Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
== Subtitle By figure09 ==
( Resync By Coffee_Prison )
Kami bisa berkomunikasi tanpa bicara.
Karena dia mengerti bahasa pikiranku.
Jika sekarang kalian bisa mendengarku,
Berarti kalian juga akan mengerti kisah ini.
Yang bercerita tentang ahli pengguna telepati.
Aku akan ceritakan kisah ini dalam bahasa pikiranku.
Green Destiny!
Tebasan Bulan!
Ayah!
Kubilang bangunkan aku jam 5!
Kau tidur sangat nyenyak setelah pulang larut malam.
Aku tidak membangunkanmu supaya kau tidak kurang tidur.
Aku tidak membangunkanmu supaya kau tidak kurang tidur.
Aku terlambat!
Gadis kecilku.
Hari ini akan ada pagelaran!
Karenanya aku pulang larut tadi malam...
Kau membuatku gila!
Ini hampir siap, So-hui! Kau harus makan sebelum pergi!
Kau harusnya membangunkanku lebih awal!
So-hui! Coba ini dulu! Ini enak!
Maaf! Maaf sekali!
Maaf!
Hai!
Dia datang! So-hui datang!
Bangun!
Kau satu-satunya yang terlambat.
Wig, wig, pakai wignya!
Tuan dan nyonya,
Klub Charyeok akan memulai pertunjukannya. Charyeok - salah satu bentuk qigong
Pada suatu masa, di kerajaan kecil yang damai,
hiduplah putri yang cantik.
Rakyat memanggilnya Putri Mighty
Satu hari, Putri bertemu pangeran kerajaan tetangga di pertandingan bola.
Mereka saling jatuh cinta, tapi sebelum mereka menikah,
mereka harus menyelesaikan lima tugas.
Tugas pertama adalah berjalan melewati bara api.
Apakah Putri mampu melakukannya?
Putri Mighty kita yang baik mampu menyelesaikan semua tugas.
Dan pada akhirnya menikahi sang Pangeran.
Kami harap kalian menikmati pertunjukan kami.
Beri tepuk tangan untuk Putri Mighty kita!
Putri Mighty! Putri Mighty!
Bagaimana perasaanmu?
Aku merasa... agak mabuk!
Tuan, tunggu!
Tuan!
Antarkan dia ke alamat ini.
Dia akan bangun di perjalanan jadi jangan khawatir.
Tarifnya seharusnya 6,800 won tapi ambil saja kembaliannya.
Terima kasih!
Oh, Itu Putri Mighty? Dia manusia atau apa?
Apa dia manusia? Bukankah dia robot?
Gadis harus seperti gadis.
Aku takut begitu melihatnya di jalan.
Aku ingin melihat kakinya.
Aku yakin mirip kaki beruang.
Dan orang tuanya, mereka mungkin tukang obat.
Mereka menjual obat palsu dan mempertontonkan pertunjukan itu.
Adegan-adegan itu pasti dia pelajari dari orang tuanya.
Siapa tahu, dia mempelajari itu sambil di cambuk.
Sama seperti ketika kau menjinakkan landak.
Landak?
Aku bicara mengenai memperlakukan seseorang tidak manusiawi.
Bus datang.
Kuharap dia itu pacarku.
Kenapa?
Kapanpun aku stress,
akan menyenangkan bisa memukulnya dengan benda seperti botol atau kayu.
Itu kedengarannya keren.
Kenapa kau tidak belajar Charyeok juga? Jadi aku bisa memukulmu.
Naik taksi saja.
Setiap kulihat gadis seperti itu, aku langsung mengaguminya.
Tapi apa dia gadis sungguhan?
Aku hampir muntah tiap kali melihat itu.
Itu adalah tindakan menghancurkan martabat umat manusia.
Harus dilarang di seluruh dunia.
Hey, kenapa kau tiba-tiba berhenti?
Kenapa kau acuh saja setelah mengagetkanku seperti itu?
Apa sakit?
Orang lain pasti pingsan setelah mengalami ini.
Kau baik-baik saja? Apa ada luka?
Haruskah kami mengantarmu ke rumah sakit?
Aku baik-baik saja, ini bukan pertama kalinya.
Siapa kau?
Apa?
Yah, Aku... aku hanya menonton.
