Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
Sub by VIU Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
Tidak mungkin.
Beraninya kamu mengincar kakakku.
Apa yang sangat kamu sukai darinya?
Seperti apa dia?
Tidak, Kak Tae Rang.
Tidak.
Jangan wanita itu.
Bukankah seharusnya kamu pulang karena sakit?
Beristirahatlah.
Tunggu sebentar.
Mari tetap seperti ini sebentar saja.
Apa aku membuatmu tidak nyaman?
Ya.
Aku tiba-tiba merasa seperti itu.
Begini,
aku ingin membuatmu lebih tidak nyaman lagi.
Apa?
Kenyataan bahwa kamu terlalu nyaman di dekatku
tampak mengesalkan sekarang.
Apa maksudmu?
Seol Ah,
jantungku berdebar memikirkanmu
dan saat kita bersama.
Kamu mungkin tidak nyaman denganku sekarang
karena hal itu.
Aku
menyukaimu.
Aku tahu.
Aku juga menyukaimu.
Tidak, aku ingin kamu di pelukanku,
Seol Ah.
Bagaimana perasaanmu tentang mantan suamimu?
Kenapa kamu mulai goyah?
Kamu tahu,
aku mengerti kenapa dia bersikap seperti ini,
tapi bagaimana denganmu?
Aku tidak tahu.
Mungkin tindakanku tidak biasa.
Aku sangat membencinya,
tapi aku ingin membantunya saat dia terjatuh
dan aku khawatir saat mendengar dia batuk.
Bahkan aku kesal sendiri.
Sejujurnya, rasanya memuaskan.
Aku akan marah jika dia
tidak menanyaiku setelah sadar.
Aku tidak akan pernah memaafkannya.
Kurasa
aku mengerti maksudmu
dan kenapa kamu merasa seperti ini.
Tapi
bukan itu yang kutanyakan.
Lalu apa?
Apa jantungmu berdebar kencang
di hadapannya?
Apa jantungmu berdebar
saat kamu bersamanya?
Apa kamu
mencintai
dia?
Kenapa semua orang begitu terpaku pada cinta?
Aku sibuk karena berusaha mencari nafkah.
Lagi pula, aku tidak pernah memedulikan cinta.
Apa itu cinta...
Jangan menghindariku dan lihat kemari.
Apa jantungmu berdebar?
Apa kamu merasa
jantungku berdegup kencang?
Jika kamu tidak merasakan apa-apa,
aku akan tetap menjadi temanmu.
Aku akan melakukan itu.
Aku pasti sudah gila. Kenapa jantungku berdebar?
Astaga, ini gila.
Aku sudah gila.
Tidak, apa ini? Ada apa denganku?
Dia hanya memegang tanganku.
Maafkan aku,
tapi aku tidak ingin makin memperumit keadaan.
Bolehkah aku mendekatimu
atau hanya ini yang bisa kulakukan?
Keputusan ada di tanganmu.
Hae Rang, sedang apa kamu di sini sendirian?
Kakak bilang Kakak sakit. Kakak dari mana saja?
Aku khawatir.
Kamu menunggu kakak?
Ya, Kakak baik-baik saja?
Apa demam Kakak sudah turun?
Ya.
Kenapa Kakak bersikap seperti ini dan membuatku kesal?
Kakak baik-baik saja. Ini hanya flu, jadi, jangan membuat keributan.
Belakangan ini, Kakak sering pulang saat fajar.
Ke mana Kakak pergi dan apa yang Kakak lakukan sampai saat itu?
Kenapa kamu tiba-tiba bertanya?
Kakak pergi ke restoran kakak. Ke mana lagi kakak harus pergi?
Aku melihatnya tadi.
Melihat apa?
Aku melihat Kakak bersama seorang wanita.
Benarkah?
Aku melihatnya dari jauh.
Siapa dia?
Begini,
dia adalah
teman kakak.
Teman?
Kakak yakin?
Kalian berdua tidak tampak seperti teman.
Apa hubungan Kakak dengannya?
Dia seseorang yang kakak sukai.
Apa?
Ini hanya cinta yang bertepuk sebelah tangan.
Tidurlah. Kakak akan masuk lebih dahulu.
Kita seharusnya masuk lebih cepat.
Kamu merasa lebih baik sekarang?
Ya.
Apa yang harus kita tonton?
Apa pun yang sesuai dengan waktunya.
Apa saja?
Bagaimana dengan yang itu?
Kelihatannya menyenangkan.
Apa? Kelihatannya apa?
Aku ingin menonton film itu.
Bagaimana jika kita tonton apa yang kita inginkan secara terpisah
dan bertemu lagi nanti?
Kenapa?
Mari kita tonton yang itu saja.
Beli tiket yang sesuai waktu.
Apa pun boleh.
Aku akan kembali karena ingin pergi ke toilet.
Dia akan menikah.
Aku tidak mau orang di tempat kerjanya dan calon suaminya
mengetahui apa pun soal itu.
Putriku
harus terus hidup.
Kue apa itu?
Mau kupotongkan?
Aku bahkan tidak berpikir dia sudah cukup dewasa untuk menikah.
Siapa? Maksud Anda, Jun Hwi?
