Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sub by NETFLIX Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
SELURUH KARAKTER, TEMPAT, PERUSAHAAN, DAN KEJADIAN
DALAM DRAMA INI ADALAH FIKSI
Permisi.
Sedang apa kau di sini?
Hei.
Ada orang-orang di sana.
Seseorang masih ada di sana.
Ada yang masih hidup di sana.
Tolong! Kumohon tolong!
Kumohon tolong aku. Tolong.
Ada orang-orang di sana.
Seseorang masih ada di sana.
Tolong! Kumohon tolong!
Cha-young!
Dia tak apa-apa?
Ya.
Kenapa dia ada di sanatorium ini?
Dia bukan pasien.
Dia koki di sini.
Dia mengikutiku dan menjadi staf dapur
untuk membayar utang adiknya.
Ada apa denganmu? Apa kau sakit?
Cha-young.
EPISODE 5
Kau merasa lebih baik?
Kau boleh berbaring lebih lama.
Apa ini?
Aku bersemangat karena katamu akan membuat puding cokelat.
Kenapa pingsan seperti ini?
Maafkan aku.
Sebentar.
Ya? Aku di bangsal.
Baik, aku ke sana saat selesai.
Omong-omong, kenapa kau masih di sana?
Kukira kau tak suka bersama pasien,
jadi, selalu pulang tepat waktu.
Apa ini karena dokter baru?
Astaga, tak bisa kupercaya.
Apa? Halo?
Astaga, gadis nakal ini.
Apa ada dokter baru?
Ya.
Dia yang menemukanmu, Cha-young.
Tapi harus kukatakan, aku melihatnya hari ini dan dia bukan dokter.
Dia seperti patung berproporsi sempurna.
Seperti David karya Michelangelo.
Nenek Eksentrik ingin mengadakan pesta penyambutan dokter baru.
Ikut denganku. Mari temui David.
- Hei. - Baik.
- Selamat ulang tahun - Selamat ulang tahun
- Selamat ulang tahun - Selamat ulang tahun
Ini bukan ulang tahun. Ini penyambutan dokter baru.
Selamat datang, Dr. Lee!
- Kau harus meniup lilinnya. - Ya, tiuplah.
Aku ingin melakukannya.
- Silakan. - Hore!
- Hei! - Kubilang akan kutiup.
Nyalakan saja.
Kenapa? Kenapa kau selalu lakukan hal menyenangkan?
Bukan begitu.
Kakakmu tak ingin kau melakukannya karena dia ingin kau panjang umur.
Kau pengacaranya atau apa?
- Kalian menyebalkan. - Ji-yong.
Kenapa bilang begitu?
Hei, Ji-yong!
Karena adikmu tak tahu kau sangat peduli padanya.
Astaga, ini sangat canggung.
- Ibu-ibu, perkenalkan diri kalian. - Ya!
Halo, aku Bong Yong-sun.
Aku Jang Suk-ja, istri pertama.
Suamiku membawanya pulang karena aku tak bisa mengandung.
Astaga, dia selalu lengket padaku.
Lepaskan, bodoh.
Ini, makanlah.
Tolong sembuhkan penyakit Suk-ja, Dokter.
Apa maksudmu? Dokter kemari bukan untuk mengobati kita.
Apa?
Tapi dia dokter. Kenapa tak bisa mengobati?
Terima kasih pestanya.
Apa? Tapi...
Lalu bagaimana ibuku?
Kau juga tak bisa sembuhkan?
Bukan begitu. Makan ini.
SANATORIUM GEOSUNG
Kau melewatkan waktu emasmu karena dia.
Aku yang menyelamatkanmu
dari sekarat hari itu.
PROVINSI GYEONGGI
RUMAH SAKIT DONGHYUN
Sebenarnya, aku bukan tandingan Dr. Lee Jun.
JUN, PEWARIS GEOSUNG
Dr. Lee Jun akan memimpin Geosung di masa depan sebagai...
Maksudku, putraku, akan mewarisi Geosung.
Ya, Pak. Tolong hubungi aku. Aku akan beri tahu putraku. Bagus.
Terima kasih.
Kenapa kau kemari?
Pertimbangkan mutasiku.
Aku menjadi dokter untuk selamatkan orang.
