All language subtitles for Chocolate.E12.200104-NEXT-NF.ID

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

SELURUH KARAKTER, TEMPAT, PERUSAHAAN, DAN KEJADIAN

DALAM DRAMA INI ADALAH FIKSI

EPISODE 12

Terima kasih.

Sama-sama.

Maka aku akan terlambat.

Besok pemakamannya.

Aku akan mengantarmu ke Wando. Masuklah.

TOL SEOHAEAN

WANDO

Kau tidak lelah?

Tidak, aku tak apa-apa.

Astaga.

Pergelangan tangannya bisa patah.

Aku ingin mengantar ke restorannya.

Kenapa tak memberitahunya?

- Memberi tahu apa? - "Su-hui!

- Aku jatuh cinta padamu! - Apa?

Maukah kau menikahiku..."

Astaga, kau bicara apa?

Apa yang harus kulakukan denganmu? Mau lompat ke laut bersama?

MUSIM PANAS 1992

Kau menangis semalaman karena kami akan pindah?

Kenapa menangis? Aku lelaki dewasa.

Mataku bengkak

karena digigit kelabang saat tidur semalam.

Kelabang sialan.

Awas kalau menggigit lagi.

Kutusuk matanya hingga darahnya habis.

Ibu! Aku sangat menyayangimu!

Ada apa ini?

Astaga, Ibu!

Dia baik-baik saja saat kutemui petang ini.

Aku bahkan bicara dengannya di telepon!

Bagaimana ini bisa terjadi?

Ibu!

Ibu, kumohon jangan mati. Kau tak boleh mati.

Jika kau mati, aku akan mati denganmu!

Apa dia akan mati?

Dia akan mati? Astaga! Ibu!

Kudengar dia akan baik-baik saja. Jangan terlalu khawatir, Seo-hun.

Ibu,

masih banyak hal yang ingin kulakukan untukmu.

Aku bahkan belum sempat menjadi putra yang baik.

Jangan mati seperti ini.

Aku tak akan membiarkanmu meninggalkanku, Ibu!

Aku juga, Ibu!

Aku hanya bisa membuat masalah.

Kau harus melihat hidupku membaik.

Kumohon, Ibu.

Kau sungguh harus sadar, Berengsek!

Memang apa salahku?

Astaga, Ibu!

Ibu!

- Ibu! - Astaga!

- Astaga! - Ibu!

Ibu, maafkan aku!

Ibu!

Kenapa kau berdiri di luar?

Jun.

Nenek baik-baik saja?

Syukurnya, dia berhasil melalui...

Kudengar dia tak sungguh pulih.

Dokter memberitahuku

apa saja bisa terjadi padanya mengingat kondisinya sekarang.

Kenapa kau tak bisa menatapku?

Apa ada masalah?

Dr. Choe dan para staf lain berusaha keras.

Nenekmu akan segera pulih.

Kau menghubungi Kang?

Tidak, belum.

Bukankah sebaiknya kau hubungi dia?

Setelah nenekmu sadar...

Bagaimana jika tidak?

Kenapa kau tiba-tiba sangat memedulikan Kang?

- Sejak kapan kau sangat... - Bagaimana jika Nenek

mengucapkan wasiat sebelum dia datang?

Apa?

"Satu-satunya keturunan sah Geosung adalah Kang.

Karena itu, dia satu-satunya pewaris yang sah."

Apa maksudmu?

Kang satu-satunya keturunan sah?

Apa maksudmu?

Artinya Kang dan aku mungkin memiliki nenek yang sama,

tapi kakek kami tidak sama.

RUMAH DUKA

Kita sampai.

SEMOGA BERISTIRAHAT DENGAN TENANG

Dr. Lee.

Kita sampai.

Terima kasih.

Terima kasih banyak.

Aku yakin sekarang sudah ada bus.

Aku pulang naik bus ekspres.

Kau harus berpamitan dan kembali saat kau siap.

Kang?

Kang, ini kau, 'kan?

Ini aku, Jeong-bok.

