Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Naze ni hazumu sono koe meguru nichijou RIZUMU?
Futo shita hyoujou no KIMI ga mabushikute
Mezamade kibou oboete no ha itsukara datta darou?
Mitsumerusa KIMI ha nani ga matteiru?
KIRAMEKI he to CONNECT BOKU wo oikoshitte
Nana-iro ni tsunagatteru yo
Zenryokutte susumu michi hikari no ko egaku youni
Todoita sono egao nukumori wo shita
Itsudatte koko ni aru takarani wo shinjite yukou
Sou yatte umareteku asu ni naritai nda
何故に弾む其の声 巡る日常リズム?
ふとした表情の キミが眩しくて
目覚希望覚えてのは 何時からだっただろう?
見つめるさキミは何が待っている?
キラメキへとコネクトボクを追い越しって
七色に繋がってるよ
全力って進む未知光の 子描くように
届いた其の笑顔 温もりをした
何時だってここに有 宝にを信じて ゆこう
そうやって生まれてく明日に なりたいんだ
Mengapa suaramu terdengar begitu seirama dengan keseharianku?
Membuat kepedulianmu terasa sangat menyilaukan
Sejak kapan kumulai menyadari harapan yang mulai terbangun?
Apa yang kaulihat di sana saat sedang menungguku?
Kilauan yang s'lalu terhubung, melewatiku satu persatu
Menuju tujuh warna yang kesemuanya mulai terhubung
Melangkah dengan kekuatan penuh, tinggalkan seluruh jejak cahaya
Menggapai senyumanmu yang begitu hangat menenangkan
Yakinlah bahwa harta terbaik di sini pasti 'kan kita dapatkan suatu saat
Karena dengan begitu, kita dapat meneruskan hari esok
Sulit bagiku untuk tidak memikirkan semua yang terjadi.
Semua yang dikatakan Iori memang benar.
Wajar bila dia kesal pada setiap ucapannya, aku pun tak berhak untuk menyanggahnya.
Aku sadar kalau selama ini sudah egois,
tapi aku pura-pura tidak sadar karena tak mau kembali membenci diriku seperti dulu.
Walau begitu, Nagase tak seharusnya sekasar itu.
Inaba, cepat kembali ke sini dan lanjutkan tugas kita!
Soalnya harus cepat diselesaikan sebelum liburan akhir pekan!
Oh, maaf. Aku akan segera ke sana bersama Taichi.
Cepat, ya!
Ayo.
Ya.
Penentuan
Dan Pemecahan
Kegiatan semua klub sudah diliburkan mulai besok!
Dan presentasinya diadakan seminggu setelahnya!
Waktu kita sudah benar-benar mepet nih!
Aku juga butuh belajar!
Kalau sampai nilaiku anjlok nanti, kalian berdua harus tanggung jawab!
Kalau nilaimu anjlok sih itu tanggung jawabmu sendiri.
Lagian kalau kamu belajar seharian penuh juga takkan ada banyak perubahan berarti.
Kok jadi pada kejam begini sih kalau sama aku?!
Mau bagaimana juga semua itu tetap jadi tanggung jawabmu sendiri.
Kau juga sama kejamnya, Taichi!
Aku jadi makin tidak tenang ini!
Aku tidak mau kalau sampai tinggal kelas dan harus memanggil "Kak Yui"!
Tenanglah, lagian kau cuma perlu mengulang terus sampai suatu saat nanti bisa naik ke kelas dua.
Jadi menurutmu aku pasti tinggal kelas nih?!
Tapi ternyata kita hebat juga, bisa menyelesaikan sampai sebanyak ini dalam waktu singkat.
Tempat Spesial Di Sekitar Yamaboshi
Bukan melebih-lebihkan, tapi kita ini memang hebat kalau sedang terdesak!
Mungkin ini juga pertama kalinya Klub PGB bekerja sekeras ini.
Ya.
Tujuan kita sudah tercapai dengan banyaknya informasi yang sudah terkumpul.
