Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
"Tayangan ini tidak sesuai bagi pemirsa di bawah usia 15 tahun"
"Di mohon kebijaksanaan pemirsa"
"Program ini disponsori oleh Badan Pengembangan Penyiaran dan Komunikasi"
"Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi"
Hei.
Bukankah biasanya awal masuk sekolah cuacanya dingin?
Gila, gerah sekali.
Lihatlah potongan rambutnya.
"Musim semi, saat usia mereka 17 tahun"
Lain kali aku akan memotong cepak rambutku.
Gaya rambut apa yang disukai gadis-gadis sekarang?
- Rambutmu cukup keren./- Ki Seok.
Pasti akan sangat menyenangkan jika ada...
banyak gadis cantik yang suka, bukan?
Oh, tidak.
Astaga.
Oh, tidak.
Bagaimana ini?
Apa itu?
"Uhm Ki Seok"
Apa yang kamu lakukan?
Tidak bisakah kamu melakukannya dengan benar?
Mengendarai sepeda?
Apa maksudmu?
Aku lebih pandai mengendarainya darimu.
Apa yang mereka lakukan?
Lama tidak jumpa.
Yoon Hye Rim.
"Musim semi"
Ciluk ba.
"Saat usia mereka satu tahun"
"Kartu Lahir: Yoon Hye Rim"
"Kartu Lahir: Uhm Ki Seok"
"Yoon Hye Rim, lahir 7 Mei 1999"
"Uhm Ki Seok, lahir 7 Mei 1999"
Selamat ulang tahun.
"Musim semi, saat usia mereka 6 tahun"
Teman-temanku tercinta.
"Tyrannosaurus"
"Musim gugur, saat usia mereka 8 tahun"
Sedang apa?
Halo.
"Musim panas, saat usia mereka 14 tahun"
Astaga, Ibu!
Ki Seok.
Astaga.
Sekarang aku tidak bisa berangkat mengendarai sepedaku.
Aku hanya punya satu itu saja.
Aku hanya mau memberitahumu saja.
Terima kasih untuk kemarin.
Naiklah.
Tidak mau?
Dengan kondisi tangan seperti itu?
Pegangan yang erat.
"If We Were A Season"
"Musim semi, saat usia mereka 19 tahun"
Hei, Ki Seok!
Apa buku matematikaku ada padamu?
Hei, Uhm Ki Seok!
Astaga.
Apa kamu tidak kedinginan?
Ini sudah bulan April.
Hei.
Kamu tidak pergi, bukan?
- Ke mana?/- Kubilang, ada yang tidak beres dengan sepedamu.
Rantainya longgar.
Aku tidak mengerti cara memperbaikinya.
Aku tidak bilang harus kamu yang perbaiki.
Hei, aku bahkan mencerewetimu berhari-hari.
Lihatlah ini, siapa pun yang melihat rantainya...
Apa yang kamu lakukan?
Berisik. Tutup mulutmu.
Jika kamu marah, kamu pasti akan meninggalkanku.
Hari ini kita pulang bersama, ya?
Menyusahkan saja.
- Sia-sia./- Yang benar saja.
Ini...
Aku sudah memberitahumu. Untuk memperbaikinya!
Tapi untungnya rusaknya sebelum jalan menurun.
Apa katamu?
- Dasar./- Ya ampun. Sudah jam segini.
Astaga.
Kita harus pergi. Kenapa ini berat sekali?
Aku juga tidak tahu rantainya akan rusak secepat ini.
Apa yang kamu lakukan?
Hye Rim.
Ayo kita lari.
Hei!
Cepat!
Yang benar saja!
- Aku serius. Cepatlah!/- Baiklah.
Jangan lihat ke atas!
Tidak. Aku juga tidak mau melihatnya.
- Cepat panjat./- Hei, kamu cepatlah naik.
Hei, kamu bahkan...
belum benar-benar memanjatnya.
Kenapa kamu membentakku?
Kamu baik-baik saja?
Sial.
Kamu baik-baik saja?
Kamu siapa?
Dia murid pindahan.
Dia pindah dari Seoul.
