Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Corsican
Croatian
Czech
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Sundanese
Swahili
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Terlibat kerusuhan, kerja paksa 1,5 tahun. Mengunakan kekerasan, hukuman ditambah.
Melukai, dihukum sesuai luka. Semua dianggap kejahatan tingkat pertama.
Kapal perompak, hukuman 60 cambukan.
1 ekor, 1 tingkat hukuman. 5 ekor, kerja paksa. 50 ekor, pengasingan.
Mencampur emas atau mencetak uang ilegal, akan dihukum.
Pengawas hadir. 1 tongkat, 100 pukulan. 1 dukun, hukuman ditambah. 15 dukun, tercatat aturan.
Pejabat minta bantuan di luar kewenangan, diasingkan seribu li.
Melukai atau membunuh, dipenggal.
Pengawas hadir, tiap penjaga bertanggung jawab atas harta.
Mencampur emas atau uang gelap, dihukum.
Segala sebab berujung pembunuhan, tetap dihukum penggal.
Mereka yang berlatih dan diuji keterampilan.
Tertangkap di perbatasan dengan senjata tajam dan perak, diadili otoritas.
PEDANG SANG PENJAGAL
Orang dari kantor pemerintahan datang.
Kalau datang, mau apa?
Hidupnya sudah hancur.
Terjebak si bajingan itu.
Anggap saja nasib buruk.
Kalau kau peduli padanya, kenapa tak menolong?
Bukankah dia cuma penjaga kota?
Siapa yang berbuat seperti ini?
Binatang dari toko pejabat itu.
Semua gadis di sini diinjak habis!
Kali ini,
adakah harapan untuk keadilan?!
Saksi dan bukti lengkap.
Dia tak akan bisa lari lagi.
Aku lelah.
Tak sanggup kabur lagi.
Dikejar sedekat ini.
Seperti anjing gila.
Sekarang giliranmu kabur.
Bajingan.
Anjing penjaga.
Anjing...
Lepaskan!
Aku bilang lepaskan!
Jangan biarkan dia kabur.
Tangkap!
Siapa kalian?
Apa yang kalian lakukan?
Tangkap!
Kami dari kantor pemerintahan.
Siapa yang bisa membuktikan?
Kalian tak boleh membawanya.
Kami memang dari kantor.
Kenapa kalian begini?
Apa maksudnya?
Yang Mulia.
Malam dingin, angin menusuk.
Kami siapkan teh hangat di toko.
Silakan hangatkan badan.
Baiklah.
Putra Anda.
Untuk sementara ditunda.
Untuk kasus ini. Kita bahas setelah penyelidikan selesai.
Yang Mulia.
Itu melanggar aturan.
Aturan?
Aturan macam apa?
Kasus pemerkosaan dan penganiayaan ini punya bukti dari rakyat.
Sesuai hukum, pelaku harus ditangkap dan dipenjara.
Dalam urusan kasusku.
Apa aku perlu ajaranmu?
Yang Mulia.
Aku akan segera membawa saksi.
Gadis penyanyi itu ingin memberi penjelasan.
Bukankah itu cukup sebagai klarifikasi?
Dia benar-benar merasa dirinya orang besar.
Enyahlah.
Pergi!
Namaku Xue Bu Yi.
Aku penjaga kota.
Sepuluh tahun menjalankan tugas.
Sepuluh tahun menahan amarah.
Yin Er Niang, sini aku bantu.
Hari ini kau datang lebih awal.
Kau selalu makan mi tipis.
Hari ini aku buat yang lain.
Mau coba?
Aku jarang makan yang lain.
Tapi pasti cocok dengan selera orang sepertimu.
Yin Er Niang.
Tuan tanah.
Ini uang sewa tempat.
Beberapa hari lagi aku akan pindah.
Jangan pergi.
Kalau tinggalkan warung mi ini.
Mau ke mana lagi?
Sewa terlalu mahal.
Tak sanggup bayar.
Aku bukan mau menyulitkanmu.
Aku sungguh kasihan padamu.
Lihat tanganmu.
Penuh kapalan.
Kalau ikut aku, hidupmu akan lebih baik.
Aku sudah bilang, ikutlah denganku.
Kau akan bertanggung jawab.
Kalau begitu, baiklah.
Untuk Yin Er Niang., bayarkan sewa bulan depan.
Berapa?
Sepuluh tail sebulan.
