All language subtitles for LOC_Kargil-2003-Hindi-DVD-Part_Full-subs_indo_by_varisnova

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Alih Bahasa: varisnova (Varis Nova Riskila) subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan Terhadap Anak dan Wanita!!!"

LOC (Line Of Control) KARGIL "Garis Kontrol (Perbatasan De Facto/menurut kenyataan) KARGIL"

# Film ini berdasarkan sejarah Perang Kargil 1999 #

Alfa ke Charlie. Ganti.

Charlie, ini Alfa. Laporkan ke markas. Ganti.

Alfa ke Charlie. Ganti.

Alfa ke Charlie. Ganti.

Charlie, ini Alfa. Laporkan ke markas. Ganti.

Alfa ke Charlie. Ganti.

Charlie, ini Alfa. Laporkan ke markas. Ganti.

Alfa ke Charlie. Ganti.

# 4 MEI 1999, LOC (Garis Kontrol) Kaksar (sektor Kargil) #

# Letnan Saurav Kalia Hilang Kontak, Resimen Jat (Resimen= Pasukan Tentara dari beberapa Batalion) #

Alfa ke Bravo. Ganti.

Bravo, ini Alfa. Lapor padaku. Ganti.

# 5 MEI 1999, LOC (Garis Kontrol) Kaksar (sektor Kargil) #

# Letnan Amit Bhardwaj Hilang Kontak, Resimen Jat (Resimen= Pasukan Tentara dari beberapa Batalion) #

(Batalion= Pasukan 300-1000 Tentara)

Alfa ke Charlie. Ganti.

Alfa ke Charlie.

Charlie, ini Alfa. Laporkan ke markas. Ganti.

Pak.

Letnan Kalia, laksanakan patroli peninjauan lokasi.

Kabarnya, tikus menyusup wilayah kita melalui LOC.

Jika ada yang mencurigakan..,

..segera lapor padaku.

Tenang, Pak. Akan kami usir tikus agar menyebrangi LOC.

Bagus. Semoga berhasil.

Terima kasih, Pak.

Panggilan untuk Letnan Kalia. Ganti.

Panggilan untuk Letnan Kalia. Ganti.

Letnan Kalia, aku Komandan mu.

Panggilan untuk Letnan Kalia. Ganti.

Amit, kau dengar aku? Amit, ganti.

Sambungkan ke Markas Besar Brigade (Brigade= Pasukan dari beberapa Resimen).

Panggilan dari Alfa ke Tiger. Ganti.

Pak, ada masalah. Belum bisa tersambung ke Radio Portable..

..pasukan patroli ku selama 2 minggu ini.

Tak ada kabar dari mereka. Ini membuatku cemas, Pak.

Kolonel, tunggu perintahku selanjutnya.

Jangan kirimkan lagi pasukan pencari.

Biar ku bicara dengan Pimpinan. Nanti kukabari.

- Ganti dan putuskan telpon. - Ganti.

- Ada apa? - Ada serangan, Pak.

Gelap sekali, tak bisa melihat posisi musuh.

# Pasukan Pakistan Menembak Dari Sebrang LOC #

# Desa India Di sektor (wilayah) Kargil #

Mujahidin (Militan/ Pemberontak/ Pejuang Jihad) dan tentara Pakistan..

..sudah menyusup LOC beberapa kilometer ke wilayah kita.

Sepertinya mereka ada dimana-mana.

Lembah Mushkoh, sektor (wilayah) Drass dan Batalik.

Mereka sudah ambil alih semua wilayah India.

Mereka menduduki Benteng Pertahanan kita.

Makanan kita tertinggal di Benteng Pertahanan.

Mereka sudah memakannya untuk menyerang kita.

Mereka mengawasi National Highway 1 (Jalan Raya Nasional 1)..

..dari titik 4875, Tololing dan Kukarthang.

Mereka sering menembaki pasukan kita.

Ini situasi serius. Sambungkan ke Delhi.

Baik, Pak.

Pak, rencana musuh sederhana. Dari Ladak melewati Kashmir..,

..menembaki National Highway 1 (Jalan Raya Nasional 1).

# Angkatan Darat India Melewati ZOJILA Melalui NATIONAL HIGHWAY 1 (NH1) #

Perintah dari Delhi, jelas.

Kerahkan pasukan terbanyak ke sektor Kargil.

Kerahkan pasukan terbanyak untuk bertempur.

Seperti yang kita tahu, musuh menduduki wilayah sana.

Maka kita harus langsung menyerangnya.

Jadi perbandingannya 6:1.

Kita akan kehilangan 6 orang, dan mereka kehilangan 1 orang.

Saat di Kargil, perbandingan akan 10:1.

Makanya harus kerahkan pasukan terbanyak.

Pak, sebrangi saja LOC dan serang musuh dari belakang.

Jadi, pasukan kita sedikit yang gugur (mati).

Putuskan jalur pengangkut pasokan (makanan, obat, senjata) Pakistan.

Jangan, Brigadir. Perintah sudah jelas.

Kita serang dengan pasukan terbanyak.

Pokoknya kita akan menyebrang LOC (Garis Kontrol).

Ini perintah dari Delhi.

Pertama, kerahkan 1/11 Gurkha Rifles (Rifles= Pasukan Senapan).

Tapi, Pak, 1/11 Gurkha Rifles baru kembali dari Siachen.

Tunggu apalagi? Mereka pasukan terbaik daerah ini.

Kolonel Lalit Rai akan memimpin 1/11 Gurkha Rifles.

Biar ku bicara dengannya.

- Ya, Pak? - Kolonel Lalit. - Ya?

Kau diperintahkan segera ke Yaldor, sektor Kargil.

# Rashtriya Rifles di Lembah Kashmir #

- Kau memimpin Resimen 1/11 Gurkha Rifles. - Baik, Pak.

24 jam lagi, kau akan diantar ke Yaldor.

Aku akan kesana, Pak.

# 1/11 Gurkha Rifles, Batalion Pertama dari 11 Gurkha Rifles, Batalik (sektor Kargil) #

Hidup India, Pak.

Kau memimpin 27 JCOs (Tentara Junior) dan 470 tentara lain, Pak.

Batalion (Pasukan 300-1000 Tentara), diam di tempat, grak.

Pak, kau memimpin 3 tentara, 27 JCOs dan 470 tentara lain.

Oke.

Batalion, tegak, grak.

Puja Dewi Kali.

Gurkha siap bertempur.

Batalion Gurkha terkenal karena keberanian.

Kawan Pemberani, kita tak takut bertempur dan berlumuran darah.

Kita tadi melihat Kashmir berlumuran darah.

Batalion Gurkha terkenal di seluruh dunia.

Kata Hitler, 'Jika aku punya pasukan Gurkha..,'

'..bisa ku taklukkan seluruh dunia.'

Dan sebagai Komandan kalian..,

..Aku Lalit Rai ingin kalian menang di Kargil.

Ada pertanyaan?

Tidak, Pak.

Puja Dewi Kali.

Gurkha siap bertempur.

Batalion Gunung, laksanakan.

Pak, telpon dari Komandan.

- Kolonel Thakur. - Ya? - Pindahkan Batalion mu.

Suruh 18 Grenadiers (Pelempar Granat) ke sektor Drass, Kargil.

Hentikan operasi di lembah Kashmir. Cepat laksanakan.

Baik, Pak.

# 18 Grenadiers, Batalion ke-18 dari Resimen Grenadiers, Operasi Melawan Pemberontak #

Lari, Suleman.

Lepaskan.

Hati-hati, kau bisa celaka.

Jika kena giginya, kau bisa celaka.

Kenapa? Kau takut?

Giginya itu senjatanya. Dia bisa membunuhmu.

Aku orang Maratha, lelaki sejati.

Kami tak takut. Kami yang menakuti orang.

Aku orang Jat dari Haryana. Aku suka menyerang.

Itu masalahmu.

Kau bodoh, tak pakai otakmu.

Jaya Maharashtra.

Jaya Haryana.

Sachin, Balwan, jangan bertengkar.

Katanya, semua operasi di lembah, dihentikan.

Batalion disuruh ke sektor Drass.

Ayo.

Istirahat.

Tentara, aku dapat perintah.

Wilayah dan Pos Perbatasan kita, di sungai es Tololing..,

..sudah dikuasai musuh. Dari sana..

..musuh mengawasi National Highway 1.

Mereka mengawasi tiap gerakan kita.

Mereka juga mengawasi aktivitas kita.

Kita harus mengusir musuh dari sana.

Kita harus mulai menyerang mereka.

Mereka mengirim beberapa Batalion kesana.

16 Grenadiers (Pelempar Granat) sedang bertempur disana.

Kini, tugas ini dipercayakan ke kita.

Markas Besar ingin kita lakukan tugas ini.

Andai saja disana cuma 12 Mujahidin.

Batalion Naga juga sudah disana, Pak.

Pasti ada yang mencurigakan. Kita tak tahu kebenarannya.

Pak, perintahkan kita, kita akan langsung menyerang.

Tapi musuh terlalu banyak, granat mereka..

..akan langsung mengenai kita, Pak.

Kitapun tak punya info tentang musuh, Pak.

Mereka 8 atau 800 orang?

Meski mereka 8000 orang..,

..mereka sudah masuk wilayah kita. Kita harus mengusirnya.

Itu mudah diucapkan, sulit dilakukan.

Kami anggap kau ayah kami.

Kenapa kau menyuruh kami jadi pengecut?

Kenapa menyuruh kami untuk tak peduli?

Saat anak kecil berjalan di lorong gelap..,

..dia menyanyi agar tak takut.

Kamipun akan bertempur sambil menyanyi, Pak.

Lagu yang biasa ibuku nyanyikan.

"Jadi, kekasih..,"

"..katakan sebenarnya ada apa?"

Cara pengucapan liriknya salah, Pak.

Kau mau perang atau mau perbaiki ucapanku?

Pak, cepat perintahkan kami. Batalion siap bertempur.

18 Grenadiers (Grenadier= Pelempar Granat).

- Hidup tentara pemberani. - Hidup.

- Hidup tentara pemberani. - Hidup.

Halo, Kolonel Baba. Dengar.

- Suruh Batalion 17 Jat ke Kargil. - Oke, Pak.

# 17 Jat, Batalion ke-17 dari Resimen Jat, di Lembah Kashmir #

- Hidup India, Pak. - Hidup India.

Istirahat, Anuj. Duduklah.

Terima kasih, Pak.

Kau mencuri es dimana?

Apalagi yang bisa dicuri disini?

Keindahan alamnya dan dinginnya es.

Selalulah pakai kata-kata kiasan.

Oke, Anuj. Bagaimana hasil misi itu?

Mereka 4 orang Afghanistan, Pak.

3 orang kabur dengan menyandra wanita dan anak-anak.

Tapi aku menangkap orang keempat.

- Dia sudah diinterogasi? - Sudah, Pak.

Tapi dia cuma menangis, bilang..,

- ..'Demi Tuhan, tembak aku'. - Kenapa?

Katanya jika dia hidup, Mujahidin akan membunuhnya.

Tapi jika dia mati, istri dan anaknya akan dapat Rs.300.000.

Makanya dia bilang, 'Demi Tuhan, tembak aku'.

Kutanya dia, 'siapa yang akan memberi kalian uang?'

Katanya, 'Mujahidin'.

Mujahidin Afghanistan dan Pir Punjab, bekerjasama.

Banyak gerakan yang diawasi di Kashmir Pakistan, Pak.

- Harus kabari Markas Besar Brigade. - Akan kita kabari, Anuj.

Batalion sedang ke Mathai, sektor Kargil.

- Kargil? Wilayah berbahaya? - Ya.

Kau punya banyak peluang menangkap teroris.

Kita akan bertempur.

Tentu, Anuj. Ayo pergi.

- Hidup India, Pak. - Hidup India.

Deepak, kau masih cuti (liburan), kan?

Masih, Pak.

Tapi sudah kuselesaikan cutiku.

Kenapa? Ada apa?

Tiap hari, di desa, peti mati tentara, terus berdatangan.

Peti tentara kebanyakan dari Batalion Sikh, Pak.

Deepak, Batalion sedang ke tempat asal peti mati.

Aku kesini sebelum cuti habis, untuk balas dendam demi peti itu.

Deepak, musuh lah yang akan terbaring di peti mati.

Semoga begitu.

- Mayor Joshi. Joe. - Ya, Pak.

Kau naik pangkat jadi Letnan Kolonel.

Terima kasih, Pak. Semoga aku pantas dapat pangkat ini.

Kau memimpin Batalion 13 JAK Rifles (Rifles= Pasukan Senapan).

Aku harus memimpin Batalion, Pak?

- Ya. - Baik, Pak.

Situasi di Kargil cukup buruk.

Tugasmu, pindah ke Kumri, sektor Kargil.

Baik, Pak. Terima kasih.

# 13 JAK Rifles, Batalion ke-13 dari JAK (Jammu And Kashmir) Rifles, di Lembah Kashmir #

- Hidup India, Pak. - Hidup India.

Ajay, semua operasi di lembah sudah dihentikan.

Suruh Batalion ke sektor Drass.

- Dimana Vikram Batra? - Dia dan pasukan patroli, pergi.

Kabarnya, beberapa teroris sembunyi..

..di desa 5 km dari sini. Dia pergi memburu teroris.

- Sejak kapan dia kesana? - 4 hari lalu.

4 hari lalu? Sial.

- Kau sudah menghubunginya? - Sudah, Vikas.

Pasukan patroli sudah kesana, tapi dia sudah pergi.

Dia dan pasukannya belum menghubungi kita.

Semoga mereka tak kenapa-napa. Keamanan mereka, tanggungjawab kita.

Hubungi dia lewat Radio Portable.

Kami sudah sampai di Barak Pangkalan. Ganti.

- Salam, Pak. - Salam.

Pak, Vikram sudah datang.

- Salam. - Salam.

Hei Superman. Syukurlah kau baik-baik saja.

- Kau kemana saja? - Aku disini.

Vicky, kami mencemaskanmu.

Tahu tidak, Mayor Vikas marah?

- Kau kemana saja? - Karena teroris kabur..,

..aku mencari teroris.

Bodoh. Orang-orang lari dari masalah. Kau malah cari masalah.

Lelaki sejati menghadapi masalah, bukan lari dari masalah.

Kau gila.

Untuk apa persiapan ini? Batalion mau kemana?

Ke Kargil. Sektor Drass. Kabarnya, ada masalah disana.

Bagus. Sudah ada masalah, tak perlu kucari lagi.

- Aku pergi dulu, nanti kukabari. - Oke.

Istirahatlah.

Hidup India, Pak.

Berhenti.

Terima kasih.

- Ini dia. Terima kasih. - Salam. - Salam.

- Apa kabar, Ramesh Kumar? - Baik.

- Salam. - Salam.

Sanjay, cepat sekali kau kesini?

Ya, akupun sudah ke rumahmu.

Ada Gorengan dari istrimu. Nanti kuberikan.

- Kalau kabar ibuku? - Ibumu baik.

- Selamat datang, Sanjay. - Apa kabar?

Ibumu sudah temukan calon istri untukmu?

Ya, ibuku sudah temukan calon istri untukku.

Jadi, ada apa ini?

Entahlah. Mayor Joshi juga disini.

- Mayor sudah kembali? - Ya.

Dia kembali dari Pos Terdepan Perbatasan di Shahjahanpur?

Dari berita radio, sudah kuduga ini masalah serius.

- Duduk. - Oke.

- Sudah siap? - Siap untuk pergi, Pak.

Bagus.

Kabarnya, disana ada beberapa Mujahidin bersembunyi.

Lalu kenapa menyuruh semua Batalion kesana?

Setelah disana, kita akan tahu ini masalah kecil atau besar.

Pak, kapan kita kesana?

- Harus sampai Kumri dalam 48 jam. - Siap, Pak.

Ayo pergi.

- Salam, Pak. - Salam.

Duduklah.

Sanjay, cepat sekali kau kembali dari cutimu?

Ya, Pak. Saat kutahu Batalion mau kesana..,

..aku langsung kesini.

- Raghunath. - Ya, Pak?

Ada surat dari rumahmu? Kabar ibumu?

Ibuku baik, Pak.

Para tentara, kawanku.

Saat masih kecil, rumah kita di desa.

Saat ada tamu, kita ramah pada tamu.

Meski tamu tak diundang datang..,

..kita tetap memberi tamu makanan lalu menyuruhnya pergi.

Saat binatang buas ke rumah kita..,

..kita mengusirnya.

Tapi saat serigala datang..

..mau memangsa, kita selalu membunuhnya.

Kini, kejadian itu pun terjadi di rumah (negara) kita.