Lihat pintu di sebelah sana?
Lihat keluar melalui pintu itu.
Pak, aku masuk ke sekolah ini.
Dan aku ingin bergabung dengan klub hockey es.
Kami tidak menerima perempuan.
Aku akan lakukan apapun.
Dulu aku anggota Klub Charyeok.
Aku sangat kuat dan... Aku akan lakukan apapun!
Kau!
Pernah menajamkan pisau skate sebelumnya?
Itu tidak masalah.
Sebentar lagi kau akan belajar.
Hey kau!
Kau boleh berhenti!
Pergi!
Terima kasih.
Aku Kang So-hui, angoota baru.
Aku akan menajamkan pisau kalian.
Maaf,
Maaf sekali.
Maaf.
Maaf.
Hey!
Ya?
Anggota baru harus minum dari sepatu skate.
Kau bersedia melakukan itu?
Ya! Dengan senang hati.
Halo! Aku Ji-yeon, teman So-hui.
So-hui belum datang.
Aku mampir hanya mau memberinya ini.
Ini adalah rekaman pertunjukan tadi malam.
Baiklah, aku akan berikan padanya.
Kau sudah makan malam?
Belum.
Kalau begitu pulanglah dan nikmati makan malammu.
Uh... Sampai jumpa.
Ada hal penting...
Jun-mo!
Kau tidak boleh berkendara sambil mabuk.
Tinggalkan motormu.
Biarkan aku pergi!
Tapi aku tidak boleh...
Mengendarai motor sambil mabuk sangat berbahaya.
Kau tidak boleh pergi.
Hey, apa-apaan... Kapan kau naik?
Maaf tapi bolehkah aku merangkulmu?
Dari tadi tanganmu kemana?
Hey, turun.
Disini?
AKu ada urusan disini jadi pulanglah.
Kau menguji kesabaranku, bocah.
Pulang sekarang.
Sampai kau setuju kencan denganku.
Aku akan datang tiap hari.
Kapan kau akan dewasa?
Jika kau memaksa tetap disini, sana berdiri di belakang.
Ada apa?
Kau!
Aku hanya...
mengkhawatirkanmu.
Pulanglah...
Tidak apa.
Tidak bisakah kau luangkan waktu lima menit untukku?
Beruang madu...
Jangan panggil aku itu.
Aku pantasnya jadi ibumu.
Beruang madu, aku mencintaimu.
Jaga bicaramu, bocah.
Pak Kim, aku akan patroli.
Sendirian?
Tunggu sampai Pak Jo kembali.
Hey!
Bayar.
Huh? Bus ini kemana?
Gupabal.
Itu arah kebalikan menuju rumahku.
Lalu apa?
Biarkan aku turun!
Tidak!
Turun di halte selanjutnya.
Aku pulang.
Bisa bicara sebentar?
...memanggilnya Putri Mighty.
Maafkan aku, Yah.
Benarkah, aku tidak mengerti.
Itu benar-benar kau?
Itukah yang kuajarkan padamu?
Lihat postur tubuhmu!
Kau harus berlatih lebih keras jika tidak itulah hasilnya!
Apa maksudnya ini?
Jika kau berdiri seperti itu, kau bisa saja mematahkan punggungmu!
Dan saat kau menginjak api,
kau harus melakukan pernafasan hipogastrik dulu!
Atau kau akan kehilangan semua qi-mu!
Charyeok adalah dasar bagi semua ilmu bela diri.
Aku berhenti dari Klub Charyeok.
Kau harus...
mewarisi jurus Sambaran Petir milik ibumu!
Aku sudah tidak suka ilmu bela diri.
Aku benci Charyeok dan aku benci Sambaran Petir ibu.
Aku ingin hidup seperti gadis normal.
Kau dulu pernah bilang apa?
Aku sekarang kuliah, Yah.
Aku akan lakukan apa yang ingin kulakukan.
Aku belum pernah jadi gadis normal.
Lalu apa yang akan terjadi pada warisan terkenal kita?
Kau mau mengabaikan permintaan terakhir ibumu?
Aku tidak peduli. Ini bukan tanggung jawabku.
Apa kau benar-benar ingin mengecewakanku seperti ini?
Mau gimana lagi.
Aku tidak ingin hidup sepertimu!
