Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Mohon maaf jika ditemukan adanya kesalahan interpestasi dalam hasil terjemahan.
Takarir berbahasa indonesia ini Di Persembahkan oleh : Member IDFL.me
Koreksi, kritik dan saran silahkan ke : subscene.com/u/885269
~ SELAMAT MENONTON ~
Diterjemahkan bersama oleh : Im.Vhee Suherlan & Zehel
Visit our channel youtube : ZMKaraoke
Duhai Kasih
♫ Sanam re... Sanam re ♫ "Duhai kasih oh kekasih."
Tersenyumlah.
Senyumlah.
Senyum.
Senyumlah!
Pandit-ji... itu cuma patung.
Tersenyumlah.
Kau itu budakku.
Jiwamu dalam genggaman tanganku. - Lalu kenapa, pak?
Malah bertanya. Apa karena ini malam tahun baru?
Sebagai manajer proyek, kau ingin ke Amerika, kan?
Betul, Pak.
Ingatlah selalu, apa yang Tuan Shakspeare bilang.
‘The Day was not built in Rome.‘
Ya Pak.
Kau tak bisa membuat omelet ... tanpa memecah telur.
Apa, Pak?
Kembali ke ruanganmu, pecahkan telurmu atau dipecat!
Selesaikan laporannya!
Bodoh!
Hai, sayang.
Semoga suamimu tidak dirumah.
Ingatlah ucapan Tuan Shakspeare.
‘My body is ever at your service.‘
Aku datang sayang.
Pintu!
Ya, Pak.
Ada apa Pak? - Ambilkan kopi, kawan.
Butuh berapa cangkir, pak?
Ini tahun baru!
Waktunya minum whisky, kan!
Jangan takut pada bos. Pergilah bersenang-senang.
‘Inilah Mumbai, ... kota impian.‘
‘Dan dalam beberapa jam lagi, kita akan menyambut tahun baru.‘
‘Jadi, bersenang-senanglah.. ... jika Anda punya uang.‘
‘terserah kalian mau mabuk atau tebar pesona, bawa pulang seseorang.‘
‘Nah dengarkanlah ini.‘
‘lagu nomor 1 di tahun ini dari film 'Yaariyaan'.
"hari ini... air... air... air..."
‘Tahukah apa alasannya kenapa Anda selalu stres?‘
‘Kenapa selalu cemas saat cobaan menerpa Anda.‘
‘Apa Anda tidak mau melangkah ke depan?‘
‘Meski mau, pasti ada saja yang membuat Anda mundur.‘
‘Untuk apa terus-terusan memikirkan rencana masa depan?‘
‘Insaaf Ka Hi La Jaaye dari Daku Maharaj's..‘
♫ Talli hai ♫ "Sedang tinggi."
♫ Talli hai ♫ "Sedang tinggi."
♫ Party puri Talli hai ♫ "Pesta miras di sini."
♫ Machi khalballi hai ♫ "Semua sudah pada tinggi."
♫ Party puri Talli hai ♫ "Pesta miras di sini."
♫ Machi khalballi hai ♫ "Semua sudah pada tinggi."
♫ Sau number se hum nahi Darte ♫ "Kami tak takut layanan no 100 *ktr polisi"
♫ Humne setting karli hai ♫ "Semuanya sudah kami atasi"
♫ Apni philosophy pe duniya hakki bakki kyunki ♫ "Dengan filosofiku, cibiran dunia terbantahkan."
♫ Humne pee rakhi hai ♫ "Kami memang mabuk."
♫ Galti honi pakki hai ♫ "Juga sadar ini dosa."
♫ Humne pee rakhi hai ♫ "Kami memang mabuk."
♫ Galti honi pakki hai ♫ "Juga sadar ini dosa."
♫ Humne pee rakhi hai ♫ "Kami memang mabuk."
♫ Galti honi... ♫ "Juga sadar ini..."
♫ Kyunki..." "Begitulah..."
♫ Talli hai ♫ "Sedang tinggi."
♫ Talli hai ♫ "Sedang tinggi."
♫ Talli hai ♫ "Sedang tinggi."
Ayo! - Ayolah!
♫ Talli hai ♫ "Sedang tinggi."
♫ Talli hai ♫ "Sedang tinggi."
♫ Talli hai ♫ "Sedang tinggi."
♫ Bachpan se apni aadatein kharaab hain ♫ "Sejak kecil, kuterbiasa berbuat buruk."
♫ Bolte gharwale hum to bigDe nawab hain ♫ "Dirumahpun, kami dianggap anak tak berguna."
♫ Oh peene ka samaan laaye ♫ "Minumannya yang sudah diteguk."
♫ Hoke saavdhaan hoti sehat ke liye ♫ "Hati-hati yah, soalnya bahaya untuk kesehatan."
♫ Party puri Talli hai ♫ "Pesta miras di sini."
♫ Machi khalballi hai ♫ "Semua sudah pada tinggi."
♫ Sau number se hum nahi Darte ♫ "Kami tidak takut digerebek polisi."
♫ Humne setting karli hai ♫ "Semuanya sudah kami atasi"
♫ Apni philosophy pe duniya hakki bakki kyunki ♫ "Dan dengan filosofiku, cibiran dunia terbantahkan."
♫ Apni philosophy pe duniya hakki bakki kyunki ♫ "Dan dengan filosofiku, cibiran dunia terbantahkan."
♫ Talli hai ♫ "Sedang tinggi."
♫ Talli hai ♫ "Sedang tinggi."
♫ Humne pee rakhi hai ♫ "Kami memang mabuk."
♫ Galti honi pakki hai ♫ "Juga sadar ini dosa."
♫ Humne pee rakhi hai ♫ "Kami memang mabuk."
♫ Galti honi... ♫ "Juga sadar ini..."
♫ Kaal kare so aaj kar ♫ "Banyak hal untuk esok hari ..."
♫ Aaj kare so ab ♫ "Yang tetap dikerjakan hari ini."
♫ Raat ho gayi hai ♫ "Malam ini ada banyak gadis"
♫ Pagli daaru piyegi kab ♫ "Segeralah teguk kegilaan ini"
♫ Koi chhoDa na club ♫ "Untuk yang tidak pernah ke klab."
♫ Tujhe jaante hain sab ♫ "Habiskan semua yang kau punya"
♫ jitni mangwalo daaru kalli pi jaati hai sab ♫ "Jangan mau kalah dengan gadis itu yang habiskan minumannya."
♫ Talli... hoke naache baby kamar hila ke ♫ "Sayang... melengganglah hingga ke kamar."
♫ Club mein bhi chashma laga ke ♫ "Dengan kacamata yang kukenakan di klab ini."
♫ Raat rukoongi main saheli ke ghar ♫ "Malam ini izinkanlah nginap di rumahmu..."
♫ Apne ghar pe ye bahana bata ke ♫ "...Pacarku bilang dia di rumah temannya."
♫ Tujhe whisky pila doon tujhe vodka pila doon ♫ "Kan kubawakan kau whiskey dan vodka."
♫ Tequila pila ke tujhe nimbu chaTwa doon ♫ "Tequila dan lemon untuk kau jilat-jilat."
♫ Aaj raat mere naam tu kar ♫ "Desahkan namaku malam ini."
♫ Kal hote hi main tujhe naulakha dilwa doon ♫ "Esok paginya kubawakan kau kalung mahal."
♫ Humne pee... ♫ "Kami memang... "
♫ Galti honi... ♫ "Juga sadar ini..."
♫ Humne pee... ♫ "Kami memang... "
♫ Galti honi... ♫ "Juga sadar ini..."
♫ Talli hai ♫ "Sedang tinggi."
♫ Talli hai ♫ "Sedang tinggi."
♫ Duniya galat aur hum saare Theek hain ♫ "Dunia keliru dan kamilah yang benar."
♫ Maante nahi kisi ki hum to pakke DheeTh hain ♫ "Kami memang kurang ajar, nasihat siapapun tak kan terdengar."
♫ Hai rokna bekaar humko music chahiye yaar ♫ "Kawan, hentikanlah.. musiklah yang kami butuhkan."
♫ Floor toDne ke liye aaj ready apne feet hain ♫ "Lantai ini sudah siap, untuk kami robohkan."
♫ Party puri Talli hai ♫ "Pesta miras di sini."
♫ Machi khalballi hai ♫ "Semua sudah pada tinggi."
♫ Sau number se hum nahi Darte ♫ "Kami tidak takut digerebek polisi."
♫ Humne setting karli hai ♫ "Semuanya sudah kami atasi"
♫ Apni philosophy pe duniya hakki bakki kyunki ♫ "Dan dengan filosofiku, cibiran dunia terbantahkan."
♫ Apni philosophy pe duniya hakki bakki kyunki ♫ "Dan dengan filosofiku, cibiran dunia terbantahkan."
♫ Humne pee rakhi hai ♫ "Kami memang mabuk."
♫ Galti honi pakki hai ♫ "Juga sadar ini dosa."
♫ Humne pee rakhi hai ♫ "Kami memang mabuk."
♫ Galti honi pakki hai ♫ "Juga sadar ini dosa."
♫ Humne pee rakhi hai ♫ "Kami memang mabuk."
♫ Galti honi pakki hai ♫ "Juga sadar ini dosa."
♫ Humne pee rakhi hai ♫ "Kami memang mabuk."
♫ Galti honi pakki hai ♫ "Juga sadar ini dosa."
♫ Talli hai ♫ "Sedang tinggi."
♫ Talli hai ♫ "Sedang tinggi."
Mau promosi atau tidak? - Tidak.. Tidak..
Tidak!
Wah!
Kenapa tidak bilang kalau kau beli rumah baru.
