All language subtitles for Love.is.Drop.by.Drop.E049.Webrip

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian Download
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Kami tidak membutuhkannya, jadi, pergilah.

Ada apa denganmu?

- Ayo masuk. - Terima kasih.

Tidak, apa yang kamu lakukan?

Aku tidak mau kasar kepadamu.

Nenek, jangan begitu kepada Paman Woo Hyuk.

Maaf, hanya ini yang kami punya.

Silakan diminum.

Terima kasih.

Katakan apa yang ingin kamu katakan dan pergilah.

Dia bahkan belum meminumnya. Jangan mendesaknya.

Aku sudah memberi tahu istri Anda,

tapi aku belum memberi tahu Anda.

Aku sangat menyukai Bang Wool.

Selain itu,

aku sangat menyayangi Byeol.

Aku juga sangat menyayangi Paman.

Terima kasih.

Apa yang kamu sukai dari Bang Wool?

Sebenarnya,

awalnya, aku mengira dia aneh dan tidak biasa.

Setelah bekerja dengannya,

aku menyadari bahwa dia ceria dan baik.

Dia juga sangat bersemangat soal memasak.

Bang Wool memang sangat ceria.

Itu daya tariknya. Itu sebabnya putra kami menyukainya.

- Kenapa kamu mengatakan itu? - Benar juga.

Kudengar dia memiliki hubungan istimewa dengan kalian.

Jadi,

aku mengerti kalian kesal karena aku.

Dia bukan hanya menantuku. Dia sudah seperti anak kandungku.

Jika dia anak kandungmu, kamu tidak akan menentang mereka.

Kami tidak mempunyai masalah ibu mertua dan menantu perempuan.

Aku tidak sempurna,

tapi jika Anda mengizinkan, aku ingin menjadi menantu yang baik.

Aku akan menganggap kalian orang tua dan baik kepada kalian.

Apa menurutmu ini semudah yang kamu katakan?

Begitu kalian menikah,

keluargamu akan menganggap Byeol sebagai beban.

Anda tidak perlu mencemaskan itu.

Ibuku orang yang bijak dan logis.

Percayalah kepadaku.

Tolonglah aku.

Jujur saja, aku kesulitan membujuk Bang Wool.

Aku rasa Bang Wool tidak mudah menerimamu.

Karena itu, aku akan menghormati pendapatnya.

Kalau begitu, apakah Anda menyetujuinya?

Maksudku, aku tidak akan menolak.

Santai saja dan cari cara untuk membujuk istriku.

Terima kasih.

Itu sangat berarti bagiku.

Sebaiknya kamu pergi sekarang.

Kamu menemui mertuaku?

Aku hampir diusir, tapi Byeol menyelamatkanku.

Aku sangat berterima kasih kepadanya.

Byeol mahir menggunakan kedua tangan seperti ayahnya.

Tidak ada orang di sekitarnya yang seperti itu.

Kamu yang pertama.

Karena itu, dia merasa lebih dekat denganmu.

Aku sangat bersyukur karena aku mahir menggunakan kedua tangan.

Tapi aku tidak biasanya begini.

Apa?

Tidak apa-apa.

Ayah mertuamu mengatakan dia tidak akan menolak.

Aku merasa tidak enak sekaligus bersyukur.

Aku akan memperlakukan mereka dengan baik.

Jadi, jangan terlalu khawatir.

Aku kemari untuk memberitahumu itu karena kamu tampak ketakutan.

Hai, Pak Kang.

Pak Dirut bekerja lembur dan pulang terlambat semalam.

Ada lagi?

Nona Han membawakan makan malam untuk Pak Dirut.

Dia makan bersama Pak Dirut di ruangannya.

Begitu rupanya.

Di mana dia sekarang?

Dia baru saja tiba dari Ilsan untuk inspeksi.

Bagaimana kesehatannya belakangan ini?

Dia sangat sehat.

Kalau begitu, kamu bisa melapor hanya saat ada yang tidak biasa.

Anda memintaku melapor setiap hari.

Aku berkata begitu karena dia sering meninggalkan ruangannya.

Tapi kurasa aku terlalu merepotkanmu.

