahmu.

Kau berhenti membayar...

...tunjangan pada Orhan...

...karena sebuah surat yang tak ada sangkut pautnya dengan kami.

Kami tak mengecamnya demi menjaga perdamaian di antara kita.

Namun jika...

...kau tak segera menghentikan pembangunan benteng,...

...akan kukirim Orhan ke Edirne...

...dan akan kukerahkan segenap upayaku untuk menggulingkan tahtamu.

Dan...

...Kau pasti berkhayal...

...jika kau mengira, Paus dan Roman...

...akan tinggal diam dengan tindakanmu.

Kau harus membendung gelombang serangan Tentara Salib yang datang tiada henti.

Dia bilang akan mengangkat Orhan sebagai Sultan.

Dia harus menghentikan skenario yang dia buat selama berabad-abad.

Dia sangat tahu siapa yang rakyat dan bala tentaraku dukung.

Dan Paus menghimpun Tentara Salib?

Silahkan saja....

Kita akan menaklukkan mereka seperti yang telah kita lakukan...

...di Varna dan Kosovo.

Aku...

...tak sama dengan pendahuluku.

Aku Sultan Mahmud Khan.

Jika aku mau membuat benteng di Rumelia dalam masa pemerintahanku, maka akan kulakukan...

Semua yang ada di wilayahku...

...berada di bawah perintahku.

Mahmud tak akan berhenti membangun benteng.

Dan dia mulai menghimpun pasukan besar di Anatolia.

Kami telah memulai produksi seperti yang anda perintahkan, Yang Mulia.

Kita akan membakar dia dan pasukannya dengan meriam Yunani kita.

Dan Paus berpesan, dia akan membantu kita.

Tapi seperti yang kalian tahu, dengan syarat, gereja kita patuh padanya.

Mengapa kita tak mengirim Orhan ke Edirne, biar dia menghasut rakyat untuk menentang Mahmud?

Itu mustahil. Rakyat dan pasukannya mendukungnya.

Lalu mengapa kita masih memberinya makan?

Mahmud takkan mampu menjebol benteng. Dan ini akan menjadi akhir riwayatnya.

Apa yang lebih berharga daripada orang yang menduduki tahtanya dan setia pada kita?

Pabrik-pabrik meriam sudah siap?/ Dalam perombakan, Yang Mulia.

Aku akan bicara pada Urban, hari ini.

Ini./ Terima kasih.

Ayah, kita juga harus membeli garam./ Baiklah sayang.

Tuan Urban. Grand Duke Notaras ingin menemuimu.

Ayah?

Pulanglah ke rumah. Tak ada yang perlu dirisaukan.

Ayo.

Selamat datang, Tuan Urban.

Seperti yang kau tahu, kota kita sedang melawan kaum Kafir.

Ini bukan pertempuranku Tuan.

Semua kaum Kristen harus turun tangan. Termasuk kau.

Aku tak punya hasrat atau kesanggupan membuat meriam yang anda mau. Maafkan aku.

Pikirkan mengenai puterimu, bukan dirimu.

Kita tak mau gadis cantik itu terluka, kan?

Kau punya waktu sampai pagi untuk mengubah pikiranmu.

Kau boleh pergi sekarang.

Ayo, cepat.

Kita harus bergegas sebelum orang suruhan Notaras datang.

Kau ditahan atas perintah Grand Duke Notaras.

Tangkap mereka!

Lepaskan puteriku.

Jangan sentuh aku, brengsek!

Baginda Sultan Mahmud ingin bertemu dengan anda di istananya.

Kami mendapat informasi...

...Orang-orang Turki menculik Urban./ Sial!

Dia akan menyerang bentengku dengan meriam yang Urban buat.

Cari cara untuk membunuh Urban.

Kami menerima kabar dari Mora, saudara anda, Yang Mulia.

Pasukan Mahmud telah membumi hanguskan Mora.

Mereka membunuh semua pasukan...

...saudara anda.

Turki sialan.

Dia selalu selangkah lebih maju. Selalu.

Kami mohon maaf karena membawamu ke Edirne dengan paksa.

Sebenarnya kau telah menolong kami.

Aku akan membantu Sultanmu karena...

...mungkin akan membantuku menyelesaikan urusan pribadiku.

Apa itu?

Beberapa tahun yang lalu, Tentara Salib juga dibantu oleh Konstantin...

...untuk mengusir kalian keluar dari Balkan,...

...mereka membakar seluruh perkampungan Muslim yang dilalui.

Termasuk pula perkampungan kami.

Mereka membantai semua keluargaku.

Aku dijual di pasar budak di Konstantinopel.

Jika Urban tak kasihan dan membeliku...

Jadi, Urban bukan ayah kandungmu.

Dia sudah kuanggap seperti ayah kandung.

Tuan Urban menjadi ayahku sejak saat itu.

Ayo, kita harus segera berangkat.

Aku ahli mengecor meriam sama seperti ayahku.

Tapi wanita tak diizinkan tinggal di pabrik.

Jangan khawatir. Mereka takkan melihat wanita.

Ayo.

Ayo ayah!

Kita tak punya pilihan lain.

Tulis surat kepada Paus.

Katakan, bahwa kami siap menjadi tuan rumah...

...perayaan kerukunan umat Katolik dan Orthodox di wilayahku.

Saatnya kembali bahu-membahu...

...melawan Anti Kristus.

Jika kita meminta bantuan Roman, mereka takkan pernah tinggalkan kota kita.

Kalian telah lupa apa yang mereka lakukan pada kita?

Mereka melukai keyakinan dan kota kita lebih dari siapapun.

Mahmud akan bertindak secepat mungkin. Kita tak boleh menyia-nyiakan waktu.