Maksudku, Jun Gyeom.
Jun Gyeom masih berusia 19 tahun,
tapi Cheong Ah sudah cukup dewasa untuk menikah.
Kenapa? Dia akan menikah?
Astaga, anak nakal itu.
Dia akan menikah dan punya anak.
Dia akan melakukan semua yang dilakukan orang lain.
Sayang sekali bagi mendiang Jun Gyeom.
Dia harus menjalani hidup yang bahagia
demi kebaikan Jun Gyeom.
Apa kamu sudah memilih sesuatu yang sesuai dengan waktunya?
Kenapa?
Apa ini?
Ini bukan milikku.
Milik siapa itu? Itu untuk seseorang yang masih muda.
Ibu ingin memberikannya sebagai hadiah.
Pembantu itu meninggalkan tas yang salah.
Aku baru melepas mantelku karena di dalam agak panas.
Kenapa kamu menatapku seperti itu?
Kamu membuatku malu.
Apa aku tampak begitu berbeda?
Kita seharusnya masuk lebih cepat jika kamu sangat menyukainya.
Kurasa aku pernah melihat
mantel ini sebelumnya.
Mantel ini?
Di mana?
Aku mendapatkannya sebagai hadiah dari seseorang yang berharga bagiku.
Seseorang yang berharga?
Ya, bagiku.
Pak Gu?
Tidak, bukan apa-apa.
Mau masuk? Sudah hampir waktunya.
Tunggu.
Karena kamu membeli tiketnya, aku akan membeli berondong jagung.
Kamu juga mau minum?
- Ya. - Baiklah.
Ibu tidak ingin kamu bertemu dengannya.
Ibu bahkan tidak ingin kamu memikirkannya.
Bagaimana bisa dia begitu tidak perhatian?
Jika tidak melakukan apa pun,
kenapa dia ingin menonton film denganku?
Dia seharusnya menontonnya sendirian.
Kenapa kamu berdiri di sini sendirian?
Ini bukan satu-satunya masa aku sendirian.
Aku juga menonton film itu sendirian.
Apa yang kamu pikirkan?
Jika kamu tidak mau menonton film itu atau menatapku,
kenapa kamu ingin datang ke bioskop bersamaku?
Benarkah karena cuaca dingin?
Karena tidak ada kegiatan lain?
Atau menghabiskan waktu dengan menonton film apa pun?
Jika kita berkencan lain kali,
mari kita menonton film, makan terpisah, dan tetap fokus.
Jangan coba-coba menghentikanku.
Aku akan pulang hari ini.
Jangan pernah berniat meneleponku.
Aku tidak akan menjawabnya hari ini.
Sekadar informasi,
aku bekerja di siang hari besok.
Ini.
Cheong Ah.
- Ibu. - Kamu pulang larut.
Bagaimana kencanmu?
Biasa saja.
Kamu tidak lapar? Makanlah buahnya.
Bagaimana Ibu tahu aku lapar?
Kencan pertama selalu seperti itu.
Kamu terlalu gugup untuk makan apa pun.
Kamu hanya memesan makanan mahal dan menatapnya.
Aku merinding. Aku kaku seolah-olah membeku.
Lihat?
Jadi, apa yang kamu lakukan?
Kami pergi ke Sungai Han dan menikmati pemandangan malam.
Sungai Han saat sedingin ini?
Dia sengaja ingin pergi ke sana, bukan?
Untuk tetap dekat denganmu.
Dia lebih licik dari kelihatannya.
Tidak, dia tidak begitu.
Ada apa dengan Sungai Han? Ada apa dengan cuaca dingin?
Kami pergi menonton film setelahnya.
Kuberi tahu.
Baiklah. Dia tidak licik.
Ibu lihat kamu sudah memihaknya.
Ibu menyiapkan ini dan sengaja menungguku, bukan?
Untuk menanyakan bagaimana kencanku.
Benar. Ibu ingin bertanya.
Ada yang ingin ibu katakan kepadamu.
Karena itu ibu menunggumu.
Sesuatu yang ingin Ibu katakan? Apa itu?
Tadi sore...
Ada apa dengan tadi sore?
Bukan apa-apa. Bukan masalah besar.
Kamu pasti lelah. Tidurlah.
Kamu harus bekerja besok.
- Baiklah. - Apa selimutnya cukup hangat?
Kamu butuh yang lebih tebal?
Tidak apa-apa.
Jaga dirimu baik-baik agar tidak terserang flu.
- Istirahatlah. - Ibu juga.
Astaga, lihat dia.
Dia tidak meneleponku hanya karena aku melarangnya.
Baiklah. Aku juga tidak akan meneleponnya.
"Sertifikat Kematian yang Terhormat"
Sudah hampir selesai. Tunggu.
Apa itu mengganggumu?
Kamu ingin ibu menyingkirkannya?
Aku ingin Ibu menyingkirkannya.
Aku ingin Ibu melepaskan dia.
Jun Gyeom dan gadis itu. Lepaskan mereka.
Sebenarnya, ibu memikirkan itu hari ini.
Mungkin ibu harus merelakannya.
Kurasa ibu mempertahankannya untuk diri ibu sendiri.
