Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Alih Bahasa: varisnova (Varis Nova Riskila) subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan Terhadap Anak dan Wanita!!!"
LOC (Line Of Control) KARGIL "Garis Kontrol (Perbatasan De Facto/menurut kenyataan) KARGIL"
# Film ini berdasarkan sejarah Perang Kargil 1999 #
Alfa ke Charlie. Ganti.
Charlie, ini Alfa. Laporkan ke markas. Ganti.
Alfa ke Charlie. Ganti.
Alfa ke Charlie. Ganti.
Charlie, ini Alfa. Laporkan ke markas. Ganti.
Alfa ke Charlie. Ganti.
Charlie, ini Alfa. Laporkan ke markas. Ganti.
Alfa ke Charlie. Ganti.
# 4 MEI 1999, LOC (Garis Kontrol) Kaksar (sektor Kargil) #
# Letnan Saurav Kalia Hilang Kontak, Resimen Jat (Resimen= Pasukan Tentara dari beberapa Batalion) #
Alfa ke Bravo. Ganti.
Bravo, ini Alfa. Lapor padaku. Ganti.
# 5 MEI 1999, LOC (Garis Kontrol) Kaksar (sektor Kargil) #
# Letnan Amit Bhardwaj Hilang Kontak, Resimen Jat (Resimen= Pasukan Tentara dari beberapa Batalion) #
(Batalion= Pasukan 300-1000 Tentara)
Alfa ke Charlie. Ganti.
Alfa ke Charlie.
Charlie, ini Alfa. Laporkan ke markas. Ganti.
Pak.
Letnan Kalia, laksanakan patroli peninjauan lokasi.
Kabarnya, tikus menyusup wilayah kita melalui LOC.
Jika ada yang mencurigakan..,
..segera lapor padaku.
Tenang, Pak. Akan kami usir tikus agar menyebrangi LOC.
Bagus. Semoga berhasil.
Terima kasih, Pak.
Panggilan untuk Letnan Kalia. Ganti.
Panggilan untuk Letnan Kalia. Ganti.
Letnan Kalia, aku Komandan mu.
Panggilan untuk Letnan Kalia. Ganti.
Amit, kau dengar aku? Amit, ganti.
Sambungkan ke Markas Besar Brigade (Brigade= Pasukan dari beberapa Resimen).
Panggilan dari Alfa ke Tiger. Ganti.
Pak, ada masalah. Belum bisa tersambung ke Radio Portable..
..pasukan patroli ku selama 2 minggu ini.
Tak ada kabar dari mereka. Ini membuatku cemas, Pak.
Kolonel, tunggu perintahku selanjutnya.
Jangan kirimkan lagi pasukan pencari.
Biar ku bicara dengan Pimpinan. Nanti kukabari.
- Ganti dan putuskan telpon. - Ganti.
- Ada apa? - Ada serangan, Pak.
Gelap sekali, tak bisa melihat posisi musuh.
# Pasukan Pakistan Menembak Dari Sebrang LOC #
# Desa India Di sektor (wilayah) Kargil #
Mujahidin (Militan/ Pemberontak/ Pejuang Jihad) dan tentara Pakistan..
..sudah menyusup LOC beberapa kilometer ke wilayah kita.
Sepertinya mereka ada dimana-mana.
Lembah Mushkoh, sektor (wilayah) Drass dan Batalik.
Mereka sudah ambil alih semua wilayah India.
Mereka menduduki Benteng Pertahanan kita.
Makanan kita tertinggal di Benteng Pertahanan.
Mereka sudah memakannya untuk menyerang kita.
Mereka mengawasi National Highway 1 (Jalan Raya Nasional 1)..
..dari titik 4875, Tololing dan Kukarthang.
Mereka sering menembaki pasukan kita.
Ini situasi serius. Sambungkan ke Delhi.
Baik, Pak.
Pak, rencana musuh sederhana. Dari Ladak melewati Kashmir..,
..menembaki National Highway 1 (Jalan Raya Nasional 1).
# Angkatan Darat India Melewati ZOJILA Melalui NATIONAL HIGHWAY 1 (NH1) #
Perintah dari Delhi, jelas.
Kerahkan pasukan terbanyak ke sektor Kargil.
Kerahkan pasukan terbanyak untuk bertempur.
Seperti yang kita tahu, musuh menduduki wilayah sana.
Maka kita harus langsung menyerangnya.
Jadi perbandingannya 6:1.
Kita akan kehilangan 6 orang, dan mereka kehilangan 1 orang.
Saat di Kargil, perbandingan akan 10:1.
Makanya harus kerahkan pasukan terbanyak.
Pak, sebrangi saja LOC dan serang musuh dari belakang.
Jadi, pasukan kita sedikit yang gugur (mati).
Putuskan jalur pengangkut pasokan (makanan, obat, senjata) Pakistan.
Jangan, Brigadir. Perintah sudah jelas.
Kita serang dengan pasukan terbanyak.
Pokoknya kita akan menyebrang LOC (Garis Kontrol).
Ini perintah dari Delhi.
Pertama, kerahkan 1/11 Gurkha Rifles (Rifles= Pasukan Senapan).
Tapi, Pak, 1/11 Gurkha Rifles baru kembali dari Siachen.
Tunggu apalagi? Mereka pasukan terbaik daerah ini.
Kolonel Lalit Rai akan memimpin 1/11 Gurkha Rifles.
Biar ku bicara dengannya.
- Ya, Pak? - Kolonel Lalit. - Ya?
Kau diperintahkan segera ke Yaldor, sektor Kargil.
# Rashtriya Rifles di Lembah Kashmir #
- Kau memimpin Resimen 1/11 Gurkha Rifles. - Baik, Pak.
24 jam lagi, kau akan diantar ke Yaldor.
Aku akan kesana, Pak.
# 1/11 Gurkha Rifles, Batalion Pertama dari 11 Gurkha Rifles, Batalik (sektor Kargil) #
Hidup India, Pak.
Kau memimpin 27 JCOs (Tentara Junior) dan 470 tentara lain, Pak.
Batalion (Pasukan 300-1000 Tentara), diam di tempat, grak.
Pak, kau memimpin 3 tentara, 27 JCOs dan 470 tentara lain.
Oke.
Batalion, tegak, grak.
Puja Dewi Kali.
Gurkha siap bertempur.
Batalion Gurkha terkenal karena keberanian.
Kawan Pemberani, kita tak takut bertempur dan berlumuran darah.
Kita tadi melihat Kashmir berlumuran darah.
Batalion Gurkha terkenal di seluruh dunia.
Kata Hitler, 'Jika aku punya pasukan Gurkha..,'
'..bisa ku taklukkan seluruh dunia.'
Dan sebagai Komandan kalian..,
..Aku Lalit Rai ingin kalian menang di Kargil.
Ada pertanyaan?
Tidak, Pak.
Puja Dewi Kali.
Gurkha siap bertempur.
Batalion Gunung, laksanakan.
Pak, telpon dari Komandan.
- Kolonel Thakur. - Ya? - Pindahkan Batalion mu.
Suruh 18 Grenadiers (Pelempar Granat) ke sektor Drass, Kargil.
Hentikan operasi di lembah Kashmir. Cepat laksanakan.
Baik, Pak.
# 18 Grenadiers, Batalion ke-18 dari Resimen Grenadiers, Operasi Melawan Pemberontak #
Lari, Suleman.
Lepaskan.
Hati-hati, kau bisa celaka.
Jika kena giginya, kau bisa celaka.
Kenapa? Kau takut?
Giginya itu senjatanya. Dia bisa membunuhmu.
Aku orang Maratha, lelaki sejati.
Kami tak takut. Kami yang menakuti orang.
Aku orang Jat dari Haryana. Aku suka menyerang.
Itu masalahmu.
Kau bodoh, tak pakai otakmu.
Jaya Maharashtra.
Jaya Haryana.
Sachin, Balwan, jangan bertengkar.
Katanya, semua operasi di lembah, dihentikan.
Batalion disuruh ke sektor Drass.
Ayo.
Istirahat.
Tentara, aku dapat perintah.
Wilayah dan Pos Perbatasan kita, di sungai es Tololing..,
..sudah dikuasai musuh. Dari sana..
..musuh mengawasi National Highway 1.
Mereka mengawasi tiap gerakan kita.
Mereka juga mengawasi aktivitas kita.
Kita harus mengusir musuh dari sana.
Kita harus mulai menyerang mereka.
Mereka mengirim beberapa Batalion kesana.
16 Grenadiers (Pelempar Granat) sedang bertempur disana.
Kini, tugas ini dipercayakan ke kita.
Markas Besar ingin kita lakukan tugas ini.
Andai saja disana cuma 12 Mujahidin.
Batalion Naga juga sudah disana, Pak.
Pasti ada yang mencurigakan. Kita tak tahu kebenarannya.
Pak, perintahkan kita, kita akan langsung menyerang.
Tapi musuh terlalu banyak, granat mereka..
..akan langsung mengenai kita, Pak.
Kitapun tak punya info tentang musuh, Pak.
