Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Naze ni hazumu sono koe meguru nichijou RIZUMU?
Futo shita hyoujou no KIMI ga mabushikute
Mezamade kibou oboete no ha itsukara datta darou?
Mitsumerusa KIMI ha nani ga matteiru?
KIRAMEKI he to CONNECT BOKU wo oikoshitte
Nana-iro ni tsunagatteru yo
Zenryokutte susumu michi hikari no ko egaku youni
Todoita sono egao nukumori wo shita
Itsudatte koko ni aru takarani wo shinjite yukou
Sou yatte umareteku asu ni naritai nda
何故に弾む其の声 巡る日常リズム?
ふとした表情の キミが眩しくて
目覚希望覚えてのは 何時からだっただろう?
見つめるさキミは何が待っている?
キラメキへとコネクトボクを追い越しって
七色に繋がってるよ
全力って進む未知光の 子描くように
届いた其の笑顔 温もりをした
何時だってここに有 宝にを信じて ゆこう
そうやって生まれてく明日に なりたいんだ
Mengapa suaramu terdengar begitu seirama dengan keseharianku?
Membuat kepedulianmu terasa sangat menyilaukan
Sejak kapan kumulai menyadari harapan yang mulai terbangun?
Apa yang kaulihat di sana saat sedang menungguku?
Kilauan yang s'lalu terhubung, melewatiku satu persatu
Menuju tujuh warna yang kesemuanya mulai terhubung
Melangkah dengan kekuatan penuh, tinggalkan seluruh jejak cahaya
Menggapai senyumanmu yang begitu hangat menenangkan
Yakinlah bahwa harta terbaik di sini pasti 'kan kita dapatkan suatu saat
Karena dengan begitu, kita dapat meneruskan hari esok
Kenapa kita harus membawanya segala?
Mau bagaimana lagi, dia sudah tahu wajah kita!
Setouchi bilang dia akan segera ke sini.
Kalau dia sudah sampai, baru kita pikirkan lagi.
Omong-omong, kalau kita menculik cewek ke tempat seperti ini...
...di otak kalian pasti kepikiran untuk melakukan itu, bukan?
Kau mau melakukan tindak kriminal, gitu?
Lagian kita memang sudah salah.
Kalau begini sih, bayaran dari Setouchi jadi tak berharga lagi.
Tempat ini pasti tidak jauh.
Mungkin ini gudang tua yang letaknya tak jauh dari sekolah.
Kalian juga mendapat terusannya?
Ya, itu dari Inaba!
Katanya dia ada di gudang tua tak jauh dari sekolah!
Apa tidak sebaiknya kita lapor polisi saja?
Ini sih bukan hal yang harus dirahasiakan lagi!
Baiklah!
Tapi kita harus cari tahu dulu lokasinya!
Inaba!
Apa sih yang kulakukan?
Inaban sedang dalam bahaya, tapi aku malah tidak tahu harus melakukan apa.
Aku juga tidak tahu apa yang bisa kulakukan.
Aku cuma bisa diam berbaring di sini.
"Aku" yang sempurna pasti langsung bergegas menolongnya,
sedangkan "aku" yang sekarang malah diam bagaikan orang paling jahat.
Tapi aku bingung dan tak tahu harus bagaimana.
Aku malah melakukan hal yang sama dengan orang paling jahat.
Berarti, aku memang orang yang paling jahat...
Kami pasti akan menyelamatkanmu!
{Title}
Menghubungkan
Hati
Ini kehidupanmu!
Jalani dengan caramu sendiri!
Memang benar, kami berharap terlalu banyak padamu tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Tapi kau terlalu memaksakan untuk memenuhi harapan kami.
Makanya kau ini memang bodoh!
Setouchi?
Dan walaupun sosok itu bukanlah dirimu, aku tetap mencintai Iori Nagase.
Walau aku bukan sosok yang sempurna...
Walau aku bukan sosok asliku...
Tapi dia masih menganggapku sebagai sosok diriku.
Cara menjalani hidup bukanlah untuk menjadi sempurna.
Tapi, jalani dengan caraku sendiri.
Menjadi yang kuinginkan.
Mencari apa yang jadi tujuan hidupku!
