Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
- Fmoviez -
- FMZM -
Anda tidak boleh ke sana, Pak.
Pak!
Aku suaminya!
Siapa kau?
Hey, kau tidak boleh di sini.
Keluar!
Kubilang keluar!
Hey, Park!
Keluarlah!
- Pergi! - Di mana dia?
Young-Hoon!
- Young-Hoon! - Kau tidak boleh berada di sini!
Amankan garis pembatas, dasar bodoh.
Keluar!
Ya Tuhan..
Kau tidak boleh ada di sini, mengerti?
Bawa dia keluar.
Ayo!
Tidak apa, lepaskan dia..
Young-Hoon..
Kau amankan garis pembatas.
Aku akan mengawasinya.
Young-Hoon..
Joon-Sung..
SAE-BYEOK SONG
SUN YOO
HYUK-JIN JANG
MIN SUK OH
HAE GYUN JUNG
Ditulis dan Disutradarai oleh JUNGWOOK KOH
6 BULAN KEMUDIAN
Istri Joon-Sung.
Siapa kau?
Tolong! Kumohon!
Apa-apaan ini!
Kasus Pembunuhan 2018-503
Masih belum dijawab?
Belum.
Ini tidak baik..
Ini sudah hampir saatnya.
Tidak terjadi sesuatu di kantorku kemarin, bukan?
Ayo kita ke dalam saja.
Begini..
Aku akan memeriksanya saja.
Tidak, jangan lakukan itu.
Memaksanya bersaksi tidak baik bagi kita.
Tidak, sebaiknya aku memeriksanya.
Tolong beritahu suamiku agar jangan kuatir.
Young-Hoon
Anda terhubung dengan kotak pesan suara dari..
Hey!
Hey!
Tenang, itu bukan darahmu.
Siapa kau?
Kenapa kau melakukan ini padaku?
Darimana kau mengenal Yoo-Jung?
Siapa?
Aku tidak tahu siapa itu.
Kurasa ada kesalahpahaman antara..
Dengar baik-baik.
Kau jawab pertanyaanku sekarang
atau jawab pertanyaanku setelah kuhajar. Kau mengerti?
Kenapa nomor kasus ini tertulis di buku notamu?
Kenapa itu jadi urusanmu?
Tunggu! Jangan!
Tunggu!
Kau salah..
Aku tidak ada sangkut pautnya dengan itu!
Itu yang sebenarnya!
Lalu kenapa kau di sini beberapa hari lalu?
Aku di sini?
Kalau begitu, ini adalah..
Kenapa kau di sini?
Aku hanya penasaran.
Penasaran?
Kau penasaran dengan kasus yang tidak pernah dimuat di media?
Kudengar ada pembunuhan di dekat rumahku, jadi..
Sudah 6 bulan lamanya.
Dan kau baru penasaran?
Tepat setelah sidang pertama?
Itu yang sebenarnya.
Istriku menceritakannya padaku beberapa hari lalu. Itu alasannya.
Itu yang sebenarnya!
Aku bersumpah!
Orang sepertimu tidak mau jujur.
Selalu pura-pura tidak tahu.
Detektif Cho
1 bulan lalu
Ya?
Ya.
Ya.
Aku mengerti.
Kita tidak bisa membuang ini begitu saja, jadi..
Yoo-Jung Lim Barang Pribadi Korban
Dan kau harus menandatangani formulir penyerahan ini.
Kau masih belum pulang juga?
Kau jangan menginap di motel lagi dan pulanglah.
Sidangnya sudah selesai, kau tahu bukan?
Apa itu?
Ini berkas kasus.
Apa?
Sialan!
Kau tidak boleh mengambil itu!
Lepaskan!
Hey, lepaskan saja dia.
Tuan Young-Hoon Lee!
Pemilik sewamu terus menelpon kami.
Dia mau kau mengosongkan rumahnya.
Dia terlalu takut untuk menelponmu.
Sudah saatnya kau pulang.
Bagaimana bisa kau biarkan dia mengambil itu?
Kasus ini sudah ditutup.
Jaksa Penuntut punya berkas aslinya. Itu hanya berkas sisa.
Young-Hoon!
Young-Hoon!
Bagaimana kau bisa menemukanku?
Aku melihatmu lewat tadi.
Young-Hoon.
Bisa kita bicara..
Maaf..
Kumohon!
Kumohon padamu.
Ini tidak akan lama. Aku janji.
Silakan duduk.
Aku beberapa kali mampir ke rumahmu.
Kurasa kau belum juga..
Ada perlu apa?
Apa kau sudah dengar pengajuan banding Joon-Sung?
Ya.
Aku berpikir, apa bisa...
kau bersaksi di persidangan nanti?
Tolong, pulanglah saja.
Aku sungguh minta maaf menanyakanmu ini,...
tapi kumohon tolonglah kami.
Pengacara bilang kami perlu saksi atau bukti baru.
Apa yang kau inginkan dariku?
Yang kau katakan pada polisi sebelumnya.
Bahwa Joon-Sung tidak mungkin melakukannya.
Kau tidak menyebutkan dalam kesaksianmu..
Kau tidak mulai berpikir itu benar, bukan?
Tidak, Young-Hoon.
Kau tidak bisa begitu.
Kau tahu, suamiku bukan pembunuhnya.
Apa yang kutahu? Aku tidak tahu apapun.
Bagaimana bisa kau bilang begitu? Kau adalah sahabatnya.
Kau hanya memikirkan suamimu.
Apa kau pernah memikirkan istriku, Yoo-Jung?
Justru dialah alasan kita harus menemukan pembunuh sebenarnya!
Pembunuhnya masih bebas karena polisi salah menangkap orang!
Bagaimana kau bisa begitu yakin?
Dari mana kau tahu dia tidak melakukannya? Mungkin kau hanya ingin mempercayainya.
Aku tahu!
Aku tahu suamiku tidak mungkin melakukan hal seperti itu.
Aku sangat yakin!
Kau tahu pasti apa yang kubicarakan!
Kau lebih mengenalnya daripadaku!
Tidak.
Kau lebih mengenalnya.
Bukankah karena itu kau begitu sakit hati?