Siapa yang menjadi dokter untuk membunuh orang?
Aku ahli bedah.
Ahli bedah tak berguna yang tidak bisa memakai tangannya?
- Ibu. - Bu.
Kudengar kau melewatkan waktu emasmu untuk menyelamatkan seorang gadis.
Maafkan aku.
Aku berharap lebih karena berasumsi kau akan seperti Jae-hun.
Kau amatir yang tak bisa mengurus diri sendiri.
Aku takkan lari seperti ayahku.
Aku keliru.
Orang bodoh sepertimu takkan berani mendaki gunung seperti itu.
Jika kau kira aku akan jatuh dan menyerah, kau salah.
Keras kepala nekat.
- Mirip ibu jalangmu... - Aku tak akan mati
seperti ibuku!
Bibi!
Pindahkan kacang dari piring itu ke piring kosong.
Kau ingin skalpel?
Kau bahkan tak bisa mengambil kacang.
Bisa apa ahli bedah dengan tangan tak berguna?
Apa kau bisa mensterilkan luka?
Perlukah Kang mencari kerja lain?
- Ya, Bu. - Ya, Ibu.
SANATORIUM GEOSUNG
Pak Kwon.
Polusi debu halus sungguh masalah besar.
Astaga, mataku kering sekali.
Aku tak menangis, bodoh.
Aku tahu, itu karena debu halus.
Suami pasien
adalah muridku.
Aku meresmikan pernikahan mereka.
Mereka pasangan yang sangat mesra.
Mereka pasangan paling mengagumkan
yang kukenal.
Kau bisa menyeka hidungmu.
Kau tak apa-apa?
Kau ahli bedah, tempatmu di ruang operasi.
Aku tahu.
Apa ini tangan yang tak bisa kau gunakan?
Jika Min-seong tahu, dia akan kecewa.
Ini membuatnya bahagia.
Dia dahulu benci aku menjadi dokter.
Tidak, dia biasa memujimu di depanku.
Bahwa sahabatnya adalah NS surgeon terbaik di negeri ini.
NS SURGEON: AHLI BEDAH SARAF
Sungguh?
Min-seong mengatakannya?
Rumput laut ini tampak lezat.
Ini dari Wando, 'kan? Ini lezat.
Omong-omong,
kudengar dokter baru itu
orang yang mengoperasimu.
Dia pasti dokter yang sangat terkenal dan hebat.
Aku penasaran kenapa pria sepertinya berakhir di sini.
SANATORIUM GEOSUNG
Hadiah ulang tahun. Kaus dan sepatu Hermès.
Hingga ke ujung dunia. Mau pergi?
Dahulu aku tak bisa membayangkan semua ini.
Mobil impianku.
Kau keren sekali. Aku mengikutimu.
Astaga, lihat si cantik berkelas itu. Itu juga mobil impianku.
Aku akan beli saat menang lotre. Butuh berapa lama?
Kau menakutiku.
Apa ini mobilmu?
Bukan, karena itu aku ingin tahu rasanya jika itu milikku.
Omong-omong, ini pertama kali aku melihat mobil mewah di sini.
Mobil siapa ini?
Apa ini?
- Kembalikan. - Apa ini?
Kau masukkan ini dan bohong bahwa ini sepatu perancang?
Tas belanja!
Aku tak percaya kau merusak ini.
Aku beli 4.000 won di aplikasi toko loak.
Kembali kepada Ibu sebelum kubunuh kau.
Aku tak akan ada di sini jika tahu di mana dia.
Ibu meninggalkanku karena bertemu lelaki.
Aku juga ingin meninggalkanmu.
Di mana harus kutinggal?
Untuk memastikan tak melihatmu lagi?
Tahu di mana tempat sampah?
Kau tak akan bisa meninggalkanku.
Aku bahkan tak bisa didaur ulang.
Kau tak akan dapat
kantong sampah yang cukup besar untukku.
Tae-hyun, si berengsek itu.
Aku ingin lakukan ini padanya jika bisa.
Mari makan jajangmyeon.
Aku sibuk hari ini. Pergi besok saja.
Pergi besok saja.
Tak ada "besok" untukku.
Bagaimana jika aku mati besok?