Maksudnya?
Maksudku yah ... ! Kau membeli rumah ini, kan?
- Tidak. - Tidak, yah?
Lalu, siapa yang bayar sewanya?
Maaf, Aku sedikit sibuk.. Akan kubayar.
Lihatlah Gangu.. dia tinggal di rumahku, sebagai pemilik..
... dan sangat keterlaluan, dia memperlakukanku seperti si penyewa.
Yang dikatakannya, benar.
Karena ulahmu dia tidak tidur sepanjang malam.
Tadi malam aku juga terganggu.
Bagaimana kau tahu?
Bagaimana dia tahu..
Memangnya ada yang bisa tidur dalam keadaan berisik?
Maaf.
Dengarkan aku, nak. Dia tadi malam terganggu karena ...
Ini tidak seperti yang kau kira.
Situasi di kantor sedang tegang.
Jika kudapatkan kontraknya, aku akan pergi ke Amerika.
Nanti akan kukirimkan hadiah yang banyak untukmu.
Aku disini nak! Kau bicara dengan siapa!?
Nak, dengarkan aku. Maksudnya tadi, tidak seperti dugaanmu.
Tunggu aku ikut. Biar kujelaskan. Hei berhenti!
Hey anak bodoh! Berhenti!
Selamat Pagi, Pak Aakash. - Selamat Pagi.
Akash. Dari mana saja kau?
Bos sudah menunggumu.
Pergi sana.
Selamat pagi, Pak.
Selamat. Masuklah.
Pablo sudah setuju dengan penawarannya, pak?
Belum.
Lalu, Pak? Selamat yang tadi?!
Tahu tidak, ada 2 tipe orang - Ya.
Pertama, mereka yang bekerja dulu, lalu berpesta.
... dan yang kedua, mereka yang pesta dulu..
..lalu bekerja seperti keledai untuk melunasi tagihan.
Coba katakan, kau termasuk tipe yang mana?
Maaf, pak.
Kau belum di promosikan. Tapi segera.
Tahu tidak, apa yang Tuan Shakspeare bilang.
'There are many a lips between slips and cup.'
Baik, pak.
Keluar! - Baik pak.
Keluar!
Saat ini, mendapatkan kontrak Pablolah, yang paling terpenting.
Kalau tidak... seumur hidup aku tetap di posisi dan kantor yang sama.
Tepat sekali kawan.
Aku baru beli HP. - Wow.
Pak Akash, jika tidak keberatan bolehkan aku 'selfie' dengan Anda?
- Ya! - Terima Kasih, pak.
Akan kugunakan sebagai foto profil Whatsapp.
Lihatlah, dia sangat senang.
Melihat ini, seumur hidupmu ada di posisi dan kantor yang sama tidak buruk juga!
Terima saja dan berbahagialah.
Sebentar. - Ya.
Semua orang ber'selfie'
Beginilah revolusi mobile.
Ya, Bu. Bicaralah.
Aku sudah tidak ingat kapan terakhir, aku bertemu denganmu.
Ya, Bu. Diwali nanti, aku pulang.
Sudah berapa Diwali berlalu tanpamu. - Bu, aku sedang di kantor.
Penjualan studio itu harus segera diselesaikan.
Studio itu atas namamu dan kakekmu.
Dan... beberapa hari ini kakek sakit.
Jadi, kalau kau bisa pulang ... - Baik, Bu.
Banyak orang yang tanpa alasan menyapa kita dengan senyuman.
Dan yang lain tersenyum ketika kita bertemu mereka.
Ada orang yang masuk ke hatimu dengan lebih dulu mengetuk pintu hatimu.
dan yang lain...
...masuk lewat jendela ketika pintunya tertutup rapat.
Dan ini tentang dirinya, juga aku.
Kebahagiaan selalu mendatanginya dan aku...
...selalu mengejar kebahagiaan.
Kebahagiaan yang terus kukejar seumur hidup
Ternyata berada tepat di bawah kelopak matanya.
Dan ini yang sungguh aneh.
Beberapa tempat, rumah, menyimpan banyak kenangan.
Tak peduli seberapa jauh, kita pergi.
Kelakpun, selalu saja kenangan menghampiri kita.
(Saat melewati rumah Shrutti, Jantung Akash berdegup kencang.)
Kakek.
Ini, minumlah tehnya.
Ingatannya semakin lemah.
Terkadang dia mengenal seseorang, terkadang tidak.
Ayah... ini cucumu Akku!
Akku!
Pandit-ji, tolong ramalkan masa depanku.
Laki-laki atau perempuan?
Hey Bantu, menikahlah lebih dulu.
Kota ini banyak berubah.
Ya.
Seiring perkembangan dan berjalannya waktu..
... Kota ini menjadi sangat sepi.
Semua pemuda dan pemudi merantau ke kota besar.
Mereka mencari pekerjaan ke Mumbai, Delhi.
Hanya si gila Bantu saja yang tetap setia pada kota ini.
Untuk apa aku merantau?
Aku sudah bersusah payah mencari pembeli studio foto itu.
Jika anak itu setuju, segera selesaikan penjualan studio itu.
Dan setelah itu, kita sewakan saja kamar ini.
Senyumlah.
Jangan khawatir Pak.
Anda Pertimbangkan lagi penjualan studio foto ini.
Hanya dengan cap jempol kakek di surat ini...
Ini punyamu Tn. Nagaliya.
Foto untuk ukuran passportmu.
Dan 8 lembar salinan. - Terima kasih banyak.
Kakek!
Kakek! - Hei! Putra kecilku yang nakal!
Uh.. yeah.
Untuk pertama kalinya di Tanakpun, film untuk dewasa.
Qatil Haseena..Husn Ki Daaku.
♫ Chhote chhote tamashe ♫ "Ada pertunjukan kecil-kecilan"
♫ Jaise paani batashe ♫ "Kisahnya bak kisah di paanipuri"
♫ Haathon se naa jaane de ♫ "Tontonlah jangan sampai terlewatkan"
♫ Haule haule jharoke ♫ "Marilah perlahan-lahan,"
♫ Chal kholein khushi ke ♫ "Bukalah jendela, bergembiralah"
♫ ThoDi hawa to aane de ♫ "Dan biarkanlah hawa segar merasuki."
♫ Dabe dabe paanv zara chale aao ♫ "Datang-datanglah dengan langkah berjinjit"
♫ Ye pal milenge kahaan ♫ "Jika nanti ke tempat ini."
♫ Ye zindagi.. hai aur kya ♫ "Hidup ini, oh dan mengapa"
♫ Ik chuTkula hans de zara ♫ "Jika ada senda gurau, tertawalah,"
♫ Khafa khafa kyun hai tu ♫ "Untuk apa kau marah-marah."
♫ Chhote chhote tamashe ♫ "Ada pertunjukan kecil-kecilan"
♫ jaise paani batashe ♫ "Kisahnya bak kisah di paanipuri"
♫ Haathon se naa jaane de ♫ "Tontonlah jangan sampai terlewatkan"
♫ Haule haule jharoke ♫ "Marilah perlahan-lahan,"
♫ Chal kholein khushi ke ♫ "Bukalah jendela, bergembiralah"
♫ ThoDi hawa to aane de ♫ "Dan biarkanlah hawa segar merasuki."
♫ Ra.. ta.. ta.. ta ♫
Hei, ada Ratu.
Hati-hati.
♫ Thodi thodi jora jori ♫ "Berdesak-desakan tarik-mundur"
♫ Thodi thodi chori shori kar lein ♫ "Dorong-dorongan, juga ada yang mencuri"
Perutku sakit
Pasti karena susunya yang tidak beres... ada yang salah dengan susunya...
Perutku!
♫ Thodi thodi chori shori kar lein ♫ "Dorong-dorongan, juga ada yang mencuri"
♫ Bholi bhali pyari pyari ♫ "Anting-anting gadis-gadis manis"
♫ Yaadein saari jholi mein aa bhar lein ♫ "Tas maupun sari, seingatku juga tercuri."
♫ Ye zindagi.. hai aur kya ♫ "Hidup ini... oh dan mengapa"
♫ Ik chuTkula hans de zara ♫ "Jika ada senda gurau, tertawalah,"
♫ Khafa khafa kyun hai tu ♫ "Untuk apa kau marah-marah."
♫ Chhote chhote tamashe ♫ "Ada pertunjukan kecil-kecilan"
♫ Jaise paani batashe ♫ "Kisahnya bak kisah di paanipuri"
♫ Haathon se naa jaane de ♫ "Tontonlah jangan sampai terlewatkan"
Senyum.
Senyum yang lebar.
♫ ThoDi hawa to aane de ♫ "Dan biarkanlah hawa segar merasuki."
♫ Ra.. ta.. ta.. ta ♫
Senyum yah!
Senyumlah.
Senyumlah.
Senyum yang lebar.
Kakek lihatlah, Shakku saja menikah?
Jatahku nanti, masih ada kan?
Kakek, apa semua orang menikah? - Ya, nak.
Kelak, kaupun juga.
Sepertiku.. seperti ayahmu.
Juga nanti saat dilahirkan kembali.
Terkadang sebagai suami-istri. Kadang sebagai kekasih.
Dan terkadang sebagai orang asing.
Tapi, pada akhirnya kita akan bertemu lagi.
Jika tidak, kisah kita takkan berakhir.
Kakek sering meramalkan nasib, kan? Kali ini ramalkanlah masa depanku!
- Benar, mau? - Uhm.
Baiklah.
Ada apa, kakek?
Katakan, kapan aku bertemu dengannya.. Katakanlah.
Di sini..
... di kota ini.
- Oh ya? - Ya.