Serigala menyusup rumah kita.

Katakan, mereka harus diapakan?

Bunuh mereka.

Kita akan lakukan itu. Jadi, janjilah.

Kita takkan kembali, sebelum tugas selesai.

- Tekad kalian kuat? - Ya, tekad kita kuat.

# 18 Grenadiers menuju sektor Drass (Kargil) #

"Kakak tersayang, inilah kejadian menakjubkan"

"Pemuda berperan jadi Pengantin Pria"

"Dia Raja di upacara pernikahan"

"Dia membuat semuanya terpesona"

- Jadi, kau Pengantin Pria nya, kan? - Sudahlah.

Setelah kau nikah, baru sekarang kita bertemu.

- Bagaimana rasanya? - Rasa apanya?

Pernikahan. Memangnya apalagi?

Seperti pengantin pada umumnya.

Ibuku dapat istri untukku. Lalu aku menikah.

Bagaimana Pengantin Wanita mu?

Dia baik.

Cantik, kan?

Kecantikannya terpancar dari mata yang memandangnya.

Jadi dia cantik.

Kau bawa fotonya?

Ya.

Dimana?

Di hatiku.

- Dan kenangannya? - Juga di hatiku.

Lalu kau bawa apa untukku?

- Cemilan. - Mana?

Di tas ransel. Ambil saja.

Bagus. Kukira Cemilan ada di perutmu.

Sekarang ceritakan intinya.

- Tentara Yogendra Singh Yadav. - Ya?

- Bagaimana Malam Pertama mu? - Sudahlah.

Katakan.

Mantap.

Sialan kau.

Sialan. Kau yang nikah, tapi aku yang hampir mati.

Kok bisa?

Namamu Yogendra Singh Yadav. Namaku pun Yogendra Singh Yadav.

Kau dari 18 Grenadiers, akupun dari 18 Grenadiers.

Akupun dapat kartu ucapan nikah.

Untung ucapan nikah dikirim kesini. Jika dikirim ke istriku..,

..pasti istriku menangis, bilang, 'Suamiku kawin lagi'.

Pasti istriku akan kesini memukuliku.

Kasihan aku. Semoga Tuhan mengampuniku.

Pasti kau akan dipukuli istrimu.

Menikah itu memang mantap.

Tapi aku mimpi buruk.

Mimpi apa?

Aku mimpi, orang merebut bendera India dari tanganku.

Tapi Yadav, tak kulepaskan bendera dari tanganku.

Aku sendirian menghajar dan mengusir mereka.

Mimpimu buruk sekali.

Mimpimu akan terwujud.

Kau tak sendirian. Kita bersama akan jaga bendera India.

- Lakukanlah semaumu. - Lakukan apa?

Demi bendera, akan kita hajar dan usir mereka.

Kita kembalikan mereka ke tempat asalnya.

Kita sudah lihat tarian merak.

Kita sudah lihat kabut tebal.

Kini, selokan mengajari laut agar bisa marah.

Kita sudah lihat bisingnya hujan deras.

"Kakak tersayang, inilah kejadian menakjubkan"

- Suruh dia diam. - "Pemuda berperan jadi Pengantin Pria"

Diamlah.

Kau mau kemana? Kenapa tak mau cerita?

- Kudengar disana ada ketegangan. - Mungkin ini kesempatanku..

..berkorban nyawa demi melindungi temanku.

Jangan bilang berkorban nyawa..

- ..sebelum kita nikah. - Oke-oke.

Aku takkan bilang begitu. Aku akan pulang dan menikah.

Lalu kita akan membahas bayi. Oke?

Dasar.

- Dimana Batalion mu? - Batalion ku sudah ke Kargil.

Kuberitahu, ada pertanda akan terjadi perang.

Aku ini tentara.

Hanya tentara yang bisa lihat peperangan.

Tiap kali kau membahas perang, hatiku sedih.

Tenang, Nyonya Yadav. Kau takkan menangis sendirian.

Aku ingin membuatmu tersenyum bersamaku.

Ayo senyum.

Ayo senyum.

Yogesh.

Memangnya kau bisa pergi begitu saja?

Kukira kau sudah tidur.

Aku tahu kau mau pergi pagi-pagi.

Jadi, aku tak bisa tidur. Aku dengar semuanya.

Tadi kau bangun, mandi..,

..berpakaian dan mau pergi diam-diam.

Aku tak mau ganggu kalian.

Jika Eshita terbangun, dia takkan membiarkanku pergi.

Kau masih ingin pergi, demi keluargamu yang lain.

Keluargaku cuma satu. Yaitu, tentara Batalion ku..,

- ..kau dan Eshita. - Lalu siapa yang melindungiku?

Kau punya pelindung di Kuil, yaitu Dewa Krishna.

Maksudmu Dewa Krishna takkan melindungi Batalion mu?

Dewa Krishna selalu memilih orang untuk wujudkan keinginan-NYA.

Sepertinya akulah orang pilihan-NYA.

Oke. Tapi jaga dirimu.

Tenang saja. Aku takkan kenapa-napa.

Takkan kubiarkan kau kenapa-napa.

Meski kematian di depan mata, akan kuhadapi.

Oh ya? Caranya?

Seperti ini.

Ayah.

Nanti cepatlah pulang.

--NZZN-- varisnova --NZZN--

Sanjay, kenapa kau murung?

Bibi, Batalion ku sudah meninggalkan Sopore..

..menuju Kargil. Akupun harus ke Kargil.

Jangan, Nak. Pamanmu gugur dalam perang 1965.

Kau malah mau berperang.

Jika kau kenapa-napa, keluargamu tak ada penerusnya.

Aku punya keluarga besar, Ibu.

Semua tentara India menjaga keluarga besarku.

Jika tak sekarang, kapan lagi ku harus bela negara?

Beri aku restu Ibu. Dan senyumlah. Oke?

Oke, Nak.

Eh kau?

Santo.

Tunggu, Santo.

Dengar.

Sudah kudengar semuanya.

Hanya pengecut yang menangis, kan?

Ya, aku memang pengecut, bukan pemberani sepertimu..

..yang bisa hadapi senjata dengan senyuman.

Aku takkan kenapa-napa.

Cintamu adalah perisai ku.

- Kau sok bercanda padaku? - Tidak.

Aku janji akan pulang.

Aku akan pulang bukan demi orang lain..,

..tapi demi dirimu.

Pulanglah. Jika kau kenapa-napa, dunia akan menjulukiku penyihir..

..yang mempercayai tunangannya.

Kau mencemaskan dunia, kan?

Duniaku diawali dan diakhiri hanya bersamamu.

Aku serius mengenai hubungan kita.

Sumpah.

Tatap mataku dan katakan.

Jika menurutmu aku bohong, lupakan aku.

- Apa rencana hidupmu? - Menjadi tentara.

Kenapa tentara?

Menjadi tentara karena kesempatan, mencintainya karena pilihan..,

..dan membunuh karena profesi.

Aku terkesan, Pak Vikram Batra.

Mitthu, kehidupan tentara sering di perbatasan.

Kau sanggup hidup dengan tentara?

Apa ini tak terlalu buru-buru?

Aku ingin hubungan ini lebih dari persahabatan.

Aku ingin persahabatan kita punya masa depan. Bersedia?

Tatap mataku dan katakan.

Mataku menjawab apa?

- Pak Anuj Nayyar. - Bukan. Letnan Anuj Nayyar.

- Maaf. - Ya, kau harus minta maaf.

- Jangan panggil aku 'Pak', oke? - Hei.

Kita baru saja bertengkar. Bagaimana masa depan kita?

Jika bertengkar, foto ulang tahun pernikahan kita akan jelek.

Maaf. Kau sedang melamarku?

Entahlah. Oh ya?

Ya, kayaknya begitu.

Jawabanmu, Ya atau Tidak?

Letnan Anuj Nayyar, kau itu tentara.

Sikapmu harus seperti tentara.

Berlututlah di depanku dan pegang tanganku.

Oke, Nyonya.

Maukah menikah denganku?

Ya, aku mau.

Tunjukkan luka bakarmu.

- Sudahlah, Ibu. Tak apa. - Tunjukkan.

Ya Tuhan. Mau Ibu oleskan krim?

Putra Ibu ini tentara yang akan hadapi ledakan bom.

Ibu rela mencium tangan putra Ibu?

Saat kau membahas hal begitu, Ibu takut, Nak.

Ibu.

Lihat, tetangga kita datang.

Nak, harusnya datang dari tadi, jadi bisa Ibu bikinkan teh.

Lihat, dia melukai tangannya.

- Mana? - Jangan.

- Jangan pegang-pegang, bukan Muhrim. - Tunjukkan.

Tak usah, Ibu. Akan kutunggu agar bisa memegang tangannya.

- Maksudnya? - Dia tahu maksudku.

Kini, dia melakukan apa-apa sendiri.

Dia memasak air dan bikin teh sendiri.

Dia menjahit kancing bajunya sendiri.

Dia menyetrika bajunya sendiri.

Jika Ibu tak mengawasinya..,

..dia mau mencuci bajunya sendiri.

Kenapa kau lakukan semuanya sendiri?

Ibu sudah membantuku sampai aku sebesar ini.

Aku sudah dewasa, kenapa harus minta bantuan Ibu?

Jendral Manoj Pandey, beberapa tugas rumah memang dikerjakan wanita.

Benar. Nak, bawalah istri ke rumah.

Lalu kau akan bahagia dan Ibu tak perlu repot lagi.

Mau cari istri dimana, Ibu?

- Ibu sudah menemukan calon istri. - Oh ya?

- Ibu menyetujuinya. - Siapa? - Ibu.

Ibu, jangan sebut namanya. Sebut saja Hema.

Biar dia tidak penasaran. Aku pergi dulu.

Mau kemana?

Aku sedang memasak. Sambil menunggu matang, aku kesini.

- Dia baik, kan? - Baik apanya? Dia gila.

Seemaaye bulaaye tujhe chal raahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Pengelana"

Seemaaye pukaare sipaahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Tentara"

Seemaaye bulaaye tujhe chal raahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Pengelana"

Seemaaye pukaare sipaahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Tentara"

Seemaaye bulaaye tujhe chal raahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Pengelana"

Seemaaye pukaare sipaahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Tentara"

Seemaaye bulaaye tujhe chal raahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Pengelana"

Seemaaye pukaare sipaahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Tentara"

Suno jaane vaale "Dengar, meski kau pergi"

Suno jaane vaale "Dengar, meski kau pergi"

Laut ke aanaa "Kau harus pulang"

Suno jaane vaale "Dengar, meski kau pergi"

Laut ke aanaa "Kau harus pulang"

Koi raah dekhe "Seseorang menunggumu"

Bhool na jaanaa "Jangan lupakan orang itu"

Tum bin pal pal rahungi main bekal "Tanpamu, aku selalu tersiksa.."

Banke birhan "..dalam kesepian"

Sang hai tumhaare mere desh ke sipaahi meraa mann "Tentara Negeriku, jiwaku bersamamu"

Meraa mann,, "Jiwaku"

Seemaaye bulaaye tujhe chal raahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Pengelana"

Seemaaye pukaare sipaahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Tentara"

Seemaaye bulaaye tujhe chal raahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Pengelana"

Seemaaye pukaare sipaahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Tentara"

Seemaaye bulaaye tujhe chal raahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Pengelana"

Seemaaye pukaare sipaahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Tentara"

Suno jaane vaale "Dengar, meski kau pergi"

Alih Bahasa: varisnova (Varis Nova Riskila) subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan Terhadap Anak dan Wanita!!!"

Re ga,, ma ga re ga re ga ma ni sa ni sa re ga re ga ma sa sa sa sa ni sa

Tum aur main jo sang na honge "Jika kita tak bersama"

Toh Holi mein bhi rang na honge "Festival Holi tiada warna"

Tum aur main jo sang na honge "Jika kita tak bersama"

Toh Holi mein bhi rang na honge "Festival Holi tiada warna"

Barf se thandi koyale se kaali "Akan sedingin es, sehitam arang"

Tum bin hogi har Deevaali "Itulah festival Diwali tanpamu"

Seekheinge baadal aansoo bahaanaa "Awan akan belajar menangis"

Aag lagaane ko jaan jalaane ko hogaa saavan "Hujan ciptakan api, menyiksaku"

Saavan ki is agni kaa hogaa indhan "Hujan ciptakan kebakaran"

Meraa mann,, "Jiwaku"

Seemaaye bulaaye tujhe chal raahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Pengelana"

Seemaaye pukaare sipaahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Tentara"

Seemaaye bulaaye tujhe chal raahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Pengelana"

Seemaaye pukaare sipaahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Tentara"

Suno jaane vaale "Dengar, meski kau pergi"

Ghar ke ye kamre aangan dvaare "Kamar, pekarangan, pintu rumah..,"

Raah takeinge ye bhi to saare "..menunggumu pulang"

Ghar ke ye kamre aangan dvaare "Kamar, pekarangan, pintu rumah..,"

Raah takeinge ye bhi to saare "..menunggumu pulang"

Khaali rahegi kursi tumhaari "Kursimu akan slalu kosong"

Pyaasi rahegi phoolon ki kyaari "Bunga taman akan slalu haus"

Tarsegaa tumko saaraa gharaanaa "Seluruh keluarga merindukanmu"

Baanhon ko pasaare suno tumhi ko pukaare is ghar kaa aangan "Pekarangan menunggumu pulang"

Jao tum chahe kahin sath hai meri dhadkan "Kemanapun kau pergi, degub jantungku bersamamu"

Meraa mann,, "Jiwaku"

Seemaaye bulaaye tujhe chal raahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Pengelana"

Seemaaye pukaare sipaahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Tentara"

Seemaaye bulaaye tujhe chal raahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Pengelana"

Seemaaye pukaare sipaahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Tentara"

Suno jaane vaale "Dengar, meski kau pergi"

Laut ke aanaa "Kau harus pulang"

Koi raah dekhe "Seseorang menunggumu"

Bhool na jaanaa "Jangan lupakan orang itu"

Tum bin pal pal rahungi main bekal "Tanpamu, aku selalu tersiksa.."

Banke birhan "..dalam kesepian"

Sang hai tumhaare mere desh ke sipaahi meraa mann "Tentara Negeriku, jiwaku bersamamu"

Meraa mann,, "Jiwaku"

Seemaaye bulaaye tujhe chal raahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Pengelana"

Seemaaye pukaare sipaahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Tentara"

Seemaaye bulaaye tujhe chal raahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Pengelana"

Seemaaye pukaare sipaahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Tentara"

Seemaaye bulaaye tujhe chal raahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Pengelana"

Seemaaye pukaare sipaahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Tentara"

# 1/11 Gurkha Rifles sampai di sektor Batalik (Kargil) #

Hidup India, Pak.

Di depan ada tembakan. Waspadalah, Pak.

Suruh pasukan untuk waspada.

Di depan ada tembakan. Waspadalah.

- Manoj, ambil ini. - Terima kasih, Pak.

Apa pendapatmu, Manoj?

Pak, menyusup akan sia-sia saja dalam..

..meledakkan amunisi, menara, Artileri (senjata berat, meriam).

Tembakan Artileri dari Pakistan, kan?

Dugaanmu benar, Manoj.

Tapi simpan amarah dan kekuatanmu hanya untuk musuh.

Aku hanya marah ke diri sendiri, Pak.

Kenapa musuh bisa menyebrang LOC duluan?

Di LOC, ada beberapa Benteng Pertahanan yang kosong.

Karena tak ada pemiliknya, Benteng Pertahanan dikuasai.

Oke, Pak. Meski susu tak ada yang jaga..,

..anjing pasti tahu dimana susu berada.

# 18 Grenadiers sampai di sektor Drass NH1 (Kargil) #

Sialan.

Cepat jauhi wilayah tembakan ini.

Pak, ada tembakan di National Highway (Jalan Raya Nasional).

# Pasukan Pakistan menembak dari sebrang LOC. #

Sialan.

Mereka pakai tembakan meriam untuk menyambut kita.

Yadav, kabarnya mereka dan beberapa Mujah..,

- ..Mujah apa namanya? - Paman Mujha.

Mujahidin (militan/ Pemberontak/Pejuang Jihad).

Pasti mereka mau menghancurkan National Highway.

Agar Ladakh dan Kashmir terasingkan dari dunia luar.

Benar, Pak.

Sudah kubilang tikus sudah menyusup.

Itu suara tikus?

Balwan, tikus ini mungkin mau mengganggu kita.

Satu persatu tembakan bom.

Puja Dewa Krishna.

Hidup Ibu Pertiwi India.