Dalam hatimu, kau tahu. Tapi kau tidak bisa membuktikannya.
Jangan konyol.
Lalu bagaimana dengan Yoo-Jung?
Apa kau juga percaya apa kata polisi tentangnya?
Bahwa dia punya hubungan gelap dengan suamiku?
Bahwa dia tidur dengan sahabatmu sendiri?
Sehelai rambut.
Polisi salah menangani seluruh kasus ini hanya karena itu.
Mereka tidak memeriksa lebih jauh.
Kalau kau tidak menolong kami,..
kita mungkin akan kehilangan suamiku dan istrimu.
Kumohon, berhentilah.
Young-Hoon..
Kubilang hentikan!
Tolong tinggalkan aku sendiri.
Pergilah.
Pergi.
Young-Hoon..
Kumohon, tolonglah kami.
- Kau satu-satunya yang kami punya. - Pergi.
- Pergi! - Young-Hoon!
Kumohon!
Tolonglah kami!
- Pergi! - Young-Hoon!
Young-Hoon!
Kau wanita jalang.
Aku membunuhnya.
Apa yang kau lakukan?
Kau pikir kami tidak tahu apa perbuatan suamimu?
Tenanglah! Kau tidak tahu apa yang bisa diperbuatnya pada kita.
Aku tidak peduli!
Wanita gila ini harus tahu akibatnya!
Ya Tuhan, bisakah kau tenang sedikit?
Ibu!
Hey, nak!
Jangan datang ke sekolah TK ini lagi!
Kau tidak apa-apa?
Kau mengerti?
Apa-apaan kau ini!
Jangan berani membentakku!
Hentikan!
Kau mau berkelahi?
Akan kuhajar kau!
Lepaskan aku!
Ibu!
Dasar perempuan gila!
Tidak apa-apa, sayang.
Itu sebabnya aku tidak mau berurusan dengan orang kelas menengah.
Sangat tidak beradab.
Kemari kau!
Siapa kau?
Maaf, kupikir tidak ada orang di sini.
Apa kau tidak ada kesibukkan lain?
Maafkan aku..
Terkutuk mereka..
Rambutnya. Bagaimana kau melakukannya?
Rambut apa?
Apa yang kau bicarakan?
Kau tidak tahu?
Aku sungguh tidak tahu. Percayalah padaku.
Kenapa kau melakukan ini padaku?
Kau kira aku membunuh istrimu?
Polisi sudah menangkap pelakunya!
Kenapa kasus yang sudah selesai ini kau tuduhkan padaku?
Kalau kau tidak percaya padaku,
bawa saja aku ke polisi agar mereka bisa menyelidikiku.
Tapi ada sesuatu yang kau inginkan dariku bukan?
Apa?
Untuk apa lagi kau melakukan ini?
Kenapa kau repot-repot melakukan ini,
kalau kau bisa sendiri melaporkanku pada polisi.
Apa yang kau inginkan dariku?
Kau mau aku berbohong dan bilang aku membunuh istrimu?
Sialan kau!
Kau pikir ini lelucon?
Lalu kenapa kau melakukan ini?
Kenapa kau ingin menjebakku?
Tolong!
Young-Hoon!
2 minggu setelah kejadian
Young-Hoon!
Lepaskan aku!
Lepaskan aku! Ada apa ini?
Apa-apaan ini!
Lepaskan! Joon-Sung!
Joon-Sung! Kenapa kalian membawanya?
Bukan suamiku pelakunya!
Kami akan beritahu semuanya di kantor polisi, mengerti?
Joon-Sung!
Joon-Sung!
Joon-Sung!
Joon-Sung!
Tingkat kecocokannya 99%.
Kami sering mengunjungi mereka.
Jelas saja kau menemukan rambutnya di sana.
Dia juga datang beberapa hari sebelum kejadian.
Ya, kami tahu itu.
Masalahnya adalah di mana rambut itu ditemukan.
Korban berdarah di dekat mulutnya
dan rambut yang kami temukan ada di dalam darah itu.
Itu berarti,
rambut itu terjatuh setelah korban berdarah.
Dan itu berarti Tuan Joon-Sung Kim ada di sana saat korban meninggal.
Itu tidak mungkin.
Itu tidak masuk akal!
Estimasi waktu kematian adalah pukul 9 malam.
Tuan Kim menyatakan sedang di rumah saat itu,
tapi tidak ada seorangpun yang bisa membuktikan itu.
Kaupun menyatakan sedang di rumah saudarimu pada saat itu.
Bagaimana dengan kamera pengawas? Kau bilang akan memeriksanya.
Begini..
Tidak banyak yang bisa kami gunakan.
Kami tidak bisa melihat jelas karena hujan lebat.
Kau salah memahami ini semua.
Jika kau menyelidiki ulang..
Tuan Kim adalah orang terakhir yang dihubunginya sebelum meninggal.
Kami bahkan mendapat teks pembicaraan mereka dari ponselnya.
Suamiku tidak melakukan ini!
Hentikanlah.
Kalian tidak boleh bersama sekarang.
Bu Da-Yeon Jeong, kau adalah tersangka dalam penyelidikan ini.
Apa?
Aku harus bicara padamu empat mata.
- Yeung-Sa. - Ya?
- Antar dia. - Young-Hoon..
Mari lewat sini.
Young-Hoon..
Kami sedang menggeledah rumahmu, jadi kau tidak boleh ke sana selama beberapa hari.
Apa yang akan terjadi pada suamiku?
Kami akan menahannya hingga penyidikan berakhir.
Sementara itu, kau boleh mengunjunginya.
Jelaskan tentang prosedur kepadanya.
Lewat sini, Bu.
Detektif, kumohon tolonglah suamiku.
Dia bukan orang yang bisa melakukan ini.
Mereka semua pasti bilang begitu.
Apa?
Apa maksudnya itu?
Apa maksudmu!
Tinggalkan kami sendiri.
Aku tidak ingin memberitahu ini padamu..
Tapi kasus ini..
Ini kasus hubungan gelap.
Apa?
Bukankah Tuan Kim meminjam uang pada korban untuk mendirikan kafe-nya?
