Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
BADAN PERFILMAN, MEDIA PERS, RADIO & TV
EMPEROR MOTION PICTURES
BEIJING CULTURE
YOUNGSOME PICTURES
RAO XIAO ZHI FILM STUDIO
terjemahan broth3rmax
Nama? / Zhenzhen.
Nama asli.
Zhao Hongxia.
Daerah asal?
Liujizhai, Desa Liang, Kabupaten Xiangshui.
Sudah berapa lama kau di Qiaocheng?
5 tahun. / Pekerjaan?
Tukang Pijat di Le Rêve Parisien.
Ini ada beberapa foto,
tolong bantu kami mengenali mereka.
Orang-orang yang pakai helm ini,
kau kenal mereka?
Lihat baik-baik.
Bagaimana aku bisa mengenali orang yang pakai helm?
Apa menurutmu
kami ini bercanda? Kasus ini berkaitan dengan senjata.
Kau tahu maksudnya kasus yang berkaitan dengan senjata?
BANK QIAOCHENG
Ayo kita ambil. / Apa?
Kita ambil.
Selamat pagi, pak.
Ini perampokan. / Maaf?
Ini perampokan!
Tiarap! Tiarap!
Kau bikin aku kaget!
Berhenti! Jangan bergerak!
Tiarap! Cepat! Cepat!
Waktu kita 4 menit. Ayo!
Cepat, ayo, ayo, ayo, ayo!
Cepat! Jalan!
Kamu tarik koplingnya!
Apa? / Lepas koplingnya! / Oke!
Apa-apaan kau ini?
Kau bilang suruh lepas kopling. / Apa lihat-lihat?
Kutembak kepalamu kalau terus melotot.
Enyah kalian! Mundur!
Ayo!
Pergi dari sini.
♪ Di atas taman, selain jalan lama
♪ rumput menghijau menyatu dengan langit yang jauh
Gao Ming, pengembang perumahan ini.
Meminjam banyak uang padaku.
Tapi sekarang dia membawa pergi uang itu.
Aku hanya bisa menganggap dia itu sudah mati.
Aku adakan upacara pemakaman untuknya tiap hari.
Bagaimana, hebat 'kan? / Liu Wu!
Turunkan aku!
Turunkan aku!
Turunkan dia.
Masih menggonggong?
Kau ini satpam, bukan polisi, kau tahu?
Kamu satpam gerbang perumahannya Gao Ming,
sungguh anjing yang setia.
follow instagram @broth3rmax
facebook.com/broth3rmax
Mau CELANA murah? www.facebook.com/Rumah-celana
SI BODOH YANG KEREN
Sebagai ajang promosi ekoturis kota kita,
dan perbedaan budaya,
parade kembang api yang diselenggarakan oleh Badan Kepariwisataan
akan digelar jam 9 nanti malam.
Nantinya kembang api yang indah terlihat di seluruh area Xishan.
Menurut penyelenggara parade,
lebih dari 10 ribu kembang api
berbagai tipe dan ukuran sudah disiapkan.
Pertunjukan ini berlangsung paling lama 25 menit.
Jangan bergerak.
Apa kau...
tak gerah pakai helm itu?
Tak usah lihat.
Kubilang tak usah lihat.
Mukamu kelihatan! Pakai helmnya.
Pakai apaan?
Kamu lepas juga. / Tak mau.
Jangan nanti wajahku ketahuan!
Kamu ini sudah ketahuan kalau aku sudah ketahuan.
Paham?
Ketahuan.
Ketahuan.
Kepalang basah.
Gerah sekali rasanya.
Bung. / Emang siapa kau panggil bung?
Dia wanita.
Nona.
Karena kamu sudah mengetahui tampang kami,
menurut aturan,
hari ini aku akan membunuhmu.
Menyingkirkanmu. / Salahkan saja nasib sialmu.
Nasibmu sial banget. / Kenapa tak kau tutup saja jendelanya?
Syukur dia tak menutupnya. / Mau 'kan ambilkan obat?
Baik, baik.
Aku tak akan membunuhmu bila kau menuruti perkataanku.
Tak apa, santai saja.
Aku memang sudah santai.
Kamu tak santai.
Kamu duduk-duduk saja. / Aku ini cacat tahu!
Itulah yang kusebut sial.
Bagaimana kamu urus dirimu?
Aku punya perawat.
Emm.
Keluar! Aku sudah melihatmu!
Kamu dibalik pintu?
Atau dibalik jendela? / Dia sudah pergi.
Aku sudah menyuruhnya pergi.
Apa ada orang lain lagi di apartemenmu ini?
Semua sudah meninggal,
hanya tinggal aku sendiri.
Sungguh itu nasib yang sial.
Kamu jangan mengelabuiku. / Terserah percaya atau tidak.
Jaga sikapmu.
Sungguh tak sopan sekali.
Kamu harus bersikap sopan.
Siapa yang berkuasa sekarang.
Ngapain kamu ini? / Mencabut pakunya.
Ngapain lagi? / Ngasih obat.
Obat apaan?
Minyak safflower. / Minyak safflower bukan untuk obat luka.
Tak bisa menyembuhkan luka. Sterilkan dulu lukamu.
Ayo sterilkan!
Obat steril.
Yang mana obat steril? / Ya alkohol.
Alkohol...
Sebentar.
Rasanya agak perih 'kan?
Tak sakit.
Ya ampun...
tak sesakit itu kalee?
Tadi kamu bilang tak sakit? / Agak perih saja.
Lukanya bisa steril. Kamu...
taburi bubuk dari botol kecil itu,
dibalut, nanti juga sembuh. / Yang ini?
Apa yang ini juga sakit?
Tidak.
Kamu bilang tak sakit? / Siapa sangka kalau dia pengecut.
Aku tak merasakannya! Aku tak merasa kesakitan sama sekali.
Tentu saja kamu tak merasakan apapun!
Akan kutembak kepalamu, jika kau terus mengerjaiku.
Tenanglah.
Akan kutembak kepalamu! / Akan kuperban nanti juga baikan.
Ma, kau tak apa-apa?
Aduh... aduh...
Apa-apaan kalian ini?
Ayo jawab! / Tolong aku, pak polisi!
Kapten Ren, begini.
Gao Ming meminjam uangku.
Aku sungguh amat terpojok.
Aku menagih hutang dengan legal,
si satpam Ma Xianyong ini yang nonjok aku duluan.
Baiklah.
Kumpulkan anak buahmu. Mari kita bicarakan ini di kantor.
Kami cuma kumpul-kumpul disini.
Aku tak bermaksud begitu.
Lantas apa maksudmu?
Ayo kita kumpul-kumpul di tempat lain saja. / Ayo.
Kau tak boleh pergi. / Apa-apaan kau ini? Lepas!
Ongkos berobatku. Kau harus ganti ongkos berobatku.
Kau tak boleh pergi sebelum bayar.
Berikan tasku.
Nih!
Ma Xianyong.
Dengar ucapanku,
beritahu bosmu si Gao Ming,
jangan sembunyi lagi. Jika dia tak keluar,
aku akan adakan upacara pemakamannya dia tiap hari.
Liu Wu, jangan kelewatan.
Dia memang keterlaluan!
Ayo.
Ayo, kawan-kawan! / Ayo.
Kapten Ren.
Kapten Ren, aku mau laporkan sesuatu yang penting.
Jam berapa sekarang?
Anu...
Sulit dijelaskan.
Pergi dari sini! Sana pergi!
Tak usah bisik-bisik begitu, aku tahu yang kamu inginkan.
Melamar di unit bantuan lagi.
Sudah kubilang berkali-kali, kamu tak akan lulus dengan tingkatanmu ini.
Ayo pergi.
Jangan berkelahi, kamu sudah tua. / Tunggu, tunggu.
Akan kuberi informasi penting.