500 langkah dari studio kita ... adalah rumahnya.
Kau akan bersamanya selama seumur "hidupnya."
Tapi dia takkan pernah jadi milikmu.
Cinta itu apa, Kakek?
Saat ruh dua insan saling bertemu.
Yakni... tersentuhnya sesuatu dari dalam dada insan.
Itulah cinta.
Maksudnya?
Maksudmu... yang dirasakan saat jatuh cinta, anakku?
Ya.
Dalam pandanganmu, awan yang hitam, ... terlihat berwarna.
Suara gagak hitam itu, terdengar bak suara burung bul-bul.
Cinta itu tumbuh laksana rumput yang tumbuh di musim penghujan.
Bagai semilir angin, senandungkan nyanyian.
Lalu perasaanmupun berkata;
"Nacch tera ho na... jangan hentikan tarianmu."
"Teruslah menari."
Coba ceritakan, Kakek.
Bagaimana aku tahu jika nanti aku jatuh cinta padanya?
Jantungmulah yang akan memberitahumu.
Saat kau melewati atau berdiri di depan rumahnya,
... Jantungmu berdetak dag dig dug ... sangat keras.
Sampai-sampai kaupun akan sulit bernafas.
Lalu disaat yang sama kaupun sadar ... telah jatuh cinta padanya.
Oh ya?!
Tu... wa... ga... pat...ma... nam... ju... pan... lan...
..10, 11, 12, 13, 14, 15, 16
Empat puluh... empat-satu... empat-dua...
496... 497... 498... 499...
500!
500 langkah dari studio foto kita,
... adalah rumahnya.
Nomor yang Anda tuju sedang berada diluar jangkauan area.
Nomor yang Anda tuju.
Kau baik-baik saja, kan?
Ya, Bu.. namun ada yang mengganjal.
Mengapa semua yang terjadi di hidupku tak sesuai keinginanku.
Bila tiba saatnya,
... hal baik pasti akan datang, sesuai dengan keinginanmu.
Ya.
Kau... pernah bertemu lagi dengannya?
♫ Kya tujhe ab ye dil bataye ♫ "Mengapa hati ini... menyeru padamu."
♫ Tujhpe kitna mujhe pyaar aaye ♫ "Betapa besar inginku tuk mencintaimu"
♫ Aansuon se likh doon mein tujhko ♫ "Melalui air mata ini, terukir tentangmu."
♫ Koi mere bin paDh hi naa paaye ♫ "Dan tak seorangpun, yang bisa membacanya selain aku."
♫ Yoon rahoon chup, kuchh bhi na boloon ♫ "Kini kaupun diam... sedikitpun tak bersuara"
♫ Barson lambee neendein so loon ♫ "Dalam tidur panjang, bertahun-tahun lamanya."
♫ Jin aankhon mein tu rehta hai ♫ "Lalu kututup mataku ini."
♫ Sadiyon tak wo aankhen na kholoon ♫ "Hingga berabad-abad lamanya, takkan terbuka."
♫ Mere andar khud ko bhar de ♫ "Diri.. di dalam diriku ini mendesakku"
♫ Mujhko mujhse khaali kar de ♫ "Memaksaku, tuk mengisi kekosongan ini."
Setiap siang, setiap malam selalu berkhayal tentangmu.
Setiap waktu, setiap saat, Hanya satu pertanyaan terlintas di benakku.
Tanpamu bagaimana aku bisa hidup?
Bagaimana aku bisa hidup tanpamu?
Saat kau tersenyum... Sinar Bintang-pun menghilang.
Saat itu pula denyut jantungku berpacu. Sampai-sampai aku merasa ketakutan.
Wahai semilir angin yang bertiup, sentuhlah dia dengan kelembutan
Sampaikan surat cintaku padanya, dengan diam-diam... mendekatinya.
Aku cinta Kau.
Ada apa sih? Tidak bagus yah??
Bagus, kok.
Baris terakhir puisi ini ... bikin klepek-klepek.
Sekarang tunjukkan padaku, Kau menulis tentangku di diarimu, kan?
Tunggu saat yang tepat. - Hey, tunjukkanlah.
Masih belum boleh.
Baiklah, lupakan saja. Jangan tunjukkan.
Beritahu aku, acara perpisahan besok Sari mana yang akan kau pakai?
Yang diberi ibuku.
Dan blusnya?
Untuk apa memberitahumu? - Apa blusnya seukuran dengan ibumu?
Oh ya, besok jam 6 sore kita bertemu lagi di tempat ini.
Lalu pergi ke pesta perpisahan itu.
Bisa? - Ok.
Janji? - Bukan janji biasa.
Dan besok bawakan teman untuk Ashu.
Agar pohon ini tidak kesepian lagi.
Hey tunggu.
Bhaisaab, kampus di sini,
...dan kampus di Mumbai, perbedaannya itu, seperti langit dan bumi.
Pikirkanlah masa depan keponakanku.
Dia akan berkembang di sana, tidak di sini.
Kakekku sering berkata..
Jika kau ingin melihat kampung halamanmu makmur.
Maka kau harus tinggal di sana.
Meskipun seseorang pergi ke kota, lalu kampungnya kelak, menjadi makmur.
Namun kelak, rumah yang ditinggalinya akan terlihat sepi.
Begini... aku sudah bersusah payah agar dia bisa diterima.
Kesempatan ini tidak akan pernah datang lagi.
Keluarga ini cuma punya 1 anak.
Kakak ipar, meski dia anak satu-satunya.
Biarkan dia memutuskan sendiri demi masa depan hidupnya.
Kereta apinya akan berangkat, satu jam lagi.
Apapun keputusannya nanti, segeralah putuskan.
Dan demi tujuan apapun dalam hidup.
Siapapun orangnya, dia harus berkorban.
Kau memberitahu dia atau tidak?
Bagaimana kalau dia menghentikanku?
♫ Mere sanam re... mera hua re ♫ "Duhai kasihku... duhai milikku"
♫ Tera karam re... Mujhpe hua ye ♫ "Kasih sayangmu... yang aku mau."
♫ Mere sanam re... mera hua re ♫ "Duhai kasihku... duhai milikku"
♫ Tera karam re... Mujhpe hua ye ♫ "Kasih sayangmu... yang aku mau."
Inilah kampung halamanku, yang kutinggalkan saat kecil.
Dan dia juga... pergi.
Mungkin karena kepergiannya kota ini terasa sangat sepi.
Sampai-sampai jeritan suara hatipun ... tak terdengar.
Tak terdengar olehku.
Dan kalau boleh jujur.
Saat tiba di sini, akupun awalnya tidak mendengar apapun.
Saat kau melewati atau berdiri di depan rumahnya.
Jantungmu berdetak dag dig dug, sangat keras.
Minumlah.
Oh ya, Bhaiya. - Uhm.
Apa ramalan Babaji selalu benar? Apa selalu jadi kenyataan?
Menurutku, bagi mereka yang yakin, akan jadi kenyataan.
Terjadi atau tidak, entahlah!
Ini 1.5 juta Rupee.
Untuk pembayaran studio ini.
Kami berharap saat kau kembali dari kota,
... kau akan menepati janji yang kau buat pada Baba.
Mengurus studio fotonya.
Andai kau menepatinya,
... Studio ini tidak akan pernah dijual.
Kau menghancurkan semua impian kami.
Apa kau sudah tidak peduli dengan kampung halamanmu?
Papa, di era mobile seperti sekarang siapa yang butuh studio foto?
Akku.
Kakek.
Kakek, ini cucumu Akku.
Cucumu Akku, kakek.
Kakek..
Kakek..
Kakek..
Kakek.
Ya pak? - Kau bosnya yah!!
Dan aku pelayanmu.
Lagi di mana, Bos?
Dengar Pak, aku.. - Ke mana saja kau!
Empat hari ini aku terus berusaha menghubungimu.
Di mana kau?
Sebenarnya, sinyal di sini.. - Hey..
Saat ini kau pasti sedang berdiri di atas tower!
Kau dipecat! - Pak.
Halo
Halo.
Hey... mau kemana?
Kita tunda saja jual belinya
Ada keadaan darurat!
Aku dipecat!
Bukan cuma kau, bos kita juga dipecat.
Maksudnya?
Si bos Pablo yang di Amerika, dia bercerai.
Dan perusahaannya di berikan pada istrinya.
Kontraknya dibatalkan? - Ya.
Pablo sialan. Dia punya segalanya.
Dan tiba-tiba... Boom! Tamat.
Bagaimana bisa?
Istrinya sudah lama tahu, Pablo suka pergi dengan sekertarisnya seusai jam kerja.
Masa tidak tahu!
Tahu tidak, istrinya mengambil perusahaan sebagai ganti rugi.
Kawan, pasti ada cara lain.
Aku harus bicara pada bos untuk dapatkan kembali kontraknya.
Ya, tapi bos tidak mau bicara dengan siapapun.
Ada satu cara..
Pak!
Kumohon aku harus bicara dengan Anda.
Pak, kumohon. - Pergi.
Tidak mau pak. Aku sudah banyak berkontribusi pada perusahaan.
Aku juga sama sepertimu.
Pak, beri aku waktu seminggu. - Tidak!
Aku mohon Pak, tolonglah!
Keluar!
Kumohon, pak. - Apa jaminannya?
Pak, hidup saja tidak ada jaminan. Tapi kita tidak berhenti hidup, kan!
Dengar, jika kau gagal mendapatkan kontrak itu dalam 7 hari,
...jangan tunjukkan wajahmu.
Setuju, pak.
Aku juga sudah selesai.
Aku hargai itu. Yah, Terima kasih.