# 17 Jat sampai di Matayin (sektor Kargil) #

Pak, tak ada yang melihat atau mendengar kabar musuh.

Tak ada yang tahu siapa dan berapa jumlah musuh.

Kita cuma melihat hujan peluru..

..dan mendengar teriakan tentara yang terluka.

Tentara yang terluka pasti bilang sesuatu, kan?

Mereka tak tahu penembak itu manusia atau binatang..,

..anjing atau serigala.

Anjing dan serigala tak pakai meriam dan senjata, Anuj.

Penembak itu pasti Mujahidin yang pernah kau lihat di lembah.

Senjata mereka..,

..pasti pemberian Pakistan.

Ini situasi serius.

Para penembak itu mungkin 4 atau 4.000 orang.

Pak, kita disuruh ke tempat buruk yang asing bagi kita.

Saat meraba dalam kegelapan..,

..jika tanpa obor, harusnya pakai lilin, kan, Pak?

Sharmaji, jika kau suka nanya, kenapa jadi tentara?

Harusnya kau jadi menteri atau politisi saja.

- Maafkan aku, Pak. - Tak apa.

Suruh pasukan Bravo bersiap untuk adaptasi.

Untuk mengenali musuh, kita harus mengerti medan tempur.

Aku ingin bersama Anuj, Pak.

Tentu. Tapi setelah 3 hari beradaptasi.

Jika mau nanya..,

..tanyakan sekarang. Setelah ini, jangan nanya lagi.

- Paham? - Paham, Pak.

Pak, 3 hari lagi, kita menghadapi musuh.

Aku janji, kita pasti bisa mengenali musuh.

Semoga sukses.

# 13 JAK Rifles sampai di sektor Drass (Kargil) #

- Salam, Pak. - Salam.

Pak, truk ku terperosok. Tolong bantu perbaiki.

Ayo perbaiki.

Pasukan, ayo perbaiki.

Ini Batalion darimana?

Ini mayat tentara..

..dari Resimen Sikh dan Grenadiers.

Kami mengangkut mayat dari Srinagar mau ke Delhi.

Truk penuh mayat.

Sumpah pada susu ibuku..,

..akan kubalas dendam demi semua mayat.

Jangan pikirkan balas dendam dulu. Pikirkan keluarga mereka.

Halaman rumah mereka, akan terbaring mayat ini.

Pak, pasti banyak masalah di sektor Kargil.

Masukan peti ke truk.

Kabarnya, ada sekitar 100 Mujahidin..,

..kabar itu tak benar.

Musuh diperkirakan ada 2000-3000 pasukan..

..yang menguasai lembah Muskoh sampai ke Batalik.

Mereka didukung Northern Light Infantry ke-5 (5 NLI/ Infanteri Ringan Utara) Pakistan.

(Infanteri= Pasukan pejalan kaki bersenjata ringan)

# 1/11 Gurkha Rifles sampai di Valdar (sektor Kargil) #

- Pimpin beberapa pasukan ke kanan. - Baik, Pak.

Pak, pasti warga desa lari karena Pakistan menembak.

Disini aman, Pak.

- Pak. - Istirahatlah. Duduk, Manoj.

Ayo duduk.

Manoj, kita punya penjaga di desa Yaldor.

- Kenapa tak mendirikan Barak Pangkalan? - Pak.

Brigadir Devendra Singh menyuruh..

..pasukan Gurkha kita untuk membantu Batalion 3 Punjab..

- ..dan 16 Grenadiers. - Baik, Pak.

Mereka belum bisa merebut Kukarthang.

Karena musuh sangat kuat.

Musuh di Kukarthang sangat kuat, percaya diri.

Hanya kau tentara terbaik dalam menyerang musuh, Pandey.

Kau pimpin pasukan ke Kukarthang.

- Baik, Pak. - Bisa, kan?

Akan kulakukan.

Tapi aku punya permintaan. Meski tak dapat makanan..,

..jangan sampai kekurangan amunisi, Pak.

- Akan kupastikan amunisi cukup. - Oke.

- Kau harus sepenuhnya siap. - Baik, Pak.

Akan ku pimpin pasukan ke Jubaar.

- Besok kita menuju lokasi dalam 600 jam. - Baik.

Kupastikan sampai disana dalam 600 jam.

Istirahatlah.

Kusuruh kalian istirahat.

Meski tiap istirahat, kelak kita akan menyesalinya.

Kita dipercayakan misi tanpa waktu istirahat.

Target kita, Pos Perbatasan di Kukarthang.

Tentara 3 Punjab dan 16 Grenadiers..,

..beberapa hari ini, berupaya merebut Pos Kukarthang.

Tapi musuh sangat kuat, percaya diri.

Jadi, tentara kita belum bisa merebut Pos Kurkarthang.

Kita harus bantu mereka.

Aku tahu ini bukan tugas mudah.

Tapi dengan keyakinan, keberanian, dan sejarah Resimen Gurkha..,

..pasti takkan sulit. Ada pertanyaan?

Tidak, Pak.

Kita akan bawa banyak amunisi dan Tandu Lipat.

Maksudnya sebagian pasukan takkan pulang, Pak?

Semuanya akan pulang dalam keadaan apapun (hidup/mati).

Itu janji Manoj Pandey. Jangan tinggalkan 1 teman pun.

- Ada pertanyaan? - Tidak, Pak.

Tapi pasti ada yang mati.

Ya, pasti.

Ketahuilah bahwa Kematian adalah Pengantin Wanita..

..yang memilih Pengantin Pria paling tampan.

Aku tak punya kesempatan karena aku tak tampan.

Makanya kau mencemaskan itu, Thapa.

Tanyai ibumu, kau tampan atau tidak?

--NZZN-- varisnova --NZZN--

Pak, sudah kita hubungi 3 Punjab.

- Seberapa jauh mereka? - Sudah dekat, Pak.

Ambil posisi. Musuh bisa saja menipu kita.

Hubungi mereka pakai kode.

Bravo 1 ke Alfa 1.

Sambungkan ke Gomti. Ganti.

Bravo, ini Alfa. Dalam Perlindungan Gomti. Ganti.

Dia bilang, Perlindungan Gomti atau Sungai Gomti?

- Katanya, Perlindungan, Pak. - Oke.

Kabari mereka posisi kita dan suruh gabung kita.

Bravo 1 ke Alfa 1. Kemarilah. Ke titik 43.126 . Ganti.

Mereka sudah kelihatan, Pak.

- Hidup India, Pak. - Hidup India.

Disini aman.

Semuanya, duduk berbaris.

- Ada kabar? - Kabar buruk, Pak.

Pasukan Patroli 3 Punjab dan 16 Grenadiers..

..sudah menuju Kukarthang, tapi belum kembali.

Sudah 20 hari kami disini, Pak.

Kalian tak mencari pasukan kalian?

Tidak, Pak. Kami disuruh..

..tetap di posisi kami, agar tak ada lagi yang gugur.

Kami sampai ke posisi ini dengan susah payah.

Brigade tak ingin musuh menguasai posisi ini.

- Agar musuh tak menguasai banyak wilayah. - Oke.

Kami Gurkha, kesini mau bantu kalian.

- Kita akan lewat atas sana. - Jangan kesana, Pak.

Pasukan patroli yang belum kembali, lewat sana.

Kita tetap akan lewat sana.

Halo.

Halo, Simran. Dengar. Oh maaf, Bibi.

Berikan telpon ke Simran.

# Telpon Umum S.T.D (Tanpa Operator) di sektor Drass (Kargil) #

Simran. Aku senang bisa dengar suaramu.

Inilah kekasih gila.

Kami beruntung, Sayang.

Kami menemukan telpon umum di pegunungan bersalju.

Ini keajaiban. Aku bisa menelponmu di rumah.

Kenapa di rumah? Dia jarang di rumah?

Kita sudah tunangan dan akan menikah. Lalu setelah nikah?

Bicaralah, jangan malu-malu.

Biar kuberitahu.

Tempat pernikahanmu di Tololing.

Bulan madu mu di Bukit Tiger.

Itu keren, Jimmy. Lanjutkan.

Disini dingin sekali, Simran.

Namun cintamu hangatkanku melawan dinginnya ini.

Wow. Itu lirik lagu terbaru, ya?

Permisi.

Kau kenal aku?

Tak kenal. Tapi setelah mendengarmu menelpon..,

- ..aku agak mengenalmu. - Setelah dengar candaanmu..,

..kau sudah kurang ajar.

- Apa? - Ya.

Hei, kawan. Jangan bertengkar.

Aku Kapten Sanjiv Jamwal, dari 13 JAK Rifles.

Aku Kapten Anuj Nayyar, dari 17 Jat.

Ini Letnan Vikram Batra, temanku.

Sejak lahir dia suka bercanda. Semoga candaannya bisa hilang.

Abaikan candaannya.

Pak Batra, boleh bercanda asalkan tak menyakiti orang.

Maaf jika aku menyakitimu.

Maaf.

- Bagus. - Omong-omong, aku Vicky.

Aku Anuj.

- Anuj, darimana asalmu? - Delhi.

- Dan kau? - Palanpur.

- Itu tempat indah. - Wanitanya pun cantik-cantik.

- Oh ya? - Ya.

Yogendra, ayo antri menelpon.

Pak.

Kau baru menikah.

- Pasti punya bahan obrolan dengan istrimu. - Ya, Pak.

Memangnya cuma mengobrol dengan istrimu, itu cukup?

Hanya lelaki yang sudah nikah yang tahu, Pak.

Tapi kau belum nikah.

Aku tahu, saat liburan, pasukanku ingin..

..aku hadir di pernikahan mereka.

Kita berdua senasib, Pak.

- Kau siapa? - Maaf, Pak.

Aku Sanjay Kumar dari JAK Rifles.

Maaf, aku menyela pembicaraan kalian.

Aku Balwan.

Ini Yogendra dari 18 Grenadiers.

- Salam. - Salam.

Setelah nikah, Merindukan Istri..

..adalah keunikan tersendiri.

Aku harus pergi demi bertemu kekasihku.

- Dia jadi penyair. - Pak, nikahlah.

Pernikahan mengubah Buta Huruf jadi Penyair.

- Puja Dewa Krishna. - Puja Dewa Krishna, Pak.

- Kau makan apa? - Roti, Pak.

- Yogendra, semua baik-baik saja? - Ya, Pak.

- Hai teman Bengali-ku. - Ya?

- Hidup Subhash Chandra Bose. - Apa kabar, Balwan?

- Baik. - Bagus.

- Kau makan apa? - Roti.

- Hei Sachin. - Apa, Balwan?

- Hidup Shivaji Maharaj. - Hidup.

- Sudah makan? - Sedang makan. Mau minta? Ambil.

- Apa-apaan kau, Badut? - Badut?

Sudah kuminta roti Bengal, roti Maharashtra..,

..boleh kuminta roti Uttar Pradesh, kan?

Balwan, kau tak bawa makanan?

Bawa, Pak. Di tas ransel.

Bukan untuk dimakan. Tapi untuk memberi makan.

- Untuk memberi makan? - Ya.

Aku bawa peluru untuk memberi makan Pakistan, Pak.

Maksudnya, kau tak bawa makanan?

Aku bawa banyak peluru, Pak.

Pakistan sedang kelaparan peluru.

Ucapanmu bagus sekali.

Ada bekas tembakan Artileri (senjata berat, meriam).

Pasti disini tempat bertempur.

- Waspada, mungkin ada ranjau. - Waspadai ranjau.

Dia masih memegang senjata, Pak.

Meski sudah gugur..,

..tentara tetap memegang senjata.

Dia gugur beberapa hari lalu. Dia dari 16 Grenadiers, Pak.

Berarti pasukan patroli di sekitar sini.

Siapkan tandu untuk angkut mayat.

- Siapkan tandu. - Baik, Pak. - Cepat. - Baik.

Berlindung. Ambil posisi, serang.

- Aku tertembak, Pak. - Kau takkan kenapa-napa.

- Aku tertembak, Pak. - Kau akan baik saja, Thapa.

Sudah kita hubungi pasukan di belakang kita, Pak.

Suruh mereka untuk bantu kita.

Tetap di posisi kalian sampai bantuan tiba.

Hei, kalian kesini mau mengangkut mayat, kan?

Sana angkut dan kremasi mayat.

Sialan kalian.

Kalian suka main api, kan?

Kalian lah yang akan kami kremasi, sialan.

Berhenti menembak.

Sebentar lagi malam. Berlindung dibalik batu.

- Berhenti menembak. Ada pertanyaan? - Tidak, Pak.

Thapa.

Kenapa berhenti menembak, sialan?

Pasukan bantuan datang, Pak.

Bergeraklah saat bulan tertutup awan.

Tiaraplah saat bulan muncul.

- Jangan sampai musuh tahu pergerakan kita. - Baik, Pak.

Tembakkan Roket Suar.

Tembak mereka.

Tembakkan ET 456.

Puja Dewi Kali.

Inilah Gurkha.

Puja Dewi Kali.

Mungkin di depan ada ranjau, Pak.

Cepat pindah. Puja Dewi Kali.

- Puja Dewi Kali. - Inilah Gurkha.

Puja Dewi Kali.

Ayo maju, sialan.

- Bheem Bahadur, bawa pasukan ke kiri. - Baik.

Puja Dewi Kali.

Puja Dewi Kali.

Inilah Gurkha.

- Alfa ke Perlindungan Gomti. Ganti. - Tunggu.

Pak, Komandan memanggil.

- Perlindungan Gomti ke Alfa. Ganti. - Selamat, Manoj.

Ini hari istimewa, kemenangan pertama Operasi Vijay. Ganti.

- Terima kasih, Pak. Ganti. - Manoj, ada apa?

Kau tampak tak bahagia. Ganti.

Bagimu ini hari istimewa, Pak.

Tapi bagiku, ini hari aku kehilangan pasukanku.

Hari ini aku kehilangan 9 saudara Gurkha ku.

Akupun akan mengirim mayat mereka ke keluarganya.

Kuharap kau mengerti perasaanku, Pak.

Aku bertanggung jawab atas pasukanku.

Manoj, saat berperang, tentara mengabaikan perasaannya.

Ganti.

- Kau benar, Pak. - Ganti dan putuskan telpon. - Ganti.

Tapi mayat ini tetap berperasaan dan sakit hati.

# 17 Jat di Barak Pangkalan Lembah Mushkoh (Mei 1999) #

- Hidup India, Pak. - Hidup India.

# 17 Jat di Barak Pangkalan Lembah Mushkoh (Mei 1999) #

Duduklah.

Biar kupersingkat saja, kawan.

Tujuan utama kita..

..adalah merebut titik 4540.

Titik ini memotong semua jalan ke lembah Mushkoh..

..untuk menyusupkan bantuan ke Pakistan.

Tujuan akhir kita, titik 4875.

Titik ini sama pentingnya seperti Bukit Tiger.

Dari titik ini, kita bisa mengawasi sektor Drass.

Dan bisa melindungi National Highway kita.

Pokoknya kita harus merebut titik ini.

- Mayor Puniya. - Ya, Pak?

Kau dan pasukan B akan menyerang titik 4540.

- Pasukan Charlie tetap jadi cadangan. - Baik, Pak.

- Mayor Deepak Rampal. - Ya? - Kau, 3 JCOs, 7 tentara..

..dan Kapten Anuj Nayyar.

Dan kalian berdua akan memeriksa di ketinggian..

..antara 5930-4830.

Deepak, katamu, tugas kita mencari, menyerang..,

- ..dan menghancurkan musuh. - Ya, Pak.

Inilah kesempatanmu.

Brigadir Kakad sudah memberi ijin.

Anuj, kau ingin mengenal musuh, kan?

Sana, kenalkan dirimu.

Kenalkan tentara India ke musuh.

Semoga sukses, kawan.

Anuj, kau terjebak.

Seluruh hidupmu akan terganggu.

Adik iparku berteman dengan calon istrimu.

Dan kakakku berteman denganmu.

- Kau bisa apa? - Pak, entah pengganggu itu..

..akan jadi Nayyar atau Nayyar yang jadi pengganggu?

Tapi itu bagus. Jika teman jadi keluarga..,

..maka hidup akan lebih indah.

Kau benar.

Ucapanmu bijak sekali.

- Tapi Anuj. - Ya? - Hati-hati.

Semoga kau tak tinggal dengan pengganggu.

Pak, demi cinta, aku rela tinggal dengan pengganggu.

Sembunyi. Cepat.

Lihat sesuatu?

Posisi pasukan musuh, Pak.

- Mereka ada berapa? - Banyak.

- Boleh aku berpendapat? - Ya.

Lihat Pakistan kencing, aku ingin mengkencingi mereka.