Aku mohon padamu Yang Mulia.

Keputusan ini akan membuat Agama kita berada di bawah perintah Paus.

Ini berarti akhir dari keyakinanmu.

Aku lebih senang melihat Sorban Turki di kota ini...

...dibanding Roman sialan itu.

Kita tak ingin Katolik tak beriman masuk di Hagia Sophia.

Kita tak akan serahkan keyakinan kita pada Paus.

Kita tak ingin berdoa di gereja yang sama dengan orang Roman.

Kami menolak doa mereka.

Mereka berusaha mengendalikan keyakinan kita.

Saatnya mengatakan tidak pada Katolik serakah ini...

...yang makan dan minum dari darah Kristen sejati seperti kita...

...yang setia pada Yesus.

Tuan Urban...

...Senang bertemu denganmu dan asistenmu.

Terima kasih Yang Mulia.

Aku ingin kau membuat meriam besar yang mampu menembus benteng Konstantinopel.

Sesuatu yang takkan pernah lagi disaksikan dalam sejarah.

Kami akan membuat meriam besar seperti yang anda inginkan.

Hasan akan selalu berada di sini untuk menjaga kalian dan menyediakan kebutuhan kalian.

Semoga pekerjaan kalian dipermudah./ Terima kasih Yang Mulia.

Semoga Allah...

...menghindarkan benteng kami dari masalah.

Jangan biarkan kami gagal.

Buatlah tentara kami meraih kemenangan./ Amin!

La Haula Walaa Quwwata Illa Billahi Al'aliyyul Adziim (Kekuasaan dan kekuatan hanya datang dari Allah)

Allahu Akbar (Allah Maha Besar)./ Allahu Akbar (Allah Maha Besar).

Kau butuh bantuan Elias?/ Apa?

Kami tak bisa memanggilmu Era di tempat umum, kan?

Diam. Aku sudah terlihat seperti pria.

Kurasa, kau sama cantiknya saat di pasar.

BO�AZKESEN SEPTEMBER 1452 Masehi

Astaga. Rumornya ternyata benar.

Orang Turki diberikan keajaiban.

Mereka memberi isyarat untuk berhenti.

Kita tak akan berhenti karena perintah mereka.

Tenggelamkan kapal itu.

Beraninya mereka menenggelamkan kapalku?

Dia berencana mengepung Konstantinopel Yang Mulia.

Memblokir perdagangan kita berarti perang melawan kita juga.

Tapi kita tak bisa melawannya langsung.

Lebih baik kita menyuplai bantuan ke Konstantin.

Aku bisa ke sana dengan kapal kita dan memimpin pasukan Konstantin, Yang Mulia.

Segera lakukan persiapan.

Baik Yang Mulia.

Genoa butuh rute kapal dagang mereka...

...untuk menghindari hadangan sebelum terendus.

Mereka juga akan membawa bala bantuan.

Dan kau, lsidor yang terhormat.

Aku yakin kau bisa mengatur penganut Katolik dan Orthodox...

...untuk berdoa bersama di Gereja.

Bila kau bisa melaksanakannya,...

...aku bisa datangkan bantuan lebih banyak lagi untuk mengamankan kota.

Akan kukirim pasukan pemanah dalam jumlah besar untuk menyertaimu ke Konstantinopel.

Kota ini harus percaya padamu...

...demi keberhasilan kita.

Semoga Tuhan menyertaimu.

Aku khawatir tak bisa membangun apa yang sudah kurancang...

...bila telah kuputuskan untuk tak lagi membuat meriam.

Namun sekarang,...

Aku senang kau telah meyakinkanku.

Aku tahu kau melakukannya untukku ayah.

Biar kuperiksa kembali rancangannya.

Baik ayah.

Aku sangat berterima kasih pada Paus.

Kedatangan anda membawa semangat besar bagi rakyatku dan kekuatan pasukanku.

Anda memang sangat membutuhkannya Yang Mulia.

Jika anda butuh bantuan dari kerajaan Roman untuk melawan Kafir Turki...

...anda tahu apa yang mesti dilakukan.

Seperti yang Paus inginkan,...

...kaum Orthodox harus menerima kewenangan Vatikan.

Tak sulit bagi Kaisar agung seperti anda membungkam Gennadius.

Kita akan mengambil tindakan yang semestinya.

Rakyatku Yang Terhormat.

Bagaimana bisa seorang Kaisar yang mencari perlindungan dari Paus melindungi keyakinan Kita?

Dan apa yang dilakukan Raja kita?

Dia menjual Agama kita di Hagia Sophia...

...tanpa memberi kita kekuatan.

Dia memilih berdoa...

...dengan cara Katolik. bukan sesuai dengan keyakinan kita.

Mereka ingin membuat kaum Orthodox...

...sebagai budak Gereja Katolik.

Kalian akan biarkan hal itu begitu saja?

Persetan dengan Patriarch.

Itu dia!

Minggir!

Tolong pertimbangkan...

...kembali keputusan anda, Baginda Sultan.

Kita tahu bahwa Paus mengirim pasukan pemanah.

Dan kami menerima informasi bahwa...

...Venezia dan Genoa akan menyediakan tentara dan kapal.

Juga telah dipastikan bahwa Orang Jerman...

...Inggris dan Prancis akan mengirim bala bantuan dalam jumlah besar.

Tentara Inggris dan Prancis...

...saling membunuh satu sama lain.

Raja Jerman...

...disibukkan dengan konflik dalam negerinya.

Bukankah seharusnya kau lebih tahu apa yang terjadi di Eropa dibanding kami, Perdana Menteri?