Kalau begini, kesempatan menang kita mulai terbuka.
Hanya saja pertanyaannya adalah...
Apakah kita berlima bisa melakukan presentasi bersama?
Inaba, kau tak perlu khawatir.
Terima kasih.
Yo!
Masih bersemangat, 'kan?
Oh, Pak Go rupanya.
Syukurlah.
Ada apa, Kiriyama?
Saking senangnya bertemu denganku, ya?
Kau ini memang imut.
D-Duh, sampai dibilang imut segala!
Lho, kenapa senangnya cuma sebentar kalau dipuji sama Pak Go?
Kalau begitu kutarik lagi deh kata-kataku barusan.
Padahal aku sudah berbaik hati membawakan camilan untuk kalian.
Tapi Pak Go tidak membawa apa-apa tuh.
Waduh, ketinggalan di ruang guru!
Hanya orang bodoh yang ingin membantu orang lain tapi malah lupa dengan bantuannya.
Inaba, bukankah orang tuamu sudah mengajari untuk menghargai gurumu?
Kalau tak ada urusan lagi, silakan pergi.
Padahal aku ke sini dengan niat baik, tapi malah diusir!
Soalnya jarang sekali sih Pak Go ke sini dengan membawa camilan.
Itu karena kalian sudah bekerja keras selama ini.
Aku memang tak bisa menganakemaskan kalian karena tugasku,
tapi aku tetap akan mendukung, baik kalian maupun Klub Musik Jazz.
Kerja keras pasti membuahkan hasil.
Bantuan pasti akan datang bagi mereka yang selalu bekerja keras.
Jadi ternyata Pak Go ini memang guru betulan.
Yah, walau jarang-jarang terjadi.
Mungkin ini pertama kalinya aku melihat Pak Go sebagai sosok guru.
Di mana Nagase?
Apa dia sedang ke toilet?
Hari ini dingin sekali.
Yaegashi.
Ada apa?
Tidak ada apa-apa kok.
Apa tadi kamu mendapat terusan emosi dari Iori?
Ya.
Dia cuma merasa kalau hari ini dingin.
Kuharap dia mau datang ke ruang klub.
Berhentilah bersikap begitu terus!
Kemarin sudah kubilang, 'kan?
Kamu harus cepat mengambil inisiatif!
Ya.
Sekarang ini kita harus fokus terhadap presentasi antar klub.
Benar.
Karena kita juga melakukan ini untuk Iori.
Aku yakin dia akan kembali menjadi dirinya yang ceria!
Ya. kau benar.
Kita tidak sendirian.
Aku akan melakukan apapun yang kubisa demi Nagase.
Iori pasti akan segera kembali seperti sedia kala.
Yang perlu kita lakukan adalah menunggu dan percaya padanya.
Mereka semua tidak mengerti.
Aku sudah tidak tahan lagi.
Aku benar-benar sudah tidak tahan.
Aku tak sanggup menerima emosi yang terlalu tulus dan menyilaukan dari mereka.
Mereka terlalu baik untukku.
Aku tidak layak merasakan hal yang sama dengan mereka.
Nah, Watase, jadi bagaimana dengan misi "Walau tak mendapatkan cokelat darinya saat Hari Kasih Sayang,
tapi aku akan memberikan sesuatu untuk Fujishima saat Hari Balas Kasih dan langsung menembaknya"?
Kalau masalah itu sih, saat ini Fujishima sedang dalam misi,
"Hajar Semua Cowok Yang Mendapat Cokelat Saat Hari Kasih Sayang Tapi Tidak Memberi Apapun Pada Hari Balas Kasih".
Tadi malam aku ketemu dengan Fujishima, dia sedang membawa anjingnya jalan-jalan.
Walau jenis bulldog tapi lucu banget lho!
Eh, aku belum pernah melihat jenis bulldog yang bisa dibilang "lucu"...
Oh, aku tidak bisa membiarkan komentar seperti itu.
Fujishima!
