Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
TOKOH, KEJADIAN, ORGANISASI, DAN LATAR BELAKANG ADALAH FIKSI
Kita harus keluar dari sini.
Sial.
Kau terluka?
Tidak.
Kalau kau?
Jeong Hyeok.
Tidak. Sadarlah.
Aku harus bagaimana? Jeong Hyeok.
Gwang Beom, kau tak apa-apa?
Kapten Ri.
- Kapten Ri. - Bagaimana ini?
Kita pergi. Penerbanganmu sebentar lagi.
Benar. Aku tak punya waktu.
Gwang Beom, berikan kunci mobilnya.
- Apa? - Kau juga terluka.
Kakimu terluka, tak bisa menyetir. Berikan kuncinya!
Cepat.
BANDARA INTERNASIONAL SUNAN SARIWON
Ada rumah sakit di sana?
Apa maksudmu? Kau harus ke bandara.
Jawab!
Ada rumah sakit di Sariwon, tapi...
Jangan begini. Kau ke bandara saja. Kami akan mengurus...
Bagaimana jika dia mati?
Ke arah mana? Cepat. Kita tak punya waktu.
Belok kiri.
Dia bisa tewas karena kecelakaan, bukan luka tembak.
DALAM PEMBANGUNAN
Bagaimana ini? Butuh waktu lama jika lewat jalan lain.
- Gwang Beom. - Ya.
Kau tahu film favoritku?
Apa?
Mad Max: Fury Road.
Apa?
UNIT GAWAT DARURAT
RSUD SARIWON
UNIT GAWAT DARURAT
DEMI KESEHATAN RAKYAT
Tekanan darah, 70 per 50. Dia tak sadarkan diri.
Dia kehilangan banyak darah.
Syok pendarahan. Dia bisa gagal jantung.
Tekan lukanya dengan kasa dan gunakan vasopressin.
- Bersiap operasi. - Baik, Dokter.
Se-ri, pergilah sekarang.
Jika cepat, kau bisa tiba sebelum pesawat berangkat.
Dia kehilangan banyak darah, kami butuh darah untuk transfusi.
Tak ada di rumah sakit kami. Tolong carikan, ini darurat.
Apa?
Apa?
Harus mencari darah?
Mereka tak punya stok darah.
Bagaimana ini? Ada yang sekarat.
- Dia bilang darurat. - Andai bisa kudonorkan,
tapi golonganku tak sama.
Golongan darah?
- Apa golongan darahnya? - O.
O? Aku bisa berikan.
Se-ri. Jika tak pergi sekarang, kau tak bisa pergi selamanya.
Perhatian.
Saat kupanggil nama kalian, ambil paspor, dan masuk pesawat.
Begitu naik, kembalikan paspor kalian.
- Paham? - Ya.
- Kim Seon Suk. - Ya.
- Ra Yeong Sil. - Ya.
- Kim Jeong Sun. - Ya.
Pak Pelatih.
Soal pemain cadangannya.
Orang dari Biro Politik Umum.
- Benar. - Dia belum datang.
Kami juga tak bisa menghubungi Kapten Ri.
CHOI SAM SUK
KEBERANGKATAN INTERNASIONAL
Dia belum datang, 'kan?
Katamu dia sudah pergi.
Apakah Letnan Cho Cheol Gang berhasil mencegahnya?
Sudah kubilang.
Dia hebat.
Aku paham, tapi ke mana...
Dia antar ke mana?
Cepat hubungi Cho Cheol Gang.
Bagaimana kabar mereka?
Mereka tak tertembak di tulang atau bagian tubuh vital.
Jika itu disengaja,
penjelasannya hanyalah penembaknya seorang ahli.
Di mana Ri Jeong Hyeok?
Aku baru menanyakan Kompi Lima,
mereka bilang dia sedang pergi untuk lokakarya.
Lokakarya? Di Departemen Staf Umum?
Ya. Mereka bilang itu alasannya ke Pyongyang.
Hubungi pusat.
- Cari keberadaannya. - Baik, Pak.
- Dapatkan daftar pengambilan senjata. - Baik, Pak.
Mohon menunggu di sini.
Se-ri.
Gwang Beom.
Kita tak tahu
bagaimana operasinya.
Perlukah kita menghubungi keluarga Jeong Hyeok?
Ponsel Kapten Ri rusak.
Baiklah.
Kau harus lanjutkan perawatanmu.
Aku akan tetap di sini.
Baik.
RUANG OPERASI
Kenapa kita tak foto bersama?
Maksudku,
kita takkan bertemu lagi setelah aku pergi.
Kita tidak perlu saling mengingat
atau saling simpan kenang-kenangan.
Lihatlah dirimu.
Setelah bersikap arogan...
Dasar orang aneh.
- Pinset. - Pinset.
Tempel kasa styptic.
Suntik plasma.
Siapkan urokinase
- dan antibiotik. - Baik.
Pinset.
RUANG OPERASI
Hati-hati.
Operasinya lancar.
Aku khawatir arterinya pecah,
untung saja tidak.
Dia kehilangan banyak darah. Tekanan darahnya belum naik.
Dia harus terhindar tetanus dan sepsis.
Ditambah lagi,
dia harus segera sadarkan diri.
Kita lihat perkembangannya.
Terima kasih.
RSUD SARIWON
Jeong Hyeok.
Aku tidak terbiasa
menghadapi hal semacam ini.
Aku selalu
mencintai dan membenci diriku.
Aku juga selalu melindungi
dan mengabaikan diriku.
Hanya diriku yang kupunya.
Aku tak punya orang lain.
Jadi, ini canggung bagiku.
Memiliki orang lain
yang bukan diriku.
Kau melihatku,
mendengarkanku,
tersenyum kepadaku,
makan bersamaku,
memenuhi janjimu kepadaku
walau kita tak terikat kontrak,
dan melindungiku.
Kau melakukan...
itu...
semua.