Sudah cukup aku mendengar penentanganmu dalam hal ini.

Keputusanku sudah final.

Kau seharusnya...

...menyadari bahwa pengepungan ini lebih baik untuk kepentingan pribadimu juga.

Jika tidak...

Zaganos.

Perintahkan mata-mata kita untuk mengontak Gennadius.

Beritahu mereka bahwa kita menjamin...

...kebebasan berkeyakinan mereka tanpa ada tekanan dari Katolik lagi.

Dan bicaralah pada Urban.

Bahwa meriamnya harus segera selesai. Kita akan memulai ekspedisi dalam 2 bulan.

Ya, Baginda Sultan.

Setelah mengalami hal-hal buruk, di sinilah tempat yang baik untuk perubahan.

Terima kasih, Hasan.

Aku bertaruh kau belum pernah makan ikan selezat ini.

Baunya harum sekali.

Aku menambahkan sedikit jahe dan daun salam.

Aku belajar itu dari ayahku.

Kau tak pernah bercerita mengenai keluargamu.

Ibuku meninggal saat usiaku masih sangat muda.

Ayahku seorang prajurit yang hebat.

Kami bersama-sama pergi ke pertempuran Kosovo.

Dia menjadi Syuhada di sana.

Mau coba?

Rasanya lezat.

Suatu hal yang baik karena aku mempelajari rahasianya.

Jadi kau mengajariku membuat meriam dan kita impas.

Kau tidak bisa belajar dalam sekejap.

Ini seni.

Ini yang ke empat kalinya.

Logamnya tidak cukup murni. Benda ini memiliki lapisan.

Aku tidak tahu mengapa kau keberatan?

Kita harus masukkan lebih banyak timah.

Itu solusi untuk memadatkannya. Ini akan membeku sebelum mencapai cetakannya.

Kita bisa memperkuat tembakannya.

Ini sudah cukup kuat. Langkah selanjutnya adalah panas tembakannya.

Kenapa kita tidak coba? Cawan leburnya lebih tahan terhadap panas.

Tidak. Terlalu beresiko.

Ayah selalu saja bilang tidak.

Giovanni Longo Di Giustiniani yang perkasa.

Yang mulia.

Kau datang ke sini untuk membantu kami melawan penghinaan yang luar biasa...

...terhadap tentara Salib.

Kau beserta tentaramu yang heroik...

...tak ternilai harganya bagi kami.

tentu saja kami bersyukur atas bantuan mereka.

Tapi ada jumlah rakyat yang cukup banyak juga...

...yang belum melupakan rasa sakit yang disebabkan oleh...

..tentara Roman. Sama banyaknya dengan jumlah rakyat yang akan menyambut mereka dengan gembira.

Tidakkah menurutmu kau bertindak tidak adil pada tentara...

...yang datang mempertaruhkan hidupnya demi kota ini, Grand Duke Notaras?

Rakyat kami...

...akan memeluk tentara yang heroik ini...

...yang datang untuk membela mereka, Notaras.

Jangan pernah ragukan itu.

Mungkin kau benar.

Kita hampir kehabisan tembaga, ayah.

Aku tahu. Mereka akan mengirimkannya besok.

Shift malam akan tiba, tuan.

Anda pergi dan istirahatlah, Mandor Mahmut. Kami akan tetap tinggal.

Baiklah, tuan.

Kenapa kita tidak berangkat lebih awal hari ini untuk sebuah perubahan?

Aku akan membuatkan makan malam yang lezat untukmu.

Dan aku bertanya-tanya saat kau menyarankan hal ini.

Ayolah, ayahr.

Aku tahu. Bantu aku mengatasi-

Ini pasti suruhan Notoras.

Terima kasih Hasan.

Sepertinya...

...kita takkan beristirahat hingga temboknya runtuh.

Hasan.

Apa yang kau pikirkan, ayah?

Kupikir kita berhasil kali ini.

Terima kasih padamu.

Suatu hal yang baik kita menanda tangani perjanjian dengan Raja Hungaria, Serbia, Polandia dan Georgia.

Jadi kita takkan menghadapi masalah apapun dalam pengepungan nanti.

Mereka juga berterima kasih atas hadiah cantik yang anda kirimkan.

Bagus.

Kekhawatiran Halil Pasha tidak beralasan.

Apa panglima perangku datang?

Pasukan Kavaleri Karesi, Hamit dan Panglima perang Menteb segera tiba di Edirne.

Bagaimana dengan kapal-kapalnya?

Mereka akan siap pada waktunya, Sultan./ Bagus.

(Seperti mimpiku untuk menyatu dengan cintaku)

(Apa yang lebih alami daripada air mataku yang menjadi lautan)

(Kau tak boleh membawa yang cintamu ke rumah kesedihan, dialah cintaku)

(Tak peduli seberapa kuat kewenangan yang kau miliki)

Parfum mana yang lebih suka Permaisuri pakai?

Jasmina.

Dia paling suka ini.

Aku membawa...

...jimat dari ayahku saat mereka membunuhnya.

Untuk kuberikan pada priaku jika aku bertemu dengannya, suatu hari.

Aku takkan pernah menanggalkannya.

Hari ini adalah hari besar. Aku sangat gembira. Kau?

Aku juga.

Aku tak ingin kau ikut dalam pengepungan itu, Era.

Kau tahu aku akan ikut. Kita sudah pernah membicarakannya.

Aku tidak ingin kau sampai terluka.

Aku juga tidak ingin kau terluka.

Kalau begitu jangan maju ke medan perang.

Perang itu bukan untuk wanita, Era.

Bukan untuk wanita, katamu?

Sepertinya kau lupa apa yang telah kualami.