Bayar dulu tiga bulan.
Tak perlu diambil.
Jangan bilang aku tak beri kesempatan.
Lihat kecap itu.
Setiap satu kendi habis, anggap satu tail terbayar.
Ini bukan urusanmu. Cepat pergi.
Silahkan.
Hentikan!
Tak ada alasan untuk tetap di sini.
Tanpa kemampuan apa-apa.
Jangan sok hebat.
Aku menahan diri hanya demi wajah Yin Er Niang.
Jangan simpan di hati.
Aku memang tak punya kekuatan.
Tapi setidaknya.
Aku harus menjaga warung ini demi Yin Er Niang.
Meski pun...
Hebat sekali!
Tuan Zhang, luar biasa!
Gerakan kaki Anda mengagumkan.
Ayo, sekali lagi, cepat!
Teruskan!
Silakan, Tuan.
Bagus!
Orang tak berguna.
Tuan Zhang, minum air dulu.
Lihat, Tuan!
Ayo.
Bagus!
Tuan Zhang, kerja bagus!
Bagus!
Hebat!
Katakan. Untuk apa kau datang?
Tuan.
Aku ingin meminta penugasan resmi yang baik.
Akhirnya kau sadar.
Aku hanya ingin dapat sedikit uang.
Tunggu kabar.
Bawa pakaian itu dan cucilah.
GUDANG LOGISTIK
Tuan Zhang yang mengutus kalian.
Karena banjir besar di Hedong.
Istana mengalokasikan 500 ribu tail untuk bantuan.
Semua tersimpan di gudang logistik.
Kalian akan berjaga berpasangan.
Mulai malam ini, bergantian tiap 12 jam.
Tak ada kesalahan yang boleh terjadi.
- Baik. - Sekarang bubar.
Pergi bersiap.
Baik, ayo.
Komandan.
Bagaimana perhitungan bayaran untuk tugas jaga gudang ini?
Minta bayaran lebih?
Lalu apa gaji dari kantor ini cuma-cuma?
Kau lihai juga.
Tak ada pilihan, Anakku terus menrengek.
Kau dari wilayah mana?
Baru dipindahkan dari wilayah selatan.
Kau lama duduk di jamban rupanya.
Kemarin minum terlalu banyak.
Lebih baik kurangi minum.
- Hei. - Apa?
Apa kata Tuan Zhang?
Untuk tugas ini memang tak ada tambahan.
Komandan, ini sedikit tanda terima kasih dari pemilik kami.
Ayo.
- Hei. - Apa?
Sini.
Siapa yang memberi ini?
Menurutmu siapa?
Pedagang beras dari Linzhou datang banyak.
Semua berebut jadi nomor satu.
Mereka ingin kuasai stok besar.
Siapa yang bayar lebih.
Tentu dengannya akan berdagang.
Sekali melangkah.
Ternyata tak sesulit itu.
Komandan.
Komandan.
Jangan bergerak.
Orang ini menyusup ke gudang logistik malam ini.
Cepat ikat dia.
Apa yang kalian lakukan?
Aku petugas juga.
Yang Mulia.
Yang Mulia.
Bersikap tenang.
Katakan terus terang.
Supaya rasa sakitmu berkurang.
Yang Mulia.
Apa maksudnya ini?
Tulisannya sudah jelas.
Pemilik tanah di Pingyang, Zhang Yuzhi.
Berkomplot dengan pedagang beras.
Bekerja sama dengan kepala pencuri.
Menggelapkan 30 ribu tail perak.
Pelaku dan barang bukti sudah jelas.
Sebaiknya kau akui saja.
Yang Mulia.
Kalau aku memang pengkhianat.
Perlu sampai taruhkan nyawa untuk menangkap pencuri itu?
Semua penjaga sudah mati.
Hanya kau yang bisa selamat?
Dasar pencuri!
Hei, pencuri busuk!
Kalian bantu dia.
Siapa kau?
Aku Inspektur Kota Hedong,
Li Zhen.
Kasus ini sudah diserahkan ke Departemen Investigasi Kriminal.
Tersangka tetap ditahan.
Kalian boleh pergi.
Aku tak bisa putuskan sendiri.
Kembalilah dan tunggu.
Tersangka sudah menandatangani, berarti mengaku.
Apa lagi yang perlu diselidiki?
Kau tidak dengar?