Jumlahnya cukup banyak.
Mereka sudah kenal lama. Mereka teman kuliah.
Kami sudah menemui semua teman kuliah suamimu.
Mereka bilang, dulu dia menyukai korban.
Siapa yang mengatakan itu?
Suamiku sendiri yang menjodohkannya dengan Young-Hoon.
Bukankah Tuan Kim yang menyarankan mereka pindah ke dekat rumahmu?
Bukankah dia yang selalu menyarankan kalian berempat selalu bersama?
Tidakkah kau pernah berpikir, ini semua karena si korban?
Tidak.
Mereka pindah bukan karena suamiku.
Nenek Young-Hoon adalah satu-satunya kerabat yang dia miliki.
Jadi, saat dia meninggal tahun lalu..
Yang kudengar justru sebaliknya.
Orang tuamu meninggal dan kau tumbuh besar bersama saudarimu.
Jadi, Tuan Kim meminta korban pindah karena kau kesepian.
Tidak mungkin!
Kau dan Tuan Kim bertengkar di hari kematian korban, bukan?
Bukankah itu karena korban?
Kami tidak menemukan ponsel korban.
Tidak ada yang hilang, kecuali ponselnya.
Itu artinya, si pembunuh ingin menyembunyikan sesuatu.
Dan menurut Tuan Young-Hoon Lee,
wajah korban ditutupi handuk, saat dia ditemukan.
Itu lazim terjadi, bila si pembunuh kenal dekat dengan korban.
Tapi itu bukan berarti suamiku pembunuhnya!
Lihatlah.
Ini adalah SMS antara Tuan Kim dan korban.
- Akan kuberitahu istriku. Rahasiakan ini. - Berapa lama lagi?
- Kalau tidak, aku yang akan beritahu! - Akan kubereskan ini...
Sejujurnya..
kami yakin ini hanya masalah waktu
sebelum kami menemukan senjata pembunuhnya di rumahmu.
Apa?
Bisakah kau tenang dan dengarkan?
Kenapa kau pergi ke sana?
Sudah kubilang, setelah kita bertengkar, aku perlu nasehat.
Bagaimana bisa kau..
Bukan seperti itu!
Ini tidak seperti yang kau kira. Sudah kuceritakan apa yang terjadi.
Bagaimana bisa tidak seperti itu?
Bagaimana bisa kau ke sana
tepat setelah kita bertengkar?
Jangan kau hubungi Yoo-Jung!
Apa kau gila?
Kenapa aku tidak boleh memberitahunya?
Kau merahasiakan sesuatu?
Kau pikir aku tidak tahu apa yang kau lakukan?
Apa yang kulakukan?
Kau menemui saudarimu kemarin, bukan?
Bukankah sudah kubilang jangan menemuinya lagi.
Sudah kubilang terakhir kalinya jangan menemui saudarimu.
Kenapa aku tidak boleh menemui saudariku sendiri?
Karena So-Yeon itu gila.
Dia dikhianati suaminya,
jadi dia mempengaruhimu juga dengan ketakutannya!
Kenapa ini jadi salah saudariku?
Apa normal wanita bersuami mengajak pria beristri untuk minum-minum?
Berapa kali Yoo-Jung mengajakmu pergi?
Bagaimana bisa Yoo-Jung mengajakku pergi!
Dia mengajak kita berdua pergi saat Young-Hoon terlalu sibuk!
Bagaimana bisa kita berdua?
Dia menghubungimu karena dia tahu aku tak mungkin meninggalkan putriku sendiri!
Sudahlah, ini sudah cukup.
Apa yang sudah cukup?
Aku tahu kau menyelinap keluar dari kafe untuk menemuinya.
Apa kau sudah gila seperti saudarimu?
Jadi ini salahku lagi?
Dia yang gila, bukan aku!
Kau dan saudarimu gila! Kalian berdua gila!
Aku mengerti kalian tumbuh besar tanpa orang tua.
Tapi kalau kau tidak bisa percaya siapapun, hidup saja dengan saudarimu!
Apa?
Kau tahu itu penyakit mental?
Jadi jangan ganggu aku! Aku muak dengan hal ini!
Kenapa kau bawa keluargaku dalam masalah ini?
Apa salahku kalau aku tumbuh tanpa orang tuaku?
Wanita jalang itu yang menghancurkan keluargaku!
Kenapa ini jadi salah orang tuaku?
Ibu!
Tidak apa-apa..
Kenapa kau beritahu aku ini sekarang?
Siapa yang menyangka aku akan berakhir di sini?
Darimana aku tahu aku akan ditahan?
Kau harus percaya padaku, Yeon.
Kau satu-satunya yang bisa menolongku.
Ini semua tidak akan terjadi jika kau mendengarkanku!
Aku tidak tahu..aku hanya..
Ini semua kacau!
Joon-Sung.
Siapa lagi yang tahu tentang ini?
Tidak ada. Kau yang pertama.
Kurasa kau harus tahu.
Bagaimana dengan Young-Hoon?
Dia tidak tahu.
Tapi masalahnya..
Ada orang yang melihatku di rumah Yoo-Jung.
Apa?
Siapa itu?
Aku tidak pernah melihatnya. Yoo-Jung juga tidak mengenalnya.
Kalau begitu kita harus beritahu polisi.
Orang ini bisa saja membunuhnya tepat setelah kau meninggalkan rumahnya.
Bagaimana jika tidak?
Ini justru akan membuktikan aku ada di lokasi kejadian.
Pengacara bilang, polisi akan mencari tahu motifku.
Jadi, kau katakan pada polisi, Yoo-Jung dan aku tidak pernah punya hubungan gelap.
Jangan katakan ini pada siapapun, mengerti?
Bagaimana dengan Young-Hoon?
Apa pikirannya kalau dia tahu aku menemui istrinya malam itu?
Bagaimana kalau dia bicara pada polisi? Habislah aku!
Jangan pernah ceritakan ini pada siapapun.
Tidak pada Young-Hoon, bahkan tidak pada pengacaraku.
Kau mengerti?
Young-Hoon!
Young-Hoon, ini aku.