Aku yang meneleponmu. Aku keponakan Paman Dong-gu.

Perjalananmu pasti panjang, kau datang sebelum pemakaman.

Halo, Bu.

Bicara biasa saja. Aku dua tahun lebih muda darimu.

Tapi harus kukatakan, kau tak tampak tampan di foto.

Kau jauh lebih tampan aslinya.

Masalahnya, aku punya teman-teman di media sosial,

dan satu gadis mengunggah fotomu di profilnya,

katanya kau dokter luar biasa yang menyembuhkan penyakitnya.

Jadi, aku memeriksanya, dan namamu terdengar sangat akrab.

Selain itu, kau tetap terlihat tampan

seperti saat masih kecil.

Aku menghitung umurmu sekarang, dan ternyata cocok.

Saat itulah aku mulai mengikutimu.

Kukunjungi situs rumah sakit yang memasang fotomu.

Di mana pemakamannya?

Di sana.

Ayo.

Ponselku.

Paman Dong-gu.

Kang datang.

Aku akan segera kembali ke Wando.

Jadi, jangan terlalu sedih.

Jangan bicara omong kosong.

Kenapa anak pintar sepertimu kembali ke kampung?

Lupakan saja tempat ini.

Hidup bahagialah di Seoul dengan nenek dan ibumu.

Aku tak mau pergi ke Seoul.

Aku ingin tinggal di sini denganmu sampai mati.

Aku berjanji sebagai lelaki.

Aku akan kembali sebelum San berusia tiga tahun.

Jadi, tolong tunggu hingga aku kembali.

Aku akan kembali untuk menemuimu lagi.

Jadi, tunggu sebentar.

SEMOGA BERISTIRAHAT DENGAN TENANG

Maafkan aku

karena lama sekali baru kembali, Pak Ha.

RUMAH DUKA HANEUL

Paman Dong-gu ingin memberikanmu ini saat kau kembali ke Wando.

Bukalah.

Kudengar ini cokelat Belgia.

Temanku di penangkapan ikan laut dalam membawanya.

Jangan simpan untuk nanti, makan saja semuanya, ya?

Itu. Kau lihat itu?

Kau menyimpannya untuk Kang dan berkata itu kesukaannya.

Kau menyimpannya agar bisa memberikannya saat kembali.

Aku sudah berikan kepadanya.

Pasti lebih baik jika kau bisa memberikannya sendiri.

Tapi kau tak bisa.

Jadi, aku memberikannya mewakilimu.

Itu enak.

Kau harus celupkan ke dalam krim.

- Silakan. - Terima kasih.

- Kau mau air? - Ya.

Terima kasih.

- Terima kasih. - Sama-sama.

- Makanlah. - Tampak lezat.

Kuberikan sepotong. Manis sekali.

- Tampak enak. - Silakan.

- Terima kasih. - Terima kasih.

Kau harus celupkan ke sini.

- Silakan datang lagi. - Baiklah.

Kau pergi ke rumah sakit?

Seharusnya kau bisa mengunci tempat ini

atau pasang pengumuman kau akan pergi

untuk sementara.

Para pelanggan menunggumu.

Pak, kau sudah periksa apa kau menderita demensia?

Aku hanya bertanya. Aku menderita demensia.

Kudengar kau tak merestui pernikahan putramu

karena menantumu yatim dan lemah.

Tapi dia melahirkan putri sehat dan cantik.

Kau tahu betapa baik, hangat, dan perhatiannya

gadis kecil itu? Sama seperti orang tua Ye-sol.

Mereka sungguh saling mencintai dan menghargai.

Keluar! Jika kau tidak pergi, aku panggil polisi!

Setelah beberapa lama, kau akan menyesal dan memohon maaf.

Tapi saat itu sudah terlambat.

Orang mengira mereka masih punya waktu.

Tapi hidup sangat singkat.

Sebelum terlambat,

dan sebelum menantumu meninggal,

sebaiknya kau merestui putra dan menantumu.

Jika tidak, kau akan menyesal sepertiku.

Aku tersesat saat berangkat kerja.