Hakim pengadilan sudah putuskan.
Komisioner Kehakiman Huang sudah datang!
Komisioner Kehakiman Huang.
Hakim Yang.
Aku tak tahu Tuan Huang datang
Maafkan aku tak sempat menyambut.
Tuan Zhang. Siapkan jamuan minum.
Aku menolak minuman keras.
Masih ada teh bagus sedikit.
Tunggu sampai kasus selesai.
Lalu aku ajak Tuan Yang minum Qingming bersama.
Kalau begitu, aku akan mendampingi Tuan Huang.
Mengawal Tuan Huang dalam kasus ini.
Menyelidiki dengan jelas dan mengungkap kebenaran.
Tuan Yang sibuk dengan urusan kantor.
Kasus ini. Tak perlu merepotkan Tuan Yang.
Silakan pulang dengan tenang.
Mengaku bersalah?
Aku dijebak dengan tuduhan palsu.
Di luar gudang logistik ada penjaga tersembunyi.
Lima li ke utara ada pos militer penting.
Satu panah sinyal. Dalam waktu sebatang dupa.
Pasukan bantuan akan tiba.
Penjaga tersembunyi berganti tiap hari.
Hanya komandan harian yang tahu.
Kalau tak ada orang dalam.
Bagaimana mungkin para pencuri bisa menyingkirkan semua penjaga?
Dia pria berjanggut.
Katakan.
Pria berjanggut itu katanya penjaga baru pindahan.
Tapi aku sendiri melihat.
Dia membantu pencuri memindahkan perak bantuan.
Dia mempelajari posisi penjaga tersembunyi, saat berpatroli.
Orang yang kutangkap itu.
Dengan kecepatan langkahnya. Menyingkirkan penjaga tersembunyi
Bukan masalah baginya.
Ada satu lagi.
Aku hanya sekali bertemu.
Tapi kekuatannya luar biasa.
Banyak penjaga ditemukan dengan tulang remuk.
Satu-satunya yang bisa menekan si pria berjanggut,
hanya si Zhang bajingan itu.
Memang benar kau dari Eungdang.
Kepalamu tak bodoh.
Bu Yi.
Beberapa tahun ini, kau baik-baik saja?
Guru.
Aku telah mempermalukan Guru.
Aku tahu itu tak mudah.
Tapi istana mendirikan Eungdang,
untuk melatih pejabat berjiwa baja.
Dan sekarang kau
benar-benar mengecewakan.
Guru.
Tolong beri aku kesempatan lagi.
Kau yang menangkap pelaku.
Mau kau yang menginterogasi?
Fei Erlang.
Pengadilan bisa mengungkap identitasmu.
Begitu juga dua orang lainnya.
Cepat akui.
Kalian pejabat rendahan.
Memang begini cara kalian?
Orang berpangkat tinggi.
Aku sudah melakukan hal besar.
Masa kita berdua bicara seperti orang bawahan?
Biar aku coba.
Kau pun tak bisa.
Saudara bawahan.
Saat mematahkan tulang rusuk, jangan bergerak sembarangan.
Bisa menusuk organ dalam.
Ternyata berhasil.
Bu Yi,
Tiga ujian Eungdang adalah:
Penangkapan, interogasi dan hukuman bagi kejahatan.
Dari tiga ujian itu, berapa yang kau lewati?
Guru.
Aku hanya lulus ujian penangkapan.
Aku tak menganggap kau tak mampu.
Tapi hatimu masih terikat pada belas kasih seorang wanita.
Waktu sudah lama berlalu.
Menurutku,
seharusnya kau sudah matang.
Rubah Tujuh Rupa
dan Naga Sembilan Corak...
Mereka bersekongkol, bukan?
Mereka datang padaku,
memintaku menyingkirkan panah sinyal.
Bayaran yang mereka beri sesuai kemampuan masing-masing.
Si pria berjanggut itu siapa?
Si Rubah.
Dia benar orang yang dikirim Zhang?
Aku tak tahu.
Benarkah Yang Shou Xin yang menyuruh kalian?
Aku...
Guru, dia hanya kaki tangan kecil.
Dua orang itu yang penting.
Aku sudah ikut campur dalam kasus ini
Hakim Yang pasti akan minta dukungan ke atas.
Tangkap dua pencuri itu secepat mungkin.
Baik.
Kau juga ikut pergi.
Ingatlah.
