All language subtitles for LOC_Kargil-2003. Part 4

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Ya Tuhan. Vikram, sudahlah.

- Kita akan menyerang 5140. - Kita akan merebut 5140.

Kita ini tentara. Inilah tugas kita.

Tapi India harus buktikan..

..bahwa tentara India tak hanya bisa bertempur saja.

Tapi juga bisa memenangkan kejuaraan olahraga.

Kejuaraan Basket Nasional tahun ini..,

..Angkatan Darat mengandalkanmu, kan?

Ya, Mehar Singh. Kau pemain basket terbaik dalam tim.

Aku akan berusaha. Jika Dewi Durga menghendaki..,

..tim kita pasti menang.

- Puja Dewi Durga. - Puja.

- Puja Dewi Durga. - Puja.

Serang.

- Puja Dewi Durga. - Puja.

Mehar Singh.

Mehar Singh.

Bantu aku berdiri, Sanjay.

Kau akan baik-baik saja.

Panggilkan dokter.

Panggilkan Dokter Rajesh.

Bawa dia ke Dokter Rajesh.

Sialan.

Terima ini, sialan.

Sangram ke Chanakya. Ada apa? Ganti.

Ini Chanakya. Ganti.

Chanakya, 'oh ya ya'. Misi sukses.

Kerja bagus. Selamat.

Tembak.

- Puja Dewi Durga. - Puja.

Kenapa Vikram Batra belum mengabarkan Sinyal Kemenangan?

Ayolah.

- Ini Shershah, Chanakya. - Ini Chanakya, Shershah. Ganti.

Chanakya, 'Yeh Dil Maange More' (Hati ingin lagi).

Chanakya, ku ulangi. 'Yeh Dil Maange More'.

- Ada Korban? - Kabar baik, tak ada korban.

Shershah memutuskan telpon.

Kita menang.

- Puja Dewi Durga. - Puja.

Semoga kelak selalu menang, Vicky.

Terima kasih, Pak.

Selamat, Pak.

- Selamat, Pak. - Selamat, Pak.

Selamat, Pak. Kau berhasil merebut 5140..

..dan naik pangkat dari Letnan jadi Kapten.

Jika kau selalu sukses, kau akan segera jadi Jendral.

Terima kasih, Sanjay Kumar.

Tapi ingat, jika kau jadi Jendral dan naik mobil..,

..jangan lupakan tentara sederhana yang berjalan kaki.

Sanjay.

Kenapa hanya Jendral? 'Yeh Dil Maange More' (Hati ingin lagi).

Oke, Pak. Kepala Angkatan Darat?

Jangan. 'Yeh Dil Maange More' (Hati ingin lagi).

- Ada pangkat yang lebih tinggi, Pak? - Ada.

Yaitu Persahabatan.

Sanjay, tak peduli seberapa tinggi pangkat ku..,

..tapi jangan lupakan persahabatan kita.

- Janjilah. - Janji, Pak.

- Bagus. - Takkan kulupakan persahabatan.

Kolonel Thakur, ada tugas untuk 18 Grenadiers.

Kuperintahkan Batalion mu merebut Bukit Tiger. Laksanakan.

- Terima kasih, Pak. - Ganti dan putuskan.

Ganti dan putuskan.

Kita ditugaskan untuk merebut Bukit Tiger.

18 Grenadiers diberi tanggung jawab merebut Bukit Tiger.

Kalian bisa diandalkan?

Kami janji akan merebut Bukit Tiger, Pak.

Kami bisa diandalkan, Pak.

Kami janji, Pak. Kami rela mati demi kibarkan..

- ..bendera India di Bukit Tiger. - Kenapa harus kita yang mati?

Kitalah yang akan bunuh musuh demi merebut Bukit Tiger.

- 18 Grenadiers, Tuhan Maha Kuasa. - Tuhan Maha Kuasa.

- Salam, Pak. - Salam.

Dengan menembak mereka. Begitulah.

Selamat datang.

Kapten Shashi Bhushan Dindayal mau melaporkan, Pak.

Mayor Deepak.

- Senang bertemu denganmu, Kapten - Senang bertemu denganmu, Pak.