Selama ini,
kau selalu di sisiku.
Biasanya,
aku tidak mudah
merasa ketakutan,
tapi kini aku agak takut.
Aku takut terjadi sesuatu denganmu.
Apakah berarti
kau telah menjadi
orang yang spesial bagiku?
Jeong Hyeok.
Ada pesan penting untukmu dari keluargamu di Pyongyang.
- Apa itu? - Kakakmu
tewas dalam kecelakaan.
Kau harus segera pulang ke negaramu.
Itu pianomu?
Bisa kau mainkan pianonya?
Bisa mainkan untukku?
Ini akan jadi kali terakhirku bermain piano.
Kenapa?
Ini...
Aku menulis lagu untuk kakakku.
Maukah kau menjadi penonton terakhirku?
Ya.
Jeong Hyeok.
Syukurlah. Kau sudah membaik. Aku turut senang.
Kau tak apa-apa?
Kenapa kau di sini...
Jangan bicara. Kau baru bangun setelah dibius.
Nanti saja.
Jangan duduk dahulu.
Kau tidak naik
pesawatnya?
Aku tidak bisa.
Kenapa?
Itu...
Aku tidak bisa karena situasi saat itu.
Seharusnya kau pergi.
Aku tahu.
Seharusnya aku pergi,
tapi aku tidak bisa.
- Dengarkan... - Memulangkanmu saja,
membahayakan nyawa kami.
Kau tahu apa artinya?
Aku paham.
Jika paham, kenapa masih di sini?
Kau membuat usaha kami sia-sia.
Harus merepotkan kami berapa kali lagi hingga kau merasa bersalah?
Tampaknya efek biusnya belum hilang.
Mungkin itu sebabnya
kau utarakan perasaanmu sesungguhnya.
Dokter bilang kau butuh istirahat penuh.
Aku tak mau membuatmu kesal,
jadi, aku akan pergi.
Saat kau membaik, kau boleh marah kepadaku.
RI JEONG HYEOK
Pasien sudah bangun. Tolong periksa dia.
Begitu. Aku akan memberi tahu dokter...
Lukanya bersih, dan tidak ada perdarahan.
Walau hilang banyak darah,
tekanan darahmu naik berkat darah yang didonorkan.
Kau sangat beruntung.
Jangan berolahraga terlalu keras.
Kau harus dirawat selama 15 hari ke depan.
Kau dan kekasihmu pasti berjodoh.
Untungnya, golongan darah kalian sama.
Jika dia tidak mendonorkan,
- kau bisa mati. - Dia benar.
Kubilang dia bisa pingsan jika menangis setelah mendonorkan,
tapi dia menangis seharian.
- Dia ke mana? - Sebelum pasien bangun,
dia terus menangis karena cemas.
Setelah pasien bangun, dia menangis juga.
Begitukah?
Istirahatlah.
Mungkin dia sedang menangis lagi.
Seandainya
aku bisa pergi ke suatu tempat,
tapi aku tak punya mobil
dan tempat tujuan.
Sungguh menyedihkan.
Kau sudah gila?
Kau belum boleh bergerak.
Cuacanya dingin. Kau mau kena flu?
Kau tak perlu cemaskan aku.
Kau tertembak hari ini.
Yang benar saja.
Pegang aku. Mari kita masuk.
Aku tidak bermaksud
mengatakan yang tadi.
Maaf sudah kasar kepadamu.
Sudahlah.
Baiklah. Aku menerima permohonan maafmu.
Kau belum mati.
Aku bersyukur kau masih hidup.
Dibandingkan itu, memaafkanmu tak ada apa-apanya.
Pegang aku. Ayo kita masuk.
Ada apa lagi?
Kau begitu ingin pulang.
Kau bisa saja pergi.
Sudah kubilang, aku ingin sekali,
tapi aku tak bisa.
Setidaknya untuk kali ini,
aku harus melindungimu juga.
Berhenti menatapku dengan mata sendu.
Jangan salah paham.
- Aku hanya melihat. - Tidak seperti itu.
Sepintas, matamu tampak sangat sendu.
Lihat?
Bahkan saat ini, kau menatapku dengan matamu yang sendu.
DAFTAR PENGAMBILAN SENJATA
KAPTEN RI JEONG HYEOK
Pria di lokasi baku tembak pasti dia.
Dilihat dari kondisinya, dia pasti mengalami cedera.
Mulai sekarang, semua bagian komunikasi
harus bersiaga darurat.
- Baik. - Hubungi tiap rumah sakit
dalam radius 20 kilometer dari lokasi baku tembak.
Hubungi semua rumah sakit dan klinik
- bahkan di desa kecil. - Baik.
- Halo? - Apakah benar...
Apakah ini UGD di Songnim?
Adakah pasien bernama Kapten Ri Jeong Hyeok?
Baik.
Adakah pasien bernama Kapten Ri Jeong Hyeok?
Apakah ini RSUD Pungdeok-ri?
Ini Unit 527.
Kenapa dia tak angkat telepon?
PAK RI
Nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi.
Kenapa dia tak angkat telepon?
Nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi.
Ada apa? Kau menemui Cho Cheol Gang?
- Ya. - Di mana Yoon Se-ri?
Katanya dia juga tak tahu.
Apa maksudmu?
Mereka mengirim truk korps untuk mencegahnya, tapi...
Truk korps? Ada korps macam itu?
Tak ada korps macam itu.
Mereka pasukan pribadi Cho Cheol kang.
Jadi, mereka membuat kecelakaan mobil?
- Dengan truk? - Ya.
Tapi tampaknya Yoon Se-ri hilang.
Menghilang?
Cho sedang mencarinya. Dia pasti akan menemukannya.
Kenapa membuatnya kecelakaan mobil? Kau bisa melukainya.
Hei.
Bukankah tujuan kita mencegahnya kembali ke Selatan
bagaimanapun caranya?
