Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
# 18 Grenadiers menyerang Tololing (Benteng Pertahanan Barbadh) #
Jangan ada yang berpindah.
Sachin, tak bisa lihat apa-apa.
Dan kabutnya tebal. Bagaimana ini?
Ya, Pak. Banyak kabut.
Yogendra Singh Yadav, bagaimana ini?
Maju ke depan atau menunggu kabut hilang?
- Yang terbaik saja, Pak. - Maju pelan-pelan, Pak.
Jangan, Balwan. Kita tak bisa lihat posisi musuh.
Dan ada kabut. Sebaiknya tetap disini.
Sachin, suruh pasukan istirahat.
Oke. Pasukan, istirahat.
Pasukan.
Semuanya waspada.
Bersiap di posisi kalian.
Semuanya, bersiap di posisi.
- Sachin, aku tak bisa lihat musuh. - Aku juga, Pak.
Keluarlah, musuh sialan.
Sialan, keluar.
- Sialan. - Bunuh mereka.
Keluarlah, sialan.
Tembak mereka.
Jika kalian berani, keluarlah.
Sialan.
- Boleh aku maju, Yadav? - Tetap disitu.
Keluarlah, sialan.
Aku tak bisa lihat musuh.
- Aku harus maju kesana. - Aku ikut, Pak.
- Lindungi aku dengan menembak. - Oke, Pak.
Lindungi Balwan dengan menembak.
Aku mau kesana. Lindungi aku dengan menembak.
- Yadav, aku tak bisa lihat musuh. - Musuh bersembunyi.
Ambilkan tandu. Bawa korban menyingkir.
Butuh 8-10 orang untuk angkut korban.
Kita bisa kehilangan kekuatan. Paham?
8 orang, cepat angkut korban.
Sialan.
Bravo ke Alfa.
Ini Alfa.
- Ini Bravo. - Ini Alfa.
Aku ingin bicara dengan Komandan.
- Yogendra. - Pak.
Ini Bravo. Kami butuh bantuan Artileri.
Maaf. Kembalilah.
Tidak, Pak. Aku hampir menguasi wilayah musuh. Jangan sia-siakan.
Ini perintah. Kembalilah, Rajesh.
Maaf, Pak. Aku tak mau kembali.
- Rajesh, kembalilah. - Jika kembali sekarang..,
..kelak malah kehilangan banyak nyawa demi merebut tanah ini.
- Oke. - Ganti.
Kita akan angkut korban sebelum matahari terbit.
Besok malam, kita serang mereka lagi, Pak.
Aku setuju. Jangan kehilangan banyak nyawa.
Pasukan, berlindung. Ini perintah.
Berlindung.
Sachin, aku mau ke Benteng Pertahanan Barbadh.
Kau yang memimpin.
Lindungi aku dengan menembak.
Hidup Ibu Pertiwi India.
Hidup.
Aku mencintaimu, Kiran.
Kawan.
# 18 Grenadiers membantu ke Tololing Dipimpin Letnan Kolonel Vishwanathan #
Sebelum ke Kargil, Komandan bilang..
..'slogan Peleton kita adalah Menang atau Gugur'.
Ini saatnya kita hancurkan musuh.
Ini saatnya balas dendam demi kawan kita yang gugur..
..dan yang terluka di bukit.
- Ada pertanyaan? - Tidak, Pak.
- Tuhan Maha Kuasa. - Tuhan Maha Kuasa.
Yang mau kirim surat ke keluarga..,
..titipkan surat ke Komandan.
Ada waktu setengah jam menulis surat.
- Vishu. - Ya?
Telponlah istrimu.
Ijinkan tentara menelpon duluan.
Silakan yang ingin menelpon rumah.
Ini. Telpon ke rumahmu.
Jika aku tak kembali, kau yang merestui pernikahan putriku.
Diam. Kau yang akan merestui pernikahan putrimu.
Sama saja, Pak.
Aku menyesal tak bisa bicara dengan istri dan anakku.
Setelah kau menang, bicaralah dengan istrimu.
# 18 Grenadiers membantu ke Tololing (Hari ke-3) #
Lindungi aku.
Ayo.
- Sachin. - Pak.
Sachin, bagaimana keadaannya?
Pak, Adhikari sudah gugur.
Oh sial. Sudah kuduga.
Pasukan kita banyak yang terluka dan gugur.
