Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Alih bahasa: Nerdian
Sekarang, mari kita mulai menghitung.
Satu...
Dua...
Bagus.
Tiga...
Empat...
Lima...
Kunjungi Agen Bola Terpercaya CHANNELSBOBET.NET
Lena?
Kau tidur lagi di sekolah?
Lantas?
Maksudmu apa?
Aku tidak mau tulis surat sakit lagi untukmu.
Bohdan! Uangmu.
Daah.
Jadi, Viktor, Viki. Apa yang terjadi?
Kami berdiri di sana.
Dia menarikku lebih dekat. Dan dia terangsang.
Kalian bercinta?
Apa? Tidak!
Aku baru bertemu dia.
Jika kubiarkan meniduriku, dia akan kehilangan minat.
Ya Tuhan, kau seperti nenekku.
Seolah semuanya terserah pada pria.
Kenapa kau tidak melakukannya?
Caranya?
Aku belum pernah melakukannya.
Pegang saja penisnya!
Pernah pegang penis?
Tentu. / Serius?
Aku takut melihatnya membuatku muntah.
Ayolah.
Sungguh. Seperti apa rasanya?
Biasa saja.
Seperti memegang tangan atau kaki.
Atau satu jari.
Mesum! / Berlendir dan menggeliat.
Apa yang kau baca?
Glamorama.
Lumayan bagus.
Penuh intrik.
Jangan tidur larut. Besok kau sekolah.
Cium.
Malam. / Malam.
Sebentar lagi.
Kunjungi Agen Bola Terpercaya CHANNELSBOBET.NET
Suruh dia menghisap penisku.
P, R, X.
Y.
Kita ulangi lagi.
Temukan X.
Boleh? / Silahkan.
Ini.
Bapak senang kau menemukannya.
PR kalian adalah menghitung diagonal.
AG.
Aku lapar. / Bagaimana?
Apanya? Dia ketagihan?
Dia menyukaimu.
Dia akan dipecat jika ketahuan.
Tidak ada yang akan tahu.
Ayolah. Dia sudah tua.
Tapi kami serasi, 'kan?
Kau beruntung dia mengajarimu.
Punggung.
Pergelangan tangan.
Lengan bawah.
Semua bahu!
Maju!
Ke samping.
Dan putar..
Cobalah.
Pelan-pelan.
Pegang besinya.
Tangan di luar.
Pelan-pelan.
Mulai.
Ayo, dorong.
Dorong!
Jangan menyerah.
Jangan menyerah. Dorong!
Juara! / Cukup. Hembuskan napas.
Putaranmu membaik?
Tidak.
Aku sangat buruk di kelas menariku.
Untuk apa berdandan?
Untuk Robo?
Ayah dan Ibu mungkin akan ke bioskop nanti.
Ayah selesaikan pekerjaan lebih awal.
Kopi? / Boleh.
Lena tak lama lagi.
Kurasa semua gadis pasti naksir padamu.
Lena terus membicarakanmu.
Halo. / Hai. / Maaf terlambat.
Ibu pergi dulu.
Gambar garis bantu.
Barangmu sudah kusiapkan! Bohdan!
Aku tak mau ke reuni bodoh itu.
Semua temanmu menunggumu.
Karena aku cocok di tengah orang bodoh!
Ayolah. / Aku benci kau!
Diam, aku belajar!
Kau yang diam! Aku benci kau! Matilah!
Kau ingat? Kita sudah pelajari itu.
Sini kubantu.
Ayo.
Tenanglah.
Aku tidak paham.
Tidak apa-apa.
Tidak apa-apa.
Kau akan baik saja.
Kau masih di ranjang?
Ada apa?
Aku tidak enak badan.
Kau tidak demam.
Kau bisa tinggal di rumah jika mau.
Kuberi obat pereda nyeri.
Jarko, tidak usah. Gantilah pakaian.
Mereka segara datang.
Belum masak.