Jadi, maksudmu,
kau tak keberatan membunuhnya?
Kukira kita tak keberatan.
Kau pasti kalut.
Apa?
Kau ingin manusiawi, padahal penipu.
Aku yakin kau kalut.
Astaga.
Siapa itu?
Si Jalang yang waktu itu.
Sam Suk baru saja pergi,
dia malah datang, seolah-olah menantikannya.
Aku akan membuat
si Jalang itu menangis.
Dilihat dari wajah ibunya saja, tampaknya sulit.
Lalu?
Buat dia menghormati kita. Itu saja cukup.
Kudengar
kepala desanya ada di sini.
Dia baru datang, dan langsung bicara santai.
Itu aku. Kau siapa?
Aku ibu tunangan Kapten Ri Jeong Hyeok
dari unit perbatasan.
Aku ingin mencari apartemen di sini.
Itu pasti sulit.
Kenapa sulit?
Sulit karena tak ada yang kosong.
Aku tahu gedung apartemen di pintu masuk desa sedang kosong.
Aku sudah dengar.
Omong-omong,
kau tampak lebih muda dariku.
Seperti itukah caramu menghormati yang lebih tua.
Kita pergi saja. Kita cari tempat lain.
- Lepaskan ibu. - Aku tak menahan Ibu.
Aku tahu kau tak berpendidikan, tapi ini memalukan.
Kau seharusnya baik kepada orang asing.
Sikap apa ini?
Aku tak paham ucapanmu.
Keributan apa ini?
Siapa kau?
Akulah istri Kolonel Senior,
yang merupakan
bos dari Kapten Ri Jeong Hyeok.
Aku tak menduga bisa bertemu orang semulia dirimu di jalan.
Dan, kemarilah dan sapa dia.
Bagaimana kalau kita lupakan ini dan mengobrol dengan santai,
bagaimana dengan segelas jus?
Kami tak butuh jus.
Katakan kenapa kalian butuh apartemen.
Putriku akan segera menikahi Kapten Ri.
Aku mau cari apartemen untuk mereka.
Begitu rupanya.
- Tapi... - Benar juga.
Aku sungguh pikun.
Aku pemilik mal di Pyongyang.
Mungkin karena itulah
aku punya barang-barang ini di tasku.
Berat sekali.
Saat aku datang lagi,
aku akan membawakan barang yang kalian butuhkan.
Kuberikan satu lagi untukmu.
Di sinilah bibiku tinggal,
jadi, aku mengenal tempat ini. Bagaimana kalau lihat-lihat dahulu?
Silakan.
Lagi pula, pernikahan itu pasti disetujui kedua keluarga.
Biasanya, tak ada salahnya mendengarkan orang tuamu.
- Ya, 'kan? - Aku belajar dari pengalaman.
- Ya, 'kan? - Aku setuju.
Ayo.
Semua kamar di gedung apartemen ini
punya pemandangan gunung.
Lokasinya juga bagus.
Perairan di belakang, pegunungan di depan.
- Justru sebaliknya. - Benar juga.
Semua fasilitas penting di desa hanya berjarak lima menit.
Terima kasih. Silakan kemari.
Dia dapat dua.
Selamat datang.
Mau ke lantai berapa?
Kamerad Operator. Tolong ke lantai lima.
Lantai lima itu sempurna.
Apakah sering berhenti begini?
Itu sebabnya aku bilang lantai yang sempurna.
Kenalanku yang tinggal di lantai 17 bilang
saat ada pemadaman, dia tak bisa menaiki semua tangga,
jadi, dia kembali ke kamp dan tidur di sana.
Tak heran, lantai 17 tinggi sekali.
- Memang. - Benar.
Lantai lima masih bisa dicapai.
Mari buka pintunya bersama.
Jangan khawatir.
Naiklah.
- Pintunya terbuka dengan halus. - Pegang tanganku.
Ayo.
Jangan khawatir.
- Ayo. - Keluarlah.
Ayo. Bagus.
Lihatlah kertas dinding bergaya Eropa ini.
Bukankah mewah sekali?
Pemiliknya lulusan seni rupa di Universitas Seni Pyongyang.
Pantaslah apartemen ini begitu indah.
- Benar. - Ya, 'kan?
Astaga. Bukankah ini kulkas Sung yang terkenal?
Ukurannya sempurna. Aku suka.
Sempurna untuk menyimpan buku.
Di bagian bawah, bisa menaruh pakaian.
Listrik di sini tak stabil,
jadi, kulkas hanya untuk dekorasi.
Sangat cocok untuk menyimpan barang.
- Ya, 'kan? - Benar.
Astaga. Lama tak bertemu sejak kau masih bayi.
- Kau sudah besar. - Mereka membesarkan kambing di sini?
Cara yang ramah lingkungan untuk manfaatkan ruang.
Kau pasti tak pernah membayangkannya di Pyongyang.
Bibiku membesarkannya,
agar dia bisa mengadakan pesta saat putranya masuk kuliah.
Tapi kurasa putranya tak cukup pandai.
- Astaga. - Hei.
Orang tua tak bisa paksa anaknya belajar.
- Benar. - Anak itu harus dipukuli.
Kambing ini sudah layak dimakan.
Mereka pelihara ayam juga?
Kami pelihara ayam di teras.
Di Pyongyang, kalian pelihara ayam di mana?
Astaga. Ada telur.
Bagus.
Ibu.
- Mau lanjutkan turnya sendiri? - Kenapa?
- Aku mau bertemu Jeong Hyeok. - Baik, silakan.
Astaga, apa itu?
Nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi.
Apa benar-benar terjadi sesuatu?
Apa? Sedang apa dia di sini?
Astaga!
Sedang apa kau?
Itu pertanyaanku. Sedang apa, Nona Seo Dan?
Benar juga. Kau ke desa ini saat kuberi tumpangan.
Kenapa kemari lagi?