Kumohon buka pintunya.
Young-Hoon!
Tolong ikut aku. Aku tidak punya waktu lagi.
Kubilang aku akan ke sana.
Ada apa ini? Tolong jangan lakukan ini..
Aku akan segera ke sana, kau duluan saja, mengerti?
Young-Hoon, kau sudah berjanji.
Kau bilang akan bersaksi.
Apa kau..
Apa kau bilang pada seseorang
kau akan kemari?
Apa ada orang di sana?
Kau bilang pada seseorang?
Kau bilang pada seseorang atau tidak!
Aku tidak bilang siapapun!
Bagaimana dengan dia?
Apa yang dia katakan padamu?
Tidak ada apapun.
Dia bilang dia tidak tahu.
Apa lagi? Apa dia bilang hal lain?
Tidak.
Apa yang kau lakukan?
Lepaskan dia!
Hentikan!
Bagaimana jika bukan dia pembunuhnya?
Kau akan kena masalah karena ini!
Aku tidak peduli.
Young-Hoon!
Tidak ada waktu untuk ini.
Apa kau sadar betapa penting kesaksianmu hari ini?
Polisi hanya bisa menyelidiki orang ini, jika Joon-Sung bebas.
Bagaimana kalau Joon-Sung tidak dibebaskan? Lalu apa?
Untuk apa orang ini mengaku padamu?
Bahkan jika dia mengaku,
pengakuan dengan cara seperti ini tidak akan berguna bagi kita.
Lalu kita melepaskannya begitu saja?
Tidak ada cara lain untuk mengetahui dia pembunuhnya atau bukan.
Kita bisa beritahu polisi.
Apa yang akan kita katakan pada polisi?
โKurasa dia pembunuhnya, bukan temanku.โ
Kau pikir mereka akan percaya pada kita?
Tetap saja bukan seperti ini caranya.
Maukah kau melepaskannya dan ikut denganku ke sidang?
Tolong beri waktu aku sedikit lagi.
Aku akan mencari tahu sedikit lagi, lalu aku akan ikut denganmu.
Membuktikan Joon-Sung tidak bersalah itu lebih penting!
Bagiku, ini lebih penting.
Bagimu yang terpenting adalah membebaskan Joon-Sung dari penjara.
Tidak bagiku.
Menurutmu kenapa aku menyusun ulang lokasi kejadiannya?
Menurutmu kenapa aku melakukan ini semua?
Siapa yang membatalkan pemindahan barang?
Itu sudah lama sekali. Kami sudah menghapus rekamannya.
Akan kubunuh kau!
Jangan takut. Aku yang membuatnya.
Apa?
Aku menyusun ulang tempat kejadian perkara.
Kemarilah. Jangan sentuh apapun.
Kenapa kau melakukan ini semua?
Kau pernah bilang padaku.
Dalam hatiku, aku tahu. Tapi aku tak bisa membuktikannya.
Karena itu aku sangat menderita.
Kau benar.
Mungkin mereka memang punya hubungan gelap.
Mungkin juga tidak.
Itu membuatku gila. Setiap siang dan malam.
Aku berpikir untuk pindah, tapi rasanya tidak bisa.
Jadi kuputuskan untuk cari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Dengan begitu, aku bisa lanjutkan hidupku
entah itu dengan membenci mereka atau memaafkannya.
Tapi polisi sudah menutup kasusnya.
Dan tidak ada lagi yang tersisa.
Jadi kubuat tempat ini sama dengan tempat kejadian perkara
untuk mendapatkan jawabannya.
Jawaban atas apa yang terjadi malam itu.
Sudahkah kau temukan jawabannya?
Belum.
Jadi, apa menurutmu pelakunya Joon-Sung?
Tidak, kurasa bukan dia pelakunya.
Aku membuat ini dari foto-foto polisi.
Yoo-Jung pasti menutupi pakaian dalamnya karena ada seseorang datang.
Jika itu Joon-Sung, dia pasti memindahkannya.
Saat itu, Joon-Sung pernah kemari.
Lalu Yoo-Jung pulang malam dan marah sekali padaku.
Dia marah padaku karena membiarkan pakaian dalamnya terlihat.
Artinya bukan Joon-Sung yang datang malam itu.
Ada yang mendadak datang setelahnya atau dia tak keberatan memperlihatkan pakaian dalamnya.
Lihatlah.
Ini handuk yang digunakan si pembunuh untuk menutupi wajah Yoo-Jung.
Awalnya aku tidak begitu perhatikan, tapi saat kucermati..
Ini hadiah yang kami berikan saat pesta ulang tahun pertama kami.
Aku ingat Joon-Sung berhari-hari mencari bentuk pelangi seperti itu.
Dia pasti mengenali handuk itu
dan tidak akan digunakan untuk menutupi wajah Yoo-Jung.
Itu tidak cukup untuk mengetahui siapa pembunuh sebenarnya,
tapi setidaknya itu bukan Joon-Sung.
Terima kasih banyak. Aku akan beritahu polisi.
Aku sudah melakukannya, tapi itu tidak cukup.
Apa kata mereka?
Itu tidak cukup dijadikan bukti.
Mereka masih yakin ada hubungan gelap
dan mereka tidak mau mendengarkanku.
Aku akan bersaksi.
Sungguh?
Ya.
Jadi, bantulah aku.
Bantu aku menemukan pembunuh Yoo-Jung.
Kurasa aku tidak bisa melakukannya sendiri.
Betapapun kerasnya usahaku, aku tidak menemukan apapun.
Pertanyaan itu terus saja menghantuiku.
Mungkin Yoo-Jung memang punya hubungan gelap.
Mungkin Joon-Sung memang membunuhnya.
Jadi bantulah aku.
Jika kau berpikir begitu, kenapa harus aku?
Kau percaya mereka melebihi rasa percayaku.
Prioritasku bukan membuktikan Joon-Sung tak bersalah.
Tapi mengetahui siapa pembunuh Yoo-Jung.
Dan lebih penting lagi.. Kenapa dia harus mati?
Kau mengerti?
Tapi kau sudah menemukan orang ini.
Kau bilang mungkin bukan dia pelakunya.