Hei! Tenanglah. Dengarkan.
Aku Oh Dong Kyung.
- Yoon Hye Rim./- Ya?
Dia ketua kelasnya.
Jika ada yang ingin kamu ketahui, silakan tanyakan padanya.
Dan juga...
hari ini isilah kuesioner rencana masa depan kalian hingga jam istirahat.
Di dalam kelas.
Kemudian... Oh, Seo Min Joon.
- Ya?/- Kamu yang kumpulkan.
- Kamu mengerti?/- Aku mengerti.
Cukup sekian.
Hei, bukankah terlalu dini mengenakan sepatu itu sekarang?
Aku harus mengenakannya sekarang agar aku bisa langsung bergegas.
Astaga, kamu selalu saja mengikatnya longgar.
Aku mengikatkan dengan kencang, kamu harus menang.
Kenapa?
Karena ada aku.
Hei.
Lebih baik kamu pulanglah.
Kamu benar.
Kita bisa pulang naik sepeda andai kamu memperbaikinya.
Kenapa kamu mengikutiku?
Semua juga datang ke perpus untuk tidur.
- Itulah yang kuingat dari mereka./- Dasar.
Alasan saja.
Begitu mengantuk tinggal pergi ke perpus.
Sungguh malang nasibku.
Kini kamu yang tertidur duluan.
Dari awal berangkat dan pasti sampai setibanya di tujuan.
Hei. Sudah mau jam istirahat. Cepat kumpulkan.
Aku sudah selesai.
Aku hampir selesai. Sedikit lagi.
Beres.
Apa ini?
Kenapa kamu mengosongkannya?
Apa harus diisi? Bukankah boleh dikosongkan saja?
Sudah kumpulkan saja. Ada apa denganmu?
- Kalian duluan saja./- Hei.
- Aku mau mengencani seorang dewi./- Pasti gagal.
Aku mau membeli esensial poster. Kali ini ada keluaran baru.
- Pokoknya aku harus membelinya./- Astaga.
Dasar gegabah.
Aku harus mengisi ini dengan apa, ya?
Berapa lama lagi?
Berikan padaku. Biar aku yang isi.
Hei. Kembalikan kepadaku.
- Hei./- Kali ini kamu harus keluar mengencani seseorang.
- Hei./- Kedengarannya sangat bagus.
Mau mati?
Hei, hapus.
Kamu harus melakukannya.
Kamu masih belum bisa melakukannya.
Kamu harus merasakan rasanya dan geloranya.
Dengan kata lain...
Kamu bisa mendengar sesuatu yang berdebar.
- Terima saja./- Dan, meski ada aku di samping,
kamu takkan menyadarinya./ Ini seperti sebuah fase...
Kemudian tubuhmu mulai terpancing.
Kenapa kamu memukuliku seperti ini?
Sudah. Jangan ribut.
- Kembalikan kepadaku./- Kumpulkan.
Cepat pergi.
Hei, cobalah tangkap aku.
Bukankah ini untuk kelas menengah?
Itulah maksudku.
Meningkatkan inteligensi, omong kosong.
Tidak berefek pada kehidupan nyata.
Kudengar anak-anak bahkan sampai meributkannya.
Benar.
Kurasa ini tidak begitu berguna bagi anak-anak...
dan tidak memberikan kemajuan bagi anak muda.
Semua ini hanya formalitas, bukan?
- Bu, apa yang akan kamu lakukan seusai mengajar?/- Aku ada janji penting.
Aku tidak punya waktu senggang. Aku pergi dulu.
Baiklah. Ada janji penting.
Bersenang-senanglah.
Apa yang salah dengan mereka?
Kenapa mereka perlu tahu sejauh itu?
Aku suka.
Itu tidak masalah. Itu bisa memotivasimu.
- Lantas, kamu menulis apa?/- Aku?
Target kinerja penjasku adalah bisa bermain basket.
Rupanya targetmu menaikkan nilai 6 penjaskes di rapor.
Wah, dia tidak seperti orang pada umumnya.
Bagaimana denganmu?
Aku ingin makan bersama G-Dragon.