Tolong sekali saja biarkan aku lakukan keinginanku sendiri!
Lama tidak bertemu, Chang-hak.
Mengzhu telah memanggil Empat Guru?
Habisi mereka!!
Mengzhu!
Taktik tanda bahasa!
Dasar sampah!
Kau pikir kau berurusan dengan siapa?
Pergi dari sini.
Dasar sampah.
Mengzhu!
Bagaimana kabar kalian? Lama tidak bertemu.
Aku memanggilmu karena masalah penting.
Mengzhu!
AKu tidak punya tempat tujuan.
Penderitaan menjadi gelandangan.
Aku habiskan waktuku meminta-minta.
Dengan langit menjadi atapku.
Aku temukan tempat sunyi untuk habiskan waktu beberapa hari ini.
Tapi dengan banyaknya lalat.
Bagaimana bisa...
aku istirahat dengan tenang?
Guru, ini puisi asli!
Sekarang giliranku.
Taktik Matrix!
Taktik Charyeok!
AKu bisa lihat kemampuanmu tidak berkurang.
Itu artinya kau tidak malas.
Kau pikir seperti itu?
Terima kasih, Mengzhu!
Hai!
Halo!
Bagaimana kabarmu?
Ada apa?
Jangan ganggu aku.
Pergi dan tajamkan pisau sana.
Bukankah itu yang di katakan polwan di kantor polisi?
Oops, tepat sasaran.
Lihat siapa yang sakit, lihat siapa yang sakit~
Maaf, tidak bermaksud mengolok-olok.
Aku akan menajamkan pisau sekarang.
Hati-hati!
Hey, kau baik-baik saja?
Ya.
Apa kau pesenam?
Bukan! Itu tidak kena karena aku beruntung jatuh kebelakang.
Kau bilang siapa namamu tadi?
Apa?
Kang So-hui.
So-hui?
Klan kita telah mewarisi ilmu bela diri dari generasi ke generasi.
Tapi apa yang terjadi saat ini?
Hanya para tetua yang ikut dalam kompetisi bela diri atau acara lainnya.
Generasi muda sudah tidak ikut serta lagi.
Ini tidak boleh terus terjadi. Kita harus cari pemecahannya.
Kau benar...
Mengzhu, bahkan putriku.
Dia masuk kuliah dan tiba-tiba berhenti dari Klub Charyeok.
Dia bilang tidak mau hidup seperti aku.
Dan ingin hidup sesuai keinginan dia.
Aku berencana mengajarinya jurus Sambaran Petir tahun ini.
Tapi kurasa sekarang itu tidak bisa.
Bahkan putrimu, si bocah ajaib?
Tapi putramu pekerja keras.
Tidak, si brengsek itu menggilai motor sekarang.
Dia hidup dan bermimpi tentang motor.
Dia selalu memintaku untuk membelikannya.
Suzuki atau apalah.
Dia bahkan saat tidur mengigau masalah motor.
Dasar brengsek.
Kukira anakmu dan putriku adalah...
yang terbaik dan paling pintar.
Dan mereka sangat dekat.
Kita dulu sering bicara.
Bahwa masa depan kita ada di pundak mereka.
Namanya So-hui, kan?
Seperti baru kemarin.
Kita bicara bagaimana dia akan menjadi sangat hebat.
Sama seperti ibunya.
Kenangan yang indah...
Tapi aku melihatnya memainkan Charyeok di video dan dia tidak bagus!
Bakatnya sudah hilang.
Aku tidak bisa mengajarinya ilmu pedang tanpa dasar yang kuat!
Anakku, si brengsek itu.
Dia selalu bicara mengenai motor.
Andai saja aku bisa hancurkan semua motor di dunia ini.
Si brengsek itu, dasar sialan.
Ini masalah yang serius. Di kompetisi selanjutnya,
hanya penerus tiap keluarga yang boleh ikut.
Cheonpoong!
Ya?
Bagaimana kalau aku belikan dia motor?
Apa?
Kenapa kau lakukan itu?
Putramu namanya Il-yeong, kan?
Aku bahkan tidak mau mendengar namanya.
Si brengsek itu.
Tidak ada yang lebih baik daripada So-hui ku kembali berlatih.
Dan ikut kompetisi bela diri yang akan datang.