Jika bukan dia pembunuhnya, berarti mungkin Joon-Sung.
Apa?
Kau masih berpikir Joon-Sung bisa melakukan ini?
Kau tahu itu tidak benar!
Lalu siapa dan kenapa?
Polisi bilang pelakunya Joon-Sung. Kau bilang bukan.
Salah satu pasti adalah pembunuhnya!
Bagaimana bisa kau lakukan ini pada kami?
Kau bilang Joon-Sung bukan pembunuhnya.
Sekarang mendadak kau berubah pikiran?
Bahkan jika dia terbukti tak bersalah, kau takkan mempercayainya.
Kau memang tidak pernah percaya itu sejak awal!
Sial!
Terserah kau mau lakukan apapun!
Kau mau membunuhnya atau tidak, terserah saja!
Maaf, aku tidak bisa melakukan apapun.
Apa?
Dia pelakunya.
Tolong lepaskan aku.
Aku bisa jelaskan semuanya.
Cepat!
Dia pembunuh sebenarnya!
Apa?
Aku ingat sesuatu saat kalian berdua bicara.
Aku melihatnya terakhir kali saat aku datang kemari.
Hello?
Ya, Young-Hoon.
Aku baru saja masuk.
Baik, aku akan segera ke sana.
Baiklah.
Itu milik Yoo-Jung.
Bagaimana kau bisa..
Aku tidak bermaksud menyembunyikannya,
tapi banyak sekali foto pribadi kami di dalamnya.
Aku merasa aneh menunjukkannya pada polisi.
Ponsel itu terkunci saat aku menemukannya.
Mungkin si pembunuh memasukkan kata kunci yang salah.
Mungkin si pembunuh menginginkan sesuatu dari ponselnya.
Apa kau menemukan sesuatu?
Ada pesan yang ingin dikirimkan Yoo-Jung kepada Joon-Sung.
Kemarikan.
Baru saja datang. โYโ...
Ada yang datang ke rumah?
Ya, kurasa begitu.
Baru saja datang. โYโ...
โYโ?
Mungkin hanya salah ketik.
Kuharap kau tidak beritahu polisi soal ponsel ini.
Aku tidak mau ada masalah, kau mengerti, bukan?
Aku tidak menyentuh apapun.
Kondisinya tetap sama seperti saat kau meninggalkan rumah waktu penggeledahan.
Seperti yang kau minta.
Terima kasih, So-Yeon.
Akan kubereskan kamar ini nanti, jadi tolong biarkan seperti ini saja.
Ada berkas-berkas penting di sini.
Dan tolong jaga dia selama beberapa hari ini.
Tidak masalah, dia keponakanku juga.
Tapi ada apa sebenarnya?
Kami membuka kembali kasusnya.
Eun-Jin, kemarilah.
Kenapa polisi membuka kembali kasusnya?
Bukan kepolisian.
Lalu siapa?
Tunggu.
Kau tidak melakukan ini dengan suami si korban, bukan?
Apa kau gila? Bagaimana bisa kau mempercayainya?
Bagaimana jika dia melakukan sesuatu padamu?
Dia tidak seperti itu.
Darimana kau tahu itu?
Bagaimana jika kau menemukan bukti bahwa Joon-Sung membunuhnya?
Apa lagi yang dia cari?
Lalu aku harus bagaimana?
Dia satu-satunya yang percaya Joon-Sung tidak bersalah!
Aku harus melakukan sesuatu.
Aku tidak bisa biarkan putriku tumbuh tanpa ayah.
Ada yang datang ke rumah
maka dia menutupi pakaian dalamnya.
Lalu dia membuka pintu.
Kurasa di sinilah kejadiannya.
Ada tanda bekas perlawanan.
Tapi aku tidak bisa benar-benar memahaminya.
Apa maksudmu?
Kemarilah.
Anggaplah aku pembunuhnya.
Aku melakukan ini..
Tepat sekali!
Dia bisa saja meraih sesuatu, tapi dia tidak melawan.
Mungkin dia terlalu takut.
Mungkin saja.
Bisakah kau berbaring di sini?
Kurasa pembunuhnya mendorongnya ke bawah.
Ada bekas tanda dia memberontak.
Seperti ini.
Seperti ini.
Benar sekali!
Kau berlari menuju pintu keluar
tapi Yoo-Jung langsung lari ke kamar!
Dia bahkan tidak melawan!
Maafkan aku.. Aku tidak bermaksud..
Takut akan apa?
Young-Hoon?
Ada apa dengannya?
Apa dia melakukan sesuatu padamu?
Tidak, bukan seperti itu..
Joon-Sung..
Bagaimana jika Young-Hoon pelakunya?
Apa?
Untuk apa ada yang mau membunuh Yoo-Jung?
Dan karena Young-Hoon yang pertama menemukan mayatnya..
Bagaimana jika bukan dia? Apa yang akan kau lakukan?
Bagaimana jika kau curiga padanya lalu dia menolak bersaksi?
Yeon.
Aku sungguh mengerti ini sulit.
Tapi, kumohon jangan..
Jangan lakukan apapun sebelum Young-Hoon bersaksi.
Kau tahu, kaulah satu-satunya harapanku.
Aku ingin kau bertahan sebentar lagi.
Apa kau mengerti?
Kumohon lepaskan aku.
Bagaimana bisa aku mempercayaimu?
Menurutmu kenapa dia melakukan ini?
Dia membunuh istrinya dan aku satu-satunya saksi.
Itu sebabnya dia melakukan ini padaku.
Apa kau sungguh berada di sini malam itu?
Kenapa kau di sini?
Aku salah masuk gedung. Akan kujelaskan itu nanti.
Kumohon..
Untuk apa aku bohong?
Saat dia sudah selesai denganku, mungkin kau selanjutnya.
Jika kau lepaskan aku, akan kuceritakan semua pada polisi.
Kau akan melakukan itu?
Ya. Jadi, kumohon..
Ini kesempatan kita satu-satunya.
Apa yang kau lakukan!
Apa kau sudah gila?
Buka pintunya!
Cepat hubungi polisi!
Buka pintunya!