Apa yang mengherankan dari itu. Aku bahkan tidak menyadarinya.
G-Dragon.
Tapi, kenapa kamu menuliskan sesuatu yang mustahil?
Maafkan aku, Ki Seok.
Aku menyayangimu, Ki Seok.
Ada apa? Apa yang terjadi dengan kalian?
Sebenarnya, Ki Seok...
- Tutup mulutmu./- dia tidak suka makanan kesukaanku.
Kenapa? Apa itu?
Memangnya apa target kinerja Ki-Seok?
Sebenarnya Ki Seok...
Jaga mulutmu.
Jadi, bukan kamu yang mengisinya?
Itu karena...
aku belum tahu apa target kinerjaku.
Seperti itulah hidup. Acap kali kamu tidak tahu arah hidupmu.
Tapi ini bisa membuat hidupmu menjadi menyenangkan.
Jadi lakukan saja, Nak.
- Pak guru./- Itu hal mudah.
Kamu harus menyelesaikan karangan tulis tangan dahulu.
Kemudian gabungkan satu per satu. Itu sangat menyenangkan.
Sial, jadi saja mati.
Tapi, sebenarnya apa yang tertulis di sini?
Apa ini?
- Kamu tidak mau?/- Itu ulah anak-anak.
Aku benar-benar belum tahu apa target kinerjaku.
- Mereka hanya bergurau./- Kamu masih belum melakukannya?
- Apa?/- Jadi apa saja yang selama ini kamu lakukan?
Ini kesempatan bagus. Tantanglah dirimu sendiri.
Tapi...
bagaimana aku...
- melakukan tantangan ini?/- Aku tidak tahu.
Kalau begitu... Di mana itu...
Ini bagus.
Buatlah autograf mengenai masalahmu,
berisikan akar permasalahan,
konflik dan kesimpulannya.
Kamu kerjakan sebanyak 20 lembar.
Tidak, tapi 30 lembar.
Di tulis tangan. Setuju?
"8. Target semester 1"
"Ciuman pertama dengan liar yang dinanti-nanti"
Kapan?
Sampai sebelum...
liburan musim panas.
Di mana?
Di kamarku...
di saat tidak ada siapa-siapa.
"Apa"
Apa?
Ciuman.
Bagaimana?
"Bagaimana"
Dengan...
liar?
"Bagaimana: Dengan liar"
"Di kamarku saat tidak ada siapa-siapa"
"Sambil mengunci pintu"
"Dengan siapa"
Dengan siapa?
Astaga, mengagetiku saja.
Hei.
Tidak bisakah kamu mengetuk pintu dahulu? Kamu gila?
Apa maksudmu, biasanya juga tidak.
- Kamu sedang apa?/- Jangan mendekatiku.
- Apa yang kamu umpeti?/- Kenapa?
Untuk apa kamu ke sini? Ada apa?
Di rumah sedang ada ibuku.
Tolong seduhkan ini untukku.
Kamu tidak bisa menyeduh ini karena ada ibumu,
jadi kamu lari ke sini.
Tapi, apa ibumu tidak pergi seharian ini?
Ibuku tadi menemui salah seorang guru.
Dia sangat cantik.
Dia pandai main piano dan anak-anaknya lebih menyukainya dari ibu.
Koki Uhm.
Sekalian bawakan minuman kola.
Begitukah?
Jadi?
Jadi kamu datang untuk menemuinya.
Gila.
Gila, bukan?
Makanya, seduhlah juga.
Aku tidak akan berbagi.
Aku akan menghabiskan sampai ke kuahnya.
Aku tidak mau itu.
Apa?
Tidak. Habiskan ramyeonmu.
Ki Seok.
Apa?
Kamu punya nasi?
Bawakan yang banyak.
Bukan berarti kita harus melupakannya.
Kita harus mengingatnya mungkin karena kita tidak bisa melupakannya.
Mungkin itulah maksudnya.
Kita harus mengingat sesuatu yang kita lupakan.
Lagi pula, kita tetap bisa berteman.
Pertama kali kami bertemu, kami saling membenci satu sama lain.
Dia membenciku, dan aku membencinya.