Wah, kau sungguh beruntung.
Sudah kutemukan keberadaan Ny. Pablo. - Apa?
Di Kanada ada tempat aneh. Dia di sana, di Yoga Camp.
Itu membuatku khawatir, kawan. Dia meninggalkan bisnisnya...
...lalu ikut Yogacamp. Apa mungkin dia menandatangani kontrak?
Akan kulakukan apa saja, kawan.
Akan kudapatkan kontrak itu!
Selamat datang. Salam.
Salam.
Selamat datang di 'Start Live.'
Terima Kasih
Terima Kasih
Wow. - Apa?
Senyummu..
Kau juga punya lesing pipit.
Cantik.
Jadi nona Pooja, Bisakah kau membantuku?
Aku sedang mencari Ny. Pablo. - Oke.
Dia teman baikku
Tolong beritahu, dimana aku bisa menemuiya?
Akan kuusahakan, pak. - Terima kasih.
Aku tidak mau mendengarkanmu.
Salam nona. - Salam.
Nona. - Ya?
Bukankah ada aturannya, setelah masuk Kamp,
... maka kami harus mengganti nama
Ya, kan? - Benar.
Dengar tidak!?
Saat dosa lama kita disucikan, maka kita bisa melakukan hal-hal baru.
Dan pertama-tama aku memberimu nama yang keren.
Fakirchand. - Aku tidak peduli!
Apapun yang terjadi, aku tak sudi dipanggil Fakirchand.
Aku mau dipanggil Bond, James Bond. - Baiklah.
Wow! Nama yang keren.
Tulis namaku Rekha.
Dan namaku Kejriwal.
Tulis saja Paman Kejriwal.
Ny. Pablo ada di kamar.. - Maaf, Tuan.
Kami tidak bisa memberitahu data pribadi pengunjung.
Tapi Nyonya, aku sungguh.. - Peraturan Kamp.
Peraturan Kamp?
Oh ya, sudah temukan nama samaran Anda?
Nama?
Namamu Bill saja.
Bill gates.
Cocok Bro. - Bill.
Namaku Bond. James Bond.
Hai, Bond.
Hei, kawan. Bisa membantuku, tidak?
Tentu saja. Apa itu bro?
Anda Ny. Pablo? - Aku benci laki-laki.
Aku juga.
Anda Ny. Pablo?
Bukan.
Permisi. Halo.
Hai, apa Anda Ny. Pablo? - Bukan, tapi aku bisa jadi apapun untukmu.
Bro, kau belum pernah bertemu atau melihat si Ny. Pablo.
Dan sekarang kau mencarinya.
Di tempat orang-orang mengganti nama asli mereka.
Ini hal yang mustahil.
Mesti dicoba, bro.
Tapi aku... ( Banaheim )
'Banaheim nick name si tante.'
Permisi.
Apa nama asli Anda Ny. Pablo?
Pergi atau kuhajar!!
Sudah kutanya semua wanita di sini, "Ny. Pablo atau bukan?"
Siapa yang bertanya? - Bukan aku.
Aku tak berbuat apapun.
Dia. Dia yang bertanya.
Hai, aku Bill. Nama samaran di sini.
Nama sebenarnya Akash.
Akash.
Namaku Ny. Pablo.
Wow!
Tidak kusangka ternyata, Mantan istri Tn. Pablo, ini...
Ini? - Ini sangat cantik.
Plis deh!
Tidak juga. Dengarkan penjelasanku.
Ayolah! Kita baru saja bertemu.
Pernah dengar "cinta pandangan pertama?"
Pernah. Kesimpulannya tidak baik.
Tapi pengalamanku berbuah baik. Seperti sekarang.
Dusta! Penipu!
Om!
Kuinformasikan pada kalian dalam duka yang terdalam...
...bahwa Babaji kesulitan buang air besar.
Dia tidak bisa memimpin pertemuan hari ini.
Dengan ketidakhadirannya, aku yang memimpin pertemuan ini.
Jadi hari ini...
Babyji. - Rocks!
Babyji. - Rocks!
Aku ingin memberitahu kalian.
Dua tahun lalu, aku seorang pecandu sex.
Tapi aku bersyukur atas karunia dari Babaji.
Sekarang jiwaku telah suci.
Babaji bilang; kita harus sering membawa binh.
Karena itu untuk...
Perbuatan terpuji.
Perbuatan terpuji.
Babaji bilang, Aku harus memberi semangat kepada 200 jemaat.
Dan salah satu dari jemaah ini belahan jiwa kita di masa lalu.
Di sini ada 200 jemaat, di mana mereka harus selalu menjaga Binh.
Di kehidupan lalu dialah belahan jiwa kita.
Di kehidupan lalu dia menjadi istri kita.
Dan di kehidupan lalu dialah orang yang kita cintai.
Dan pelajaran kita hari ini,
...kesabaran ditambah ketenangan berbanding lurus dengan cinta.
See You Later, Alligater. (Ngepantun si Tante)
Babyji! - Rocks!
Babyji! - Rocks!
Tahu tidak...
Aku merasa, sepertinya pernah melihat dan bertemu denganmu.
Maksudku, ada semacam hubungan di antara kita.
Mungkin ada hubungannya dengan kehidupan yang lalu.
Mungkin saja.
Boleh aku bertanya? - Ya.
Jawab yang jujur.
Aku takkan pernah memaafkan, para pembohong.
Untuk apa kau ke sini?
Entahlah.
Makasih.
Hatiku bilang 'orang yang kau cari, akan kau temui di tempat ini'.
Siapa yang kau cari?
Orang itu dan aku ibarat Adam dan Hawa.
Sudah ketemu?
Sepertinya, Anda.
Benakku berkata; kau sedang berbohong.
Dan hatimu?
Hati ini melarangku, agar tidak memberitahu yang kurasa.
Kau percaya apa yang tadi diucapkan Babyji?
Tentu saja tidak. - Apa?
Tentu saja... tidak boleh, meragukan ucapan Babyji.
Apapun itu, yang dikatakannya benar.
Tapi dia orangnya sedikit lucu.
Sejak bertemu dengannya.
Ceramahnya jauh dari nilai spiritual, kebanyakan masalah birahi.
Hentikan.
Tahu tidak. - Apa?
Saat tanganmu berada dalam genggamanku.
Sulit membedakan mana jarimu, dan mana jariku.
Benarkah? - Ya.
Selamat malam!
Beraninya kau.
♫ Hua hai aaj pehli baar ♫ 'Untuk pertama kalinya'
♫ Jo aise muskuraya hoon ♫ 'Bisa senyum selebar ini'
♫ Tumhe dekha to jaana ye ♫ 'Melihatmu kusadari'
♫ Ke kyun duniya mein aaya hoon ♫ 'Untuk apa lahir ke dunia'
♫ Hua hai aaj pehli baar ♫ 'Untuk pertama kalinya'
♫ Jo aise muskuraya hoon ♫ 'Bisa senyum selebar ini'
♫ Tumhe dekha to jaana ye ♫ 'Melihatmu kusadari'
♫ Ke kyun duniya mein aaya hoon ♫ 'Untuk apa lahir ke dunia'
♫ Ye jaan lekar ke jaan meri ♫ 'Terlahir di kehidupan ini...'
♫ Tumhe jeene main aaya hoon ♫ 'Untuk hidup... bersamamu'
♫ Main tumse ishq karne ki Ijaazat rab se laaya hoon ♫ 'Rasa cintaku padamu, Atas kemurahan hati Tuhan'
♫ Uhm... hmm.. aa... haa.. aaa.... ♫
♫ Uh... ho.. uo... uoo.. ooo...Rabba♫ 'Uh... ho.. uo... uoo.. ooo... Tuhan'
♫ Zameen se aasmaan tak ♫ 'Dari bumi hingga ke langit'
♫ Hum dhoondh aaye jahaan saara ♫ 'Tlah kujlajahi maya pada'
♫ Bana paaya nahi ab tak Khuda tumse koi pyaara ♫ 'Sampai kini Tuhan tak mampu, mencipta sosok secantikmu'
♫ Baaton mein teri hain badmashiyaan ♫ 'Dalam ucapanmu ... tersimpan dusta'
♫ Sab bewajah ki hain taareefiyaan ♫ 'Sungguh tak beralasan, sgala pujian'
♫ Main likh doon aasmaan par ye ♫ 'Kulukis di atas langit'
♫ Ke padh lega jahaan saara ♫ 'Semua yang ada menyaksikan'
♫ Hua na hoga ab koi Yahaan hum do sa dobaara ♫ 'Tak ada pasanganpun yang mampu ... seperti kita berdua'
♫ Main duniya bhar ki taareefein Tere sajde mein laaya hoon ♫ 'Duniakupun terpasrahkan, dalam sujudku padamu'
♫ Main tumse ishq karne ki Ijaazat rab se laaya hoon ♫ 'Rasa cintaku padamu, Atas kemurahan hati Tuhan'
Akulah bola! Pelajaran hari ini, selamatkan hidup seseorang agar tidak jatuh lagi.
Tulis nama kalian di bola ini dan masukkan ke dalam kotak itu.
Sekarang carilah bola, yang tertulis nama kalian.
Akankah kalian temukan insan, yang menjadi pasangan kalian?
Ayo, cari bolanya.
Tenang dulu!
Di bola yang kalian pegang.
Ada nama seseorang.
Temukan pemilik bola itu. Inilah titahku.
Cepat cari!
Anjali? - Bukan!
Hei Lisa? - Ya, makasih.
Permisi, kau Bill? - Bukan. Tapi dia.
Bill? Ini bolamu.
Dan aku yakin bolaku ada padamu.
Terima kasih.