Baik, Bu.

- Kak, ada apa Kakak kemari? - Hai.

Tadi aku lewat sini...

Sebenarnya, ada yang ingin kutanyakan kepadamu.

Tentang pamanmu.

Kenapa dia putus dengan kekasihnya sepuluh tahun lalu?

Itu saat dia menjadi dokter gigi. Mereka hendak menikah.

Tapi wanita itu menikahi orang lain saat Paman menggeluti drama musikal.

Astaga, jahat sekali.

Jadi, dia hanya menyukai pamanmu saat masih menjadi dokter gigi.

Pamanmu pasti sangat patah hati.

Kakak menyukai pamanku, bukan?

Apa terlihat begitu?

Itu sangat jelas.

Cara Kakak melihat pamanku sangat berbeda daripada sebelumnya.

Tapi kenapa dia tidak menyadarinya?

Awalnya, aku hanya menganggap dia sebagai guru.

Saat murid lain melihat fotonya, aku sangat cemburu.

Jadi, aku membeli semua fotonya.

Kakak sebegitu menyukai Paman?

Dia berkata

bahwa mengambil foto tanpa izin, tindakan kriminal dan menghapusnya.

Tapi entah kenapa, aku masih menyimpan foto-foto itu.

Intinya, dia tidak tahu perasaanku terhadapnya.

Kakak hanya perlu memberitahunya.

Tidak! Dia bisa mengeluarkanku dari pemain cadangan untuk Rica.

Dia memang takut jika menyangkut mengakhiri hubungan,

Ini rahasia di antara kita, ya?

Kurasa kita berdua mempunyai pria idaman rahasia.

Sebaiknya kamu kembali.

Aku akan mengantar Kakak sampai sini.

- Pimpinan. - Bu.

Sedang apa kamu di sini?

Ibu selalu melihatku begitu jika aku berkunjung ke kantor.

Apa aku anak rahasia Ibu? Kenapa reaksi Ibu begitu?

Apa kamu tidak pernah ke toko untuk bekerja?

Kamu akan mendapat masalah jika harus tutup lagi.

Jangan khawatir. Nona Jeong tahu yang dia lakukan.

- Aku pergi dahulu. - Sampai jumpa.

Aku selalu khawatir karena dia.

Kurasa Anda dan Woo Hyuk terlalu khawatir.

Pamanku memujinya.

Dia berkata Kakak berusaha keras dan bersemangat yang tinggi.

Aku senang dia bisa dipuji akan sesuatu.

Kudengar kamu membawakan makan malam untuk Woo Hyuk kemarin.

Apa dia memberi tahu Anda?

Tidak, aku mendengarnya dari Pak Kang.

Kamu harus menyisihkan waktu untuk kalian berdua.

Dia juga sangat menyukainya.

Aku yakin dia belum melupakanku.

Sudah kubilang.

Hanya kamu wanita yang ada di dekatnya.

Baik, Pimpinan.

Kita masih belum mendapat petunjuk tentang Baek Young Chan?

Kami kehilangan dia lagi dalam sekejap.

Kamu yakin dia di Korea?

Dia dilarang meninggalkan Korea.

Dia tidak akan bisa melarikan diri kecuali dia bersembunyi.

Kita harus segera menangkapnya sebelum dia menghabiskan uang itu.

Kami sedang berusaha. Aku yakin kami akan berhasil.

Tolong lakukan yang terbaik.

Baik, Pak.

Aku melihat kamu menyukai lagu ini, jadi, aku membelinya.

Sebenarnya, ini lagu favorit mendiang suamiku.

Aku tidak tahu.

Saat kita mendengarkan lagu ini di Dongdaemun,

aku sangat terkejut.

Dahulu, suamiku juga menangis setiap mendengar lagu ini.

Lalu, aku melihatmu menangis.

Sepertinya kamu juga menangis.

Aku menangis karena teringat dengan mendiang suamiku.

Dahulu, aku sering mengejeknya setiap kali dia menangis.

Kubilang dia terlalu sensitif sebagai pria.

Itu aneh.

Ayah Byeol dan aku tampaknya memiliki banyak kesamaan.