Dari mana kamu belajar trik begitu?
Ini bukan penyuapan. Beberapa hari lalu, mereka menggali sesuatu di lokasi itu,
Barang yang amat berbahaya. Akan terjadi malapetaka,
bila jatuh ke tangan orang jahat. / Tunggu sebentar.
Aku sudah berupaya mendapatkannya dari 2 pekerja.
Anggap saja ini layanan yang kuberikan. Tolong beritahu atasanmu.
Ma Xianyong, terima kasih atas nama atasan kami.
Apa? Apa yang terjadi?
Ma, kamu ini kasar tahu?
Kamu selalu mempermainkan kapten. / Ini salah paham.
Apa? Memang kamu punya senjata?
Aku punya satu! / Apa ini senjatamu?
Ini senjatamu?
Tidak. / Kamu memang tak bisa apa-apa,
selain cuma membual saja.
"Senjatanya, apa kau kembali dan membawanya?"
Senjata itu,
apa sungguhan? / Lihat saja berita besok.
Nanti kau tahu ini asli atau bukan.
Apa ini asli...?
Bertemu jagoan kayak kami...
pembunuh massal paling mematikan,
adalah pengalaman yang cukup berharga bagimu.
Tapi tak usah takut.
Kami pakai rumahmu ini untuk menjauhi masalah sebentar saja.
Kamu akan baik-baik saja.
Kalau mau kerjasama. / Tapi apa kau akan menembakku
bila aku menolak kerjasama? / Kamu bisa mati kalau dia tembak.
Kalau begitu aku tak mau kerjasama.
Jangan menguji kesabaranku.
Cukup lama aku bersabar pada dirimu.
Dan sabar itu ada batasnya.
Maka tembak saja aku. / Kamu mau coba?
Aku yakin kamu tak punya nyali.
Apaan...
Apa yang kau lakukan?
Sudahlah,
ayolah!
Dia ini cacat,
dan bodoh. / Kamu yang bodoh!
Tembak! / Kuhitung sampai 3.
Hitung sampai 3, kalau tak nembak maka kamu pengecut!
1... / 2, 3, 4...
Tenang, tenang...
Ayo minta maaf padanya. Nanti kami lupakan.
2...
3!
Dia memang gila!
Ayo kita pergi saja!
Kau mau kemana?
Gila! / Kau mau kemana? Berhenti! Dasar bodoh!
Kamu juga bodoh! / Berhenti! Bukahkah kamu mau menembakku?
Diam. / Ayo tembak.
Berhenti! Ngapain kau?
Tembak aku!
Kenapa matamu? Berkelahi lagi?
Aku terbentur.
Seusiamu begini masih cari masalah?
Makan telurnya.
Tidak.
Ini kebanyakan. / Tak juga.
22.
Tulis bonnya. / Kredit lagi?
Apa sudah kau pertimbangkan lamaranku?
Sepupuku yang pernah kuceritakan? / Aku tak memikirkan sepupumu,
malah aku memikirkan dirimu.
Tak usah menghiburku.
Tak usah omong kosong.
Pendaftaran Senior 1 sudah mau tutup,
pembayaran tak bisa ditunda. / Ya, ya.
Sebenarnya aku kemari untuk masalah itu.
Lihatlah biaya sekolah dan akomodasinya.
Akomodasi? Kenapa ada biaya akomodasi?
Yiyi mengajukan sewa asrama sekolah.
Katanya sudah membicarakan itu denganmu.
Apa kau tak tahu?
1.850?
Kami selalu menarip sesuai standard. Jika kau ragu,
bisa kau lihat peringkatnya di website kami. / Tidak sama sekali.
Pastinya aku tak meragukan sekolah ini.
Bagus kalau begitu.
Bu Wu.
Dengar,
danaku agak menipis akhir-akhir ini.
Aku baru beli 1 kamar apartemen. / Jadi kau mampu beli apartemen tapi biaya sekolah tidak?
Akan kubuatkan surat IOU.
Aku tak mau IOU.
Kami butuh biaya sekolah. / Kau harus percaya padaku.
Ini tak ada hubungannya dengan kepercayaan.
Bisa-bisa tutup sekolah ini, kalau semua orang tua murid seperti kamu.
Biaya sekolahnya,
pasti kubayar,
jika dia belajar dengan baik.
Apa maksudmu?
Jadi, kau tak mau bayar kalau dia tak belajar dengan baik?
Bukan begitu maksudku!
Lantas apa?
Lantas apa maksudmu?
Bu Wu, tolonglah. / Tidak, tidak, tidak.
Tolong terimalah. / Tak bisa. / Ah!
Jatuh semua 'kan.
Sayang sekali.
Ada apa? Yiyi.
Apa yang dia perbuat terhadapmu?
Kemarilah!
Kenapa kau lari? Kemari!
Itulah akibatnya,
kalau kau lari.
Paman Ma, tolonglah. / Minggir!
Lari ya!
Ayo lari! Lari! / Ma Xianyong!
Dasar satpam brengsek!
Siapa nempel surat tilang ini?
Aku ini polisi.
Aku sedang tugas disini. Siapapun yang berbuat ini,
jangan sampai aku tahu,
atau kupatahkan kakimu!
Aku yang pasang surat tilang ini.
Kau, keluar!
Keterangan Tempat Kejadian Perkara belum jelas.
Polisi telah tiba di TKP,
untuk memulai penyelidikan.
Jalanan sekitar untuk sementara ditutup.
Reporter kami sedang menuju ke sana.
Sementara penyelidikan sedang berlangsung,
laporan lebih lanjut terus ikuti saluran kami. Ada saksi mata atas kejadian ini.
Membuktikan bahwa perampok bersenjata.
Kami harus ingatkan para pendengar,
untuk memperhatikan keselamatan. Dan melaporkan orang mencurigakan pada polisi.
Apaan... dasar...
Huang,
bagaimana sebenarnya Ma hubungannya sama kapten kita?
Si Ma Xianyong itu sebelumnya orang yang baik.
Dia cuma kena sial saja.
Saat kapten kita baru lulus dari pendidikan kepolisian,
dia mendaftar ke kantor kami sebagai petugas polisi pembantu.
Itulah dia. Ma pekerja keras dan berani bagai singa.
Dia juga membantu kapten memecahkan beberapa kasus.
Namun sayang dia kurang pendidikan.
Dia mencoba tes layanan sipil,
selama 4 sampai 5 tahun lebih.
Ketika akhirnya dia lulus tes itu, Ma mabuk-mabukan.
Di pesta pernikahannya kapten kita.
Tapi kalian tahu tidak, dia memaksa nyetir walau mabuk berat.
Mobilnya menabrak setelah di perempatan jalan.
Istrinya meninggal dunia
sebelum ambulans tiba.
Mengapa banyak orang ambil uang tunai?
Tentu ada, ini 'kan bank. Hanya deposit, tak ada penarikan.
Kamu harus jaga TKP tetap utuh.
TKP ini dirusak oleh orang-orang berlalu lalang.
Toko ponsel sebelah yang dirampok, bukan disini.
Toko ponsel?
Mereka merampok toko ponsel pakai senjata?
Itulah kubilang mereka memang dungu.
Kau bilang perampok membawa senjata?
Apa kau tahu kayak apa senjatanya?
Tentu saja aku lihat.
Aku begitu keluar, si idiot itu menodongkan senjata padaku.
Itu membuatku ketakutan makanya aku masuk ke dalam.
Kurasa tak sekedar itu saja,
maka aku balik lagi untuk menutup pintunya.
Kayak apa senjatanya? / Memang kau siapa?
Siapa aku?
Kau tak tahu siapa aku?
Senjatanya...
agak panjang. Sepanjang ini.
Kayak mirip shotgun buat berburu yang kau lihat di desa.
Shotgun buat berburu?