Dimana Balwan?
Dia 6-12 kaki dari mayat Adhikari.
Dia ingin bawa mayat Adhikari.
Oke. Aku akan ke mayat Adhikari. Lindungi aku.
Itu berbahaya, Pak.
Sachin, itu memang berbahaya bagi siapapun.
Tapi tenang saja. Lindungi aku, oke?
Oke, Pak.
Ayo pindah.
Lindungi Vishwanathan dengan menembak.
Ayo pindah.
Pak Vishwanathan.
Balwan, dimana mayat Rajesh Adhikari?
Didepan situ, dekat Radio Portable nya, Pak.
- Kita harus angkut mayatnya. - Sulit, Pak.
Sudah 2 kali kucoba kesana. Tapi banyak tembakan.
Sial.
Aku tak peduli, Balwan.
- Ranbhir Singh, lindungi aku. - Baik, Pak.
- Aku akan ke mayatnya. - Jangan, Pak. Tetap disini.
Berhenti, Pak.
Oh sial.
Pak.
Balwan, aku tertembak.
Aku.. Oh..
Kau tertembak dimana?
Aku tertembak.
- Ambilkan tandu. - Jangan. - Bawa dia.
Jangan. Butuh 7-8 orang untuk membawaku.
Kekuatan Batalion kita bisa berkurang. Dengar.
Kau tetap menyerang musuh. Ini perintah.
Panggilan ke Alfa.
- Ini Alfa. Sampaikan laporanmu. - Vishwanathan tertembak.
- Vishwanathan tertembak. - Aku tak apa-apa, Pak.
Kita hanya ingin merebut Tololing, Pak.
Cepat pindah.
Vishu.
- Kau kenapa, Vishu? - Kenapa kau kesini, Pak?
Harusnya jangan kesini, Pak.
- Vishu, kau tak apa-apa? - Aku tak apa-apa.
- Ambilkan tandu. - Tak usah, Pak.
Butuh 8 orang membawaku. Itu malah melemahkan kekuatan kita.
Telponkan Jalaja, istriku.
- Aku ingin bicara dengan istriku. - Oke.
Terima kasih, Pak.
- Halo, Jalaja? - Ya, ini Jalaja.
- Vishu mau bicara, Jalaja. - Ya.
Vishu, ini Jalaja.
Bicaralah, Vishu.
Bicaralah, Vishu. Halo.
Kami butuh bantuan Artileri, Pak.
Kolonel Thakur, tetap di posisimu. Jangan maju.
Aku tak mau ada korban lagi.
Akan kukirim bantuan.
2 Rajputana Rifles segera kesitu. Oke?
- Terima kasih, Pak. - Ganti dan putuskan.
Ganti dan putuskan.
- Sachin. - Ya?
2 Rajputana Rifles akan kesini bantu kita.
- Artileri juga akan bantu kita. - Oke.
Kita kehilangan Vishu dan Rajesh.
- Jangan ada lagi korban. - Baik, Pak.
- Tetap di posisi kalian. - Oke, Pak.
Berhenti menembak. Jangan berpindah.
Sampai bantuan datang.
Terutama kau, Balwan. Paham?
Jangan berpindah. Oke?
Alih Bahasa: varisnova (Varis Nova Riskila) subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan Terhadap Anak dan Wanita!!!"
# 2 Rajputana Rifles, Batalion ke-2 dari Rajputana Rifles, bergabung dengan 13 JAK Rifles (Ghumri, 10 Juni 1999) #
Pak.
Jadi, 13 JAK Rifles kesini?
Istirahatlah, kawan.
Aku mengharapkan bantuanmu, Kolonel.
Kau terkenal, tak perlu perkenalkan diri.
Lagipula, di tentara terkenal kalimat begini..,
..'Jika ingin tahu, tanya saja Joe'.
..'Jika mau nanya, tanya saja Joshi'.
Kau terlalu memujiku, Pak.
Tak ada nama Joe ataupun Joshi, Pak.
- Hanya 1 nama yaitu Tololing. - Tentu, Kolonel.
Nasional Highway 1 (NH1) adalah hidup kita, Pak.
Demi menjaganya, kita harus usir musuh dari Tololing.
Sudah 4 kali, 18 Grenadiers berusaha, tapi gagal.
Makanya, Pak, biarkan mereka mendapat haknya.