Ya.

Mungkinkah

kamu mulai jatuh cinta kepadaku

karena kesamaan kami?

Sejujurnya,

itu termasuk alasannya. Maafkan aku.

Tidak apa-apa.

Aku yang harus meminta maaf dan berterima kasih

kepada Byeol dan ayahnya.

Sayang, maafkan aku.

Kudengar temanku menemuimu di rumah sakit.

Kenapa kamu tidak bisa menjauhkan dia dari hidupmu?

Sudah kubilang tidak menyukainya. Kenapa kamu terus menemuinya?

Aku tidak keluar untuk menemuinya.

Dia terus menemuiku di toko.

Jika kamu tegas kepadanya, dia tidak akan mendatangiku.

Itu karena kamu mengizinkan dia.

Apa aku harus membiarkan dia menginjak-injak dirimu?

Ayah.

Kenapa memarahi Ibu?

Astaga.

Siapa yang Ayah maksud? Kenapa Ayah sangat marah?

Kamu tidak mengenal orangnya.

Aku tidak pernah melihat Ayah memarahi Ibu seperti itu.

Naiklah dan beristirahat.

Kita sudah sampai.

Aku belum mau berpisah.

Tidak bolehkah aku menemanimu sampai ke pintu hari ini?

Aku sendiri saja.

Belum saatnya kita menunjukkan bahwa kita berpacaran.

Bagaimana jika ibu mertuaku memergoki kita di pintu depan?

Benar.

Hati-hati di jalan.

Kalau begitu, begini saja.

Karena ini masih terlalu awal,

mari berpegangan tangan,

dan berkeliling blok sekali lagi.

Kamu sudah bersiap untuk rapat hari ini?

Ya.

Ini rapat bisnis pertama kita dengan Timur Tengah. Berusahalah.

Ini akan sangat penting.

Aku sudah menyiapkannya dengan baik, jadi, jangan khawatir.

Ya.

Astaga, aku tidak tahu Anda di sini.

- Kalian akan pergi bersama? - Ya.

Aku sudah menduganya.

Seharusnya aku memberitahumu lebih awal, tapi aku lupa.

Tentang apa?

Kamu harus memakai dasi ini.

Apa ini tampak aneh?

Tidak, menurutku bagus.

Orang Timur Tengah suka jika warna kebangsaan mereka

dikenakan oleh rekan bisnisnya di rapat.

Kudengar itu akan membantu menyukseskan kesepakatan.

Aku tahu kamu cerdas,

tapi aku tidak menyangka kamu menyiapkannya dengan baik.

Woo Hyuk, kamu seharusnya menyiapkan ini sendiri.

Aku tidak tahu. Terima kasih.

Astaga.

Dasimu miring.

Begitukah?

Aku tidak bercermin tadi.

Tunggu, biar kuperbaiki.

Sudah rapi sekarang.

Nona Eun, kamu mau naik?

Kami akan pergi ke rapat dengan pembeli.

Dasiku miring.

Kenapa kamu melapor kepada Nona Eun?

Apa?

Bukan begitu.

Aku hanya tidak tahu harus mengatakan apa lagi.

Nona Eun, kenapa kamu datang ke Tim Pengembangan?

Aku melakukan sesi pencicipan bersama tim.

Sesi pencicipan.

Nona Eun.

Sampai jumpa lain kali.

Kenapa aku merasa seperti ini?

Mereka mungkin pergi bersama untuk urusan pekerjaan, bukan?

Kenapa dia lama sekali?

Ini aneh.

Apa terjadi sesuatu?

Kita tidak salah waktu, bukan?

Aku akan memeriksanya.

Perasaanku tidak enak.

Silakan masuk.

Pak Dirut, dia sudah datang.

Hai, senang bertemu dengan Anda.

Maaf aku terlambat.

Apa ini akan berhasil?

Entahlah, akan kucoba.

Sedang apa kamu?

Kenapa kamu masuk ke ruang kerjaku?

Itu... Kenapa tidak mengetuk?

Ini ruang kerjaku.

Kamu yang salah karena masuk ke ruang kerja orang lain.

Kamu benar.