Tindakan sekeras petir, harus disertai hati seorang Bodhisattva.
Kasus pencurian di gudang harus ditangani dengan benar.
Kau beruntung.
Sudahlah, aku hanya pejabat bawahan.
Atasan bicara sekali, bawahan harus berlari sampai mati.
Makanlah.
Sudah menikah?
Kalau sudah, apa aku harus cerita?
Kau belum menikah, kan?
Aku?
Aku masih berakhir seperti ini.
Saudaraku.
Aku tak bercanda.
Aku hanya bilang betapa hebatnya kau dulu.
Tanpa kau, aku pun tak ada.
Kau terlalu keras kepala.
Kalau waktu itu kau minta pada Guru, kau bisa tetap di Eungdang.
Sekarang Guru sedang menguji.
Ini kesempatanmu.
Dengarkan baik-baik.
Jangan bertingkah bodoh seperti dulu.
Lalu bagaimana kita selidiki selanjutnya?
Perak ini.
Tak bisa dipakai seenaknya.
Mereka pasti cari orang untuk menjual barang curian.
Jumlahnya pun besar.
Tempat peleburan juga tak banyak.
Maksudmu...
Bank terselubung?
Siapa kalian?
Kami dari petugas investigasi, sedang tangani kasus.
Pejabat bawahan?
Kalian tahu tempat ini milik siapa?
Aku akan periksa sebelah sana.
Apa yang kalian lakukan?
Mencetak koin secara ilegal? Itu kejahatan besar.
Aku beri kalian kesempatan.
Pernah lihat?
Tidak.
Rubah Tujuh Rupa dan Naga Sembilan Corak,
pernah dengar nama itu?
BUKU CATATAN
Apa yang terjadi?
Tuan,
Kami semua korban banjir.
Hanya mencari pekerjaan untuk sekadar makan.
Kami mohon, lepaskan kami.
Kasus ini mendesak.
Matilah kalian!
Sudah kubilang, jangan banyak bicara.
- Diam! - Tolong, jangan pukul.
Aku salah, aku salah.
- Berani bicara lagi? - Jangan pukul!
Orang-orang busuk ini sudah kelewat batas.
Kau sudah tahu bank terselubung?
Ya, aku tahu.
Apa yang kau temukan?
Tunggu saja.
Petunjuk akan muncul sendiri.
Kau benar-benar...
Berkatmu, aku masih bisa bertahan.
Hei, akhirnya kalian datang.
Duduklah bersama.
Silakan duduk.
Aku kenalkan.
Dua orang ini muridku
Li Zhen dan Xue Bu Yi.
Tuan Wei.
Kalian saling kenal?
Tentu saja.
Kebetulan sekali. Tempat yang baru saja kami geledah.
Ternyata atas nama Tuan Wei.
Bicaralah dengan Tuan Wei.
Kau kenal tempat itu?
Tuan Huang bilang hari ini tak ada tugas resmi.
Hanya hadir sebagai sahabat.
Itu tergantung pada Tuan Wei.
Apakah mau jadi sahabat.
Tuan, silakan terima.
Guru tidak minum arak.
Hari ini,
aku hanya ingin sedikit informasi.
Gudang-gudang Tuan Wei tersebar di seluruh Kota Pingyang.
Mungkin ada petunjuk kasus pencurian di sana.
Bisa jadi jawabannya ada di dalam.
Tuliskan semua lokasi gudang.
Tolong, meski merepotkan.
Tuan Huang.
Aku hanya membantu orang merapikan catatan.
Aku tak pernah ikut bisnis bank terselubung.
Aku tak tahu soal itu.
Tuan Wei, tak perlu terburu-buru.
Minumlah segelas arak ini dulu.
Siapa tahu,
kau bisa ingat sesuatu.
Aku juga tak minum arak.
Atau biar aku...
Minumlah kecap itu.
Pelayan!
Tak perlu.
Aku ingat.
Aku ingat sekarang.
Katakan.
Apa yang diharapkan pejabat bawahan seperti kami?
Hanya mengikuti Tuan kami.
- Periksa bagian ini. - Siap!
Kekuasaan pun akan datang.
Tuan pejabat, ini tanda hormat kami.
Kekayaan pun akan datang.
Dulu sewa terlalu mahal.
Sekarang cukup satu tail sebulan.
Kau pun dapat kehormatan.
