Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
NAMA ORANG, PERISTIWA, DAN LATAR BELAKANG DALAM DRAMA INI HANYALAH FIKSI
EPISODE 8
Ini hadiah yang kuterima.
Bos. Apa-apaan ini?
Sudah kuduga. Gerakannya memang tak bisa diprediksi.
Hei, Berandal. Singkirkan tangan itu sekarang juga!
Jangan bergerak!
-Lukai aku. -Ayah.
Jika balas dendammu berakhir seperti ini, kau tidak akan menunggu lima tahun.
Lakukanlah.
Jika kau bisa.
Kau benar.
Aku menunggu bertahun-tahun untuk membalas dendam.
Akan sia-sia mengakhirinya seperti ini.
Tapi balas dendam itu
sia-sia saat berakhir.
Aku hanya mengembalikan
yang kudapat.
Dasar psikopat!
Kau pikir kau akan hidup setelah ini?
Jika tampak tidak adil, hubungi polisi.
Kalau begitu, jelaskan dahulu bagaimana pisau ini bisa ada padaku.
Ayah. Ayah baik-baik saja?
Ayah baik-baik saja. Jangan membuat keributan.
Baiklah. Kau harus diobati dahulu.
Aku senang kita di rumah sakit.
Benar, bukan?
DIBEBASKAN
PENGIRIM: DEPARTEMEN KRIMINAL SATU BAEK KANGHO
TERTUDUH: GONG GUKKWANG DAN TIGA LAINNYA
DIBEBASKAN
Mereka diinterogasi di bawah penahanan,
tapi dibebaskan.
DIBEBASKAN
TERDAKWA DAN DETAIL KASUS
Haruskah kita lanjutkan menandatangani kontraknya?
Atau kau akan menuntut pengacaraku
dan menundanya?
Mari kita lakukan sekarang.
Kita tidak bisa membatalkan proyek kita hanya karena ada anjing menggigitku.
Kita berdua sudah membaca kontraknya, jadi, mari kita lakukan dengan cepat.
Ada klausul yang ingin kau revisi?
Sebenarnya, ada. Itu...
PELANGGARAN KONTRAK
Di sini.
"Jika salah satu pihak tidak menepati kontrak,
pihak tersebut harus membayar 100 juta dolar AS kepada pihak lainnya."
Aku tidak suka klausul ini.
Kenapa? Kau takut menandatangani ini?
Jika tetap mengikuti kontrak, kau tidak perlu memikirkannya.
Tidak, aku suka tulisannya. Aku tidak suka jumlahnya.
Bagaimana kita bisa saling percaya hanya dengan uang saku
100 juta dolar?
Apa? "Uang saku?"
Terima kasih.
KONTEN
Satu miliar dolar.
Bagaimana dengan satu miliar dolar?
Harus sebesar ini agar kita percaya bahwa kontraknya akan dilaksanakan.
Bukankah begitu?
Pimpinan Gu, tunggu sebentar.
Satu miliar dolar lebih dari satu triliun won.
Kita tidak perlu mengambil risiko sebesar itu...
Kita butuh jaminan kuat.
Kau mencoba membatalkan kontrak terakhir, jadi, di sinilah kita sekarang,
sekali lagi.
GU JINGI
Baiklah. Mungkin kita harus merayakan penandatanganan kontrak kita,
tapi...
mungkin kita tidak bisa melakukannya hari ini.
Aku akan mengadakan perayaan nanti.
Kau mau bermain rumah sakit?
Dahulu kau disebut ahli bedah jantung terbaik di Korea,
tapi kau membuka klinik lokal kecil?
Kau membuatku malu.
Apa maksudmu?
Aku tahu rencanamu.
Kau akan mencoba membuka mulut Hyukchul
dengan mengoperasi Junhwan.
Tapi itu mustahil.
Aku tidak akan membiarkan itu terjadi.
Aku yakin kau merasa lebih baik setelah melakukan ini.
Kita harus memperbaiki keadaan sekarang.
Bedah Torakoplastik kami membutuhkan bakat sepertimu.
Mulailah sebagai Kepala Bedah Torakoplastik. Dalam satu dekade,
aku akan menjadikanmu direktur rumah sakit.
Ayah.
Jika itu karena ibumu,
maaf karena aku
juga tidak menginginkan ini.
Itu kecelakaan yang disayangkan.
Pikirkan baik-baik.
Ini kali terakhir aku mengulurkan tanganku kepadamu.
Aku senang
tidak perlu menerima tawaran menjijikkan ini lagi.
"Menjijikkan?"
Bagaimana kau bisa mengatakan itu kepadaku sekarang?
Kau membiarkan temanmu mati untuk membalas dendam kepadaku,
dan kau membuat kesepakatan denganku, musuhmu,
dengan memanfaatkan nyawa pasien.
Ini klise, tapi ada pepatah untuk momen ini.
Kau mencoba menangkap monster,
tapi akhirnya kau menjadi monster.
Monster.
Kurasa begitu.