Kenapa kau duduk? Sudah keringkan ember?
Tidak.
Berapa kali aku harus memintamu?
Ini pestanya. Dia tidak bisa sendiri?
Aku mau buang barang ke toilet.
Kami tidak butuh leluconmu hari ini.
Ibu tidak lihat aku bosan dengan ini?
Apanya? Kelab malammu? Ibu tahu!
Ini pesta adikmu.
Pedulilah sedikit. Jangan rusak suasana.
Kau tak mau aku terlihat! / Apa maksudmu?
Hentikan! Tolong jangan bertengkar di depan Robert.
Ibu seharian masak dan ini hasilnya.
Dia datang juga?
Ibu mengundangnya.
Aku tidak ingin dia datang. / Kenapa?
Tidak! / Jika tidak suka, pergi!
Mereka datang. Kosongkan ember itu.
Selamat ulang tahun.
Selamat ulang tahun.
Selamat ulang tahun, Bohdan
Selamat ulang tahun.
Tunggu. Sekarang.
Tiup!
Bagus!
Ibu undang orang bodoh ke pestaku!
Ibu pikir aku seperti mereka?
Kau keterlaluan! / Jangan ganggu aku!
Pergi!
Pergi dari sini! Ambil hadiahmu!
Lidahmu.
Baik.
Giliranmu!
Buka mulutmu.
Baik.
Tidak suka makanannya?
Dia takut merusak gelangnya.
Kau baru terima pelajaran tenis?
Jika mau mati, itu harus dipotong.
Orang tuamu tidak membelikanmu iPhone?
iPad.
89S.
Aku saja jika kau tidak mau.
Tidak bisa cerita kenapa melakukannya?
Ada masalah di rumah atau di sekolah?
Anda tidak pernah lihat perubahan suasana hati?
Bukan dari hari ke hari. Dari bulan ke bulan?
Aku tidak tahu.
Aku tidak mengerti.
Keputusanmu tepat, Nyonya Hrabovská.
Lena akan beristirahat di sini.
Itu salahku.
Akhir-akhir ini kami punya masalah dengan Bohdan.
Dan kami tidak ada waktu untuk Lena.
Ada gadis baru. Kalian sadar?
Boleh, dokter? / Mundur.
Serius? Kami tidak tahu. / Maaf.
Kami tidak dengar.
Apa katamu? / Ada gadis baru hari ini.
Tentu kami sadar. Dia di sini seminggu.
Namanya Lena. / Kami tahu.
Hai, Lena.
Hai, Lena!
Hai, Alenka. / Hai, Banci.
Sebagai permulaan,
mungkin bisa membantu
jika dia beritahu pendapatnya.
Dia sudah tahu.
Mungkin tidak. Lebih baik memberitahunya.
Biar dia bicara!
Bicaralah! / Ceritakan pendapatmu soal kami!
Kita semua membuka diri di sini.
Terutama kau.
Kau suka ceritakan dirimu.
Diam.
Ayolah. / Diam.
Jangan macam-macam! / Atau apa?
Iva, Ad'a, kalian kucatat. / Catat saja sesukamu.
Dia kenapa? Kenapa tidak bicara?
Dia tidak waras?
Dugaanku dia tahu pacarnya homo.
Tidak, tunggu.. Dia menidurinya.
Dan itu meyakinkannya bahwa pacarnya homo.
Dan sekarang dia...
Jijik. / Sayang sekali.
Dia tiduri homo.
Seperti kau, homo. / Ada masalah?
Apa? / Hentikan, gemuk.
Apa? / Diam!
Apa? / Mau kuhajar?
Tenang! Mari kita lanjutkan.
Jangan macam-macam.
Kita biarkan Lena bicara.
Bicara apa?
Apapun yang ingin dia bagikan.
Kau takkan percaya dia. Kenapa dia harus bicara?
Kupikir sesuatu akan berubah.
Tapi aku bisa gantung diri. / Silahkan.