Mereka 8 atau 800 orang?
Meski mereka 8000 orang..,
..mereka sudah masuk wilayah kita. Kita harus mengusirnya.
Itu mudah diucapkan, sulit dilakukan.
Kami anggap kau ayah kami.
Kenapa kau menyuruh kami jadi pengecut?
Kenapa menyuruh kami untuk tak peduli?
Saat anak kecil berjalan di lorong gelap..,
..dia menyanyi agar tak takut.
Kamipun akan bertempur sambil menyanyi, Pak.
Lagu yang biasa ibuku nyanyikan.
"Jadi, kekasih..,"
"..katakan sebenarnya ada apa?"
Cara pengucapan liriknya salah, Pak.
Kau mau perang atau mau perbaiki ucapanku?
Pak, cepat perintahkan kami. Batalion siap bertempur.
18 Grenadiers (Grenadier= Pelempar Granat).
- Hidup tentara pemberani. - Hidup.
- Hidup tentara pemberani. - Hidup.
Halo, Kolonel Baba. Dengar.
- Suruh Batalion 17 Jat ke Kargil. - Oke, Pak.
# 17 Jat, Batalion ke-17 dari Resimen Jat, di Lembah Kashmir #
- Hidup India, Pak. - Hidup India.
Istirahat, Anuj. Duduklah.
Terima kasih, Pak.
Kau mencuri es dimana?
Apalagi yang bisa dicuri disini?
Keindahan alamnya dan dinginnya es.
Selalulah pakai kata-kata kiasan.
Oke, Anuj. Bagaimana hasil misi itu?
Mereka 4 orang Afghanistan, Pak.
3 orang kabur dengan menyandra wanita dan anak-anak.
Tapi aku menangkap orang keempat.
- Dia sudah diinterogasi? - Sudah, Pak.
Tapi dia cuma menangis, bilang..,
- ..'Demi Tuhan, tembak aku'. - Kenapa?
Katanya jika dia hidup, Mujahidin akan membunuhnya.
Tapi jika dia mati, istri dan anaknya akan dapat Rs.300.000.
Makanya dia bilang, 'Demi Tuhan, tembak aku'.
Kutanya dia, 'siapa yang akan memberi kalian uang?'
Katanya, 'Mujahidin'.
Mujahidin Afghanistan dan Pir Punjab, bekerjasama.
Banyak gerakan yang diawasi di Kashmir Pakistan, Pak.
- Harus kabari Markas Besar Brigade. - Akan kita kabari, Anuj.
Batalion sedang ke Mathai, sektor Kargil.
- Kargil? Wilayah berbahaya? - Ya.
Kau punya banyak peluang menangkap teroris.
Kita akan bertempur.
Tentu, Anuj. Ayo pergi.
- Hidup India, Pak. - Hidup India.
Deepak, kau masih cuti (liburan), kan?
Masih, Pak.
Tapi sudah kuselesaikan cutiku.
Kenapa? Ada apa?
Tiap hari, di desa, peti mati tentara, terus berdatangan.
Peti tentara kebanyakan dari Batalion Sikh, Pak.
Deepak, Batalion sedang ke tempat asal peti mati.
Aku kesini sebelum cuti habis, untuk balas dendam demi peti itu.
Deepak, musuh lah yang akan terbaring di peti mati.
Semoga begitu.
- Mayor Joshi. Joe. - Ya, Pak.
Kau naik pangkat jadi Letnan Kolonel.
Terima kasih, Pak. Semoga aku pantas dapat pangkat ini.
Kau memimpin Batalion 13 JAK Rifles (Rifles= Pasukan Senapan).
Aku harus memimpin Batalion, Pak?
- Ya. - Baik, Pak.
Situasi di Kargil cukup buruk.
Tugasmu, pindah ke Kumri, sektor Kargil.
Baik, Pak. Terima kasih.
# 13 JAK Rifles, Batalion ke-13 dari JAK (Jammu And Kashmir) Rifles, di Lembah Kashmir #
- Hidup India, Pak. - Hidup India.
Ajay, semua operasi di lembah sudah dihentikan.
Suruh Batalion ke sektor Drass.
- Dimana Vikram Batra? - Dia dan pasukan patroli, pergi.
Kabarnya, beberapa teroris sembunyi..
..di desa 5 km dari sini. Dia pergi memburu teroris.
- Sejak kapan dia kesana? - 4 hari lalu.
4 hari lalu? Sial.
- Kau sudah menghubunginya? - Sudah, Vikas.
Pasukan patroli sudah kesana, tapi dia sudah pergi.
Dia dan pasukannya belum menghubungi kita.
Semoga mereka tak kenapa-napa. Keamanan mereka, tanggungjawab kita.
Hubungi dia lewat Radio Portable.
Kami sudah sampai di Barak Pangkalan. Ganti.
- Salam, Pak. - Salam.
Pak, Vikram sudah datang.
- Salam. - Salam.
Hei Superman. Syukurlah kau baik-baik saja.
- Kau kemana saja? - Aku disini.
Vicky, kami mencemaskanmu.
Tahu tidak, Mayor Vikas marah?
- Kau kemana saja? - Karena teroris kabur..,
..aku mencari teroris.
Bodoh. Orang-orang lari dari masalah. Kau malah cari masalah.
Lelaki sejati menghadapi masalah, bukan lari dari masalah.
Kau gila.
Untuk apa persiapan ini? Batalion mau kemana?
Ke Kargil. Sektor Drass. Kabarnya, ada masalah disana.
Bagus. Sudah ada masalah, tak perlu kucari lagi.
- Aku pergi dulu, nanti kukabari. - Oke.
Istirahatlah.
Hidup India, Pak.
Berhenti.
Terima kasih.
- Ini dia. Terima kasih. - Salam. - Salam.
- Apa kabar, Ramesh Kumar? - Baik.
- Salam. - Salam.
Sanjay, cepat sekali kau kesini?
Ya, akupun sudah ke rumahmu.
Ada Gorengan dari istrimu. Nanti kuberikan.
- Kalau kabar ibuku? - Ibumu baik.
- Selamat datang, Sanjay. - Apa kabar?
Ibumu sudah temukan calon istri untukmu?
Ya, ibuku sudah temukan calon istri untukku.
Jadi, ada apa ini?
Entahlah. Mayor Joshi juga disini.
- Mayor sudah kembali? - Ya.
Dia kembali dari Pos Terdepan Perbatasan di Shahjahanpur?
Dari berita radio, sudah kuduga ini masalah serius.
- Duduk. - Oke.
- Sudah siap? - Siap untuk pergi, Pak.
Bagus.
Kabarnya, disana ada beberapa Mujahidin bersembunyi.
Lalu kenapa menyuruh semua Batalion kesana?
Setelah disana, kita akan tahu ini masalah kecil atau besar.
Pak, kapan kita kesana?
- Harus sampai Kumri dalam 48 jam. - Siap, Pak.
Ayo pergi.
- Salam, Pak. - Salam.
Duduklah.
Sanjay, cepat sekali kau kembali dari cutimu?
Ya, Pak. Saat kutahu Batalion mau kesana..,
..aku langsung kesini.
- Raghunath. - Ya, Pak?
Ada surat dari rumahmu? Kabar ibumu?
Ibuku baik, Pak.
Para tentara, kawanku.
Saat masih kecil, rumah kita di desa.
Saat ada tamu, kita ramah pada tamu.
Meski tamu tak diundang datang..,
..kita tetap memberi tamu makanan lalu menyuruhnya pergi.
Saat binatang buas ke rumah kita..,
..kita mengusirnya.
Tapi saat serigala datang..
..mau memangsa, kita selalu membunuhnya.
Kini, kejadian itu pun terjadi di rumah (negara) kita.
Serigala menyusup rumah kita.
Katakan, mereka harus diapakan?
Bunuh mereka.
Kita akan lakukan itu. Jadi, janjilah.
Kita takkan kembali, sebelum tugas selesai.
- Tekad kalian kuat? - Ya, tekad kita kuat.
# 18 Grenadiers menuju sektor Drass (Kargil) #
"Kakak tersayang, inilah kejadian menakjubkan"
"Pemuda berperan jadi Pengantin Pria"
"Dia Raja di upacara pernikahan"
"Dia membuat semuanya terpesona"
- Jadi, kau Pengantin Pria nya, kan? - Sudahlah.
Setelah kau nikah, baru sekarang kita bertemu.
- Bagaimana rasanya? - Rasa apanya?
Pernikahan. Memangnya apalagi?
Seperti pengantin pada umumnya.
Ibuku dapat istri untukku. Lalu aku menikah.
Bagaimana Pengantin Wanita mu?
Dia baik.
Cantik, kan?
Kecantikannya terpancar dari mata yang memandangnya.
Jadi dia cantik.
Kau bawa fotonya?
Ya.
Dimana?
Di hatiku.
- Dan kenangannya? - Juga di hatiku.
Lalu kau bawa apa untukku?
- Cemilan. - Mana?
Di tas ransel. Ambil saja.
Bagus. Kukira Cemilan ada di perutmu.