Akan kutunjukkan padamu sedetil-detilnya bila bulldong adalah jenis yang sangat lucu!
Setelahnya, kalian pasti akan terkapar lemas akibat keimutan serta kelucuan dari bayi mungilku ini!
Ini fotonya.
Fujishima benar-benar populer.
Lucu banget!
Iya, 'kan?
Yang lebih membuatku penasaran adalah obrolan mereka bertiga.
Dari dulu aku selalu berpikir kalau Iori pasti cuma berpura-pura jadi cewek yang baik.
Mana mungkin ada cewek yang sifatnya ceria, cantik, dan terkadang ceroboh begitu.
Gosipnya, dia juga menipu para cowok dengan berkedok jadi cewek baik,
sehingga mereka mau menuruti segala permintaannya.
Teman-teman, tolong dengarkan aku!
Aku tahu kalian sudah menyadari perilaku aneh Nagase belakangan ini.
Lalu, gosip yang menjelek-jelekkannya pun terus bermunculan.
Menurutku itu sih bukan cuma gosip, tapi memang kenyataan.
Aku tidak tahu kalian mendapatkan atau menanggapinya seperti apa, tapi tolong hiraukan saja semua gosip itu.
Tapi bukankah sudah jelas kalau melihat perilaku Nagase yang sekarang?
Iya, benar tuh.
Perubahannya terlalu drastis.
Pasti ada alasannya!
Oh, apa itu?
Aku mencintai Nagase.
Makanya tanpa pikir panjang, aku langsung memaksanya!
Tapi aku tidak bisa menjelaskannya di depan umum!
Tunggu dulu, Yaegashi!
Kau yakin harus mengatakannya?!
Dan jujur saja, aku sudah keterlaluan!
Sudah kelewat batas!
Sangat, sangat keterlaluan!
Saking keterlaluannya, aku jadi tak bisa menjelaskannya!
Dan karena itu, Nagase sudah tidak lagi memercayai siapapun!
Jadi intinya, perilaku aneh Nagase sekarang ini adalah salahku!
Nagase sama sekali tidak bersalah!
Jadi, maksudmu...
Kalau memang benar, berarti keadaannya kacau banget!
Dia benar-benar mau memerkosanya?!
Tolong jangan dilanjutkan!
Tapi kalau memang benar, aku jadi kasihan sama Iori.
Yah, wajar saja kalau dia jadi aneh begitu.
Tak kusangka kalau Yaegashi seperti itu.
Hei, sekarang satu-satunya kesempatan untuk menarik kata-katamu tadi.
Ah, tapi—
Halo, Ayah?
Ada kriminal di kelasku.
Bisa tolong kirimkan anggota ayah ke sini?
Tu-Tunggu dulu! Bukankah ayahmu itu punya jabatan tinggi di kepolisian?
Sudah kulaporkan.
Tapi aku belum sempat melanggar aturan kok!
Tenang saja, cuma bercanda kok.
Sini!
Bisa kaujelaskan yang tadi itu?
Aku cuma mencoba untuk menghentikan gosipnya saja.
Kalau itu sih aku tahu.
Kupikir kalau ada seseorang yang bertanggung jawab atas perubahan perilaku Nagase,
maka gosip itu pun akan berhenti menyebar, dan dia pasti akan mendapatkan simpati.
Kalau itu aku juga tahu.
Karena kita tidak bisa memberitahu siapapun tentang Paria Gunung,
jadi satu-satunya alasan yang muncul di pikiranku ya cuma itu tadi.
Makanya, kenapa kau yang harus jadi pesakitannya?!
Soalnya aku tidak kepikiran yang lain lagi!
Tapi kenapa harus jadi pemerkosa?!
Kalau bagian itu, biar kujelaskan dulu!
Aku cuma bilang "memaksanya"!
Bukan "memerkosanya"!
Makanya pilih kata-kata yang pas!
Lagian inti dari masalahnya sama sekali belum terselesaikan!
Memang benar sih, tapi...