Aku muak denganmu.
Dokter, catat.
Hentikan. Grup terapi tidak begini.
Bagaimana dia bisa merasa nyaman?
Ini tempat orang gila. Apa yang kau harapkan!
Tunjukkan caranya. Kau dokternya.
Dia sudah diberi ruang. Katakan sesuatu!
Dia belum bicara dalam seminggu. / Dia lesbi?
Ejakan! / L-E-S-B-I?
Mari kita coba lagi dan beri dia ruang.
Jika mau bantu dia, saranku adalah
cari sahabat pacarnya dan tidur dengannya.
Dia bukan pelacur sepertimu.
Hentikan! / Apa katamu?
Dia tak sepertimu. Dia bukan pelacur.
Mau membuatku kesal?
Hentikan! / Lihat, Dok? Catat.
Dia selalu mengejekku! Aku tidak terima ini!
Ad'a!
Grup Terapi tidak begini. / Tidak.
Bagaimana perasaanku saat dia mengejekku!
Ad'a, Iva!
Ke kepala perawat.
Vitamin!
Aku tak sungguh-sungguh. / Aku sungguh-sungguh.
Rasakan. / Ingat aku, ya?
Ini kesempatanmu. Lakukanlah!
Dia menatapmu.
Siaran langsung! Giliranmu.
Kau gila? / Persetan kau!
Baik.
Dengar itu, brengsek. Dia merusak ritme.
Semua gila di sini.
Viktor menanyakanmu.
Aku tidak bilang apa-apa padanya.
Apa yang terjadi?
Aku tidak tahu aku harus bunuh diri.
Bercanda.
Aku bawa buah.
Kue, keripik..
Buku.
Ada pakaian di tas.
Dan pemutar MP3 juga headphone.
Terima kasih.
Merasa lebih baik?
Aku tidak bisa tinggal lama hari ini.
Bohdan menunggu. Kau tahu saat dia lapar.
Bohdan kecil malang.
Anak malang. Tidak bisa tanpamu.
Ibu harus bagaimana?
Kau pikir aku tidak peduli?
Ayah sudah tua.
Bukannya Bohdan... / Baik.
Lena.
Aku akan pergi.
Ini barangmu.
Kau sakit?
Ya.
Aku juga tak bisa tidur.
Zyprexa selalu membuatku lapar.
Ini cokelat.
Orang tuamu tidak bawa apa-apa?
Mereka sudah mati.
Maaf.
Tidak apa-apa. Itu sudah lama.
Dia selalu masukkan itu dalam soal ujian.
Lupakan Nenek Tua itu.
Jangan dianggap serius.
Hai.
Ada apa?
Aku punya rokok.
Kau mulai merokok?
Tidak, aku berpikir kau mungkin mau.
Boleh.
Terima kasih.
Ayo, kita terlambat.
Sampai jumpa.
Sampai jumpa.
Apalagi? / Tanya Števo. Jangan tanya aku.
Seru, 'kan?
Sedang apa kau? Hentikan!
Hanya bercanda. / Kau ini brengsek?
Hanya bercanda, ayo. / Kau gila?
Jangan berdiri terus.
Ayo, mainkan.
Apa yang kau makan? Tingkahmu gila seharian.
Main, brengsek. / Mau ke mana?
Baik.
Kuterima versimu.
Ayahmu memperkosamu setelah Ibumu meninggal.
Itu tidak pernah terjadi sebelumnya?
Tidak.
Bagimu itu aneh?
Tidak.
Masuk akal. Dia tidak bisa lagi bercinta dengan Ibuku.
Baik.
Dan tidak merasa aneh
tak ada jejak pelecehan ditemukan di tubuhmu
saat kau melapor?
Apa ini untuk membantunya?
Kenapa dia harus buktikan sesuatu?
Kenapa kau tidak percaya padanya?
Setidaknya kau marah.
Aku tak butuh dibantu. / Lanjutkan, aku bosan!