Orang-orang makin tertarik dengan Banseok University Medical Center.
Namun, kecurigaan telah muncul bahwa kasus pembunuhan Dokter Park
ternyata dilakukan oleh pembunuh bayaran.
-Reporter Ban Soohee? -Ya.
Ada kecurigaan penghasutan pembunuhan oleh Kandidat Gu Jingi.
Sidang pencalonannya tinggal dua pekan lagi, jadi,
skandal ini bisa menyebabkan dampak besar.
Apa kejaksaan punya rencana penyelidikan?
Jaksa Geum Seokyeong dari Departemen Kejahatan Medis
berencana memanggil Gu Jingi
di persidangan pembunuh sebenarnya, Pak Nam.
Di sisi lain, Han Yi Han, pengacara Pak Nam,
juga pengacara Dokter Park, dokter yang tewas itu.
-Semua mata tertuju padanya cari tahu... -Dasar gila.
-bagaimana dia akan bertahan... -Berani kau libatkannya dalam skandal ini.
Kau masih tidak tahu apa-apa. Itu hampir menyedihkan.
-Apa katamu, Berandal? -Hyunseong!
Jangan ikut campur.
Sial.
Han Yihan.
Ini tidak akan mengubah apa pun.
Kau terlibat dalam hal yang sangat tidak masuk akal.
Kau seperti menggali kuburanmu sendiri.
"Jika ingin membalas dendam, kau harus menggali dua makam."
Satu untuk musuhku, satu untukku.
Tempatmu tepat di sampingku, jadi, nantikanlah.
Aku tidak mengira kau akan melakukan pertunjukan sebesar itu.
Pisau di lehernya?
Kau menyuruhku berbuat sesukaku.
Jangan salah paham. Maksudku kau melampaui harapanku.
Sampai aku tidak menyesali setiap sen yang kubayarkan kepadamu.
REKAMAN DAN TRANSKRIPSI
Terima kasih banyak.
Lain kali aku akan mentraktirmu makan. Mau pesan apa?
Kirimkan saja kupon ponsel. Es Americano sudah cukup.
Kalau begitu, akan kukirimkan sepuluh. Sepuluh kupon.
Ayolah.
Halo, Wakil Kepala Kook.
Jaksa Geum, kenapa kau kemari?
Begini...
Wakil Kepala Kook, kenapa kau di sini?
Aku bekerja di Kantor Kejaksaan Distrik Timur sampai belakangan, tapi aku kembali.
-Begitu rupanya. -Kau tahu, semuanya baik-baik saja
saat aku bekerja denganmu dan Kangho.
Kalian berdua berbakat,
jadi, departemen kita memiliki penampilan terbaik.
Ya, benar. Benar.
-Apa Kangho baik-baik saja? -Ya.
Anak nakal itu tidak pernah menelepon.
Bagaimana jika kita makan bersama lain kali?
Tentu. Sampai jumpa.
Dari semua orang...
Hati-hati. Harganya mahal sekali.
Ini sangat sensitif dan halus.
Lembut. Tolong pindahkan dengan lembut.
Ambang pintu! Hati-hati.
Hati-hati.
Perlahan. Ke kanan.
Ya.
Hati-hati. Hati-hati.
Hei, ini mimpi atau apa?
Ini jarang terlihat bahkan di rumah sakit umum,
tapi kami punya segalanya di klinik lokal.
Bisakah kau mencubitku?
Sakit.
Astaga.
Bagaimana? Kau suka biaya pengacaramu?
Terima kasih. Ini lebih dari dugaanku.
Tidak ada tekanan.
Aku selalu menyiapkan lebih dari yang diharapkan.
Aku sudah berniat membayarmu
satu miliar won atau bahkan sepuluh miliar won.
Kau juga di sini. Jaksa Geum.
Jadi? Bagaimana rumah sakit baru Dokter Han?
Kelihatannya bagus.
Apa kau menandatangani kontrak barumu?
Tentu saja. Aku bersenang-senang berkat dia.
Syukurlah.
Aku akan pergi sekarang. Kalian berdua harus mengobrol.
Aku yakin ini hari yang berarti bagi kalian berdua.
Terima kasih. Aku akan menghubungimu.
Selamat.
Kau menjadi dokter lagi.
Terima kasih.
Baiklah, bagaimana jika kita mengadakan pesta?
Kita harus minum dan makan daging di hari indah seperti ini.
Seokyeong, ayo.
Ayo, Yihan.
Hei.
Soohee, seperti apa tipe idealmu?
Begini.
Muda, kaya, seksi, dan tinggi.
Muda dan... Apa itu?
Aku bercanda.
Aku tidak ingin mengencani siapa pun, jadi, saat ada yang bertanya,
aku bilang suka pria yang muda, kaya, seksi, dan tinggi.
Begitu rupanya.
Berapa lama Yihan dan jaksa itu berkencan dahulu?
Entahlah.
Itu setelah Seokju menjadi pasien jangka panjang, jadi...
Sekitar lima tahun.
Lima tahun.