Dia sudah dewasa,
tapi ibu masih menganggapnya sebagai teman Jun Gyeom.
Ibu membelikan pakaian untuk seseorang.
Itu untuk dia, bukan?
Saat kutanya untuk siapa, Ibu tampak terkejut.
Benar. Itu untuk dia.
Ibu melarangmu menemuinya,
tapi ibu menemuinya.
Bagi ibu, dia seperti token.
Token hidup
atas pengorbanan adikmu.
Aku pergi ke Stasiun Kudun hari itu
untuk bunuh diri.
Aku berniat bunuh diri
dengan anak laki-laki yang aku temui untuk kali pertama.
Tapi dia mati sendirian.
Saat aku melompat ke sungai untuk menyelamatkannya, dia..
Kenapa Ibu melakukan itu?
Itu terlalu kejam baginya.
Mungkin itu token untuk Ibu,
tapi itu hanya masa lalu yang tidak ingin dia ingat.
Jun Gyeom.
- Ibu tahu? Jun Gyeom... - Ibu tahu.
Ibu bersikap egois.
Ibu akan bilang kepadanya ibu tidak akan menemuinya lagi.
Seperti katamu, ibu akan melepasnya.
Katanya dia mengencani pria baik-baik.
Dan dia tidak ingin pacarnya tahu soal itu.
Ini demi masa depannya.
Jika ingin mengatakan sesuatu, katakan saja.
Bukankah rumah ini terasa sepi?
Itu karena Ibu.
Kamu tidak bertambah muda,
dan ibu juga makin tua.
Ibu ingin punya cucu.
Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi dalam hidup.
Bagaimana kalau kita menerima Nona Mun?
Ibu menyukainya.
Dia sudah cukup lama mencintaimu.
Aku akan mengembalikan Seol Ah.
Aku sudah memberi tahu Hae Rang.
Apa?
Kamu serius?
Kenapa kalian kembali bersama? Kalian mau gagal lagi?
Kami akan mencobanya lagi.
Kali ini,
aku ingin melakukan hal-hal dengan benar.
Kamu tidak bisa melakukannya sendiri.
Tapi aku tidak bisa mengakhiri hal seperti ini.
Aku tidak bisa merelakannya.
Kamu tahu kenapa?
Cinta? Itu bahkan bukan cinta.
Kamu hanya bersikap keras kepala.
Baginya dan dirimu sendiri.
Ini belum pernah terjadi kepadamu.
Bahwa kamu gagal mendapatkan keinginanmu.
Kamu hanya kesal
dia tidak jatuh cinta kepadamu.
Karena itu aku ingin dia.
Aku tidak mau dia mengencani orang lain.
Aku tidak tahan
dia bersama orang lain. Ibu mengerti?
Apa katamu?
Dasar anak nakal.
Dasar bodoh!
Bodoh sekali.
Kenapa dia bodoh sekali?
Astaga, ini membuatku gila.
Halo.
Aku Kim Seol Ah dari FBS.
Banyak orang terserang flu belakangan ini.
Bahasa Korea murni untuk flu adalah "goppul",
yang artinya hidung dan api.
Saat terserang flu, kamu merasakan sensasi panas
di hidungmu seperti terbakar.
Dan kemudian berubah
menjadi kata "goppul".
Ada pepatah menarik tentang flu.
Ada pepatah, pemakaman tetanggaku
tidak separah fluku.
Artinya, seserius apa pun masalah tetanggamu,
kamu selalu mengkhawatirkan masalahmu dahulu.
Aku harus bagaimana?
Aku dikepung dari semua sisi.
Bisakah kamu
setidaknya mengkhawatirkanku?
Itu hal yang sulit dilakukan.
Sebelum mengkhawatirkan orang lain,
pastikan kamu menjaga dirimu agar tidak terkena flu.
Dan semoga harimu menyenangkan.
Hal yang sulit untuk dilakukan?
Tapi aku akan tetap melakukannya.
Aku pasti akan mendapatkanmu apa pun yang terjadi.
Buka garasi.
Apa yang kamu lakukan?
Aku yang seharusnya mengajukanpertanyaan itu.
Kenapa kamu datang ke kantor tanpa menghubungiku?
Tidak sopan sekali.
Kamu yang datang ke tempatku lebih dahulu.
Kenapa kamu bersikap seperti itu kepada kakakku?
Kenapa harus kakakku?
Kenapa kamu diam saja?
Kurasa setidaknya kamu merasa bersalah.
Kamu menyukai kakakku? Apa kamu sedang jatuh cinta?
Bukan begitu.
Tidak mungkin kamu jatuh cinta.
Ini tentangku.
Kamu hanya mencoba membalasku.
Apa? Untuk membalasmu?
Kedengarannya sepertimu.
Kamu benar. Mungkin aku harus membalasmu seperti itu.
Kamu datang jauh-jauh kemari untuk membentakku seperti ini.
Kamu tidak menyukainya.
Jangan ganggu kakakku.
Berhentilah memanfaatkan orang tidak bersalah.
Kau bisa balas dendam kepadaku.
Bukan itu yang bisa kamu katakan setelah mempermainkan suamiku.
Bagaimana jika aku serius?