Jadi nama samaranmu, Anjali?
Sudah kalian dapatkan bola bertuliskan nama kalian?
Ya.
Ya.
Baiklah, inti pelajaran hari ini, saat kalian mencari bola kalian...
...kalian pasti sulit menemukannya!
Tapi saat kalian mengembalikan bola milik orang lain...
...kalian malah menemukan bola milik kalian.
Sama seperti cinta.
Pelajaran hari ini.
Berikanlah cintamu demi cinta sejati.
Babyji! - Rocks!
Shruti, apa yang kau lakukan di sini?
Ibu bilang kau pergi meninggalkan Tanakpur.
Maaf, sepertinya Anda salah orang.
Kau pasti Shruti. Matamu tak berubah sedikit pun.
Masih sama seperti dulu. - Aku Anjali.
Aku Akash dari Tanakpur. Kau mengenalku.
Semua yang di sini tidak saling mengenal.
Karena itulah kita disini.
Dan kurasa, sepertinya Anda keliru Kau tidak mengenal siapa aku.
Cara kami melirik, sama juga kan!? ( kami - Anjali & Shruti )
Ya, Pak.
Sudah dapat kontraknya?
Masih belum, Pak. Jangan khawatir.
Aku akan pulang dengan kontraknya. - Jangan pulang dengan tangan kosong.
Ya, Pak.
Pertama-tama gosoklah tangan kalian.
Lalu, genggamlah dan rengkuhlah catatan hidup kalian.
Lihatlah kembali ke masa lalu kalian. Jangan buru-buru memasukinya.
Cinta pertama.
Untuk apa ada cinta pertama?
Karena cinta pertama takkan pernah terulang kembali.
Ingatlah saat-saat yang telah berlalu.
Saat ruhnya, merasuki hati kalian.
Apa benar dia belahan jiwa kalian?
Silahkan. Tunggu apalagi!
Laksanakan.
Kenanglah, siapa sosok di masa lalu.
Saat kalian menyadari siapa cinta pertama kalian.
Awalnya asing, terasa seperti keluarga, padahal dia bukan siapa-siapa.
Mungkin dialah, belahan jiwa kalian.
Bagus sekali.
Sekarang tersenyumlah.
Senyumlah yang lebar Shrutti, anakku.
Senyum.
Beritahu dia.
Senyumlah, nak. Senyum.
Dadah. - Dah.
497...498...499...500!
Kakek bilang, akan kutemukan rumahnya jika aku berjalan 500 langkah dari Studio.
Dan jantungku akan berdegup kencang saat sampai di depan rumahnya.
Tapi kenapa jantungku tidak berdegup kencang?
Aku dimana? - Di Rumah Sakit.
Aku sungguh menyesal.
Salah satu kakimu, harus di potong. - Apa!?
Maukah menikah denganku? - Tidak.
Kenapa?
Karena kita masih kecil. - Kalau sudah dewasa nanti, mau kan?
Baiklah, tapi potong dulu rambutmu. - Janji.
- Bukan janji biasa kan? - Bukan janji biasa.
Pakka Vaada = Bukan janji biasa (Slang Hindi)
Lihatlah.
Diterjemahkan bersama oleh : Im.Vhee Suherlan & Zehel
Kontraknya! Kontraknya!
Di mana kontraknya?!
Sudah 4 hari berlalu.
Ingatlah ucapan, Tuan Shakespeare: 'No one wait fact time and tide.'
Mana kontraknya!!
Tidak!
Bro, kau baik-baik saja? - Cuma mimpi buruk.
Kelakuanmu aneh belakangan ini.
Kadang naik, kadang turun.
Kali ini dingin.
Jalan-jalan 3 hari dimulai besok.
Dan rekanmu, si Ny. Pablo.
Benar.
Babyji Rocks.
Agar waktu senggang kalian terisi oleh hal romantis dan mendebarkan.
Kami akan berikan kalian tugas yang unik.
Pasangan kalian akan diturunkan di tempat yang tidak dikenal...
... bersama pasangan lain yang juga tidak kalian kenal.
Tanpa bekal apapun, selain rasa percaya pada pasangan kalian.
Tanpa ponsel, peta, maupun uang.
Kalian harus kembali.
Bagaimanapun caranya! Dalam 3 hari.
Dimulai dari sekarang.
Dan pelajaran hari ini.
Jadilah seperti anak kecil, penuhi diri kalian dengan kenekatan.
Meski berada di jalan yang asing Jangan berhenti melangkah.
Dan jangan kenal lelah.
Ada perubahan rencana di perjalanan kali ini.
Kalian akan rasakan perjalanan yang sesungguhnya.
Maaf.
Mereka kemari untuk menenangkan pikiran.
Tapi kau malah mengacaukan urusanmu.
Dan sebagai pengganti Ny. Pablo, adalah aku.
Apa kau senang melihat orang kesusahan?
Nah, untuk permulaan, kita hidup.
Dan kita bisa menjadi siapapun yang kita mau.
Kekacauan apalagi ini?
Ingat tidak, yang Babyji katakan?
Jadilah seperti anak kecil yang.. - Berhentilah meniru ucapannya.
Pikirkan.
Bagaimana kelakukan anak kecil?
Selalu gembira.
Mereka mengatakan dan melakukan apa saja yang mereka mau.
Tapi kita mengajari mereka untuk jadi penakut.
Halo!
Kita akan mati kedinginan di sini. Apa kau gila?
Berhentilah mengeluh.
Selesaikan bagian ini dengan tinjuan tanganmu.
Nikmatilah kesenangan sejenak ini.
Wow!
Sial.
Mati kita.
Tenang saja.
Kumohon jangan. Dengar dulu.
Hey.
Berhenti!
Inilah, faedah menunjukkan keberanian.
Atap di atas kepala, selimut yang nyaman.
Wow!
Lakukan satu hal lagi. Besok kita kunjungi RSJ.
Nikmatilah kesenangan sejenak ini, Akash.
Kau yang tersesat di negri yang tak jelas.
Dan pasportpun hilang.
Dan polisi negri ini akan membunuh kita berdua.
Dan menjual ginjal kita dengan harga yang murah.
Kau terlalu berpikiran negatif.
Oh ya, aku mau tidur.
Selamat Malam. - Oh ya...
Jika aku memegangmu di bagian ini dan ini saat tidur.
Maaf yah.
Kau memang pengecut, Akash.
Kau tidak mau mengambil keuntungan, padahal ada kesempatan.
Selamat malam!
Tuan pengecut!
Hei.
Bangun.
Ada apa?
Bagaimana kita keluar dari sini?
Berhenti mengeluh pagi-pagi.
Mengeluh, maksudnya?
Tidurlah, tidur... tidur....
Aku ada ide.
Apa?
Ide macam apa ini?
Hai.
Ada yang mau dia sampaikan.
Kenapa dia menatap kita dengan mata penuh syahwat?
Bukan kita, tapi kau! Dia menatapmu penuh hasrat.
Sana. - Apa-apaan ini!
Oh Dewa, lepaskan aku dari penderitaan ini.
Maaf.
Kehormatanmu harus ternoda agar kita selamat.
Ayo, ayo.
Cepat naik! - Cepat hidupkan!
Hei! Berhenti! Itu motorku!
Ayo, ayo! - Lewat sini.
Lebih cepat!
Ayo, ayo.
'TANAH MILIK PRIBADI DILARANG MASUK' Cepat masuk!
Masuk!
Ada apa?
Siapa di sana?
Ada orang di peternakanku.
Pergi kalian semua dari tempat ini!
Jauhi peternakanku.
Ya, ada apa? - Hai, boleh kami menumpang?
Tak ada kamar kosong.
Tapi Nyonya. Halo!
Ayo.
Hei.
Kantung tidur.
Terima kasih. Aku akan tidur dengan ini.
Tidak, aku yang pakai. - Aku yang pakai.
Kenapa?
Ada banyak kantor polisi di kota ini, kan?
♫ Chal pade hain hum... aisi raah pe ♫ 'Mari kita langkahkan... awal baru'
♫ Befikar hue... ke ab jaana kahan ♫ 'Bebas melangkah... kemanapun'
♫ Laapata hue... saare raaste ♫ 'Jangan terlupa... kencangkan sari'
♫ Dhoondhega humein ye zamaana kahaan ♫ 'Ke mana kita... mencari tempat di bumi'
♫ Ye samaana hai kaisa? ♫ 'Ada apa gerangan?'
♫ Muskuraane jaisa? ♫ 'Senyum apa gerangan?'
♫ Dheemi baarishein hain har jagah ♫ 'Di mana-mana hujan cahaya'
♫ Ye nasha hai kaisa? ♫ 'Mabuk apa ini gerangan?'
♫ Doob jaane jaisa? ♫ 'Rasa mendalam apakah gerangan?'
♫ Jaagi khwaahishein hain har jagah ♫ 'Di mana-mana hadir desakan hasrat'
♫ Gazab ka hai ye din ♫ 'Haripun jadi indah'
♫ Gazab ka hai ye din ♫ 'Haripun jadi indah'
♫ Gazab ka hai ye din... Dekho Zaara ♫ 'Haripun jadi indah... Oh lihatlah'
♫ Gazab ka hai ye din ♫ 'Haripun jadi indah'
♫ Gazab ka hai ye din ♫ 'Haripun jadi indah'
♫ Gazab ka hai ye din... Dekho Zaara ♫ 'Haripun jadi indah... Oh lihatlah'
♫ Paani hoon paani main ♫ 'Air... aku bagai air'
♫ "haan" behne do mujhe ♫ 'Ya.. aku juga mengalir'
♫ Jaisa hoon waisa hi rehne do mujhe ♫ 'Beginilah aku, apa adanya'
♫ Duniya ki bandishon se mera naata hai kahaan ♫ 'Tak mampu menentang dunia, apalah dayaku'
♫ Rukna theherna mujhko aata hai kahaan ♫ 'Ku hanya bisa diam ikuti arus kemanapun'
♫ Ye samaana hai kaisa? ♫ 'Ada apa gerangan?'