Maksudnya bunuh mereka sekarang?

Ya.

Saat harus pergi, pergilah.

- Ayo pergi. - Ayo.

Sialan.

Sialan.

Cepat tolong dia.

Anuj.

Alfa, panggilan ke Alfa.

Bravo, ini Alfa. Sampaikan laporanmu. Ganti.

Pak, kami di tempat posisi musuh.

Tapi kami kehilangan 2 tentara, Pak.

- Beberapa terluka, beberapa gugur, Pak. - Sial.

Laporkan posisi kalian.

Tunggu dan jangan khawatir.

Bantuan akan datang untuk bawa tentara yang terluka dan mati.

- Ganti. - Ya, Pak.

- Akan kami periksa posisi kami. - Segera laporkan, Deepak.

Akan kutunggu. Ganti.

Oke.

- Ganti dan putuskan. - Ganti dan putuskan, Pak.

# 18 Grenadiers, Pasukan Terdepan #

Waspadalah. Sepertinya ada yang datang.

Mungkin saja musuh.

Ambil posisi.

Itu tentara kita. Tampaknya mereka bawa korban.

- Yadav. - Ya?

Teman kita dalam kondisi buruk.

Ya Tuhan.

Asisten perawat.

Beri mereka suntikan morfin.

Musuh tak kelihatan dan tak tahu kekuatan musuh.

Hanya bisa menduga posisi musuh..

..dengan membayangkan arah tembakan musuh.

Apa ini?

Tak bisa lihat musuh, tak tahu posisi musuh?

Gila.

- Darimana Peleton-mu (30-50 tentara) tadi? - 6 km dari sini.

- Oke. Ayo pergi. - Ya, Pak.

- Hidup India, Pak. - Hidup India.

Bagaimana kondisinya, Balwan?

Pak, 16 Grenadiers dalam kondisi buruk.

# 18 Grenadiers bergabung dengan 16 Grenadiers #

Kata korban, banyak tembakan Artileri (senjata berat, meriam).

Jumlah korban? Banyak?

Banyak sekali, Pak.

Tak ada bantuan Pasukan Artileri (Pasukan bersenjata berat).

- Salam, Pak. - Salam, Pak. - Salam.

- Hidup India, Pak. - Hidup India.

- Aku percaya situasinya buruk. - Ya, Pak. Situasinya serius.

- Ayo masuk. - Masuk, Pak.

Ayo bersiap menyerang Tololing, Pak.

Pak, kau dapat surat.

Pak, surat dari Nyonya Kiran. Bacalah.

Nanti saja, Hari Singh.

Aku tahu isi surat ini.

Dia pasti menulis ulang tahun pernikahan kami sebentar lagi.

Pasti dia nanya, apa aku pulang saat ulang tahun pernikahan.

Katakan, Hari Singh, harus kujawab apa?

MMG artinya..

..Mandir (Kuil), Masjid dan Gurdwara (Kuil penganut Sikh).

- Jaya. - Jaya.

Pak.

Hidup keadilan.

Semoga iblis kalah.

Semoga ada kasih sayang.

Semoga dunia damai.

- Hidup 18 Grenadiers. - Hidup.

# 18 Grenadiers menyerang Tololing (Benteng Pertahanan Barbadh) #

--NZZN-- varisnova --NZZN--

Jangan ada yang berpindah.

Sachin, tak bisa lihat apa-apa.

Dan kabutnya tebal. Bagaimana ini?

Ya, Pak. Banyak kabut.

Yogendra Singh Yadav, bagaimana ini?

Maju ke depan atau menunggu kabut hilang?

- Yang terbaik saja, Pak. - Maju pelan-pelan, Pak.

Jangan, Balwan. Kita tak bisa lihat posisi musuh.

Dan ada kabut. Sebaiknya tetap disini.

Sachin, suruh pasukan istirahat.

Oke. Pasukan, istirahat.

Pasukan.

Semuanya waspada.

Bersiap di posisi kalian.

Semuanya, bersiap di posisi.

- Sachin, aku tak bisa lihat musuh. - Aku juga, Pak.

Keluarlah, musuh sialan.

Sialan, keluar.

- Sialan. - Bunuh mereka.

Keluarlah, sialan.

Tembak mereka.

Jika kalian berani, keluarlah.

Sialan.

- Boleh aku maju, Yadav? - Tetap disitu.

Keluarlah, sialan.

Aku tak bisa lihat musuh.

- Aku harus maju kesana. - Aku ikut, Pak.

- Lindungi aku dengan menembak. - Oke, Pak.

Lindungi Balwan dengan menembak.

Aku mau kesana. Lindungi aku dengan menembak.

- Yadav, aku tak bisa lihat musuh. - Musuh bersembunyi.

Ambilkan tandu. Bawa korban menyingkir.

Butuh 8-10 orang untuk angkut korban.

Kita bisa kehilangan kekuatan. Paham?

8 orang, cepat angkut korban.

Sialan.

Bravo ke Alfa.

Ini Alfa.

- Ini Bravo. - Ini Alfa.

Aku ingin bicara dengan Komandan.

- Yogendra. - Pak.

Ini Bravo. Kami butuh bantuan Artileri.

Maaf. Kembalilah.

Tidak, Pak. Aku hampir menguasi wilayah musuh. Jangan sia-siakan.

Ini perintah. Kembalilah, Rajesh.

Maaf, Pak. Aku tak mau kembali.

- Rajesh, kembalilah. - Jika kembali sekarang..,

..kelak malah kehilangan banyak nyawa demi merebut tanah ini.

- Oke. - Ganti.

Kita akan angkut korban sebelum matahari terbit.

Besok malam, kita serang mereka lagi, Pak.

Aku setuju. Jangan kehilangan banyak nyawa.

Pasukan, berlindung. Ini perintah.

Berlindung.

Sachin, aku mau ke Benteng Pertahanan Barbadh.

Kau yang memimpin.

Lindungi aku dengan menembak.

Hidup Ibu Pertiwi India.

Hidup.

Aku mencintaimu, Kiran.

Kawan.

# 18 Grenadiers membantu ke Tololing Dipimpin Letnan Kolonel Vishwanathan #

Sebelum ke Kargil, Komandan bilang..

..'slogan Peleton kita adalah Menang atau Gugur'.

Ini saatnya kita hancurkan musuh.

Ini saatnya balas dendam demi kawan kita yang gugur..

..dan yang terluka di bukit.

- Ada pertanyaan? - Tidak, Pak.

- Tuhan Maha Kuasa. - Tuhan Maha Kuasa.

Yang mau kirim surat ke keluarga..,

..titipkan surat ke Komandan.

Ada waktu setengah jam menulis surat.

- Vishu. - Ya?

Telponlah istrimu.

Ijinkan tentara menelpon duluan.

Silakan yang ingin menelpon rumah.

Ini. Telpon ke rumahmu.

Jika aku tak kembali, kau yang merestui pernikahan putriku.

Diam. Kau yang akan merestui pernikahan putrimu.

Sama saja, Pak.

Aku menyesal tak bisa bicara dengan istri dan anakku.

Setelah kau menang, bicaralah dengan istrimu.

# 18 Grenadiers membantu ke Tololing (Hari ke-3) #

Lindungi aku.

Ayo.

- Sachin. - Pak.

Sachin, bagaimana keadaannya?

Pak, Adhikari sudah gugur.

Oh sial. Sudah kuduga.

Pasukan kita banyak yang terluka dan gugur.

Dimana Balwan?

Dia 6-12 kaki dari mayat Adhikari.

Dia ingin bawa mayat Adhikari.

Oke. Aku akan ke mayat Adhikari. Lindungi aku.

Itu berbahaya, Pak.

Sachin, itu memang berbahaya bagi siapapun.

Tapi tenang saja. Lindungi aku, oke?

Oke, Pak.

Ayo pindah.

Lindungi Vishwanathan dengan menembak.

Ayo pindah.

Pak Vishwanathan.

Balwan, dimana mayat Rajesh Adhikari?

Didepan situ, dekat Radio Portable nya, Pak.

- Kita harus angkut mayatnya. - Sulit, Pak.

Sudah 2 kali kucoba kesana. Tapi banyak tembakan.

Sial.

Aku tak peduli, Balwan.

- Ranbhir Singh, lindungi aku. - Baik, Pak.

- Aku akan ke mayatnya. - Jangan, Pak. Tetap disini.

Berhenti, Pak.

Oh sial.

Pak.

Balwan, aku tertembak.

Aku.. Oh..

Kau tertembak dimana?

Aku tertembak.

- Ambilkan tandu. - Jangan. - Bawa dia.

Jangan. Butuh 7-8 orang untuk membawaku.

Kekuatan Batalion kita bisa berkurang. Dengar.

Kau tetap menyerang musuh. Ini perintah.

Panggilan ke Alfa.

- Ini Alfa. Sampaikan laporanmu. - Vishwanathan tertembak.

- Vishwanathan tertembak. - Aku tak apa-apa, Pak.

Kita hanya ingin merebut Tololing, Pak.

Cepat pindah.

Vishu.

- Kau kenapa, Vishu? - Kenapa kau kesini, Pak?

Harusnya jangan kesini, Pak.

- Vishu, kau tak apa-apa? - Aku tak apa-apa.

- Ambilkan tandu. - Tak usah, Pak.

Butuh 8 orang membawaku. Itu malah melemahkan kekuatan kita.

Telponkan Jalaja, istriku.

- Aku ingin bicara dengan istriku. - Oke.

Terima kasih, Pak.

- Halo, Jalaja? - Ya, ini Jalaja.

- Vishu mau bicara, Jalaja. - Ya.

Vishu, ini Jalaja.

Bicaralah, Vishu.

Bicaralah, Vishu. Halo.

Kami butuh bantuan Artileri, Pak.

Kolonel Thakur, tetap di posisimu. Jangan maju.

Aku tak mau ada korban lagi.

Akan kukirim bantuan.

2 Rajputana Rifles segera kesitu. Oke?

- Terima kasih, Pak. - Ganti dan putuskan.

Ganti dan putuskan.

- Sachin. - Ya?

2 Rajputana Rifles akan kesini bantu kita.

- Artileri juga akan bantu kita. - Oke.

Kita kehilangan Vishu dan Rajesh.

- Jangan ada lagi korban. - Baik, Pak.

- Tetap di posisi kalian. - Oke, Pak.

Berhenti menembak. Jangan berpindah.

Sampai bantuan datang.

Terutama kau, Balwan. Paham?

Jangan berpindah. Oke?

Alih Bahasa: varisnova (Varis Nova Riskila) subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan Terhadap Anak dan Wanita!!!"

# 2 Rajputana Rifles, Batalion ke-2 dari Rajputana Rifles, bergabung dengan 13 JAK Rifles (Ghumri, 10 Juni 1999) #

Pak.

Jadi, 13 JAK Rifles kesini?

Istirahatlah, kawan.

Aku mengharapkan bantuanmu, Kolonel.

Kau terkenal, tak perlu perkenalkan diri.

Lagipula, di tentara terkenal kalimat begini..,

..'Jika ingin tahu, tanya saja Joe'.

..'Jika mau nanya, tanya saja Joshi'.

Kau terlalu memujiku, Pak.

Tak ada nama Joe ataupun Joshi, Pak.

- Hanya 1 nama yaitu Tololing. - Tentu, Kolonel.

Nasional Highway 1 (NH1) adalah hidup kita, Pak.

Demi menjaganya, kita harus usir musuh dari Tololing.

Sudah 4 kali, 18 Grenadiers berusaha, tapi gagal.

Makanya, Pak, biarkan mereka mendapat haknya.

Mereka tak ada waktu beradaptasi, dan tak dapat bantuan Artileri.

Mereka tak tahu kekuatan musuh.

18 Grenadiers tak punya waktu latihan, Pak.

Tapi Batalion mu punya waktu beradaptasi..

..dan dapat bantuan Artileri.

Aku paham maksudmu, Kolonel.

Tapi entah dapat bantuan Artileri atau tidak.

Entah punya waktu beradapatasi atau tidak.

Rajputana Rifles pasti akan merebut Tololing.

Kau tahu kenapa, Kolonel?

Karena 'Kalah dan Gagal'..

..tak ada dalam sejarah dan kamus Rajputana Rifles.

Semoga pasukanmu sukses, Pak.

Tapi jika pasukanmu gagal..,

..13 JAK Rifles akan ambil alih tugas ini.

Itu bukan ucapanku. Tapi perintah dari Markas Besar.

Tenang saja, Kolonel. Kita pasti menang dan sukses.

Aku percaya. Tapi ingat, Pak.

Jangan salah paham.

Kesuksesan ada harganya, Pak.

Kesuksesan bisa hilangkan nyawa. Utamakan nyawa tentara.

Karena tiap tentara yang berkorban nyawa..,

..sudah teringat dalam kenangan hidupku.

Kau terlalu berperasaan, Kolonel.

Itulah aku, Pak. Akulah Joe.

- Semoga sukses, Kolonel. - Terima kasih, Pak.

Ayo, kawan.

Apa ini? Komandan menyuruh kita beradaptasi dulu?

- Kenapa tak menyuruh bertempur atau mati? - Kenapa bahas kematian?

Pasti kau dan Nyonya Rajshree bertengkar..,

..saat menelpon.

Ya, aku menelponnya.

Dia menutup telpon saat dengar suaraku.

Tong sampahnya pasti dipenuhi surat dariku.

Dia bisa mengobati orang sakit.

Tapi tak bisa menyuapi ayahku, dan tak mau cerai.

Sudahlah, Devendra. Jangan hentikan perceraianku.

Tidak, Pak. Kau dan Nyonya Rajshree pasti bisa berdamai.

# 2 Rajputana Rifles di Barak Pangkalan Drass (sektor Kargil) #

Hei Robin, tepat sasaran.

- Pak, aku siap ke Tololing. - Oke, ayo pergi. - Baik.

# 2 Rajputana Rifles di Barak Pangkalan Drass (sektor Kargil), Tugas Adaptasi #

- Ayo duduk. - Terima kasih, Pak.

Robin, kenapa namamu Vijayant?

Ayahku bertugas di Pathankot, tempat kelahiranku.

Dia memimpin Brigade tank Vijayant.

Makanya namaku Vijayant.

- Hei, jangan terlalu formal padaku. - Tentu tidak, Tau.

Kenapa kau bisa bertemu Sheetal?

Sheetal, Tau.

Aku bertemu dan jatuh cinta padanya di Delhi.

- Cinta pada pandangan pertama? - Ya.

- Kau ingin menikahinya? - Tentu.

- Sudah minta restu orangtuanya? - Belum.

Biar Sheetal duluan yang minta restu orangtuanya.

Lalu aku akan mudah minta restu orangtuanya.

Kau bisa saja, Robin.

Tau, saat kau memanggilku Robin, aku merasa seperti di rumah..

- ..bersama ibuku. - Sebelum pergi, kau bertemu ibumu?

Ya, kami bertemu dan..

..hampir tak bertemu.

Ibu darimana saja? Kereta akan berangkat.

Kami beli Cemilan kesukaanmu.

Terima kasih, Ibu.

Terima kasih, Ayah.

- Robin, buat Ayah bangga. - Ya, Ayah. Aku janji.

- Tuhan memberkatimu. - Terima kasih, Ayah.

- Nak, jaga dirimu. - Tenang saja, Ibu.

Jaga diri Ibu.

- Kereta mau berangkat. - Tuhan memberkatimu. Hati-hati, Robin.

Daa, Robin.

- Daa. - Daa, Ibu. Daa, Ayah.

Entah sampai kapan mereka menungguku.

Kayaknya..,

..harus kulupakan semuanya.

Ayo.

Hei, Robin. Jangan dibawa perasaan. Itulah kehidupan, oke?

Oke, Tau.

Tau, kau sudah tahu kisahku.

Tapi kau belum ceritakan kisahmu.

- Kenapa kau bisa bertemu istrimu? - Sialan.

Ayo ceritakan.

Aku naik kereta dari Madras ke Hyderabad.

Dia duduk di depanku. Aku menatapnya.

Dia biasa saja seperti gadis pada umumnya.

Dia sedang merajut sweater.

Lalu dia melirikku.

Lalu.

Lalu aku jatuh cinta padanya.

Menakjubkan, Tau. Cinta memang menakjubkan.

- Lalu? - Setahun kemudian kami menikah.

Lalu kami akan segera punya anak.

Aku tahu istrimu sedang hamil.

Surat untuk istrimu berisi ayat kitab Geeta.

Jadi, itu doa untuk bayi di kandungannya.

- Tapi kau belum cerita. - Apalagi?

Itu loh, Mantra PELET saat ungkapkan cintamu.