Lama sekali.
Benar. Dan sudah lima tahun sejak mereka putus,
jadi, ada satu dekade di antara mereka.
Kenapa kau tiba-tiba bertanya?
Tidak apa-apa.
Tampak alami bagi mereka untuk berdiri bersebelahan.
Saat itu,
apa Daewoong meninggalkan Banseok bersamamu?
Ya.
Darom dan Daewoong membantuku bertahun-tahun seolah ini bisnis mereka.
Jika bukan karena mereka, aku tidak akan ada di sini hari ini.
Aku juga harus berterima kasih kepada mereka.
Ayolah.
Sampai semuanya berakhir,
tidak ada yang boleh terluka,
termasuk kau, Seokyeong.
Bagaimana denganmu?
Kau juga tidak boleh terluka.
Dan jangan pernah
melakukan apa pun yang berbahaya lagi.
Jangan terluka di tempat lain
sebelum aku memaafkanmu.
Akan kucoba.
Yihan, kau akan memanggang daging semalaman?
Ayo makan. Biar kulakukan.
Seokyeong, kau harus duduk dan makan.
Dan minum juga.
Tentu.
Dokter Han.
Aku perlu bicara denganmu.
KANTOR HUKUM NEW-HOPE
Aku membatalkan operasi Junhwan.
Kau sudah tahu
tidak ada cara lain untuk menyelamatkan putramu.
Bisakah kau mengusahakannya?
Bagaimana dengan peralatannya? Dan staf?
Jangan khawatir. Aku dilengkapi mesin pirau kardiopulmonari dan ECMO.
Dokter Choi Yosub akan membantuku.
Dia ditunjuk sebagai profesor muda di Banseok University Medical Center.
Itu perintah khusus Pimpinan Gu.
BT CHOI YOSUB
Nomor yang Anda tuju tak dapat dihubungi. Silakan tinggalkan pesan Anda...
Kau mengerti sekarang? Dokter Choi tidak akan membantumu.
Sehebat apa pun kau,
bagaimana kau bisa mengoperasi tanpa bantuan?
Lalu? Kau berencana mencuri
jantung pasien lain lagi?
Seperti yang kau lakukan pada Seokju?
Tidak, aku tidak akan pernah...
Nam Junhwan tidak punya banyak waktu.
Jika dia mengalami strok serius karena aritmia, dia bisa langsung mati.
Tapi jika dia tetap tidak mau dioperasi,
itu artinya kau akan mencuri kesempatan orang lain lagi.
Adikku, Seokju,
seusia dengan putramu.
Jika kau berencana mencuri jantung orang lain lagi,
jika kau menciptakan korban lain seperti Seokju,
akan kupastikan putramu tersiksa seumur hidup.
Aku akan berusaha semampuku untuk mengungkap kebenaran.
Akan kupastikan seluruh dunia tahu bagaimana Nam Junhwan
menjalani transplantasi jantung.
Apa?
Dia bukan hanya putra dari pria yang membunuh dua dokter,
semua orang akan tahu bahwa ibunya adalah perawat
yang membunuh dua pasien untuk mencuri jantung mereka.
Selain itu, dia akan tahu jantung yang ibunya curi berdetak dalam dirinya.
Antara kehidupan ini
dan kematian,
mana yang lebih menyiksa?
Semuanya baik-baik saja
saat kau dan Jaksa Geum bekerja untukku sebagai rekan.
Kau tahu aku mencoba membantu kalian mulai berkencan.
Wakil Kepala Kook, hentikan. Itu sudah lama sekali.
Omong-omong, kenapa Seokyeong ada di sana?
Entahlah. Dia bicara dengan staf Rekaman dan Transkripsi.
Begitu rupanya.
Mari segera bertemu dan makan,
kita bertiga, seperti dahulu.
Tentu. Sampai jumpa.
WAKIL KEPALA KOOK
Mungkinkah dia...
Ambil semua barang Han Yihan.
-Baik, Pak. -Baik, Pak.
LIMA TAHUN LALU
Kau tidak bisa mengambil ini begitu saja.
Ada informasi pasien di sana.
Kami sedang bertugas. Minggir.
-Tapi tetap saja. -Silakan pergi.
Ini menghalangi proses hukum. Maaf.
Ini Baek Kangho. Siapa yang menelepon?
Aku Direktur Gu Jingi dari Banseok University Medical Center.
Mau minum teh di ruanganku?
Ichigo…
Ichie.
Artinya "Sekali dalam hidupmu".
Saat bertemu seseorang sambil minum teh, kau harus memperlakukan tamumu
seolah itu kali pertama dan terakhir.
Itu semangat upacara teh.
Jadi, aku selalu minum teh setiap kali bertemu tamu terhormat untuk kali pertama.
Pertama, beri tahu aku kenapa kau ingin menemuiku.
Kau tidak perlu khawatir.
Aku kemari bukan untuk meminta bantuanmu.
Justru sebaliknya.
Setiap tahun, ribuan gugatan medis dibuka.