Ini kami temukan di gudang. Separuhnya sudah dilebur.
Sumbernya sudah kau temukan?
Sayap timur toko pejabat.
Dalam tiga hari, bawa para pencuri itu padaku.
Untuk apa kau datang lagi?
Aku tanya sekali saja.
Dari mana asalnya?
Kalau itu perak milik kantor, tentu dari istana.
Perak milik kantor?
Katakan!
Rumah pencelupan kain.
Orang itu berbau pewarna.
Bagaimana rupanya?
Dia sengaja menutup wajahnya, mana mungkin aku tahu?
Pikir lagi.
Tangannya sangat kuat.
Dia mematahkan lengan pelayan begitu saja.
Saudaraku,
- itu Rubah Tujuh Rupa. - Dan Naga Sembilan Corak.
Ayo pergi.
Tunggu.
Semua gadis di sini diinjak habis
Kali ini,
dapatkah kami berharap ada keadilan?
Simpan ini.
Kau menolak penangkapan?
Kau lihat?
Tentu saja.
Wajahku!
Kalian berdua periksa sebelah sana.
Tangannya sangat kuat.
Naga Sembilan Corak!
Lari!
Tangkap!
Saudaraku, kau lambat sekali.
Karena terlalu lama tak berlatih.
Aku jadi kaku.
KEDAI MINUMAN RUYI
Cepat! Cepat bergerak!
Ayo!
Tidak ada di sini!
Kosong!
PETASAN - KEMBANG API KEBERUNTUNGAN
Jadi, ini...
Si Rubah Tujuh Rupa.
Apa ada keuntungan dari tugas kali ini?
Tak ada.
Yin Er Niang.
Semua orang di sini, bilang mi ini enak sekali.
Aku akan sering datang.
Kalau nanti ada masalah atau kau butuh aku.
Kau...
Benar-benar enak.
- Kalian makanlah sepuasnya. - Ya.
Sudah, biarkan saja.
Mereka akan ambil sendiri.
Nona pemilik ini pandai dan murah hati.
Berikan.
Hanya saja jarang tersenyum.
Mi buatannya enak. Tapi dia tak ramah padamu.
- Jangan bahas itu. - Lihat, kau malu lagi.
Bagus.
Barusan aku berpikir.
Pertama si pria berjanggut, lalu si gadis besar itu.
Rubah Tujuh Rupa ini paling tidak punya lima wajah.
Kasus pencurian gudang sekarang makin rumit.
Selama dia manusia.
Dia tak bisa lari.
Bagaimana kau akan menangkapnya?
Tuan, bisa bicara di tempat lain?
Katakan saja. Dia saudaraku.
Ada kabar dari atas.
Makanlah. Aku pergi sebentar.
Malam itu baru kusadari.
Wibawa yang orang lain berikan padaku.
Itu pemberian Li Zhen.
Aku akan buktikan pada semua orang.
Bahwa aku, layak mendapat hormat mereka.
Pernah lihat kantong harum ini?
Tidak pernah.
TOKO PENJAHIT PRIA
Tuan pemilik.
Itu milikku.
Nak.
Aku menemukannya di depan pintu.
Ini punyamu?
Bukan. Punyaku ada di sini.
Xiao Chong.
Xiao Chong!
Xiao Chong!
Kau kembali.
Maafkan aku. Aku pakai jamban rumahmu.
Di mana anakku?
Itu anakmu?
Apa yang kau lakukan pada anakku?
Dia baik-baik saja sekarang.
Sudah kau geledah semua gudang?
Sudah.
Tapi tak ada petunjuk tentang si Rubah Tujuh Rupa.
Ke mana Xue Bu Yi?
Belakangan dia bertindak sendiri.
Aku tak tahu pasti.
Bertindak sendiri?
Guru.
Orang ini adalah Rubah Tujuh Rupa.
Kau yakin?
Interogasi sudah selesai.
Dalang di baliknya adalah Yang Shou Xin.
Benar.
Bagaimana kau menangkapnya?
Aku bodoh sebagai murid, tak sebanding dengan Guru.
Butuh waktu lebih lama.
Aku mencari dari rumah ke rumah.
Kalau dia menunjuk Yang Shou Xin,
itu jadi bukti kuat.
Bagaimana kau pastikan dia tak menarik kembali pengakuan di pengadilan?
Itu sama saja menjebakku.
Guru.