Kedua idiot itun menembaki dalam toko.
Mereka menembaki toko?
Ya.
Apa lagi? / Itu saja.
Coba ingat-ingat lagi.
Tak ada lagi.
Kau mau apa?
Apa maksudmu? / Ya apa maksudmu?
Mau merampokku?
Tidak sama sekali.
Kamu tak memenuhi syarat jadi Satpam.
Kamu gagal aku uji.
Bawa dia keluar. / Pergi sana.
Kenapa kau kemari? / Cuma mau bantu.
Aku tahu kau ingin bantu.
Tapi kau sudah keterlaluan. / Ini sekedar niat baik.
Kamu baik sekali. Tapi disini lagi kacau.
Kembali dan jaga lokasimu sendiri. / Tak mau.
Apa lagi?
Aku belum sarapan. / Silahkan sarapanlah.
Kau kebanyakan sup pho.
Banyak tersisa di sana. / Tak masalah, jangan dibuang-buang.
Baiklah, ayo sana.
Helmnya cukup bagus.
Coba selidiki. / Kami sudah tanyai semua dealer motor sebrang kota,
belum ditemukan jejak.
Takutnya ini dibeli online. / Kirimkan fotonya ke departemen keamanan Internet.
Suruh mereka mencarinya online. Telpon semua penjual
yang jual model helm begini.
Ya, pak. / Huang,
Bagaimana senjata itu? / Analisis Balistik hasilnya sebentar lagi.
Pecahan peluru yang kami ambil dari langit-langit
sudah dikirm buat dianalisa. Hasilnya sebentar lagi keluar.
Selain itu, sidik jari di palu
segera dikirim untuk perbandingan.
2 perampok,
1 senjata.
Kenapa mereka cuma merampok toko bukannya bank,
jika mereka berani menembak? / Kapten!
Kami menemukan sesuatu.
Kapten, orang ini namanya Chen Bobo,
panggilannya Bobby. Dia kepala pelayan di Pijat Le Rêve Parisien.
Memang ini helmnya. Cari dia.
Membuat keributan lagi?
Kenapa tak kau masukkan susunya?
Aku akan masuk sendiri.
Jangan pernah masuk kemari, pak tua brengsek!
Pergi dari sini!
Jika berani melangkah masuk akan kuteriaki kau!
Dasar cabul bodoh!
Kau akan membusuk di kuburan sendirian!
Pulanglah dan tunggu belatung memakanmu hidup-hidup, tua brengsek!
Kenapa kau jadi marah begitu?
Kenapa marah pagi-pagi begini?
Hari ini ulang tahunku. / Enyah kau!
Berhenti.
Mau kemana kalian? / Nyonya,
kami pergi dulu. Selamat tinggal.
Disini bukan kunjungan turis, beraninya kalian pergi.
Aku pergi dulu.
Mau terbang lalu menggigitku?
Boleh kau coba. Aku akan teriak bila kalian melangkah keluar.
Jangan pergi!
Bungkam mulut si jalang gila itu.
Tutup mulutnya. / Aku teriak jika berani mendekat.
Aku teriak, berhenti!
Mundur.
Mundur.
Selangkah lagi.
Baik, disitu saja. Dan diam.
Takut?
Bukankah kalian pembunuh massal? Pembunuh paling mematikan?
Tak bisa menghadapi orang cacat?
Dasar bodoh.
Apa maumu?
Kami cuma mampir saja.
Biarkan saja kami pergi.
Kita harus tetap memegang aturan.
Aku sudah lihat wajah kalian.
Bagaimana kalian bisa lolos, tanpa menyingkirkan aku?
Tembak aku sampai mati lalu kalian bisa pergi.
Kamu merintah aku?
Apa kamu ini ibuku?
Aneh sekali. Aku tak akan menembakmu.
Kau tak tak bisa pergi kalau tak menembakku.
Baik, aku tak pergi.
Kami punya banyak waktu.
Duduklah.
Apa kau mau kembali jika tak punya uang cukup?
Apapun resikonya aku akan kembali.
Tolong jaga lokasi ini.
Mereka menggali barang ini hari ini dari lokasi ini.
Aku sudah coba, ini masih berfungsi.
Kau mau pakai ini...
untuk melawan penagih hutang?
Betapa beraninya kamu.
Tn. Gao.
Dengar,
aku sudah beli salah satu apartemenmu,
dan aku sudah pinjam 100 ribu buat uang muka.
Sekarang pembangunan konstruksi dihentikan,
bisa tidak kau kembalikan uangku?
Jadi kau mau menembakku
jika aku tak mengembalikan uangmu?
Bukan begitu maksudku, Tn. Gao.
Kembalikan saja uangku, kumohon.
Tolonglah.
Ma Xianyong,
jika kau menembakku,
kau tak mendapat sepeserpun.
broth3rmax
Nanti malam jam 8,
Jembatan Xishan,
aku akan mengadakan upacara pemakaman buat Gao Ming.
Pengembang perumahan La Lune Bleue.
Mari, semuanya!
Jangan lewatkan acaranya.
Permainan apa ini?
3 orang tak bisa kalahkan 1 orang tua?
Bobby!
Berhenti!
Bobby, berhenti!
Bobby, berhenti!
Xiangjie, awas!
Bobby, berhenti!
Berhenti!
Apa lihat-lihat?
Butuh tumpangan?
Berapa ongkos ke Le Rêve Parisien? / 20.
15-lah. / Naiklah.
Apa yang kau inginkan? Lepaskan aku!
Aku bukan dirimu.
Semua orang di kota ini
tahu kalau aku, Gao Ming
lari dari hutang-hutangku.
Aku tak bisa hidup dengan nama sial begitu. / Kau tak tahan dengan nama itu?
Apa kau pernah kepikiran bagaimana hidupku?
Apa kau tahu berapa orang yang menggosip di belakangku?
Kata mereka aku ini wanita simpananmu. Aku ini jalang.
Aku bercerai demi dirimu,
dan mencampakkan istri dan anakku.
Pembohong! Semua orang pembohong!
Ada hal yang mengganjal di benakku.
Saat aku jatuh cinta padamu.
Apa kau bilang? Ayo katakan lagi!
Kau memukul mataku! Nih rasakan!
Kamu jangan ikut campur dalam masalah ini.
Biar orang dewasa menyelesaikan masalahnya.
Ini bukan masalah antar orang dewasa.
Ini masalah antar pria.
Yiyi!
Gao Xiang, sekarang aku mendapatkan cukup banyak pengikut buatmu.
Kami sudah kumpulkan lebih dari 100 orang dari mana-mana.
Misinya apa?
Nanti malam,
kita akan menemui Liu Wu. / Apa karena dia mengadakan upacara pemakaman orangtuamu?
Sudah kubilang berkali-kali, ayahku pasti kembali.
Dia hutang banyak uang pada Liu Wu.
Mereka pastinya mencari dia.
Mereka mungkin akan menghajar ayahku sampai mati.
Akan kukacaukan upacara pemakaman ini.
Tak usah basa-basi lagi.
Apa kalian berani?
Xiang, dengarkan aku.
Tentu kita tak bisa menang kalau berkelahi sungguhan.
Kita sedang menyelamatkan ayahku.
Tak penting menang atau kalah.
Akan kulawan mereka apapun resikonya.
Aku tak menyalahkan kalian, jika tak berani ikut.
Tapi jika kalian ikut aku,
temui aku disini jam 7 nanti malam.
Menurut saksi mata,
kedua perampok yang memakai helm
berhenti sebentar di depan bank
sebelum menerobos toko ponsel ini.
Disini saya bersama Ren, wakil kapten kepolisian.
Selamat pagi. / Selamat pagi.
Kasus ini menyita perhatian masyarakat.
Bisa anda jelaskan bagaimana situasinya secara umum?