Kurasa aku tak bisa bekerja lagi.

Setelah membuat sup kimchi untuk Michael,

mari berhenti bersama, ya?

Cobalah.

Kakekmu membuatkan ini hanya untukmu.

Dia menambahkan banyak kacang merah.

- Sungguh? - Aku tidak berbohong lagi.

Aku selalu berbohong saat masih kecil, dan aku sangat menyesalinya.

Kelihatan sangat lezat. Terima kasih.

Kau harus makan dahulu.

Aku sudah makan banyak di restoran kakekmu.

Kau tak lihat perut ini? Penuh bakpao.

Silakan makan.

Enak sekali!

Apa dia akan datang ke pernikahan orang tuaku?

Dia harus dapat undangan lebih dahulu.

Ye-sol, kau harus mengunjunginya

dan memberinya undangan.

Baiklah.

Nanti tersedak. Minum susu.

Ini.

Baik, terima kasih.

SANATORIUM GEOSUNG

Kakek dan ayahmu sangat dekat.

Kakekmu mengagumi ayahmu

karena dia putra sulungnya.

Pamanmu, ayah Kang, bukan apa-apa...

Apa Ayah juga tahu?

Jadi, apa yang ingin kau lakukan?

Haruskah kita jatuh bersama?

Itukah yang kau mau?

Jika itu yang kau mau,

beri tahu ayahmu sendiri.

Dia belum tahu apa-apa.

Silakan kau pilih sendiri.

Kau hanya memanfaatkan Jun untuk kepentinganmu.

Kau hanya menganggap Jun sebagai pemacu yang bisa memancing Kang

agar dia menjadi lebih kuat dan gigih.

Dia sungguh tak suka harus selalu bertengkar

dan bersaing denganmu.

KANTOR

Bagaimana jika Nenek

mengucapkan wasiat sebelum dia datang?

Dr. Lee tidak ada di ruangannya. Dia tidak masuk kerja hari ini.

- Dia tidak masuk kerja? - Tidak.

Kenalannya meninggal, jadi, dia pergi ke Wando.

Ini ponsel dan tas Nona Moon. Ada di dapur.

Terima kasih.

Di mana dia sekarang?

Dia di Wando. Kurasa dia pergi dengan Dr. Lee.

Entah kenapa mereka pergi bersama.

Kau tahu?

Ya, ini ponsel Moon Cha-young.

Cha-young?

- Di mana kau? Kudengar kau di Wando. - Mereka bersama?

Apa? Kau tak bersama Lee Kang?

Mereka tak bersama?

Baiklah.

Kodenya 1234, 'kan?

Kau sudah makan?

Lupakan saja. Aku yakin kau belum makan.

Ponselmu di sini dan tak ada uang.

Kau sedang tak sehat sekarang...

Halo? Cha-young.

Astaga.

Dia pasti menelepon dari telepon umum.

- Astaga, ini membuatku gila. - Ada apa?

Nomor telepon Lee Kang...

Dia memintaku mengirim pesan untuk Dr. Lee

dan berkata dia di taman dekat rumah duka

dan harus menjemputnya setelah selesai.

Astaga, seharusnya dia tetap bersamanya.

Kenapa dia pergi ke tempat lain?

Kenapa dia ingin bertemu lagi? Untuk apa?

Na-ra.

Kau menyukai Dr. Lee?

Tidak, itu tak masuk akal.

Baiklah. Urus saja urusanmu sendiri.

Jika beri tahu kau suka,

aku akan memberitahumu hal yang sangat penting.

Hal penting? Apa?

Katamu tak suka dia.

Kalau begitu aku tak bisa memberitahumu karena ini rahasia besar.

Astaga, beri tahu aku. Beri tahu rahasianya.

Sejujurnya, aku suka Dr. Lee.

Dr. Lee adalah yang pertama bagi Cha-young...

Tidak, tunggu.

Mereka cinta pertama

- satu sama lain. - Apa?

Cinta mereka berawal di Wando saat mereka masih kecil.