Baik. Mari kita lanjutkan.
Mišo, giliranmu.
Aku baik-baik saja,
Mimpi burukku sudah berkurang.
Roza bilang kau ingin merokok.
Terima kasih.
Sama-sama.
Kau mau mati cepat.
Kau temui Roza?
Hanya di sekolah.
Kau menyukainya?
Apa?
Hanya bertanya.
Kenapa?
Kalian tidak akan pernah bisa bersama.
Itu bukan urusanmu.
Aku hanya jujur. Tidak seperti Ibu.
Jujur?
Seperti di pestaku!
Kau tahu Roza akan datang!
Itu hadiah luar biasa!
Itu membuatku malu!
Kau tidak pernah memihakku!
Lebih baik jika kau bunuh diri di pesta!
Itu sangat membantu!
Kau sepertinya teler.
Jangan bicara padaku. Aku tidak bicara denganmu.
Mainkan, jalang.
Ayo, jalang.
Sedang apa kau? / Kau meleset!
Sedang apa kau? / Tidak ada!
Kau sakit jiwa?
Kau sakit jiwa, dasar pembohong!
Kau pikir kami percaya omong kosongmu?!
Kau ingin kami minta maaf padamu.
Kau mengaku Ayahmu memperkosamu. Jijik.
Itu benar.
Jika benar kenapa kau brengsek? / Hentikan!
Apa yang kau lakukan?!
Hentikan!
Hentikan. / Maniak sialan!
Lepaskan aku!
Brengsek!
Kau gila!
Lepaskan aku!
Bukan dia, lepaskan dia!
Brengsek!
Ayo bunuh diri.
Caranya?
Aku tidak ingin melihat mayatmu.
Aku akan datang menghantuimu.
Kita robek selimut.
Kita gantung diri dan saling tendang kursi.
Boleh. Tapi tak ada gantungan.
Aku ragu ingin menggantung diri.
Kau mau bunuh diri?
Menyayat tanganmu dengan pisau cukur.
Benar.
Lebih baik dari hantamkan kepalamu ke dinding.
Itu tidak membunuhmu.
Yang kau dapatkan hanya memar berdarah.
Diam.
Selamat malam.
Aku punya pil.
Itu tidak cukup. / Jika ada miras.
Ada alkohol di kamar bayi. / Kita akan muntah.
Aku akan melompat keluar dari jendela.
Seperti terbang, untuk terakhir kalinya.
Dari sini?
Kau harus anoreksia untuk tembus besinya.
Selalu gagal.
Kau bisa tenggelamkan dirimu di wastafel.
Isi dengan air.
Atau, entahlah.
Atau...
...memasukkan jari-jariku ke soket.
Atau gantung diri di gagang pintu.
Artinya hanya perawat yang bisa bunuh kita.
Kita sedang disiksa.
Mereka pasti akan disalahkan.
Tidak peduli caramu melakukannya.
Persetan mereka.
Ada apa?
Pantatku sakit karena jarum.
Kau habis disuntik lagi?
Ya. Atau mereka akan mengikatmu.
Apa?
Persetan. Aku mau keluar.
Kami tidak terlihat seperti kuda nil.
Ayo.
Aku mau lari. / Silakan, larilah.
Apa-apaan?
Bayangkan kau di rumah, dan Ibumu pergi.
Ayo, tunjukkan.
Ayo. Pilih pemerannya.
Kau Ayahku. / Ayah sudah ada.
Kau TV.
Dan kau adalah aku.
Apa hanya itu yang bisa kau lihat?
Apa perlu kami segarkan ingatanmu?
Ya!
Lagi!
Hentikan! Cukup, duduklah.
Dominik, Ad'a, duduk!
Iva mau pulang.
Dan dia terus berkata hal sama.
Ini tuduhan serius.
Sungguh?
Sebelum pergi, tulis surat minta maaf pada Ayahmu
dan baca di sesi terakhir kita.