Ah...
Aku tidak suka akhirnya berciuman.
Kenapa?
Memangnya kenapa? Apa salahnya berciuman?
Kamu membuatku terkejut. Kenapa kamu marah?
Aku hanya tidak suka akhirnya berciuman.
Seperti akan benar-benar berakhir.
Sudah berakhir.
Itulah akhirnya.
Coba pikirkan ini. Apa inti dari berpacaran?
Berpegangan tangan, berpelukan,
dan berciuman.
Jadi akhirnya pasti berciuman.
Begitukah?
Akan menyenangkan jika akhirnya berpelukan.
Itu akan terasa hangat.
Dan pembicaraan keduanya akan membekas di ingatan.
Kenapa?
Kamu pergilah.
Aku mau tidur.
Lanjutkan apa yang kamu tulis.
Belajar kemudian istirahat.
Ayah sudah pulang?
- Di mana Ibu?/- Di kamar.
Kamu habis dari mana?
Habis dari rumah Ki Seok. Ada sesuatu yang perlu kutanyakan.
Tanyakanlah di sekolah.
Tidak baik belajar sampai larut malam.
Baik.
"Pesan Masuk"
"Dari: Lee Young Ah"
"Kamu sudah sampai di rumah?"
"Sampai jumpa hari sabtu jam 2 siang."
"Jangan menghubungiku saat aku sedang di rumah."
"Apa kamu menghubungiku saat di rumah? Maaf."
"Aku juga senggang di hari Sabtu."
"Aku sedikit kesulitan mengajari notasi musik untuk anak-anak."
"Aku sudah sampai di rumah."
Eun Young, jangan dipikirkan. Nikmatilah.
Baiklah.
Yoon Hye Rim.
Kenapa disini? Kenapa kamu tidak makan?
Jika lapar, kamu pasti akan merengek.
Kenapa kamu membeli yang seperti ini?
Cepat habiskan.
Sebelum aku ambil kembali.
Tapi...
"Susu coklat"
Hei, kamu makanlah ini.
Hye Rim.
Aku mau mengambil baju olahragaku.
Kamu bisa membantuku?
Baiklah.
Kamu bisa membicarakan soal penjaskes denganku.
Ikut aku.
Tapi...
aku meminta Hye Rim untuk membantuku.
Kebetulan aku juga ada keperluan di sana.
Hye Rim.
Apa?
Itu... Apa kamu...
Dengan Dong Kyung...
Apa kamu dengannya...
cukup dekat?
Tidak. Kenapa?
Berandal itu. Dekat saja tidak tapi sok akrab.
Apa?
Mulailah.
Tapi...
Apa target kinerjamu?
Apa?
Oh, hei.
Cepat mulai.
Kamu membuatku lebih penasaran.
Kamu tidak mau memberitahuku?
Aku tidak akan memberitahumu meski kamu penasaran setengah mati.
Memangnya sehebat apa itu?
Mulailah.
Astaga.
Tidak habis pikir.
Bagaimana bisa tidak ada yang masuk satu pun?
Nilai penjasku tidak boleh merosot.
Kenapa kamu berusaha sekeras itu?
Apa? Kamu mau ke Seoul?
Untuk apa ke Seoul, di sini juga banyak hal yang menyenangkan.
Aku belajar habis-habisan supaya bisa...
ke Seoul, apa urusannya denganmu?
Bagaimanapun, kamu tidak cocok dengan gurunya.
Itu tidak penting.
Itu bentuk dukungan, harapan Ayah dan Ibu,
dan sesuatu yang membanggakan.
Semacam itu.
Besok mau latihan lagi?
Besok Sabtu...
sebentar saja di siang hari.
Besok aku sudah ada janji.
Dengan siapa?
Dengan teman yang tidak kamu kenal.
Hei.
Tidak ada temanmu yang tidak kukenal.
Jadi beginilah rasanya...
penasaran setengah mati akan sesuatu.
Sakit.
Kamu!
- Coba saja kalau berani./- Hei.
- Apa? Katakan tolong turunkan./- Lepaskan.