Sudah kutunggu kedatanganmu.

- Artileri siap? - Ya, Pak. Artileri siap.

Kami menunggu perintahmu.

Saat kalian siap menyerang Pimple Complex..,

..senjata Artileri kami, siap membantu.

Bagus. Ngomong-ngomong, ini Kapten Anuj.

- Selamat datang, Kapten. - Janghu.

- Mayor Ritesh. - Senang bertemu denganmu, Pak.

Duduklah. Kau pasti lelah setelah 4 jam perjalanan.

Terima kasih, Pak.

Kawan, dia ini Perwira Pengawas Terdepan.

Dia akan bantu menembakan Artileri ke musuh.

Kata Napoleon..,

..'Tuhan bersama orang yang dapat ajaran agama.'

Selain ada Kapten Shashi Bhushan, kita punya Bofors (Meriam anti pesawat).

Terima kasih, Pak.

Kita pasti menang. Ya, kan, Kapten?

Kau benar, Pak. Bofors itu senjata terbaik.

Dengan atau tanpa kontroversi, Bofors akan membuat kita menang.

Kita pasti menang, kawan.

Kau dapat pengalaman berharga, Yadav.

- Berapa umur putramu? - 8 tahun.

- Sudah berapa tahun kau menikah? - 10 tahun.

Saat sedang hadapi peluru..,

..siapa yang kau pikirkan? Keluargamu, kan?

Ya, Yadav. Saat sekarat hampir mati..,

..kau akan berpikir 'Hidup itu berharga'.

Kau memikirkan hidupmu atau istrimu?

Dia menyuruhku untuk tak memikirkannya.

Kubilang padanya, 'Aku takkan melupakanmu'.

Saat belum pernah melupakanmu, mana bisa aku tak memikirkanmu?

Kau butuh senapan besar untuk bunuh harimau?

Ini bukan senapan. Ini tank Bofors (Meriam anti pesawat).

Main kahin bhi rahoon "Kemanapun kupergi"

Har kadam har ghadi "Tiap langkah, tiap saat"

Main kahin bhi rahoon "Kemanapun kupergi"

Har kadam har ghadi "Tiap langkah, tiap saat"

Mere dil mein basi teri yaad hai "Kenanganmu menghuni hatiku"

Meri aankhon ki duniya hai sooni padi "Dunia di mataku, hampa"

Meri aankhon ki duniya hai sooni padi "Dunia di mataku, hampa"

Dil ki duniya magar tujhse aabaad hai "Namun karenamu, dunia hatiku, damai"

Main kahin bhi rahoon "Kemanapun kupergi"

Har kadam har ghadi "Tiap langkah, tiap saat"

Alih Bahasa: varisnova (Varis Nova Riskila) subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan Terhadap Anak dan Wanita!!!"

Kaise bhoole bichadne ka woh pal mujhe "Mana bisa melupakanmu saat berjauhan?"

Ab bhi kar deta hai jaise pagal mujhe "Berjauhan tetap membuatku gila"

Mujhse aansun chupake woh jaana tera "Kau sembunyikan air matamu"

Dekhne phir woh khidki pe aana tera "Kau menatapku dari jendela"

Mujhe tera woh hasna aur khilkhilana "Senyummu, tawamu..,"

Yaad aata hai "..itu yang kurindukan"

Palat ke dekhna "Saat kau menatapku.."

Aur muskurana "..dan tersenyum..,"

Yaad aata hai,, "..itu yang kurindukan"

Main kahin bhi rahoon "Kemanapun kupergi"

Har kadam har ghadi "Tiap langkah, tiap saat"

Mere dil mein basi teri yaad hai "Kenanganmu menghuni hatiku"

Main kahin bhi rahoon "Kemanapun kupergi"

Har kadam har ghadi "Tiap langkah, tiap saat"

Rabba ve rabba rabba,,,, " Oh Tuhan"

Lehlahate huye kheton ka woh samma "Suasana di padang rumput"

Raah takna mera tera aana wahan "Kau datang dan menungguku"

Tera sharmana "Kau tersipu malu.."