Tapi hanya satu dari seribu orang itu yang dihukum pidana.
Hampir mustahil untuk mencabut izin praktik.
Meskipun dicabut,
bisa dipulihkan setelah satu atau dua tahun hanya dengan surat permintaan maaf.
Kenapa kau memberitahuku semua ini?
Kudengar wali pasien yang meninggal adalah
kolega juniormu dari kantor yang sama.
Melihatnya menangisi jasad adiknya
juga membuatku sedih.
Aku sangat mengenal Han Yihan.
Dia tidak akan pernah...
Dia tidak akan pernah mengakui tuduhan itu.
Dia sangat percaya pada kemampuannya
hingga ke titik kesombongan.
Itu sebabnya aku akan membantumu.
Agar dia tidak pernah menjadi dokter bedah lagi.
Baiklah. Jadi, apa yang bisa kulakukan?
Aku hanya membuatnya membayar atas perbuatannya.
Kau baik-baik saja?
Aku ingin membunuhnya.
Meski dia mencuri masa depan Seokju,
karena aku jaksa,
aku berusaha bersikap objektif dan menanganinya secara rasional sesuai hukum.
Tapi aku tidak bisa menahannya.
Bagaimana dia bisa berpikir melakukan itu lagi untuk menyelamatkan anaknya?
Aku mengerti.
Saat melihat Gu Jingi,
aku juga tidak bisa menahan diri.
Aku terus...
Aku terus memikirkan hal-hal buruk.
Cho Junghyun pantas mati, tapi putranya tidak bersalah.
Tapi aku terus ingin membalas dendam.
Aku tahu seharusnya tidak seperti ini,
tapi sangat sulit untuk menahannya.
Kenapa...
Kenapa Seokju?
Kenapa adikku harus mengalami takdir seburuk itu?
Ini sangat tidak tertahankan.
-Pukulan yang bagus! -Pukulan yang bagus!
Pukulan bagus ke tengah fairway.
Sudah lama, tapi itu membuatnya sepadan untuk datang.
Aku harus memukulnya sejauh punyamu
untuk mengimbangimu, Pak.
Aku tidak yakin.
Aku yakin bukan hanya aku yang kau imbangi.
Jika mencoba memegang dua berlian di satu tangan,
kau hanya akan membuatnya penyok.
Pilih satu saja.
Entah aku atau Anggota Majelis Yoon Misun.
-Pukulan yang bagus! -Pukulan yang bagus!
Bagaimana bola kalian bisa bersebelahan?
Astaga, Pak. Kau sangat kompetitif.
Kau harus mengejutkanku dengan lelucon itu tepat sebelum pukulanku.
Sejak awal, hanya ada satu berlian
di hatiku.
Nak, kenapa kau tidak menunjukkan
pukulanmu untuk Yuna?
Ya, Ayah.
Pukul lebih jauh.
Lebih jauh dari ayahmu.
Baik, aku mengerti.
-Bagus. -Pukulan yang bagus.
Kau mengenai titik yang tepat.
Jaksa, sebutkan tuduhannya.
Baik, Yang Mulia.
Pada tanggal 14 Februari 2022, di Lembaga Pemasyarakatan Seoul Utara,
terdakwa membunuh Park Kitae dengan menusuk lehernya beberapa kali
dengan sikat gigi patah,
menyebabkan korban tewas di tempat karena pendarahan hebat.
Karena itu, kami menuntut terdakwa dengan pembunuhan berdasarkan Pasal 250-1
KUHP.
Pembela, sebutkan kasus Anda.
Terdakwa mengaku bersalah atas pembunuhan.
Namun, pembela berargumen bahwa tanggung jawab harus dihilangkan atau dikurangi
karena itu pembunuhan tidak disengaja karena disabilitas fisik dan mentalnya.
Jaksa, mintalah bukti.
Bukti nomor empat, foto TKP.
Nomor lima, laporan investigasi polisi.
Nomor 16, kesaksian Gu Jingi. Kami meminta ini sebagai bukti.
Pembela, katakan pendapat Anda tentang bukti.
Kami tak setuju dengan bukti jaksa
nomor lima dan 16.
Jaksa, minta saksi.
Kami meminta Direktur Gu Jingi, yang bersaksi atas bukti nomor 16,
sebagai saksi.
Pembela, apa Anda punya permintaan untuk bukti?
Kami akan membuat permintaan seperlunya selama persidangan.
Maka sidang berikutnya akan diadakan
pukul 10.00 empat hari lagi.
Kau meminta Pimpinan Gu Jingi menjadi saksi untuk sidang Nam Hyukchul?
Dia tidak akan muncul.
Jika tidak ada yang dia sembunyikan, dia tidak punya alasan untuk menolak.
Jika dia tidak merespons, itu hanya akan menambah kecurigaan mendalangi pembunuhan.
Geum Seokyeong! Kenapa kau bertindak gegabah?
Kau ingin mengakhiri kariermu? Kau tidak memikirkan konsekuensinya?