- Lepaskan./- Katakan tolong turunkan.
Turunkan, berandal!
- Berandal, katamu?/- Aduh.
Apa kamu baik-baik saja?
Sialan. Hei.
- Kenapa kamu memukulku?/- Kemari.
Kemari!
Astaga.
- Hati-hati./- Terima kasih.
Astaga.
Jadi...
sekarang ini Ibuku dan...
Ayahmu...
Tapi kenapa di tempat seperti ini?
Aku tidak akan biarkan ini terjadi.
Aku juga tidak tahu.
- Apa kamu tidak keberatan?/- Tidak, aku keberatan.
Tapi, mau bagaimana lagi.
Dari yang kulihat...
sepertinya Anda ingin sesuatu yang berbeda.
Oh, ya...
Ini sangat berharga. Dan Anda mengetahui barang bagus.
Bagaimana?
Bagus.
Tampaknya dia menyukai piano.
Ya. Dia sangat senang dengan piano.
- Oh?/- Ada apa?
Sepertinya aku mendengar suara.
Aku tidak mendengar apa-apa.
- Kamu pasti lapar./- Ya.
Pagi-pagi sekali aku bergegas ke sini.
Sama, aku juga.
Kamu mau makan apa?
Haruskah kucarikan swalayan?
Untuk apa? Ini enak. Cobalah.
Apa ada sesuatu di wajahku?
Hidungmu merah.
Tadi habis menangis.
Kamu imut.
Apa perkataan ini mengganggumu?
Aku tidak bisa memberitahumu.
Maksudku, bisakah mengganggu pikiranmu.
Maukah kamu memikirkan ini lagi sebelum tidur di malam hari nanti?
Kurasa sebelumnya aku akan tersedak.
Itu tidak boleh terjadi.
Ini, minumlah.
Kamu sangat imut.
Saat tertawa kamu sangat imut.
Oh?
Ibu.
Apa Ibu habis berbelanja?
Ya. Ki Seok, kenapa makan jajanan seperti itu?
Tidak baik untuk kesehatanmu.
Sudah berkali-kali Ibu nasihati.
Aku hanya akan makan satu ini saja.
Apa ibumu masih belum pulang?
Ya. Sepertinya dia pulang terlambat.
Kalau begitu nanti malam makanlah di rumah kami.
Baik. Terima kasih.
Tapi, kenapa kamu tidak pergi ke perpus bersama Hye Rim?
Perpus?
"Halte Bus Kota"
Minggu depan ibuku berulang tahun.
Aku membelikan sesuatu untuknya.
Kapan hari ulang tahunmu?
Kenapa kamu menanyakan itu?
Aku di musim dingin.
6 November.
Begitu rupanya.
Aku 7 Mei.
Sepulang sekolah biasanya kamu ke mana?
Apa yang kamu lakukan?
Biasanya sepulang sekolah aku...
pergi ke perpus untuk belajar.
Tapi kenapa kamu terus bertanya?
Guru Lee bilang aku bisa bertanya padamu jika ada yang ingin kuketahui.
Tidak bolehkah aku ingin tahu tentangmu?
Apa kamu tahu...
apa yang kurasakan saat ini?
Jantungmu pasti berdebar-debar, bukan?
Tidak?
Kalau begitu, lupakan.
"Uhm Ki Seok"
"Tolak panggilan"
Apa dia tidak menjawabnya juga?
Sepertinya dia sedang asik belajar.
Ya.
Omong-omong, Bu...
Ini tentang temanku.
Serius kamu ada urusan di sini?
Bukan di sana?
Serius, aku ada urusan.
Jangan-jangan...
kamu mau melabrak sampai ke rumahku.
Bukan itu urusan yang kamu maksud, 'kan?
Aku les piano di daerah ini.
Di daerahku tidak ada.
Apa mungkin...
Kim Mi Hee Piano?
Jadi, aku...
maksudku, temanku...
Dia sangat bimbang.
Siapa yang ada di hatinya?
Dan apa yang ada di pikirannya?
Dia ingin memastikannya tapi dia takut melakukan kesalahan.