Paas aate huye "..saat kita berdekatan"

Door charwahe bansi bajate huye,, "Dari jauh, pengembala meniup seruling"

Yaad hai mujhko teri woh betaabiyan "Aku ingat kerisauan mu"

Koi aaye toh ho tujhko mera gumaan "Tiap orang datang, kau kira itu aku"

Main kahin bhi rahoon "Kemanapun kupergi"

Har kadam har ghadi "Tiap langkah, tiap saat"

Mere dil mein basi teri yaad hai "Kenanganmu menghuni hatiku"

Main kahin bhi rahoon "Kemanapun kupergi"

Har kadam har ghadi "Tiap langkah, tiap saat"

Is angoothi mein "Di cincin ini.."

Jhilmilati hai "..berkilauan"

Is angoothi mein "Di cincin ini.."

Jhilmilati hai "..berkilauan"

Teri yaadon ki ik kiran aise "Berkilauan kenanganmu"

Baithi phoolon ki sajeeli doli mein "Kau duduk di tandu berhias bunga"

Muskuraye koi dulhan jaise "Senyummu laksana pengantin baru"

Jahan bas raj hai tera "Rumah nyaman mu"

Woh aangan yaad aata hai "Aku rindu rumah itu"

Wahan ghutno joh chalta hai "Aku belajar merangkak, berjalan.."

Woh bachpan yaad aata hai "..saat bayi, aku ingat itu"

Main kahin bhi rahoon "Kemanapun kupergi"

Har kadam har ghadi "Tiap langkah, tiap saat"

Mere dil mein basi teri yaad hai "Kenanganmu menghuni hatiku"

Main kahin bhi rahoon "Kemanapun kupergi"

Har kadam har ghadi "Tiap langkah, tiap saat"

Mere dil mein basi teri yaad hai "Kenanganmu menghuni hatiku"

Main kahin bhi rahoon "Kemanapun kupergi"

Har kadam har ghadi "Tiap langkah, tiap saat"

Tera woh daudke aana,, "Kau lari menghampiriku"

Woh milna yaad aata hai "Aku ingat pertemuan kita"

Tere khamosh honthon ka "Saat bibirmu bungkam..,"

Woh hilna yaad aata hai "..aku ingat itu"

Main kahin bhi rahoon "Kemanapun kupergi"

Har kadam har ghadi "Tiap langkah, tiap saat"

Mere dil mein basi teri yaad hai "Kenanganmu menghuni hatiku"

Meri aankhon ki duniya hai sooni padi,, "Dunia di mataku, hampa"

Dil ki duniya magar tujhse aabaad hai "Namun karenamu, dunia hatiku, damai"

Main kahin bhi rahoon "Kemanapun kupergi"

Har kadam har ghadi "Tiap langkah, tiap saat"

- Baiklah, kawan. - Ya, Pak. - Ini rencana serangan terakhir.

17 Jat menyerang 3 Pimple.

13 JAK menyerang 4875.

1/11 Gurkha menyerang Khallubar.

18 Grenadiers menyerang Bukit Tiger.

Semoga kita menang.

Semoga kebenaran menang.

Tentara 11 Gurkha Rifles..,

..JCOs (Tentara Junior) dan tentara pemberani.

Tiap tentara sehebat Batalionnya.

Keberanian kalian dan Letnan Manoj Pandey..

..saat menang di Kukarthang, membuatku bangga.

Aku berterima kasih pada kalian.

Ini saatnya bertugas demi kebanggaan Batalion kita.

Kita ditugaskan menyerang Khallubar.

Disana 22 Grenadiers sedang terjebak.

Jika kita tak segera kesana, mereka bisa kehilangan nyawa.

Kita akan ke Khallubar saat matahari terbenam.

- Ada pertanyaan? - Tidak, Pak.

Biar kujelaskan rencana serangan ini.

Pertama, kita menyebrang sungai ini.

Pasukan India menyebrang sungai.

Ayo tembakkan Artileri.

Tembakkan Artileri.

Istirahat disini sebentar sebelum lanjut perjalanan.

Istirahatlah.