Akan kuhajar kau kalau mau bilang, "Biar aku yang menanggung rasa sakitnya"!
Bukan begitu maksudku!
Soalnya akan lebih mudah bagi Nagase kalau semua gosip tentangnya sudah tak lagi ada.
Dan Kiriyama juga bilang kalau aku harus cepat mengambil inisiatif...
Kiriyama tidak salah kok!
Pokoknya jangan kau hukum dia, baik fisik, mental, atau hukuman mati, ya!
Padahal tidak ada terusan emosi lho.
Tapi kenapa kaubisa tahu yang kupikirkan?
Dari wajahmu.
Pokoknya, kalau kau ingin melakukan tindakan bodoh seperti tadi, bicarakan dulu denganku!
Jangan bertindak gegabah!
Mengerti?!
Baik.
Belakangan ini kalian terlihat sangat dekat, ya.
Oh, maaf.
Apa aku menganggu pemanasan kalian?
"Pemanasan" dengkulmu!
Kuhargai yang kalian lakukan di kelas tadi.
Yah, kalau masalahmu nanti biar aku yang mengurusnya, jadi tak perlu khawatir, Yaegashi.
Karena berkat kamu, gosip tentang Nagase tak lama lagi pasti akan menghilang.
Lagian, kenapa kau malah diam saja?
Biasanya kalau urusan begini kau pasti langsung turun tangan.
Yah, aku memang bingung memikirkan bagaimana caranya.
Tapi setelah kusimpulkan, ini bukanlah hal yang pantas bagiku untuk ikut campur.
Sesekali aku harus menjadi ketua kelas yang bijaksana...
...dengan mengawasi teman sekelasnya yang mulai dewasa dalam mengambil keputusan.
Kenapa sekarang kau malah mencoba layaknya jadi ibu kami semua?
Memimpin kelas sambil memberikan kebebasan bagi semuanya demi proses kedewasaan.
Mungkin itulah yang ingin kulakukan mulai sekarang, walau sesekali aku juga akan ikut membantu.
Kami tidak butuh.
Apapun masalahnya, kita berdua pasti bisa menyelesaikannya!
Tapi memang ada banyak masalah yang tak terselesaikan lho.
Sudah mau mengakui kesalahanmu?
Tak ada kesalahan apapun yang perlu kuakui.
Kau ini memang benar-benar sombong!
Aku yakin kamu menyuruh Yaegashi untuk mengatakan hal itu di depan kami semua.
Aku tak mengerti apa yang kalian bicarakan.
Aku tahu kalau Klub Peneliti Apalah kalian dengan Klub Musik Jazz saling berkompetisi memperebutkan guru pembimbing.
Terus?
Lebih baik kau mengalah saja dengan mereka.
Padahal kau sendiri bukan anggota klub mereka.
Oh, jangan-jangan karena Shiroyama, ya?
Tutup mulutmu!
Kaoru, jangan terpancing!
Nagase, ternyata kau memang cewek sialan.
Ayo, Kaoru.
Sekarang aku jadi ikut-ikutan kesal.
Lebih baik kita beri dia pelajaran.
Yang perlu kita lakukan adalah...
Eh, serius?
Ide bagus tuh.
A-Apa?
Ini bukan urusanmu.
Yang salah kan memang dia.
Apa yang kalian rencanakan?!
Ujan Akhir
Rasanya berat di pundakku jadi ringan setelah ujian berakhir!
Tapi ada kemungkinan kalau kamu harus ikut remedial.
Tolong jangan bercanda deh.
Biar kuingatkan, presentasi antar klub lebih penting dibandingkan dengan remedialmu lho, Aoki.
Duh, tapi bagiku keduanya sama penting...
Masih satu minggu sebelum presentasi dimulai.
Sekarang kita cuma perlu latihan cara penyampaiannya supaya—
Kenapa...
Aku kan sudah susah payah membuatnya...
Siapa yang melakukannya?
Padahal kuncinya masih terkunci!
Kalau sudah ketemu pelakunya, akan kubunuh mereka semua!