Yang membuatnya menjauh atau tidak bisa melihatnya lagi.
Sepertinya itu terlalu sulit.
Hal paling pertama yang akan kuberitahukan...
jika aku mengajari putraku adalah...
jika kamu tidak tahu, maka tanyakanlah.
Saat kamu tidak bisa membuat keputusan...
karena merasa kesulitan dan bingung,
maka tanyakanlah.
Jawaban yang diberikan dari yang bersangkutan,
adalah yang paling tepat.
- Baiklah./- Tapi...
Harus beranikan diri.
Beranikan dirilah. Saat itu tidak, bukan?
Jangan lupa, sampaikan itu kepada temanmu.
Baik.
Aku akan sampaikan kepada temanku.
Aku pasti akan menyampaikannya.
Aku pulang.
Kamu sudah pulang?
Dari perpus?
- Ya. Sudah./- Kamu pasti lapar.
Makan malam sudah siap, ganti pakaianmu dan makanlah bersama.
Baik.
Bu, terima kasih atas makan malamnya.
Aku pergi.
Apa yang salah, kenapa aku tak bisa berkata-kata?
Sejak kemarin kamu batuk-batuk. Tubuhmu juga panas.
Pergilah ke klinik.
Temani aku.
- Ke klinik./- Temani?
Kamu sudah bukan anak kecil.
Aku harus belajar.
Sampai jam berapa?
Sampai jam 10 malam?
- Belajarlah saja di rumah./- Setiap hari...
aku belajar di perpus, ada apa denganmu?
Tapi saat itu ada aku yang menemani...
Lupakan. Sepeda.
Toh kamu suka bersepeda.
Aku sakit jadi tidak bisa mengantarmu pulang.
Jika terlalu gelap, kamu bisa jatuh dari sepeda...
kemudian menabrak batu dan kakimu terluka.
Bagaimana jika itu terjadi?
Apa maksudmu? Pergilah. Cepat.
Pergilah.
Yang benar saja.
"Jam 21:33"
Kamu tidak bawa payung, bukan?
Tidak percuma aku menunggu.
Pasti aku terlihat sangat tampan.
Apa kamu sedang membaca pikiranku?
Aku akan menganggap itu hal baik.
Tidak bisakah kamu pulang dengan berjalan kaki saja?
Ayo kita pulang berjalan kaki...
bersama.
Terima kasih untuk hari ini.
Pergilah, aku mau masuk.
Apa kamu...
bisa memberikan jawaban langsung sekarang juga?
Tentang apa?
Kita bertemu saat kamu...
memanjat pagar tembok tempo hari.
Ya.
Sejak saat itu sampai sekarang aku sengaja...
menanyakan sesuatu...
dan menemuimu.
Semua itu kulakukan karena aku menyukaimu.
Aku mengira kamu juga mengetahuinya.
Perasaanku kepadamu.
Apa itu hanya perasaanku saja?
Aku menyukaimu.
Maukah kamu menjalin hubungan denganku?
Apa yang terjadi? Kenapa murid pindahan itu...
melihatmu dengan tatapan manis seperti itu?
Apa maksudmu? Tidak masuk akal.
Tidak masuk akal tapi tampaknya tidak seperti itu.
Ke mana perginya Ki Seok?
Di UKS tidak ada, dia juga tidak makan siang.
Tadi kulihat dia pergi bersama Min Joon dan Jung Ho.
Dia tidak mungkin ikut main sepak bola dengan mereka, bukan?
"Pertandingan sepak bola terakhir!"
Apa kamu sudah memberi tahu Hye Rim?
Sudah.
Seharusnya kamu bilang jika demammu setinggi ini.
- Dasar bodoh./- Aku akan pergi.
Aku iri kamu pulang.
Beritahu kami apa yang terjadi. Kita ini dekat.
- Hei./- Kamu boleh melakukan itu.
- Kami temanmu./- Pergi dan beristirahatlah.
Lepaskan aku, berandal.
Oper ke depan.
Di depanmu.
Di sini.
- Gol./- Hore.
Hei. Jung Ho.
- Jung Ho./- Apa? Aku sedang main.