Ambilkan air.

Lepaskan aku.

Lepaskan aku.

Bheem Bahadur, ada apa ini?

- Dia mau menembak diri sendiri, Pak. - Kenapa?

Tentara yang gugur, hanyut di sungai tadi..,

- ..adalah suami adiknya, Pak. - Lepaskan aku.

Biarkan aku mati. Aku ingin mati.

- Dengar. - Ya, Pak.

Aku mengerti kesedihanmu, tapi kau itu Gurkha pemberani.

Membunuhlah sebelum kau mati. Balas kematian adik iparmu.

Bunuhlah musuh yang membuat adikmu jadi janda.

Pegang senjatamu, tembak musuh. Jangan tembak diri sendiri.

Ada pertanyaan?

- Ada pertanyaan? - Tidak, Pak.

- Ada pertanyaan? - Tidak, Pak.

Semangatlah.

- Manoj. - Ya, Pak?

- Masalah dia sudah beres? - Sudah, Pak.

- Kau menangani situasi dengan baik. - Terima kasih, Pak.

Kau bijaksana memotivasi tentara untuk melawan musuh.

- Kau luar biasa. - Jangan memujiku, Pak.

Bicaramu berlogat Punjabi. Tapi bukan orang Punjabi, kan?

- Bukan. Tapi aku menantu orang Punjabi. - Oke, Pak.

- Istrimu orang Punjabi? - Ya.

2 putriku bisa bahasa Punjabi.

Kau pasti merindukan mereka.

- Duduklah, Manoj. - Terima kasih, Pak.

Siapa lagi yang kurindukan di situasi begini, Manoj?

Tuhan atau keluarga.

Siapa yang kau rindukan, Manoj?

Ibuku, Pak. Tapi kini, aku hanya memikirkan Khallubar.

Kita harus menang di Khallubar, Pak.

Kau sangat ingin menang, Manoj. Pertama, kau menang di Kukarthang.

Lalu Jubbar. Kini kau ingin menang di Khallubar.

Kau benar, Pak. Aku sangat ingin menang.

Jika kita kalah?

Kemenangan itu pantas diinginkan dan dirasakan.

- Bagus. - Terima kasih, Pak.

- Pak, boleh aku masuk? - Masuk, Anuj.

- Pak, tolong bantu aku. - Oke.

Apa ini?

Cincin dari tunanganku. Tolong jaga cincin ini.

Jika aku tak kembali, kembalikan cincin ke tunanganku.

Maksudmu apa? Jangan bilang begitu.

Kau pasti kembali. Dan kau pasti menang.

Jika sudah kehendak Tuhan, pasti menang, Pak.

Tapi jagalah cincin ini.

Aku tak mau mati dengan menahan cinta yang belum terpenuhi.

- Halo, apa ini Anuj? - Memangnya siapa lagi?

Aku bangga padamu, Anuj.

Kau dan Batalion mu membuat negara bangga.

Ya, aku tahu. Kami memenangkan titik 4540.

Kau mau pulang sekarang, kan?

Aku akan pulang setelah merebut titik 4875.

Kapan titik-titik itu akan berakhir?

- Dengar. - Ya?

Jika aku tak kembali..,

- ..carilah lelaki lain. - Jangan beromong kosong.

Tenang saja, Simran.

Berpikirlah yang nyata. Ini perang.

Semua bisa terjadi.

Kau pakai cincin tunangan, kan?

Ya.

Cincin itu bisa melindungimu.

Dan cincin itu akan membuat kita menikah.

Oke, Sayang. Sesuai keinginanmu.

Halo.

Ini aneh. Tiba-tiba si cerewet jadi pendiam.

- Katakanlah. - Katakan apa?

Entah. Katakan, sampai jumpa.

Atau katakan 'Sampai Jumpa' dalam bahasa Punjabi.

Saat 2 hati saling mengobrol..,

..bibir harus diam.

Wow. Kau jadi puitis.

Kenangan kehidupan yang menciptakan puisi.

Anuj, kita mau berangkat.

Baiklah.

Dengar.

Kau punya kebiasaan buruk.