Mereka tak ada waktu beradaptasi, dan tak dapat bantuan Artileri.
Mereka tak tahu kekuatan musuh.
18 Grenadiers tak punya waktu latihan, Pak.
Tapi Batalion mu punya waktu beradaptasi..
..dan dapat bantuan Artileri.
Aku paham maksudmu, Kolonel.
Tapi entah dapat bantuan Artileri atau tidak.
Entah punya waktu beradapatasi atau tidak.
Rajputana Rifles pasti akan merebut Tololing.
Kau tahu kenapa, Kolonel?
Karena 'Kalah dan Gagal'..
..tak ada dalam sejarah dan kamus Rajputana Rifles.
Semoga pasukanmu sukses, Pak.
Tapi jika pasukanmu gagal..,
..13 JAK Rifles akan ambil alih tugas ini.
Itu bukan ucapanku. Tapi perintah dari Markas Besar.
Tenang saja, Kolonel. Kita pasti menang dan sukses.
Aku percaya. Tapi ingat, Pak.
Jangan salah paham.
Kesuksesan ada harganya, Pak.
Kesuksesan bisa hilangkan nyawa. Utamakan nyawa tentara.
Karena tiap tentara yang berkorban nyawa..,
..sudah teringat dalam kenangan hidupku.
Kau terlalu berperasaan, Kolonel.
Itulah aku, Pak. Akulah Joe.
- Semoga sukses, Kolonel. - Terima kasih, Pak.
Ayo, kawan.
Apa ini? Komandan menyuruh kita beradaptasi dulu?
- Kenapa tak menyuruh bertempur atau mati? - Kenapa bahas kematian?
Pasti kau dan Nyonya Rajshree bertengkar..,
..saat menelpon.
Ya, aku menelponnya.
Dia menutup telpon saat dengar suaraku.
Tong sampahnya pasti dipenuhi surat dariku.
Dia bisa mengobati orang sakit.
Tapi tak bisa menyuapi ayahku, dan tak mau cerai.
Sudahlah, Devendra. Jangan hentikan perceraianku.
Tidak, Pak. Kau dan Nyonya Rajshree pasti bisa berdamai.
# 2 Rajputana Rifles di Barak Pangkalan Drass (sektor Kargil) #
Hei Robin, tepat sasaran.
- Pak, aku siap ke Tololing. - Oke, ayo pergi. - Baik.
# 2 Rajputana Rifles di Barak Pangkalan Drass (sektor Kargil), Tugas Adaptasi #
- Ayo duduk. - Terima kasih, Pak.
Robin, kenapa namamu Vijayant?
Ayahku bertugas di Pathankot, tempat kelahiranku.
Dia memimpin Brigade tank Vijayant.
Makanya namaku Vijayant.
- Hei, jangan terlalu formal padaku. - Tentu tidak, Tau.
Kenapa kau bisa bertemu Sheetal?
Sheetal, Tau.
Aku bertemu dan jatuh cinta padanya di Delhi.
- Cinta pada pandangan pertama? - Ya.
- Kau ingin menikahinya? - Tentu.
- Sudah minta restu orangtuanya? - Belum.
Biar Sheetal duluan yang minta restu orangtuanya.
Lalu aku akan mudah minta restu orangtuanya.
Kau bisa saja, Robin.
Tau, saat kau memanggilku Robin, aku merasa seperti di rumah..
- ..bersama ibuku. - Sebelum pergi, kau bertemu ibumu?
Ya, kami bertemu dan..
..hampir tak bertemu.
Ibu darimana saja? Kereta akan berangkat.
Kami beli Cemilan kesukaanmu.
Terima kasih, Ibu.
Terima kasih, Ayah.
- Robin, buat Ayah bangga. - Ya, Ayah. Aku janji.
- Tuhan memberkatimu. - Terima kasih, Ayah.
- Nak, jaga dirimu. - Tenang saja, Ibu.
Jaga diri Ibu.
- Kereta mau berangkat. - Tuhan memberkatimu. Hati-hati, Robin.
Daa, Robin.
- Daa. - Daa, Ibu. Daa, Ayah.
Entah sampai kapan mereka menungguku.
Kayaknya..,
..harus kulupakan semuanya.
Ayo.
Hei, Robin. Jangan dibawa perasaan. Itulah kehidupan, oke?