Buka sekarang!
Halo? Kumohon cepatlah!
Ada yang berusaha membunuh kami!
Aku di jalan Sin-hung..
Apa kau sudah gila? Putuskan telponnya!
Rumah bekas pembunuhan baru-baru ini!
Young-Hoon! Jangan!
Terkutuk kau! Apa yang kau katakan padanya?
Apa yang kau katakan?
Kubilang, aku ada di sini saat malam istrimu dibunuh.
Apa?
Sudah kuduga itu kau..
Aku benar, dia pembunuhnya!
Kenapa kau hubungi polisi?
Aku bilang padanya, aku melihatmu.
Apa? Kau melihatku?
Itu bohong!
Dia berbohong, Young-Hoon.
Jangan percaya apapun yang dia katakan.
Ya, aku memang bohong.
Orang yang kulihat malam itu adalah temanmu.
Sial kau!
Sebaiknya kau jangan macam-macam.
Apa itu benar?
Aku melihatnya dengan mata sendiri.
Suaminya dan istrimu sedang bersama.
Kau jangan mempercayainya. Dia berusaha mempermainkan kita.
Dan kau?
Kau sendiri percaya padanya, hingga berpikir aku membunuh istriku sendiri.
Maafkan aku, aku hanya..
Aku mempercayai Joon-Sung.
Semua orang bilang dialah pembunuhnya!
Siapa lagi yang mempercayainya sepertiku?
Dan kau! Kenapa kau bohong padanya?
Apa kau akan percaya padaku, jika kukatakan itu temanmu?
Apalagi jika kau yakin akulah pembunuhnya?
Kau kira dia menghubungi polisi karena mempercayaiku?
Dia menghubungi polisi saat kubilang aku akan bersaksi kaulah pembunuhnya.
Tidak, itu sama sekali tidak benar!
Kau tidak boleh biarkan dia mempermainkan kita.
Dia hanya ingin memecah belah kita!
Lalu kenapa kau di sini sebelumnya?
Kenapa kau kemari dengan pisau di tanganmu?
Kau lihat? Dia tidak bisa menjawabnya.
Dia mengarang semuanya!
Apa kau sudah gila?
Kau mau bersaksi demi binatang itu?
1 hari sebelum sidang terakhir
Orang yang membunuh putriku!
Apa kau tidak kasihan pada Yoo-Jung?
Hentikan! Cukup sudah!
Kau!
Jangan kau berani bersaksi besok! Kau mengerti?
Kumohon, sudahlah..
Dasar kau orang gila!
Ayo kita pulang saja!
Kumohon, sudahlah..
Kita sudah lakukan apa yang kita bisa, jadi, kumohon..
Tidak.
Aku belum menemukan apapun.
Sudahlah!
Besok adalah sidang terakhir. Apa gunanya ini semua?
Kau mau aku berhenti?
Aku belum menemukan apapun dan kau mau aku berhenti?
Untung saja kau di sini.
Ini tentang rekaman kamera pengawas itu..
Ya.
Anakku mengkopinya ke flash drive, tapi polisi belum mengambilnya.
Mereka pasti menganggap itu bukan sesuatu yang penting, tapi..
Tunggu.
Di mana itu? Ini dia.
Kuharap ini bisa membantu.
Di sini rumahku tidak terlihat, tapi di akhir video ini mengarah ke sana.
Jadi setidaknya kita bisa lihat siapa saja yang lewat toko ini.
Ada apa?
Orang ini..
Kau mengenalnya?
Dia datang kemari beberapa hari lalu.
84-2421
Kenapa kau kemari dengan membawa pisau?
Aku ingin membunuh orang itu.
Apa?
Bukan istrimu.
Aku ingin membunuh orang terkutuk itu.
Apa yang kau bicarakan?
Aku tidak mengincar istrimu.
Aku mengincar suaminya.
Joon-Sung?
Kenapa?
Istrinya lebih tahu alasannya dibanding aku.
Aku tidak tahu.
Aku tidak tahu apa yang dia bicarakan.
Apa maksudmu dia lebih tahu alasannya dibanding dirimu?
Akan kuceritakan saat polisi tiba di sini.
Darimana kutahu kau akan mempercayaiku?
Dia akan terus bilang tidak tahu apapun.
Kau yang menyeretku ke masalah ini!
Kau tidak mungkin percaya padaku!
Meski kukatakan yang sebenarnya, apa gunanya jika kau akan membunuhku?
Jangan!
Dia berusaha mempermainkanmu seperti kepadaku!
Tidak, jangan!
Young-Hoon!
Young-Hoon..
Sekarang bicaralah.
Apa maksudmu kau ingin membunuh Joon-Sung?
Suaminya dan istriku..
memiliki hubungan gelap.
Lalu apa isi pesan teks itu?
Yoo-Jung akhirnya tahu.
Tahu tentang apa?
Sial!
Apa itu?
Aku..
Ibu Mina dari sekolah Taman Kanak-Kanak..
Aku baru bertemu dengannya sekali.
Sekolah Taman Kanak-Kanak putri kita?
Aku bersumpah itu hanya sekali.
Kami hanya menonton film, itu saja.
Jadi semua telpon tengah malam itu, adalah dengan Ibu Mina?
Bukan dengan Yoo-Jung?
Aku bersumpah demi Tuhan.
Aku bersumpah tidak terjadi apapun!
Dia bohong. Jangan dengarkan dia!
Jadi, apa hubungannya dengan kau datang kemari?
Istriku mengemudi keluar rumah.
Kukira dia keluar untuk menemuinya.
Tapi aku tidak tahu ke mana tujuannya.
Jadi aku pergi ke rumah suaminya.
Kukira aku bisa mencegatnya jika aku cukup cepat.
Dia baru keluar saat aku tiba di sana.
Kukira dia akan menemui istriku.
Lalu kulihat dia memasuki sebuah rumah.
Kukira mereka menyewa rumah sendiri untuk berhubungan gelap?
Aku gelap mata.
Maka aku berlari menuju sebuah toko.
Tapi kemudian...
Itu bukan istriku.
Siapa kau?
Ada apa?
Siapa kau?