Lalu bertemu di Rumah Sakit Geosung, lalu bertemu lagi di Yunani.

Mereka selalu bertemu.

Mungkin mereka memang berjodoh.

Maksudku,

tak ada ruang di antara mereka untuk orang sepertimu.

Jadi, jangan cemburu

atau iri

pada kakakku.

Aku akan sangat menghargai jika kau tak merasa begitu pada Cha-young.

Pak Ha.

Setelah sampai di surga,

pastikan melamar ibuku,

yang belum bisa kau lakukan.

HA DONG-GU

Jangan terintimidasi oleh ayahku.

HA DONG-GU

Kau tidak makan, 'kan?

Sedang apa kau? Kau tak bisa mengetuk?

Ayo. Sebelum sup pasta kedelainya dingin.

Permisi, Bu Han.

Ayo pergi. Supnya tak enak jika dingin.

Pergi saja.

Astaga.

Tunggu.

Makanlah.

Kita tinggal bersama setahun,

tapi aku tak tahu kesukaanmu.

Semua salahku.

Silakan habiskan makanan ini.

Aku tak akan muncul di depanmu lagi.

Kumohon makan saja.

Kukira aku masih punya waktu,

tapi kurasa tidak.

Entah kenapa kau memberitahuku semua ini,

aku tidak tertarik.

Tolong minggir.

Katamu kau ingin makan masakanku.

Jika tak makan hari ini, kau tak akan pernah bisa lagi.

Jadi, tolong makanlah.

Kumohon.

Setelah menceraikanmu, aku menikah lagi.

Kami punya putra,

tapi aku tak pernah memeluknya.

Ibunya meninggal setelah melahirkan.

Dia tinggal dengan kakek neneknya di Amerika lebih dari sepuluh tahun.

"Tolong kembali ke Korea sekarang."

"Aku sangat merindukanmu, putraku."

Aku tak pernah mengatakan itu kepadanya.

Andai kau

akan kembali kepadaku.

Begitulah buruk dan sulitnya aku.

Kau tidak kembali meski kutunggu.

Dan kau baru muncul setelah sekian lama saat kau tua dan sakit.

Kenapa?

Kau pikir aku gampangan?

Kau pikir bisa berbuat sesukamu denganku?

Aku tak tahu berapa lama sisa waktuku.

Tapi selama itu,

mohon biarkan aku hidup sebagai manusia biasa.

Mohon menyingkir dari hidupku.

Aku mohon.

KANTIN

Maafkan aku.

Aku sungguh minta maaf.

Aku Tae-hyun, adik Cha-young.

Cha-young lupa membawa ponsel dan dompetnya,

jadi, dia tidak naik bus.

Katanya dia akan menunggu di taman pantai dekat rumah duka.

Tolong pastikan menemukannya.

[Netflix Ver] jTBC E12 'Chocolate' -โ™ฅ Ruo Xi โ™ฅ-

Dan dia sedang sakit sekarang.

Kepalanya terbentur dan dia terluka.

Dia kehilangan indra penciuman dan perasanya.

Kau seorang dokter,

jadi, aku ingin kau merawatnya.

Kumohon.

Jika punya salinan rekam medis

dan hasil pindai MRI-nya, bisa kirimkan kepadaku?

Berhenti, Berengsek.

Hei.

Kau pikir aku tak tahu niatmu?

Lihat siapa yang bicara.

Kau tergoda wanita dan tinggalkan keluarga, Bajingan.

Apa? "Bajingan?" Kau menyebut kakakmu bajingan?

- Kau sudah gila? - Aku tak bisa anggap kau kakak

jika kau tak begitu.

Sedang apa mereka sekarang?

- Kalian tak boleh berkelahi di sini. - Astaga.

- Sial. - Matikan.

- Bu Ha. - Kalian sudah tua.

Tapi kini kalian berkelahi

hanya agar dapat uang lebih banyak dari ayah yang sakit.

Apa yang kau perbuat?

Kenapa peduli kami berkelahi atau tidak?

Ini bukan urusanmu.

- Kenapa kau peduli? - Astaga.