Aku sudah duga hari ini akan tiba,
tapi tak sangka secepat ini.
Big Head,
sekarang kita terkenal.
Kedua perampok bersenjata,
mereka sangat berbahaya.
Bagaimana kita bisa terkenal?
Tak ada yang mengenali kita yang pakai helm.
Dasar tolol.
Jagoan tak mengungkap wajahnya segampang itu.
Spiderman, Batman,
Iron Man, Eagle Man,
mereka semua pakai topeng.
Mulai sekarang di dunia kejahatan,
genk kita ini dikenal sebagai
The Helmetmen.
The Helmetman.
Helmetmen si perampok toko ponsel?
Kalian bodoh.
Apa dia mengetawai kita?
Parade kembang api jam 9 nanti malam...
Jangan hiraukan dia.
Kau baca apa?
Kau bisa baca semua huruf?
Ah, "Tepian Air".
Itu bacaan yang dalam.
Buku yang bagus semenjak ada ejaan Romawi, bisa membantumu membaca.
Bra, waktunya makan siang.
Baiklah.
Bra? Kenapa dia memanggilmu Bra?
Kamu 'kan tak pakai Bra. Kenapa bukan Chicken-head saja? (kepala-ayam)
Cocok dengan model rambutnya.
Saat kami kecil,
dia membunuh seekor Cobra sendirian.
Semua orang desa menganggap dia tangguh.
Sejak itu kami panggil dia Cobra.
Perlahan akhirnya menjadi Bra.
Tangguh, huh?
Mengapa kau ceritakan sama dia?
Cerita lama harusnya dilupakan. Tak usah diungkit-ungkit lagi.
Jangan bicara sama dia.
Baik.
Kau mau makan? / Kubilang jangan bicara sama dia!
Baik.
Kita ini makan di rumahnya dia.
Terima kasih.
Katakan, berapa yang kita dapat
kalau sudah kita jual ponsel-ponsel ini?
Belum tahu,
tapi perkiraan kasarnya mungkin
paling tidak 200.000.
200.000?
Jika aku dapat separohnya, jadinya 100.000.
80.000 untuk memperbaiki rumah,
20.000 untuk mas kawin.
Atau 70.000 untuk perbaikan rumah,
20.000 untuk mas kawin,
10.000 untuk beli permen lolipop.
Xia suka lolipop.
Sudah kubilang berkali-kali,
dia tak mau menikah denganmu.
Biarkan saja kembali ke desa bersamamu.
Kenapa kau seyakin itu?
Kita tadinya belum punya uang. Sekarang punya.
Itu 'kan berbeda.
Sobat, ini bukan soal uang.
Mengapa dia tak pergi ke kota?
Mengapa kita pergi ke kota?
Karena kita tak bisa hidup di desa.
Air sungai mengalir ke bawah.
Sementara pria berjuang di tempat yang lebih tinggi.
Cara hidup di kota berbeda.
Kita harus memperjuangkannya.
Tembakkan pertama kita sudah diletuskan.
Inilah yang akan kita lakukan selanjutnya.
Secepatnya kita bisa jual barang-barang ini,
kita akan gunakan uangnya untuk memperbarui perlengkapan kita,
sepeda motor,
helm,
peluru, senjata.
Aku akan beli AK sendiri, dan kamu riffle.
Kita akan jadi lebih besar dan lebih kuat.
Berdiri di puncak kesuksesan.
Apa 60.000 cukup untuk perbaikan rumah?
Ambisi, ambisi!
Aku tahu.
Menikahi Xia adalah ambisi terbesarku. / Kalian ini perampok,
kenapa tak merampok bank saja, kok malah toko ponsel?
Lebih gampang merampok toko ponsel.
Tak ada satpamnya. / Jadi kalian tak punya nyali merampok bank?
Akui saja. / Tidak, kami tak berani.
Siapa bilang?
Tentu kita belum berani, tapi sekarang bukan waktu yang tepat.
Kita ini pemain baru di bisnis ini.
Kita butuh permulaan yang matang,
dan menerima hasil lebih selangkah demi selangkah.
Paham? Selangkah demi selangkah.
Jika aku jadi kalian,
aku akan merampok sebagai langkah awal, dan membunuh sebagai langkah kedua.
Mengapa kau sangat ingin kami membunuhmu?
Aku sangat ingin mati sama kayak kamu sangat ingin menikahi pacarmu.
Sebesar keinginanmu jadi bos besar.
Kalian boleh pergi kalau sudah menembak mati aku.
Selangkah demi selangkah, makin besar dan makin kuat.
Kukasih tahu ya.
Membunuhku sama kayak menegakkan keadilan.
Tak memalukan membuat orang tahu kalian membantu orang lain.
Aku juga bisa memberikan semua uangku.
Sama kayak sekali lempar batu 2 burung mati.
3 burung!
Bukankah itu masuk diakal? Coba pikirkan lagi.
Kalian tak boleh pergi jika tak membunuhku.
Aku akan teriak jika kalian coba-coba pergi.
Maka kalian harus tinggal lebih lama disini.
Kita bertiga, akan berakhir di apartemen ini.
Kita saling memberi makan. Sambil menunggu mati.
Aku sudah cukup terbiasa,
tapi kamu, rambut keriting,
bukankah kau ingin menikah? Nikahi saja aku kalau begitu.
Chicken-head, bukankah kau ingin jadi bos besar?
Si keriting satu-satunya yang jadi anggota genkmu.
Lagipula aku tak mau mematuhi perintahmu.
Tak akan! / Apa-apaan...
Apa-apaan...
Ya ampun... jangan lagi!
Hentikan, Bra.
Tolong sudahlah, ya?
Ya begitu.
Tembak aku.
Semuanya akan senang.
Hey, lihatlah! Ada pepatah di dinding ini.
"Seluruh dunia ini adalah panggung"
"Pria dan wanita hanya pemain belaka"
"Tapi jika kau murka"
"Tak ada yang lebih bahagia ketimbang pembencimu"
Mengerti?
Jangan marah!
Ada benarnya juga.
Setiap kalimat itu ada benarnya juga.
Tapi bukan berarti logikamu sempurna.
Apa kau tak pernah tidur?
Kita akan pergi saat dia tertidur.
Bagus.
Aku kencing di celana.
Ya, ya.
Ini hanya soal waktu.
Tak boleh marah.
Saatnya tiduran.
Sungguh aku bukan perampoknya, pak!
Aku tak tahu dimana senjatamu!
Bicara yang jujur, bisa?
Bisa?
Bisa tidak bicara yang benar? Bisa?
Ya! / Bisa?
Ya!
Ya, ya.
Yang kukatakan memang benar.
Mereka mematahkan tanganku, bagaimana mungkin aku jadi perampok?
Mulai sekarang, jika kau menganiaya Zhenzhen,
kuhajar kau tiap kali aku melihatmu.
Paham? / ya, paham!
Paham apa? / Kalau aku bertemu Zhenzhen,
akan kupanggil dia ibuku!
Mereka menghajarku, juga mengambil helmku.
Zhenzhen? Siapa Zhenzhen?
Dia ibuku.
Dia salah satu tukang pijat kami.
Dimana aku bisa menemui si Zhenzhen ini?
Di Le Rêve Parisien!
Kami menyediakan pijat kaki, pijat lulur dan Spa.
Pijat prostat. Semua diskon 50%!
Kuantar kau ke sana, kawan!
Halo, tuan.
Bersikap baiklah pada mereka yang mengaku.
Apa yang kamu lakukan disini?
Jawab!
Begitukah cara polisi sungguhan menginterogasi orang?
Apa tak terlalu kasar?
Kalau salah, lalu bagaimana cara yang betul?
Jika kita tertangkap,
kita berikan pengakuan yang tulus.
Cosplay.
Biaya tambahan. / Uang bukan masalah!