Saat pergi, kau tak pernah menengok.

Kali ini, menengoklah.

Atau, aku akan disini selamanya.

Baik, aku akan menengok. Tapi aku punya permintaan.

Jika aku kenapa-napa..,

..kau jangan menengok masa lalu.

Kau harus menatap masa depan.

Kau belum memahamiku.

Letnan Anuj Nayyar.

Orang mudah melupakan masa lalu. Tapi tidak dengan Simran.

Aku mencintaimu.

Hema.

Pasti telpon dari Manoj.

Halo.

Halo, Ibu. Ini Manoj.

Manoj, ini memang kau?

Ibu senang sekali, Manoj.

Sudah kuduga Ibu yang angkat telpon.

Manoj, entah bagaimana Ibu menjelaskan padamu?

10 hari lalu, mereka memberi kita telpon.

Kata mereka, 'tentara kita adalah tentara hebat.'

'Keluarga tentara harus punya telpon'.

Setelah seminggu, mereka menelpon Ibu.

Mereka meminta manisan.

Ibu janji akan hidangkan mereka manisan..

..saat nanti putra Ibu pulang.

Tapi karena hari ini kau menelpon..,

..Ibu pasti akan menghidangkan mereka manisan.

Ibu akan mengundang mereka.

Sudahlah, Ibu. Belum kutelpon mereka.

Bagaimana kabar Ibu?

Ibu baik, Manoj. Apa kabarmu?

Apa daya Ibu?

Akhir-akhir ini, koran dan TV sudah mengganggu Ibu.

Katanya ada pertumpahan darah di tempatmu kini.

Apa itu benar? Tentara kita banyak yang gugur?

Kenapa Ibu bicara begitu?

Koran dan TV cuma ingin menakuti orang demi uang.

Disini tak seperti itu. Kami baik-baik saja.

Hei, suara apa itu?

Ini musim hujan. Banyak guntur.

Berikan telpon ke ayah.

Ayahmu sedang di ruang baca.

Dia baca koran, mencari tahu kabarmu dan Batalion mu.

Nanti saja telpon ayahmu.

Nanti kutelpon, Ibu. Tapi mungkin ini Telpon Terakhirku.

Telpon Terakhir?

Kenapa bilang Telpon Terakhir?

Maksudku, telpon ini pakai baterai.

Baterainya bisa habis.

Oh, Ibu paham.

Sebentar. Bicaralah dengan Hema.

Hema? Sedang apa Hema disitu?

Nak, dia gadis baik. Seharian dia membantu Ibu.

Dia duduk sendiri di kamarmu, kadang bersama kami.

Ini, bicaralah dengannya.

Halo. Apa kabar?

Hema.

Ya?

Tolong jaga ibuku.

Pasti. Jaga dirimu.

Halo.

Halo.

Sudah siap pergi? Sudah kemas semua barangmu?

Sikat gigi, sisir, alat cukur..,

..celana, baju, sweater?

Jaga barang bawaanmu sampai pulang nanti.

Jangan sampai ada yang hilang.

Jangan bertindak berlebihan di salju sana.

Jika kedinginan, jangan bertindak berlebihan.

Disana tak ada ibumu ataupun Hema.

Takkan ada yang nanya kabarmu. Mau kirim surat, kan?

Jika tak kirim surat, tak apa-apa.

Suratmu adalah dinginnya es.

Cukup. Hentikan sandiwaramu.

Aku akan pergi. Kau jangan ke Pangkalan.

Kenapa?

Karena aku tahu maksud hatimu.

Jika kesana, kau akan menangis di depan semuanya..

..dan aku tak suka itu.

Memangnya aku menangis saat kau pergi?

Kau pikir kau siapa?

- Mitthu. - Vicky.

Ya, aku tahu, itu namaku. Mau bilang apa?

- Tahu tidak, kemarin aku melihatmu? - Dimana?

Di TV.

Siapa nama wartawan itu? Barkha.. Barkha Dutt.

Kau bicara dengannya, kan?

Ya, setelah memenangkan titik 5140, kami kembali.

Ya, semua orang tampak bahagia, terutama Barkha.