Kami pasti akan menyelamatkanmu!
Kami akan menyelamatkanmu!
Kau akan kami selamatkan!
Sudah cukup.
Cukup sudah!
Akan kulakukan dengan caraku sendiri!
Iori Nagase akan tetap menjadi Iori Nagase!
Apa yang akan "aku" lakukan sekarang?!
Akan kujalani sebebas mungkin!
Sebebas-bebasnya!
Aku...
Setouchi ada di sana.
Setouchi?
Ada berapa mereka?
Tiga cowok.
Kalian sudah kelewatan!
Ini benar-benar gawat!
Sudah kubilang, ini di luar kehendak kami!
Dia sendiri yang tiba-tiba muncul di hadapan kami!
Lagian awalnya memang salahmu!
Kau sendiri yang menyuruh kami untuk mengacaukan bahan presentasi mereka!
Habisnya teman-temanku bilang begitu.
Jangan menyalahkan orang lain!
Apa?
Apa-apaan dengan tatapanmu itu?
Hentikan!
Siapa kalian?!
Jangan seenaknya masuk ke sini!
Kami sedang ada urusan di sini.
Kalian tidak mau tersakiti, bukan?
Hajar!
Dasar jablay!
Keren!
Mungkin mereka takkan bisa bangun untuk beberapa lama.
Inaba, ini su—
A-Apa yang kamu lakukan?
Berbahaya woi!
Jangan melakukan hal konyol!
Diam!
Jangan bergerak!
Atau aku takkan menjamin keselamatannya!
Baik.
Kami mengerti, jadi tenang dulu.
Lagian yang salah adalah cewek ini!
Dia menyuruh kami untuk mengacaukan bahan presentasi kalian!
Sudah, tenang dulu.
Lepaskan Inaba, maka kami takkan memperpanjang masalah ini lagi.
Memangnya aku bisa percaya, hah?!
Siapa itu?!
Yah, sepertinya kau sedang dalam masalah ya.
Kau tak bisa menyelesaikannya sendiri, bukan?
Biar kubantu.
Apa yang kaubicarakan, Nagase?
Aku juga menyimpan dendam dengan mereka.
Makanya aku kemari untuk membantumu.
Mungkin ini yang disebut dengan "Musuh dari musuhmu adalah temanmu".
Terjadilah!
Musuh dari musuh adalah teman?
Oh, aku mengerti.
Iori! Apa yang kamu lakukan?!
Kumohon...
Terjadilah!
Teruskanlah!
Iori, jangan konyol!
Apa yang kaulakukan?!
Jangan berlagak sok kenal denganku deh.
Lalu, apa yang harus kulakukan?
Apa, ya...
Kau ingin aku melakukan apa?
Terjadilah! Terjadilah! Terjadilah!
Terjadilah! Terjadilah!
Teruskanlah! Teruskanlah! Teruskanlah! Teruskanlah!
Kumohon, teruskanlah!
Gunakan kesempatan ini untuk menyelamatkan Inaban!
Taichi!
Menakutkan!
Aku takkan sudi melakukannya lagi!
Takkan pernah! Tidak! Tidak akan lagi!
Aku takut! Takut! Takut sekali!
Iori!
Kita harus cepat pergi dari sini.
Kau juga, Setouchi.
Jadi intinya, kau mencintai Shiroyama dari Klub Musik Jazz,
lalu kau kesal karena dia malah menembak Iori tapi malah ditolak,
sehingga kau jadi ingin membalas "dendam" pada Iori.
Awalnya aku sama sekali tidak berniat mengacaukan ruang klub kalian,
tapi teman-temanku terus memaksaku, dan aku tidak bisa menolaknya...
Tapi itu bukan alasan yang pantas.
Maafkan aku.
Lalu, bagaimana?
Ya, sudah kuputuskan.
Coba berdiri, Setouchi.
Terimalah hukumanmu!
Rasakan ini!
Hei!
Ah, terlalu keras ya?
Itu sih bukan tamparan, tapi jurus hantaman telapak tangan...
Benar-benar jurus yang sempurna.
Ini sih "Critical Hit" namanya.
Jangan-jangan dia sampai hilang ingatan nih.