Nama?
Wang Shuncai. / Umur? / 56.
Kamu melakukan prostitusi ilegal.
Memang ada prostitusi "legal"?
Bukankah kalian berhubungan seks saat telanjang?
Tak ada yang berniat main seks.
Aku masuk ke lamar mandi yang salah,
wanita itu melihatku telanjang,
siapa si pelacur dalam kasus ini, wanita itu atau aku?
Halo, tuan.
Ayah! Sungguh kebohongan yang mengesankan!
Begini, meski polisi sungguh menangkapmu,
mereka sendiri yang mengawalmu keluar.
Tunggu dulu!
Apa kau orang cabul, ayah?
Apa yang kamu lakukan disini? / Dimana?
Disini!
Menyelamatkan planet. / Apa?
Begini, planetmu
ada masalah besar.
Satu-satunya cara menyelamatkannya
adalah terus tidur bersama pria.
Kamu harus lebih serius lagi.
Baik.
Ayo mulai babak yang serius.
Nama?
Zhenzhen. / Bagaimana mengejanya?
Z-H-E-N.
Ada polisi! / Pak, ini salah paham!
Kami sedang menyelamatkan planet. / Aku lagi memijat biasa.
Tapi dia melepaskan pakaianku.
Apaan!
Pak, aku...
Ma?
Maafkan aku! / Apa yang kamu lakukan disini?
Sekarang hari ulang tahunku, pertama kali aku ke sini.
Pertama kali. / Diam, keluar.
Ya, pak!
Maaf sama Jiaqi.
Pergi sana! / Baik, kutunggu kau di luar.
Siapa kau?
Kedua temanmu dalam bahaya, mereka menyuruhku mencarimu.
Teman yang mana?
Mereka baru saja membantumu menghajar si Bobby.
Mereka menghajar Bobby.
Mereka membawa senjata, dan merampok toko ponsel.
Sekarang bukan hanya Bobby yang mencari mereka,
tapi juga polisi. Hanya aku yang bisa bantu.
Bagaimana mungkin? Big Head itu pengecut.
Bagaimana mungkin dia merampok?
Big Head sudah berubah.
Kamu ini siapa? / Aku anggota genk mereka.
Genk apa?
Tak ada waktu buat menjelaskan,
dimana mereka?
Manajer, kemarilah. Ada orang aneh!
Apa yang kamu lakukan?
Manajer! / Jangan lakukan itu.
Jangan teriak! Ya ampun!
Big Head sungguh punya senjata! Senjata itu milikku.
Aku tak bohong. Hanya aku yang bisa bantu dia.
Polisi!
Baik, kita tunggu saja.
Terus tunggu dan kalian akan kalah.
Aku sama sekali tak takut.
Mengapa kami bisa kalah?
Jaman sekarang semua ponsel ada pelacak lokasinya.
Apa sudah menonaktifkan ponsel yang sudah kalian rampok?
Sudah?
Apa semua ponselnya sudah mati?
Aku khawatir polisi sudah di pojokan gedung ini.
Yang ini mati. / Yang ini mati.
Sekarang sudah di lantai 2.
Matikan itu!
Mereka akan mengetuk pintunya.
Hati-hati dong.
Nanti bisa rusak!
Itu tak mungkin.
Ini semua cuma ponsel pajangan.
Ngapain kau?
Kalian berdua memang goblok!
"Selangkah demi selangkah!"
"Makin besar dan makin kuat!"
"Pria harus punya ambisi!"
"Ambisi!"
Bra.
Big Head.
Helmetmen!
Aku tak ketawa lagi deh.
Apa...
apa yang kau pikirkan?
Aku ingin nonton TV.
Aku memikirkan kematian.
Ayo jangan berjubel disini. Ayo minggir.
Ayo, ayo.
Tangan di kepala.
Jongkok.
Ayo jongkok.
Ada yang tahu dimana Bobby?
Ada yang tahu dimana Bobby?
Tak tahu.
Ma,
aku bisa jadi saksimu.
Kau harus bisa berdalih dalam situasi begini.
Apa yang kamu lakukan disini?
Apa yang kamu lakukan disini?
Pak, karena kalian kenal baik,
tolong bantulah kami. / Aku tak bicara denganmu!
Ma Xianyong, apa lidahmu putus?
Sudahlah, kapten.
Ayo, ayo. Biar aku saja yang urus. Istirahatlah.
Ma Xianyong, sekarang hari apa?
Kenapa kau ada dimana-mana?
Berdiri, berdiri.
Ayo berdiri, berdiri.
Pegang pundak temannya. / Ayo cepat.
Hey mas. Ponselku ada di kamar, aku mau ambil.
Tak usah bicara.
Tangan di atas.
Dia kira pakai seragam bisa jadi bos?
Jalan.
Apa kau akan ditahan, kak Ma?
Aku bukan kakakmu.
Kita ini sekarang saudara senasib.
Bila nanti kau ditahan, aku bisa jaga Jiaqi.
Tak usah sebut-sebut Jiaqi.
Jika kau berani mengunjungi dia lagi akan kuhajar.
Kau dengar?
Tapi bagaimana dengan biaya sewa saudarimu?
Kau sudah terima mas kawinku. / Aku meminjamnya.
Apa kau sudah tak waras?
Katamu saudarimu butuh rumah untuk menikah, itu sebabnya aku memberimu.
Mengapa harus meminjamkan padamu, kalau saudarimu tak menikah denganku?
Saudarimu itu cacat,
100.000 buat mas kawin itu sudah cukup banyak!
Kamu pura-pura sekarat kayak penipu tadi pagi, lalu siang ke sini kencan sama pelacur.
Apa kau nyari pelacur buat jadi ibu tirinya Yiyi?
Jangan campuri kasusku,
aku punya petunjuk soal perampokan itu.
Masih mengkhayal masuk polisi unit pembantu?
Lupakan saja!
Sungguh tak berguna.
Borgol dia!
Turun! Masuk baris dua-dua.
Ayo turun. / Cepat.
Ayo cepat. / Baris yang rapi.
Paman Ren. / Kenapa kemari, Yiyi?
Aku ingin mengatakan sesuatu.
Agak ruwet disini, kemarilah.
Ada apa?
Gao Xiang dan teman-temannya...
Ada apa? / Anu...
Yiyi. Tak usah hiraukan urusan orang dewasa.
Kami...
Ngapain kau kemari?
Kenapa tak sekolah?
Ayah sendiri, ngapain? / Tak usah khawatirkan aku, kembalilah sekolah.
Memalukan.
Berdiri, ayo jalan.
Ini cuma salah paham.
Ayah brengsek. Bajingan!
Aku ini ayahmu! / Jangan bicara seperti itu.
Dia bukan ayahku! Aku tak ada hubungannya dengan orang ini.
Kuubah nama margaku dengan nama ibuku. / Kau bilang apa?
Kau bilang apa?
Ma Xianyong, kau telah mengecewakan ibuku!
Lantas kamu sendiri?
Apa kau tak mengecewakan dia?
Dia menamparku?
Yiyi!
Apa yang kau lakukan? / Kita kembalikan ini,
dan cari milik kita sendiri.
Cari milik kita apaan?
Harga diri kita.
Apa maumu?
Aku ingin membunuh orang.
Bisa tidak kau berhenti cari masalah? Kumohon.
Apa aku bercanda?
Pelayan toko itu,
dia tahu ini cuma ponsel pajangan tak tak ngomong apa-apa.
Cuma menontonmu memecahkan etalasenya.
Siapa sebenarnya yang mencandaimu?
Siapa memangnya yang menaruh ponsel pajangan di etalase kaca tebal?
Apa kita dikerjai?
Baik.
Akan kubuat mereka membayar dengan darah.
Bunuh aku dulu jika kau ingin bunuh orang. Anggap sebagai latihan.