Ayolah.
Aku pergi sebentar.
Aku akan buat kimchi lobak, jadi, biarkan saja.
Bisa tolong rendam kacang agar bisa membuat tahu nanti malam?
Terima kasih.
Kenapa kau tak memesan?
Aku tak suka jajangmyeon.
Astaga. Kau bisa sebut dirimu koki walau tak suka jajangmyeon?
Banyak koki yang tak suka jajangmyeon.
Astaga, kau bahkan tak bisa membuat jajangmyeon,
jadi, jangan sebut dirimu koki.
Begini...
Kenapa kau pikir aku tak bisa masak jajangmyeon?
Sejujurnya, jajangmyeon di sini tidak enak.
Jajangmyeon buatanku akan 100 kali lebih enak...
Pak, penglihatanku memburuk belakangan ini.
Aku tak bisa melihat.
Kau tahu dokter mata yang bagus?
Pesan sebotol baijiu.
Bisa mentraktir aku segelas baijiu?
Aku akan tunggu di luar.
- Hei. - Temui aku saat selesai.
Jajangmyeon-nya sangat lezat.
Terima kasih.
Ini enak.
Ya, aku kembali sekarang.
Ayamnya baru diberi anggur masak.
Bisa campur lobak dengan bawang dan jahe...
Aku akan segera kembali, jadi, biarkan saja.
Ancam saja. Aku tak bisa biarkan kau minum.
Bagaimana jika aku mati besok?
Jika kubelikan kau minuman,
aku akan mati sebelum kau.
Kenapa tidak pukuli saja aku?
Aku tak bisa membelikanmu baijiu.
Ini, pukul aku. Aku jelas tak bisa membelikanmu baijiu,
jadi, pukul aku sampai mati. Bunuh aku!
Topiku tertinggal.
Apa?
Topiku tertinggal di restoran.
Putraku membelikannya. Harganya sangat mahal.
Biar kuambilkan. Jangan ke mana-mana, ya?
- Baik. - Bagus.
Pak Kim!
Pak Kim. Astaga, Pak Kim.
Pak Kim, kau tak apa-apa?
Pak Kim.
Pak Kim.
Kau bahkan tak bisa mengambil kacang.
Bisa apa ahli bedah dengan tangan tak berguna?
Apa kau bisa mensterilkan luka?
Astaga, sakit.
Apa yang kau pikirkan, Pak?
Aku?
Siapa yang izinkan dia keluar?
Maafkan aku.
Apa tak ada aturan atau sistem?
Staf nonmedis membawa pasien keluar gedung,
dan tak ada yang mencegah?
Ini tak akan terulang lagi.
- Maafkan aku. - Maksudmu
kau tak akan mengajakku makan jajangmyeon lagi?
Kau tak boleh pergi sementara.
Kata siapa?
Aku. Kataku.
Kau pikir siapa dirimu?
Aku doktermu.
Tidak mau.
Aku
akan keluar lagi untuk makan jajangmyeon.
Jika tak menurutiku,
kau harus meninggalkan rumah sakit ini.
BANGSAL SATU
Tunggu.
Dia punya alasan sendiri.
Aku pasti akan menjaganya,
jadi, tolong izinkan dia keluar.
Bagaimana kau akan menjaganya?
Begini, aku akan memastikan
tak melepaskan tangannya. Aku akan hati-hati
- dan pastikan tak ada bahaya... - Aku tak akan lama di sini.
Aku segera pergi.
Aku tak peduli alasanmu kemari.
Tapi aku hargai jika kau tak membuat masalah hingga pergi.
Kumohon.
Sayang, kau tak apa-apa? Bertahanlah, ya?
- Ada apa? - Pasien tiba-tiba kejang.
Tekanan darahnya?
90 per 60, dan terus turun.
Dia mulai menunjukkan gejala setelah makan.
Kurasa ini alergi.
Dia alergi krustasea.
Tampaknya ini syok anafilaktik.
Beri 0,3 mg suntikan epinefrin intramuskular,
cek makanan Bu Kim Ha-yeong.
Sayang! Dokter, ada apa dengannya?
Sayang.
Kau membuat bibimbap untuk Bu Kim Ha-yeong?