Ka-Kamu baik-baik saja? Maaf...
Aku tidak bermaksud sampai sekeras itu.
Maaf...
Maafkan aku...
Maaf...
Maaf! Maaf!
Aku juga minta maaf, tapi pukulanku tadi mewakili teman-temanku di sini.
Sebenarnya aku tak ingin sampai memukulmu.
Karena sebagian memang salahku, jadi kita impas.
Apa kamu juga mau memaafkanku?
Selama ini ada yang membuatku heran.
Sebenarnya kau ini cewek yang baik, bukan, Setouchi?
Aku pintar dalam menebak perasaan orang lain lho.
Terus kenapa kamu malah berperilaku jahat begitu?
Ka-Karena cowok yang dulu pernah kucintai...
Makanya, aku ingin...
Berubah agar jadi serasi dengannya?
Oh, kalau begitu sih aku bisa mengerti.
Kita ini mirip.
Dalam pandanganku, saat ini kamu adalah seorang gadis yang berusaha keras menjadi sosok yang bukan diri sendiri.
Sebenarnya, apa yang paling kamu inginkan?
Aku...
Aku...
Aku ingin...
Aku memang bukan orang yang rajin, tapi aku ingin menghabiskan waktuku untuk ekskul!
Aku juga ingin bergabung dengan OSIS!
Dan aku ingin mengatakan pada Shiroyama kalau a—
Kalau begitu, lakukanlah!
Kenapa kau malah memasakan diri menjadi sosok yang sempurna?
Aduh, maaf. Padahal aku juga sama denganmu, tapi malah menasihatimu begini!
Satu lagi, Setouchi, maukah kamu menjadi temanku?
Te-Temanmu?!
Kita ini mirip, pasti kita bisa jadi teman baik!
Dengan demikian, Iori Nagase sudah kembali!
Maaf sudah sangat merepotkan kalian!
{Eyecatch}
Selama ini aku hidup di bawah kesan yang amat konyol dari pikiranku sendiri.
Aku terlalu banyak menimbang berbagai hal bagaimana cara seseorang bisa dikatakan "normal".
Aku selalu membandingkan tindakanku dengan pikiran "normal" tersebut,
sehingga aku selalu bertindak berbeda dari yang sebenarnya kuinginkan.
Setiap kali ibuku bercerai dan kemudian menikah lagi, aku pun mendapatkan ayah baru,
dan aku selalu berusaha menjadi gadis baik seperti yang ayahku inginkan.
Aku selalu berusaha menjadi gadis yang baik walau siapapun yang mengharapkannya.
Tapi seharusnya bukanlah seperti itu.
Tujuannya bukan menjadi "normal".
Apapun keputusanku, baik yang wajar atau tidak, mereka selalu ada untuk mengingatkan bahwa aku adalah aku.
"Ini kehidupanmu!"
"Jalani dengan caramu sendiri!"
Itulah yang harus kulakukan!
Wah, sudah pagi.
Iori, apa kamu sudah memberitahu ibumu?
Kalau kami sih sudah memberitahu pada mereka kalau akan menginap di sekolah.
Ya, sudah kok.
Aku sudah menghubunginya semalam.
Aku benar-benar kaget tadi.
Tak kusangka kalau kamu memintanya untuk jadi temanmu.
Bagaimana ya, tapi itulah yang membuatmu jadi sosok luar biasa.
Ah, tapi aku tidak memaksamu menjadi sosok seperti itu kok.
Kami sadar sudah berharap terlalu banyak padamu tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Dan kami sangat menyesalinya.
Tapi, semua itu tidak mengubah bahwa kamu memang sosok yang luar biasa!
Tak perlu kamu khawatirkan lagi.
Tenang saja, aku mengerti kok.
Tapi memintanya untuk jadi temanmu benar-benar di luar dugaan.
Normalnya, mana ada orang yang mengambil keputusan begitu.
Aku sudah lelah mengartikan apa yang "normal" dan tidak.
Karena ini adalah kehidupanku, jadi akan kujalani dengan caraku sendiri!
Inaba!
Taichi!
Apa menurutmu kita saling jatuh cinta?