Oke, Tau.
Tau, kau sudah tahu kisahku.
Tapi kau belum ceritakan kisahmu.
- Kenapa kau bisa bertemu istrimu? - Sialan.
Ayo ceritakan.
Aku naik kereta dari Madras ke Hyderabad.
Dia duduk di depanku. Aku menatapnya.
Dia biasa saja seperti gadis pada umumnya.
Dia sedang merajut sweater.
Lalu dia melirikku.
Lalu.
Lalu aku jatuh cinta padanya.
Menakjubkan, Tau. Cinta memang menakjubkan.
- Lalu? - Setahun kemudian kami menikah.
Lalu kami akan segera punya anak.
Aku tahu istrimu sedang hamil.
Surat untuk istrimu berisi ayat kitab Geeta.
Jadi, itu doa untuk bayi di kandungannya.
- Tapi kau belum cerita. - Apalagi?
Itu loh, Mantra PELET saat ungkapkan cintamu.
'Aku Mencintaimu'.
Dalam bahasa Hindi atau bahasa Jawa?
Bahasa Jawa.
- Aku Tresno Marang Sliramu. - Aku Tresno Marang Sliramu.
# 2 Rajputana Rifles bergabung dengan 18 Grenadiers #
Pak.
Lihat ini, Kolonel Ravindran.
Situasi ini buruk sekali.
Pasukan bantuan di posisi ini.
Dan musuh di posisi ini.
Tentara kita sudah mendekati posisi ini.
Banyak korban luka dan gugur.
Di posisi ini sangat curam.
Sebaiknya kita harus kesini, Pak.
- Bagaimana menurutmu, Acharya? - Itu benar, Pak.
Tak ada pilihan lain.
Kau beruntung, Ravindran. Kau dapat bantuan Artileri.
- Aku meminta Artileri, Pak. - Aku juga meminta.
Terima kasih, Pak. Ganti dan putuskan.
Jadi, kita berpindah tanggal 12.
Senjata Artileri dan Bofors (Meriam anti pesawat) menempati posisinya.
Begini rencananya. Jam 16:45, dibuka dengan tembakan 120 senjata.
- Itu waktunya kita menyerang. - Oke.
- Kau memimpin Pasukan C, Vivek. - Baik.
- Nama kode pasukanmu, Cobra. - Ya, Pak.
- Kau memimpin Pasukan D, Mohit. - Baik.
Nama kode pasukanmu, Arjun.
Kau memimpin Peleton, Nimo.
- Nama kodenya, Bhim. - Baik, Pak.
Kita serang dari 3 sisi.
Rajputana Rifles siap ke Tololing.
# Artileri India siap menyerang #
- Jaya Raja Rama. - Jaya.
# 2 Rajputana Rifles menyerang ke Puncak Tololing (13 Juni 1999) #
Tentara India menyerang. Tembakkan Artileri.
- Jaya Raja Rama. - Jaya.
Pak.
Sialan kalian.
Pak.
Entah mereka muncul darimana.
- Kenapa bisa tertembak, Pak? - Rajshree bukan pengkhianat.
Hidup lah yang mengkhianatiku.
- Jaya Raja Rama. - Jaya.
Biar kubawa mayat Adhikari. Lindungi aku dengan menembak.
Pak, majulah. Kami akan melindungimu dengan menembak.
Menang atau Gugur.
Lindungi aku dengan menembak.
# 2 Rajputana Rifles menyerang ke bukit (28 Juni 1999) #
- Jaya Raja Rama. - Jaya.
- Jaya Raja Rama. - Jaya.
Aku mau ke Benteng Pertahanan. Robin, lindungi aku.
Berhenti, Tau.
Jangan maju, Tau. Di depan ada ranjau.
Tau.
Tau.
- Robin. - Tau.
Robin, pergilah ke Benteng Pertahanan.
- Hancurkan Benteng Pertahanan musuh. - Tau, kau tak apa-apa?
Charu.
Charu.
Tau.
Tau. Sudah ku..
Sudah kuhancurkan Benteng Pertahanan musuh, Tau.
Ibu.
Ayah.
'Teruntuk ayah, ibu, teman dan nenek.'
'Saat kalian baca surat ini, aku menatap kalian dari langit.'
'Aku tak menyesal. Jika aku reinkarnasi jadi manusia lagi.'