Kayaknya Barkha yang mau nikah denganmu, bukan aku.

Mitthu, aku selalu gila memikirkanmu.

Tapi hari ini kau yang gila.

Ya, aku gila.

Tapi kau tampak tak bahagia.

Tentu saja aku bahagia.

Tidak. Kau tak bisa membohongi Mitthu. Jangan cemas, Vicky.

Kau benar. Dalam perang, kemenangan ada harganya.

Aku baru kehilangan sahabatku. Mayor Jasrotiya.

Tentara Batalion kami, banyak yang gugur.

Aku turut berduka cita, Vicky.

Itulah bagian dari perang.

Tapi dia baik hati.

Dia janji ingin hadir dan menari di pernikahan kita.

Andai aku bisa terbang kesitu, berbagi kesedihan denganmu.

Kau selalu bersamaku, Mitthu.

Kau mau cuti, kan?

Aku sudah minta ijin, bukan untuk cuti.

- Tapi untuk berangkat ke titik 4.875. - Apa? Kau gila?

'Yeh Dil Maange More' (Hati ingin lagi).

Sudahlah. Memangnya kau mengerti penderitaanku?

Tenang saja. Aku pasti kembali.

Jika aku tak kembali..,

..kau janji jangan menengok masa lalu.

Vicky, kau tak pernah berubah.

Kau membuatku tertawa, lalu langsung membuatku menangis.

Inilah kehidupan, Mitthu.

Hei ahli filsafat. Aku tak ingin dengar ceramah.

Aku hanya ingin Vicky, vicky, Vicky.

Oke.

- Mitthu, aku mencintaimu. - Jaga dirimu.

Jangan bertindak berlebihan. Seringlah menelponku.

Jaga dirimu.

Baiklah, ganti dan putuskan.

Vicky. Dengar.

Aku mencemaskanmu, takut kehilanganmu.

Vicky, karena kau akan pergi, kau terlalu cemas.

Aku akan selalu bersamamu.

Setelah kita nikah, aku tak mau tertekan.

Tapi kau tahu, kan, orangtuaku tak setuju.

Kau memikirkan apa?

Ada satu cara.

Sekarang kau milikku.

Meski tak melakukan ini, aku tetap milikmu selamanya.

Selamat tinggal.

Pyaar bharaa geet koi "Lagu cinta ini"

Dekho piyaa tumko gaanaa hi hogaa "Nyanyikanlah untukku, Kasih"

Samjhaa karo "Mengertilah"

Mushkil meri "Kesulitanku"

Chaahoon na chaahoon "Entah kuinginkan atau tidak"

Mujhko jaanaa hi hogaa "Namun aku harus pergi"

Piyaa mere tan man "Kasih, jiwa ragaku"

Mere pyaar ke bandhan "Dan ikatan cinta kita"

Do pal tumhein rokte hain "Memintamu tinggal sejenak"

Koi jaataa ho to "Saat seseorang mau pergi"

Pichhe se usko aise nahin tokte hain "Jangan hentikan orang itu"

Sautan meri kyaa hai koi "Adakah gadis lain?"

Jaldi hai kyun samjhaanaa hi hogaa "Kenapa buru-buru pergi?"

Pyaar bharaa geet koi "Lagu cinta ini"

Dekho piyaa tumko gaanaa hi hogaa "Nyanyikanlah untukku, Kasih"

Samjhaa karo "Mengertilah"

Mushkil meri "Kesulitanku"

Chaahoon na chaahoon "Entah kuinginkan atau tidak"

Mujhko jaanaa hi hogaa "Namun aku harus pergi"

Piyaa mere tan man "Kasih, jiwa ragaku"

Mere pyaar ke bandhan "Dan ikatan cinta kita"

Do pal tumhein rokte hain "Memintamu tinggal sejenak"

Koi jaataa ho to "Saat seseorang mau pergi"

Pichhe se usko aise nahin tokte hain "Jangan hentikan orang itu"

Sautan meri kyaa hai koi "Adakah gadis lain?"

Jaldi hai kyun samjhaanaa hi hogaa "Kenapa buru-buru pergi?"