- Tunanganku tinggal di sini. - Tunangan?
- Di sini? - Ada apa?
Tidak, aku juga tahu rumah ini.
Maksudmu, kau kenal Ri Jeong Hyeok?
Benar. Pak Ri.
Aku juga menunggu dia. Dia tak ada di rumah.
Jika mau, kau bisa tunggu dia di mobilku. Di luar dingin.
Kau lebih cantik berambut terurai.
Aku tadi melihatmu.
Rambutmu lebih cantik terurai.
Aku tak begitu paham
maksudmu.
Kau pasti paham.
Kau tak demam.
Tapi kenapa wajahmu merah?
Tidak.
Merah. Apakah kau melihat sesuatu yang tak seharusnya?
Akulah yang melihat sesuatu yang tak seharusnya.
Semalam,
aku melihat dua orang bercumbu di kegelapan.
Pasti sudah mau kiamat.
Kejadiannya di tengah malam. Vulgar sekali, 'kan?
Semua orang tidur saat itu.
Saat semuanya tidur, mereka seharusnya tidur juga.
Kenapa harus keluar saat hujan dan melakukannya?
Aku yakin tak seburuk itu.
Aku melihatnya, dan menurutku buruk. Kau tahu apa?
Kenapa tekanan darahmu naik?
Denyut jantungmu juga.
Tak apa-apa.
Tidak. Kau seharusnya istirahat total.
Akan kuberi tahu dokter.
Kau bilang apa?
Aku tak bilang apa-apa.
Tidak, ya.
Tidak.
Lalu kau sedang apa?
Ada lubang di seragammu. Karena tembakan.
Aku sudah mencuci noda darahnya.
Aku akan menjahitnya dengan rapi.
Aku tampak tak cakap,
tapi aku menguasai industri mode Asia.
Sekarang, kita punya tiga pilihan.
Pertama.
Lupakan kejadian semalam, dan bersikap seperti biasa.
Kedua.
Lupakan kejadian semalam dan jangan bahas lagi.
- Sama saja, 'kan? - Agak sedikit berbeda.
Yang ketiga?
Sejujurnya, kita bukan remaja lagi.
Jangan saling menekan dengan hal remeh.
Itu juga agak berbeda?
Tentu saja.
Aku pilih yang ketiga.
- Kau pilih yang ketiga? - Ya.
Tampaknya kejadian semalam bukan hal penting.
- Kau menyuruhku memilih... - Benar. Aku bilang begitu.
Pilihanmu tepat.
Tapi artinya kau merasa tertekan, ya?
Aku paham. Kau kemarin tertembak,
lalu dioperasi, dan masih dipengaruhi obat bius,
lalu saat itu sedang hujan, dan aku menangis.
Kau mungkin mengikuti impulsmu.
Aku paham.
- Tapi... - Aku tidak menekanmu.
Aku benci itu.
Kontak fisik kecil bukan masalah besar bagiku.
Mari kita bersikap santai.
Kukembalikan alat jahitnya.
[Netflix Ver] tvN E07 'Crash Landing on You' -โฅ Ruo Xi โฅ-
Se-ri.
Kenapa kalian kemari?
Karena kami mendengar kabar buruk.
Kami harus cari alasan, jadi, terpaksa membawa semen.
Kapten Ri baik-baik saja?
Aku terkejut mendengar kabarnya.
Dia tak apa-apa. Jangan khawatir.
Kabar yang lebih buruknya, kau tak bisa pergi lagi.
Bagi kami, ini paling menyedihkan.
Dia sekarang bilang begitu, padahal cemas saat mendengar kabarnya kemarin.
Benarkah?
Cemas apanya.
Kami membawa makanan.
Bagus. Rumah sakit ini memberikan nasi tanpa lauk.
Harus pasien yang membuatnya.
Aku tadi membeli beberapa barang dan membuat set makanan.
Apa itu "set makanan"?
Bekal.
Begitu.
Kau sendiri yang buat?
Ya.
Kau membuat pasien makan itu?
Benar.
Astaga, pasti sama mematikannya
dengan sebuah bom.
Ayo.
Dia seharusnya memikirkan kondisi pasien.
Dia tertidur!
Tadi masih bangun.
Kapten Ri tampak pucat.
Kau yakin dia akan pulih?
Aneh melihat orang sekuat dia terkapar di kasur.
Dia tampak berbeda, 'kan?
Dia tak berbeda sama sekali.
Berbeda.
Kenapa bisa tertembak?
Dia seharusnya tak pura-pura gesit.
Jangan bilang begitu.
Dia pasti bingung karena diopname.
Dia pasti malu.
- Hei. - Dia tertembak saat misi.
Kau tak dengar sebelumnya?
Dia berusaha melindungiku.
Dia tertembak saat melindungiku.
Dia tak bisa menghindari pelurunya.
- Begitu. - Begitu.
Aku tak bilang dia melindungimu.
Kita tak bisa lewatkan bahwa Kapten Ri gagal
menghindari pelurunya karena terlalu cepat.
Kita tahu seperti apa.
Ini tak seperti film.
Kau tak bisa menghindari peluru.
Terima kasih sudah datang.
Sebaiknya kalian pergi.
Tapi kami sudah datang jauh-jauh.
- Punya minuman? - Jangan melantur,
- dan pergilah. - Hei, jangan dorong.
Jaga dirimu.
Kami akan mampir lagi.
Jaga diri kalian. Dah.
Buka matamu.
Kenapa pura-pura tidur?
Kau bukan aktor.
Sudah pergi?
Tentu saja.
Aku terlalu malu menghadapi mereka.
Katakanlah.
Kau gagal menghindar?
Begitukah?
Aku tak berusaha menghindar.
- Kenapa? - Jika aku menghindar, kau yang tertembak.
Aku jadi terharu.
Seperti di film saja.
Tapi jangan begitu lagi.