'Aku akan jadi tentara, berjuang demi negara.'
'Jika berkesempatan, besok kalian lihatlah..'
'..tentara India berjuang demi kalian.'
'Semoga kalian sukses. Dari Robin.'
Ini Kolonel Ravindran. Ganti.
Tersambung, Kolonel Ravi. Ganti.
Pak, 2 Rajputana Rifles sedang di Puncak Tololing.
Kita menang di Tololing, Pak.
Bendera kita berkibar di Tololing, Pak. Ganti.
Selamat, Kolonel Ravi. Batalion mu bertugas dengan baik.
Terima kasih, Pak. Ganti.
Ada apa, Kolonel Ravi? Kau tampak tak bahagia.
Buat apa bahagia, Pak? Tentara kita banyak yang gugur. Ganti.
Ada berapa korban, Kolonel Ravi?
Mayor Vivek Gupta, Mayor Acharya, Kapten Nimo..,
..dan Kapten Vijayant Thapar.
Merekalah yang mempersembahkan kemenangan Tololing.
Hampir mustahil menang, Pak.
Tapi mereka memenangkan Tololing demi kita, Pak.
Kolonel Ravi, inilah akibat dari perang.
Kau dan pasukanmu sudah bertugas dengan baik.
Inilah akibat memenangkan Tololing.
- Ganti dan putuskan. - Ganti dan putuskan, Pak.
# 13 JAK Rifles di Barak Pangkalan Administrasi (Ghumri) #
Pasukan, tiarap.
Tiarap.
Semuanya, tiarap. Cepat bawa truk kemari.
Jangan ada yang berpindah.
Cepat-cepat.
Cepat masuk ke truk.
Ya, Pak.
Turunkan tandunya.
Tembakkan 32425.
Pasukan, angkat tandu. Bawa ke helikopter.
Hidup India, Pak.
- Barak Pangkalan sudah siap, Pak. - Bagus. Ayo. - Ya.
- Salam, Pak. - Salam. - Salam, Pak. - Salam.
Duduklah, pasukan.
Pasukan, ada kabar baik. Akan ada tindakan.
Tindakan balas dendam musuh.
Tugas pertama kita yaitu Rocky Knob.
Makanya kita ditugaskan menguasai Rocky Knob..
..dan tahu kekuatan musuh.
- Bhaskar, kau memimpin pasukan Alfa. - Baik.
Maaf, aku lupa memberikan kode.
- Bhaskar, kodemu Khalifa. - Baik.
- Vikas Bohra, kodemu Napoleon. - Baik.
- Ajay Jasrotiya, kodemu Ebrahim. - Baik.
- Sanjiv Jamwal, kodemu Sangram. - Baik.
- Vikram Batra, kodemu Shershah. - Baik.
- Dokter Rajesh, kodemu Chalak. - Baik.
Dan kodeku Chanakya.
- Khalifa, kau memimpin pasukan Alfa. - Baik, Pak.
- Napoleon, kau memimpin pasukan Charlie. - Baik.
Sangram dan Shershah tetap memimpin Bravo dan Delta di Medan Tempur..,
- ..membantu Alfa dan Charlie. - Baik.
Aku segera kembali membawa rudal. Ada pertanyaan?
Tidak, Pak.
- Salam, Pak. - Salam.
- Semua baik-baik saja, kan? - Ya, Pak.
- Salam, Pak. - Salam.
- Halo, Pak. - Hai, Vicky.
Kemari, Vicky.
Ayo pergi, kawan.
Sebelum pergi, duduk dulu, Jassi.
Entah kapan bisa duduk bersama lagi.
Mungkin takkan bisa duduk bersama lagi.
Kenapa bicara begitu, Jimmy? Biasanya kau tak bicara begitu.
Lupakan soal itu. Kita akan merayakan bersama.
Benar. Akan ada perayaan.
Perayaan pertama, kemenangan kita. Perayaan kedua..,
..siapa nama kekasihmu? Oh iya. Twinkle..
..akan menikah dengan Vikram Batra.
Sebelum upacara pernikahan, aku mau menari.
Dan kita akan minum bir.
Kita akan bersulang demi Pak Batra dan Nyonya Batra.
- Bersulang. - Hebat.
Gampang sekali kalian bicara begitu padaku.
- Siapa nama kekasihmu? - Sudahlah, Vicky.