Sekarang ceritakan intinya.
- Tentara Yogendra Singh Yadav. - Ya?
- Bagaimana Malam Pertama mu? - Sudahlah.
Katakan.
Mantap.
Sialan kau.
Sialan. Kau yang nikah, tapi aku yang hampir mati.
Kok bisa?
Namamu Yogendra Singh Yadav. Namaku pun Yogendra Singh Yadav.
Kau dari 18 Grenadiers, akupun dari 18 Grenadiers.
Akupun dapat kartu ucapan nikah.
Untung ucapan nikah dikirim kesini. Jika dikirim ke istriku..,
..pasti istriku menangis, bilang, 'Suamiku kawin lagi'.
Pasti istriku akan kesini memukuliku.
Kasihan aku. Semoga Tuhan mengampuniku.
Pasti kau akan dipukuli istrimu.
Menikah itu memang mantap.
Tapi aku mimpi buruk.
Mimpi apa?
Aku mimpi, orang merebut bendera India dari tanganku.
Tapi Yadav, tak kulepaskan bendera dari tanganku.
Aku sendirian menghajar dan mengusir mereka.
Mimpimu buruk sekali.
Mimpimu akan terwujud.
Kau tak sendirian. Kita bersama akan jaga bendera India.
- Lakukanlah semaumu. - Lakukan apa?
Demi bendera, akan kita hajar dan usir mereka.
Kita kembalikan mereka ke tempat asalnya.
Kita sudah lihat tarian merak.
Kita sudah lihat kabut tebal.
Kini, selokan mengajari laut agar bisa marah.
Kita sudah lihat bisingnya hujan deras.
"Kakak tersayang, inilah kejadian menakjubkan"
- Suruh dia diam. - "Pemuda berperan jadi Pengantin Pria"
Diamlah.
Kau mau kemana? Kenapa tak mau cerita?
- Kudengar disana ada ketegangan. - Mungkin ini kesempatanku..
..berkorban nyawa demi melindungi temanku.
Jangan bilang berkorban nyawa..
- ..sebelum kita nikah. - Oke-oke.
Aku takkan bilang begitu. Aku akan pulang dan menikah.
Lalu kita akan membahas bayi. Oke?
Dasar.
- Dimana Batalion mu? - Batalion ku sudah ke Kargil.
Kuberitahu, ada pertanda akan terjadi perang.
Aku ini tentara.
Hanya tentara yang bisa lihat peperangan.
Tiap kali kau membahas perang, hatiku sedih.
Tenang, Nyonya Yadav. Kau takkan menangis sendirian.
Aku ingin membuatmu tersenyum bersamaku.
Ayo senyum.
Ayo senyum.
Yogesh.
Memangnya kau bisa pergi begitu saja?
Kukira kau sudah tidur.
Aku tahu kau mau pergi pagi-pagi.
Jadi, aku tak bisa tidur. Aku dengar semuanya.
Tadi kau bangun, mandi..,
..berpakaian dan mau pergi diam-diam.
Aku tak mau ganggu kalian.
Jika Eshita terbangun, dia takkan membiarkanku pergi.
Kau masih ingin pergi, demi keluargamu yang lain.
Keluargaku cuma satu. Yaitu, tentara Batalion ku..,
- ..kau dan Eshita. - Lalu siapa yang melindungiku?
Kau punya pelindung di Kuil, yaitu Dewa Krishna.
Maksudmu Dewa Krishna takkan melindungi Batalion mu?
Dewa Krishna selalu memilih orang untuk wujudkan keinginan-NYA.
Sepertinya akulah orang pilihan-NYA.
Oke. Tapi jaga dirimu.
Tenang saja. Aku takkan kenapa-napa.
Takkan kubiarkan kau kenapa-napa.
Meski kematian di depan mata, akan kuhadapi.
Oh ya? Caranya?
Seperti ini.
Ayah.
Nanti cepatlah pulang.
--NZZN-- varisnova --NZZN--
Sanjay, kenapa kau murung?
Bibi, Batalion ku sudah meninggalkan Sopore..
..menuju Kargil. Akupun harus ke Kargil.
Jangan, Nak. Pamanmu gugur dalam perang 1965.
Kau malah mau berperang.
Jika kau kenapa-napa, keluargamu tak ada penerusnya.
Aku punya keluarga besar, Ibu.
Semua tentara India menjaga keluarga besarku.
Jika tak sekarang, kapan lagi ku harus bela negara?
Beri aku restu Ibu. Dan senyumlah. Oke?
Oke, Nak.
Eh kau?
Santo.
Tunggu, Santo.
Dengar.
Sudah kudengar semuanya.
Hanya pengecut yang menangis, kan?
Ya, aku memang pengecut, bukan pemberani sepertimu..
..yang bisa hadapi senjata dengan senyuman.
Aku takkan kenapa-napa.
Cintamu adalah perisai ku.
- Kau sok bercanda padaku? - Tidak.
Aku janji akan pulang.
Aku akan pulang bukan demi orang lain..,
..tapi demi dirimu.
Pulanglah. Jika kau kenapa-napa, dunia akan menjulukiku penyihir..
..yang mempercayai tunangannya.
Kau mencemaskan dunia, kan?
Duniaku diawali dan diakhiri hanya bersamamu.
Aku serius mengenai hubungan kita.
Sumpah.
Tatap mataku dan katakan.
Jika menurutmu aku bohong, lupakan aku.
- Apa rencana hidupmu? - Menjadi tentara.
Kenapa tentara?
Menjadi tentara karena kesempatan, mencintainya karena pilihan..,
..dan membunuh karena profesi.
Aku terkesan, Pak Vikram Batra.
Mitthu, kehidupan tentara sering di perbatasan.
Kau sanggup hidup dengan tentara?
Apa ini tak terlalu buru-buru?
Aku ingin hubungan ini lebih dari persahabatan.
Aku ingin persahabatan kita punya masa depan. Bersedia?
Tatap mataku dan katakan.
Mataku menjawab apa?
- Pak Anuj Nayyar. - Bukan. Letnan Anuj Nayyar.
- Maaf. - Ya, kau harus minta maaf.
- Jangan panggil aku 'Pak', oke? - Hei.
Kita baru saja bertengkar. Bagaimana masa depan kita?
Jika bertengkar, foto ulang tahun pernikahan kita akan jelek.
Maaf. Kau sedang melamarku?
Entahlah. Oh ya?
Ya, kayaknya begitu.
Jawabanmu, Ya atau Tidak?
Letnan Anuj Nayyar, kau itu tentara.
Sikapmu harus seperti tentara.
Berlututlah di depanku dan pegang tanganku.
Oke, Nyonya.
Maukah menikah denganku?
Ya, aku mau.
Tunjukkan luka bakarmu.
- Sudahlah, Ibu. Tak apa. - Tunjukkan.
Ya Tuhan. Mau Ibu oleskan krim?
Putra Ibu ini tentara yang akan hadapi ledakan bom.
Ibu rela mencium tangan putra Ibu?
Saat kau membahas hal begitu, Ibu takut, Nak.
Ibu.
Lihat, tetangga kita datang.
Nak, harusnya datang dari tadi, jadi bisa Ibu bikinkan teh.
Lihat, dia melukai tangannya.
- Mana? - Jangan.
- Jangan pegang-pegang, bukan Muhrim. - Tunjukkan.
Tak usah, Ibu. Akan kutunggu agar bisa memegang tangannya.
- Maksudnya? - Dia tahu maksudku.
Kini, dia melakukan apa-apa sendiri.
Dia memasak air dan bikin teh sendiri.
Dia menjahit kancing bajunya sendiri.
Dia menyetrika bajunya sendiri.
Jika Ibu tak mengawasinya..,
..dia mau mencuci bajunya sendiri.
Kenapa kau lakukan semuanya sendiri?
Ibu sudah membantuku sampai aku sebesar ini.
Aku sudah dewasa, kenapa harus minta bantuan Ibu?
Jendral Manoj Pandey, beberapa tugas rumah memang dikerjakan wanita.
Benar. Nak, bawalah istri ke rumah.
Lalu kau akan bahagia dan Ibu tak perlu repot lagi.
Mau cari istri dimana, Ibu?
- Ibu sudah menemukan calon istri. - Oh ya?
- Ibu menyetujuinya. - Siapa? - Ibu.
Ibu, jangan sebut namanya. Sebut saja Hema.
Biar dia tidak penasaran. Aku pergi dulu.
Mau kemana?
Aku sedang memasak. Sambil menunggu matang, aku kesini.
- Dia baik, kan? - Baik apanya? Dia gila.