Kau bersekongkol dengannya
untuk menyudutkan Pimpinan Gu?
Untuk apa aku melakukan hal seperti itu?
Itu berdasarkan penilaianku sebagai jaksa.
Lagi pula, tidak masalah jika dia tidak muncul.
Entah dia datang atau tidak, kebenaran akan terungkap.
Aku ditelepon Wakil Kepala Kook.
Dia melihatmu di Kantor Kejaksaan Distrik Selatan kemarin.
Kenapa kau di sana?
Untuk memeriksa catatan penyelidikan.
Tentang apa?
Anggota Majelis Yoon Misun menerima dana politik ilegal.
Kau ingat, bukan? Investigasi ditutup secara internal lima tahun lalu.
Dia kandidat utama untuk pemilihan presiden berikutnya,
jadi, kasus itu terlintas di benakku.
-Itu saja? -Tentu saja.
Kenapa lagi?
Lupakan saja. Kau boleh pergi.
Kau ingin memperpanjang jangka waktu uji klinis obat baru?
Ya. Ini akan menjadi pengobatan Alzheimer pertama di dunia.
Kita harus berhati-hati.
Sudah cukup.
Lanjutkan ke langkah berikutnya.
Ayah, tapi aku yang bertanggung jawab.
Keputusan ada di tanganku...
Kau tidak berpikir kemampuanmu saja
memberimu posisi itu, bukan?
Kau harus membalas budi. Begitulah dunia.
Jadi, lakukan saja perintahku.
Maaf kita tidak bisa makan malam bersama.
Aku ada rapat lain sekarang.
Aku tidak boleh menyita waktumu yang berharga, Pak.
-Aku akan segera memikirkan acara lain. -Baiklah.
Sampai jumpa lebih sering di Banseok ke depannya.
Baik, Pak.
-Tolong menepi. -Baik, Bu.
Kau boleh pulang sekarang. Aku ingin berjalan-jalan.
Baik, Bu.
Terima kasih sudah datang meski pemberitahuannya mendadak.
Tidak, aku yang harus berterima kasih.
Kau ingin bertemu denganku lagi.
Boleh aku mengemudi?
Aku ingin mengebut tanpa berpikir sampai kepalaku kosong.
Tentu saja.
Tapi jika kau ingin mengosongkan kepala, aku merekomendasikan hal lain.
Aku akan membiarkanmu mengemudi cepat.
Tidak ada pikiran lain yang akan kau pikirkan.
Atasan yang gila dan jahat.
Kenapa kau memanggil bawahan ke lintasan balap untuk kencanmu?
Aku akan melaporkanmu ke Kementerian Tenaga Kerja dan Buruh
dan membuatmu bangkrut. Dor!
Tentu. Kau bisa bicara dengan pengacaraku.
Bagaimana lintasannya?
Sempurna. Bannya menempel ke aspal.
Selamat menikmati.
Aku menghangatkannya dengan baik.
Kerja bagus. Aku pasti akan membalas jasamu.
Aku akan mengingatnya.
Aku akan ke atas. Panggil aku jika membutuhkanku.
-Kau tampak cantik. -Terima kasih.
Haruskah kita mengemudi?
Beri respons setengah ketukan lebih cepat.
Ini berbeda dari jalan biasa.
Sekarang bagian lurusnya.
Lebih dalam. Injak gasnya.
Lagi. Lebih dalam.
Lagi! Injak gasnya!
Kosongkan pikiranmu sampai tidak bisa memikirkan apa pun.
Lagi.
Injak remnya.
Injak remnya!
Sial.
Dasar orang gila!
Orang macam apa yang mencintai dengan begitu berbahaya?
Kau juga berpikir
aku menjadi direktur karena ayahku?
Siapa pun yang mengenalmu sedikit saja tak akan bicara omong kosong seperti itu.
Aku dilamar
oleh Hyunseong.
Kau menerimanya?
Kubilang aku belum bisa menerimanya.
Kubilang aku akan setuju jika dia melampaui ayahnya,
Pimpinan Gu Jingi.
Melampaui ayahnya?
Bukankah itu keinginanmu?
Jika kau tidak mengatakan itu,
pemikiran melampaui ayahnya tidak akan pernah terlintas di benaknya.
Hidupnya memiliki akhir yang pasti.
Mewarisi Yayasan Banseok dan rumah sakit.
Tidak lebih.
Maksudmu aku berbeda?
Kau sama sepertiku.
Kau tidak punya rasa takut. Kau tidak menetapkan batasan.
Karena kau merasakan itu,
kau tertarik kepadaku.
Jangan menikahi Gu Hyunseong.
Kenapa tidak?
Apa kau mencintaiku?
Ya, aku mencintaimu.
Sangat.
Tapi aku tidak akan melamarmu seperti Gu Hyunseong.
Alih-alih menjadi kekasih seseorang
atau istri,
kau harus menjadi Lim Yuna.
Saat itulah kau bersinar paling terang.
Benar. Itu yang kuinginkan.