- Apa itu? - Apa?

Bukan apa-apa.

Ini...

Ini jimat.

Kenapa menaruhnya di sini?

Itu...

Ini akan menyukseskan musikal kita.

Aku mendatangi dukun terkenal untuk mendapatkannya.

Kenapa kamu lakukan itu? Katanya kamu tidak punya uang.

Aku memakai sisa uangku.

Aku bisa memerankan Rica untuk waktu lama jika musikalnya sukses.

Hanya kamu yang mengkhawatirkan musikal ini.

Memang.

Kamu sedang apa?

Apa?

Aku ingin kamu membelai kepalaku.

Aku benci orang yang meminta perhatian.

Ayo latihan.

Baiklah.

Kamu bisa pulang.

Kenapa kamu selalu menyuruhku pulang?

Pulanglah. Kamu sudah selesai latihan.

Kamu selalu tinggal lebih lama dari biaya yang kamu bayar.

Baiklah.

Apa jimat ini akan manjur?

Seperti ini?

Bagaimana jika musikal ini sukses?

Kumohon.

Kumohon.

Jadikanlah musikal ini sukses besar.

Tidak. Lumayan sukses tidak apa-apa.

"Jangan berdalih"

- Jangan berdalih. - Gang Ja.

Ini waktu istirahatku.

Kembalilah sejam lagi.

Jimat-jimat itu...

Kamu yakin jimat itu bisa menjauhkan wanita yang lain?

Sudah berapa kali kukatakan kepadamu?

Aku mempelajarinya dari seorang dukun terkenal.

Benarkah?

Kamu tidak akan membohongiku.

Apa kamu menaruhnya di bawah meja dan sofa?

Tentu saja.

Bagaimana dengan bantal?

Bantal? Aku tidak menaruhnya di sana.

Kamu seharusnya menaruhnya di bantal.

Jika dia memiliki kekasih,

bantal adalah tempat terpenting untuk menaruh jimat ini.

Astaga. Aku harus bagaimana?

Aku tidak memikirkan itu.

Bisakah kamu membuatkanku satu lagi?

Baiklah. Akan kukerjakan besok.

Terima kasih.

Bantal. Bantal.

Dia pasti sangat bodoh.

Dahulu dia galak kepadaku, tapi kini dia memercayaiku.

Astaga, aku hanya menulis omong kosong karena bosan.

"Jangan berdalih"

Pak Dirut, Anda hebat.

Tidak, kamu yang hebat.

Selamat atas kesuksesan perjanjian Timur Tengah pertama Anda.

Semua ini berkat kamu.

Omong-omong, kenapa pembelinya terlambat?

Departemen pemasaran luar negeri melakukan kesalahan.

Kesalahan apa?

Mereka menanyakan kabar istrinya.

Bukankah tidak sopan menanyakan kabar istri orang Timur Tengah?

Benar sekali. Kurasa mereka melupakan itu.

Bagaimana kamu mengatasinya?

Saat aku melakukan riset tentang pembeli itu,

aku mengetahui bahwa istrinya menyukai drama-drama Korea.

Jadi, kuberi dia DVD drama Korea terbaik sebagai hadiah.

Aku belajar sesuatu darimu.

Aku hanya memikirkan perjanjian itu. Aku tidak berpikir jauh.

Terima kasih banyak.

Jika aku berterima kasih, traktirlah aku makan malam.

Makan malam?

Kamu tidak akan memakannya?

Kukira kamu akan memotong steiknya untukku.

Apa?

Dahulu aku melakukan itu untukku.

Itu saat kita masih berpacaran.

Rasanya aneh melakukan itu sekarang.

Kamu benar.

Kamu pasti sangat lapar,

Kamu hanya diam saja. Kamu terlalu sibuk makan.

Benar.

Kurasa aku terburu-buru.

Ini perjanjian pertama kita yang sukses. Ayo minum anggur.

Permisi.

Permisi.

Apa dia masih rapat?

Sang Cheol, kenapa kamu di sini?

Kukira kamu akan menunggu Pak Dirut.

Dia mengirim pesan tidak bisa datang. Jadi, aku akan mengantarmu.