Kau tahu keadaan pasien sekarang?
Aku tak bisa percayakan dapur kami padamu. Keluar dari sini sekarang.
Maafkan aku.
Aku akan kunjungi pasien dan minta maaf.
Minta maaf? Bagaimana caramu meminta maaf?
Kau pikir bisa pergi minta maaf saja
setelah membunuh seseorang?
Begitu kau menjalani hidupmu?
- Tunggu... - Tidak, jangan masuk.
Maafkan aku.
Bu Han, kudengar kau menderita Alzheimer.
Apa kau punya akal sehat?
Bagaimana bisa pasien Alzheimer jadi penanggung jawab makanan pasien?
Kau pikir itu masuk akal?
Aku baik-baik saja saat ini.
Memasak
tak masalah bagiku,
dan aku belum pernah salah.
Kau baru berbuat salah hari ini.
Kau menaruh udang di makanan pasien yang alergi krustasea.
Kau membahayakan nyawa pasien.
Sejujurnya,
aku tak ingat melakukannya.
Aku berusaha keras mengingatnya, aku tak ingat menaruh udang.
Itu maksudku.
Penyakitmu serius.
Seharusnya kau tak boleh memasak.
Bagaimana Bu Kim?
Dr. Lee Kang merawatnya dengan baik.
- Kau tak perlu... - Tinggalkan sanatorium hari ini.
Tidak, aku ingin kau pergi sekarang.
Direktur...
Direktur?
Direktur Kwon.
Berapa kadar oksigennya?
Menurun dari 88 ke 85.
Kurasa dia mengalami sianosis.
SIANOSIS: KULIT KEBIRUAN
Hubungkan monitor dan bersiap untuk intubasi.
Kau akan melakukannya sendiri?
Harusnya dipindahkan ke rumah sakit lain.
Aku akan membantunya.
Aku akan bersiap untuk intubasi.
Hati-hati. Tenggorokannya sudah membengkak.
Tolong dua liter oksigen.
Mari tunggu.
Aku berbuat apa, Cha-young?
Aku hampir membunuh orang.
Dr. Lee Kang cerdas dan kompeten.
Dia akan menyelamatkan nyawa Bu Kim.
Menurutmu begitu?
Dia bisa melakukannya, 'kan?
Tentu.
Tolonglah.
Tolonglah, dokter. Kumohon.
Apa lauk yang dimakan Bu Kim?
Ini.
Lebih baik seperti ini.
Mari kembali ke King's Table.
Banyak pasien dengan diet khusus.
Sangat lelah dan menegangkan.
Gajimu hanya sepersepuluh dari King's Table.
Kenapa mau diperlakukan begini?
- Aku akan kemasi barangku. - Mari makan dahulu.
Sekalipun kita harus pergi, mari makan dahulu.
Kau bisa makan di saat begini?
Aku lapar.
Aku ingin bibimbap dan kubis bumbu.
Kau sudah gila?
Kenapa minta itu saat dia sedang terguncang?
Jika kau lapar, makan saja yang ada.
Aku ingin kau buatkan sesuatu untukku.
Daun pembungkusnya hanya enak jika baru dibumbui.
Kumohon.
Berapa kadar oksigennya?
Sekarang 96 ke 99. Mulai stabil.
- Aku akan mulai ekstubasi. - Baik.
EKSTUBASI: PENCOPOTAN TUBA
Coba batuk.
Kau merasa lebih baik?
Ya.
Terima kasih.
- Bagus. - Terima kasih untuk kerja kerasmu.
Kukira kau hanya ahli bedah saraf, ternyata kau mahir semuanya.
Tolong makan bubur beras.
Astaga, kau tak apa-apa?
Sudah kuduga.
Kau pasti sangat gugup.
Kau berhati lembut.
Tumitnya sudah tua, jadi, kakiku terkilir.
Aku yakin begitu.
Karena sekarang Bu Kim baik-baik saja,
bisa tolong biarkan kali ini, Direktur?
Apa maksudmu?
Tak mudah menemukan
koki bagus sepertinya di kantin rumah sakit.
Para penjaga di rumah sakit juga berkata
mereka hanya suka makan di kantin.
Pikirkanlah. Apa yang harus kita lakukan malam ini?