Seemaaye bulaaye tujhe chal raahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Pengelana"
Seemaaye pukaare sipaahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Tentara"
Seemaaye bulaaye tujhe chal raahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Pengelana"
Seemaaye pukaare sipaahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Tentara"
Seemaaye bulaaye tujhe chal raahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Pengelana"
Seemaaye pukaare sipaahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Tentara"
Seemaaye bulaaye tujhe chal raahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Pengelana"
Seemaaye pukaare sipaahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Tentara"
Suno jaane vaale "Dengar, meski kau pergi"
Suno jaane vaale "Dengar, meski kau pergi"
Laut ke aanaa "Kau harus pulang"
Suno jaane vaale "Dengar, meski kau pergi"
Laut ke aanaa "Kau harus pulang"
Koi raah dekhe "Seseorang menunggumu"
Bhool na jaanaa "Jangan lupakan orang itu"
Tum bin pal pal rahungi main bekal "Tanpamu, aku selalu tersiksa.."
Banke birhan "..dalam kesepian"
Sang hai tumhaare mere desh ke sipaahi meraa mann "Tentara Negeriku, jiwaku bersamamu"
Meraa mann,, "Jiwaku"
Seemaaye bulaaye tujhe chal raahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Pengelana"
Seemaaye pukaare sipaahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Tentara"
Seemaaye bulaaye tujhe chal raahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Pengelana"
Seemaaye pukaare sipaahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Tentara"
Seemaaye bulaaye tujhe chal raahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Pengelana"
Seemaaye pukaare sipaahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Tentara"
Suno jaane vaale "Dengar, meski kau pergi"
Alih Bahasa: varisnova (Varis Nova Riskila) subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan Terhadap Anak dan Wanita!!!"
Re ga,, ma ga re ga re ga ma ni sa ni sa re ga re ga ma sa sa sa sa ni sa
Tum aur main jo sang na honge "Jika kita tak bersama"
Toh Holi mein bhi rang na honge "Festival Holi tiada warna"
Tum aur main jo sang na honge "Jika kita tak bersama"
Toh Holi mein bhi rang na honge "Festival Holi tiada warna"
Barf se thandi koyale se kaali "Akan sedingin es, sehitam arang"
Tum bin hogi har Deevaali "Itulah festival Diwali tanpamu"
Seekheinge baadal aansoo bahaanaa "Awan akan belajar menangis"
Aag lagaane ko jaan jalaane ko hogaa saavan "Hujan ciptakan api, menyiksaku"
Saavan ki is agni kaa hogaa indhan "Hujan ciptakan kebakaran"
Meraa mann,, "Jiwaku"
Seemaaye bulaaye tujhe chal raahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Pengelana"
Seemaaye pukaare sipaahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Tentara"
Seemaaye bulaaye tujhe chal raahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Pengelana"
Seemaaye pukaare sipaahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Tentara"
Suno jaane vaale "Dengar, meski kau pergi"
Ghar ke ye kamre aangan dvaare "Kamar, pekarangan, pintu rumah..,"
Raah takeinge ye bhi to saare "..menunggumu pulang"
Ghar ke ye kamre aangan dvaare "Kamar, pekarangan, pintu rumah..,"
Raah takeinge ye bhi to saare "..menunggumu pulang"
Khaali rahegi kursi tumhaari "Kursimu akan slalu kosong"
Pyaasi rahegi phoolon ki kyaari "Bunga taman akan slalu haus"
Tarsegaa tumko saaraa gharaanaa "Seluruh keluarga merindukanmu"
Baanhon ko pasaare suno tumhi ko pukaare is ghar kaa aangan "Pekarangan menunggumu pulang"
Jao tum chahe kahin sath hai meri dhadkan "Kemanapun kau pergi, degub jantungku bersamamu"
Meraa mann,, "Jiwaku"
Seemaaye bulaaye tujhe chal raahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Pengelana"
Seemaaye pukaare sipaahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Tentara"
Seemaaye bulaaye tujhe chal raahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Pengelana"
Seemaaye pukaare sipaahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Tentara"
Suno jaane vaale "Dengar, meski kau pergi"
Laut ke aanaa "Kau harus pulang"
Koi raah dekhe "Seseorang menunggumu"
Bhool na jaanaa "Jangan lupakan orang itu"
Tum bin pal pal rahungi main bekal "Tanpamu, aku selalu tersiksa.."
Banke birhan "..dalam kesepian"
Sang hai tumhaare mere desh ke sipaahi meraa mann "Tentara Negeriku, jiwaku bersamamu"
Meraa mann,, "Jiwaku"
Seemaaye bulaaye tujhe chal raahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Pengelana"
Seemaaye pukaare sipaahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Tentara"
Seemaaye bulaaye tujhe chal raahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Pengelana"
Seemaaye pukaare sipaahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Tentara"
Seemaaye bulaaye tujhe chal raahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Pengelana"
Seemaaye pukaare sipaahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Tentara"
# 1/11 Gurkha Rifles sampai di sektor Batalik (Kargil) #
Hidup India, Pak.
Di depan ada tembakan. Waspadalah, Pak.
Suruh pasukan untuk waspada.
Di depan ada tembakan. Waspadalah.
- Manoj, ambil ini. - Terima kasih, Pak.
Apa pendapatmu, Manoj?
Pak, menyusup akan sia-sia saja dalam..
..meledakkan amunisi, menara, Artileri (senjata berat, meriam).
Tembakan Artileri dari Pakistan, kan?
Dugaanmu benar, Manoj.
Tapi simpan amarah dan kekuatanmu hanya untuk musuh.
Aku hanya marah ke diri sendiri, Pak.
Kenapa musuh bisa menyebrang LOC duluan?
Di LOC, ada beberapa Benteng Pertahanan yang kosong.
Karena tak ada pemiliknya, Benteng Pertahanan dikuasai.
Oke, Pak. Meski susu tak ada yang jaga..,
..anjing pasti tahu dimana susu berada.
# 18 Grenadiers sampai di sektor Drass NH1 (Kargil) #
Sialan.
Cepat jauhi wilayah tembakan ini.
Pak, ada tembakan di National Highway (Jalan Raya Nasional).
# Pasukan Pakistan menembak dari sebrang LOC. #
Sialan.
Mereka pakai tembakan meriam untuk menyambut kita.
Yadav, kabarnya mereka dan beberapa Mujah..,
- ..Mujah apa namanya? - Paman Mujha.
Mujahidin (militan/ Pemberontak/Pejuang Jihad).
Pasti mereka mau menghancurkan National Highway.
Agar Ladakh dan Kashmir terasingkan dari dunia luar.
Benar, Pak.
Sudah kubilang tikus sudah menyusup.
Itu suara tikus?
Balwan, tikus ini mungkin mau mengganggu kita.
Satu persatu tembakan bom.
Puja Dewa Krishna.
Hidup Ibu Pertiwi India.
# 17 Jat sampai di Matayin (sektor Kargil) #
Pak, tak ada yang melihat atau mendengar kabar musuh.
Tak ada yang tahu siapa dan berapa jumlah musuh.
Kita cuma melihat hujan peluru..
..dan mendengar teriakan tentara yang terluka.
Tentara yang terluka pasti bilang sesuatu, kan?
Mereka tak tahu penembak itu manusia atau binatang..,
..anjing atau serigala.
Anjing dan serigala tak pakai meriam dan senjata, Anuj.
Penembak itu pasti Mujahidin yang pernah kau lihat di lembah.
Senjata mereka..,
..pasti pemberian Pakistan.
Ini situasi serius.
Para penembak itu mungkin 4 atau 4.000 orang.
Pak, kita disuruh ke tempat buruk yang asing bagi kita.
Saat meraba dalam kegelapan..,
..jika tanpa obor, harusnya pakai lilin, kan, Pak?
Sharmaji, jika kau suka nanya, kenapa jadi tentara?
Harusnya kau jadi menteri atau politisi saja.
- Maafkan aku, Pak. - Tak apa.
Suruh pasukan Bravo bersiap untuk adaptasi.
Untuk mengenali musuh, kita harus mengerti medan tempur.
Aku ingin bersama Anuj, Pak.
Tentu. Tapi setelah 3 hari beradaptasi.
Jika mau nanya..,
..tanyakan sekarang. Setelah ini, jangan nanya lagi.
- Paham? - Paham, Pak.
Pak, 3 hari lagi, kita menghadapi musuh.
Aku janji, kita pasti bisa mengenali musuh.
Semoga sukses.
# 13 JAK Rifles sampai di sektor Drass (Kargil) #
- Salam, Pak. - Salam.
Pak, truk ku terperosok. Tolong bantu perbaiki.
Ayo perbaiki.
Pasukan, ayo perbaiki.
Ini Batalion darimana?
Ini mayat tentara..
..dari Resimen Sikh dan Grenadiers.
Kami mengangkut mayat dari Srinagar mau ke Delhi.
Truk penuh mayat.
Sumpah pada susu ibuku..,
..akan kubalas dendam demi semua mayat.
Jangan pikirkan balas dendam dulu. Pikirkan keluarga mereka.
Halaman rumah mereka, akan terbaring mayat ini.
Pak, pasti banyak masalah di sektor Kargil.
Masukan peti ke truk.
Kabarnya, ada sekitar 100 Mujahidin..,
..kabar itu tak benar.
Musuh diperkirakan ada 2000-3000 pasukan..
..yang menguasai lembah Muskoh sampai ke Batalik.
Mereka didukung Northern Light Infantry ke-5 (5 NLI/ Infanteri Ringan Utara) Pakistan.