Aku ingin mengemudi sekali lagi. Aku ingin mengemudi lebih cepat.
Apa... Apa yang terjadi?
Kita harus menstabilkan detak jantungnya.
Aku akan menyuntikkan obatnya.
Dia harus dioperasi.
Jika dia tidak menjalani transplantasi atau operasi kardiomiopati,
krisis berikutnya bisa
fatal.
Apa? Tapi...
Siapa yang akan mengoperasi?
Aku tak bisa melakukannya.
Ini operasi yang sulit,
jadi, Direktur Gu Hyunseong pun belum pernah melakukannya.
Itu artinya
Dokter Han satu-satunya harapanku.
Dokter Choi, tolong bantu aku.
Tolong selamatkan Junhwan.
Jika kau membantunya, Junhwan akan hidup.
Maafkan aku. Aku tidak bisa.
Maafkan aku.
Tolong selamatkan dia.
Kami akan memercayakan operasi putra kami kepadamu.
Jadi, tolong bantu aku mengeluarkannya
dari Banseokwon.
Apa maksudmu?
Kau hanya perlu mengeluarkannya.
Kau tidak butuh bantuan.
Jika aku berusaha memulangkannya, Pimpinan Gu mungkin akan lakukan sesuatu.
Dia mungkin melakukan hal buruk kepada putraku.
Apa? Tidak mungkin. Dia tidak akan bertindak sejauh itu.
Tunggu. Kau sungguh berpikir dia mungkin melakukan itu?
Kita membicarakan Gu Jingi, jadi, itu sangat mungkin.
Aku setuju. Dia pernah melakukan yang lebih buruk.
Apa? Maksudmu kita
harus mengeluarkannya dari Banseokwon seperti mata-mata?
Itu maksud kami. Jadi, tutup mulutmu sekarang.
Begitu rupanya. Itu maksudmu.
Seperti yang kau tahu,
sistem keamanan Banseokwon cocok dengan gedung pemerintah.
Semua identitas pengunjung diperiksa secara langsung
melalui kamera pengawas di gerbang depan dan belakang.
Seluruh gedung dilapisi kaca dengan lapisan khusus
yang mencegah orang luar melihat ke dalam.
Semua lift dioperasikan dengan kartu keamanan.
Sistem keamanan tertutup rentan terhadap bantuan orang dalam.
Kami tahu orang dalam. Kami tahu dua di antaranya.
Jangan libatkan aku. Aku belum bisa masuk ke lantai VIP.
Sekali sepekan,
VIP tertinggi Banseokwon berkunjung.
-Matikan kamera pengawas. -Baiklah.
Butuh lima menit bagi VIP untuk masuk dan naik lift.
Selama itu, semua kamera pengawas dimatikan.
Kita harus mengeluarkannya saat itu.
Kapan VIP akan mengunjungi Banseokwon?
Besok. Waktu pastinya tidak diketahui,
tapi VIP akan berkunjung besok malam.
Besok.
Kau masih memakai jalan bawah tanah yang menghubungkan Banseokwon dan rumah sakit?
Tidak sejak kau meninggalkan rumah sakit.
Kau ingin aku membantumu mengeluarkan pasien dari Banseokwon.
Siapa pasien ini?
Dia putra Cho Junghyun,
kepala departemen perawat yang dekat dengan Pimpinan Gu Jingi.
Dia mengidap kardiomiopati hipertrofik. Aku akan mengoperasi.
Kenapa aku harus membantumu?
Mantan suami Cho Junghyun
adalah pria yang membunuh Park Kitae, Nam Hyukchul.
Jika operasinya berhasil, Nam Hyukchul akan mengungkap
bahwa dia membunuh seorang pria atas perintah Gu Jingi.
Itu akan menjadi pengungkapan yang mengejutkan.
Kau pikir orang akan percaya tahanan hukuman mati?
Entah mereka percaya atau tidak,
ini akan membesar dan mereka akan lebih curiga.
Lalu harga saham Pusat Litbang Banseok akan anjlok.
Itu yang kau inginkan.
Tentu. Kalau begitu, aku akan memercayaimu.
Apa yang bisa kubantu?
KANTOR HUKUM NEW-HOPE KLINIK MEDIS NEW-HOPE
Aku akan mengoperasi Nam Junhwan besok pagi dua hari dari sekarang.
Nam Hyukchul hanya akan mengaku jika operasinya lancar.
Menurutmu kau bisa menyelesaikannya sebelum sidang?
Aku akan melakukan yang terbaik.
Tapi jika aku tidak selesai tepat waktu, ulur waktu untukku.
Baiklah. Akan kucoba.
Benar. Bagaimana dengan Dokter Choi?
Kurasa dia tidak bisa ikut denganku.
Tidak apa-apa. Jayden akan membantuku mencari dokter bedah lain.
Kita tidak akan bisa menemukan dokter bedah jantung,
tapi kita masih bisa mencari seseorang untuk membantuku.
Jayden.
Tapi bisakah kita memercayainya dengan hal sepenting ini?
Kurasa kau terlalu memercayainya.