'Aku Mencintaimu'.

Dalam bahasa Hindi atau bahasa Jawa?

Bahasa Jawa.

- Aku Tresno Marang Sliramu. - Aku Tresno Marang Sliramu.

# 2 Rajputana Rifles bergabung dengan 18 Grenadiers #

Pak.

Lihat ini, Kolonel Ravindran.

Situasi ini buruk sekali.

Pasukan bantuan di posisi ini.

Dan musuh di posisi ini.

Tentara kita sudah mendekati posisi ini.

Banyak korban luka dan gugur.

Di posisi ini sangat curam.

Sebaiknya kita harus kesini, Pak.

- Bagaimana menurutmu, Acharya? - Itu benar, Pak.

Tak ada pilihan lain.

Kau beruntung, Ravindran. Kau dapat bantuan Artileri.

- Aku meminta Artileri, Pak. - Aku juga meminta.

Terima kasih, Pak. Ganti dan putuskan.

Jadi, kita berpindah tanggal 12.

Senjata Artileri dan Bofors (Meriam anti pesawat) menempati posisinya.

Begini rencananya. Jam 16:45, dibuka dengan tembakan 120 senjata.

- Itu waktunya kita menyerang. - Oke.

- Kau memimpin Pasukan C, Vivek. - Baik.

- Nama kode pasukanmu, Cobra. - Ya, Pak.

- Kau memimpin Pasukan D, Mohit. - Baik.

Nama kode pasukanmu, Arjun.

Kau memimpin Peleton, Nimo.

- Nama kodenya, Bhim. - Baik, Pak.

Kita serang dari 3 sisi.

Rajputana Rifles siap ke Tololing.

# Artileri India siap menyerang #

- Jaya Raja Rama. - Jaya.

# 2 Rajputana Rifles menyerang ke Puncak Tololing (13 Juni 1999) #

Tentara India menyerang. Tembakkan Artileri.

- Jaya Raja Rama. - Jaya.

Pak.

Sialan kalian.

Pak.

Entah mereka muncul darimana.

- Kenapa bisa tertembak, Pak? - Rajshree bukan pengkhianat.

Hidup lah yang mengkhianatiku.

- Jaya Raja Rama. - Jaya.

Biar kubawa mayat Adhikari. Lindungi aku dengan menembak.

Pak, majulah. Kami akan melindungimu dengan menembak.

Menang atau Gugur.

Lindungi aku dengan menembak.

# 2 Rajputana Rifles menyerang ke bukit (28 Juni 1999) #

- Jaya Raja Rama. - Jaya.

- Jaya Raja Rama. - Jaya.

Aku mau ke Benteng Pertahanan. Robin, lindungi aku.

Berhenti, Tau.

Jangan maju, Tau. Di depan ada ranjau.

Tau.

Tau.

- Robin. - Tau.

Robin, pergilah ke Benteng Pertahanan.

- Hancurkan Benteng Pertahanan musuh. - Tau, kau tak apa-apa?

Charu.

Charu.

Tau.

Tau. Sudah ku..

Sudah kuhancurkan Benteng Pertahanan musuh, Tau.

Ibu.

Ayah.

'Teruntuk ayah, ibu, teman dan nenek.'

'Saat kalian baca surat ini, aku menatap kalian dari langit.'

'Aku tak menyesal. Jika aku reinkarnasi jadi manusia lagi.'

'Aku akan jadi tentara, berjuang demi negara.'

'Jika berkesempatan, besok kalian lihatlah..'

'..tentara India berjuang demi kalian.'

'Semoga kalian sukses. Dari Robin.'

Ini Kolonel Ravindran. Ganti.

Tersambung, Kolonel Ravi. Ganti.

Pak, 2 Rajputana Rifles sedang di Puncak Tololing.

Kita menang di Tololing, Pak.

Bendera kita berkibar di Tololing, Pak. Ganti.

Selamat, Kolonel Ravi. Batalion mu bertugas dengan baik.

Terima kasih, Pak. Ganti.

Ada apa, Kolonel Ravi? Kau tampak tak bahagia.

Buat apa bahagia, Pak? Tentara kita banyak yang gugur. Ganti.

Ada berapa korban, Kolonel Ravi?

Mayor Vivek Gupta, Mayor Acharya, Kapten Nimo..,

..dan Kapten Vijayant Thapar.

Merekalah yang mempersembahkan kemenangan Tololing.

Hampir mustahil menang, Pak.

Tapi mereka memenangkan Tololing demi kita, Pak.

Kolonel Ravi, inilah akibat dari perang.

Kau dan pasukanmu sudah bertugas dengan baik.

Inilah akibat memenangkan Tololing.

- Ganti dan putuskan. - Ganti dan putuskan, Pak.

# 13 JAK Rifles di Barak Pangkalan Administrasi (Ghumri) #

Pasukan, tiarap.

Tiarap.

Semuanya, tiarap. Cepat bawa truk kemari.

Jangan ada yang berpindah.

Cepat-cepat.

Cepat masuk ke truk.

Ya, Pak.

Turunkan tandunya.

Tembakkan 32425.

--NZZN-- varisnova --NZZN--

Pasukan, angkat tandu. Bawa ke helikopter.

Hidup India, Pak.

- Barak Pangkalan sudah siap, Pak. - Bagus. Ayo. - Ya.

- Salam, Pak. - Salam. - Salam, Pak. - Salam.

Duduklah, pasukan.

Pasukan, ada kabar baik. Akan ada tindakan.

Tindakan balas dendam musuh.

Tugas pertama kita yaitu Rocky Knob.

Makanya kita ditugaskan menguasai Rocky Knob..

..dan tahu kekuatan musuh.

- Bhaskar, kau memimpin pasukan Alfa. - Baik.

Maaf, aku lupa memberikan kode.

- Bhaskar, kodemu Khalifa. - Baik.

- Vikas Bohra, kodemu Napoleon. - Baik.

- Ajay Jasrotiya, kodemu Ebrahim. - Baik.

- Sanjiv Jamwal, kodemu Sangram. - Baik.

- Vikram Batra, kodemu Shershah. - Baik.

- Dokter Rajesh, kodemu Chalak. - Baik.

Dan kodeku Chanakya.

- Khalifa, kau memimpin pasukan Alfa. - Baik, Pak.

- Napoleon, kau memimpin pasukan Charlie. - Baik.

Sangram dan Shershah tetap memimpin Bravo dan Delta di Medan Tempur..,

- ..membantu Alfa dan Charlie. - Baik.

Aku segera kembali membawa rudal. Ada pertanyaan?

Tidak, Pak.

- Salam, Pak. - Salam.

- Semua baik-baik saja, kan? - Ya, Pak.

- Salam, Pak. - Salam.

- Halo, Pak. - Hai, Vicky.

Kemari, Vicky.

Ayo pergi, kawan.

Sebelum pergi, duduk dulu, Jassi.

Entah kapan bisa duduk bersama lagi.

Mungkin takkan bisa duduk bersama lagi.

Kenapa bicara begitu, Jimmy? Biasanya kau tak bicara begitu.

Lupakan soal itu. Kita akan merayakan bersama.

Benar. Akan ada perayaan.

Perayaan pertama, kemenangan kita. Perayaan kedua..,

..siapa nama kekasihmu? Oh iya. Twinkle..

..akan menikah dengan Vikram Batra.

Sebelum upacara pernikahan, aku mau menari.

Dan kita akan minum bir.

Kita akan bersulang demi Pak Batra dan Nyonya Batra.

- Bersulang. - Hebat.

Gampang sekali kalian bicara begitu padaku.

- Siapa nama kekasihmu? - Sudahlah, Vicky.

Namanya Vandana, kan?

Jangan bahas nama kekasihnya. Bahas intinya.

Akupun akan menari di pernikahannya.

- Pak, kau mau datang di pernikahanku? - Datang dong.

- Rombongan pengantinmu berangkat dari desaku. - Terima kasih.

Oke-oke. Kita berdua akan menikah, menari..,

..minum bir dan mabuk bersama..,

- ..lalu kau bagaimana, Pak? - Seperti biasanya.

- Bersukaria di pernikahan orang. - Kau mau bawa pelacur?

Jangan bikin onar.

- Minta maaflah, Pak. - Oke. Aku akan minta maaf..,

..tapi setelah mabuk.

- Salam, Pak. - Duduk.

Ada apa, Sanjay? Tak biasanya kau sedih begini.

Aku belum pernah ke wilayah ini, Pak.

- Ini surat dari keluargaku. - Oh ya? Isinya tentang apa?

Ceritanya panjang, Pak.

Intinya aku yang menafkahi keluargaku.

- Lalu? - Tidak, Pak.

Keluargaku cemas karena tiap hari ada berita dari Kargil.

Mereka pasti mencemaskan masa depan keluarga..

..jika aku kenapa-napa.

Kawan, pernah dengar pepatah begini?

'Jika tak punya gigi, kau akan dapat susu'.

'Dan jika punya gigi, kau akan dapat roti'.

Sanjay, tenang saja.

Kita pasti pulang. Lalu kita akan menafkahi..

- ..40 keluarga. - Aku bahagia bersama keluargaku.

Oke. Kau menafkahi 1 keluarga. Biar ku nafkahi 40 keluarga.

Kau mau menafkahi 40 keluarga, Pak?

Memangnya sudah menafkahi berapa keluarga?

Hei, Rifleman (Pasukan Senapan) Sanjay Kumar..,

..kau sedang bicara dengan perwira. Jaga ucapanmu.

# 13 JAK Rifles di Medan Tempur #

--NZZN-- varisnova --NZZN--

- Hentikan tembakan. Kita akan kedepan. - Baik, Pak.

Banyak tembakan meriam. Pasti semua Batalion menyerang.

Sudah kita musnahkan pasukan patroli mereka.

Kini semua tentara India, menyerang kita.

- Puja Dewi Durga. - Puja.

- Puja Dewi Durga. - Puja.

- Puja Dewi Durga. - Puja.

Oh Sial. Kishan.

Bangun, Kishan.

Ajay.

Ajay. Sial.

Tak apa. Ini cuma peluru.

Ini sakit sekali, dokter. Aku belum mau mati. Selamatkan aku.

- Jangan bicara. - Aku belum mau mati.

- Selamatkan aku. - Ajay.

Dokter, aku tak mau mati seperti ini.

Kau akan baik-baik saja, Ajay. Tenanglah, aku bersamamu.

Aku bersamamu, Ajay.

Ajay.

Ajay.

Mau menembak, ya? Sialan.

Khalifa ke Chanakya. Jawablah.

Ini Chanakya. Sampaikan laporanmu. Ganti.

Pak, kami menduduki Rocky Knob.

Rocky Knob sudah kami kuasai.

Tapi ada kabar buruk.

Beberapa tentara kita gugur. Mayor Ajay Jasrotiya gugur.

Ajay gugur, Pak. Ganti dan putuskan.

Ya, akupun menatap kursi kosong itu.

Kematian Ajay Jasrotiya takkan sia-sia.

- Sangram, Shershah. - Ya, Pak.

Kalian sahabat Ajay, kan?

Jadi kalian harus buktikan..,

..meski sahabat mati, persahabatan jangan mati.

Buktikan dengan merebut titik 5140, tempat musuh kabur.

- Shershah. - Ya, Pak.

Kau memimpin Pasukan D.

- Sangram. - Ya, Pak.

Kau memimpin Pasukan B.

Tugas kalian, merebut titik 5140.

Aku yakin, kalian pasti akan menang.

Aku ingin kalian disana memakai Sinyal Kemenangan.

Apa sinyalmu?

Pak, sinyalku, 'Oh ya ya'.

- Apa maksud sinyalmu? - Itu sinyal pasukanku..

..saat di Akademi Militer.

- Apa sinyalmu, Shershah? - 'Yeh Dil Maange More' (Hati ingin lagi).

Ya Tuhan. Vikram, sudahlah.

- Kita akan menyerang 5140. - Kita akan merebut 5140.

Kita ini tentara. Inilah tugas kita.

Tapi India harus buktikan..

..bahwa tentara India tak hanya bisa bertempur saja.

Tapi juga bisa memenangkan kejuaraan olahraga.

Kejuaraan Basket Nasional tahun ini..,

..Angkatan Darat mengandalkanmu, kan?

Ya, Mehar Singh. Kau pemain basket terbaik dalam tim.

Aku akan berusaha. Jika Dewi Durga menghendaki..,

..tim kita pasti menang.

- Puja Dewi Durga. - Puja.

- Puja Dewi Durga. - Puja.

Serang.

- Puja Dewi Durga. - Puja.

Mehar Singh.

Mehar Singh.

Bantu aku berdiri, Sanjay.

Kau akan baik-baik saja.

Panggilkan dokter.

Panggilkan Dokter Rajesh.

Bawa dia ke Dokter Rajesh.

Sialan.

Terima ini, sialan.

Sangram ke Chanakya. Ada apa? Ganti.

Ini Chanakya. Ganti.

Chanakya, 'oh ya ya'. Misi sukses.

Kerja bagus. Selamat.

Tembak.

- Puja Dewi Durga. - Puja.

Kenapa Vikram Batra belum mengabarkan Sinyal Kemenangan?

Ayolah.

- Ini Shershah, Chanakya. - Ini Chanakya, Shershah. Ganti.

Chanakya, 'Yeh Dil Maange More' (Hati ingin lagi).

Chanakya, ku ulangi. 'Yeh Dil Maange More'.

- Ada Korban? - Kabar baik, tak ada korban.

Shershah memutuskan telpon.

Kita menang.

- Puja Dewi Durga. - Puja.

Semoga kelak selalu menang, Vicky.

Terima kasih, Pak.

Selamat, Pak.

- Selamat, Pak. - Selamat, Pak.

Selamat, Pak. Kau berhasil merebut 5140..

..dan naik pangkat dari Letnan jadi Kapten.

Jika kau selalu sukses, kau akan segera jadi Jendral.

Terima kasih, Sanjay Kumar.

Tapi ingat, jika kau jadi Jendral dan naik mobil..,

..jangan lupakan tentara sederhana yang berjalan kaki.

Sanjay.

Kenapa hanya Jendral? 'Yeh Dil Maange More' (Hati ingin lagi).

Oke, Pak. Kepala Angkatan Darat?

Jangan. 'Yeh Dil Maange More' (Hati ingin lagi).

- Ada pangkat yang lebih tinggi, Pak? - Ada.

Yaitu Persahabatan.

Sanjay, tak peduli seberapa tinggi pangkat ku..,

..tapi jangan lupakan persahabatan kita.

- Janjilah. - Janji, Pak.

- Bagus. - Takkan kulupakan persahabatan.

Kolonel Thakur, ada tugas untuk 18 Grenadiers.

Kuperintahkan Batalion mu merebut Bukit Tiger. Laksanakan.

- Terima kasih, Pak. - Ganti dan putuskan.

Ganti dan putuskan.

Kita ditugaskan untuk merebut Bukit Tiger.

18 Grenadiers diberi tanggung jawab merebut Bukit Tiger.

Kalian bisa diandalkan?

Kami janji akan merebut Bukit Tiger, Pak.

Kami bisa diandalkan, Pak.

Kami janji, Pak. Kami rela mati demi kibarkan..

- ..bendera India di Bukit Tiger. - Kenapa harus kita yang mati?

Kitalah yang akan bunuh musuh demi merebut Bukit Tiger.

- 18 Grenadiers, Tuhan Maha Kuasa. - Tuhan Maha Kuasa.

- Salam, Pak. - Salam.

Dengan menembak mereka. Begitulah.

Selamat datang.

Kapten Shashi Bhushan Dindayal mau melaporkan, Pak.

Mayor Deepak.

- Senang bertemu denganmu, Kapten - Senang bertemu denganmu, Pak.

Sudah kutunggu kedatanganmu.

- Artileri siap? - Ya, Pak. Artileri siap.

Kami menunggu perintahmu.

Saat kalian siap menyerang Pimple Complex..,

..senjata Artileri kami, siap membantu.

Bagus. Ngomong-ngomong, ini Kapten Anuj.

- Selamat datang, Kapten. - Janghu.

- Mayor Ritesh. - Senang bertemu denganmu, Pak.

Duduklah. Kau pasti lelah setelah 4 jam perjalanan.

Terima kasih, Pak.

Kawan, dia ini Perwira Pengawas Terdepan.

Dia akan bantu menembakan Artileri ke musuh.

Kata Napoleon..,

..'Tuhan bersama orang yang dapat ajaran agama.'

Selain ada Kapten Shashi Bhushan, kita punya Bofors (Meriam anti pesawat).

Terima kasih, Pak.