(Infanteri= Pasukan pejalan kaki bersenjata ringan)
# 1/11 Gurkha Rifles sampai di Valdar (sektor Kargil) #
- Pimpin beberapa pasukan ke kanan. - Baik, Pak.
Pak, pasti warga desa lari karena Pakistan menembak.
Disini aman, Pak.
- Pak. - Istirahatlah. Duduk, Manoj.
Ayo duduk.
Manoj, kita punya penjaga di desa Yaldor.
- Kenapa tak mendirikan Barak Pangkalan? - Pak.
Brigadir Devendra Singh menyuruh..
..pasukan Gurkha kita untuk membantu Batalion 3 Punjab..
- ..dan 16 Grenadiers. - Baik, Pak.
Mereka belum bisa merebut Kukarthang.
Karena musuh sangat kuat.
Musuh di Kukarthang sangat kuat, percaya diri.
Hanya kau tentara terbaik dalam menyerang musuh, Pandey.
Kau pimpin pasukan ke Kukarthang.
- Baik, Pak. - Bisa, kan?
Akan kulakukan.
Tapi aku punya permintaan. Meski tak dapat makanan..,
..jangan sampai kekurangan amunisi, Pak.
- Akan kupastikan amunisi cukup. - Oke.
- Kau harus sepenuhnya siap. - Baik, Pak.
Akan ku pimpin pasukan ke Jubaar.
- Besok kita menuju lokasi dalam 600 jam. - Baik.
Kupastikan sampai disana dalam 600 jam.
Istirahatlah.
Kusuruh kalian istirahat.
Meski tiap istirahat, kelak kita akan menyesalinya.
Kita dipercayakan misi tanpa waktu istirahat.
Target kita, Pos Perbatasan di Kukarthang.
Tentara 3 Punjab dan 16 Grenadiers..,
..beberapa hari ini, berupaya merebut Pos Kukarthang.
Tapi musuh sangat kuat, percaya diri.
Jadi, tentara kita belum bisa merebut Pos Kurkarthang.
Kita harus bantu mereka.
Aku tahu ini bukan tugas mudah.
Tapi dengan keyakinan, keberanian, dan sejarah Resimen Gurkha..,
..pasti takkan sulit. Ada pertanyaan?
Tidak, Pak.
Kita akan bawa banyak amunisi dan Tandu Lipat.
Maksudnya sebagian pasukan takkan pulang, Pak?
Semuanya akan pulang dalam keadaan apapun (hidup/mati).
Itu janji Manoj Pandey. Jangan tinggalkan 1 teman pun.
- Ada pertanyaan? - Tidak, Pak.
Tapi pasti ada yang mati.
Ya, pasti.
Ketahuilah bahwa Kematian adalah Pengantin Wanita..
..yang memilih Pengantin Pria paling tampan.
Aku tak punya kesempatan karena aku tak tampan.
Makanya kau mencemaskan itu, Thapa.
Tanyai ibumu, kau tampan atau tidak?
--NZZN-- varisnova --NZZN--
Pak, sudah kita hubungi 3 Punjab.
- Seberapa jauh mereka? - Sudah dekat, Pak.
Ambil posisi. Musuh bisa saja menipu kita.
Hubungi mereka pakai kode.
Bravo 1 ke Alfa 1.
Sambungkan ke Gomti. Ganti.
Bravo, ini Alfa. Dalam Perlindungan Gomti. Ganti.
Dia bilang, Perlindungan Gomti atau Sungai Gomti?
- Katanya, Perlindungan, Pak. - Oke.
Kabari mereka posisi kita dan suruh gabung kita.
Bravo 1 ke Alfa 1. Kemarilah. Ke titik 43.126 . Ganti.
Mereka sudah kelihatan, Pak.
- Hidup India, Pak. - Hidup India.
Disini aman.
Semuanya, duduk berbaris.
- Ada kabar? - Kabar buruk, Pak.
Pasukan Patroli 3 Punjab dan 16 Grenadiers..
..sudah menuju Kukarthang, tapi belum kembali.
Sudah 20 hari kami disini, Pak.
Kalian tak mencari pasukan kalian?
Tidak, Pak. Kami disuruh..
..tetap di posisi kami, agar tak ada lagi yang gugur.
Kami sampai ke posisi ini dengan susah payah.
Brigade tak ingin musuh menguasai posisi ini.
- Agar musuh tak menguasai banyak wilayah. - Oke.
Kami Gurkha, kesini mau bantu kalian.
- Kita akan lewat atas sana. - Jangan kesana, Pak.
Pasukan patroli yang belum kembali, lewat sana.
Kita tetap akan lewat sana.
Halo.
Halo, Simran. Dengar. Oh maaf, Bibi.
Berikan telpon ke Simran.
# Telpon Umum S.T.D (Tanpa Operator) di sektor Drass (Kargil) #
Simran. Aku senang bisa dengar suaramu.
Inilah kekasih gila.
Kami beruntung, Sayang.
Kami menemukan telpon umum di pegunungan bersalju.
Ini keajaiban. Aku bisa menelponmu di rumah.
Kenapa di rumah? Dia jarang di rumah?
Kita sudah tunangan dan akan menikah. Lalu setelah nikah?
Bicaralah, jangan malu-malu.
Biar kuberitahu.
Tempat pernikahanmu di Tololing.
Bulan madu mu di Bukit Tiger.
Itu keren, Jimmy. Lanjutkan.
Disini dingin sekali, Simran.
Namun cintamu hangatkanku melawan dinginnya ini.
Wow. Itu lirik lagu terbaru, ya?
Permisi.
Kau kenal aku?
Tak kenal. Tapi setelah mendengarmu menelpon..,
- ..aku agak mengenalmu. - Setelah dengar candaanmu..,
..kau sudah kurang ajar.
- Apa? - Ya.
Hei, kawan. Jangan bertengkar.
Aku Kapten Sanjiv Jamwal, dari 13 JAK Rifles.
Aku Kapten Anuj Nayyar, dari 17 Jat.
Ini Letnan Vikram Batra, temanku.
Sejak lahir dia suka bercanda. Semoga candaannya bisa hilang.
Abaikan candaannya.
Pak Batra, boleh bercanda asalkan tak menyakiti orang.
Maaf jika aku menyakitimu.
Maaf.
- Bagus. - Omong-omong, aku Vicky.
Aku Anuj.
- Anuj, darimana asalmu? - Delhi.
- Dan kau? - Palanpur.
- Itu tempat indah. - Wanitanya pun cantik-cantik.
- Oh ya? - Ya.
Yogendra, ayo antri menelpon.
Pak.
Kau baru menikah.
- Pasti punya bahan obrolan dengan istrimu. - Ya, Pak.
Memangnya cuma mengobrol dengan istrimu, itu cukup?
Hanya lelaki yang sudah nikah yang tahu, Pak.
Tapi kau belum nikah.
Aku tahu, saat liburan, pasukanku ingin..
..aku hadir di pernikahan mereka.
Kita berdua senasib, Pak.
- Kau siapa? - Maaf, Pak.
Aku Sanjay Kumar dari JAK Rifles.
Maaf, aku menyela pembicaraan kalian.
Aku Balwan.
Ini Yogendra dari 18 Grenadiers.
- Salam. - Salam.
Setelah nikah, Merindukan Istri..
..adalah keunikan tersendiri.
Aku harus pergi demi bertemu kekasihku.
- Dia jadi penyair. - Pak, nikahlah.
Pernikahan mengubah Buta Huruf jadi Penyair.
- Puja Dewa Krishna. - Puja Dewa Krishna, Pak.
- Kau makan apa? - Roti, Pak.
- Yogendra, semua baik-baik saja? - Ya, Pak.
- Hai teman Bengali-ku. - Ya?
- Hidup Subhash Chandra Bose. - Apa kabar, Balwan?
- Baik. - Bagus.
- Kau makan apa? - Roti.
- Hei Sachin. - Apa, Balwan?
- Hidup Shivaji Maharaj. - Hidup.
- Sudah makan? - Sedang makan. Mau minta? Ambil.
- Apa-apaan kau, Badut? - Badut?
Sudah kuminta roti Bengal, roti Maharashtra..,
..boleh kuminta roti Uttar Pradesh, kan?
Balwan, kau tak bawa makanan?
Bawa, Pak. Di tas ransel.
Bukan untuk dimakan. Tapi untuk memberi makan.
- Untuk memberi makan? - Ya.
Aku bawa peluru untuk memberi makan Pakistan, Pak.
Maksudnya, kau tak bawa makanan?
Aku bawa banyak peluru, Pak.
Pakistan sedang kelaparan peluru.
Ucapanmu bagus sekali.
Ada bekas tembakan Artileri (senjata berat, meriam).
Pasti disini tempat bertempur.
- Waspada, mungkin ada ranjau. - Waspadai ranjau.
Dia masih memegang senjata, Pak.
Meski sudah gugur..,
..tentara tetap memegang senjata.
Dia gugur beberapa hari lalu. Dia dari 16 Grenadiers, Pak.