Aku tahu kita bekerja sama,
tapi kita tidak tahu orang seperti apa dia.
Ada apa ini?
Apa yang begitu penting hingga kau harus membahasnya sekarang di rumahku?
Sebelum kulanjutkan, aku ingin meminta maaf.
Aku minta maaf atas insiden di kantormu.
Aku tidak tahu pengacaraku akan melakukan hal seperti itu.
Tidak perlu minta maaf. Itu sudah berlalu.
Itu bukan permintaan maafku.
Tapi aku akan memberimu informasi yang mungkin berguna.
Informasi?
Pak Han akan berusaha mengeluarkan pasien besok malam dari Banseokwon.
Dia mungkin akan melakukannya saat VIP-mu tiba.
Informanku solid
karena aku berjanji membiarkannya memakai liftku ke griya tawang.
Aneh sekali.
Bukankah kau bekerja sama dengan Han Yihan?
Kenapa kau memberitahuku semua ini?
Aku akan jujur.
Aku ingin lebih banyak saham Pusat Litbang.
Aku tidak mau Banseok hancur.
Jika Nam Hyukchul mengungkap informasi mengejutkan
yang bisa menghancurkan Yayasan Banseok,
itu akan menurunkan nilai investasiku. Kau setuju, bukan?
Aku hanya investor yang mencari keuntungan.
Aku tidak punya kesetiaan terhadap Han Yihan.
Aku memanfaatkannya untuk saat ini. Setelah dia tidak berguna,
aku bisa membuangnya.
Kita akan tiba dalam tiga menit.
Baiklah. Aku akan menyiapkannya.
VVIP kita akan tiba dalam tiga menit. Mari matikan kamera.
TIDAK ADA SINYAL
TIDAK ADA SINYAL
TIDAK ADA SINYAL
Sudah dimulai. Kamera pengawas sudah mati.
Waktu kita lima menit.
Astaga. Jika Kepala Jaksa Baek tahu, dia akan memarahi kita.
Jaksa Geum. Bagaimana kalau kita akhiri di sini?
Ayo! Jika kau terus mengeluh, pergilah!
Kami bisa melakukan ini tanpamu.
Dasar berandal. Kenapa kau membentakku? Kau pikir aku mencemaskan diriku sendiri?
Aku khawatir dia akan mendapat masalah.
Hei, aku bicara denganmu.
-Diamlah. Mereka datang. -Apa?
-Pria itu... -Yihan, kau harus mengoperasi.
Ada seseorang yang harus kita selamatkan.
Dia seharusnya dipanggil untuk penyelidikan.
Saat aku mendatanginya, dia melukai dirinya dengan pisau.
Mereka mengalahkan kita kali ini.
Kita tidak akan menyerah. Kita membiarkannya mendidih.
Aku yakin kau tahu
beberapa hal pasti akan terungkap.
Tunggu. Aku mengenali pria itu.
Bukankah dia dari kasus dana politik ilegal?
Ya, benar. Lihat. Dia ajudan Yoon Misun.
Kau benar. Itu Anggota Majelis Yoon Misun.
Dia perwakilan partai.
Benar. Saat kami bekerja di Kantor Kejaksaan Distrik Selatan,
kami menyelidiki dana politik ilegalnya.
Tapi berandal itu membuat keributan. Dia mencoba bunuh diri.
Jadi, kasusnya gagal.
Tunggu. Itu Pimpinan Gu Jingi.
Halo.
Terima kasih sudah datang untuk menyambutku.
Untukmu, tentu saja harus.
Ayo masuk.
Astaga. Aku tidak percaya Gu Jingi juga terlibat dalam hal ini.
Bagaimana jika dia tidak terlibat? Tapi dia bersamanya selama ini?
Apa?
Ajudan itu dioperasi di Banseok University Medical Center.
Begitu dia bangun, aku berniat melanjutkan, tapi tidak bisa
karena adikku meninggal.
Kalau begitu, Jaksa Geum...
Dokter Han!
Ayo.
Apa proyek obat barunya sesuai jadwal?
Tentu saja.
Fase Tiga uji klinis akan dimulai bulan ini.
Kami akan meminta persetujuan BPOM.
Aku menantikannya.
Obat Alzheimer pertama di dunia.
Aku yakin kau tahu
salah satu janji kampanyeku adalah bisnis biomedis.
Tentu saja. Dunia akan segera...
Apa dunia akan menggila?
Ya, dengan cara yang baik.
Dokter Han.
Mundur.
Aku akan menangani mereka.
Apa yang harus kita lakukan?
-Tangkap dia. -Baik, Pak.
Halo, Bu.
Aku menantikan sesi kita.
Belakangan ini, daguku terasa agak tebal. Aku juga merasa berat.
Baik, Bu. Aku akan melakukan yang terbaik.
Lewat sini, Bu.
Kau tidak ikut?
Kau harus mengawalnya. Aku harus mengurus sesuatu.
Baiklah.
Pergilah.
Mereka datang.