Jangan sampai kita mengalaminya lagi.
Tapi jika sampai terulang lagi,
jangan berusaha sok keren
dan menghindarlah.
Kau juga.
Jika sampai terulang lagi, jangan tetap tinggal karena aku.
Pergi saja.
Kau selalu bisa membantahku.
Aku serius.
Berpikir kau bisa saja kembali ke Seoul
membuat hatiku sakit.
Aku punya rencana cadangan.
Gu Seung-jun berjanji mengirimkan salamku ke keluargaku.
Pasti sekarang mereka tahu aku masih hidup.
Dinginnya.
Apa nama gimnya?
Boy General.
Menyenangkan?
Aku mau coba.
Seo Dan, berapa usiamu?
Kau begitu dangkal.
Apa nama gimnya? Biar kuunduh.
- Tak bisa kau unduh. - Tentu bisa.
Pasti ada di App Store.
Ponsel di sini tak punya itu.
Jika kau ke Pyongyang,
pergilah ke Pasar App dan minta mereka mengunduhnya.
App apa?
Pasar App.
Ada di Pasar Bongsa, Pyongyang.
Tak mungkin.
Harus beli app di pasar sungguhan?
Mau bertanya berapa kali lagi?
Aku harus konsentrasi.
Bukankah kau
menunggu tunanganmu?
Kurasa kau tak khawatir walau tak bisa menghubunginya.
Ini bukan saatnya konsentrasi pada gim.
Aku tak konsentrasi pada gim.
Kau tak lapar?
Aku lapar.
Bagaimana kalau kita beli mi?
Mi apanya.
Omong-omong, bagaimana kalian bisa bertunangan?
Keputusan itu sudah lama ditetapkan.
Begitu. Dijodohkan, ya.
Ya.
Sudah menetapkan tanggal?
Bulan depan.
Tapi tunanganmu ke hotel bersama wanita lain.
Bukan begitu. Mereka tidak sekamar.
Mereka sendiri-sendiri.
Mereka menjalankan misi rahasia.
- Dia sudah nyatakan cinta? - Dia...
Itu...
Kami akan segera menikah.
Hei.
Sudah kubilang di atap waktu itu, aku harus mengajarimu beberapa hal.
Dengar baik-baik.
Ini mungkin terdengar dingin,
tapi sulit bagimu dan tunanganmu merasakan daya tarik romantis.
- Kenapa? - Tujuan akhirnya menikah.
Memang kenapa?
Kau mendadak bicara santai. Jadi, begini,
alasan seseorang merasa gelisah
karena dia tak tahu akhirnya.
Haruskah kami pacaran? Atau putus?
Aku ditolak? Apakah kami bahagia?
Kita tak tahu bagaimana akhirnya.
Kau harus penasaran, dan gelisah.
Jantungmu harus berdebar untuk merasakan daya tarik.
Jadi, itu tak mungkin karena kami sudah menetapkan tanggal?
Kau harus menangkap hatinya sebelum menetapkan tanggalnya.
Aku pesan sebotol soju.
Baik.
Untuk menetapkan tanggal,
pasangan harus makan, minum teh,
menonton, mengakui cintanya,
bertengkar, terjaga semalaman,
putus, berlari ke arah satu sama lain, dan hal-hal gila lainnya.
Tapi kalian menetapkan tanggal.
Tak ada lagi yang menarik.
Tidak ada yang mendebarkan.
Itulah kelemahan perjodohan.
Kenapa kau tahu banyak?
Aku hampir dijodohkan.
Tapi gagal.
Begitu itu terjadi, jantungku mulai berdebar.
Aku tak bisa melupakannya.
Aku akan matikan lampu.
Kau akan tidur di sana lagi?
Lalu?
Pasti lantainya dingin karena cuaca.
Tidurlah di sini.
Haruskah?
Di bawah sini dingin. Wajahku hampir lumpuh kemarin.
Kau sedang apa?
Tidurlah di sini. Aku tidur di sana.
Kau yang akan kedinginan.
Aku tak apa-apa,
bisa tidur saat latihan musim dingin.
Aku terbiasa dengan suhu dingin.
Situasinya berbeda. Kini kau pasien.
Maksudmu, kita harus tidur seranjang?
Jangan merasa tak nyaman.
Ini kasurku.
Sesuai perkataanku,
tak perlu berperang jika kita tetap di perbatasan.
Itu yang ingin kubilang.
Kau sudah tidur?
Sudah?
Bisa-bisanya tidur di situasi begini?
Namanya Ri Jeong Hyeok. Ada pasien itu?
Kau yakin dia punya luka tembak?
- RSUD Sariwon? - Ya, Pak.
Hanya nama Letnan yang tercatat, jadi, kami butuh waktu.
Hubungi rumah sakit itu.
- Minta mereka mengawasinya. - Baik, Pak.
GU SEUNG-JUN
Halo.
Seung-jun.
Yoon Se-ri?
Aku sudah berkali-kali menghubungi Pak Ri.
Kau
baik-baik saja?
Aku meminta bantuanmu kali terakhir.
Aku memintamu sampaikan salamku ke ayahku.
Bagaimana?
Sudah kau lakukan?
Karena itu aku menghubungi Pak Ri.
Mari kita bicara langsung.
Kau ada di mana? Aku akan ke sana.
Baik.
Ternyata kau di sini, Kapten Ri.
Kami mencarimu ke mana-mana.
Aku sedang dioperasi,
karena itu aku terlambat melapor.
Benar. Kami tak mengetahui keberadaanmu sampai sekarang
karena itu.
Berikan padaku.
Keluarlah.
DAFTAR PENGAMBILAN SENJATA
Ini Daftar Pengambilan Senjata Kompi Lima.
Ini tanda tanganmu, 'kan?
- Ya. - Kau mengambil
semi otomatis 9 mm,
amunisi yang banyak, dan pelontar granat.
Kau mau berperang?