Aku ingat semua ajaranmu.
Aku punya cara sendiri untuk membuatnya tunduk.
Yang Shou Xin sudah mengumpulkan prajurit di kediamannya, siap mati.
Dia pasti tahu Rubah Tujuh Rupa tertangkap.
Siapa pun yang melawan.
Hukum mati di tempat!
Baik!
Kudengar menantu Tuan Huang terkenal gagah dan lihai bertarung.
Bahkan tak ragu membunuh.
Hari ini kulihat sendiri.
Memang tak salah kabar itu.
Apa maksud Tuan Yang, aku mengerahkan pasukan,
untuk membunuh orang tak bersalah?
Memang seperti itu, bukan?
Tuan Yang, Anda salah paham.
Aku,
hanya patuh pada hukum dan kebenaran.
Tuan Inspektur Agung tiba!
Tuan Yang adalah kepala wilayah.
Aku adalah hakim Hedong.
Kasus pencurian perak bantuan ini adalah kasus besar.
Aku dan Tuan Yang bertanggung jawab harus melapor ke istana.
Sejak Tuan Inspektur Agung menunda inspeksi delapan departemen,
hari ini, di hadapan beliau,
aku akan ungkap kasus ini dengan jelas.
Bawa masuk pelaku!
Pelaku Rubah Tujuh Rupa.
Menyusup ke gudang logistik malam hari.
Membunuh penjaga dan mencuri perak.
Benar seperti yang kukatakan?
Benar, aku yang melakukannya.
Siapa dalangnya?
Yang Shou Xin.
Orang yang kau sebut itu, Pejabat Pengadilan ini?
Benar dia.
Dia lama bersaing dengan pejabat administratif.
Menyuruhku mencuri perak,
untuk menjebaknya dan menjatuhkannya.
Ada bukti?
Tiga bulan lalu,
Cawan kaca bercahaya hilang di Paviliun Yanchi .
Setahun lalu,
Patung Buddha emas hilang di Menara Xiaoyun.
Dan tiga tahun lalu,
Giok biru bermotif naga dari makam Raja Han .
Semua aku yang mencuri.
Dia suka barang langka,
pasti ada di rumahnya.
Tuan Yang,
bagaimana Anda menjelaskan ini?
Yang Mulia, apa pendapat Anda?
Tolong Tuan Huang dapat mengawalnya ke ibu kota.
Di sana ada banyak cara untuk memaksa buka mulut.
Terima kasih atas kerja keras Anda.
Tuan Huang,
kau dan aku sama-sama pejabat istana.
Kau pasti paham aturan dalam dunia pejabat.
Dalam kasus ini,
Aku hanyalah bidak kecil.
Tak punya kuasa.
Yang menentukan adalah tangan yang memegang bidak itu.
Kudengar Tuan Huang ahli dalam permainan Go.
Mana batu yang harus diambil,
mana yang harus ditinggalkan,
Tak perlu aku jelaskan lagi.
Teh Sobong terbaik.
Teh yang luar biasa.
Apa syarat yang kau ajukan
untuk bernegosiasi?
Dalang adalah Yang Shou Xin.
Takut hukuman, bunuh diri.
Komplotannya, Rubah Tujuh Rupa dalam kekacauan merampas pedang dan kabur.
Tewas di tempat.
Ada apa, Saudaraku?
Kita sedang tangani kasus, atau bagi hasil barang curian?
Jika kau menerimanya,
kau adalah bagian dari kami.
Belum pernah kulihat sebanyak ini.
- Bu Yi, - Ya.
Kasus ini sudah beres.
Ikut aku kembali ke Bianliang.
Terima kasih atas bimbingan Guru.
Bahkan di kota kecil seperti Pingyang pertikaian begitu banyak.
Kalau ke Bianliang
bahaya akan lebih besar.
Jangan sampai kau menyesal nanti.
Mulai sekarang aku hanya akan patuh pada Guru.
Rubah Tujuh Rupa sudah dihukum mati.
Anak itu tak perlu disimpan lagi.
Carilah mayat seukuran dia yang ditinggalkan.
Lebih baik yang baru dua hari.
Sampai ke titik ini sungguh tak mudah,
Saudaraku.
Jangan lakukan kebodohan.
Dia hanya seorang anak.
Baiklah.
Kalau begitu, coba biasakan diri.
Apa yang kau lakukan?