Tapi meskipun dia sangat menginginkan motor,
Kenapa kau membelikannya?
Bagaimanapun, aku akan beritahu si brengsek itu.
Memangnya berapa harga motor?
Suzuki itu sangat mahal!
Harganya kira-kira sepuluh juta.
Sampai lima belas juta!
Apa? LIMA BELAS JUTA?
Apa kubilang. Dia gila pada motor.
Si brengsek itu saat ini menggunakan KTX.
SI brengsek itu, dasar sialan.
So-hui!
Huh? Apa itu kau, Il-yeong?
Permisi!
So-hui! Lama tidak bertemu...
Tidakkah kau merindukanku?
Yah, uh, kadang-kadang?
Silakan duduk!
Aku menyedikan kursi untukmu.
Hey, pergi dari sini!
Kau seharusnya tidak disini.
Baiklah, aku akan tunggu diluar.
Aku temui kau setelah kelas bubar.
Pergi sana! Pergi!
Kau belum berubah sedikitpun.
Begitupun kau!
Kenapa kau disini?
Sebenarnya... aku rindu kau.
Ayo kita latihan lagi.
Kita akan jadi tim hebat.
Aku berhenti.
Kenapa?
Kau adalah putri dari So Ok-soon, si Sambaran Petir.
Lalu apa? Aku hanya anak kuliahan biasa sekarang.
Terima kasih banyak.
Hal yang kau katakan padaku tahun lalu.
Kau bilang kau ingin jadi pahlawan di novel wuxia!
Yah, aku sudah melewati masa remaja.
Hey, dari yang kulihat, kau masih remaja!
Kau lihat itu?
Itu dia! Suzuki GSX 1300R, alias Hayabusa!
Kubayangkan bagaimana rasanya mengendarainya setiap hari.
Tapi jangan khawatir, dia akan jadi milikku secepatnya!
Kenapa seseorang meletakkan ini disini?
Ini berat...
Kau butuh bantuan?
Tidak, tidak usah.
Ini berat...
Tidak apa.
Kelihatannya berat.
Halo!
Dah!
Apa lagi yang kau lakukan disini?
Aku pura-pura jadi kau.
Coba tebak, dia tidak sadar kalau aku bukan kau.
Pergi!
Aku bangun terlalu pagi hari ini. Kurasa aku akan tidur siang.
Apa kau datang ke sekolah hanya untuk tidur?
Tidak?
Ceritakan kembali apa yang sudah aku ajari tadi.
Salah kelas.
Kau tahu dia?
Tidak, aku tidak tahu.
Kau BENAR tidak tahu dia?
Tidak, aku benar-benar tidak tahu.
So-hui, aku akan tunggu di luar!
Kau benar-benar keras kepala.
Kau tidak ke sekolah?
Tahun ini tidak dulu.
Lagipula aku harus ikut wajib militer.
AKu tidak mau kembali ke masa anak-anak, okay?
Kau mengerti?
Sial, ini pecah.
Kau MASIH anak-anak.
Aku sudah cukup dewasa untuk menikah.
Dan bahkan punya anak.
Lekukan ini...
Begitu lembut...
Begitu lembut saat aku sentuh dia...
Suara mesin membangunkan lamunanku. Mesin!
Mereka seharusnya bermain di tim amatir sekarang.
Begitukah caramu bermain hockey es?
Tidak, mereka berkelahi!
Apa yang kau lakukan? Hentikan perkelahian ini!
Jun-mo!
Ayo pergi!
Apakah kau yang melempar dia?
Kau...
Tidak! Mereka bilang kau mengeluarkan kekuatan tak wajar saat terdesak.
Ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Aku bersumpah!
Dasar sialan.
Kau pikir hockey es itu semacam olahraga perang?
Dasar sialan.
Tidak pernah terjadi selama 20 tahun jadi pelatih.
AKu melihat tim universitas berkelahi dengan tim amatir!
Hey, Kang So-hui!
Tidakkah kau lihat aku sedang menghukum mereka?
Hentikan itu dan pergilah!
Kauu, muka-bule, pergi juga!
Oh tidak, aku harus ke perpustakaan.
Ayo kita beli minum.
Tidak! Aku punya banyak tugas.
Sekarang sedang hujan, cocok untuk minum-minum.