Berarti pasukan patroli di sekitar sini.
Siapkan tandu untuk angkut mayat.
- Siapkan tandu. - Baik, Pak. - Cepat. - Baik.
Berlindung. Ambil posisi, serang.
- Aku tertembak, Pak. - Kau takkan kenapa-napa.
- Aku tertembak, Pak. - Kau akan baik saja, Thapa.
Sudah kita hubungi pasukan di belakang kita, Pak.
Suruh mereka untuk bantu kita.
Tetap di posisi kalian sampai bantuan tiba.
Hei, kalian kesini mau mengangkut mayat, kan?
Sana angkut dan kremasi mayat.
Sialan kalian.
Kalian suka main api, kan?
Kalian lah yang akan kami kremasi, sialan.
Berhenti menembak.
Sebentar lagi malam. Berlindung dibalik batu.
- Berhenti menembak. Ada pertanyaan? - Tidak, Pak.
Thapa.
Kenapa berhenti menembak, sialan?
Pasukan bantuan datang, Pak.
Bergeraklah saat bulan tertutup awan.
Tiaraplah saat bulan muncul.
- Jangan sampai musuh tahu pergerakan kita. - Baik, Pak.
Tembakkan Roket Suar.
Tembak mereka.
Tembakkan ET 456.
Puja Dewi Kali.
Inilah Gurkha.
Puja Dewi Kali.
Mungkin di depan ada ranjau, Pak.
Cepat pindah. Puja Dewi Kali.
- Puja Dewi Kali. - Inilah Gurkha.
Puja Dewi Kali.
Ayo maju, sialan.
- Bheem Bahadur, bawa pasukan ke kiri. - Baik.
Puja Dewi Kali.
Puja Dewi Kali.
Inilah Gurkha.
- Alfa ke Perlindungan Gomti. Ganti. - Tunggu.
Pak, Komandan memanggil.
- Perlindungan Gomti ke Alfa. Ganti. - Selamat, Manoj.
Ini hari istimewa, kemenangan pertama Operasi Vijay. Ganti.
- Terima kasih, Pak. Ganti. - Manoj, ada apa?
Kau tampak tak bahagia. Ganti.
Bagimu ini hari istimewa, Pak.
Tapi bagiku, ini hari aku kehilangan pasukanku.
Hari ini aku kehilangan 9 saudara Gurkha ku.
Akupun akan mengirim mayat mereka ke keluarganya.
Kuharap kau mengerti perasaanku, Pak.
Aku bertanggung jawab atas pasukanku.
Manoj, saat berperang, tentara mengabaikan perasaannya.
Ganti.
- Kau benar, Pak. - Ganti dan putuskan telpon. - Ganti.
Tapi mayat ini tetap berperasaan dan sakit hati.
# 17 Jat di Barak Pangkalan Lembah Mushkoh (Mei 1999) #
- Hidup India, Pak. - Hidup India.
# 17 Jat di Barak Pangkalan Lembah Mushkoh (Mei 1999) #
Duduklah.
Biar kupersingkat saja, kawan.
Tujuan utama kita..
..adalah merebut titik 4540.
Titik ini memotong semua jalan ke lembah Mushkoh..
..untuk menyusupkan bantuan ke Pakistan.
Tujuan akhir kita, titik 4875.
Titik ini sama pentingnya seperti Bukit Tiger.
Dari titik ini, kita bisa mengawasi sektor Drass.
Dan bisa melindungi National Highway kita.
Pokoknya kita harus merebut titik ini.
- Mayor Puniya. - Ya, Pak?
Kau dan pasukan B akan menyerang titik 4540.
- Pasukan Charlie tetap jadi cadangan. - Baik, Pak.
- Mayor Deepak Rampal. - Ya? - Kau, 3 JCOs, 7 tentara..
..dan Kapten Anuj Nayyar.
Dan kalian berdua akan memeriksa di ketinggian..
..antara 5930-4830.
Deepak, katamu, tugas kita mencari, menyerang..,
- ..dan menghancurkan musuh. - Ya, Pak.
Inilah kesempatanmu.
Brigadir Kakad sudah memberi ijin.
Anuj, kau ingin mengenal musuh, kan?
Sana, kenalkan dirimu.
Kenalkan tentara India ke musuh.
Semoga sukses, kawan.
Anuj, kau terjebak.
Seluruh hidupmu akan terganggu.
Adik iparku berteman dengan calon istrimu.
Dan kakakku berteman denganmu.
- Kau bisa apa? - Pak, entah pengganggu itu..
..akan jadi Nayyar atau Nayyar yang jadi pengganggu?
Tapi itu bagus. Jika teman jadi keluarga..,
..maka hidup akan lebih indah.
Kau benar.
Ucapanmu bijak sekali.
- Tapi Anuj. - Ya? - Hati-hati.
Semoga kau tak tinggal dengan pengganggu.
Pak, demi cinta, aku rela tinggal dengan pengganggu.
Sembunyi. Cepat.
Lihat sesuatu?
Posisi pasukan musuh, Pak.
- Mereka ada berapa? - Banyak.
- Boleh aku berpendapat? - Ya.
Lihat Pakistan kencing, aku ingin mengkencingi mereka.
Maksudnya bunuh mereka sekarang?
Ya.
Saat harus pergi, pergilah.
- Ayo pergi. - Ayo.
Sialan.
Sialan.
Cepat tolong dia.
Anuj.
Alfa, panggilan ke Alfa.
Bravo, ini Alfa. Sampaikan laporanmu. Ganti.
Pak, kami di tempat posisi musuh.
Tapi kami kehilangan 2 tentara, Pak.
- Beberapa terluka, beberapa gugur, Pak. - Sial.
Laporkan posisi kalian.
Tunggu dan jangan khawatir.
Bantuan akan datang untuk bawa tentara yang terluka dan mati.
- Ganti. - Ya, Pak.
- Akan kami periksa posisi kami. - Segera laporkan, Deepak.
Akan kutunggu. Ganti.
Oke.
- Ganti dan putuskan. - Ganti dan putuskan, Pak.
# 18 Grenadiers, Pasukan Terdepan #
Waspadalah. Sepertinya ada yang datang.
Mungkin saja musuh.
Ambil posisi.
Itu tentara kita. Tampaknya mereka bawa korban.
- Yadav. - Ya?
Teman kita dalam kondisi buruk.
Ya Tuhan.
Asisten perawat.
Beri mereka suntikan morfin.
Musuh tak kelihatan dan tak tahu kekuatan musuh.
Hanya bisa menduga posisi musuh..
..dengan membayangkan arah tembakan musuh.
Apa ini?
Tak bisa lihat musuh, tak tahu posisi musuh?
Gila.
- Darimana Peleton-mu (30-50 tentara) tadi? - 6 km dari sini.
- Oke. Ayo pergi. - Ya, Pak.
- Hidup India, Pak. - Hidup India.
Bagaimana kondisinya, Balwan?
Pak, 16 Grenadiers dalam kondisi buruk.
# 18 Grenadiers bergabung dengan 16 Grenadiers #
Kata korban, banyak tembakan Artileri (senjata berat, meriam).
Jumlah korban? Banyak?
Banyak sekali, Pak.
Tak ada bantuan Pasukan Artileri (Pasukan bersenjata berat).
- Salam, Pak. - Salam, Pak. - Salam.
- Hidup India, Pak. - Hidup India.
- Aku percaya situasinya buruk. - Ya, Pak. Situasinya serius.
- Ayo masuk. - Masuk, Pak.
Ayo bersiap menyerang Tololing, Pak.
Pak, kau dapat surat.
Pak, surat dari Nyonya Kiran. Bacalah.
Nanti saja, Hari Singh.
Aku tahu isi surat ini.
Dia pasti menulis ulang tahun pernikahan kami sebentar lagi.
Pasti dia nanya, apa aku pulang saat ulang tahun pernikahan.
Katakan, Hari Singh, harus kujawab apa?
MMG artinya..
..Mandir (Kuil), Masjid dan Gurdwara (Kuil penganut Sikh).
- Jaya. - Jaya.
Pak.
Hidup keadilan.
Semoga iblis kalah.
Semoga ada kasih sayang.
Semoga dunia damai.
- Hidup 18 Grenadiers. - Hidup.
# 18 Grenadiers menyerang Tololing (Benteng Pertahanan Barbadh) #
--NZZN-- varisnova --NZZN--
Jangan ada yang berpindah.
Sachin, tak bisa lihat apa-apa.
Dan kabutnya tebal. Bagaimana ini?
Ya, Pak. Banyak kabut.
Yogendra Singh Yadav, bagaimana ini?
Maju ke depan atau menunggu kabut hilang?
- Yang terbaik saja, Pak. - Maju pelan-pelan, Pak.
Jangan, Balwan. Kita tak bisa lihat posisi musuh.
Dan ada kabut. Sebaiknya tetap disini.
Sachin, suruh pasukan istirahat.
Oke. Pasukan, istirahat.
Pasukan.
Semuanya waspada.
Bersiap di posisi kalian.