Para pegawai dan penjaga bisa makan di luar, tapi pasien?
Aku akan masak di dapur.
Bu Bae dan kau akan membantuku.
Kita bisa lebih baik.
Apa yang kau bicarakan?
Kita kenal lama. Kau tak bisa masak.
Kau akan masak apa untuk pasien, mi ramen?
Kita di tempat kerja. Jaga bahasamu.
Tidak. Sebagai adikmu, aku harus bilang ini.
Bagaimana bisa kau bicara seperti itu kepada Bu Han di dapur tadi?
Maksudku, dia dahulu istrimu.
- Kau juga Alzheimer? - Hentikan.
Tanggal berapa ini?
Kau harus dibawa ke rumah sakit. Ayo.
Kau sungguh harus melakukan ini kepadaku?
Bu Kim sudah lebih baik.
Berhenti cemberut.
Dia benar.
Semua sudah baik-baik saja.
Mari keluar dari sini sebelum mendengar hal lain.
Kubis bumbu yang dimakan Bu Kim.
Bukan buatanmu, 'kan?
Entahlah. Kubilang aku tak ingat.
Aku punya Alzheimer.
Ada acar udang di daun berbumbu bagian luar Bu Kim.
Karena itu dia bereaksi alergi.
Lalu kenapa?
Kau membumbui daun hanya dengan pasta kedelai.
Seperti sekarang.
Kenapa kau terus membicarakan yang sudah terjadi?
Mari keluar saja dari sini.
Daun berbumbu dengan acar udang
bukan buatanmu.
Karena itu kau tak ingat.
Jika bukan dia,
siapa lagi?
Ini kebiasaan yang diingat tubuhmu.
Kau tak akan mudah lupa atau mengubahnya.
Tak seperti yang kau ingat dengan otakmu.
Ini masakanmu, Gyeong-su.
Kau bicara apa?
Masakan ini terasa seperti acar udang dan saus teri.
Kau selalu pakai saus teri saat membumbui sayuran.
Kubilang bukan aku.
Astaga.
Ini tak terasa seperti saus teri.
Seon-ae, kau kehilangan indra perasamu seperti otakmu?
Aku juga merasakan saus teri.
Aku tak percaya kalian.
Itu benar.
Aku yang membuatnya.
Aku lupa memeriksa beberapa pasien alergi
pada krustasea, atau semacamnya.
Kenapa?
Karena aku sibuk bekerja
untuk gaji kecil!
Banyak pasien dan pantangan.
Kau punya bisnis bagus. Kenapa datang kemari?
Orang bilang kau gila.
Gyeong-su.
Jika kau melakukannya agar masuk surga,
silakan saja.
Sekalipun dibakar di neraka,
aku akan buat apa pun sesukaku
- dengan caraku. - Bu.
Bu!
Biarkan dia.
Saat kutahan dia di sini,
dia kesulitan.
Kau juga
boleh pergi jika mau.
Terima kasih sudah menyelamatkan ibuku.
Aku tak menyelamatkannya. Aku hanya obati alerginya.
Terserah.
Ini enak.
Aku membelikannya untuk Min-yong,
tapi kau boleh menyimpannya.
Aku tak makan cokelat.
Kau sedang diet?
Kalau begitu, ini saja.
Permen cincin?
Ini kalorinya jauh lebih banyak.
Aku ambil ini sebagai tanda terima kasih.
Aku hanya butuh gula.
Astaga.
Selera macam apa itu?
SANATORIUM GEOSUNG
Astaga, panas.
Ya. Silakan masuk.
Kau memanggilku?
Bawang putih.
Telur.
Kau tak mau membantuku?
Aku merasa akan pingsan.
Ini bukan salahmu.
Jika kau tak bisa memasak,
aku akan menghentikanmu.
Kau akan berhenti?
Kau akan kembali ke King's Table, begitu?
Maaf terlambat. Aku minta maaf.
Kau pasti lapar.
Ini makananmu.
- Kau lapar? - Kau punya sup?
Kami punya sup. Aku akan segera bawakan.
Permisi.
Di sini. Tolong beri kami makanan.
- Silakan. - Ini dia.
Silakan makan. Maaf aku terlambat.
Di sini.