Seperti apa?
"Ayah, maaf aku baik saja meski kau menyodomiku?"
Seperti itu?
Dia mungkin lebih suka itu di mulutmu.
Itu bisa enak juga.
Diam.
Ada yang melihat situasi Iva berbeda
dan ingin membuat pendapat berbeda?
Tamponnya tidak mau masuk.
Mungkin vaginaku terlalu ketat.
Tempel lebih dalam.
Aku tidak ingin selaput keperawananku rusak.
Omong kosong.
Tidak mau masuk.
Ya Tuhan. Itu tersangkut?
Bisa kau lihat?
Sudah bagus, cukup di dorong saja.
Kau saja.
Ya.
Lakukan, dorong.
Ya Tuhan, besar sekali.
Ya!
Tunggu.
Sudah masuk!
Ya!
Aku tidak bisa rasakan apa-apa.
Ada apa?
Tidak apa-apa. Ayo pergi.
Aku bercinta dengan Obama.
Ada Vampir menghisapnya.
dia terus berkata omong kosong soal daun telinga
dan dia sangat ingin meniduriku.
Jadi kami bercinta, dan itu buruk sekali.
Seolah dia alien.
Lalu Robo muncul pakai mantel hitam.
Dia keluarkan pistol, menembak kepala Obama.
Lalu kami berdua bercinta. Dan itu sangat keren.
Dia punya penis yang sangat besar.
Itu hanya mimpi.
Bagus.
Aku tidak tahu harus bagaimana soal Bohdan.
Dia selalu ada setiap kucoba melihat Robo.
Kau belum memberitahunya?
Berapa lama kau akan menggodanya?
Kau pikir bisa perlakukan dia begitu karena autis?
Dia adikku! / Aku juga...
Apa katamu?
Kau autis juga, bukan berpura-pura.
Benar, kau autis.
Kau autis
karena kau terus bicara omong kosong.
Kau terus bicara soal bercinta.
Kau menjijikkan, aku mau muntah.
Kau tidak tahu soal semua itu.
Aku tidak pernah bercinta. Aku hanya bercanda.
Benar, tapi kau bicara seolah sudah terbiasa.
Bercinta dengan Obama. Memangnya aku peduli!
Kau pikir aku peduli? / Kenapa meneriakiku?
Kau pikir aku peduli omong kosong ini?
Kau pikir omong kosong ini penting dalam hidup?
Kau tidak tahu apa yang kualami!
Karena kau tidak mau memberitahuku.
Untuk apa aku memberitahumu?
Yang ingin kau bicarakan hanya bercinta.
Kau tahu aku tak pernah bercinta di hidupku!
Kenapa kau terus membicarakannya?
Untuk apa? Penis menguasai duniamu.
Kau idiot.
Aku tidak bisa bicara denganmu.
Kau menjijikkan. Aku mau muntah.
Apa yang harus aku bicarakan denganmu?
Tentang keluargamu, Bohdan, Robo, sekolah?
Pergi saja.
Apa? / Pergi saja.
Kau dengar? Pergi! Kenapa kau di sini?
Ini caramu membantuku? Pergi saja!
Pergi!
Ganti baju dan tidurlah.
Mau ke mana?
Pulang.
Pulang ke mana?
Ke Ayahku.
Yang sudah mati?
Dia tidak mati.
Aku tahu.
Ada tas lebih?
Rencana kita batal?
Ada yang mau bicara?
Kemari.
Kakimu.
Sekarang sepatumu.
Bagus.
Itu mengerikan.
Tapi bunuh diri itu bisa menular.
Ada bunuh diri dua hari yang lalu.
Tolong hentikan itu.
Kami harus menghadapinya
sebelum tragedi lain terjadi.
Teman sekamar putrimu juga punya keluarga.
Aku tidak tahu.
Kata Dokter kejutan listrik bisa menghapus memori.
Aku juga takut.