Kurasa dia masih rapat.

Dia harus makan malam dengan pembeli itu.

Begitu rupanya.

Ada yang bisa kubantu?

Aku baru selesai bersih-bersih.

Ini kontrak untuk toko suplemen kesehatan.

Maksudmu minuman yoghurt?

Apa kalian berdua sudah membicarakan ini?

Dari mana kamu mendapatkan uangnya?

Aku mendapatkan pinjaman dari perusahaanku.

Apa?

Kenapa kamu memutuskannya sepihak?

Sudah kubilang akan melakukannya.

Kamu membuat keputusan sendiri tanpa berdiskusi dengannya?

Ayah tidak akan menerima ini.

Tidak apa-apa. Akan kubayar dengan tunjanganku.

Itu bukan uangnya.

Suami dan istri memiliki satu rekening.

Sudah kubilang aku akan menceraikanmu jika melakukan ini.

Ambil itu kembali.

Ada beberapa hal yang tidak boleh diucapkan di depan orang tua.

Kenapa kamu bicara soal perceraian?

Aku tidak bicara dengan kalian soal perceraian.

Aku bicara dengan Dong Min.

Kalian harus keluar dan membicarakannya.

Kalian membuat kami tidak nyaman.

Berdirilah.

Di mana kamu...

Hai, kalian sudah pulang.

Ada apa ini?

Sepertinya terjadi sesuatu.

Mereka seperti akan bertengkar.

Apa terjadi sesuatu?

Kenapa mereka pergi dengan tampang sangat marah?

Astaga, wanita itu memang jahat.

Dia bersikap buruk kepada Dong Min.

Itu salah Dong Min.

Dia meneken kontrak tanpa berdiskusi dengan istrinya.

Tentu saja dia akan merasa kesal.

Dong Min mendapatkan kontrak itu untuk ayahnya.

Dia bilang akan melunasi pinjaman itu dengan tunjangannya.

Kenapa dia membentak suaminya seperti itu?

Ini kontrak untuk toko suplemen kesehatan.

Ayah tidak bisa melakukan ini tanpa izin Ji Yeon.

Ayah harus melakukannya karena sudah mendapatkan kontraknya.

Aku akan bantu membayar separuh pinjaman bulanannya.

Aku juga akan membantu Ayah.

Ayah merasa malu di depan kalian.

Seharusnya ayah tetap di rumah. Ayah menghilangkan uang.

Bahkan Sang Cheol ingin membantunya,

tapi kenapa dia sangat dingin sebagai menantu perempuan?

Ji Yeon,

tolong maafkan aku kali ini. Kali ini saja. Maafkan aku.

Kenapa kamu tiba-tiba berubah?

Tadi kamu terdengar sangat percaya diri.

Aku tidak bisa melihat ayahku seperti itu.

Jika aku bersikap lemah di depannya,

Ayah akan sedih.

Cukup alasannya.

Kamu harus membuat pilihan.

Entah kamu membatalkan perjanjian toko itu,

atau kamu bisa membawakanku surat perceraian.

Jangan bersikap begitu. Mari kita selesaikan secara damai.

Jangan bercerai. Aku akan mencari pekerjaan tambahan

agar tidak perlu menggunakan uang kita berdua.

Ini mengerikan.

Walau kamu dapat pekerjaan lain, itu akan menjadi utang kita

jika kita tidak bisa membayar hipoteknya.

Kenapa kamu selalu membahas uang?

Pukul saja aku sebesar rasa kecewamu.

Itu akan membantumu melampiaskan amarahmu.

Gigiku...

Gigiku baik-baik saja. Astaga.

Apa kamu sudah tidur?

Jika belum, bolehkah aku menemuimu di tempat parkir?

Aku mau tidur. Kamu harus pulang.

Paman,

kenapa ada bekas merah di wajah Paman?

Apa?

Sudah seperti ini saat Paman bangun tadi pagi.

Apa kamu memukulnya?

Tidak. Kami saling berbenturan saat tidur.

Kamu tidak dipukul, bukan?

Tentu saja tidak.

Ucapan Ji Yeon mungkin kasar,

tapi dia sama sekali tidak suka kekerasan.