Mereka membunuh ibu dan saudari-saudariku dalam perang.

Tak seorangpun dari mereka adalah tentara.

Mereka tidak dibantai di garis depan, tapi di rumah.

Lelaki meninggal dengan kehormatan di dalam perang.

Tapi wanita kehilangan ayah, anak...

..suami, kehormatan mereka, segalanya.

Aku akan ikut perang ini.

Tak ada yang bisa menghentikanku.

Pujian untuk kalian semua, Insinyur Urban.

Terima kasih, Sultan.

Semoga selamat di perjalanan.

Kurasa kau benar.

Aku ini egois. Maafkan aku.

Kita akan kembali.

GALLlPOLl.

Allahu Akbar (Allah Maha Besar)!

Allahu Akbar (Allah Maha Besar)!

Kau menang. Bagus sekali, Mehmet.

Baginda Sultan tiba!

Ayah.

Bayezid.

Kemarilah.

Kemarilah, nak.

Ayah.

Aku menulis ini untukmu.

Komandanku yang mulia...

...tentara-tentara pemberani...

...dan orang-orang yang beriman.

Mereka berani mengancam...

...Tembok kita dilindungi oleh malaikat penjaga, Bunda Maria...

...yang tak bisa ditembus oleh apapun.

Persetan orang-orang Turki.

Persetan orang-orang Turki.

Orang-orang Turki Kafir sedang dalam perjalanan...

...untuk digigit dengan taring ular yang beracun.

Mereka pikir dapat melewati...

...tembok terhebat dan terkuat dalam sejarah.

Tapi kita akan benamkan mereka ke dalam lautan darah mereka sendiri.

Matilah orang Turki. Matilah orang Turki.

Kalian...

...anak-anak Konstantinopel...

...Kota Ratu dunia (Jantung dunia)...

...Aku tahu saat hari itu tiba...

...kalian semua akan menjadi petarung mempertahankan St. Theodora...

...dan mengukir cerita kepahlawanan lainnya.

Tuhan menyertai kita.

Tuhan menyertai kita.

Persetan orang-orang Turki!

Kau pertahankan gerbang Pigi, Nikola Mozenigo.

Gerbang Cresca. Komandan Contarini, tempatkan pasukanmu di sana.

Ya, Yang mulia.

Gerbang Kaligaria, John of Germania.

Ya, Yang mulia.

Ksatria Guistiniani./ Ya, yang mulia?

Kau akan menjaga gerbang Romanos bersama pasukanmu...

...dan pasukan panah Paus yang dikirim bersamamu.

Ini titik terlemah kita.

Semoga Tuhan mencegahnya, jika tentara Turki berhasil memasuki kota...

...Kau yang pertama kali akan menghadapi mereka./ Jangan khawatir.

Takkan kubiarkan satupun tentara Turki melewati gerbang itu.

Dan teman Turki kita Orhan akan menjaga pelabuhan Langa.

Ya, Yang mulia.

Semoga Tuhan melindungi kota kita.

HARI PASKAH 1 APRlL,1453

Dan kau, Karaca Pasha.

Garis pertahanan dari gerbang Charisius hingga ke Ayvansaray adalah tanggung jawabmu.

Ya, Baginda Sultan.

�ahabettin Pasha.

Kau ambil posisi di Istana Tekfur hingga ke Egrikap�.

Ya, Sultanku.

S�leyman Pasha...

...Angkatan laut kita harus bisa memasuki teluk Golden HOrn.

Di sanalah titik terlemah tembok ini.

Ya, Baginda Sultan.

Zaganos, kau akan mempertahankan punggung bukit Galata.

Ya, Baginda Sultan.

Hasan.

Kau akan memimpin pasukan Veteran.

Jangan perintahkan pasukan Veteran dan Kavaleri menyerang sebelum kita berhasil menjebol temboknya.

Ya, Baginda Sultan.

Kalian bisa pergi sekarang.

Dia coba menguji keimanan kita...

...dengan memulai pengepungan di hari paling suci kita.

Tapi hal ini akan membawa azab padanya...

...dan memberi kita keselamatan.

Apa yang harus kita lakukan, tuan?

Apakah kita akan duduk-duduk saja dan menyaksikan perang ini?

Apa kita akan mempercayai janji orang Turki?

Itu lebih baik daripada berada dibawah kekuasaan Paus.

Sekalipun begitu, kita harus lakukan yang terbaik untuk melindungi kota kita.

6 APRlL, 1453 HARI JUM'AT

Guistiniani!

Akan kuceritakan nanti.

Assalamu Alaikum (Keselamatan atasmu). ''

''Kalos antamothsikame. ''

Andai aku bisa menyambut anda di istanaku...

...tapi kalian terlalu banyak.

Terima kasih atas keramah tamahannya, Kaisar.

Aku berada di sini untuk menyambutmu di istana itu.

Aku ingin mengingatkanmu kalau...

...tembok dan keyakinan kami...

...sepanjang sejarah belum pernah berhasil ditembus, Sultan.

Setelah pengepungan ini anda tak perlu mengingatkan hal itu pada siapapun, Kaisar.

Tembok kotaku telah seringkali mendengar hal semacam ini. Terakhir kali ayahmu juga berkata begitu.

Tapi dia juga tidak berhasil, sama seperti yang lainnya.

Kami datang kemari untuk mengakhirinya.

Jika kau serahkan kotanya sekarang, rakyatmu dan keluarga mereka...

...akan tetap hidup dengan damai...

...dan juga harta benda mereka tak akan disentuh sedikitpun.

Kalau begitu, akan terjadi pertumpahan darah. Darahmu.