Hey, sudah kubilang, tidak bisa.
Baiklah!
Kalau begitu bawa payungku.
Siap? 1..2..3..
Ini berhenti. Ayo pergi.
Minum!
Lewat sini!
Keluar.
Kau harus pergi.
Cheon Il-yeong, apa yang kau lakukan di atas sana?
Aku pergi. Dah~
Tunggu...
So-hui. So-hui?
Darimana kau dapat payung itu?
Kenapa kau tanya? Aku dapat pinjam.
Kau mencurinya?
Tidak, aku MEMINJAMNYA.
Dari siapa?
Teman...
Ini dia. Sampai jumpa!
Selamat tinggal. Kuharap tidak bertemu kau lagi.
Sampai jumpa. Kita jumpa lagi besok.
Aku bunuh kau jika datang lagi.
Sampai jumpa besok.
Aku akan bunuh kau.
Bocah, aku beritahu dia itu pantasnya jadi ibumu.
Terserah, dimana dia?
Dia sedang patroli, bocah.
Kau harus tunggu jika mau menemuinya.
Area 340 ada di bawah jalan layang Ungbong-dong, kan?
Bocah itu bisa mengerti radio polisi?
Tuan, ikuti motor itu!
Kau pikir ini apa, taksi?
Lepaskan aku, kumohon lepaskan.
Pak Choi, tidak!
Lepaskan aku.
Semuanya tetap ditempat.
Jika kalian bergerak sedikit saja, aku akan tembak!
So-hui. So-hui?
Apa yang kau lakukan disini?
Aku mengikutimu dari bis!
Kau kasihan sekali...
Lihat sebelum kau melangkah, idiot.
Apa yang harus kita lakukan?
Kita harus bertarung, tentu saja.
Tapi kukira kau sudah tidak mau menggunakan ilmu bela diri lagi.
Diamlah!
Aku tidak mau Jun-mo melihat wajahku.
Kamuflase...
Kamuflase?
Hey, jangan bergerak!
Bagaimana rupaku? Apa aku mirip laki-laki?
Kami siap!
Apa kau... So-hui?
Kang So-hui, ya kan?
Aku tidak tahu yang kau bicarakan.
Apa kau terluka?
Sepertinya tugas kita disini selesai, rekan. Kita pergi?
Baiklah.
Bukankah enak menggerakan oto-ototmu?
Tidak.
Akui saja kau menikmatinya!
Aku haus.
Tunggu disini, aku akan ambil air minum.
Pergilah ke dokter.
Keluar.
Bolehkah ku lihat senyummu, sekali saja?
Aku tidak punya senyum manis untuk orang lain.
Keluar.
Gadis yang bersamamu malam itu...
Dia menyukaimu.
Orang yang menyukaimu dialah yang paling berharga.
Lalu... tidakkah kau menganggapku lebih berharga?
Hentikan! Hentikan itu! Aku pergi!
Kau memberiku bir?
Kita sudah dewasa sekarang...
Kita seharusnya tidak minum kola lagi.
Bersulang.
Kadang aku mengalami mimpi yang sama berulang-ulang.
Kau selalu ada di mimpi itu.
Kita berada di tepi jurang dan jauh dibawah adalah laut.
Bulan bersinar di langit dan aku melihat pulau di kejauhan.
Aku memandangi ombak di laut.
Ada batu besar di atas jurang itu.
Dan aku melakukan tarian pedang menggunakan Green Destiny.
Kau duduk dengan nyaman di belakang, melihatku.
Aku mengalami mimpi itu beberapa kali.
Semuanya sama.
Bahkan ekspresimu.
Itu bukan mimpi. So-hui dan aku...
Itu semua terjadi di masa lalu.
Hanya saja dia tidak ingat.
Aku habiskan banyak waktu bersama So-hui sejak kecil.
Dilahirkan di keluarga berilmu bela diri terkemuka.
Kami lebih rajin berlatih daripada ke sekolah.
Dan tidak ada yang bisa mengalahkan aku dan So-hui.
Dan juga, aku tidak bisa mengalahkan So-hui.
Dan semua memanggilnya anak ajaib.
Mungkin itu memang sepantasnya.
Ayahnya adalah ahli Charyeok dan dipanggil Cheolgak.
Dan ibunya ahli jurus Sambaran Petir, So Ok-soon.