Menurutku kita memang saling jatuh cinta.
Cinta yang belum dewasa.{Cinta monyet}
Aku juga berpikir begitu.
Maaf kalau aku belum menjadi sosok yang dewasa.
Aku belum pernah melihat sosok sebenarnya darimu.
Di pikiranku hanyalah ada sosok yang kuinginkan darimu.
Tapi aku sangat bahagia karena kamu mau mencintaiku.
Sangat bahagia.
Aku tahu.
Terima kasih.
Aku juga mencintaimu.
Perasaan cintaku padamu benar-benar tulus.
Tapi saat itu ada banyak hal yang belum bisa aku mengerti.
Berulang kali aku melakukan kesalahan...
Jadi aku ingin mengulanginya dari nol.
Maaf atas keegoisanku.
Aku juga sama-sama egois kok.
Jujur saja, saat itu aku bagai dimabuk asmara.
Duh, pembicaraaan kita ini benar-benar memalukan ya.
Kita bisa melakukannya karena ada di sini.
Mungkin kita harus berterimakasih pada fenomena selama ini.
Tapi kalau aku sih takkan pernah berterimakasih pada semua itu.
Biar kukatakan untuk yang terakhir kalinya.
Aku juga.
Aku bersyukur pernah mencintaimu.
Aku bersyukur pernah mencintaimu.
Taichi?
Taichi?!
Taichi!
Selamat pagi, Inaba.
Syukurlah...
Jika sampai terjadi sesuatu padamu...
Aku...
Jangan menangis.
Di mana ini?
Ruang UKS.
Salah satu dari tiga berandalan itu memukulmu...
Tapi dia berhasil melarikan diri...
Karena sekolah lebih dekat dari rumah sakit, jadi kami membawamu ke sini.
Tapi untuk berjaga-jaga, apa perlu kupanggilkan ambulans?
Tak perlu sampai segitunya.
Tapi maaf ya, sudah membuatmu khawatir.
Jangan memaksakan diri dulu.
Jika sampai terjadi sesuatu padamu, aku...
Dan kalau memang aku yang salah...
Mungkin aku...
Aku membutuhkanmu!
Sungguh!
Aku mencintaimu!
Aku mencintaimu!
Aku mencintaimu! Aku mencintaimu!
Aku sangat, sangat, sangat mencintaimu!
Tidak, hentikan!
Aku amat sangat mencintaimu!
Bukan begitu!
Sangat, sangat sayang padamu!
Tidak salah sih, tapi...
Cintailah aku!
Jangan didengarkan!
Bercintalah denganku!
Aku mencintaimu!
Apa kau mau berpacaran denganku?
Be-Berpacaran?!
Apa aku terlihat imut?
Ya, imut sekali.
Oh, begitu.
"Begitu" dengkulku!
Kenapa sih aku malah nanya begitu?!
Ah...
Bagaimana ya...
Aku mau.
Nagase.
Bagaimana ya...
Sepertinya semua ini sudah berakhir.
Menurutku lebih baik jika langsung kusampaikan padamu.
Kau selalu meneruskan emosiku pada mereka di saat pikiranku benar-benar sedang kacau.
Aku yakin kausengaja memilih saat yang paling buruk sewaktu emosiku diteruskan.
Tidak tahu, ya...
Aku tidak bisa mengatakannya.
Kaubilang waktu terjadinya benar-benar acak, tapi kausengaja memilih momen di mana semuanya jadi semakin buruk.
Kau melakukannya supaya aku membenci diriku sendiri.
Tidak tahu, ya...
Bukankah itu merupakan penilaianmu sendiri?
Yah, sepertinya semua berakhir ke titik yang paling baik.
Bukan begitu?
Ah, tak kusangka kalau aku akan jadi seperti ini hanya karena kalian berlima.
Mungkin aku sendirilah yang aneh.
Pokoknya, fenomena ini telah berakhir.
Sekarang aku akan pergi.
Siapa itu?
Jangan-jangan dia Setouchi, ya?
Jadi kamu tetap memakai antingnya?
Ya, soalnya aku suka sih.
Kaoru, bukankah penampilanmu yang sekarang ini terlihat imut?