Kami mengikuti jalan yang ditunjukkan oleh Al Qur'an.

Buka penutupnya!

Tembak!

Tembak!

Tembak!

Tembak!

Ayo, ayo. Ke posisi kalian.

Perisai!

Perisai!

Pasukan panah!

Tembak!

Meriam Basilica.

Kau tidak bisa membunuh si Urban ini.

Pasukan panah!

Tembak!

Tutup lubang ini sekarang!

Kau, lindungi dengan panahmu.

Dan kau, bawa batunya. Cepat.

Ketapel!

Lebih cepat. Ayo!

Bakar mereka. Bunuh mereka semua!

Tutup celah ini!

Apa anda masih memikirkan Era, tuan?

Dan front Ayvansaray?

Sama saja, Baginda Sultan.

Kita tidak berhasil dari front manapun.

Korban di pihak kita sangat banyak, Baginda Sultan.

Kami berusaha membuka front teluk Golden Horn sesuai perintah anda.

Tapi begitu kami mendekat ke rantai-rantai itu...

...meriam jarak jauh tentara Yunani mulai menembaki kami.

Pasukan kita seharusnya tidak menunggu.

Mereka mungkin berpikir kita berkecil hati karena tidak bertempur hari ini.

Aku memang ingin mereka berpikiran begitu, Zaganos.

Perintahkan Kepala penggali Mustafa agar menggali lebih cepat lagi.

Besok, mereka akan tahu kenapa tentaraku menunggu.

Tuan.

Laporkan padaku.

Kita punya cukup minyak dan aspal, Yang mulia. Semuanya baik-baik saja.

Tak ada pergerakan dari pasukan Ottoman.

Mereka berusaha memulihkan diri.

Mereka telah melihat neraka yang mereka masuki.

Kami tak bisa menembakkan Meriam Basilica sesering yang diperintahkan.

Jika racikan ini sukses dan berhasil mendinginkannya lebih cepat...

...kita bisa menembak 10 kali sehari.

Era?

Aku pusing.

Mungkin aku terlalu lelah.

Kami tinggal menggali 9 depa lagi, tuan.

Bagus. Aku akan beritahu Sultan.

Bekerja lebih keras, hei singa.

Hampir sampai. Ayo.

Keluar. Sekarang.

Lari! Keluar! Akan runtuh.

Keluar! Akan runtuh.

Cepat, cepat, cepat. Lari!

Selim.

Ayo. Jalan.

Ayo. Cepat. Cepat pergi.

Lari! Lari!/ Kami datang.

Para penggali.

Mereka ada di sini.

Mereka ada di sini. Para penggali ada di sini.

Kembali./ Ayo, lari.

Kemarilah.

Terus gali, hei singa-singaku! Gali.

Lebih cepat.

Terus gali, hei singa-singaku! Ayo.

Masuk. Halangi mereka.

Bawa tong bubuk mesiunya.

Ayo, cepat.

Ayo tukang gali, Terus gali.

Berhenti. Diam.

Ayo, lebih cepat. Ayo. Ayo.

Mereka menemukan kita. Gali lebih cepat.

Ayo./ Kerja.

Ayo, hei para singa.

Ayo.

Mereka dekat sekali.

Lebih cepat. lebih cepat.

Ayolah kalian para singa, terus gali.

Tuan, keluarlah./ Selim.

Aku takkan meninggalkanmu, Selim.

Mereka sudah menemukan kami. Tinggalkan kami dan pergilah.

Lebih cepat. Ayo.

Ini sudah terlambat. pergilah, tuan.

Pergi sekarang.

Maafkan kesalahan-kesalahanku pada kalian.

Larilah sekarang!

Ayo.

Kita tidak akan mati sia-sia.

Asyhadu An Laa Ilaaha illallaahu (Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah)

Wa Asyhadu Anna Muhammad Arrasulullah (Dan aku bersaksi Nabi Muhammad adalah Utusan Allah)

Allahu Akbar (Allah Maha besar)

Allahu Akbar (Allah Maha besar)

Ada apa?/ Lari.

Allahu Akbar (Allah Maha besar)/ Allahu Akbar (Allah Maha besar)

Anda memanggilku, Baginda Sultan.

Satu hari saat kita sedang berlatih pedang, kau mengatakan sesuatu padaku, Hasan.

''Memainkan pedang butuh keterampilan.

Kau tak boleh memegangnya terlalu kuat atau terlalu longgar.

Jika kau memegangnya terlalu kuat, kau akan cepat lelah, dan tak bisa bergerak cepat.

Jika kau memegangnya terlalu longgar, pedangmu akan jatuh saat beradu.''

Sekarang saatnya memainkan pedang dengan benar, Hasan.

Ini giliranmu.

Bersiaplah./ Ya, Baginda Sultan.

Baginda Sultan memberikan perintah.

Malam ini serangan menggunakan menara.

Kami akan bersiap.

Berhati-hatilah, Hasan.

Pasukan panah!

Pasukan panah!/ Tembak!

Dobrak pintu ini!

Bunuh keparat-keparat ini.

Ayo, cepat.

Lebih cepat.

Lebih cepat kataku!

Isi kuali ini. Tembakkan meriam lebih sering lagi.

Ayo.

Lari! Kita perlu lebih banyak pasukan panah di sini.

Bakar menara-menara itu.

Isi kuali ini. Ayo.

Bakar menara-menara itu.

Bersiap. Ayo.

Lebih cepat.

Tangga.

Kakak!

Menjauh!

Bersiap membentangkan tangga.

Dorong menaranya.

Tumpahkan.

Kita terbakar. Kita harus pergi sekarang.

Pergi!

Lebih cepat.

Dorong lebih cepat.