Marah pun takkan menyelesaikan masalah.
Jadi kau menyuruhku tetap tenang setelah meliat semua ini?!
Siapa pelakunya?!
Jangan-jangan para anggota Klub Musik Jazz?!
Tidak, kurasa bukan mereka.
Soalnya mereka penuh dengan jadwal latihan.
Jadi mustahil kalau harus repot-repot melakukan ini.
Bagaimana ini...
Sudah tidak ada yang bisa kita perbuat, ya?
Ayo kita buat lagi dari awal.
Tapi presentasinya minggu depan...
Tidak mungkin sempat!
Dan sangat mustahil bagi tubuh dan pikiran kita untuk membuat konten yang sama dalam waktu seminggu...
Masih sempat kalau kita buat yang lebih simpel.
Tapi apa dengan begitu kita bisa mengalahkan mereka?
Memang benar ini akan jadi pertarungan yang lebih sulit, tapi...
...kita masih belum kalah!
Kita sudah berjanji untuk melakukannya bersama, termasuk juga bagian Nagase.
Nagase pasti akan kembali.
Makanya, kita tak boleh menyerah begitu saja!
Kalau dipikir-pikir lagi, yang jadi masalah paling cuma brosur dan selebarannya saja yang kurang bagus.
Nah, sebagai gantinya kita harus fokus habis-habisan saat mempresentasikannya!
Begitu ya.
Kamu benar!
Baiklah!
Mengeluh takkan ada gunanya!
Yang bisa kita lakukan adalah terus berjuang!
Akan kukalahkan bagian diriku yang payah tadi!
Kau keren baget, Yui!
Bilang "imut" gitu kek!
Baiklah, kita kesampingkan dulu masalah si pelaku dan fokus menyelesaikan ini.
Tapi sesudah presentasi, pasti akan kukejar si kampret itu.
Walau ke neraka sekalipun, ia takkan bisa lolos dari cengkramanku.
Tapi kira harus pikirkan cara aman supaya kejadian ini tak terulang lagi.
Kita bisa menyimpannya di rumah.
Lalu, kita perlu memberitahu Gotou tentang...
Nagase?
Takkan kumaafkan!
Awas kau!
Takkan kuampuni walau memohon sekalipun, karena kau sudah melibatkan mereka!
Akan kubuat kau menangis!
Akan kubuat kau menjerit!
Akan kubuat kau merasakan penderitaan yang sama!
Eh, ada apa?
Kalian dapat terusan emosi dari Iori?
Kalian tunggu di sini!
Bukankah lebih baik kalau Kiriyama dan Aoki juga ikut?
Tidak, lebih baik kita rahasiakan ini dari mereka.
Karena terusan emosi yang kita dapat tadi bukan hal yang baik.
Baiklah.
Oh, Fujishima?
Terima kasih atas informasinya.
Apa yang dia katakan?
Dia memberi nomor HP Setouchi.
Ada apa sih tiba-tiba memanggilku ke sini?
Seseorang yang sedang mengincarmu, apa kautahu alasannya?
Aku tidak tahu apa-apa.
Aku tidak melakukan apa-apa.
Ketemu!
Takkan kumaafkan kau!
Hentikan, Nagase!
Tunggu, Iori!
Jangan tahan aku!
Aku akan menghajar si babi itu!
Akan kuhajar dia!
Akan kuhabisi dia!
Cepat pergi dari sini, Setouchi!
Jangan tahan aku!
Tolong jangan tahan aku!
Maaf...
Maaf! Maaf!
Maaf!
Semua ini salahku...
Maafkan aku!
Kenapa malah jadi seperti ini?
Iori, bisa kita bicarakan sekali lagi?
Kali ini takkan kubiarkan kau lari lagi.
Terakhir kali aku pernah memintamu untuk mengatakan semua yang ada di lubuk hatimu.
Tapi aku sadar kalau itu egois dan terlalu sepihak, jadi kita buat semua ini jadi adil.