Semuanya, bersiap di posisi.
- Sachin, aku tak bisa lihat musuh. - Aku juga, Pak.
Keluarlah, musuh sialan.
Sialan, keluar.
- Sialan. - Bunuh mereka.
Keluarlah, sialan.
Tembak mereka.
Jika kalian berani, keluarlah.
Sialan.
- Boleh aku maju, Yadav? - Tetap disitu.
Keluarlah, sialan.
Aku tak bisa lihat musuh.
- Aku harus maju kesana. - Aku ikut, Pak.
- Lindungi aku dengan menembak. - Oke, Pak.
Lindungi Balwan dengan menembak.
Aku mau kesana. Lindungi aku dengan menembak.
- Yadav, aku tak bisa lihat musuh. - Musuh bersembunyi.
Ambilkan tandu. Bawa korban menyingkir.
Butuh 8-10 orang untuk angkut korban.
Kita bisa kehilangan kekuatan. Paham?
8 orang, cepat angkut korban.
Sialan.
Bravo ke Alfa.
Ini Alfa.
- Ini Bravo. - Ini Alfa.
Aku ingin bicara dengan Komandan.
- Yogendra. - Pak.
Ini Bravo. Kami butuh bantuan Artileri.
Maaf. Kembalilah.
Tidak, Pak. Aku hampir menguasi wilayah musuh. Jangan sia-siakan.
Ini perintah. Kembalilah, Rajesh.
Maaf, Pak. Aku tak mau kembali.
- Rajesh, kembalilah. - Jika kembali sekarang..,
..kelak malah kehilangan banyak nyawa demi merebut tanah ini.
- Oke. - Ganti.
Kita akan angkut korban sebelum matahari terbit.
Besok malam, kita serang mereka lagi, Pak.
Aku setuju. Jangan kehilangan banyak nyawa.
Pasukan, berlindung. Ini perintah.
Berlindung.
Sachin, aku mau ke Benteng Pertahanan Barbadh.
Kau yang memimpin.
Lindungi aku dengan menembak.
Hidup Ibu Pertiwi India.
Hidup.
Aku mencintaimu, Kiran.
Kawan.
# 18 Grenadiers membantu ke Tololing Dipimpin Letnan Kolonel Vishwanathan #
Sebelum ke Kargil, Komandan bilang..
..'slogan Peleton kita adalah Menang atau Gugur'.
Ini saatnya kita hancurkan musuh.
Ini saatnya balas dendam demi kawan kita yang gugur..
..dan yang terluka di bukit.
- Ada pertanyaan? - Tidak, Pak.
- Tuhan Maha Kuasa. - Tuhan Maha Kuasa.
Yang mau kirim surat ke keluarga..,
..titipkan surat ke Komandan.
Ada waktu setengah jam menulis surat.
- Vishu. - Ya?
Telponlah istrimu.
Ijinkan tentara menelpon duluan.
Silakan yang ingin menelpon rumah.
Ini. Telpon ke rumahmu.
Jika aku tak kembali, kau yang merestui pernikahan putriku.
Diam. Kau yang akan merestui pernikahan putrimu.
Sama saja, Pak.
Aku menyesal tak bisa bicara dengan istri dan anakku.
Setelah kau menang, bicaralah dengan istrimu.
# 18 Grenadiers membantu ke Tololing (Hari ke-3) #
Lindungi aku.
Ayo.
- Sachin. - Pak.
Sachin, bagaimana keadaannya?
Pak, Adhikari sudah gugur.
Oh sial. Sudah kuduga.
Pasukan kita banyak yang terluka dan gugur.
Dimana Balwan?
Dia 6-12 kaki dari mayat Adhikari.
Dia ingin bawa mayat Adhikari.
Oke. Aku akan ke mayat Adhikari. Lindungi aku.
Itu berbahaya, Pak.
Sachin, itu memang berbahaya bagi siapapun.
Tapi tenang saja. Lindungi aku, oke?
Oke, Pak.
Ayo pindah.
Lindungi Vishwanathan dengan menembak.
Ayo pindah.
Pak Vishwanathan.
Balwan, dimana mayat Rajesh Adhikari?
Didepan situ, dekat Radio Portable nya, Pak.
- Kita harus angkut mayatnya. - Sulit, Pak.
Sudah 2 kali kucoba kesana. Tapi banyak tembakan.
Sial.
Aku tak peduli, Balwan.
- Ranbhir Singh, lindungi aku. - Baik, Pak.
- Aku akan ke mayatnya. - Jangan, Pak. Tetap disini.
Berhenti, Pak.
Oh sial.
Pak.
Balwan, aku tertembak.
Aku.. Oh..
Kau tertembak dimana?
Aku tertembak.
- Ambilkan tandu. - Jangan. - Bawa dia.
Jangan. Butuh 7-8 orang untuk membawaku.
Kekuatan Batalion kita bisa berkurang. Dengar.
Kau tetap menyerang musuh. Ini perintah.
Panggilan ke Alfa.
- Ini Alfa. Sampaikan laporanmu. - Vishwanathan tertembak.
- Vishwanathan tertembak. - Aku tak apa-apa, Pak.
Kita hanya ingin merebut Tololing, Pak.
Cepat pindah.
Vishu.
- Kau kenapa, Vishu? - Kenapa kau kesini, Pak?
Harusnya jangan kesini, Pak.
- Vishu, kau tak apa-apa? - Aku tak apa-apa.
- Ambilkan tandu. - Tak usah, Pak.
Butuh 8 orang membawaku. Itu malah melemahkan kekuatan kita.
Telponkan Jalaja, istriku.
- Aku ingin bicara dengan istriku. - Oke.
Terima kasih, Pak.
- Halo, Jalaja? - Ya, ini Jalaja.
- Vishu mau bicara, Jalaja. - Ya.
Vishu, ini Jalaja.
Bicaralah, Vishu.
Bicaralah, Vishu. Halo.
Kami butuh bantuan Artileri, Pak.
Kolonel Thakur, tetap di posisimu. Jangan maju.
Aku tak mau ada korban lagi.
Akan kukirim bantuan.
2 Rajputana Rifles segera kesitu. Oke?
- Terima kasih, Pak. - Ganti dan putuskan.
Ganti dan putuskan.
- Sachin. - Ya?
2 Rajputana Rifles akan kesini bantu kita.
- Artileri juga akan bantu kita. - Oke.
Kita kehilangan Vishu dan Rajesh.
- Jangan ada lagi korban. - Baik, Pak.
- Tetap di posisi kalian. - Oke, Pak.
Berhenti menembak. Jangan berpindah.
Sampai bantuan datang.
Terutama kau, Balwan. Paham?
Jangan berpindah. Oke?
Alih Bahasa: varisnova (Varis Nova Riskila) subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan Terhadap Anak dan Wanita!!!"
# 2 Rajputana Rifles, Batalion ke-2 dari Rajputana Rifles, bergabung dengan 13 JAK Rifles (Ghumri, 10 Juni 1999) #
Pak.
Jadi, 13 JAK Rifles kesini?
Istirahatlah, kawan.
Aku mengharapkan bantuanmu, Kolonel.
Kau terkenal, tak perlu perkenalkan diri.
Lagipula, di tentara terkenal kalimat begini..,
..'Jika ingin tahu, tanya saja Joe'.
..'Jika mau nanya, tanya saja Joshi'.
Kau terlalu memujiku, Pak.
Tak ada nama Joe ataupun Joshi, Pak.
- Hanya 1 nama yaitu Tololing. - Tentu, Kolonel.
Nasional Highway 1 (NH1) adalah hidup kita, Pak.
Demi menjaganya, kita harus usir musuh dari Tololing.
Sudah 4 kali, 18 Grenadiers berusaha, tapi gagal.
Makanya, Pak, biarkan mereka mendapat haknya.
Mereka tak ada waktu beradaptasi, dan tak dapat bantuan Artileri.
Mereka tak tahu kekuatan musuh.
18 Grenadiers tak punya waktu latihan, Pak.
Tapi Batalion mu punya waktu beradaptasi..
..dan dapat bantuan Artileri.
Aku paham maksudmu, Kolonel.
Tapi entah dapat bantuan Artileri atau tidak.
Entah punya waktu beradapatasi atau tidak.
Rajputana Rifles pasti akan merebut Tololing.
Kau tahu kenapa, Kolonel?
Karena 'Kalah dan Gagal'..
..tak ada dalam sejarah dan kamus Rajputana Rifles.
Semoga pasukanmu sukses, Pak.
Tapi jika pasukanmu gagal..,
..13 JAK Rifles akan ambil alih tugas ini.
Itu bukan ucapanku. Tapi perintah dari Markas Besar.
Tenang saja, Kolonel. Kita pasti menang dan sukses.
Aku percaya. Tapi ingat, Pak.
Jangan salah paham.
Kesuksesan ada harganya, Pak.
Kesuksesan bisa hilangkan nyawa. Utamakan nyawa tentara.
Karena tiap tentara yang berkorban nyawa..,
..sudah teringat dalam kenangan hidupku.