Mereka bilang ibunya mampu memotong pohon menggunakan pisau rumput.
So-hui mewarisi kedua keahlian itu.
Kami ingin hidup seperti pahlawan yang ada di novel wuxia.
Aku ingin melihatnya melakukan tarian pedang menggunakan Green Destiny.
So-hui.
Huh?
Kau pernah lihat Green Destiny?
Tidak.
Tidakkah kau ingin melakukan tarian pedang menggunakan Green Destiny?
Green Destiny adalah pedang berharga dari Klan Wutang di China.
Seorang biksu memperkenalkan pedang itu lebih dari seratus tahun lalu.
Green Destiny sangat berharga sehingga...
hanya diperlihatkan ke umum tiap tiga tahun sekali.
Selama kompetisi bela diri.
Kita hanya diperbolehkan menyentuhnya.
Menurutku itu bukan mainan anak-anak.
Serahkan itu.
Ini sepertinya bukan kepunyaanmu juga.
Kita harus mengembalikannya.
So-hui, jangan!
So-hui!
Kita latihan lagi.
Tidak!
Kenapa?
Satu-satunya alasan aku melakukan itu adalah orang tuaku.
Apa bagusnya itu?
Tidak, kau melakukannya karena kau menginginkannya!
Lihat ini.
Lihat bekas luka ini?
Aku kecelakaan saat tingkat 10.
Tapi aku tidak ingat apapun mengenai itu.
Kau tidak pernah menemuiku setelah kecelakaan itu.
Mengzhu!
Dia, dia menguasai Tebasan Bulan
menggunakan Green Destiny.
Satu-satunya cara untuk menaklukannya adalah dengan jurus Sambaran Petir.
Dia... Dia...
Mengzhu!
- Mengzhu! - Mengzhu!
Mengzhu!
Mulai bergerak dan lakukan tugasmu, dasar brengsek!
Ingat kau main untuk tim kami, bukan mereka!
Aku benar-benar harus mencari pengganti.
Bergerak lebih cepat!
Halo!
Apa yang akan kulakukan padanya?
Halo, halo!
Gunakan badanmu!
Kang So-hui!
So-hui!
Dia pingsan.
Ada apa denganmu? Ini tidak seperti kamu.
Dia tersenyum!
Berapa jari yang kuangkat?
Dua.
Kalau ini?
Tiga!
Kau memang atlit berbakat.
Apakah karena kau dilatih bela diri, atau kau terlahir dengan kemampuan itu.
Sinar bulan yang terkumpul di ujung pedang.
Dikatakan akan menghasilkan kekuatan dahsyat.
Sekali tebasan sama dengan ribuan tombak.
Itulah Tebasan Bulan.
Tebasan Bulan tidak lengkap tanpa Green Destiny.
Heuk-bong adalah pencurinya!
Satu-satunya yang bisa menghentikan Tebasan Bulan adalah...
Sambaran Petir.
Yang hanya bisa dilakukan oleh ibunya So-hui...
Kami memperkirakan hujan deras 30 sampai 60 mililiter.
Termasuk 20 sampai 30 di bagian selatan negeri ini.
Di bagian tengah, kami perkirakan hujan deras 20 sampai 30 mililiter.
Permisi.
Pesan ini untuk Heuk-bong!
Datang ke tempat latihan lama pukul 21 saat malam bulan purnama!
Gab-seong akan menerima tantanganmu!
Datang ke tempat latihan lama pukul 21 saat malam bulan purnama!
Datang ke tempat latihan lama saat malam bulan purnama!
Pesan ini untuk Heuk-bong! Pukul 21!
Kau pikir kau sedang apa? Bangun, Kang So-hui!
Ya pak!
Il-yeong, apa itu kau?
Green Destiny!
Motorku hilang!
Aku mulai melemah...
saat ibuku meninggal.
Aku tidak makan seharian. Aku terkena anorexia.
Mereka bilang hidupku tidak akan lebih dari 10 tahun.
Lalu ayah memaksaku bermain olahraga.
Kukira orang yang habis berolahraga harus makan banyak.
Aku terlahir kembali bermain hockey es.
Bahkan hari ini.
Tiap momen hidupku sangat berharga.
Kita berdua kehilangan ibu saat kecil.