Oper ke depan.
Terus ke depan.
Berikan bolanya padaku.
Cepat.
Tembak.
- Gol./- Hore!
Dong Kyung!
Hei, Min Joon!
- Jelas-jelas.../- Kenapa dia cepat sekali?
barusan dia bilang mau pulang.
Apa dia mengurungkannya?/ Kenapa dia tiba-tiba bersikap seperti itu?
Dia tidak menganggap ini sebagai pertandingan terakhirnya...
di dunia ini, bukan?
Itu bisa membahayakan kondisinya.
Di sini.
- Hei./- Ki Seok!
Ki Seok!
Hei, bangunlah.
Ki Seok! Cepat bawa dia ke UKS.
Hei.
Hei.
Aku tahu kamu sudah bangun.
Kamu malu?
Tolong jangan ungkit itu lagi.
Apa kamu tidak waras? Gila?
Kamu sudah minum obat? Suhu tubuhmu diatas 39 derajat.
Lantas kenapa kamu lari ke tengah lapangan?
Apa?
Sudah selesai?
Ada yang mau kutanyakan juga kepadamu...
Tidak.
Ada yang mau kubicarakan denganmu.
Apa ada hal bagus untuk dibicarakan?
Datanglah jam 10 malam nanti ke taman.
"Jam 19:45"
Selamat ulang tahun...
- Ibuku tersayang./- Istriku tercinta.
- Ibu./- Apa?
Selamat ulang tahun. Ini hadiah untukmu.
Ya ampun.
Kenapa kamu memilih warna merah menggoda ini?
Karena tampak elegan.
Ini cantik.
Sayang, selamat ulang tahun.
Sudah kuduga, kamu tidak tahu apa-apa diluar hidupmu.
Meski begitu, terima kasih.
Mari kita makan kuenya, pasti enak. Perlu kusingkirkan ini?
Tidak. Ini bisa dimakan.
Ini sangat cantik bukan?
Tampaknya dia sangat menyukai piano.
Ya, dia sangat senang dengan piano.
"Jam 21:28"
"Kim Mi Hee Piano"
Kamu mau kopi?
Hye Rim.
Aku dalam perjalanan pulang.
Ya.
Hampir lupa, Bu.
Sepertinya baju seragamku tertinggal.
Tunggulah 10 menit lagi.
Baiklah.
Hye Rim.
Ini tidak seperti yang kamu pikirkan.
Dia sedang merasa kesulitan, bukan?
Kukira barang itu bukan untuknya.
Lantas siapa dia?
Sekarang apa ini?
Aku hanya ingin mati.
Apa?
Jujur,
yang perlu kamu ketahui cukuplah...
aku hanya ingin mati.
Semua itu tidak ada bedanya, Hye Rim.
Ayah.
Aku tidak mau melakukannya.
Tapi...
itu diluar kuasaku.
Hye Rim.
"Jam 21:55"
Apa hanya perasaanku saja?
Aku menyukaimu.
Maukah kamu menjalin hubungan denganku?
Tapi...
Maafkan aku.
Apa karena Ki Seok?
Aku tidak mau melakukannya.
Tapi...
itu diluar kuasaku.
"Dari: Yoon Hye Rim. Aku tidak bisa keluar. Maafkan aku."
Sepedaku sudah diperbaiki.
Kita bisa berangkat secara terpisah.
Apa yang sedang kamu lakukan?
Sudah siang.
Sudah terlambat.
Sepanjang akhir pekan...
kenapa kamu tidak menghubungiku?
Kenapa kamu tidak?
Jadi kamu sekarang mau kita masing-masing?
Kita sudah tidak perlu lagi berboncengan sepeda.
Bukan itu maksudku.
Sepanjang akhir pekan...
kenapa kita tidak saling menghubungi?
Meski kamu menanyakan ini kepadaku...
kamu tidak akan mendapatkan jawaban yang kamu mau.
Kamu juga tahu...
tidak ada gunanya menanyakan itu./- Lantas?
Mari kita sudahi seakan tidak pernah terjadi apa-apa.
Apa maksudmu...
sekarang ini kamu benar-benar menyukai berandal itu?