Maksudmu, sebelumnya aku tidak imut, Iori?
Bukan begitu!
Wah, apa yang terjadi dengan kalian nih?!
Beri tahu aku dong, Iori!
Ada apa nih?
Apa kau benar-benar Setouchi?
Dia yang sekarang terlihat lebih imut!
Hei, sebenarnya apa yang terjadi sih?
Yah, intinya semua sudah berakhir positif.
Nagase memang luar biasa.
Tepat seperti yang kurencanakan.
Kalian memang anak-anak kelas 3-1-ku yang hebat.
Presentasi Antar Klub
Presentasi Antar Klub
Kemudian, hari presentasi antar klub pun dimulai.
Tempat terbaik yang kami rekomendasikan selanjutnya adalah di sini!
Kafe elok yang sempurna untuk dijadikan tempat kencan!
Kami pastikan cinta akan bersemi di antara Anda semua hanya dengan sekali berkunjung saja!
Sebagai buktinya, dua anggota klub kami yang berkunjung ke sana, saat ini sudah berpacaran!
Iya 'kan, Taichi? Inaba?
Sebentar, itu kan tidak ada di dalam skrip!
Tapi nyatanya memang benar kalau kita berpacaran...
Tapi bukan itu yang harus kita presentasikan di sini!
Presentasi kalian luar biasa!
Sebagai pembimbing kalian, aku merasa sangat bangga!
Apa tidak masalah bagimu untuk datang ke sini?
Klub Musik Jazz kan baru saja selesai tampil.
Ya, penampilan mereka juga luar biasa!
Aku benar-benar bangga dengan kerja keras kalian semua!
Ditambah lagi, aku sangat tersentuh karena para muridku saling memperebutkanku!
Dengan begitu, mungkin aku akan tetap menjadi pembimbing di kedua klub.
Apa?
Bapak boleh membimbing keduanya?!
Ya!
Kalau dipikir-pikir,
yang perlu kulakukan hanyalah menjadi pembimbing kalian dan ikut latihan di Klub Musik Jazz saat ada waktu luang!
Bagaimana?!
Kalau dari awal memang bisa seperti itu...
Bilang dong!
Dasar bodoh!
Inaban, kunci lagi lebih keras!
Eh, aku juga mau!
Kalau itu sih bukan hukuman lagi dong namanya!
Aku akan senang kalau kau juga mengunciku!
Tapi dari mana Inaba mempelajari teknik itu?
Jangan diam saja, bantu aku dong!
Dan kami pun berhasil melewati fenomena lainnya.
Saat dimulainya bulan April, Klub PGB akan dibimbing oleh guru yang sama dan melakukan aktifitas seperti biasanya.
Seperti yang dikhawatirkannya, Aoki memang harus mengikuti remedial.
Karena kalau sampai gagal, maka ia harus menjadi adik kelas Kiriyama,
jadi ia pun belajar dengan sangat giat.
Kudengar, Kiriyama juga membantunya belajar.
Perlahan namun pasti, hubungan mereka berdua pun menjadi lebih dekat.
Aku dan Inaba mulai berpacaran.
Kau yakin memilihku nih?
Harus berapa kali kukatakan?
Inilah status hubungan kita setelah menempuh jalan panjang.
Iori juga bilang begitu, tapi...
Aku membutuhkanmu, dan kau pun membutuhkanku.
Jadi tak perlu merasa galau lagi.
Taichi!
H-Hei, Inaba...
Taichi...
Hentikan! Kita kan sedang di tempat umum!
Hei, Inaba!
Setelah melihat tingkah Inaba yang seperti sekarang,
Nagase tidak lagi memanggilnya "Inaban" tapi "Dereban".
Nagase kembali menjadi populer seperti sedia kala.
Ia pun medapatkan teman baru, Setouchi, dan mereka sangat akrab.
Dan bagi sekelompok pemuda yang telah mengacaubalaukan ruangan kami...
Kalau tentang para berandalan itu sih kamu tak perlu khawatir.
Inaba dan aku sudah memberi mereka pelajaran dengan bantuan ayahku.
Mereka takkan pernah lagi mengganggu kalian, selamanya!
Te-Terima kasih...