Aku akan menangkapnya.
Sial.
Mundur.
Aku tidak akan meminta lagi.
Minggir kecuali kau ingin aku menyakitimu.
Daewoong!
Sial!
Yihan.
Yihan, kau baik-baik saja?
Berhenti!
Pada akhirnya, kau memilihnya.
Kalau begitu, kau harus membayar karena mengkhianatiku.
Putramu.
Sudah kuperingatkan.
Sudah kubilang orang yang paling kau sayangi akan berakhir di meja operasi
jika kau tidak mendengarkanku.
Tapi aku akan memberimu satu kali terakhir untuk menebus dirimu demi masa lalu.
Belum terlambat
untuk bergabung denganku.
Maka aku akan melupakan semua ini.
Aku akan memberimu jantung sesuai janji.
Tidak perlu.
Lagi pula, Junhwan tidak ada di sini.
Han Yihan.
Terima kasih sudah mengulur waktu dengan kami.
Berkat kau, dia aman di helikopter.
Helikopter?
Helikopter medis akan bagus, tapi jika kau tidak bisa menemukannya,
cari yang ada banyak ruang di dalamnya.
Kau tidak bisa menjadwalkan helikopter atau memarkirnya seperti taksi.
Baling-balingnya juga akan berisik.
Jika Direktur Gu Jingi mengetahui hal ini
dan mengirim seseorang ke atap,
pasien bisa berada dalam bahaya.
Ada jalan bawah tanah antara Banseokwon dan rumah sakit.
Kita alihkan perhatian mereka, buat seolah-olah kita memindahkan pasien.
Aku ingin kau membocorkan rencana kita kepadanya.
Bahwa aku akan mencoba memindahkan pasien saat klien VIP-nya berkunjung.
Jadi, kau akan menjadi umpan untuk mengalihkan perhatiannya?
Kau yakin?
Aku harus membayar untuk mendapatkan keinginanku.
Jika kau ingin menang,
bertaruhlah padaku.
Baiklah.
Aku akan bertaruh padamu.
Bos, kau yakin soal ini?
Menyerahlah.
Ini sudah berakhir.
Tidak. Ini belum berakhir.
Jika operasimu gagal,
semuanya akan kembali ke awal.
Lenganmu pasti terluka parah.
Kau tampak tidak nyaman.
Silakan coba.
Kau belum membedah selama lima tahun.
Kau bahkan tidak punya dokter bedah bagus untuk membantu.
Silakan selamatkan dia.
Itu jika kau merasa bisa.
Ayo!
Kami mendapatkan pasiennya.
Kami akan ke rumah sakit.
Baiklah. Terus periksa pasiennya.
Baik, Dokter.
Daewoong, cepat.
KANTOR HUKUM NEW-HOPE KLINIK MEDIS NEW-HOPE
LAYANAN TRANSPORTASI PASIEN
-Bagaimana tanda vitalnya? -Tekanan darahnya turun.
Aku memberinya epinefrin dalam perjalanan.
Ayo masuk.
-Daewoong, siapkan dia. -Baiklah.
Ikut aku. Aku akan membahas rencananya.
Dokter Han.
Jangan khawatir. Aku akan melakukan yang terbaik untuk menyelamatkannya.
Jadi, tepati janjimu juga.
Baiklah.
Aku tidak mengira kita akan berada di operasi yang sama lagi.
Aku juga. Kau yakin bisa melakukan ini?
Kau sudah bertahun-tahun tidak melakukannya.
Kau bisa melihatnya sendiri. Lihat apa aku bisa melakukan ini atau tidak.
Hei, aku siap.
JAKSA
-Yosub. -Yihan.
Izinkan aku bergabung denganmu juga.
Apa akan hancur seperti ini?
Banseok-mu?
OPERASI SEDANG BERLANGSUNG
Pisau bedah.
Aku akan memulai operasinya.
Sudah waktunya.
JAKSA
PENASIHAT
JAKSA
TERDAKWA
TERDAKWA
PENGATUR WAKTU OPERASI, WAKTU OPERASI, WAKTU ANESTESI
Kau baik-baik saja, Yihan?
Berdiri.
Berikan pisau bedahnya sekarang!
Biar aku saja.
Kita akan bertukar tempat. Datanglah ke sisiku.
Baiklah.
-Ada apa? -Kurasa ada robekan di dinding jantung.
Apa ada masalah?
Sudah waktunya.
Ada apa?
Yang Mulia. Bisakah aku memberikan layanan hukumku kepada terdakwa?
Apa ini? Kenapa kau ingin mewakiliku?
Lihatlah sendiri. Kita akan bicara nanti.
Tapi dia tidak akan berubah semudah itu
karena nyawa putranya dipertaruhkan.
Maksudmu Dokter Han akan membunuh anak itu
jika Nam Hyukchul tidak menepati janjinya?
Terdakwa, Anda sudah memutuskan?
-Ya. -Ini tidak akan mudah, sesuai dugaan.
Diterjemahkan oleh Annisa Dhea
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.