Aku lagi tak mood bicara ngawur sama kalian.
Aku akan teriak panggil orang. / Dia nanti teriak.
Sumpal mulutnya.
Selamat datang di acara TV lokal paling popiler "Street Corners"
Kumohon jangan pergi.
Apa kau ikut?
Aku pergi sendiri jika kau tak mau. / Aku tak pergi.
Begitu juga dirimu.
Lepaskan aku! / Jangan pergi, jangan!
Dua perampok memakai helm, satunya bawa pisau dan satunya bawa senjata
di video ini menerobos toko ponsel.
Lucunya
menurut si penjual
2 orang ini masuk ke toko ponsel
dengan penampilan sangar. Bahkan menembakkan senjatanya
ke langit-langit.
Namun yang mereka rampok adalah
cuma ponsel-ponsel pajangan yang tak bernilai.
Berita ini segera diunggah ke internet.
Banyak komentar mengatakan
si perampok ponsel mainan ini pasti IQ-nya jongkok.
Mereka juga dijuluki di internet
sebagai perampok paling dungu tahun ini.
Seseorang juga mengedit video mereka (dari Tencent Wesee)
mari kita lihat.
Baiklah kalau begitu.
Akan kuledakkan stasiun TV itu!
Akan kuledakkan stasiun TV itu! Minggir!
Akan kuledakkan dia! Akan kuledakkan mereka semua!
Aku melanggar hukum,
ayo tangkaplah aku!
Penjarakan aku, tembaklah aku!
Akan kuterima!
Tapi kenapa kalian...
kenapa mengedit videoku?
Dan mempermalukanku.
Kenapa kalian mempermainkanku?
Pergilah.
Pergi saja.
Bukankah kalian ingin pergi?
Pergilah, aku tak akan teriak. Kalian...
boleh pergi sekarang.
Ngapain kamu?
Big Head?
Mau apa kamu? Jangan sentuh aku.
Mau ngapain kamu?
Jangan lakukan itu!
Jangan mendekat!
Jangan menatapku!
Apa maumu?
Jangan coba-coba mendekat!
Jangan pernah sentuh aku!
Jangan menatapku!
Jangan! Kumohon!
Jangan! Aku tak butuh bantuanmu.
Jangan!
Kau dengar tidak?
Kumohon! Jangan!
Jangan sentuh aku!
Aku tak butuh bantuanmu! Jangan!
Pergi kau!
Apa yang kau inginkan?
Jangan sentuh aku!
Liu Wenhong,
aku tahu, aku banyak berhutang padamu.
Tapi aku harus kembali,
beginilah diriku.
Kau berhutang banyak sama mereka.
Bagaimana kau bisa melunasinya?
Saat kau kembali sekarang, mereka pasti menghajarmu!
Jika bisa kubereskan kali ini,
aku akan menikahimu.
Tak peduli dimanapun kau berada.
Dasar kau bodoh!
Apa lagi? Hentikan!
Jangan mulai lagi!
Hentikan! / Kau punya apa untuk kembali?
Liu Wu mengadakan upacara pemakamanku,
aku harus kembali karena akulah yang memimpin pertunjukan ini!
Kembali mau cari mati ya?
Putramu akan kehilangan ayahnya, dasar bodoh!
Putraku sudah kehilangan ayahnya sejak aku jatuh cinta denganmu!
broth3rmax
Tolong bantulah aku.
Kumohon.
Kami sungguh
tak bisa membunuhmu.
Anggap saja ini sebagai belas kasihan.
Kau mau 'kan melakukannya?
Aku akan membantumu.
Kau ingin melakukan apa
sebelum mati?
♪ Matahari menerangi wajahmu
♪ Kau selalu terlihat cantik
♪ Kulitmu menyusup ke tubuhku, ♪ ♪ yang memuaskan gairahku
♪ Kota ini cukuplah rumit
♪ Para penumpang jalan tergesa-gesa
♪ Sendirian, peka, gelisah itulah keseharianku
♪ Kau terdiam, menunduk
♪ Kau tenggelam dalam depresi terdalam
♪ Kau pergi ke kekacauan laut dalam
♪ Kau mulai menunggu, tanpa tujuan dan putus asa
♪ Kau terdiam, menunduk
♪ Kau tenggelam dalam depresi terdalam
♪ Kau pergi ke kekacauan laut dalam
♪ Kau mulai menunggu, tanpa tujuan dan putus asa
♪ Kebahagiaan agak kekurangan keberanian
♪ Romantis membutuhkan puisi
♪ Terdiam tiap detik adalah misteri
♪ Kita ini waras dan mandiri
♪ Meski mimpi tak meninggalkan jejak
Hey mas, ponselku ada di kamar.
Aku mau mengambilnya. / Sudah jangan bicara.
Tangan di atas.
Nama?
Zhenzhen.
Nama asli? / Zhao Hongxia.
Asal? / Liuzhai, Desa Liangqiao, Kabupaten Xiangshui.
Sudah berapa lama kau di Qiaocheng?
5 tahun. / Pekerjaan?
Tukang Pijat di Le Rêve Parisien.
Ini beberapa foto.
Bantu kami mengenali mereka.
Orang yang pakai helm ini,
kau kenal mereka?
Lihat dengan seksama.
Bagaimana mungkin aku mengenali orang yang pakai helm?
Dengar, Zhao Hongxia,
ini akan kuanggap jasa jika kau berkata benar sekarang,
tapi kalau kami tahu kamu menyembunyikan sesuatu,
ceritanya akan berbeda. / Kau ingin aku berkata apa?
Kapan mereka merencakan perampokan ini? Genk apa?
Katakan semua yang kau tahu!
Bagaimana aku bisa tahu mereka mau merampok? / Kuulangi sekali lagi,
katakan semua yang di benakmu.
Big Head,
kamu lagi apa?
Jangan ganggu,
lagi nyuri Wi-Fi.
Aku sangat ingin menendangmu dari atap!
Dia memang menyukaiku.
Xia, mengapa aku tak bisa menghubungimu?
Kau marah ya sama aku?
Aku tahu
kamu menghindar dariku.
Aku berjanji sama kawanku, aku akan melupakanmu.
Kuanggap bertahun-tahun kemarin itu
hanya ilusi belaka.
Aku orang bodoh bila mencarimu lagi.
Dia bilang tak pantas bersamaku.
Dia anggap aku tak suka dia karena dia tak bisa cari uang.
Dia tahu apa?
Dia cuma bisa ngomong ngawur.
Big Head.
Apa Xia itu cantik?
Cantik. Sangat cantik.
Dia bilang kota ini terlalu besar.
Dia tak menemukan jalan.
Dia bilang akan pulang.
Dan membangun rumah di sana.
Dia bilang akan menikahiku.
Dan kamu?
Sudah punya pacar belum? / Tentu saja dia tak punya!
Dia masih perjaka.
Ngawur!
Memang begitu 'kan? / Aku dulu seorang playboy
saat kau masih eek di celana. / Sudahlah.
Aku bukan seperti dia,
aku tak pernah perhatikan hal semacam ini.
Jika seorang pria ingin meraih sesuatu yang besar
dia lupakan lebih dulu soal wanita.
Dia tak akan pernah paham.
Xia,
aku sudah pikirkan ini,
sebaiknya aku lakukan sesuatu ketimbang banyak bicara.
Kuputuskan untuk lakukan sesuatu yang besar bersama kawanku.
Setelah itu aku akan kembali dan menikahimu.
Tapi aku tak tahu kalau dia berniat merampok.
Orang yang mana yang kau bicarakan?
Bobby.
Chen Bobo.
Telponlah dia, ajak dia berkencan.
Bobby adalah mitra pendampingnya Liu Wu.
Jika Bobby merampok toko itu, pastinya dia akan pergi ke Liu.