Jumlah amunisi ini sama
dengan yang digunakan untuk menyerang
pasukan Brigadir Teknisi dekat Sariwon.
Menurutmu apa artinya itu?
Artinya aku yang menembak.
Maksudmu, kau menembak pasukan Brigadir Teknisi
demi melindungi mata-mata Korea Selatan?
Dia bukan mata-mata.
Demi melindungi tunanganku,
aku menembak orang yang sengaja menyebabkan kecelakaan mobil.
"Sengaja"?
Kenapa kau begitu yakin?
Kau punya bukti?
Lalu bukti apa yang kau punya kalau dia mata-mata?
- Itu... - Dari Kepala Seksi Tiga
Departemen Front Bersatu?
Jeong Hyeok, ini mengenai permintaanmu beberapa hari lalu.
Tampaknya, Pak Choi mengenalkan Letnan Kolonel Cho Cheol Gang
ke Kepala Seksi Tiga Departemen Front Bersatu.
Dia meminta informasi Divisi 11.
Semua baik-baik saja?
Menurut Pasal Tiga, Ayat Dua,
peraturan manajemen mengenai agen rahasia,
proposal harus diajukan untuk mendapatkan informasi pribadi
agen khusus
dari Divisi 11.
Kau yang melakukannya?
Tak apa-apa jika aku meminta investigasi?
Kamerad Ri Jeong Hyeok.
Tampaknya kau mau banyak bicara.
Mari lihat apakah kau bisa bicara di Badan Keamanan.
Letnan.
Tangkap Ri Jeong Hyeok.
Masalahnya begitu genting sampai kau harus menyeret pasien luka tembak?
Sulit kupercaya ini terjadi!
Pertama, Badan Keamanan.
Sekarang, Direktur Biro Politik Umum.
Pagi hari yang menarik!
Ada rumor kalau putra direktur
ada di rumah sakit ini.
Aku dengar itu juga.
Dia pasien luka tembak.
Si tinggi nan tampan itu?
Dia putra Direktur Biro Politik Umum.
Tunggu saja.
Aku akan menikah ke keluarganya
dan membangkitkan perekonomian
rumah sakit ini dengan gemilang.
Kurasa dia punya pacar.
Kau bisa rayu pria yang punya pacar!
Tak bisa.
Dan, berapa nomor kamarnya?
Kau sedang apa? Kau siapa?
Kau siapa?
BTS.
Aku melihatmu menonton video musik BTS.
- Maaf. - Tak apa-apa. Maafkan aku.
Mari kita pergi diam-diam, ya?
Kau meminta ayah memasukkan orang ke pesawat
sebagai anggota tim nasional.
Kenapa Badan Keamanan ingin menangkapmu?
Sayang.
Jawab ayah sekarang!
Tenanglah. Kita tanyakan dia nanti.
Jangan ikut campur!
Masalah apa yang ingin kau buat?
Jika kau salah bertindak,
banyak orang akan memanfaatkannya untuk menjatuhkan ayah.
Kau anak ayah satu-satunya...
Jangan menyuruhku tak ikut campur urusan anakku!
Dia ditembak.
Dia hampir mati.
Dia anak kita satu-satunya.
Kita seharusnya bersyukur
dipanggil ke rumah sakit, bukan rumah duka.
Kita seharusnya bangga dia masih hidup!
Kau seharusnya tanyakan soal lukanya dan hibur dia.
Kenapa terus memojokkannya?
Kau seharusnya mendukungnya, bukan Badan Keamanan.
Jeong Hyeok!
Astaga, Jeong Hyeok!
Biar kulihat dirimu.
Kaki dan tanganmu masih lengkap.
Bagaimana ini bisa terjadi?
Kenapa dia bisa ditembak?
Aku tak yakin dia harus melanjutkan sebagai prajurit.
Ibu, apa pun yang ingin Ibu katakan, menurutku...
Sebelum hal lebih buruk terjadi,
dia harus ganti pekerjaan.
Tak boleh ada janda lain di keluargaku selain aku.
Bukankah Jeong Hyeok pernah mengambil jurusan seni?
Berkat ibunya yang seorang aktris, dia rupawan.
Dia terlahir dengan bakat seni.
Karena itulah,
aku mau putriku menikahi putra kedua, bukan putra pertama.
Ibu, ayolah!
Aku minta maaf.
Ibu seperti ini karena masih syok.
Benar.
Aku sangat terkejut.
Aku membuat semuanya khawatir.
Aku minta maaf.
Kalian lihat, operasinya lancar.
Aku hanya butuh pemulihan.
Jangan khawatir.
Ayo.
RSUD SARIWON
Terima kasih. Kau boleh duduk.
Omong-omong, kenapa aksen Seoul-mu bagus?
Aku menonton drama dan meniru aksennya,
- tapi sulit. - Aku bisa
karena sering dengar dan menggunakannya.
Begitu.
Dasarnya juga penting.
Aku ARMY Pyongyang terbesar, Hyun Min Ji.
Senang bisa bertemu.
Siapa anggota favoritmu?
- Apa? - Kalau aku, Jungkook.
Dia begitu menawan!
Kau sendiri? Siapa favoritmu?
Bagiku,
Ri Jeong Hyeok.
Apa?
Dia begitu menawan.
Dia favoritku.
Dah.
Dah.
RSUD SARIWON
Dia keren sekali.
Kurasa ada orang yang merawatmu.
Siapa dia?
Dia orang yang kau duga.
Katamu dia rekanmu menjalankan misi.
Dia pengasuhmu juga?
Dan.
Ada sesuatu yang harus kukatakan.
Aku tak berniat membohongimu,
tapi itulah yang terjadi.
Apa maksudmu?
Sebenarnya,
aku suka dia.
Aku ada rasa padanya.
Kau pikir bisa menipuku?
Tidak. Aku tak tertipu, kau tak bisa bilang begitu.