Kau terlalu berperasaan, Kolonel.
Itulah aku, Pak. Akulah Joe.
- Semoga sukses, Kolonel. - Terima kasih, Pak.
Ayo, kawan.
Apa ini? Komandan menyuruh kita beradaptasi dulu?
- Kenapa tak menyuruh bertempur atau mati? - Kenapa bahas kematian?
Pasti kau dan Nyonya Rajshree bertengkar..,
..saat menelpon.
Ya, aku menelponnya.
Dia menutup telpon saat dengar suaraku.
Tong sampahnya pasti dipenuhi surat dariku.
Dia bisa mengobati orang sakit.
Tapi tak bisa menyuapi ayahku, dan tak mau cerai.
Sudahlah, Devendra. Jangan hentikan perceraianku.
Tidak, Pak. Kau dan Nyonya Rajshree pasti bisa berdamai.
# 2 Rajputana Rifles di Barak Pangkalan Drass (sektor Kargil) #
Hei Robin, tepat sasaran.
- Pak, aku siap ke Tololing. - Oke, ayo pergi. - Baik.
# 2 Rajputana Rifles di Barak Pangkalan Drass (sektor Kargil), Tugas Adaptasi #
- Ayo duduk. - Terima kasih, Pak.
Robin, kenapa namamu Vijayant?
Ayahku bertugas di Pathankot, tempat kelahiranku.
Dia memimpin Brigade tank Vijayant.
Makanya namaku Vijayant.
- Hei, jangan terlalu formal padaku. - Tentu tidak, Tau.
Kenapa kau bisa bertemu Sheetal?
Sheetal, Tau.
Aku bertemu dan jatuh cinta padanya di Delhi.
- Cinta pada pandangan pertama? - Ya.
- Kau ingin menikahinya? - Tentu.
- Sudah minta restu orangtuanya? - Belum.
Biar Sheetal duluan yang minta restu orangtuanya.
Lalu aku akan mudah minta restu orangtuanya.
Kau bisa saja, Robin.
Tau, saat kau memanggilku Robin, aku merasa seperti di rumah..
- ..bersama ibuku. - Sebelum pergi, kau bertemu ibumu?
Ya, kami bertemu dan..
..hampir tak bertemu.
Ibu darimana saja? Kereta akan berangkat.
Kami beli Cemilan kesukaanmu.
Terima kasih, Ibu.
Terima kasih, Ayah.
- Robin, buat Ayah bangga. - Ya, Ayah. Aku janji.
- Tuhan memberkatimu. - Terima kasih, Ayah.
- Nak, jaga dirimu. - Tenang saja, Ibu.
Jaga diri Ibu.
- Kereta mau berangkat. - Tuhan memberkatimu. Hati-hati, Robin.
Daa, Robin.
- Daa. - Daa, Ibu. Daa, Ayah.
Entah sampai kapan mereka menungguku.
Kayaknya..,
..harus kulupakan semuanya.
Ayo.
Hei, Robin. Jangan dibawa perasaan. Itulah kehidupan, oke?
Oke, Tau.
Tau, kau sudah tahu kisahku.
Tapi kau belum ceritakan kisahmu.
- Kenapa kau bisa bertemu istrimu? - Sialan.
Ayo ceritakan.
Aku naik kereta dari Madras ke Hyderabad.
Dia duduk di depanku. Aku menatapnya.
Dia biasa saja seperti gadis pada umumnya.
Dia sedang merajut sweater.
Lalu dia melirikku.
Lalu.
Lalu aku jatuh cinta padanya.
Menakjubkan, Tau. Cinta memang menakjubkan.
- Lalu? - Setahun kemudian kami menikah.
Lalu kami akan segera punya anak.
Aku tahu istrimu sedang hamil.
Surat untuk istrimu berisi ayat kitab Geeta.
Jadi, itu doa untuk bayi di kandungannya.
- Tapi kau belum cerita. - Apalagi?
Itu loh, Mantra PELET saat ungkapkan cintamu.
'Aku Mencintaimu'.
Dalam bahasa Hindi atau bahasa Jawa?
Bahasa Jawa.
- Aku Tresno Marang Sliramu. - Aku Tresno Marang Sliramu.
# 2 Rajputana Rifles bergabung dengan 18 Grenadiers #
Pak.
Lihat ini, Kolonel Ravindran.
Situasi ini buruk sekali.
Pasukan bantuan di posisi ini.
Dan musuh di posisi ini.
Tentara kita sudah mendekati posisi ini.
Banyak korban luka dan gugur.
Di posisi ini sangat curam.
Sebaiknya kita harus kesini, Pak.
- Bagaimana menurutmu, Acharya? - Itu benar, Pak.
Tak ada pilihan lain.
Kau beruntung, Ravindran. Kau dapat bantuan Artileri.
- Aku meminta Artileri, Pak. - Aku juga meminta.
Terima kasih, Pak. Ganti dan putuskan.
Jadi, kita berpindah tanggal 12.
Senjata Artileri dan Bofors (Meriam anti pesawat) menempati posisinya.
Begini rencananya. Jam 16:45, dibuka dengan tembakan 120 senjata.
- Itu waktunya kita menyerang. - Oke.
- Kau memimpin Pasukan C, Vivek. - Baik.
- Nama kode pasukanmu, Cobra. - Ya, Pak.
- Kau memimpin Pasukan D, Mohit. - Baik.
Nama kode pasukanmu, Arjun.
Kau memimpin Peleton, Nimo.
- Nama kodenya, Bhim. - Baik, Pak.
Kita serang dari 3 sisi.
Rajputana Rifles siap ke Tololing.
# Artileri India siap menyerang #
- Jaya Raja Rama. - Jaya.
# 2 Rajputana Rifles menyerang ke Puncak Tololing (13 Juni 1999) #
Tentara India menyerang. Tembakkan Artileri.
- Jaya Raja Rama. - Jaya.
Pak.
Sialan kalian.
Pak.
Entah mereka muncul darimana.
- Kenapa bisa tertembak, Pak? - Rajshree bukan pengkhianat.
Hidup lah yang mengkhianatiku.
- Jaya Raja Rama. - Jaya.
Biar kubawa mayat Adhikari. Lindungi aku dengan menembak.
Pak, majulah. Kami akan melindungimu dengan menembak.
Menang atau Gugur.
Lindungi aku dengan menembak.
# 2 Rajputana Rifles menyerang ke bukit (28 Juni 1999) #
- Jaya Raja Rama. - Jaya.
- Jaya Raja Rama. - Jaya.
Aku mau ke Benteng Pertahanan. Robin, lindungi aku.
Berhenti, Tau.
Jangan maju, Tau. Di depan ada ranjau.
Tau.
Tau.
- Robin. - Tau.
Robin, pergilah ke Benteng Pertahanan.
- Hancurkan Benteng Pertahanan musuh. - Tau, kau tak apa-apa?
Charu.
Charu.
Tau.
Tau. Sudah ku..
Sudah kuhancurkan Benteng Pertahanan musuh, Tau.
Ibu.
Ayah.
'Teruntuk ayah, ibu, teman dan nenek.'
'Saat kalian baca surat ini, aku menatap kalian dari langit.'
'Aku tak menyesal. Jika aku reinkarnasi jadi manusia lagi.'
'Aku akan jadi tentara, berjuang demi negara.'
'Jika berkesempatan, besok kalian lihatlah..'
'..tentara India berjuang demi kalian.'
'Semoga kalian sukses. Dari Robin.'
Ini Kolonel Ravindran. Ganti.
Tersambung, Kolonel Ravi. Ganti.
Pak, 2 Rajputana Rifles sedang di Puncak Tololing.
Kita menang di Tololing, Pak.
Bendera kita berkibar di Tololing, Pak. Ganti.
Selamat, Kolonel Ravi. Batalion mu bertugas dengan baik.
Terima kasih, Pak. Ganti.
Ada apa, Kolonel Ravi? Kau tampak tak bahagia.
Buat apa bahagia, Pak? Tentara kita banyak yang gugur. Ganti.
Ada berapa korban, Kolonel Ravi?
Mayor Vivek Gupta, Mayor Acharya, Kapten Nimo..,
..dan Kapten Vijayant Thapar.
Merekalah yang mempersembahkan kemenangan Tololing.
Hampir mustahil menang, Pak.
Tapi mereka memenangkan Tololing demi kita, Pak.
Kolonel Ravi, inilah akibat dari perang.
Kau dan pasukanmu sudah bertugas dengan baik.
Inilah akibat memenangkan Tololing.
- Ganti dan putuskan. - Ganti dan putuskan, Pak.
# 13 JAK Rifles di Barak Pangkalan Administrasi (Ghumri) #
Pasukan, tiarap.
Tiarap.
Semuanya, tiarap. Cepat bawa truk kemari.
Jangan ada yang berpindah.
Cepat-cepat.
Cepat masuk ke truk.
Ya, Pak.
Turunkan tandunya.
Tembakkan 32425.
--NZZN-- varisnova --NZZN--
Pasukan, angkat tandu. Bawa ke helikopter.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.