Aku akan meminta Kak Wu nanti malam untuk mengumpulkan beberapa orang.
Aku akan balas dendam.
Akan kupukul siapapun yang kumau nanti malam!
Ayo!
Mengapa ada jembatan?
Karena jalanan
telah mencapai ujung.
Bukankah jembatan termasuk juga jalan?
Jembatan itu jalan diatas sungai.
Kudengar yang telah menyebrang jembatan juga di tempat penyucian,
disebut Jembatan Penglihatan.
Menyebrangi Jembatan Penglihatan,
orang akan membalikkan halaman kehidupannya.
Sekarang saatnya,
mau hujan.
"Dasar bodoh..."
"Aku merindukanmu, kau dimana?"
Xia! Kau merindukanku?
Aku senang sekali.
Aku merindukanmu tiap hari.
Aku...
Aku di Jembatan Xishan.
Dekat Jembatan Xishan.
Jangan takut.
Sebrangi jembatannya.
Dan semua akan berakhir.
Big Head.
Kubilang aku tak mau bantu.
"Bisa kita ketemuan di Jembatan Xishan,
untuk membicarakan soal pernikahan?"
Baik, baik.
Mari kita ketemuan.
Kita ketemuan nanti malam.
Bagaimana kalau jam 8? Jam 8.
Apa-apaan kau ini? Kembalikan!
Kenapa kau ini?
Tak ada apa-apa?
Kenapa kau lakukan itu?
Big Head,
apa otakmu isinya sampah?
Polisi sedang mencari kita dimana-mana,
dia tak pernah mengencanimu kemarin-kemarin, lalu kenapa sekarang mau?
Dia juga menikah denganmu di rumah?
Dasar murahan!
Ini namanya cinta!
Persetan cintamu!
Apa kau tak tahu
yang dia lakukan di Le Rêve Parisien?
Apa yang dia lakukan?
Lakukan apa? Apa yang bisa dia lakukan di Le Rêve Parisien?
Menggosok punggung?
Beritahu apa yang dia lakukan?
Melacur! Seorang pelacur!
Aku tak peduli apapun pekerjaannya,
aku hanya peduli masa depan dia.
Big Head!
Aku bukan Big Head,
namaku Li Haigen.
Apa aku pernah menyakitimu?
Sejak kita bersaudara bertahun-tahun?
Apa kita masih saudara?
Kau bilang apa?
Aku tak akan mencuri senjatanya kakekku jika tak menganggapmu sebagai saudara.
Aku tak akan merampok toko bersamamu jika tak menganggapmu sebagai saudara.
Aku tak akan tahan melihatmu sombong begitu lama jika tak menganggapmu sebagai saudara.
Kau mau melakukan sesuatu yang besar.
Kau ingin jadi orang tangguh.
Bahkan kau membunuh seekor kobra.
Kau cuma menemukan bangkai ular!
Kurasa, kau sudah lupa dirimu sendiri ya?
Hu Guangsheng.
Kau berniat mendorong dia jatuh?
Kau ingin bantu dia bunuh diri?
Dia sendiri tak bisa menggerakkan badan kecuali kepalanya.
Bagaimana mungkin dia bisa bunuh diri?
Kalau kau sudah mendorong dia jatuh, kau sudah bunuh orang.
Kalau kau sudah mendorong dia jatuh, kau jadi seorang pembunuh.
Pembunuh bukanlah saudaraku!
broth3rmax
Namamu Hu Guangsheng?
Namaku Ma Jiaqi.
Ma Jiaqi.
Sekarang makin malam.
Kau nyalakan gas,
lalu pergilah.
Peluklah aku.
Xiaofeng?
Apa yang kau lakukan disini?
Untuk menemuimu. / Kau sudah bertemu, sekarang pergilah.
Aku belum melihatmu! / Tak ada yang perlu dilihat!
Xiaofeng!
Xiaofeng sudah pergi! / Apa masalahnya?
Apa karena baumu?
Tak boleh menemui dia, akan kupatahkan kakinya!
Dia pergi belanja! Mematahkan kakinya?
Kau berlagak lagi.
Aku sudah lama ingin mengganti bajunya.
Bukan hanya dia,
aku ingin mengganti apartemen ini juga, ke tempat yang ada lift-nya.
Kau mau jual ginjalmu demi itu? / Aku akan lakukan sesuatu yang besar.
Setelah masalah besar ini,
aku bukan seperti yang dulu lagi. Biarkan aku menemuimu.
Kakakmu bisa lakukan hal lain selain menggertak.
Apa yang akan kau lakukan?
Tak akan kuberitahu.
Apa yang akan kau lakukan? / Sudah jangan tanya!
Tak akan kuberitahu. Sampai nanti.
Tunggu dulu!
Apa?
Soal kau membantu mereka,
lupakan saja kalau itu dirasa berat.
Jangan paksakan dirimu, mengerti?
Aku mengerti. Sampai nanti. / Tunggu!
Apa lagi?
Yiyi sekarang sudah SMA.
Jangan pukuli dia lagi. / Aku memukul dia?
Hari ini dia yang memukulku, tahu?
Mengapa? Mengapa dia memukul ayahnya?
Tak akan kuberitahu, tanya sendiri padanya.
Aku pergi dulu.
Kakak!
Apa lagi?
Sudahlah, pergi saja.
Ya ampun!
Katakan. / Kurangi merokokmu.
Dan sarapanlah.
Hiduplah teratur, paham?
Apa yang terjadi? Kenapa kau bicara begini?
Ada apa denganmu? / Ma Xianyong, kamu brengsek!
Kau ini bodoh atau apa?
Kau selalu minta dihina.
Kau tak pernah merasa lega bila aku tak meneriakimu.
Memang.
Jangan salah paham, bila aku baik padamu sebentar.
Kau harus ingat.
Bagaimana diriku sekarang ini adalah gara-gara dirimu.
Gara-gara dirimu!
Kamu pantas menduda.
Tak ada yang peduli sama sekali dengan hidupmu!
Ya benar.
Kau kembali jadi dirimu.
Tapi juga jangan mencelaku.
Hidupku cukup baik.
Selalu ada orang mengenalkan wanita untuk berkencan.
Tapi mereka semua bukan seleraku.
Hari ini aku juga pergi ke Le Rêve Parisien.
Kamu tahu Le Rêve Parisien?
Ada banyak gadis cantik.
Pergilah! / Kaki mereka semuanya mulus.
Pergi sana!
Jangan ke sini lagi!
Aku akan ke sini kapanpun kumau.
Aku ini kakakmu!
Kau paham?
Sampai jumpa!
Aku sudah maafkan dia.
Aku tak menyalahkan dia.
Gas sudah dinyalakan.
Aku akan pergi saat kau tidur.
Apa itu lagu bagus?
♪ Di musim gugur, jangkrik bernyanyi
♪ Aku di dekat paviliun
♪ Dimana baru saja hujan
♪ Namun sayang aku tak bisa meminum anggurku
♪ Sungguh aku tak berniat pergi
♪ Tapi tukang perahu memaksaku
♪ Kupegang tanganmu
♪ Melihat air matamu mengalir deras
♪ Aku tak bisa bicara
♪ Begitu menyedihkan bila ♪ ♪ aku tak bisa mulai bicara
♪ Ayo pergi, kataku
♪ Melewati ribuan mil kabut dan gelombang
♪ Langit begitu gelap, berkabut tebal di sekitar
♪ Aku akan pergi jauh selama bertahun-tahun
♪ Gadis cantik
♪ Kau tak akan berada di sampingku
♪ Terlepas dari kenyamanan hidup
♪ Aku tak bisa menemukan siapapun untuk mengobrol
Gao Ming si pengembang La Lune Bleue,
meminjam uang dengan gagahnya,
namun pergi bagai pengecut!