Bakar mereka. Jangan biarkan mereka mendekat.

Bentangkan tangganya.

Ayo.

Menjauh.

Dorong. Dorong.

Ayo. Perbaiki meriamnya.

Tembak.

Kalian adalah pahlawan kami.

Kami akan kubur mereka semua, segera.

Aku melihat Guistiniani di tembok itu.

Kau benar tentang dia.

Dia sungguh Ksatria yang hebat dan berbahaya.

Mungkin akan lebih mudah menembus tembok itu jika dia tak ada di sana.

Berhati-hatilah dengannya, Hasan.

Sudah kuperiksa seluruh front.

Kerugian kita tidak terlalu besar.

Khususnya jika dibandingkan dengan kerugian tentara Turki.

Anda menentang dukungan dari Roman, Grand Duke Notaras.

Tapi seperti yang anda lihat...

...Mayat tentara Turki bergelimpangan dimana-mana.

Paus harus melakukan lebih daripada ini untuk menyingkirkan Mehmet.

Kita harus menyergap tentaranya di antara tembok dan tentara Salib.

Jangan khawatir, Yang mulia.

Paus telah berhasil meyakinkan orang-orang Hungaria.

Biar kami saja.

Jika atas kehendak Allah aku Syahid...

...Aku akan minta bantuan kepadamu.

Ini cuma sebuah anak panah. Jangan khawatir, ini takkan membunuhmu.

Kau mau melakukannya atau tidak...?

...beritahu aku.

Beritahu aku. Bantuan apa yang kau minta?

Kau akan menemui...

...tunanganku.

Katakan padanya kalau...

...H�sein mati dengan terhormat sebagai Syuhada.

Semoga cepat sembuh.

Kau akan memberitahu tunanganmu betapa gigihnya kita bertempur setelah tembok itu jebol.

''Aku Ladislaus, Raja Hungaria.

Pejabat lama Bupati John Hunyadi telah dicopot dari jabatannya atas kehendakku.

Aku menginformasikan bahwa gencatan senjata yang kau tanda tangani bersamanya tidaklah sah...

...dan dengan rasa hormat yang tulus serta keyakinan agar...

...anda sesegera mungkin menghentikan pengepungan.

Tolong jangan lupakan kerugian besar...

...yang kita berdua alami ketika pasukan kita bertempur.

Beritahu Rajamu jika aku akan dengan senang hati menyambutnya...

...di sini bersama-sama dengan tentaraku.

Baginda Sultan...

...Aku selalu mengatakan pada anda kalau ekspedisi ini adalah sebuah kesalahan.

Sudah 1 bulan kita berada di sini.

Tentara kita kocar-kacir.

Jika tentara Hungaria tiba...

Itu cuma ancaman, Perdana Menteri.

Meski itu jadi kenyataan...

...Kita akan menguasai kota itu sebelum mereka sampai kemari.

Jika tak bisa, maka kita akan bertempur melawan mereka berdua, tentara Yunani dan Hungaria.

Sekarang pergilah...

...dan beritahu Urban kalau aku ingin dia lebih sering lagi menembakkan meriam itu.

Ya, Baginda Sultan.

Kirim lebih banyak pemanah ke gerbang Pigi./ Ya, Yang mulia.

Yang Mulia.

Raja Hungaria menepati janjinya.

Utusannya telah menyampaikan pesannya kepada Mehmet./ Bagus.

Saat tentara Hungaria tiba, kita tidak cuma akan mempertahankan kota kita...

...tapi kita juga akan menyingkirkan tentara Turki untuk selamanya.

Bagaimana menurutmu? Apa menurutmu kita mesti lebih sering menembakkan meriam?

Jangan khawatir, ayah. Racikan itu akan bekerja.

Baiklah.

Mandor Mahmut, masukkan bubuknya./ Ya, Tuan.

Bawa lebih banyak lagi untuk tembakan selanjutnya, putriku.

Regangkan, anak-anak.

Ayah!

Tuan? Tuan./ Menjauh.

Ayah, buka matamu./ Panggilkan dokter.

Semua ini salahku.

Bagaimana kalau dia meninggal?

Sultan kita tiba.

Lanjutkan.

Kapan dia akan sembuh?

Dalam beberapa hari, Baginda Sultan.

Meriam Basilica harus diperbaiki.

Dia harus pulih sesegera mungkin./ Ya, Baginda Sultan.

Jangan khawatir.

Aku akan perbaiki meriam Basilica.

Minggir.

Lepaskan beberapa orang ini...

...maka itu akan menjatuhkan mental tentara Turki.

Aku berharap kami mati.

Jalan.

Bawa dia.

Hey! Tentara Turki yang pemberani.

Kalian pasti merindukan teman-temanmu di sini.

Kalian percaya itu...

...kalian akan masuk surga kalau mati di medan perang.

Kalau begitu, kita tidak boleh membuat kalian lama menunggu.

Asyhadu An La Ilaaha Illallaahu (Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah)

Hentikan kapal-kapal itu.

Hentikan mereka. Hentikan mereka.

Baginda Sultan./ Hentikan mereka.

Tenggelamkan mereka, tenggelamkan mereka!

Baginda Sultan.

Cukup.

Syukurlah, kita menghancurkan armadanya.

Mari kita lihat apa yang bisa kau perbuat sekarang, Mehmet.

Untuk Kaisar kita.

Panjang umur Kaisar kita. Panjang umur Konstantin.

Cuma 3 kapal saja dan kau tak bisa menghentikannya.

Selama 40 hari kau belum juga berhasil melewati rantai itu.

Tapi Baginda Sultan, jangkauan meriam mereka mencegah kami dari-

Bawa dia keluar.