Lihatlah.

Bagaimana bisa dia memukul seseorang dengan lengan ini?

Ji Yeon,

dengan senang hati aku akan membantu bayar hipotek itu.

Aku juga.

Tidak usah.

Aku bisa menanganinya sendiri.

Anak sulung yang harus menanganinya.

Kenapa kamu menanganinya sendiri? Mereka orang tuaku juga.

Batalkan saja.

Ayah sudah memikirkannya semalaman dan memutuskan tidak melakukannya.

Jangan, itu artinya aku terpaksa membayar biaya pembatalan.

Juga, Ji Yeon sudah setuju.

Aku akan mengganti uangnya dengan cara lain.

Ji Yeon, apa itu tidak masalah?

Jika menolak sekarang, aku akan menjadi antagonis.

Apa dia belum sadar sampai saat ini?

Ibu.

Bu, apa Ibu juga menyukai Paman Woo Hyuk?

- Apa? - Paman memberi tahu Nenek dan Kakek

bahwa Paman menyukai Ibu.

Paman juga menyayangiku.

Benarkah?

Tapi, kenapa Nenek terus memarahinya?

Itu...

Saat kuberi tahu Nenek bahwa aku sayang Seo Yeon dan Yu Na,

Nenek bilang aku anak yang pintar.

Nenek tidak memarahinya.

Tidak. Nenek memarahinya.

Apakah berbeda jika Paman menyukai Ibu?

Ya.

Itu berbeda dibandingkan kamu sayang Seo Yeon dan Yu Na.

Bagaimana bisa?

Nenek hanya ingin ayahmu yang menyukai ibu.

Tapi, Ayah tidak ada di sini.

Maksud Ibu,

melihat Paman Woo Hyuk menyukai Ibu

membuat Nenek sedih karena teringat pada Ayah.

Byeol.

- Paman Woo Hyuk! - Astaga.

- Apa tidurmu nyenyak? - Ya.

Omong-omong, aku ingin minta tolong kepada Paman.

Mintalah apa pun.

Jangan beri tahu Nenek bahwa Paman menyukai Ibu.

Kenapa?

Saat Paman mengatakan Paman menyukai ibu,

Nenek teringat pada Ayah dan menjadi sedih.

Siapa yang mengatakan itu?

Ibu.

Jadi, Paman harus mengatakannya saat kita berdua saja.

Baiklah.

- Semoga harimu menyenangkan. - Baiklah.

Cium aku, Bu.

Apa tidurmu tidak nyenyak?

Tidurku nyenyak.

- Kelihatannya tidak. - Tidurku nyenyak.

Apa kamu marah karena aku mengirim pesan saat larut malam?

Jangan kirim pesan saat larut malam seperti itu. Kamu membangunkanku.

Maaf.

Rapatnya berjalan lancar dan kami sudah meneken kontrak.

Itu berakhir sampai larut karena ada makan malam.

Apa Nona Han juga di sana?

Ya.

Makan malamnya pasti lezat.

Aku yakin kamu pergi ke tempat berkelas.

Jika kamu kesal karena sesuatu, katakan saja kepadaku.

Aneh. Kenapa kamu menggerutu?

Kamu punya tangan, bukan?

- Apa? - Kenapa Nona Han

merapikan dasimu di lift? Orang bisa salah paham.

Apa kamu cemburu?

"Love is Drop by Drop"

Bagaimana keadaan di rumah Bang Wool belakangan ini?

Ayahnya tampaknya mendukungku,

tapi ibunya sulit dihadapi.

Apa yang dikatakan ayah mertuanya?

Ayo makan bersama Chae Rin.

Tidak ada yang sebaik dia.

Apa kamu tahu bahwa aku bercerai?

Apa kamu bersikap seolah-olah tidak tahu?

Apa kamu mengolok-olokku?

Itu sungguh melukai harga diriku.

Wanita yang bernama Eun Bang Wool menggoda Woo Hyuk.

Kamu tidak menyadarinya sama sekali?

Kenapa kamu kemari selarut ini?

Kenapa kamu kemari lagi selarut ini?

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.