Kita pasti menang. Ya, kan, Kapten?

Kau benar, Pak. Bofors itu senjata terbaik.

Dengan atau tanpa kontroversi, Bofors akan membuat kita menang.

Kita pasti menang, kawan.

Kau dapat pengalaman berharga, Yadav.

- Berapa umur putramu? - 8 tahun.

- Sudah berapa tahun kau menikah? - 10 tahun.

Saat sedang hadapi peluru..,

..siapa yang kau pikirkan? Keluargamu, kan?

Ya, Yadav. Saat sekarat hampir mati..,

..kau akan berpikir 'Hidup itu berharga'.

Kau memikirkan hidupmu atau istrimu?

Dia menyuruhku untuk tak memikirkannya.

Kubilang padanya, 'Aku takkan melupakanmu'.

Saat belum pernah melupakanmu, mana bisa aku tak memikirkanmu?

Kau butuh senapan besar untuk bunuh harimau?

Ini bukan senapan. Ini tank Bofors (Meriam anti pesawat).

Main kahin bhi rahoon "Kemanapun kupergi"

Har kadam har ghadi "Tiap langkah, tiap saat"

Main kahin bhi rahoon "Kemanapun kupergi"

Har kadam har ghadi "Tiap langkah, tiap saat"

Mere dil mein basi teri yaad hai "Kenanganmu menghuni hatiku"

Meri aankhon ki duniya hai sooni padi "Dunia di mataku, hampa"

Meri aankhon ki duniya hai sooni padi "Dunia di mataku, hampa"

Dil ki duniya magar tujhse aabaad hai "Namun karenamu, dunia hatiku, damai"

Main kahin bhi rahoon "Kemanapun kupergi"

Har kadam har ghadi "Tiap langkah, tiap saat"

Alih Bahasa: varisnova (Varis Nova Riskila) subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan Terhadap Anak dan Wanita!!!"

Kaise bhoole bichadne ka woh pal mujhe "Mana bisa melupakanmu saat berjauhan?"

Ab bhi kar deta hai jaise pagal mujhe "Berjauhan tetap membuatku gila"

Mujhse aansun chupake woh jaana tera "Kau sembunyikan air matamu"

Dekhne phir woh khidki pe aana tera "Kau menatapku dari jendela"

Mujhe tera woh hasna aur khilkhilana "Senyummu, tawamu..,"

Yaad aata hai "..itu yang kurindukan"

Palat ke dekhna "Saat kau menatapku.."

Aur muskurana "..dan tersenyum..,"

Yaad aata hai,, "..itu yang kurindukan"

Main kahin bhi rahoon "Kemanapun kupergi"

Har kadam har ghadi "Tiap langkah, tiap saat"

Mere dil mein basi teri yaad hai "Kenanganmu menghuni hatiku"

Main kahin bhi rahoon "Kemanapun kupergi"

Har kadam har ghadi "Tiap langkah, tiap saat"

Rabba ve rabba rabba,,,, " Oh Tuhan"

Lehlahate huye kheton ka woh samma "Suasana di padang rumput"

Raah takna mera tera aana wahan "Kau datang dan menungguku"

Tera sharmana "Kau tersipu malu.."

Paas aate huye "..saat kita berdekatan"

Door charwahe bansi bajate huye,, "Dari jauh, pengembala meniup seruling"

Yaad hai mujhko teri woh betaabiyan "Aku ingat kerisauan mu"

Koi aaye toh ho tujhko mera gumaan "Tiap orang datang, kau kira itu aku"

Main kahin bhi rahoon "Kemanapun kupergi"

Har kadam har ghadi "Tiap langkah, tiap saat"

Mere dil mein basi teri yaad hai "Kenanganmu menghuni hatiku"

Main kahin bhi rahoon "Kemanapun kupergi"

Har kadam har ghadi "Tiap langkah, tiap saat"

Is angoothi mein "Di cincin ini.."

Jhilmilati hai "..berkilauan"

Is angoothi mein "Di cincin ini.."

Jhilmilati hai "..berkilauan"

Teri yaadon ki ik kiran aise "Berkilauan kenanganmu"

Baithi phoolon ki sajeeli doli mein "Kau duduk di tandu berhias bunga"

Muskuraye koi dulhan jaise "Senyummu laksana pengantin baru"

Jahan bas raj hai tera "Rumah nyaman mu"

Woh aangan yaad aata hai "Aku rindu rumah itu"

Wahan ghutno joh chalta hai "Aku belajar merangkak, berjalan.."

Woh bachpan yaad aata hai "..saat bayi, aku ingat itu"

Main kahin bhi rahoon "Kemanapun kupergi"

Har kadam har ghadi "Tiap langkah, tiap saat"

Mere dil mein basi teri yaad hai "Kenanganmu menghuni hatiku"

Main kahin bhi rahoon "Kemanapun kupergi"

Har kadam har ghadi "Tiap langkah, tiap saat"

Mere dil mein basi teri yaad hai "Kenanganmu menghuni hatiku"

Main kahin bhi rahoon "Kemanapun kupergi"

Har kadam har ghadi "Tiap langkah, tiap saat"

Tera woh daudke aana,, "Kau lari menghampiriku"

Woh milna yaad aata hai "Aku ingat pertemuan kita"

Tere khamosh honthon ka "Saat bibirmu bungkam..,"

Woh hilna yaad aata hai "..aku ingat itu"

Main kahin bhi rahoon "Kemanapun kupergi"

Har kadam har ghadi "Tiap langkah, tiap saat"

Mere dil mein basi teri yaad hai "Kenanganmu menghuni hatiku"

Meri aankhon ki duniya hai sooni padi,, "Dunia di mataku, hampa"

Dil ki duniya magar tujhse aabaad hai "Namun karenamu, dunia hatiku, damai"

Main kahin bhi rahoon "Kemanapun kupergi"

Har kadam har ghadi "Tiap langkah, tiap saat"

- Baiklah, kawan. - Ya, Pak. - Ini rencana serangan terakhir.

17 Jat menyerang 3 Pimple.

13 JAK menyerang 4875.

1/11 Gurkha menyerang Khallubar.

18 Grenadiers menyerang Bukit Tiger.

Semoga kita menang.

Semoga kebenaran menang.

Tentara 11 Gurkha Rifles..,

..JCOs (Tentara Junior) dan tentara pemberani.

Tiap tentara sehebat Batalionnya.

Keberanian kalian dan Letnan Manoj Pandey..

..saat menang di Kukarthang, membuatku bangga.

Aku berterima kasih pada kalian.

Ini saatnya bertugas demi kebanggaan Batalion kita.

Kita ditugaskan menyerang Khallubar.

Disana 22 Grenadiers sedang terjebak.

Jika kita tak segera kesana, mereka bisa kehilangan nyawa.

Kita akan ke Khallubar saat matahari terbenam.

- Ada pertanyaan? - Tidak, Pak.

Biar kujelaskan rencana serangan ini.

Pertama, kita menyebrang sungai ini.

Pasukan India menyebrang sungai.

Ayo tembakkan Artileri.

Tembakkan Artileri.

Istirahat disini sebentar sebelum lanjut perjalanan.

Istirahatlah.

Ambilkan air.

Lepaskan aku.

Lepaskan aku.

Bheem Bahadur, ada apa ini?

- Dia mau menembak diri sendiri, Pak. - Kenapa?

Tentara yang gugur, hanyut di sungai tadi..,

- ..adalah suami adiknya, Pak. - Lepaskan aku.

Biarkan aku mati. Aku ingin mati.

- Dengar. - Ya, Pak.

Aku mengerti kesedihanmu, tapi kau itu Gurkha pemberani.

Membunuhlah sebelum kau mati. Balas kematian adik iparmu.

Bunuhlah musuh yang membuat adikmu jadi janda.

Pegang senjatamu, tembak musuh. Jangan tembak diri sendiri.

Ada pertanyaan?

- Ada pertanyaan? - Tidak, Pak.

- Ada pertanyaan? - Tidak, Pak.

Semangatlah.

- Manoj. - Ya, Pak?

- Masalah dia sudah beres? - Sudah, Pak.

- Kau menangani situasi dengan baik. - Terima kasih, Pak.

Kau bijaksana memotivasi tentara untuk melawan musuh.

- Kau luar biasa. - Jangan memujiku, Pak.

Bicaramu berlogat Punjabi. Tapi bukan orang Punjabi, kan?

- Bukan. Tapi aku menantu orang Punjabi. - Oke, Pak.

- Istrimu orang Punjabi? - Ya.

2 putriku bisa bahasa Punjabi.

Kau pasti merindukan mereka.

- Duduklah, Manoj. - Terima kasih, Pak.

Siapa lagi yang kurindukan di situasi begini, Manoj?

Tuhan atau keluarga.

Siapa yang kau rindukan, Manoj?

Ibuku, Pak. Tapi kini, aku hanya memikirkan Khallubar.

Kita harus menang di Khallubar, Pak.

Kau sangat ingin menang, Manoj. Pertama, kau menang di Kukarthang.

Lalu Jubbar. Kini kau ingin menang di Khallubar.

Kau benar, Pak. Aku sangat ingin menang.

Jika kita kalah?

Kemenangan itu pantas diinginkan dan dirasakan.

- Bagus. - Terima kasih, Pak.

- Pak, boleh aku masuk? - Masuk, Anuj.

- Pak, tolong bantu aku. - Oke.

Apa ini?

Cincin dari tunanganku. Tolong jaga cincin ini.

Jika aku tak kembali, kembalikan cincin ke tunanganku.

Maksudmu apa? Jangan bilang begitu.

Kau pasti kembali. Dan kau pasti menang.

Jika sudah kehendak Tuhan, pasti menang, Pak.

Tapi jagalah cincin ini.

Aku tak mau mati dengan menahan cinta yang belum terpenuhi.

- Halo, apa ini Anuj? - Memangnya siapa lagi?

Aku bangga padamu, Anuj.

Kau dan Batalion mu membuat negara bangga.

Ya, aku tahu. Kami memenangkan titik 4540.

Kau mau pulang sekarang, kan?

Aku akan pulang setelah merebut titik 4875.

Kapan titik-titik itu akan berakhir?

- Dengar. - Ya?

Jika aku tak kembali..,

- ..carilah lelaki lain. - Jangan beromong kosong.

Tenang saja, Simran.

Berpikirlah yang nyata. Ini perang.

Semua bisa terjadi.

Kau pakai cincin tunangan, kan?

Ya.

Cincin itu bisa melindungimu.

Dan cincin itu akan membuat kita menikah.

Oke, Sayang. Sesuai keinginanmu.

Halo.

Ini aneh. Tiba-tiba si cerewet jadi pendiam.

- Katakanlah. - Katakan apa?

Entah. Katakan, sampai jumpa.

Atau katakan 'Sampai Jumpa' dalam bahasa Punjabi.

Saat 2 hati saling mengobrol..,

..bibir harus diam.

Wow. Kau jadi puitis.

Kenangan kehidupan yang menciptakan puisi.

Anuj, kita mau berangkat.

Baiklah.

Dengar.

Kau punya kebiasaan buruk.

Saat pergi, kau tak pernah menengok.

Kali ini, menengoklah.

Atau, aku akan disini selamanya.

Baik, aku akan menengok. Tapi aku punya permintaan.

Jika aku kenapa-napa..,

..kau jangan menengok masa lalu.

Kau harus menatap masa depan.

Kau belum memahamiku.

Letnan Anuj Nayyar.

Orang mudah melupakan masa lalu. Tapi tidak dengan Simran.

Aku mencintaimu.

--NZZN-- varisnova --NZZN--

Hema.

Pasti telpon dari Manoj.

Halo.

Halo, Ibu. Ini Manoj.

Manoj, ini memang kau?

Ibu senang sekali, Manoj.

Sudah kuduga Ibu yang angkat telpon.

Manoj, entah bagaimana Ibu menjelaskan padamu?

10 hari lalu, mereka memberi kita telpon.

Kata mereka, 'tentara kita adalah tentara hebat.'

'Keluarga tentara harus punya telpon'.

Setelah seminggu, mereka menelpon Ibu.

Mereka meminta manisan.

Ibu janji akan hidangkan mereka manisan..

..saat nanti putra Ibu pulang.

Tapi karena hari ini kau menelpon..,

..Ibu pasti akan menghidangkan mereka manisan.

Ibu akan mengundang mereka.

Sudahlah, Ibu. Belum kutelpon mereka.

Bagaimana kabar Ibu?

Ibu baik, Manoj. Apa kabarmu?

Apa daya Ibu?

Akhir-akhir ini, koran dan TV sudah mengganggu Ibu.

Katanya ada pertumpahan darah di tempatmu kini.

Apa itu benar? Tentara kita banyak yang gugur?

Kenapa Ibu bicara begitu?

Koran dan TV cuma ingin menakuti orang demi uang.

Disini tak seperti itu. Kami baik-baik saja.

Hei, suara apa itu?

Ini musim hujan. Banyak guntur.

Berikan telpon ke ayah.

Ayahmu sedang di ruang baca.

Dia baca koran, mencari tahu kabarmu dan Batalion mu.

Nanti saja telpon ayahmu.

Nanti kutelpon, Ibu. Tapi mungkin ini Telpon Terakhirku.

Telpon Terakhir?

Kenapa bilang Telpon Terakhir?

Maksudku, telpon ini pakai baterai.

Baterainya bisa habis.

Oh, Ibu paham.

Sebentar. Bicaralah dengan Hema.

Hema? Sedang apa Hema disitu?

Nak, dia gadis baik. Seharian dia membantu Ibu.

Dia duduk sendiri di kamarmu, kadang bersama kami.

Ini, bicaralah dengannya.

Halo. Apa kabar?

Hema.

Ya?

Tolong jaga ibuku.

Pasti. Jaga dirimu.

Halo.

Halo.

Sudah siap pergi? Sudah kemas semua barangmu?

Sikat gigi, sisir, alat cukur..,

..celana, baju, sweater?

Jaga barang bawaanmu sampai pulang nanti.

Jangan sampai ada yang hilang.

Jangan bertindak berlebihan di salju sana.

Jika kedinginan, jangan bertindak berlebihan.

Disana tak ada ibumu ataupun Hema.

Takkan ada yang nanya kabarmu. Mau kirim surat, kan?

Jika tak kirim surat, tak apa-apa.

Suratmu adalah dinginnya es.

Cukup. Hentikan sandiwaramu.

Aku akan pergi. Kau jangan ke Pangkalan.

Kenapa?

Karena aku tahu maksud hatimu.

Jika kesana, kau akan menangis di depan semuanya..

..dan aku tak suka itu.

Memangnya aku menangis saat kau pergi?

Kau pikir kau siapa?

- Mitthu. - Vicky.

Ya, aku tahu, itu namaku. Mau bilang apa?

- Tahu tidak, kemarin aku melihatmu? - Dimana?

Di TV.

Siapa nama wartawan itu? Barkha.. Barkha Dutt.

Kau bicara dengannya, kan?

Ya, setelah memenangkan titik 5140, kami kembali.

Ya, semua orang tampak bahagia, terutama Barkha.

Kayaknya Barkha yang mau nikah denganmu, bukan aku.

Mitthu, aku selalu gila memikirkanmu.

Tapi hari ini kau yang gila.

Ya, aku gila.

Tapi kau tampak tak bahagia.

Tentu saja aku bahagia.

Tidak. Kau tak bisa membohongi Mitthu. Jangan cemas, Vicky.

Kau benar. Dalam perang, kemenangan ada harganya.

Aku baru kehilangan sahabatku. Mayor Jasrotiya.

Tentara Batalion kami, banyak yang gugur.

Aku turut berduka cita, Vicky.

Itulah bagian dari perang.

Tapi dia baik hati.

Dia janji ingin hadir dan menari di pernikahan kita.

Andai aku bisa terbang kesitu, berbagi kesedihan denganmu.

Kau selalu bersamaku, Mitthu.

Kau mau cuti, kan?

Aku sudah minta ijin, bukan untuk cuti.

- Tapi untuk berangkat ke titik 4.875. - Apa? Kau gila?

'Yeh Dil Maange More' (Hati ingin lagi).

Sudahlah. Memangnya kau mengerti penderitaanku?

Tenang saja. Aku pasti kembali.

Jika aku tak kembali..,

..kau janji jangan menengok masa lalu.

Vicky, kau tak pernah berubah.

Kau membuatku tertawa, lalu langsung membuatku menangis.

Inilah kehidupan, Mitthu.

Hei ahli filsafat. Aku tak ingin dengar ceramah.

Aku hanya ingin Vicky, vicky, Vicky.

Oke.

- Mitthu, aku mencintaimu. - Jaga dirimu.