Silakan makan. Aku akan bawakan lagi jika kau mau.
Kenapa tak makan denganku?
Aku tak ingin makan.
Kenapa kau tak makan di kantin?
Ada seseorang yang membuatku kehilangan selera makan.
Apa koki yang berbuat salah akan tetap di sini?
Kita tak punya pilihan.
Kita akan biarkan mereka di sini hingga mendapat pengganti.
Tapi siapa mau dengan gaji sekecil itu?
Apa gajinya seburuk itu?
Kabarnya
mereka ingin membangun kota kecil mewah di sini
alih-alih sanatorium ini
yang terus defisit.
Jadi, mereka terus menurunkan gajinya.
Karena itu koki sebelumnya di sini berhenti.
Saat sanatorium ini ditutup, kau mau ke mana?
Kau ahli bedah yang tak bisa membedah.
Kau mau ke mana lagi?
Kudengar kau juga
membuat kesal Geosung sama seperti rumah sakit ini.
Aku keliru.
Orang bodoh sepertimu takkan berani mendaki gunung seperti itu.
Jika kau kira aku akan jatuh dan menyerah, kau salah.
- Selamat datang. - Halo.
Satu roti lapis ayam carbonara.
Untuk rotinya, aku pesan roti rosemary.
- Baik, akan kupanaskan. - Baik.
- Bukankah roti lapismu lebih enak? - Menurut orang yang meminta ini
roti lapis di sini
lebih enak dari buatanku.
Aku ingin tahu seenak apa.
Silakan.
Terima kasih.
Ini enak.
"Aku bisa lihat alismu gelap
dan telingamu tipis.
Namun, aku gagal melihat hatimu."
Karena dia hanya melihat dengan mata. Dia harus belajar
melihat semua dengan hati sepertimu.
"Kau memetik apel untukku.
- Lalu saat membungkus apel merah..." - Halo.
Nona Moon.
Kenapa kau kemari?
Pasienku dirawat di sini.
Lalu kau? Sedang apa di sini?
Kang...
Kau kemari menemui Dr. Lee Kang?
Tidak. Aku bekerja sebagai koki di kantin.
Begitu rupanya.
Kau sudah makan? Jika belum...
Aku sudah makan.
Baiklah.
Sampai jumpa.
"Aku bisa lihat telingamu tipis.
Namun, aku gagal melihat hatimu."
Astaga, sayang sekali.
Dia gagal melihat hatinya.
Ini.
Bisa berikan kepada Bu Kim Hui-ju?
Apa
ini?
Ini yang kujanjikan kepadanya.
Kau membuatnya sendiri?
Piring ini indah.
Lihat warnanya.
Ini sangat indah.
Jika Bu Kim Hui-ju
meninggal,
bisa beri tahu aku lewat pesan?
Baiklah.
Boleh aku tanya bagaimana kau kenal dia?
Dia orang pertama
yang mengajariku membuat tembikar.
Aku juga sudah lama menyukainya.
Tapi dia tidak tahu.
Aku sudah bilang "Tidak."
Mari pergi untuk terakhir kali.
Aku takkan meminta lagi.
Tidak, aku tak bisa membantu.
Dokter yang baru sangat membenciku.
Jika ketahuan kali ini, aku akan diusir.
Baiklah. Lakukan saja sesukamu.
- Bisa foto mobilnya dari dekat? - Apa modelnya?
- Kau pura-pura? - Kenapa semua fotonya dari luar?
Aneh, 'kan? Tunjukkan dalamnya.
- Dia jelas pura-pura. - Apa itu benar mobilmu?
Jika kau iri, diam saja.
Astaga, kenapa mereka tak percaya padaku?
Khususnya bedebah ini, "kairos2424."
Dia yang paling aneh di antara semuanya.
Baik, aku akan berhenti mengikutimu.
Selamat tinggal, berengsek.
Mari lihat.
Tapi jika begitu, mereka akan makin curiga.
Di mana mobil impianku?
Apa perlu kuminta dia meminjamkan kuncinya sebentar?
Kubilang akan kukembalikan setelah berfoto.
Astaga.
Hai, Kawan.
Kau kenal aku, 'kan?
Pria kasar yang menarik.