Kirim ke pengasingan. Keluar, kalian semua.

Kenapa kita tidak bertempur?

Sejak awal aku sudah menentang ekspedisi ini.

Kurasa ini akan menjadi akhir kita.

Sekarang lihat apa yang kita peroleh.

Kalian membuat Sultan kita bingung.

Pemerintahan kita berada di ambang kejatuhan dikarenakan ambisi pribadi kalian.

Ambisi pribadi kami adalah mengabdi pada pemerintahan kita.

Apa begini idemu untuk mengabdi?

Setiap orang tahu hasratmu adalah mendapatkan posisiku.

Dan demi hal itu maka kau berharap banyak dari ekspedisi ini.

Kau memiliki kepentingan pribadi dalam penaklukan ini.

Kenapa kita semua tidak tenang? Kita tidak boleh lupa dengan ancaman tentara Hungaria.

Jika mereka datang memberi bantuan./ Dan mereka mungkin sudah dalam perjalanan...

...habislah kita semua.

Kita harus memberitahu Sultan kita kalau...

...Kita harus segera menghentikan ekspedisi ini dan kembali ke Edirne.

Kuharap kau akan dipenggal.

Tentara Hungaria telah berkumpul.

Mereka bisa tiba kapan saja.

Itu benar.

Jika mereka tiba, matilah kita semua.

Sultan kita tidak meninggalkan kemahnya.

Sultan kita buta. Dengan cara apapun kita takkan bisa menembus tembok itu.

Kita akan mati sia-sia.

Kita harus mundur.

Kenapa kalian merengek-rengek seperti banci?

Bajingan!

Kenapa kalian memakan roti Sultan kita?

Selama bertahun-tahun pedangmu itu tidak pernah menumpahkan darah.

Sekarang Sultan kita telah membukakan jalan bagimu untuk meraih kejayaan. Inikah alasanmu berkhianat?

Apa bertempur selama 40 hari itu tidak ada artinya bagimu?

Diam!

Apa menurutmu sekumpulan keparat-keparat seperti kalian bisa memulai pemberontakan?

Jaga mulutmu. Jika di sini ada keparat, Itu pastilah kau.

Sekarang, bubar.

Kenapa dia tidak kembali?

Dia tak bisa menerima kekalahannya.

Aku lebih suka dia ada di sini saat tentara Hungaria tiba.

Aku akan membersihkan sepatuku dengan jubahnya.

Selamat datang, Syech agung.

Kami rasa perlu menghubungi anda.

Dia tidak berbicara pada siapapun termasuk pada kami.

Apa dia ada di kemahnya?/ Ya, Guru agung �emsettin.

Dia tidak keluar selama 2 hari.

Tentara kita gelisah.

Syechku.

Selamat datang.

Terima kasih, Mehmet.

Ada apa denganmu?

Kenapa tentaramu tidak bertempur?

Kami sudah berada di sini selama 40 hari.

Kesabaran adalah kekuatan kedua bagi tentaramu.

Itu menjaga mimpimu dan tujuanmu agar tetap hidup.

Aku tahu, usaha yang tidak berhasil...

...telah mengakibatkan kekecewaan di dirimu dan tentaramu.

Itu mengecilkan hati tentaramu.

Dan orang-orang Kafir itu berpesta.

Ayolah Mehmet.

Ikutlah denganku.

Sebelum aku datang kemari...

...aku memohon petunjuk selama 3 malam berturut-turut.

Hanya untuk melihat apakah ekspedisi ini ditakdirkan baik atau buruk.

Syukurlah, aku mendapat jawaban atas pertanyaanku semalam.

Aku melihat Hazreti Eyyubi Ensari dalam mimpiku.

Dia memberitahuku dimana makamnya berada.

Dia berkata 'Pergi'. Tunjukkan pada Mehmet.

Beritahu dia alasan kenapa aku dimakamkan begitu dekat dengan tembok itu.

Baginda Sultan.

Dengan nama Allah yang Maha Melindungi dan Maha Mengampuni.

Seperti yang kau ketahui, Hazreti Eyyup ikut serta dalam pengepungan Konstantinopel...

...bersama pasukan Islam.

Dia tidak meninggalkan tembok kota ini...

...hingga akhir hayatnya.

Dan dia tidak muda sepertimu.

Dia tua dan sakit-sakitan.

Kau tak boleh menyerah, Mehmet.

Kau datang kemari...

...untuk menjadi Komandan yang diwartakan itu.

Sekarang pergi dan pimpinlah tentaramu.

Jika kau tidak melakukannya sekarang...

...kau takkan pernah bisa melakukannya lagi.

Sekarang pergunakanlah akal sehat dan nalurimu...

...dan tunjukkan keterampilanmu yang menakjubkan itu pada semua orang.

Kau punya kekuatan untuk melakukan ini.

Ingat...

...Angin kencang berhembus di pegunungan yang curam.

Aku takkan mundur...

...sebelum aku merebut kota ini, ayah.

Kakiku!

Kakiku! Kakiku putus!

Ayo, pemegang papan, Lari.

Tahan talinya.

Ganjal kapalnya.

Mereka menyeret kapalnya lewat darat ke teluk Golden Horn.

Dengarkan semuanya.

Mereka menyeret kapalnya lewat darat ke teluk Golden Horn.

Tunjukkan belas kasih-MU, Tuhan Yang Maha Perkasa.

Tepat ketika dia berpikir akan mengalami kekalahan...

Penduduk dan tentara kita jadi khawatir, Yang Mulia.

Ini tidak baik.

Dia berusaha merebut teluk Golden Horn dimana titik terlemah tembok kota ada di sana.