♫ Muskuraane jaisa? ♫ 'Senyum apa gerangan?'
♫ Dheemi baarishein hain har jagah ♫ 'Di mana-mana hujan cahaya'
♫ Ye nasha hai kaisa? ♫ 'Mabuk apa ini gerangan?'
♫ Doob jaane jaisa? ♫ 'Rasa mendalam apakah gerangan?'
♫ Jaagi khwaahishein hain har jagah ♫ 'Di mana-mana hadir desakan hasrat'
♫ Gazab ka hai ye din ♫ 'Haripun jadi indah'
♫ Gazab ka hai ye din ♫ 'Haripun jadi indah'
♫ Gazab ka hai ye din... dekho zara ♫ 'Haripun jadi indah... oh lihatlah'
♫ Gazab ka hai ye din ♫ 'Haripun jadi indah'
♫ Gazab ka hai ye din ♫ 'Haripun jadi indah'
♫ Gazab ka hai ye din... dekho zara ♫ 'Haripun jadi indah... oh lihatlah'
♫ Neeli hai kyun zameen ♫ 'Kenapa bumi biru'
♫ Neela hai kyun samaa ♫ 'Kenapa langit itu nila'
♫ Lagta hai ghaas par soya aasmaan ♫ 'Seolah langit berbaring diatas rerumputan'
♫ Yeh mastiyan meri... Manmaniyan meri ♫ 'Kenakalanku ini, kekeraskepalaanku ini''
♫ Lo mil gayi mujhe aazadiyan meri ♫ "Kebebasanku kini tlah kutemukan"
♫ Ye samaana hai kaisa? ♫ 'Ada apa gerangan?'
♫ Muskuraane jaisa? ♫ 'Senyum apa gerangan?'
♫ Dheemi baarishein hain har jagah ♫ 'Di mana-mana hujan cahaya'
♫ Ye nasha hai kaisa? ♫ 'Mabuk apa ini gerangan?'
♫ Doob jaane jaisa? ♫ 'Rasa mendalam apakah gerangan?'
♫ Jaagi khwaahishein hain har jagah ♫ 'Di mana-mana hadir desakan hasrat'
♫ Gazab ka hai ye din ♫ 'Haripun jadi indah'
♫ Gazab ka hai ye din ♫ 'Haripun jadi indah'
♫ Gazab ka hai ye din... dekho zara ♫ 'Haripun jadi indah... oh lihatlah'
♫ Gazab ka hai ye din ♫ 'Haripun jadi indah'
♫ Gazab ka hai ye din ♫ 'Haripun jadi indah'
♫ Gazab ka hai ye din dekho zara ♫ 'Haripun jadi indah, oh lihatlah'
Selamat Pagi.
Ada kabar bahagia yang harus kukatakan pada kalian,
...Babaji sekarang sudah sehat.
Tapi dia bernazar, untuk diam.
Dan kuucapkan sampai jumpa dan semoga sukses untuk kalian semua.
Saat kalian semua sampai tujuan, saat membuka koper kalian,
Kalianpun menyadari koper itu, masih koper yang sama.
Tapi semua isinya barang baru.
Isinya semua barang yang kalian dapatkan dengan keberanian.
Sungguh menyenangkan Bisa bertemu kalian.
Babaji! - Rocks!
Babaji! - Rocks!
Karena cuaca semakin dingin, Babaji harus kembali ke tempatnya.
Masih hidup atau sudah mati sih?
Babaji! - Rocks!
Babaji! - Rocks!
Ini keliru...
Papa!
Ada hal penting yang ingin kusampaikan.
Ya sudah katakan. Apa yang penting itu.
Aku sedang jatuh cinta. - Siapa bidadari cantik itu?
Ya.
Kemarilah.
Ini dia.
Tadinya kukira kita akan bertemu dengan menantu.
Beginilah zaman sekarang Bidadara itu menantu kita.
Salam.
Sampai ketemu, kemari cepat.
Tahu tidak, kita selalu diajarkan,
... semakin cepat kau berlari, semakin cepat kau sampai.
Tapi tak ada yang memberitahumu bahagiakah atau tidak nantinya.
Impian, harapan, ambisi.
Dan entah bagaimana aku memilih meninggalkan impian gadis itu.
Dunia ini telah membuatku berlomba-lomba mencari uang.
Selalu berkhayal.
Itupula yang membuatku tak menemukan kebahagiaan sejati.
Entah mengapa, kutinggalkan mimpi masa kecilku dan mengejar impian bodoh!
Permisi.
Permisi. Ada telepon buat Anda.
Ya, aku kesana.
Ya, baiklah.
Shruti.
Dengar, Shruti.
Aku tahu kau Shruti dari Tanakpur.
Shruti!
Aku mencintaimu.
Jika tujuan kita sama, kita pasti bertemu kembali.
Lagi pula ini waktunya berpamitan.
Shruti.
Aku tidak akan bisa hidup tanpamu.
Akash, cinta itu tak terukur jaraknya.
Dan bukan dalam hitungan mil.
Berapa lama kita hidup, bukan itu yang terpenting.
Untuk apa kita hidup setiap hari, itulah yang terpenting.
Shruti.
Shruti.
Shruti.
Shruti.
Shruti.
Shruti!
Aku...
Maaf.
Aku sudah membohongimu.
Tak seharusnya aku berbuat ini.
Aku ke kamp ini demi... untuk menyelamatkan pekerjaanku.
Dan pulang, ... membawa cintanya.
Entahlah.
Kau tak mau meminta kontrak itu?
Karena kau temanku.
Dan aku takkan pernah berbisnis dengan temanku.
Selamat datang.
Sudah dapat kontraknya?
Jawab pertanyaannya!
Apa yang kau pikirkan?
Selalu ingat apa yang dikatakan Tuan Shakespeare.
'Many fathers such of success...
... but the orphan is the failure.' 'lagi-lagi salah ungkapan pak bos'
Kemasi barang-barangmu dan keluar dari kantor ini.
Keluar!
Selesaikan tugasmu.
Tn. Handu!
Handu?
Siapa itu Handu? Aku! - Kemarilah.
Kau memanggilku Handu?
Ya Handu. - Beraninya kau memanggilku Handu!
Tenanglah.
Jawab satu pertanyaan ini.
Apa Anda memang terlahir seperti ini...
... atau Anda memukul kepala Anda sendiri ... saat kecil?
Apa? Tutup mulutmu?
Bagaimana bisa ada manusia seperti Anda, menggonggong tidak jelas setiap hari?
Aku menggonggong? - Tidak jangan salahkan aku, Pak.
Anda memang sering dan menggonggong tidak jelas.
Aku menggonggong?! - Ya benar.
Juga bahasa Inggris anda ngawur. - Ngawur kau bilang?
Andalah sumber masalah bagi para staff, dan juga ungkapan Shakespeare Anda.
Berani-beraninya kau menghinaku.
Dengar, tak seorangpun yang menghormati Anda di sini, Handu.
Mereka bertahan karena khawatir hidup anak istri mereka.
Kredit mobil mereka tempat berpijak mereka.
Yang mereka takuti keseharian hidup mereka.
Tapi tidak denganku. Tidak lagi.
Aku pasti akan bertahan, Tuan Handu. Dan akan lebih bahagia.
Karena aku bukan budak bagi mimpiku lagi.
Tn. Handu.. - Jangan panggil aku Handu.
Anda butuh kami, sama seperti kami butuh Anda.
Aku sudah temukan jalanku.
Tapi bukan dengan Anda.
Hey siapa saja usir dia!
Usir dia!
Padahal aku sedang hamil tua, Anda tetap memaksaku bekerja.
Anda bukan manusia.
Anda bodoh! - Beraninya kau!
Aku bodoh?!
Sampai sekarangpun aku masih ingat, apa yang sudah Anda perbuat padaku.
Aku mengundurkan diri.
Aku juga.
Jika Akash dipecat, aku ikut dengannya. Aku juga mengundurkan diri.
Tolong, jangan.
Jangan, maaf aku salah.
Tolong aku yang salah, Maaf, aku salah.
Aku mohon, tolong hentikan ini.
Coba ingat kembali apa yang Tuan Shakespeare ucapkan.
To be regret do a little wrong. - Apa?
Tidak! Tidak! Tidak! Lupakan tentang Shakespeare.
Maafkan aku Akash.
Maaf Pak, kami tidak diizinkan memberitahu alamat peserta.
Babaji rocks!
Mungkin dia, sudah menikah, atau mungkin sudah punya pacar!
Akash kau tercipta, untuk orang lain bukan untuknya.
Sudah setahun berlalu.
Apalagi dia, tidak memberimu alamat, nomor, tanpa petunjuk apapun.
Shruti.
Taxi.
Shruti!
Shruti!
Shruti!
Hei sudah bosan hidup, yah?
Akash.
Duduk saja, nak. Duduklah.
Bisa ke ruanganku sebentar? - Baik, Pak!
Seseorang ingin bertemu denganmu.
Semakin kukejar cintaku, hanya kesulitan yang kudapat.
Bukan cinta Pablo yang kuinginkan. Cuma rasa aman darinya.
Hari ini aku merasa nyaman.
Tapi orang yang kucintai...
Dia tidak mencintaiku.
Oh ya.