Aku bisa menyesali semuanya dengan tulus,
merenungkan diriku dengan tulus,
dan mencintainya sepenuh hati sepertimu.
Kamu bahkan tidak bisa mencintai suamimu,
tapi kamu malah mencintai orang lain?
Tidak mungkin orang seegois dirimu bisa melakukan itu.
Jika kamu bisa,
semua ini tidak akan terjadi kepadamu.
- Apa? - Jangan patahkan hati mereka.
Kakakku
dan Jin U.
Kumohon.
Tunggu.
Siapa yang harus kupilih
untuk menyakitimu lebih parah?
Apa katamu?
Kurasa mereka berdua menyukaiku.
Kurasa itu alasanmu datang ke sini.
Sekarang giliranmu
melewati semuanya.
"Apa kamu frustrasi? Aku bisa gila!"
"Apa kamu frustrasi? Aku bisa gila!"
"Wanita menakutkan mengemudi. Jangan mendekat"
Jin U, sedang apa kamu di sini?
Seseorang membunyikan bel, tapi tidak menjawab,
jadi, aku keluar untuk melihat siapa bedebah itu.
Apa yang kamu lakukan?
Aku datang untuk minta maaf kepada Ayah dan Ibu.
Sebelum aku menyapa Ayah dengan benar,
kurasa aku harus melakukan ini dahulu.
Kamu bukan jenderal era Joseon. Kenapa kamu begitu muram?
Bangun. Tanahnya dingin. Lututmu bisa sakit.
Tidak. Sampai kalian menerima permintaan maafku,
aku tidak akan bergerak.
Tolong sampaikan pesanku kepada Ibu.
Sampai dia memaafkanku,
aku akan bermalam di sini.
Kamu memilih hari yang salah.
Istriku sedang latihan.
Dia akan pulang larut malam.
Bangun sebelum kamu sakit!
Baiklah.
Akan merepotkan bagimu,
tapi kembalilah lain kali untuk meminta maaf.
Baiklah.
Malangnya dirimu.
Jika memberitahuku,
kamu hanya perlu melakukan ini sekali!
Omong-omong,
kamu punya waktu?
Apa?
Masuklah. Cepat.
Baiklah.
- Minumlah. - Terima kasih.
Mobil apa itu di luar?
Ini milik istriku.
Aku membawanya agar dia bisa mengemudi ke kantor,
alih-alih naik mobil seorang pria.
Apa? Mobil seorang pria?
Taksi, maksudku.
Jika kamu sekhawatir itu, kemudikan saja sendiri.
Atau bawa dia pulang bersamamu.
Apa?
Minumlah, Ayah.
- Apa? Ayah? - Ya.
Haruskah, Menantu?
Karena kamu sudah di sini, bagaimana kalau begini?
Mabuk dan bermalamlah.
Pingsan saja di sini.
Bisakah aku melakukan itu?
Daripada berlutut kedinginan semalaman,
bukankah lebih mudah mabuk dan pingsan di sini?
Itu tidak terlalu memalukan.
Entah itu berhasil atau tidak,
tapi mari kita coba.
Ya, Ayah.
Minumlah, Menantu.
Aku ingin memulai kembali denganmu.
Berikan aku
satu kesempatan lagi.
Seol Ah.
Kamu merasakan jantungku berdebar?
Jika kamu tidak merasakan apa pun,
aku akan tetap menjadi temanmu.
Aku akan melakukan itu.
Kamu bahkan tidak bisa mencintai suamimu,
tapi kamu malah mencintai orang lain?
Tidak mungkin orang seegois dirimu bisa melakukan itu.
Apa? Tidak mungkin?
Kenapa dia sangat yakin?
Aku juga bisa. Aku akan melakukannya.
Aku juga akan memberikan cinta kesempatan.
"Aku terhuyung-huyung"
- Aku mabuk berat. - Aku mabuk berat.
"Dalam aroma cintamu"
"Aku sudah benar-benar jatuh"
- Aku terhuyung-huyung. - Aku terhuyung-huyung.
- Aku sudah mengoyak semuanya. - Aku sudah mengoyak semuanya.
- "Hatiku" - Ayah!
Koyak... Hei.
Putri bungsu ayah pulang.
Suasana hati Ayah sedang baik...
Ayah hanya minum satu gelas. Ya?
Siapa kamu?
Hei. Bukankah dia...
Apa? Sapalah.
Dia tamu yang sangat istimewa.
Hai.
Halo.
Jika dia anak bungsu Ayah,
kamu adik iparku.
Adik ipar?
Apa kamu benar-benar suami Kak Seol Ah?
"Suami"? Aku?
Benar. Aku suami Seol Ah.
Mau coba lagi?
Panggil aku lagi, Adik Ipar.
Kakak ipar.
Ayah dengar itu?
Putri Ayah baru saja memanggilku kakak ipar.
Kakak ipar.
Benar, kamu kakak iparnya.
Kamu suami Seol Ah,
jadi, kamu kakak iparnya.
Kamu menyempatkan diri untuk memperkenalkan diri.
Tetap saja, lihat kemampuanmu dan perbaiki keadaan mulai sekarang.