Jangan bertindak berlebihan. Seringlah menelponku.

Jaga dirimu.

Baiklah, ganti dan putuskan.

Vicky. Dengar.

Aku mencemaskanmu, takut kehilanganmu.

Vicky, karena kau akan pergi, kau terlalu cemas.

Aku akan selalu bersamamu.

Setelah kita nikah, aku tak mau tertekan.

Tapi kau tahu, kan, orangtuaku tak setuju.

Kau memikirkan apa?

Ada satu cara.

Sekarang kau milikku.

Meski tak melakukan ini, aku tetap milikmu selamanya.

Selamat tinggal.

Pyaar bharaa geet koi "Lagu cinta ini"

Dekho piyaa tumko gaanaa hi hogaa "Nyanyikanlah untukku, Kasih"

Samjhaa karo "Mengertilah"

Mushkil meri "Kesulitanku"

Chaahoon na chaahoon "Entah kuinginkan atau tidak"

Mujhko jaanaa hi hogaa "Namun aku harus pergi"

Piyaa mere tan man "Kasih, jiwa ragaku"

Mere pyaar ke bandhan "Dan ikatan cinta kita"

Do pal tumhein rokte hain "Memintamu tinggal sejenak"

Koi jaataa ho to "Saat seseorang mau pergi"

Pichhe se usko aise nahin tokte hain "Jangan hentikan orang itu"

Sautan meri kyaa hai koi "Adakah gadis lain?"

Jaldi hai kyun samjhaanaa hi hogaa "Kenapa buru-buru pergi?"

Pyaar bharaa geet koi "Lagu cinta ini"

Dekho piyaa tumko gaanaa hi hogaa "Nyanyikanlah untukku, Kasih"

Samjhaa karo "Mengertilah"

Mushkil meri "Kesulitanku"

Chaahoon na chaahoon "Entah kuinginkan atau tidak"

Mujhko jaanaa hi hogaa "Namun aku harus pergi"

Piyaa mere tan man "Kasih, jiwa ragaku"

Mere pyaar ke bandhan "Dan ikatan cinta kita"

Do pal tumhein rokte hain "Memintamu tinggal sejenak"

Koi jaataa ho to "Saat seseorang mau pergi"

Pichhe se usko aise nahin tokte hain "Jangan hentikan orang itu"

Sautan meri kyaa hai koi "Adakah gadis lain?"

Jaldi hai kyun samjhaanaa hi hogaa "Kenapa buru-buru pergi?"

Jaanaa pade jo,, mujhko kahin to "Saat aku harus pergi"

Aise na roothaa karo "Jangan marah begini"

Na sar ko jhatko "Jangan palingkan wajahmu"

Na pair patko "Jangan hentakkan kakimu"

Na thandi aahein bharo "Jangan menarik nafas kesal"

Haan jaao tumhe kyaa jaise rahoon main "Pergilah, untuk apa masih disini?"

Sunte nahin ho jo bhi kahoon main "Kau tak pernah mendengarkanku"

Jaane kaa gham hai mujhko bhi "Aku sedih harus pergi"

Is gham ko lekin bahlaanaa hi hogaa "Namun kesedihan ini, harus disyukuri"

Piyaa mere tan man "Kasih, jiwa ragaku"

Mere pyaar ke bandhan "Dan ikatan cinta kita"

Do pal tumhein rokte hain "Memintamu tinggal sejenak"

Koi jaataa ho to "Saat seseorang mau pergi"

Pichhe se usko aise nahin tokte hain "Jangan hentikan orang itu"

Pyaar bharaa geet koi "Lagu cinta ini"

Dekho piyaa tumko gaanaa hi hogaa "Nyanyikanlah untukku, Kasih"

Khilte raheinge,, phool dilon ke "Bunga selalu mekar di hati..,"

Jab tak hai ye gulsitaan "..selama ada taman"

Jalne lagaa jo apnaa chaman "Jika taman kita terbakar"

To jaayeinge ham tum kahaan "Kemanakah kita akan pergi?"

Lekin meraa jo dil jal rahaa hai "Namun hatiku telah terbakar"

Kyun nahin tumko uskaa pataa hai "Kenapa kau tak menyadarinya?"

Jo aag hai dil mein lagi "Api di hatimu"

Kuchh din to uspe qaaboo paanaa hi hogaa "Kendalikanlah beberapa hari lagi"

Piyaa mere tan man "Kasih, jiwa ragaku"

Mere pyaar ke bandhan "Dan ikatan cinta kita"

Do pal tumhein rokte hain "Memintamu tinggal sejenak"

Koi jaataa ho to "Saat seseorang mau pergi"

Pichhe se usko aise nahin tokte hain "Jangan hentikan orang itu"

Pyaar bharaa geet koi "Lagu cinta ini"

Dekho piyaa tumko gaanaa hi hogaa "Nyanyikanlah untukku, Kasih"

- Aku mau pergi naik kereta sore. - Jangan pergi.

Besok ulang tahunku, tapi kau mau pergi?

Tinggallah beberapa hari lagi.

Maaf. Aku harus bertugas.

Jika kau pergi, aku tak mau lagi bicara denganmu.

Lupakan soal hubungan kita.

Hema.

Alih Bahasa: varisnova (Varis Nova Riskila) subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan Terhadap Anak dan Wanita!!!"

Aayeinge phir se,, din ye milan ke "Kita akan bertemu lagi"

Phir aayegaa ye samaa "Suasana ini akan datang lagi"

Chhaayeinge baadal "Awan hitam berkerumun"

Hum premi paagal yun hi mileinge yahaan "Kitalah kekasih, akan bertemu disini lagi"

Vaadaa kiyaa hai dekho na bhoole "Kau sudah janji, jangan lupa"

Aake jhulaanaa saavan ke jhoole "Kau harus datang saat musim hujan"

Baat aisi hai tumne kahi "Sesuai ucapanmu"

Saavan mein to mujhko aanaa hi hogaa "Aku pasti datang saat musim hujan"

Piyaa mere tan man "Kasih, jiwa ragaku"

Mere pyaar ke bandhan "Dan ikatan cinta kita"

Do pal tumhein rokte hain "Memintamu tinggal sejenak"

Koi jaataa ho to "Saat seseorang mau pergi"

Pichhe se usko aise nahin tokte hain "Jangan hentikan orang itu"

Pyaar bharaa geet koi "Lagu cinta ini"

Dekho piyaa tumko gaanaa hi hogaa "Nyanyikanlah untukku, Kasih"

Vikram, cepatlah kembali.

Entah kukibarkan Bendera India di puncak tertinggi.

Atau mayatku terbalut Bendera India. Tapi aku pasti kembali.

Tum jo vahaan ho main jo yahaan hoon "Kita berjauhan"

Iski vajah kyaa tumko bataaoon "Tak bisa kujelaskan kenapa berjauhan?"

Maan dharti ko jo maanaa hai "Ini Ibu Pertiwi kita"

Maine itnaa hi jaanaa hai "Dan aku tahu itu"

Is aanchal par aanch na aaye "Semoga Ibu Pertiwi tak kenapa-napa"

Sadaa tirangaa hi lahraaye "Semoga Bendera India slalu berkibar"

Dil mein hai jinke beimaani "Mereka yang berhati jahat"

# Operasi Safed Sagar (Laut Putih) # Unko baat hai ye samjhaani "Mereka harus terima akibatnya"

Na to Himaalay kabhi jhukegaa "Jangan tundukkan Himalaya"

Na Gangaa chhodegi bahnaa "Jangan hentikan aliran air Gangga"

Na to Himaalay kabhi jhukegaa "Jangan tundukkan Himalaya"

Na Gangaa chhodegi bahnaa "Jangan hentikan aliran air Gangga"

- Hidup India. - Hidup India.

Kalian takut kembang api ini?

Tidak, Pak.

- Puja Dewi Durga. - Puja.

Tugas kita, menguasai titik 4875.

Komandan kalian pasti sudah menjelaskan.

Tujuan kita, menghancurkan tikus..

..yang menyusup ke wilayah kita..,

..dan mengusir mereka. Ada pertanyaan?

Tidak, Pak.

Kalian akan melindungi tentara yang di depan kalian.

Kalianpun akan dilindungi tentara yang di belakang kalian.

Dan Tuhan akan melindungi kita semua.

Sebut nama Tuhan masing-masing. Ishwar, Allah, Waheguru.

Kawan, percayalah pada Tuhan.

Hancurkan musuh dan semoga sukses.

Aku akan bersama kalian diatas sana dan dibawah sini.

- Jaya Komandan. - Jaya.

- Puja Dewi Durga. - Puja.

- Salam, Pak. - Salam.

- Hidup India, Pak. - Hidup India.

Istirahat, kawan.

Kawan, kita pasti menang.

Karena Tuhan bersama kita.

- Hidup Jat Hebat. - Tuhan Maha Kuasa.

Lupakan tragedi istrimu. Pikirkanlah musuh.

- Tuhan menyertaimu. - Ya, Pak.

Jangan lupa Bofors, Artileri, akan bantu kita bertempur.

- Ya, Pak. - Tuhan menyertaimu.

Terima kasih, Pak.

Pak.

Deepak, semangatmu memperpendek cutimu..,

..harus kau balaskan ke musuh.

- Aku mengandalkanmu. - Aku takkan mengecewakanmu, Pak.

- Tuhan menyertaimu, Deepak. - Terima kasih, Pak.

- Jaga pasukan. - Baik, Pak.

Aku tahu Anuj akan mengawasimu.

Dia akan selalu mengawasimu.

Jadi, jangan kecewakan dia.

Ini saatnya lupakan teman dan keluarga.

- Pikirkan saja musuh. - Ya, Pak.

- Tuhan menyertaimu. - Terima kasih, Pak.

Anuj, kau memberiku cincin tunanganmu.

Cincin itu akan tetap milikmu.

Saat kau kembali, pakai lagi cincin itu.

- Ya, Pak. - Berjanjilah.

- Janji hanya ada di surga. - Ini surga. Negara kita, surga.

- Tuhan memberkatimu. - Terima kasih, Pak.

Batalion, siap, grak.

Balik kanan, grak.

Maju, jalan.

--NZZN-- varisnova --NZZN--

# 1/11 Gurkha Rifles bergabung dengan 22 Grenadiers #

- Hidup India, Pak. - Hidup India.

Dimana lokasi pasukanmu?

Lokasi pasukanku sejam dari sini.

Antar aku ke lokasi pasukanmu.

Kita harus menyerang sebelum fajar. Ayo.

Sepertinya pasukan India sudah maju.

Tembakkan Roket Suar.

- Ayo tembakkan Artileri. - Tembakkan Artileri.

Pak, kita salah jalan. Pasukanku dibawah sana.

Semuanya, turun ke bawah.

- Hidup India, Pak. - Hidup India.

Terima kasih banyak, Pak.

Kau sudah datang untuk bantu Peleton kami, Pak.

Bagaimana keadaannya?

Buruk, Pak. Tapi akan lebih baik lagi..,

..andai saja Pakistan tak dapat bantuan pasukan.

Ada Landasan Helikopter dibalik Benteng Pertahanan, Pak.

- Dari situ mereka dapat bantuan pasukan. - Sudah menyerang mereka, kan?

Untungnya JCO Zakeer Husain menyarankan ide ini.

Di kepala tentara kita terikat pita hijau..

..dan mendaki gunung sambil teriak, 'Allah Maha Besar'.

Jadi, Pakistan pikir, mereka dapat bantuan pasukan lagi.

Saat Pakistan mengulurkan tangan ke tentara kita.

Lalu tentara kita menikam pasukan Pakistan.

Tak hanya itu, Pak. Saat kehabisan pita hijau..,

..kita merobek kain hijau dari Bendera India.

- Lalu mengikatnya di kepala, Pak. - Bagus sekali.

Pakistan tak mengakui..

..jika Muslim lebih banyak di India daripada di Pakistan.

Pakistan pun awalnya India, lalu jadi negara Muslim.

Kerja bagus, Zakeer Husain.

- Aku bangga padamu. - Terima kasih, Pak.

# 18 Grenadiers menyerang ke Bukit Tiger #

Awas, awas.

Berhenti menembak. Kesanalah.

Ranjha ke Pangkalan.

Ranjha, sampaikan laporanmu. Ganti.

Kirimkan banyak bantuan kesini, Pak. Ganti.

Bantuan datang, Pak.

Bantuan datang.

Berhenti menembak. Kami mau pindah. Ganti dan putuskan.

Hidup Ibu Pertiwi.

- Yogendra. - Ya?

Sesuai rencana, kalian ke sektor berbahaya, puncak Bukit Tiger.

Beri musuh kejutan dari belakang. Paham?

Aku dan Peleton akan kesana dari selatan.

Sesuai ucapanmu, Pak.

- Ayo, Yogendra. - Ayo, Yadav.

- Yogendra. - Ya?

- Semoga sukses. - Kau juga semoga sukses, Pak.

Hati-hati, Pak.

# 17 Jat menyerang ke Pimple Complex #

- Hidup Jat Hebat. - Tuhan Maha Kuasa.

- Hidup Jat Hebat. - Tuhan Maha Kuasa.

- Hidup Jat Hebat. - Tuhan Maha Kuasa.

- Hidup Jat Hebat. - Tuhan Maha Kuasa.

- Pak. - Sialan.

Kakiku tertembak.

Kakiku tertembak.

Tenang. Kau akan baik-baik saja.

Ambilkan tandu.

- Cepat ambilkan tandu. - Baik, Pak.

Anuj, kirim dia ke Barak Pangkalan.

Jangan, Deepak. Aku mau tetap disini.

Butuh 6 tentara untuk mengangkutku.

Jangan cemaskan aku. Kalian seranglah musuh.

Diam.

Kau harus ke Barak Pangkalan. Anuj, gantikan tugasnya.

- Dimana Bofors mu? - Siap, Pak.

Ayo serang.

Sampai ketemu di Barak Pangkalan, Pak.

- Semoga sukses, Pak. - Pindahkan dia.

Serang mereka.

Kau tak apa? Cepat pindahkan dia.

Lindungi dengan menembak.

- Sial. Aku tertembak. - Tenanglah.

Pak, dia tertembak 2 kali di lengan dan bahunya.

Ambilkan tandu.

- Ambilkan tandu. - Jangan.

Butuh banyak tentara untuk mengangkutku. Aku jalan kaki saja.

Balbir, temani dia ke Barak Pangkalan.

Pak, katamu aku akan tinggal dengan Pengganggu.

Kau malah mau meninggalkanku?

Oke, aku tetap disini. Aku takkan pergi.

Ini bukan waktunya bercanda, Anuj.

Biarkan dia pergi. Cepat pergi.

Atau, tanganmu harus diamputasi. Pergi.

- Bawa dia pergi. - Cepat pergi.

- Kapten Shashi, kau ambil alih tugasnya. - Baik, Pak.

469929 . Hotel 102 Oscar Tango. 162 Target.

- Target apa? Ganti. - Target 3 Pimple. Tembakkan satu senjata.

Tembakan bagus, kawan. Kini saatnya bunuh musuh.

Semua senjata, tembak.

Alfa, berhenti menembak. Kami mau berpindah.

- Pak Deepak. - Ya?

Apa Cinta dan Kematian saling berhubungan?

- Apa? - Peluru cuma menyerempet telingaku.

Rasanya seolah aku sudah mati.

Aku gemetar dari kepala sampai kaki.

Gemetar seperti saat pertama jatuh cinta.

Baru kali ini kulihat kekasih gila begini.

Kematian di depan matamu. Kau malah memikirkan kekasihmu.

Benar, Pak. Aku sependapat.

Sialan mereka.

- Tembakan bagus. - Terima kasih, Pak.

Kayaknya kita akan bertempur sampai fajar.

Ayo naik.

- Hati-hati. - Kau juga hati-hati.

Jangan sampai jatuh kena kepalaku.

- Tetap hati-hati. - Cepat.

- Hati-hati. - Kau harus hati-hati.

Yadav.

Mereka menembakku, sialan.

Hei sialan.

Aku datang.

Sialan kalian. Aku datang.

Puja Dewa Krishna.

Terima ini, Rawalpindi.

Terima ini, Karachi.

Ayo, sialan.

Pasukan bantuan Pakistan segera datang. Ganti.

Musuh mengirimkan pasukan bantuan, sialan.

Mereka menembakku.

Yadav, aku disini. Tunggu aku.

Akan kuhancurkan musuh.

Yadav, ayo serang musuh.

Yadav.

Yadav telah gugur.

Hidup Ibu Pertiwi.

Terima ini, Lahore.

Matilah kalian. Sana panggil pasukan bantuan kalian.