Kau Ingat ucapanmu, 'Kau takkan berbisnis dengan teman'
Kalau begitu, izinkan aku berbisnis dengan perusahaanmu.
Dengan begitu, kita masih bisa berteman.
Aku baru saja membuka perusahaan.
Aku akan kerja sama dengan perusahaan tempatmu bekerja.
Bagaimana menurutmu?
Apa kau gila?
Ini kesempatan besar. Kalau aku, langsung kuterima, lalu menikah dengannya.
Apalagi dia hot, kawan.
Masih muda, kaya, seksi, dan tergila-gila padamu.
Untuk apa menolaknya, kawan?
Bukankah banyak juga yang beli mobil bekas? Bukan begitu?
Ini kesempatan terbaik, dan kesempatanmu untuk bisa,
... bekerja di Amerika, tapi kau tolak. Pasti karena Shrutti. Ya kan?
Tapi, waktu terus berjalan, kawan.
'Hidup jangan di buat ribet.'
Aku tahu di mana Shrutti.
Dia di penampungan di bawah naungan perusahaanku.
Sungguh?
♫ Bheegi bheegi saDkon pe main ♫ 'Berbasah-basahan ku di sini,'
♫ Tera intezaar karoon ♫ '... menunggumu di jalan ini.'
♫ Dheere dheere dil ki zameen... ko ♫ 'Perlahan-lahan hati ini... yang'
♫ Tere hi naam karoon ♫ '... gundah memanggil namamu.'
♫ Khud ko main yoon kho doon ♫ 'Jati diriku entah kemana,'
♫ Ke phir na kabhi paaun ♫ '... menghilang tak tertemukan lagi.'
♫ Haule haule zindagi ko ♫ 'Sedikit-dikit hidup ini'
♫ Ab tere hawaale karun ♫ 'Tertuju terserahkan padamu.'
♫ Sanam re... Sanam re ♫ 'Duhai kasih... Oh kekasih.'
♫ Tu mera sanam hua re ♫ 'Kau milikku duhai kekasih.'
♫ Sanam re... Sanam re ♫ 'Duhai kasih... Oh kekasih.'
♫ Tu mera sanam hua re ♫ 'Kau milikku duhai kekasih.'
♫ Karam re... Karam re ♫ 'Duhai sayang... yang tersayang.'
♫ Tera mujhpe karam hua re ♫ 'Kasih sayangmu yang aku mau.'
♫ Sanam re... Sanam re ♫ 'Duhai kasih... Oh kekasih.'
♫ Tu mera sanam hua re ♫ 'Kau milikku duhai kekasih.'
Visit our channel youtube : ZMKaraoke
♫ Tere kareeb jo hone laga hoon ♫ 'Berada dekat denganmu saja'
♫ To TooTe saare bharam re ♫ 'Mampu hancurkan angan benak ini.'
♫ Sanam re... Sanam re ♫ 'Duhai kasih... Oh kekasih.'
♫ Tu mera sanam hua re ♫ 'Kau milikku duhai kekasih.'
♫ Sanam re... Sanam re ♫ 'Duhai kasih... Oh kekasih.'
♫ Tu mera sanam hua re ♫ 'Kau milikku duhai kekasih.'
♫ Baadalon ki tarah hi to... Tune mujhpe saaya kiya hai ♫ 'Bagai awan yang beriring... Engkau tercipta tuk teduhkanku.'
♫ Baarishon ki tarah hi to... Tune khushiyon se bhigaaya hai ♫ 'Bagai hujan membasahi... Hadirmu membawa kebahagiaan.'
♫ Aandhiyon ki tarah hi to... Tune hosh ko uDaaya hai ♫ 'Bagai badai yang bertiup... Engkau hempaskan kegundahan.'
♫ Mera muqaddar sanwaara hai yoon... Naya savera jo laaya hai tu ♫ 'Takdirkupun jadi lebih indah... Kau membawa fajar yang baru.'
♫ Tere sang hi bitaane hain mujhko... Mere saare janam re ♫ 'Bersamamulah yang ku mau... Spanjang hidupku, sayangku.'
♫ Sanam re... Sanam re ♫ 'Duhai kasih... Oh kekasih.'
♫ Tu mera sanam hua re ♫ 'Kau milikku duhai kekasih.'
♫ Sanam re... Sanam re ♫ 'Duhai kasih... Oh kekasih.'
♫ Tu mera sanam hua re ♫ 'Kau milikku duhai kekasih.'
♫ Karam re... Karam re ♫ 'Duhai sayang... yang tersayang.'
♫ Tera mujhpe karam hua re ♫ 'Kasih sayangmu yang aku mau.'
♫ Sanam re... Sanam re ♫ 'Duhai kasih... Oh kekasih.'
♫ Tu mera sanam hua re ♫ 'Kau milikku duhai kekasih.'
Setahun yang lalu dia di sini, dan aku tak tahu ke mana dia pergi.
♫ Mere sanam re... mera hua re ♫ "Duhai kasihku... duhai milikku"
♫ Tera karam re... Mujhpe hua ye ♫ "Kasih sayangmu... yang aku mau."
♫ Mere sanam re... mera hua re ♫ "Duhai kasihku... duhai milikku"
♫ Tera karam re... Mujhpe hua ye ♫ "Kasih sayangmu... yang aku mau."
Kadangkala, kau temukan cinta di hidupmu dalam sekejap.
Dan kadangkala meski seumur hidup mencari cinta,
Tidak mudah menemukannya.
Seandainya kau menerimaku.
Tentu kita bisa memulai lembaran hidup yang baru.
Apapun yang terjadi, kita harus memutuskannya, kan?
Baiklah, aku mau.
Tapi, jika tidak keberatan...
...akan kuselesaikan dulu, sesuatu yang tak sempurna ini.
Satu... dua... tiga... empat... lima... enam...
Tujuh... delapan... sembilan... sepuluh... sebelas...
Dua puluh empat... dua puluh lima...
Dua puluh enam... dua puluh tujuh... dua puluh delapan...
Tiga-empat... tiga-lima... tiga-enam... tiga-tujuh...
... tiga-delapan... tiga-sembilan... empat puluh...
Empat-satu... empat-dua... empat-tiga... empat-empat...
488... 489... 490...
491... 492...
496... 497...
498... 499...
500!
Aku percaya kaulah hidupku.
Takdirlah yang akan mempertemukan kita.
Pasti sang takdir.
... karena aku percaya padaNya.
Aku seperti orang gila mencarimu kemana-mana.
Sudah berkali-kali aku kehilanganmu, sampai aku takut untuk menutup mata.
Tapi sekarang, tidak lagi.
Aku mencintaimu, Shruti. Aku mencintaimu.
Meski kita sudah bertemu yang tersisa hanya ucapan selamat tinggal.
Apa maksudmu?
Kita tidak bisa bersama. - Kenapa?
Karena itu yang aku mau.
Benarkah?
Bukan hakmu memutuskannya.
Padahal kita sudah bertemu, lalu kenapa harus berpisah?
Akash, kumohon.
Apa ada orang lain dalam hidupmu?
Apa kau...
... tidak mencintaiku?
Setiap detik, setiap saat. Hanya kau yang kucinta, Akash.
Lalu, sebenarnya apa alasanmu?
Tidak semua pertanyaan membutuhkan jawaban.
Dan bukan hanya kau saja yang boleh mematahkan hati.
Oh. Jadi karena itu.
Membalaskan dendammu lebih penting, daripada cinta kita.
Maaf, Akash.
Pergilah.
Aku mohon.
Maukah kau menikah denganku? - Tidak.
'Kenapa?'
'Karena kita masih kecil, kan!?' - 'Jadi kalau sudah besar kau mau, kan?'
Baiklah, tapi potong rambutmu dulu. - Janji.
Bukan janji biasa, kan? - Bukan janji biasa!
Di mana dia?
Siapa? - Shruti.
Kau siapa? - Kau jawab saja pertanyaanku.
Dia sepupuku.
Aku dokternya! Ada perlu apa?
Apa keperluanmu? - Di mana dia?
Dia sekarat.
Mengidap penyakit jantung koroner.
Selain transplantasi jantung tidak mungkin ada cara lain.
Di sebuah rumah sakit ada pasien yang mengidap penyakit mati otak.
Tapi pihak keluarga pasien tidak memberikan izin.
Seandainya mereka memberi izin, Shrutti bisa kami selamatkan.
Masih ada harapan untuknya.
Kau pernah meninggalkanku sekali.
Kali ini aku yang akan pergi.
Kau masih bisa kembali.
Tapi tidak denganku.
Seorang gadis cantik pernah berkata padaku.
Berapa lamapun kita hidup, bukan itu yang terpenting.
Untuk apa kita hidup setiap hari, itulah yang terpenting.
Kepergianku tinggal menghitung hari.
Lihatlah, diari ini berisi tentang mimpi-mimpi.
Yang berisi semua mimpi tentangmu.
Juga berisi tentang kisah kita yang sudah dan belum terjadi.
Pasti terjadi.
Kisah kita pasti seperti yang tertulis di buku ini.
♫ Tere liye khudko badal dein ♫ 'Hanya untukmu terubah jalan hidup ini.'
♫ Tere liye kuch bhi kar dein ♫ 'Hanya untukmu jalan apapun 'kan tertempuh.'
♫ Vaada hai yeh... tujhse mera... Ab sadaa... ke liye ♫ 'Inilah janjiku... pada dirimu... Kini dan tuk... slamanya.'
♫ Tere liye saansein le rahe ♫ 'Hanya untukmu, sluruh nafas ini.'