Kita semua akan kehilangan ibu cepat atau lambat.
Lalu orang lain akan mengambil tempatnya.
Kau bilang kau kehilangan motormu?
Ya.
Berapa nomor platnya?
Seoul Jongro Ma 8183.
Namamu?
Kau tahu namaku.
Namamu!
Jeong Joon-mo.
Nomor telepon?
011 9744 4146
Kami akan hubungi jika menemukannya.
Datang saja ke kantor kalau ada pertanyaan.
Maafkan aku, Kang So-hui.
Kurasa aku tidak membuat momen berharga.
Aku akan menyesalinya.
Dan bersiaplah untuk entubasi!
Halo?
Il-yeong? Dimana kau?
Apa?
Maafkan aku Yah.
Aku seharusnya mendengarkanmu.
Ayah...
Semuanya dimulai...
Sebelum kau lahir...
Mungkin ketika kau masih dalam kandungan...
Tiba-tiba seorang pria muncul pada saat kompetisi bela diri.
Mencuri Green Destiny dan mempermalukan para wulin.
Mulai sekarang,
- Green Destiny dimiliki Heuk-bong. - Heuk-bong.
Selama aku memiliki Green Destiny.
Akulah mengzhu!
Dia menyebut dirinya mengzhu berikutnya dari para wulin.
Dia sebagai anak dari mengzhu, tidak ada yang berani menentangnya.
Wulin mengalami keruntuhan di atas kekuasaanya.
Lalu seseorang mengajukan diri untuk menyelamatkan wulin.
Dia ibumu,
So Ok-soon penguasa jurus Sambaran Petir.
Kau sedang dikandung tapi tidak ada yang tahu.
Ibumu bertrung melawan Heuk-bong selama empat hari empat malam.
Tapi tidak ada yang menang.
Mengzhu memerintahkan untuk mengampuni Heuk-bong.
Jadi dia tidak bisa mengeluarkan jurus mematikan miliknya, Sambaran Petir.
Setelah bertarung selama empat hari.
Ibumu kelelahan.
Begitu pula Heuk-bong.
Meskipun dia berusaha keras,
Mengzhu mengampuni Heuk-bong setelah mengembalikan Green Destiny.
Karena pertempuran itu ibumu semakin melemah.
Dan setelah dia melahirkanmu.
Dia memberitahu ayahmu rahasia Sambaran Petir untuk diajarkan padamu.
Ini jalan yang benar kan?
Setelah kecelakaan itu...
Kau berada di rumah sakit selama satu minggu.
Tapi tidak menunjukan tanda-tanda kesembuhan.
Aku tahu kemudian.
Bahwa pedang yang melukaimu itu telah di olesi racun.
Hanya Heuk-bong yang bisa melakukan hal seperti itu.
Dan hanya dialah yang memiliki penawarnya.
- Pengecut. - Apa kau datang untuk ini?
Seorang gadis kecil sekarat karena ulahmu!
Bocah yang baik...
Jika kau berjanji jadi muridku.
Aku akan berikan penawarnya.
Aku menyerah padanya untuk mendapatkan penawar itu.
Aku tidak bisa bebas dari hipnotisnya.
Aku miliki Green Destiny di tanganku.
Tapi aku tidak bisa memakainya seperti Heuk-bong.
Kau sekarang menjadi Heuk-bong.
Kau akan menyelesaikan apa yang kumulai.
Kapanpun seseorang memanggil Heuk-bong, kau akan pergi.
Di dunia ini tak ada yang lebih hebat dari Heuk-bong.
Tapi Heuk-bong juga terluka.
Dia mati tanpa membebaskanku.
Aku sedang mencari suara yang di buat Heuk-bong.
Suara seperti itu...
Ini adalah buku rahasia Sambaran Petir,
seperti yang di ajarkan ibumu dan ditulis oleh ayahmu.
Ayahmu telah berlatih secara rahasia.
Tapi dia tidak pernah mencapai tingkat wugong.
Sehingga jadi lawan yang mudah bagi Heuk-bong.
So-hui, ambil ini dan coba kuasai sampai tingkat wugong.
Aku tahu kau bisa melakukannya.
Jika kau bisa menguasai Sambaran Petir.
Kalahkan Heuk-bong yang telah membunuh ibumu dan melukai ayahmu.