Aku ingin kau membagi rasa sakitmu padamu.
Sebagai gantinya, akan kubagi rasa sakitku padamu.
Mungkin semua itu bisa membuatku ingin mati karena malu.
Jadi, mau tidak mau, kau harus mengatakan alasan mengapa kau bertingkah seperti sekarang ini.
Bukankah itu sama dengan yang kauminta padaku?
Ada masalah?
Ya iyalah!
Jangan-jangan ada yang salah dengan logikamu, ya?
Sekarang ini aku sedang bicara dengan Iori!
Kalau kau cuma mau mengeluh, keluar saja sana!
Sekarang akan kuberitahu hal yang memalukan bagiku.
Apalagi di hadapan cowok yang kucintai.
Pokoknya rasa maluku ini sudah maksimal!
Seperti yang kautahu, aku mencintai Taichi.
Belakangan, rasa cintaku semakin menjadi-jadi, bahkan dia sampai muncul di mimpiku.
Tunggu dulu! Kalau itu sih malah aku yang jadi malu!
Dan suatu hari, untuk pertama kalinya aku bermimpi melakukan hal mesum bersama Taichi!
Tapi sebelum semuanya selesai, aku malah terbangun.
Asal kautahu saja, kami melakukannya dengan posisi seperti ini!
Saat terbangun, rasanya jantungku mau copot.
Dadaku sesak dan sulit bernafas!
Tapi di saat yang sama, aku merasa menyesal karena belum selesai melakukannya!
Jadi sebagai gantinya, aku membayangkan Taichi lalu mulai me—
Hentikan!
Sebenarnya apa yang sih yang mau kaubicarakan?!
Kau juga melakukan hal sama denganku!
Gawat, aku malu banget, rasanya mau nangis...
Bagaimana?!
Kedengarannya memang setengah-setengah, tapi tetap saja sangat memalukan, bukan?
Kau memang benar, aku ini terlalu egois.
Awalnya aku mencoba mendekatkan kalian berdua, tapi aku malah jatuh cinta padanya.
Tapi aku sadar sekarang kalau itu memang tak bisa dihindari.
Kalau aku yang dulu, yang selalu menyelesaikan apapun dengan logika,
mungkin takkan pernah mau menerimanya.
Tapi aku yang sekarang mau menerimanya.
Aku tak butuh logika, bukti atau apapun lagi.
Mungkin aku memang bukan sosok yang bisa diandalkan, tapi...
Aku percaya dan yakin pada keputusanku sendiri.
Jika ada yang membuatmu keberatan, silakan utarakan sekarang.
Aku tahu kalau sudah berlaku seenaknya.
Makanya kau pun boleh melakukannya dengan seenaknya.
Jangan diam saja, utarakan semuanya!
Sudahlah.
Sudahlah, tak perlu dilanjutkan lagi.
Memang apa gunanya sih?
Kau ini memang bodoh!
Ya, ya, tadi itu benar-benar pengakuan yang memalukan.
Wah, aku jadi tersentuh deh.
Dan kalau aku menangis dan menyesali semuanya, pasti akhirnya akan jadi luapan emosi penuh kebahagiaan.
Tapi maaf saja ya, semua itu takkan pernah terjadi!
Karena aku sudah muak dengan semua ini!
Aku lelah!
Aku lelah dengan semua yang bagaikan pemeran utama dalam kisah tragis!
Harus berapa kali aku terbunuh?!
Harus berapa kali aku hancur?!
Kapan semua ini akan berakhir?!
Apa sebenarnya Paria Gunung itu?!
Bagaimana caranya dia bisa merasuki tubuh orang lain?!
Semua yang terjadi pada kita sudah kacau balau!
Sampai berapa lama lagi aku harus tersiksa?
Aku sudah muak!
Aku sudah tidak tahan lagi!
Kau benar, itu sudah sewajarnya.
Pasti berat bagimu.
Aku tak mengira ternyata kau tersiksa sampai separah itu.