Seol Ah, Cheong Ah, dan Yeon Ah. Tolong jaga mereka.
Ya, Ayah.
- Ayah, duduklah. - Di mana?
- Duduklah. - Di sini?
Duduk tegak.
Aku akan memperlakukan Ayah dengan baik.
Ya, aku sangat menyukaimu.
Tunggu, Adik Ipar.
Kuharap kita bisa akur mulai sekarang.
- Duduklah. Ayo minum lagi. - Baiklah.
Pingsanlah malam ini!
Ibu, aku punya berita gila. Kakak iparku datang.
Siapa di sana?
Suami Kak Seol Ah.
Apa? Beraninya dia datang.
Usir dia.
Suruh dia pulang.
Katakan kepadanya dia akan mati jika masih di sana saat ibu tiba.
Astaga.
Ibu.
Di mana Seol Ah?
Belum pulang. Dia tidak menjawab teleponnya.
Kirimi dia pesan. Tidak, jangan kirim pesan.
Mari singkirkan dia sebelum kakakmu pulang.
Dia tidak mau bangun.
Mereka berdua banyak minum.
Mereka minum soju seperti air.
Ambil air.
Ibu haus? Aku akan mengambilkan air dingin.
Bukan untuk diminum. Isilah baskom.
- Apa? - Ambil sekarang.
Baiklah.
Ibu. Ini dia.
Bangun.
Beraninya kamu tidak tahu malu.
Keluar dari rumahku sekarang juga! Bangun!
Ibu, tolonglah, aku lelah.
Bisa biarkan aku bernapas?
Apa pun yang Ibu katakan,
aku akan membawa Seol Ah pulang.
Seol Ah.
Sayang.
Sayang.
"Episode 42"
Apa...
"Wanita menakutkan mengemudi. Jangan mendekat"
Wanita menakutkan sedang mengemudi?
Bisakah dia tidak terlalu kekanak-kanakan?
Dia berusaha keras untuk hal-hal yang tidak berguna.
Aku tidak akan mengemudikan mobil ini jika dia tinggalkan di luar.
Apa...
Biarkan saja dia tidur. Dia mabuk dengan Ayah.
Apa? Dia minum bersama Ayah?
Pelankan suara Kakak. Ibu pikir dia pulang.
Aku memasukkannya ke kamar Kakak
karena dia terus memanggil Kakak.
Aku akan tidur sekarang.
Benar...
Sial.
Apa kamu berdebar saat melihatnya?
Atau kamu merasa bersemangat?
Tangan. Bergandengan dahulu.
Lihat apakah jantungmu berdebar atau tidak.
Aku tidak dapat apa-apa. Kenapa jantungku tidak berdebar?
Apa-apaan ini?
Apa yang kamu lakukan? Apa kamu gila?
Keluar sekarang juga.
Sayang.
Kenapa jantungku berdebar lagi?
Jantungku berdebar saat kamu kesal kepadaku
dan bahkan saat kamu menendangku.
Aku berdebar-debar saat kita berdebat juga.
Bersamamu di ruangan yang sama
membuat jantungku berdebar
seperti saat kali pertama kita bertemu.
Apa?
- Seol Ah. - Tidak, tetap di sana.
Kuharap aku merasakan hal yang sama,
tapi tidak.
Aku tidak merasa berdebar saat bersamamu.
Maafkan aku.
Apa?
Di mana Ayah?
Jika punya rasa malu, dia akan tetap di kamarnya.
Bagaimana bisa dia minum dengan Jin U?
Kenapa membuat kekacauan ini dengan mengundangnya masuk?
Jangan terlalu marah kepada Ayah.
Sulit menolak orang yang keras kepala.
Kenapa dia datang ke sini? Beraninya dia.
Ini tidak tahu malu di tingkat yang berbeda.
Kamu terlalu lembut kepadanya
dan itu sebabnya dia terus datang.
Sebelum kamu menyalahkannya, lakukan yang benar dahulu.
Pasti, Bu.
Yeon Ah, kenapa kamu tidak turun untuk sarapan?
Sarapan?
Dia harus tidak tahu malu untuk menunjukkan dirinya.
Berani sekali dia membiarkannya naik.
Sebodoh apa dia?
Itukah alasan Ibu membuat kari?
Ibu tahu Ayah akan merasa kering tanpa sup.
Karinya pun mewah baginya. Jangan membawakannya air.
Kepalaku pusing.
Astaga.
Sayang, ambilkan air!
Sial, tekonya kosong.
Apa dia baik-baik saja?
Dia pasti juga mengalami pengar parah.
Jangan masuk!
Astaga, bau alkohol.
Kamu pasti sangat bangga.
Kamu minum dengan siapa semalaman?
Lihat? Hanya kamu yang punya perasaan.
Seol Ah tidak bergeming, bukan?
Apa ibu bilang?
Ibu bilang kamulah yang akan terluka.
Ibu, kumohon. Biarkan saja aku!
Astaga. Kenapa kamu tiba-tiba berteriak?
Kamu diperlakukan seperti orang bodoh
dan sekarang kamu melampiaskan kekesalanmu kepada ibu?
Ya, aku bodoh,
dan aku akan terus begitu. Jadi, biarkan aku.