Sebenarnya apa yang mereka lakukan?
Aku terlalu takut untuk bertanya.
Upacara Pembukaan SMA Yamaboshi
Sudah tahun ajaran baru ya...
Ada tidak ya, murid baru yang mau bergabung dengan kita...
Kalau memang ada, kita harus siap-siap menyusun cara menanganinya.
Bergabung dengan Klub PGB berarti ada kemungkinan kalau mereka akan masuk ke dalam kejadian yang di luar dugaan.
Menurutku kita tak perlu mengkhawatirkan hal itu.
Klub Peneliti Gaya Budaya
Menerima Anggota Baru
Sejak berakhirnya fenomena terusan emosi, Paria Gunung kan tidak pernah muncul lagi.
Bergabunglah dengan kami!!
Tapi bukan berarti kita boleh lengah.
Soalnya dia bisa saja muncul saat kita sudah merasa aman.
Benar.
Siapapun tak bisa menebak apa yang terjadi di dalam kehidupan!
Tapi selama kau yakin dengan langkahmu, maka jalan menuju kebenaran pasti akan muncul di hadapanmu!
Wogh, kata-kata bijak dari Iori!
Dengan kekuatan penuh...
Kita nikmati hari ini dengan penuh kesenangan!
Jalan kehidupan masih panjang.
Walau ada kalanya keraguan dan kekhawatiran menghampiri,
namun kepercayaan terus ada untuk tetap melangkah pada jalan kami yakini.
Saling menghubungkan hati, satu dengan yang lainnya.
hanarebanare itsu no watashi
hanarebanare itsu no watashi
sashinoberareteru te no naka
sashinoberareteru te no naka
kagi wo kaketa chiisai hako ni
kagi wo kaketa chiisai hako ni
shitteta hazu no michi no mikaku
shitteta hazu no michi no mikaku
shitteta hazu no michi no mikaku
itamu kizu wo hoobarugoto ni
itamu kizu wo hoobarugoto ni
mata netami ga netsujou ga
mata netami ga netsujou ga
tsumetasa ga hikari ga
tsumetasa ga hikari ga
kyozetsu ga kibou ga
kyozetsu ga kibou ga
karamariai nani mo dekizu ni
karamariai nani mo dekizu ni
sakebu
sakebu
torokeru amakute kuroi kanjou ha chocolate
torokeru amakute kuroi kanjou ha chocolate
risou nante mou moetsukete shimatta no
risou nante mou moetsukete shimatta no
yowamushi no miminari ha yamanai
yowamushi no miminari ha yamanai
afureteku watashi wo
afureteku watashi wo
mitsukete
mitsukete
Saatnya kutinggalkan diriku yang di masa lalu
Saatnya kutinggalkan diriku yang di masa lalu
Ke dalam genggaman tangan yang membawaku
Ubahnya kunci 'tuk membuka kotak kecil
Lalu berlari menuju persimpangan yang pernah kulihat
Setiap kurasakan luka dan sakit di pipiku
Dalam diriku yang haus akan gairah
Terasa sinar dingin menyilaukan
Mungkinkah itu penyesalan? Ataukah harapan?
Namun hatiku malah tak kuasa menahannya
Aku berteriak
Perasaan bergejolak, hitam, dan manis bak cokelat
Membakar seluruh keyakinan yang selama ini kusimpan
Di telingaku selalu terngiang akan kelemahanku
Temukanlah seluruhnya
Pada diriku
Ke dalam genggaman tangan yang membawaku
Ubahnya kunci 'tuk membuka kotak kecil
Lalu berlari menuju persimpangan yang pernah kulihat
Setiap kurasakan luka dan sakit di pipiku
Dalam diriku yang haus akan gairah
Terasa sinar dingin menyilaukan
Mungkinkah itu penyesalan? Ataukah harapan?
Namun hatiku malah tak kuasa menahannya
Aku berteriak
Perasaan bergejolak, hitam, dan manis bak cokelat
Membakar seluruh keyakinan yang selama ini kusimpan
Di telingaku selalu terngiang akan kelemahanku
Temukanlah seluruhnya
Pada diriku
Mi
chi
Ra
n
do
m
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.