Akan kujelaskan semua. Lihat aku.
Tidak apa-apa. Dokter akan letakkan elektroda
di dahimu dan di belakang telingamu.
Perawat akan suntikkan kanula untuk infus.
Sini tangan kirimu.
Dan sekarang kita mulai menghitung.
Satu...
Dua... / Bagus.
Tiga...
Empat...
Lima...
Halo. / Hai.
Mau ketemu Lena Hrabovská. / Dia tidak boleh dikunjungi.
Tapi kulihat dia beberapa hari lalu.
Aku hanya bisa beri info pada anggota keluarga.
Kapan dia diizinkan dapat tamu lagi?
Itu terserah dokter yang bertanggung jawab.
Tapi kapan kira-kira?
Sekitar dua bulan.
Daah. / Daah.
Jika tidak ingin bunga ini, kami bisa membuangnya.
Tidak apa-apa.
Ibu buka barangmu setelah makan siang.
Ibu sudah buat makanan favoritmu.
Apa?
Kung fu. / Kung pao.
Pao.
Ayah senang kau sudah pulang.
Bohong jika dia tidak bisa mengingat.
Aku tidak tertipu.
Pergilah dan atur meja. Ibu buat kung pao.
Aku benci Ayam. / Terima saja sekali ini.
Ada apa dengannya? / Tidak, dia bercanda.
Ada apa, Lena?
Ada apa?
Ada seseorang di sini!
Tidak ada siapa-siapa.
Itu hanya mimpi.
Apa yang terjadi?
Tidak apa-apa. Dia hanya mimpi buruk.
Tidurlah.
Baik.
Ada apa? / Tidak ada. Tidurlah.
Sayangku. Ibu disini bersamamu.
Jangan takut. Ibu ada di sini.
Kata sandi.
Sungguh?
Ya.
Ayo.
Ayo.
Kau bertingkah seperti pelacur.
Yang ini.
Robo siapa?
Kau tidak ingat apa-apa.
Aku tahu. Aku vegetarian.
Maaf.
Lagipula tidak penting.
Aku mencintainya.
Sungguh.
Mungkin aku tidak mencintainya.
Mungkin aku hanya ingin bercinta.
Lena.
Dia sepertinya menginginkanku.
Dan aku...
Tapi siapa dia?
Robo.
Guru matematika kita.
Dia membimbingmu. / Aku mengerti.
Kalian tak bisa bersama karena dia guru kita.
Jangan cemas.
Kau baik-baik saja?
Aku mau muntah.
Baiklah, ayo pergi.
Rambutmu.
Bohdan ada di sini.
Kau ambil X dan Y dan gambar garis bantu.
Kau mendapatkan titik persimpangan.
Lalu kau gambar garis bantu lainnya.
Tulis itu.
Kau mengerti?
Lena?
Lena.
Lena, berikan padaku. / Aku di sini.
Hentikan.
Dia memperkosaku.
Apa-apaan ini?
Siapa?
Lena. Aku disini.
Lena, berikan.
Lena, kau kenapa?
Lepaskan!
Lena, hentikan!
Tidak apa-apa.
Bu, jangan tinggalkan aku.
Ayo, Lena. / Ibu, tolong!
Kau kenal tempat ini.
Jangan cengeng begitu!
Jangan tinggalkan aku! Aku bisa mati di sini!
Tidak!
Aku akan bunuh diri! Bu!
Tidak!
Bu!
Itu bahkan tidak terlintas di benakku.
Kenapa aku tak paham?
Aku juga tidak tahu.
Aku tidak tahu.
Tapi siapa?
Aku tidak bisa...
Aku tidak bisa...
Lena! / Dengar.
Ini bangsal anak-anak! / Mau berkelahi?
Tidak boleh ke sana.
Lena!
NY. Hrabovská, tolong.
Lena! / NY. Hrabovská, tunggu.
Kau sadar yang kau lakukan ?! / Lena.