Maaf, ini bukanlah salahmu.
Tapi bukan berarti juga kau tak bisa bergantung pada kami!
Kami akan melakukan apapun untuk mengambalikan dirimu—
Sudah kubilang, bukan itu masalahnya!
Sebenarnya "aku" yang seperti apa yang kalian inginkan?
Aku sudah tak sanggup lagi!
"Kau" yang kami inginkan...
Apa?
Nagase...
Kau bisa jadi dirimu yang biasanya.
Menjadi dirimu yang selalu bisa membawa kebahagiaan bagi orang di sekitarmu,
dan dicintai oleh semua—
Sudah kubilang, aku tak sanggup lagi melakukannya!
Nagase...
Aku sudah tak bisa lagi...
Nagase...
Aku tidak bisa menjadi "aku" yang kalian inginkan.
Aku tak bisa lagi menjadi "aku" yang dicintai dan membuat orang di sekitarku bahagia, karena aku tidaklah sesempurna itu.
Apa yang selama ini kami paksakan pada Iori?
Mungkin Iori Nagase hanya ingin menjadi sosok normal yang biasa-biasa saja.
Sebenarnya aku adalah sosok yang dingin dan dipenuhi kegelapan.
Tapi aku selalu berpura-pura jadi sosok yang riang.
Semuanya menganggap "aku" yang seperti itu menyenangkan, dan aku juga merasa begitu.
Tapi saat ini aku sudah lelah menjadi sosok itu.
Mungkin aku masih bisa menahannya selama kehidupanku berjalan normal apa adanya,
tapi kemudian Paria Gunung muncul, mengambil alih tubuhku, dan hampir membunuhku!
Dan saat aku berpikir semuanya sudah baik-baik saja, ia pun kembali muncul!
Aku takut karena kapan saja bisa mati, tapi tetap berusaha menjadi "aku" yang kalian semua inginkan.
Dan banyak terjadi hal yang sampai membuatku hancur,
lalu ia memberiku kesempatan untuk mengulang masa lalu, tapi saat kusadari, aku malah menolaknya.
Aku sudah berjuang, tapi terlalu banyak yang harus kuperjuangkan.
Dan sekarang muncul fenomena terusan emosi ini.
Aku pun mulai ketakutan disangka pembohong karena apa yang kuucapkan berbeda dengan yang kupikirkan.
Tapi tetap saja aku bingung harus bagaimana.
Akhirnya semuanya pun jadi kacau balau.
Padahal aku ingin semua berjalan lancar seperti biasanya...
Peduli amat, bodoh.
Kau juga memanggilku dengan sebutan bodoh, 'kan?
Tapi kaulah yang bodoh!
Bodoh, bodoh, bodoh!
Memang benar, kami berharap terlalu banyak padamu tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Tapi kau terlalu memaksakan untuk memenuhi harapan kami.
Makanya kau ini memang bodoh!
Yang "bisa" atau "tidak bisa" kaulakukan ujung-ujungnya cuma lari dari kenyataan saja?!
Cukup lakukan semampunya dan berhenti apabila kau sudah tak sanggup lagi!
Menyimpan semua luapan emosi sampai tak mampu ditampung lagi? Bodoh sekali kalau caramu seperti itu!
Tak ada yang peduli bagaimana dan kenapa akhirnya kau jadi seperti ini!
Ini kehidupanmu!
Jalani dengan caramu sendiri!
Apa tak ada yang ingin kaukatakan, Taichi?
Aku...
Aku mencintaimu, tapi belum pernah melihat sosokmu yang sebenarnya.
Wajar bila akhirnya kau menolakku.
Tapi sekarang aku sudah tahu sosok seperti apa dirimu.
Aku berkata seperti ini dengan harapan dapat diterima oleh dirimu yang sebenarnya.
Dan walaupun sosok itu bukanlah dirimu, aku tetap mencintai Iori Nagase.
Kenapa?
Padahal aku bukanlah sosok yang kamu kira.{ok kembali lagi reda setelah "kau" jadi "kamu"}
Peduli amat!