♫ Tere liye har dein jee rahe ♫ 'Hanya untukmu, sluruh hidup ini'
♫ Tu hai mera... main hoon tera ♫ 'Kau milikku, aku milikmu.'
♫ Ab sada... ke liye ♫ 'Kini dan tuk... slamanya.'
♫ Khud pe koi haq raha na humara ♫ 'Meski diri ini tak berhak atas diri kita'
♫ Tere liye hum hain jiye ♫ 'Hanya untukmu aku ada.'
♫ Phir ab na hoga ye ishq dobara ♫ 'Meski kisah cinta ini tak terlahir kembali'
♫ Tere liye hum hain jiye ♫ 'Hanya untukmu aku ada.'
♫ Tu hai mera... main hoon tera sahara ♫ 'Kau milikku... akulah pelindungmu'
♫ Tere liye hum hain jiye O... ♫ 'Hanya untukmu aku ada O....'
♫ Marke bhi de doonga ye kafara ♫ '(kan kulakukan walau) Jadi penebus, saat maut menjemput'
♫ Tere liye hum hain jiye O... ♫ 'Hanya untukmu aku ada O....'
♫ Tere liye hum hain jiye ♫ 'Hanya untukmu aku ada.'
♫ Jism ka nahi tera mera rishta ♫ 'Bukan tubuhmu, tubuhku yang mengikat'
♫ Roohon ka ye rishta hai ♫ '(Sang pemilik) Ruhlah yang mengikatnya.'
♫ Koi dekhe... soorat jab meri ♫ 'Saat ada yang melihat wajah manisku'
♫ To dikhe tera chehra hai ♫ 'Tersiratlah rupa indahmu.'
♫ Tu panaah meri main saaya tera ♫ 'Kaulah tempatku berlindung, akulah bayangmu'
♫ Tu makaan mera, main basera tera ♫ 'Kaulah tempatku berpijak, aku yang 'diami tempatmu'
♫ Tu manzile meri, main musafir tera ♫ 'Kaulah tempat tujuanku, dan akulah musafirmu'
♫ Tujhpe hi na ye aake main ruka ♫ 'Dan engkaulah yang menghentikan langkahku.'
♫ Khud pe koi haq raha na humara ♫ 'Meski diri ini tak berhak atas diri kita'
♫ Tere liye hum hain jiye ♫ 'Hanya untukmu aku ada.
♫ Ik din ye umre Dhal jaayegi ♫ 'Di satu hari nanti, habislah umur ini'
♫ Zindagi poori ho jaayegi ♫ 'Hidup inipun juga berakhir'
♫ Tab bhi tu rehna paas yoon mere ♫ 'Kelak tetaplah berada disampingku'
♫ Jab dil ki dhaDkan tham... jaayegi ♫ 'Di kala detak jantung ini... terhenti'
♫ Teri baahon mein dum nikle mera sanam ♫ 'Dibahumu kuingin hembuskan nafas terakhirku, sayang'
♫ Hai bas ab ye hi aakhiri duaa ♫ 'Dan itulah yang menjadi akhir doa ini.'
♫ Khud pe koi haq raha na humara ♫ 'Meski diri ini tak berhak atas diri kita'
♫ Tere liye hum hain jiye ♫ 'Hanya untukmu aku ada.'
♫ Phir ab na hoga ye ishq dobara ♫ 'Meski kisah cinta ini tak terlahir kembali'
♫ Tere liye hum hain jiye ♫ 'Hanya untukmu aku ada.'
Ada kabar terbaru, dokter? - Tidak, belum ada.
Ini sangat mendesak! Pasienku koma. - Kami sudah berusaha mencari pendonor.
Tolong, beri kami sedikit waktu. - Dokter, waktunya sangat mendesak.
Cepatlah. Demi Tuhan! Kumohon.
Ya, kami akan berusaha sebaik mungkin.
Kami sudah siap, namun...
...kami belum mendapat donor jantung.
Padahal kondisi Shruti sangat kritis.
Melihat kondisi seperti ini tak ada yang bisa kami lakukan.
Setelah aku mati, aku akan menjadi bintang di atas langit.
'Jika nanti kau melihat bintang yang paling terang sinarnya.'
Itulah aku.
Jangan lupa untuk bilang "Hai."
Menikahlah dengannya dan punya anak-anak yang manis.
Dan aku mau kau berjanji.
Jangan mengunjungiku di rumah sakit. - Tapi, Shruti.
Bukan janji biasa, kan?
Bukan janji biasa!
Bukan janji biasamu ini jangan kau ingkari, Akash.
Kami sudah dapat pendonor jantungnya. Para dokter sudah di ruang operasi.
Tolong Tuan tanda tangani di sini
Beberapa bulan kemudian...
Nomor yang Anda tuju sedang berada di luar jangkauan area.
Nomor yang Anda tuju sedang berada di luar jangkauan area.
Shruti, ada yang bilang.
Kita terlahir tuk sempurnakan cinta yg belum sempurna. Terlahir, lagi dan lagi.
Di kehidupan nantipun akan bertemu lagi dan lagi.
Kuterima ketidaksempurnaan pertemuan kita saat ini, Namun...
...kelak kita pasti bertemu lagi.
Pasti bertemu lagi, kan?
Entahlah.
Sudah sebulan, dia tidak ke kantor.
Dan aku juga tidak tahu apa alasannya mematikan ponsel.
Kalau boleh jujur sih, kami sungguh tidak tahu kenapa dia jadi begini.
Begini nyonya, entah ini benar atau tidak.
Tapi gosip yang berkembang di kantor, dia menerima tawaran dari Nyonya Pablo.
Dan dia juga akan menikah dengan...
Aku juga tidak tahu, nak Dia sering bilang sih...
...dia akan mendapat kontrak besar. Lalu tinggal di Amerika.
Apa mungkin dia menyetujui kontrak itu! Huh?
♫ Kuch pal to Theher jaao na ♫ 'Tetap di sini... janganlah pergi'
♫ Ya phir lauT ke aao na♫ 'Setidaknya jika tetap ingin pergi'
♫ Yoon kehte nahi alvida ♫ 'Jangan ucapkan selamat tinggal'
♫ MuD jaao idhar aao na ♫ 'Meski pergi... jangan lupa kembali'
♫ Tumhe dhoondhein meri aankhen... Tumhe khoje meri baahein ♫ 'Mataku rindu melihatmu... Bahukupun rindu... sandarkanmu.'
♫ Tum bin... jiya jaaye... kaise ♫ 'Tanpamu... bagaimana... bisa hidup'
♫ Kaise... jiya jaaye... tum bin ♫ 'Bagaimana... bisa hidup... tanpamu'
♫ Tum bin... jiya jaaye... kaise ♫ 'Tanpamu... bagaimana... arungi hidup'
♫ Kaise... jiya jaaye... tum bin ♫ 'Bagaimana... arungi hidup... tanpamu.'
♫ Kitne the waade kiye ♫ '(Betapa) Banyak janji yang tertepati'
♫ Ik pal mein toD diye ♫ '(Namun) satu janji yang kuingkari'
♫ JhooTha nahi tu... mujhko pata hai ♫ 'Tak usah kau berdusta... tunjukkan padaku'
♫ Bas thoDa rooTha sa hai ♫ 'Dalam masamnya muka'
♫ Tu rooThe main manaaoon ♫ 'Kan kut'rima muka masammu, '
♫ Par tum bin kahaan jaaoon ♫ '... dari pada tanpamu yang entah di mana.'
♫ Tum bin... jiya jaaye... kaise ♫ 'Tanpamu... bagaimana... bisa hidup'
♫ Kaise... jiya jaaye... tum bin ♫ 'Bagaimana... bisa hidup... tanpamu'
♫ Tum bin... jiya jaaye... kaise ♫ 'Tanpamu... bagaimana... arungi hidup'
♫ Kaise... jiya jaaye... tum bin ♫ 'Bagaimana... arungi hidup... tanpamu.'
Visit our channel youtube : ZMKaraoke
Shruti, ada yang bilang.
Kita terlahir tuk sempurnakan cinta yg belum sempurna. Terlahir, lagi dan lagi.
Kuterima ketidaksempurnaan pertemuan kita saat ini, Namun...
Kelak kita pasti bertemu lagi.
Pasti, bertemu lagi kan?
♫ Ye aasmaan aur zameen ♫ 'Langit dan bumi ini'
♫ Bin tere kuchh bhi nahi ♫ 'Tanpa dirimu tiada arti'
♫ Saanson se mohlat ♫ 'Agar bisa bernafas lega'
♫ Zara maang lena ♫ 'Beri sedikit kesempatan'
♫ Yoon uTh ke jaate nahi ♫ 'Jangan pergi seperti ini'
♫ Ya phir tu mujhe le chal... sang apne jidhar tu chala ♫ 'Kemanapun kau melangkah... Bawalahku bersamamu.'
♫ Tum bin... jiya jaaye... kaise ♫ 'Tanpamu... bagaimana... bisa hidup'
♫ Kaise... jiya jaaye... tum bin ♫ 'Bagaimana... bisa hidup... tanpamu'
♫ Tum bin... jiya jaaye... kaise ♫ 'Tanpamu... bagaimana... arungi hidup'
♫ Kaise... jiya jaaye... tum bin ♫ 'Bagaimana... arungi hidup... tanpamu.'
Tak seorangpun tahu,
... apakah dia kecelakaan ... ataukah bunuh diri.
Namun yang sebenarnya,
... dia berikan jantungnya, ... agar berdetak di dalam tubuhku.
Tersenyumlah.
Tersenyumlah.
Di persembahkan oleh : Member @IDFL.me
Diterjemahkan bersama oleh : Im.Vhee Suherlan & Zehel
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.