Hanya kau yang bisa menaklukannya, So-hui.
Balaskan dendam orang tuamu.
Balas dendam adalah hukum Wulin.
Tadi itu Sambaran Petir!
Ya, aku juga melihatnya!
Itu dia!
So Ok-soon hidup lagi!
So-hui bisa mengalahkanku.
Dia bisa membebaskanku dari sihir ini.
Jika dia bisa membunuhku...
Aku mati tanpa penyesalan.
Aku menantang So-hui.
Untuk membunuhku...
Il-yeong, si brengsek itu!
Minggir.
Il-yeong, si brengsek itu!
Il-yeong, ini aku!
Bangun!
So-hui, kau bisa dengar aku?
Aku berkomunikasi denganmu lewat telepati.
Il-yeong...
Berhenti bertahan dan serang aku!
Ada apa?
Kenapa kau menyerangku, Il-yeong?
Aku dibawah pengaruh hipnotis.
Ingat apa yang telah kita lalui.
Aku sangat senang saat kau datang ke sekolahku.
Meskipun aku tidak menunjukannya.
Aku merindukanmu saat kau tidak ada.
Aku tidak ingin menyerangmu.
Tapi tubuhku tidak lagi dalam kendaliku.
Tolong serang aku.
Serang sekarang!
Maafkan aku...
Jika itu yang kau inginkan...
Il-yeong!
Itu dia!
Serang aku sekali lagi!
Tidak!
Aku tidak mau!
Serang aku sekarang!
Tidak!
Aku tidak mau menyakitimu.
Sekarang!
Il-yeong!
Tidak.
Jangan Sambaran Petir!
Lepaskan pedangnya!
Lepaskan!
Il-yeong!
Il-yeong, tidak!
Jangan!
Aku sedang mencari suara yang dibuat Heuk-bong.
Suara seperti itu...
Il-yeong!
Ini bukan suaranya... Ini bukan suara itu...
Il-yeong, hentikan...
Lepaskan itu.
Aku tidak bisa mengendalikan tubuhku!
Aku tidak akan menyerangmu lagi.
Il-yeong, konsentrasi!
Kau bisa mematahkan hipnotisnya!
Tidak, semakin aku memikirkanmu, semakin tubuhku bergerak sebaliknya!
Kalau begitu jangan pikirkan kau, dasar bodoh!
Aku tidak bisa...
Kau adalah Il-yeong bukan orang lain.
Il-yeong, konsentrasi!
Kau bisa patahkan hipnotisnya!
Kita bisa melakukannya!
Il-yeong!
Il-yeong!
Il-yeong...
Aku...
Kurasa aku mengerti bahasa pikiranmu jauh sebelumnya.
Hal-hal yang tidak aku ingat.
Aku ingat kembali dengan mendengarkan bahasa pikiranmu.
Aku ingat kita pernah mencuri Green Destiny bersama-sama.
Dan jatuh dari jurang...
Dan bagaimana kau lompat dari jurang untuk menyelamatkanku..
Ayah?
Ayah!
Kau adalah orang yang kuat...
Aku sangat menyayangimu...
So-hui!
Ayah...
Ow! Ini sakit, So-hui...
Sekarang akankah kau membelikanku motor?
Kenapa aku harus membelikan motor untuk orang brengsek sepertimu?
Semuanya berkat aku So-hui mulai berlatih lagi.
Kau bilang kau akan belikan!
Hentikan, dasar brengsek. Kau bahkan tak pantas menerimanya.
Jangan keluarkan suara seperti itu, anak muda.
Dia bisa mendengar bahasa pikiranku.
Lain kali, aku akan katakan padanya.
Aku mencintaimu... Aku mencintaimu, So-hui.
Apa? Dasar brengsek.
Hati-hati, aku tahu dengan jelas apa yang ada di kepalamu...
== Subtitle By figure09 == ( Resync By Coffee_Prison )
Pada suatu masa.
Hiduplah seorang putri cantik di kerajaan kecil yang damai.
Dia sangat baik dan juga sangat cantik.
Dia keras seperti batu dan kuat seperti banteng.
Sehingga dia bisa menepis serangan apapun.
Dan rakyatnya memanggilnya Putri Mighty.
1..2..3..!!
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.