Aku tak pernah tertipu.
Kukira bisa menikahimu walau tak punya perasaan kepadamu,
tapi kurasa kita tak bisa menikah
jika aku menyukai orang lain.
Kudengar dia akan segera pergi.
Itu tidak benar?
- Itu benar. - Itulah alasannya.
Kau tak memahaminya?
Kau sedih karena dia akan segera pergi.
Kau takut takkan bisa menemuinya lagi.
Karena itu kau jadi berdebar-debar.
Kau menipu dirimu sendiri jika anggap itu cinta.
Bukan menipu diri...
Tanggalnya sudah ditetapkan, kau jadi ragu.
Aku tak membuatmu jatuh hati.
Inilah akibat perjodohan.
Dan, apa maksudmu?
Jadi...
Pernikahan kita takkan berubah.
Kau menyukainya?
Tentu, silakan saja.
Saat dia pergi, "perasaan" itu
akan menghilang.
Perasaan bodoh itu akan menghilang.
OPERASI UMUM
Sudah selesai? Kau bisa mengobrol lebih lama.
Ibu, gaun pernikahanku.
Apa?
Kita beli gaun pernikahanku.
Siapkan untuk pernikahanku.
Baik, ayo.
Terima kasih.
Aku tak bisa tetap di sana.
Kenapa tidak?
Itu...
Ada masalah kecil.
Omong-omong, kita mau ke mana?
Ke tempatku biasa tinggal saat di sini.
Kupikir kau belum makan atau belum sempat mandi.
Kau bisa makan enak dan beristirahat.
- Tempat apa ini? - Kau akan lihat.
Astaga, wastu mewah apa ini?
Apa?
Kau putri Pimpinan Yoon.
Kau kagum akan ini?
Katakan kepadaku.
Sudah hubungi keluargaku?
Duduklah dahulu.
- Sudah hubungi mereka? - Tak bisa hubungi nomor Korea.
Tapi tampaknya mendesak,
jadi, kuhubungi mereka lewat temanku di luar negeri.
- Lalu? - Menurutmu?
Mereka senang mengetahui kau masih hidup.
Sungguh? Siapa? Ibuku? Ayahku?
Kudengar semuanya.
Semuanya, dari orang tuamu, sampai kakak-kakakmu.
Kau bohong.
- Apa? - Tak mungkin Se-jun dan Se-hyeong
senang mendengar aku masih hidup.
Walau kalian selalu bertengkar, kalian tetap keluarga.
Mereka masih lebih peduli daripada orang lain.
Kudengar kau menghilang
setelah kecelakaan paralayang.
Jadi, kau memang menghubungi keluargaku.
Ya, sudah kubilang.
Kau tak sengaja mendarat di sini?
Gila.
Cuaca saat itu sangat parah.
Dan aku baru tahu kalau radar
tak bisa mendeteksi paralayang karena tak ada mesinnya.
Itu skenario terburuk.
Pantas mereka tak menemukanmu walau berusaha keras.
Kudengar kakakmu mempekerjakan detektif swasta untuk mencarimu.
Mereka bilang kau tak perlu khawatir karena mereka sudah tahu.
Kau tak harus buru-buru kembali.
Banyak hal politis terjadi,
dan kau juga selebritas.
Mereka bilang
akan mencari cara diam-diam agar kau kembali.
Benar, mereka bahkan menunda rapat pemegang saham.
Itu tak ada artinya tanpamu.
RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM KE-36
RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM KE-36
Sebelum kita mulai,
aku ingin menjelaskan beberapa hal mengenai rumor keluargaku
yang sudah menyebar luas
di pasar saham akhir-akhir ini.
Yoon Se-ri,
CEO Pilihan Se-ri, yang juga putriku,
telah menghilang sejak sebuah kecelakaan terjadi.
Kami mencarinya selama sebulan selagi merahasiakannya,
tapi tak menemukannya.
Karena itu, menurut Pasal 90 Hukum Pendaftaran Keluarga,
dan mengikuti peraturan untuk menetapkan kematian...
Kami telah mendaftarkan kematiannya.
RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM KE-36
Kau lihat? Tampaknya, Yoon Se-ri wafat.
Bukankah dia mantan Cha Sang-u?
- Ya. - Dia wafat?
Hei, Chang-sik.
KEMATIAN YOON SE-RI SUDAH RESMI
Halo?
Su-chan.
Kau pingsan?
RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM KE-36
Astaga, aku khawatir.
Dari 94.823.847 lembar saham
dengan hak memilih,
5.798 pemegang saham, termasuk yang diwakili pengacara,
menggunakan hak memilih mereka mewakili 70.040.947 saham.
Lebih dari dua pertiga pemegang saham yang hadir telah memilih
Pak Yoon Se-hyeong untuk mengambil alih hak manajemen.
Astaga, perlukah sampai begini?
Aku bisa dibawa ke kamp konsentrasi, jika ketahuan menjual gaun pernikahan.
Mohon pengertiannya.
Dan, kau tampak lebih cantik setelah tinggal di luar negeri.
Duduklah.
Kau sudah kembali dari Shanghai hari ini.
Pasti kau bawa barang baru.
Aku tak pergi jauh-jauh ke sana untuk makan xiaolongbao.
Aku bawa majalah pernikahan dari Selatan, edisi terbaru.
Astaga! Ini sungguh yang terbaru.
Aku takut tertangkap basah saat menyelundupkannya ke perbatasan.
Lihatlah di sini, dan pilih yang indah.
Kulit Dan cerah, dan rahangnya tajam,
jadi, gaun berkerah sabrina, dan rok model payung
akan tampak menawan untuknya.
Kau setuju roknya model payung?
Berat badannya sudah turun drastis.
Lihatlah dirinya. Gaun mana pun akan cocok dengannya.
Berat badannya turun drastis.
YOON SE-RI SUDAH LAMA TAK TERLIHAT
Jadi? Ada yang kau suka?