Mengerti?
Ibu membuatnya menjadi urusan ibu karena memang seperti itu.
Ada alasan kenapa ibu membuatnya menceraikanmu.
Menurutmu kenapa wanita mata duitan itu tidak menerima alimentasi?
Apa maksud Ibu?
Mantan istrimu berselingkuh.
Saat kamu koma, dia bertemu dengan pria itu,
menikmati makanan, pergi memancing,
dan menghabiskan waktu bersama.
Ibu tidak mengatakan apa pun
agar kamu tidak sakit hati,
tapi darah ibu mendidih saat itu.
Anggap saja mereka tidak serius seperti yang dia katakan.
Tetap saja, bagaimana bisa dia makan dengannya
saat kamu memperjuangkan hidupmu?
Betapa kejamnya itu?
Hentikan, Bu. Aku lebih buruk.
Kamu mengatakan itu hanya karena kamu tidak melihatnya.
Jika melihatnya, kamu akan lebih marah daripada ibu.
Kamu tidak akan pernah memaafkannya.
Mau lihat sendiri?
Kamu akan menyerah dengannya jika ibu tunjukkan?
Manajer Senior Gu Jun Hwi.
Kenapa?
Nama keluarganya bukan Hong atau Do.
Dia tidak punya koneksi atau dukungan.
Jadi, kenapa dia duduk di tempatku?
Benar-benar misterius, bukan?
Aku ingin tahu identitasnya.
Berapa usianya?
Aku tidak tahu.
Lebih muda dari kami.
Ini seperti orang baru yang mengusir
orang tua.
Orang tua...
- Maksudmu, aku? - Apa?
Dia bukan hanya mengusir Anda.
Anda benar-benar membuat kesal
pemula tidak berkelas yang belajar di Inggris ini.
Apa? Kenapa begitu?
Karena Anda menyebutnya bedebah tidak berkelas.
- Anda menyusahkannya. - Benar.
- Anda akan mengirimnya ke Spanyol. - Benar.
Kurasa
sebaiknya aku bersiap untuk berganti pekerjaan.
Si berengsek itu
mungkin akan memecatku.
- Pak Na. - Ya?
Bisa kita bicara sebentar?
Baiklah.
Di sini salah.
Apa?
Perhitungannya salah.
Kurasa aku salah memperkirakannya.
- Lakukan lagi. - Maafkan aku.
Aku bisa mendengar kalian, jadi, berhentilah berbisik
dan lakukan pekerjaan kalian.
Anda mendengar...
Anda mendengar kami?
Ya.
Usiaku 34 tahun.
Dan tentang berganti pekerjaan,
kamu tidak perlu melakukannya.
Jika kamu punya waktu untuk itu,
tolong buat proposal anggaran untuk mengadopsi teknisi sains olahraga.
Aku akan melakukan yang terbaik, Pak.
Dan saat kamu membuat proposal...
Kamu merasa tidak nyaman dengan sesuatu?
Aku hanya perlu segera ke toilet.
Pergilah. Itu tampak amat mendesak.
Terima kasih.
Apa karena stres?
Pak Na, itu sindrom kandung kemih.
Jangan dibiarkan.
Anda harus menemui urolog.
Pak Na?
Kuletakkan kari dan lauk di depan pintu.
Pastikan kamu memakannya.
Seperti katamu,
dia cantik saat kamu melihat dari dekat.
Aku terus berbalik untuk melihat.
Mari berkencan. Kamu dan aku.
Bagaimana perkembangannya?
Apa?
Maksudmu dengan Pak Gu?
Dia lebih sulit ditangani daripada dugaanku
meskipun aku mengungkapkan perasaanku kepadanya dahulu
dan aku mengubah pikirannya saat dia menolak.
Kamu sangat menyukainya?
Kamu pikir aku bodoh?
Ya.
Omong-omong, kenapa tatapanmu seperti itu?
Kamu mengkhawatirkan sesuatu?
Ya.
Astaga.
Ada apa?
Aku bertemu dengan kakak iparmu.
Apa?
Dia minta maaf kepadamu?
Ya, dan dia juga memberiku tawaran.
Tawaran apa?
Dia menyarankanku bekerja di perusahaannya.
Aku tidak mengharapkan itu darinya.
Dia juga meminta maaf dengan tulus.
Ini aneh.
Aku membencinya selama ini,
tapi kemudian kemarahanku menghilang dalam sekejap
saat aku melihat betapa tulusnya dia.
Apa tidak masalah bagiku
bekerja di sana?
Kenapa kamu meminta izinku?
Bekerjalah di sana jika itu yang kamu inginkan.
Karena kakak iparmu...
Maka aku akan bekerja di sana.
Baiklah.
Apa yang Anda lakukan di sini, Wakil Pimpinan?
Bukankah Kakak bekerja hari ini?
Aku menyuruhmu datang setelah bekerja,
tapi kamu lama sekali.
Aku tidak bisa minum dengan Kakak hari ini.
Apa? Kamu juga tidak bisa?
Aku memanggilmu untuk minum.
Aku harus mengemudi.
Menyetir?
Kamu bahkan tidak punya mobil. Kenapa tiba-tiba mengemudi?