Hentikan.
Jangan merongrongku seakan aku berselingkuh.
Jika tidak, kenapa kamu perhatian kepadaku?
- Jika kita hanya berteman./- Aku tidak tahu, berandal.
Aku juga tidak tahu. Aku tidak menyadarinya.
Apa yang kalian lakukan?
Angkat tangan.
Angkat tangan kalian!
Kalian dihukum.
Ki Seok.
Sejak kapan itu?
Aku hendak kembali ke sekolah,
dan kebetulan melihatmu.
Maaf.
Dong Kyung.
Kenapa kamu menyukaiku?
- Apa?/- Kita bahkan tidak pernah duduk sebangku bersama,
dan kamu tidak tahu apa-apa tentangku, tapi kenapa?
Tidak ada alasan saat menyukai seseorang.
Lantas, jika alasan itu ada,
haruskah aku berhenti menyukaimu?
Kurasa itu hanya perasaan sesaat.
Kapan itu muncul?
Pagar tembok.
Aku hanya...
merasa jantungku berdebar kencang...
ketika aku terjatuh di jalanan menurun.
Jadi, itu tidak benar.
Aku berusaha menyangkalnya.
Itu diluar kuasaku.
Aku tidak bisa menahannya.
Hei, kalian berdua kenapa belum mengumpulkan rapor?
Ki Seok.
Hye Rim, kenapa belum menyerahkannya? Serahkan akhir minggu ini.
Sekian.
Selama musim panas ini kamu tidak pernah membuka jendelamu sama sekali.
Itu rekaman latihan basketmu.
Beberapa tidak terekam.
Semua tugasku sudah selesai.
Aku melihatmu sekilas.
Kamu benar-benar tidak bisa bermain basket.
Kenapa?
Karena kamu tidak menyukai basket.
Jangan memilih sesuatu hanya demi seseorang atau pekerjaan.
Sekeras apa pun kamu berusaha, jika kamu tidak menyukainya,
kamu tetap tidak akan bisa.
Meski menghabiskan waktu bertahun-tahun,
kamu tidak akan pernah bisa melakukannya.
Hei, Ki Seok.
Apa?
Baiklah. Semoga sukses.
Hei.
Apa kamu akan terus tidak menatapku?
Ya.
Aku tidak suka melihat wajahmu itu.
Ya.
Aku baru saja sampai rumah.
Mobil apa?
Aku akan baik-baik saja berangkat dinas dari rumah.
Ya.
Dengan naik taksi, tidak makan waktu lama untuk ke stasiun.
Baiklah. Sampai bertemu di Seoul.
Ki Seok.
Lama tidak jumpa.
Yoon Hye Rim.
Lama sekali.
Bagaimana bisa tinggal satu kelas tapi berpura-pura tidak mengenal?
Dari mana kamu tahu aku akan ke Seoul?
Sulit untuk tidak tahu.
Kamu akan pergi dinas?
Ya.
Aku tidak tahu akan seberapa jauh.
Tapi kurasa tidak akan sejauh itu.
Apa selama ini...
kabarmu baik-baik saja?
Tidak.
Bagaimana mungkin aku baik-baik saja...
pura-pura tidak tahu kamu pergi.
Maafkan aku atas selama ini.
Apa yang harus kulakukan.
Apa yang harus kukatakan.
Apa yang kita lakukan bersama.
dan apa yang tidak bisa kita lakukan bersama.
Aku bahkan tidak mengerti satu pun.
Meski begitu...
kurasa aku tidak bisa melewatkan salam perpisahan terakhir.
Selamat tinggal.
Yoon Hye Rim.
Begitukah?
Jika itu aku, akan menyenangkan jika akhirnya berpelukan.
Itu akan terasa hangat.
Dan pembicaraan keduanya akan membekas di ingatan.
Akhirnya berpelukan.
Dengan hangat.
Penerjemah: Aving
"Chae Soo Bin"
"Jang Dong Yoon"
"Jin Young"
"If We Were A Season"
Synced and ripped by anyHOW Follow twitter @vkatchu
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.