Dia membuka front lain.

Kapal-kapal kita mencoba menenggelamkan mereka...

...tapi mereka menembakkan meriam dari Galata agar kita tak bisa menjangkaunya.

Kita harus mengirim tentara ke teluk Golden Horn.

Mereka tak punya meriam di kapalnya. Jika kita mengerahkan pasukan ke sana...

...front lain akan menjadi lemah.

Dia akan membuat jembatan dari kapal untuk mengerahkan tentaranya ke teluk Golden Horn.

Itu rencananya.

Tentara Hungaria itu tidak kunjung datang.

Guistiniani.

Kirim bala bantuan ke teluk Golden Horn.

Notaras...

..., cari Gennadius.

Beritahu dia untuk melakukan apapun agar semangat pasukan tidak jatuh.

Oh Tuhan, selamatkanlah kami.

Kaisar kita meminta bantuan darimu.

Orang yang tunduk pada Paus tak bisa menjadi Kaisarku.

Demi Tuhan.

Aku juga merasakan hal yang sama.

Tapi kau harus membantu kami di hari-hari yang kritis ini.

Penduduk ketakutan. Kekacauan dimana-mana.

Kau pikir aku tidak tahu hal ini?

Kau harus menggunakan pengaruhmu kepada penduduk.

Aku telah melakukan hal itu.

Tapi kalian menjual orang Kristen Orthodox ke Katolik.

Dan setelah semua tanda-tanda suci itu...

...keyakinan rakyat kita...

...telah hilang seperti hilangnya cahaya di Hagia Sophia.

Penduduk putus asa.

Tentaraku.

Kita memliki sejarah yang penuh kejayaan.

Kita menaklukkan banyak benteng dan kota yang kuat.

Kita melintasi gunung-gunung mereka.

Kita patahkan tombak-tombak mereka...

...yang menjadi penahan mereka dalam menghadapi serangan kita.

Kita runtuhkan bendera musuh yang ditancapkan dengan penuh kesombongan.

Kita mati dan menderita demi kemuliaan itu.

Hari ini...

...menjadi kewajiban kita...

...untuk membuktikan bahwa kita tidak kalah dengan nenek moyang kita.

Ingat!

Kemuliaan dicapai dengan keyakinan.

Aku tahu kita akan menembus tembok itu dengan keberanian kita.

Besok pagi...

...kita akan bangun dengan hati yang gembira dan menjalankan kewajiban kita sebagai hamba Allah.

Kita tak akan mati syahid...

...sebelum kita membuat musuh bertekuk lutut.

Allahu Akbar (Allah Maha Besar)!

Allahu Akbar (Allah Maha Besar)!

Dari tadi aku mencarimu.

Kita akan meraih kemenangan besok.

Kau akan lihat, kami akan berhasil.

Dan dendammu akan terbalaskan, Era

Hasan.

29 MEI, 1453 HARI SELASA

Hari ini...

...dia akan melakukan serangannya yang terdahsyat.

Jika kita bisa menahannya...

...perang ini akan berakhir.

Jangan khawatir. Rakyatmu akan merayakan kemenanganmu.

Sudah semua, Tuan.

Mereka takkan bisa menemukan kita kali ini, dasar binatang melata.

Tuan, aku menaburkan bubuk ke jalan keluarnya.

Tuan?

Aku tak mau ada kesalahan.

Tembak!

Serang!

Mereka menjebol temboknya! Mereka menjebol temboknya!

Lari./ Mereka berhasil masuk.

Mereka berhasil menjebol tembok Romano, Yang Mulia. Anda harus pergi dari sini.

Kita harus kembali ke istana.

Anda harus tinggal di tempat aman hingga kami berhasil mengusir mereka.

Ingat kau mengatakan padaku...

...untuk mengabarkan pada tunanganmu.

Dan kau datang mengabarkan kepada keluargaku-

Aku janji.

Aku akan memberitahu mereka kalau kau mati Syahid dengan penuh kebanggaan.

H�sein!

Ke menara bendera.

Kematianmu akan menyakitkan...

...tapi tak ada yang tahu.

Sejarah tidak mencatat tentang para pecundang.

Kami tidak pernah melupakan para Syuhada.

Tapi hari ini kau akan mati dan tak seorang pun yang mengingatmu.

Lari. Masuk ke Hagia Sophia.

Penduduk dan tentara...

...yakin kalau Tuhan kita menurunkan cahaya suci...

...dan mengembalikannya ke surga.

Anda harus meninggalkan kota ini, Yang mulia.

Cahaya suci kita...

...telah kembali ke surga sejak lama.

Setidaknya aku harus bertempur...

...demi kehormatanku hingga titik darah penghabisan.

Kaisar kalian sudah wafat.

Kau ditahan.

Panjang umur sang Baginda Sultan.

Panjang umur sang Baginda Sultan.

Berdirilah.

Makamkan kaisar sesuai tuntunan Agama kalian.

Jangan khawatir.

Mulai sekarang, hidup kalian...

...harta kalian...

..dan takdir kalian adalah bagian dari kami juga.

Kalian bebas hidup menurut keyakinan kalian.

Source sub by DeepSea and ivy68

Translated By "Irfan Oxy and Fathur IDFL"

"Two Members of IDFL.us Sub Crew" http://idfl.us

Dukung kami dan jadilah anggota VIP supaya semua iklan tidak ditampilkan di www.OpenSubtitles.org

Dukung kami dan jadilah anggota VIP supaya semua iklan tidak ditampilkan di www.OpenSubtitles.org

Dukung kami dan jadilah anggota VIP supaya semua iklan tidak ditampilkan di www.OpenSubtitles.org

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.