HILANG SEJAK INSIDEN PARALAYANG
Ibu menyuruhmu memilih gaun. Kenapa membaca artikel ini?
Ibu.
Aku harus pergi.
Ke mana?
- Tolong buka pintunya. - Jangan dibawa. Kembalikan!
Biarkan aku pergi!
YOON SE-RI SUDAH LAMA TAK TERLIHAT
- Kau tak menemukannya? - Tidak.
Astaga. Andai aku tahu,
aku takkan pergi ke Resor Ski Masikryong.
Aku melewatkan kesempatan bertemu Direktur Biro Politik Umum.
Tetap saja, putranya meminta bantuan kita.
Ya, kau benar.
Aku diberi tahu bahwa hidupku akan berubah di usia ke-55.
Dia ingin melihat rekaman kamera pengawas?
Kau bisa panggil kami, jika butuh sesuatu.
Kami akan buat salinannya
agar kau bisa tonton rekamannya di tempat tidurmu.
Tak masalah.
Terima kasih atas bantuanmu.
Kalian pasti sibuk. Kalian bisa kembali bekerja.
Kalian sibuk saat ini?
Kami punya banyak waktu.
Kami tak ada kegiatan, jadi, silakan melihat.
Itu dia.
Apa itu? Ada apa?
Boleh kupinjam ponselmu?
Astaga, tak perlu bertanya.
Gunakan fasilitas rumah sakit ini seolah-olah semuanya milikmu.
Kau sudah periksa nomor pelatnya?
Ya. Mobil itu milik Kementerian Keamanan Rakyat,
tapi itu palsu.
- Maksudnya nomornya palsu? - Ya.
Aku sudah mencari lagi, tampaknya,
Badan Keamanan menggunakan kendaraan itu.
Tampaknya, mobilnya digunakan untuk acara di pondok tamu.
Tapi sepengetahuanku, pondok tamu ditutup sejak dahulu.
Aku pun penasaran.
Di mana lokasinya?
Sesuai peta, lokasinya tertulis
di Bongdeok-dong, Kaesong. Koordinatnya, 35, 129.
Takkan mudah mencarinya.
Hei.
Kenapa tak membangunkanku?
Kau tampak kelelahan.
Boleh pinjam ponselmu?
Duduk. Makanan siap. Mari makan.
Aku mau menelepon.
Menelepon? Kenapa?
Aku pergi tanpa bilang. Dia pasti menungguku.
Siapa?
Si pengawal itu?
Ya.
Tapi kau tak butuh dia lagi.
Apa?
Kubilang, kau tak butuh dia lagi.
Apakah Yoon Se-ri?
Namanya.
Sekarang ada aku.
Kau bisa tetap bersamaku dan pulang.
Kenapa mau bersamanya?
Katamu tak bisa di sana. Itu sebabnya kau kabur.
Situasi tadi...
Bukankah bahaya juga baginya,
tak hanya bagi dirimu?
Mari jujur. Kau bisa pergi.
Tapi bagaimana dengannya?
Dia harus tinggal di sini seumur hidup.
Kau seharusnya tak melakukan itu, 'kan?
Dengarlah,
dia bisa mati karenamu.
Bisakah kau jelaskan ini?
YOON SE-RI SUDAH LAMA TAK TERLIHAT
Diakah orangnya?
Wanita yang kau suka.
Jawab aku.
Kau sungguh tahu
siapa dia sebenarnya?
Ya, aku tahu.
Sedang apa wanita Selatan di sini?
Dia di sini karena kecelakaan,
kami kebetulan bertemu.
- Dia akan pulang. - Jadi, kau menyembunyikannya?
Benar.
Jika tertangkap basah, kau bisa kehilangan semuanya.
Maksudku adalah,
dia bisa membuatmu terbunuh.
Dan kau masih
menyukainya?
100 PERSEN ASAM KARBONAT
INI RASA BIR SESUNGGUHNYA
BIR BERMUTU
Kau mempelajari musik klasik saat sekolah, 'kan?
Kau tahu lagu ini?
Lagu apa ini?
Aku tak tahu.
Aku kebetulan pernah dengar ini sejak dahulu,
tapi aku tak tahu lagu siapa.
Aku mencari semua lagu yang terpikir olehku
dan menanyakan kenalanku yang tahu banyak soal musik,
tapi tak ada yang tahu.
Mainkan lagi.
Aku tak tahu.
Aku sungguh ingin mendengarkannya lagi,
tapi tak ada yang tahu.
Kau dengar dari mana?
Beberapa tahun lalu,
aku pergi ke Swiss.
Pada saat itu,
aku tak mau hidup lagi.
Kukira
pasti menyenangkan menghabiskan masa-masa terakhir hidupku
di tempat dengan pemandangan indah.
Tapi selama perjalanan itu, aku sadar
bahwa aku tak mau mati.
Aku hanya tak ingin hidup.
Aku hanya
butuh penghiburan.
Aku tak pernah menjalani hidup yang dicintai mereka yang kucintai,
tapi aku tetap ingin
mendengar seseorang bilang
aku bisa hidup
dan harus tetap hidup.
Dan saat itulah,
melodi itu muncul
seolah-olah itu jawaban doaku.
"Kau bisa hidup.
Kau harus melalui semua ini."
Melodi itu menghiburku.
CRASH LANDING ON YOU
Jika kau menyukainya, kau harus menghilang sekarang.
Pacar? Kami sudah tak bertunangan. Sudah batal.
Pernikahan palsu denganmu?
Aku juga akan lakukan apa pun demi melindungi tunanganku.
Bawa wanita Selatan itu kepadaku.
Aku menjemputmu. Kukira kau menungguku.
Jika kau kembali ke Selatan dengan selamat,
belum tentu Ri Jeong Hyeok juga selamat.
Terjemahan subtitle oleh Fajri Mulyadi
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.