Bisa minggir sebentar?

Aku peduli karena harus, Bodoh.

Berani kau menatapku seperti itu?

- Dasar kau... - Lihat ke bawah, Bodoh.

Tolong hentikan. Tenanglah, Pak.

Aku tak tahu ternyata kau berengsek.

Aku tak percaya membuat semua origami saat kau masih kecil.

Berengsek kau. Kau juga kemari. Biar kupukul tiga kali.

Kemari, Berengsek.

Saat kau kalah main gundu, aku menangkan kelerengmu kembali.

Seharusnya aku tidak melakukannya.

Sialan.

Mereka sepupu keduaku.

Mereka hanya beruban dan tampak tua.

Ayah sepupuku dirawat di rumah sakit kemarin.

Dan kedua berengsek ini tak peduli ayah mereka.

Mereka hanya memperebutkan uang.

Kau tahu apa berkata begitu?

Ayah janji padaku, tapi berengsek ini ikut campur...

Hei. Ayah tak menjanjikanmu apa pun.

Yeong-sil, aku putra sulung di keluarga.

Aku yang berhak.

Kau tak pernah bersikap seperti itu. Kau tak pantas dianggap begitu.

- Astaga. - Sial!

Menyingkir.

- Apa katamu, Berengsek? - Astaga.

Bedebah...

Dia habiskan seumur hidup kerja kasar

agar mereka bisa belajar dan menikah.

Yang tersisa hanya 30 juta won uang deposit.

Itu yang mereka perebutkan.

Aku benci mereka.

Bahkan saudara

bertengkar seperti itu hanya demi 30 juta won.

Jika yang diperebutkan 1.000 kali lipat,

semua mungkin lebih kejam dan dingin, ya?

- Dasar berengsek gila. - Bajingan.

- Sialan! - Kau sudah gila?

Ini hari kau babak belur, Berengsek.

- Hei. - Dasar bodoh.

- Sialan. - Lepaskan aku, Berengsek.

- Kubilang lepaskan! - Kau bedebah gila!

Aku akan membunuhmu!

Di kehidupanmu selanjutnya,

pastikan makan enak

dan pakai pakaian bagus.

Tolong hidup untuk dirimu.

Jangan menjadi ayah seseorang lagi.

Bu Ha.

Ya.

Aku butuh kau di dapur.

Baiklah.

KANTIN

Bu.

Baru saja terlintas di pikiranku tadi pagi.

Yang lupa kutambahkan.

Itu jamur pinus.

Saat anak-anak masih kecil,

aku pergi ke gunung dan memetik jamur pinus.

Tapi anak-anak tak mau makan.

Jadi, kumasukkan ke sup kimchi,

dan dia sangat menyukainya.

Maksudku, Seong-cheol.

Saat itu, jamur pinus sangat mahal

untuk orang seperti kami.

Jadi, kuberikan kepada Seong-cheol tanpa memberi tahu Seong-gu.

Aku mengerti.

Michael sakit saat itu.

Kau mau coba?

Ini dia. Kau dapat.

Ini yang kau cari-cari.

Selamat.

Terima kasih.

Terima kasih telah bawa aku kemari.

Korea luar biasa.

Sampai jumpa di kehidupan berikut.

Jika kita lahir kembali,

aku akan menjadi putra yang lebih baik.

Ya?

Aku sayang kau, Ibu.

Aku juga sayang kau.

Apa yang mereka bicarakan?

Apa sup kimchinya

yang dicari Seong-cheol atau bukan?

Itu sup kimchi yang dicari Michael.

- Benarkah? - Ya.

Bagus.

Kalau begitu bagus.

Kau tak mau melihat putramu?

Dia ingin sup kimchi,

jadi, kubuatkan untuknya.

Kenapa harus menemuinya?

Dia bersyukur kau melahirkannya.

Michael...

Maksudku, Seong-cheol mengatakannya.

Bersyukur apanya.

Apa tak ada hal lain yang dia syukuri?

Wanita Amerika itu...

Maksudku, ibu Michael.