Jaanaa pade jo,, mujhko kahin to "Saat aku harus pergi"

Aise na roothaa karo "Jangan marah begini"

Na sar ko jhatko "Jangan palingkan wajahmu"

Na pair patko "Jangan hentakkan kakimu"

Na thandi aahein bharo "Jangan menarik nafas kesal"

Haan jaao tumhe kyaa jaise rahoon main "Pergilah, untuk apa masih disini?"

Sunte nahin ho jo bhi kahoon main "Kau tak pernah mendengarkanku"

Jaane kaa gham hai mujhko bhi "Aku sedih harus pergi"

Is gham ko lekin bahlaanaa hi hogaa "Namun kesedihan ini, harus disyukuri"

Piyaa mere tan man "Kasih, jiwa ragaku"

Mere pyaar ke bandhan "Dan ikatan cinta kita"

Do pal tumhein rokte hain "Memintamu tinggal sejenak"

Koi jaataa ho to "Saat seseorang mau pergi"

Pichhe se usko aise nahin tokte hain "Jangan hentikan orang itu"

Pyaar bharaa geet koi "Lagu cinta ini"

Dekho piyaa tumko gaanaa hi hogaa "Nyanyikanlah untukku, Kasih"

Khilte raheinge,, phool dilon ke "Bunga selalu mekar di hati..,"

Jab tak hai ye gulsitaan "..selama ada taman"

Jalne lagaa jo apnaa chaman "Jika taman kita terbakar"

To jaayeinge ham tum kahaan "Kemanakah kita akan pergi?"

Lekin meraa jo dil jal rahaa hai "Namun hatiku telah terbakar"

Kyun nahin tumko uskaa pataa hai "Kenapa kau tak menyadarinya?"

Jo aag hai dil mein lagi "Api di hatimu"

Kuchh din to uspe qaaboo paanaa hi hogaa "Kendalikanlah beberapa hari lagi"

Piyaa mere tan man "Kasih, jiwa ragaku"

Mere pyaar ke bandhan "Dan ikatan cinta kita"

Do pal tumhein rokte hain "Memintamu tinggal sejenak"

Koi jaataa ho to "Saat seseorang mau pergi"

Pichhe se usko aise nahin tokte hain "Jangan hentikan orang itu"

Pyaar bharaa geet koi "Lagu cinta ini"

Dekho piyaa tumko gaanaa hi hogaa "Nyanyikanlah untukku, Kasih"

- Aku mau pergi naik kereta sore. - Jangan pergi.

Besok ulang tahunku, tapi kau mau pergi?

Tinggallah beberapa hari lagi.

Maaf. Aku harus bertugas.

Jika kau pergi, aku tak mau lagi bicara denganmu.

Lupakan soal hubungan kita.

Hema.

Alih Bahasa: varisnova (Varis Nova Riskila) subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan Terhadap Anak dan Wanita!!!"

Aayeinge phir se,, din ye milan ke "Kita akan bertemu lagi"

Phir aayegaa ye samaa "Suasana ini akan datang lagi"

Chhaayeinge baadal "Awan hitam berkerumun"

Hum premi paagal yun hi mileinge yahaan "Kitalah kekasih, akan bertemu disini lagi"

Vaadaa kiyaa hai dekho na bhoole "Kau sudah janji, jangan lupa"

Aake jhulaanaa saavan ke jhoole "Kau harus datang saat musim hujan"

Baat aisi hai tumne kahi "Sesuai ucapanmu"

Saavan mein to mujhko aanaa hi hogaa "Aku pasti datang saat musim hujan"

Piyaa mere tan man "Kasih, jiwa ragaku"

Mere pyaar ke bandhan "Dan ikatan cinta kita"

Do pal tumhein rokte hain "Memintamu tinggal sejenak"

Koi jaataa ho to "Saat seseorang mau pergi"

Pichhe se usko aise nahin tokte hain "Jangan hentikan orang itu"

Pyaar bharaa geet koi "Lagu cinta ini"

Dekho piyaa tumko gaanaa hi hogaa "Nyanyikanlah untukku, Kasih"

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.