Namanya Vandana, kan?
Jangan bahas nama kekasihnya. Bahas intinya.
Akupun akan menari di pernikahannya.
- Pak, kau mau datang di pernikahanku? - Datang dong.
- Rombongan pengantinmu berangkat dari desaku. - Terima kasih.
Oke-oke. Kita berdua akan menikah, menari..,
..minum bir dan mabuk bersama..,
- ..lalu kau bagaimana, Pak? - Seperti biasanya.
- Bersukaria di pernikahan orang. - Kau mau bawa pelacur?
Jangan bikin onar.
- Minta maaflah, Pak. - Oke. Aku akan minta maaf..,
..tapi setelah mabuk.
- Salam, Pak. - Duduk.
Ada apa, Sanjay? Tak biasanya kau sedih begini.
Aku belum pernah ke wilayah ini, Pak.
- Ini surat dari keluargaku. - Oh ya? Isinya tentang apa?
Ceritanya panjang, Pak.
Intinya aku yang menafkahi keluargaku.
- Lalu? - Tidak, Pak.
Keluargaku cemas karena tiap hari ada berita dari Kargil.
Mereka pasti mencemaskan masa depan keluarga..
..jika aku kenapa-napa.
Kawan, pernah dengar pepatah begini?
'Jika tak punya gigi, kau akan dapat susu'.
'Dan jika punya gigi, kau akan dapat roti'.
Sanjay, tenang saja.
Kita pasti pulang. Lalu kita akan menafkahi..
- ..40 keluarga. - Aku bahagia bersama keluargaku.
Oke. Kau menafkahi 1 keluarga. Biar ku nafkahi 40 keluarga.
Kau mau menafkahi 40 keluarga, Pak?
Memangnya sudah menafkahi berapa keluarga?
Hei, Rifleman (Pasukan Senapan) Sanjay Kumar..,
..kau sedang bicara dengan perwira. Jaga ucapanmu.
# 13 JAK Rifles di Medan Tempur #
- Hentikan tembakan. Kita akan kedepan. - Baik, Pak.
Banyak tembakan meriam. Pasti semua Batalion menyerang.
Sudah kita musnahkan pasukan patroli mereka.
Kini semua tentara India, menyerang kita.
- Puja Dewi Durga. - Puja.
- Puja Dewi Durga. - Puja.
- Puja Dewi Durga. - Puja.
Oh Sial. Kishan.
Bangun, Kishan.
Ajay.
Ajay. Sial.
Tak apa. Ini cuma peluru.
Ini sakit sekali, dokter. Aku belum mau mati. Selamatkan aku.
- Jangan bicara. - Aku belum mau mati.
- Selamatkan aku. - Ajay.
Dokter, aku tak mau mati seperti ini.
Kau akan baik-baik saja, Ajay. Tenanglah, aku bersamamu.
Aku bersamamu, Ajay.
Ajay.
Ajay.
Mau menembak, ya? Sialan.
Khalifa ke Chanakya. Jawablah.
Ini Chanakya. Sampaikan laporanmu. Ganti.
Pak, kami menduduki Rocky Knob.
Rocky Knob sudah kami kuasai.
Tapi ada kabar buruk.
Beberapa tentara kita gugur. Mayor Ajay Jasrotiya gugur.
Ajay gugur, Pak. Ganti dan putuskan.
Ya, akupun menatap kursi kosong itu.
Kematian Ajay Jasrotiya takkan sia-sia.
- Sangram, Shershah. - Ya, Pak.
Kalian sahabat Ajay, kan?
Jadi kalian harus buktikan..,
..meski sahabat mati, persahabatan jangan mati.
Buktikan dengan merebut titik 5140, tempat musuh kabur.
- Shershah. - Ya, Pak.
Kau memimpin Pasukan D.
- Sangram. - Ya, Pak.
Kau memimpin Pasukan B.
Tugas kalian, merebut titik 5140.
Aku yakin, kalian pasti akan menang.
Aku ingin kalian disana memakai Sinyal Kemenangan.
Apa sinyalmu?
Pak, sinyalku, 'Oh ya ya'.
- Apa maksud sinyalmu? - Itu sinyal pasukanku..
..saat di Akademi Militer.
- Apa sinyalmu, Shershah? - 'Yeh Dil Maange More' (Hati ingin lagi).
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.