Katakan aku suka sup rumput lautnya.

Sampaikan, "Terima kasih banyak."

Kenapa orang Amerika buat sup rumput laut lebih enak

dari kebanyakan orang Korea?

Aku tahu dia tak membuatnya sendiri.

Jelas dia dibantu seseorang. Dia pikir aku tak tahu itu?

Tapi jangan beri tahu dia itu.

Tidurmu nyenyak?

Kau pasti kelelahan.

Kau menyetir enam jam nonstop tanpa tidur.

Kau tak apa-apa?

Ya, aku tak apa-apa.

Astaga.

Berapa jam aku tertidur seperti ini?

Kurasa

sekitar empat jam?

Astaga, kenapa tak membangunkanku?

Aku hanya tak mau.

Tidurmu tampak lelap.

Astaga, ini gila. Aku pasti sudah gila.

Kau tertidur karena lelah.

Apa yang gila?

Kau tidak mendengkur atau berliur.

Aku tak mendengkur.

Aku juga tak berliur.

Maksudku tak apa-apa jika kau mendengkur atau berliur.

Ini kunci mobilmu.

Ini tak terduga,

jadi, aku lupa membawa ponsel dan dompetku.

Bahkan tak ada yang bisa kupinjami uang.

Boleh aku pinjam uang untuk tiket bus?

Akan segera kukembalikan.

Kau bisa menunggu dan kembali denganku?

Aku harus segera kembali.

Meski bergegas ke terminal,

kau takkan sempat naik bus yang terakhir.

Bus terakhir berangkat secepat ini?

Kau tidak lapar?

Aku sangat kelaparan hingga bisa pingsan.

Kenapa kita tidak makan sesuatu dan pergi setelahnya?

Astaga.

Kau tak apa-apa?

Boleh lihat itu?

Yang ini, 'kan?

Ini terlalu besar untuk dibakar.

Bisa lihat pauhi juga?

- Kau ingin lihat pauhi juga? - Ya, tampak segar.

- Aku beli. - Baiklah.

Ini segar.

Bagaimana guritamu?

Sangat segar. Kami baru menangkapnya.

- Aku beli satu. - Gurita juga?

Katamu akan makan lalu pergi.

Kenapa berbelanja di pasar ikan?

Bisa makan saja di restoran terdekat

dan pergi.

Ada restoran yang kutahu.

Mari ke sana.

Ayah.

Ayah.

Ayah.

Jika Ibu meninggal juga,

hanya Seo-hun dan aku

yang tersisa dari orang di foto ini.

Aku sangat kesulitan setelah kau meninggal.

Jika kau terbaring bertahun-tahun seperti pada kebanyakan kasus,

setidaknya aku bisa mempersiapkan mentalku.

Aku tak bisa kehilangan Ibu juga, Ayah.

Jika kau membawanya tiba-tiba seperti ini,

aku akan sangat membencimu.

Aku takkan adakan upacara kematianmu lagi.

Kau tak boleh lakukan ini kepadaku.

Kapan kau tiba?

Kenapa tidak memberi salam?

Astaga.

Ya, Ibu.

Baik, aku akan datang dengan Ayah.

Nenek sudah mulai sadar, Ayah.

Apa?

Sungguh? Kau yakin?

Terima kasih! Terima kasih, Ayah.

Hei, ayo. Ayolah.

MENU GIMBAP, RAMYEON, ANEKA MINUMAN

RESTORAN BADA

Ini restoran ibuku bertahun-tahun lalu.

Kurasa

Pak Ha mengelolanya setelah kami pergi.

- Ini dia. - Asyik.

Cobalah. Ini resep baruku, spageti dengan pauhi dan hijiki.

Ini.

Kunyah yang benar.

Makan yang banyak.

Pelan-pelan saja.

Ibuku

juga koki luar biasa, sama sepertimu.

Aku bisa memasak

dari mengamatinya saat di dapur.

Apa yang kau lakukan?

Aku akan masak makan malam.

Kau akan memasak?

Tentu, aku akan mencoba.

Walau aku tak yakin ingat caranya.