Lalu kenapa kau kembali kemari setelah pembunuhan itu?
Kukira hubungan gelap itu hanya sebuah kesalahpahaman.
Tapi beberapa hari lalu, istriku pulang dengan mata lebam.
Dia tidak mau makan dan gelisah setiap saat.
Maka kutanya padanya
dan dia menceritakan semua padaku.
Pria yang berhubungan gelap dengannya membunuh wanita lain.
Dan istriku takut karena bisa saja dia sasarannya.
Lalu istrinya datang dan mengancam akan membunuh istriku.
Maka aku mencari tahu soal kasus ini.
- Kasus istrimu. - Aku ingin menanyakan sebuah hal.
Lalu aku tahu pada hari aku ke rumahmu
13 Februari
adalah hari saat istrimu dibunuh.
13 Februari?
Aku kemari untuk memeriksa apakah ini tempatnya.
Tidak, Young-Hoon.
Dia mengarang semuanya!
Jangan dengarkan dia!
Darimana aku bisa percaya padamu?
- Tanya saja padanya. - Apa?
Coba pikirkan. Kenapa dia datang kemari?
Kau ini polos atau bodoh?
Kurang ajar..
Kau tahu apa perkataannya begitu dia melihatku?
Dia tanya padamu, apakah aku mengatakan sesuatu.
Kau masih belum mengerti?
Apa yang dia katakan padamu?
Dia tahu segalanya dari awal.
Dan dia kuatir aku menceritakan sesuatu padamu tentang suaminya.
Kau sudah mengerti sekarang?
Kau sudah dimanfaatkan olehnya dan temanmu selama ini.
Tidak, Young-Hoon! Itu tidak benar!
Apa itu sebabnya kau kemari bukan ke pengadilan?
Tidak, untuk apa kulakukan itu?
Tidak ada bedanya jika itu kau atau aku.
Dia hanya memikirkan bagaimana mengeluarkan suaminya dari penjara.
Hentikan itu, kau kurang ajar!
Saat kubilang padanya kau pelakunya, dia melihat kesempatan.
Dia langsung menelpon polisi, bermaksud menjebakmu.
Tidak, itu tidak benar!
Kau harus katakan padaku!
Kami tidak bisa memberi informasi begitu saja.
Kalau begitu, mulailah menyelidiki!
Kami tidak bisa selidiki orang yang bukan tersangka.
Cukup sudah omong kosong ini.
Dia membeli pisau dari toko!
Kau tidak menemukan senjata pembunuhnya. Maka kau harus mulai selidiki.
Baik, baik!
Kami akan urus itu. Sebaiknya kau pulang sekarang.
- Hey, Park! Antar dia keluar! - Baik.
Mari, Pak.
Selidiki dia sekarang!
Ya, itu benar.
Kami tidak bisa berbuat apapun kepadanya.
Mungkin bisa jika kita temukan dia dari awal, tapi besok sudah sidang, jadi..
Kami tidak punya bukti yang memberatkannya dan diapun tidak mengaku.
Bagaimana jika Joon-Sung terbukti bersalah di sidang?
Jika kita bisa buktikan pria ini pembunuhnya, pada Pengadilan Tinggi
apa suamiku bisa bebas?
Begini..
Mereka hanya meladeni berkas resmi di Pengadilan Tinggi.
Mereka hanya meninjau keputusan dan memastikan apakah sidang berjalan adil..
jadi tidak akan ada penyelidikan.
Jika dia terbukti bersalah pada sidang,
maka Pengadilan Tinggi mungkin akan mengabaikan pengajuan banding.
Jadi kita harus bagaimana?
Karena itu, sidang besok sangat penting.
Kita harus lakukan yang terbaik
dan aku akan meminta penyelidikan lebih lanjut sebelum keputusan.
Jadi, kami hanya menunggu saja?
Sementara dia bisa jadi pembunuh sebenarnya?
Penuntut sangat yakin bahwa Tuan Joon-Sung Kim adalah pembunuhnya,
jadi kita tidak bisa lakukan apapun hingga dia terbukti tak bersalah.
Kau punya rokok?
Dan pemantik api?
Kenapa kau sangat terobsesi dengan ini?
Pengadilan sudah membuktikannya bersalah.
Kenapa tidak bisa kau terima saja itu?
Karena kalian semua salah.
Bagaimana jika kau yang salah?
Tidak.
Kau salah. Aku yakin itu.
Kau yakin akan itu.
Kau tahu siapa yang paling sering mengatakan itu?
Para korban kasus penipuan.
Kami keluarkan surat penahanan untuk si penipu
dan kami bicara pada korbannya.
Mereka semua bilang hal yang sama. โKau salah. Aku yakin itu.โ
Kau tahu kenapa mereka mengatakan itu?
Karena mereka percaya pada si penipu?
Bukan.
Itu karena mereka tidak mau mengakui bahwa mereka bisa salah.
Jika yang kita katakan pada mereka benar,
maka mereka terpaksa mengakui betapa tertipunya mereka
karena hanya mau melihat dan mendengar apa yang mereka inginkan.
Sebaiknya kau pikirkan itu.
Kau sungguh percaya temanmu tidak bersalah
atau kau hanya ingin terbukti benar.
Tuan Young-Hoon Lee.
Ini.
Alamat terdaftar dari plat nomor 84-2421.
Kau kira ini titik terendahmu?
Bahwa kau tidak bisa kehilangan apapun lagi?
Kau mungkin salah tentang itu.
Kuharap kau tidak menyesali ini.
1508 Apartemen Humanville, #702
Penuntut sangat yakin bahwa Tuan Joon-Sung Kim adalah pembunuhnya,
jadi kita tidak bisa lakukan apapun hingga dia terbukti tak bersalah.
Mereka takkan mencari tersangka lain, jika mereka berpikir pembunuhnya sudah ditangkap.
Anggap saja kami melepaskan Tuan Joon-Sung Kim.
Kau tahu apa yang terjadi jika dia terbukti sebagai pembunuhnya?
Kami tidak bisa menahannya lagi.
Jika kita kalah di pengajuan banding ini, Pengadilan Tinggi mungkin akan menolak pengajuan berikutnya.