Yadav, akan kubawa pasukan kita.

Musuh mengirimkan pasukan bantuan.

Akan kubawa pasukan kita.

- Sudah pagi. Tunggu sampai matahari terbenam. - Ya, Pak.

Lalu kita serang musuh.

Jangan menunggu, Pak.

Pasukan bantuan musuh akan datang malam ini.

Bofors kita bisa hancurkan musuh sekarang.

- Serang musuh sekarang. - Tidak, Anuj.

Itu akan memakan banyak korban.

- Tak ku ijinkan. - Maaf. Aku tak bisa menunggu.

- Lindungi aku. - Anuj.

Anuj, kembalilah. Ini perintah.

- Surendra Singh. - Ya, Pak?

- Lindungi aku. - Baik, Pak.

- Ayo ke tempat Kapten. - Oke, Pak. Pindah.

Anuj, kembalilah. Kau bisa gugur.

Tidak. Kata ayahku, dari garis tanganku, umurku panjang.

Aku takkan kenapa-napa.

- Anuj, tunggu sampai matahari terbenam. - Baik, Pak.

Sialan mereka.

Sialan mereka.

- Yogendra. - Aku tertembak.

Semua pasukanku sudah gugur.

Yadav sudah gugur.

Pakistan akan menyerang balik, Pak.

Tenanglah.

Jangan biarkan musuh menguasai Bukit Tiger.

Jangan serahkan tanah kita ke musuh.

Kita harus mengusir musuh.

Jangan tinggalkan aku, Pak.

Aku ingin bertempur denganmu.

- Ambilkan tandu. - Aku ingin bertempur denganmu.

Aku ingin bertempur.

Cepat bawa dia.

Aku ingin bertempur.

Ayo.

Anuj.

Hati-hati, Pak.

Surendra Singh.

Anuj.

Anuj.

Anuj.

Tenang saja, Deepak. Aku takkan kenapa-napa.

Ucapan ayahku tak mungkin salah.

Aku belum akan mati.

Lagipula jika aku mati..,

..tunanganku..

..takkan pernah memaafkanku.

Anuj, jangan mati dulu.

- Deepak. - Anuj.

Anuj.

Sialan.

Takkan ku ampuni mereka.

- Pak, mereka sudah mati. - Sialan kalian.

Kalian menembak Anuj.

- Bravo, ini Alfa. Ganti. - Alfa, ini Bravo. Ganti.

Berikan ke pemimpinmu. Ganti.

Pak, Komandan ingin bicara denganmu.

Halo, Deepak.

Deepak, bicaralah.

Halo Deepak. Kau dengar aku?

Deepak, bicaralah. Kau dengar aku?

Bicaralah, Deepak.

Bicaralah, Deepak.

Halo Deepak. Kau dengar aku?

Serang balik.

# 1/11 Gurkha Rifles menyerang wilayah Benteng Pertahanan #

Prasanna. Ambilkan tandu.

Ambilkan tandu. Bawa dia ke Barak Pangkalan.

Aku tak apa-apa.

- Tapi, Pak. - Aku ingin tetap disini, Manoj.

- Pak, kau harus.. - Aku tak mau kemana-mana.

- Tapi kakimu tertembak, Pak. - Diam.

Tembakan berasal dari Benteng Pertahanan.

- Jika tak merebut Benteng Pertahanan. - Tapi, Pak. - Diam.

Jika tak merebut Benteng Pertahanan, serangan ke Khallubar akan sia-sia.

Rebut Benteng Pertahanan sekarang.

- Akan kulakukan, Pak. - Cepat, Manoj.

Pasukan pimpinan Bhim Bahadur dan 5 Peleton, ikut aku.

Baik, Pak. Peleton, ikut aku.

Ada tembakan besar, Pak.

Kita tak bisa melihat posisi musuh.

Kita harus mengakhiri serangan sebelum fajar.

Atau, musuh bisa melihat gerakan kita.

Dan korban bisa makin banyak.

Selama kita tak tahu posisi musuh..,

..korban akan makin banyak.

Tunggu sampai fajar agar tahu posisi musuh.

Caranya mengetahui posisi musuh saat fajar?

Aku punya ide.

Tetap di posisi kalian sampai fajar.

# 13 JAK Rifles menyerang titik 4875 #

- Puja Dewi Durga. - Puja.

Puja Dewi Durga.

Puja Dewi Durga.

Puja.

--NZZN-- varisnova --NZZN--

Ya.

- Vikram. - Ya, Pak? - Kemari.

Pimpin pasukan dan selamatkan Kapten Nagappa.

Dia berhasil merebut satu Benteng Pertahanan.

Tapi dia dikepung musuh.

Diapun kehabisan makanan dan amunisi.

- Pergi sekarang atau tunggu sampai fajar? - Baik, Pak.

- Aku pergi sekarang. - Bagus. Pergi.

Ayo, Peleton.

Sudah fajar, Manoj Pandey. Keluarlah.

Ingat, berapa pasukanmu yang mati di Kukarthang?

Ingat, berapa pasukanmu yang kubunuh?

Sudah ku rebut Kukarthang. Akan ku rebut wilayah ini.

Sialan, sembunyi dimana kau?

Keluarlah.

Kau kesini mau mati, kan? Ayo keluar.

Entah aku mati atau membunuh. Tapi biar kutunjukkan.

Peti mati mu yang kuhias.

Dengar suara Kukri ini, kan?

Kukri-ku (pisau khas Nepal, Gurkha) akan menggorok lehermu.

Kau tak bisa sembunyi dari Manoj Pandey.

Karena di Pakistan, tak ada tempat bersembunyi dariku.

Aku akan keluar menembak musuh.

Agar tahu posisi musuh.

Pak, aku ikut mau melindungimu dengan menembak.

Jangan. Biar aku sendiri saja. Ini perintah.

Aku bertanggung jawab atas semua nyawa Peleton ku.

Paham?

- Paham? - Paham, Pak.

Tetap di posisi kalian.

Pak.

Pak, kau tak apa-apa?

Aku tak apa-apa. Jangan cemaskan aku.

Gomti memanggil Alfa. Ganti.

Ini Alfa, Manoj. Sampaikan laporanmu. Ganti.

Pak, kami tahu posisi musuh.

Musuh akan musnah sesuai rencana.

Bendera India akan berkibar di Khallubar.

Bagus, Manoj. Semoga sukses.

Hati-hatilah. Ganti.

Kau juga hati-hati, Pak.

Kau tertembak dan 2 anakmu menunggumu pulang.

Aku juga ditunggu. Tapi yang menungguku hanya Kemenangan.

- Ganti dan putuskan. - Ganti dan putuskan, Pak.

2 Benteng Pertahanan di kanan dan 4 di kiri.

Kau pimpin pasukan, menyerang dari kanan.

Baik, Pak.

Biar ku pimpin Peleton, menyerang dari kiri.

- Baik, Pak. - Oke?

Ayo.

- Nagappa, kau tak apa-apa? - Bagus, kau datang, Vicky.

Aku menduduki Benteng Pertahanan Pakistan ini.

Tapi kami kehabisan makanan dan amunisi. Akupun tertembak.

Oke, jangan khawatir. Perawat, kemari.

Shershah itu kode mu, kan?

- Biar kutangani. - Kami menyadap Radio Portable mu.

Meski kalian lolos di Rocky Knob.

Tapi kalian takkan lolos disini.

Nama Shershah (Raja Singa) tidak menjadikanmu Singa.

Dan jangan bikin onar disini.

Meski kau kesini, kau tak bisa pulang. Paham?

Kau benar. Perjalanan pulang memang sulit.

Saat pulang, aku harus mengangkut mayatmu.

Karena negaramu tak mengakui mayat tentaranya sendiri.

Kau kembalilah. Biar kulindungi dengan menembak.

- Kembali ke Medan Tempur sana. - Oke.

Siap? Pergi.

Pergi.

Sialan, kau cerdik sekali.

Berikan Madhuri Dixit pada kami.

Maka kami akan pergi meninggalkan Kashmir.

Maaf. Madhuri Dixit sibuk. Sibuk menggali tanah..

..untuk mengubur kalian.

Sialan.

Puja Dewi Kali. Inilah Gurkha.

Puja Dewi Kali.

Inilah Gurkha pemberani.

Puja Dewi Kali.

Inilah Gurkha pemberani.

Ini dari Madhuri Dixit dengan penuh cinta.

Puja Dewi Durga.

Pak Vikram.

Pak Vikram tertembak.

Puja Dewi Durga.

Bangun, Pak.

Musuh pengecut, sembunyi dibalik Benteng Pertahanan.

Aku ikut denganmu, Pak.

Minggir, Raghunath. Kau punya istri dan anak.

Puja Dewi Durga.

Pak.

Pak.

Pak.

Bangun, Pak.

Bangun.

Pak.

Ratan.

Bravo ke Alfa. Jawablah.

Bravo, ini Alfa. Sampaikan laporanmu. Ganti.

Bravo, ini Alfa. Sampaikan laporanmu. Ganti.

Pak Vikram tertembak. Ganti dan putuskan.

Sudahlah.

Musuh menembak jantungku.

Pak.

- Vicky? - Musuh menembak jantungku, Pak.

- Hei, Rifleman (Pasukan Senapan) Sanjay Kumar. - Ya, Pak?

Kau ingat hubungan kita, kan?

- Ingat, Pak. - Hubungan persahabatan kita? Jangan lupa.

Takkan pernah kulupa, Pak.

- Pak Joe. - Ya, Vicky?

- Maafkan aku, Pak. - Tidak, Vicky.

Aku lupa mengabarkan Sinyal Kemenangan ku.

'Yeh Dil Maange..' (Hati ingin..).

Vicky.

Mampus, kau sialan.

Sialan.

Mau lari kemana, sialan?

Kenapa lari, sialan?

Kalian takkan ku ampuni.

Berhenti.

Kubilang, berhenti. Jangan melewati LOC.

Ini perintah. Kembalilah.

Kubilang, kembali. Jangan melewati Garis Kontrol (LOC).

Kembali. Ini perintah.

Kau membunuh Vikram Batra.

Vikas.

Jangan menendangnya.

Dia juga punya orangtua dan saudara.

- Tentara harus hormati tentara lain. - Dia membunuh Vikram.

Aku tahu.

Aku juga berduka cita. Tapi ingat, kita ini tentara.

Mereka juga manusia. Paham?

Tidak, Pak. Mereka bukan manusia.

Sanjay Kumar, ini perintah. Kembalilah.

- Jawablah, Gomti. - Gomti ke Alfa.

Manoj Pandey sudah merebut wilayah Benteng Pertahanan.

Tapi kita kehilangan Manoj Pandey dan Bhim Bahadur Diwan.

Sekarang bisa mulai menyerang Khallubar.

Tuhan memberkati tentara.

Kita akan menyerang Khallubar setelah matahari terbenam.

Serang.

# Serangan Terakhir di Bukit Tiger oleh 18 Grenadiers dan 8 Sikh #

- Terpujilah.. - ..Dengan nama Tuhan.

- Ghatak ke Alfa. - Ya, Balwan. Jawablah.

Ghatak sudah merebut Bukit Tiger, Pak.

Bendera India berkibar di Bukit Tiger, Pak.

- Ada korban? - Ada, Pak.

Tapi ku akui, Pakistan bertempur dengan berani, Pak.

Mau kita apakan mayat pasukan Pakistan, Pak?

Kubur mayat mereka sesuai penguburan Muslim.

Pak, akhirnya 18 Grenadiers menang.

- Kita merebut Bukit Tiger. - Selamat, Balwan. Sukses selalu.

- Hidup Ibu Pertiwi India. - Hidup.

Yadav.

Bicaralah, Yadav.

Kau meninggalkan kami.

Kepergianmu menyakitiku.

Khaamosh hai jo "Keheningan ini.."

Ye vo sadaa hai "..adalah kisahnya"

Vo jo nahin hai "Dia telah gugur"

Vo kah rahaa hai "Dia tak bersama kita"

# 17 Jat merebut Pimple Complex #

Saathiyon tumko mile "Wahai Kawan"

Jeet hi jeet sadaa "Semoga kau selalu menang"

Bas itnaa yaad rahe "Namun ingatlah"

Ek saathi aur bhi thaa "Kau memiliki kawan"

Jaao jo laut ke tum "Saat kau pulang"

Ghar ho khushi se bharaa "Moga rumahmu dipenuhi bahagia"

# 13 JAK Rifles merebut titik 4875 #

Pak, berkat Vikram, aku masih hidup.

Dia tak mengijinkanku untuk menyerang.

Dia bilang padaku, 'Kau punya istri dan anak'.

Dia menyuruhku kembali.

Ek saathi aur bhi thaa "Kau memiliki kawan"

Bas itnaa yaad rahe "Namun ingatlah"

Ek saathi aur bhi thaa "Kau memiliki kawan"

Chanakya, apa benar kabarnya Shershah?

Sangram, maaf. Vikram sudah gugur.

Ya Tuhan.

# 1/11 Gurkha Rifles merebut Khallubar #

Manoj Pandey.

Akan kuceritakan kisahmu ke anakku.

Kal parvaton pe kahin "Kemarin malam di bukit"

Barsi thi jab goliyaan "Ada hujan peluru"

Hum log the saath mein "Kita bersama-sama"

Aur hausle the javaan "Dan kita sungguh berani"

Ab tak chattaanon pe hain "Sampai kini di bukit"

Apne lahoo ke nishaan "Masih berlumuran darah kita"

# 14 Juli 1999, Perdana Menteri India Menyatakan Kemenangan Operasi Vijay #

(Operasi Vijay = Operasi India untuk membersihkan sektor Kargil)

Bas itnaa yaad rahe "Namun ingatlah"

Ek saathi aur bhi thaa "Kau memiliki kawan"

'Dengar.'

'Kau punya kebiasaan buruk. Saat pergi, kau tak pernah menengok.'

'Kali ini, menengoklah. Atau, aku akan disini selamanya.'

'Kau akan menangis di depan semuanya dan aku tak suka itu.'

'Memangnya aku menangis saat kau pergi?'

'Kau pikir kau siapa?'

Selama matahari dan bulan bersinar.

Nama Manoj Pandey tetap bersinar.

Selama matahari dan bulan bersinar.

Nama Manoj Pandey tetap bersinar.

- Hidup Ibu Pertiwi. - Hidup.

'Entah kukibarkan Bendera India di puncak tertinggi.'

'Atau mayatku terbalut Bendera India. Tapi aku pasti kembali.'

Kal tumse bichhadi hui "Setelah lama berpisah"

Mamtaa jo phir se mile "Saat kau rindu kasih sayang"

Kal phool chehraa koi "Kelak saat wajahmu ceria"

Jab tumse milke khile "Dan kau bahagia"

Kal tumse bichhadi hui "Setelah lama berpisah"

Mamtaa jo phir se mile "Saat kau rindu kasih sayang"

Kal phool chehraa koi "Kelak saat wajahmu ceria"

Jab tumse milke khile "Dan kau bahagia"

Paao tum itni khushi "Semoga kau slalu bahagia"

Mit jaayein saare gile "Semoga tak bersedih lagi"

Hai pyaar jinse tumhein "Orang yang kau cintai"

Saath rahe wo sadaa "Semoga kau slalu bersamanya"

Bas itnaa yaad rahe "Namun ingatlah"

Ek saathi aur bhi thaa "Kau memiliki kawan"

Alih Bahasa: varisnova (Varis Nova Riskila) subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan Terhadap Anak dan Wanita!!!"

Jab aman ki baansuri "Saat merdunya seruling"

Goonje gagan ke tale "Dimainkan dibawah langit"

Jab dosti kaa diyaa "Saat lilin persahabatan"

In sarhadon pe jale "Bersinar di perbatasan"

Jab bhool ke dushmani "Saat musuh lupakan permusuhan"

Lag jaaye koi gale "Dan memelukmu"

Jab saare insaano kaa "Saat manusia"

Ho ek hi kaafilaa "Ramai berkerumun"

Bas itnaa yaad rahe "Namun ingatlah"

Ek saathi aur bhi thaa "Kau memiliki kawan"

Jaao jo laut ke tum "Saat kau pulang"

Ghar ho khushi se bharaa "Moga rumahmu dipenuhi bahagia"

Bas itnaa yaad rahe "Namun ingatlah"

Ek saathi aur bhi thaa "Kau memiliki kawan"

Bas itnaa yaad rahe "Namun ingatlah"

Ek saathi aur bhi thaa "Kau memiliki kawan"

Alih Bahasa: varisnova (Varis Nova Riskila) subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan Terhadap Anak dan Wanita!!!"

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.