Seung-hun!

Seung-hun, kudengar Ibu sadar.

Astaga, aku hanya pulang untuk ganti pakaian.

Ayo. Cepat.

- Ibu! - Ibu!

Ibu. Apa?

Dia masih tak sadar!

Ada apa?

Dia membaik. Seperti yang terlihat, ventilatornya dilepas.

Dokter memberinya Ativan, jadi, dia tidur.

- Astaga. - Astaga.

Pak Im dan Pak Han, kapan kalian datang?

Kami datang segera setelah Pimpinan Han mulai sadar.

Dia memanggil kami, katanya harus memberi instruksi untuk sesuatu.

"Instruksi"?

Dia baru mulai sadar.

Instruksi apa?

Karena kondisinya,

Pimpinan Han akan mundur dari manajemen mulai hari ini.

- Apa? - Apa?

Dia ingin mendelegasikan kuasanya

kepada wakil direktur sementara ini.

- Apa? - Wakil direktur?

Maksudmu, Hye-mi?

So Hye-mi pimpinan pelaksana saat ini?

Apa ini masuk akal?

Bagaimana Seung-hun dan aku?

Dia bukan keturunan kita. Kenapa dia?

Kenapa kau bicara seakan dia bukan keluarga kita?

Dia istriku dan anggota penting keluarga Geosung.

Saat kau sibuk suntik botoks,

dia mengorbankan tidurnya dan bergerak mengembangkan Geosung hingga kini.

Seung-hun!

Jangan bicara seakan aku suntik botoks setiap hari!

Kalian membahas suntik botoksku saat tak bisa berkata-kata!

Tunggu.

Bisa kau keluar sebentar?

Astaga, kau payah sekali.

Kau membiarkan adikmu mengalahkanmu.

Sekarang, bahkan istrimu mengalahkanmu.

- Berengsek, aku akan... - Kau mau apa?

Dengar dia!

Nanti Ibu bangun.

- Bicara di luar. - Mau apa kau?

- Ayo. - Bicara di luar.

Astaga, ayo.

- Apa-apaan? - Pergi.

- Hei. - Lepaskan!

- Mari bicara di luar. - Keluar.

- Berengsek. - Astaga.

Bagaimana Kang? Minta dia datang!

Hei, bisa hati-hati bicara?

Astaga, yang benar saja!

Aku hanya membuat yang kuingat,

rasanya mungkin tak enak.

Tapi tampaknya lezat.

Terima kasih makanannya.

Kau juga harus makan.

Adikmu mengirimiku

hasil pindai MRI

dan rekam medismu.

Aku tahu kau tak bisa mencium

atau merasakan sesuatu.

Karena itu

aku tak ingin mengajakmu

ke sembarang restoran.

Kau tak perlu memaksakan dirimu untuk memakannya.

Cha-young.

Aku sangat bahagia.

Makanan ini sangat lezat

hingga membuatku bahagia.

Karena itu aku tak berhenti menangis.

Itu untuk sapi.

Ini untuk kita.

Aku iri pada sapi.

Mereka bisa makan makanan enak.

- Makanan ini sangat lezat - Makanan ini sangat lezat...

hingga membuatku terlalu bahagia.

...hingga membuatku terlalu bahagia.

Apa mungkin

kau pernah ke Wando saat masih kecil?

Apa mungkin

kau pernah

ke Restoran Bada

saat masih kecil?

Lalu,

apa kau

ingat aku?

CHOCOLATE

Kenapa tak datang hari itu?

Aku menunggumu.

Jika aku memintamu tetap di sini denganku sedikit lebih lama,

apakah aku egois?

Aku janji akan kembali denganmu,

jadi, akan kutepati.

Walau aku tak bisa tepati janji untuk cokelat shasha.

Aku senang Kang punya kau di sisinya.

Terima kasih.

Untuk tetap bersamaku.

Aku senang

kita bertemu lagi,

Nak.

Bolehkan aku

mencintaimu, Cha-young?

Terjemahan subtitle oleh Eries Septiani

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.