Ayo, kita pulang.
Jika kau pergi, Lena tidak akan diizinkan kembali.
Ibu takkan tinggalkan kau di sini lagi. Kemari.
NY. Hrabovská. / Dia kenapa? Dia dibius.
Kami suntik dia. Itu normal. Nanti dia sadar.
Ibu tidak akan tinggalkan kau di sini.
Kau tidak mengerti.
Tidak sama sekali. / Jika kau bawa dia,
Lena tidak akan diizinkan kembali.
Itu urusanmu!
Daah, Lena. / Keluarkan dia!
Akhirnya Ibu paham. / Kenapa tidak bilang?
Maafkan Ibu.
Ibu tidak tahu.
Ibu tidak tahu.
Kenapa tidak bilang?
Aku sangat lelah.
Dia bilang orangnya?
Dia langsung tidur.
Dia masih pendiam.
Setelah kumandi dia selama setengah jam.
Selamat sore.
Mau minum teh?
Kau tahu Ginkgo?
Itu meningkatkan sirkulasi darah.
Itu bagus setelah latihan olahraga, 'kan?
Hai. / Selamat sore.
Bohdan, kau jauh lebih kuat sejak kau mulai berolahraga.
Bu.
Ibumu benar.
Kau lebih kuat.
Kau dulu hanya angkat tiang, sekarang kau angkat beban.
Kau tidak ingin mengajari Lena lagi?
Kau ketinggalan banyak.
Jika boleh, tentu saja.
Aku punya beberapa siswa baru.
Aku sangat sibuk.
Tapi aku akan memeriksa jadwalku.
Tidak perlu terburu-buru.
Mau madu?
Boleh.
Aku tuangkan teh.
Ini dia.
Maaf, aku harus pergi.
Kau minum teh lain kali.
Terima kasih. Daah. / Daah.
Daah.
Daah.
Sini cangkirnya.
Aku tidak mau.
Lena.
Apa kabar? / Baik.
Bohdan memberitahuku kau tidak ingat apa-apa.
Tapi aku ingat.
Bagus!
Jangan ganggu Bohdan.
Kau melukai dirimu. Kau punya jejak rekam.
Menurutmu apa yang akan terjadi?
Aku tidak akan melihatmu lagi.
Lagipula tidak ada yang akan percaya.
Kenapa kau tidak...
...berteriak? Orang tuamu ada di rumah.
Kau tidak percaya padaku. / Bukan begitu.
Jadi ini salahku karena tidak berteriak?
Tidak.
Tidak mudah untuk memahaminya.
Kau tidak pernah bicara. Aku harus bagaimana?
Lena, tunggu! Tentu saja aku percaya.
Sungguh. Hanya saja...
Kita harus bicara.
Tidak. / Kenapa tidak?
Aku tidak ingin menjadi korban pemerkosaan.
Tangkap!
Giliranmu!
Ayo, terus.
Tangkap!
Cukup hari ini!
Beritahu mereka.
Apa?
Katakan pada mereka yang kau lakukan padaku.
Apa yang dia lakukan?
Kau apakan dia?
Tidak ada. / Apa yang kau lakukan?
Tidak ada. Lepaskan. / Katakan saja.
Kau tahu Lena sakit jiwa. / Sakit jiwa?
Jadi aku sakit jiwa juga, 'kan?
Katakan apa yang kau lakukan! Sekarang!
Kau tahu Lena itu pembohong.
Lena. / Katakan.
Aku tidur denganmu.
Tidak, beritahu yang kau lakukan padaku!
Aku memperkosamu.
Kubunuh kau, brengsek!
Bajingan, kubunuh kau!
Keluar!
Keluar!
Kubunuh kau!
Kubunuh kau!
Keluar! Keparat!
Ayo tidur.
Ya.
Boleh aku ikut jalan denganmu?
Iklan dan Rekues Subtitle Via WA : 0897-5504-856
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.