Mari ambil beberapa foto bersama, ya?
Baik, bagus.
Astaga, Pak!
Kukira kau hantu.
Kenapa? Aku tampak mati bagimu?
Tidak.
Aku hanya memeriksa.
Kenapa tak mengantarku ke restoran Tionghoa?
Tidak mau.
Aku bisa ke Hawaii,
tapi aku tak mau ke restoran Tionghoa.
Selain itu, jajangmyeon di tempat itu yang terburuk.
Tak ada tambahan telur. Tak sepadan.
Kalau begitu kau boleh makan jjampong.
Mungkin sama buruk dengan jajangmyeon.
Dengar, Pak.
Kau juga kurang sehat.
Kau tak bisa terus makan jajangmyeon.
Kau harus makan nasi.
Ayo.
Kuantar kau ke kamarmu.
- Untuk apa itu? - Kalau begitu kau bisa makan
nasi goreng saja.
Jajangmyeon, jjampong, nasi goreng, kubilang aku tak mau, sialan!
Astaga, sakit.
Pak.
Saatnya kau disadarkan.
Kau selalu makan di tempat itu karena putramu memberi tahu
akan menjemputmu jika kau menunggu di sana.
Tapi kau harus berhenti. Kau bisa menunggu semaumu,
tapi dia tak akan datang.
Kau pikir, apa alasannya meninggalkanmu?
Apa katamu?
Halo, Dr. Lee.
Halo.
Direktur Kwon memintaku memeriksa apa kau datang
karena kau tak menjawab teleponnya.
Begitu rupanya.
Di mana ponselku?
Aku tahu karena meninggalkan kakakku,
aku juga ditinggalkan ibuku.
Aku kembali karena setidaknya bisa memanfaatkan kakakku.
Tapi lihat dirimu.
Tak ada yang akan kembali untuk pria tua miskin sepertimu.
Kau bilang telah menjual semuanya
dan memberikannya pada anak-anakmu.
Kau bahkan tak punya uang
untuk membeli jajangmyeon sendiri.
Selain itu, kau juga sakit.
Kenapa bedebah itu mau kembali untukmu?
Beraninya kau?
Berani kau panggil putraku bedebah?
Putraku bukan bedebah!
Siapa kau berani menjelekkan putraku seperti itu?
Kau pikir siapa dirimu?
Siapa kau sampai berani bicara buruk tentangnya?
Memang kau pernah bertemu putraku?
- Pernah? - Tae-hyun.
Sialan kalian berdua!
Beraninya kau?
Kau tak tahu apa-apa!
Pak Kim.
Astaga.
Pak Kim!
Pak Kim.
Pak Kim.
Ini enak, 'kan?
Ini makanan nyawaku.
Maksudmu "makanan jiwa"? Makanan yang mengisi jiwamu?
Ya.
Kau pria terpandai yang kukenal.
Kau juga yang paling tampan.
Menurutmu kakek jajangmyeon akan mati?
Tidak, aku yakin dia tak apa-apa. Tapi kudengar dia ditinggalkan
putranya sendiri di restoran Tionghoa.
Tidak, putranya berjanji akan kembali untuknya.
Tapi dia tak pernah datang.
Direktur kasihan padanya, karena itu dia membawanya kemari.
Tidak, aku tahu dia akan datang!
Bagaimana jika dia sungguh datang?
Min-yong, kenapa kau meneriakinya?
Kau tak berhak meneriakinya seperti itu.
Hei, aku memberi roti lapis itu untuk Ye-sol.
Masalahnya, aku sangat kenyang.
Ji-yong yang memberikannya?
Aku beri kau separuh rotiku walau aku sangat lapar.
Kau kejam.
Ji-yong, ini tak seperti yang kau kira!
Pak Kim. Kau tak apa-apa?
Ya.
Kau mengenaliku? Aku direkturnya.
Bisa tolong
bawa aku ke restoran Tionghoa, Direktur Kwon?
Aku sebenarnya berniat mengajakmu ke sana setelah kau bangun.
Tapi kudengar hari ini tutup.
Kami tinggalkan pesan di depan restoran
agar putramu menghubungi rumah sakit jika dia datang mencarimu.
Jadi, jangan cemas. Kau bisa menunggu di sini.