Aku hanya ingin membantu.
Kita sudah lama hidup sebagai saudara.
Sekali saja, tolonglah.
Anggap saja kau menolong sekali ini.
Aku lakukan ini, karena menganggapmu saudara,
Saudaraku.
Ini bukan hal yang sulit.
Li Zhen!
Kumohon, lepaskan anak itu!
Saudaraku,
Kau sudah lupa?
Sampai usia kita sekarang.
Berapa banyak saudara yang sudah kita bunuh?
Semua demi tetap bertahan di Eungdang.
Di tangan kita.
Sudah penuh darah segar.
Dulu kita tak punya pilihan.
Sekarang pun tak ada pilihan!
Aku akan laporkan pada Guru.
Bahwa kaulah yang membunuh anak itu.
Mulai sekarang
jangan lakukan kebodohan lagi.
Apa kesalahan anak itu?!
Sadarlah, Li Zhen!
Ini kecelakaan yang tak terduga.
Aku tak berniat membunuh.
Aku hanya ingin membuatnya sadar.
Bahwa jalan yang ia pilih,
bukan jalan yang bisa kutempuh.
TIGA HARI KEMUDIAN
Itu dia.
Sungguh memalukan. Dia membunuh orang istana?
Itu yang tertulis di surat perintah.
Gambar di atasnya jelas dirinya.
Bawa dia!
Kenapa?
Dia pernah menyelamatkanmu?
Bukankah dia hanya pejabat bawahan?
Ayo, pergi.
Dia hanya masalah.
Ayo.
Ya, benar.
Maaf, maafkan aku.
Dia belum mati.
Saat Huang Shi Ning berkuasa di belakang layar.
Pernah terpikir hari ini akan datang?!
Seharusnya kau lihat wajah Yin Er Niang, sekarang.
Lihatlah keadaan menyedihkan ini!
Ayo.
Dia belum mati.
Jangan tunda urusan kantor.
Para korban banjir justru punya hati dan loyalitas.
Kasihan sekali.
Mereka tak tahu maut sudah di depan mata.
Apa maksudmu?
Aku jelaskan.
Puluhan orang dari keluarga Yang Shou Xin sudah tewas.
Semua ulah Huang Shi Ning si tua perampok!
Tapi menurutnya itu belum cukup!
Menghabisi Yang Shou Xin saja tak cukup.
Dia ingin satu jasa besar!
Omong kosong apa itu?
Omong kosong?
Yang Shou Xin dituduh pengkhianat!
Aku pun terkena bencana!
Kau tak tahu?
Semua orang di gudang logistik itu dibantai!
Huang Shi Ning jadi begini, kau juga ikut bertanggung jawab!
Kau masih berani menendangku lagi?!
Huang Shi Ning masih kumpulkan para korban banjir!
Dengan alasan memberontak, dia akan menebas leher mereka!
Mereka sekarang sedang menuju kematian!
Keadaan sudah sejauh ini.
Tak ada jalan lain.
Ikut aku keluar kota.
Kita selamatkan orang-orang dan obati luka mereka.
Nanti aku lindungi mereka sepenuhnya.
Setidaknya bisa kuberi makan.
BURONAN
- Jangan dorong, pelan-pelan. - Satu per satu maju.
Lihat sini.
Siapa namamu?
Aku bilang, dia sangat kuat.
Jangan lihat. Jangan bikin masalah.
Ayo, cepat pergi.
Berapa orang di bawah?
Sudah lebih dari seratus.
Cukup.
Kita lakukan malam ini.
Sisa pengikut pemberontak Yang Shou Xin.
Pada malam tanggal Ding Mao bulan baru mengumpulkan seribu orang,
untuk merencanakan pemberontakan.
Huang Shi Ning, pejabat Hedong, memimpin sendiri
dan mengajak menantunya menumpas pemberontakan.
Menebas seratus lebih kepala perampok,
bersumpah menjaga ketenteraman daerah.
Nanti saat obat dioles, tahan sebentar,
khasiatnya kuat.
Pergi begitu saja mungkin tak memalukan.
Tapi akhirnya aku tak bisa melewati rintangan hati.
Aku
tak mau bersembunyi lagi.
Kalau kau mau mati sendiri, aku tak akan cegah.
Lagipula tiap kali kulihat, hatiku tak tenang
Kali ini,
jangan biarkan si tua perampok itu menang!