Kenapa? Kamu harus menjemput ibumu?
Ada yang harus kulakukan.
Lalu kenapa kamu datang, Berandal?
Kakak bilang ingin mengatakan sesuatu.
Ada yang ingin kukatakan kepada Kakak juga.
Kakak minum banyak?
Ya.
Aku sudah minum sejak kemarin.
Aku minum karena bahagia kemarin.
Dan hari ini, aku minum karena merasa getir.
Apa karena Kak Seol Ah?
Ya.
Aku mengunjungi rumahnya kemarin.
Aku menemui ayah mertuaku untuk kali pertama dalam 10 tahun
dan minum dengannya.
Aku juga menemui adik ipar bungsuku untuk kali pertama.
Seharusnya aku menghubungi mereka lebih awal.
Kenapa aku berusaha keras untuk menyembunyikan
sesuatu yang tidak bisa disembunyikan selamanya?
Sudah kuduga, Kak Jin U.
Apa?
Benarkah?
Aku pergi untuk menandatangani kontrak dengan Yeon Ah
dan melihat foto Kak Seol Ah.
Kakak meneleponku karena Yeon Ah, bukan?
Benar.
Aku tahu kenapa Kakak dan Bibi ingin menyembunyikannya.
Maafkan aku.
Aku tidak bisa memberitahumu.
Bahwa Jun Gyeom menyelamatkan
adik Seol Ah.
Aku tidak bisa
memberitahumu dan ibumu
bahwa aku menikahi kakaknya.
Maksudku, itu kenangan yang menyakitkan bagi kalian berdua.
Setiap kali melihat Seol Ah,
kamu akan teringat Jun Gyeom.
Jadi, aku berbohong kepadamu selama ini.
Tapi
kudengar kalian berdua bertemu karena kecelakaanku,
jadi, aku terkejut, sejujurnya.
Jantungku berhenti
karena takut kamu tahu.
Kukira aku harus jujur sekarang.
Jangan beri tahu dia
bahwa aku kakak Jun Gyeom.
Biar kuberi tahu sendiri.
Kerja bagus.
Kita menyelamatkan anak itu.
Kita bisa kehilangan dia jika terlambat sedetik saja.
Aku tahu.
Kita tidak bisa menyelamatkannya jika dia jatuh,
tapi kamu memegang tangannya
sampai akhir.
Aku tidak mengerti kenapa orang mengorbankan hidup berharga mereka.
Ada kasus seperti ini setidaknya sekali sehari.
Jangan murung.
Ini pekerjaan.
Mari kita pikirkan dengan cara lain.
Kita bisa menyelamatkan satu nyawa sehari.
Kamu menyelamatkan satu hari ini.
Mengerti?
Mau kubuatkan kopi?
Aku akan melakukannya.
Kamu pasti memakai semua kekuatanmu. Tetaplah duduk.
Kamu tampak sangat lelah.
- Lakukan untuk kami. - Akan kubuatkan yang lezat.
Pak.
Kalau begitu, buat punyaku kuat dengan dua bungkus kopi instan.
Baiklah, aku akan membuatnya kuat
dan lezat.
Haruskah aku naik taksi saja?
Tidak.
Aku bahkan tidak menghasilkan banyak uang.
Astaga, dingin sekali.
Kenapa kamu ada di hadapanku?
Aku tidak bisa melewatinya begitu saja.
Sial.
Permisi. Anda tidak boleh parkir di sini.
Tolong pindahkan mobil Anda.
Tolong buka jendelanya, Pak.
Aku tahu Anda di dalam.
Astaga.
Masuklah.
Sedang apa kamu di sini?
Kenapa kamu bertanya?
Kamu datang untuk menjemputku?
Masuk saja tanpa mengatakan apa pun.
Tapi aku tidak bisa masuk ke mobil ini sekarang.
Apa?
Mobilmu diparkir secara ilegal.
Kamu tidak boleh memarkir mobilmu
dalam radius 5 meter dari fasilitas kebakaran.
Setelah melihatnya, aku harus melaporkannya.
Kantor distrik akan memberimu denda secara otomatis.
Dendanya 80 dolar.
Apa ini mobilmu?
Ya.
Kamu tiba-tiba membelinya?
Ya. Karena terlalu dingin.
Apa?
Karena terlalu dingin?
Ya.
Apakah
karena aku?
Ya.
Kini kita punya tempat sendiri.
Kita tidak perlu menggigil kedinginan lagi.
Benar.
Tunggu.
Berapa lama kamu harus membayar cicilan?
Bagaimana kamu bisa membeli mobil jika tidak menghasilkan banyak uang?
Kamu tidak perlu melakukan ini untukku.
Pegawai bergaji seperti kita harus hemat memakai uang kita.
Aku tidak bisa mengantarmu ke kantor,
tapi aku akan mengantarmu pulang seperti ini
saat aku punya waktu.
Kamu sangat tidak terduga. Kamu tahu itu?
Itu tidak benar.
Aku melakukan ini hanya untuk satu orang.
Kamu terlalu lembut kepadanya
dan itu sebabnya dia terus datang.
Sebelum kamu menyalahkannya, lakukan yang benar dahulu.