Maka tidak ada alasan apapun bagi penuntut untuk mengejar orang ini.
Bahkan jika Tuan Joon-Sung Kim mengaku pada semua orang, dia pembunuhnya
kita tidak tetap tidak bisa melakukan apapun.
Ini disebut hukuman ganda.
Sekarang aku mengerti apa maumu.
Begitu Joon-Sung dibebaskan,
dia tidak akan bisa ditahan atas tuduhan yang sama lagi.
Jadi kau mau merahasiakan ini, hingga setelah aku bersaksi.
Karena itu kau kemari.
Tidak, itu tidak benar. Kau salah mengerti.
Kau tahu Joon-Sung tidak melakukan ini.
Lihat saja semua bukti yang kau temukan!
Persetan dengan sampah-sampah itu, aku tidak memerlukannya lagi.
Ini polisi!
Tolong!
Tidak!
Jika kau buka pintu itu sekarang, mereka akan menangkapmu.
Jika dia cerita pada mereka tentang penculikan dan penyiksaan ini
kau akan ditangkap!
Aku tidak akan cerita apapun pada mereka!
Aku akan cerita pada polisi apa yang kulihat.
Bahwa aku melihat temanmu di sini!
Tidak, dia bohong!
Kau harus percaya padaku.
Kau pikir dia ada di pihakmu?
Aku bisa memberimu pembunuh yang sebenarnya
dan menghukum pecundang itu yang berselingkuh dengan istriku!
Young-Hoon!
Kumohon!
Kau tidak perlu bersaksi.
Pokoknya jangan katakan apapun pada polisi.
Kumohon tunggulah sampai sidang hari ini selesai.
Kumohon padamu.
Ini semua sudah selesai sekarang.
Young-Hoon! Jangan!
Young-Hoon!
Bagaimana jika kau salah?
Mereka harus akui betapa tertipunya mereka
karena hanya mau melihat dan mendengar apa yang mereka inginkan.
Yoo-Jung pasti menutupi pakaian dalamnya karena ada yang datang.
Yoo-Jung langsung lari ke kamar!
Dia bahkan tidak melawan!
Jadi apa maksudmu pembunuhnya adalah Joon-Sung?
Tidak, kurasa bukan dia.
Bukan Joon-Sung yang datang malam itu.
So-Yeon
- Huruf "Y"? - Mungkin salah ketik.
So-Yeon
Apa kau polos atau bodoh?
Suaminya dan istriku punya hubungan gelap.
Aku ingin membunuhnya.
Dia tahu alasannya melebihi aku.
Aku sungguh yakin!
Dia tahu segalanya dari awal.
Kenapa kau melakukan ini?
Bu Da-Yeon, kau adalah tersangka!
Apa?
Siapa itu?
Hey, Yeon.
Ada perlu apa, Yeon?
Mari masuk.
Apa hujannya lebat?
Joon-Sung tadi kemari, bukan?
Tidak. Apa dia berencana kemari?
Joon-Sung: Akan kuselesaikan ini. 1003
Dia baru datang. โYโ...
Berikan padaku!
Yeon, ini tidak seperti yang kau kira!
Tega sekali kau lakukan ini padaku.
Kenapa harus kau!
Yeon, kumohon!
Tega sekali kau!
Tega sekali kau..
Kumohon tenanglah!
Young-Hoon
Terkunci
Kau...
Kau membunuh Yoo-Jung?
Bukan Joon-Sung. Ternyata kau..
Ini semua salahmu.
Ini semua tidak akan terjadi jika kau tidak pindah kemari.
Semuanya akan berjalan lancar
jika kau tidak melakukan ini semua!
Ini semua salahmu.
Ini salahmu!
Letakkan palunya.
Letakanlah.
Aku tahu kau di dalam! Buka pintunya!
Jika kau buka pintunya, akan kukatakan kau yang melakukan ini semua.
Kau membunuh orang ini dan juga berusaha membunuhku!
Kau hanya harus diam saja.
Katakan saja pada polisi, dia pembunuh sebenarnya.
Dan suamiku..
Tolong aku bebaskan suamiku..
Kumohon, Young-Hoon.
Kumohon padamu.
Jangan biarkan putriku tumbuh tanpa ayahnya!
Kumohon!
Ayo cepat!
Dobrak pintunya!
Jadi bagaimana?
Bagaimana!
Ternyata Tuan Young-Hoon Lee membunuh istrinya sendiri.
Dia mengira istrinya berselingkuh denganmu
maka dia membunuh istrinya dan meletakkan rambutmu di mulutnya
untuk menjebakmu.
Dan kasus istriku?
Baik.
Saat Tuan Lee menyadari ada saksi,
dia menculik dan menyiksanya.
Tapi istrimu akhirnya mengetahuinya.
Jadi, dia sekali lagi..
Setidaknya itu yang diyakini jaksa penuntut.
Apa pernyataan Young-Hoon?
Dia sama sekali tidak mau bicara.
Bahkan pengacaranya angkat tangan.
Bukankah itu sudah jelas?
Itu karena dia pelakunya.
Eun-Jin!
Eun-Jin!
Ayah!
Bagaimana keadaanmu?
Dia bisa tinggal denganku lebih lama lagi.
Tidak, aku harus mengurusnya.
Ini semua barang-barang Da-Yeon.
Keadaan benar-benar kacau, aku belum sempat melihat isinya.
Kemarilah jika masih ada yang ketinggalan.
Tentu.
Eun-Jin.
Sampai jumpa sayang. Seringlah main kemari.
Terima kasih banyak.
Ayah!
Ayah!
Ya, Eun-Jin?
Bisa ayah mengambil ini?
Jangan makan cemilan lagi, ya?
Lihatlah wajahmu.
Ayo bersihkan wajahmu.
Kau pikir ini titik terendahmu?
Kau tidak bisa kehilangan apapun lagi, dan keadaan tidak bisa lebih buruk?
Kau mungkin salah tentang itu.
Kuharap kau tidak menyesali ini.
Tidak akan.
Kita hanya akan menyesal jika tidak tahu kebenarannya.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.