Cepat pergi!
Pergilah!
Huang Shi Ning!
Kau datang.
Kemarilah.
Minum bersama Guru.
Hentikan kesombonganmu!
Seluruh Pingyang akan tahu siapa dirimu!
Orang hanya peduli pada dirinya sendiri,
tak ada yang peduli pada kebenaran.
Kebenaran
hanyalah kisah lama yang diceritakan pemenang.
Kalau kau pergi,
kau hanya buronan biasa.
Tapi karena kau kembali,
kau jadi kepala pemberontak.
Kisah lama itu jadi sempurna.
Demi kepentingan pribadi,
kau membunuh orang tak bersalah.
Masih pantas disebut manusia?!
Dan kau apa?!
Sepuluh tahun jadi pejabat bawahan tak punya apa-apa.
Hidup lebih hina dari anjing.
Itu yang kau sebut manusia?!
Dasar perampok tua busuk!
Aku tak pernah mengajarimu begitu.
Terlalu lemah!
Terlalu lambat!
Niatmu terlalu jelas!
Sekarang baru terlihat layak.
Alih-alih jadi elang di langit,
kau memilih jadi anjing!
Elang atau anjing, maksudmu apa?
Semua hanyalah binatang!
Aku adalah Huang Shi Ning, pejabat Hedong!
Malam ini pemberontak mengangkat senjata.
Aku membawa pasukan, bertempur sampai ke sini!
Orang ini adalah kepala pemberontak!
Tangkap dia!
Bu Yi,
ingat baik-baik.
Ini adalah pelajaran terakhir
yang Guru berikan padamu.
Bukan karena aku tak tahu.
Aku hanya berbeda dari kalian.
Ke mana tersangka pergi?
Cari lebih teliti.
SATU BULAN KEMUDIAN
Tampaknya di istana pun, ada yang tak bisa lagi menahan diri.
Akhirnya Huang Shi Ning hanyalah bidak yang dibuang.
Kantor sudah mencabut perintah penangkapanmu.
Dan ada kabar, tak akan ada penghargaan pula.
Bagaimanapun, aku akan kembali.
Katakan sesuatu!
Huang Shi Ning, pejabat Hedong.
Memegang jabatan tinggi tapi tak pernah menolong rakyat.
Malah hendak membantai para korban banjir.
Memalsukan pemberontakan demi kepentingan pribadi
Yang Shou Xin, kepala Pingyang.
Melihat tipu daya itu, tapi akhirnya dibunuh.
Untung langit tak memutuskan garis para setia.
Xue Bu Yi, penjaga Pingyang.
Mengukir tinggi cita Yang Shou Xin di hatinya.
Meneruskan wasiatnya, menanggung derita demi rakyat.
Istana mendirikan Eungdang
untuk melatih pejabat berjiwa baja.
Tiga prinsip Eungdang adalah
"Penangkapan"
Membentangkan jaring untuk menangkap si licik.
Sekalipun bersalah, tak boleh lolos.
"Interogasi"
Menguasai siasat.
Melaksanakannya secepat halilintar.
Menembus segala tipu daya.
"Hukuman atas Kejahatan"
Menjaga hati, berjalan di jalan benar.
Menebas kejahatan sampai ke akar.
Tanpa belas kasihan pada kebusukan hukum.
Bu Yi,
Dari tiga ujian itu, berapa yang kau lewati?
Aku hanya lulus ujian penangkapan.
Menurutku bukan karena kau tak mampu.
Pergi!
Hatimu masih terikat pada belas kasih seorang wanita.
Sudah menikah?
Kau belum menikah, kan?
Aku masih berakhir seperti ini.
Kau terlalu keras kepala.
Kalau dulu kau minta pada Guru, kau bisa tetap di Eungdang.
Ikut aku kembali ke Bianliang.
Dulu banyak bangsawan dan anak para jenderal besar,
semua memanggilmu
Bu Yi.
Jangan lupakan masa lalu,
Eungdang adalah asalmu.
Dan Bianliang, itulah tempatmu kembali.
Sesuai selera orang Bianliang.
Tapi tetap saja hanya menekan orang dengan kekuasaan.
Bianliang atau Pingyang,
apa bedanya?
Aku sudah lupa?
Di tangan kita,
sudah penuh darah segar.
Dulu kita tak punya pilihan.
Kau benar-benar ingin kembali?
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.