Waspada, semua unit. Sinyal ponselnya Bobby
menjangkau Jembatan Xishan.
Jangan sampai lengah.
Santai saja.
Tutupi dirimu.
Mungkin ada polisi. Kau tahu itu?
Maaf.
Ada apa?
Aku gugup. / Jangan gugup.
Ayo balik badan.
Aku ingin ke toilet. / Ayolah, balik badan.
Kau lihat itu?
Tuhan mentakdirkanku bertemu dia disini.
Dia ingin mengalahkan aku lagi. Keparat inilah orangnya waktu itu!
Tangkap dia.
Orang itu kayaknya si Bobby.
Kapten, kami melihat Bobby bergerak arah jembatan.
Unit satu, ikuti.
Unit dua, ikuti.
Unit tiga, kepung dia.
Terima kasih atas kedatangan kalian.
Aku disini sedang berduka terdalam,
untuk teman dan saudara brengsekku,
Gao Ming.
Kami sudah kerja keras untuk cari uang.
Ayo sama-sama kita cari dia.
Apa kita harus lakukan itu?
Yeah! / Musik!
Tenang, tetap jaga jarak.
Bersiap.
Gao Ming! Kembalikan uangku!
Liu Wu!
Minggir! / Mau apa kau?
Akan kutembak kepalamu!
Unit satu, turunlah, coba lihat ke sana! / Apa yang terjadi?
Unit dua, terus awasi si Bobby.
Unit tiga, tetap di tempat. Bersiap membantu.
Ternyata kau yang mengambil senjataku.
Hajar dia!
Siapa kamu? Lepaskan!
Gao Xiang!
Lepaskan dia! / Minggir!
Jangan sakiti dia!
Liu Wu!
Hajar dia!
Jangan sentuh ayahku!
Nak! Putraku!
Sana pergi. Ayo sana!
Cepat. Pergi!
Cepat!
Kami mengawasi yang atas atau yang bawah?
Kejar si Bobby dulu! Kejar Bobby!
Gao Xiang! Kami datang!
Maju! Maju!
Jangan bergerak! Berhenti!
Jangan bergerak!
Hentikan perkelahian! Jangan menyiksa!
Bobby, mana senjatanya! Mana senjatanya!
Bicara!
Bajingan-bajingan tengik.
Akan kuhajar siapapun yang bergerak.
Unit 3 dan 4, cepat kendalikan lokasi.
Dekati kerumunan dan bantu!
Kita harus lindungi para siswa itu. Lindungi para siswa!
Disini saja jangan kemana-mana, kau dengar?
Ada yang terluka? Siapa yang terluka?
Kau tak apa-apa? Bagaimana kondisimu? Siapa namamu?
Siapa...
Namaku Ma Xianyong.
Ma?
Ma.
Senjata ini, sudah kurebut kembali.
Kuserahkan padamu.
Mana dokter?
Panggil dokter kemari!
Bicara, bicaralah.
Boleh aku gabung unit polisi pembantu sekarang?
Ya.
Tunggu sebentar.
Ren Xiaochong,
satu lagi hadiah untukmu.
Ayo.
Aku mau periksa kesehatan di rumah sakit.
Tak akan berhasil bila begini.
Kau harus kupas telurnya dulu.
Pantas saja.
Aku sudah gosok seharian.
Tapi makin parah saja.
Cepat.
Berhenti.
Apa yang kamu lakukan? / Diam.
Bra.
Mari kita bicarakan kalau kau ada masalah. / Kubilang, diam,
atau kutembak dia.
Berdiri.
Ayo berdiri.
Sekarang kunyatakan,
bila kalian berdua mulai sekarang adalah suami dan istri.
Tak peduli dia tingkahnya kayak orang bloon ataupun kayak orang bodoh,
dia akan selalu jadi suamimu.
Kau dengar itu?
Jika kau berani selingkuh, tak akan...
tak akan kubiarkan kau lolos. / Kau bikin aku takut saja...
Jangan pegang-pegang.
Berhenti.
Larimu begitu cepat walau kaki terluka.
Ya, sakit sekali.
Pelan-pelan. Sakit sekali.
Aduh sakit... / Kalian mau kemana?
Kubilang jangan kemana-mana.
Mereka terluka!
Tadi aku cuma niat membantu. / Ya, ya.
Ya membantu.
Bawa yang terluka ke ambulans.
Kau ikut aku.
Anggota keluarga, silahkan turun.
Pergilah. / Anggota keluarga, silahkan turun.
Ikuti.
Pelan-pelan.
Apa ada lagi yang datang?
Big Head.
Kau siapa?
Ya betul. Ayo. / Apa?
Ayo, pergi. / Jangan bergerak!
Aku polisi.
Letakkan senjatamu.
Kamu duluan.
Suruh dia meletakkan senjatanya.
Bra,
letakkan senjatamu.
Suruh dia letakkan senjata lebih dulu.
Kau letakkan lebih dulu. / Suruh dia meletakkan senjatanya!
Bra, tolong letakkan senjatamu!
Kuletakkan senjataku kalau dia juga sama.
Sobat, aku janji dia akan letakkan senjatanya
saat kau sudah letakkan senjatamu. / Kau lebih dulu!
Kau duluan. / Kau duluan!
Sudah, sudah!
Sama-sama. Kuhitung sampai 3.
Satu.
Dua.
Tiga.
20:59:59
21:00:00
Peluru sudah habis.
Senjata itu tak ada gunanya.
Aku mengaku.
Aku mengaku.
Aku mengaku.
broth3rmax, 10 Januari 2019
no resync/re-upload/delete-credit
IG: @broth3rmax
facebook.com/broth3rmax
♪ Menangis
♪ Kau membuka mata
♪ Tertawa keras
♪ Kau melangkah maju
♪ Tapi dengan kebingungan
♪ Kau kemudian terdampar
♪ Dalam kesunyian
♪ Semuanya mengecewakan
♪ Mencari potongan garis cinta ♪ ♪ antara atas dan bawah
♪ Tepian kabut abu-abu menyentuh langit biru
♪ Meledak bagai kembang api
♪ Terbakar
♪ Apa mimpi yang hancur itu masih disini
♪ Untuk membawa esok bersama masa depan
♪ Karena hidup penuh dengan kepasrahan
♪ Kita harus memekarkan dalam kelimpahan
♪ Ini
♪ si bodoh gila yang keren
♪ Gigih dan tak tahu cara mundur
♪ Melawan yang salah dalam hatinya
♪ Dia tak mau berlutut, ♪ ♪ lebih suka hancur berkeping-keping
♪ Si bodoh sederhana namun membanggakan ♪ ♪ adalah jenis sifatku
♪ Menyapa percikan hidup di matanya
♪ Dia bersumpah tak jadi beban dunia kita
♪ Lalu kenapa takut terpisah
♪ Kau mendongak
♪ untuk kebebasan
♪ Kau lepas
♪ untuk kau rengkuh
♪ Mencari potongan garis cinta ♪ ♪ antara atas dan bawah
♪ Tepian kabut abu-abu menyentuh langit biru
♪ Meledak bagai kembang api
♪ Terbakar
♪ Melewati lautan suram ini
♪ untuk membawa esok dengan kegembiraan
♪ Menunggu diam dalam gelap
♪ Meski mimpi terkecil akan berkembang
♪ Ini
♪ si bodoh gila yang keren
♪ Gigih dan tak tahu cara mundur
♪ Melawan yang salah dalam hatinya
♪ Dia tak mau berlutut, ♪ ♪ lebih suka hancur berkeping-keping
♪ Si bodoh sederhana namun membanggakan ♪ ♪ adalah jenis sifatku
♪ Menyapa percikan hidup di matanya
♪ Dia bersumpah tak jadi beban dunia kita
♪ Lalu kenapa takut terpisah
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.