Halo?
Ya. Kenapa?
Apa? Mobil?
Simpan saja. Itu mobilmu. Apa sulitnya?
Kenapa kamu kejam sekali? Aku suamimu.
Aku masih merasa terganggu.
Meskipun kamu tidak peduli, aku masih peduli kepadamu.
Kamu mabuk lagi?
Kamu tahu betul.
Tapi kenapa kamu tidak tahu hal yang perlu kamu ketahui?
Aku merasa
sangat menderita karenamu.
Aku tahu kamu butuh waktu.
Aku ingin putus denganmu dengan baik-baik.
Aku akan segera membawa mobil ke tempat parkir perusahaan.
Aku suka keadaan seperti sekarang.
Aku tidak ingin kembali seperti dahulu.
Aku tidak butuh mobilmu. Aku ingin berjalan sendiri.
Kututup teleponnya.
Jangan ditutup. Jangan coba-coba pakai caramu sendiri.
Apakah
karena si berengsek itu?
Itukah alasanmu berubah?
Begitukah?
Jawab aku, Kim Seol Ah.
Kak Tae Rang, ini pukul 23.00.
Kenapa kamu membuat kimchi di tengah malam?
Jika mulai sekarang, Kakak harus bekerja semalaman.
Ini restoran. Kakak harus membuatnya saat tutup.
Kakak tidak bisa melakukannya saat pelanggan makan.
Kakak akan membuat semuanya sendiri?
Aku selalu melakukannya sendiri.
Berhentilah mengobrol
dan pulang sebelum kereta bawah tanah terakhir.
Kakak melakukan ini sendirian sejauh ini?
Astaga. Ayah dan Kak Hae Rang sangat kejam.
Mereka tampak menikmatinya.
Kakak tahu aku tidak makan kimchi.
Kak Tae Rang.
Wanita yang Ayah ingin Kakak temui. Kakak tidak akan menemuinya?
Kudengar dia dokter gigi di lingkungan kita.
Dia tinggal di lingkungan yang sama, jadi, bisa menemuinya kapan saja.
Bukankah itu bagus?
Kakak bisa minum kopi
dan berolahraga dengannya kapan pun Kakak mau.
Kurasa itu bagus.
Kakak harus menemuinya.
Tolong berikan ini kepada Wakil Pimpinan besok.
Mobil diparkir di A-3 di lantai basemen pertama.
Baik, Bu.
Kamu tidak perlu memanggilku seperti itu lagi.
Apa?
Baiklah.
Siapa dia?
Bisa biarkan anak ini naik taksi itu?
Dia sedang terburu-buru.
Kamu masih di sini.
Ya.
Apa dia adikmu?
Halo. Kita pernah bertemu di rumah sakit.
Aku tahu.
Jadi, ada apa di antara kalian?
Hei, apa maksudmu?
Pulanglah. Kamu harus sekolah besok.
- Kenapa? - Pergilah.
"Kosong"
Aku diterima awal di universitas jadi, tidak perlu bersekolah.
Pergi saja.
- Yang benar saja. - Hei.
Baik. Pergilah.
Maaf membuatmu menunggu. Tolong antar pulang dengan selamat.
Sampai jumpa lagi.
Aku hampir merasa kesal.
Kamu datang dan tidak menghubungiku.
Aku tidak tahu kamu di sini.
Kamu yakin tidak menghindariku?
Maukah kamu membantuku?
Aku butuh bantuan, bukan kamu.
Aku membuat kimchi di restoran.
Kamu korbanku.
Ayo.
Ayolah, udaranya dingin.
Pernahkah kamu
membuat kimchi sebelumnya?
Tidak. Aku hanya memakannya seumur hidupku.
Kalau begitu, lihat yang kulakukan dan tiru.
Aku akan mengajarimu cara membuat kimchi.
Ini tidak begitu sulit.
Mulai sekarang, cobalah membuatnya sendiri.
Jangan memikirkan hal lain.
Isi di antara setiap daun.
Jangan mengambil jalan pintas.
Kimchi restoranku untuk tahun depan
bergantung kepadamu sekarang.
Baiklah.
Seperti ini.
Baluri setiap daun kubis dengan hati-hati.
Kenapa kamu tidak bergerak? Aku yang mengerjakan semuanya.
Kamu
membuatku berdebar-debar.
Hanya dengan melakukan ini.
Apa katamu?
Aku
merasakan hal yang sama denganmu.
Menurutmu apa yang salah denganku?
Sub by VIU Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
"Beautiful Love, Wonderful Life"
Ibu! Ayah! Keluar!
- Ada apa? - Ayah! Pria itu!
Hei, kamu!
Berhenti memukulnya! Dia pacarku.
Pacarmu?
- Benarkah? - Kami baru mulai berkencan.
Apa yang kamu pikirkan? Jika ibumu tahu...
Beri aku waktu.
Aku akan mengakhirinya sebelum dia tahu.
Kurasa dia memanfaatkan kakakku
untuk membalas Jin U dan aku.
Kalian tidak sedarah, bukan?
Bagus. Gunakan kakakmu.
- Apa? - Kakakmu atau Jin U?
Terserah kepadamu.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.