Memang benar, kau bukanlah sosok yang kukira.
Tapi biar bagaimanapun aku tetap ingin jadi temanmu.
Dan kuharap kau pun sama.
Hanya itu yang kuinginkan.
Yang lainnya aku tak peduli.
Bisakah kalian...
...memberiku waktu untuk memikirkannya?
Tak kusangka kalau Setouchi cewek sekejam itu.
Tapi kan kau sendiri yang menghancurkan semuanya.
Yah, soalnya dengan melakukan itu bisa meredakan stres sih.
Tapi korbannya siapa sih? Klub Peneliti Gaya Budaya?
Aku jadi kasihan dengan mereka...
Ruangan mereka jadi berantakan begitu.
Lagian cuma kertas doang kok.
Jadi kalian pelakunya!
Dasar bajingan!
Apa-apaan dia i—
Kau—
Hei, tolong tahan dia.
Tolong aku!
Tolong aku!
Menghubungkan
Hati
Minggu Depan
Inaba!
Taichi!
Kami pasti akan menyelamatkanmu!
Kami akan menyelamatkanmu!
Kau akan kami selamatkan!
Jika terjadi sesuatu pada kalian...
Biar kukatakan untuk yang terakhir kalinya.
Aku bersyukur pernah mencintaimu.
hanarebanare itsu no watashi
hanarebanare itsu no watashi
sashinoberareteru te no naka
sashinoberareteru te no naka
kagi wo kaketa chiisai hako ni
kagi wo kaketa chiisai hako ni
shitteta hazu no michi no mikaku
shitteta hazu no michi no mikaku
shitteta hazu no michi no mikaku
itamu kizu wo hoobarugoto ni
itamu kizu wo hoobarugoto ni
mata netami ga netsujou ga
mata netami ga netsujou ga
tsumetasa ga hikari ga
tsumetasa ga hikari ga
kyozetsu ga kibou ga
kyozetsu ga kibou ga
karamariai nani mo dekizu ni
karamariai nani mo dekizu ni
sakebu
sakebu
torokeru amakute kuroi kanjou ha chocolate
torokeru amakute kuroi kanjou ha chocolate
risou nante mou moetsukete shimatta no
risou nante mou moetsukete shimatta no
yowamushi no miminari ha yamanai
yowamushi no miminari ha yamanai
afureteku watashi wo
afureteku watashi wo
mitsukete
mitsukete
Saatnya kutinggalkan diriku yang di masa lalu
Saatnya kutinggalkan diriku yang di masa lalu
Ke dalam genggaman tangan yang membawaku
Ubahnya kunci 'tuk membuka kotak kecil
Lalu berlari menuju persimpangan yang pernah kulihat
Setiap kurasakan luka dan sakit di pipiku
Dalam diriku yang haus akan gairah
Terasa sinar dingin menyilaukan
Mungkinkah itu penyesalan? Ataukah harapan?
Namun hatiku malah tak kuasa menahannya
Aku berteriak
Perasaan bergejolak, hitam, dan manis bak cokelat
Membakar seluruh keyakinan yang selama ini kusimpan
Di telingaku selalu terngiang akan kelemahanku
Temukanlah seluruhnya
Pada diriku
Ke dalam genggaman tangan yang membawaku
Ubahnya kunci 'tuk membuka kotak kecil
Lalu berlari menuju persimpangan yang pernah kulihat
Setiap kurasakan luka dan sakit di pipiku
Dalam diriku yang haus akan gairah
Terasa sinar dingin menyilaukan
Mungkinkah itu penyesalan? Ataukah harapan?
Namun hatiku malah tak kuasa menahannya
Aku berteriak
Perasaan bergejolak, hitam, dan manis bak cokelat
Membakar seluruh keyakinan yang selama ini kusimpan
Di telingaku selalu terngiang akan kelemahanku
Temukanlah seluruhnya
Pada diriku
Mi
chi
Ra
n
do
m
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.