Baiklah.
Kalau begitu
aku tidur saja sebentar
dan bangun nanti.
Jika dia menelepon,
jangan lupa beri tahu aku.
Baiklah.
Kau harus istirahat.
- Direktur Kwon. - Ya?
Kalau begitu,
bawa aku ke restoran Tionghoa besok,
apa pun yang terjadi.
Berjanjilah.
Baiklah.
Aku berjanji.
Astaga, ini akan berbekas.
Kurasa mataku mengecil.
Aku tampak sangat kejam sekarang. Dahulu aku tampak baik.
Astaga, kurasa tulangku juga patah.
Sedang apa kau?
Kurasa seluruh tubuhku penuh luka.
Rontgen dan beri aku resep dokter.
Kau tak mengenaliku?
Kita bertemu di Yunani.
Kau pria gomtang!
Sedang apa kau di sini?
Kau adik Cha-young?
Astaga.
Aku memang merasa kau mirip
dengan bajingan gomtang itu.
Tapi kepalaku terbentur, jadi, kupikir salah.
Jadi, kau memang pria gomtang itu.
Yang benar saja.
Astaga.
Mari obati kau dahulu.
Luka kakakmu lebih banyak.
Jangan manja.
Kau bisa lebih lembut?
Dia tak boleh keluar, jadi, kubuatkan saja untuknya.
Ini tidak salah.
Jika terjadi sesuatu, aku akan bertanggung jawab.
Kurasa dia takkan menyukainya.
Kurasa Pak Kim
paling suka jajangmyeon yang dimakannya di restoran,
yang dia makan saat menunggu putranya.
Pak Kim, pria jajangmyeon,
akhirnya selesai berpiknik di dunia ini
dan kembali ke asalnya.
JANGAN MENGAMBIL YANG BUKAN MILIKMU JANGAN MINUM LEBIH DARI KEBUTUHAN
RESTORAN TIONGHOA DONGHA
Selamat datang.
Aku kemari untuk mengambil topi Pak Kim.
Pria yang sering datang kemari untuk makan jajangmyeon.
Dia? Aku menunggu seseorang datang mengambil topinya.
Sebentar.
Sudah lama aku tak melihatnya.
Dia pergi ke tempat lain.
Ke mana? Dia bepergian ke tempat bagus?
Ya.
Terima kasih.
Selamat datang.
Kau sudah makan malam?
Tidak,
belum.
Bagaimana kalau makan jajangmyeon?
Bu,
pesan dua piring jajangmyeon.
Bukan, tiga piring.
Baik.
Jika tak diaduk, minya akan lembek.
Terima kasih makanannya.
Bu, bisa pesan sebotol baijiu?
Bersulang.
Bersulang.
Ini enak.
Kau terlihat tampan.
Sudah.
Direktur Kwon.
Jika anak-anakku datang
dan menangis karenaku,
beri tahu mereka aku baik-baik saja.
Beri tahu mereka jajangmyeon-nya lezat sekali
dan aku menikmati menunggu mereka,
serta itu membuatku melupakan
penderitaan yang pernah kurasakan karena mereka.
Beri tahu mereka jangan merasa bersalah
dan kuharap mereka bahagia.
Beri tahu mereka aku sangat paham
dan kuharap mereka hidup
bahagia dan harmonis.
Tolong beri tahu anak-anakku
aku akan mendoakan mereka bahkan setelah aku mati.
Sub by NETFLIX Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
Apa maksudmu, Ji-yong hilang?
Hei, berhenti.
Aku tak akan sembuh. Aku tahu itu.
Bisakah tolong tanyakan padanya
apa dia tahu
ini hari ulang tahun Ji-yong yang terakhir?
IBU, AKU MERINDUKANMU
Aku ke rumah sakit setiap tahun di hari ulang tahunku.
Aku tak pernah pesta sepertimu
semenjak hari itu.
Apa yang terjadi pada Nona Moon?
Dia tertimbun di pusat perbelanjaan yang roboh hari itu.
Mungkinkah
Kang menyukaimu?
Selamat ulang tahun.
Semoga kau tak sakit lagi.
Terutama saat berulang tahun.
Terjemahan subtitle oleh Eries Septiani
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.